Tag Archives: jin

Konon, Ini Tanda-tanda Rumah Jadi Sarang Jin Lengkap Cara Mengusirnya



Jakarta

Dalam ajaran Islam, jin merupakan makhluk gaib atau tak kasat mata yang senang mengusik manusia. Tanpa kamu sadari juga ternyata rumah dapat menjadi sarang jin berkumpul. Kehadiran jin di rumah biasanya menyebabkan berbagai gangguan seperti menakut-nakuti, menciptakan permusuhan, serangan sihir dan lain-lain.

Pastinya, kamu ingin rumah kamu terbebas dari gangguan jin jahat, bukan? Kamu tak perlu khawatir. Berikut ada tanda-tanda rumah jadi sarang jin yang bisa kamu kenali serta juga cara mengusirnya.

Tanda-tanda Rumah Jadi Sarang Jin

Melansir dari Wajib Baca, Kamis (14/12/2023), berikut beberapa tanda-tanda rumah kamu jadi sarang jin.


1. Penghuni rumah sering mimpi buruk

2. Adanya perasaan tidak nyaman dan panas di dalam rumah

3. Sering terjadi pertengkaran antara anggota keluarga, yang kadang hanya karena hal sepele

4. Adanya anggota keluarga yang melihat penampakan makhluk halus di rumah atau sekitar rumah

5. Sering tercium bau harum atau bau busuk di rumah

6. Terdengar suara – suara yang aneh atau suara orang mengetuk pintu

7. Anak atau anggota keluarga kita yang lain sering mengalami sakit yang tidak jelas penyebabnya

8. Jika kamu punya toko atau usaha lain di rumah, maka biasanya tidak akan sukses

9. Muncul belatung di rumah

10. Penghuni rumah biasanya akan terpengaruh untuk malas beribadah dan membaca Al Quran

Cara Mengusir dan Mencegah Gangguan Jin dari Rumah

Merangkum dari beberapa situs dan hadist-hadist, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengusir dan mencegah gangguan jin dari rumah.

1. Rajin Membaca Al Qur`an di Rumah

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تجعلوا بيوتكم مقابر، إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

“Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim 780, At-Turmudzi 2877)

2. Seringlah Mengerjakan shalat Sunnah di Rumah

Dalam hadis dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلاَتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

“Jadikanlah bagian shalat kalian di rumah kalian. Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Bukhari 432, Muslim 777, dan yang lainnya).

3. Bacalah Bismillah Ketika Masuk Rumah dan Makan

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يُذْكَرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ

“Apabila ada orang yang masuk rumah, kemudian dia mengingat Allah ketika masuk, dan ketika makan, maka setan akan mengatakan (kepada temannya): ‘Tidak ada tempat menginap dan tidak ada makan malam.’ Tapi apabila dia tidak mengingat Allah (bismillah dan jangan lupa ucapkan salam) ketika masuk, maka setan mengatakan: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’.” (HR. Muslim 2018, Abu Daud 3765 dan yang lainnya)

4. Bacalah Bismillah Ketika Menutup Pintu

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan banyak saran agar kita tidak terganggu setan. Salah satunya:

وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا

“Tutuplah pintu, dan sebutlah nama Allah. Karena setan tidak akan membuka pintu yang tertutup (yang disebut nama Allah).” (HR. Bukhari 3304, Muslim 2012 dan yang lainnya)

5. Berdoalah Ketika Keluar Rumah

Satu doa ketika keluar rumah. Ringkas, mudah dihafal, tapi khasiatnya besar:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

BISMILLAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

(Dengan nama Allah aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.)

Dalam hadis dinyatakan, siapa yang keluar rumah kemudian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: Kamu diberi petunjuk, dicukupi dan dilindungi. Maka setan kemudian berteriak:

كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ

“Bagaimana kalian bisa mengganggu orang yang sudah diberi hidayah, dicukupi, dan dilindungi.” (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426 dan dishahihkan al-Albani)

6. Jauhkan Rumah dari Gambar – Gambar Bernyawa, seperti Memajang Foto dan Lukisan Makhluk Bernyawa

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَنَّ المَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ

“Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar.” (HR. Bukhari 3224, Nasai 5348 dan yang lainnya).

Gambar – gambar makhluk bernyawa menjadi magnet yang sangat kuat bagi jin untuk masuk ke dalam rumah seseorang. Oleh sebab itu, ketika dilakukan prosesi ruqyah, maka sebaiknya copotlah semua lukisan dan foto makhluk bernyawa yang dipajang.

8. Menyemprotkan Air Ruqyah di Sudut – sudut Rumah

Jika memang telah terasa ada gangguan, maka hal ini bisa menjadi solusinya. Ambillah air secukupnya lalu masukkan dalam botol parfum, kemudian bacakan padanya ayat kursi, al-fatihah,al-ikhlas, al-falaq, an-nas, masing – masing 3x. Setelah itu semprotkanlah di sekitar rumah kamu, mulai dari pintu jendela, ventilasi, dinding, lantai, dan sudut – sudut rumah.

Demikian tanda-tanda rumah jadi sarang jin dan cara mengusirnya. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Ternyata Ini Tempat Tinggal Jin di Rumah Manusia


Jakarta

Jin adalah makhluk gaib ciptaan oleh Allah SWT yang hidup berdampingan dengan manusia. Layaknya manusia, jin juga membutuhkan tempat tinggal dan berlindung, sehingga tak jarang menetap di rumah manusia.

Mengutip dari buku Mengintip Alam Gaib oleh Aep Saepulloh Darusmanwiati, jin sebenarnya takut kepada manusia. Oleh karena itu, manusia tidak perlu takut dengan jin, terlebih mereka juga makhluk Allah yang tidak kasat mata dan hidup di alamnya sendiri.

Lantas di mana tempat tinggal jin di rumah manusia? Berikut ini lokasi yang biasa menjadi hunian bagi jin.


Atap Rumah

Jin muslim yang beriman biasa menghuni tempat tinggal orang-orang beriman, terutama di atap rumahnya. Sebagaimana disebutkan dalam Fath al-Bari, Ibnu Hajar mengutip riwayat Ibnu Abu Dunya yang berarti:

“Tidak ada satu pun rumah orang muslim kecuali di atap rumahnya terdapat jin muslim. Apabila mereka menghidangkan makanan pagi, jin itu pun ikut makan bersama mereka. Apabila makan sore dihidangkan, jin itu juga ikut makan bersama mereka. Tapi, Allah menjaga orang-orang muslim itu dari gangguan jin tersebut.”

Lubang

Selain itu, makhluk golongan jin juga tinggal di dalam lubang. Adapun lubang-lubang yang ditemukan di sekitar rumah antara lain got, lubang pembuang air cuci piring, dan lubang saluran air lainnya. Hal ini dijelaskan dalam HR Abu Dawud, Nasa’i, dan Ahmad dari Abdullah ibn Sarjas yang berbunyi:

“Jangan sampai ada yang kencing di lubang,” Orang-orang bertanya kepada Qatadah, “Mengapa tidak boleh kencing di lubang?” Qatadah menjawab, “Rasulullah pernah mengatakan, sebab lubang adalah tempat tinggal golongan jin.”

Kamar Mandi

Lebih dari itu, jin kafir tinggal di tempat-tempat yang kotor seperti tempat sampah dan kamar mandi. Oleh karenanya, Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk berdoa ketika hendak masuk kamar mandi.

“Toilet-toilet adalah hunian jin. Oleh karena itu, jika di antara kalian ada yang ingin masuk, bacalah doa: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan jin laki-laki dan jin perempuan.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad dari Zaid ibn Arqam).

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Cara Ruqyah Rumah Agar Tidak Diganggu Jin dan Sihir


Jakarta

Ruqyah rumah dilakukan untuk mencegah atau menghilangkan gangguan jin maupun kekuatan sihir dari rumah kita. Rumah yang diganggu jin akan membuat penghuninya merasa tidak nyaman, bahkan mungkin sering mengalami hal-hal buruk.

Ruqyah rumah bisa dilakukan sesuai dengan tuntunan Islam. Simak cara ruqyah rumah dengan Islami berikut ini, sesuai dengan penjelasan Ustadz Muhammad Zunaidi dalam program Khazanah dilihat dari channel YouTube KHAZANAH TRANS7 OFFICIAL.

Kapan Dilakukan Ruqyah Rumah?

Ustadz Muhammad Zunaidi menjelaskan ruqyah rumah harus dilakukan ketika diduga ada jin yang mengganggu di rumah kita. Jin menyebabkan ketidaknyamanan pada penghuninya.


“Ada orang yang ketika di rumah itu mencekam, sering bertengkar dengan pasangannya, anak-anak ribut semua, nangis, pokoknya nggak ada kenyamanan. Tapi begitu keluar dari rumah rasanya nyaman, tenang, senang. Jadi ada gangguan yang letaknya tidak di tubuh orang, tetapi di rumah tersebut,” kata Ustadz Zunaidi.

Ruqyah rumah juga bisa dilakukan ketika Anda sering melihat penampakan di sudut rumah, di ruang tertentu, atau di kamar-kamar tertentu. Selain itu, ruqyah dilakukan ketika diduga ada sihir yang ditempatkan di bagian rumah Anda. Sihir ini bisa membuat tubuh lemah, bahkan tak sadarkan diri.

Namun ketika rumah Anda dirasa nyaman dan tidak ada masalah, Ustadz Zunaidi menyebut tidak perlu melakukan ruqyah rumah. Cukup dengan melakukan ibadah secara rutin.

Cara Ruqyah Rumah

Lantas bagaimana cara ruqyah rumah sesuai tuntunan Islam agar tidak diganggu jin dan sihir? Ada tiga cara yang bisa dilakukan.

1. Membaca Al-Baqarah

Cara pertama adalah dengan membacakan Al-Qur’an, khususnya surat Al-Baqarah secara lengkap di dalam rumah. Hal ini sesuai tuntunan Rasulullah untuk membacakan surat ini agar jin dan setan pergi dari rumah.

Rasulullah bersabda: Jangan jadikan rumahmu kuburan. Sesungguhnya rumah yang (selalu) dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah tidak akan dimasuki setan. (HR Muslim)

“Dalam riwayat lain, jika kita bacakan Al-Baqarah, maka dalam tiga malam ke depan setan tidak akan sanggup tinggal di situ lagi. Kalau dibacakan siang hari, maka selama siang tiga hari ke depan setan tidak akan sanggup tinggal di situ. Jadi kita bacakan Al-Baqarah, tiga hari lagi dibacakan lagi,” kata Ustadz Zunaidi.

2. Menyemprot Air

Cara kedua adalah dengan menyemprotkan air yang sudah dibacakan ayat Al-Qur’an. Siapkan terlebih dahulu semprotan dan air. Detikers bisa menggunakan botol semprotan bekas hand sanitizer, pewangi baju, atau minyak wangi.

Air bisa disemprotkan ke seluruh rumah atau bagian rumah tertentu yang dirasa tidak nyaman. Cara ruqyah rumah dengan cara ini adalah sebagai berikut:

  • Masukkan air dalam semprotan
  • Bacakan surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas
  • Setiap selesai satu bacaan surat, tiupkan pada air di dalam botol
  • Setelah selesai semua bacaan, semprotkan ke sekeliling rumah sambil membaca taawudz
  • Semprotkan ke sudut-sudut rumah, dari atas ke bawah.

3. Menghilangkan Sumber Sihir

Ruqyah rumah dilakukan dengan cara khusus jika terjadi akibat sihir. Sumber sihir harus dihilangkan agar rumah menjadi nyaman kembali.

“Misalnya ada orang yang nggak suka, maka akan mengirimkan sihir. Dia akan letakkan buhul. Buhul itu ikatan yang di dalamnya terdapat program sihir. Biasanya diletakkan di satu bagian rumah kita. Ketika benda itu masih ada kekuatannya, masih ada energinya, tidak akan hilang walaupun sudah kita lakukan ibadah dan sebagainya. Kecuali pusat gangguan itu kita hilangkan,” kata Ustadz Zunaidi.

Cara mendeteksi sumber sihir dan menghilangkannya adalah sebagai berikut:

  • Berwudhu
  • Keliling rumah pelan-pelan
  • Jika kita berdekatan dengan sumber sihir maka tiba-tiba akan terasa lemah, lemas, atau tidak sadarkan diri seperti kerasukan. Jika merasakan hal itu, maka letak buhul ada di situ
  • Bacakan Al-Baqarah di titik tersebut, atau bacakan ayat-ayat ruqyah di air kemudian semprotkan ke seluruh tempat di ruangan itu untuk menghilangkan sumber sihir.

Efek Ruqyah Rumah

Ada beberapa kemungkinan yang terjadi setelah dilakukan ruqyah rumah. Jika gangguannya ringan, rumah akan menjadi lebih nyaman. Tapi jika gangguannya berat, maka bisa muncul aroma bau gosong, hingga banyak binatang mati keesokan harinya, seperti kalajengking, kelabang, tikus, kecoak, dan cicak.

Demikian tadi cara ruqyah rumah dengan Islami agar tidak diganggu jin. Jangan lupa untuk rajin beribadah di rumah agar jin tidak mau datang lagi. Wallahu a’lam.

(row/dna)



Sumber : www.detik.com

Ini Lokasi Tinggal Jin di Rumah Manusia



Jakarta

Rumah manusia disebut-sebut juga menjadi tempat menetap jin. Sebagai makhluk gaib ciptaan Allah SWT, jin juga membutuhkan tempat tinggal.

Mengutip dari buku Mengintip Alam Gaib oleh Aep Saepulloh Darusmanwiati, jin sebenarnya takut kepada manusia. Maka dari itu, manusia tidak harus takut dengan jin, terlebih mereka juga makhluk Allah yang tidak kasat mata dan hidup di alamnya sendiri.

Lalu di mana tepatnya lokasi tempat tinggal jin di rumah manusia? Berikut ini lokasi yang biasa menjadi hunian bagi jin.


Atap Rumah

Jin muslim yang beriman biasa menghuni tempat tinggal orang-orang beriman, terutama di atap rumahnya. Sebagaimana disebutkan dalam Fath al-Bari, Ibnu Hajar mengutip riwayat Ibnu Abu Dunya yang berarti:

“Tidak ada satu pun rumah orang muslim kecuali di atap rumahnya terdapat jin muslim. Apabila mereka menghidangkan makanan pagi, jin itu pun ikut makan bersama mereka. Apabila makan sore dihidangkan, jin itu juga ikut makan bersama mereka. Tapi, Allah menjaga orang-orang muslim itu dari gangguan jin tersebut.”

Lubang

Selain itu, makhluk golongan jin juga tinggal di dalam lubang. Adapun lubang-lubang yang ditemukan di sekitar rumah antara lain got, lubang pembuang air cuci piring, dan lubang saluran air lainnya. Hal ini dijelaskan dalam HR Abu Dawud, Nasa’i, dan Ahmad dari Abdullah ibn Sarjas yang berbunyi:

“Jangan sampai ada yang kencing di lubang,” Orang-orang bertanya kepada Qatadah, “Mengapa tidak boleh kencing di lubang?” Qatadah menjawab, “Rasulullah pernah mengatakan, sebab lubang adalah tempat tinggal golongan jin.”

Kamar Mandi

Lebih dari itu, jin kafir tinggal di tempat-tempat yang kotor seperti tempat sampah dan kamar mandi. Oleh karenanya, Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk berdoa ketika hendak masuk kamar mandi.

“Toilet-toilet adalah hunian jin. Oleh karena itu, jika di antara kalian ada yang ingin masuk, bacalah doa: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan jin laki-laki dan jin perempuan.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad dari Zaid ibn Arqam).

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Jin juga Tinggal di Rumah, Ini 3 Lokasinya Menurut Hadist


Jakarta

Makhluk yang diciptakan Allah bukan hanya manusia, ada pula jin yang disebut dengan makhuk gaib. Jin dan manusia memiliki kesamaan yakni sama-sama membutuhkan tempat tinggal.

Mengutip dari buku Mengintip Alam Gaib oleh Aep Saepulloh Darusmanwiati, disebutkan bahwa jin bisa berada di rumah manusia. Mereka bisa menduduki beberapa tempat di rumah manusia sebagai tempat tinggalnya.

Namun, jin jarang mengganggu manusia karena mereka takut. Oleh karena itu, meskipun jin berada di tempat yang sama dengan manusia, kita tidak perlu takut dengan mereka.


Lantas, di mana tempat tinggal jin di rumah manusia? Berikut ini lokasi yang biasa menjadi hunian bagi jin.

1. Kamar Mandi

Mungkin di antara kalian sudah sering mendengar himbauan, tidak boleh terlalu lama di kamar mandi. Ada yang mengaitkan jika kamar mandi adalah tempatnya jin. Hal ini bukan cerita rakyat, melainkan tertuang dalam hadist.

“Toilet-toilet adalah hunian jin. Oleh karena itu, jika di antara kalian ada yang ingin masuk, bacalah doa: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan jin laki-laki dan jin perempuan.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad dari Zaid ibn Arqam).

Kamar mandi adalah tempat kesukaan jin kafir. Oleh karenanya, Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk berdoa ketika hendak masuk kamar mandi.

2. Atap Rumah

Lokasi berikutnya adalah atap rumah. Namun, tidak perlu khawatir, berbeda dengan kamar mandi, jenis jin yang menempati atap rumah adalah jin muslim yang beriman.

Hal ini disebut dalam Fath al-Bari, Ibnu Hajar mengutip riwayat Ibnu Abu Dunya yang berarti:

“Tidak ada satu pun rumah orang muslim kecuali di atap rumahnya terdapat jin muslim. Apabila mereka menghidangkan makanan pagi, jin itu pun ikut makan bersama mereka. Apabila makan sore dihidangkan, jin itu juga ikut makan bersama mereka. Tapi, Allah menjaga orang-orang muslim itu dari gangguan jin tersebut.”

3. Lubang

Lubang di sini adalah got atau saluran pembuangan, lubang cuci piring, atau saluran air lainnya.

Hal ini dijelaskan dalam HR Abu Dawud, Nasa’i, dan Ahmad dari Abdullah ibn Sarjas. Di dalamnya juga ada larangan untuk buang air sembarangan di lubang.

“Jangan sampai ada yang kencing di lubang,” Orang-orang bertanya kepada Qatadah, “Mengapa tidak boleh kencing di lubang?” Qatadah menjawab, “Rasulullah pernah mengatakan, sebab lubang adalah tempat tinggal golongan jin.”

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Cerita, Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tariknya


Gunung Tangkuban Parahu adalah salah satu destinasi wisata terkenal di Jawa Barat. Orang-orang juga mengenalnya sebagai Tangkuban Perahu.

Dilansir laman pengelola Taman Wisata Alam (TWA) ini, Gunung Tangkuban Parahu memiliki ketinggian setinggi 2.084 meter di atas permukaan laut. Ini adalah gunung berapi aktif yang memiliki deretan kawah yang menakjubkan.

Lokasi Tangkuban Parahu

Gunung Tangkuban Parahu berada di Jl. Tangkuban Parahu No. 282, Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.


Lokasinya sekitar sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung. Akses ke Tangkuban Parahu bisa ditempuh dengan jalur Bandung-Ledeng-Lembang.

Jika dari arah Lembang, untuk bisa mencapai gerbang utama masuk objek wisata Gunung Tangkuban Parahu jaraknya 11 km ke arah Subang.

Daya Tarik Tangkuban Parahu

Terdapat beberapa kawah TWA Gunung Tangkuban Parahu yaitu:

  1. Kawah Ratu
  2. Kawah Upas
  3. Kawah Baru
  4. Kawah Domas.

Kawah yang paling populer di Tangkuban Parahu yaitu Kawah Ratu, Kawah Upas, dan Kawah Domas.

Gunung Tangkuban PerahuGunung Tangkuban Perahu. (Irpan Rispandi/d’Traveler)

Tidak hanya menikmati pemandangan alam daan kawah putihnya yang terkenal, sekarang di sana juga terdapat permainan outbound, taman cinta dan taman edukasi.

Harga Tiket Masuk 2024

Harga tiket masuk Tangkuban Parahu adalah Rp 20.000 untuk weekdays, dan Rp 30 ribu di weekend. Harga tersebut berlaku untuk wisatawan lokal.

Sementara, bagi wisatawan mancanegara dikenakan Rp 200.000 per orang di weekdays dan Rp 300.000 per orang.

Anak usia 5 tahun ke atas sudah dikenakan biaya tiket. Berdasarkan akun Instagram @twa_tangkubanparahu dilihat (30/07/2024), berikut adalah daftar harga tiket masuk Tangkuban Perahu:

Weekdays

  • Rombongan Pelajar/Mahasiswa: Rp 18.000 per orang.
  • Wisatawan lokal: Rp 20.000 per orang.
  • Wisatawan mancanegara: Rp 200.000 per orang.
  • Tiket masuk motor Rp 12.000 per unit.
  • Tiket masuk mobil: Rp 25.000 per unit.
  • Tiket masuk bus (roda 6): Rp 110.000 per unit.
  • Tiket angkutan shuttle/ontang-anting: Rp 10.000 per orang.

Weekend dan Tanggal Merah

  • Wisatawan Lokal: Rp 30.000 per orang.
  • Pelajar/Mahasiswa: Rp 20.000 per orang.
  • Wisatawan mancanegara: Rp 300.000 per orang.
  • Tiket masuk motor Rp 14.500.
  • Tiket masuk mobil: Rp 30.000.
  • Tiket masuk bus: Rp 125.000.

Biaya Parkir

  • Parkir bus: Rp 10.000.
  • Parkir mobil: Rp 5.000.
  • Parkir motor = Rp 3.000 (weekdays) dan Rp 3.500 (weekend).

Jam Buka

Tangkuban Parahu buka setiap hari untuk umum, mulai dari jam 08.00-17.00 WIB.

Fasilitas Tangkuban Parahu

Wisatawan tak perlu khawatir, karena di objek wisata Tangkuban Parahu telah banyak fasilitas tersedia. Berikut di antaranya:

  • Pusat informasi di ara Kawah Ratu.
  • Parkir kendaraan.
  • Toilet.
  • Gazebo.
  • Terminal bus Jayagiri.
  • Aula serbaguna.
  • Angkutan ontang-anting (shuttle).
  • Pos kesehatan.
  • Masjid.
  • Orchid garden.
  • Area outbond.
  • Menara.
  • Panggung budaya.

Cerita Tangkuban Parahu

Geografiwan sekaligus Pengamat dan Pecinta Lingkungan, T. Bachtiar menjelaskan mengapa dinamakan Gunung Tangkuban Parahu karena gunungnya terlihat seperti parahu terbalik.

“Karena ada dua kawah yang berdampingan dengan arah barat dan timur. Jadi, terlihat gunung itu dari arah selatan seperti perahu terbalik. Itu sebabnya mengapa Gunung Tangkuban Parahu, bentuknya terlihat seperti perahu yang terbalik. Jadi hanya orang yang melihat dari arah selatan (Lembang) yang melihat gunung itu seperti perahu yang terbalik,” terang Bachtiar dikutip dari situs TWA Tangkuban Parahu.

kawahKawah di area Tangkuban Perahu. (Neny Setiyowati/d’Traveler)

Legenda Sangkuriang

Tangkuban Parahu juga jadi salah satu cerita rakyat terkenal, yakni legenda Sangkuriang. Mengisahkan tentang seorang putri cantik bernama Dayang Sumbi.

Karena parasnya yang cantik, banyak raja jatuh hati padanya. Bahkan mereka rela berperang untuk mendapatkan hati Dayang Sumbi.

Suatu waktu, Dayang Sumbi tengah mengasingkan diri bersama jelmaan dewa berwujud seekor anjing jantan bernama Tumang di sebuah bukit.

Ketika tengah menenun, kain Dayang Sumbi terjatuh. Ia pun memberi sumpah bahwa siapa pun yang mengambilkan kain itu berjenis laki-laki, maka akan dijadikan suaminya.

Ternyata, si Tumang yang mengambil kain tersebut. Akhirnya mereka pun menikah dan mempunyai anak bernama Sangkuriang.

Singkat cerita, Sangkuriang tumbuh menjadi pemanah andal. Suatu hari saat ia tengah berburu, dirinya menyuruh si Tumang untuk mengejar babi betina Wayungyang.

Namun, Tumang tidak menurut. Dengan anak panahnya, Sangkuriang pun membunuh Tumang.

Setelah itu, hati si Tumang diberikan kepada Dayang Sumbi untuk dimakan dan dimakan. Setelah mengetahui kebenarannya, Dayang Sumbi marah dan memukul kepala Sangkuriang dengan sendok dari tempurung kelapa.

Pukulan itu membuat luka di kepala Sangkuriang. Sejak itu, Sangkuriang sangat menyesal dan memutuskan untuk pergi mengembara.

Setelah sekian lama, tanpa disadari ia kembali lagi ke tempat sang ibu, Dayang Sumbi. Namun, keduanya tidak saling mengenali. Tak disangka, mereka berdua jatuh cinta.

Suatu waktu, Dayang Sumbi melihat bekas luka yang ada di kepala Sangkuriang. Seketika, ia pun teringat. Kemudian dirinya mencoba untuk menjelaskan pada Sangkuriang bahwa ia adalah ibunya.

Sangkuriang pun tidak peduli dan tetap ingin menikahi Dayang Sumbi. Namun, Dayang Sumbi tidak ingin pernikahan itu tidak terjadi. Alhasil, Dayang Sumbi pun meminta Sangkuriang untuk membuatkannya danau dengan perahunya dalam waktu satu malam.

Dirinya menganggap bahwa Sangkuriang sepertinya tidak bisa memenuhi permintaan itu. Namun, Sangkuriang berusaha untuk mewujudkan permintaan itu dan dibantu oleh jin.

Melihat hal tersebut, Dayang Sumbi pun segera menebarkan kain ke arah timur dan memohon pada Sang Yang Tunggal supaya Sangkuriang gagal. Permintaannya pun dikabulkan dan matahari segera terbit.

Mengetahui hal itu, Sangkuriang pun marah. Seketika ia menendang perahu yang dibuatnya sampai perahu, tersebut terbalik dalam posisi telungkup. Dari situlah perahu itu berubah menjadi Gunung Tangkuban Parahu.

Namun, Sangkuriang terus mengejar Dayang Sumbi yang menghilang dan berubah menjadi setangkai bunga jaksi. Konon, Sangkuriang terus mencari Dayang Sumbi sampai pada akhirnya menghilang ke alam gaib.

Terlepas dari cerita rakyat tersebut, situs TWA Gunung Tangkuban Parahu menulis bahwa Gunung Tangkuban Parahu sebenarnya terbentuk dari letusan Gunung Sunda. Di mana Gunung Sunda meletus sebanyak dua kali. Kedua letusan tersebutlah yang melahirkan Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Burangrang, dan Gunung Bukit Tunggul.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com