Tag Archives: jepang

Gedung Candra Naya Bertahan Dipeluk Gedung-gedung Modern nan Menjulang



Jakarta

Jakarta Barat memiliki kawasan Pecinan terluas di Indonesia. Salah satunya ditandai dengan bangunan-bangunan bernuansa Tionghoa, salah satunya Gedung Candra Naya.

Gedung Candra Naya berada di Jalan Gajah Mada Nomor 188, Jakarta Barat. Gedung itu dulu merupakan rumah tinggal milik Mayor Khouw Kim An dan didirikan pada abad ke-19.

Gedung Candra Naya tak terlihat dari jalan raya. Gedung itu diapit oleh bangunan-bangunan tinggi seperti hotel, perkantoran, dan apartemen.


Gedung Candra Naya memiliki tiga bangunan asli. Satu bangunan utama dekat lobi hotel sedangkan dua lainnya berada di kedua sisi bangunan utama tersebut. Sebetulnya dulu ada empat bangunan namun kini sudah berubah menjadi apartemen.

Petugas keamanan yang berjaga di Gedung Candra Naya, Lutfi mengatakan bangunan tersebut merupakan ruangan selir dan bangunan itu memiliki dua tingkat.

Jakarta Barat memang terkenal dengan Pecinan Glodoknya, di area tersebut berjejal berbagai makanan hingga bangunan-bangunan bernuansa Tionghoa. Namun beranjak sedikit dari kawasan tersebut ada bangunan lama berarsitektur Tionghoa yang telah melegenda. Bangunan itu adalah Gedung Candra Naya.Gedung Candra Naya di Glodok, bangunan lama berarsitektur Tionghoa yang melegenda. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Saat detikTravel berkunjung Gedung Candra Naya, Rabu (17/7/2024) Lutfi menceritakan beberapa hal tentang gedung yang telah menjadi cagar budaya itu.

“Ini bangunan ada tiga bangunan, sisi selatan sama sisi utara, nah ini bangunan induknya. Ini rumah Khouw Kim An, dulu dibelakang ada (bangunan) dua lantai nah itu tempatnya para selir, sekarang udah dibongkar dimakan sama apartemen,” kata Lutfi.

Dari catatan sejarah yang berada di gedung tersebut, belum ada tahun pasti kapan bangunan ini resmi didirikan, yang pasti bangunan ini sudah ada sebelum Khouw Kim An lahir. Jadi entah sang kakek Khouw Kim An (Khouw Tjeng Tjoan) atau sang ayah (Khouw Tian Sek), anggapannya bangunan ini dibangun tahun 1807 oleh Khow Tjeng Tjoan untuk merayakan kelahiran anaknya yakni ayah dari Khouw Kim An di tahun 1808.

“Yang dari sejarah itu kemungkinan sekitar 1800-an ini bangunan dibangun, sekarang yang orang tahu tuh rumahnya Mayor Khouw Kim An. Nah itu Khouw Kim An sendiri adalah penerus, dia sebagai cucu bukannya sebagai yang punya (pendiri) bangunan ini jadi ini peninggalan rumah kakeknya,” ujar Lutfi.

Jakarta Barat memang terkenal dengan Pecinan Glodoknya, di area tersebut berjejal berbagai makanan hingga bangunan-bangunan bernuansa Tionghoa. Namun beranjak sedikit dari kawasan tersebut ada bangunan lama berarsitektur Tionghoa yang telah melegenda. Bangunan itu adalah Gedung Candra Naya.Gedung Candra Naya, bangunan lama berarsitektur Tionghoa yang melegenda. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Khouw Kim An sendiri lahir pada 5 Juni 1879, berjalannya waktu rumah peninggalan keluarganya itu ditempati olehnya. Melanjut dari catatan di Gedung Candra Naya, Khouw Kim An menempati bangunan ini pada tahun 1934.

Khouw Kim An diberikan jabatan oleh Pemerintah Belanda kala itu untuk mewakili etnis Tionghoa di Batavia, tahun 1905 karena karirnya dianggap mumpuni alhasil pangkat letnan disematkan kepadanya. Dan kurang dari sepuluh tahun Khouw Kim An sudah dua kali naik jabatan, di tahun 1908 menjadi kapten dan 1910 menjadi mayor.

Ketika Bangsa Jepang masuk ke Indonesia di tahun 1942, dalam catatan Khouw Kim An ditahan oleh Jepang dan meninggal dalam tahanan pada 13 Februari 1945. Sepeninggal Khouw Kim An bangunan ini pun beberapa kali beralih fungsi.

Alih Fungsi dari Pusat Perkumpulan Warga Tionghoa hingga Pusat Pendidikan Candra Naya

Setelah Perang Dunia Kedua berakhir di tahun 1946, bangunan ini dipakai menjadi tempat bagi Asosiasi Xin Ming (perkumpulan sosial) yang memiliki tujuan sebagai pusat informasi bagi etnis Tionghoa kala itu. Berbagai kegiatan banyak asosiasi ini lakukan di antaranya membuat klinik diagnostik yang menjadi awalan dari Rumah Sakit Sumber Waras.

Selain itu juga beberapa kegiatan olahraga seperti biliar, bulu tangkis hingga kungfu. Dan gedung tersebut juga sempat jadi pusat pendidikan SD, SMP, SMA yang bernama Candra Naya, di tahun 1965 atas permintaan Organisasi Persatuan Etnis untuk mengganti nama gedung menjadi Gedung Candra Naya.

Kini di area belakang bangunan utama Gedung Candra Naya terdapat sebuah kolam ikan yang indah. Menurut Lutfi kolam tersebut bukan bawaan dari bangunan lama.

Ia mengetahui setelah bertanya kepada salah satu pengunjung yang ternyata sempat mengenyam pendidikan di SD Candra Naya.

“Kolam ikan itu baru, dulu lapangan tempat latihan kungfu. Soalnya saya dapat informasi ini semuanya itu memang dari alumni SD dulu yang di sini, saya tanya umurnya udah berapa? Udah 60 tahunan,” kata dia.

Gedung Candra Naya saat ini seperti tak lekang dimakan zaman, walaupun sudah ratusan tahun berdiri daya tarik bangunannya masih terus terjaga. Arsitektur China klasik terlihat dari berbagai ukiran yang ada di setiap bangunan tersebut, Lutfi juga menyebut juga kerap datang arsitek yang ingin melihat bangunan Candra Naya.

“Ada beberapa arsitek yang datang ke sini, liat-liat bangunan ini katanya buat referensi dia gitu,” ujar Lutfi.

Bangunan yang statusnya sudah menjadi cagar budaya ini tetap bertahan di tengah gempuran gedung tinggi di sekelilingnya. Jika ingin langsung melihat keindahan bangunan ratusan tahun ini, kamu bisa datang setiap harinya mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Bandar Lampung untuk Keluarga, Cocok Buat Healing


Jakarta

Bandar Lampung adalah sebuah kota yang menawarkan beragam pesona alam yang memikat hati pengunjungnya. Terletak di ujung Selatan Pulau Sumatera, kota ini menjadi pintu gerbang utama para wisatawan yang mau menjelajahi keindahan alam dan budaya di wilayah Lampung.

Wisatawan yang datang ke Lampung akan menemukan banyak wisata alam yang menyuguhkan keindahan dari ketinggian. Selain itu ada pula museum di mana wisatawan dapat mengetahui sejarah Lampung lebih dalam. Sehingga beberapa wisata di sini cocok untuk liburan keluarga. Berikut beberapa rekomendasi wisata Bandar Lampung.

10 Wisata Bandar Lampung

Bandar Lampung mempunyai aneka wisata yang beragam. Mulai dari wisata alam, budaya, hingga edukasi.


1. Taman Kupu-kupu Gita Persada

Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

Harga tiket masuk: Rp 15.000.

Lokasi: Jl. Wan Abdurrahman, Hutan, Kecamatan Hutan, Lampung.

Taman Kupu-kupu Gita Persada merupakan kawasan wisata dan sarana edukasi yang dikelola oleh Yayasan Sahabat Alam pada 1999. Mengutip laman Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta, kawasan ini didirikan demi menghindari kepunahan segala jenis kupu-kupu Natar Lampung Selatan.

Ada lebih dari 100 spesies kupu-kupu di kawasan ini. Salah satu kekayaan yang dimiliki Taman Kupu-kupu Persada adalah keanekaragaman kupu-kupu khas Sumatera.

2. Wisata Lengkung Langit

Wisata Lengkung LangitWisata Lengkung Langit (Instargram @lengkunglangit.id)

Jam buka:

  • Senin-Jumat: 08.00-19.00 WIB.
  • Sabtu-Minggu dan tanggal merah: 09.00-20.00 WIB.

Harga tiket masuk:

  • Lengkung Langit 1 Rp 10.000.
  • Lengkung Langit 2 Rp 15.000.

Belum termasuk tiket terusan dan masing-masing wahana.

Lokasi:

  • Lengkung Langit 1: Pinang Jaya, Kemiling, Bandar Lampung.
  • Lengkung Langit 2: Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung.

Wisata Lengkung Langit menawarkan pemandangan indah di atas bukit dengan ketinggian 300 mdpl. Dari ketinggian tersebut, wisatawan dapat melihat keindahan Lampung dan Gunung di sisi lainnya.

Ada dua lokasi Lengkung Langit yang hanya terpisah 2 km. Keduanya sama-sama menyuguhkan keindahan lanskap dari ketinggian. Tapi ada beberapa spot yang berbeda.

Lengkung Langit 1 (Pinang Jaya) mempunyai bangunan rumah-rumah kecil bernuansa Eropa serta berbagai spot foto. Lengkung Langit 2 (Sumber Agung) juga memiliki banyak spot foto, yaitu seperti rumah pohon, perahu kaca, kolam terap, dan beberapa bangna lainnya.

3. Bukit Sakura

Bukit SakuraBukit Sakura (Bagus Eko Prasetyo/d’Traveler)

Jam buka: 08.00-21.00 WIB.

Harga tiket masuk: Rp 15.000.

Lokasi: Jl. Melati Raya, Langkapura, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung, Lampung.

Bukit Sakura merupakan tempat wisata yang menyuguhkan suasana ala Jepang. Ada pohon sakura buatan, lampion, serta berbagai spot foto bernuansa Jepang.

Mengutip laman repository Darmajaya, untuk menambah keseruan, destinasi ini juga menyediakan fasilitas penyewaan pakaian tradisional Jepang untuk anak-anak dan orang dewasa. Ada pula kolam renang dan playground untuk tempat bermain anak-anak.

4. Museum Lampung

Pengunjung mengamati benda bersejarah yang dipajang di museum Lampung, Sabtu (6//7/2024). Menurut pengelola, jumlah pengunjung pada hari libur sekolah di museum Lampung didominasi kaum generasi muda khususnya pelajar yang ingin melihat  perjalanan sejarah di Provinsi Lampung. ANTARA FOTO/Ardiansyah/nz.Pengunjung mengamati benda bersejarah yang dipajang di museum Lampung, Sabtu (6//7/2024). (Ardiansyah/Antara)

Jam buka:

  • Selasa-Kamis :08.00-14.00 WIB
  • Jumat: 08.00-10.30 WIB.
  • Sabtu-Minggu: 08.00-14.00 WIB
  • Senin dan libur nasional tutup.

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000.
  • Mahasiswa: Rp 2.000.
  • Anak-anak: Rp 1.000.

Lokasi: Jl. ZA. Pagar Alam No.64, Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung.

Ada dua lantai di Museum Lampung. Menurut laman Instagram Museum Lampung, pada lantai pertama, wisatawan akan belajar tentang peninggalan sejarah terbentuknya Provinsi Lampung hingga koleksi uang-uang kuno yang pernah beredar di provinsi Lampung.

Lantai dua terdapat perlengkapan adat yang dipakai sehari-hari berdasarkan siklus daur hidup masyarakat Lampung mulai dari kelahiran, beranjak remaja, pernikahan hingga kematian. Selain itu ada alat musik khas Lampung dan miniatur perlengkapan begawi

5. Wira Garden

Wira Garden LampungWira Garden Lampung (Instagram Wira Garden Lampung)

Jam buka:

  • Senin-Jumat 09.00-17.00 WIB.
  • Sabtu-Minggu: 08.00-18.00 WIB.

Harga tiket masuk: Rp 15.000.

Lokasi: Jalan Wan Abdurrahman, Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Lampung.

Wira Garden adalah tempat wisata Bandar Lampung yang menyuguhkan pesona alam dengan pepohonan besar dan Rindang. Ada taman hijau, area outbound, sungai yang jernih, dan spot-spot foto yang menarik.

Traveler bisa melakukan berbagai aktivitas seperti berjalan-jalan, bersepeda, outbond, bahkan menginap di tepi sungai menggunakan tenda.

6. Puncak Mas Lampung

Puncak MasPuncak Mas (Instagram @puncakmasthomas)

Jam buka: Rp 08.00-22.00 WIB.

Harga tiket: Rp 20.000.

Lokasi: Jl. H. Hamim RJP, Sukadanaham, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung.

Puncak Mas Lampung menawarkan pemandangan perbukitan yang memukau dari ketinggian. Di sini, wisatawan bisa menikmati keindahannya pada pagi, sore, dan malam hari.

Selain pemandangan yang indah, destinasi ini juga memiliki wahana yang cukup memacu adrenalin, seperti sepeda gantung. Tak usah khawatir, sebab, peralatan dan perlengkapan yang tersedia sudah sesuai dengan standar keamanan.

7. Bukit Aslan

Bukit Aslan di Bandar Lampung.Bukit Aslan di Bandar Lampung. (Dok. Instagram/bukitaslan)

Jam buka:

  • Selasa-Sabtu: 14.00-22.00 WIB.
  • Minggu/Libur Nasional: 10.00-22.00 WIB.
  • Senin: Tutup.

Harga tiket masuk:

  • Weekdays: Selasa-Jumat Rp 25.000/orang (e-payment) atau Rp 35.000/orang (tunai).
  • Weekend: Rp 35.000/ orang (e-payment) atau Rp 45.000/orang (tunai).
  • Anak-anak di bawah 5 tahun: gratis.

Lokasi: Jalan Bukit Aslan nomor 2 Way Gubak, Sukabumi, Bandar Lampung.

Tempat wisata Lampung berikutnya juga menyuguhkan keindahan Lampung dari ketinggian. Dari atas, wisatawan bisa melihat keindahan kota dan juga laut.

Melihat laman Instagram Bukit Aslan, salah satu spot menarik di Bukit AsLan adalah Magical Forest. Di sini, ada beberapa patung binatang yang unik dan amphitheater.

8. Lampung Walk

Lampung WalkInfinydream di Lampung Walk (Lampung Walk/instagram)

Jam buka:

  • Waterpark: 08.00-18.00 WIB.
  • Infinydream: 10.00-21.00 WIB.
  • Sport Center: 08.00-24.00 WIB.

Harga tiket masuk:

  • Waterpark: Rp 35.000.
  • Infinydream: Rp 45.000.

Lokasi: Way Halim Permai, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, Lampung.

Lampung Walk merupakan tempat rekreasi yang cukup unik. Melihat laman instagramnya, kolam renang di Lampung Walk yang cukup besar dengan aneka perosotan untuk anak-anak sampai orang dewasa.

Destinasi ini juga mempunyai Infinydream, yaitu ruangan dengan 20 spot foto unik dan kece beserta sport center.

9. Taman Wisata Lembah Hijau

Photo satwa burung pelikan di Taman Satwa Lembah Hijau LampungPhoto satwa burung pelikan di Taman Satwa Lembah Hijau (detikcom)

Jam operasional: 08.00-17.00 WIB.

Harga tiket:

  • Tiket masuk Rp 15.000 per orang.
  • Tiket Waterboom: Rp 25.000 per orang.
  • Tiket Taman Satwa: Rp 50.000 per orang.
  • Tiket Taman Satwa+Waterboom: Rp 55.000 per orang.

Lokasi: JI. Radin Imba Kesuma Ratu, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung.

Taman Wisata Lembah Hijau berada di lereng Gunung Betung, sekitar 3-4 km dari pusat kota. Menurut laman Pemprov Lampung, kawasan wisata ini mempunyai suasana yang indah dan tenang dengan suasana yang sejuk.

Di dalam wisata ini, wisatawan bisa melakukan aktivitas seperti bersepeda, melihat satwa, menunggangi gajah, berenang atau sekedar menikmati alam sekitar. Taman ini dilengkapi gazebo dan juga restoran

10. Farm Day

Jam operasional: 09.00-17.00 WIB.

Harga tiket masuk:

  • Weekdays: dewasa: Rp 20.000 dan anak-anak: Rp 15.000
  • Weekend: dewasa: Rp 25.000 dan anak-anak: Rp 15.000.

Lokasi: Jalan Khadin Tihang Gang 1 No. 4, Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung.

Farm Day adalah kafe sekaligus taman edukasi Lampung untuk bersantai dan belajar. Konsepnya modern dengan kolam-kolam kecil yang dihiasi kincir angin mini.

Di sini terdapat berbagai jenis hewan seperti domba merino, ayam, kelinci, ikan, dan burung. Wisatawan bisa berinteraksi dengan hewan dengan memberi maka atau foto bersama.

Itulah sederet wisata Bandar Lampung untuk keluarga. Kamu tertarik untuk mengunjungi yang mana? Jangan lupa update informasi lebih dulu sebelum berkunjung ya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

15 Tempat Wisata Kota Tua Jakarta dengan Sejarahnya Lengkap


Jakarta

Kota Tua adalah salah satu tempat wisata favorit di Jakarta. Kota Tua menyimpan banyak jejak sejarah peninggalan Belanda yang masih berdiri hingga sekarang.

Simak artikel ini untuk mengenal sejarah Kota Tua. Simak juga 15 tempat wisata unggulan yang wajib dikunjungi di Kota Tua, lengkap dengan daya tarik, harga tiket masuk, lokasi dan jam buka.

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Kota Tua

Karena sejarahnya yang kental, Kota Tua kini memiliki pesona tersendiri bagi wisatawan. Jika mau datang ke sini, simak dulu rekomendasi 15 tempat wisata Kota Tua Jakarta yang wajib dikunjungi.


1. Stasiun KA Jakarta Kota

Kawasan depan Stasiun Jakarta Kota kerap dipenuhi driver ojol yang menunggu penumpang. Mereka biasanya mangkal di trotoar depan stasiun.Stasiun Jakarta Kota. (Pradita Utama)

Lokasi: Jalan Lada, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta

Jika kalian naik commuter line untuk menuju Kota Tua, maka akan turun di Stasiun Jakarta Kota. Stasiun ini dulu dikenal dengan sebutan Stasiun Beos. Stasiun ini berdiri sejak 1870.

Dikutip dari situs KAI, Beos sendiri diambil dari nama maskapai kereta api Belanda bernama Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur). Di masa Belanda, stasiun ini pernah dipakai sebagai untuk menghubungkan Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor).

Bangunan Stasiun Jakarta Kota merupakan hasil desain dari arsitek Belanda kelahiran Tulungagung, 8 September 1882, Frans Johan Louwrens Ghijsels. Kini stasiun ini masih aktif digunakan untuk jalur commuter line Jabodetabek mulai pukul 03.00-24.00 WIB.

2. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa. (Brigitta/detikcom)Pelabuhan Sunda Kelapa. (Brigitta/detikcom)

Lokasi: Jl. Maritim No 8 Sunda Kelapa, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara

Jam buka: 24 jam.

Di sisi utara terdapat Pelabuhan Sunda Kelapa yang sangat bersejarah, bahkan sejak masa kerajaan. Pelabuhan ini sejak dulu sudah menjadi persinggahan utama kapal-kapal dari berbagai negara.

Kini Pelabuhan Sunda Kelapa difungsikan untuk kapal-kapal berukuran lebih kecil dan melayani lalu lintas perdagangan antarpulau dalam negeri. Wisatawan bisa menjumpai kapal-kapal kayu dan kapal phinisi yang cantik digunakan sebagai latar belakang foto.

3. Museum Fatahillah

Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Fatahillah. (Tiara Rosana/detikcom)

Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No 1 Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang.

Fatahillah adalah sosok yang bersejarah bagi Jakarta. Namanya kemudian digunakan sebagai nama Museum Sejarah Jakarta yang juga disebut Museum Fatahillah. Di dalam museum ini terdapat berbagai koleksi bersejarah dari masa lalu.

Koleksi tersebut antara berwujud perabot rumah tangga, mebel, senjata, keramik, peta, dan buku-buku. Koleksinya kini diperbanyak untuk menambah wawasan para pengunjung.

4. Taman Fatahillah

Taman FatahillahTaman Fatahillah. (Shutterstock)

Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No 1 Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 06.00-22.00 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Museum Fatahillah mungkin tutup sampai sore, tetapi Taman Fatahillah bisa dinikmati sampai malam. Dari taman ini, traveler bisa berfoto dengan latar belakang gedung bergaya neo klasik tersebut.

Taman ini disusun dari bahan konblok. Terdapat sebuah kolam berdesain kubah yang unik di halaman depan. Detikers bisa melihat ke bagian atap utama Museum Fatahillah yang terdapat penunjuk arah mata angin yang ikonik.

Di malam hari, area ini masih ramai pengunjung. Bahkan sering kali ada hiburan musik.

5. Toko Merah

Toko Merah: Menikmati Kopi dan Pisang Goreng di Bangunan 293 TahunToko Merah di kawasan Kota Tua. (Tim detikfood)

Lokasi: Jalan Kali Besar Barat No 11, Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 08.00-22.00 WIB

Toko Merah mungkin tampak paling mencolok daripada bangunan di sekitarnya. Bangunan bergaya klasik Eropa ini memiliki ornamen khas China. Pada dindingnya tercantum informasi bahwa Toko Merah dibangun Gubernur VOC Gustaaf Willem Baron Van Imhoff pada 1730.

Dilansir e-jurnal milik binus.ac.id, terdapat perbedaan pendapat mengenai pemberian nama ‘Toko Merah’. Sebagian berpendapat gedung ini dulunya adalah toko yang dimiliki warga Tionghoa, Oey Liauw Kong pada pertengahan abad ke-19.

Pendapat lain mengatakan nama ‘Toko Merah’ diambil setelah peristiwa Geger Pacinan. Banyak warga Tionghoa yang mati dibunuh dan hanyut di Kali Besar saat itu. Warna air sungai pun sampai berubah menjadi merah karena darah.

Dahulu, wisatawan tidak diperbolehkan masuk ke Toko Merah, sehingga hanya bisa berfoto-foto dari luar. Sejak 1 November 2023, Toko Merah digunakan sebagai kafe RODE Winkel yang bisa menjadi tempat nongkrong sambil ngopi.

6. Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia merupakan objek wisata di kawasan Kota Tua. Tak hanya menyimpan kisah perjalanan Bank Indonesia, museum ini juga mengoleksi uang kuno.Museum Bank Indonesia. (Ni Made Nami Krisnayanti)

Lokasi: Jalan Pintu Besar Utara No 3, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 08.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Umum: Rp 5 ribu
  • Pelajar/mahasiswa: gratis

Ada juga Museum Bank Indonesia (BI) yang menyimpan sejarah perbankan Indonesia. Di sini, traveler bisa melihat mata uang dari zaman Nusantara sampai sekarang. Museum ini sering dijadikan tempat wisata edukatif oleh para pelajar.

7. Museum Bank Mandiri

museum bank mandiri kota tuamuseum bank mandiri kota tua. (Tommy Bernadus/d’Traveler)

Lokasi: Jalan Lapangan Stasiun No 1, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Pelajar/Anak-anak: Rp 3.000 per orang
  • Pelajar (Wisatawan Asing): Rp 10.000 per orang
  • Dewasa (Wisatawan Asing): Rp 15.000 per orang

Selain Museum Bank Indonesia, ada juga Museum Mandiri. Di sini, traveler bisa mengenal sejarah perbankan masa lalu melalui perangkat jadul, diorama, papan informasi.

Dilansir dari situs Museum Mandiri, gedung ini awalnya adalah kantor Nederlandsch Handel-Maatschappij (NHM) atau Netherlands Trading Corporation alias Maskapai Dagang Belanda.

Usai Indonesia merdeka, gedung ini beralih menjadi Bank Exim (Bank Export Import). Baru pada 2 Oktober 1998, gedung NHM resmi difungsikan sebagai Museum Mandiri.

8. Museum Seni Rupa dan Keramik

museum keramik kota tuamuseum keramik kota tua. (Nfadils/d’Traveler)

Lokasi: Jalan Pos Kota No 2, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang

Di sebelah Museum Fatahillah, terdapat bangunan cagar budaya yang juga menarik, yaitu Museum Seni Rupa dan Keramik. Traveler bisa melihat berbagai koleksi keramik dan seni rupa dari Indonesia maupun mancanegara di dalam museum ini.

Detikers juga bisa mengikuti workshop membuat gerabah atau keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik. Biaya mengikuti workshop ini adalah sebesar Rp 50.000 per orang.

9. Museum Bahari

Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta UtaraMuseum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Lokasi: Jalan Pasar Ikan No 1, Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Jam buka: 08.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 10.000 per orang (weekend Rp 15.000 per orang)
  • Mahasiswa/pelajar: Rp 5.000 per orang
  • Wisatawan mancanegara: Rp 50.000.

Jakarta juga terkenal dengan lautnya. Wisatawan bisa mengenal lautan di Museum Bahari. Di museum ini, detikers bisa melihat berbagai benda-benda kelautan dari masa kolonial.

Dikutip dari situs Dinas Kebudayaan Jakarta, bangunan ini awalnya berfungsi sebagai gudang penyimpanan rempah-rempah. Setelah Jepang masuk, gedung ini berfungsi untuk menyimpan logistik oleh tentara Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, gedung ini dipakai untuk menyimpan alat navigasi hingga replika perahu tradisional dari berbagai daerah. Pemerintah menetapkan bangunan tersebut menjadi Museum Bahari pada 7 Juli 1977.

10. Magic Art 3D Museum Jakarta

Magic Art 3D MuseumMagic Art 3D Museum. Foto: Tiara Rosana/detikcom

Lokasi: Jalan Kali Besar Timur, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 10.00-18.00 WIB

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 60.000 (weekend Rp 80.000)
  • Anak usia 3-17 tahun: Rp 40.000 (weekend Rp 50.000)

Ada wisata museum lain yang menarik perhatian, yaitu Magic Art 3D Museum. Dilansir dari situs resminya, museum ini menyuguhkan berbagai lukisan dan seni tiga dimensi.

Di dalamnya terdapat 17 zona dan 104 spot foto. Zona di museum ini antara lain zona lukisan, satwa, laut, rutinitas, dinosaurus, horor, dan petualangan. Selain itu, terdapat wahana menarik di dalamnya, yakni seperti labirin rumah kaca, ruang laser, ruang ames, ruang miring, kursi ilusi, ruang penjara, dan ruang ajaib.

11. Museum Wayang

Museum WayangMuseum Wayang. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Lokasi: Jalan Pintu Besar Utara No 27 Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang

Satu lagi tempat wisata museum di Kota Tua, yaitu Museum Wayang. Di dalamnya terdapat aneka koleksi wayang, seperti wayang kulit, wayang golek, dan wayang beber. Selain wayang, ada koleksi berupa topeng, lukisan, patung kayu, dan gamelan.

Museum Wayang menggunakan bangunan kuno yang didirikan VOC pada 1640 dengan nama ‘de oude Hollandsche Kerk’. Dulu gedung ini sempat hancur karena gempa bumi, tetapi dibangun kembali dan diserahkan kepada Stichting Oud Batavia untuk dijadikan museum dengan nama ‘de Oude Bataviasche Museum’ atau Museum Batavia Lama.

Dikutip dari situs Asosiasi Museum Indonesia (AMI), pada masa Indonesia merdeka, pemerintah menyerahkan gedung ini kepada Lembaga Kebudayaan Indonesia dan namanya diubah menjadi Museum Jakarta.

Pada 1968, bangunin ini diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta dan diubah fungsinya menjadi Museum Wayang pada 13 Agustus 1975.

12. Kawasan Kali Besar

Kawasan Kali Besar Kota Tua sudah hampir selesai direvitalisasi. Proyek revitalisasi yang dikerjakan selama hampir dua tahun itu mulai tampak bentuknya.Kawasan Kali Besar Kota Tua. (Agung Pambudhy/detikcom)

Jika traveler sudah melihat Toko Merah dan Museum Wayang, maka kalian pasti melihat Kali Besar. Kawasan sungai ini telah ditata rapi dan modern.

Banyak orang menyebut kawasan Kali Besar mirip dengan Sungai Cheonggyecheon yang ada di Seoul, Korea Selatan. Saat sore menjelang malam, suasana di sini semakin terlihat gemerlap oleh lampu Kota Tua.

13. Jembatan Kota Intan

Pekerja menyelesaikan proyek rehabilitasi Jembatan Kota Intan di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (16/11/2023). Jembatan Kota Intan merupakan jembatan gantung kayu tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1628 pada era pemerintah VOC Belanda.Jembatan Kota Intan. (Ari Saputra/detikcom)

Lokasi: ujung utara Jalan Kali Besar, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Di sepanjang Kali Besar terdapat beberapa penghubung antara Jalan Kali Besar Barat dan Jalan Kali Besar Timur, salah satunya adalah Jembatan Kota Intan. Jembatan ini unik karena bergaya kolonial.

Jembatan dibangun pada 1628 dan merupakan salah satu jembatan tertua di Indonesia. Sebelumnya, nama jembatan Engelse Burg (Jembatan Inggris), Hoenderpasarburg (Jembatan Pasar Ayam), dan Het Middelpunt Burg (Jembatan Pusat).

Dikutip dari situs Kemdikbud, Jembatan Kota Intan memiliki struktur unik karena dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan untuk mencegah banjir.

14. Pasar Petak Sembilan Glodok

Warga berjalan melintasi lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta, Selasa (5/4/2022). Sebanyak 160 PKL di kawasan Petak Sembilan rencananya akan direlokasi ke Pasar Glodok agar jalan tersebut bisa dilalui kendaraan mobil dan motor, sejalan dengan penataan kawasan Kota dalam menyambut Stasiun MRT Taman Sari. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.Pasar Petak Sembilan. (Hafidz Mubarak A/Antara)

Lokasi: Jalan Kemenangan Raya No 40, Kelurahan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

Jam buka: 06.00-15.30 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Dari Kota Tua, detikers bisa mampir ke selatan, yakni di kawasan Glodok. Glodok merupakan kawasan pecinan terbesar sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda. Hingga kini, mayoritas warga Glodok merupakan keturunan Tionghoa.

Di Glodok terdapat beberapa pasar, salah satunya Pasar Petak Sembilan. Di pasar ini dijual aneka barang, seperti baju, lampion, alat peribadatan untuk umat Buddha dan Konghucu, hingga berbagai perlengkapan rumah tangga.

Selain itu, banyak penjual makanan khas seperti mipan, kue keranjang, siomay, dan aneka chinese food.

15. Vihara Jin De Yuan

Lokasi: Petak Sembilan, Jalan Kemenangan III No 19 Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 06.00-16.00 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Masih di Glodok, terdapat Vihara Jin De Yuan atau Vihara Dharma Bhakti berdiri sejak sekitar 400 tahun silam dan merupakan vihara terbesar di Jakarta. Tempat ibadah ini menjadi bukti kompleksitas kehidupan masyarakat etnis Tionghoa di Indonesia.

Pemandu dari Jakarta Good Guide, Huans Sholehan, menjelaskan kelompok Tionghoa pernah menjadi korban pembantaian pada 1740, yang membuat vihara ini ikut terbakar.

Kebakaran pernah terjadi di vihara ini pada 2015. Lalu, pada 2019 tempat ini pun ditata ulang agar menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi umat Konghucu maupun Buddha.

Sejarah Kota Tua Jakarta

Dikutip dari situs Pemprov DKI Jakarta, Kota Tua Jakarta dulunya disebut Oud Batavia atau yang berarti Batavia Lama. Oleh Belanda, kawasan ini digunakan sebagai pusat pemerintahan Hindia-Belanda yang memiliki luas 1,3 km persegi.

Peristiwa penting banyak terjadi di tempat ini. Pada 1528, Fatahillah dikirim Kesultanan Demak untuk menyerang Pelabuhan Sunda Kalapa pada zaman Kerajaan Hindu, Pajajaran.

Fatahillah yang berhasil merebut Pelabuhan Sunda Kalapa, mengganti namanya menjadi Jayakarta yang dalam bahasa Sanskerta berarti ‘kemenangan penuh’ atau ‘kemenangan mutlak’.

Kemudian pada 1819, Belanda (VOC) di bawah Komando Gubernur Jenderal Jaan Pieterszoon Coen (JP Coen) merebut wilayah Jayakarta dari Fatahillah. Nama Jayakarta lalu diubah menjadi Batavia untuk menghormati leluhur mereka bernama Batavieren. Dari kata Batavia inilah masyarakat di sini disebut sebagai Betawi.

VOC mendirikan pusat pemerintah Hindia Belanda di Kali Besar (Groote River). Pada 1635, VOC memperluas Batavia hingga ke tepi barat Sungai Ciliwung di reruntuhan pusat pemerintahan Jayakarta.

Pada 1942, Belanda pergi dari Indonesia dan berganti dengan kependudukan Jepang. Nama Batavia kemudian diubah menjadi Jakarta. Setelah Indonesia merdeka pada 1945, nama Jakarta masih terus dipakai.

Pada 1972, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ali Sadikin menjadikan Kota Tua sebagai situs cagar budaya melalui dekrit. Terdapat 12 gedung tua yang terancam ambruk, sehingga dilakukan revitalisasi dan hingga kini masih beroperasi dan digunakan untuk berbagai kegiatan.

Demikian tadi informasi lengkap mengenai Kota Tua Jakarta, mulai dari sejarah dan 15 tempat wisata di Kota Tua yang menarik dikunjungi. Sebelum berkunjung, jangan lupa pastikan destinasi wisata pilihan kamu dapat dikunjungi publik.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Bersejarah di Surabaya Selatan dan Sekitarnya, Cocok untuk Edukasi!


Jakarta

Surabaya dijuluki sebagai Kota Pahlawan bukan tanpa alasan. Selain menjadi lokasi Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 silam, traveler dapat menemukan sejumlah historical site dengan bangunan lama berdiri kokoh hingga sekarang yang tersebar di kota ini.

Sederet situs tersebut kini menjadi destinasi wisata menarik bagi pengunjung yang ingin mempelajari sejarah. Lantas, di mana saja tempat bersejarah di Surabaya dan sekitarnya?

Situs Bersejarah di Surabaya Selatan dan Sekitarnya

Berikut deretan historical site yang tersebar di Surabaya Selatan, Utara, hingga Pusat yang cocok untuk untuk wisata edukasi sejarah:


1. Gedung Setan Surabaya

gedung setan surabayaGedung Setan Surabaya. (Esti Widiyana)

  • Lokasi: Jl. Banyu Urip Wetan IA No.107, Kecamatan Sawahan, Surabaya.

Mendengar namanya mungkin terkesan agak seram. Padahal, gedung ini ditinggali oleh warga sebanyak 40 KK lho, mengutip pemberitaan detikcom. Dulunya, Gedung Setan sendiri bekas kantor gubernur VOC di Jawa Timur yang telah berdiri sejak 1809.

Setelah VOC bangkrut dan hengkang dari Indonesia, bangunan ini menjadi milik Dokter Teng Sioe Hie namun tidak dijadikan tempat tinggalnya. Lahan kosong di sekitar gedung dijadikan tempat pemakaman Tionghoa dan tidak ada lampu yang menyinari sekelilingnya. Oleh sebab itu, warga menyebut bangunan ini sebagai Gedung Setan.

2. Monumen Tugu Pahlawan

Sejarah Tugu Pahlawan adalah sebuah bangunan untuk memperingati peristiwa pertempuran 10 November. Tugu Pahlawan terletak di Surabaya, Jawa Timur.Monumen Tugu Pahlawan. (Bappeko Surabaya)
  • Lokasi: Jl. Pahlawan, Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Monumen Tugu Pahlawan dibangun sebagai penghormatan bagi perjuangan para pahlawan Indonesia yang gugur dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Tugu ini didirikan pada 10 November 1951 dan selang satu tahun kemudian barulah monumen diresmikan oleh Presiden Soekarno, dilansir situs Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya.

3. Museum Sepuluh Nopember

Museum 10 November SurabayaMuseum 10 November Surabaya (Tedi Permana/d’Traveler)
  • Lokasi: Jl. Pahlawan, Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Museum Sepuluh Nopember berada di Kompleks Tugu Pahlawan. Museum ini mulai didirikan pada 10 November 1991 dan diresmikan pada 19 Februari 2000 oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid.

Pembangunan museum seluas 1366 m2 itu dilakukan pada kedalaman 7 meter di bawah permukaan tanah, sehingga hanya atap bangunan yang terlihat. Penempatan ini dilakukan agar gedung museum tidak mengganggu view Tugu Pahlawan.

4. Monumen Kapal Selam

Pengunjung mengunjungi Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410 di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/5/2023). Monumen yang terbuat dari kapal selam buatan Rusia tahun 1952 dengan panjang 76 meter itu merupakan destinasi wisata edukatif di kota pahlawan tersebut yang sering dikunjungi wisatawan terutama saat akhir pekan. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww.Monumen Kapal Selam. (Iggoy el Fitra/Antara)
  • Lokasi: Jl. Pemuda No. 39, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya.

Monumen Kapal Selam, yang disebut juga Monkasel, adalah bentuk asli kapal KRI Pasopati 410 dari Satuan Kapal Selam Armada RI Kawasan Timur (Satselamartim). Kapal ini dibuat di Rusia pada 1952.

Mengutip situs resmi Monkasel, KRI Pasopati 410 memainkan peran penting selama masa-masa kemerdekaan Indonesia, di antaranya pernah terlibat dalam operasi pembebasan Irian Barat dari Belanda di masa lampau.

Monkasel dibangun sebagai simbol penghargaan atas jasa KRI Pasopati dan awaknya yang berani melawan penjajah. Di dalam monumen yang dibuka pada 2 Oktober 1988, traveler dapat melihat berbagai eksibisi yang menunjukkan kehidupan di kapal selam, peralatan yang dipakai, hingga sejarah KRI Pasopati.

5. Museum Surabaya (Gedung Siola)

Lokasi: Jl. Tunjungan No. 1, Kecamatan Genteng, Surabaya

Di Museum Surabaya, kamu dapat mengetahui kesejarahan Kota Surabaya. Museum ini disebutkan memiliki lebih dari 1.000 koleksi yang mendukung informasi sejarah Kota Pahlawan itu. Koleksi berupa arsip, furnitur kuno, piano, hingga trofi.

Museum Surabaya menempati Gedung Siola yang awalnya dibangun sebagai toserba pada 1877. Di masa pemerintahan Jepang, bangunan tersebut dijadikan toko tas oleh pengusaha mereka. Usai Jepang menyerah pada Sekutu, gedung digunakan sebagai tempat pertahanan pahlawan Indonesia.

Setelahnya, Gedung Siola berganti-ganti fungsi dan pemilik. Salah satunya sempat dianggap sebagai pusat perbelanjaan terbesar pertama di Surabaya yang menyediakan berbagai kebutuhan. Hingga akhirnya diresmikan sebagai Museum Surabaya pada 3 Mei 2015.

6. Museum Dr. Soetomo

Museum Dr. SoetomoMuseum Dr. Soetomo. (Tiket Wisata Surabaya)
  • Lokasi: Jl. Bubutan No. 85-87, Kecamatan Bubutan, Surabaya

Sesuai namanya, museum ini menampilkan riwayat hidup Dr. Soetomo yang merupakan tokoh pergerakan Indonesia sekaligus pendiri organisasi Boedi Oetomo. Di museum ini bisa dijumpai lebih dari 300 koleksi berupa alat kesehatan, foto-foto, dan terdapat makam Dr. Soetomo. Museum Dr. Soetomo diresmikan pada November 2017 oleh Walikota Surabaya Tri Risma Harini.

7. Monumen Jalesveva Jayamahe

monumen jalesveva jayamahe.monumen jalesveva jayamahe. (Deny Prastyo Utomo detikcom)
  • Lokasi: Armada Timur Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya

Monumen Jalesveva Jayamahe atau Monjaya merupakan tempat wisata edukasi maritim. Mengutip pemberitaan detikcom, monumen ini terdiri dari dua bagian: patung dan bangunan. Patung Jalesveva Jayamahe memiliki ketinggian 31 meter dan gedung yang menopangnya sekaligus dijadikan sebagai museum setinggi 29 meter.

Monjaya dibangun pada 5 Desember 1990 dan rampung kurang lebih enam tahun setelahnya. Pembangunan monumen ini menunjukkan kesiapan dan optimisme tinggi Angkatan Laut Indonesia dalam menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI.

8. Museum H.O.S Tjokroaminoto

Museum HOS Tjokroaminoto, rumah masa muda Soekarno di Surabaya ramai dikunjungi di Hari Lahir Pancasila.Museum HOS Tjokroaminoto. (Esti Widiyana/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Peneleh Gg. VII No. 29-31, Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya

Museum H.O.S Tjokroaminoto dulunya adalah tempat tinggal pahlawan nasional H.O.S Tjokroaminoto semasa hidup. Kediamannya juga merupakan tempat para tokoh pergerakan nasional bertemu dan berdialog.

Oleh karena itu, rumah sang pahlawan diresmikan sebagai museum sekaligus menjadi destinasi wisata sejarah pada 27 Desember 2017. Di sini dapat ditemukan lebih dari 140 koleksi peninggalan H.O.S Tjokroaminoto.

9. Museum W.R. Soepratman

Melihat Museum WR Soepratman, Pencipta Lagu Ibu Kita KartiniMelihat Museum WR Soepratman. (Rifki Afifan Pridiasto)
  • Lokasi: Jl. Mangga No. 21, Gedang Sewu, Kecamatan Tambaksari, Surabaya

Museum W.R. Soepratman termasuk destinasi wisata sejarah di Surabaya. Dulunya, museum ini merupakan rumah kakak W.R. Soepratman yang juga tempat sang pahlawan pencipta lagu Indonesia Raya itu wafat.

Terpampang foto-foto W.R. Soepratman bersama keluarga dan kerabat dekatnya di dalam museum ini. Di samping itu terdapat dua kamar tidur yang salah satunya adalah kamar tidur W.R. Soepratman.

Uniknya, kamar beliau tidak mempunyai akses pintu dan hanya ada jendela depan. Dibuat demikian untuk mengelabui aparat Hindia Belanda pada masa itu.

10. Museum Pendidikan Surabaya

Museum Pendidikan di Surabaya Wajib DikunjungiMuseum Pendidikan di Surabaya. (Dok tiketwisata.surabaya.go.id)
  • Lokasi: Jl. Genteng Kali No. 10, Kecamatan Genteng, Surabaya

Museum Pendidikan Surabaya didirikan sebagai museum tematik yang menyimpan bukti materiil pendidikan pada masa pra aksara, klasik, kolonial, dan masa kemerdekaan. Tempat museum ini berdiri dulunya merupakan Sekolah Taman Siswa cabang Surabaya milik Ki Hajar Dewantara.

Diresmikan pada 25 November 2019, Museum Pendidikan dibangun untuk mendukung kegiatan edukasi, riset, sekaligus rekreasi di Surabaya.

Nah, itu tadi sederet historical site atau tempat bersejarah di Surabaya Selatan dan sekitarnya. Jadi, traveler tertarik mendatangi tempat yang mana nih?

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

7 Destinasi Wisata Pulau Nusa Penida



Jakarta

Kendati tidak luas, Nusa Penida memiliki banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Bukan cuma aktivitas laut, seperti snorkeling atau diving yang bisa dinikmati, masih terdapat beberapa yang asyik buat dinikmati lho.

Untuk menuju Nusa Penida, traveler hanya perlu 45 menit dari Pelabuhan Sanur, Bali. Sebetulnya masih dua pulau lainnya yang sama, Pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Namun yang lebih banyak dikunjungi adalah Pulau Nusa Penida.

Apa saja sih tempat wisata yang bisa dikunjungi di Nusa Penida, berikut di antaranya.


1. Angle Billabong

Angel's Billabong dan Broken Beach, Nusa Penida, Klungkung, BaliAngel’s Billabong dan Broken Beach, Nusa Penida, Klungkung, Bali (Masaul/detikTravel)

Berada di Desa Sakti bongkahan karang-karang alami yang indah juga terdapat pertemuan antara air laut dan juga air tawar. Spot tebing karang-karang ini menjadi spot indah untuk mengabadikan foto dengan background ciamik.

2. Bukit Tanglad

Bukit ini juga dikenal dengan Bukit Teletubbies. Ya, disebut seperti itu karena terdapat beberapa bukit serupa dengan yang ada dalam acara Teletubies.

Di sini wisatawan selain disuguhkan dengan bebukitan dan rumput hijau yang menyelimutinya, juga bisa melihat lautan biru dari atas bukit.

3. Air Terjun Seganing

Di air terjun yang berada di Dusun Sebuluh ini memiliki beberapa kolam-kolam kecil yang bertaburan memperindah kawasan di bawah hujaman airnya. Jadi wisatawan yang berkunjung ke Air Terjun Seganing bisa berendam dan bermain air di kolam-kolam alam itu.

4. Goa Giri Putri

Gua Giri Putri adalah gua sakral yang kerap digunakan oleh warga sekitar sebagai tempat beribadah, selain itu berbagai kegiatan upacara keagamaan juga dilakukan di sini.

Gua Giri Putri ini memiliki keindahan di dalamnya, hiasan alam berupa stalaktit dan stalagmit jadi daya tarik gua sakral ini.

5. Pelabuhan Tanah Ampo

Dermaga Tanah AmpoDermaga Tanah Ampo (Google maps)

Pelabuhan tak beres ini adalah pelabuhan yang dicanangkan sebagai pelabuhan untuk menyambut kapal-kapal pesiar mewah. Namun berjalannya waktu, pembangunan pelabuhan untuk tujuan itu belum juga usai.

Berada di Kabupaten Karangasem, Pelabuhan Tanah Ampo bisa dikunjungi bagi wisatawan yang ingin lepas sejenak dari keramaian manusia di pulau wisata ini dan jadi spot foto estetik.

6. Desa Adat Dalem Sentra Batununggul

Bukan hanya keindahan alamnya saja yang dijual oleh Pulau Nusa Penida ini, budaya yang kental juga menjadi sebuah atraksi wisata yang bisa wisatawan nikmati.

Di Desa Adat Dalem Sentra Batununggul ini wisatawan bisa menyaksikan gelaran Barong and Keris Dance yang bisa dihelat satu minggu sekali pada hari Jumat.

7. Goa Jepang Klungkung

Selain budaya yang bisa dijelajadi di Nusa Penida, sejarah pulau ini juga cocok untuk ditelusuri melalui peninggalannya. Goa Jepang yang dipakai kala Perang Dunia II oleh pasukan Jepang untuk berlindung dari serbuan tentara sekutu.

Masih banyak lagi tempat yang bisa dijelajahi di pulau ini, banyak wisatawan hanya berkunjung sehari saja untuk menikmati tempat ini. Akan lebih afdol untuk beberapa hari menikmati keindahan pulau ini, yuk cek tanggal dan siapkan waktu untuk menjajal destinasi-destinasi di Nusa Penida.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jalan-jalan di Kebun Raya Cibodas, Bisa Lihat Bunga Bangkai hingga Sakura


Jakarta

Kebun Raya Cibodas adalah tempat wisata alam sekaligus edukasi di Cianjur. Kebun ini tidak hanya terkenal dengan koleksi tanaman yang beraneka ragam, tetapi juga keindahan alamnya.

Dilansir dari situs resmi Kebun Raya Cibodas, kebun ini awalnya bernam nama Bergtuin të Tjibodas (Kebun Pegunungan Cibodas), didirikan pada 11 April 1852 oleh Johannes Ellias Teijsmann. Tujuan awalnya untuk tempat aklimatisasi jenis-jenis tumbuhan dari luar negeri yang bernilai penting dan ekonomi yang tinggi, seperti pohon kina (Cinchona calisaya).

Kebun raya ini memiliki beberapa fungsi, antara lain untuk konservasi tumbuhan, edukasi, penelitian, hingga wisata alam. Simak artikel ini untuk mengetahui berbagai daya tarik Kebun Raya Cibodas, spot menarik, fasilitas, harga tiket masuk, lokasi dan jam bukanya.


Daya Tarik Kebun Raya Cibodas

Berikut ini sejumlah daya tarik dari Kebun Raya Cibodas yang dirangkum dari situs resminya.

Koleksi Tanaman Beragam

Bunga sakura mekar di Kebun Raya CibodasBunga sakura mekar di Kebun Raya Cibodas (Ismet Selamet/detikcom)

Koleksi tanaman di Kebun Raya Cibodas beraneka ragam, mulai dari anggrek, bunga kuku macan dari New Guinea. Tanaman ini dibagi menjadi beberapa zona, yaitu:

1. Taman Sakura

Bunga sakura tak hanya bisa dijumpai di Jepang. Kebun Raya Cibodas juga memiliki beberapa jenis sakura, seperti Prunus arborea dari Jawa, Prunus costata dari Papua, dan Prunus cerasoides dari Himalaya.

Bunga sakura ini bersemi pada waktu tertentu, yakni antara Januari-Februari dan Juli-Agustus.

2. Taman Rhododendron

Taman Rhododendron berisi beberapa jenis tanaman azalea jawa (Rhododendron javanicum) yang merupakan ikon Kebun Raya Cibodas. Beberapa jenis azalea di kebun ini, adalah Rhododendron javanicum, Rhododendrom macgregoriae, dan Rhododendron mucronatum.

3. Taman Obat

Indonesia terkenal dengan tanaman obatnya. Tanaman-tanaman ini juga menjadi koleksi Kebun Raya Cibodas, yakni di Taman Obat. Ada sekitar 164 jenis tanaman obat di taman ini, salah satunya Centella asiatica atau pegagan yang sering digunakan untuk produk kecantikan dan perawatan kulit.

4. Taman Liana

Ada berbagai jenis liana yang merambat hingga ke pepohonan tinggi di taman ini. Tanaman ini berakar di dalam tanah dan pucuknya terus merambat ke tempat yang lebih tinggi. Koleksi liana di sini adalah hasil eksplorasi di kawasan Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, hingga Sulawesi Tengah.

5. Taman Paku-pakuan

Kebun Raya Cibodas memiliki 101 jenis tumbuhan paku dari berbagai daerah di Indonesia. Tanaman paku biasa dimanfaatkan untuk bahan pangan, tanaman hias, kerajinan tangan, dan bahan baku obat.

6. Taman Lumut

Di taman seluas 1.500 meter persegi, wisatawan bisa melihat habitat lumut yang memiliki lebih dari 100 jenis lumut.

7. Rumah Kaca

Kebun raya ini juga memiliki rumah kaca di dalamnya terdapat berbagai tanaman unik, antara lain 98 jenis kaktus, 262 jenis anggrek, dan 71 jenis sukulen.

Bisa Melihat Bunga Bangkai Mekar

Salah satu Bunga Bangkai di Kebun Raya Cibodas BRIN, mekar. Ini merupakan momen langka yang bisa dinikmati 2-3 tahun, bahkan lebih.Salah satu Bunga Bangkai di Kebun Raya Cibodas BRIN, mekar. Ini merupakan momen langka yang bisa dinikmati 2-3 tahun, bahkan lebih. (Dok. BRIN)

Salah satu daya tarik yang banyak ditunggu-tunggu wisatawan adalah momentum bunga bangkai mekar. Bunga bangkai raksasa pada waktu tertentu akan mekar sempurna dengan ketinggian lebih dari 2 meter.

Bunga bangkai di Kebun Raya Cibodas mekar sekitar 4-5 tahun sekali. Namun ada 13 spesimen yang ditanam di sekitar lokasi, sehingga hampir setahun sekali wisatawan bisa menikmati momen ini.

Spot Wisata Alam Menarik

Kebun Raya CibodasDanau Kebun Raya Cibodas (Ismet Selamet/detikcom)

Ada beberapa spot wisata alam menarik di dalam Kebun Raya Cibodas, antara lain sebagai berikut:

1. Danau Besar KRC

Di dalam Kebun Raya Cibodas terdapat sebuah kolam besar yang biasa disebut Danau Besar KRC. Di tengah danau terdapat air mancur mempercantik lokasi, selain itu terdapat ikan hias yang berenang dan sering muncul ke permukaan. Traveler bisa bersantai di bawah pohon-pohon besar di sekitar danau atau duduk di hamparan rumput

2. Air Terjun Cibogo

Ada juga Curug Cibogo, yaitu air terjun yang berada di kawasan Taman Sakura. Meski tidak besar, air terjun ini menjadi spot menarik yang sering dikunjungi wisatawan untuk bersantai maupun berfoto-foto.

3. Jalan Air

Tak jauh dari Curug Cibogo, traveler bisa bermain di jalan air. Jalan air ini adalah aliran sungai yang dijadikan sebagai jalan, namun tetap dialiri air dangkal. Tempat ini sering dipakai untuk berfoto.

Bersepeda Keliling Kebun

Traveler juga bisa berkeliling naik sepeda agar tidak terlalu capek. Bahkan saat weekday, sepeda motor diperbolehkan masuk. Kamu bisa menyewa sepeda, skuter, atau naik shuttle bus di sini.

Harga Tiket Masuk dan Fasilitas

Traveler bisa membeli tiket secara langsung di loket atau lewat online di situs Kebun Raya. Harga tiket dibedakan berdasarkan weekday dan weekend, alat transportasi yang dipakai, dan asal wisatawan (WNI atau WNA). Harganya di kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 25.500 per orang.

Fasilitasnya antara lain:

  • Mushola
  • Tempat makan (Cafe Gardenia, Raffles Cafe, Raffles Kitchen, dll)
  • Katering
  • Sepeda, e-bike, e-scooter, shuttle bus
  • Toilet
  • Meeting room
  • Villa dan penginapan

Lokasi dan Jam Buka

Lokasi Kebun Raya Cibodas berada di Jalan Kebun Raya Cibodas, Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dari pusat kota Cianjur, jaraknya sekitar 24 km atau ditempuh sekitar 1 jam perjalanan.

Jam operasional Kebun Raya Cibodas yakni setiap hari pada pukul 08.00-16.00 WIB (Senin-Jumat), dan pukul 07.00-16.00 WIB (weekend dan hari libur).

Nah, itulah tadi informasi mengenai Kebun Raya Cibodas, mulai dari daya tarik, spot menarik, fasilitas, harga tiket masuk, lokasi, dan jam bukanya.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

7 Wisata Pulau Seribu One Day Trip, Daya Tarik dan Biayanya di 2024


Jakarta

Kepulauan Seribu menawarkan banyak objek wisata dengan keindahan alam tropis yang indah. Adanya deretan pulau-pulau kecil yang tersebar di utara Jakarta ini, membuat Pulau Seribu jadi salah satu tujuan wisata favorit.

Di sini, kita bisa menikmati pantai berpasir putih, air laut yang jernih, hingga aktivitas snorkeling. Kita juga bisa mengeksplorasi Pulau Seribu melalui one day trip.

Trip ini akan memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin menikmati keindahan laut dan keanekaragaman hayati Pulau Seribu tanpa perlu menginap.


Rekomendasi One Day Trip Pulau Seribu 2024

Dikutip dari laman pengelola Visit Pulau Seribu, berikut adalah pilihan wisata Pulau Seribu untuk one day trip:

1. Outbound Pulau Seribu

Outbound Pulau Seribu bisa jadi pilihan wisata one day trip yang banyak diminati komunitas, perusahaan, ataupun instansi/lembaga.

Selain melakukan watersport, traveler juga akan diajak untuk piknik dan menikmati fasilitas yang tersedia. Mulai dari menaiki speedboat, games, makan minum, fun games, hingga dokumentasi.

  • Harga paket outbound Pulau Seribu: mulai dari Rp 650 ribu per orang.

2. Desa Laguna

Desa Laguna adalah sebuah destinasi wisata yang menawarkan pengalaman unik di Pulau Seribu. Tempat ini menyajikan suasana tenang dengan pemandangan alam yang menakjubkan.

Pengunjung bisa melakukan aktivitas seperti snorkeling, melihat hutan mangrove, coral planting, berjemur di pantai, atau sekadar bersantai sambil menikmati keindahan sekitar.

  • Harga paket wisata di Desa Laguna: mulai dari Rp 1, 5 juta.

3. Pulau Putri

One day trip ke Pulau Putri adalah pilihan destinasi wisata di Kepulauan Seribu yang cocok untuk liburan keluarga. Bahkan, di sini juga ada wahana water boom, akuarium bawah laut, kolam renang, hingga fasilitas glass bottom boat tour.

Pulau Putri juga terkenal dengan fasilitas resort yang nyaman dan layanan yang ramah. Membuatnya menjadi destinasi ideal untuk pelarian sehari dari rutinitas sehari-hari.

  • Harga paket wisata di Pulau Putri: mulai dari Rp 1,2 juta per orang.

4. Pulau Dolphin

Pulau Dolphin terletak di kawasan Pulau Kepala di Kepulauan Seribu Utara. Pulau ini tidak berpenghuni, tidak memiliki dermaga kapal, dan tidak memiliki macam fasilitas sehingga disebut pulau perawan.

Oleh karena itu, semua fasilitas di pulau ini berasal langsung dari alam. DI sini, kita bisa menikmati pesona bawah laut, kebersihan dan keindahan alam yang masih alami.

Beberapa aktivitas seru di Pulau Dolphin yang bisa dilakukan di antaranya berkemah, snorkeling, hunting sunrise, hingga berfoto-foto. Tempat ini cocok buat kamu yang sedang mencari ketenangan dari hiruk pikuk perkotaan.

  • Harga paket wisata Pulau Dolphin: mulai dari Rp 350 ribuan.

5. Pulau Umang

Pulau Umang adalah wisata Pulau Seribu berupa pulau kecil berupa resort seluas 5 hektar. Ini adalah wisata yang cocok untuk liburan keluarga ataupun berbulan madu.

Pulau Umang juga telah dilengkapi berbagai fasilitas. Mulai dari lagoon lounge, spa, beach club, hingga sunrise dome.

  • Harga paket Pulau Umang: Rp 300 ribu per orang.

6. Pulau Pantara

Pulau Pantara disebut juga Pulau Seribu Marine, pulau yang letaknya terjauh dari Jakarta. Pulau ini dikenal sebagai lokasi terbaik untuk snorkeling dan diving di Pulau Seribu.

Pulau Pantara juga memiliki 40 cottage elegan dengan jendela kaca yang besar, yang memberikan pandangan lebih luas langsung menuju lautan.

Menariknya, di sini kamu bisa mencoba restoran apung yang menyajikan aneka menu makanan. Mulai dari masakan Indonesia, Jepang, hingga Western.

Olahraga air yang bisa dinikmati pun cukup banyak, seperti jet ski, windsurfing, hingga banana boat.

  • Harga paket wisata Pulau Pantara: mulai dari Rp 2,1 juta.

7. Pulau H (Pulau Tengah)

Pulau H memiliki daya tarik pantai dan air laut yang sangat jernih. Pulau H dikenal juga dengan H resort yang lokasinya tidak jauh dari pulau Pari.

Pulau seluas 10 hektar di dalamnya berdiri 42 vila dengan resort kelas atas bintang 5. Setiap vila menawarkan kamar dan fasilitas kelas atas, sehingga cocok untuk acara dan liburan private dengan kemewahan.

Dulunya pulau ini bernama pulau Tengah, penamaannya berubah sejak dibeli oleh Hengky Setiawan tahun 2012 lalu.

Di pulau private ini juga terdapat tempat pelestarian ikan hiu dan berbagai watersport, seperti jetski dan banana boat.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

5 Wisata Hits di Bogor yang Murah dan Instagramable


Jakarta

Bogor dikenal sebagai tujuan wisata yang menawarkan keindahan alam, kuliner, hingga budaya. Selain itu berbagai pilihan wisata hits Bogor kekinian seperti kafe, resto, hingga tempat wahana juga mulai banyak bermunculan, terutama di area Puncak Bogor.

Nah, buat traveler yang ingin menghabiskan waktu liburan ke Bogor, kamu bisa mencoba mengunjungi beberapa tempat di bawah ini.

Rekomendasi Wisata Hits Bogor 2024

1. Puncak Fantasy Land

Puncak Fantasy LandPuncak Fantasy Land. Foto: dok. Instagram @puncak.fantasyland

Puncak Fantasy Land masuk dalam daftar wisata hits Bogor untuk anak-anak hingga orang dewasa. Di sana, ada beragam atraksi dan permainan yang bisa dicoba. Mulai dari hujan salju, wahana roller skate dan giat slider, hingga bermain sepatu roda.


Selain itu, banyak juga spot-spot foto yang Instagramable di setiap sudutnya. Dengan harga yang terjangkau, kita bisa menikmati permainan di sana sepuasnya.

  • Alamat: The Ranch Cisarua Puncak, Jl. Raya Puncak – Cianjur, Leuwimalang, Kec. Cisarua, Kabupaten Bogor.
  • Jam Operasional: Senin-Jumat mulai buka dari jam 09.00-18.00 WIB, dan 08.00-18.00 WIB di Sabtu-Minggu.
  • Harga Tiket Masuk: Rp 35.000

2. MiniMania Puncak

MiniMania Puncak bakal cocok banget jadi destinasi wisata untuk healing dan quality time bareng keluarga, teman, atau pasangan.

Di sini, pengunjung bisa mencoba berbagai aktivitas seru, seperti bermain ATV, panahan, atau melihat suasana menyusuri sungai dengan kayak untuk berkeliling dan melihat suasana ala Jepang di sana.

Buat yang suka foto-foto, area pepohonan sakura menjadi salah satu spot yang nggak boleh dilewatin. Bahkan, kamu juga bisa menyewa Kimono juga.

  • Alamat: Jalan Raya Cibogo KM 72, Cipayung Datar, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
  • Jam Operasional: Senin-Jumat mulai dari jam 8.00-17.30 WIB dan Sabtu-Minggu dari jam 7.00-18.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Rp 30.000 per orang.

3. HeHa Waterfall

HeHa WaterfallHeHa Waterfall. Foto: dok.Instagram @foodandfootofficial dan @hehawaterfall

Wisata hits Bogor selanjutnya ada HeHa Waterfall, yang juga sempat viral di media sosial. Sebenarnya, HeHa Waterfall merupakan tempat makan yang mengusung konsep semi outdoor alias “Spot foto & Resto”.

Hal yang menarik dari tempat ini yaitu i menyuguhkan air terjun buatan terbesar di Indonesia yang tercatat sebagai rekor MURI. Di sini, kamu bisa menghabiskan liburan dengan menyantap makanan lezat sambil menikmati live music, dan berfoto di air terjun buatan yang keren.

Selain itu, fasilitas umum dan yang akan tersedia juga cukup lengkap. Dikutip dari postingan Instagram @hehawaterfall, tersedia playground, musala, glamping, VIP dining, hingga meeting room.

  • Alamat: Jalan Kapten Harun Kabir, Cibeureum, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
  • Jam Operasional: Weekday mulai dari jam 09:00-20:00 WIB dan Weekend 08:00-21:00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 30.000 hingga Rp 35.000.

4. Nicole’s River Park

DI Tempat wisata Puncak Bogor yang satu ini kamu akan disuguhkan dengan konsep one stop labyrinth. Mulai dari mencoba wahana permainan anak, naik kereta kuda, melihat satwa-satwa, berkuliner, hingga menemukan spot-spot yang instagramable dan keren.

  • Alamat: Jl. Raya Puncak Gadog, Cipayung Datar, Kec. Megamendung, Kabupaten Bogor.
  • Jam Operasional: Setiap hari dari jam 08.00-18.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Weekday Rp 35.000 dan Weekend Rp 40.000.

5. The Ranch Puncak

Wahana dan aktivitas seru untuk menghabiskan liburan juga bisa temukan di The Ranch Puncak. Kita bisa bermain ATV, sepeda renteng, perahu goes, kasih makan hewan ataupun mengajak si kecil untuk menunggangi kuda poni lucu.

Biasanya travelers juga akan mendapatkan satu cup susu atau bisa memilih voucher diskon untuk belanja di restoran di sana.

  • Alamat: Jalan Raya Puncak Gadog KM 77, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
  • Jam Operasional: Senin-Jumat buka mulai dari jam 09.00-21.00 WIB, dan jam 08.00-21.00 WIB di weekend.
  • Harga Tiket Masuk: Mulai dari Rp 25.000

Itu tadi beberapa pilihan wisata hits Bogor area puncak, yang bisa dimasukkan daftar tempat liburan.

(fds/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Mengenal Daerah Jatinegara, Asal Kakek Pemain Bola Eliano Reijnders



Jakarta

Eliano Reijnders sedang hangat dibicarakan karena akan menjadi pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia. Ternyata, kakek dari atlet ini orang Jatinegara, lho.

Darah Indonesia bisa dikatakan kental di tubuh Eliano Reijnders. Ibu Eliano, Angelina Syane Lekatompessy, lahir di Jakarta dan kakeknya lahir di Meester Cornelis atau saat ini dikenal Jatinegara.

Bicara tentang Jatinegara, banyak hal menarik yang bisa dijelajahi di sana. Apalagi traveler pecinta sejarah dan barang antik bisa memuaskan hasrat di sini.


detikcom telah merangkum nih, Kamis (19/9/2024) tempat menarik di Jatinegara alias kampungnya kakek Eliano, yang bisa kamu datangi.

1. Pasar Jatinegara atau Pasar Jembatan Item

Barang bekas tak selalu identik dengan sesuatu yang tak terpakai. Di Jakarta ada beberapa pasar loak yang cukup populer. Berikut dua diantaranya.Di Pasar Jembatan Item Jatinegara dan Kebayoran Lama inilah lumayan sudah tersohor dan sellau jadi pilihan warga Ibu Kota berbelanja. Nggak semua barang bekas itu tak terpakai, ada juga kok barang bekas yang masih memiliki nilai ekonomi.Barang bekas tak selalu identik dengan sesuatu yang tak terpakai. Di Jakarta ada beberapa pasar loak yang cukup populer. (Agung Pambudhy/detikcom)

Traveler pecinta thrifting hingga barang antik bisa nih datang ke Pasar Jatinegara. Banyak benda-benda menarik yang bisa kamu buru lho. Tak hanya barang seconds, di sini juga menjual barang-barang baru kok.

Beragam barang yang bisa kamu temukan di sini, seperti HP, speaker, vacum cleaner, lukisan, kaset, uang kuno, jam tangan, hingga mainan anak.

Pasar barang bekas ini ada yang buka 24 jam, ada juga yang hanya sampai sore. Di sini tk hanya jualan di toko-toko saja, para pedagang juga banyak menggelar dagangannya di pinggir jalan.

2. Stasiun Jatinengara

PT KAI mengatur pola operasi KA jarak jauh keberangkatan dari Stasiun Gambir dengan akan diberhentikan di Stasiun Jatinegara meski tadinya tak berhenti di sana. (dok KAI)Stasiun Jatinegara (dok KAI)

Stasiun Jatinegara tidak sebatas rumah untuk kereta saja. Ada cerita sejarah menarik di sekitarnya, salah satunya stasiun ini adalah bangunan kedua. Bangunan pertama Stasiun Jatinegara berada 600 meter dari lokasi yang sekarang.

Dulu nama Stasiun Jatinegara yaitu Meester Cornelis. Daerah Meester Cornelis awalnya merupakan tanah milik seorang pemuka agama Kristen Bernama Cornelis van Senen. Setelah meninggal dunia pada 1661, para pengikutnya mengabadikan nama Meester (majikan) Cornelis sebagai nama wilayah bekas properti tanah milik mendiang. Ketika pendudukan Jepang, penamaan wilayah Meester Cornelis diganti menjadi Jatinegara.

Stasiun Jatinegara juga telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang terdaftar di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dengan nomor registrasi RNCB.19990112.02.000503 berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.13/PW.007/MKP/05 dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 011/M/1999

3. Museum Benyamin Sueb

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Terdapat beberapa bangunan di Taman Benyamin Sueb, salah satunya adalah Museum Benyamin Sueb. Di dalam area museum, terdapat berbagai macam peninggalan dari Benyamin Sueb, mulai penghargaan-penghargaan, rilisan musik hingga beberapa wardrobe yang pernah dikenakan oleh Bang Ben.

Taman Benyamin Sueb dibuka untuk umum, jadi masyarakat yang ingin berkunjung ke tempat ini bisa datang di hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB untuk operasional museum.

Lokasi museum nggak jauh kok dari Jembatan Item. Kamu bisa jalan kaki ke sini setelah berburu barang antik.

4. Wisata religi

Di sekitar pasar Jatinegara, traveler bisa mengunjungi beberapa tempat ibadah. Sebit saja Vihara Avalokitesvara yang terletak di Jalan Jatinegara Timur dan vihara Amurva Bhumi yang terletak di kelurahan Balimester.

Berkeliling lagi, traveler bisa berkunjung ke Gereja Koinonia yang memiliki loteng dengan pemandangan ke 4 arah mata angin di bagian atasnya.

detikcom menyarankan traveler untuk mencoba walking tour sekitar Jatinegara biar semakin kenal dengan sejarah di sana. Banyak kok tur yang menawarkan keliling Jatinegara.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bunker yang Baru Ditemukan di Solo, Tempat Sembunyi-Menyimpan Harta



Jakarta

Solo memiliki bunker yang cukup unik untuk diketahui. Keberadaannya adalah untuk bersembunyi di masa penjajahan juga menyimpan harta.

Masih ingat pada bunker yang ditemukan di salah satu rumah warga kampung batik Laweyan Solo? Rumah dengan ruangan bawah tanah itu sempat tak terawat setelah pewarisnya, Harun Mulyadi, meninggal. Rumah itu lalu dirawat oleh warga sekitar, kini dikenal sebagai objek wisata Bunker Setono.

Sesuai namanya, rumah kuno itu berada di wilayah RT 2 RW 2, Kampung Setono, Kelurahan Laweyan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo. Tepatnya di depan Villa Tria. Rumah itu dipagari tembok bata setinggi dua meter dengan regol kayu bercat hijau.


Saat detikJateng memasuki regol itu, Jumat (13/9) pekan lalu, ada dua rumah limasan yang menghadap ke selatan. Bunker Setono terdapat di salah satu rumah itu. Rumah berbunker itu tampak sepi. Adapun rumah di sebelahnya tampak riuh oleh aktivitas para pembatik.

Bunker Setono di Kampung Batik Laweyan, Kota Solo (Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng)

Milik Pasutri Juragan Batik

Menurut pengelola bunker Setono, Sutanto, dua rumah itu dulunya milik pasangan suami istri pengusaha batik Laweyan. Setelah mereka meninggal, rumah itu dihuni oleh pembantunya dari Wonogiri.

“Rumah ini di PBB (pajak bumi dan bangunan) atas namanya Wiryo Supadmo. Beliau tidak punya anak, hanya ada keponakan-keponakan yang salah satunya masih bisa kami hubungi (yang tinggal) di Kauman,” kata Sutanto yang juga Ketua RT 2 RW 2 di Kelurahan Laweyan itu, Jumat (13/9/2024).

“Setelah Pak Wiryo meninggal, Bu Wiryo membawa seorang pembantu dari kampungnya di Wonogiri yang bernama Harun Muryadi. Setelah Bu Wiryo meninggal, Pak Muryadi hidup sendirian di sini sampai meninggal. Setelah itu rumahnya kosong,” sambung dia.

Sutanto mengatakan, rumah berbunker ini berdiri di atas tanah seluas 500 meter. Ruang depannya berupa pelataran beratap, luasnya sekitar 7 x 8 meter persegi.

“Pelataran ini dulu biasanya untuk karyawan yang bekerja di sini. Seperti untuk ngecek batik yang dibuat sudah benar atau belum,” ujar dia.

Adapun lantai ruang belakang rumah itu tampak lebih tinggi sekitar 30 sentimeter dan lebih luas dari pelatarannya. Di ruang belakang inilah bunker itu berada.

“Kalau yang belakang itu disebut sitinggil, tempat juragannya. Biasanya setelah karyawan selesai kerja di depan terus laporan ke juragannya di sini,” ucap Sutanto.

“Gaya rumah juragan-juragan Laweyan dulu memang seperti ini. Bunkernya berada di tengah dan (dulu) di atasnya ada tempat tidur juragan,” imbuh dia.

Di luar rumah itu terdapat kamar mandi dan sumur tua dengan bak besar di sampingnya. Sutanto menyebut bak itu dulunya untuk menunjang aktivitas bisnis batik Wiryo.

“Di sini itu ada dua versi (tentang sosok almarhum Wiryo), pengusaha batik atau pengusaha pewarnaan (batik). Karena kalau dilihat dari bak-bak yang ada ini, (usahanya) pewarnaan batik. Jadi dari juragan-juragan itu mewarnakan batik di sini,” kata Sutanto.

Lihat juga Video ‘Viral Narasi Penemuan Bunker di Gereja Lampung, Ternyata Septic Tank’:

[Gambas:Video 20detik]

Tempat Sembunyi-Simpan Harta

Permukaan bunker di sitinggil rumah itu cukup sempit, sekitar 0,5 x 1 meter. Bunker itu ditutup papan kayu. Saat penutupnya dibuka, terlihat tiga anak tangga untuk masuk ke dalamnya.

Untuk memasuki bunker tersebut, detikJateng harus menundukkan badan. Sebab, ketinggian pintunya tak lebih dari satu meter. Hawa pengap dan lembab langsung terasa setelah memasuki bunker ini. Tidak ada lubang ventilasi di dalamnya. Satu-satunya jalan udara hanyalah dari pintu masuknya.

Bagian dalam bunker Setono luasnya hanya sekitar 2 x 2 meter. Bunker itu beralas tanah dan bertembok batu bata yang masih kokoh. Tinggi ruangannya sekitar 1,7 meter. Ada lampu kuning yang dipasang untuk menerangi ruangan bunker.

Dari permukaan lantai, bunker ini memiliki kedalaman sekitar 2 meter. Sutanto bilang, bunker ini dulunya memiliki dua fungsi. Yaitu untuk berlindung dari bahaya dan untuk menyimpan harta.

“Kalau ada rame-rame dulu itu (seperti) rampok, bisa langsung masuk bunker lewat kolong. Di halaman depan itu kan ada kerikil-kerikil, jadi kalau ada orang masuk itu tahu (karena) ada suaranya,” ujar Sutanto.

“Dulu zaman (penjajahan) Jepang, kalau ada (tentara) Jepang itu penghuni juga bisa masuk sini. Tapi fungsi utamanya bunker itu untuk menyimpan perhiasan, harta,” imbuhnya.

Sutanto juga menepis kabar bahwa bunker ini dulunya sempat terhubung dengan bunker-bunker di rumah lain.

“Oh nggak, bukan, bukan gitu. Kalau bunker itu ya tetep berhenti di situ (tidak terhubung dengan bunker lain). Kalau yang (dikabarkan) nyambung itu, maksudnya rumah yang belakang itu ada sisa tanah, di sana ada pintu,” terang Sutanto.

“Jadi ketika ada apa-apa, orangnya lari ke belakang kemudian bisa tembus ke rumah sebelahnya. Kalau bunkernya ya susah (jika dibuat terhubung). Menerobos mau tembus ke mana?” sambung dia.

Baca artikel selengkapnya di detikJateng

Lihat juga Video ‘Viral Narasi Penemuan Bunker di Gereja Lampung, Ternyata Septic Tank’:

[Gambas:Video 20detik]

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com