Tag Archives: jawa barat

Ingin Sensasi Belanja di Luar Negeri? Bisa Coba Mal Mewah Ini di Karawang


Jakarta

The Grand Outlet-East Jakarta, Karawang, adalah mal mewah internasional pertama di Indonesia. Konsep bangunannya mirip di luar negeri dengan area open space yang luas.

Soft launching mal ini dilakukan pada 5 Desember 2023 bertepatan dengan musim belanja Natal dan Tahun Baru. Pengunjung akan dimanjakan dengan produk mewah dan lengkap tanpa harus ke luar negeri.

Pusat perbelanjaan mewah seluas 9 hektar ini tidak pernah bikin bosan. Berbagai diskon dan pertunjukan artis ternama membuat The Grand Outlet East Jakarta tidak pernah sepi pengunjung.


The Grand Outlet East Jakarta, Mal Mewah dan Lengkap

Sebagai salah satu mal terlengkap dan termewah di Indonesia, The Grand Outlet East Jakarta menawarkan 150 merek mewah dari ritel hingga tempat makan. Perawatan kecantikan dan kesehatan tubuh juga bisa ditemukan di sini.

Di lantai pertama, pengunjung akan ditawarkan dengan outlet merek mewah, koper dan kebutuhan travelling, optik, toko HP dan elektronik, pakaian, kebutuhan olahraga, toko mainan, sepatu, tas, perhiasan, produk kecantikan, dan cafe. Sementara lantai dua mal fokus pada area foodcourt, supermarket, wahana permainan anak, toko buku dan baju, serta area terapi kecantikan.

Berikut beberapa merek global yang tersedia di The Grand Outlet East Jakarta:

  • Bally
  • Boss
  • Calvin Klein
  • Tommy Hilfiger
  • Michael Kors
  • Victoria’s Secret
  • True Religion
  • Pandora
  • The North Face
  • Timberland
  • Adidas
  • Kipling
  • Steve Madden
  • Bath & Body Works
  • Timberland
  • The NorthFace
  • Lacoste
  • Keds
  • Crocs
  • Cotton on.
  • Sedangkan berbagai restoran ternama yang bisa dipilih di sini yaitu:
  • The People’s Café
  • Pepper Lunch
  • Kimukatsu
  • Imperial Kitchen
  • Steak 21
  • Solaria
  • Starbucks.

Namun karena menyasar kaum menengah dan menengah ke atas, beberapa merek lokal premium juga disediakan seperti New Era, Star Time, Minimal, dan Manzone, dan lain-lain. Acara bazar, pameran, maupun konser juga sering dilakukan oleh berbagai merek untuk promosi.

Fasilitas The Grand Outlet-East Jakarta, Karawang

Dilansir dari laman resminya, berikut beberapa fasilitas mal The Grand Outlet-East Jakarta, Karawang:

  • Galeri ATM
  • Toilet
  • Mother’s room
  • Wi-Fi gratis
  • Buggy Cart
  • Mushola
  • Playground Anak
  • Toilet Difabel
  • Stroller Bayi
  • Bus Shuttle.

Jam Buka, Lokasi, dan Rute Menuju The Grand Outlet-East Jakarta

Jadwal operasional The Grand Outlet-East Jakarta, Karawang, adalah:

Jam Operasional

  • Senin-Minggu: 10.00-22.00 WIB

Pengunjung dengan kendaraan pribadi cukup membayar uang parkir sebesar Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil setiap kali pembayaran.

Lokasi dan Rute

  • Lokasi: Jalan Trans Heksa, Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang. The Grand Outlet-East Jakarta berada di lokasi strategis yaitu kawasan industri Karawang.

Pengunjung dari arah Jakarta dapat menggunakan jalur tol Jakarta-Cikampek dan keluar di exit tol Karawang Barat KM 47. Butuh waktu sekitar 1 jam untuk tiba dengan alternatif lain turun via exit tol Karawang Timur KM 47.

Sedangkan pengunjung dari arah Bandung dapat mengambil lajur tol yang sama dan turun di exit tol Karawang Barat selama 1,5 jam. Jika ingin tiba lebih cepat dapat menggunakan kereta cepat Whoosh” dan turun di Stasiun Karawang, Stasiun Halim, atau Stasiun Tegalluar.

Mal mewah internasional ini menyediakan shuttle bus gratis yang melewati titik-titik keberangkatan berikut:

  • Resinda Hotel Karawang (09.30, 11.00, 12.30, 14.15, 15.45, 17.15, 19.15 WIB)
  • Brits Hotel (09.45, 11.15, 12.45, 14.30, 16.00, 17.30, 19.30 WIB)
  • Fave Hotel Karawang (10.00, 11.30, 13.00, 14.45, 16.15, 17.45, 19.45 WIB)
  • Novotel (10.15, 11.45, 13.15, 15.00, 16.30, 18.00, 20.00 WIB)
  • Puri KIIC Hotel (10.30, 12.00, 13.30, 15.15, 16.45, 18.15, 20.15 WIB).

Jadwal kepulangan yang disediakan hanya satu kali perjalanan yang dimulai dari pukul 20.30 hingga 21.45 WIB. Karena itu, pengunjung diminta untuk datang 15 menit lebih awal sebelum jam keberangkatannya.

Demikian informasi tentang The Grand Outlet-East Jakarta sebagai mal internasional pertama di Indonesia. Mal ini diklaim akan menjadi tempat belanja terbaik di kelasnya di Indonesia.

(row/row)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Situs di Ciamis Ini Sakral, Banyak yang Datang untuk Ziarah- Minta Naik Jabatan



Ciamis

kabupaten Ciamis punya banyak gelar ternyata. Selain dipanggil dengan nama Kota Galendo, Kabupaten Ciamis juga dijuluki sebagai Kota Seribu Situs. Alasannya, tercatat ada 1.200 situs dalam inventarisir Disbudpora Ciamis. Banyak banget, ya?

Salah satunya adalah Situs Dalem Dungkut Ranggayunan di Desa Winduraja, Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Di dalam situs terdapat makam Dalem Dungkut yang merupakan utusan pertama dari Kesultanan Cirebon ke wilayah Galuh Kawali untuk menyebarkan agama Islam.

Dalam Dungkut tercatat sebagai pemimpin Galuh Kawali. Pada masa itu Kerajaan Galuh pindah ke Bogor yang menjadi Kerajaan Padjajaran. Konon, Kerajaan Galuh Kawali kemudian diteruskan oleh Prabu Jayadiningrat.


Putri dari Prabu Jayadiningrat kemudian dinikahkan dengan Dalem Dungkut. Setelah masa kepemimpinan Prabu Jayadiningrat berakhir, kemudian Dalem Dungkut pun memimpin Galuh Kawali. Ketika wafat, Dalem Dungkut pun dimakamkan di situs saat ini di pinggir Sungai Cimuntur.

Situs Dalem Dungkut Ranggayunan di Desa Winduraja, Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis.Situs Dalem Dungkut Ranggayunan di Desa Winduraja, Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar

Sebagian masyarakat menganggap Situs Dalem Dungkut Ranggayunan termasuk tempat sakral. Bahkan konon tempat tersebut memiliki aura magis hingga mitos di dalamnya. Situs tersebut juga kerap dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia.

Pegiat Budaya Kawali Atus Gusmara yang juga warga Winduraja membenarkan hal tersebut. Hingga saat ini Situs Dalem Dungkut Ranggayunan kerap dikunjungi peziarah. Mulai dari wilayah Jawa Barat, hingga luar pulau seperti Sumatera hingga Kalimantan.

“Sejak dulu sampai sekarang masih sering didatangi oleh peziarah,” ujar Atus Gusmara, Rabu (29/11/2023).

Atus menyebut kebanyakan peziarah yang datang ke sini untuk meminta kenaikan pangkat atau jabatan. Namun menurutnya, bukan berarti permintaan itu ditujukan ke keramat melainkan hanya tempat saja. Meminta tetap kepada sang pencipta dengan tawasul.

“Konon untuk kepangkatan. Datang dari mana-mana. Dulu beberapa tahun lalu Bupati Ciamis sebelumnya juga sering ke sini. Intinya menghormati karuhun (orang terdahulu), ini hanya syareat saja,” ungkapnya.

Atus menjelaskan tidak ada malam khusus atau ritual khusus ketika berziarah ke Situs Dalem Dungkut Ranggayunan. Warga yang datang biasa bertawasul di lokasi makam setelah itu pulang.

Di lokasi situs juga terdapat sebuah batu yang menyerupai seperti kursi. Warga menyebutnya batu korsi yang konon menjadi tempat penunggu situs keramat tersebut, dulu pernah dipakai untuk menyimpan sesaji. Ada juga warga yang pernah melihat yang menduduki batu itu adalah sosok harimau.

“Di sini juga tidak boleh mengambil ranting pohon atau yang ada di dalamnya apalagi untuk kayu bakar. Mitosnya yang tidak percaya bakal mendapat malapetaka sakit sampai meninggal,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di detikJabar

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Letak Pulau Kunti di Jawa Barat yang Tak Boleh Dikunjungi Turis


Jakarta

Pulau Kunti adalah dataran kecil di kawasan Geopark Ciletuh, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Nama pulau ini diambil dari sosok setan asli Indonesia kuntilanak.

Sebutan kunti berasal dari suara tawa perempuan yang kerap terdengar di pulau. Lantas, benarkah suara tersebut berasal dari makhluk halus? Apakah pulau ini boleh dimasuki manusia?

Lokasi Pulau Kunti dan Asalnya

Kawasan Pulau Kunti terletak di semenanjung Hutan Suaka Margasatwa Cikepuh atau Cagar Alam Cibanteng. Bagi warga sekitar di Kampung Palampang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, suara tawa kunti di pulau tersebut adalah misteri.


Namun asal suara tawa Pulau Kunti bisa dijelaskan secara ilmiah. Fenomena ini berasal dari air laut di sekitar pulau saat pasang. Gelombang air laut ini menghantam komplek batuan di sebelah pulau.

Hantaman tersebut menimbulkan suara mirip tawa, yang bergema hingga terdengar masyarakat. Komplek batuan ini terdiri dari batu konglomerat atau melan, yang dihasilkan dari lava jutaan tahun lampau.

“Batuan itu berbentuk mirip dam namun berongga. Ketika ada gelombang menghantam, suara dentuman itu bergema mirip suara kuntilanak,” kata Geo Ranger Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGG) Saman.

Nama yang seram kontra dengan daya tarik dan eksotisme Pulau Kunti. Kawasan cagar alam ini dihuni berbagai jenis hewan, misal rusa dan elang Jawa, plus pantainya yang indah.

Kenapa Dilarang untuk Turis?

Pulau Kunti dilarang untuk dimasuki masyarakat umum mulai tahun 2024. Sebelumnya, kawasan ini bisa dikunjungi wisatawan hingga berkembang menjadi sumber perekonomian.

Kepala Resor (Lares) Cikepuh Iwan Setiawan mengatakan, sebenarnya dari dulu tidak boleh ada kegiatan apapun di kawasan pulau Kunti. Namun, sejak menjadi salah satu kawasan CPUGG, banyak kegiatan yang digelar di kawasan ini.

Kawasan Pulau Kunti merupakan konservasi cagar alam. Sehingga pelarangan aktivitas manusia menjadi harga mati. Aktivitas apapun dikatakan ilegal, karena berisiko mengganggu fungsi kawasan sebagai penyangga keseimbangan alam.

Kebijakan tersebut juga mempertimbangkan dampak status geopark yang disandang Ciletuh. Pada akhir 2024 nanti, tim asesor UNESCO akan merevalidasi kawasan. Jika kawasan konservasi semrawut dan kumuh, nilai geopark bisa turun.

“Itu yang dikhawatirkan, masa kawasan konservasi yang notabene intinya geopark seperti itu? Tim asesor nanti saya yakin akan mencoret status konservasi. Saya tegaskan dalam kawasan Konservasi Cibanteng dan SM Cikepuh tidak boleh ada aktivitas apapun, kecuali penelitian dan pendidikan,” kata Saman.

Wisatawan yang datang hanya bisa menyaksikan Pulau Kunti dari perahu wisata, tanpa boleh memasuki kawasannya. Di kawasan juga tidak disediakan fasilitas untuk pengunjung. Kebijakan ini mirip aturan geopark yang diterapkan pemerintahan Korea.

Dengan aturan ini, pengunjung Pulau Kunti dapat mempertimbangkan ulang tujuan wisatanya. Dengan kekurangan dan kelebihannya, wisatawan Pulau Kunti wajib tetap menghormati serta taat pada aturan geopark.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Batulayang, Sebuah Kabupaten di Jawa Barat yang Hilang



Bandung

Di Provinsi Jawa Barat, ada sebuah kabupaten yang hilang. Namanya Batulayang. Bagaimana kisah kabupaten yang hilang ini?

Batulayang, saat ini diketahui berstatus sebagai desa di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Wilayahnya memiliki luas 6,54 kilometer persegi dan dihuni oleh 11.558 penduduk, berdasarkan catatan BPS pada tahun 2021.

Namun ternyata, jauh saat masa kolonial Hindia Belanda, Batulayang merupakan nama salah satu kabupaten di Jawa Barat. Catatannya tertuang dalam tulisan seorang pemerhati sejarah asal Bandung, M Ryzki Wiryawan, dalam buku berjudul Pesona Sejarah Bandung: Perkebunan di Priangan.


Ryzki Wiryawan, bahkan secara spesifik menulis pembahasan tentang kabupaten itu dengan judul, Musnahnya Kabupaten Batulayang. Saat masih dalam penguasaan Hindia Belanda pada abad ke-18, wilayah Batulayang ditulis Rizky mencakup 3 distrik yaitu Kopo, Rongga dan Cisondari yang sekarang meliputi Cililin, Ciwidey dan Gununghalu.

“Batulayang dibatasi oleh Gunung Wayang dan Linggaratu di sebelah Timur; Sungai Ci Sokan dan Cianjur di barat; Gunung Tilu dan Ci Tarum sampai ke muara Ci Sokan di sebelah utara, Gunung Patuha dan Ci Sokan di sebelah selatan,” tulis Ryzki dalam bukunya.

Batulayang Memiliki Ibu Kota Bernama ‘Gajah’

Saat masih berstatus sebagai kabupaten, Batulayang memiliki Ibu Kota bernama Gajah atau Gajah Palembang yang berada di tepi Ci Tarum (sebelah Margahayu sekarang). Rizky dalam bukunya mengatakan, pemberian nama Gajah itu ditengarai terjadi karena penguasanya zaman dulu yang bernama R Moh Kabul atau Abdul Rohman, pada 1770 membawa oleh-oleh seekor gajah saat pulang usai ditugaskan VOC ke Palembang.

Sekedar informasi, terdapat sebuah desa yang bernama Gajah Mekar. Desa tersebut secara administratif berada di Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung.

Dahulu, wilayah ini masuk ke dalam wilayah Kabupaten Batulayang. Sebelum menjadi kabupaten, Batulayang juga sempat masuk dalam status keprabuan di bawah kuasa Kerajaan Pajajaran.

Menariknya, Abdul Rohman juga membuat tempat pemandian gajah yang kemudian di wilayah tersebut dinamakan Leuwigajah, sebuah kelurahan yang kini masuk administrasi Kecamatan Cimahi Selatan di Kota Cimahi.

Ryzki turut mencatat silsilah penguasa Batulayang dari berbagai versi. Sejumlah nama seperti Tumenggung Suradirana hingga Tumenggung Adikusumah, silih berganti memimpin Batulayang dari zaman kerajaan tahun 1740-an hingga masa pendudukan Hindia Belanda pada tahun 1800-an.

Pada medio tahun 1770-an, Batulayang dipimpin seorang bupati bernama Tumenggung Rangga Adikusumah. Namun ia meninggal dan status kepemimpinannya tidak berlangsung lama.

Jabatan Bupati Batulayang kemudian diserahkan kepada Bupati Bandung pada 1785, lantaran penerusnya, Raden Bagus, anak dari Tumenggung Rangga Adikusumah, saat itu masih berusia 12 tahun.

Pada tahun 1794, Raden Bagus akhirnya diangkat sebagai Bupati Batulayang dengan gelar Tumenggung Rangga Adikusumah II (sumber lain menyebutkan Dalem Tumenggung Anggadikusumah). Tapi, petaka kemudian datang saat sang pewaris tahta tak sekompeten ayahnya dalam memimpin Batulayang.

Hancurnya Perkebunan Kopi di Batulayang

Dalam tulisannya, Ryzki menyebut Tumenggung Rangga Adikusumah II begitu buruk dalam memimpin Batulayang. Ia menelantarkan perkebunan kopi di sana, yang saat itu masih jadi primadona Hindia Belanda, bahkan punya kebiasaan tak wajar lantaran gemar mengkonsumsi opium dan minuman keras.

“Berdasarkan laporan Pieter Engelhard pada 1802, Tumenggung Anggadikusumah memimpin Batulayang dengan buruk, membiarkan perkebunan kopi menjadi hutan belantara dan semak-semak. Bahkan berdasarkan laporan tanggal 24 Desember 1801, muncul usulan untuk memberhentikan Sang Bupati karena kegemarannya mengonsumsi opium dan minuman keras,” ucap Ryzki dalam tulisannya.

Karena kondisi itu, Tumenggung Rangga Adikusumah II akhirnya diberhentikan pada 1802. Praktis kemudian, Batulayang sebagai kabupaten akhirnya dihilangkan. wilayahnya lalu digabungkan dengan Kabupaten Bandung. Sementara sang pewaris tahta, diasingkan ke Batavia hingga akhirnya meninggal dan dimakamkan di Mangga Dua.

Meski tak secakap ayahnya dalam memimpin, Ryzki menulis kehilangan Kabupaten Batulayang begitu disesalkan. Pemicunya karena nasib perkebunan kopi tetap sama di bawah kuasa Bupati Bandung. Ini kemudian Ryzki tuangkan sebagaimana laporan C.W Thalman, G.F Smit dan J.G Bauer pada 1807.

Ryzki sendiri melihat tindakan Tumenggung Rangga Adikusumah II sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda. Ia menduga, Tumenggung Rangga Adikusumah II telah memulai perang urat saraf dengan Pieter Engelhard lalu akhirnya melawan dengan cara menelantarkan perkebunan tersebut.

“Berdasarkan laporan di atas, bisa disimpulkan bahwa ada faktor lain yang membuat Bupati Batulayang terakhir dihukum, kemungkinan karena ia bermasalah dengan Pieter Engelhard dan melawan dengan cara menelantarkan perkebunan kopi,” kata Ryzki.

Bupati Batulayang Lalu Diasingkan

Selanjutnya, kebijakan budidaya kopi menurut Ryzki, saat itu memang membebani rakyat. Ia pun menulis bahwa perlawanan Bupati Batulayang sebagai fenomena unik yang menggambarkan keberanian seorang pejuang.

Menutup tulisannya, Ryzki lalu menyinggung satu nama dalam perjuangan melawan kolonial yang akhirnya ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Ia adalah Otto Iskandar Di Nata, pejuang yang merupakan keturanan asli dari Batulayang.

“Semangat perlawanan terhadap penjajah nantinya akan dicerminkan dalam perjuangan politik abad ke-20 oleh seorang keturunan Batulayang yang bernama Otto Iskandar Di Nata alias sang Jalak Harupat,” pungkasnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Jejak Batulayang, Kabupaten yang Hilang di Jawa Barat dalam Peta



Bandung

Provinsi Jawa Barat punya kabupaten yang hilang yaitu Batulayang. Begini jejak kabupaten yang hilang itu di dalam peta:

Batulayang rupanya bukan hanya sekedar desa yang masuk administrasi Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Jauh sebelum Indonesia merdeka, Batulayang pernah menyandang status sebagai kabupaten di Tanah Priangan.

Saat Batavia (Jakarta) dan Priangan (Jawa Barat) masih dalam kekuasaan Kolonial Hindia Belanda, Batulayang menjadi salah satu kabupaten di wilayah tersebut. Wilayah itu menjadi daerah perkebunan kopi yang diandalkan Bangsa Eropa.


Arsip tentang Kabupaten Batulayang pun masih tersimpan rapi dalam laporan seorang arsiparis bernama Dr Frederik de Haan Tahun 1910. de Haan juga pernah menjabat sebagai pemimpin Landsarchiev, atau Lembaga Kearsipan Hindia Belanda.

Dalam laporannya yang dibukukan berjudul ‘Priangan: De Preanger-Regentschappen onder het Nederlandsch Bestuur tot 1811’, de Haan turut mencantumkan gambar peta wilayah Priangan. Gambar berjudul ‘Overzichtskaartje Bij Priangan’ itu dicantumkan dengan skala 1:2.000.000.

Laporan de Haan dari laman Courts Foundation tersebut diketahui merupakan hasil kerja sama antara Proyek Sejarah Digital di awal 2010 bersama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Di peta yang dicantumkan de Haan dalam laporannya, terlihat Kabupaten Batulayang dikelilingi oleh sejumlah pegunungan di Priangan pada masa itu. Ryzki Wiryawan dalam bukunya berjudul Pesona Sejarah Bandung: Perkebunan di Priangan, lalu menulis perbatasan-perbatasan saat Batulayang masih menjadi kabupaten.

“Batulayang sebagai Kabupaten muncul sejak abad ke-18. Wilayahnya terdiri dari tiga distrik: Kopo, Rongga dan Cisondari (sekarang meliputi daerah: Cililin, Ciwidey dan Gununghalu),” tulis Ryzki dalam bukunya di halaman ke-59 sebagaimana disadur, Rabu (6/3/2024).

Batulayang dibatasi oleh Gunung Wayang dan Linggaratu di sebelah Timur; Sungai Ci Sokan dan Cianjur di barat; Gunung Tilu dan Ci Tarum sampai ke muara Ci Sokan di sebelah utara, Gunung Patuha dan Ci Sokan di sebelah selatan.”

Saat masih berstatus sebagai kabupaten, Batulayang memiliki Ibu Kota bernama Gajah atau Gajah Palembang yang berada di tepi Ci Tarum (sebelah Margahayu sekarang).

Rizky dalam bukunya mengatakan, pemberian nama Gajah itu ditengarai terjadi karena penguasanya zaman dulu yang bernama R Moh Kabul atau Abdul Rohman, pada 1770 membawa oleh-oleh seekor gajah saat pulang usai ditugaskan VOC ke Palembang.

Jejak Kabupaten Batulayang yang terekam arsip Leiden UniversityJejak Kabupaten Batulayang yang terekam arsip Leiden University Foto: KITLV

Sekedar informasi, terdapat sebuah desa yang bernama Gajah Mekar. Desa tersebut secara administratif berada di Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Dahulu wilayah ini masuk ke dalam wilayah Kabupaten Batulayang.

Sebelum menjadi kabupaten, Batulayang sempat masuk dalam status keprabuan di bawah kuasa Kerajaan Pajajaran. Menariknya, Abdul Rohman juga membuat tempat pemandian gajah yang kemudian di wilayah tersebut dinamakan Leuwigajah, sebuah kelurahan yang kini masuk administrasi Kecamatan Cimahi Selatan di Kota Cimahi.

Pada medio 1770-an, Batulayang dipimpin seorang bupati bernama Tumenggung Rangga Adikusumah. Namun ia meninggal dan status kepemimpinannya tidak berlangsung lama.

Jabatan Bupati Batulayang kemudian diserahkan kepada Bupati Bandung pada 1785, lantaran penerusnya, Raden Bagus, anak dari Tumenggung Rangga Adikusumah, saat itu masih berusia 12 tahun.

Pada 1794, Raden Bagus akhirnya diangkat sebagai Bupati Batulayang dengan gelar Tumenggung Rangga Adikusumah II (sumber lain menyebutkan Dalem Tumenggung Anggadikusumah). Tapi, petaka kemudian datang saat sang pewaris tahta tak sekompeten ayahnya dalam memimpin Batulayang.

Dalam tulisannya, Ryzki menyebut Tumenggung Rangga Adikusumah II begitu buruk dalam memimpin Batulayang. Ia menelantarkan perkebunan kopi di sana, yang saat itu masih jadi primadona Hindia Belanda, bahkan punya kebiasaan tak wajar lantaran gemar mengkonsumsi opium dan minuman keras.

“Berdasarkan laporan Pieter Engelhard pada 1802, Tumenggung Anggadikusumah memimpin Batulayang dengan buruk, membiarkan perkebunan kopi menjadi hutan belantara dan semak-semak. Bahkan berdasarkan laporan tanggal 24 Desember 1801, muncul usulan untuk memberhentikan Sang Bupati karena kegemarannya mengonsumsi opium dan minuman keras,” ucap Ryzki dalam tulisannya.

Karena kondisi itu, Tumenggung Rangga Adikusumah II akhirnya diberhentikan pada 1802. Praktis kemudian, Batulayang sebagai kabupaten akhirnya dihilangkan.

Wilayah Batulayang lalu digabungkan dengan Kabupaten Bandung. Sementara sang pewaris tahta, diasingkan ke Batavia hingga akhirnya meninggal dan dimakamkan di Mangga Dua.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Pantai Ini Hidden Gem di Pangandaran, tapi Dilarang Berenang



Pangandaran

Namanya adalah Pantai Legokjawa di Pangandaran. Pantai ini mulai digemari sebagai tempat nongkrong karena keindahannya.

Pantai Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mulai bersolek. Di pesisirnya dibangun warung-warung untuk menyambut wisatawan yang hadir.

Meski waktu libur Lebaran masih lama, warga setempat sejak musim munggahan sudah bersiap dan menata pantai Legokjawa. Pantai juga dibersihkan dari sampah.


Pantai yang berlokasi samping Pacuan Kuda Legokjawa tersebut memiliki daya tarik untuk dikunjungi. Di tempat tersebut terdapat batuan karang yang bisa dijadikan spot foto.

Selain itu, lapang pacuan kuda di pesisir itu menambah eksotis dan memperkaya latar belakang untuk swafoto.

Tokoh Pemuda Legokjawa Kiki Masuki mengatakan, Pantai Legokjawa dibersihkan atas inisiasi warga, karena melihat peluang banyak pengunjung yang sering nongkrong.

Suasana Pantai Legokjawa yang jadi lokasi 9 santri terseret ombakSuasana Pantai Legokjawa (Aldi Nur Fadillah/detikJabar)

“Akhirnya sejumlah warga pun berinisiasi membuka peluang dengan berdagang,” kata Kiki kepada detikJabar.

Menurutnya, pantai Legokjawa kini berubah sedikit lebih rapih. Sebelumnya hanya pohon-pohon pandan dan kelapa yang menghiasi kawasan pantai tersebut.

“Dulu kumuh, sekarang di tahun 2024 bersih dan banyak pedagang, lebih mendingan,” kata Kiki

Kiki menambahkan, apalagi sekarang bulan Ramadan, pantai pacuan Legokjawa cocok untuk ngabuburit.

“Lokasinya pas untuk tempat ngabuburit sambil menunggu magrib, kami juga di sini sediakan takjil kalau sudah sore,” ujarnya.

Pantainya Tidak untuk Berenang

Kepala Desa Legokjawa Ahrudin menambahkan sepanjang area pantai Legokjawa tidak bisa untuk berenang. Mengingat di titik tersebut merupakan pantai terbuka yang gelombangnya cukup besar.

“Kalau untuk berenang nggak bisa, tapi untuk pemandangan dan panorama alamnya nggak kalah indah,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Menurut dia, dari Pantai Legokjawa langsung terhubung ke Pantai Madasari jaraknya tidak terlalu jauh. “Akses jalan sudah bagus ke Pantai Madasari dekat masih satu jalur,” ucapnya.

Ahrudin mengaku, senang ada banyak masyarakat inisiatif membersihkan sepadan pantai tersebut. “Namun tetap kami bimbing, karena ada beberapa lahan yang tidak boleh dibangun,” katanya.

Kendati demikian, kata Ahrudin, pihaknya meminta para pedagang menjaga ketertiban terutama kebersihan. “Supaya pesisir pantai tetap indah dan lestari,” ucapnya.

***

Baca berita selengkapnya di sini.

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

Tiket, Lokasi, Harga Sewa, dan Daftar Wisata Lengkap


Jakarta

Taman Herbal Insani adalah wisata anak dan keluarga yang berlokasi di Kota Depok. Anak-anak dapat belajar dan bermain dengan menyenangkan melalui fasilitas dan paket wisata yang disediakan.

Berbasis di alam terbuka, Taman Herbal Insani terkenal sebagai wisata komplit untuk pelajar. Setiap anak bisa mempraktikkan langsung pengolahan tanaman obat dan bermain di berbagai 9 wahana.

Taman Herbal Insani: Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Dikutip dari laman Instagram @tamanherbalinsanidepok, terdapat berbagai paket wisata yang bisa dipilih mulai dari perorangan hingga grup. Khusus rombongan besar yang akan menginap disarankan melakukan reservasi beberapa hari sebelum kedatangan.


1. Harga Tiket

a. Tiket Masuk

  • Dewasa: Rp 30.000
  • Anak-anak usia 7 tahun keatas: Rp 30.000
  • Anak-anak usia 3-5 tahun: Rp 25.000.

b. Harga Paket Wisata

  • Paket Anak Sekolah: Rp 90.000/orang (35-200 orang)
  • Paket Gathering, Arisan Keluarga, dan PKK: Rp 110.000/orang (minimal 20 orang)
  • Paket Camping: Rp 25.000/orang.

c. Harga Sewa Camping

  • Sewa Tenda Kecil: Rp 75.000/malam (kapasitas 4 orang)
  • Sewa Tenda Besar: Rp 175.000/malam (kapasitas 8 orang)
  • Sewa Matras: Rp 25.000/malam
  • Konsumsi Camping (nasi box): Rp 30.000/ pack (jika tidak ingin memasak sendiri)
  • Api Unggun: Rp 150.000.

d. Harga Sewa Penginapan

  • Resort 1-2-3: Rp 500.000/malam (kapasitas 2-5 orang)
  • Resort 4-5-6: Rp 250.000/malam (kapasitas maksimal 3 orang)
  • Resort 7: Rp 600.000/malam (kapasitas 2-6 orang)
  • Resort 8-9: Rp 350.000/malam (kapasitas 2-4 orang).

e. Harga Sewa Saung

  • Aula Utama: Rp 1.000.000 (kapasitas 100 orang)
  • Saung Widuri: Rp 500.000 (kapasitas 50 orang)
  • Saung Sakura: Rp 500.000 (kapasitas 50 orang)
  • Saung Anyelir: Rp 500.000 (kapasitas 70 orang)
  • Saung Flamboyan: Rp 300.000 (kapasitas 30 orang)
  • Saung Dahlia: Rp 300.000 (kapasitas 30 orang)
  • Saung Melati: Rp 300.000 (kapasitas 30 orang)
  • Saung Nusa Indah: Rp 200.000 (kapasitas 20 orang)
  • Saung Mawar: Rp 300.000 (kapasitas 30 orang)
  • Saung Teratai: Rp 200.000 (kapasitas 20 orang)
  • Saung Rosella: Rp 150.000 (kapasitas 20 orang)
  • Saung Delima: Rp 150.000 (kapasitas 20 orang)
  • Saung Seruni: Rp 300.000 (kapasitas 30 orang)
  • Saung Kasturi: Rp 300.000 (kapasitas 30 orang)
  • Saung Stevia: Rp 200.000 (kapasitas 20 orang)
  • Saung Asoka: Rp 200.000 (kapasitas 20 orang)
  • Saung Kemuning: Rp 200.000 (kapasitas 20 orang).

2. Jam Buka

  • Wahana Permainan: 08.00 – 16.30 WIB (setiap hari)
  • Kolam Renang: mulai 13.00 WIB (khusus hari Jumat)
  • Check In Camping: 13.00 WIB
  • Check Out Camping: 15.00 WIB
  • Pemesanan Nasi Box (maksimal): 15.00 WIB.
  • Lokasi: Jl. Kampung Kandang, Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.

Taman Herbal Insani bisa menjadi alternatif liburan bagi masyarakat Jabodetabek. Tempat wisata ini berjarak 36 km dari pusat kota. Pengunjung dapat menikmati suasana sejuk setelah berkendara dengan motor selama 1-1,5 jam.

Jika menggunakan mobil, detikers bisa mengambil arah tol Depok-Antasari sebagai alternatif. Tempat wisata ini terbilang strategis karena berada di area Raya Jakarta-Bogor dan dekat dengan terminal Parung. Tempat wisata terdekat lainnya yaitu:

  • Taman Duren Seribu/ Taman Elok (1,1 km)
  • Pemancingan Andir Terbaru (1,4 km)
  • Setu Pengasinan (2 km)
  • CIPLAZ Parung Ramayana (2,8 km).

Daya Tarik Wahana dan Fasilitas Taman Herbal Insani

Dilansir dari laman resminya, Taman Herbal Insani menyediakan pengalaman wisata herbal, olahraga, dan permainan modern maupun tradisional untuk anak-anak. Fasilitas yang lengkap ditujukan untuk memberikan kenyamanan pada wisatawan yang berkunjung.

1. Wisata Herbal

Taman Herbal Insani mengadakan kegiatan aplikatif untuk memperkenalkan manfaat tanaman obat. Pengunjung akan diajak berkeliling, mengenal, dan praktik membuat olahan obat herbal.

Beberapa koleksi tanaman obat disini diantaranya daun dewa, ungu, mint, pegagan, saga, akar senggugu, mimba, pohon zaitun, minyak kayu putih, dan lain-lain.

Kegiatan akan dimulai pada 2 sesi yaitu pagi mulai pukul 08.00 WIB dan 16.00 WIB untuk sesi sore. Berbagai aktivitas yang bisa dilakukan misalnya:

  • Berkeliling dan mengenal jenis-jenis tanaman obat
  • Praktik budidaya ragam tanaman obat
  • Membuat rebusan obat herbal
  • Praktik dan minum jahe merah instan
  • Bersantai di gazebo.

Selain itu, terdapat kegiatan menangkap ikan yang bisa diikuti rombongan. Nantinya ikan dapat dibakar langsung dan dinikmati bersama selagi hangat.

2. Wisata Bermain

Di sini, pengunjung dapat mengenal sekaligus melestarikan permainan tradisional yang mulai hilang di masa kini. Aktivitas menarik yang bisa dilakukan di sini adalah:

  • Permainan tradisional (bakiak, egrang, balap karung, tarik tambang, holahop, dan menaiki sampan)
  • Wahana outbond seperti tanah lapang dan kolam
  • Latihan panahan
  • Kolam pemancingan
  • Lapangan untuk bermain sepak bola.

Area lapangan biasanya digunakan juga untuk acara rombongan seperti senam lansia. Arena panahan menjadi spot favorit baik untuk anak-anak maupun dewasa.

3. Wisata Air

Selain berenang, di Taman Herbal Insani terdapat fasilitas air yang bisa dinikmati jika tidak ingin basah-basahan. Misalnya menaiki perahu bebek atau perahu kecil untuk mengelilingi kolam. Tersedia juga kolam pemancingan yang bisa dinikmati pengunjung.

4. Wisata Fauna

Selain fokus pada tanaman herbal, anak-anak juga diajarkan untuk peduli dengan hewan. Terdapat taman kelinci yang bersih untuk memperkenalkan dan memberi makan dari jarak dekat.

5. Wisata Kuliner

Salah satu fasilitas andalan lain dari Taman Herbal Insani adalah kafe dan restoran. Biasanya mereka juga membuka layanan untuk buka bersama atau makan besar lainnya dengan harga yang relatif terjangkau.

Daya tarik lainnya yang membuat detikers harus datang ke sini adalah spot foto yang melimpah. Hampir di setiap sudut tempat wisata sangat Instagrammable untuk diabadikan. Pengunjung juga bisa menikmati waktu lebih lama dengan berkemah.

Taman Herbal Insani bisa menjadi lokasi pilihan wisata saat akhir pekan atau libur panjang. Tidak perlu ragu untuk berkunjung karena tersedia area parkir yang luas, toilet, dan masjid yang memadai.

Pengunjung sebaiknya mengupdate informasi seputar harga tiket, rute, dan ketersediaan layanan sebelum berkunjung. Info terbaru memungkinkan pengunjung berwisata dengan aman dan nyaman.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

15 Wisata Kuningan Cocok untuk Healing Bareng Keluarga


Jakarta

Wisata Kuningan memiliki daya tarik dan potensi besar di ranah keindahan alam. Terdapat kebun, telaga, curug, hutan, gua, hingga gunung yang cocok untuk menenangkan pikiran.

Dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Kuningan, tercatat 156 destinasi wisata yang dapat dikunjungi mulai dari wisata alami, buatan, hingga wisata bersejarah. Berikut beberapa rekomendasi Wisata Kuningan yang terkenal dengan keindahan khas Gunung Ciremai.

Rekomendasi Wisata Kuningan Terbaik

Wisata Kuningan dalam daftar ini bisa dikunjungi bareng keluarga saat liburan, untuk healing atau memperluas pengetahuan (edukasi). Berikut rekomendasinya:


1. Kebun Raya Kuningan

Kebun Raya Kuningan adalah lokasi konservasi, penelitian, penunjang, dan pariwisata yang dibuka untuk umum. Wisata ini berguna untuk melestarikan tumbuhan dan memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya hayati dengan berkelanjutan.

Wisata ini menawarkan pemandangan perbukitan dan pohon rindang sejak awal pintu masuk. Terdapat beberapa zona wisata yang bisa dikunjungi seperti Taman Tematik Mangga, Taman Bambu, Zona Vegetasi, Gunung Ciremai, Green House, dan lain-lain.

Lokasi: Padabeunghar, Kebun Raya, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Jam Operasional: Setiap hari (08.00-16.00 WIB)

Harga Tiket:

  • Anak-anak: Rp 4.000
  • Dewasa: Rp 6.000.

2. Rock Garden Batu Luhur

Rock Garden Batu Luhur adalah destinasi yang menawarkan pengalaman bermain wahana mengasyikkan dengan pemandangan alam indah. Wisata ini berada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai yang terkenal dengan udara sejuknya.

Wisatawan dapat bermain flying fox, mengendarai sepeda, bermain air, dan berkemah disini. Jika detikers menyukai tantangan, maka bisa mencoba jembatan gantung yang menghubungkan antara lereng satu dengan lainnya.

Lokasi: Desa Padebeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

3. Kubang Wangi Bukit 1000 Bintang

Bukit 1000 Bintang adalah wisata terkenal di Kabupaten Kuningan yang memiliki spot indah untuk melihat bintang. Dari atas sini sorot lampu perkotaan akan terlihat samar sehingga ribuan bintang dapat terlihat jelas.

Untuk datang ke sini, wisatawan harus menggunakan kendaraan dengan mesin penggerak 4×4 atau motor cross. Perjalanan menuju puncak akan sedikit menegangkan karena terjalnya jalanan yang dilewati. Wisatawan juga bisa menikmati waktu lebih lama dengan berkemah di Kubang Wangi Bukit 1000 Bintang.

Lokasi: Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (09.00-17.00 WIB)

Harga Tiket:

  • Pelajar TK-SMP: Rp 50.000/Orang
  • Pelajar SMA-Mahasiwa: Rp 75.000/orang
  • Masyarakat Umum: Rp 100.000/orang.

4. Telaga Biru Cicerem

Telaga Biru Cicerem adalah destinasi instagrammable yang cocok untuk Gen Z. Pasalnya terdapat berbagai spot foto estetik yang tampak cantik dengan birunya air telaga.

Wisatawan dapat bersantai di pinggir telaga dengan duduk di gazebo yang tersedia atau memberi makan ikan. Para pecinta diving sangat disarankan untuk menyelam disini karena indahnya pesona bawah telaga dan ikan-ikan besar yang tampak bahkan dari atas kolam.

Lokasi: Jl. Kaduela, Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

5. Hutan Kota Mayasih

Wisata Kuningan terkenal berikutnya adalah Hutan Kota Mayasih yang penuh dengan bunga dan batuan. Awalnya, area ini adalah tambang batu yang beralih fungsi menjadi tempat wisata tahun 2014.

Hutan Kota Mayasih cocok untuk jogging tanpa takut kepanasan dengan jalur pejalan kaki di sekeliling taman. Tebing batu dan air mancur adalah spot utama yang menjadi favorit wisatawan ketika berkunjung disini.

Lokasi: Jalan Mayasih, Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

6. Balong Dalem

Balong Dalem adalah kawasan hutan lindung yang sangat asri dan teduh. Wisata alam ini berada di tanah seluas 6,5 hektar yang dipenuhi 3000 pohon berusia tua dan 400 primata monyet.

Wisatawan dapat menikmati wahana air, outbound, hiking, terapi rematik, dan berkemah bersama rombongan. Tempat ini juga cocok untuk spot befoto khususnya pre wedding berkonsep alam.

Lokasi: Jalan Babakan Mulya, Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam

Harga Tiket: Rp 10.000/orang dan biaya camping Rp 20.000/malam.

7. Bukit Lambosir

Bukit Lambosir adalah bagian dari Taman Nasional Gunung Ciremai yang berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Penamaan nama Lambosir diambil dari daging bagian dalam yang nikmat.

Dengan kata lain wisatawan akan merasakan ketentraman dan kenyamanan selama disini layaknya memakan daging tersebut. Keindahan pemandangan alam di Bukit Lambosir bahkan disebut sebagai surga dunia. Terdapat batuan besar yang khas dan sering dijadikan spot foto oleh wisatawan ketika mendaki disini.

Lokasi: Desa Setia Negara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (06.00-18.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

8. Situ Gunung Hayu

Wisata hits berikutnya datang dari wisata air yang menawarkan pemandangan pegunungan alami sebagai latarnya. Situ Gunung Hayu didirikan tahun 2011 dan resmi dibuka di tahun 2012.

Disebutkan jika kawasan wisata ini cocok untuk menikmati segar dan sejuknya area pedesaan. Wisatawan dapat berkeliling area setu dengan wahana perahu bebek yang disewakan pengelola.

Lokasi: Randobawailir, Mandirancan, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (08.00-17.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

9. Curug Bungawari

Curug Bungawari adalah hidden gem wisata Kuningan yang menawarkan pemandangan alam yang masih sejuk dan alami. Belum banyak orang yang mengetahui air terjun yang indah ini.

Untuk sampai di area curug, wisatawan harus melewati tracking jalan setapak di tengah hamparan sawah luas. Kelelahan selama perjalanan terbayar ketika sampai di Curug Bungawari. Pengelola desa wisata juga menyediakan area bumi perkemahan untuk pengunjung yang ingin menenangkan pikiran lebih lama.

Lokasi: Sagaranten, Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam

Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

10. Curug Windu Jati

Curug Windu Jati diklaim sebagai tempat sempurna untuk menenangkan pikiran. Areanya yang tersembunyi membuat siapapun merasakan kedamaian ketika berkunjung ke curug ini.

Namun diperlukan usaha lebih untuk sampai di Curug Windu Jati. Wisatawan harus melewati pematang sawah, melewati tepi sungai, dan tracking cukup menantang untuk merasakan sensasi pijatan alami dari aliran air terjun.

Lokasi: Sagaranten, Ciwaru, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (07.00-16.00 WIB)

Harga Tiket: Gratis.

11. Bumi Pelangi

Bumi Pelangi Jalaksana adalah pemandian air yang diapit oleh area perbukitan. Di sekelilingnya terdapat pohon lebat dan rindang yang membuatnya semakin sejuk.

Primadona utama wisata seluas 7,2 hektar ini adalah pada pemandangan yang ditawarkan. Terdapat beberapa petak kolam yang berwarna-warni dengan kedalaman berbeda yang cocok untuk wisata keluarga.

Lokasi: Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 5.000/orang dan tambahan Rp 10.000 jika berenang.

12. Sangkanhurip Alami

Pemandian air panas ini adalah objek wisata keluarga uang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Wisatawan akan disajikan dengan kolam renang air panas dan dingin yang cocok untuk meringankan pegal-pegal di badan.

Anak-anak juga dapat menikmati fasilitas pemandian air di sini karena adanya seluncuran naga di ujung kolam. Daya tarik utama lain ketika berada disini adalah pemandangan pegunungan yang sejuk dan membantu menenangkan pikiran selama bekerja.

Lokasi: Panawuan, Cigandamekar, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam

Harga Tiket:

  • Anak-anak: Rp 7.000/ orang
  • Dewasa: Rp 10.000/ orang.

13. Ghiffary Valley

Ghiffary Valley menjadi wisata Kuningan yang ramah anak dan keluarga. Destinasi ini didesain dengan konsep taman untuk mempermudah interaksi anak dengan hewan.

Terdapat taman kelinci, burung, kebun binatang mini, taman teletubbies, dan kolam terapi ikan. Tidak hanya anak-anak, orang tua juga bisa menikmati serunya menunggang kuda maupun flying fox yang dijamin sangat mengasyikkan.

Lokasi: Linggarjati, Cilimus, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (09.00-17.00 WIB)

Harga Tiket:

  • Anak-anak: Rp 15.000/ orang
  • Dewasa: Rp 20.000/ orang.

14. Sikageuri View

Salah satu spot Instagrammable yang terkenal di Kuningan yaitu Sikageuri View. Wisata ini menawarkan pemandangan indah Gunung Ciremai pada jarak dekat.

Wisatawan Jakarta dapat menenangkan pikiran dengan hemat tanpa jauh-jauh ke luar pulau. Fasilitas gardu pandang menjadi tempat yang tepat untuk mengabadikan momen bersama rombongan. Tersedia juga area camping yang nyaman untuk menghabiskan waktu selama liburan.

Lokasi: Jalan Cisantana, Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam

Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

15. Woodland

Rekomendasi wisata Kuningan terakhir dan terpopuler adalah Woodland. Taman rekreasi dan bermain ini sangat cocok untuk liburan keluarga dengan fasilitas menarik yang ada.

Tersedia kolam renang, flying fox, wahana sepeda gantung, perosotan pelangi, kereta kecil, area panahan, dan berkuda yang aman untuk anak-anak. Tidak hanya mengasyikkan, wahana di Woodland Kuningan juga melatih keberanian dan ketangkasan anak di masa pertumbuhan.

Lokasi: Jl. Ragasakti No.130, Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (08.00-17.00 WIB)

Harga Tiket:

  • Weekday: Rp 15.000/orang
  • Weekend: Rp 20.000/orang.

Demikian rekomendasi wisata Kuningan terkenal dan Instagrammable yang cocok untuk mengisi waktu liburan. Sebelum berkunjung, jangan lupa update info lokasi wisata sehingga bisa liburan dengan aman dan nyaman.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

12 Gunung di Indonesia yang Cocok untuk Pendaki Pemula


Jakarta

Bagi pendaki pemula, disarankan memilih gunung dengan jalur pendakian aman. Selain itu, lingkungan dan jalur pendakian sudah umum diketahui para pendaki.

Persiapkan pula fisik dengan baik dan cari tahu juga sebanyak-banyaknya tentang info gunung yang hendak didaki. Misalnya kondisi cuaca untuk mengantisipasi hal buruk terjadi.

Kalau sedang cari info gunung di Indonesia untuk pendaki pemula, bisa simak uraian di bawah ini ya.


Gunung di Indonesia untuk Pendaki Pemula

Ada sejumlah gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. Berdasarkan catatan detikcom, berikut rekomendasinya:

1. Gunung Gede-Pangrango (Jawa Barat)

Gunung Gede PangrangoGunung Gede Pangrango Foto: Syahril Anwar/d’Traveler

Gunung Gede-Pangrango jadi salah satu gunung favorit di Jawa Barat untuk mendaki. Lokasinya terletak di tiga kabupaten, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur dengan ketinggian 2.958 mdpl.

Jalur Cibodas merupakan trek yang paling sering dilewati dan cocok untuk pendaki pemula. Treknya landai dan pemandangan yang disajikan begitu mempesona. Di sepanjang jalan, traveler bakal menemukan sejumlah spot seperti Telaga Biru, air terjun, serta air panas.

Nantinya, pendaki juga bisa menemukan padang bunga edelweis di Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede atau di Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango.

2. Gunung Bromo (Jawa Timur)

Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD asSUBAIDI

Traveler pasti sudah tak asing dengan Gunung Bromo. Gunung yang masih aktif ini dapat dengan mudah ditaklukkan oleh pendaki pemula. Treknya tidak terlalu curam bahkan bisa dilalui oleh kendaraan, seperti mobil jeep maupun sepeda motor.

Walau tidak begitu sulit untuk didaki, pendaki harus menaiki ratusan anak tangga untuk sampai di puncak. Barulah di sama traveler dapat menyaksikan panorama Gunung Bromo dan area sekelilingnya, serta menemukan Kawah Bromo yang aktif.

Selain dijadikan tempat mendaki, gunung ini merupakan tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi. Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di sekelilingnya terdapat sejumlah spot yang juga bisa didatangi, seperti Bukit Teletubbies, Bukit Mentigen, Pasir Berbisik, hingga Pura Luhur Poten.

3. Gunung Prau (Jawa Tengah)

Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo.Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo. Foto: Uje Hartono/detikJateng

Dengan ketinggian sekitar 2.590 mdpl, Gunung Prau termasuk gunung di Jawa Tengah yang ramah bagi pendaki pemula. Akses dan medan yang landai dan kebanyakan terdiri dari tanah berundak membuatnya tidak sulit untuk didaki.

Jalur Patak Banteng bahkan punya rute pendakian yang lebih singkat karena lebih dekat dengan puncak. Untuk pendaki pemula yang kehabisan tenaga juga bisa menyewa ojek yang tersedia.

Selain jalur pendakiannya yang terbilang mudah, Gunung Prau jadi favorit pendaki lantaran disebut-disebut memiliki pesona matahari terbit terbaik se-Asia Tenggara.

4. Gunung Kelimutu (Nusa Tenggara Timur)

Gunung Kelimutu terletak di Flores, NTT, punya 3 danau yang bisa berubah warna. Di puncak, wisatawan juga bisa menikmati kopi sembari menyaksikan keindahan danau yang aduhai.Gunung Kelimutu dan danau tiga warna. Foto: Budi Sugiharto

Gunung Kelimutu di Flores punya ketinggian sekitar 1.639 mdpl. Dengan ketinggiannya itu, gunung ini juga punya trek yang mudah dilewati oleh pendaki pemula.

Di puncak Gunung Kelimutu terdapat tiga danau atau kawah yang warnanya bisa berubah-ubah. Karena itu, terkenal dengan nama Danau Tiga Warna. Keindahan danau ini sudah tersohor di dalam maupun ke luar negeri lho.

Untuk menuju puncak, traveler dapat mengambil jalur Ende dan menuju Desa Moni di lereng gunung. Mulai desa tersebut, ekspedisi mendaki Gunung Kelimutu dapat dimulai.

5. Gunung Papandayan (Jawa Barat)

gunungGunung Papandayan. Foto: (Basri Bachtiar/d’Traveler)

Gunung Papandayan yang terletak di Garut, memiliki ketinggian 2.665 mdpl. Medannya yang cenderung landai juga jadi alasan gunung ini populer di kalangan pendaki pemula.

Selain itu, pendaki bakal terhipnotis oleh hamparan alam yang disajikan Gunung Papandayan. Sejumlah kawah vulkanik, hutan pegunungan, hingga padang edelweis akan memanjakan mata selama perjalanan menuju puncaknya.

6. Gunung Andong (Jawa Tengah)

Asap memutih di Gunung Andong di wilayah Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yang dilaporkan terbakar, Rabu (8/11/2023).Gunung Andong. Foto: Dok Kasi Trantib Kecamatan Ngablak

Berada di Kabupaten Magelang, digemari pemula lantaran treknya yang tidak terjal dan waktu tempuhnya yang cenderung singkat. Meski begitu, panorama alam yang disuguhkan nggak kaleng-kaleng nih.

Gunung Andong punya empat puncak, yaitu Puncak Makam, Jiwa, Andong, dan Alap-alap. Dari puncaknya ini, pendaki dapat menyaksikan pemandangan deretan gunung lain seperti Merapi, Merbabu, Sindoro, hingga Telomoyo. Jajaran perbukitan dan hamparan lahan pertanian yang memukau juga dapat terlihat.

Untuk naik ke puncak, pendaki bisa menempuh beberapa jalur yakni dari selatan (Jogja, Ketep Magelang, dan Purworejo), dari utara (Semarang, Salatiga, Ungaran, Boyolali, dan Solo), serta dari barat (Grabag, Wonosobo, Secang, Temanggung, dan Parakan).

7. Gunung Batur (Bali)

Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)Gunung Batur. Foto: Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)

Di Pulau Bali juga ada gunung yang cocok bagi pendaki pemula, yakni Gunung Batur. Pendakian di gunung ini memiliki jarak dan waktu tempuh yang tidak terlalu lama.

Untuk menuju puncak, rute Toya Bungkah dapat dipilih karena jalurnya tergolong mudah dilalui dan tidak terlalu terjal. Di jalur ini juga terdapat beberapa titik terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit yang memanjakan mata.

8. Gunung Burangrang (Jawa Barat)

Gunung Burangrang ramah untuk para pendaki pemula meski tidak terlalu populer. Lokasinya berada Kabupaten Bandung Barat dan Purwakarta, serta masih satu rangkaian dengan Gunung Tangkuban Parahu.

Jalur pendakian ke puncaknya bisa ambil via Legok Haji. Treknya cukup landai dan ada di beberapa titik ada spot yang sedikit curam. Walau begitu, jalur ini adalah yang tercepat. Puncak Gunung Burangrang dapat dijangkau dalam waktu 3-4 jam saja, tergantung kondisi masing-masing.

9. Gunung Ijen (Jawa Timur)

Gunung Ijen termasuk gunung di Jawa Timur yang jadi favorit para pendaki, termasuk pemula. Gunung ini memiliki medan yang tidak terlalu sulit. Jalur lintasannya cukup lebar, tidak terlalu curam, mudah dipijak, serta terdapat banyak tempat istirahat.

Selain itu, Gunung Ijen memiliki daya tarik yang tak dimiliki gunung lainnya lho. Di Kawah Ijen terdapat fenomena blue fire yang hanya terletak di dua lokasi saja di dunia. Fenomena alam ini bisa disaksikan dengan mata telanjang sekitar pukul 01.00-04.00 pagi.

Fenomena blue fire terjadi ketika zat belerang bersentuhan dengan panas ekstrem yang muncul dari celah gunung berapi. Dari situ, terbentuklah api biru menawan yang menyala.

10. Gunung Sibayak (Sumatera Utara)

Gunung Sibayak di Karo memiliki ketinggian kisaran 2.172 mdpl. Gunung ini termasuk yang ramah pemula dengan jalurnya yang sudah cukup jelas dan treknya yang tidak terlalu terjal. Di sisi lain, waktu tempuhnya pun cukup singkat sekitar 2-3 jam saja tergantung kondisi fisik.

Kalau tertarik mendaki tipis-tipis di gunung ini, bisa ambil jalur Desa Jaranguda yang paling sering dilalui wisatawan atau jalur Desa Semangat Gunung yang diklaim paling mudah tapi letaknya agak jauh dari pusat kota.

11. Gunung Sindoro

Ada lagi gunung di Jawa Tengah yang cocok untuk pendaki pemula, yakni Gunung Sindoro di Kabupaten Wonosobo. Gunung ini menyajikan pemandangan yang memukau saat matahari terbit maupun terbenam.

Jalur Kledung menjadi jalur yang populer dipilih karena berada dekat dengan jalan provinsi. Selain itu, rute ini memiliki petunjuk jalan yang jelas yang menuntut sampai ke puncak. Terdapat pula banyak pos yang dapat menjadi acuan sehingga memudahkan para pendaki.

12. Gunung Tanggamus (Lampung)

Gunung Tanggamus termasuk gunung di Lampung yang sering didaki oleh komunitas pencinta alam. Panorama alam yang ditawarkan begitu indah. Pendaki dapat menyaksikan kabut putih tebal yang menutup lembah di pagi dan sore hari.

Gunung yang terletak di Kabupaten Tanggamus ini tergolong ramah bagi pendaki pemula. Puncaknya yang berada di 2.101 mdpl dapat dijangkau lewat jalur pendakian yang sudah jelas dan trek yang landai.

Nah, itu tadi sederet gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. So, traveler tertarik mendaki gunung yang mana nih?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Museum Layang-layang Menyimpan Kenangan, Merawat Harapan



Jakarta

Museum Layang-layang Indonesia memang tak sepopuler Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahilah) atau pun Museum Nasional, tetapi museum itu justru sangat interaktif. Mengisahkan sejarah, mengajak membuat layang-layang, juga merawat harapan.

Dengan bermodalkan rasa penasaran dengan museum tersebut, detikTravel berkesempatan untuk menyambangi Museum Layang-layang ini yang terletak di Jalan H. Kamang no 38, Jakarta Selatan. Setiba di sana, bangunan-bangunan khas Jawa berdiri tegak seraya menyambut kedatangan.

Setelah membeli tiket kemudian dibawa untuk melihat cuplikan video tentang layang-layangan. Sekilas seperti sederhana menyoal layang-layang belaka, namun salah satu guide yang sekaligus perajin layang-layang bernama Asep Irawan.


Ia mengatakan misi di balik adanya Museum Layang-layang ini merupakan upaya untuk melestarikan budaya Indonesia tentang layang-layang itu sendiri. Mungkin layang-layang banyak dikenal sebagai media bermain saja tapi Asep mengatakan sebetulnya layang-layang juga banyak digunakan di berbagai kegiatan seperti spiritual.

Layang-layang di Museum Layang-layang di JakartaLayang-layang di Museum Layang-layang di Jakarta Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom

“Tujuannya Museum Layang-layang ini untuk melestarikan khazanah budaya Indonesia melalui layang-layang dan berdirinya ini tepat pada 21 Maret 2003. Visi dan misinya ini sebagai tempat pembelajaran anak-anak tentang layang-layang,” kata Asep kepada detikTravel, Senin (24/6/2024).

Pria asal Bandung itu juga mengatakan di zaman sekarang anak-anak kecil banyak yang sudah tidak memainkan layang-layang. Karena tempatnya memainkannya yang sulit dan lebih memilih permainan yang canggih jadi layang-layang ini sedikit banyak mulai ditinggalkan.

Asal Mula Museum Layang-layang

Asep pun menjelaskan tentang hadirnya Museum Layang-layang ini di Jakarta. Endang W. Puspoyo yang merupakan pemilik dari museum itu adalah pecinta layang-layang.

Layang-layang di museum itu adalah koleksi pribadinya yang kemudian dibuka untuk masyarakat umum. Asep mengatakan Endang juga sering mengadakan festival layang-layang dan mengundang banyak perajin layang-layang untuk berpartisipasi.

Endang kala itu tak hanya mengundang perajin lokal saja tapi juga hingga mancanegara. Dari jejaring tersebut alhasil banyak layangan-layangan hias nan unik yang terpajang di Museum Layang-layang ini, mulai dari Indonesia sampai layang-layang dari berbagai negara terdapat di sini.

Layang-layang Bukan Sekadar untuk Bermain-main

Rupanya, layang-layang bukan sekadar media bermain. Lebih dari itu, sedari dulu layangan juga dipakai di berbagai negara, termasuk Indonesia sebagai tradisi dan media spiritual.

“Budayanya ada dan agamanya juga ada kan, nah kalau di negara-negara lain kan ada yang buat upacara kelahiran, kalau di kita (Indonesia) dipakai buat perayaan hasil panen untuk rasa bersyukur jadi nerbangin layang-layang. Itu supaya masyarakat banyak yang datang ke upacara itu dan sambil mendoakan supaya hasil panen lebih banyak lagi,” kata Asep.

Masuk ke dalam Museum Layang-layang yang berbentuk pendopo ini, rasa kagum pertama kali jadi penilaian karena layang-layangan di museum ini mayoritas berukuran besar. Selain itu bentuk-bentuknya juga beragam, ada yang berbentuk binatang hingga wayang dan juga terbuat dari berbagai macam bahan baku seperti kertas, plastik sampai dedaunan.

Asep menerangkan jumlah keseluruhan layang-layangan yang dipajang di museum ini sekitar 100 buah. Namun secara keseluruhan koleksi layang-layang yang dimiliki museum ini bisa lebih dari 1000 layang-layang yang berasal dari berbagai belahan dunia.

“Sekitar 100 ada lah, kalau semuanya ada ribuan tapi nggak dipasang,” kata dia.

Layang-layang di Museum Layang-layang di JakartaLayang-layang di Museum Layang-layang di Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Di museum ini pun terdapat beberapa layangan hasil dari tangannya, di antaranya adalah layang-layang berbentuk penari merak yang merupakan tarian khas Jawa Barat. Layang-layangan tersebut ia buat di tahun 1997 dan telah menjuarai perlombaan layang-layang internasional.

“Nah ini (layang-layang) dari Bandung, ini layangan tari burung merak. (Berbahan dasar) kain parasut, ini karya saya dibikin tahun 1997 ini udah lima kali juara internasional dan ditaruh di sini,” kata Asep sambil tersenyum.

Setelah selesai diajak berkeliling museum layang-layang, sembari bercengkrama dengan lelaki murah senyum ini. Terdapat keluarga yang tengah asyik membuat dan mewarnai layang-layang, Ami membawa ketiga anaknya untuk berkunjung ke Museum Layang-layang.

Bagi Ami anak-anaknya senang saat pertama kali diajak ke museum ini, terlebih anak laki-lakinya yang bernama Hamzah. Setelah diberikan rangka layang-layang oleh petugas, dirinya dengan serius menempelkan kertas menggunakan lem dan mewarnai layang-layang hasil tangannya.

Layang-layang di Museum Layang-layang di JakartaAnak-anak bikin layang-layang di Museum Layang-layang di Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Hamzah begitu senang dengan museum ini dengan berbagai bentuk dan ukuran dan baginya membuat layang-layang tak begitu susah.

“Nggak (susah), senang. (Di museum ini) banyak layang-layang yang gede banget,” katanya sambil malu-malu.

Untuk masuk ke Museum Layang-layang ini pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp 20.000 untuk anak-anak dan Rp 25.000 untuk dewasa.

Dengan harga tersebut selain pengunjung bisa menikmati berbagai koleksi layang-layang, pengunjung juga akan diperlihatkan terlebih dahulu video tentang festival layang-layang dan di akhir tour museum juga akan diberikan pengalaman membuat dan mewarnai layang-layang.

Museum ini buka setiap hari mulai dari pukul 09.00 sampai 16.00 WIB, tak ada hari libur kecuali tanggal merah. Yuk buat kamu yang penasaran dengan koleksi layang-layang di museum ini dan ingin mencoba pengalaman membuat layang-layang, langsung saja datang ke Museum Layang-layang ini.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com