Tag Archives: kafe di bali

Ini Galeri Seni atau Kafe? Kopi Bali House di Denpasar Beda, Nih



Denpasar

Kopi Bali House, sebuah tempat ngopi yang tak hanya menawarkan kenikmatan secangkir kopi, tapi juga memanjakan pengunjung dengan keindahan seni. Ada lukisan dari kopi juga lho!

Kedai kopi itu berada di Denpasar, Bali. Bukan hanya tempat ngopi dan nongkrong, tetapi kafe ini lengkap dengan ruang seninya.

Sudah berdiri selama 20 tahun, Kopi Bali House tak hanya sebagai tempat ngopi belaka, tapi akan memanjakan mata traveler dengan keindahan lukisan-lukisan seni yang indah. Bahkan beberapa lukisan yang ada terbuat dari kopi lho traveler. Sip banget untuk traveler pecinta produk kopi sekaligus pecinta seni.

Wirawan Tjahjadi, pemilik Kopi Bali House, menjelaskan bahwa kehadiran Kopi Bali House menyuguhkan bermacam-macam kopi dan diharapkan menjadi rumahnya kopi Bali.

“Ini sudah 20 tahun berdiri, dahulu belum banyak yang tau masalah kafe ini. Dulu saya ingin membuat restoran dan menyuguhkan kopi-kopi yang enak dan macam-macam kopi. Akhirnya dibangun Kopi Bali House sebagai rumahnya kopi Bali,” kata Wirawan.

Kopi Bali House memiliki dua lantai yang terdiri dari beberapa ruangan dan memiliki kapasitas 200 pax. Konsep “more than a cup of coffee” yang diusung oleh Kopi Bali House terlihat dari konsep ruangan yang unik. Dindingnya dihiasi oleh lukisan, membuat ruangan semakin estetik dan instagramable.

Lukisan yang ada di Kopi Bali House bukan lukisan biasa. Wirawan menyebut beberapa lukisan yang tergantung di dinding ruangan terbuat dari kopi juga lho traveler. Unik dan cantik banget deh!


Kedai kopi rasa galeri seni Kopi Bali House di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.Kedai kopi rasa galeri seni Kopi Bali House di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

“Kebanyakan lukisan di sini terbuat dari kopi. Bukan sekedar lukisan, karena berhubung kita pabrik kopi, jadi saya berpikir apa yang harus saya manfaatkan dari kopi ini. Akhirnya membuat lukisan dari kopi,” ujarnya.

Uniknya lagi, di sini traveler tak hanya menemukan lukisan dari kopi, tapi ada juga patung yang terbuat dari kayu kopi dan motor jadul yang di atasnya dilukis dengan kopi. Sip banget jadi spot foto instagramable.

Menurut Wirawan Kopi Bali House adalah salah satu kafe unik yang wajib dikunjungi karena konsepnya yang “one stop coffee shop”. Di sini traveler bisa menemukan kopi autentik, makanan lezat, galeri seni, dan berbagai hal terkait kopi.

“Kenapa orang wajib ke sini? Karena, di sini kami menciptakan one stop coffee shop. Kalau mau tahu tentang kopi, saya pasti bisa bantu. Nggak cuma ngopi aja, tapi bisa melakukan dan mengetahui banyak hal di sini, terutama tentang kopi,” dia menjelaskan.

Varian Menu di Kopi Bali House dan Harganya

Bagi traveler yang sedang berlibur di Bali dan ingin menikmati sensasi ngopi dengan konsep yang art banget, Kopi Bali House menjadi pilihan yang tepat. Di sini traveler bisa menemukan menu breakfast, lunch, dan dinner.

Dari menu minuman, Kopi Bali House menawarkan berbagai jenis kopi dengan cita rasa yang autentik. Beberapa menu yang dapat traveler cicipi, seperti black coffee, white coffee, noncoffee, smoothies, milkshake, soda, dan beer.

Kedai kopi rasa galeri seni Kopi Bali House di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.Kedai kopi rasa galeri seni Kopi Bali House di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

Yang tak boleh traveler lewatkan adalah menu andalan dari Kopi Bali House, yaitu Avocado Coffee. Kopi espresso berpadu dengan susu segar dan buah alpukat siap memanjakan lidah traveler. Lebih sip diminum saat siang hari, segar banget deh!

Wirawan menyebut seluruh kopi yang disajikan di Kopi Bali House adalah 100% dari pabrik sendiri. Hal ini membuat cita rasa kopi yang lezat dan autentik

Untuk menu makanan, traveler bisa menemukan berbagai menu seperti, starters, salads, soups, mains, burger n sandwiches, pasta, dan dessert. detikTravel mencicipi dua menu lezat dari Kopi Bali House, ada risoles dan babi kecap Bali. Rasanya dijamin lezat deh!

Untuk mencicipi menu dari Kopi Bali House, traveler tak perlu merogoh kocek yang dalam. Mulai dari Rp 15 ribu, traveler sudah bisa mendapatkan minuman. Sementara untuk harga makanan dibanderol mulai dari Rp 25 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional Kopi Bali House

Kopi Bali House memiliki lokasi yang strategis, berada diantara Kota Denpasar dan Sanur, lebih tepatnya di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Akses menuju ke kafe sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 8 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit.

Kopi Bali House buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 22.00 WITA. “Kita biasanya ramai dari pagi sampai siang, karena di sini banyak yang mengadakan business meeting, karena lokasinya strategis. Kalau malem kebanyakan travel yang datang,” katanya.

Pengunjung di Kopi Bali House tak hanya dari wisatawan lokal, namun juga wisatawan mancanegara. Mulai dari kalangan anak muda hingga orang dewasa bahkan keluarga. Karena konsepnya yang unik, Kopi Bali House tak pernah sepi dari pengunjung. Jadi untuk traveler yang ingin berkunjung disarankan untuk datang lebih awal ya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

ZD Living Bukan Sembarang Kafe, Ada Galeri Seni dan Instagramable Banget!



Badung

Kafe ini tentu saja pas buat ngopi, tetapi juga cocok banget buat pecinta seni. Paket komplit itu ada di ZD Living.

Bagi traveler yang sedang berlibur ke Bali dan jalan-jalan ke daerah Badung, ada satu kafe yang wajib traveler kunjungi. Namanya ZD Living. Menawarkan sensasi ngopi cantik di kafe yang cantik pula.

Nggak cuma kafe biasa, ZD Living memiliki galeri seni yang memajang ratusan lukisan karya Zulham Damanik, pemilik dari ZD Living. Lukisan yang terpajang membuat kesan di kafe itu semakin cantik dan instagramable.

Fathur, manager ZD Living, menjelaskan bahwa konsep unik kafe ini terlahir dari ide Zulham Damanik. Nama ZD berasal dari singkatan Zulham Damanik dan kata living diharapkan agar pengunjung ZD Living bisa merasa berada di rumah sendiri.

“Owner ZD Living ini seniman, beliau pelukis. ZD Living ini berawal dari ZD Artworks yang menjual lukisan dan koleksi dari owner. Seiring berjalan ada masukan dari pembeli, kalau dibuka tempat ngopi mungkin enak. Akhirnya dibukalah ZD Living sebagai kafe sekaligus gallery seni,” kata Fathur.

ZD Living resmi dibuka mulai Februari 2021 dan kini sudah menjadi cafe favorit bagi pengunjung yang ingin ngopi di tempat yang unik dan instagramable.

“Ada cerita unik pengunjung, dia menunggu owner dateng untuk tau cerita dibalik lukisan yang ada. Setelah tau ceritanya, dia sampe beli lukisannya,” ujar Fathur.

ZD Living juga sip banget untuk traveler yang ingin melakukan kegiatan meeting, gathering, resepsi, dan ulang tahun. Fathur menyebut ZD Living sudah memiliki berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan dalam kapasitas besar.

“Kami untuk kegiatan-kegiatan seperti itu tidak cash tempat dan listrik, hanya menetapkan minimum spend sebesar Rp 2 juta untuk 1 ruangan dengan kapasitas 40 orang,” kata Fathur.

Aktivitas di ZD Living

Terasa kurang lengkap jika traveler berkunjung ke ZD Living tapi tidak mengabadikan setiap sudut kafe yang estetik dan instagramable. Fathur menyebut banyak pengunjung yang datang untuk berfoto dan membuat konten. Ia pun menyediakan satu spot foto unik yang ada di dalam kafe.

“Banyak banget yang datang untuk buat konten dan rata-rata yang datang setelah pesan makan pasti keliling dulu foto-foto. Kita juga ada spot favorit, kita sediakan satu kursi yang di belakangnya berjejeran puluhan lukisan,” kata Fathur.

Tak jarang pengunjung datang untuk work from cafe dan menghabiskan waktu berjam-jam di ZD Living. Hal ini menjadi alasan kafe yang satu ini lebih ramai ketika weekday.

“Tamu-tamu di sini bisa sambil kerja berjam-jam di sini. Mereka mencari working space dan ZD Living menjadi tempat favorit. Nah makanya kita lebih ramai ketika weekdays daripada weekend,” kata dia.

Uniknya ZD Living selalu merubah tata letak dan memperbaharui lukisan di setiap sudut kafe. Walaupun traveler sudah pernah berkunjung ke ZD Living, namun akan merasa masuk ke dalam suasana baru ketika berkunjung lagi ke kafe yang satu ini.


Varian Menu ZD Living dan Harganya

Bagi traveler pecinta seni yang sedang berlibur di Badung dan ingin bersantap dengan konsep art, ZD Living adalah pilihan yang sip. Di kafe ini traveler bisa menyantap berbagai menu nusantara dan western sambil menikmati keindahan setiap lukisan di sudut kafe.

“Uniknya kita di sini, kita menggabungkan cita rasa nusantara dengan seni. Pengunjung di sini nggak cuma makan, tapi bisa menikmati seni,” katanya.

Menu makanan di ZD Living terdiri dari banyak pilihan, mulai dari light food, soup & salad, main course, dessert, noodles, menu vegetables, dan side dishes. Fathur menyebut menu arsik gurame Medan dan iga bakar menjadi menu andalan dari ZD Living yang wajib traveler cicipi.

Dari menu minuman, ZD Living menawarkan berbagai jenis menu, seperti tea, milk drinks, coffee, milkshakes, side drinks, fresh juices, mocktail, soft drinks, dan beers. Rekomendasi menu andalan yang wajib traveler cicipi adalah ZD Sunrise.

“ZD Sunrise itu signature kita. Itu menu mocktail tanpa alkohol sama sekali. ZD Sunrise itu adalah campuran dari buah-buahan, jadi segar banget,” katanya.

Untuk mencicipi menu dari ZD Living tak akan membuat kantong traveler bolong. Mulai dari Rp 15 ribu, traveler sudah bisa mendapatkan minuman. Sementara untuk harga makanan dibanderol mulai dari Rp 30 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional ZD Living

ZD Living berlokasi di Jalan Persada II Banjar Pengipian No.6, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Akses menuju ke kafe sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 5 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit.

ZD Living buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 24.00 WITA. Setiap harinya ZD Living bisa dikunjungi oleh 300 hingga 400 pengunjung dengan kapasitas 250 orang.

Bagi traveler yang ingin berkunjung ke ZD Living dan nggak mau kehabisan tempat bisa melakukan reservasi melalui akun Instagram @zdliving.

Bagi traveler pecinta seni yang ingin bersantap cantik, ZD Living menjadi kafe sip yang wajib traveler kunjungi. Banyak spot estetik dan instagramable yang siap menyambut traveler.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Unik! Rumah Momo, Kafe Komplet dengan Perpustakaan Mini Bernuansa 90-an



Denpasar

Rumah Momo, sebuah kafe unik ada di jantung kota Denpasar. Berbeda dari kafe pada umumnya, Rumah Momo mempunyai perpustakaan mini di dalamnya.

Selain mempunyai perpustakaan mini, Rumah Momo juga unik karena bernuansa 1990-an. Ribuan koleksi komik jadul dan novel yang terpajang rapi di rak kayu menambah kesan 90-an. Lebih lengkap lagi, ada permainan tempo dulu yang mengajak pengunjung untuk bernostalgia.

“Ini konsepnya adalah kembali ke era 90-an. Kebetulan owner juga berada di tahun 90-an, ditambah punya koleksi buku dan permainan jadul. Bu Monica selaku owner kebetulan suka baca buku, jadi punya banyak koleksi buku. Akhirnya dipajang di sini,” kata Ade, manager Rumah Momo dalam perbincangan dengan detikTravel.


Monica, pemilik Rumah Momo, menyebut koleksi komik dan novel itu merupakan koleksi pribadi sejak duduk di bangku SMP. Adapun, koleksi permainan jadul yang ada ialah milik suaminya, Guna Wirawan.

Uniknya, traveler yang berkunjung ke Rumah Momo diperkenankan untuk membaca kumpulan komik dan novel yang ada. Sambil bersantap traveler akan ditemani dengan buku-buku jadul. Tapi, nggak boleh dibawa pulang, ya traveler.

“Untuk buku bisa dibaca di sini saja, tidak boleh dipinjam dan dibawa pulang. Jadi pengunjung bisa baca buku sambil makan atau ngopi,” ujar Ade.

Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar.Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

Ade menyebut pengunjung yang datang rata-rata bisa menghabiskan waktu hingga berjam-jam di sini. Bahkan sebagian besar pengunjung yang datang menghabiskan waktunya untuk membaca buku, nongkrong, dan membuat tugas.

Menghabiskan waktu berjam-jam di cafe unik ini tak akan terasa. Traveler disuguhkan dengan banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Mulai dari membaca komik dan novel yang hits seperti kisah Inuyasha, Doraemon, Dragon Ball, Sailor Moon, dan One Piece.

Traveler juga bisa mencoba berbagai permainan jadul seperti Nintendo yang ada di toilet Rumah Momo. Traveler juga dapat melihat koleksi kaset pita, pemutar musik Walkman, dan Tamiya yang pernah hits di era 90-an.

“Permainan yang ada di sini boleh dimainkan oleh pengunjung. Kami mempunyai beberapa permainan jadul. Di kamar mandi juga ada Nintendonya, jadi unik banget,” kata Ade.

Di sini traveler tak akan kehabisan spot foto dan ngonten. Menurut Ade, sebagian besar pengunjung yang datang pasti membuat konten. Beberapa spot terbaik untuk berfoto adalah di rak buku, rak mainan, dan outdoor.

Nggak cuma konsepnya yang unik, Rumah Momo juga menawarkan berbagai menu lezat yang wajib traveler cicipi. Roti bakar choco crunchy dan nasi ayam cabe garam menjadi menu andalan dari Rumah Momo.

Menu minuman yang wajib traveler cicipi di Rumah Momo adalah iced coffee yang beda zaman dan Selera Momo.

Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar.Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

“Menu unik kita adalah menu Selera Momo. Jadi setiap hari menu signature itu akan berubah sesuai dengan Selera Momo. Kalau pengunjung pesen menu Selera Momo, dia nggak bakal tahu minuman apa yang datang, karena minuman akan sesuai dengan selera dari Bu Monica atau dari anak bar,” kata Ade.

Keunikan Rumah Momo membuat banyak pengunjung yang penasaran dengan kafe yang satu ini. Setiap hari, kafe ini bisa dikunjungi oleh ratusan pengunjung yang ingin bersantap sambil membaca buku jadul yang ada.

Berlokasi di Jalan Drupadi III No.1A, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Rumah Momo buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 23.00 WITA.

Bagi traveler ingin bersantap sekaligus membaca buku-buku jadul lengkap dengan spot foto yang estetik. Rumah Momo adalah pilihan yang sip.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nggak Cuma Galeri Seni, Superlative Gallery Punya Kafe Mungil



Kuta

Traveler yang berkunjung ke Superlative Gallery nggak hanya bisa keliling menikmati karya seni dan berfoto. Di lantai dua traveler bisa menemukan sebuah kafe mungil untuk nongkrong.

Sejak 2021, di daerah Legian, Kuta, Bali memiliki sebuah destinasi wisata baru dengan suguhan seni digital. Superlative Gallery, galeri NFT pertama di Asia Tenggara, menyajikan 11.100 rangkaian NFT.

Superlative Gallery menjadi galeri indoor yang mewadahi seniman Indonesia dalam menggabungkan seni konvensional dan seni digital. Galeri yang satu ini cocok untuk traveler yang kepo dan ingin mempelajari lebih jauh karya-karya NFT.

Pada 5 Januari 2024 hingga 5 Februari 2024 ada suguhan pameran temporer. Yakni, solo exhibition dari salah satu seniman bernama Edi Bonetski dengan tajuk “Mata Garis”.

Galeri ini memiliki dua lantai yang siap traveler jelajahi. Lantai satu traveler bisa menemukan berbagai karya seni digital dan konvensional dari seniman Indonesia. Nggak cuma lukisan, traveler juga akan dibuat terpukau dengan banyak sudut dan spot foto yang instagramable.
Superlative Gallery ini juga menggunakan video mapping untuk menyuguhkan karya para seniman.

Jika traveler sudah lelah menjelajahi setiap sudut galeri, traveler bisa naik ke lantai dua dan ngopi santai di cafe mungil bernama Society Cafe. Tak lepas dari unsur seni, di cafe inipun traveler bisa melihat beberapa karya seni yang dipajang disekitar cafe.

Ikhsan Muttaqin, manager Superlative Gallery, menyebut hingga saat ini Society Cafe hanya menyediakan beverage, baik itu coffe based ataupun noncoffee.

“Untuk Society Coffe kita saat ini hanya menjual beverage, mulai dari coffe based hingga minuman yang manis, seperti coklat dan matcha, jadi belum ada makanan,” kata Ikhsan.

Beberapa menu minuman yang dapat traveler coba di Society Cafe, seperti society coffe, matcha, redvelvet, taro, coklat, caramel latte, vanilla latte, hazelnut latte, mochacino, americano, dan capucino.

Sesuai dengan namanya, menu andalan di cafe mungil ini adalah Society Coffee. Perpaduan kopi espresso dengan gula aren yang siap menemani traveler untuk menikmati keindahan seni di Superlative Gallery.

Ikhsan menyebut lebih dari 50% pengunjung yang datang ke Superlative Gallery pasti bersantai sambil ngopi di Society Cafe. Pengunjung yang membawa kopi masih diizinkan untuk berkeliling galeri, asal selalu menjaga kebersihan ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cantik Menawan… Kafe Penuh Bunga di Sanur



Jakarta

Di Sanur, Bali terdapat kafe yang dipenuhi bunga. Keistimewaan lainnya, kedai kopi ini berhubungan erat dengan angka sembilan.

Dari luar, kafe satu ini sudah memberikan kesan yang berbeda. Disambut dengan bunga bugenvil yang berwarna-warni, khas dari Neun Cafe. Saat memasuki kafe, traveler langsung disambut dengan ruangan berkonsep klasik luxury.

I Wayan Sudarma, general manager Neun Cafe, menuturkan bahwa nama Neun Cafe diambil dari Bahasa Jerman. Neun berarti sembilan. Segala hal yang berhubungan dengan Neun Cafe akan ada angka sembilan di dalamnya.

“Nama Neun itu diambil dari Bahasa Jerman yang berarti sembilan. Jadi layout restoran ini dari sudut ke sudut berjarak sembilan, lampu-lampu di sini juga berjumlah sembilan. Bahkan alamat kita juga nomor 9,” kata Sudarma.

Meskipun berada di Kota Denpasar, Neun Cafe menawarkan konsep yang klasik dengan suasana yang tenang. Itu bikin kafe tersebut cocok untuk bekerja atau hanya sekedar bersantap sembari menikmati indahnya bunga-bunga.

Nenun Cafe memiliki area semi outdoor. Traveler bisa memiliki tempat duduk di indoor maupun outdoor. Namun favorit pengunjung adalah area outdoor yang menghadap langsung ke area taman.

Selain kafe, Neun Cafe juga memiliki villa berkonsep klasik luxury villa. Lokasinya pun berdekatan dengan Neun Cafe. Meskipun baru berdiri sejak 2022, safe yang satu menjadi primadona bagi wisatawan yang sedang berwisata ke Bali.

Neun Cafe memiliki keunikan. Sudarma menyebut Neun Cafe memiliki ambiance kebun yang 60% hingga 70% dihiasi dengan bunga bugenvil yang berwarna-warni. Ini adalah spot foto favorit dari pengunjung, berfoto dengan latar belakang kebun bugenvil yang sedang bermekaran. Luar biasa cantiknya!

Nggak cuma taman, traveler juga bisa menikmati segarnya berenang di kolam renang Neun Cafe. Cukup berbelanja sekitar Rp 300 ribu untuk 3 hingga 5 orang. Kolam renang ini juga gak kalah estetik loh untuk jadi spot foto.

“Kita highlight bunga bugenvil ini. Rata-rata pengunjung yang datang, selain makan pasti berburu spot foto. Semua area di sini cocok untuk spot foto, tapi di taman bugenvil dan kolam renang itu favorit,” kata Sudarma.

Neun Cafe juga memiliki beberapa event yang siap mengisi waktu traveler, seperti live acoustic setiap hari Sabtu dan Minggu. Fasilitas yang ditawarkan pun nggak kalah juara, ada parkir yang luas, mushola, dan toilet.

Jika berkunjung ke Neun Cafe, traveler juga wajib mencicipi menu andalan dari cafe ini. Ada Balinese nasi rames ala neun cafe, nasi goreng jadoel, dan pizza. Untuk minuman traveler wajib mencicipi Macchiato Coffee, seger banget.

Nggak perlu khawatir, harga menu di Neun Cafe masih tergolong ramah di kantong. Menu makanan dibanderol dengan harga Rp 30 ribu hingga Rp 150 ribu dan menu minuman dibanderol dengan harga Rp 20 ribu hingga Rp 115 ribu.

Keunikan Neun Cafe membuatnya tak pernah sepi dari pengunjung. Sudarma mengaku bahkan Neun Cafe bisa full saat weekend datang. “Kalau weekend disini bisa full. Rata-rata pengunjung lebih dari 100 orang,” kata dia.

Jika traveler ingin menggelar perayaan spesial, bisa mengajukan reservasi melalui akun Instagram @neun.cafe.

Cafe estetik ini berlokasi di Jalan Duyung, Nomor 9, Sanur, Denpasar Selatan. Tak jauh dari pusat Kota Denpasar, berjarak 10 kilometer atau waktu tempuh sekitar 30 menit. Lokasinya pun mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat plus fasilitas parkir yang luas. Neun Cafe buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 21.00 WITA.

Kabar baiknya, Neun Cafe akan segera buka di daerah Ubud, loh. Pemandangan sawah digabungkan dengan konsepnya yang klasik. Pasti bakal estetik dan instagramable banget deh!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kafe Estetik di Tuban, Punya View Hutan Mangrove



Badung

Tak banyak yang tahu, kafe satu ini mempunyai view hutan mangrove yang cantik dan estetik. Namanya Koffietons Mangrove, Tuban.

Dari luar, kafe ini terlihat seperti kafe pada umumnya. Memiliki tema cozy yang didominasi dengan warna hitam dan tumbuhan hijau di depannya.

Meskipun berlokasi di kawasan Tuban yang ramai, Koffietons menawarkan suasana yang berbeda. Ketenangan yang berpadu dengan indahnya pemandangan hutan mangrove dapat traveler temui di sini.

Koffietons Mangrove, Tuban, Badung, BaliKoffietons Mangrove, Tuban, Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Memasuki kafe, traveler akan disambut dengan ramah oleh resepsionis kafe dan disajikan mineral water dingin dengan cuma-cuma. Konsepnya yang cozy modern dengan suasana yang tenang membuat Koffietons menjadi tempat favorit untuk nongkrong dan bekerja atau mengerjakan tugas.

Terdapat banyak pilihan tempat duduk. Namun tempat duduk yang paling menarik di Koffietons Tuban adalah tempat duduk yang menghadap langsung ke hutan mangrove. Lebatnya pohon mangrove dan ketenangan airnya akan membuat traveler betah berlama-lama di kafe ini.

Tak jarang spot ini menjadi spot favorit pengunjung untuk hunting foto yang kece. Bahkan harus berebutan untuk mendapatkan tempat duduk yang menghadap langsung ke hutan mangrove ini. Cuma ada empat kursi loh!

Koffietons Mangrove, Tuban, Badung, BaliKoffietons Mangrove, Tuban, Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Berlokasi di Jalan Bypass Ngurah Rai Tuban 33a-34b, Kabupaten Badung, Koffietons Tuban menawarkan pilihan menu beragam. Mulai dari kopi yang strong, kopi susu, hingga menu non kopi lainnya. Tidak lupa traveler juga bisa menikmati pilihan makanan ringan seperti Basque Cheese Cake dan makanan berat seperti Dory Sambal Matah.

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Untuk menu minuman mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu dan menu makanan mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 110 ribu. Koffietons Tuban buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 21.00 WITA.


Dengan segala yang disuguhkan oleh Koffietons Tuban, tidak mengherankan bahwa tempat ini menjadi idola bagi para penggemar kopi dan pecinta spot estetik. Atmosfer yang tenang, pemandangan yang menenangkan, serta hidangan yang menggugah selera, semuanya menyatu dalam sebuah paket komplit di kafe ini.

Jadi, bagi traveler yang lagi cari tempat nongkrong estetik dan nyaman, Koffietons Tuban adalah jawabannya. Ingat datang lebih awal ya, jangan sampai kehabisan spot terbaik di Koffietons Tuban.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nyaman Gallery, Pas buat Kerja, Pas buat Cuci Mata



Jakarta

Traveler pecinta seni bisa memasukkan kafe ini dalam daftar kafe wajib dikunjungi. Suasananya relatif sepi, di sini juga mempunyai koleksi karya seni.

Namanya Nyaman Cafe di daerah Seminyak, Bali. Kafe ini memiliki ratusan karya seni kontemporer dari 15 seniman lokal hingga mancanegara. Di sini traveler bisa menemukan berbagai karya seni berkonsep street art hingga mix media kolase. Selain itu, ada pula dekorasi vintage yang bikin makin betah.

Nyaman Gallery memiliki lima ruangan yang siap dijelajahi, dengan konsepnya yang unik, estetik, dan tentunya instagramable. Bahkan, setelah duduk, pengunjung bakal disuguhi gambar-gambar yang terselip di bawah meja kaca.

Icha, gallery staf Nyaman Gallery, menyebut tak hanya ngopi cantik di areal kafe, pengunjung juga bisa menikmati kopi sembari melihat-lihat karya seni yang ada di Nyaman Gallery.

“Kita punya kafe, jadi pengunjung bisa pesan makanan dan minuman. Mau nongkrong di areal outdoor sambil bawa kopi dari cafe juga boleh banget. Jadi bisa ngopi cantik sambil liat karya seni juga,” kata Icha.

Nyaman Cafe di Seminyak, BaliNyaman Cafe di Seminyak, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)
Nyaman Cafe di Seminyak, BaliNyaman Cafe di Seminyak, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Nyaman Cafe menyediakan berbagai macam menu, baik itu lokal maupun western, tentu dengan harga yang terjangkau. Menu favorit yang perlu dicoba adalah chicken teriyaki, chicken kemangi, dan mini croissant sebagai makanan penutup.

Untuk minuman, traveler bisa memiliki menu coffee maupun non coffee. Seperti milkshake, beer, smoothies, juices, coffee and tea. Harga menu di Nyaman Cafe berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 140 ribu untuk makanan dan Rp 25 ribu hingga Rp 55 ribu untuk minuman.


Nyaman Cafe buka setiap hari, mulai pukul 07.30 hingga 21.00 WITA.

Mau berkunjung ke galeri seni yang punya paket lengkap? Wajib coba ke Nyaman Gallery, bisa langsung ngopi cantik di Nyaman Cafe. Catat dulu, traveling kemudian!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

This Is Bali, Kafe di Ubud, Nyentrik dan Unik Sejak di Pintu Masuk



Ubud

Kafe nyentrik yang satu ini berada di Jalan Goutama, Ubud. Desainnya estetik dan mencolok dengan dominasi warna oranye.

Jika sedang berlibur di Ubud, traveler wajib mampir ke salah satu kafe yang sedang viral. Kafe itu namanya This Is Bali.

Oliver, pemilik This Is Bali, menyebut pemilihan nama kafe itu berawal dari kecintaannya terhadap Pulau Bali dan berbagai makanan tradisional yang ada di Pulau Dewata.

Dia memang amat mengagumi Bali dan menyebut Bali sebagai tempat yang kaya akan budaya, keindahan alam, dan kelezatan kulinernya. Makanya, dia betah tinggal di Bali. Sudah 10 tahun dia berada di sana.

“Saya sudah lama tinggal di Bali, dan mengagumi keindahan Bali terutama dari segi kulinernya. Akhirnya dipilih nama Bali, untuk menggabungkan antara kualitas, budaya, dan kelezatan kuliner dalam satu tempat, yaitu di This Is Bali,” kata Oliver.

Bangunan yang terlihat mencolok, dengan warna putih bercampur oranye membuat traveler mudah menemukan This Is Bali di antara puluhan bangunan di Jalan Goutama. Kesan estetik dan hangat menjadi kesan pertama saat traveler masuk ke kafe ini.

This is Bali, kafe nyentrik di Ubud, BaliThis is Bali, kafe nyentrik di Ubud, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Kafe yang baru dibuka selama delapan bulan ini memiliki dekorasi instagramable dengan sentuhan Bali yang terkesan modern. Oliver menceritakan konsep unik dari kafe ini. Ia ingin membuat sebuah kafe yang hangat dan nyaman bak rumah sendiri. Komplit dengan desain unik khas Bali dengan sentuhan modern.

“Di Ubud sudah banyak kafe, namun saya punya mimpi untuk membangun kafe seperti home sweet home. Tentu dikolaborasikan dengan konsep khas Bali dan western, mulai dari desain dan menu makanan,” ujar Oliver.

Di sini traveler akan menemukan tempat duduk yang dibuat dengan konsep anti mainstream. Dari bentuk yang tidak simetris hingga ada yang dibuat bak melayang di udara.

Memiliki desain yang unik nan estetik membuat This Is Bali juga menjadi spot yang sip untuk berburu foto instagramable. Oliver menyebut, sebagian besar pengunjung pasti mengabadikan momen ketika berkunjung ke kafe ini. Tempat duduk yang dibuat melayang menjadi salah satu spot favorit pengunjung di This Is Bali.

Soal menu makanan, This Is Bali memadukan menu khas Bali dan western. Mulai dari dessert, signature bowls, hingga minuman yang siap menggoyangkan lidah.

Beberapa menu favorit khas This Is Bali yaitu Real Balinese Bowl, Coconut Brownies, dan Refreshing Tangerine. Semua menu dibanderol dengan harga mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 97 ribu.

This Is Bali juga menghadirkan pengalaman unik bagi traveler ketika ingin memesan menu. Traveler akan diberikan kartu dan sebuah stempel yang berisi beberapa pilihan menu dessert di This Is Bali.


This is Bali, kafe nyentrik di Ubud, BaliThis is Bali, kafe nyentrik di Ubud, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Step 1, traveler diminta untuk mengambil selembar kartu. Step 2, traveler wajib memilih dessert yang ingin dipesan. Setelah menentukan pilihan, traveler bisa langsung menstempel menu pilihan di atas kartu. Unik ya!

Karena tempatnya yang estetik dan menunya yang tak kalah lezat membuat kafe ini selalu ramai. Setiap harinya, This Is Bali bisa dikunjungi lebih dari 100 orang.

Oliver juga menyarankan untuk traveler yang ingin berkunjung bisa melakukan reservasi terlebih dahulu agar tak kehabisan kursi. This Is Bali buka setiap hari, mulai pukul 12.00 hingga 23.00 WITA.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Akasa Specialty Coffee, Tempat Ngopi di Atas Awan dengan View Gunung Batur



Kintamani

Satu lagi tempat ngopi yang estetik di daerah Kintamani, Bangli. Di tempat ini, traveler bisa menyeruput segelas kopi dengan bonus pemandangan awan bergumpal-gumpal dan Gunung Batur. Cantik banget!

Lagi berlibur di daerah Kintamani, traveler wajib menyambangi kafe estetik yang jadi primadona warlok Bali. Namanya Akasa Specialty Coffee. Berlokasi di Jalan Raya Penelokan No.777, Batur Tengah, Kintamani, Bangli.

Putu Martawan, operasional sekaligus executive chef Akasa Specialty Coffee, menyebut nama kafe itu terinspirasi dari nama anak dari sang owner, yakni Akasa. Kafe itu mulai beroperasi sejak 27 Maret 2019 atau sebelum pandemi.

Anita, owner Akasa, mempelajari berbagai hal tentang kopi dari sang nenek.

Akasa Specialty Coffee di Kintamani, BaliAkasa Specialty Coffee di Kintamani, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

“Akasa berdiri sejak 27 Maret 2020. Berdiri atas dasar inspirasi owner dari sang nenek yang merupakan pengepul kopi. Akhirnya, owner belajar tentang kopi dan mencoba peruntungan membuka coffee shop di Kintamani. Menggunakan nama sang anak, yaitu Akasa,” kata Martawan.

Akasa menjadi salah dua coffee shop pertama di daerah Kintamani. Martawan menyebut Akasa menjadi salah satu kafe unik yang berada di kawasan Kintamani. Bahkan banyak pengunjung yang kaget dengan kecantikan interior Akasa.


Akasa Specialty Coffee di Kintamani, BaliAkasa Specialty Coffee di Kintamani, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Kecantikan interior dengan pemandangan lautan awan dan Gunung Batur yang memukau membuat Akasa sempat viral di sosial media. Martawan menyebut, saat viral Akasa melakukan pelebaran kapasitas dan menambah beberapa spot estetik.

Inspirasi desain interior Akasa yang unik mengangkat konsep perpaduan antara warna terakota dan hitam yang menghadirkan atmosfer yang nyaman dan cozy bagi para pengunjungnya. Beberapa spot unik yang bisa traveler temukan seperti spot sangkar burung hingga jembatan kaca dengan latar belakang Gunung Batur.

“Tempat yang jadi rebutan saat ini itu tempat duduk yang dekat dengan jembatan kaca. Karena dari sini pengunjung langsung bisa dapet pemandangan Gunung Batur plus spot foto estetik,” ujar Martawan.

Akasa Specialty Coffee buka mulai pukul 05.30 hingga 19.00 WITA saat weekdays dan 05.30 hingga 20.00 WITA saat weekend. Karena menjadi spot yang oke untuk berburu sunrise, Martawan menyebut, Akasa sudah dipadati pengunjung sejak pukul 05.00 WITA.

Tak hanya menikmati keindahan sunrise di pagi hari. Martawan menyebut dari Akasa traveler juga bisa menikmati keindahan sunset, melihat perubahan warna langit dan turunnya lautan awan di daerah Kintamani.

“Rata-rata orang kesini untuk sunrise, tapi jarang orang tau kalau dari Akasa juga bisa menikmati keindahan sunset. Perubahan warna langit dan turunnya awan hingga menutup Gunung Batur,” katanya.

Menu Akasa Specialty Coffee sudah tak perlu diragukan lagi. Menurut Martawan Akasa selalu melakukan pembaharuan menu setiap empat hingga lima bulan, untuk mengikuti trend pasar. Jika berkunjung, traveler wajib mencoba beberapa menu favorit pengunjung, seperti Nasi Bakar Pindang Sambal Bongkot dan Crispy Chicken Chili Paste. Harga menu makanan di Akasa berkisar antara Rp 38 ribu hingga Rp 85 ribu.

Untuk menu kopi, Akasa menggunakan 100% arabika dengan konsep “from farm to cup”. Traveler wajib mencoba perpaduan coffee dengan sari buah. Signature menu Akasa, seperti Sunkissed coffee hingga stromso. Harga menu minuman di Akasa berkisar antara Rp 19 ribu hingga Rp 59 ribu.

Akasa Speciality Coffee menjadi salah satu tempat yang wajib traveler kunjungi jika ingin menjauh dari hiruk pikuk perkotaan. Menghadirkan konsep “Second Home”, Akasa memberikan kenyamanan, dengan bonus view lautan awan dan Gunung Batur yang cantik. Jika traveler kedinginan, Akasa sudah menyediakan selimut. Semua tempat duduknya pun sudah dilengkapi dengan sofa, sehingga membuat ngopimu semakin nyaman.

Akasa Specialty Coffee di Kintamani, BaliAkasa Specialty Coffee di Kintamani, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Martawan mengungkap Akasa tak memberlakukan sistem reservasi atau booking, melainkan sistem first come first service. Setiap harinya, Akasa Speciality Coffee bisa dikunjungi 150 hingga 175 pengunjung dan meningkat dua kali lihat saat weekend atau hari libur.

Beberapa fasilitas yang disediakan oleh Akasa Speciality Coffee yang dapat traveler nikmati seperti parkir yang luas hingga toilet estetik dengan view gunung.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Weekend di Denpasar, Mampirlah ke Kebun Tengah Kota yang Estetik Ini



Denpasar

Bron Cafe Renon bisa menjadi salah satu spot untuk jeda sejenak dari hiruk pikuk keramaian Kota Denpasar, Bali. Singgah ke sana, traveler dapat menikmati kebun di tengah kota yang cukup rimbun.

Denpasar dikenal sebagai surganya tempat hangout. Namun di tengah keramaian, ada nuansa tenang yang tersaji di Bron Cafe Renon.

Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Masuk ke tempat tersebut, traveler akan melewati gerbang khas bali dengan ornamen ukiran kayu. Masuk lebih dalam, traveler akan menemui nuansa rimbun dari pepohonan dan arsitektur tradisional yang mengakar. Berbagai ornamen kayu dan tembikar yang mendominasi berbagai ornamen kafe menambah kesan autentik.


“Jadi kalau untuk konsepnya sendiri itu kita mengambil konsep yang ramah lingkungan Itu sih yang kita ambil. Jadi kita mengambil konsep bata sama kayu digabung biar cocok juga sama konsep kita yang kebun tengah kota gitu,” ujar Marketing Bron Cafe Putri Hayatunnufus saat ditemui detikTravel, Jumat (8/11/2024).

Tak hanya itu, ada pula area kolam ikan dan jalan setapak di atas kolam. Itu membuat suasana asri semakin kuat. Setelah melewati area kolam, traveler akan tiba di area taman semi terbuka. Terdiri dari area rerumputan, pepohonan, hingga beberapa tempat duduk santai.

Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Dalam pantauan detikTravel, terdapat area outdoor hingga indoor di kafe tersebut. Karenanya, tempat itu layak digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti nongkrong hingga bekerja dari kafe atau work from cafe.

Berbagai tanaman pun menghiasi tempat ini. Terlihat banyak pohon kamboja hingga beberapa pohon pakis Brazil menjulang tinggi.

“Jadi untuk konsepnya sendiri itu kita mengambil konsep kebun tengah kota. Itu karena kita berada di tengah kota yang juga ramai, habis itu mungkin panas, terus juga sibuk lah. Jadi kita ngambil konsep itu agar tamu-tamu yang ke sini merasa fresh. Apalagi ada tanaman, Terus di sini kan juga adem jadi biar mereka bisa refreshing, biar mereka lupa hiruk pikuk kayak gimana,” jelas Putri.

Selain itu, kafe tersebut juga ramah dengan berbagai kebutuhan pengunjung. Mereka menerapkan kebijakan pet friendly dan child friendly. Terdapat playground yang dapat menjadi spot hiburan bagi pengunjung cilik.

Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Tak sekedar menjadi cafe dan taman di tengah kota, Bron Cafe Renon juga terbuka untuk berbagai kebutuhan pengunjung. Misalnya saja untuk kegiatan keluarga ataupun komunitas. Putri mengeklaim tempat itu dapat menampung sekitar 200 tamu sekaligus.

“Kalau untuk jadi pembedanya Kita ke Pet friendly karena kan jarang juga untuk cafe yang pet friendly. Juga service yang kita berikan sepenuh hati biar tamu juga merasa kangen. Terus ada banyak tempat yang bisa untuk coworking space Jadi kita ada tiga ruangan itu ruangan meeting juga bisa dipakai coworking space. Abis itu kalau mau ada Birthday, Intimate atau segala macam Itu bisa dipakai di sini,” tutur Putri.

Nantinya, Bron Cafe juga akan menjadi tuan rumah dari event Jelajah Lensa Bali yang diselenggarakan detikcom dengan berkolaborasi bersama Iqos pada Sabtu (9/11/2024). Dalam acara tersebut, traveler akan diajak menyelam lebih jauh tentang strategi membuat konten audio-visual yang menarik untuk sosial media.

Selain dapat nongkrong estetik, ilmu yang didapatkan dari pelatihan tersebut pun rasanya dapat langsung diterapkan di tempat itu. Jadi, tertarik berkunjung dan ikutan?

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com