Tag Archives: kafe

Dari Jauh Seperti Vihara, tapi Ternyata Kuliner Legendaris Rumah Merah



Jakarta

Sebuah bangunan di Tanah Abang menyita perhatian. Dari jauh sekilas seperti vihara, tapi ternyata itu adalah wisata kuliner legendaris si Rumah Merah.

Terletak tepat di samping kompleks Pasar Tanah Abang Blok A, traveler akan menemukan sebuah bangunan bergaya Tionghoa yang menyerupai vihara, padahal bukan.

Dikenal dengan sebutan Rumah Merah, bangunan ini ternyata adalah sebuah kafe dan restoran bernama Kapitan Lim. Bangunan kafe itu memang terlihat dari luar memiliki kombinasi warna merah dan putih yang mencolok.


Dengan pagar pintu berwarna merah yang menyerupai ciri khas vihara, kafe ini lengkap dengan hiasan lampion-lampion yang menggantung di sekelilingnya, menciptakan suasana yang memikat dan kental dengan nuansa Tionghoa.

Penamaan kafe ‘Kapitan Lim’ diambil dari nama Kapitan Tionghoa di Batavia, seorang tokoh berpengaruh dalam sejarah Batavia yang tidak hanya dikenal sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai seorang pengusaha gula sukses di wilayah Batavia pada masanya. Berdasarkan arsip sejarah ada dua kapitan bermarga Lim, yaitu Lim Lak Tjo dan Lim Kin Kwa.

“Kalau yang saya tahu, dari kapitan Lim, Kapitan Lim ini bukan owner, tapi nama sejarah orang Tionghoa,” kata Ria penanggung jawab resto tersebut kepada detikTravel.

Kafe Kapitan Lim di Tanah AbangKafe Kapitan Lim di Tanah Abang Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

Kapitan Lim kafe dan resto menawarkan pengalaman yang berbeda dengan interior dan bangunan yang unik. Suasananya membawa pengunjung seakan tertransportasi ke zaman dahulu.

Saat berada di dalam kafe, traveler akan merasakan suasana yang dihadirkan selaras dengan ciri khas Tionghoa, dari bangunan maupun ornamen penghiasnya.

Tidak seperti kafe-kafe di Jakarta yang mengusung konsep gaya minimalis, di Kapitan Lim tetap dijaga tradisi dan keaslian konsep arsitektur Tionghoa yang kental, sehingga menciptakan kombinasi yang harmonis antara modernitas dan warisan budaya yang kaya.

“Karena keunikannya terus konsepnya lebih mengarah ke zaman dahulu jadi membuat orang tuh berada di tahun sekarang” ujar Ria.

Rata-rata pengunjung kafe dan resto Kapitan Lim ini terdiri dari berbagai kalangan. Banyak dari mereka adalah orang-orang yang datang setelah berbelanja di Tanah Abang, serta pengunjung yang mengadakan meeting atau event-event keluarga.

“Kebanyakan sih kita event-event keluarga, meeting, dan orang-orang setelah habis berbelanja,” Ria menjelaskan.

Kafe Kapitan Lim di Tanah AbangKafe Kapitan Lim di Tanah Abang Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

Bangunan Kapitan Lim terbilang sangat luas dan terdiri dari dua lantai. Lantai pertama dapat menampung hingga 70 pengunjung dengan suasana yang hangat dan nyaman, dihiasi oleh lampu-lampu dari rotan memberikan pencahayaan lembut. Sementara bangku-bangku kayu menambahkan kesan vintage yang menawan, diimbangi dengan piring dan guci keramik yang dipajang indah dan poster pop art yang menghiasi dinding.

Sedangkan lantai kedua tidak kalah memanjakan mata pengunjung dengan kapasitas yang mampu menampung lebih dari seratus orang, terdapat smoking area, memberikan pengalaman yang lebih luas dan menyenangkan bagi siapa saja yang ingin bersantai dan menikmati hidangan di kafe ini.

Menu yang ditawarkan di Kapitan Lim cukup beragam, mencakup berbagi hidangan Chinese food hingga masakan peranakan. Salah satunya Lontong Tjap Gomeh hingga Kapitan Chicken Rice.

Kapitan Chicken Rice disajikan dengan kuah kaldu gurih dalam wadah yang terpisah. Isianya terdiri dari nasi hainan yang kaya rempah, dipadukan dengan ayam yang empuk dan gurih, serta disertai dengan pakcoy rebus dan selada, menciptakan perpaduan rasa yang sempurna dan memanjakan lidah setiap pengunjung yang mencobanya.

Salah satu menu lain yang jadi favorit di Kapitan Lim adalah racikan kopi Kapitan seharga Rp 22.000. Traveler dapat memesan varian kopi itu dalam bentuk dingin atau hangat. Uniknya, kopi Kapitan disajikan dalam cangkir berwarna putih yang bergambar ayam jago, memberikan sentuhan estetika yang menarik.

Sementara aroma kopinya yang sangat harum dan rasanya yang seimbang menciptakan perpaduan yang pas, menjadikan pengalaman ngopi Anda di sini tak terlupakan.

Soal kehalalan jangan khawatir, di sini traveler dapat menikmati berbagai hidangan yang dijamin halal, sehingga kalian bisa makan dengan tenang dan aman tanpa perlu meragukan kehalalan makanan yang disajikan.

Kafe dan Resto Kapitan Lim beralamat di Jl H. Fachrudin No 82A, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kapitan Lim buka setiap hari mulai jam 09.00 hingga jam 16.00 WIB.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Rekomendasi Kafe di Ashta District 8, Pernah Berkunjung?


Jakarta

Ada sejumlah kafe “kelas dunia” di Ashta District 8 yang dapat kamu datangi saat berkunjung ke sana. Kafe ini menyuguhkan beragam menu dengan cita rasa yang menggugah.

Ashta District 8 jadi pusat perbelanjaan yang memiliki konsep berbeda dari mall lainnya di Jakarta. Mall ini memiliki arsitektur bangunan yang menakjubkan dengan banyak spot menarik yang dapat dijadikan latar berfoto aesthetic.

Terletak di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Ashta District 8 termasuk mall hits yang selalu ramai pengunjung. Berbagai toko ritel sampai kafe instagramable bisa ditemukan di sini.


Kalau kamu sedang main ke Ashta District 8, ada beberapa kafe dunia yang terkenal dan cocok jadi tempat nongkrong lho. Kafe-kafe ini menawarkan sejumlah menu lezat mulai dari kopi hingga camilan yang dapat kamu cicipi. Ada kafe apa saja?

Kafe Enak di Ashta District 8

Berikut sejumlah kafe kenamaan dunia di Ashta District 8 yang bisa banget kamu kunjungi:

1. % Arabica

Merek kopi % Arabica asal Jepang membuka gerainya di Ashta District 8 sekitar 2021 lalu. Kafe ini terkenal dengan racikan jenis kopi arabikanya.

% Arabica menawarkan kopi single origin. Menu minuman kopi lain yang dapat ditemukan yakni latte, cappuccino, macchiato, hingga americano. Segelas latte dengan latte art yang cantik jadi andalan di kafe ini.

Kafe yang identik dengan nuansa putih dan desain minimalis ini juga menyediakan menu es krim lembut dengan pilihan rasa matcha dan latte.

2. Café Kitsuné

Café Kitsuné juga dapat kamu temukan di Ashta District 8. Coffee shop ini merupakan perpanjangan dari merek fashion Maison Kitsuné yang mengawinkan unsur Paris dan Tokyo.

Segelas latte di kafe ini terbuat dari kopi arabica house blend yang berasal dari Brasil dan Jepang. Latte art yang diberi tambahan tulisan Café Kitsuné jadi tampilan ikonik dari coffee shop ini.

Selain minuman kopi latte, di sini tersedia juga kue, dessert, sandwich, pasta, salad, dan aneka hidangan lain yang punya rasa bintang lima.

3. The Coffee Academics

Berasal dari Hong Kong, The Coffee Academics menyuguhkan minuman kopi yang nikmat. Ada espresso, long black, latte, hingga cappuccino. Varian biji kopi dari berbagai penjuru dunia juga dapat kamu temukan di sini.

Hidangan yang tersedia di sini komplet. Ada menu sarapan, starter, main course, pizza, sampai pastry dan dessert. Aneka makanan lezat yang ada termasuk hidangan ala Western dan lokal.

4. Chicha San Chen

Kafe minuman asal Taiwan Chicha San Chen juga hadir di Ashta District 8. Merek minuman yang memenangkan sertifikat setara dengan standar Michelin 3-star ini menawarkan aneka minuman teh dengan topping boba yang menyegarkan.

Di sini tersedia berbagai teh mulai dari oolong tea, green tea, black tea, hingga high mountain pouchong tea. Selain minuman berbasis teh, ada minuman manisa lain juga yang dapat dicicipi. Dan tentunya berbagai topping tambahan bisa dipilih.

5. Paris Baguette

Terdapat pula outlet cafe-bakery asal Korea Selatan, Paris Baguette di mall Ashta District 8. Konsep kafe bercita rasa Perancis ini menyajikan aneka fresh-baked pastry, roti, kue, dan minuman segar.

Selain itu, tersedia juga menu brunch, main course, salad, sup, pasta, hingga makanan ringan yang rasanya juara.

Nah, itu dia sederet kafe kenamaan dunia yang ada di Ashta District 8. So, apakah kamu pernah ke salah satu kafe di atas?

(azn/fds)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Ngopi di Kafe Mungil Ini Dapat Bonus Indahnya Sunset Bali



Jakarta

Coffee shop mungil ini berdiri di belakang Discovery Mall Bali yang berbatasan langsung dengan pantai. Tidak hanya menjual kopi, Imadji Coffee menawarkan sensasi ngopi komplit dengan pemandangan sunset di Pulau Bali.

Jadi, inilah pilhan bagi traveler jika ingin menghabiskan waktu menikmati sunset di Pantai Kuta tapi nggak mau duduk diam di bibir pantai. Imadji Coffee adalah pilihan yang sip.

Imadji Coffee adalah kedai kopi yang memiliki banyak cabang, satu diantaranya berdiri di belakang Discovery Mall Bali. Berbeda dari cabang lainnya, traveler yang berkunjung ke Imadji Discovery akan mendapatkan bonus view pantai karena berlokasi di tepi Pantai Kuta.

Menikmati segelas kopi di Imadji Discovery Mall Bali menjadi pilihan favorit pengunjung untuk menikmati sunset. Coffee shop ini tak pernah sepi dikunjungi, terlebih ketika matahari mulai terbenam.

Untuk sampai ke Imadji Coffee traveler hanya perlu berjalan kaki dari basement sekitar 2-3 menit ke arah amphitheater yang letaknya di bagian belakang Discovery Mall Bali. Traveler akan menemukan bangunan mungil bertema industrial.

Seperti namanya, Imadji Discovery memiliki sajian utama yaitu kopi. Terdapat beberapa menu signature coffee yang dapat traveler coba, seperti milos, burries, valentines, dan imagine. Bagi traveler yang tak suka kopi, terdapat menu non coffee seperti greentea, red velvet, dan vanilla latte.

Terdapat beberapa pilihan snacks seperti cookies, donat, brownies, dan croissant. Harga segelas minuman di sini terbilang ramah di kantong, dengan harga mulai dari Rp 14 ribu hingga Rp 24 ribu.

Ada beberapa kursi yang tersedia di depan coffee shop ini, namun kebanyakan pengunjung memiliki membawa kopi mereka ke pinggir pantai dan menikmati sunset di Pantai Kuta.

Imadji Discovery berlokasi di Discovery Shopping Mall, Amphitheater, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Coffee shop ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 21.00 WITA.


Ketika sore hari tiba, antrean sudah mulai terlihat di depan Imadji Discovery. Imadji Coffee juga aktif di sosial media instagram mereka @imadjicoffee.

Bagi traveler yang ingin menikmati sunset di Pulau Bali sambil nongkrong dan ngopi santai tapi nggak buat kantong bolong. Imadji Discovery adalah tempat yang tidak boleh dilewatkan.

(msl/msl)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

7 Tempat Nongkrong Asik di Kemang, Ada Live Music dan Buka 24 Jam!


Jakarta

Kemang, Jakarta Selatan jadi kawasan favorit terutama kalangan muda-mudi buat nongkrong bareng pasangan serta kawan-kawannya. Di sana, kamu bisa menemukan deretan kafe, tempat makan, hingga klub yang dapat dikunjungi.

Tapi, kalau bingung cari tempat nongkrong di Kemang yang asik, buka 24 jam, sampai ada live music-nya, cek uraian di bawah ini, ya!

Tempat Nongkrong Favorit di Kemang

Nah, berikut tempat nongkrong di Kemang yang asik. Beberapa di antaranya terdapat live music dan buka 24 jam, lho.


1. Roti Bakar Kemang

Roti Bakar Kemang terletak di Jalan Ampera Raya No. 5B, Kemang Timur, Jakarta Selatan. Tempat ini cocok buat kumpul-kumpul karena areanya luas dan buka selama 24 jam. Ada rooftop juga kalau ingin menikmati suasana malamnya.

Tersedia berbagai macam menu makanan dan minuman di sini. Ada roti bakar, roti maryam, dan pisang bakar dengan sejumlah pilihan topping. Ada juga menu nasi, mie, pasta, serta dessert yang bisa dicicipi. Untuk minumannya tersedia sejumlah kopi, latte, dan boba.

2. Eighty Nine Eatery & Spirits

Jika ingin ke tempat yang cozy dan aesthetic di Kemang, bisa ke Eighty Nine Eatery & Spirits. Lokasinya di Jalan Kemang Raya No. 89, Bangka, Jakarta Selatan. Kamu dapat berkunjung ke sini dari jam 09.00 pagi sampai 12.00 malam.

Di sini, kamu bisa nongkrong sambil menikmati makanannya yang terkenal enak. Sejumlah menu mulai dari salad, rice bowl, mie, pasta, pizza, dessert, hingga makanan ringan dapat ditemukan. Menu minumannya tersedia berbagai kopi, non-kopi, jus, serta mocktails.

3. Roti Romi

Ada lagi nih tempat nongkrong di Kemang yang buka 24 jam, yakni Roti Romi. Alamatnya berada di Jalan Kemang Raya No. 23, Bangka, Jakarta Selatan. Tempat ini pas banget jadi solusi kelaparan di malam hari.

Sesuai namanya, Roti Romi Kemang menyediakan roti jadul dengan berbagai topping. Selain itu, ada juga menu nasi lemak, bakmi, spaghetti, serta camilan seperti kentang goreng hingga chicken wing.

4. Anomali Coffee

Selanjutnya ada Anomali Coffee. Lokasinya di Jalan Kemang Raya No. 72, Bangka, Jakarta Selatan. Coffee shop ini buka pukul 07.00-22.00 setiap harinya. Meski areanya tidak begitu luas, tapi tempatnya comfy banget buat nongkrong.

Kamu dapat menyeruput minuman kopi dari berbagai varian biji kopinya di sini. Di samping itu, tersedia juga minuman non kopinya serta menu lain seperti pastry, dessert, dan camilan.

5. 1/15 Coffee

Tempat nongkrong comfy berikutnya, yaitu 1/15 Coffee yang terletak di Jalan Kemang Raya No. 37, Bangka, Jakarta Selatan. Kafe ini buka setiap harinya mulai pukul 07.00-21.00.

Sebagai coffee shop, 1/15 Coffee tentu saja menawarkan kopinya yang nikmat. Selain itu, ada juga berbagai menu nasi, dessert, serta makanan ringan.

6. Big Brother

Kalau mau ke klub yang asik buat nongki di Kemang, bisa ke Big Brother. Alamatnya di Jalan Taman Kemang No. 28, Bangka, Jakarta Selatan. Di sini terdapat live music lho kalau ingin sing along bareng teman-teman.

Kamu dapat memesan menu alkoholnya, seperti bir, cocktail, hingga soju. Selain itu, ada juga menu pizza, kentang goreng, chicken wings, dessert, hingga makanan ringan yang dapat dicicipi.

7. Chief Coffee

Chief Coffee berada di Jalan Kemang Raya No. 27, Bangka, Jakarta Selatan. Coffee shop ini buka jam 07.00-21.00 setiap harinya. Tempatnya cukup luas sehingga pas jadi tempat nongkrong.

Selain minuman kopinya, tersedia juga berbagai menu non kopinya yang bisa dijajal. Bukan hanya itu, ada pula makanan mulai dari mie, nasi, pasta, camilan serta dessert.

Itu dia tempat nongkrong di Kemang, Jakarta Selatan yang asik. Terlebih, sederet tempat di atas ada yang buka 24 jam dan tersedia live music buat sing along.

(fds/fds)



Sumber : travel.detik.com

Daftar Tenant, Jam Buka, dan Cara ke Sana


Jakarta

Penat dengan hiruk pikuk Jakarta dan ingin hangout di tempat teduh nan rindang yang dekat? Urban Forest Cipete bisa jadi pilihan untuk healing singkat di pertengahan kota lho.

Sesuai namanya, Urban Forest Cipete berlokasi di kawasan Cipete. Tepatnya di Jalan RS Fatmawati Raya Nomor 45, Cilandak, Jakarta Selatan.

Urban Forest Cipete punya ruang terbuka hijau yang mirip dengan hutan kota. Di sana, kamu akan melihat rerumputan dan pepohonan hijau yang membuat suasananya jadi adem juga sejuk. Poin plusnya, semua ini bisa didapatkan secara gratis.


Selain nuansa hutan, kamu bisa menemukan sejumlah kafe di Urban Forest Cipete. Menu yang ditawarkan pun bervariasi dan siap memanjakan perutmu. Jadi, kamu tak perlu khawatir kalau tiba-tiba kelaparan.

Kira-kira, apa saja kafe yang ada di Urban Forest Cipete? Kapan waktu operasional tempat ini? Dan bagaimana cara ke sana? Simak informasinya berikut.

Tenant di Urban Forest Cipete

Di Urban Forest Cipete terdapat sejumlah tenant makanan dan minuman yang dapat kamu cicipi hidangannya. Berikut daftar kafe di Urban Forest Cipete:

1. El Profesor

Steakhouse El Profesor bisa kamu temukan di Urban Forest Cipete. Di tempat ini, kamu dapat menyantap menu andalannya yaitu steak dengan daging wagyu.

Bukan hanya itu, menu lain juga tersedia di El Profesor. Terdapat pasta, chicken grill, seafood grill, burger, french fries, sandwich, salad, hingga dessert dan pastry. Menu lokal Indonesia seperti nasi goreng, sop buntut, sampai bebek goreng juga ada.

2. Solo Pizza

Kalau ingin menikmati pizza, ada restoran Solo Pizza di Urban Forest Cipete. Aneka menu pizza ala Italia dapat kamu temukan di sana.

Kamu juga bisa mencicipi hidangan lain seperti pasta, salad, dan daging wagyu di sini. Untuk menu minumannya juga banyak, ada kopi, teh, kombucha, dan minuman non kopi.

3. Rivareno

Ada juga tenant gelato lho di Urban Forest Cipete, yaitu Rivareno. Berbagai pilihan rasa gelato dan sorbet dapat kamu jumpai di sini, mulai dari pistachio, dark chocolate, matcha, stroberi, hingga mango dan pineapple.

Menu milkshake, crepes, pastry, serta aneka kopi bisa kamu cicipi juga di Rivareno.

4. Little Talk Bistro

Restoran Little Talk Bistro juga ada di Urban Forest Cipete. Di sini, kamu bisa menyantap beragam menu main course maupun camilan

Menunya variatif, mulai dari hidangan Indonesia, Asia, dan Western. Ada nasi bebek sambal hijau, nasi konro, steak ayam, bakmi, salad, dessert, nacho, hingga menu sarapan ala barat. Tersedia juga menu khusus untuk anak dengan porsi yang lebih kecil.

5. Kohai Izakaya

Kalau mau menyantap hidangan Jepang bisa di resto Kohai Izakaya. Di tempat ini, kamu dapat mencicipi makanan ala Negeri Sakura yang otentik.

Di Kohai Izakaya tersedia menu sashimi segar, aneka yakitori, robatayaki, agemono, tempura, yakiniku, teriyaki, hingga udon lho.

Jam Buka Urban Forest Cipete

Urban Forest Cipete buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 22.00 WIB. Untuk masuk ke kawasan ini tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis.

Aturan di Urban Forest Cipete adalah tidak membawa makanan dari luar. Jadi, kamu bisa beli makanan juga minuman di tenant yang tersedia dan tentunya jangan lupa dibayar sendiri ya.

Cara ke Urban Forest Cipete

Urban Forest Cipete berada di kawasan Cipete, tepatnya di dalam area Grange Park Cipete. Letak ruang terbuka hijau ini terbilang mudah dijangkau karena berada di pinggir jalan utama.

Apabila tertarik ke sini, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Jika naik mobil atau motor pribadi, kamu bisa lihat lokasi Urban Forest Cipete dengan cek di online maps. Selanjutnya, kamu dapat mengikuti petunjuk arah yang diberikan.

Kalau transportasi umum, kamu dapat menggunakan MRT untuk pilihan termudahnya. Turun di Stasiun MRT Cipete Raya dan keluar di pintu Exit D yang mengarah ke Jalan BDN Raya.

Dari sana, kamu hanya perlu berjalan sekitar 50 meter dengan waktu 3 menit untuk sampai di Urban Forest Cipete.

Fasilitas di Urban Forest Cipete

Fasilitas penunjang yang nyaman untuk pengunjung juga tersedia di Urban Forest Cipete. Di sini terdapat area parkir luas, toilet, stop kontak, hingga akses WiFi.

Kamu juga dapat menemukan playground anak di sini. Playground buka setiap hari dari jam 08.00-17.00 di Senin-Jumat dan 08.00- 18.00 di Sabtu-Minggu. Untuk bermain di playground dikenakan biaya sebesar Rp 85.000 untuk weekdays dan Rp 100.000 untuk weekend.

Nah, itu tadi informasi seputar Urban Forest Cipete. Kamu tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar kota untuk cuci mata melihat yang hijau-hijau.

Dan FYI, kamu bisa pula berpiknik atau duduk-duduk santai di area rerumputan di tempat ini. Bersepeda di jalanan paving di Urban Forest Cipete diperbolehkan. Dan taman hijau ini juga pet friendly lho, asal jangan lupa bersihkan kotoran hewan peliharaanmu jika buang air ya.

(azn/fds)



Sumber : travel.detik.com

Bukan Kopi, Tempat Nongkrong Ini Suguhkan Minuman Rempah



Yogyakarta

Saat berada ke Jogja jangan lupa mampir ke Wiratea Spices Bar. Kedai minuman ini menyuguhkan racikan rempah dengan sensasi intimate bar, cocok untuk bernostalgia sekaligus berjejaring.

Datang ke sini jangan berharap bisa menemui musik kencang atau pekerja ber-WFC layaknya kafe atau tempat nongkron lain di Jogja. Wiratea memilih untuk menjadi kedai minuman yang kehadirannya dekat dengan pelanggan dan bisa menjadi rumah untuk berelasi.

Tidak ada Wifi, bahkan tidak ada colokan, meja pun didesain memang untuk pengunjung datang mengobrol. Tak lupa sapaan hangat barista yang sudah menjadi SOP-nya.


“Permisi kak, apakah ada kritik dan saran?” ujar Manda, sang barista.

Kalimat itu menjadi kalimat magis awal pembuka rentetan obrolan panjang. Jika antusias, barista akan melanjutkan. Jika seperlunya, barista akan memberi ruang.

“Karena memang tujuan kita di sini itu, kenapa gaada wifi, gaada colokan kabel, biar temen-temen disini fokusnya untuk ngobrol. Buat berjejaring. Kita dari barista juga berusaha buat semisal ada pengunjung sendiri, kita ajak buat ngobrol bareng, sampai akhirnya terbentuk komunitas maupun circle yang baik,” kata Manda.

Wiratea Spices Bar di YogyakartaWiratea Spices Bar di Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Lokasinya tidak terlalu luas, dengan konsep outdoor di bawah remang lampu balon kekuningan. Tidak banyak kursi yang tersedia, maksimum kapasitasnya sekitar 25 orang. Jika hujan menerpa, seluruh pelanggan harus bermigrasi ke resto sampingnya yang sudah bekerja sama.

Uniknya, tanpa self claim apapun, pengunjung menautkan Wiratea sebagai bagian dari kafe bertemakan Ghibli. Padahal, Wiratea mengaku tidak terpikir ke arah sana sama sekali. Konsep yang mereka usung sejak awal adalah gaya humanis dan natural layaknya rempah yang berasal dari alam.

“Nah, itu tercetus setelah gambar-gambar muncul. Banyak yang bilang ghibli trus aku liat, oh iya juga,” kata Manda.

Buka hanya dari pukul 16.00 hingga 22.00 malam, Wiratea memang cocok dikunjungi untuk ngobrol santai bersama orang tersayang. Apalagi ditemani dengan minuman rempah yang menghangatkan badan.

Mayoritas menu di sini berupa minuman rempah. Kopi, susu, dan jus buah yang diracik bersama kunyit, jahe, atau kayu manis. Wiratea memberi jaminan garansi pada customer yang tidak menyukai rasa minuman rempah tersebut.

“Kalau kita memang 95% fokus dan main menunya di rempah. dicampur dengan kopi, susu, jus buah. ada beberapa menu yang enggak ada rempahnya tapi itu jadi opsi terakhir. Kita coba buat teman-teman yang nggak suka itu pelan-pelan aja gitu. karena kan ga yang terlalu strong,” kata Manda.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Wiratea Spices Bar, Upaya agar Minuman Rempah Tak Punah



Jakarta

Anggapan rempah identik dengan jamu yang rasanya pahit ditepis oleh Wiratea Spices Bar Jogja. Kolaborasi antara cita rasa rempah yang otentik dipadu dengan minuman yang lebih populer bagi milenium hingga Gen Z, seperti kopi, susu, bahkan jus buah bisa traveler temui di sini.

Berlokasi di dalam Kampung Lawasan Heritage, Sleman, Yogyakarta, Wiratea adalah kedai minuman unik. detikTravel berbincang degan Fatah, si pemilik, tentang ide dan serba-serbi Wiratea beberapa waktu lalu.

Fatah mengisahkan bahwa dia awalnya seorang tim marketing di Kampung Lawasan Hotel. Saat bekerja di sana, dia melihat peluang menjanjikan di salah satu sudut hotel yang tidak terpakai.


Wiratea Spices Bar adalah slow bar yang 95% menawarkan minuman kopi yang diracik dengan rasa rempah seperti kunyit, jahe, hingga kayu manis. Tidak hanya kopi, ada pula susu hingga jus buah.

Untuk meneguk segelas minuman rempah, traveler hanya cukup mengeluarkan kocek mulai dari Rp 20.000. Lokasinya juga hanya bisa dikunjungi mulai dari pukul 16.00-22.00

Nah, ibu Fatah merupakan seorang penjual jamu gendong.

Peluang ruangan dan tradisi jamu dalam keluarga Fatah iu melahirkan Wiratea, yang dalam bahasa Jawa Kuno, wirati, yang artinya istirahat.

“Kepikiran konsep dari ibunya mas Fatah, memang karena pinginnya rempah-rempat itu nggak cuma orang-orang sepuh dan orang yang suka jamu doang,” kata Manda, Barista Wiratea Spices Bar Jogja.

Mengenalkan rempah untuk kalangan anak muda ternyata tidak mudah. Wiratea mencoba melakukan pendekatan lewat dekorasi kedai yang unik. Dengan bangunan 3 lantai di sudut teras hotel, nuansanya disulap bergaya humanis dan natural mengikuti asal sang rempah.

Dengan maksimum kapasitas 25 orang, kedai kecil itu berkonsep outdoor. Gambar-gambar dengan kertas menghiasi dinding bagian kasir sekaligus ruang bagi barista meracik minuman. Lambat laun, pengunjung melihatnya bak visualisasi anime ghibli.

Wiratea telah ada sejak Agustus 2022. Perjalanan hingga akhirnya mampu mewarnai ragam kedai kopi di Jogja butuh waktu 2 tahun perencanaan. Sampai pada titik 95% menu yang ditawarkan adalah minuman rempah.

“Kebetulan coffee shop di jogja udah banyak. Kalau kita bikinnya yang itu-itu aja susah bersaing,” kata Manda.

Proses barista mengenalkan minuman rempah pada customer dilakukan secara pendekatan personal. Wiratea berani menjamin garansi minuman baru jika customer tidak menyukai rasa minuman rempah itu.

“Ada beberapa menu yang enggak ada rempahnya tapi itu jadi opsi terakhir. kita coba buat temen-temen yang gasuka itu pelan-pelan aja gitu. karena kan ga yang terlalu strong,” Kata Manda.

Wiratea aktif mengikuti beragam event yang terselenggara baik di Jogja maupun luar. Terjauh, Wiratea pernah di dapuk sebagai welcome drink dalam acara Vietnam Internatinal Tourism Marker 2023.

Wiratea sendiri bekerja sama dengan pihak Kampung Lawasan Hotel, terlebih penyediaan ruang ketika hujan juga pemesanan makanan bagi customer. Menurut Manda, pikiran untuk membuka cabang baru belum ada, saat ini Wiratea fokus pada pendekatan dengan customer, mengikuti event, serta refreshment menu.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

4 Keunikan Kafe di Rumah Kuno Ndalem Pembayun Yogyakarta



Yogyakarta

Space Roastery 1890 yang dibuka April 2024 bukan tempat ngopi biasa. Berada di bangunan kuno, kafe itu mengenalkan sedotan ramah lingkungan.

Kafe dengan konsep unik bergaya klasik itu diresmikan pada 12 April 2024. Terbilang masih baru. Tetapi, justru karena kebaruannya itu, kafe tersebut menyuguhkan sejumlah oembeda.

Beralamat di Jl. MT Haryono No 9, Suryodiningrat, Kota Yogyakarta. Lokasinya dekat dengan sebagian pusat Jogja seperti Plengkung Gading dan Alun-alun Kidul Yogyakarta, sehingga aksesnya begitu mudah ditemukan.


Berikut 4 pembeda Space Roastery 1890 :

1. Berada di Bangunan Berusia Satu Abad

Bangunan yang digunakan kafe ini memiliki arsitektur Jawa yang mencolok, bahkan sejak pengunjung menginjakkan kaki di area parkir. Bangunannya lawas dan ternyata merupakan bangunan warisan budaya yang sudah berusia lebih dari satu abad.

Space Roastery berada di Ndalem Pembayun yang dulu milik keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono VII.

Nama 1890 diambil dari tahun berdirinya rumah tersebut. Selama 134 tahun, rumah ini telah beralih menjadi beragam fungsi, salah satunya dulu pernah menjadi toko game Dino. Warga Jogja generasi 80 hingga 90an pasti familiar dengan itu.

Dominasi warna hijau, kuning, dan coklat yang teduh dipadu dengan unsur modern yang tidak merusak ornamen aslinya. Bangunan ini sejatinya representasi dari bagian terdalam rumah Joglo yakni Omah Njero sebagai ruang keluarga. Di dalamnya juga ada senthong yang tidak diusik oleh Space Roastery karena ditutup oleh tirai di belakang meja bar barista.

2. Tasting Station

Jangan khawatir jika ragu dengan rasa kopinya, karena Space Roastery menjanjikan tasting station untuk traveler yang ingin mencicipi dulu rasa untuk filter coffee.

Di meja panjang itu, traveler dapat memilih rasa mana yang sesuai dengan lidah. Tidak perlu sungkan untuk meminta tolong barista mengarahkan. Jika sudah mantab, traveler bisa lanjut membeli kopi yang sesuai dengan selera.

3. Menu Unik di Space Roastery 1890

Space Roastery memang dikenal dengan signature kopinya, namun di gerai barunya ini mereka menyediakan menu tambahan unik tiada duanya di gerai lain.

Menu tersebut adalah kopi ronde dan wedang bajigur. Jika tidak ke 1890, traveler tidak akan menemukan menu serupa di gerai Space Roastery lainnya.

4. Sedotan ramah lingkungan dan edible

Space Roastery 1890 menjamin mutu sedotan untuk customernya ramah lingkungan dan bisa dimakan. Bahan dasar sedotan adalah tepung beras dan tepung jagung, sehingga biodegradable dan juga compostable.

Aman untuk dikonsumsi namun tidak mudah lunglai. meski setelah 30 menit terendam dalam minuman. Diproses lama selama 3-4 jam sog-resistant, traveler bisa memakannya jika sedotan sudah terasa lembek.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nongkrong di Kampoeng Djoeang, Kafe Vintage di Ujung Museum Satriamandala



Jakarta

Butuh tempat nongkrong yang anti mainstream? Traveler dari Jakarta dan sekitarnya bisa berkunjung ke salah satu kafe yang terletak di kawasan Museum Satriamandala, yakni Kampoeng Djoeang.

Ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa adem seperti di rumah nenek ditambah dengan suasana yang sejuk karena banyak pepohonan.

Jika berkesempatan untuk datang ke Museum Satriamandala di Jalan Gatot Subroto No. 14 Jakarta Selatan, kamu harus coba datang ke Kampoeng Djoeang. Kafe itu memang berada di pojokan, tepatnya berada di belakang salah satu bangunan museum, yakni ruang diorama tiga dan empat atau tak jauh dari Taman Soekarno.


Tampak depan kafe, pengunjung akan disambut dengan dua mobil tua yang tampilannya begitu keren, satu mobil van berwarna putih dan satu lagi gahar berwarna hitam.

Di tengah kedua mobil itu juga terdapat patung Panglima Besar Jenderal Sudirman, saat detikTravel berkunjung sore hari ke kafe itu, Rabu (17/7/2024) lantunan musik khas Jawa menyambut dengan apik.

Cuaca yang tidak terlalu panas juga seakan mendukung kedatangan ke Kampoeng Djoeang, ketika masuk ke dalam langsung tampak kejadulan kafe itu dengan property lawasnya. Mulai dari kursi, meja, tv analog, hingga ke pernak-pernik militer.

Dari informasi yang ada, konsep kafe Kampoeng Djoeang ini merujuk pada tempat tinggal dan markas dari Jenderal Sudirman dan pasukannya. Kafe itu berbentuk rumah joglo.

Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya.Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Untuk melibas rasa haus yang sudah melanda sedari pagi, segelas minuman Kiwi Breeze yang dibanderol harga Rp 30.000 jadi pilihannya.

Kombinasi buah kiwi dan jeruk begitu segar masuk ke dalam kerongkongan, ditambah suasana yang nyaman membuat duduk-duduk sore kali ini sangat nikmat. Tentunya Kampoeng Djoeang juga masih menyimpan menu-menu lain mulai dari makanan ringan, berat, dan berbagai minuman khas kafe itu.

Menu ‘sadjian oetama’ Kampoeng Djoeang terdapat berbagai makan berat seperti berbagai variasi nasi goreng hingga mie goreng. Tentunya dengan selipan nuansa sejarah dan kedaerahan, salah satunya Nasi Goreng Padri yang harganya Rp 40.000.

Rata-rata sajdian oetama di Kampoeng Djoeang di harga Rp 40.000. Jika ingin cemal-cemil, pengunjung juga bisa memilih sajian seperti cireng, tempe pleton (mendoan), kentang goreng, dan masih banyak lagi. Harga untuk kudapan tersebut dimulai dari harga Rp 25.000.

Dan untuk variasi minumannya, pengunjung juga bisa memilih minuman kopi ataupun non kopi seperti yang detikTravel pilih. Bagi pecinta kopi di Kampoeng Djoeang terdapat menu kopassus atau kopi susu dan kodam atau hitam aren yang keduanya dibanderol Rp 30.000 untuk kopassus dan Rp 25.000 untuk kodam.

Varian kopi lainnya pun masih ada lagi, Kampoeng Djoeang juga menyedia minuman hangat seperti wedang uwuh hingga bajigur. Untuk minuman dingin nan segar terdapat pine coaster, candy love, choco butternut, dan yang lainnya.

Harga minuman di sini mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 35.000. Kampoeng Djoeang cocok dinikmati ketika terik matahari tengah bersahabat atau dinikmati saat sore tiba, tenang saja tempat ini tutup hingga pukul 20.00 WIB.

Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya.Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Kami buka setiap weekdays itu dari jam 08.00 sampai 20.00 WIB, kalau weekend kita buka dari jam 09.00 sampai 20.00 WIB,” kata salah satu pegawai Kampoeng Djoeang.

Salah satu pengunjung yang datang ke Kampoeng Djoeang, Deva, mengatakan Kampoeng Djoeang cocok untuk yang suka foto-foto dan ia mengetahui tempat ini dari media sosial. Selain ingin berkunjung ke Kampoeng Djoeang, ia dan pasangannya itu sekalian untuk melihat Museum Satriamandala.

“(Dari Museum Satriamdala) Terus juga sekalian ke Kampoeng Djoeang juga karena di dalam museum ada café. Nah itu juga termasuk vibesnya vintage gitu jadi cocok buat anak-anak yang suka foto-foto,” kata Deva.

“Seneng soalnya ke sini bisa sambil belajar (sejarah) juga sama lihat kafenya ternyata di dalam (kawasan) museum juga ada café yang bagus,” ujar dia.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Rekomendasi 10 Tempat Sarapan di Bandung, Sedia Menu Sejak Jam 06.00


Jakarta

Sarapan kerap dikatakan sebagai waktu makan paling penting sepanjang hari. Tak heran jika sarapan wajib diisi menu enak, beragam, dan sarat gizi. Tentunya lebih asyik jika disediakan di tempat nyaman, sejuk, dengan harga terjangkau.

10 Tempat Sarapan di Bandung, Wajib Coba

Dikutip dari situs dan medsos terkait, berikut tempat sarapan rekomendasi di Bandung untuk detikers.

1. Lontong Kari Kebon Karet

lontong kari kebon karet.lontong kari kebon karet (Instagram @lontongkarikebonkaret)

Jam buka

  • Senin: 06.30-18.00
  • Selasa-Minggu: 06.00-18.00

Tarif per orang:

  • Rp 25-50 ribu bergantung pesanan

Alamat:

  • Jl. Otto Iskandardinata, Gang Kebon Karet Nomor 28, Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Selain lontong, di sini ada mi dan nasi yang tentunya dihidangkan dengan kari kaya bumbu serta rasa gurih nikmat. Tempat sarapan dan makan sehari-hari yang telah berdiri sejak 1966 ini sangat populer serta mendapat ulasan positif.


“Tempat sarapan pagi yang enak dan legend banget. Suasananya seger banget kalo datang lebih pagi. Makanannya enak, terutama lontong kari dan lontong kari spesial. Harga berbanding lurus dengan rasa,” tulis akun google humas agnes.

2. Bubur Ayam Mang H Oyo Pusat (ASLI)

bubur ayam mang h. oyobubur ayam mang h. oyo (dok. detikFood)

Jam buka

Tarif per orang

  • Rp 25-50 ribu bergantung pesanan

Alamat

  • Jl. Sultan Tirtayasa Nomor 49b, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Ulasan google review menyatakan, Bubur Ayam Mang H Oyo adalah standar makanan sejenis asli Bandung yang sangat otentik. Selain rasa yang enak, suasana sekitar tempat makan juga sangat menyenangkan di salah satu pusat keramaian Kota Bandung.

“Pilihan pas untuk sarapan keluarga, karena lokasinya lumayan dekat dari Lapangan Gasibu/Gedung Sate. Habis lari pagi, langsung sarapan bubur. Di sini buburnya nggak tumpah kalau dibalik sesuai klaimnya asal tidak pakai topping. Tipe bubur kental pekat yang tidak pakai kuah,” tulis akun google Basma Khoirunnisa.

3. Warung Nasi Ibu Imas

Warung Nasi Ibu Imas.Warung Nasi Ibu Imas (Anindyadevi Aurellia/detikJabar)

Jam buka

Tarif per orang

  • Rp 25-50 ribu bergantung pesanan

Alamat

  • Jl. Balonggede Nomor 67/48/38/93, Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung.

Tempat makan ini sempat viral karena sambal dadak dan jukut goreng hingga dihidagkan banyak restoran lain. Warung Nasi Ibu Imas sangat legendaris hingga dianggap sebagai warisan kuliner khas Bandung, dengan rasa nikmat yang tidak pernah berubah.

“Terbaik banget Warung Nasi Ibu Imas ini dari dulu rasanya tidak pernah berubah. Apalagi sekarang sudah tersedia parkir luas, sehingga nggak usah bingung buat pengunjung yang mau makan di sini. Tempatnya ramai terus dan banyak banget pilihan menunya,” tulis akun google Isnaeni Cahyaninngrum.

4. Warung Kopi Imah Babaturan

Di 'Imah Babaturan' Bandung Ada Nasgor Cumi Cabe Ijo Sedap!Kopi enak di Imah Babaturan (Andi Annisa DR/detikfood)

Jam buka

Tarif per orang

Alamat

  • Jl. Kebon Bibit Nomor 3, Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Resto ini menyediakan aneka minuman kopi dengam berbagai takaran dan makanan ringan hingga berat khas masakan Indonesia. Pengunjung bisa menikmati menu pesanannya di ruangan dengan atau tanpa AC. Areal Warung Kopi Imah sangat luas dan nyaman, dengan pelayanan yang cepat.

“Masakan rumahan dengan rasan yang semuanya enak-enak. Tempatnya nyaman bisa pilih tempat berAC atau luar ruangan tanpa pendingin udara. Di sini juga ada special menu tiap weekend, tentunya dengan harga terjangkau,” tulis akun google amanda.

5. Bellamie Boulangerie

Jam buka

Tarif per orang

Alamat

  • Jl. Cihapit Nomor 35, Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Dalam ulasan google review dijelaskan, Bellamie Boulengarie dikenal dengan berbagai menu pastry, cookies, dan roti yang dibuat per hari. Dengan konsep restoran keluarga dengan nuansa natural, restoran ini menyediakan menu untuk anak.

“Ini adalah bakery kafe yang selalu ramai dan bikin puas dengan produk bakery serta menu lainnya. Kafe ini punya dua lantai dengan arena dasar untuk nonsmoking dan di atas adalah semi indoor smoking. Tempat duduknya juga banyak sehingga cocok disewa untuk acara,” seperti ditulis akun rista munikha.

6. Hummingbird Eatery & Space

Menu makanan di Hummingbird Eatery & SpaceMenu makanan di Hummingbird Eatery & Space (dok. Instagram @hummingbirdeateryandspace)

Jam buka

Tarif per orang

Alamat

  • Jl. Progo Nomor 16, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Sesuai namanya, resto ini menyediakan arena luas dan hidangan yang sangat enak termasuk untuk menu anak. Tatanan ruang sangat modern sehingga nyaman bagi tiap pengunjung dan sangat indah dilihat.

“Seru banget karena tempatnya cozy dengan makanan yang bener-bener enak! Scramble sedap banget, kentangnya juga renyah, telur terasa lembut banget. Bumbunya pas plus nggak bikin enek,” seperti dijelaskan dalam akun google Yelsi Sriwana.

7. Yoghurt Cisangkuy

Yoghurt Cisangkut, kuliner legendaris di Kota BandungYoghurt Cisangkut, kuliner legendaris di Kota Bandung (Naja Sarjana/detikJabar)

Jam buka

Tarif per orang

Alamat

  • Jl. Cisangkuy Nomor 66, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Selain aneka yoghurt, resto ini juga menyediakan minuman lain plus makanan ringan dan berat. Pilihan menu ini tentunya cocok bagi pengunjung yang datang bersama keluarga. Resto berkonsep outdoor ini sangat adem dan sejuk.

“Suasananya adem, kalau datang pagi belum ada yang ngerokok jadi udara terasa lebih segar. Di sini juga banyak pohon jadi makin terasa rindang dan teduh. Pelayanan ramah dan cepat. Kalau pakai kendaraan parkirnya di jalanan sekitaran taman lansia,” tulis akun Laura Kirana.

8. Sagoo Kitchen & Kopi Lay

sagoo kitchensagoo kitchen (detikFood)

Jam buka

Tarif per orang

Alamat

  • Jl. Trunojoyo Nomor 27, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Ulasan google review menyatakan, resto ini sesuai dengan taglinenya bring back the old memories dari tatanan ruang dan pilihan menu. Tentunya semua menu sangat worth untuk dicoba sebagai menu sarapan, makan siang, brunch, atau makan malam.

“Restonya nyaman, tenang, dan tidak terlalu ramai sesuai jam kunjungan. Area tempat makan luas dengan pilihan meja makan dan kursi beragam. Di sini juga ada taman dengan semua tempat ditata sangat apik. Toilet, tempat cuci tangan, dan mushala sangat bersih terawat,” tulis akun Rumii.

9. Kehidupan Tidak Pernah Berakhir

Jam buka

Tarif per orang

Alamat

  • Jl. Pajajaran Nomor 63, Pasir Kaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

Restoran vegan ini menyediakan menu berbahan sayuran, jamur-jamuran, kacang-kacangan, bulir, herbal dan rempah, serta aneka tanaman lain. Tentunya, menu tersedia dengan rasa enak dan harga affordable. Pengunjung yang datang di pagi hari bisa mencicipi menu dalam kondisi baru matang dan lengkap.

“Tempat makan ini walau terkesan jadul tapi makanannya enak. Harga menu kebanyakan seperti di warteg, kecuali untuk makanan inovasi misal steak dari kedelai. Di pintu depan menawarkan keripik rumput laut dan ada konten manfaat hidup vegan di ruang tengah,” tulis akun Khazanah Fadhilah N.

10. Banceuy Nasi Lemak, Braga

Jam buka

Tarif per orang

Alamat

  • Jl. Banceuy Nomor 117, Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Tempat makan ini menyediakan menu khas Malaysia yang cocok dengan lidah orang Indonesia. Buat pengunjung yang ingin dine in bisa memilih resto di cabang Jl Kresna, Cicendo. Sedangkan untuk yang take away, bisa pesan makanan di Jl Banceuy.

Ulasan google review menyatakan, cabang Jl Banceuy bisa untuk makan di tempat namun kurang nyaman. Resto terasa sempit dan panas karena dekat dapur, meski tidak terlalu ramai.

Sebelum berkunjung, jangan lupa update harga dan ketersediaan menu supaya detikers tidak kecewa. Selain itu, pastikan untuk selalu jaga kebersihan dan ikut antri selama menunggu pesanan hingga selesai makan.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com