Tag Archives: jenderal sudirman

Daftar 18 Restoran Keluarga di Bekasi, Rekomendasi Buat yang Bawa Rombongan


Jakarta

Makan bareng keluarga kerap jadi agenda pilihan saat libur. Tentunya, detikers harus memilih restoran tepat yang tempatnya nyaman dan punya aneka menu enak. Fasilitasnya juga harus sesuai kebutuhan pengunjung, sehingga agenda makan bareng bisa dinikmati sepenuhnya.

Rekomendasi 18 Restoran Keluarga di Bekasi

Dikutip dari media sosial dan situs resto terkait, berikut beberapa pilihannya untuk detikers yang berada di Bekasi.

1. Tsamara Resto

Jam buka

Setiap hari pukul 10.00-21.00.


Lokasi

Jl. Raya Hankam Nomor 69 RT 003/RW 005, Jatirangon, Kecamatan Jatisampurna, Bekasi.

Resto ini menyediakan tempat yang luas, asri, teduh, dan bisa jadi areal bermain anak-anak. Pengunjung sebaiknya reservasi lebih dulu sehingga bisa memilih makan di arena indoor, outdoor, atau saung.

2. Ponyo Bekasi

Jam buka

Setiap hari pukul 09.00-21.00.

Lokasi

Jl. Kemakmuran Nomor 21, Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Bekasi.

Resto ini memiliki parkir luas dan arena makan yang bisa menampung banyak orang. Di sini ada taman serta area bermain anak yang sangat cocok bagi keluarga dengan buah hati. Kelebihan lain adalah ada ruang luas yang bisa menampung banyak orang.

3. Gubug Makan Mang Engking

Jam buka

Setiap hari pukul 10.00-22.00, Kamis pukul 10.00-21.30.

Lokasi

Summarecon, Jl. Bulevar Utara Nomor 2, RT 006/RW 002, Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Bekasi.

Tempat makan dengan suasana pedesaan ini cocok untuk keluarga yang ingin liburan dekat dengan alam. Pengunjung resto bisa memilih makan di gubug resto yang cukup luas. Sebelum datang, jangan lupa untuk reservasi tempat lebih dulu.

4. Amanaia Resto Grand Kota Bintang

Jam buka

  • Senin-Jumat pukul 11.00-21.00.
  • Sabtu-Minggu pukul 10.00-22.00.

Lokasi

Grand Kota Bintang, Jalan Kota Bintang Boulevard Nomor Kavling 3, Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Bekasi.

Resto ini menyediakan areal luas dengan penataan yang indah dan nyaman. Bagi pengunjung yang membawa buah hati tak perlu khawatir, karena resto ini menyediakan arena bermain dan menu untuk anak. Sebagai tambahan, resto juga menyediakan arena parkir luas.

5. Raja Sunda Bekasi

Jam buka

Setiap hari pukul 10.00-22.00.

Lokasi

Jl. Jenderal Sudirman KM. 34, Nomor 1, Bekasi.

Sesuai namanya, resto ini menyediakan aneka masakan khas Sunda yang sangat akrab di lidah masyarakat umum. Tentunya di sini tersedia ruang makan yang sangat luas sehingga cocok untuk acara keluarga, santai, atau sekadar makan bersama.

6. Bandar Djakarta Bekasi

Jam buka

Setiap hari pukul 10.00-22.00.

Lokasi

Summarecon, La Terrazza Culinary Park Jl. Bulevar Selatan, Bekasi Utara, Bekasi.

Resto seafood ini mungkin tidak asing bagi warga Bekasi, Jakarta, dan wilayah sekitarnya. Arena yang luas dan nyaman menjadi kelebihannya, selain keberagaman menu untuk anak dan dewasa. Jangan lupa pesan tempat dulu sebelum berkunjung.

7. Restoran Saung Wulan Tambun

Jam buka

Setiap hari pukul 09.00-21.00.

Lokasi

Jl. KH. Abu Bakar Nomor 60, Setiadarma, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Saung Wulan mungkin tidak asing bagi warga Bekasi, karena restoran ini tersebar di banyak tempat. Di beberapa cabang tersedia arena luas yang bisa menjadi wedding hall. Pengunjung bisa pesan tempat dan menu lebih dulu sebelum datang ke resto.

8. Rumah Makan Saung Bandung

Jam buka

  • Senin-Jumat pukul 10.00-20.00.
  • Sabtu-Minggu pukul 10.00-21.00.

Lokasi

Jl. Setia Mekar Nomor 3, Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Resto ini menyediakan masakan khas Sunda dan makana lain yang akrab di lidah masyarakat. Pengunjung bisa memilih makan di dalam atau luar ruangan sesuai keinginannya. Di sini juga tersedia area parkir luas bagi pengunjung.

9. Sambel Hejo Sambel Dadak (SHSD) Grand Kamala Lagoon

Jam buka

Setiap hari pukul 10.00-22.00.

Lokasi

Jl. Chandrabaga, Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Bekasi.

Resto ini menyediakan aneka sambal sebagai teman makan para pengunjung. Tentunya, resto menyediakan menu anak-anak yang tidak pedas. Pengunjung bisa menikmati menu pilihan di tempat yang nyaman baik dalam atau luar ruangan.

10. Seribu Rasa Summarecon

Jam buka

Setiap hari 11.00-22.00.

Lokasi

Jalan Bulevar Timur Blok VA No. 25, RT 006/RW 002, Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Bekasi.

Resto ini menyediakan area luas dengan beberapa spot yang sangat cocok untuk foto bersama. Tentunya, waitress akan dengan senang hati mengambil foto para pengunjung. Untuk makanan, di sini tersedia berbagai menu khas Indonesia dan fusion.

11. Sammedja

Jam buka

Setiap hari pukul 09.00-21.00.

Lokasi

Jl. Ahmad Yani Nomor 10, Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Bekasi.

Resto terletak tak jauh dari pintu keluar tol Bekasi Barat sehingga tak sulit diakses. Di sini tersedia tempat parkir luas dengan arena makan yang bisa menampung banyak orang. Untuk menu, pengunjung dapat memilih aneka hidangan khas Nusantara.

12. Double U Steak by Chef Widhi Bekasi

Jam buka

Setiap hari 11.00-22.00.

Lokasi

Galaxy, Jl. Wijaya Kusuma No.193, Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan, Bekasi.

Resto menyediakan aneka olahan steak dengan saus dan hidangan pendamping. Pengunjung bisa rekues tingkat kematangan sesuai seleranya. Steak bisa dinikmati bersama keluarga di tempat yang nyaman dengan interior bertema industrial.

13. Kampung Kecil Jatibening

Jam buka

Setiap hari pukul 10.00-22.00.

Lokasi

JL. Dr. Ratna Nomor 27 RT 01/RW 01, Jatibening, Pondok Gede, Bekasi.

Pengunjung bisa menikmati suasana khas pedesaan yang teduh di resto ini. Tentunya tersedia saung, arena makan indoor, dan outdoor yang bisa dipilih pengunjung. Pengunjung tak perlu khawatir pada kualitas menu, karena rasa makanan terbilang enak.

14. Warna Warni Resto Cafe

Jam buka

Setiap hari pukul 09.00-22.00

Lokasi

Jl. Inspeksi Kalimalang Nomor 36, Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Interior di sini sangat menarik dengan aneka warna, sehingga cocok jadi spot foto. Pengunjung bisa memesan aneka menu khas Indonesia dan fusion yang sudah sangat akrab dengan lidah masyarakat. Tentunya di sini tersedia arena yang luas dan nyaman untuk makan bersama keluarga.

15. Rumah Makan Lesehan Lala

Jam buka

Setiap hari pukul 09.00-21.00.

Lokasi

Jl. Pangeran Jayakarta Nomor 5, RT 003/RW. 006, Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.

Pengunjung bisa menikmati aneka hidangan khas Betawi di tempat yang nyaman. Pengunjung juga bisa menikmati arena pemancingan yang disediakan resto. Sebelum berkunjung jangan lupa pesan tempat dan menu lebih dulu ya detikers.

16. Aroem Resto & Cafe Bekasi

Jam buka

Setiap hari pukul 10.00-22.00.

Lokasi

Jalan Bulevar Ahamd Yani, Kavling La Spezia 59A, Summarecon Bekasi BCBD, Marga Mulya, Bekasi.

Di sini, pengunjung bisa memesan VIP Room dan Ballroom yang bisa menampung banyak orang. Tentunya area di resto ini sangat nyaman, termasuk bagi pengunjung yang datang bersama keluarga. Terkait masakan, pengunjung tak perlu khawatir pada rasa dan kualitasnya.

17. Saung Ikan Nusantara

Jam buka

Selasa-Minggu pukul 11.00-22.00.

Lokasi

Jl. Bintara 4 RT 001/RW 001, Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Bekasi.

Resto ini tak hanya menyediakan aneka olahan ikan dan seafood bagi keluarga. Berbagai hidangan bisa dipilh pengunjung sesuai seleranya. Tentunya, pilihan makanan bisa dinikmati di arena luas dan nyaman.

18. Bebek Kaleyo Grand Wisata

Jam buka

Senin-Sabtu pukul 09.00-23.00.

Lokasi

Kawasan Kuliner Cafewalk, Jl. Festival Avenue, Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Pilihan resto ini cocok bagi pengunjung yang suka berbagai menu bebek. Bagi yang kurang suka bebek, resto ini menyediakan berbagai alternatif hidangan. Di sini tersedia arena makan indoor, outdoor, dan parkir luas yang cocok bagi pengunjung berombongan.

Bagi detikers yang berminat mengunjungi restoran keluarga di Bekasi, jangan lupa update info lebih dulu untuk memastikan ketersediaan layanan. Pengunjung yang datang bersama keluarga bisa ganti tujuan, jika restoran sebelumnya tutup.

(row/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Museum Satriamandala Simpan Peristiwa Penting, Punya Kafe yang Nyaman



Jakarta

Museum Satriamandala berada di kawasan strategis, namun bisa jadi sering terlewatkan. Padahal, museum itu tak hanya menyimpan peristiwa penting dan kebendaannya, namun juga memiliki kafe yang nyaman.

Museum Satriamandala memamerkan mulai dari sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga peristiwa-peristiwa penting di zaman dahulu. Museum itu menyuguhkan informasi sejarah militer, peristiwa bersejarah sampai senjata dan kendaraan TNI dari masa ke masa. Juga, terdapat diorama berbagai tema tentang TNI.

Terletak di Jalan Gatot Subroto Nomor 14, Jakarta Selatan, museum itu mudah dijangkau. Lokasinya persis berada di samping Pusat Sejarah Markas Besar TNI.


Museum Satriamandala diresmikan pada tahun 1972 oleh presiden ke-2 Soeharto.

Di gedung utama museum ada beberapa ruangan yang memuat sejarah panjang Indonesia, mulai dari lorong pertama terdapat beberapa diorama untuk sambutan sebelum masuk ke ruang yang menyimpan informasi tentang petinggi militer Indonesia seperti Soeharto hingga Jenderal Sudirman.

Setelah melalui ruangan tersebut tersimpan beberapa diorama peristiwa sejarah lainnya serta simbol-simbol dari Pertahanan Keamanan (Hamkam), TNI, dan kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang dulunya masih dalam bagian ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).

Melihat perkembangan Indonesia melalui informasi menarik bisa masyarakat Jakarta nikmati di Museum Satria Manda, di museum tersebut nantinya akan diperlihatkan mulai dari sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga peristiwa-peristiwa penting di zaman dahulu. Cocok untuk kamu yang senang dengan berwisata sambil menambah pengetahuan.Diorama di Museum Satria Manda di Jl Gatot Soebroto, Jaksel (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Di bangunan utama museum terdapat kurang lebih 74 diorama peristiwa bersejarah seperti Pertempuran Surabaya, pertempuran lima hari di Semarang, Bandung Lautan Api, dan masih banyak lagi. Turun dari ruangan utama museum pengunjung akan melihat puluhan senjata yang sempat dipakai oleh tentara kita (1945-sekarang), contohnya seperti senjata Lee Enfield MK III buatan Inggris yang dibuat tahun 1945.

Adapun di gedung lainnya yakni Gedung Museum Waspada Purbawisesa terdapat 34 diorama yang menjelaskan tentang perjuangan TNI membasmi pasukan DI/TII di berbagai wilayah di Indonesia.

Daya tarik yang bikin menohok lainnya adalah kendaraan-kendaraan yang dipakai oleh TNI yang berada di luar museum. detikTravel berkunjung pada Rabu (17/7/2024) langsung dibuat takjub dengan koleksi kendaraan-kendaraan perang yang ada.

Taman Soekarno dan Taman Dirgantara

Pengunjung bisa melihatnya kurang lebih 12 kendaraan tempur darat di Taman Soekarno. Termasuk, kendaraan Jeep Willys buatan Amerika Serikat tahun 1945 yang pernah dimiliki oleh Jenderal Sudirman.

Jika ingin melihat pesawat-pesawat tempur, pengunjung bisa menuju ke Taman Dirgantara. Di sana terdapat berkisar 16 unit pesawat tempur.

Melihat perkembangan Indonesia melalui informasi menarik bisa masyarakat Jakarta nikmati di Museum Satria Manda, di museum tersebut nantinya akan diperlihatkan mulai dari sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga peristiwa-peristiwa penting di zaman dahulu. Cocok untuk kamu yang senang dengan berwisata sambil menambah pengetahuan.Koleksi kendaraan tempur di Museum Satriamandala (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Salah satu pengunjung yang datang ke Museum Satriamandala adalah Deva. Dia datang bersama pasangannya karena penasaran. Dia ingin mengetahui informasi sejarah Indonesia yang ada di museum ini.

“Pertama karena penasaran kan lewat fyp (for your page) TikTok, ya kita pengen lihat sejarah-sejarah Indonesia nih di Museum Satriamandala kayak gimana. Terus juga sekalian ke Kampoeng Djoeang juga karena di dalam museum ada kafe,” kata dia.

Dari papan informasi yang terdapat di depan pintu masuk museum, jam operasional Museum Satriamandala ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Untuk mengetahui sejarah Indonesia dan menanamkan rasa cinta tanah air, Museum Satriamandala bisa menjadi medianya.

Teringat salah satu kutipan yang terdapat di bangunan museum yang berbunyi ‘Kenali Bangsamu, Cintai Bangsamu’.

Kafe nan Sejuk

Di area museum terdapat sebuah kafe, dinamai Kampoeng Djoeang. Kafe itu bernuansa jadul dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo. Kafe itu juga adem seperti di rumah nenek ditambah dengan suasana yang sejuk karena banyak pepohonan.

Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya.Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Kafe itu berada di pojokan, tepatnya berada di belakang salah satu bangunan museum, yakni ruang diorama tiga dan empat atau tak jauh dari Taman Soekarno.

Tampak depan kafe, pengunjung akan disambut dengan dua mobil tua yang tampilannya begitu keren, satu mobil van berwarna putih dan satu lagi gahar berwarna hitam.

Dari informasi yang ada, konsep kafe Kampoeng Djoeang itu merujuk pada tempat tinggal dan markas dari Jenderal Sudirman dan pasukannya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Titik Nol Kilometer Palembang yang Terlupakan



Palembang

Seperti kota-kota lainnya di Indonesia, Palembang juga punya Titik Nol Kilomater. Tapi sayang, titik nol kilometer ini sudah dilupakan orang.

Tahukah kamu di mana titik nol kilometer Kota Palembang? Jika banyak yang menjawab tidak tahu itu wajar, sebab titik ini ditandai hanya oleh prasasti kecil yang mungkin luput dari pandangan warga yang melintas.

Seperti pada umumnya, titik nol kilometer menjadi penanda untuk mengukur jarak di Kota Palembang. Karena itulah warga Palembang kini mengenal beberapa tempat yang menggunakan hitungan kilometer.


Seperti Pasar Palimo (Pasar Kilometer 5), yang artinya berjarak 5 kilometer dari titik nol tadi. Kami mendatangi lokasi titik nol dan mencoba bertanya pada warga yang biasa beraktivitas di sekitar situ.

Rupanya mereka pun tidak tahu dengan tepat keberadaan titik nol kilometer Palembang.

“Di sana, seberang Lapas (Lapas Perempuan Kelas II A Palembang),” kata seorang pengemudi becak motor ditemui di lokasi.

“Tidak tahu kalau ada nama tempat titik nol. Mungkin karena (di Palembang) ada KM, ya. Misal mau ke KM 10, KM 12, makanya ada nama tempat titik nol,” ungkap warga sekitar bernama Maulana.

“Kalau tidak salah di Monpera (Monumen Perjuangan Rakyat),” jawab warga lain bernama Apri.

Nah, sebenarnya Titik Nol Kilometer Palembang terletak di depan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayowikramo atau Masjid Agung Palembang.

Titik Nol Kilometer Palembang.Titik Nol Kilometer Palembang. Foto: Reiza Pahlevi/detikcom

Tepatnya ada di trotoar depan pagar masjid, berseberangan dengan Bundaran Air Mancur antara Jalan Sudirman dan Jalan Merdeka. Prasasti Titik Nol Kilometer Palembang berdiri tanpa pagar pembatas apa pun.

Semennya mulai gompal dan warna hijaunya mengusam. Bahkan ada sampah-sampah dan barang bekas seperti sepatu rusak dan ranting pohon di sekitarnya. Di atas prasasti itu terpatri tulisan berikut.

Awal
Jln. Jenderal Sudirman
KM : 0 + 000
S.02′ 59′ 17.0″
E.104′ 45′ 39.7″

Awal
Jln. Riacudu
S.02′ 59′ 17.0″
E.104′ 45′ 39.7″

Kepala Dinas Pariwisata Palembang Sulaiman Amin pun sepakat, banyak masyarakat yang belum tahu persis tempat Titik Nol Kilometer Palembang. Justru banyak yang lebih tahu titik nol di daerah lain karena memang lebih populer.

“Padahal titik nol tak hanya ada di luar (kota) saja. Palembang juga punya. Titik nol itu untuk penghitungan lokasi titik nol ke lokasi lain. Termasuk juga ke wilayah seberang (Jembatan Ampera), tapi banyak yang tidak tahu,” tutur Sulaiman.

Menurut Sulaiman, Titik Nol Kilometer Palembang bisa menjadi destinasi wisata potensial ke depannya. Untuk itu, Dinas Pariwisata akan mengumpulkan sejarawan, budayawan, dan OPD terkait untuk memastikan lokasi tepat titik nol, kemudian mendirikan tugu penanda yang lebih kentara di sana.

“Kita akan bangun semacam tugu penanda titik nol Palembang supaya masyarakat tahu titiknya. Nanti kita akan teliti dulu bersama sejarawan, budayawan, dan OPD terkait untuk menentukan lokasinya,” jelasnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com