Tag Archives: jatinegara

Cara ke Beach City International Stadium Naik Angkutan Umum


Jakarta

Beach City International Stadium sering dikunjungi ketika digunakan sebagai tempat konser atau event lainnya. Gedung ini berada di dalam kawasan Ancol dan dekat dengan berbagai tempat wisata seperti Pantai Ancol, Sea World, Dufan, dan Atlantis.

Saat diadakan konser, kawasan ini biasanya macet, sehingga lebih baik menggunakan angkutan umum, seperti TransJakarta, Kereta Rel Listrik (KRL), atau Mass Rapid Transit (MRT). Simak cara ke Beach City International Stadium naik angkutan umum berikut ini.

Cara ke Beach City International Stadium

Cara ke Beach City International Stadium paling mudah adalah mencari angkutan umum dengan tujuan Ancol. Berikut ini beberapa cara yang bisa dipilih:


1. Naik TransJakarta

Dilihat dari situs TransJakarta, bus yang bisa turun di Ancol adalah Koridor 5 (rute Kampung Melayu-Ancol) atau Koridor 5D (rute Cililitan-Ancol). Jika detikers dari arah lain, maka dapat naik koridor lain terlebih dahulu dan transit ke salah satu halte yang dilewati Koridor 5.

Koridor 5

Adapun halte yang dilewati TransJakarta Koridor 5 adalah Kampung Melayu – Jatinegara – Bali Mester – Matraman Baru – Kesatrian – Tegalan – Matraman – Paseban – Salemba – Kramat Sentiong – Pal Putih – Senen Sentral – Lapangan Banteng – Pasar Baru Timur – Jembatan Merah – Gunung Sahari – Pademangan – Ancol.

Koridor 5D

Sementara Koridor 5D adalah perpanjangan dari Koridor 5. Bedanya, Koridor 5D dimulai dari Cililitan, kemudian rutenya sama dengan Koridor 5 setelah sampai di Kampung Melayu. Rutenya adalah sebagai berikut: Cililitan – Cawang Cililitan – Cawang Sentral – BNN – Cawang – Cawang Baru – Gelanggang Remaja – Bidara Cina – Kampung Melayu – dan seterusnya sama dengan Koridor 5.

Koridor Lain

  • Koridor 7C (Cibubur – Cawang Sentral) transit di Halte Cawang Cililitan
  • Koridor 7P (Pondok Kelapa – Cawang Sentral) transit di Halte Cawang Sentral
  • Koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit) transit di Halte Cawang Sentral atau Cawang
  • Koridor 9A (Cililitan – Grogol) transit di Halte Cawang Sentral atau Cawang
  • Koridor 9C (Pinang Ranti – Bundaran Senayan) transit di Halte Cawang Sentral
  • Koridor 9N (Pinang Ranti – Simpang Cawang) transit di Halte Cawang Sentral
  • Koridor 10 (Tanjung Priok – Pgc) transit di Halte Cawang Sentral
  • Koridor 4 (Pulo Gadung – Galunggung) transit di Halte Matraman
  • Koridor 6H (Senen – Lebak Bulus) transit di Halte Senen Sentral
  • Koridor 12 (Pluit – Tanjung Priok) transit di Halte Jembatan Merah atau Gunung Sahari

2. Naik KRL

Dikutip dari situs resmi Ancol, cara ke Beach City International Stadium selanjutnya adalah dengan naik Commuter Line atau KRL dengan pemberhentian Stasiun Ancol. Berikut langkah-langkahnya:

Dari Bogor atau Depok

  • Naik KRL dari Stasiun Bogor/Depok dengan rute ke Stasiun Gondangdia.
  • Dari Gondangdia, pindah ke KRL jurusan Stasiun Kota.
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol.

Dari Bekasi atau Stasiun Jatinegara

  • Naik KRL dari Bekasi dengan rute ke Stasiun Jatinegara.
  • Di Jatinegara, pindah KRL jurusan Stasiun Kota.
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol.

Dari Tangerang atau Serpong

  • Naik KRL dari Tangerang/Serpong dengan rute Stasiun Tanah Abang.
  • Di Tanah Abang, pindah ke KRL jurusan Stasiun Kota.
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol.

3. Cara ke Ancol Naik MRT

Cara terakhir, detikers bisa naik kereta MRT dengan pemberhentian di Stasiun Ancol. Berikut langkah-langkahnya:

Dari Lebak Bulus atau Stasiun Terdekat

  • Naik MRT dari Lebak Bulus atau stasiun terdekatnya sampai Stasiun Blok M.
  • Di Blok M, pindah jalur ke MRT jurusan Stasiun Kota dan turun di Stasiun Dukuh Atas.
  • Di Stasiun Dukuh Atas, lanjutkan perjalanan dengan KRL jurusan Stasiun Kota dan turun di Stasiun Ancol.

Dari Bundaran HI atau Stasiun Terdekat

  • Naik MRT dari Bundaran HI atau stasiun terdekatnya sampai Stasiun Dukuh Atas.
  • Di Stasiun Dukuh Atas, lanjutkan perjalanan dengan KRL jurusan Stasiun Kota dan turun di Stasiun Ancol.

4. Setelah Sampai di Halte dan Stasiun Ancol

Setelah sampai di Halte Ancol maupun Stasiun Ancol, detikers bisa menuju ke Beach City International Stadium menggunakan shuttle bus yang disediakan khusus untuk berkeliling di kawasan Ancol. Selain itu, ada beberapa mikrolet yang bisa kamu tumpangi.

Nah, itulah tadi berbagai cara ke Beach City International Stadium yang biasa digunakan sebagai tempat konser. Kamu bisa naik angkutan umum seperti TransJakarta, KRL, maupun MRT.

(bai/inf)



Sumber : travel.detik.com

Ini Cara Pergi ke Dufan Naik KRL Lengkap dengan Rutenya


Jakarta

Dunia Fantasi atau sering disebut Dufan merupakan salah satu tempat rekreasi yang terkenal di Jakarta. Selain dapat diakses menggunakan kendaraan pribadi, travelers juga bisa pergi ke Dufan naik KRL Commuter Line Jabodetabek.

Hadirnya KRL sangat membantu masyarakat yang ingin berpergian ke suatu tempat. Tak hanya warga Jakarta saja yang bisa ke Dufan, bagi kamu yang tinggal di Bogor, Depok, Tangerang, atau Bekasi juga bisa jalan-jalan ke Dufan dengan menaiki KRL.

Namun, masih banyak masyarakat yang kebingungan saat menggunakan KRL karena tidak tahu rutenya. Jangan khawatir, simak cara pergi ke dufan naik KRL lengkap dengan rutenya dalam artikel ini.


Cara Pergi ke Dufan Naik KRL

Untuk bisa sampai ke Dufan naik KRL, detikers bisa turun di Stasiun Ancol. Namun, jarak dari stasiun ke Dufan masih sekitar 2,6 km lagi, sehingga detikers bisa melanjutkan dengan transportasi umum lain seperti taksi atau ojek online.

Berdasarkan informasi yang didapat detikTravel dari akun X resmi KAI Commuter @CommuterLine (11/02/2025), berikut cara pergi ke Dufan naik KRL beserta rutenya.

1. Pergi ke Dufan dari Bogor

Bagi detikers yang ingin ke Dufan naik KRL dan berangkat dari Bogor, berikut caranya:

  • Dari Stasiun Bogor, naik KRL tujuan Bogor – Jakarta Kota
  • Setibanya di Stasiun Jakarta Kota, transit dengan menaiki KRL line Jakarta Kota – Tanjung Priok
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol
  • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

2. Pergi ke Dufan dari Bekasi

Jika travelers berangkat dari Bekasi, simak rute KRL menuju Dufan di bawah ini:

  • Dari Stasiun Bekasi, naik KRL tujuan Cikarang – Jatinegara
  • Turun di Stasiun Kampung Bandan untuk transit naik KRL line Jakarta Kota – Tanjung Priok
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol
  • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

3. Pergi ke Dufan dari Tangerang

Bagi kamu warga Tangerang yang ingin liburan ke Dufan, bisa menggunakan KRL Commuter Line dengan rute berikut ini:

  • Dari Stasiun Tangerang, naik KRL tujuan Tangerang – Duri
  • Turun di Stasiun Duri untuk transit KRL line Cikarang – Jatinegara
  • Lalu turun di Stasiun Kampung Bandan untuk transit kembali dengan naik rute KRL Jakarta Kota – Tanjung Priok
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol
  • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

4. Pergi ke Dufan dari Parung Panjang

Masyarakat yang tinggal di sekitar Parung Panjang, Cisauk, dan Serpong, bisa mengandalkan KRL Commuter Line untuk bisa pergi ke Dufan. Berikut rutenya:

  • Dari Stasiun Parung Panjang/Cisauk/Serpong, naik KRL rute Rangkasbitung – Tanah Abang
  • Turun di Stasiun Tanah Abang untuk transit KRL line Cikarang – Jatinegara
  • Lalu turun di Stasiun Kampung Bandan untuk transit kembali dengan menaiki rute KRL Jakarta Kota – Tanjung Priok
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol
  • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

5. Pergi ke Dufan dari Nambo

Bagi warga yang tinggal di Nambo, Cibinong, atau Pondok Rajeg, juga bisa menggunakan KRL untuk bisa pergi ke Dufan. Berikut rutenya:

  • Dari Stasiun Nambo/Cibinong/Pondok Rajeg, naik KRL tujuan Nambo – Jakarta Kota
  • Setibanya di Stasiun Jakarta Kota, transit dengan menaiki KRL line Jakarta Kota – Tanjung Priok
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol
  • Lanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lain seperti ojek online atau taksi untuk bisa sampai di Dufan.

Itu dia cara pergi ke Dufan dengan menaiki KRL Commuter Line. Semoga dapat membantu travelers yang ingin liburan di Dufan!

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Nostalgia di Pasar Loak Jatinegara, Panas tapi Seru dan Padat


Jakarta

Setiap barang punya cerita dan valuenya sendiri sehingga tak pernah kehilangan peminat, meski tak lagi bisa memenuhi kebutuhan zaman. Keberadaan barang menjadi nostalgia pada suatu era yang bertahan seiring waktu. Kesan ini terpancar saat menatap barang di Pasar Loak Jatinegara.

Barang-barang lama tertata rapi, seolah membawa detikers kembali ke masa lalu. Ada sepatu kulit tua, kamera analog klasik, mesin ketik dengan salah satu tombol lepas dari keyboard, dan telepon putar yang hanya bisa ditemukan di tempat ini.

Pasar Loak Jatinegara, Jakarta Timur atau Pasar Jembatan ItemPasar Loak Jatinegara, Jakarta Timur atau Pasar Jembatan Item (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Terik matahari langsung menyengat kulit saat memasuki pasar di Jalan Jatinegara Timur ini. Namun saat melihat koleksi tiap lapak di atas meja, terpal, kardus, rasa penasaran memancing detik travel untuk datang mendekat. Pasar ini memang sederhana, namun itulah yang membuatnya istimewa.


Detik travel berkesempatan mengunjungi area yang kerap disebut Pasar Jembatan Item ini pada Jumat (3/10/2025). Pasar ini terlihat sepi di hari kerja, namun sangat berbeda di akhir minggu atau saat liburan. Bahkan, jalan ditutup sementara karena banyaknya pengunjung pasar.

“Biasanya ramai di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Kadang-kadang Sabtu malam sudah penuh,” kata Fikri, seorang penjual mesin ketik di Pasar Loak.

Barang-barang di pasar ini memang berstatus loak atau bekas, tapi kondisinya masih layak. Secara umum, tampilan barang terlihat bagus meski mungkin tak lagi punya kinerja baik. Barang-barang di Pasar Loak Jatinegara dapat menjadi koleksi atau tambahan properti.

Harga-harga di pasar ini tentunya sangat terjangkau. Detikers bisa mendapatkan koleksi uang jadul seharga Rp 5 ribu, hingga Rp 350 ribu untuk barang antik yang lebih besar. Menurut para pedagang, tiap jenis barang memiliki penggemarnya masing-masing.

“Orang-orang tertarik pada segala macam hal, semuanya dicari,” kata Ade, seorang penjual jam tangan di Pasar Loak.

Ketertarikan inilah yang menjadikan Pasar Loak Jatinegara tak pernah sepi pembeli. Asal bisa sabar mencari, tak segan bertanya pada pedagang, dan melakukan tawar menawar, detikers bisa memperoleh berbagai barang yang diperlukan dengan harga sangat terjangkau.

Jam Buka Pasar Loak Jatinegara

Menurut Fikri, tiap lapak punya jam operasional masing-masing. Fikri biasa buka lapak pada pagi hari, namun ada juga yang memilih mulai beroperasi di waktu sore. Kios tersebut umumnya masih tutup di pagi hari.

Pasar Loak Jatinegara, Jakarta Timur atau Pasar Jembatan ItemPasar Loak Jatinegara, Jakarta Timur atau Pasar Jembatan Item (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Pasar ini sebetulnya bukan 24 jam setiap hari. Namun bagi yang mau menjelajah pasar atau mencari barang tertentu, Fikri menyarankan datang di pagi hari. Jangan lupa bawa payung, topi, masker, dan sunscreen atau sunblock.

Area Pasar Loak Jatinegara tak sekadar jual beli berbagai bentuk barang bekas. Tapi juga memori tertinggal pada barang tertentu. Buat detikers yang ingin datang, selamat menjelajah dan berpetualang.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Mesin Ketik dan Keris Usia Ratusan, Ini Harta Karun Pasar Loak Jatinegara


Jakarta

Bagi pecinta barang antik, Pasar Loak Jatinegara adalah surga tersembunyi. Di sini ada berbagai koleksi jadul mulai dari mesin tik tua, uang lama, keramik lawas, hingga keris berusia 200 tahun. Tak hanya itu, ponsel jadul yang pernah hits juga masih dijual dengan harga terjangkau.

Deretan Harta Karun Pasar Loak Jatinegara

Detik travel sempat mengunjungi Pasar Loak Jatinegara pada Jumat (3/10/2025), berikut ‘harta karun’ yang berhasil ditemukan

1. Mesin Ketik Tua

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Perangkat yang sangat terkenal di era 1980-an ini masih bisa kita temukan dalam kondisi cukup baik. Harganya mulai dari Rp 350 ribu dan bisa lebih murah atau mahal, bergantung dari kemampuan tawar menawar calon pembeli.


“Mesin ketik ini sudah ada sejak tahun 80-an. Kondisinya masih bagus, tintanya juga masih ada,” kata Fikri, seorang penjual di Pasar Loak Jatinegara.

Ada mesin ketik yang masih lengkap dan terlihat kuat, tetapi ada juga yang beberapa tombol atau hurufnya sudah lepas. Meski begitu, daya tariknya tetap kuat, terutama bagi kolektor atau penggemar barang antik.

2. Uang Kuno

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Berbagai jenis uang kertas dan koin zaman dulu tertata rapi di lapak pasar. Harga yang ditawarkan juga cukup murah, mulai dari Rp 5 ribu untuk setiap lembar atau koin. Koleksinya beragam mulai dari pecahan 50 sen, 100 sen, hingga Rp 5.

“Kalau uang kuno seperti ini, biasanya dicari untuk dijadikan koleksi,” kata Bapak Tami, pemilik lapak uang kuno Pasar Loak Jatinegara.

Uang kuno ini ada yang dibuat tahun 1955, 1959, 1973, 1978, hingga 1996. Tidak hanya uang Indonesia ada juga koin dari berbagai negara lain seperti Jepang, Malaysia, Perancis, India, hingga Turki.

3. Keramik Lawas

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Pasar Loak ini juga menyediakan aneka produk keramik lawas misal piring, asbak, gelas, dan patung. Deretan produk yang tertata rapi ini menunggu calon pembeli untuk melihat, bertanya, dan membelinya.

“Kalau keramik, biasanya yang paling dicari itu adalah patung. Biasanya orang-orang dijadikan pajangan di rumah atau di ruangan,” jelas Fikri.

Menurut Fikri, patung keramik adalah barang yang paling sering dicari oleh pembeli. Alasannya, patung keramik bisa menjadi hiasan rumah atau ruangan yang bisa menambah kesan antik dan klasik.

4. Keris Antik

Pasar Loak JatinegaraKeris antik di Pasar Loak Jatinegara (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Bagi penyuka benda pusaka, Pasar Loak Jatinegara menyediakan keris berusia ratusan tahun. Menurut Fikri, benda ini diperoleh dari kolektor yang mempercayakan padanya untuk dijual. Keris ini termasuk koleksi paling tua dan langka di Pasar Loak Jatinegara.

“Ini barang tertua yang kami miliki. Sudah ada selama 200 tahun, dan kami mendapatkannya dari seorang kolektor yang meminta toko kami untuk menjualnya,” kata Fikri.

5. Ponsel Lawas

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Jika detikers tertarik dengan ponsel lawas, Pasar Loak Jatinegara adalah tempat terbaik. Di sini ada ponsel dengan tombol fisik hingga layar sentuh dengan kondisi yang cukup baik, meski punya berbagai kekurangan.

“Masalahnya adalah karena sudah pernah dipakai, jadi ada beberapa goresan kecil. Tapi masih berfungsi dengan baik,” kata Efendi pemilik lapak ponsel.

Selain punya goresan, ponsel lawas ini dalam kondisi retak atau terkelupas. Ponsel lama tersebut dijual dengan harga mulai dari Rp 400 ribu. Untuk mendapatkan harga terbaik, calon pembeli masih dapat mencoba tawar menawar dengan pemilik lapak.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Fakta Pasar Loak Jatinegara, Harta Karun di Tengah Tumpukan Barang Bekas


Jakarta

Pasar Loak Jatinegara menjadi salah satu destinasi di Jakarta yang tidak pernah ketinggalan zaman. Di tengah gempuran pusat perbelanjaan modern, Pasar Loak Jatinegara tetap eksis menawarkan suasana tradisional pasar yang klasik.

“Biasanya ramai di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Kadang-kadang Sabtu malam sudah penuh,” kata Fikri, salah satu penjual di Pasar Loak kepada detikTravel pada Jumat (3/10/2025).

Berada di Jalan Bekasi Barat III, Jatinegara, Jakarta Timur, Pasar Loak Jatinegara dikenal juga sebagai Pasar Loak Jembatan Hitam. Pasar ini menjual berbagai jenis barang, mulai dari barang antik hingga kebutuhan rumah tangga.


Fakta Pasar Loak Jatinegara

Tak hanya dikenal sebagai pasar legendaris, Pasar Loak Jatinegara memiliki beragam keunikan yang sulit ditemui di tempat lain, apa saja keunikannya? Berikut detikTravel rangkum untuk kalian!

1. Menjual Barang-barang Bekas

Pasar Loak Jatinegara, Jakarta Timur atau Pasar Jembatan ItemPasar Loak Jatinegara, Jakarta Timur atau Pasar Jembatan Item (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Sesuai namanya, Pasar Loak Jatingera dikenal sebagai surga barang-barang bekas. Mulai dari pakaian, tas, sepatu, aksesoris, mainan, barang elektronik, hingga kebutuhan rumah tangga, semua dijual di tempat ini.

Pasar ini menjual barang bekas yang masih memiliki nilai jual alias masih layak untuk dipakai kembali, tak jarang barang yang dijual memiliki nilai tersendiri bagi para kolektor. Barang-barang tersedia dengan harga terjangkau yang bisa diakses dengan uang tunai.

2. Tempat Mencari Harta Karun

Bagi penggemar barang antik, Pasar Loak Jatinegara bisa disebut sebagai ladang harta karun. Di antara banyaknya barang yang dijajakan, terdapat barang-barang antik seperti kamera analog, mesin ketik, uang kuno, keramik lawas, hingga keris.

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

Di antara barang antik di Pasar Loak Jatinegara, mesin ketik tua menjadi salah satu yang paling menarik. Barang ini sudah ada sejak 1980-an dan masih bisa ditemui di pasar ini. Harga mesin ketik tua di sini mulai dari Rp 350 ribu, tergantung tipe yang tersedia. Meski tidak dalam keadaan sempurna, mesin ketik tua ini masih bisa berfungsi dengan baik.

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

Pasar ini juga menjual berbagai jenis uang kertas dan koin zaman dulu. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp 5 ribu untuk setiap lembar atau koin. Koleksinya beragam mulai dari pecahan 50 sen, 100 sen, hingga Rp 5.

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

Pengunjung bisa menemukan berbagai jenis keramik lawas. Koleksi keramik di pasar ini sangat banyak mulai dari teko, guci, gelas, hingga patung. Patung keramik menjadi koleksi yang paling banyak diincar oleh para pembeli, biasanya patung keramik ini dijadikan sebagai hiasan atau pajangan agar rumah terlihat lebih estetik.

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

Salah satu koleksi paling bersejarah di sini adalah sebuah keris antik yang usianya diperkirakan mencapai 200 tahun. Benda pusaka tersebut didapat dari seorang kolektor dan menjadi koleksi paling tua dan langka di Pasar Loak Jatinegara.

“Ini barang tertua yang kami miliki. Sudah ada selama 200 tahun, dan kami mendapatkannya dari seorang kolektor yang meminta toko kami untuk menjualnya,” kata Fikri.

Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

Pasar Loak Jatinegara juga menjual berbagai jenis ponsel lawas, bagi kolektor yang tertarik untuk mengoleksi barang-barang vintage, pasar ini menjadi tempat paling pas. Meski kondisi fisiknya tidak selalu sempurna, ponsel-ponsel ini tetap berfungsi dengan baik. Harganya cukup bervariasi, mulai dari Rp 400 ribu tergantung pada kondisi dan tipe yang tersedia.

Tentunya masih banyak lagi barang-barang antik yang diperjualbelikan di Pasar Loak Jatinegara, menurut pertanyaan penjual kepada detikcom, beberapa barang antik tersebut didapat dari pemulung barang bekas yang kemudian dijual ke pasar loak.

3. Buka Selama 24 Jam

Keunikan lain dari Pasar Loak Jatinegara adalah jam operasionalnya. Pasar ini buka selama 24 jam setiap hari. Hal ini membuat Pasar Loak Jatinegara tidak pernah tidur dan tetap hidup setiap saat.

Menurut salah satu penjual, Epen, Pasar Loak dikelola setiap hari secara bergantian. Jadi ada beberapa toko yang buka saat pagi, siang, sore, dan malam. Sehingga pasar ini siap melayani pembeli setiap saat.

Bagi yang tertarik berburu harta karun dan melihat keunikan Pasar Loak Jatinegara, ayo berkunjung dan rasakan keseruannya secara langsung.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com