Tag Archives: kafe di jakarta

5 Rekomendasi Kafe di Ashta District 8, Pernah Berkunjung?


Jakarta

Ada sejumlah kafe “kelas dunia” di Ashta District 8 yang dapat kamu datangi saat berkunjung ke sana. Kafe ini menyuguhkan beragam menu dengan cita rasa yang menggugah.

Ashta District 8 jadi pusat perbelanjaan yang memiliki konsep berbeda dari mall lainnya di Jakarta. Mall ini memiliki arsitektur bangunan yang menakjubkan dengan banyak spot menarik yang dapat dijadikan latar berfoto aesthetic.

Terletak di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Ashta District 8 termasuk mall hits yang selalu ramai pengunjung. Berbagai toko ritel sampai kafe instagramable bisa ditemukan di sini.


Kalau kamu sedang main ke Ashta District 8, ada beberapa kafe dunia yang terkenal dan cocok jadi tempat nongkrong lho. Kafe-kafe ini menawarkan sejumlah menu lezat mulai dari kopi hingga camilan yang dapat kamu cicipi. Ada kafe apa saja?

Kafe Enak di Ashta District 8

Berikut sejumlah kafe kenamaan dunia di Ashta District 8 yang bisa banget kamu kunjungi:

1. % Arabica

Merek kopi % Arabica asal Jepang membuka gerainya di Ashta District 8 sekitar 2021 lalu. Kafe ini terkenal dengan racikan jenis kopi arabikanya.

% Arabica menawarkan kopi single origin. Menu minuman kopi lain yang dapat ditemukan yakni latte, cappuccino, macchiato, hingga americano. Segelas latte dengan latte art yang cantik jadi andalan di kafe ini.

Kafe yang identik dengan nuansa putih dan desain minimalis ini juga menyediakan menu es krim lembut dengan pilihan rasa matcha dan latte.

2. Café Kitsuné

Café Kitsuné juga dapat kamu temukan di Ashta District 8. Coffee shop ini merupakan perpanjangan dari merek fashion Maison Kitsuné yang mengawinkan unsur Paris dan Tokyo.

Segelas latte di kafe ini terbuat dari kopi arabica house blend yang berasal dari Brasil dan Jepang. Latte art yang diberi tambahan tulisan Café Kitsuné jadi tampilan ikonik dari coffee shop ini.

Selain minuman kopi latte, di sini tersedia juga kue, dessert, sandwich, pasta, salad, dan aneka hidangan lain yang punya rasa bintang lima.

3. The Coffee Academics

Berasal dari Hong Kong, The Coffee Academics menyuguhkan minuman kopi yang nikmat. Ada espresso, long black, latte, hingga cappuccino. Varian biji kopi dari berbagai penjuru dunia juga dapat kamu temukan di sini.

Hidangan yang tersedia di sini komplet. Ada menu sarapan, starter, main course, pizza, sampai pastry dan dessert. Aneka makanan lezat yang ada termasuk hidangan ala Western dan lokal.

4. Chicha San Chen

Kafe minuman asal Taiwan Chicha San Chen juga hadir di Ashta District 8. Merek minuman yang memenangkan sertifikat setara dengan standar Michelin 3-star ini menawarkan aneka minuman teh dengan topping boba yang menyegarkan.

Di sini tersedia berbagai teh mulai dari oolong tea, green tea, black tea, hingga high mountain pouchong tea. Selain minuman berbasis teh, ada minuman manisa lain juga yang dapat dicicipi. Dan tentunya berbagai topping tambahan bisa dipilih.

5. Paris Baguette

Terdapat pula outlet cafe-bakery asal Korea Selatan, Paris Baguette di mall Ashta District 8. Konsep kafe bercita rasa Perancis ini menyajikan aneka fresh-baked pastry, roti, kue, dan minuman segar.

Selain itu, tersedia juga menu brunch, main course, salad, sup, pasta, hingga makanan ringan yang rasanya juara.

Nah, itu dia sederet kafe kenamaan dunia yang ada di Ashta District 8. So, apakah kamu pernah ke salah satu kafe di atas?

(azn/fds)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Ide Nongkrong di Jakarta: Main di Blok M



Jakarta

Blok M seperti kembali ke masa jayanya dulu, menjadi tempat nongkrongnya anak-anak muda gaul di Jakarta. Sekarang, di Blok M, apa yang kamu cari, semuanya ada di sini.

Jika menari lokasi kumpul yang mudah dijangkau transportasi umum, banyak pilihan dan bisa menyesuaikan kantong, mungkin yang terlintas dalam pikiran kaula muda adalah Blok M. Semua moda transportasi umum di Jakarta bisa menjangkau kawasan Blok M.

Mulai dari MRT (bisa turun di Stasiun Blok M atau ASEAN), KRL (turun di Stasiun Kebayoran, lanjut dengan Transjakarta atau ojek online), dan Transjakarta (turung di Halte Blok M atau CSW).


Nah, detikcom telah merangkum nih, pilihan nongkrong di Blok M yang bisa kamu pilih untuk liburan Natal dan Tahun Baru.

1. Taman Literasi

Seputar Taman Literasi Blok M: Info Lokasi dan Cara BerkunjungTaman Literasi Blok M Foto: Yasmin Nurfadila/detikTravel

Berkumpul di Taman Literasi bisa nih bersama teman-teman. Di sana ada perpustakaan, area outdoor lengkap dengan bangkunya, hingga pilihan kafe. Kamu bisa pilih, mau gratis menikmati MRT bolak-balik dan menunggu senja atau bercengkerama di salah satu tenant di sana. Baca buku juga asyik.

Di sini ada toilet, dan ruang salat. Jadi berlama-lama di sini nyaman kok.

2. M Bloc Space

Suasana berwisata di Mbloc Space.Suasana berwisata di Mbloc Space. Foto: Rengga Sancaya/detikcom

Dulunya, M Bloc Space merupakan komplek perumahan tempat pegawai Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dan gedung tempat produksi uang. Pada tahun 2019, dialihfungsikan sebagai creative hub.

M Bloc Space juga memiliki sejumlah tenant makanan. Di antaranya ada Suwe Ora Jamu, Tokyo Skipjack, Titik Temu Coffee, hingga Kedai Tjikini, Mr. Roastman, Chickro, Tokyo Skipjack, hingga Retavvu Deli.

Di sini juga ada galeri seni dan beragam event menarik yang digelar. Coba saja cek media sosialnya untuk informasi ya.

3. Uma Oma Cafe

Uma Oma Cafe di Blok M, Jakarta SelatanUma Oma Cafe di Blok M, Jakarta Selatan (Syanti Mustika/detikcom)

Sesuai dengan namanya, saat masuk ke sini kamu akan disambut oleh nenek-nenek berwajah ceria menyapa dan membukakan pintu. Kafe sekaligus restoran ini terdiri dari tiga lantai.

Tak hanya dilayani oleh oma-oma, kafe pun didekorasi senyaman mungkin dengan beragam pernak-pernik yang khas sekali dipunyai oleh nenek-nenek. Seperti, rantang makanan, porselen yang menghiasi dinding, hingga karpet khas ruang tengah untuk kumpul-kumpul.

Operasional Kafe Uma Oma pada Senin-Jumat, mulai pukul 10.00 WIB-22.00 WIB. Sedangkan saat weekend buka mulai 09.00 WIB-22.00 WIB.

Terkait momen libur Natal dan Tahun Baru, Uma Oma tetap buka. Jadi traveler yang sedang mencari rekomendasi tempat untuk kumpul keluarga di momen liburan, Uma Oma bisa jadi pilihan.

Harga makanan di sini mulai dari Rp 20 ribuan, dan minuman mulai dari Rp 10 ribuan.

4. Kafe Sunyi

Kafe Sunyi di Kebayoran Baru, Jakarta SelatanKafe Sunyi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Syanti Mustika/detikcom)

Kafe ini berada di Jalan Barito no 31, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lokasinya hanya 15 menit berjalan kaki dari Halte Busway CSW atau MRT Blok M. Kafe ini dekat Taman Ayodia.

Kafe ini memperkerjakan rekan-rekan tuli sebagai pekerjanya, jadi untuk memesan kamu harus menggunakan bahasa isyarat. Nanti ada kok panduan cara memesan. Jadi kamu bisa sekalian belajar dan berinteraksi dengan pekerja di sini.

Kamu tak usah khawatir, jika tidak bisa langsung menggunakan bahasa isyarat. Kamu bisa menggunakan bahasa tubuh atau gerak bibir. Atau lebih mudahnya tuliskan saja dalam note ponsel mu ingin memesan apa atau butuh apa. Lalu, tunjukkan kepada pekerja di sini.

Kafe ini juga ramah disabilitas. Selain bahasa isyarat, tempat ini juga ramah bagi pengguna kursi roda karena ada jalan khusus menuju ke dalam kafe. Juga beberapa penunjuk arah, seperti pemesan dan toilet tersedia dalam huruf Braille.

Teruntuk harga makanan dan minuman mulai dari Rp 20 ribuan. Untuk jam operasional Minggu-Kamis 09.00 WIB-22.00 WIB, sedangkan Jumat-Sabtu pukul 09.00 WIB-23.00 WIB.

5. Berburu kuliner di aneka restoran Jepang

Banyak restoran Jepang yang bisa kamu temukan di kawasan Blok M Square dan kamu akan melihat kedai-kedai yang terapat lampu lampion di depannya.

Kamu bisa pilih, mau makan ramen, takoyaki atau produk-produk Jepang bisa juga kok. Beberapa resotran yang bisa kamu datangi diantaranya Little Tokyo Blok M, Kaihomaru, Futago Ya, Kira-kira Ginza dan lainnya.

Nah yang ingin berbelanja produk Jepang datang saja ke supermarket Papaya Fresh ya.

6. Makan gultik dan nasi bebek Madura

Kawasan Bulungan Blok M terkenal dengan kuliner gultiknya. Salah satu yang terkenal adalah Gultik Barito atau populer dengan sebutan Gultik Stiker yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki sekitar 8 menit dari Blok M Plaza. Lokasi tepatnya di dekat Taman Ayodya, Jl. Melawai Raya No No.189 A2. Gultik ini dijajakan Pak Yanto sejak tahun 2000.

Lalu, mengarah ke GOR Lapangan Bulungan, mulai sore hari ada sebuah gerobak motor yang jadi incaran foodies. Di depan gerobaknya terpajang spanduk bertuliskan ‘Nasi Bebek Extra Pedas Mbak Ru’ah’.

Seporsi nasi bebek goreng dengan siraman bumbu hitam khas Madura jadi menu andalan di sini. Harganya Rp 20.000 dengan porsi yang mengenyangkan.

7. Kuliner Korea di Nolda Pocha

Kamu yang suka nonton drama Korea pasti sering melihat warung tenda yang buka saat malam hari. Nah, nuansa itu bisa kamu rasakan di Melawai, tepatnya di Nolda Pocha.

Menu-menu yang disajikan antara lain adalah tteokbokki, clams ramyeon, korean fried chicken, hingga soju tanpa alkohol yang disebut solju. Menu di sini ramah Muslim kok, karena semua makanan di sini sengaja dibuat untuk semua kalangan dan mereka tak menyediakan menu babi dan alkohol.

Untuk harga menu di sini terbilang terjangkau karena satu porsi makanan bisa dinikmati beramai-ramai. Harganya mulai Rp 19 ribu – Rp 120 ribu.

Nolda Pocha Melawai buka setiap hari dengan jam operasional Senin – Kamis pukul 15.00 – 22.00 WIB dan Jumat – Minggu 15.00 – 24.00. Pengunjung dapat melakukan reservasi langsung di lokasi mulai pukul 14.30 WIB.

8. Berburu kuliner viral

Banyak tempat viral yang disebutkan di TikTok. Mulai dari yang manis-manis sampai makanan berat. Sebut saja Claypot Popo, Haka Dimsum, Kopi Tuku, Filosofi Kopi, Bakmi Joh Melawai, Kedai Rukun Yakarta dan banyak lagi.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Main ke Condet, Ada Kafe Cantik di Pinggir Sungai Ciliwung



Jakarta

Main ke Condet, Jakarta Timur ada kafe cantik yang bisa dijadikan tempat ngumpul pas tahun baru 2024. Kafe ini memiliki pohon rindang dan berada di pinggir Sungai Ciliwung.

Nama kafe ini adalah Sudut Timur. Lokasinya berada di Jl Eretan II No.101, Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Bisa dibilang tempat ini hidden gem, karena tersembunyi. Traveler perlu melewati jalan kecil untuk menjangkau kafe ini.

Sudut Timur pertama kali dibuka pada awal tahun 2022. Berkonsep alam, kafe ini mencuri atensi muda-mudi Jakarta, khususnya di wilayah Jakarta Timur.


“Awalnya kami ingin membuat hidden gem, jadi spot nongkrong anak-anak muda. Namun, seiring berjalannya waktu ternyata ramai juga pengunjung keluarga yang datang. Akhirnya, kami juga sediakan baby chair untuk kenyamanan,” ujar Reza, manager Sudut Timur kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Sudut Timur di Condet, Jakarta TimurSudut Timur di Condet, Jakarta Timur Foto: (Syanti Mustika/detikcom)
Sudut Timur di Condet, Jakarta TimurSudut Timur di Condet, Jakarta Timur (Syanti Mustika/detikcom)

Reza menambahkan Sudut Timur mempunyai nuansa yang tidak bisa ditemukan di kafe-kafe lain di Jakarta. Karena, lokasinya berada di tepi Sungai Ciliwung.

“Nuansa kita nature, dan awalnya memang ingin ada suasana yang beda untuk ngopi di Jakarta karena tidak semua tempat punya suasana seperti di sini. Berada di pinggir sungai, juga banyak pohon,” dia menambahkan.

Saat traveler memasuki kawasan kafe, nuansa rindang memang terasa karena ada pohon besar dan banyak tanaman yang tumbuh di sekitarnya. Lokasinya, benar-benar ada di pinggir Sungai Ciliwung.

“Demi kenyamanan tamu, kita punya beberapa fasilitas seperti musala, toilet, tempat parkir, WiFi dan colokan di setiap bangku. Tempat kita sangat mendukung untuk work from cafe,” ujar Reza.

Saat berada di Sudut Timur, traveler akan merasakan nuansa berbeda semenjak pertama kali masuk. Traveler langsung disambut oleh terowongan kecil yang diselimuti oleh tumbuhan rambat. Beberapa langkah kemudian, kamu akan menemukan teras yang memiliki tangga untuk menurun ke bawah.

Ya, kafenya tertata dalam bentuk berundak-undak. Dari tangga turun, kamu bisa melihat deretan bangku dan meja yang tersusun sedemikian rupa. Selain itu, banyak pohon dan tanaman yang menghiasi tembok dan lahan kafe.

Sudut Timur di Condet, Jakarta TimurSudut Timur di Condet, Jakarta Timur (Syanti Mustika/detikcom)

Di sini ada bangku untuk outdoor, indoor dan semi outdoor. Jadi tinggal pilih nih, mau menikmati nuansa dari ruangan ber-Ac atau duduk-duduk di bangku meja yang rimbun di bawah pepohonan.

Mau datang berdua, berempat, atau lebih ramai ladi, traveler bisa kok pilih meja sesuai kebutuhan. Tempat ini juga instagramble, banyak spot foto yang bisa diburu.

detikcom datang ke sana saat sore dan merasakan nuansa perubahan dari sore ke malam. Nyala lampu sejak petang hingga malam menambah nuansa di sini serasa bukan di Jakarta. Sendu dan nyaman.

Sudut Timur di Condet, Jakarta TimurSudut Timur di Condet, Jakarta Timur Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Semakin malam, semakin banyak pengunjung yang datang. Apalagi, saat itu malam minggu.

“Kita setiap malam minggu ada live music,” kata Reza.

Untuk makanan dan minuman, harganya pun mulai dari Rp 10 ribu-Rp 50 ribuan. Traveler bisa pilih, mau minum kopi atau non kopi, mau cemilan atau makanan berat, semua tersedia dan banyak pilihan.

“Adapun menu favorit kita yaitu Nasi Goreng Sei Sapi dan minumannya Hazelnute Chocolate. Kita buka setiap pukul 12.00 WIB-23.00 WIB, setiap hari, Senin-Minggu,” ujar Reza.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kafe Nyentrik di Tengah Pasar Loak Kebayoran Lama



Jakarta

Kafe yang satu dengan berada di area Jakarta Selatan, bernama Kampoeng Gallery. Lokasinya berada di tengah pasar loak Kebayoran Lama.

Kafe ini jadi titik temu para muda-mudi yang ingin menghabiskan waktu usai kuliah, bekerja, atau bahkan memang jadi tujuan utamanya. Kesan nyentrik jadi pengalaman pertama saat masuk ke sini karena ornamen barang bekas-antik yang jadi pembeda kafe.

Di sini terdapat buku, lukisan, patung, furniture, dan masih banyak lagi. Barang-barang tersebut merupakan kepemilikan dari sang empunya cafe, Ivan Moningka.


Dia mengakui kalau barang-barang yang ada di sini merupakan hasil dari hobinya backpackeran. Dari perjalanannya ini, Ivan kerap membeli beberapa barang yang menurutnya unik dan menarik untuk dikoleksi.

“Awalnya sih hobi karena gue punya hobi ngumpulin barang-barang bekas ‘barang-barang sampah’ ya,” ujar Om Ivan sapaan akrabnya kepada detikTravel, Selasa (21/5/2024).

Kampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran LamaKampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran Lama (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Dari kesenangannya terhadap barang-barang yang dianggap oleh segelintir orang sebagai sampah ini, ia memiliki sudut pandang yang berbeda. Mulanya tempat nongkrong yang kini bernama Kampoeng Gallery pertama kali buka pada 2010 lalu dan berjalan dengan segala terpaannya hingga saat ini.

Saat berkeliling melihat seluk-beluk tempat ini, seakan masuk ke dalam lorong waktu pada era masa lalu. Barang-barang jadul yang ia miliki sudah tak terbilang, Om Ivan pun bingung saat menerka berapa jumlah pasti barang yang dipajang di tempatnya ini.

Mula gandrungnya ia terhadap barang-barang seperti ini adalah ketika ia mencari rilisan-rilisan musik dari band kesukaannya. Dahulu saat Om Ivan masih duduk dibangku sekolah untuk mencari barang seperti itu masih terbilang sulit dan juga mahal, alhasil ia mencari alternatif untuk mencari ke pasar loak.

“Terpaksa gue harus mencari ke tukang loak, itu menjadi alternatif. Ternyata pas di tukang loak di luar ekspektasi gue, ternyata di sana bukan hanya ada kaset dan vinyl doang tapi juga gue dapat kaos, aksesorisnya,” kata dia.

Sembari menikmati sajian singkong goreng dan es jeruk, Om Ivan menuturkan bahwa pasar loak baginya bak surga harta karun. Semua barang yang ia idamkan selama itu nyatanya tersedia ditumpukan-tumpukan barang bekas, pertama kalinya Om Ivan mencari barang-barang adalah di Pasar Loak Jatinegara atau terkenal dengan Pasar Jembatan Item.

Kampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran LamaKampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran Lama (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Gue pertama kali ke (pasar) loak itu di Jatinegara, ternyata di situ surganya barang-barang yang gue butuhin ada di situ. Akhirnya gue rajin ke situ jadi kaya hobi hampir tiap hari kalau selama gue punya uang dan itu sampai sekarang masih terus (ke pasar loak),” kata Ivan.

Hingga sekarang tempat Om Ivan ini dijejali oleh barang-barang yang bikin mata terpukau, koleksinya pun jika ada yang berminat untuk meminangnya akan dengan senang hati dikeluarkan oleh Om Ivan. Sedang asik bercengkrama, tetiba ada salah satu pengunjung yang menunjukan berapa harga buku dan kaleng jadul miliknya.

Untuk masalah harga Om Ivan tak mematok harga selangit seperti barang-barang jadul lainnya. Karena menurutnya dengan harga yang murah bisa menjadi daya tarik untuk tempatnya dan juga ia tak mau orang lain kesulitan mendapatkan barang yang diinginkan seperti dulu ia ingin memiliki barang tertentu.

Harga makanan dan minuman di tempat Om Ivan ini juga sangat murah, untuk harga minuman pun dimulai dari hari Rp 5.000 – 35.000 saja. Dan untuk makanan tak hanya cemilan saja, di sini juga terdapat makanan berat yang dibanderol mulai dari harga Rp 15.000.

Kampoeng Gallery terletak di kawasan Pasar Loak Kebayoran Baru dekat Masjid Al Huda, memang tak ada plang jelas masuk lewat mana. Patokan pasnya adalah terdapat Warung Madura berwarna hijau, tak jauh dari situ ada gang dan kamu bisa langsung masuk untuk singgah dan ngopi-ngopi atau bahkan sekadar melihat barang-barang jadul di tempat ini.

Buka setiap hari mulai dari jam 11.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Salah satu pengunjung yang kerap datang adalah Ray Farsha Anindito, ia bersama teman-temannya sering menjadikan tempat ini sebagai tempat untuk mengisi waktu luang disela-sela jam kuliah atau sehabis jam kuliah.

“Sering, gua (pertama kali ke tempat ini) dari tahun 2020. Gua pertama kali tau tempat ini karena eksplor di depan kan ada pasar loak terus masuk ke sini karena penasaran ternyata ada cafe di dalamnya. Dan udah jadi nyaman di sini, tempatnya enak, cozy,” dia menjelaskan.

Di Kampoeng Gallery juga tak usah khawatir buat kamu yang merupakan kaum cashless karena di sini bisa melakukan pembayaran cash maupun cashless. Jadi penasaran sama tempat ini?

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pos Bloc Jakarta Pas buat Nongkrong Bareng Teman, Cocok buat Me Time



Jakarta

Jakarta Pusat memiliki banyak bangunan tua yang bersejarah, salah satunya Gedung Filateli yang kini dikenal sebagai Pos Bloc. Gedung itu dialihfungsikan menjadi sebuah tempat nongkrong dan creative hub di area Jakarta Pusat.

Akhir pekan memang waktu yang tepat untuk nongkrong dan tempat yang pas merayakan hal tersebut adalah di Pos Bloc. Selain tempatnya yang luas, banyak tenant-tenant yang menjajakan kuliner untuk menemani momen nongkrong.

Sejak diresmikan pada 2021, Pos Bloc menjadi salah satu tempat hits yang bisa kamu datangi. Ada banyak spot yang bisa kamu gunakan untuk nongkrong, mulai dari area outdoor, indoor sampai di dalam kafe-kafe yang berada di area Pos Bloc ini.


Pos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta PusatPos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Berbagai kuliner juga bisa kamu nikmati di sini, salah seorang pengunjung yang datang bersama rombongannya adalah Nadia. Ia dan teman-temannya itu memang sudah beberapa kali datang ke sini.

Nadia bilang kalau Pos Bloc tempat yang pas buat menikmati waktu bareng sahabat.

“Iya ini bareng teman-teman datang ke sini karena tempatnya enak buat nongkrong, luas, terus banyakan makanan di sini,” kata Nadia kepada detikTravel, Minggu (2/6/2024).

Banyaknya kafe jadi bikin tak repot lagi saat perut keroncongan, harga makanan-minuman di sini pun masih terjangkau. detikTravel pun selagi berjalan-jalan di dalam Pos Bloc membeli segelas es kopi regal yang dibanderol harga Rp 25.000.

Yang menariknya lagi, di Pos Bloc ini tak hanya ada sajian kuliner, tetapi juga ada toko buku yakni Patjar Merah. Traveler yang ingin membeli atau sekadar melihat dan membaca buku bisa langsung datang ke sini.

Selain jadi tempat yang pas buat nongkrong bareng sahabat, banyak juga dari pengunjung yang menjadikan Pos Bloc sebagai tempat mereka me time. Memang ketika weekend atau hari libur tempat ini akan dibanjiri oleh pengunjung tapi kalau kamu datang di hari-hari biasa, tempat ini akan menyuguhkan suasana yang berbeda.

Tak begitu ramai dan juga berisik, semua akan sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang sedang membuka laptop, ada yang membaca buku, dan bahkan ada yang terlelap bangku-bangku sudut ruangan.

Pos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta PusatPos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Dulu, Pos Bloc merupakan Kantor Pos dan menjadi Pos Bloc pada 2021. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan tidak ingin Pos Bloc sekadar jadi bagian dari masa lalu, tetapi harus bisa dinikmati oleh generasi saat ini.

“PT Pos Indonesia jangan hanya menjadi bagian dari sejarah masa lalu. Karena saat ini sudah era disrupsi yang ditandai oleh digitalisasi dan era milenial, maka Pos harus friendly pada generasi muda. Jangan lagi properti dijual-jual sehingga sejarah hilang dimakan zaman hanya karena pertimbangan ekonomi, tetapi bagaimana property justru bisa meningkatkan value Pos Indonesia sebagaimana Pos Bloc ini,” kata Erick dalam laman resmi Pos Indonesia.

Pos Bloc Jakarta terletak di Jalan Pos No.2 Pasar Baru, Kecamatan Sawah besar, Kota Jakarta Pusat. Untuk jam operasionalnya pun buka dari hari Senin sampai Minggu, di hari kerja Senin-Jumat tempat ini buka pada pukul 10.00-22.00 WIB dan pada weekend pukul 07.00-24.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com