Tag Archives: jangkar

Sulap Dinding Rumah Jadi Playground Kucing, Begini Caranya


Jakarta

Hewan peliharaan telah menjadi bagian penting dari banyak keluarga saat ini. Hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi tren desain serta dekorasi rumah yang dibuat ramah hewan.

Banyak orang kini memasang fasilitas seperti bak mandi khusus anjing, catio (teras kucing), dan berbagai elemen lain untuk memastikan kenyamanan hewan peliharaan mereka di rumah.

Nah, saat ini ada pula pemilik rumah yang mulai berkreasi dengan membuat dinding kucing.


Apa Itu Dinding Kucing?

Dinding kucing dapat disesuaikan dan dirancang sesuai selera, namun umumnya terdiri dari beberapa rak yang dipasang berdekatan, memungkinkan kucing untuk melompat dari satu titik ke titik lainnya.

Dengan kata lain, ini semacam playground agar kucing bisa bermain di rumah.

Pengaturan yang lebih kompleks sering kali mencakup tempat tidur gantung untuk bersantai, tangga untuk memanjat, serta area berkarpet yang bisa dicakar.

Melansir Better Homes Garden, pada Minggu (20/10/2024), dalam beberapa tahun terakhir, dinding kucing semakin populer di TikTok dengan lebih dari 150 juta unggahan ber-tag #CatShelves.

Popularitas ini sebagian besar didorong oleh faktor hiburan, karena memasang dinding kucing bisa diibaratkan menciptakan panggung untuk video kucing lucu, di mana pemilik dapat menyaksikan kucing mereka melompat-lompat dan menjelajahi area bermain baru mereka.

Dinding kucing juga memberikan solusi praktis, terutama jika kamu tinggal di ruang yang terbatas. Kamu hanya membutuhkan dinding kosong (beberapa desain dinding kucing bahkan menyediakan rak untuk dekorasi manusia).

Alih-alih menempatkan menara kucing besar di rumah, dinding kucing bisa menjadi pilihan yang lebih hemat ruang dan anggaran.

Rak-rak ini dapat sepenuhnya disesuaikan dengan ruang dan kebutuhan kucing kamu. Jika kucing kamu cenderung malas, kamu bisa menyediakan tempat untuk tidur dan bersantai.

Namun, jika kucing kamu aktif dan suka memanjat, rak tradisional dan tangga panjat mungkin menjadi pilihan yang lebih cocok.

Cara Membuatnya

Jika kamu ingin menambahkan dinding kucing di rumah, langkah pertama adalah merencanakan secara detail elemen yang akan disertakan.

Sebelum memulai pemasangan, pastikan kamu telah menyiapkan semua komponen yang diperlukan serta tata letaknya.

Pertimbangkan kemampuan dan kebutuhan kucing kamu, pastikan tempat bertengger dipasang cukup dekat agar kucing dapat melompat dengan mudah tanpa risiko cedera.

Dinding kucing sebaiknya menarik dan sedikit menantang untuk menjaga minat kucing, namun tetap bisa dilewati dengan aman.

Setelah rencana siap, kamu dapat mulai membangun. Pemasangan rak atau tali sebagian besar sama seperti pemasangan rak biasa di dinding, namun karena kucing akan melompat dan memanjat, pastikan semua terpasang dengan aman.

Gunakan perangkat keras yang kuat, seperti jangkar drywall, untuk menahan beban kucing kamu agar rak tidak jatuh atau rusak.

Untuk hasil yang lebih tahan lama, temukan tiang di dinding untuk memasang rak dan tempat bertengger. Gunakan level dan pensil untuk menandai posisi sebelum memulai pemasangan.

Kamu juga memerlukan bor untuk membuat lubang awal dan memasang sekrup serta braket.

Setelah semua terpasang, kamu bisa mendekorasinya dengan mainan atau alas garuk sesuai keinginan.

Berkreasilah seluas yang kamu bisa karena, ada banyak inspirasi yang bisa kamu temukan untuk menciptakan taman bermain yang menyenangkan bagi kucing kamu, dan kamu akan menikmati melihat mereka bermain di lintasan rintangan baru mereka.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Sindang Indramayu Jadi Desa Wisata, Dulu Sering Gagal Panen



Indramayu

Embung Jangkar yang jadi alternatif wisata di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat memiliki cerita panjang. Keberadaanya yang dulu hanya masalah, kini berubah menjadi potensi desa.

Sebuah waduk yang berada di Desa Sindang, Kecamatan Sindang kian berkembang. Bahkan, tidak hanya sebagai penampung air cadangan bagi petani penggarap sawah, areal tersebut justru menjadi salah satu sumber pendapatan bagi desa.

Di balik megahnya areal embung jangkar menyimpan cerita pahit yang dialami petani di Desa Sindang. Di mana, produksi padi tidak terlalu tinggi karena minim pasokan air. Bahkan pada tahun 2015, hektaran sawah gagal panen saat musim kemarau.


Sementara hampir 75 persen dari 332 hektare luasan Desa Sindang didominasi lahan pertanian. Sedang area permukiman hanya 25 persen saja.

“Tahun 2015 penghasilan di sini (produksi padi) masih di bawah 900 ton. Dan ketika musim tanam kedua itu gambling, jadi jangan pernah berfikir Sindang itu sahabat Cimanuk. Air di sini banyak rebutan,” kata Kuwu Desa Sindang, Carnita kepada detikJabar, Jumat (25/7/2025).

“Makanya terjadi di 2015 itu gagal panen,” sambungnya.

Diceritakan Carnita, kala itu ia yang hanya menjadi Kaur Perencanaan turut andil dalam mendesain sebuah Desa agar terentaskan dari banyak masalah. Salah satunya mengubah lahan pertanian yang sering gagal panen menjadi tempat penampungan air (waduk).

“Jadi 2017 itu mengajukan proposal ke DPR komisi V terus 2018 terealisasi bertahap,” ungkapnya.

Tahun 2018 merupakan langkah awal. Bantuan dari Kementerian PU, menjadi satu harapan bagi desa dan masyarakat. Hambatan dan halangan dilalui. Hingga pada tahun 2021, pembangunan embung telah selesai.

Selesainya pembangunan embung telah menjadi satu solusi bagi masalah pertanian di Desanya. Namun, bagi Carnita, hal itu belum selesai. Pasalnya, solusi tersebut belum sepenuhnya selesai jika tidak dikembangkan.

Sejak 2021, ia pun kemudian mendesain kawasan embung jangkar menjadi sebuah wisata alternatif. Mulanya pengunjung hanya menikmati sensasi embung dan sedikit penyewaan bebek gowes di atas embung.

Sejalan waktu, pembangunan terus dikembangkan. Hingga di tahun 2024, ia membangun kolam renang. Bahkan kini, ia menerapkan wisata alam edukasi bagi pengunjung. Dengan mengembangkan sistem budidaya di arealnya.

“2024 itu bikin kolam terus bulan Januari kemarin diserahkan ke Bumdes,” kata Encang akrab sapaan Kuwu Desa Sindang tersebut.

Tidak hanya sukses menyumbang pendapatan desa. Sindang khususnya wisata alam edukasi embung jangkar pun menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Indramayu yang masuk 15 besar desa wisata terbaik kategori 2 di ajang Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) 2025 oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT RI).

Pengembangan embung jangkar tidak berhenti. Saat ini, areal itu pun mendapat suntikan bantuan dari Pemkab Indramayu melalui Dinas Pemuda Pariwisata dan Olahraga.

Artikel ini sudah tayang di detikJabar. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(sud/ddn)



Sumber : travel.detik.com