Tag Archives: kabupaten sleman

Tempat Hiking dan Camping di Kaki Gunung Merapi



Yogyakarta

Tankaman Natural Park menjadi tempat beragam aktivitas di luar ruangan yang pas buat traveler yang menyukai aktivitas pendakian dan kemping.

Dengan pemandangan bukit hijau yang memukau, area camping yang nyaman, jalur tracking yang menantang, dan warung makan yang menggugah selera, tempat ini menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati alam sambil beraktivitas.

Hafiz, ketua pengelola Tankaman Natural Park, berbagi cerita tentang berbagai kegiatan yang bisa dilakukan di kawasan wisata yang ada di Kaliurang Timur, Kaliurang, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta itu.


Yuk simak rekomendasi aktivitas di Tankaman Natural Park:

1. Pemandangan Bukit Hijau

Salah satu daya tarik utama Tankaman Natural Park adalah pemandangan bukit hijau yang mengelilinginya. Suasana masuk hutan alami dengan berbagai suasananya di segala cuaca juga menjadi poin plus.

Selain itu, di sini traveler juga bisa menyaksikan pemandangan Gunung Merapi jika cuaca bersahabat

“Pemandangan di sini sangat menakjubkan, terutama di pagi hari ketika udara masih segar dan Gunung Merapi terlihat jelas,” ujar Hafiz.

Pengunjung disarankan datang sekitar pukul 7 pagi untuk mendapatkan pemandangan terbaik dan menikmati suasana yang masih sejuk dan segar.

2. Area Camping

Bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman bermalam di alam terbuka, Tankaman Natural Park menyediakan area camping yang nyaman.

“Area camping kami dirancang agar pengunjung dapat menikmati suasana alam yang tenang dan damai,” kata Hafiz.

Area ini sering digunakan oleh kelompok kecil seperti mahasiswa atau perkumpulan teman-teman untuk acara bakar-bakar atau kegiatan lainnya. Untuk penggunaan partai besar seperti perkemahan sekolah belum ada pertimbangan.

“Saat long weekend atau liburan sekolah, area camping kami sering penuh dengan pengunjung yang ingin merasakan pengalaman berbeda,” tambahnya.

3. Tracking Pendakian

Untuk para pecinta petualangan, Tankaman Natural Park menawarkan jalur tracking yang menantang. Bersama guide, traveler akan diajak menapaki jalur pendakian di sekitar area hutan sejauh 4 kilometer dengan estimasi 3 jam perjalanan.

“Kami memiliki jalur tracking yang memerlukan waktu sekitar tiga jam untuk mencapai jembatan Plunyon,” kata Hafiz.

Jalur ini menawarkan pemandangan alam yang indah dan pengalaman mendaki yang seru. Pengunjung diwajibkan menggunakan jasa tour guide yang disediakan dengan reservasi terlebih dahulu untuk memastikan keamanan selama tracking.

“Fasilitas tracking mencakup dua kali makan, snack, tongkat tracking, dan parkir,” dia menambahkan.

Untuk harganya sesuai dengan jumlah pack pemesan, berikut daftar lengkapnya
Kelompok 1-3 orang dikenai Rp 100.000/orang
Kelompok 4-6 orang dikenai Rp 80.000/orang
Kelompok di atas 7 orang dikenai Rp 70.000/orang

4. Warung Makan

Setelah lelah beraktivitas, pengunjung bisa menikmati hidangan lokal di warung makan yang ada di Tankaman Natural Park. Warung ini menjadi tempat favorit pengunjung untuk bersantai dan menikmati hidangan setelah lelah beraktivitas. Dengan menu yang bervariasi, warung ini juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga sekitar.

“Warung kami menjual makanan titipan dari warga sekitar, sehingga pengunjung bisa menikmati makanan lokal yang lezat,” kata Hafiz.

Traveler bisa menikmati berbagai hidangan mulai dari mie, mendoan, hingga lauk pauk khas rumahan. Disediakan sekitar 6 rumah kerucut yang bisa dipakai untuk makan, kemudian area outdoor dengan meja kursi lengkap, serta pendopo dengan meja kursi yang lebih besar. Traveler akan mendapatkan sesasi makan ditemani udara sejuk dan view yang memukau di sini.

5. Aktivitas Jeep dan ATV

Selain camping dan tracking, Tankaman Natural Park juga bekerja sama dengan jalur jeep dan ATV, yaitu Kaliurang Explore. Aktivitas ini menambah daya tarik tempat ini bagi pengunjung yang mencari petualangan lebih.

“Pengunjung jeep biasanya diberikan kopi break atau makanan di Tankaman,” kata Hafiz.

Dengan segala pesonanya, Tankaman Natural Park tidak hanya menjadi destinasi wisata yang menarik tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi lokal dan sinergi komunitas di Kaliurang Timur. Tempat ini merupakan bukti bahwa dengan komitmen dan kerjasama, alam dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusaknya.

“Kami ingin tetap menjaga suasana alami di sini dan berencana mengelola kebun kopi serta menawarkan wisata memetik dan meracik kopi langsung,” ujar Hafiz.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jogja Rasa Bandung di Kafe Rumah Rasa Kaliurang



Yogyakarta

Rumah Rasa Kaliurang adalah kafe estetik yang menawarkan pengalaman unik seolah memasuki negeri dongeng. Dengan vibes penuh taman bunga dan dominasi warna krem, kafe ini menjadi destinasi favorit bagi banyak orang.

Pengunjung seolah diajak mengingat kenangan pulang ke rumah nenek yang bikin betah. Jauh dari jalan raya, tentu ketenangan yang membawa damai dapat traveler temui di sini.

Ahmad, barista di Rumah Rasa, berbagi cerita tentang pesona kafe yang dimiliki oleh Ika, seorang pengusaha dari Yogyakarta.


Suasana dan Lokasi

Rumah Rasa Kaliurang berlokasi di Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Terletak di sekitar area Karang Pramuka Kaliurang, kafe ini bukan berada di pinggir jalan besar, tetapi sedikit masuk ke dalam, menjadikannya sebuah hidden gem yang patut dicari.

“Jalan menuju ke sini sudah mulus dan aksesnya mudah, walaupun agak meliuk liuk jalannya,” kata Ahmad.

Dari tempat duduk di kafe, pengunjung dapat menikmati latar belakang hutan-hutan penuh pepohonan hijau yang menambah kesan sejuk dan alami.

Konsep dan Desain

Konsep kafe ini homey, layaknya di kebun teras rumah sendiri. Kafe ini dikelilingi oleh banyak tanaman rimbun, namun tetap terpapar cahaya matahari yang cukup, menciptakan suasana yang nyaman dan menenangkan.

“Orang sering menyebut suasananya ‘vibes Bandung banget’,” ungkap Ahmad.

Di tembok kafe, terdapat tulisan yang berbunyi, “Aku adalah warna, kamu adalah kata, kita adalah rasa,” yang menambah keunikan dan keindahan tempat ini.

Berkunjung kemari jangan lupakan untuk berfoto di setiap sudutnya yang estetik

Fasilitas Lengkap

Rumah Rasa Kaliurang menyediakan berbagai fasilitas lengkap seperti WiFi, toilet, mushola, rumah pohon, area outdoor dan indoor, serta parkir mobil dan motor. Dengan suasana yang mengingatkan pada kunjungan ke rumah nenek saat liburan, tempat ini benar-benar adem dan bikin betah.

“Kafe ini cocok untuk work from cafe, nongkrong, atau berkumpul bersama keluarga,” jelas Ahmad.

Menu dan Spesialisasi

Menu di Rumah Rasa didominasi oleh Western food, dengan andalan utama pizza. Ahmad menyebut Pizza lah yang paling dipesan oleh pengunjung. Keunikan lainnya adalah produksi keju sendiri bernama Keju Montkaas yang bisa dibeli untuk dibawa pulang

“Susunya kami ambil dari peternak sekitar,” tambahnya.

Meskipun harga makanan di sini sedikit tidak ramah kantong pelajar, pengalaman yang dirasakan akan luar biasa, dengan setiap sudut yang estetik dan cocok untuk berfoto.

Kanestayi Villa

Selain kafe, Rumah Rasa juga memiliki villa khusus untuk staycation bernama Kanestayi Villa, yang berarsitektur gaya peninggalan zaman Belanda. Villa ini menawarkan pengalaman menginap yang unik seperti di rumah.

Lokasi villanya tepat di samping kafe membuatnya menjadi pilihan yang tepat bagi pengunjung yang ingin menghabiskan lebih banyak waktu di lingkungan yang tenang dan indah.

Jam Operasional dan Pengalaman Pengunjung

Kafe ini buka dari Rabu hingga Sabtu pukul 09.30-19.30, dan pada hari Selasa dari pukul 14.00-19.30. Pengunjung yang datang biasanya untuk nongkrong atau bersama keluarga, dan saat long weekend atau liburan, kafe ini seringkali sampai close order karena penuh.

“Kami tutup pada Minggu dan Senin,” jelas Ahmad.

Dengan keindahan alamnya, suasana yang nyaman, dan berbagai fasilitas yang ditawarkan, Rumah Rasa Kaliurang benar-benar menghadirkan pengalaman seolah berada di negeri dongeng.

“Kami ingin pengunjung merasa seperti di rumah sendiri, tapi dengan sentuhan magis dari alam,” kata Ahmad.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Taman Aglaonema Terbesar di Indonesia Ada di Sleman, Ini Daya Tariknya


Jakarta

Taman Aglaonema atau Aglaonema Park menyajikan ratusan specimen tanaman aglaonema. Baru dibuka, taman Aglaonema diresmikan oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar pada Juni 2024.

Taman Aglaonema ini digagas oleh BUMKal Triadi Makmur yang merupakan pengelola Puri Mataram. Lokasinya berada di satu kompleks dengan Puri Mataram. Ada apa saja di dalamnya?

Daya Tarik Taman Aglaonema

Taman Aglaonema menyajikan warna-warni tanaman yang memanjakan mata. Sehingga, sangat cocok untuk para pecinta tanaman hias. Berikut beberapa daya tariknya.


1. Ada 90.000 Tanaman Aglaonema

Taman Aglaonema menampilkan 90.000 tanaman Aglaonema yang terdiri dari 200 spesimen. Berdasarkan liputan detikJogja ke Aglaonema Park, wisata ini diklaim menjadi Taman Aglaonema terbesar di Indonesia. Tanaman-tanamannya dibangun di atas lahan seluas satu hektar.

2. Spot Foto

Wisatawan dapat menemui banyak spot foto berlatarkan tanaman yang cantik. Seluruh tanaman hiasnya ditata rapi dengan berbagai pola. Ada beberapa tanaman hias yang ditanam langsung di atas tanah.

3. Patung Gregori Garnadi Hambali

Gregori Garnadi Hambali dinobatkan sebagai Bapak Aglaonema Indonesia. Menurut laman IPB University, alumnus Biologi FMIPA ini merupakan penemu Aglaonema The Pride of Sumatera, sebuah varietas baru tanaman aglaonema yang terlahir di tahun 1987. Tanaman ini berhasil meraih juara saat mengikuti perlombaan di Belanda

4. Penjualan Tanaman Aglaonema

Selain melihat menyuguhkan keindahan , taman ini juga menjual tanaman hias Aglaonema. Jadi, wisatawan pecinta tanaman hias bisa membeli aglaonema yang cantik ini.

Harga Tiket Masuk

Harga Taman Aglaonema adalah Rp 20.000/orang (gratis untuk anak di bawah 3 tahun). Menurut instagram resminya, ada promo pembelian tiket 10 mendapat gratis 1 tiket, berlaku kelipatan.

Lokasi dan Jam Operasional Taman Aglaonema

Jl. Puri Mataram, Pangukan, Tridadi, Kec. Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55511.
Jam operasionalnya mulai dari pukul 08.00-17.00 WIB.

Itulah informasi mengenai Taman Aglaonema, mulai dari daya tarik, harga tiket dan jam operasional Taman Aglaonema di Sleman. Traveler mau main ke taman ini?

(elk/elk)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Sekitar Candi Prambanan, Cocok Buat Anak dan Keluarga


Jakarta

Candi Prambanan menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Yogyakarta. Meski secara administrasi berada di Sleman, Yogyakarta, lokasi Prambanan berada juga berbatasan dengan Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Klaten.

Candi ini tak kalah terkenal dari Candi Borobudur. Legenda tentang Candi Prambanan juga sudah dikenal sebagai cerita rakyat Nusantara, yakni dongeng Roro Jonggrang dan seribu candi.

Selain jalan-jalan di Candi Prambanan, ada banyak tempat wisata menarik yang lokasinya tak begitu jauh. Simak artikel ini untuk mengenal daya tarik Candi Prambanan dan 10 wisata sekitar Candi Prambanan yang cocok buat anak dan keluarga.


Sejarah Wisata Candi Prambanan

Dikutip dari situs Pemkab Sleman, Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia. Dibangun pada abad ke-9 Masehi, Prambanan awalnya digunakan sebagai tempat persembahan tiga dewa Hindu (Trimurti) yaitu Brahma, Wishnu, dan Siwa.

Candi dibangun pertama kali oleh Rakai Pikatan dari keluarga Sanjaya. Hal ini dilakukan untuk menandingi Candi Borobudur dan Candi Sewu yang merupakan candi Buddha.

Sekitar tahun 930-an, candi ini ditinggalkan karena pusat pemerintahan berpindah ke Jawa Timur. Candi menjadi rusak karena tak terawat, dan runtuh diduga karena faktor alam seperti erupsi Gunung Merapi hingga gempa bumi hebat pada abad ke-16.

Penduduk sekitar meskipun tahu keberadaan candi ini, tetapi tidak mengetahui latar belakang sejarahnya. Maka muncul cerita rakyat tentang Roro Jonggrang, bahwa pembuatan candi tersebut dilakukan oleh makhluk halus.

Di masa penjajahan, sekitar 1700-an, candi ini ditemukan dan mulai dilakukan penelitian. Namun justru marak penyalahgunaan batu-batu ini yang dipakai hiasan rumah orang Belanda atau menjadi fondasi rumah warga lokal.

Pemugaran baru dimulai pada 1918 dan dirampungkan pada era Sukarno tahun 1953. Sejak 1991, Prambanan termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Di dalam kompleks prambanan terdapat berbagai candi, antara lain Candi Siwa, Candi Brahma, Candi Wishnu, Candi Nandi, Candi Garuda (Candi A), Candi Angsa (Candi B), Cand Apit, Candi Kelir, dan Candi Sudut.

Lokasi dan Harga Tiket

Lokasi Candi Prambanan berada di Dusun Karangasem, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika traveler melewati Jalan Jogja-Solo pasti akan melihat kemegahan Candi Prambanan dari kejauhan.

Dikutip dari akun Instagram Taman Wisata Candi Prambanan, harga tiketnya adalah sebagai berikut:

  • Tiket WNI atau warga dengan KITAS
    Dewasa (usia 10 tahun ke atas): Rp 50 ribu per orang
    Anak-anak (3-10 tahun): Rp 25 ribu per anak
  • Tiket WNA
    Dewasa (usia 10 tahun ke atas): Rp 400 ribu per orang
    Anak-anak (3-10 tahun): Rp 240 ribu per anak

Wisata Sekitar Candi Prambanan

Traveler mungkin tak cuma ingin berwisata di satu lokasi. Dari Candi Prambanan, kalian bisa berkunjung ke 10 tempat wisata lainnya, mulai dari tempat wisata pertunjukan, pemandangan asyik, hingga wisata dengan wahana seru.

Berikut ini 10 tempat wisata sekitar Candi Prambanan yang cocok buat anak dan keluarga:

1. Sendratari Ramayana

Pertunjukan Sendratari Ramayana BalletPertunjukan Sendratari Ramayana Ballet (Niken Pratiwi)

Lokasi: Jalan Taman Prambanan Kulon, Klurak, Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY (sisi selatan kompleks Candi Prambanan).
Jam buka: 19.30 WIB
Harga tiket masuk: Rp 100 ribu hingga Rp 450 ribu

Kalau sudah sampai di Candi Prambanan, tampaknya kurang lengkap jika nggak nonton Sendratari Ramayana atau Sendratari Roro Jonggrang. Traveler tinggal pilih mau nonton cerita Rama dan Sinta (Ramayana) atau dongeng 1.000 candi (Roro Jonggrang).

Sendratari Ramayana digelar setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sementara Sendratari Roro Jonggrang digelar setiap Jumat. Keduanya dapat disaksikan pukul 19.30 WIB dengan durasi sekitar 1 jam.

2. Candi Ratu Boko

Ratu BokoRatu Boko (Putu Intan/detikcom)

Lokasi: Jalan Raya Piyungan-Prambanan No 2, Gatak, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jam buka: 07.00 – 17.00 WIB.
Harga tiket masuk:

  • Tiket dewasa (10 tahun ke atas): Rp 40 ribu.
  • Tiket anak (3-10 tahun): Rp 20 ribu.
  • Tiket terusan Ratu Boko-Prambanan dewasa: Rp 85 ribu.
  • Tiket terusan Ratu Boko-Prambanan anak: Rp 40 ribu.

Dilansir dari situs borobudurpark.com, Candi Ratu Boko tidak berwujud seperti Prambanan atau Borobudur. Ratu Boko adalah reruntuhan sebuah kerajaan, maka juga sering disebut sebagai Kraton Ratu Boko.

Situs Ratu Boko diperkirakan dibangun oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha pada abad ke-8, namun diambil alih kerajaan Mataram Hindu, sehingga situs ini dipengaruhi Hindu-Buddha.

Dari sini, detikers bisa melihat pemandangan beberapa tempat sekaligus. Menghadap ke selatan, kamu bisa melihat pemandangan Yogyakarta, jika ke arah barat maka akan terlihat Gunung Merapi dan Candi Prambanan.

3. Candi Sewu

Candi SewuCandi Sewu (Rudi Chandra/d’Traveler)

Lokasi: Jalan Candi Sewu, Bener, Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Jam buka: 06.00-17.00 WIB
Harga tiket masuk: sudah termasuk dalam tiket Candi Prambanan

Satu lagi wisata sejarah di sekitar Candi Prambanan yang bisa detikers kunjungi, yaitu Candi Sewu yang berada di utara Prambanan. Dilansir dari situs Pemprov DIY, candi Buddha ini lebih tua dari Candi Prambanan karena dibangun sejak abad ke-8. Ada 249 candi di kompleks Candi Sewu ini.

4. Tebing Breksi

Sandiaga awalnya meninjau lokasi di Tebing Breksi yang memajang beberapa produk UMKM dari BUMDes Sambi Mulyo.Tebing Breksi. (Kemenparekraf)

Lokasi: Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.
Jam buka: 08.00-21.00 WIB
Harga tiket masuk: Rp 10.000

Tebing Breksi dahulunya adalah perbukitan dari batuan breksi yang ditutup dari aktivitas tambang. Namun daripada tidak dimanfaatkan, masyarakat menyulapnya menjadi tempat wisata.

Selain menyaksikan pemandangan menarik dari ketinggian, detikers juga bisa merasakan sensasi naik jip untuk menjelajahi bukit breksi.

5. Kids Fun Park

Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman No 99-101, Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DIY.
Jam buka: 10.00-17.00 WIB
Harga tiket masuk: mulai dari Rp 100.000

Jika mengajak anak-anak, Kids Fun menjadi salah satu pilihan agar mereka tidak bosan. Di sini, anak-anak bisa bermain seharian hingga puas dengan menjajal aneka permainan, seperti komidi putar, mobil-mobilan, kereta mini, berkeliling di taman dinosaurus, naik pesawat mainan, perahu mainan, hingga menyaksikan pertunjukan seru di kastil.

6. Waterboom Jogja

Keseruan para pengunjung yang sedang berenang di Waterboom Jogjga.Waterboom Jogja. (Instagram @waterboomjogja)

Lokasi: Jalan Utara Stadion Maguwoharjo, Jenengan, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jam operasional: 09.00-16.00 WIB
Harga tiket masuk: mulai Rp 45 ribu

Masih di Kabupaten Sleman, traveler juga bisa seru-seruan bermain di Waterboom Jogja. Ada berbagai wahana air seru yang bisa dimainkan, misalnya brando boomeranggo, volcano coaster, donte wild river, dan kolam ombak.

7. Obelix Hills

Obelix HillsObelix Hills (dok. Obelix Hills)

Lokasi: Dusun Klumprit I, II, Kelurahan Wukirharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.
Jam buka: 07.00-21.00 WIB
Harga tiket masuk: Rp 30 ribu.

Obelix Hills menawarkan banyak spot foto instagramable. Beberapa spot foto menarik ayunan langit, Eagle Nest, dan Sky Deck. Salah satu yang wajib dicoba adalah Pottery Cave, yang berkonsep warna-warni estetik dan cantik.

Dari ketinggian, detikers juga bisa menikmati pemandangan Kota Yogyakarta sambil menikmati makanan.

8. HeHa Skyview

Objek wisata di Gunungkidul.HeHa Skyview Foto: (Instagram)

Lokasi: Jalan Dlingo-Patuk No 2, Bukit, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jam buka: 08.00-21.00 WIB
Harga tiket masuk: Rp 35 ribu.

HeHa Sky View adalah objek wisata di perbukitan yang menawarkan pemandangan Kota Yogyakarta. Pemandangan ini lebih indah ketika malam hari. Kamu juga bisa menyaksikan eloknya matahari terbenam dari sini.

Ada juga sejumlah spot menarik seperti Sky Glass, Sky Balloon, serta tempat panjat tebing yang aman untuk anak-anak.

9. Bukit Bintang

Lokasi: Jalan Jogja-Wonosari, Kecamatan Piyungan, Bantul.
Jam buka: 24 jam
Harga tiket masuk: gratis

Bukit Bintang menjadi salah satu tempat favorit untuk nongkrong di malam hari. Dari ketinggian, traveler bisa menyaksikan pemandangan lampu kota wilayah Yogyakarta yang berkelap-kelip seperti bintang.

Traveler juga bisa menyaksikan pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu, serta aktivitas pesawat di Bandara Internasional Yogyakarta.

10. Gembira Loka Zoo

Gembira Loka ZooGembira Loka Zoo Foto: dok Humas GL Zoo

Lokasi: Jalan Kebun Raya No 2, Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jam buka: 08.00-16.00 WIB
Harga tiket masuk: mulai Rp 60 ribu.

Gembira Loka Zoo adalah kebun binatang di Yogyakarta yang menarik untuk dikunjungi. Tempat ini cocok untuk mengedukasi anak tentang jenis-jenis hewan.

Tempatnya sangat luas, tetapi ada kereta yang berkeliling sehingga detikers tidak perlu capek-capek. Pada waktu tertentu, ada pertunjukan satwa seperti beruang madu, burung merak dan orang utan.

Nah, itulah tadi informasi mengenai Candi Prambanan, lengkap dengan 10 wisata sekitar Candi Prambanan yang bisa detikers kunjungi.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Dulu Ini Lokasi Tambang, Sekarang Jadi Surga Wisata



Jakarta

Pertambangan di Raja Ampat telah membuat masyarakat khawatir. Tak banyak yang tahu, ada tempat yang dulunya galian tambang menjadi surga wisata.

Bangka Belitung (Babel) merupakan provinsi penghasil timah terbesar dunia. Di Pulau Bangka, Kabupaten Bangka Tengah, terdapat bekas galian tambang yang kini jadi obyek wisata, namanya Danau Kaolin.

Terletak di Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Danau Kaolin merupakan satu dari beberapa objek wisata bekas tambang timah yang ada di wilayah Babel. Namanya mencuat setelah viral di media sosial.


Keindahan alamnya pun tak perlu diragukan lagi, danau ini pernah masuk dalam nominasi Destinasi Unik Terpopuler pada Anugerah Pesona Indonesia tahun 2019.

Danau Kaolin sering disebut dengan istilah Camoi Aik Biru (kolam biru) oleh masyarakat setempat. Lokasi ini merupakan bekas pertambangan bijih timah dan kaolin yang telah ditinggalkan sejak 1971.

Foto udara memperlihatkan wisatawan menikmati keindahan alam Danau Kaolin di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, Minggu (9/7/2023). Danau Kaolin atau Camoi Aik Biru (kolam biru) itu merupakan bekas pertambangan bijih timah dan kaolin, saat ini dijadikan destinasi wisata unggulan di Bangka Belitung yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Nibung Jaya Abadi. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/Spt.Foto udara memperlihatkan wisatawan menikmati keindahan alam Danau Kaolin di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, Minggu (9/7/2023). Danau Kaolin atau Camoi Aik Biru (kolam biru) itu merupakan bekas pertambangan bijih timah dan kaolin, saat ini dijadikan destinasi wisata unggulan di Bangka Belitung yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Nibung Jaya Abadi. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/Spt. Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA

Galian tambang yang berbentuk cekungan lambat laun terisi air hingga terbentuklah danau seperti saat ini. Ya, butuh waktu puluhan tahun agar alam mampu memperbaiki diri.

Danau kaolin ini punya keindahan yang khas yaitu air danau yang berwarna biru toska. Warna biru berasa dari sisa mineral pertambangan timah dan kaolin.

Wisatawan boleh mengeksplorasi keindahan danau yang berwarna biru toska ini. Meskipun bekas tambang namun kawasan ini memiliki udara yang sejuk dan segar. Tapi ingat, dilarang berenang di danau ini, karena ada efek radiasi logam radioaktif bekas penambangan biji timah dan kaolin.

Jadi, aktivitas yang diperbolehkan hanya foto-foto. Biasanya, spot terbaik untuk mengambil foto adalah berada di titik tertinggi dengan background danau yang indah.

Untuk menuju lokasi ini, wisatawan perlu menempuh perjalanan dari pusat kota Pangkalpinang sejauh 68,6 kilometer atau sekitar 1,2 jam. Tiketnya pun murah meriah mulai dari Rp 5-10 ribu.

Tebing Breksi

Tebing BreksiTebing Breksi Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom

Contoh lain area tambang yang berubah menjadi tempat wisata yang mendatangkan cuan bagi warga sekitar adalah Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Sleman, DI Yogyakarta. Dari catatan detikcom, bekas tambang yang satu ini begitu cantik dengan sentuhan seni.

Tebing Breksi dulunya adalah tempat penambangan batu alam untuk material bangunan. Pada 2014, Pemerintah Kabupaten Sleman berinisiatif untuk menutupnya demi kelestarian lingkungan. Barulah setelah itu, tepatnya pada 2015, Tebing Breksi dikembangkan menjadi objek wisata.

Ini untuk membantu perekonomian masyarakat yang dulunya bergantung pada tambang. Tahun 2021 lalu, yang awalnya jadi salah satu desa termiskin di Sleman ini bertransformasi menuju desa wisata berpenghasilan Rp 1 miliar.

Sandiaga awalnya meninjau lokasi di Tebing Breksi yang memajang beberapa produk UMKM dari BUMDes Sambi Mulyo.Tebing Breksi. Foto: Kemenparekraf

Saat ini, Tebing Breksi menjadi salah satu dari 5 tempat favorit yang dikunjungi wisatawan di Kabupaten Sleman selain Candi Prambanan, Jip Wisata Merapi, Kaliurang dan Kaliadem.

Hal menarik dari Tebing Breksi adalah ukiran pada dindingnya. Terdapat berbagai jenis ukiran, mulai dari wayang hingga naga. Inilah yang kemudian menjadi magnet bagi wisatawan Yogyakarta dan luar daerah untuk datang ke sana.

Selain melihat ukiran pada tebing, kegiatan favorit wisatawan di Tebing Breksi adalah melihat matahari terbenam alias sunset. Sunset dari Tebing Breksi ini sering disebut sebagai sunset terbaik di Yogyakarta. Kamu dapat menikmati pemandangan Kota Yogyakarta secara leluasa dari atas sana.

Belitung dan Tebing Breksi adalah bukti nyata bahwa sebuah daerah bisa bangkit dan berbenah. Dari tanah yang dulu dikuras untuk hasil bumi, kini daerah bekas tambang ini menyambut dunia dengan pesona alam dan keramahan budaya. Sebuah metamorfosis luar biasa-dari pulau tambang menjadi surga wisata yang membanggakan Indonesia.

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com

6 Restoran Unik Terinspirasi Pesawat, Ada yang Tutup dan Masih Buka


Jakarta

Restoran unik memungkinkan pengunjung punya pengalaman makan baru, tak sekadar menikmati kuliner. Misalnya restoran unik yang terinspirasi pesawat, sehingga pengunjung bisa merasakan ambiance makan di kabin.

Tempat makan ini ada yang menggunakan replika, namun sebagian lain memakai bodi pesawat asli. Tentunya, pengelola restoran melakukan renovasi yang memungkinkan pengunjung lebih nyaman saat makan.

6 Restoran Unik Terinspirasi Pesawat

Tidak semua restoran terinspirasi pesawat bisa bertahan di masyarakat. Namun bangunannya masih menjadi spot memori bagi lingkungan sekitar. Berikut beberapa restoran unik terinspirasi pesawat dikutip dari akun dan medsos resto terkait


1. Rest Area Wisata Arifin Manasik Center

Jam buka

Alamat

  • Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Restoran di rest area Bandung-Banjar ini menggunakan replika pesawat kepresidenan sebagai areal makan dengan dicat merah putih mirip kendaraan khas kepresidenan. Meja dan kursi untuk pengunjung disusun di samping jendela pesawat.

Pengunjung juga bisa sekadar masuk ke dalam replika dengan membayar tiket masuk Rp 10 ribu. Selain tempat makan, rest area ini juga menyediakan replika Istana Negara RI dan Ka’bah bagi yang mau manasik. Rest area ini cocok menjadi destinasi wisata saat liburan.

“Tempatnya nyaman dan luas. Cuma, kamar mandi yang katanya eksekutif tapi kurang terawat dan bau. Mungkin karena banyak pengunjung waktu mudik. Selebihnya bagus,” tulis akun google Adnya Krisna.

2. Rumah Makan Neraray Ganjeng

Jam buka

Alamat

  • Desa Sukaluyu, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Rumah makan dengan pesawat di bagian atap ini sempat viral pada tahun 2017-2018, namun tutup hingga laporan ini dibuat pada Juni 2025. Padahal, restoran masakan Sunda ini juga punya view yang sangat menarik. Tidak diketahui penyebab restoran ini tutup setelah beroperasi hanya setahun.

3. Keramas Aero Park

Jam buka

Alamat

  • Jl. Bay Pass Ida Bagus Mantra KM 28 Keramas, Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.

Keramas Aero Park adalah restoran yang menggabungkan eksotisme pesawat Boeing 737-400, konsep ground bar, dan keindahan alam. Lokasi restoran di dalam komplek Pantai Keramas menawarkan view laut biru, pasir halus, dan sawah hijau yang bisa dilihat dari kejauhan.

Keramas Aero Park tidak menyediakan banyak meja dan kursi untuk pengunjung dalam pesawat. Namun pengunjung masih bisa menikmati hidangan di area makan tepat di bawah pesawat. Di sini pengunjung bisa memandang lepas alam sekitar yang sangat cocok untuk healing.

“Kita bisa memilih tempat duduk di bawah atau di dalam badan pesawat. Menunya banyak ada hidangan khas Bali, menu nusantara, western, dan perpaduan. Toilet bersih, wangi, dan tempat parkir luas. Viewnya adem,” tulis akun google Kumala Gunadiputra

4. Jogja Airport Resto

Jam buka

Alamat

  • Kadirojo I, Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Restoran ini memberikan pengalaman makan yang benar-benar seperti dalam pesawat. Seluruh interior tidak diganti namun tetap disesuaikan untuk kenyamanan makan. Misal, penggunaan meja makan dengan kursi yang masih asli dari pesawat. Pengunjung bisa melihat ruang kokpit dan simulator pesawat yang bisa digunakan pengunjung semua usia.

Jogja Airport Resto mendapat ulasan positif dari para pengunjung seperti yang bisa dilihat dalam google review. Selain ambiance yang menyenangkan dan berbeda, rasa hidangan serta pelayanan berkualitas menjadi perhatian pengunjung. Terutama, pengunjung yang datang bersama anak dan keluarganya.

“Salah satu resto yang perlu dicoba sangat recommended karena makanan enak, service ramah, dan harga sangat terjangkau. Anak-anak sangat suka bisa lihat pesawat secara langsung,” tulis akun google Ridjang Budiyanto.

5. Steak 21 GaluhMas

Jam buka

Alamat

  • Mall Karawang Central Plaza, Jl. Galuh Mas Raya No.1 Lantai Dasar Lot A 1-2, Sukaharja, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat.

Resto Steak 21 GaluhMas menyediakan suasana makan di dalam kabin pesawat. Ambiance ini bisa dirasakan langsung saat memasuki kabin dengan area penyimpanan barang penumpang masih berada tepat di atas kursi. Restoran merenovasi kursi dan meja makan sehingga lebih nyaman bagi pengunjung.

Suasana makan dalam pesawat makin kental dengan pelayan yang menggunakan seragam pilot dan pramugari. Pengunjung juga bisa foto dalam ruang kokpit yang masih dipertahankan dalam interior pesawat. Pengalaman makan di dalam pesawat Boeing 737-400 ini memperoleh tanggapan positif dari pengunjung.

“Unik, kita bisa foto di dalam kokpit pesawat dan pakai topi pilot. Staf restoran ramah, menu makanan sesuai harga, dan suasananya benar-benar menyenangkan. Saya suka banget makan di sini, pokoknya recommended,” tulis akun google Prastio yang sempat berkunjung ke resto pesawat ini.

6. Steak 21-Summarecon Bekasi

Jam buka

Alamat

  • Ruko La Terrazza, Ground Floor Unit A, Komplek Summarecon Bekasi, Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Pengunjung bisa merasakan suasana makan di private jet pesawat Boeing 747-400 yang berbadan lebar. Bagi pengunjung yang ingin privasi, bisa pesan VIP room dan ruang dengan layar LED atau 360 derajat. Resto ini jadi pilihan tempat makan bersama anak, keluarga, dan orang-orang terdekat.

“Baru kali ini kebagian makan di pesawatnya tanpa waiting list. Makan di sini jelas pengalaman dan suasana baru. Pelayannya juga super ramah. Kalau datang pas hari kerja dan suasananya nggak terlalu ramai, pengunjung bisa bebas memilih kursi,” tulis akun google Ahmad Nayaka.

Buat detikers yang ingin berkunjung ke restoran unik terinspirasi pesawat, sebaiknya pesan tempat lebih dulu. Reservasi memastikan pengunjung bisa makan di kabin sehingga bisa benar-benar merasakan ambiance pesawat.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuknya



Jakarta

Lagi kumpul bareng keluarga di Yogyakarta? Ada satu tempat yang wajib untuk dikunjungi, Ledok Sambi Ecopark atau lebih sering disebut Ledok Sambi. Objek wisata ini menawarkan berbagai permainan yang seru, sehingga cocok untuk liburan bareng teman ataupun keluarga.

Ledok Sambi juga menyuguhkan tempat yang asri dan sejuk. Alhasil, banyak juga wisatawan yang datang ke sini hanya untuk sekadar refreshing sambil menikmati beragam kuliner lezat.

Lantas, apa saja sih daya tarik dari Ledok Sambi? Lalu berapa harga tiket masuknya? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.


Daya Tarik Ledok Sambi

Ledok Sambi merupakan salah satu objek wisata di Yogyakarta yang ramai dikunjungi wisatawan, terlebih saat memasuki akhir pekan atau musim liburan. Soalnya, ada daya tarik tersendiri yang membuat masyarakat ingin berkunjung ke tempat wisata ini.

Mengutip Instagram resminya @ledoksambiecopark, berikut sejumlah daya tarik dari Ledok Sambi:

1. Menikmati Suasana Alam

Ledok Sambi membentang di lembah sungai Kali Kuning, dikelilingi persawahan, ladang, dan pepohonan hijau asri. Udara pegunungan yang sejuk dan pemandangan Gunung Merapi menambah kenyamanan liburan. Pengunjung bisa menggelar tikar dan bersantai di bawah pohon.

Kamu juga bisa bermain bersama teman-teman ataupun si kecil di pinggiran sungai. Tenang saja, air yang mengalir cukup tenang sehingga travelers bisa bermain ke tengah sungai. Namun tetap hari-hati karena terdapat batu kali yang licin.

2. Berkemah

Kurang puas bermain seharian di Ledok Sambi? Tenang, pengunjung juga bisa berkemah di Ledok Sambi, lho. Bahkan, pihak pengelola telah menyediakan tenda dengan ukuran yang bervariasi.

Biar nggak penasaran, berikut daftar harga camping di Ledok Sambi:

Camping Tenda sedang (untuk 2 orang) Rp 200.000
Tenda besar (isi 5 orang): Rp 250.000/tenda

Paket Camping Ceria: Rp 475.000/2 orang
Paket Camping Ceria Trio: Rp 600.000/3 orang
Paket Camping Ceria Plus: Rp 900.000/5 orang.
Sebagai catatan, untuk paket Camping Ceria, Ceria Trio, dan Ceria Plus sudah termasuk BBQ, voucher bermain, dan kasur.

Adapun biaya tambahan yang dikenakan bagi wisatawan yang ingin menggunakan api unggun hingga sewa alat BBQ, yaitu:

Api unggun kecil: Rp 75.000
Api unggun besar: Rp 100.000
Sewa alat BBQ: Rp 50.000
Paket BBQ (daging dan alat): Rp 150.000 (sapi/ayam).

Perlu diingat, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu. Bagi travelers yang mau camping, dianjurkan melakukan reservasi terlebih dahulu paling telat H-2 sebelum kedatangan.

3. Bermain Outbound

Di Ledok Sambi juga terdapat fasilitas outbound untuk rombongan (minimal 20 pax), sehingga cocok untuk mengajak anak-anak sekolah ataupun outing perusahaan.

4. Bermain Flying Fox hingga RC

Bagi travelers yang tidak mengambil paket outbound tetap bisa bermain di seluruh wahana yang ada di Ledok Sambi, kok. Beberapa wahana yang jadi favorit pengunjung yaitu flying fox, paintball, hingga mainan RC.

Setiap wahana permainan dikenakan biaya tiket masuk yang berbeda-beda. Simak rincian harganya di bawah ini:

– Fying Fox
HTM : Rp. 25.000 / orang

  • 2x luncuran kurang lebih 250m.
  • Bisa tandem (berdua)
  • maksimal berat 300kg

– Gel Gun

HTM : Rp. 25.000 / orang

Sudah termasuk 500 peluru

– Remote Control Car
HTM : Rp. 25.000 / 15 menit

– Paint Ball

HTM :
Rp. 50.000/ orang / 25 peluru
Rp. 80.000/ orang / 50 peluru

5. Menikmati Kuliner Lezat dan halal

Setelah lelah seharian bermain di Ledok Sambi, sudah saatnya untuk mengisi perut dengan makanan agar tenaga kembali full. Ledok Sambi kini sudah tersertifikasi halal jadi sudah mantap ya.

Di sini ada warung jajanan yang tersedia berbagai macam jajanan, makanan dan minuman yang bisa dinikmati dengan harga bersahabat.

Harga Tiket Masuk Ledok Sambi

Ledok Sambi tidak mematok harga tiket masuk sama sekali untuk pengunjung. Mengutip situs Instagramnya, untuk masuknya gratis, nggak cuma buat anak-anak, orang dewasa juga bisa ikutan seru-seruan.

Dengan begitu, detikers hanya perlu mempersiapkan uang untuk bermain di sejumlah wahana dan membeli makanan serta minuman di Ledok Sambi. Jika ingin membeli tiket terus pun lumayan terjangkau, hanya Rp 80.000

Oh ya, siapkan juga uang untuk membayar tiket parkir. Bagi yang membawa sepeda motor dikenakan parkir Rp 3.000, sementara untuk mobil Rp 5.000.

Lokasi dan Jam Buka Ledok Sambi

Alamat :
Jl. Kaliurang KM 19.2, Area Sawah, Pakembinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582

Ledok Sambi hanya berjarak sekitar 20-22 km dari pusat Kota Jogja. Dengan mobil, durasi tempuh berkisar 45 menit hingga 1 jam tergantung lalu lintas

Jam Buka :
09.00-17.00

Tips Sebelum Berkunjung

  • Bawa baju ganti dan sunscreen, karena banyak aktivitas air
  • Cek prakiraan cuaca untuk kenyamanan
  • Usahakan datang di pagi hari untuk suasana lebih sejuk dan aktivitas lebih banyak

Dengan pemandangan alam yang asri, permainan seru, dan harga ramah di kantong, Ledok Sambi Ecopark jadi destinasi ideal untuk liburan keluarga, piknik teman, hingga paket outing

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Nikmati Senja Sambil Lihat Kereta, Ini Kafe Bekas Stasiun Belanda di Jogja



Jogja

Sebuah stasiun kereta disulap menjadi tempat nongkrong kekinian di Jogja. Inilah Kostaka, Kopi Stasiun Kalasan.

Kedai kopi ini berada di Jalan Stasiun Kalasan, Kringinan, Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kostaka menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi oleh warga Jogja untuk rehat dari rutinitas. Tujuan mereka rata-rata nongkrong dengan melihat kereta yang lalu lalang.


Mulai beroperasi mulai pukul 09.00-22.00 WIB, pengunjung bisa masuk ke arah stasiun yang kini tak lagi beroperasi. Yang perlu traveler tahu, kafe ini tidak berada di gedung stasiunnya, melainkan di laman dan gedung perkantoran stasiun.

Gedung stasiun yang dibangun Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 1929-1930, bisa dibilang terbengkalai begitu saja. Namun sekelilingnya menjadi area parkir, sementara kafe berada di bagian belakang.

Kedai kopi dekat stasiun KalasanKedai kopi di bekas stasiun Kalasan Foto: Mellisa Bonauli/detikTravel

Puluhan meja tertata rapih di bawah rindangnya pepohonan. Sisi gedung juga dibuat kanopi agar ada meja semi outdoor. Kemudian di dalam bangunan ada pula meja jahit yang digunakan sebagai tempat makan. Sungguh unik!

Saat sore, Kostaka biasanya ramai oleh pengunjung yang membawa anak-anak. Meski telah non-aktif sejak 2007, namun lintasan ini selalu ramai dengan kereta. Mulai dari kereta jarak jauh sampai KRL.

Semakin malam, kafe ini seakan ikut berdenyut. Difasilitasi dengan live music show, pengunjung makin betah nongkrong. Menu cemilan sampai makanan berat pun tersedia, yang direkomendasikan adalah es tape susu, gorengan, wedhang dan nasi goreng petai. Sungguh nikmat!

“Enak pemandangannya alam, ada live music, untuk keluarga nyaman dan ada tempat bermain anak,” kata Nelson, seorang ayah dari dua anak yang kerap datang ke sana untuk nongkrong bersama keluarga.

Kedai kopi di dekat stasiun KalasanKedai kopi di bekas stasiun Kalasan Foto: Mellisa Bonauli/detikTravel

Memang, yang membuat kafe ini menarik adalah tempat bermain anak yang berada persis di samping kereta. Jangan khawatir, karena pagar penghalang dipasang sepanjang lintasan, sehingga aman untuk anak-anak.

Saat gemuruh kereta dan bunyi peringatan terdengar, anak-anak akan berlarian ke pagar untuk melihat kereta yang lewat. Tak terkecuali pengunjung muda-mudi yang juga kerap terlihat di duduk manis di sana.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Dulu Tempat Pembuangan Sampah, Kini Wisata Air Favorit di Akhir Pekan



Kalasan

Tempat wisata air ini dulu tidak cantik, malah jadi tempat pembuangan sampah. Namun berkat kerjasama dan usaha semua warga, ia kini berubah jadi tempat wisata.

Inilah Umbul Sidomulyo Kalasan. Berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tempat ini adalah sebuah umbul atau kolam pemandian dari mata air asli.

Sumber mata air mulai memancar pada awal tahun 2000. Namun, air itu terbuang langsung ke sungai dan belum dimanfaatkan oleh warga.


Buat warga, tempat ini dulu hanyalah tempat pembuangan sampah. Pemandian ini dulunya digunakan menjadi tempat pembuangan sampah oleh masyarakat sekitar.

Sampai akhirnya pada tahun 2019 silam, warga kampung setempat saling bekerja sama untuk membangun tempat wisata ini.

Ibu Karti (63) salah satu keluarga pedagang warung pertama di Umbul Sidomulyo mengatakan bahwa wisata air ini diurus oleh RT 8/RW 17 Desa Brintikan Sidomulyo.

“Dulu urunan, seorang tiga ratus ribu,” ucapnya.

Umbul Sidomulyo KalasanUmbul Sidomulyo Kalasan Foto: Mellisa Bonauli/detikTravel

Bu Karti berkata bahwa pemandian ini sangat ramai di akhir pekan, apalagi saat musim lebaran, di mana orang-orang pulang kampung. Pengunjung ramai jajan di warungnya.

“Biasanya mulai datang pengunjung pagi dari jam 7, tapi baru jajan jam 10 siang biasanya,” ungkapnya.

Akhir pekan ini, Umbul Sidomulyo cukup ramai, namun pengunjung masih leluasa untuk berenang. Pernah ada satu beberapa momen, pemandian yang memiliki 5 kolam ini penuh sampai pengunjung tidak mampu bergerak di dalam air.

“Ini masih enak, dulu pernah di kolam enggak bisa bergerak sama sekali,” ucap Irma, salah seorang pengunjung.

Umbul Sidomulyo KalasanUmbul Sidomulyo Kalasan Foto: Mellisa Bonauli/detikTravel

Air kolam pemandian mengalir langsung ke kolam renang. Bahkan bisa diminum secara langsung!

Zoey (8), sering datang ke sini bersama adiknya, Key (3). Ia sangat suka bermain di sini.

“Aku suka ke sini karena airnya dingin,” ucapnya.

Bocah asal Klaten ini sudah ada di pemandian sejak pukul 11.00 WIB. Ia tak mau keluar dari kolam dan terus berenang sampai pukul 14.00 WIB.

Umbul Sidomulyo mulai beroperasi pukul 06.00-16.40 WIB. Pemandian ini ditutup setiap Selasa dan Jumat untuk pengurasan air kolam.

Tiket masuknya sebesar Rp 5.000 pada hari biasa dan Rp 8.000 pada akhir pekan. Untuk warga desa setempat yang kontribusi bisa membayar seikhlasnya.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Wajah Baru Tempat Pembuangan Sampah, Kini Tempat Liburan Favorit Warga



Jakarta

Umbul Sidomulyo Kalasan di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, adalah wisata air favorit para warga dengan airnya yang jernih dan segar. Umbul dan kolam pemandian ini menjadi alternatif masyarakat untuk liburan di akhir pekan bersama teman atau keluarga.

Namun siapa sangka, Umbul Sidomulyo Kalasan dulunya adalah tempat pembuangan sampah. Air yang terpancar dibuang langsung ke sungai tanpa dimanfaatkan lebih dulu. Sampai akhirnya di tahun 2019, warga setempat bekerja sama membangun Umbul Sidomulyo Kalasan.

Umbul Sidomulyo KalasanUmbul Sidomulyo Kalasan Foto: Mellisa Bonauli/detikTravel

Salah seorang warga, Karti (63) mengatakan Umbul Sidomulyo Kalasan adalah wisata air yang diurus RT 8/RW 17 Desa Brintikan Sidomulyo. Tiap orang patungan Rp 3 ribu untuk membangun kembali Umbul Sidomulyo Kalasan. Kehadiran pilihan wisata air ini mendapat respon positif dari para wisatawan.


“Biasanya mulai datang pengunjung pagi dari jam 7, tapi baru jajan jam 10 siang biasanya,” kata Karti.

Umbul Sidomulyo punya lima kolam yang memungkinkan pengunjung menikmati waktu berenang di air yang bersih dan sejuk. Menurut salah satu pengunjung, Irma, pernah ada momen seluruh kolam penuh hingga pengunjung tak bisa banyak bergerak dan berenang.

“Ini masih enak, dulu pernah di kolam enggak bisa bergerak sama sekali,” ucap Irma.

Umbul Sidomulyo mulai beroperasi pukul 06.00-16.40 WIB. Pemandian ini ditutup setiap Selasa dan Jumat untuk pengurasan air kolam. Tiket masuknya sebesar Rp 5.000 pada hari biasa dan Rp 8.000 pada akhir pekan. Untuk warga desa setempat yang kontribusi bisa membayar seikhlasnya.

(bnl/row)



Sumber : travel.detik.com