Tag Archives: jerawat

Handuk Harus Sering Dicuci, Berapa Kali Pakai Menurut Ahli?



Jakarta

Handuk adalah kain yang digunakan untuk mengeringkan tubuh, sehingga dalam keadaan basah dan bersentuhan dengan kulit. Nah, ternyata handuk harus sering dicuci agar tetap bersih dan tidak bau apak, lho.

Untuk menjaganya tetap bersih, kamu perlu mencucinya secara rutin. Jangan sampai lupa ganti handuk hanya karena sudah kering atau terlihat bersih.

Lantas, seberapa sering handuk harus dicuci?


Dikutip dari Real Simple, menurut ahli laundry dan mantan ilmuwan utama Tide & Downy Mary Johnson, handuk harus sering dicuci. Biasanya, handuk yang digunakan untuk mandi dapat digunakan 3-4 kali, dalam keadaan normal sebelum akhirnya dicuci. Adapun maksud dari keadaan normal yaitu setelah handuk dipakai, handuk dibiarkan hingga kering lagi.

Jika Anda lupa sudah berapa kali menggunakan handuk, Johnson mengatakan indikator yang baik adalah bau apak dari handuk.

“Bau dapat disebabkan oleh jamur yang tidak terlihat oleh mata telanjang, tetapi tidak dengan hidung kita,” kata Mary Johnson dikutip dari Real Simple.

“Jika handuk Anda terlihat bersih tetapi masih berbau tidak sedap, berarti handuk tersebut tidak benar-benar bersih,” tambahnya.

Johnson juga menjabarkan alasan kenapa handuk harus sering dicuci. Sebab, handuk bisa menjadi tempat berkembangnya kuman hingga bakteri.

“Tubuh kita terus menerus memproduksi keringat, garam, sebum, dan sel-sel kulit, dan sebagian besar dapat berpindah ke handuk (ketika digunakan),” katanya.

“Belum lagi adanya kotoran dan kotoran tubuh lainnya yang dapat menumpuk seiring berjalannya waktu, antara lain lendir, ketombe, riasan, dan sisa-sisa produk kecantikan. Hal tersebut akan tumbuh subur di kamar mandi yang gelap dan beruap, sehingga handuk Anda sangat rentan terhadap penumpukan bakteri,” lanjutnya.

Handuk yang kotor, kata Johnson, bisa membuat penggunanya berisiko terkena jerawat bahkan infeksi.

Sebagai informasi, apabila Anda menggunakan handuk untuk mengeringkan tangan, sebaiknya handuk tersebut dicuci 2 hari sekali. Sementara itu, untuk handuk pantai sebaiknya dicuci setiap kali selesai digunakan. Apabila di rumah Anda ada anggota keluarga yang sakit, sebaiknya handuk selalu dicuci untuk mencegah penyebaran bakteri.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Ternyata Ini Manfaat Bantal dan Guling Perlu Dijemur di Bawah Sinar Matahari


Jakarta

Bantal dan guling adalah perlengkapan tidur yang harus terjaga kebersihannya. Sebab, kedua benda ini menempel langsung pada pakaian dan tubuh. Apabila pakaian tersebut kotor dan tubuh bau atau berkeringat, bantal dan guling juga bisa ikut kotor dan muncul bau.

Salah satu cara untuk membersihkan bantal dan guling dari kuman adalah dengan menjemur di bawah sinar matahari. Cara ini telah dilakukan oleh banyak keluarga sejak zaman dahulu. Apalagi dahulu bahan yang dipakai untuk bantal dan guling berasal dari kapuk.

Selain untuk melindungi bantal dan guling dari pertumbuhan jamur dan bakteri, menjemur keduanya juga memiliki banyak manfaat lain. Dilansir BTN Properti, berikut beberapa di antaranya.


Manfaat Jemur Bantal & Guling

1. Menjaga Kesehatan Kulit

Seperti yang disebut sebelumnya, bantal dan guling bisa kotor dari keringat dan minyak tubuh yang menempel atau kotoran lain yang menempel di pakaian. Kotoran ini bisa memicu masalah kulit pada penggunanya seperti jerawat, alergi, hingga iritasi. Menjemur bantal dan guling secara rutin dapat mengeringkan keringat dan minyak untuk mengurangi risiko permasalahan pada kulit.

2. Mencegah Tumbuhnya Jamur-Mikroorganisme

Jamur, bakteri, atau mikroorganisme lainnya sangat menyukai lingkungan yang lembap dan kotor. Keringat membuat bantal dan guling lembap dan itu adalah area yang disukai oleh jamur dan bakteri. Jamur dan tungau dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti memicu alergi, asma, maupun iritasi kulit. Belum lagi, kulit mati yang menempel di bantal dan guling dapat menarik tungau berdatangan.

Mikroorganisme jahat tersebut dapat diatasi dengan sering mengganti seprai dan menjemur bantal dan guling yang digunakan. Sebab, panas membuat bantal dan guling tidak lembap dan mematikan mikroorganisme yang tak suka hawa panas.

3. Mengurangi Bau Tidak Sedap

bau tak sedap biasanya ditimbulkan dari bakteri atau jamur yang tengah aktif. Dengan menjemur pakaian, jamur dan mikroorganisme tidak ada yang dapat hidup sehingga tidak ada bau yang muncul.

4. Memperpanjang Umur Perlengkapan Tidur

Dengan kondisi bantal dan guling selalu bersih dan aman dipakai, tentu membuat perlengkapan tersebut nyaman dipakai dan tidak mudah rusak. Menjemur bantal dan guling secara teratur dapat membantu mengurangi kelembaban yang dapat merusak bahan bantal-guling. Dengan merawat perlengkapan tidur dengan baik tentunya akan bertahan dalam jangka waktu yang lama, sehingga kamu tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk menggantinya.

Tips Menjemur Bantal dan Guling Agar Tak Merusak Bahan

1. Cek Petunjuk Perawatan

Menjemur di bawah sinar matahari pasti meletakkan benda untuk menerima panas. Tidak semua bahan dapat tahan terhadap panas berlebih. Oleh karena itu, sebelum menjemur pastikan bahan bantal dan guling yang digunakan bisa untuk menerima panas tersebut.

2. Hindari Paparan Langsung Matahari Terlalu Lama

Cara paling aman, agar tidak merusak bahan bantal dan guling adalah menghindari paparan langsung sinar matahari. Sebab, ada beberapa bahan yang rentan terhadap sinar UV yang bisa menyebabkan perubahan warna dan mengubah ukuran asli perlengkapan tidur.

3. Pilih Waktu yang Tepat

Pilih waktu yang tepat saat menjemur perlengkapan tidur, misalnya saat matahari tidak terlalu terik. Matahari pagi atau sore cocok untuk menjemur perlengkapan tidur.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati! Seprai yang Jarang Diganti Bisa Sekotor Dudukan Toilet



Jakarta

Seprai mirip seperti pakaian yang harus rutin dibersihkan karena cepat kotor walau tidak dibawa ke luar rumah. Oleh karena itu, ada anjuran untuk sering mengganti seprai kasur.

Dilansir dari BBC, sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan tempat tidur Amerika Amerisleep pada 2013 mengungkapkan gambaran seprai yang kotor ternyata mirip dengan kotornya dudukan toilet. Gambaran ini juga berlaku pada sarung bantal dan guling yang jarang diganti. Permukaannya menjadi tempat hidup bagi jutaan koloni bakteri atau colony-forming unit (CFU) per inci persegi. Jumlah ini setara dengan kotornya dudukan toilet dan mangkuk hewan peliharaan.

Studi tersebut menguji penumpukan bakteri pada sarung bantal dan seprai yang tidak diganti selama empat minggu. Dalam satu minggu pertama, pada sarung bantal ditemukan sekitar 3 juta CFU bakteri per inci persegi. Jumlah ini 17.000 kali lebih banyak daripada jumlah yang ditemukan pada dudukan toilet. Lalu, pada seprai rata-rata ditemukan 5 juta CFU atau 25.000 kali lebih banyak daripada penemuan bakteri di gagang pintu kamar mandi.


Bisa terbayang bagaimana jumlah koloni bakteri yang ditemukan pada minggu keempat? Benar, jumlahnya lebih banyak. Pada sarung bantal ditemukan 12 juta CFU, sementara seprai mengandung rata-rata hampir 11 juta CFU. Lebih banyak dari penemuan bakteri pada pada mangkuk hewan peliharaan dan tempat sikat gigi.

Jenis bakteri yang ditemukan pada seprai, sarung bantal, dan sarung guling adalah bakteri Staphylococcus. Bakteri ini juga umum ditemukan pada kulit manusia. Sifat bakteri ini jinak, tetapi dapat menyebabkan infeksi kulit, jerawat, dan pneumonia pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Lantas, seberapa sering kita harus mengganti seprai?

Dilansir dari Homes & Gardens, ahli menyarankan seprai diganti setidaknya dua minggu sekali. Waktu penggantian seprai ini bisa lebih sering apabila pemakainya banyak dan orang tersebut sering keluar rumah.

“Beberapa orang menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur dibandingkan saat mengenakan pakaian, sehingga masuk akal untuk mencuci seprai lebih teratur,” kata Nick Drewe, pakar rumah tangga di WeThift.

Selain itu, seprai harus lebih sering diganti apabila orang tersebut mudah berkeringat terutama saat cuaca sedang panas. Waktu penggantian seprai sebaiknya 3-4 hari sekali. Seprai yang lembap bukan hanya dapat memicu munculnya bakteri saja, melainkan jamur juga.

Tips lain untuk menjaga permukaan seprai tidak lembap adalah setelah bangun tidur biarkan seprai selama beberapa menit. Jangan dipakai dahulu dan tertimpa selimut hingga bantal dan guling. Sebaiknya bantal, guling, dan selimut dijemur di bawah sinar matahari untuk memusnahkan jamur. Alasan kasur dibiarkan kosong adalah untuk mengeringkan kelembapan.

Apabila kamu jarang menggunakan kasur atau lebih banyak bepergian, tidak apa-apa jarang mengganti seprai, tetapi pastikan jika kasur tersebut dilapisi penutup agar debu tidak menempel.

Sebaliknya, kamu harus mencuci seprai sekali jika kasur berpotensi lebih cepat kotor. Misalnya kamu selalu berkeringat saat tidur, atau kamu berbagi tempat tidur dengan hewan peliharaan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Jangan Tunggu Bau Apek, Begini Waktu Ideal Mencuci Handuk



Jakarta

Penghuni rumah masih ingat enggak kapan terakhir kali mencuci handuk? Ternyata handuk itu harus rutin dicuci, lho.

Handuk sering digunakan penghuni rumah untuk mengeringkan tubuh setelah mandi. Benda ini kerap kali dalam keadaan basah, lalu kering kembali. Nah, penghuni rumah perlu mencuci handuk untuk menjaga kebersihan.

Lalu, seberapa sering handuk perlu dicuci ya?


Dilansir dari Real Simple, ahli laundry dan mantan ilmuwan utama Tide & Downy Mary Johnson mengatakan handuk harus sering dicuci. Biasanya handuk bisa dipakai untuk mandi sebanyak 3-4 kali sebelum akhirnya dicuci.

Namun, intensitas itu dalam keadaan normal, yakni handuk dibiarkan hingga kering lagi setelah dipakai. Jika penghuni tak ingat sudah menggunakan handuk berapa kali, indikatornya adalah bau apak dari handuk.

“Bau dapat disebabkan oleh jamur yang tidak terlihat oleh mata telanjang, tetapi tidak dengan hidung kita,” kata Mary Johnson, dikutip dari Real Simple.

“Jika handuk Anda terlihat bersih tetapi masih berbau tidak sedap, berarti handuk tersebut tidak benar-benar bersih,” tambahnya.

Di sisi lain, Johnson menjelaskan handuk harus sering dicuci karena bisa menjadi tempat berkembangnya kuman hingga bakteri. Handuk yang kotor pun membuat pengguna berisiko mengalami jerawat dan infeksi.

“Tubuh kita terus menerus memproduksi keringat, garam, sebum, dan sel-sel kulit, dan sebagian besar dapat berpindah ke handuk (ketika digunakan),” katanya.

“Belum lagi adanya kotoran dan kotoran tubuh lainnya yang dapat menumpuk seiring berjalannya waktu, antara lain lendir, ketombe, riasan, dan sisa-sisa produk kecantikan. Hal tersebut akan tumbuh subur di kamar mandi yang gelap dan beruap, sehingga handuk Anda sangat rentan terhadap penumpukan bakteri,” lanjutnya.

Selain itu, handuk khusus untuk mengeringkan tanah sebaiknya dicuci setiap 2 hari sekali. Sementara handuk anggota keluarga yang sakit perlu selalu dicuci untuk mencegah penyebaran bakteri.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com