Tag Archives: jawa

Umbul Buto Klaten dan Kisah Asal-usulnya



Klaten

Di Klaten, ada pemandian mata air dengan nama Umbul Buto. Kisah tentang asal usul umbul ini menarik untuk disimak. Seperti apa?

Nama Buto dalam bahasa Jawa berarti Raksasa dalam seni pewayangan. Tidak seperti namanya yang berkonotasi seram, pemandian ini ternyata tempatnya adem.

Umbul Buto berada di sisi utara desa Kedungan, kecamatan Pedan, di tepi perkampungan padat penduduk Klaten. Di Utara mata air tersebut, terdapat persawahan padi dan tanaman palawija yang membentang.


Pantauan di lokasi, Umbul Buto yang mulai kusam airnya karena kemarau berada di tepi jalan desa. Mata air di umbul seukuran sekitar 8×8 meter dengan kedalaman sekitar lima meter itu dikelilingi dua pohon beringin besar dan tiga pohon gayam tua.

Dahannya yang besar dan daunnya yang rimbun membuat Umbul Buto tak mudah tersentuh sinar matahari. Di Utara dan timur dasar umbul yang mulai menyusut airnya terdapat saluran air mengarah ke sawah.

Di tengah air umbul yang mulai dipenuhi sampah daun, dua batu menyembul. Batu berbentuk patung topeng buto itulah yang konon menjadi asal julukan bagi Umbul Buto.

“Ada empat patungnya, yang buat tidak tahu dan sejak dulu sudah ada. Lha itu (menunjuk ke bawah) mulai kelihatan batunya,” ungkap Heri (50) pengelola warung di lokasi.

Menurut Heri, umbul itu dulunya dimanfaatkan untuk pengairan sawah oleh pemerintah Belanda. Disebut Umbul Buto karena ada patungnya.

“Ya karena ada patungnya itu namanya. Dulu sering digunakan nepi (menyendiri) tapi sekarang tidak lagi, tidak ada cerita aneh-aneh,” jelas Heri yang tinggal di lokasi.

Umbul Buto di Desa Kedungan, Kecamatan Pedan, Klaten.Umbul Buto di Desa Kedungan, Kecamatan Pedan, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

Jarwo (75), warga lain menyatakan sejak dirinya kecil umbul juga sudah ada. Konon menurut cerita orang tua-tua ada pentas tayub tapi gongnya dimasukkan ke umbul itu untuk menutupi mata air yang terlalu deras.

“Ono ledek sak gamelane ditanggap, gong e dilebokne kene ben ora dadi segara (ada penari tayub bersama gamelan pentas, gamelan dimasukkan sini agar tidak jadi laut),” tutur Jarwo dengan bahasa Jawa campuran kepada detikJateng di lokasi.

Menurut Jarwo, zaman dulu umbul itu airnya banyak dan bening untuk mandi. Tetapi sekarang sudah tidak digunakan dan hanya digunakan untuk mencari angin masyarakat.

“Untuk ngadem warga. Tidak ada yang aneh-aneh setiap hari ramai untuk duduk-duduk,” jelasnya.

Kades Kedungan, Kecamatan Pedan, Bagus Wahyu Dewanto, menuturkan umbul Buto dulunya dimanfaatkan untuk pengairan Belanda. Disebut Umbul Buto karena ada patung kepala raksasa buto di dasarnya.

“Di bawah itu ada patung kepala buto, jumlahnya empat dan untuk apa fungsinya kita tidak tahu. Bukan ditemukan baru karena sejak dulu sudah ada, nanti kalau puncak kemarau kelihatan,” ucap Bagus Wahyu kepada detikJateng.

Umbul itu, terang Bagus Wahyu, konon berhubungan dengan dua umbul di utaranya yaitu Umbul Cilik dan Umbul Gede. Umbul cilik dimanfaatkan untuk Pamsimas.

“Umbul cilik dimanfaatkan untuk Pamsimas. Yang Umbul Buto dua tahun lalu kita beri pagar dan tulisan untuk ruang terbuka hijau karena ada pohon-pohon besarnya, terutama pohon gayam,” kata Bagus Wahyu.

——–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Gresik yang Sayang Dilewatkan, Keindahan Alam hingga Sejarah


Gresik merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang menawarkan destinasi wisata menarik. Mulai dari warisan sejarah, pesona alam, hingga kuliner khas menjadikannya destinasi yang layak untuk dijelajahi.

Dari catatan detik Jatim, tercatat bahwa Gresik memiliki total 131 destinasi wisata. Simak beberapa wisata Gresik berikut ini untuk referensi.

Rekomendasi Wisata Gresik

Dinas pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, dan Pemuda Olahraga Gresik membagi daftar wisata dalam beberapa objek. Misalnya, wisata alam, wisata religi, wisata sejarah, wisata belanja, hingga wisata kuliner, hingga wisata belanja.


1. Setigi Gresik

Wisata Alam SetigiWisata Alam Setigi di Gresik. (Deny Prastyo Utomo/detikTravel)

Jika detikers ingin berwisata alam di Gresik, kamu bisa mengunjungi objek wisata Selo Tirto Giri alias Setigi. Setigi berasal dari kata selo (batu), tirto (air) dan giri (bukit).

Dinamakan demikian, karena kawasannya dikelilingi bebatuan, bukit dan danau di tengah-tengahnya. Tempat wisata ini diresmikan pada 2020 lalu.

Dilansir akun Instagramnya @wisatasetigi, wisata ini mengusung konsep edutainment dari sejarah dan keindahan alam yang memukau.

Sebelum jadi tempat wisata, kawasan ini merupakan lahan bekas tambang. Setelah tidak dipakai lagi, masyarakat setempat secara mandiri akhirnya merubah tempat ini menjadi daerah wisata yang menarik.

Di Wisata Setigi Gresik pengunjung bisa menikmati pemandangan bukit kapur, telaga warna, patung Semar, jembatan peradaban, candi topeng nusantara, miniatur masjid Persia, air terjun dan masih banyak lagi.

Pengunjung juga bisa menikmati ragam kuliner di Wisata Setigi, karena di sana banyak kios makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

  • Lokasi: Area Sawah, Sekapuk, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: Senin – Minggu, mulai pukul 08.00-17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Dewasa Rp 15.000 dan Rp 10.000 untuk anak-anak.

2. Lontar Sewu

Wisata Lontar SewuWisata Lontar Sewu Gresik. (Jemmi Purwodianto)

Di Eduwisata gresik Lontar Sewu, pengunjung bisa bermain berbagai wahana untuk anak-anak dan orang dewasa. Mulai dari wahana bianglala, rumah balon, mandi bola, kereta mini, carousel, taman kelinci, hingga flying fox.

Untuk bisa naik wahana, pengunjung perlu bayar lagi ya. Harga setiap wahana cukup terjangkau kok, dilihat dari akun @explore_lontarsewu, biayanya mulai dari Rp 5.000 – 25.000 saja.

  • Alamat: Wisata Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: buka setiap hari mulai dari 08.00 – 21.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Senin – Jumat Rp 8.000 per tiket, semantara Sabtu – Minggu dan hari libur Rp 10.000.

3. Pantai Delegan

Pantai Delegan GresikPantai Delegan Gresik. (Jemmi Purwodianto)

Pantai Delegan menjadi salah satu wisata Gresik yang wajib dikunjungi. Di sini, kamu bisa melihat pemandangan laut utara Jawa dengan ombaknya yang relatif tenang.

Meski tergolong kecil, ada berbagai aktivitas di pantai ini. Mulai dari menikmati dan bermain pasir putih, berenang di sekitar bibir pantai, menyewa banana boat, hingga menaiki perahu bebek.

Bagi wisatawan yang tidak bisa berenang, jangan khawatir karena tidak ada penyewaan pelampung ban. Di sekitar sana, pantai juga terdapat kios

Angin laut sepoi-sepoi sekitar juga kerap menjadi tempat untuk bermain layang-layang. Di sana, ada kios juga yang menjual layang-layang.

  • Alamat: Secara administratif, Pantai Delegan terletak di Kabupaten Gresik, tepatnya di Desa Dalegan, Kecamatan Panceng.
  • Jam Buka: buka setiap hari mulai pagi hari pukul 07.00 – 17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Rp 10.000.

4. Makam Sunan Gresik

Bacapres Anies Baswedan ziarah ke makam Sunan Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Ziarah tersebut bertepatan dengan Haul Sunan Gresik.Suasana ziarah ke makam Sunan Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Ziarah tersebut bertepatan dengan Haul Sunan Gresik. (Jemmi Purwodianto/detikJatim)

Dijuluki kota Santri, itulah yang jadi alasan Gresik terkenal menjadi tempat wisata religi. Salah satu wisata religi yang bisa dikunjungi adalah makam sunan.

Sunan Gresik sendiri menjadi salah satu dari 9 Wali Songo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa. Wisatawan bisa berziarah ke makam Sunan Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik).

Makam Sunan Gresik juga dikelilingi oleh pemakaman keluarga dan umum. Biasanya, selesai berziarah ke Makam Sunan Gresik, wisatawan akan mampir ke Masjid Komplek Makam Sunan Gresik guna melaksanakan salat.

  • Alamat: Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapuro Sukolilo, Kota Gresik, Jawa Timur.
  • Jam Buka: buka setiap hari selama 24 jam.
  • Harga Tiket Masuk: Peziarah tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis.

5. Pulau Bawean

Danau Kastoba Pulau BaweanDanau Kastoba di Pulau Bawean. (Pradikta Kusuma/d’Traveler)

Pulau Bawean menjadi destinasi wisata Gresik dengan pemandangan alam ynag menawan. Bisa dibilang ini adalah pulau terluarnya kota Gresik.

Untuk ke sini, kamu bisa mencoba rute jalur laut lewat Pelabuhan Gresik dan Pelabuhan Paciran, Lamongan.

Di pulau ini kita bisa menikmati pantai Gili dengan pasir putihnya, pantai Mayangkara, pantai Mombhul, danau Kastoba yang ada di bagian tengah pulau, hingga Air Terjun Laccar.

  • Alamat: Sekitar 135 kilometer sebelah utara Kota Gresik.
  • Jam Buka: 24 jam.
  • Harga Tiket Masuk: gratis

6. Telaga Ngipik

Berburu senja di Telaga Ngipik, GresikSenja di Telaga Ngipik, Gresik. (Jemmy Purwodianto/detikJatim)

Telaga Ngipik lokasinya ada di tengah kepadatan industri kota Gresik. Disebut Ngipik karena lokasinya ada di Kelurahan Ngipik.

Telaga ini membentang seluas 20 hektare. Di sini, pengunjung bisa bersantai, piknik, sambil menikmati air telaga dengan pepohonan yang rindang yang mengelilinginya.

Biasanya, semakin sore pengunjung yang datang semakin banyak. Mereka berlomba-lomba untuk mencari view terbaik untuk berfoto.

  • Alamat: Jalan Siti Fatimah binti Maimun, bersebelahan dengan Kawasan Industri Gresik (KIG).
  • Jam Buka: 24 jam
  • Harga Tiket Masuk: gratis (hanya dikenakan biaya parkir saja sekitar Rp 2.500).

7. Giri Kedaton

Giri Kedaton di gresikGiri Kedaton di Gresik (Intan Puspita/detikTravel)

Giri Kedaton menjadi objek wisata sejarah di Gresik yang bisa kamu kunjungi. Ini adalah situs kedaton (istana) di era Giri I, yaitu Sunan Giri (Raden Paku atau Raden Ainul Yaqin).

Giri Kedaton berdiri di puncak sebuah bukit dengan tanjakan yang relatif curam. Dilansir situs Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik, Giri Kedaton didirikan pada sekitar tahun 1487 M oleh oleh Sunan Giri.

Awalnya, bangunan ini merupakan pesantren tempat Sunan Giri mengajarkan ajaran Agama Islam kepada para santrinya.

Kini, Giri Kedaton kerap didatangi peziarah maupun wisatawan umum sebagai tempat bermunajat maupun belajar sejarah bangunan kuno.

  • Alamat: Wilayah Sidomukti, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
  • Harga Tiket Masuk: gratis (hanya dikenakan biaya parkir kendaraan).

8. Banyuurip Mangrove Center

Banyuurip Mangrove Center adalah wisata Gresik yang menawarkan sarana edukasi, konservasi, dan rekreasi mangrove. Ekowisata mangrove dengan hamparan hutan bakau di tepi laut Ujung Pangkah.

  • Alamat: Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: buka setiap hari, Senin-Kami mulai dari pukul 08.000 – 16.00 WIB, Jumat 08.000 – 11.00 WIB dengan istirahat dari 13.00 – 16.000. Weekend 08.000 – 16.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Harga menyesuaikan paket wisata.

9. Wisata Bajak Laut

Wisata Bajak Laut adalah waterpark atau kolam renang Gresik yang menjadi destinasi liburan yang cocok untuk keluarga. Di waterpark ini, pengunjung bisa bermain seluncur air yang terkenal berbentuk tentakel gurita.

  • Alamat: Desa Masangan, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: setiap hari dari pukul 8.00 – 17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Weekdays Rp 10.000 dan weekend Rp 15.000.

10. Pulau Gili Noko

Pulau Berbentuk Hati di Bawean GresikPulau Gili Noko. (Yunizar Permadi/d’Traveler)

Sama seperti destinasi yang ditawarkan Pulau Bawean, Pulau Noko memiliki pantai yang menyerupai sebuah pulau kecil di tengah-tengah laut (pulau itu sendiri).

Selain bisa melihat hamparan pasir putih nan indah, ini adalah tempat yang keren untuk snorkling. Saking beningnya, dengan mata telanjang wisatawan juga bahkan bisa melihat habitat laut di dalamnya.

  • Alamat: Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: setiap hari 24 jam.
  • Harga Tiket Masuk: gratis.

Setiap sudut Gresik meman menawarkan tempat dengan kegiatan dan keindahan. Jadi, jangan ragu untuk memasukkan Gresik ke dalam daftar destinasi wisata kalian ya detikers.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik, Lokasi, Harga Tiket


Jakarta

Di selatan Makassar, terdapat Kabupaten Gowa yang memiliki beragam tempat wisata yang menarik. Tempat pariwisata Gowa ini mulai dari wisata alam, wisata buatan, wisata sejarah, hingga religi.

Buat traveler yang berwisata di Gowa dan sekitarnya, simak dulu 15 tempat pariwisata Gowa berikut ini, lengkap dengan daya tarik, lokasi, dan harga tiketnya.

Rekomendasi Pariwisata Gowa

Inilah 15 rekomendasi tempat pariwisata Gowa yang dikutip dari situs Pemkab Gowa:


1. Danau Tanralili

Indahnya Danau Tanralili di Gowa, Sulsel. (Syachrul Arsyad/detikSulsel)Indahnya Danau Tanralili di Gowa, Sulsel. (Syachrul Arsyad/detikSulsel) Foto: Indahnya Danau Tanralili di Gowa, Sulsel. (Syachrul Arsyad/detikSulsel)
  • Lokasi: Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu.

Danau Tanralili berada di kaki Gunung Bawakaraeng. Danau ini memiliki pemandangan telaga berair jernih, pegunungan hijau, dan suasananya yang sejuk. Keindahannya sering dibandingkan dengan Ranu Kumbolo di Gunung Semeru, Jawa Timur.

Danau Tanralili terbentuk akibat longsoran gunung yang membentuk cekungan dalam. Makanya. Untuk mencapai Danau Tanralili, membutuhkan waktu sekitar 3 jam dari Kota Makassar.

2. Bendungan Kampili

  • Lokasi: Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: gratis.

Selain digunakan untuk kepentingan irigasi, Bendungan Kampili juga menjadi tempat wisata yang menarik, sehingga sering dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. Saat kemarau, aliran airnya jernih. Bebatuan di tepi danau juga membuatnya semakin eksotis.

Namun saat musim hujan, debit airnya meningkat dan airnya menjadi kecoklatan. Batu-batu juga menjadi berlumut dan cukup licin.

3. Bendungan Bili-bili

Bendungan Bili-Bili Kabupaten GowaBendungan Bili-Bili Kabupaten Gowa (smartcity.gowakab.go.id)
  • Lokasi: Desa Bili-bili, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: Rp 2 ribu.

Dilansir dari situs Kemenkeu, Bendungan Bili-bili awalnya digunakan untuk sarana drainase pada saluran Sinri Jala, Jongaya, dan Panampu karena sudah tidak memadai serta sering membuat genangan di daerah hilir Sungguminasa.

Dikutip dari detikSulsel, pemandangannya yang menarik membuat Bendungan Bili-bili juga menjadi tempat wisata. Di sekeliling bendungan terdapat berbagai spot yang bisa digunakan untuk menikmati pemandangan bendungan, seperti tempat makan, tempat camping, dan hotel.

4. Makam Sultan Hasanuddin dan Raja-raja Lain

Bendungan Bili-Bili Kabupaten GowaMakam Sultan Hasanuddin. (detikcom)
  • Lokasi: Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 07.00-17.00 WITA.
  • Harga tiket masuk: gratis.

Sultan Hasanuddin adalah pahlawan nasional Indonesia yang dimakamkan di kompleks pemakaman di puncak Bukit Tamalate. Luas kompleks ini yakni 2.352 m².

Selain Sultan Hasanuddin, terdapat 24 situs pemakaman raja-raja lain dari Kerajaan Gowa sejak sebelum masa Islam di Sulawesi Selatan. Hal ini ditunjukkan dengan arah makam yang membujur ke timur-barat.

Beberapa tokoh yang dimakamkan di Kompleks Pemakaman Sultan Hasanuddin adalah I Tajiibang Daeng Marompa Karaeng Data Tunibatta (Raja Gowa ke-11 yang wafat pada 1565) dan Arung Lamoncong (bangsawan Kerajaan Bone), dan Karaeng I Mallingkari Daeng Manjori Karaeng Katangka Sultan Abdullah Awalul Islam Tumenanga Riagamana Raja Tallo (wafat pada 1636).

5. Air Terjun Parangloe

Air Terjun ParangloeAir Terjun Parangloe Foto: Air Terjun Parangloe. (smartcity.gowakab.go.id)
  • Lokasi: Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu + dana kebersihan Rp 3 ribu.

Kabupaten Gowa memiliki banyak air terjun yang menjadi tempat wisata, salah satunya Air Terjun Parangloe. Air terjun ini tidak meluncur deras dari ketinggian, tetapi mengalir berundak dari batuan yang bertingkat. Airnya yang jernih membuat wisatawan senang bermain air di bawahnya.

Namun untuk bisa menikmati keindahan ini, traveler harus menempuh perjalanan panjang. Kalian harus berjalan kaki sekitar 45 menit hingga 1 jam dari tempat parkir.

6. Air Terjun Cinta

Air terjun CintaAir terjun Cinta Foto: (Abdy Febriady/detikcom)
  • Lokasi: Tamalatea, Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu.

Air Terjun Cinta memiliki keunikan pada bentuk kolamnya yang berbentuk hati. Kondisi lingkungan di sekitarnya masih alami. Airnya pun masih jernih, sehingga cocok buat traveler yang mencari nuansa alami dan ketenangan.

7. Air Terjun Biroro

Air terjun Biroro di GowaAir terjun Biroro di Gowa (Muhammad Bakri/detikTravel)
  • Lokasi: Bonto Lerung, Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 09.00-17.00 WITA.
  • Harga tiket masuk: gratis.

Air Terjun Biroro memiliki suasana yang masih alami dan sepi. Sepanjang perjalanan menuju air terjun, traveler dapat menikmati pemandangan sawah dengan latar belakang Gunung Bawakaraeng. Airnya yang jernih membuat traveler akan senang berenang di sana.

Air Terjun Biroro berjarak sekitar 5 km dari pusat kota Malino, atau sekitar 77 km dari Kota Makassar. Sampai di tempat parkir di perkampungan warga, traveler harus berjalan kaki sekitar 2 km untuk mencapai air terjun.

8. Air Terjun Takapala

Destinasi wisata Air Terjun Takapala, Kabupaten Gowa, Sulsel.Destinasi wisata Air Terjun Takapala, Kabupaten Gowa, Sulsel. Foto: (Ibnu Munsir/detikSulsel)
  • Lokasi: Kampung Takapala, Desa Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: Rp 7 ribu.

Jika ingin melihat air terjun yang tinggi dengan air yang meluncur deras, traveler bisa berwisata ke Air Terjun Takapala. Ketinggiannya mencapai 109 meter dengan debit air yang cukup besar.

Tebing-tebing curam membuat air terjun ini tampak eksotis. Belum lagi cipratan air yang membentuk kabut di bawah membuat pemandangan semakin menakjubkan. Untuk mencapai air terjun, traveler bisa naik bukit batu yang dikenal memiliki 1.000 anak tangga.

9. Malino Highlands

Destinasi wisata Air Terjun Takapala, Kabupaten Gowa, Sulsel.Pemandangan di Malino Foto: (Basri/d’Traveler)

Lokasi: Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Jam buka: 07.00-18.00 WITA.
Harga tiket masuk:

  • Weekday: Rp 50 ribu untuk dewasa dan Rp 25 ribu untuk anak.
  • Weekend: Rp 65 ribu untuk dewasa dan Rp 35 ribu untuk anak.

Malino Highlands adalah kawasan wisata yang lengkap, mencakup penginapan, kuliner, pemandangan alam, hingga aktivitas menarik seperti trekking di alam, main ATV, berkuda, panahan, bersepeda, dan beraneka paket wisata.

Di ketinggian sekitar 1.200 mdpl, wisatawan akan merasakan suasana sejuk. Kalian juga bisa jalan-jalan di perkebunan teh Dataran Tinggi Malino yang luasnya sekitar 200 hektare.

10. Permandian Je’ne Tallasa Sileo

Destinasi wisata Air Terjun Takapala, Kabupaten Gowa, Sulsel.Permandian Je’ne Tallasa Sileo (smartcity.gowakab.go.id)
  • Lokasi: Sileo, Paraikate, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 08.00-17.00 WITA.
  • Harga tiket masuk: Rp 20 ribu untuk dewasa, Rp 15 ribu untuk anak-anak (weekend + Rp 5 ribu)

Permandian Je’ne Tallasa menjadi tempat wisata favorit di Gowa di akhir pekan, terutama untuk anak-anak. Objek wisata air ini memiliki luas sekitar 20 hektare. Wahana di sini antara lain beraneka seluncuran, ember tumpah, dan wahana lainnya.

11. Istana Balla Lompoa

Museum Balla LompoaMuseum Balla Lompoa (Ibnu Munsir/detikcom)
  • Lokasi: Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 08.00-16.00 WITA.
  • Harga tiket masuk: Rp 2 ribu.

Kata Balla Lompoa berarti rumah besar. Rumah ini adalah istana yang menjadi tempat tinggal Raja Gowa. Situs seluas 3 hektar ini dibangun tahun 1936 oleh Raja Gowa ke-XXXV I Mangimangi Daeng Matutu, Karaeng Bontonompo yang bergelar Sultan Muhammad Tahir Muhibuddin.

Kini bangunan ini digunakan sebagai museum. Di bagian belakang istana terdapat tembok batu alam yang tebal dengan pintu kayu yang lebar dan kokoh. Di bagian depan terdapat pagar permanen yang rendah dan halaman yang terbuka

12. Sierra Sky View Malino

Sierra Sky View Malino GowaSierra Sky View Malino Gowa (smartcity.gowakab.go.id)
  • Lokasi: Jl. Poros Malino, Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 09.00-18.00 WITA.
  • Harga tiket masuk: Rp 25 ribu.

Sierra Sky View berada di dataran tinggi Malino yang sejuk. Tempat wisata ini menawarkan nuansa bangunan miniatur dunia, mulai dari kincir angin Belanda, Jembatan Venice Italia, bangunan Swiss, Kota Santorini, hingga bangunan khas Jepang, China, dan Korea. Selain itu terdapat ayunan raksasa dan jembatan kaca.

13. Rainbow Garden Gowa

Sierra Sky View Malino GowaRainbow Garden Gowa (Arnas Padda/Antara)
  • Lokasi: Jalan Dato Ri Panggentungang, Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 07.00-18.00 WITA.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu.

Rainbow Garden Gowa adalah taman yang memiliki beragam bunga yang menghampar luas. Bunga yang paling dominan adalah bunga celosia, bunga matahari dan kenop. Tempatnya berada tepat di tengah sawah, sehingga tampak unik.

Taman bunga ini cocok buat traveler yang suka berfoto-foto. Terlebih ketika hari sudah hampir gelap, cahaya oranye akan membuat tempat ini semakin eksotis.

14. Kebun Binatang Citra Satwa Celebes

Kebun Binatang Citra Satwa Celebes GowaKebun Binatang Citra Satwa Celebes Gowa (Gowakab.go.id)
  • Lokasi: Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 08.00-17.00 WITA.
  • Harga tiket masuk: Rp 20 ribu.

Salah satu tempat pariwisata Gowa yang cocok untuk anak-anak adalah Kebun Binatang Citra Satwa Celebes. Di bagian depan, traveler akan disuguhi koleksi aneka burung, mulai dari merpati, merak, dan nuri. Selain itu, terdapat sekitar 30 spesies satwa yang dilindungi, seperti rusa, anoa, kera, dan sebagainya.

15. Masjid Tua Al-Hilal Katangka

Masjid Tua Al Hilal Katangka merupakan masjid tertua di Sulawesi Selatan. Diketahui, masjid ini dibangun pada tahun 1603. Ini penampakannya.Masjid Tua Al Hilal Katangka (Arnas Padda/Antara)
  • Lokasi: Jalan Syech Yusuf Nomor 57, Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: gratis.

Masjid Tua Al-Hilal Katangka adalah salah satu masjid tertua yang berada di Kelurahan Katangka. Dikutip dari arsip berita detikSulsel, Katangka sebetulnya adalah nama pohon. Pohon ini terkenal keramat pada masa Raja I Tumanurung.

Masjid ini menjadi bukti perkembangan Islam di Kerajaan Gowa yang dibangun pada 1603 M oleh Raja Gowa XIV I Mangngarangi Daeng Manrabbia. Di sekitar masjid terdapat makam raja-raja Gowa. Masjid masih digunakan masyarakat untuk beribadah hingga sekarang.

Demikian tadi 15 tempat pariwisata Gowa yang bisa dikunjungi, lengkap dengan daya tarik, lokasi, dan harga tiketnya. Sebelum berkunjung jangan lupa update informasi lebih dulu untuk memastikan harga tiket, ketersediaan layanan, dan berbagai info lainnya.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Harga Tiket, Jam Buka, dan Aktivitas Seru


Jakarta

Di Jombang, Jawa Timur, kamu bisa nongkrong sekaligus makan di tengah sungai yang berada di bawah pepohonan rindang lho. Tepatnya di kawasan Wisata Sumber Biru.

Kafe sungai menjadi ikon dari Wisata Sumber Biru. Pengunjung ramai datang ke sana karena ingin merasakan sensasi unik makan di sungai itu. Lokasinya yang terletak di tengah hutan rimbun pun menawarkan panorama alam asri dan suasana tenang yang pas untuk healing tipis-tipis.

Makin penasaran dengan tempat makan berkonsep alam ini? Temukan info selengkapnya mengenai Wisata Sumber Biru Jombang di bawah.


Aktivitas Seru di Sumber Biru Wonosalam

Sejumlah kegiatan seru yang dapat traveler lakukan di Sumber Biru Jombang, yaitu:

1. Nongkrong di Tengah Sungai

Di kawasan wisata ini terdapat banyak warung yang dikelola oleh penduduk lokal. Sejumlah kedai ini menawarkan menu yang beragam, mulai dari nasi goreng, penyetan, bakso, tahu tek, pop mie, teh tarik, hingga kopi khas wilayah setempat. Harga menunya termasuk terjangkau ya.

Setelah memesan hidangan, kamu dapat mencari spot untuk makan. Tempat duduk di tengah sungai merupakan yang paling banyak dicari karena pengunjung tentunya ingin merasakan pengalaman makan yang unik tersebut.

Traveler dapat melepas alas kaki dan duduk di atas bangku yang tersedia di tengah sungai dengan kaki terendam di air. Airnya bersih jernih serta arusnya tidak terlalu deras. Kamu perlu ekstra hati-hati karena dasar sungai dipenuhi bebatuan kecil.

2. Piknik di Bawah Pohon

Tempat duduk di aliran sungai selalu diburu para pengunjung. Karena itu, sebagian pengunjung lain tidak kebagian tempat di sana. Tapi tenang, sebenarnya kamu bisa kok menyantap makanan sembari nongkrong di spot mana saja. Traveler dapat menggelar tikar untuk duduk seperti sedang piknik di pinggir sungai atau bawah pohon teduh.

3. Makan Durian

Wonosalam dikenal sebagai wilayah penghasil durian di Jombang, Jawa Timur. Di tempat wisata ini, kamu dapat menikmati lezatnya buah durian lokal yang tiada banding. Soal harga tentunya traveler tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam.

4. Berenang di Kolam

Di objek wisata ini juga terdapat kolam renang. Kolamnya hanya satu dan tidak berukuran besar. Tapi kolam ini cocok banget kalau mau merasakan sensasi berenang di tengah hutan dengan suasana yang sejuk nan menyegarkan.

5. Berfoto di Alam Terbuka

Berada di alam terbuka dengan pemandangan asri tentu saja tidak boleh lupa untuk berfoto. Viewnya yang alami terawat ini bisa banget dijadikan background foto yang menawan. Kamu dapat berfoto atau berselfie ria di tengah aliran sungai saat makan, di tepi sungai ketika bermain air, atau di banyak spot bagus yang tersebar di Wisata Sumber Biru Jombang ini.

Wisata Sumber Biru beralamatkan di Dusun Wonotirto, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Letaknya berada di kaki Gunung Anjasmoro, karena itu objek wisata ini sangat kental dengan hawa sejuk pegunungan.

Dari Alun-Alun Jombang, lokasi tempat wisata ini berjarak sekitar 33 km. Traveler dapat menjangkaunya dengan mobil atau motor melalui Jalan Anjasmoro lanjut ke Jalan Raya Mojowarno. Kalau masih bingung, bisa cek rutenya di online maps ya.

Mendekati lokasi, akses jalan cukup berliku-liku dan curam tapi medannya telah diperbagus oleh pemerintah setempat. Lebar jalan juga terbilang kecil yang muat satu kendaraan. Jadi, pastikan kendaraanmu dalam kondisi prima.

Waktu Operasional Sumber Biru Wonosalam

Wisata Sumber Biru Jombang buka setiap hari dari jam 08.00-17.00. Traveler dapat berkunjung ke sini pada pagi hari. Selain karena udara paginya masih sangat sejuk, kamu bisa mendapatkan tempat duduk di tengah sungai.

Hal ini lantaran pengunjung semakin banyak berdatangan menjelang siang. Sehingga nantinya mungkin kamu tidak dapat duduk di spot ikoniknya itu.

Harga Tiket Masuk Sumber Biru Wonosalam

Untuk masuk ke kawasan Wisata Sumber Biru dikenakan tiket. Harga tiket masuknya sebesar Rp 5.000-10.000. Pengunjung yang menggunakan kendaraan dikenakan biaya parkir sekitar Rp 3.000 (motor) dan Rp 10.000 (mobil).

Nah, itu tadi info lokasi, jam buka, hingga harga tiket masuk Wisata Sumber Biru Wonosalam, Jombang, Jawa Timur. Jadi, apakah traveler tertarik berkunjung ke sini?

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

7 Destinasi Wisata di Kabupaten Wonogiri


Wonogiri

Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah memiliki beragam destinasi wisata yang bisa dikunjungi. Mulai dari Waduk Gajah Mungkur hingga air terjun Girimanik, dan Soko Langit.

Bukan cuma bentangan pegunungan yang disuguhkan oleh Kabupaten Wonogiri, pantai-pantai indahnya pun dimiliki. Untuk itu jika memiliki kesempatan berkunjung ke Kabupaten Wonogiri, berikut rekomendasi wisata yang patut untuk dicoba.

Berikut tujuh objek wisata di Kabupaten Wonogiri:

1. Waduk Gajah Mungkur

Upacara HUT RI di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Kamis (17/8/2023).Waduk Gajah Mungkur Wonogiri (dok Istimewa)

Waduk yang beroperasi sebagai pembangkit listrik ini juga sebagai tempat rekreasi favorit masyarakat sekitar. Letaknya berada di Desa Sendang, terdapat beberapa aktivitas yang bisa dicoba, seperti mengelilingi waduk menggunakan perahu atau memancing.


Di Waduk Gajah Mungkur ini juga terdapat taman bunga, salah satu bunga indah yang ditanam di sana adalah bunga celosia. Di kawasan ini juga terdapat water boom, taman satwa, dan wisata gantole.

Untuk bisa menjajal Waduk Gajah Mungkur ini pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 10.000.

2. Gua Putri Kencono

Gua Putri Kencono ditemukan pada 1991. Kini, goa itu dijadikan objek wisata.

Gua Putri Kencono berada di Kecamatan Pracimantoro yang memiliki panjang 121 meter dan lebar serta lebar sekitar empat meter.

Di dalam gua tersebut dikatakan terdapat tujuh ruangan yang digunakan oleh putri dari Kerajaan Majapahit, Putri Kencana Wungu kala mengembara ke berbagai daerah. Fungsi dari beberapa ruangan itu sebagai ruang tamu, ruang kebudayaan hingga ruang keluarga.

Pengunjung yang ingin memasuki gua ini dikenakan biaya Rp 5.000 per orang.

3. Soko Langit

Padepokan Soko LangitPadepokan Soko Langit(Donypurnomo/d’traveler)

Berada di lereng Pegunungan Sewu di Kecamatan Bulukerto terdapat destinasi wisata bernama Soko Langit. Destinasi itu menjadi tempat hits wilayah itu karena memiliki kolam renang dengan latar belakang pegunungan yang indah.

Harga tiket masuk untuk bisa ke dalam destinasi ini sebesar Rp 10.000. Jika ingin berenang di kolam renang ini, pengunjung akan dikenakan biaya tambahan Rp 10.000.

4. Pantai Sembukan

Pantai Sembukan Wonogiri. Foto diambil Jumat (4/11/2022).Pantai Sembukan Wonogiri (Muhammad Aris Munandar/detikcom)

Keindahan pasir putih dan tebing di sekelilingnya jadi magnet pengunjung untuk berdatangan ke Pantai Sembukan ini. lokasinya berada di Desa Sembukan, Kecamatan Paranggupito. Jarak dari pusat kota Wonogiri sekitar 1,5 jam perjalanan.

Pantai Sembukan ini juga kerap digunakan masyarakat untuk menggelar kegiatan ritual, dari cerita yang berkemabang pantai ini juga disebut sebagai petilasan raja-raja.

Untuk biaya masuk pantai, pengunjung harus membayar sekitar Rp 5.000.

5. Pantai Klotok

Pantai Klotok, Wonogiri.Pantai Klotok, Wonogiri (Sabrina Ariani/detikcom)

Pantai yang berada di Dusun Kranding, Kecamatan Paranggupito ini menyuguhkan lanskap lautan biru yang indah dan ditambah di samping kiri-kanan terdapat perbukitan. Cocok untuk pengunjung yang senang berfoto-foto dengan pemandangan alam.

Harga tiket masuk juga masih terbilang murah dengan harga Rp 5.000 saja. Dari pusat kota pengunjung harus menempuh jarak sekitar 1,5 jam untuk bisa sampai di sini, jarak yang harus dihabiskan pengunjung akan terbayar ketika sampai Pantai Klotok ini dengan keindahan alamnya.

6. Air Terjun Girimanik

Air terjun Setren Girimanik Kecamatan Slogohimo Wonogiri.Air terjun Setren Girimanik Kecamatan Slogohimo Wonogiri (Istimewa)

Jika ingin destinasi yang berbeda di Kabupaten Wonogiri, pengunjung bisa datang ke Air Terjun Girimanik yang berada di Kecamatan Slogohimo. Kawasan ini cocok sebagai tempat healing dengan suasana tenang yang ditambah gemericik air terjun.

Air Terjun Girimanik ini selain tentunya memiliki air terjun, juga pesona indahnya ditambah dengan pepohonan pinus dan pegunungan di sekelilingnya. Harga tiket masuk ke area ini juga cukup dengan kocek Rp 5.000.

7. Puncak Joglo

Di Puncak Joglo ini pengunjung bisa menikmati indahnya alam dari ketinggian, daya tarik utama di tempat ini adalah area yang pas untuk menikmati sunset dan sunrise. Letaknya tak jauh dari Waduk Gajah Mungkur di Desa Sendang.

Kawasan ini juga menyediakan aktivitas lain yang bisa dicoba oleh pengunjung yakni paralayang. Pengunjung bisa merasakan pengalaman lain dalam menikmati alam Wonogiri yang indah, untuk bisa mencoba paralayang itu pengunjung dikenakan biaya sekitar Rp 400.000 dan biaya masuk area Puncak Joglo hanya Rp 5.000 per orang.

Itu adalah beberapa rekomendasi wisata di Kabupaten Wonogiri, masih banyak lagi destinasi-destinasi hits dan keren yang bisa dicoba oleh pengunjung jika melancong ke Kabupaten Wonogiri. Tunggu apa lagi yuk siapkan tabungan dan atur jadwal untuk berwisata ke Kabupaten Wonogiri.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Semarang-Dieng Berapa Jam Naik Motor? Ini Rutenya


Jakarta

Dieng menjadi salah satu destinasi wisata favorit banyak turis. Daerah yang dijuluki sebagai “Negeri di Atas Awan” ini memang selalu memikat perhatian banyak wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dieng menawarkan pemandangan pegunungan dengan udara sejuk, komplek candi, hingga telaga yang indah. Alhasil, banyak wisatawan dari berbagai daerah yang datang ke sini, seperti dari Semarang.

Dieng bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil atau sepeda motor. Namun, perjalanan dari kota Semarang menuju Dieng terbilang cukup jauh.


Berniat ingin pergi ke Dieng dari Semarang menggunakan motor atau mobil? Jika iya, simak dulu rute dan waktu tempuh perjalanannya dalam artikel ini.

Rute Semarang-Dieng dengan Kendaraan Pribadi

Meski sama-sama di Jawa Tengah, namun perjalanan dari Semarang menuju Dieng terbilang cukup jauh. Belum lagi selama di tengah perjalanan travelers harus menepi sejenak untuk istirahat dan makan, tentu waktu perjalanannya bisa semakin lama.

Namun, jika travelers ingin jalan-jalan santai dari Semarang ke Dieng menggunakan kendaraan pribadi, bisa banget kok. Cek dulu rute perjalanannya di bawah ini:

Rute Semarang-Dieng Naik Motor

Dari pantauan Google Maps, setidaknya ada tiga rute yang bisa dipilih dari Semarang-Dieng menggunakan sepeda motor, yakni via Jalan Raya Pantura, via Ngalian Kendal, atau via jalan Patean-Boja.

Jika melalui Jalan Raya Pantura, jarak tempuhnya sekitar 92,5 kilometer. Lantas, Semarang-Dieng berapa jam naik motor dengan rute ini? Waktu yang ditempuh sekitar 2,5 jam.

Opsi kedua adalah via Ngalian Kendal, namun rutenya sedikit lebih jauh yakni 93,5 kilometer. Untuk waktu perjalanannya memakan waktu sekitar 3 jam.

Rute terakhir yang bisa dipilih yaitu via Jalan Patean-Boja dengan jarak tempuh sekitar 95 kilometer. Waktu perjalanan yang ditempuh dengan menggunakan motor sekitar 3 jam.

Menurut Google Maps, rute yang direkomendasikan adalah via Jalan Raya Pantura. Namun, tak ada salahnya jika travelers memilih rute yang lain.

Rute Semarang-Dieng Naik Mobil

Apabila travelers menggunakan mobil, ada tiga rute dari Semarang-Dieng yang bisa dipilih, yaitu via Jalan Tol Semarang-Batang, via Jalan Patean-Boja, dan via Jalan Sukorejo-Parakan.

Rute yang pertama terbilang lebih cepat karena detikers akan melalui Jalan Tol Semarang-Batang. Jarak tempuhnya sekitar 91 kilometer dengan waktu perjalanan kurang lebih 2,5 jam.

Apabila tak ingin melalui jalan tol dan ingin menikmati suasana pegunungan, detikers bisa memilih opsi kedua yakni Jalan Patean-Boja. Meski begitu, waktu yang ditempuh jauh lebih lama yakni sekitar 3,5 jam.

Rute ketiga yakni melalui Jalan Sukorejo-Parakan. Waktu perjalanannya sekitar 3 jam dengan total jarak mencapai 110 kilometer. Kalau memilih rute ini sebaiknya travelers memiliki sopir kedua, sehingga bisa bergantian kalau sudah merasa lelah.

Naik Transportasi Umum dari Semarang ke Dieng

Jika tak mau repot-repot mengendarai mobil atau motor, detikers bisa menggunakan transportasi umum seperti bus atau mobil travel dari Semarang ke Dieng. Namun, kamu tidak akan langsung sampai di Dieng, tetapi turun di kota Wonosobo.

Dari pantauan sejumlah situs travel agen online, kamu bisa menggunakan mobil travel dari Semarang ke Wonosobo dengan tarif mulai dari Rp 100.000 per orang. Opsi lainnya adalah menggunakan bus rute Semarang-Wonosobo dengan harga tiket mulai dari Rp 70.000 per orang.

Itu dia penjelasan mengenai rute Semarang-Dieng naik motor atau mobil serta total jarak dan waktu tempuhnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Bersejarah di Surabaya Selatan dan Sekitarnya, Cocok untuk Edukasi!


Jakarta

Surabaya dijuluki sebagai Kota Pahlawan bukan tanpa alasan. Selain menjadi lokasi Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 silam, traveler dapat menemukan sejumlah historical site dengan bangunan lama berdiri kokoh hingga sekarang yang tersebar di kota ini.

Sederet situs tersebut kini menjadi destinasi wisata menarik bagi pengunjung yang ingin mempelajari sejarah. Lantas, di mana saja tempat bersejarah di Surabaya dan sekitarnya?

Situs Bersejarah di Surabaya Selatan dan Sekitarnya

Berikut deretan historical site yang tersebar di Surabaya Selatan, Utara, hingga Pusat yang cocok untuk untuk wisata edukasi sejarah:


1. Gedung Setan Surabaya

gedung setan surabayaGedung Setan Surabaya. (Esti Widiyana)

  • Lokasi: Jl. Banyu Urip Wetan IA No.107, Kecamatan Sawahan, Surabaya.

Mendengar namanya mungkin terkesan agak seram. Padahal, gedung ini ditinggali oleh warga sebanyak 40 KK lho, mengutip pemberitaan detikcom. Dulunya, Gedung Setan sendiri bekas kantor gubernur VOC di Jawa Timur yang telah berdiri sejak 1809.

Setelah VOC bangkrut dan hengkang dari Indonesia, bangunan ini menjadi milik Dokter Teng Sioe Hie namun tidak dijadikan tempat tinggalnya. Lahan kosong di sekitar gedung dijadikan tempat pemakaman Tionghoa dan tidak ada lampu yang menyinari sekelilingnya. Oleh sebab itu, warga menyebut bangunan ini sebagai Gedung Setan.

2. Monumen Tugu Pahlawan

Sejarah Tugu Pahlawan adalah sebuah bangunan untuk memperingati peristiwa pertempuran 10 November. Tugu Pahlawan terletak di Surabaya, Jawa Timur.Monumen Tugu Pahlawan. (Bappeko Surabaya)
  • Lokasi: Jl. Pahlawan, Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Monumen Tugu Pahlawan dibangun sebagai penghormatan bagi perjuangan para pahlawan Indonesia yang gugur dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Tugu ini didirikan pada 10 November 1951 dan selang satu tahun kemudian barulah monumen diresmikan oleh Presiden Soekarno, dilansir situs Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya.

3. Museum Sepuluh Nopember

Museum 10 November SurabayaMuseum 10 November Surabaya (Tedi Permana/d’Traveler)
  • Lokasi: Jl. Pahlawan, Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Museum Sepuluh Nopember berada di Kompleks Tugu Pahlawan. Museum ini mulai didirikan pada 10 November 1991 dan diresmikan pada 19 Februari 2000 oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid.

Pembangunan museum seluas 1366 m2 itu dilakukan pada kedalaman 7 meter di bawah permukaan tanah, sehingga hanya atap bangunan yang terlihat. Penempatan ini dilakukan agar gedung museum tidak mengganggu view Tugu Pahlawan.

4. Monumen Kapal Selam

Pengunjung mengunjungi Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410 di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/5/2023). Monumen yang terbuat dari kapal selam buatan Rusia tahun 1952 dengan panjang 76 meter itu merupakan destinasi wisata edukatif di kota pahlawan tersebut yang sering dikunjungi wisatawan terutama saat akhir pekan. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww.Monumen Kapal Selam. (Iggoy el Fitra/Antara)
  • Lokasi: Jl. Pemuda No. 39, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya.

Monumen Kapal Selam, yang disebut juga Monkasel, adalah bentuk asli kapal KRI Pasopati 410 dari Satuan Kapal Selam Armada RI Kawasan Timur (Satselamartim). Kapal ini dibuat di Rusia pada 1952.

Mengutip situs resmi Monkasel, KRI Pasopati 410 memainkan peran penting selama masa-masa kemerdekaan Indonesia, di antaranya pernah terlibat dalam operasi pembebasan Irian Barat dari Belanda di masa lampau.

Monkasel dibangun sebagai simbol penghargaan atas jasa KRI Pasopati dan awaknya yang berani melawan penjajah. Di dalam monumen yang dibuka pada 2 Oktober 1988, traveler dapat melihat berbagai eksibisi yang menunjukkan kehidupan di kapal selam, peralatan yang dipakai, hingga sejarah KRI Pasopati.

5. Museum Surabaya (Gedung Siola)

Lokasi: Jl. Tunjungan No. 1, Kecamatan Genteng, Surabaya

Di Museum Surabaya, kamu dapat mengetahui kesejarahan Kota Surabaya. Museum ini disebutkan memiliki lebih dari 1.000 koleksi yang mendukung informasi sejarah Kota Pahlawan itu. Koleksi berupa arsip, furnitur kuno, piano, hingga trofi.

Museum Surabaya menempati Gedung Siola yang awalnya dibangun sebagai toserba pada 1877. Di masa pemerintahan Jepang, bangunan tersebut dijadikan toko tas oleh pengusaha mereka. Usai Jepang menyerah pada Sekutu, gedung digunakan sebagai tempat pertahanan pahlawan Indonesia.

Setelahnya, Gedung Siola berganti-ganti fungsi dan pemilik. Salah satunya sempat dianggap sebagai pusat perbelanjaan terbesar pertama di Surabaya yang menyediakan berbagai kebutuhan. Hingga akhirnya diresmikan sebagai Museum Surabaya pada 3 Mei 2015.

6. Museum Dr. Soetomo

Museum Dr. SoetomoMuseum Dr. Soetomo. (Tiket Wisata Surabaya)
  • Lokasi: Jl. Bubutan No. 85-87, Kecamatan Bubutan, Surabaya

Sesuai namanya, museum ini menampilkan riwayat hidup Dr. Soetomo yang merupakan tokoh pergerakan Indonesia sekaligus pendiri organisasi Boedi Oetomo. Di museum ini bisa dijumpai lebih dari 300 koleksi berupa alat kesehatan, foto-foto, dan terdapat makam Dr. Soetomo. Museum Dr. Soetomo diresmikan pada November 2017 oleh Walikota Surabaya Tri Risma Harini.

7. Monumen Jalesveva Jayamahe

monumen jalesveva jayamahe.monumen jalesveva jayamahe. (Deny Prastyo Utomo detikcom)
  • Lokasi: Armada Timur Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya

Monumen Jalesveva Jayamahe atau Monjaya merupakan tempat wisata edukasi maritim. Mengutip pemberitaan detikcom, monumen ini terdiri dari dua bagian: patung dan bangunan. Patung Jalesveva Jayamahe memiliki ketinggian 31 meter dan gedung yang menopangnya sekaligus dijadikan sebagai museum setinggi 29 meter.

Monjaya dibangun pada 5 Desember 1990 dan rampung kurang lebih enam tahun setelahnya. Pembangunan monumen ini menunjukkan kesiapan dan optimisme tinggi Angkatan Laut Indonesia dalam menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI.

8. Museum H.O.S Tjokroaminoto

Museum HOS Tjokroaminoto, rumah masa muda Soekarno di Surabaya ramai dikunjungi di Hari Lahir Pancasila.Museum HOS Tjokroaminoto. (Esti Widiyana/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Peneleh Gg. VII No. 29-31, Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya

Museum H.O.S Tjokroaminoto dulunya adalah tempat tinggal pahlawan nasional H.O.S Tjokroaminoto semasa hidup. Kediamannya juga merupakan tempat para tokoh pergerakan nasional bertemu dan berdialog.

Oleh karena itu, rumah sang pahlawan diresmikan sebagai museum sekaligus menjadi destinasi wisata sejarah pada 27 Desember 2017. Di sini dapat ditemukan lebih dari 140 koleksi peninggalan H.O.S Tjokroaminoto.

9. Museum W.R. Soepratman

Melihat Museum WR Soepratman, Pencipta Lagu Ibu Kita KartiniMelihat Museum WR Soepratman. (Rifki Afifan Pridiasto)
  • Lokasi: Jl. Mangga No. 21, Gedang Sewu, Kecamatan Tambaksari, Surabaya

Museum W.R. Soepratman termasuk destinasi wisata sejarah di Surabaya. Dulunya, museum ini merupakan rumah kakak W.R. Soepratman yang juga tempat sang pahlawan pencipta lagu Indonesia Raya itu wafat.

Terpampang foto-foto W.R. Soepratman bersama keluarga dan kerabat dekatnya di dalam museum ini. Di samping itu terdapat dua kamar tidur yang salah satunya adalah kamar tidur W.R. Soepratman.

Uniknya, kamar beliau tidak mempunyai akses pintu dan hanya ada jendela depan. Dibuat demikian untuk mengelabui aparat Hindia Belanda pada masa itu.

10. Museum Pendidikan Surabaya

Museum Pendidikan di Surabaya Wajib DikunjungiMuseum Pendidikan di Surabaya. (Dok tiketwisata.surabaya.go.id)
  • Lokasi: Jl. Genteng Kali No. 10, Kecamatan Genteng, Surabaya

Museum Pendidikan Surabaya didirikan sebagai museum tematik yang menyimpan bukti materiil pendidikan pada masa pra aksara, klasik, kolonial, dan masa kemerdekaan. Tempat museum ini berdiri dulunya merupakan Sekolah Taman Siswa cabang Surabaya milik Ki Hajar Dewantara.

Diresmikan pada 25 November 2019, Museum Pendidikan dibangun untuk mendukung kegiatan edukasi, riset, sekaligus rekreasi di Surabaya.

Nah, itu tadi sederet historical site atau tempat bersejarah di Surabaya Selatan dan sekitarnya. Jadi, traveler tertarik mendatangi tempat yang mana nih?

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

18 Wisata Solo untuk Liburan, Mulai dari Sejarah, Budaya hingga Hiburan


Kota Solo atau dikenal sebagai Surakarta adalah salah satu destinasi wisata populer di Indonesia. Terletak di Jawa Tengah, Solo menawarkan berbagai daya tarik wisata mulai dari keraton megah, pasar tradisional yang ramai, hiburan keluarga, sampai kuliner lezat.

Kalau jalan-jalan ke Solo, kamu bisa mengunjungi beberapa tempat wisata Solo di bawah ini.

Wisata Solo Dekat Stasiun

1. Pura Mangkunegaran

Pengunjung berfoto saat berwisata di Taman Pracima Tuin di kompleks Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (13/4/2024). Pura Mangkunegaran yang menawarkan wisata sejarah lewat jelajah museum, Taman Pracima Tuin, lokakarya seni dan kuliner tradisional tersebut menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan saat libur Lebaran di Kota Solo. ANTARAFOTO/Maulana Surya.Kompleks Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah. (Maulana Surya/Antara)

Pura Mangkunegaran merupakan wisata Solo dekat Stasiun Solo Balapan, karena jaraknya hanya sekitar 1,9 km. Lokasinya ada Jalan Ronggowarsito, Keprabon, Kec. Banjarsari, Kota Solo.


Di sana, wisatawan bisa didampingi oleh tour guide untuk mengetahui seputar sejarah sambil mengelilingi pura.

Masuk Puro Mangkunegaran dikenakan biaya Rp 30.000 untuk wisatawan lokal, sementara wisatawan asing Rp50.000. Jam buka Pura Mangkunegaran mulai dari jam 09.00-15.00 WIB.

2. Kampung Batik Kauman

Kampung Batik Kauman di PekalonganKampung Batik Kauman di Pekalongan. (Ari Saputra/detikcom)

Solo juga identik dengan batik bukan? Salah satu sentra batuknya ada di Kampung Batik Kauman. Jaraknya sekitar 2,8 km dari Stasiun Solo Balapan.

Lokasi tepatnya berada di Jalan Trisula III No 1, Kauman, Kec Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

Dilansir laman Pemkot Solo, destinasi wisata ini memiliki lebih dari 30 industri batik yang beroperasi. Di sana, pengunjung bisa berkesempatan untuk melihat secara langsung belajar membatik atau melihat proses produksi batik.

3. Keraton Kasunanan

Panggung Songgobuwono di Keraton Kasunanan SoloPanggung Songgobuwono di Keraton Kasunanan Solo. (Agil Trisetiawan Putra/detikcom)

Dari Stasiun Solo Balapan jarak ke hanya 3,3 km Keraton Kasunanan. Lokasinya ada di Jalan Kamandungan, Baluwarti, Kec Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

Memiliki luas area sekitar 54 hektar, di keraton ini wisatawan bisa melihat banyak koleksi patung, senjata, dan pusaka kerajaan. Untuk masuk ke area Keraton Kasunanan, pengunjung dikenakan biaya Rp 20 ribu per orang.

4. Pasar Triwindu

Suasana Pasar Triwindu Solo, Tempat Berburu Barang Antik yang Instagramable.Suasana Pasar Triwindu Solo, Tempat Berburu Barang Antik yang Instagramable. (Ariel Lael Wijaya/detikcom)

Lokasi Pasar Triwindu tak jauh dari Puro Mangkunegaran, tepatnya di Jl. Diponegoro, Keprabon, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta.

Wisata Solo dekat stasiun jaraknya sekitar 2 km ini, dikenal sebagai pusat penjualan barang-barang antik. Mulai dari wayang, senjata kuno, uang kuno, patung kayu, radio kuno, dan banyak koleksi lainnya.

Terkadang, setiap 2 minggu sekali di sepanjang trotoar Pasar Triwindu ada gelaran Solo Art Market. Pasar Triwindu buka dari pukul 09.00-16.00 WIB.

5. Galeri Lokananta

Bagian dalam Galeri Lokananta Solo.Bagian dalam Galeri Lokananta Solo. (Sabrina Ariani)

Berjarak kurang lebih 3,6 km dari Stasiun Solo Balapan. Galeri Lokananta beralamat di Kerten, Laweyan, Kota Surakarta.

Di sini, pengunjung akan diajak mengenal perjalanan industri musik, rekaman, dan piringan hitam di Indonesia.

Dulunya, Galeri Lokananta merupakan perusahaan rekaman dan piringan hitam yang terkenal di Tanah Air. Namun, di tahun 2022 direvitalisasi dan dijadikan tempat wisata dengan julukan “Cagar Budaya Musik Indonesia”.

Galeri Lokananta Solo buka dari jam 10.00-22.00 WIB. Untuk bisa berkunjung di sini, kita perlu melakukan reservasi terlebih dahulu karena kapasitasnya terbatas. Informasi selengkapnya tentang Lokananta bisa dilihat pada akun Instagram @lokanantabloc.

Wisata Solo Malam Hari

1. Titik Nol Solo

Titik Nol Solo menjadi salah satu wisata Solo malam hari yang bisa kamu datangi. Tugu titik nol Solo ada di tengah antara Balai Kota Solo dan Pasar Gede.

Titik nol Solo menjadi objek untuk foto yang menarik pada malam hari. Konsepnya sama seperti tugu yang ada di Yogyakarta (titik nol kilometer di kotanya).

Tugu Pamandengan diklaim sebagai titik kosmologi budaya Jawa. Tugu ini merupakan peninggalan antara Paku Buwono VI hingga Paku Buwono X.

2. Pasar Gede

Pasar Gede Solo, Minggu (26/11/2023).Pasar Gede Solo. (Arina Zulfa Ul Haq/detikcom)

Wisata Solo malam hari selanjutnya ada Pasar Gede di Jalan Jend. Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Selain bisa hunting kuliner, tempat ini menawarkan banyak spot foto menarik, seperti bangungan-bangunan kuno atau tugu jam Pasar gede.

Masuk ke Pasar Gede Solo gratis. Pengunjung mungkin hanya perlu mengeluarkan biaya parkir kendaraan saja.

3. Keraton Surakarta

Prosesi Jumenengan SISKS ke-20 di Keraton Kasunanan Surakarta, Selasa (6/2/2024).Keraton Kasunanan Surakarta. (Agil Trisetiawan Putra/detikcom)

Keraton Surakarta Hadiningrat menjadi salah satu ikon Kota Solo yang terkenal. Lokasinya ada di Jalan Kamandungan, Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

Dilansir situs pariwisatasolo.surakarta.go.id, kawasan Keraton ini memiliki luas area sekitar 54 hektar. Salah satu area di Keraton yang boleh dikunjungi untuk umum yaitu pendopo besar di dalam Sasana Sewaka. Di sana, pengunjung bisa melihat pertunjukan tari dan gamelan.

4. Alun-alun Kidul Solo

Pilihan tempat wisata Solo pada malam hari selanjutnya ada Alun-alun Kidul (Alkid) Solo. Alun-alun ini merupakan bagian dari kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Alun-alun Kidul Solo atau disebut juga alun-alun Surakarta. Di sana, pengunjung bisa makan nasi kucing, mi, jajanan ringan, sampai menunggangi becak dengan lampu warna-warni.

Selain itu, Alkid juga bisa jadi tempat foto dengan latar yang Instagramable. Pada malam Minggu, tempat sangat ramai.

5. Galabo Solo

PKL Galabo di Solo, Selasa (27/3/2018).Galabo Solo di tahun 2018. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Kawasan Galabo Solo bisa disebut salah satu pusat wisata kuliner di Solo pada malam hari. Galabo sendiri adalah singkatan dari Gladag Langen Bogan.

Lokasinya ada di Timur Bundaran Gladag, tepatnya di Jalan Kapten Mulyadi, Desa Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

Aneka kuliner bisa kamu temukan di sana, mulai dari makanan kekinian ataupun makanan khas Solo tradisional legendaris, seperti rawon, gudeg ceker, hingga timlo.

Galabo Solo saat malam hari, mulai dari jam 17.00 WIB sampai dini hari.

6. Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg kamp tentara Belanda yang disiapkan jadi rumah karantina Pemkot SoloBenteng Vastenburg. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Benteng Vastenburg merupakan bangunan bekas masa kolonial Belanda. Lokasi ada di Jalan Jenderal Soedirman Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Surakarta.

Dilansir situs bob.kemenparekraf.go.id, harga masuk ke Benteng Vastenburg adalah sekitar Rp 2.000 (anak-anak) dan Rp 3.000 (dewasa). Untuk wisatawan asing Rp 10.000.

Benteng Vastenburg bisa jadi pilihan wisata Solo pada malam hari, karena kita bisa berkunjung secara gratis selama 24 jam di sana. Saat malam hari, benteng ini bisa kamu kunjungi untuk sekedar berfoto-foto di bagian depannya.

7. Ngarsopuro Night Market

Night Market Ngarsopuro, Solo, Selasa (27/3/2018).Night Market Ngarsopuro. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Bagi yang ingin berkuliner, Ngarsopuro Night Market adalah tempat yang wajib dikunjungi. Alamatnya ada di Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Laweyan, Surakarta.

Pasar malam Ngarsopuro dibuka sejak 16 Februari 2009 dan diusung oleh Joko Widodo yang kala itu masih menjadi Walikota Solo.

Di pasar ini, pengunjung bisa melihat-lihat barang khas Solo, seperti baju batik kain batik, aksesoris kerajinan tangan, hingga barang-barang antik.

Pasar malam Ngarsopuro Solo buka dari jam 18.00-22.45 WIB. Kamu bisa masuk ke sana secara gratis, setiap malam minggu juga ada puluhan pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya di sana.

8. Cafe Tiga Tjeret

Cafe Tiga TjeretCafe Tiga Tjeret. (Intan Nitra/d’Traveler)

Cafe Tiga Tjeret bisa jadi tempat wisata kuliner Solo sekaligus tempat nongkrong hits di malam hari. Cafe Tiga Tjeret beralamat di Jalan Ronggowarsito No 97, Keprabon, Banjarsari, Surakarta tepatnya di depan Keraton Mangkunegaran.

Tempat ini berkonsep angkringan dengan dekorasi tradisional yang menarik. Cafe Tiga Tjeret buka setiap hari mulai dari jam 11.00-23.00 WIB dini hari.

9. Pasar Klewer

Aktivitas di Pasar Klewer menelang lebaran, Rabu (20/4/2022).Aktivitas di Pasar Klewer. (Ari Purnomo/detikcom)

Pasar Klewer termasuk pasar tradisional yang terkenal di Solo yang buka sampai larut malam. Lokasinya Pasar Klewer berdampingan dengan Keraton Surakarta Hadiningrat.

Pasar ini dikenal juga sebagai surga belanja tekstil. Di sana ada berbagai macam produk lokal, seperti batik, daster kaos, kerajinan tangan, hingga makanan khas Solo.

10. Taman Sriwedari

tamanTaman Sriwedari. (detikcom)

Taman ini bisa dikunjungi malam hari. Lokasinya berada di pusat kota Solo, tepatnya di Jalan Slamet Riyadi No. 275, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta.

Di sana, bisa menikmati berbagai pertunjukan wayang orang, konser musik, hingga gelaran tari tradisional. Taman Sriwedari buka setiap hari mulai dari 10.00 WIB – 22.00 malam.

Wisata Solo Ramah Anak

1. Taman Balakembang

Taman Balakembang bisa jadi destinasi wisata Solo yang cocok untuk anak. Karena di sini, kita bisa menyaksikan acara-acara kesenian, kuliner, hingga pasar.

Taman Balakembang beralamat di Jl. Balekambang, Manahan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta. Buka setiap hari dari jam 07.00 – 17.00 WIB.

2. Solo Safari

Penampakan Solo Safari yang soft launching 27 Januari 2023.Penampakan Solo Safari yang soft launching 27 Januari 2023. (Tara Wahyu NV/detikcom)

Wisata Solo cocok anak selanjutnya adalah Solo Safari. Lokasinya ada di Jl. Ir. Sutami No.109, Jebres, Kec. Jebres, Kota Surakarta.

Solo Safari merupakan kawasan wisata edukasi satwa yang punya luas sekitar 13,9 hektare. Di sini, kita bisa belajar mengenal satwa endemik Indonesia.

Dilansir laman resminya, Solo Safari buka Senin-Jumat dari jam 08.30-16.30 WIB. Sementara untuk Sabtu-Minggu buka dari jam 08.00-16.30 WIB.

Harga tiket masuk Solo Safari reguler Rp 45.000 (anak-anak) dan Rp 55.000 (dewasa) di weekday. Sementara untuk weekend Rp 75.000 (dewasa) dan Rp 60.000 anak-anak.

3. Museum Radya Pustaka

Koleksi Museum Radya Pustaka Solo.Koleksi Museum Radya Pustaka Solo. (Ahmad Rafiq/detikcom)

Museum Radya Pustaka berada di Jalan Slamet Riyadi, posisinya dekat dengan Taman Sriwedari. Museum Radya Pustaka disebut sebagai museum tertua di Indonesia, yang didirikan oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada 18 Oktober 1890.

Dilansir laman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Solo, Museum Radya Pustaka menyimpan banyak koleksi benda-benda bersejarah, seperti pusaka adat, buku kuno, wayang kulit, dan arca dari zaman kerajaan Hindu-Buddha.

Museum Radya Pustaka buka dari Selasa- Minggu dari 08.30 WIB-13.00 WIB.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

6 Mitos Gunung Prau di Dataran Tinggi Dieng yang Menjadi Misteri


Jakarta

Gunung Prau berada di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Dengan ketinggian mencapai 2.565 mdpl dan medan tidak terlalu sulit, Prau termasuk gunung yang ramah pendaki pemula.

Gunung Prau disebut-sebut memiliki view matahari terbit terbaik. Di balik pesonanya, gunung ini konon menyimpan sederet mitos terkait hal mistis yang masih diyakini masyarakat setempat hingga sekarang. Apa saja mitos Prau di Dataran Dieng yang beredar? Cari tahu pada uraian di bawah.

6 Mitos Gunung Prau yang Menjadi Misteri

Mengutip skripsi berjudul Konstruksi Nilai Sosial Pendaki Gunung Melalui Mitos Pendakian (Studi Kasus: Gunung Prau) yang dipublikasi oleh UIN Jakarta, berikut deretan mitos Gunung Prau di Dataran Tinggi Dieng:


1. Makam Kyai Jalak Ijo

Di jalur pendakian Gunung Prau via Dwarawati terdapat sebuah makam yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Letaknya berada di dalam hutan menyimbolkan lokasi kesakralannya. Pusara tersebut dipercaya milik seseorang yang dikenal dengan julukan Kyai Jalak Ijo.

Biasanya, banyak orang berziarah ke makam tersebut di waktu tertentu seperti pada malam 1 Suro atau 1 Muharram. Konon doa yang dipanjatkan di sana dapat dikabulkan, di antaranya saat berdoa meminta rezeki, jodoh, dan penglaris.

2. Dewa Penguasa Gunung Prau

Menurut kepercayaan sejak zaman kerajaan Hindu yang berdiri di Dataran Tinggi Dieng, Gunung Prau merupakan tempat bersemayam dewa penguasa gunung. Dewa ini dianggap sebagai makhluk supranatural suci yang menjaga Prau dari kerusakan.

Para dewa dipercaya akan turun dan menampakkan diri sebagai manusia ketika ritual pemotongan rambut gimbal dilaksanakan setahun sekali di area Candi Arjuno.

3. Larangan Mendaki bagi Wanita yang Haid

Ada juga mitos perempuan haid dilarang mendaki di Gunung Prau. Hal ini karena gunung setinggi 2.565 mdpl itu diyakini sebagai tempat suci, sementara wanita menstruasi dianggap “sedang kotor” sehingga tidak diperbolehkan mendaki.

Pendaki yang melanggar mitos tersebut konon akan tertimpa musibah yang bahkan dapat mengancam nyawanya maupun orang lain, seperti kecelakaan, tersesat, ataupun meninggal dunia.

4. Sandekala

Sandekala adalah mitos umum di dunia pendakian, termasuk di Prau, di mana terdapat larangan mendaki saat adzan Maghrib tiba atau pergantian hari. Waktu tersebut diyakini punya sisi mistis.

Siapa yang mendaki menjelang atau di waktu pergantian hari kabarnya akan diganggu oleh makhluk halus penghuni gunung. Jika mitos ini dilanggar, mereka yang melakukannya bisa mengalami hal mistis seperti kesurupan atau kejadian tak masuk akal seperti berpindah ke alam gaib.

5. Penjelmaan Burung Jalak

Menurut kepercayaan masyarakat yang tinggal di kawasan Gunung Prau, pendaki akan mendapat malapetaka saat berusaha menangkap atau mengganggu burung jalak yang ditemukan di jalur pendakian.

Burung jalak di Prau katanya merupakan penjelmaan makhluk halus yang dianggap senang mencelakai dan membahayakan para pendaki.

Selain jalak, hewan-hewan seperti ular, kera, kuda, kelabang, dan harimau juga kabarnya adalah binatang penjelmaan makhluk astral di gunung.

6. Oyot Rimpang

Ada lagi mitos terkenal di Gunung Prau yaitu oyot rimpang. Konon, oyot rimpang merupakan pintu menuju alam gaib. Pintu ini berupa pepohonan tinggi yang tumbuh di padang bunga daisy dan punya bentuk menyerupai kotak.

Lokasi oyot rimpang diduga dapat ditemukan di jalur pendakian Prau via Dwarawati setelah melewati puncak tertingginya. Usai melalui tower yang berada di puncak, pendaki akan menjumpai area Telaga Wurung yang terdapat tanaman tinggi, rerumputan, dan bunga daisy. Kabarnya, di situlah letak oyot rimpang berada.

Masyarakat meyakini siapa saja yang melewati pepohonan kotak bak pintu itu, secara sengaja ataupun tidak, maka ia akan memasuki dunia gaib dan tidak bakal bisa keluar dari sana.

Larangan di Gunung Prau

Selain mitos, ada baiknya mengetahui berbagai larangan Gunung Prau sebelum traveler mendaki di sana. Dilansir situs Visit Jawa Tengah, berikut beberapa larangan mendaki Prau:

  • Masuk tanpa izin
  • Membuang sampah sembarangan
  • Membuat api unggun
  • Tidak membawa sampah turun
  • Menebang pohon
  • Membawa tisu basah ke atas Gunung Prau
  • Membawa senjata tajam
  • Membawa dan menyalakan kembang api
  • Membawa dan mengkonsumsi minuman keras atau narkoba
  • Melakukan pencurian
  • Membawa alat musik dan musik box
  • Melakukan perzinahan
  • Melakukan vandalisme
  • Kencing di dalam botol.

Nah, itu tadi sederet misteri Gunung Prau yang diyakini masyarakat setempat beserta larangan saat mendaki gunung ini. Jika berkesempatan mengunjung Gunung Prap, semua aturan dan larangan wajib dipatuhi yanpa kecuali ya.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Wisata Alam Semarang yang Terkenal, Enak untuk Liburan!


Semarang menawarkan berbagai destinasi wisata alam yang memukau Ibukota Jawa Tengah, ini memiliki daya tarik yang beragam, mulai dari pegunungan, curug, hingga pantai.

Dengan udara yang segar dan pemandangan yang memukau, wisata alam di Semarang memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam sekaligus melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Wisata Alam Semarang

1. Curug Gending Asmoro

Curug Gending Asmoro, air terjun yang lagi ngehits di SemarangCurug Gending Asmoro, air terjun yang lagi ngehits di Semarang (Eko Susanto/detikTravel)

Curug Gending Asmoro berlokasi di Dusun Tompo Gunung, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.


Untuk bisa menuju wisata alam Semarang, wisatawan perlu melewati rimbunan pohon bambu, sengon dan lainnya. Tak perlu khawatir, karena akses jalan di sana sudah dibeton jadi lumayan aman untuk dilewati.

2. Rawa Pening

Jalan Lingkar AmbarawaJalan Lingkar Ambarawa. (Aji Kusuma Admaja/detikTravel)

Katanya Rawa berlokasi di tengah antara Semarang dan Yogyakarta dan di cekungan antara Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Ungaran.

Ketika memasuki kawasan ini, kita disuguhkan dengan pemandangan padi dan danau yang membentang luas. Rawa Pening adalah danau alami seluas 2.670 hektar, yang hampir setengahnya dipenuhi dengan tumbuhan enceng gondhok.

Dilansir laman Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, rawa ini menempati 4 kecamatan di Kabupaten Semarang, yakni Bawen, Ambarawa, Tuntang, dan Banyubiru.

Selain melihat keindahan alam dengan perahu, di tempat ini kita juga bisa menikmati tempat makan apung dengan sajian seafood.

Masuk ke Rawa Pening dikenakan biaya Rp 30.000. Dengan biaya segitu, pengunjung akan dibawa mengelilingi Rawa Pening selama 40 menit.

3. Brown Canyon

Brown Canyon di SemarangBrown Canyon di Semarang. (Aisa Marisa/d’Traveler)

Brown Canyon adalah wisata alam Semarang menarik yang kerap disebut mirip Grand Canyon di Amerika Serikat. Ini adalah bekas kawasan pertambangan, yang menghasilkan batuan dan pasir bekas material bangunan.

Brown Canyon beralamat di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

4. Curug 7 Bidadari

Salah satu destinasi wisata alam yang menakjubkan di Semarang selanjutnya ada Curug 7 Bidadari. Curug ini ada di kaki Gunung Ungaran, di Desa Keseneng, Semarang.

Air terjun menawarkan aliran air yang memukau dan segar. Dikelilingi oleh hutan yang hijau dan alami, memberikan suasana yang sejuk dan damai bagi para pengunjung.

5. Pantai Marina

Pantai Marina Semarang.Pantai Marina Semarang. (dok. situs kemenparekraf.go.id)

Pantai Marina berlokasi di Tawangsari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dilansir dari situs Kemenparekraf, ombak di Pantai Marina sangatlah tenang. Pas banget, buat healing dan nongkrong sambil memandang laut.

Selain menikmati pantai, ada banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan di sini. Mulai dari naik perahu menikmati pemandangan hutan bakau, bermain jetski, joging di jalur, paving tepi pantai, melihat sunset hingga sunrise.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com