Tag Archives: jawa timur

Ide Destinasi Honeymoon Anti Mainstream Ala Gen Z: Banyuwangi



Jakarta

Keindahan Banyuwangi membuat pasangan Gen Z ini jatuh hati. Alih-alih memilih Bali, Yogyakarta atau destinasi mainstream bulan madu lainnya, mereka memilih mengeksplore keindahan Banyuwangi.

Itulah yang dilakukan Pingkan bersama suaminya dalam menciptakan memori bulan madu mereka. Naik kereta dari Jakarta ke Jawa Timur telah lama menjadi impian mereka.

“Banyuwangi destinasi yang pengen banget aku datengin karena belum pernah ke sana kan . Dan kita ingin naik kereta sampai ujung pulau Jawa aja sih niatnya,” ceritanya kepada detikTavel, Jumat (12/9/2025).


Sebelum datang ke Banyuwangi, Pingkan dan suaminya mencari referensi salah satunya melalui TikTok. Mulai dari rekomendasi wisata Banyuwangi, transportasi hingga akomodasi. Kemudian mereka akan memeriksa harga melalui platform OTA.

“Kita banyak mencari tahu melalui TikTok sih,” ujarnya.

Green Island BanyuwangiGreen Island Banyuwangi Foto: (Pingkan Anggraini/detikcom)

Pakai jasa open trip

Salah satu cara mudah berkunjung ke destinasi adalah menggunakan jasa open trip. Ingin menikmati keindahan Banyuwangi yang tidak biasa, Pingkan memanfaatkan OT dan berkunjung ke Green Islland Banyuwangi.

Informasi nih untuk traveler, Green Island Banyuwangi merupakan hidden gem yang masih jarang orang ke sana lho. Pemandangan dengan hamparan pulau-pulau kecil di lautan sering di sangka orang-orang berada di Raja Ampat.

Dan untuk menuju ke sana traveler tidak bisa sendirian karena butuh guide dan harus menyeberang dengan kapal.

“Ada tempat wisata baru namanya Green Island dan belum banyak orang yang tahu. Ke sana tuh harus pakai guide atau harus open trip gitu karena kita berpindah-pindah dari pulau ke pulau naik kapal. Berhubung kita perginya weekday, jatuhnya private trip karena hanya ktia berdua saja. Namun biasanya saat weekend ramai (gabung dengan peserta lain) bisa satu kapal membawa hingga 7 orang,” cerita Pingkan.

Green Island BanyuwangiSpot T yang instagrmable Foto: (Pingkan Anggraini/detikcom)

Selain ke Green Island, Pingkan dan suaminya diajak naik kapal ke Spot T yang sangat Instagramable. Jadi kamu bisa berfoto di ujung kapal dengan latar di apit dua tebing pulau.

Setelah itu mereka pun menikmati sunset di Pulau Merah yang menawan.

Destinasi lain yang juga dia kunjungi yaitu Taman Nasional Baluran dan Djawatan Forest (Hutan Djawatan) yang instagramble. Tentu dua destniasi ini tak asing bagi traveler, bukan?

Sisi lain Banyuwangi

Selama di Banyuwangi, Pingkan memilih bepergian dengan menyewa motor. Walau destinasi Banyuwangi membekas di hatinya, namun jarak antar destinasi yang jauh cukup memakan waktu dan tenaganya.

“Sehari kita bisa motoran 100 km karena destinasi wisata di sana jaraknya jauh-jauh. Tapi perjalanan di sana tuh enak, nggak macet, semua tertib lalu lintas dan warganya juga ramah. Dan juga makanan di sana masih murah-murah dan nggak pernah kita kena getok harga ataupun pemalakan. Juga masih asri,” cerita Pingkan.

Pulau Merah BanyuwangiMenikmati sore di Pulau Merah Banyuwangi Foto: (Pingkan Anggraini/detikcom)

Selama menyusun dan menyiapkan itinerary, Pingkan mengaku tak kesulitan menemukan penginapan karena banyak pilihan di OTA dengan harga yang terjangkau, namun dapat fasilitas premium. Serta juga mudah menemukan penyewaan motor untuk keliling Banyuwangi.

“Semua informasi tuh kita dapat di TikTok, mulai dari sewa motor, open trip dan segala macam dapatnya dari TikTok. Untuk sewa motor kemarin kita sewa motor PCX Rp 105 ribu per hari dan harga hotel kita rata-rata Rp 300-400 ribuan,” ujarnya.

Berapa budget honeymoon ke Banyuwangi?

Terkait budget honeymoon seminggu ke Banuwangi, Pingkan dan suami menghabiskan Rp 8 jutaan. Semuanya sudah termasuk tiket kereta PP, biaya open trip (@Rp 425 ribu), akomodasi (berpindah-pindah 4 hotel), sewa motor dan uang makan.

“Berhubung kita mau menikmati wisata, jadi kita press uang makan,” tutupnya.

Nah, cerita Pingkan di Banyuwangi ini bisa menjadi referensi nih untuk traveler yang ingin liburan ataupun honeymoon ke Banyuwangi.

Wisatawan berjalan di area Hutan De Jawatan Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (24/11/2024). Hutan De Djawatan yang ditumbuhi pohon trembesi (Samanea saman) berusia ratusan tahun sejak zaman penjajahan Belanda itu, dahulu merupakan tempat penimbunan kayu (TPK) milik Perhutani dan sejak 2018 dibuka sebagai tempat wisata yang kini menjadi salah satu tempat wisata unggulan di Banyuwangi. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/tom.Wisatawan berjalan di area Hutan De Jawatan Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (24/11/2024). Hutan De Djawatan yang ditumbuhi pohon trembesi (Samanea saman) berusia ratusan tahun sejak zaman penjajahan Belanda itu, dahulu merupakan tempat penimbunan kayu (TPK) milik Perhutani dan sejak 2018 dibuka sebagai tempat wisata yang kini menjadi salah satu tempat wisata unggulan di Banyuwangi. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/tom. Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Berikut pilihan wisata Banyuwangi yang bisa kamu kunjungi saat liburan ke sana:

1. Green Island Banyuwangi
2. Pulau Merah
3. Spot T
4. Taman Nasional Baluran
5. Djawatan Forest (Hutan Djawatan)
6. Goa Bedil
7. Kawah Ijen

(sym/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Hutan Durian Terbesar Asia Tenggara, Ada di Desa Wisata Ini



Trenggalek

Mau pesta durian? Di desa ini mungkin bisa. Desa Wisata Duren Sari Sawahan dikenal sebagai hutan durian terbesar se-Asia Tenggara.

Berlokasi di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, desa ini menawarkan ribuan pohon durian produktif yang tumbuh di area ratusan hektare, sekaligus menjadi destinasi wisata edukasi, kuliner, dan alam yang menarik.

Desa satu ini dikenal luas sejak meraih predikat Desa Wisata Terbaik Nasional 2020. Berbasis Community Based Tourism (CBT), desa ini dibangun atas semangat warga yang ingin menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.


Pada awalnya, kondisi sungai kurang bersih dan hasil pertanian sulit dipasarkan. Namun berkat komitmen masyarakat, terbentuklah Pokdarwis Duren Sari pada 2015, yang kemudian diresmikan dengan SK Dinas Pariwisata Trenggalek pada 2017.

Nama “Duren Sari” bukan sekadar julukan. Desa ini berada di kawasan International Durio Forestry (IDF), hutan durian terluas se-Asia Tenggara seluas 650 hektare, yang ditetapkan Menteri Pertanian pada 2016.

Sebagian besar pohonnya berusia ratusan tahun sejak masa penjajahan dan tetap terjaga kesuburannya hingga kini. Setiap musim panen, durian tampak menggunung di teras rumah warga, menjadi daya tarik utama wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara.

Desa Wisata Duren Sari Sawahan menawarkan pengalaman lengkap bagi pengunjung, mulai dari hamparan hutan durian yang rimbun, suasana pedesaan yang asri, hingga beragam aktivitas edukasi dan kuliner. Setiap sudut desa menghadirkan pesona khas yang membuat wisatawan betah berlama-lama.

IDF menawarkan pengalaman trekking di tengah rindangnya pohon durian tua sambil mengenal berbagai varietas durian lokal. Saat musim panen, pengunjung dapat mencicipi durian yang jatuh langsung dari pohonnya, mulai dari durian Ripto hingga durian khas lain dengan rasa unik.

Selain durian, buah manggis juga melimpah dan dipanen bersamaan. Udara sejuk, oksigen segar hutan, dan keramahan petani durian menjadi pengalaman tak terlupakan bagi wisatawan.

Untuk memenuhi minat beragam wisatawan, Desa Wisata Duren Sari menawarkan paket wisata alam, edukasi, budaya, kuliner, outbound, dan live-in. Dengan homestay yang nyaman, wisatawan dapat tinggal bersama penduduk lokal.

Lalu, merasakan suasana akrab layaknya keluarga, sekaligus belajar kehidupan pedesaan. Hidangan khas seperti wedang jeser (campuran jahe, sere, dan gula aren), sompil, tiwul jambul, hingga nasi luwak siap melengkapi kunjungan Anda.

Jumlah wisatawan terus meningkat, peluang usaha lokal bertambah, dan lingkungan desa menjadi lebih bersih serta sehat. Keterlibatan warga, termasuk mantan tenaga kerja migran yang menjadi pemandu multilingual, membuat desa ini semakin siap menyambut wisatawan dari seluruh dunia.

Artikel ini sudah tayang di detikJatim. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(ddn/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Tempat Wisata Adem yang Cocok Buat Lansia



Bogor

Banyak hal yang harus dipertimbangkan bila liburan bersama lansia. Mulai durasi tempuh, fasilitas destinasi hingga kemudahan beraktivitas.

detikTravel telah merangkum, Sabtu (12/7/2025) destinasi wisata yang adem dan cocok untuk traveler yang liburan membawa lansia.

1. Kebun Raya Bogor

Meadow in Bogor Botanical GardensMeadow in Bogor Botanical Gardens Foto: Getty Images/Ali Alhamizan

Salah satu destinasi wisata Jabodetabek yang mudah dijangkau adalah Kebun Raya Bogor. Area ini cocok untuk lansia karena di sini datar dan rindang. Serta juga banyak kursi taman, jalannya yang lebar dan ramah kursi roda.


Suasana Kebun Raya Bogor yang rindang juga cocok untuk piknik, jalan santai, atau sekadar bersantai di bawah pohon.

2. Selecta Recreation Park, Jatim

Taman Rekreasi SelectaTaman Rekreasi Selecta Foto: M Bagus Ibrahim

Bergeser ke Jawa Timur, traveler bisa nih liburan membawa lansia ke Taman Selecta. Di sini udaranya juga sejuk, banyak taman bunga dan areanya juga landai kok.

Untuk berkeliling kamu bisa memanfaatkan fasilitas trem keliling dan becak mini yang tentu saja ramah untuk lansia dan balita.

3. Taman Nusa, Bali

Bali juga punya wisata yang ramah lansia, salah satunya adalah Taman Nusa. Di sini kamu bisa menikmati wisata budaya interaktif dengan jalur yang landai. Nikmati juga keindahan view lembah dan sawah yang menyegarkan tanpa perlu mendaki.

4. Taman Wisata Cibodas, Cianjur

Masih Jawa Barat, traveler bisa membawa lansia berwisata ke Taman Wisata Cibodas di Cianjur. Taman ini landscape-nya cenderung datar, banyak pepohonan dan berudara sejuk.

Akses menuju ke Taman Wisata Cibodas juga mudah dan memiliki area parkir yang luas.

5. Dusun Bambu, Lembang

Dusun Bambu LembangDusun Bambu Lembang Foto: Istimewa

Berwisata ke Lembang juga bisa nih membawa lansia. Salah satu tempat ramah lansia di Lembang adalah Dusun Bambu.

Di sini jalurnya tertata, berudara sejuk, dan ada buggy untuk keliling. Dan banyak juga area ramah kursi roda kok.

Traveler bersama keluarga juga bisa menikmati makan di saung-saung, jalan santai menikmati danaunya atau sekedar bersantai di tamannya.

(sym/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Pantai Sepi tapi Indah di Selatan Jawa, Cocok Buat Kabur



Jogja

Menikmati deburan ombak dan jauh dari keramaian, sepertinya cocok banget untuk melepas lelah di hari kerja. Traveler bisa nih berkunjung ke pantai-pantai yang ada di selatan Jawa.

detikTravel telah merangkum pada Jumat (11/7/2025) pilihan pantai yang masih sepi yang bisa kamu kunjungi.

1.Pantai Madasari


Pantai Mandasari PangandaranPantai Mandasari Pangandaran Foto: Aldi Nur Fadillah

Pantai Madasari di Kabupaten Pangandaran adalah salah satu pantai andalan Provinsi Jawa Barat. Pantai ini terkenal memiliki sejumlah spot menarik dengan aktivitas asyik, seperti berkemah hingga surfing.

Harga tiket Pantai Madasari dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain tiket masuk, sewa camping ground, sewa tenda, hingga paket wisata. ‘Jika kamu ingin berkemah, maka ada biaya tambahan untuk menyewa camping ground seharga Rp 25 ribu. Dengan harga ini, kamu harus membawa tenda sendiri.

2. Pantai Wediombo

Pantai Wediombo berlokasi di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Apabila berangkat dari Kota Yogyakarta, jaraknya sekitar 70 km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan.

Daya tarik utama yang memikat dari Pantai Wediombo adalah luasnya hamparan pasir yang berbatasan langsung dengan jernihnya air. Pantai Wediombo dikelilingi oleh batu karang, sebab dulunya memang terbentuk dari bekas kawah gunung api.

Dengan debur ombaknya yang cukup tinggi namun stabil, Pantai Wediombo kerap dimanfaatkan untuk tempat berselancar. Di sana juga disediakan penyewaan alat surfing dengan tarif sekitar Rp 100.000. Agar bisa masuk ke Pantai Wediombo, pengunjung wajib membayar tiket seharga Rp 5.000 per orang.

3. Pantai Pulau Merah

Pesona Pantai Pulau Merah BanyuwangiPesona Pantai Pulau Merah Banyuwangi Foto: Istimewa

Pantai Pulau Merah adalah sebuah pantai yang terletak di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pantai ini disebut sebagai ‘Pantai Kuta-nya’ Jawa Timur.

Pantai ini sering kali menjadi tempat berselancar karena ombaknya ideal untuk para pemula. Selain itu, jalan kaki epanjang pantai ini juga menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Jika traveler hanya ingin bersantai, ada kursi pantai yang tersedia untuk disewa bersama payung yang telah diatur di tepi pantai. Jika masih ingin mengabadikan momen bersama orang-orang di pantai Pulau Merah, ada opsi untuk naik ke pandang setinggi 3 meter.

4. Pantai Watu Kodok

Pantai Watu Kodok adalah pantai pasir putih cantik yang ada di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penamaan Pantai Watu Kodok diambil dari kedua tebing yang bentuknya mirip seperti kodok.

Oleh sebab itu, masyarakat setempat menamai pantai ini dengan sebutan Pantai Watu Kodok. Watu Kodok sendiri merupakan kata bahasa Jawa yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘Batu Kodok’. Untuk masuk ke Pantai Watu Kodok, pengunjung perlu membayar sekitar Rp 10.000 per orang.

Banyak daya tarik pantai ini. Mulai dari pasir putihnya, suasana asri, keindahan sunset dan sunrisenya, dan area camping. Menjelang weekend, banyak pengunjung yang bersantai sambil camping di area ini. Bila tidak punya tenda, kamu bisa menyewa tenda di sana untuk camping.

5. Pantai Sendiki

Pantai SendikiPantai Sendiki Foto: (Sanisaa/d’Traveler)

Pantai Sendiki terletak di daerah Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan, Malang, Jawa Timur. Traveler bisa menikmati keindahan panitia ini mulai dari Rp10.000 per orang di hari biasa dan Rp15.000 saat hari libur.

Pantai Sendiki termasuk pantai yang masih belum banyak dikunjungi orang. Salah satu alasannya yaitu karena akses menuju lokasi yang masih cukup sulit dilalui. Namun, percayalah, pantai ini cocok banget untuk yang ingin mencari ketenangan.

Nikmati sunset pantai yang memukau ini ya.

(sym/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Jogja atau Malang, Mana yang Lebih Cocok Buat Healing?


Jakarta

Healing adalah pilihan liburan bagi masyarakat terkini yang kehidupan sehari-harinya sangat sibuk. Lokasi healing biasanya indah, nyaman, dan cenderung tenang dengan fasilitas serta layanan berkualitas sesuai harapan pengunjung.

Tentunya, healing akan lebih menyenangkan jika terlaksana dengan biaya ekonomis. Detikers bisa membuat itinerarynya lebih dulu untuk menentukan budget yang tepat selama healing.

Pilih Jogja atau Malang untuk Healing?

Jogja dan Malang biasanya masuk dalam pilihan lokasi tujuan healing karena sama-sama menawarkan wilayah dengan hawa sejuk. Jogja dan Malang juga punya banyak pilihan lokasi wisata


Itinerary Jogja

Biaya transportasi

  • KA Bengawan Pasarsenen (PSE)-Lempuyangan (LPN) Rp 74 ribu
  • KA Progo Pasarsenen (PSE)-Lempuyangan (LPN) Rp 189 ribu
  • Untuk di dalam wilayah tersedia angkutan umum Trans Jogja dengan taris Rp 2.700

Biaya makan

  • Satu kali makan berkisar Rp 15-30 ribu bergantung pilihan menu
  • Tersedia menu alternatif angkringan dengan harga mulai dari Rp 1.500

Biaya menginap

  • Home stay Rp 59 ribu per malam
  • Budget room at Homestay Cahaya Tansport Rp 99.999 per malam

Biaya piknik

Traveler bisa cari tempat liburan dengan tarif masuk murah atau gratis misal:

  • Kawasan Malioboro
  • Titik 0 km
  • Alun-alun Kidul.

Itinerary Malang

Biaya transportasi

  • KA Matarmaja Pasarsenen (PSE)-Sumberpucung (SBP) Rp 189 ribu
  • KA Matarmaja Pasarsenen (PSE)-Malang (ML) Rp 189 ribu
  • KA Matarmaja Pasarsenen (PSE)-Kepanjen (KPN) Rp 189 ribu
  • KA Matarmaja Pasarsenen (PSE)-Malang Kota Laman (SBP) Rp 189 ribu
  • Untuk di dalam wilayah tersedia mikrolet dengan tarif Rp 5.000

Biaya makan

  • Satu kali makan Rp 15-30 ribu
  • Tersedia menu lain untuk sarapan dengan harga Rp 7-10 ribu

Biaya menginap

  • SPOT ON 90797 Sukun Syariah Homestay Rp 71.125 per malam
  • OYO 90684 Happy Homestay Syariah Rp 91.326 per malam

Biaya piknik

Traveler bisa cari tempat liburan dengan tarif masuk murah atau gratis misal:

  • Alun-alun Kota Malang
  • Taman Trunojoyo
  • Hutan Kota Malabar.

Itinerary ini tentunya hanya gambaran karena tarif yang ditetapkan bisa berubah tiap saat bergantung kebijakan pengelola. Dengan mengetahui biaya hidup minimal, traveling bisa memilih lokasi healing yang tepat.

Traveler juga bisa memasukkan destinasi wisata yang hendak dituju, rute, dan pilihan transportasinya. Jangan lupa membawa uang cash secukupnya jika diperlukan sewaktu-waktu dan bekal minum untuk menekan pengeluaran.

(row/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Kota Tua di Indonesia yang Cantik untuk City Walk Murah



Jakarta

Berwisata di kawasan kota tua jadi pilihan wisatawan yang suka berjalan kaki sambil melihat-lihat pemandangan. Berikut lima pilihan yang bisa dicoba:

Kawasan kota tua tak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga pemandangan indah yang menarik untuk diabadikan. Traveler bisa foto-foto Instagramable di lima kawasan kota tua berikut ini:

1. Kota Tua Jakarta

Yang pertama ada Kota Tua Jakarta. Di sini, traveler bisa menjelajahi aneka gedung bersejarah peninggalan zaman kolonial Belanda. Dari Museum Fatahillah hingga Museum Wayang semuanya menarik untuk dikunjungi.


Kunjungi juga Museum Bank Indonesia (BI) dan Museum Bank Mandiri yang menyimpan sejarah perbankan Indonesia. Di sini, traveler bisa melihat mata uang dari zaman Nusantara sampai sekarang. Museum ini sering dijadikan tempat wisata edukatif oleh para pelajar.

2. Kota Lama Semarang

Wisata sejarah menjadi salah satu magnet di kawasan Kota Lama Semarang. Kota ini juga sering disebut Outstadt atau Little Netherland, karena bangunan-bangunan berusia 200-300 tahun sejak zaman kolonial Belanda.

Bahkan, bangunannya banyak yang masih berdiri megah. Selain estetik, Kota Lama Semarang merupakan wisata edukatif. Traveler bisa sambil jalan-jalan di kawasan memiliki luas total sebesar 31 hektar.

Gereja BlendukKota Lama Semarang Foto: (Gandung Adi Wibowo/d’Traveler)

Di sekitar kawasan Kota Lama Semarang juga banyak tersedia kafe, resto, dan bar yang menawarkan banyak menu kuliner. Bahkan sampai malam kota ini tetap hidup dan ramai dengan adanya tempat hiburan malam seperti Taman Srigunting, Museum Kota Lama, Gedung Marabunta, dan Gedung Marba.

3. Kota Tua Ampenan

Arsitektur bangunan ala kolonial masih berdiri kokoh di sepanjang jalan Kota Tua Ampenan. Bangunan-bangunan bergaya Belanda nampaknya meninggalkan banyak kenangan bagi warga yang bermukim di Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kota Tua Ampenan pernah menjadi satu-satunya pintu masuk ke pulau Lombok sejak abad 18 hingga abad 19. Pada masa itu, bangunan-bangunan ala Belanda itu sudah berdiri kokoh di sepanjang jalan menuju pantai Ampenan. Kota Ampenan pernah menjadi kota pelabuhan dan pusat perdagangan pada sekitar tahun 1924 hingga sekitar tahun 1960.

4. Kayutangan Heritage

Di Malang, Jawa Timur ada Kayutangan Heritage, kawasan kota tua dengan bangunan-bangunan bergaya klasik yang bisa dijelajahi traveler. Di sini juga ada banyak kafe-kafe estetik yang bisa disinggahi.

Salah satunya adalah Cafe Kios Mera untuk merasakan sensasi nongkrong yang berbeda dari cafe lainnya. Dilengkapi dengan mini library dan barang-barang antik, membuat kafe tersebut terasa lebih vintage dan instagrammable untuk dijadikan spot foto.

5. Kawasan Jalan Braga

Terakhir ada kawasan Jalan Braga di Bandung yang asyik buat jalan-jalan. Jalanan ini dipenuhi dengan bangunan klasik yang Instagramable.

Selain berbagai hotel, restoran, kafe, dan mal, bangunan bergaya bergaya arsitektur Art Deco, kolonial Belanda, dan Indische, seperti Gedung Landmark dan Gedung Merdeka, yang masih berdiri kokoh menjadi daya pikat di jalan Braga.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

5 Destinasi Wisata yang Sama Dinginnya dengan Kota Batu


Jakarta

Detikers yang suka dengan dinginnya Kota Batu sebagai tempat healing atau liburan, maka bisa jai kota berikut jadi favorit untuk me time atau menghabiskan waktu bersama keluarga. Tak hanya dingin, kota ini juga menawarkan fasilitas dan layanan sesuai kebutuhan turis

5 Kota yang Sama Dinginnya dengan Kota Batu, Jawa Timur

Beberapa wilayah di Indonesia yang suhunya sama, lebih dingin, atau sedikit lebih rendah dibanding Kota Batu

1. Malang di Jawa Timur

Wisatawan memotret rekannya saat berkunjung di Agrowisata Bukit Kuneer, Wonosari, Malang, Jawa Timur, Sabtu (26/4/2025). Wisata alam yang berada di tengah perkebunan teh dengan ketinggian 1.250 meter diatas permukaan laut (mdpl) tersebut setiap hari rata-rata dikunjugi sekitar 300 hingga 500 orang wisatawan. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nzWisata Bukit Kuneer Malang (dok. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz) Foto: ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO

Daya tarik: Jatim Park, Kampung Warna-warni Jodipan, Alun-alun Malang


Saat ini, Kota Batu dan Kota Malang tergabung dalam area Malang Raya yang sama-sama menawarkan hawa sejuk serta dingin bagi pengunjung. Wisata alam, budaya, dan sejarah bisa dinikmati selama liburan sendiri atau bersama keluarga.

2. Lembang, Jawa Barat

Puluhan ribu wisatawan memadati taman wisata alam (TWA) Tangkuban Parahu di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (dok. Yudha Maulana)

Daya tarik: Tangkuban Perahu, Observatorium Booscha, Wisata Maribaya

Bagi warga Jabodetabek, Lembang langsug terpikir sebagai tempat dingin sejuk yang pas untuk liburan. Apalagi Lembang relatif mudah diakses dengan kendaraan umum, online, atau pribadi. Lembang juga menyediakan banyak fasilitas dan sarana yang mudah diakses.

3. Ciwidey dan Pangalengan, Jawa Barat

Objek wisata Kawah Putih CiwideyObjek wisata Kawah Putih Ciwidey Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Daya tarik: perkebunan teh, Kawah Putih, Ranca Upas

Ciwidey dan Pangalengan jadi pilihan lain bagi penyuka tempat wisata dengan hawa sejuk dan adem. Turis bisa ambil paket wisata atau datang langsung ke tiap spot yang dikehendaki. Turis bisa bermalam di berbagai fasilitas penginapan yang tersedia, supaya bisa lebih lama menikmati daerah Ciwidey dan Pangalengan.

4. Dieng, Jawa Tengah

The Heaven Glamping & Resto Wonosobo, tempat glamping dekat DiengThe Heaven Glamping & Resto Wonosobo, tempat glamping dekat Dieng Foto: Dok. Instagram @theheaven.wonosobo

Daya tarik: lihat sunrise di Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Candi Arjuna

Catatan: Dieng punya banyak pesona dan kelebihan selain hawa dingin dan sejuk. Tiap kali musim liburan, Dieng selalu kebanjiran pengunjung baik yang mau trekking atau datang ke salah satu spot wisata. Para turis bisa datang sendiri, bersama keluarga, atau tema-teman terdekatnya.

5. Tawangmangu, Jawa Tengah

Air terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.Air terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Foto: Getty Images/iStockphoto/benito_anu

Daya tarik: Grojogan Sewu, Sarangan Cemoro Sewu

Berada dekat Gunung Lawu, kawasan Tawangmangu sudah lama terkenal dengan hawa sejuk dan dingin yang cocok untuk liburan. Untuk menikmati keindahan air terjun Grojogan Sewu kamu harus naik ribuan tangga sebelum sampai tujuan. Jika lelah, pengunjung bisa beristirahat di pos yang disediakan di sepanjang jalur tangga. Di pos juga ada beragam makanan dan minuman yang disediakan penduduk sekitar.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

7 Lokasi Sunrise Lebih Spektakuler dari Bromo



Jakarta

Berburu sunrise di gunung menjadi salah satu daftar wajib pendaki. Tak cuma Bromo, gunung-gunung ini punya sunrise yang lebih spektakuler.

Sunrise tentu berbeda dengan sunset. Ada esensi tersendiri yang dirasakan saat seseorang berburu sunrise di gunung.

Gerak dramatis matahari muncul cari balik awan membuat cakrawala romantis tanpa bisa ditepis, layaknya samudera dengan suasana magis. Apalagi, butuh pengorbanan dalam mencapainya.


Gunung Bromo menjadi tempat favorit untuk berburu sunrise. Kecantikannya yang disebut-sebut serupa Mars dan zaman purba itu membuat banyak turis internasional berbondong-bondong datang untuk melihatnya.

Sebenarnya, Indonesia punya banyak gunung dengan sunrise yang tak kalah spektakuler dari Gunung Bromo.

7 Lokasi Sunrise Lebih Spektakuler dari Bromo

1. Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat

– Lokasi: Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok
– Waktu terbaik: Mei-September
– Keunikan: Sunrise di atas danau kawah Segara Anak dengan latar belakang Gunung Barujari.

2. Gunung Semeru, Jawa Timur

– Lokasi: Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur
– Waktu terbaik: Mei-September
– Keunikan: Sunrise di puncak Mahameru dengan pemandangan Gunung Bromo dan laut awan.

3. Gunung Jayawijaya (Puncak Jaya), Papua

– Lokasi: Taman Nasional Lorentz, Papua
– Waktu terbaik: Maret-Oktober
– Keunikan: Sunrise di puncak Jayawijaya dengan pemandangan gletser dan pegunungan.

4. Gunung Agung, Bali

– Lokasi: Taman Nasional Gunung Agung, Bali
– Waktu terbaik: Mei-September
– Keunikan: Sunrise di puncak Gunung Agung dengan pemandangan Pulau Bali dan Gunung Batur.

5. Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat

– Lokasi: Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, Provinsi NTB.
– Waktu terbaik: Juli-Agustus
– Keunikan: Sunrise di Gunung Tambora sangat memukau. Cahaya matahari yang menyembul di balik awan, dipadukan dengan siluet padang savana yang hijau. Setiap jalur pendakian resmi di Gunung Tambora menawarkan pengalaman sunrise yang berbeda.

6. Gunung Merapi, Jawa Tengah

– Lokasi: Taman Nasional Gunung Merapi, Jawa Tengah
– Waktu terbaik: Mei-September
– Keunikan: Sunrise di puncak Gunung Merapi dengan pemandangan Gunung Merbabu dan Kota Yogyakarta.

7. Gunung Kerinci, Jambi

– Lokasi: Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi
– Waktu terbaik: Maret-September
– Keunikan: Sunrise di puncak Gunung Kerinci dengan pemandangan Danau Gunung Tujuh dan hutan hujan tropis.

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com

5 Wisata Pegunungan Yang Tidak Kalah Menarik dari Bromo


Jakarta

Kamu penyuka wisata pegunungan dan lagi nyari lokasi selain Bromo? Berikut rekomendasi gunung yang memberikan hawa sejuk, adem, pohon hijau, dan pastinya pemandangan indah. Kamu bisa langsung datang ke salah satu destinasi atau ambil paket liburan untuk mengunjungi area wisata gunung.

Wisata Pegunungan Tidak Kalah Bagus dari Bromo

Berikut adalah rekomendasinya

Gunung Rinjani

SENARU, LOMBOK, INDONESIA - MAY 19: A view of Mount Rinjani, also known as Gunung Rinjani, is seen on May 19, 2009 in Lombok, West Nusa Tenggara Province, Indonesia. The 3,726m active volcano is the third highest in Indonesia, and has been erupting this time around April 27, peaking on May 10. The volcano's crater lake, known as Segara Anak, is home to many goldfish and mujair fish and is a popular fishing spot for locals.  (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)Gunung Rinjani (dok. Ulet Ifansasti/Getty Images)

Lokasi: Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)


Ketinggian: 3.726 mdpl

Gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia ini menyimpan banyak pesona yang sulit terlupakan. Di tengah lanskapnya yang berbatu, penuh tebing terjal, pasir, dengan cuaca ekstrem, Rinjani menyimpan baik-baik harta karun hanya bagi yang mengunjunginya.

Danau Segara Anak

Telaga ikonik Gunung Rinjani ini tersimpan rapat di ketinggian 2.004 meter, setelah pendaki melintasi lembah dan bukitnya yang menguras stamina. Setiap pendaki yang berniat muncak, pasti melewati danau berair jernih ini dan terhipnotis akan keindahannya. Tak heran jika pinggir Danau Segara Anakan jadi lokasi favorit pendaki ngecamp sebelum sampai di puncak.

Sabana Sembalun Lawang

Padang rumput luas menyambut para pendaki di titik awal jalur menuju puncak Rinjani. Berada di ketinggian 1.156-1.800 mdpl bergantung lokasi, sabana Sembalun seperti mengucapkan selamat datang kepada siapa saja yang ingin mencoba trekking Rinjani. Padang rumput sepanjang 6 km yang diselingi pepohonan ini seolah tak bertepi saking luasnya. Padang Sembalun menjadi pos pertama pendakian Gunung Rinjani di ketinggian 1.300 mdpl.

Plawangan Sembalun

Area ini adalah lokasi berikutnya yang menjadi favorit pendaki untuk ngecamp. Dengan area yang rata dan landai plus menghadap Danau Segara anak, tenda para pendaki tidak terlalu sulit berdiri. Plawangan Sembalun adalah spot terbaik melihat matahari terbenam di Gunung Rinjani. Di momen ini, pendaki bisa melihat pemandangan Pulau Lombok, Gunung Barujari, dan kawasan lain di Rinjani berwarna keemasan seperti jingganya matahari senja.

Gunung Barujari

Kerap disebut anaknya Rinjani, Barujari memang terlihat mungil di tengah besar dan kuatnya tebing sang orang tua. Berada di Danau Segara Anak, Barujari berdiri kokoh setinggi 2.296-2.376 mdpl dengan lebar kawah kurang lebih 170 x 200 m. Pesona Gunung Barujari terlihat jelas tanpa kabut atau awan gelap yang menggantung di Rinjani. Gunung Barujari terlihat megah berpadu dengan air jernih Danau Segara Anak, meski imut jika dibandingan dengan Rinjani.

Gunung Semeru

Gunung SemeruGunung Semeru (dok. ANTARA/HO-PVMBG)

Lokasi: Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur

Ketinggian: 3.676 mdpl

Wilayah puncak Atap Atap Pulau Jawa ini disebut Mahameru yang siap menyambut siapa saja yang sampai ke titik terakhir Gunung Semeru. Dengan medan berpasir yang sangat licin, Semeru menyediakan jalur pendakian populer dari Ranu Pani hingga yang ekstrem di Gunung Sawur dan Pronojiwo.

Ranu Pani

Kerap ditulis Ranu Pane, danau vulkanik ini terlihat begitu dramatis dikelilingi megahnya dinding Semeru. Kaldera dengan aneka flora fauna di sekeliling dan kedalaman airnya ini terlihat sangat indah, apalagi ketika tidak ada kabut. Tak heran jika Ranu Pani yang terletak di ketinggian 2.200 mdpl menjadi tempat favorit ngecamp pendaki sebelum berjalan sampai puncak.

Ranu Regulo

Berlokasi tidak jauh dari Ranu Pani, Ranu Regulo juga menjadi lokasi favorit ngecamp para pendaki. Pesona Ranu Regulo terlihat jelas saat matahari terbit, berpadu dengan jernihnya air danau dan hijau pohon. Hawa yang segar dan sejuk sangat cocok bagi pendaki pemula atau pengunjung yang hanya ingin trekking di Semeru. Pendaki bersiap memasuki Ranu Kumbolo, selepas dari Ranu Regulo.

Air Terjun Tumpak Sewu

Curug di lereng Gunung Semeru ini adalah alasan lain kamu perlu healing ke area Lumajang, Jawa Timur. Berjuluk Niagara kecil, air terjun ini tampak bertumpuk-tumpuk memberikan panorama yang sangat indah. Air terjun di ketinggian 500 mdpl ini juga memberikan hawa sejuk, adem, dan tenang sehingga cocok untuk trekking. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi keanekaragaman flora dan fauna diiringi suara khas aliran air terjun.

Goa Tetes

Pesona Lereng Semeru lainnya adalah Goa Tetes yang berlokasi tak jauh dari Air Terjun Tumpak Sewu. Goa Tetes adalah sebuah gua yang tersembunyi di balik air terjun. Aliran air terjun menetes lewat stalaktit gua yang menjadi inspirasi Goa Tetes. Pengunjung harus melewati tangga buatan sebelum sampai di gua yang berada di balik akar pohon dan batuan tebing air terjun.

Dataran Tinggi Dieng

Wisatawan menikmati hawa dingin dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jumat (28/7/2023).Wisatawan menikmati hawa dingin dataran tinggi Dieng (dok. Uje Hartono/detikJateng)

Lokasi: Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah

Ketinggian: kurang lebih 2.000 mdpl

Dieng adalah destinas populer sebagai lokasi healing, trekking, wisata sejarah dan budaya. Pengunjung bisa lanjut mendaki Gunung Sindoro, atau berhenti di berbagai spot wisata yang tersebar di area Dieng. Pengunjung juga bisa mengunjungi Desa Sembungan yang dinobatkan sebagai salah satu desa tertinggi di Indonesia. Pesona lain Dataran Tinggi Dieng adalah:

  • Kawah Sikidang
  • Kawah Sileri
  • Batu Pandang Ratapan Angin
  • Candi Arjuna
  • Kawah Candradimuka
  • Bukit Sikunir
  • Telaga Pengilon.

Gunung Kelimutu

Pengunjung berfoto di Danau Kelimutu, Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Minggu (2/6/2024). Gunung api jenis strato yang memiliki tiga danau kawah, yakni Kawah I (Tiwu Ata Polo), Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri), dan Kawah III (Tiwu Ata Bupu) tersebut mengalami kenaikan status dari level I atau normal ke level II atau waspada pada tanggal 24 Mei 2024 karena adanya perubahan yang signifikan warna air danau kawah I maupun kenampakan dan sebaran belerang di permukaan air danau kawah II yang semakin intensif. ANTARA FOTO/Mega Tokan/sgd/foc.Danau Kelimutu di Gunung Kelimutu (dok. ANTARA FOTO/Mega Tokan/sgd/foc)

Lokasi: Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur

Ketinggian: 1.639 mdpl

Lanskap alam di Kecamatan Kalimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur ini dikenal dengan danaunya yang sangat ikonik. Danau tiga warna ini adalah kaldera hasil letusan Gunung Kelimutu bertahun-tahun yang lalu. Konon menurut kepercayaan masyarakat setempat, danau dengan air berwarna merah adalah tempat berkumpulnya jiwa orang jahat setelah meninggal. Biru adalah tempat bagi jiwa anak remaja hingga dewasa, sedangkan putih menjadi lokasi orang tua.

Kawah Ijen

Kawah IjenKawah Ijen Foto: Chuk Shatu Widarsha

Lokasi: perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur

Ketinggian: 2.769 mdpl

Lokasi wisata ini berada satu lokasi dengan Gunung Bromo, namun pengunjung tak perlu sampai puncak untuk menikmatinya. Danau seluas 160 x 1.160 m2 di bagian atas dan 960 x 600 m2 di area bawah menyimpan fenomena blue fire. Api biru berasal dari kontak gas belerang dengan udara di sekitarnya dengan suhu pembakaran mencapai lebih dari 3600C. Pengunjung yang tak biasa melakukan pendakian, sebainya menyewa jasa guide atau biro traveling menuju Kawah Ijen.

Gimana detikers, sudah menentukan lokasi wisata pegunungan? Sebelum ke lokasi pilihan, pastikan tubuh dalam kondisi sehat dengan stamina cukup untuk melakukan pendakian. Detikers tidak perlu memaksakan diri untuk sampai ke puncak, apalagi sampai merugikan kita sendiri dan lingkungan sekitar.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

7 Fakta Kampung Warna-Warni Jodipan yang Sampai Bikin Turis Asing Terkesan



Malang

Kampung Wisata Jodipan menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik dan instagramable di Kecamatan Blimbing, Malang, Jawa Timur. Deretan rumah warna-warni yang membuat kagum wisatawan lokan dan turis-turis internasional.

Bahkan, dalam salah satu ulasan daring, seorang turis asal Singapura menyampaikan testimoni kaget dengan apa yang dilihatnya di Kampung Jodipan. Ternyata, kampung warna-warni itu jauh lebih indah dari yang ia lihat di media sosial.

Biasa disebut Kampung Warna-warni, Jodipan berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Brantas, Malang. Sebenarnya, ada dua kampung warna-warni, yaitu Jodian dan Tridi. Dua kampung warna-warni itu dihubungkan dengan jembatan kaca Ngalam.


Merujuk arsip pemberitaan detikcom, kampung itu digagas oleh kelompok mahasiswa yang sedang melakukan Event Public Relation.

Selain itu, masih ada sejumlah fakta lain tentang desa warna-warni di Malang itu.

Berikut tujuh fakta tentang desa warna-warni Jodipan:

1. Praktikum Mahasiswa UMM

Desa Jodipan berubah menjadi desa warna-warni berkat inisiasi delapan mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diketuai Nabila Firdausiyah.

Saat itu, Nabila mengatakan semua anggota timnya adalah mahasiswa Komunikasi UMM yang sedang menempuh mata kuliah Praktikum Event Public Relations. Tugas praktikum itulah yang mengharuskan mereka membuat program bermanfaat untuk masyarakat dengan menggandeng klien dari perusahaan swasta atau pemerintah.

Kampung warna-warni di MalangKampung warna-warni di Malang (nisyanisyoong/d’Traveler)

“Kami harus membuat sebuah event yang bisa mencakup semuanya, partisipasi masyarakat, kebersihan, keindahan, kreativitas, dan yang penting kontinuitas,” kata Nabila.

Kelompok mahasiswa itu menyulap kampung yang dulunya kumuh menjadi destinasi wisata baru. Mereka mengubah kampung itu dengan pengecatan warna-warni pada dinding, atap, pagar rumah hingga jalan setapak dan tangga-tangga batu.

Salah satu anggota kelompok itu Salis Fitria mengatakan ide mengecat Jodipan menjadi desa warna-warni terinspirasi oleh konsep kawasan Kickstater, Rio De Janeiro, Brazil, Yunani, dan Kota Cinque Terre, Italia.

2. Menghabiskan Cat 2 Ton

Praktikum itu dilakukan dengan membuat program kerja bakti bersih-bersih, mengecat pagar, dan membuat mural. Mereka kemudian menggandeng produsen cat di Malang yang memproduksi cat merk Decofresh. PT Indana Paint sangat tertarik.

Pemilik cat merk Decofresh ini siap menggelontorkan dana Corporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk program itu. Mereka manamainya sebagai “Decofresh Warnai Jodipan”. Tak kurang 2 ton cat dihabiskan untuk menyulap kampung di bantaran sungai itu.

3. Diresmikan Wali Kota Malang

Pada perjalanannya, pengecatan desa itu melibatkan berbagai elemen masyarakat dilibatkan untuk memulai bersih-bersih dan pengecatan lingkungan.

Pada 4 September 2016, Kampung Wisata Jodipan diresmikan oleh Wali Kota Malang H. Mochamad Anton.

4. Lokasi dan Rute

Kampung Jodipan MalangKampung Jodipan Malang (Joel Wakanno/d’traveler)

Kampung Warna Warni Jodipan berada di Jalan Ir H Juanda Nomor 9 RT 9 RW 2, Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Lokasinya yang strategis membuat akses menuju kampung wisata ini terbilang mudah dijangkau.

Dari Alun-alun Kota Malang, traveler bisa melewati Jalan Gatot Subroto. Hanya membutuhkan waktu 3 menit untuk tiba ke lokasi ini.

Bagi traveler dari luar kota dan menggunakan kereta api, dari Stasiun Malang, desa Jodipan itu bisa dicapai 2.

5. Harga Tiket

Harga masuk ke satu kampung ini Rp 10.000 per orang. Jika ingin menyeberang, traveler akan dikenakan biaya Rp 5.000 dan Rp 10.000 untuk masuk ke kampung Tridi. Harganya masih cukup murah, ya.

6. Fasilitas buat Wisatawan

Fasilitas yang ditawarkan Kampung Warna Warni Jodipan cukup lengkap untuk kunjungan singkat. Seperti toilet, musala, parkir kendaraan, dan warung makan ringan.

7. Daya Tarik

Dari jauh, Kampung Wisata Jodipan langsung membetot perhatian. Rumah dengan warna-warni menjadi daya tarik utama desa itu.

Selain itu, di sini terdapat Jembatan Kaca Ngalam yang menghubungkan Kampung Jodipan dengan Kampung Tridi. Jembatan yang panjangnya 25 meter dan tingginya 8 meter ini sangat aman, karena bisa menampung beban sekitar 250 kg. Pengunjung juga bisa berfoto-foto di atas jembatan ini dengan latar belakang Kampung Jodipan yang penuh warna.

Kampung Tridi sebagai tetangga Kampung Jodipan juga bisa disinggahi sekaligus.

(fem/ddn)



Sumber : travel.detik.com