Tag Archives: jerman

Usir Kecoa Pakai Kopi Bubuk biar Kapok Nggak Balik Lagi


Jakarta

Kecoa adalah salah satu hewan yang meresahkan orang-orang ketika ada di rumah. Biasanya, kecoa ditemukan di kamar mandi maupun dapur.

Gimana ya biar kecoa nggak ada lagi di dalam rumah? Begini cara mengusir kecoa di rumah

Dilansir dari Homes & Gardens, Senin (19/6/2023), terdapat 5 cara alami untuk mengusir kecoa dari rumah. Menurut Entomolog dan Direktur Teknis Braman Termite & Pest Elimination, Natasha Wright, untuk membasmi kecoa tidak perlu menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya. Ada 5 metode alami yang dapat dicoba, yaitu:


1. Gula dan Boraks

Entomolog tersebut menyarankan untuk mencampurkan boraks dan gula dengan perbandingan 3:1 sebelum menyebarkannya di tempat-tempat yang ada kecoanya. Wright mengatakan, boraks efektif karena dapat mengeringkan bagian eksoskeleton kecoa, memengaruhi sistem pencernaan, dan membunuhnya.

2. Minyak daun mint atau peppermint oil

Menyemprotkan peppermint oil dapat menghalangi kecoa masuk rumah dengan cara yang aman. Wright menyarankan untuk menyampurkan 15 tetes peppermint oil dengan 10 ons air atau sekitar 295 ml sebelum menyemprot ke bagian rumah yang ada kecoa.

3. Sabun cuci

Campuran air dan sabun dapat menghambat pernapasan dan membunuh kecoa. Campuran tersebut efektif untuk membasmi kecoa Jerman. Biasanya, kecoa Jerman dapat ditemui di celah atau retakan sebuah bangunan.

Campurkan 4 sendok makan dengan satu liter air dan semprotkan ke area yang ada kecoanya.

4. Kopi Bubuk

Kopi bubuk dapat digunakan sebagai umpan untuk menangkap kecoa. Sebab, kecoa tertarik pada aroma kopi bubuk.

“Taruh kopi bubuk dalam wadah kecil dan taruh di atas wadah yang berisi air. Kemudian tempatkan di dekat dinding atau lemari atau tempat kalian melihat kecoa,” ujar Wright.

Wangi kopi tersebut akan mengantarkan kecoa ke jebakan di mana mereka tak bisa kabur. Kalian dapat membuangnya keesokan harinya.

5. Perasan Lemon

Campurkan 2-3 sendok makan perasan lemon dengan air pada sebuah ember. Setelah dicampur, pel area yang ada kecoanya dengan campuran tersebut.

“Lemon memiliki anti-patogen secara alami yang dapat membuat kecoa menjauh,” tutur Wright.

Di sisi lain, kalian juga harus membersihkan rumah secara teratur, khususnya bagian dapur. Sebab, kecoa menyukai tempat yang kotor.

Kalian harus membuang sampah secara teratur atau menutup tempat sampah agar tidak mengundang kecoa. Jangan tinggalkan cucian piring di westafel, jangan tinggalkan makanan hewan yang tidak habis, bersihkan lantai setelah makan, dan jangan sampai ada genangan air.

Demikian tips untuk mengusir kecoa dari rumah. Semoga infonya bermanfaat ya detikers!

(abr/dna)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Ya Jenis Colokan Listrik di Setiap Negara Berbeda? Simak Ulasannya


Jakarta

Di dunia ini, terdapat berbagai jenis colokan listrik yang digunakan di berbagai negara. Perbedaan tersebut sering membuat orang bingung, terutama saat bepergian ke luar negeri. Apa saja jenis-jenis colokan listrik yang umum dan mengapa lubangnya bisa berbeda-beda?

Simak pembahasan berikut yang akan mengulas secara detail mengenai jenis-jenis colokan listrik yang paling sering digunakan serta alasan perbedaan desainnya.

Electric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectorsElectric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectors Foto: Getty Images/Sensvector

Tipe A (Amerika Utara, Jepang)

Colokan tipe A adalah salah satu yang paling umum di Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang, colokan ini memiliki dua pin paralel tanpa ground, dan digunakan dalam sistem listrik dengan tegangan 100-127 volt. Karena tidak memiliki ground, colokan ini kurang cocok untuk perangkat yang membutuhkan perlindungan tambahan terhadap lonjakan arus listrik.


Tipe B (Amerika Utara, Jepang)

Tipe B mirip dengan tipe A tetapi memiliki pin ketiga sebagai ground, melansir sciencefocus.com, colokan besar yang kita gunakan sekarang berasal dari periode setelah Perang Dunia Kedua. Saat itu, banyak rumah yang perlu dibangun kembali setelah perang.

Pin ini berfungsi untuk menambah keamanan, terutama pada perangkat yang membutuhkan arus besar seperti komputer atau peralatan rumah tangga. Standar ini juga digunakan di Amerika Utara dan Jepang.

Tipe C (Eropa, Asia, Amerika Selatan)

Tipe C dikenal sebagai colokan dua pin bulat dan merupakan salah satu jenis yang paling umum di Eropa, Asia, dan beberapa negara Amerika Selatan, colokan ini kompatibel dengan sistem tegangan 220-240 volt dan tidak memiliki ground. Meskipun umum, tipe C biasanya hanya digunakan pada perangkat berdaya rendah.

Tipe D (India)

Colokan listrik tipe D digunakan di India dan beberapa negara lain. Bentuknya terdiri dari tiga pin besar, salah satunya adalah ground, ini dirancang untuk perangkat yang membutuhkan lebih banyak daya dan tegangan tinggi, dengan standar 220-240 volt.

Tipe E dan F (Eropa Kontinental)

Colokan tipe E dan F adalah dua pin bulat dengan sistem ground yang berbeda. Tipe E digunakan di Prancis dan Belgia, sementara tipe F banyak digunakan di Jerman dan negara-negara Eropa lainnya, kedua tipe ini bekerja dengan tegangan 220-240 volt dan memiliki fitur grounding yang baik untuk keamanan.

Tipe G (Inggris, Malaysia)

Colokan tipe G memiliki tiga pin berbentuk persegi dan merupakan standar di Inggris, Irlandia, Malaysia, dan beberapa negara lain. Sistem ini memiliki ground dan dirancang untuk tegangan tinggi (220-240 volt), membuatnya sangat aman untuk perangkat besar.

Tipe I (Australia, Selandia Baru, Argentina)

Tipe I memiliki dua atau tiga pin, dan digunakan di Australia, Selandia Baru, dan Argentina. Colokan ini didesain untuk perangkat yang beroperasi pada 220-240 volt, dan menawarkan opsi dengan atau tanpa ground.

Tipe L (Italia)

Colokan tipe L terdiri dari tiga pin bulat, yang biasa digunakan di Italia. Desain ini mendukung tegangan 220-240 volt dan menawarkan proteksi ground yang baik.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Bisa Ditiru! Kebiasaan Orang Jerman yang Bikin Hunian Jadi Lebih Sejuk


Jakarta

Memiliki hunian yang sejuk menjadi dambaan setiap orang. Namun dalam kondisi tertentu, rumah bisa saja terasa pengap dan membuat penghuninya jadi tidak nyaman.

Jika sudah seperti ini, alhasil penghuni rumah perlu menyalakan Air Conditioner (AC) atau kipas angin sepanjang hari. Sayangnya, cara ini justru bikin tagihan listrik melonjak dan isi dompet terkuras.

Agar rumah terasa sejuk tanpa perlu pendingin ruangan, kamu bisa mengikuti kebiasaan orang Jerman yang satu ini, yakni lüften. Apakah itu?


Apa Itu Lüften?

Dilansir dari situs The Spruce, Jumat (16/5/2025), lüften merupakan salah satu cara tradisional orang Jerman untuk menyejukkan rumah. Caranya cukup sederhana, yakni dengan membuka jendela agar udara bisa masuk ke dalam.

“Lüften merupakan cara tradisional untuk membuka jendela rumah agar udara segar bisa masuk dan mengeluarkan udara pengap dari dalam rumah,” kata Lauren Riddei, seorang desainer interior Health Home Wellness dan CEO Haus Holistics.

Riddei mengatakan, lüften dapat dilakukan dengan sejumlah cara, tergantung dari ukuran rumah hingga waktunya. Jika memiliki rumah yang kecil, membuka seluruh jendela selama beberapa menit sudah cukup untuk meningkatkan kualitas udara di dalam rumah.

Apabila rumah kamu cukup besar, sebaiknya buka semua jendela saat pagi, sore, atau keduanya. Cara ini dianggap mampu mengeluarkan udara lembap dan hangat sekaligus memasukkan udara sejuk ke dalam rumah.

Cara Kerja Lüften dalam Mengeluarkan Udara Pengap

Lüften bertujuan untuk meningkatkan jumlah oksigen di dalam rumah sekaligus mengeluarkan kelebihan karbon dioksida dan kelembapan.

“Lüften bekerja dengan cara membuka jendela secara manual, baik di pagi atau malam hari untuk melepaskan kelebihan karbon dioksida, jamur, bakteri, alergen, atau kondensi, sekaligus memungkinkan oksigen masuk ke dalam rumah,” ujar Riddei.

Proses lüften dapat berbeda-beda tergantung dari musimnya. Saat musim panas, disarankan membuka jendela sebanyak dua kali sehari selama 30 menit untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Ketika musim hujan, cukup membuka jendela dua kali sehari selama 5-10 menit.

Apakah Lüften Efektif Bikin Rumah Lebih Sejuk?

Riddei mengatakan, menerapkan praktik lüften dapat efektif meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan, mengganti udara kotor dengan udara segar, hingga membantu meminimalisir risiko timbulnya jamur.

Selain itu, udara sejuk yang kaya oksigen juga membantu penghuni rumah tidur lebih nyenyak di malam hari. Cara ini juga dapat menghemat tagihan listrik karena tak perlu menyalakan AC atau kipas angin sepanjang hari.

“Lüften bukan hanya sekadar kebiasaan yang mudah dilakukan, tapi juga merupakan cara yang bagus untuk melepaskan senyawa organik yang mudah menguap, kondensasi, jamur, alergen, atau bakteri yang dapat menumpuk di dalam ruangan tertutup,” pungkasnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Craftofe, dari Grogol Melanglang Buana ke Dunia



Jakarta

Tempat nongkrong dengan konsep unik menjamur di Jakarta. Tapi yang satu ini beda banget, bukan cuma jualan kopi tapi juga produk ramah lingkungan yang nyen.

Selasa (4/2) siang, saya mampir ke sebuah kedai kopi yang populer di bilangan Grogol, tepatnya di di jalan Tomang Rawa Kepa No.37, Tomang. Dahan pepohonan menyeruak dari balik pagar, langit yang mendung menambah suasana semakin teduh.

Craftote, itulah nama dari kedai kopi yang sekaligus jadi galeri. Thio Siujinata dan Rika Chistina mendirikan kriya ini pada tahun 2021 dengan bantuan dari Rumah BUMN (RB) Jakarta yang adalah program CSR dari BRI.


Lulusan dari jurusan seni rupa IKJ, Thio (50) mengembangkan produk dari abaka, eceng gondok, pelepah pisang, mendong dan bambu. Memakai jasa dari perajin-perajin desa, ia menyulap bahan-bahan itu menjadi produk rumah tangga yang ramah lingkungan.

CraftoteCraftote Foto: (Bonauli/detikcom)

Dalam perjalanannya, tentu saja tidak semua berjalan mulus. Thio mengaku pernah kedatangan warga Jepang, yang adalah desainer, di kedai kopinya. Selagi ngopi mencari inspirasi, ia bertanya pada Thio apakah bisa memesan lampu dengan desain yang ia gambar.

Pesanan itu diterima dan dikirim ke Jepang, totalnya sekitar 10 unit. Tak berapa lama, orang Jepang itu komplain karena barang yang dikirim rusak dan dikembalikan kepadanya.

“Saya mencoba mencari perajin bambu, ternyata ada yang salah dari proses pengerjaan,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan ilmu baru, ia mempertanggungjawabkan kesalahannya dan mengirimkan barang baru. Berkat dedikasinya, pelanggan itu menjadi langganannya meski beda negara.

CraftoteCraftote Foto: (bonauli/detikcom)

Sejak masuk RB, Thio rajin ikut serta dalam kegiatan pameran. Dari sana banyak ekspatriat yang melirik hasil karyanya dan memesan dalam jumlah yang tidak sedikit. Kini produknya diekspor ke Kanada, Eropa dan Asia.

Setelah perjuangan panjang, Craftote mendapat kesempatan untuk berpartisipasi di Inacraft 2024, sebuah pameran kerajinan tangan terbesar se-Asia Tenggara yang dihadiri oleh Joko Widodo di Jakarta Convention Center (JCC).

Rika Chistina, istri Thio, menceritakan dengan sumringah bagaimana bahagia itu tumpah saat Jokowi mampir ke boothnya. Secepat kilat ia menyambar kesempatan itu agar dapat berfoto dengan Jokowi.

“Seneng banget rasanya,” ucap Rika tak henti sembari berterima kasih pada BRI yang terus-menerus mendukung usahanya.

“Terima kasih banget kepada BRI, terima kasih,” ujarnya.

CraftoteIbu Sandra dan kawan-kawan nongkrong di Craftote Foto: (bonauli/detikcom)

Ibu Sandra dan teman-temannya menjadi salah satu langganan di Craftote. Ia mengaku suka nongkrong karena suasana kedai yang nyeni. Apalagi bisa sambil belanja.

“Setahun lalu beli tudung saji di sini banyak buat Imlek,” ucapnya.

Ia berkata harga dan kualitas dari produk Craftote patut diacungi jempol. Setiap kali ia suka dengan produk Craftote, ia tak segan-segan untuk langsung memborongnya.

Harga produk-produk di Craftote mulai dari Rp 300 ribuan. Produknya berupa tas tangan dari bahan eceng gondok, kursi, lampion, hingga home decor.

Thio berharap agar ke depannya, ia dapat membuka Po-Up store di Jerman dalam pameran crafting dunia. Ia yakin, mimpi itu akan segera jadi nyata.

Peran Rumah BUMN

Sejak menjadi anggota di RB, Thio tak hanya ikut dalam kelas pelatihan yang disediakan. Thio juga kerap diundang sebagai pembicara agar dapat membakar semangat UMKM lainnya.

Aktivitas di Rumah BUMN JakartaFasilitator Rumah BUMN Jakarta Jajang Rohmana Foto: Melissa Bonauli/detikcom

“Iya, Craftote jadi salah satu UMKM paling unik ya karena produknya ramah lingkungan dan tahan lama,” ungkap Jajang Rohmana (23), fasilitator dari RB Jakarta.

Jajang berharap UMKM-UMKM lainnya dapat mengikuti langkah Thio yang tak menyerah dalam menjemput bola.

(bnl/bnl)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Aktivitas Seru Berakhir Pekan di M Bloc Space



Jakarta

M Bloc Space bisa menjadi pilihan traveler untuk berakhir pekan. Berbagai aktivitas bisa dilakukan di sana.

Tempat nongkrong kekinian di bilangan Jakarta Selatan memang sudah terhitung, tapi M Bloc Space bisa jadi satu dari pilihan tersebut. Ya, kawasan ini di akhir pekan akan jadi tempat yang ramai dikunjungi masyarakat segala umur, utamanya muda-mudi.

Sedari siang hingga menjelang sore kawasan ini sudah mulai didatangi pengunjung. Tak hanya dari Jakarta saja, bahkan warga sekitaran Jakarta pun memilih destinasi akhir pekannya ke sini.


detikTravel menemui salah satu warga Bekasi yang hendak berkunjung ke M Bloc Space, Radian. Dia mengatakan tujuannya ke kawasan ini memang sebagai labuan tempat nongkrongnya. Ini bukan kali pertamanya datang ke sini, terkadang bersama teman-temannya dan kali ini dirinya datang bersama pasangannya.

“Iya datang ke sini biasanya di weekend karena suka banyak acara juga dan ya udah beberapa kali juga ke sini. Biasanya kalau sama temen ke sini ya pas ada acara musik, tapi sekarang karena sama pacar jadi nyari tempat nongkrong aja,” katanya saat ditemui detikTravel di depan M Bloc Space, Sabtu (20/7/2024).

Selain memang banyak tenant-tenant makanan, di area ini juga kerap menggelar kegiatan-kegiatan seru yang bisa dinikmati oleh para pengunjung. Tak sedikit pula pengunjung yang datang sebagai pemburu konten, suasana yang instagramable membuat M Bloc Space jadi magnet bagi para content creator.

1. Galeri Museum Peruri

Saat memasuki area dalam M Bloc Space pengunjung akan melihat satu ruangan yang menyimpan beberapa mesin yang dipakai oleh Peruri kala mencetak uang. M Bloc Space dulunya merupakan Perum Peruri (Perusahaan Percetakan Uang Republik Indonesia).

Dan di ruang ini terdapat mesin pencetak uang, mesin potong, mesin hand press, mesin penghitung uang logam, dan timbangan jadul. Rata-rata umur mesin tersebut sudah lebih dari puluhan tahun. Contohnya mesin pemotong uang itu dipakai saat percetakan Oeang Republik Indonesia daerah Banten – Serang yang digunakan di tahun 1948 hingga 1949. Ataupun mesin penghitung logam buatan Jerman tahun 1937.

2. Acara Kreatif

Saat detikTravel berada di M Bloc Space tengah dihelat salah satu kegiatan yakni CraftopiArt, acara ini merupakan kampus yang diselenggarakan oleh Politeknik Nasional Jakarta jurusan MICE.

“Kegiatan ini dua hari, hari ini sama besok. Sebenarnya minggu ini tuh sesi pre event dari (main) event minggu depan bakal ada exhibition dari CraftopiArt,” kata Aryo salah satu penjual kerajinan di acara tersebut.

Kerajinan tangan yang dijajakan oleh Aryo adalah pernik manik dan rajut, produk manik-manik di booth-nya pun beragam mulai dari gelang hingga gantungan. Dan untuk produk rajutnya ada boneka-boneka, harga yang ia banderol pun beragam mulai Rp 15.000 hingga ratusan ribu.

3. Berburu Kuliner

Ya, tentu rasanya kurang afdol ketika nongkrong di suatu tempat tanpa menikmati kuliner. Di area luar M Bloc Space berderet berbagai kafe-kafe yang menyuguhkan berbagai hidangan makanan dan minuman.

Ada yang autentik Indonesia seperti Suwe Ora Jamu yang tentunya menjajakan jejamuan tradisional khas Indonesia. Kemudian jika ingin ngopi-ngopi santai pun ada cafe Titik Temu yang berada di samping pintu masuk M Bloc Space

4. Spot Foto Istagramble

Bagi muda-mudi yang datang ke sini pastinya akan mengabadikan diri mereka di beberapa spot di M Bloc Space, hampir semua spot di kawasan ini cakep untuk diabadikan. Mulai dari ruangan museum, lorong pintu masuk, di dalam M Bloc Market hingga pinggiran jalan raya.

5. Berbelanja

Di sini juga beragam produk yang bisa kamu bawa pulang, ada pakaian, souvenir hingga kebutuhan sehari-hari juga tersedia di sini. Deretan toko di area luar M Bloc Space terdapat beberapanya seperti Unionwell, Matalokal, Connectoon dan jika ingin membeli kebutuhan sehari-hari plus kudapan sehat bisa jajal di M Bloc Market yang berada di area dalam.

“Untuk M Bloc Space kalau weekend Jumat sampai Minggu bukanya dari jam 09.00 sampai 23.00 WIB, kalau weekday bukanya dari jam 10.00 sampai jam 23.00 WIB. Terus itu kalau untuk F&B (area luar M Bloc Space) itu sampai jam 24.00 WIB,” ujar petugas keamanan M Bloc Space, Diki.

Jadi buat kamu yang biasa nongkrong di M Bloc Space apa saja sih kegiatan serunya?

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Bernama Pantai Jerman tapi Ada di Dekat Bandara Bali, Ini Ceritanya



Badung

Ada sebuah pantai memiliki nama bernuansa asing di Bali. Adalah Pantai Jerman yang letaknya berada di sisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, berikut cerita di baliknya.

Bali dikenal sebagai surganya wisata tropis karena memiliki banyak pantai yang menarik. Namun, mungkin belum banyak orang melirik akan hadirnya sebuah pantai yang berada di dekat bandara dan memiliki nama tak biasa yakni Pantai Jerman.

Pantai Jerman terletak hanya sekitar 1,5 km dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Jika berjalan kaki, traveler bisa mencapainya sekitar 20 menit. Sementara jika menggunakan kendaraan seperti mobil dan motor, waktu tempuh hanya sekitar 10-20 menit.


Karena letaknya di sisi bandara, pemandangan utama dari pantai tersebut adalah panorama pesawat mengudara dan mendarat. Kemewahan tersebut tentunya tak dimiliki di banyak pantai lainnya di Bali.

Pantai Jerman, Bali.Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Kendati berada di dekat area bandara yang sibuk, tetapi panorama pantainya pun terbilang layak dinikmati. Terdiri dari hamparan pasir putih yang luas, area jajan, area duduk-duduk, pendopo, hingga patung Triratna Amreta Bhuwana yang gagah dan dapat menjadi spot foto.

Menariknya lagi, traveler yang berkunjung tak dikenai biaya masuk alias gratis. Traveler hanya dikenai biaya parkir senilai Rp 2 ribu untuk motor dan Rp 5 ribu untuk mobil.

Asal Usul Nama Pantai Jerman

Mungkin banyak traveler yang heran, mengapa sebuah pantai di Pulau Dewata dinamai sebagai Pantai Jerman. Apakah nama itu hanya julukan? Nyatanya tidak, nama tersebut merupakan nama resmi.

Mengapa demikian? Hal itu bermula dari banyaknya warga negara Jerman yang tinggal di sekitar kawasan pantai tersebut kala pembangunan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Pantai Jerman, Bali.I Nyoman Debot dan Mangku Teke, warga Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

“Dulu sini kan waktu bangun bandara, tahun 60-an. Di sini ada, ini asrama dulu sini. Akhirnya tuh tamu-tamu dari Jerman tuh di sini tinggal. Iya banyak orang Jerman. Yang bikin airport gitulah,” ujar Nyoman Debot yang merupakan warga sekitar Pantai Jerman saat ditemui detikTravel, Minggu (10/11/2024).

“Karena, di sini bikin mess untuk penginapan tamu-tamu dari Jerman. Sampai sekarang Jerman namanya pantai Jerman,” dia menambahkan.

Menurutnya, sejak julukan itu disematkan, nama tersebut pun tak berganti hingga kini kendati sudah tidak ada lagi WN Jerman yang tinggal.

Menurut penuturannya, dahulu ada rumah mewah layaknya hotel yang terbuat dari bata merah. Tempat itu adalah merupakan mess dari para WN Jerman. Namun, bangunan itu roboh dan sempat terkena abrasi.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik Pantai Jerman di Bali, Dekat Bandara



Badung

Pantai Jerman adalah salah satu pantai di Bali yang jangan sampai dilewatkan saat k Pulau Dewata. Terlebih untuk kunjungan singkat, karena lokasinya berada di sisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Dari banyaknya pantai di Bali, mungkin nama Pantai Jerman kurang tersohor. Namun, ternyata tempat tersebut juga tak kalah menarik untuk dikunjungi. Berikut ini beberapa daya tarik dari Pantai Jerman.

Biaya Masuk Gratis

Pantai Jerman, Bali.Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Pantai Jerman adalah salah satu pantai yang gratis dikunjungi di Bali. Traveler hanya dikenakan biaya Rp 2 ribu untuk parkir kendaraan sepeda motor atau Rp 5 ribu untuk mobil.


Kendati gratis, tetapi panoramanya pun tetap layak dinikmati. Lautnya berwarna biru tosca dan terdapat pemandangan deretan kapal nelayan yang terapung. Tentunya panorama tersebut sangat estetik jika diabadikan.

Selain itu, terdapat landmark patung Triratna Amreta Bhuwana yang megah dan dapat menjadi salah satu spot foto menarik.

10 Menit dari Bandara

Pantai Jerman, Bali.Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Jika traveler tak memiliki waktu yang banyak saat singgah di Bali. Traveler dapat mampir ke Pantai Jerman karena letaknya berada di sisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Jika menggunakan sepeda motor, estimasi perjalanan sekitar 2,5 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Sementara jika menggunakan mobil estimasinya sekitar 12-20 menit.

Tak hanya itu, traveler bisa juga berkunjung dengan jalan kaki sejauh 1,5 km dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Sepi dan Tenang

Pantai Jerman, Bali.Suasana Pantai Jerman, Bali yang tampak lengang. (Weka Kanaka/detikcom)

Pantai tersebut kendati berada di sisi bandara, tetapi pengunjungnya tak terlalu ramai. Khususnya saat kedatangan detikTravel pada Minggu (10/11/2024) sekitar pukul 14.18 Wita.

Saat kami datang, kondisi pantai tampak tak terlalu dipenuhi pengunjung. Hanya segelintir pengunjung saja yang terlihat tengah asik bermain pasir, berjalan santai, hingga bermain air.

Tentunya suasana tersebut sangat cocok bagi para traveler yang mencari ketenangan di tepi daratan.

Fasilitas cukup lengkap

Pantai Jerman, Bali.Area duduk santai di Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Kendati terbilang pantai gratis, tapi fasilitas pun cukup lengkap. Terdapat area duduk-duduk berbayar hingga area duduk gratis di pendopo. Selain itu, ada pula area warung makanan-minuman, hingga toilet.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Seharian di Blok M, Enaknya Ngapain Ya?



Jakarta

Blok M tak pernah kehabisan daya tarik, selalu menghadirkan pesona yang memikat hati. Lebih dari sekadar pusat kuliner kekinian dan tempat favorit berkumpulnya kaula muda, kawasan ini menawarkan pengalaman lengkap untuk menghabiskan libur seharian.

detikTravel telah merangkum nih, Rabu (25/12/2024) panduan perjalanan seharian di Blok M. Mulai memadukan nostalgia, eksplorasi seni, petualangan kuliner, hingga momen santai yang menenangkan!

1. Berburu Kaset Bekas di Blok M Square

Kegiatan menarik di Blok MBerburu kaset lawas hingga CD bekas di Blok M Foto: (Amalia Novia Putri/detikTravel)

Perjalanan dimulai dari Blok M Square, tempat berkumpulnya berbagai barang antik dan unik. Salah satu yang paling menarik adalah kios-kios penjual kaset bekas. Di sini, traveler bisa menemukan koleksi kaset lawas dari musisi legendaris seperti Queen, Iwan Fals, Dian Pramana Putra, Elvis Preslay hingga Michael Jackson.


Tidak hanya itu, ada juga CD, piringan hitam, hingga kaset rekaman radio jadul yang membawa nuansa nostalgia. Bagi penggemar musik, berburu kaset di sini adalah pengalaman yang seru. Proses tawar-menawar dengan penjual menambah kesan autentik. Jangan ragu untuk bertanya soal kisah di balik kaset tertentu, banyak dari penjual di sini adalah penggemar musik yang senang berbagi cerita.

2. Surga Buku Bekas di Basement Blok M Square

Kegiatan menarik di Blok MSalah satu toko buku di Blok M Square (Amalia Novia Putri/detikTravel)

Setelah puas berburu kaset dan mendengarkan musik-musik kesukaan traveler, langkah selanjutnya adalah yang disebut-sebut sebagai surga buku. Rak-rak yang penuh dengan buku, dari novel klasik hingga berbagai komik, siap memanjakan pecinta literasi.

Harga buku di sini sangat terjangkau lho. Dan jika traveler beruntung, bisa menemukan buku langka yang sudah sulit didapatkan di toko buku modern.

Sebagai tips, luangkan waktu untuk mencari dengan teliti, kadang buku-buku menarik tersembunyi di balik tumpukan. Jangan lupa untuk menawar agar mendapat harga terbaik!

3. Tempat Foto-Foto Estetik di M Bloc Space

Dari Blok M Square, berjalan kaki sekitar lima menit, traveler akan sampai di M Bloc Space. Ini merupakan ruang kreatif yang menjadi favorit anak muda Jakarta saat ini.

Bangunan tua milik Peruri itu kini disulap menjadi area seni vintage dan budaya yang penuh spot foto Instagramable. Jangan lewatkan foto di depan pintu masuk dengan tulisan khas M Bloc Space atau di area tangga kayu.

Jika traveler penggemar seni, kunjungi juga galeri seni di sini untuk menikmati pameran. Dan juga terdapat alat zaman dahulu seperti mesin potong, mesin cetak handpress degel buatan Jerman tahun 1918, mesin potong JPC Fasbender dan yang lainnya.

4. Berburu Kuliner di Blok M

Setelah puas menjelajah seni dan berfoto-foto di M Bloc Space, saatnya melanjutkan perjalanan untuk memanjakan lidah di kawasan kuliner Blok M, yang menawarkan ragam hidangan kekinian yang menggoda selera. Mulailah dengan mencicipi donat viral “Donut OO,” yang terkenal karena teksturnya yang lembut dan baluran topping yang banyak, manis, dan bikin nagih.

Tak jauh dari sana, mampirlah ke Artirasa untuk mencoba cheese cake mereka yang manis dan lumer di mulut. Menariknya, pengambilan cheese cake di Artirasa menggunakan mesin otomatis berwarna oranye yang menggemaskan, menambah pengalaman kuliner traveler menjadi semakin seru dan tak terlupakan

5. Nyore dan Membaca Buku di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

Menikmati hari selepas beraktivitas untuk melepas penat bisa jadi cara ampuh untuk menyegarkan pikiran, salah satunya menyaksikan matahari terbenam di Taman Literasi Blok M.Menikmati hari selepas beraktivitas untuk melepas penat bisa jadi cara ampuh untuk menyegarkan pikiran, salah satunya menyaksikan matahari terbenam di Taman Literasi Blok M. (Muhammad Lugas Pribady)

Menutup perjalanan, pergilah ke Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, yang berlokasi tidak jauh dari Blok M Square dekat juga dengan MRT Blok M keluar melalui pintu E. Taman ini adalah tempat sempurna untuk bersantai sambil menikmati suasana sore yang tenang.

Bentangannya yang hijau dan suasana yang sejuk membuat taman ini cocok untuk membaca buku hasil belanja dari Blok M Square. Pilih tempat duduk di bawah pohon rindang atau membaca buku di perpustakaan Taman Literasi, buka halaman buku favorit traveler dan nikmati momen yang menenangkan. Jika traveler penggemar kopi, mampirlah ke berbagai coffe shop atau restoran di taman ini untuk menambah kenyamanan.

Blok M adalah destinasi yang kaya akan pengalaman unik. Dari berburu barang bekas yang penuh kenangan, menikmati seni modern, hingga mencicipi kuliner kekinian, semuanya bisa dilakukan dalam sehari.

Bagi kamu yang ingin melarikan diri sejenak dari kesibukan kota, one day trip di Blok M ini bisa menjadi pilihan yang mengasyikkan dilakukan bersama teman-temanmu.

Cara menuju Blok M dengan transportasi umum

Traveler bisa kok menuju ke Blok M dengan menaiki transportasi umum. Bila kamu naik MRT, turunlah di Stasiun MRT Blok M.

Bila kamu bepergian dengan Transjakarta, tujulah rute Halte Blok M, Halte Kejaksaan atau Halte CSW. Namun, bila kamu menggunakan KRL, turunlah di Stasiun Kebayoran, lalu tujulah Halte Transjakarta Velbak dan turun di Halte CSW.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Museum di Sidoarjo yang Pernah 3 Kali Dipindahkan



Sidoarjo

Di Sidoarjo ada sebuah museum yang memiliki kisah panjang karena sempat tiga kali dipindahkan. Museum itu bisa traveler kunjungi saat libur tahun baru.

Museum Mpu Tantular, yang saat ini terletak di Sidoarjo, ternyata memiliki sejarah panjang dan perjalanan yang tidak mudah. Ternyata, museum itu sempat dipindah tiga kali hingga berakhir menetap di Sidoarjo.

Praktisi sejarah Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo, mengatakan museum itu dibangun pada 1933 di Jalan Pemuda, Surabaya. Museum itu didirikan atas prakarsa seorang kolektor benda-benda bersejarah asal Jerman bernama Godfried von Faber.


Von Faber mendirikan museum tersebut untuk memamerkan koleksi pribadinya berupa artefak budaya, keramik, dan benda-benda bersejarah yang dikumpulkan dari berbagai daerah di Jawa Timur.

“Von Faber adalah tokoh penting dalam sejarah museum ini. Dia menginisiasi pendirian museum dengan tujuan agar generasi mendatang bisa mengenali kekayaan budaya Jawa Timur,” ujar Kuncar, Senin (30/12/2024).

Kuncar mengatakan setelah kemerdekaan Indonesia, museum itu akhirnya dipindahkan ke lokasi lain di Surabaya pada 1949. Pemindahan itu dilakukan untuk menyelamatkan koleksi yang mulai terancam kondisinya akibat kurangnya perhatian dan perubahan situasi politik.

“Pascakemerdekaan, museum membutuhkan tempat yang lebih memadai agar koleksinya bisa terus dijaga,” katanya.

Namun, lokasi kedua di Surabaya pun belum sepenuhnya ideal. Keterbatasan ruang dan perkembangan kota yang pesat membuat museum sulit berkembang.

Akhirnya, pada 1974, museum kembali dipindahkan ke Jalan Pemuda, Surabaya, di lokasi yang lebih strategis namun tetap memiliki keterbatasan ruang.

Sementara itu, Kepala UPT Museum Negeri Mpu Tantular, Sadari, menambahkan situasi itu mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mencari lokasi yang lebih luas dan layak.

“Saat itu kami menyadari bahwa museum memerlukan ruang yang lebih besar agar koleksi bisa ditata lebih baik,” ujarnya.

Pada 1987, akhirnya diputuskan bahwa museum akan dipindahkan ke Sidoarjo, tepatnya di Jalan Raya Buduran. Proses pemindahan ini berlangsung bertahap hingga museum resmi dibuka untuk umum di lokasi baru pada 2004.

Lokasi ini dipilih karena memiliki lahan yang luas dan akses yang lebih baik dibanding lokasi sebelumnya.

“Di sini kami memiliki ruang yang cukup untuk menata koleksi, menyelenggarakan pameran, dan memberikan fasilitas yang lebih baik bagi pengunjung,” kata Sadari.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Menyaksikan Tari Kecak di Jakarta? Bisa di Mana dan Kapan?



Jakarta

Tari Kecak adalah pertunjukkan unik yang menggabungkan seni drama dan tari. Berkisah tentang kisah cinta segitiga, Tari Kecak bisa dinikmati di luar Bali.

Tari Kecak pertama kali diciptakan oleh dua tokoh, yakni penari asal Bali bernama Wayan Limbak dan seorang pelukis dari Jerman, Walter Spies. Tari Kecak yang terinspirasi dari tradisi Sanghyang itu pertama kali diciptakan pada tahun 1930-an.

Setelah itu, Wayan Limbak mempopulerkan tarian ini. Hal ini ia lakukan saat berkeliling dunia bersama dengan rombongan penari Bali dari sanggarnya. Hingga saat ini, Tari Kecak menjadi kesenian yang dapat dinikmati oleh banyak orang.


Biasanya, tarian ini dilakukan oleh puluhan penari laki-laki yang duduk secara melingkar.

Mereka menyerukan “cak cak cak” sambil mengangkat kedua lengan. Pada satu segmen, mereka menirukan adegan saat barisan kera membantu Rama dalam pertempuran melawan Rahwana yang menculik Dewi Sita.

Suara “cak cak cak” itu pula yang menjadi musik pengiring tarian yang membuat pertunjukan semakin magis. Sesekali, terdengar pula suara kerincingan yang diikatkan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh dalam epos Ramayana.

Cerita Ramayana yang menjadi inti dari Tari Kecak melambangkan pertempuran abadi antara kebaikan dan kejahatan. Kemenangan Rama di akhir cerita menjadi pesan bahwa kebaikan pada akhirnya akan selalu mengalahkan kejahatan, memberikan harapan dan optimisme bagi para penonton.

Setiap gerakan yang dilakukan oleh penari juga memiliki makna yang sangat penting. Selain itu, Tari Kecak juga diyakini sebagai sebuah ritual untuk mengusir roh jahat dan menyembuhkan penyakit.

Tari Kecak di Jakarta

Tari Kecak kini bisa dinikmati di Jakarta, tempat wisata yang menggelarnya adalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Pertunjukan tersebut diadakan secara rutin setiap bulan di Panggung Budaya Amphitheater, yang berlokasi dekat Istana Anak-Anak Indonesia.

Berlangsung pada pekan keempat setiap bulan, baik Sabtu maupun Minggu, Tari Kecak dimulai sekitar pukul 17.00 WIB. Pengunjung bisa menikmati tari kecak secara gratis, hanya dengan membeli tiket masuk TMII.

Untuk bisa menikmatinya, pengunjung diminta untuk datang lebih awal, sekitar dua jam sebelum pertunjukan di mulai. Panggung Budaya Amphitheater memiliki kapasitas yang terbatas, sehingga perlu sedikit usaha untuk dapat menikmati pertunjukan ini.

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com