Tag Archives: kabupaten tabanan

Rumah Gemuk, Si Rumah Kaca Estetik nan Menawan di Bali



Tabanan

Namanya Rumah Gemuk, tapi penampakannya malah estetik dan menawan. Ya, inilah rumah kaca yang patut traveler kunjungi di Bali.

Pulau Dewata menyimpan banyak destinasi unik nan menawan untuk dikunjungi. Di tengah-tengah bentang alam pegunungan di Bedugul, ada satu rumah kaca cantik yang bisa jadi pilihan ide kencanmu.

Rumah kaca itu adalah Rumah Gemuk Bali. Kadek, waiters Rumah Gemuk, menjelaskan alasan pemilihan nama yang unik ini.


Ia menjelaskan nama ini diambil dari filosofi bahwa gemuk berarti subur dan bahagia. Sehingga semua pengunjung yang datang bisa makan dengan bahagia.

“Rumah Gemuk ini diambil dari filosofinya kalau gemuk itu kan subur, kalau orang subur itu pasti bahagia. Jadi kita ingin pengunjung yang datang ke sini itu bisa makan dengan bahagia,” ujar Kadek.

Rumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di BaliRumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikTravel)

Sudah berdiri sejak 2020, Kadek menyebut dahulu Rumah Gemuk Bali berawal dari wedding venue yang estetik. Setelah pandemi Covid-19 mereda, akhirnya rumah kaca cantik ini dibuka untuk umum.

Rumah Gemuk Bali menonjol dengan arsitektur rumah kaca yang cantik. Desain bangunan ini memungkinkan cahaya matahari masuk secara maksimal, menciptakan suasana terang dan hangat di dalamnya.

Dengan dinding kaca yang transparan membuat traveler bisa menikmati pemandangan alam sekitar tanpa halangan.

Rumah Gemuk Bali memiliki dua lantai, yang terdiri dari Piknik Area yang ada di lantai 1 dan Lago Restoran yang terletak di lantai 2.

Tak salah jika rumah kaca ini menjadi tempat favorit pasangan dan keluarga untuk menghabiskan waktu bersama. Rumah Gemuk Bali menjadi lebih menarik karena menawarkan lokasi piknik indoor yang jarang ditemui di Bali.

Rumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di BaliRumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikTravel)

Pengunjung bisa piknik di dalam rumah kaca komplit dengan pemandangan bunga warna warni dan rerumputan hijau. Jika memilih untuk duduk di lantai 2 atau Lago Restoran, traveler akan disuguhkan pemandangan Danau Bratan dari ketinggian dan barisan bukit yang berwarna hijau.

“Kalau lokasi favorit pengunjung, pas jam makan siang itu lebih banyak yang memiliki lokasi di piknik area karena lebih adem. Kalau sore hari lebih banyak yang memilih di lantai 2 karena mendapatkan pemandangan langsung ke danau,” kata Kadek.

Bagi traveler penggemar fotografi dan media sosial, Rumah Gemuk Bali adalah surga yang wajib dikunjungi. Setiap sudut rumah kaca ini menawarkan spot foto yang Instagramable.

Dari jendela-jendela besar dengan pemandangan alam yang indah hingga dekorasi interior yang artistik, semua bisa menjadi latar belakang foto yang sempurna.

Tak hanya pemandangannya yang cantik, Rumah Gemuk Bali juga menawarkan berbagai pilihan menu yang siap mengguncang lidah. Beberapa menu andalannya adalah pad thai, tom yum goong, nasi lemak ayah, dan beef rice.

Rumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di BaliRumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikTravel)

Rumah Gemuk Bali menggunakan konsep deposit. Setiap pengunjung yang datang saat weekdays diwajibkan melakukan deposit Rp 50 ribu per orang dan Rp 100.000 per orang saat weekend.

“Untuk deposit yang dibayarkan pengunjung di awal, akan langsung dipotong di billnya,” katanya.

Pengunjung yang masuk pun akan dikenakan minimal spent, jika traveler memilih tempat di pinik area dikenakan minimal spent Rp 265 ribu untuk 2 orang dan Rp 500 ribu untuk 4 orang.

Jika traveler memilih di Lago Restoran, traveler dikenakan minimal spent sebesar Rp 50 ribu saat weekdays dan Rp 100 ribu saat weekend.

Konsepnya yang estetik membuat Rumah Gemuk Bali tak pernah sepi akan pengunjung. Menurut Kadek, setiap harinya rumah kaca ini bisa dikunjungi sekitar 30 hingga 50 pax.

“Ramainya itu saat weekend, baiknya reservasi dahulu sih. Bisa ke Instagram @rumahgemukbali,” tutur Kadek.

Jam Buka dan Alamat

Rumah Gemuk Bali berlokasi di Jalan Drupadi No.2, Candikuning, Kec. Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Rumah kaca ini buka setiap hari, pukul 10.00 – 18.00 WITA saat weekdays dan pukul 10.00 – 19.00 WITA saat weekend atau hari libur.

(wsw/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Di Kampung Ini Jalak Bali Dikonservasi dengan Adat dan Gotong-royong Warga



Tabanan

Jalak bali nyaris punah. Di kampung ini, satwa itu dilindungi lewat adat.

Adalah di Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, jalak bali mempunyai rumah. Di kampung itu dilakukan konservasi jalak bali berbasis kekuatan hukum adat yang ditaati masyarakat setempat.

Bendesa Adat Tengkudak, I Nyoman Oka Tridadi, menyebutkan bahwa Banjar Tingkihkerep memiliki awig-awig (aturan adat) khusus yang melindungi lingkungan dan habitat jalak Bali. Salah satu aturan pentingnya adalah larangan menebang pohon tanpa izin. Jika dilanggar, pelakunya diwajibkan menanam dua pohon pengganti, terutama pohon buah-buahan yang bisa menjadi sumber pakan bagi burung jalak Bali.


“Kalau ada warga, bahkan dari luar banjar, yang nebang pohon, dia harus tanam dua pohon. Terutama yang bisa jadi makanan jalak Bali,” ujar Oka Tridadi, Minggu (8/6/2025), dikutip dari detikbali.

Menariknya, aturan pelestarian itu hanya berlaku di Banjar Tingkihkerep dan tidak diberlakukan di banjar adat lain di desa tersebut.

“Masyarakat di sini memang memiliki semangat tinggi dalam menjaga satwa dan lingkungan sekitarnya,” Oka menambahkan.

Banjar Tingkihkerep bukan dipilih secara sembarangan sebagai lokasi konservasi. Project Manager dari Yayasan FNPF I Made Sugiarta mengatakan bahwa pemilihan lokasi dilakukan setelah observasi mendalam, mempertimbangkan faktor geografis, kekuatan hukum adat, dan karakter masyarakatnya.

burung jalak Bali di Kampung Jalak Bali, Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (8/6/2025). (I Dewa Made Krisna Pradipta)burung jalak Bali di Kampung Jalak Bali, Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (8/6/2025). (I Dewa Made Krisna Pradipta)

“Kampung Jalak Bali ini bukan sekadar tempat wisata, tapi kawasan konservasi berbasis edukasi. Hanya saja, yang masih kurang itu ruang informasi. Jadi wisatawan belum terlalu paham soal karakter atau perkembangan jalak Bali di sini,” ujarnya.

Yayasan FNPF bekerja sama dengan Balai KSDA dan sejumlah akademisi Universitas Udayana dalam program ini, yang kini menjadi salah satu contoh konservasi berbasis masyarakat yang berhasil.

Camat Penebel, I Putu Agus Hendra Manik Mastawa, menilai keberadaan Kampung Jalak Bali sangat potensial untuk menjadi destinasi pendukung pariwisata Jatiluwih yang telah mendunia sebagai warisan budaya UNESCO.

“Desa Jatiluwih itu ikonnya Penebel. Nah, desa-desa di sekitarnya, seperti Tengkudak, bisa jadi penyangga. Apalagi Kampung Jalak Bali ini punya konsep yang sangat menarik dan ramah lingkungan,” kata dia.

Kecamatan juga terus menggali potensi lokal lainnya, mulai dari pertanian, budidaya kopi, durian, lebah madu, hingga wisata religi untuk memperkuat daya tarik kawasan Penebel secara keseluruhan.

Saat ini, tantangan utama yang dihadapi Kampung Jalak Bali adalah minimnya fasilitas dasar untuk wisatawan, seperti ruang informasi dan toilet. Manik Mastawa akan mengusulkan kebutuhan ini kepada Dinas Pariwisata Tabanan agar bisa segera direalisasikan.

“Saya rasa ini wajib ada, dan akan kami sampaikan ke pemerintah daerah,” kata dia.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com