Tag Archives: kalimantan timur

Kebun Kelulut Sangatta, Sensasi Menyesap Madu Langsung dari Sarang Trigona



Sangatta

Pengen tahu gimana rasanya madu hutan murni yang benar-benar asli? Datang saja ke Kebun Kelulut Sangatta, Kaltim, karena di sana detikers bisa menyesap madu langsung dari sarang lebah Trigona.

Butuh effort lebih untuk menjangkau destinasi wisata edukasi ini. Karena lokasinya berdampingan dengan Taman Nasional Kutai (TNK) tepatnya di KM 4 S Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. Jalanan tanah sejauh 26 KM dari pintu masuk TNK dengan kontur naik turun dan berkelok harus dilalui.

Namun hamparan hijau pepohonan besar dengan beragam vegetasi di dalamnya bisa dinikmati traveler sepanjang perjalanan. Derit dahan diterpa angin, menyemarakkan suasana hutan yang riuh oleh nyanyian aneka ragam burung yang menyatu dengan alam bebas.


Setelah perjalanan panjang itu, traveler bisa beristirahat melepas penat di Kebun Kelulut Sangatta. Di sini, pengunjung bisa menikmati pemandangan rumah lebah di sela-sela pohon karet. Di atas lahan seluas dua hektar ini, ada banyak pelajaran tentang seluk beluk lebah dan manfaatnya bagi manusia. Seperti mengenal beragam jenis lebah terutama Trigona, yang hidup berdampingan dengan warga sekitar.

Trigona Sp yakni salah satu genus dari jenis melponini atau jenis lebah madu yang tidak bersengat (stingless bee). Orang awam lebih mengenalnya dengan nama Klanceng di Jawa atau Kelulut bagi warga Kalimantan. Kalimantan adalah salah satu habitat Kelulut di wilayah tropis Indonesia. Lebah ini bisa dikatakan hampir punah, karena jumlahnya yang makin sedikit bisa ditemui di hutan.

Bagi petani Sangatta, lebah kelulut sebenarnya telah mereka ketahui sejak lama. Namun keberadaan lebah kelulut sempat menghilang, akibat masifnya pembakaran sekam dan lahan usai panen padi oleh petani sekitar hutan. Kelompok Tani Trigona Reborn yang menemukan koloni Trigona lalu mengamankannya dan mempelajari lebih banyak tentang madu ini di internet.

Budidaya lebah kelulut ini dimulai tahun 2017 lalu. Dari semula hanya tiga rumah lebah, bertambah banyak menjadi 150 sarang. Selain di kawasan wisata Kebun Kelulut, anggota kelompok tani juga membudidayakan lebah kelulut ini di lahan mereka masing-masing.

Mereka menyiapkan lokasi ini menjadi sentra pelatihan budidaya lebah kelulut atau Kelulut Learning Centre (KLC) bagi warga Kutai Timur. Selain sebagai lokasi transfer pengetahuan, lokasi ini juga ditata apik agar para pengunjung nyaman. Di lahan milik salah satu anggota tani Trigona Reborn, ditata sedemikian rupa sarang lebah di antara pepohonan karet. Sebuah gazebo dibangun sebagai tempat anggota berkumpul untuk diskusi dan berbagi ilmu.

Kebun Kelulut Sangatta, Kaltim, detikers bisa menyesap madu langsung dari sarang lebah Trigona.Kebun Kelulut Sangatta, Kaltim Foto: Erliana Riady

Beberapa spot selfie didirikan untuk menarik minat wisatawan datang. Dan satu keistimewaan di Kebun Kelulut Sangatta, pengunjung bisa merasakan sensasi menghisap madu langsung dari dalam sarang lebah. Amazing… Karena pengalaman seperti ini tidak dijumpai di tempat lain. Spot ini, punya misi khusus yang ingin menyampaikan, bahwa madu kelulut produksi kelompok tani Trigona Reborn dijamin kemurniannya!.

Kebun Kelulut Sangatta, Kaltim, detikers bisa menyesap madu langsung dari sarang lebah Trigona.Kebun Kelulut Sangatta, Kaltim, detikers bisa menyesap madu langsung dari sarang lebah Trigona. Foto: Erliana Riady

Menurut Fuad, satu diantara anggota kelompok tani itu, konsep marketing ini mereka pelajari ketika pembeli merasakan madu kelulut yang rasanya didominasi asam. Karena masyarakat selama ini tahunya rasa madu itu pasti manis. Mereka menduga, madu di Kebun Kelulut Sangatta kadaluarsa atau dicampuri bahan-bahan lainnya.

“Nah untuk meyakinkan mereka, kami suruh merasakan dengan menghisap madu itu langsung dari sarangnya. Mereka bisa melihat sendiri, ketika sarang kami buka, akan tampak propolisnya, beepollennya di sarang yang ada ratunya. Dan kami menyediakan pipet supaya pembeli menghisap madu langsung dari sarang yang baru kami buka,” tutur Fuad, Minggu (17/3/2024).

Mungkin, inilah fasilitas langka yang hanya bisa dijumpai di beberapa lokasi wisata madu di Indonesia. Dan sensasi menyesap madu langsung dari sarang lebah, menjawab rasa penasaran banyak pengunjung bagaimana rasa madu yang benar-benar asli hutan dan murni tanpa bahan campuran.

“Ternyata madu klanceng murni itu rasanya kecut, agak pahit tapi segar. Madunya juga cair, gak kental atau pekat seperti yang dijual kebanyakan itu. Beda banget dengan madu-madu yang judulnya murni, tapi rasanya sangat manis,” aku Purwahono, pengunjung asal Yogyakarta.

Sensasi ini menjadi nilai jual tersendiri bagi Kebun Kelulut Sangatta. Tak heran jika tiap akhir pekan, rombongan karyawan baik swasta atau negeri sampai pelajar TK memenuhi tempat ini. Pengelola bahkan sampai membatasi jumlah kunjungan, jika dirasa volume madu di rumah lebah berkurang.

“Lebahnya gak nakal kok. Jadi Ayasa gak takut. Madunya asem rasanya, tapi aku suka,” kata Ayasa, seorang siswi TK Sangatta Utara yang berkunjung bersama teman-temannya.

Namun para pengunjung tak perlu kuatir. Produk madu Kelulut Sangatta terpajang berderet di rak gazebo siap dibawa pulang. Bahkan untuk pengunjung dari luar pulau, Fuad dan kawan-kawannya siap mengirim dengan jumlah pembelian tidak terbatas. Ada yang dikemas dalam botol ukuran 250ml, ada juga yang sachetan dengan harga ekonomis.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

7 Daya Tarik Taman Kusuma Bangsa di IKN


Jakarta

Taman Kusuma Bangsa yang ada di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur menjadi destinasi baru yang ada di IKN. Tak lama usai diresmikan Presiden Joko Widodo, Senin (12/8/202) taman itu langsung banyak didatangi oleh warga sekitar.

Taman itu didirikan sebagai monumen penghormatan bagi jasa para pahlawan pendiri bangsa. Taman Kusuma Bangsa juga menjadi bagian infrastruktur di IKN yang sudah rampung menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 lalu.

Desain yang fenomenal karya seniman Bali I Nyoman Nuarta ini memiliki luas 1.915 meter persegi ini menjadi daya tarik lainnya yang ada di IKN. Lalu apa saja yang membuat Taman Kusuma Bangsa bisa menarik perhatian warga?


Berikut tujuh fakta Taman Kusuma Bangsa di IKN:

1. Menelan Biaya Rp 335 Miliar

Taman Kusuma Bangsa di IKN menghabiskan biaya mencapai sekitar Rp 335,2 miliar. Taman itu rampung dibangun pada Agustus, tepat sebelum upacara kemerdekaan HUT RI yang pertama kalinya digelar di IKN.

2. Sayap Pelindung Nusantara

Di kawasan taman ini juga terdapat beberapa bagian penting yang salah satunya adalah bangunan Sayap Pelindung Nusantara. Patung sayap ini merupakan simbol yang melambangkan perlindungan dan persatuan seluruh wilayah Indonesia.

3. Patung Sukarno-Hatta

Selain patung Sayap Pelindung Nusantara, di Taman Kusuma Bangsa juga terdapat patung dari dua tokoh besar Indonesia yakni Ir. Sukarno dan Mohammad Hatta.

Kedua patung tokoh besar Indonesia itu merupakan rasa hormat bangsa atas jasa-jasa sang Dwi Tunggal. Patung itu sekaligus menjadi simbol kepemimpinan dan perjuangan bangsa.

4. Tempat Penghormatan Pahlawan

Taman Kusuma Bangsa ini merupakan monumen sementara sebelum makam pahlawan di IKN ibangun. SAat upacara kemerdekaan pun kawasan itu dipakai oleh Jokowi dalam memimpin renungan suci serta apel kehormatan untuk mengenang jasa para pahlawan.

5. Api Abadi

Di Taman Kusuma Bangsa ini juga terdapat kobaran api abadi yang diinisiasi oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Api itu berasal dari pengaliran gas bumi ini menggunakan dua tabung C-Cyl yang berkapasitas 24 meter kubik yang membuat api akan menyala salam 24 jam setiap harinya.

6. Taman yang Terintegrasi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan Taman Kusuma Bangsa ini terintegrasi dengan kawasan Beranda Nusantara. Letak taman itu sejajar lurus dengan Sumbu Kebangsaan, yakni Istana Negara dan Istana Garuda.

7. Indahnya Lanskap Sekeliling

Selain mementingkan fungsi dari Taman Kusuma Bangsa, kawasan ini juga menyuguhkan panorama yang indah dengan pemandangan yang memukau dari Taman Kusuma Bangsa ini juga mementingkan unsur keindahan.

Selain itu, terdapat pula tiang bendera yang menjulang tinggi 79 meter hingga mencetak rekor MURI sebagai tiang bendera tertinggi di Indonesia.

Itulah beberapa fakta menarik tentang Taman Kusuma Bangsa yang jadi daya pikat warga saat berada di kawasan ini. Jika punya kesempatan ke IKN, tertarik kah untuk berkunjung ke Taman Kusuma Bangsa?

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Berkunjung ke 5 Masjid Terbesar di Indonesia



Jakarta

Ramadan hitungan hari. Traveler bisa nih merancang wisata religi dengan berkunjung ke 5 masjid terbesar di Indonesia.

detikcom telah merangkum, Senin (24/2/2025) lima masjid terbesar di Indonesia yang bisa dikunjungi saat Ramadan nanti.

1. Masjid Istiqlal


Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, menyediakan 4.000 hingga 6.000 boks takjil gratis setiap hari. Masyarakat yang ingin mendapatkan takjil tersebut bisa mendatangi Masjid Istiqlal setiap hari saat berbuka puasa, Selasa (12/3/2024).Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat Foto: Pradita Utama

Masjid Istiqlal beralamat di Jl Taman Wijaya Kusuma, Ps Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat. Masjid ini sangat strategis karena berada di pusat kota. Letaknya berdampingan dengan Gereja Katedral di Kecamatan Sawah Besar untuk menunjukkan bentuk kerukunan beragama.

Masjid Istiqlal memiliki luas bangunan 2,5 hektare di atas tanah 9,8 hektare dengan kapasitas jamaahnya sendiri mencapai sekitar 100.000 orang.

Biasanya, selama Ramadan, Masjid Istiqlal menjadi salah satu destinasi wisata religi untuk ngabuburit di Jakarta. Setelah melihat kemegahannya, kamu juga bisa ikut berbuka bersama gratis di masjid bersama jamaah lain.

2. Masjid Al-Akbar Surabaya (MAS)

Masjid Al-Akbar Surabaya (MAS) menjadi masjid nomor 2 terbesar di Indonesia setelah Masjid Istiqlal. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 11,2 hektar serta mampu menampung hingga 60.000 jamaah.

Lokasinya berada di Jalan Masjid Al Akbar Timur Nomor 1, Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya. Bangunan masjid sangat mudah dikenali karena kubahnya yang besar dan megah berwarna kebiruan.

Daya tarik dari masjid ini terletak pada kubahnya yang berbentuk oval. Kubah besar dan megah ini berwarna kebiruan ditambah aksen diagonal yang saling menyilang berwarna hijau muda.

Selain kubah, adapun menara setinggi 99 meter yang merepresentasikan 99 Asmaul Husna. Sementara, bangunan mihrab memiliki motif batik pada bagian sisinya.

Selain sebagai tempat ibadah, MAS memiliki fasilitas yang lengkap. Di antaranya seperti taman, green house, urban farming, edu park, dan grand ballroom.

3. Masjid Islamic Centre

Masjid Islamic Center ini berada di Kecamatan Samarinda Ilir, Kalimantan Timur. Masjid yang diresmikan pada Juni 2008 ini memiliki luas sekitar 43.500 meter persegi.

Luasnya ini menjadikan Masjid Islamic Centre mampu masuk dalam jajaran masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara. Dengan luasnya bangunan, masjid tersebut dapat menampung jemaah sekitar 40.000-45.000 orang.

Arsitektur Masjid Islamic Center Samarinda sangat detail. Terdapat tujuh buah menara yang terdiri atas satu menara utama dan enam anak menara lainnya. Induk menara memiliki tinggi 99 meter yang menyimbolkan Asmaul Husna. Selain itu, ketika memasuki bangunan utama masjid, jamaah akan melewati 33 anak tangga yang sama seperti jumlah biji tasbih.

4. Masjid Raya Baiturrahman, Aceh

Masjid Raya Baiturrahman di Banda AcehMasjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh Foto: (Syanti/detikcom)

Liburan ke negeri Serambi Mekkah saat Ramadan juga bisa jadi pilihan nih, Kamu bisa berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman. Masjid yang menjadi kebanggaan orang Aceh ini, arsitekturnya bercorak eklektik dan mampu menampung sekitar 30.000 jemaah.

Masjid yang didirikan oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1607-1636 itu menjadi saksi bisu pahit getirnya warga Aceh melawan Belanda, pergolakan pasca kemerdekaan, bencana gempa dan tsunami, hingga perjanjian damai GAM-RI. Masjid yang berdiri sekarang merupakan pengganti dari masjid raya yang telah Belanda bakar saat menaklukkan Aceh.

Kapten de Bruijn, Komandan Zeni Angkatan Darat Tentara Kerajaan Belanda merupakan arsitek masjid ini. Ia berkonsultasi dengan Snouck Hurgronje, orientalis kepercayaan pemerintah Belanda dan penghulu masjid Bandung, Jawa Barat.

Saat ini, dengan berlakunya syariat Islam, Masjid Baiturrahman dinyatakan sebagai kawasan terbatas. Hanya pengunjung yang menutup aurat, sesuai hukum syariat yang boleh masuk ke dalam masjid.

5. Masjid Al-Jabbar, Bandung

Suasana Masjid Raya Al Jabbar saat salat Idul AdhaSuasana Masjid Raya Al Jabbar Foto: Wisma Putra/detikJabar

Masjid Al-Jabbar, Bandung telah menjadi primadona di Jabar sejak diresmikan pada Desember 2022. Masjid Al Jabbar terletak di Jl. Cimincrang No.14, Cimenerang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat.

Masjid ini dibangun di tanah seluas 25 hektare dan mampu menampung 30.000 jemaah, dengan rincian 10.000 orang di area dalam (indoor) dan 20.000 orang di area plaza. Proses perancangan dimulai pada 2015 oleh Ridwan Kamil yang semasa itu menjabat sebagai Walikota Bandung.

Arsitektur Masjid Raya Al Jabbar dirancang dari perpaduan arsitektur modern kontemporer dengan aksentuasi masjid Turki yang dihiasi seni dekoratif khas Jawa Barat. Bangunan utama masjid tidak memisahkan dinding, atap, dan kubah, melainkan hasil peleburan ketiganya menjadi satu bentuk setengah bola raksasa.

Ketiga sisi bangunan masjid dikelilingi sebuah danau besar yang ibarat cermin, merefleksikan masjid menjadi berbentuk bulat utuh. Keindahan danau memiliki fungsi penting lain, sebagai retensi banjir sekaligus penyimpan air.

Bangunan utama dirancang dengan luas lantai 99 x 99 m2 sesuai angka Asmaul Husna. Kelak, semua yang sudah terbangun di Masjid Raya Al Jabbar seperti museum, danau, plaza, dan taman-taman akan membuat masjid ini tidak hanya memiliki fungsi ibadah, tetapi juga fungsi edukasi dan berpotensi sebagai pusat wisata religi Jawa Barat.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

4 Desa Wisata Cantik di RI yang Butuh Perhatian



Lampung

Indonesia adalah negeri kepulauan yang kaya akan desa wisata cantik. Dari sekian banyak desa wisata di RI, ada empat yang butuh perhatian pemerintah. Apa saja?

Desa wisata di Indonesia menyimpan banyak permata tersembunyi yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan. Desa-desa ini tentu saja memiliki keanekaragaman alam dan budaya yang patut dikunjungi wisatawan.

Namun empat desa wisata berikut ini butuh perhatian lebih agar pengembangan yang berbasis potensi budaya lokal, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat membuka jalan menuju masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan. Berikut empat desa wisata tersebut:


1. Desa Wisata Teluk Kiluan di Lampung

Desa wisata Kiluan Negeri di Lampung dikenal karena keberadaan kawanan lumba-lumba yang bermigrasi di Teluk Kiluan. Lumba-lumba yang saling berenang berkejaran dengan kapal menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Teluk Kiluan LampungTeluk Kiluan Lampung Foto: Nopi_kikie/d’traveler

Laguna Gayau dan pantai-pantai berbatu di teluk Kiluan juga menjadi bagian dari kekayaan alam pesisir yang ditawarkan di desa wisata ini. Sayangnya, di balik keindahan tersebut, teluk Kiluan menghadapi realitas keterbatasan infrastruktur, akses layanan kesehatan yang minim, serta persoalan pengelolaan sampah.

2. Desa Wisata Wonokitri di Jawa Timur

Berada di ketinggian hampir 2.000 mdpl, desa wisata Wonokitri di Kabupaten Pasuruan ini menjadi gerbang menuju kawasan Bromo dari sisi utara.

Tidak hanya menawarkan lanskap pegunungan yang menakjubkan, Wonokitri juga menjadi pusat budaya masyarakat Suku Tengger, yang masih mempertahankan adat dan tradisi dalam kehidupan sehari-hari.

Kebun Edelweis WonokitriKebun Edelweis di desa wisata Wonokitri Foto: (Muhajir Arifin/detikcom)

Budidaya bunga edelweiss yang bersifat sakral, kini telah dikembangkan sebagai bagian dari ekowisata berbasis konservasi di desa wisata itu.

Di balik sektor pariwisata yang terus tumbuh, ternyata desa Wonokitri juga dihadapkan dengan risiko kerusakan alam, contohnya longsor akibat deforestasi. Tantangan itu mendorong kebutuhan terhadap praktik agroforestri yang berkelanjutan di desa ini.

3. Desa Wisata Pulau Derawan di Kalimantan Timur

Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Pulau Derawan menawarkan pemandangan bawah laut yang memesona. Terumbu karang, penyu hijau, ubur-ubur tak menyengat, hingga pari manta menjadikan perairannya salah satu kawasan biodiversitas laut yang penting.

Namun, di balik pesonanya, pulau Derawan menghadapi tantangan seperti abrasi pantai, pemukiman yang kian padat, dan berkurangnya hasil tangkapan laut.

4. Desa Wisata Dayun di Riau

Kunjungan Sandiaga Uno ke Desa Wisata Dayun, Siak, Riau.Desa Wisata Dayun di Siak, Riau. Foto: Dok. Kemenparekraf

Desa wisata Dayun di Kabupaten Siak, Riau, berdiri di tengah bentang alam gambut yang kaya, sekaligus rentan. Di sini, berbagai spesies langka seperti harimau Sumatera dan burung rangkong menemukan rumahnya.

Desa wisata Dayun pernah dikunjungi oleh Menparekraf Sandiaga Uno kala itu. Sebagai andalan, desa ini mengedepankan wisata edukasi berbasis alam dan buatan.

Namun, perubahan fungsi lahan untuk industri dan perkebunan sawit, ditambah dengan ancaman kebakaran hutan, menempatkan desa wisata Dayun dalam tekanan sehingga butuh perhatian dari pemerintah.

Tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan infrastruktur, dan tekanan ekonomi memperlihatkan perlunya pendekatan pembangunan yang berbasis komunitas dan kolaborasi lintas sektor.

Lewat kolaborasi lintas sektor, desa-desa wisata ini tidak hanya menjadi destinasi perjalanan, tetapi juga bisa menjadi cermin masa depan pembangunan berkelanjutan Indonesia.

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn pun mengajak anak-anak muda dari multi-disiplin ilmu untuk berkontribusi langsung di desa-desa tersebut lewat program Genera-Z Berbakti.

“Genera-Z Berbakti merupakan bagian dari campaign Bakti BCA. Tahun ini kami mengadakan call for proposal. Kami memanggil anak-anak muda di kampus-kampus seluruh Indonesia dari multi-disiplin ilmu. Mereka diberi kesempatan untuk join mengidentifikasi masalah, kemudian turun, live in, dan berkontribusi langsung di empat desa binaan Bakti BCA,” terang Hera.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

5 Destinasi yang Lebih Seru dari Bali tapi Belum Diketahui


Jakarta

Bali adalah destinasi wisata yang sudah terkenal dengan keindahan alam, budaya, dan perilaku baik para penduduknya. Kualitas akomodasi dan hospitality di Bali tak perlu diragukan lagi dengan kisaran harga beragam sesuai keinginan turis.

Namun, pesona Indonesia sebetulnya bukan sekadar Bali. Masih banyak spot wisata lain yang tidak kalah seru dan menyimpan pesona alam, budaya, serta keanekaragaman hayati. Travelers tentunya bisa memasukkan spot ini ke dalam wish list kamu selanjutnya.

5 Destinasi yang Bisa Jadi Lebih Seru dari Bali

Tujuan wisata ini bukannya tidak diketahui sama sekali para penyuka traveling dan penikmat keindahan alam. Namun mungkin belum banyak masuk dalam daftar spot liburan selanjutnya, meski sebetulnya sangat indah dan layak dikunjungi


1. Danau Labuan Cermin

Danau di BerauDanau di Berau (Mahyudin Alkadri/dTraveler)

Jam buka

Tiket masuk

Alamat

  • Desa Labuan Kelambu, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

Rute

  • Pengunjung dari Bandara Sepinggan melanjutkan perjalanan dengan pesawat lagi menuju Bandara Tanjung Redeb, Berau
  • Kemudian, pengunjung bisa menempuh perjalanan
    darat menuju Desa Biduk-Biduk dengan mobil sewaan seharga Rp 500 ribu dan waktu tempuh 6 jam
  • Setelah sampai di Desa Biduk-Bidu, pengunjung harus trakking selama 30-45 menit menuju Desa Labuan Kelambu.

Spot wisata yang juga dikenal sebagai Danau Dua Rasa ini punya keindahan yang tidak perlu diragukan. Air pada lapisan bawah punya rasa asin, sedangkan di lapisan tidka ada rasanya

“Salah satu destinasi wisata terbaik di Berau, Kalimantan Timur. Mudah diakses dan biaya transportasi cukup murah, apalagi jika datang beramai-ramai. Harap berhati-hati dengan barang bawaan, karena banyak monyet di sekitar lokasi,” tulis akun google Siti Komariah.

2. Kepulauan Kei

Pulau Kei. Kepulauan Kei terletak di Laut Banda, tepatnya di Maluku Tenggara, Indonesia. Kepulauan Kei adalah bagian dari Wallacea, gugusan pulau-pulau di Indonesia yang dipisahkan oleh perairan dalam dari landas kontinen Asia dan Australia.Pulau Kei di Kepulauan Kei (Getty Images/iStockphoto/fbxx)

Jam buka

Tiket masuk

Alamat

  • Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku

Rute

  • Naik pesawat menuju Bandara Internasional Pattimura, lalu menunggu pesawat menuju Bandara Karel Satsuitubun di Langgur, Pulau Kei Kecil, Kepulauan Kei.
  • Setelah mendarat, bisa sewa mobil menuju penginapan atau pelabuhan jika ingin menyebrang ke destinasi wisata pilihan.

Buat detikers yang ingin berwisata ke Kepulauan Kei, pastikan telah menyusun akomodasi dan ittinerary lain dengan baik. Karena, transportasi umum di wilayah ini terbatas dan mengandalkan sewa mobil atau kapal. Jika tak ada persiapan yang baik, rencana liburan dikhawatirkan tidak berjalan dengan baik.

Soal keindahan dan kesempatan healing di Kepulauan Kei tak perlu diragukan lagi. Wilayah dengan 119 pulau dan 6 diantaranya terbesar punya pasir putih terhalus di dunia. Air pantai dengan degradasi hijau ke biru plus biodiversity alamnya, bikin liburan kamu tidak bakal bisa dilupakan.

3. Wisata Bukit Pelalangan

Bukit Arosbaya, spot foto unik di MaduraBukit Arosbaya atau Bukit Pelalangan di Madura (Basri Bachtiar/d’Traveler)

Jam buka

Tiket masuk

  • Rp 5 ribu per orang belum termasuk parkir

Alamat

  • Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur

Rute

  • Pengunjung bisa ke Kota Surabaya lebih dulu dengan pesawat atau kereta, lalu menuju Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya-Madura
  • Transportasi pilihan menuju Suramadu sebaiknya sewa mobil untuk mempermudah mobilisasi selama liburan
  • Setelah menyebrang Suramadu, mobil bisa diarahkan menuju Bangkalan lalu ikuti arah menuju Bukit Pelalangan.

Rencana liburan di Bukit Pelalangan harus disusun dengan baik, agar wisatawan bisa menikmati pesona bentang alam berwarna coklat ini. Di sini juga ada gua batu kapur yang sangat cantik dan bikin penasaran pengunjung.

Bukit Pelalangan menyediakan pemadangan sunset dan sunrise yang tentunya mempesona. Pengunjung tentu bisa mengabadikan momen ini dalam kameranya. Buat yang pengen healing, bukit dengan suasana tenang dan akses mudah ini adalah pilihan yang sangat cocok.

4. Danau Kaolin

Menengok keindahan danau Kaolin di Bangka TengahDanau Kaolin di Bangka Tengah (Deny Wahyono)

Jam buka

Tiket masuk

Alamat

  • Jl. Raya Toboali, Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung

Rute

  • Transportasi tercepat buat bagi yang ingin berkunjung ke Danau Kaolin adalah naik pesawat dan turun di Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang
  • Setelah landing, perjalanan dilanjutkan dengan sewa mobil menuju Danau Kaolin.

Bentang alam ini terbentuk sebagai bekas galian tambang kaolin di masa lalu. Tanahnya menjadi putih dan tak bisa ditanami, sedangkan lubang galian berisi air yang bisa berubah warna bergantung kondisi cuaca.

Danau Kaolin bisa dikatakan sebagai spot wisata ikonik Bangka, yang naik daun setelah beredarnya film dan novel Laskar Pelangi. Selain sebagai spot wisata, Danau Kaolin bisa jadi lokasi pemotretan agenda lain.

5. Kawasan Argapura

Wisata Terasering Panyaweuyan, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.Wisata Terasering Panyaweuyan, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Dadan Kuswaraharja)

Jam buka

Tiket masuk

Alamat

  • Kabupaten Majalengka, Jawa Barat

Buat warga Jabodetabek dan sekitarnya yang tidak bisa pergi terlalu jauh saat liburan, Argapura bisa jadi pilihan healing dan relaksasi. Salah satu pesona di sini adalah Terasering Panyaweuyan yang dibangun untuk memudahkan usaha pertanian warga.

Daerah di sini juga dikenal sebagai salah satu yang paling sejuk, apalagi saat datang musim hujan. Berkunjung ke Argapura, detikers akan disuguhi pemandangan indah Gunung Ciremai plus spot sunset dan sunrise yang memanjakan mata.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Museum Kayu Tuah Himba, Isinya Wasiat Hutan Kalimantan yang Amat Kaya



Kutai Kartanegara

Di tengah isu deforestasi yang makin parah, sebuah oase berdiri di Kutai Kartanegara untuk mencerdaskan anak bangsa tentang kayu dan segala seluk beluknya.

Namanya Museum Kayu Tuah Himba. Lokasinya berada di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Ia berdiri tegak melawan
gencarnya pembangunan dan laju deforestasi yang kian menggerogoti hutan Kalimantan.

Bukan sekadar etalase benda mati, museum ini berisi wasiat tentang hutan Kalimantan yang teramat kaya. Wasiat dari hutan Kalimantan di museum ini akan terus berteriak tentang kekayaan yang kian menipis dan warisan alam yang nyaris sirna.


Berdiri di kawasan Waduk Panji Sukarame, museum ini menyajikan napas sejarah dan geologi Kalimantan yang terangkum dalam jejeran koleksi kayu, fosil, hingga artefak budaya di Tanah Borneo.

Samiudin, pengelola Museum Kayu Tuah Himba, menjelaskan bahwa museum ini bukan hanya tempat penyimpanan, melainkan cerminan kepedulian atas maraknya kerusakan hutan.

“Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, tapi satu batang korek api dapat membakar jutaan pohon,” begitu bunyi pepatah yang terpampang di salah satu sudut museum yang disebut Samiudin sebagai mantra yang terus-menerus didengungkan.

Gagasan untuk membangun Museum Kayu Tuah Himba bukanlah tanpa alasan. Cikal bakal pendirian museum ini berawal dari keprihatinan mendalam atas kerusakan hutan yang masif di Kalimantan Timur, pada 1990-an. Hutan-hutan yang tadinya perkasa porak-poranda oleh ekspansi industri ekstraktif dan aktivitas ilegal.

Kondisi itu memicu kegelisahan para pemerhati lingkungan dan mendorong pemerintah daerah untuk mengambil tindakan konkret. Pemerintah daerah kemudian merespons desakan tersebut dan melihat pentingnya sebuah institusi yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk memberi pengenalan, penanaman, pemanfaatan, serta penyimpanan terhadap berbagai jenis kayu yang sudah mulai langka dan hampir punah akibat dari kerusakan hutan yang terjadi.

Maka lahirlah sebuah ide untuk membangun Museum Kayu Tuah Himba. Pembangunan museum itu dimulai pada 1 Januari 1994 dan diresmikan secara umum pada 25 September 1996.

Museum kayu yang berada di Tenggarong, Kukar.Museum Kayu yang berada di Tenggarong, Kukar. Foto: Museum kayu yang berada di Tenggarong, Kukar. (Muhammad Budi Kurniawan/detikcom)

Momentum peresmian ini pun bertepatan dengan Hari Jadi ke-214 Kota Tenggarong, sebuah simbolisasi bahwa pelestarian alam adalah bagian tak terpisahkan dari identitas daerah.

Nama Tuah Himba menyimpan makna filosofis. Museum Kayu adalah “Odah” (dalam bahasa Kutai) atau tempat untuk menyimpan berbagai jenis kayu.

Tuah mengandung makna sakti, keramat, berkat (pengaruh), yang mendatangkan keberuntungan. Himba berarti hutan (dalam bahasa Kutai).

Dengan demikian, Museum Kayu Tuah Himba secara harfiah dapat dimaknai sebagai tempat yang menyimpan berbagai jenis kayu, yang memiliki tuah atau keberkatan dari hutan. Sebuah nama yang merefleksikan harapan agar museum ini menjadi penjaga dan pelestari keberkahan hutan Kalimantan.

Menyimpan Koleksi Kayu Langka hingga Buaya

Melangkahkan kaki ke dalam Museum Kayu Tuah Himba adalah memasuki lorong yang menampilkan keanekaragaman hayati dan budaya Kalimantan. Samiudin mengungkapkan bahwa koleksi yang tersimpan di museum ini mencapai kurang lebih 855 jenis. Koleksi yang mencerminkan kekayaan alam dan kreativitas manusia di Kalimantan.

Mayoritas koleksi, tentu saja, berfokus pada kayu, dengan sekitar 305 jenis kayu, 250 jenis herbarium (spesimen tumbuhan kering yang diawetkan), 105 jenis arboritum (spesimen pohon yang diawetkan), dan 50 jenis rotan.

Tak hanya kayu dan tumbuhan, museum ini juga memamerkan hasil olahan kayu dan artefak budaya lokal, seperti 35 jenis olahan dari kayu, 12 jenis peralatan dapur tradisional, 17 jenis alat musik, dan 12 jenis alat tangkap ikan tradisional.

Di antara koleksi kayu dan artefak yang artistik, perhatian pengunjung seringkali tertuju pada sebuah koleksi yang paling mencolok dan punya unsur misteri, buaya Sangatta.

Museum kayu yang berada di Tenggarong, Kukar.Museum Kayu yang berada di Tenggarong, Kukar. Foto: Museum kayu yang berada di Tenggarong, Kukar. (Muhammad Budi Kurniawan/detikcom)

Buaya raksasa yang diawetkan ini memiliki cerita yang menjadi legenda lokal. Buaya Sangatta hidup di di daerah rawa-rawa yang bermuara ke laut atau air payau, sebagaimana narasi yang tertera di dekat awetan buaya.

Buaya itu ditangkap pada 8 Maret 1996 setelah memangsa seorang wanita bernama Hairani (35 tahun), yang tinggal di daerah Sungai Kenyamukan, Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Buaya ini saat ditangkap memiliki panjang 6,8 meter dan berat 850 kilogram. Kemudian lingkar perut 1,8 meter serta berjenis kelamin jantan dan berumur sekitar 70 tahun.

Selain buaya Sangatta, tepat di sampingnya juga dipamerkan buaya Muara Badak yang diawetkan. Ukurannya juga tampak besar namun lebih kecil dari buaya Sangatta.

Punya Koleksi Kayu yang Sangat Langka

Di museum ini, pengunjung dapat melihat berbagai jenis kayu, mulai dari yang masih lestari hingga yang sudah langka.

“Kayu-kayu yang dipamerkan ini, sebagian masih ada dan ada juga yang sudah hampir punah,” kata Samiudin.

Museum ini berada di bawah pengelolaan Dinas Pendidikan, Bidang Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Museum Kayu Tuah Himba adalah sebuah monumen. Monumen peringatan atas kerentanan hutan Kalimantan, sekaligus monumen harapan akan masa depan yang lebih lestari.

Di setiap serat kayu yang terpampang, di setiap awetan hewan yang membisu, dan di setiap artefak yang bercerita, terkandung wasiat tentang menjaga hutan, sebab hutan adalah jantung kehidupan.

Museum Kayu Tuah Himba juga memamerkan koleksi kayu berkhasiat yang telah lama dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat Kutai Kartanegara, khususnya suku Dayak pedalaman.

Beberapa jenis kayu yang dipamerkan dengan khasiat luar biasa antara lain Kayu Pasak Bumi atau Tongkat Ali (Eurycoma longifolia jack), sejenis tumbuhan asli Kalimantan yang tumbuh di dataran tinggi tropis yang belum rusak. Kayu ini terkenal sebagai tonikum bagi ibu melahirkan, obat kuat pria, mengatasi demam hingga malaria.

Ada pula Kayu Gading, atau dalam bahasa Dayak disebut Kayu Ulas, yang banyak tumbuh di sekitar pegunungan Meratus. Teksturnya keras, dan setelah kulit luarnya dibersihkan, warnanya putih kekuningan.

Kayu gading berkhasiat dapat menolak binatang buas, santet, teluh, guna-guna, dan berbagai ilmu hitam lainnya. Sebuah kepercayaan dan praktik tradisional dalam melindungi diri.

Selanjutnya, Kayu Sepang atau Kayu Secang (Caesalpinia sappan. L) berkhasiat sebagai pengusir setan, penambah darah setelah melahirkan, penangkal radikal bebas, digunakan sebagai tanda untuk mengetahui kelahiran, dan sebagai pewarna alami berwarna merah.

Terakhir, ada Kayu Kernanga Hutan (Canangium odoratum) yang berkhasiat sebagai obat malaria, asma, sesak napas, penangkal racun, obat kudis, obat luar untuk pembesaran limpa, demam, bronkitis, dan jamu setelah melahirkan.

Koleksi ini tidak hanya mendidik pengunjung tentang keanekaragaman hayati Kalimantan, tetapi juga menghargai pengetahuan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

Selain itu, museum ini juga menyoroti koleksi kerajinan rotan (Calamus). Rotan adalah tumbuhan yang hidup dan berkembang biak di daerah pepohonan lebat atau hutan tropis. Rotan berduri, hampir seluruh batangnya dari pangkal hingga ujung dipenuhi duri kecil yang sangat tajam.

Untuk di Kabupaten Kutai Kartanegara, etnis yang membudidayakan rotan adalah etnis Kutai dan Dayak, yang biasanya digunakan sebagai bahan pengikat bangunan rumah seperti tiang, atap, lantai, dan dinding.

Kalimantan memiliki rumpun rotan terbanyak dengan 137 jenis, diikuti 91 jenis di Sumatera, 19 jenis di Jawa, 48 jenis di Irian, 11 jenis di Maluku, satu jenis di Timor-Timor, dan satu jenis di Sumbawa.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Naik Kereta Gantung, Pengalaman Ngegantung 20 Meter Lihat View dari Atas


Jakarta

Lihat pemandangan dari ketinggian selalu menawarkan pengalaman seru dan baru. Apalagi jika viewnya live dan mengantarkan untuk menjelajah satu area, seperti yang ditawarkan kereta gantung (cable car). Kita tak perlu jalan jauh untuk melihat seluruh keindahan tempat wisata.

Kita juga tak perlu bingung-bingung menentukan tempat tujuan piknik, karena bisa melihat destinasinya lebih dulu dari atas. Buat detikers yang ingin merasakan sensasi menggantung di udara, berikut rekomendasinya

Wisata Kereta Gantung di Indonesia

Di Indonesia, kereta gantung masih menjadi perjalanan wisata bukan pilihan transportasi masyarakat. Beberapa tempat wisata yang menyediakan kereta gantung adalah


Kereta Gantung Ancol

Ilustrasi Pantai Ancol DufanIlustrasi Ancol (dok. Rengga Sancaya)

Destinasi wisata legendaris di Jakarta Utara ini menawarkan perjalanan menembus ketinggian 21 meter selama sekitar 20 menit. Menempuh jarak kurang lebih 2,4 kilometer, kita bisa merasakan sensasi menggantung di udara sambil melihat seluruh wahana di Taman Impian Jaya Ancol.

Pengalaman yang tak pernah basi dan selalu seru untuk diceritakan kembali ini, bikin kereta gantung selalu jadi wahana impian meski telah ada sejak 2003. Experience sebelum dan setelah naik kereta gantung plus pose di depan kabinnya, bisa jadi bahan paling bagus untuk update medsos.

Kereta Gantung TMII

Pengunjung TMII melihat pemandangan atas dari dalam wahana kereta gantung di TMII, Jakarta Timur, Minggu (20/11/2022).Kereta gantung TMII (dok. Ari Saputra)

Sensasi goyang-goyang seru sambil menggantung di udara naik sky lift juga ada di destinasi wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Menawarkan perjalanan sejauh kurang lebih 2,7 km, pemandangan majestic budaya Indonesia langsung bisa disaksikan dari ketinggian.

Pengalaman naik kereta gantung di TMII terasa makin lengkap, karena lokasi wisata ini telah mengubah 70 persen wilayahnya jadi area hijau. Indah, seru, sejuk bisa dirasakan sekaligus selama 20 menit dalam kabin yang menggantung setinggi 20 meter. Selama perjalanan, jangan lupa ambil foto dan video untuk update medsos.

Sebetulnya, kereta gantung juga tersedia di Pulau Kumala sebuah destinasi wisata di Kalimantan Timur. Namun kereta gantung ini sudah tidak beroperasi sejak dibangun Jembatan Rapo-Rapo yang bisa diakses masyarakat. Sementara keindahan Pulau Kumala masih bisa dinikmati pengunjung.

Artinya, kereta gantung yang masih aktif sampai sekarang hanya tersedia di TMII dan Ancol. Yuk naik kereta gantung di TMII dan Ancol, biar nggak penasaran lagi sama sensasi gantung-gantung di kabel sky lift sambil lihat pemandangan yang Instagramabel banget dari atas.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

2 Wisata Alam Baru Disiapkan di IKN, Lagi Pembebasan Lahan



Penajam Paser Utara

Untuk memperkuat sektor pariwisata seiring rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke sebagian wilayah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan pengembangan objek wisata alam.

“Pemerintah kabupaten perkuat sektor pariwisata dengan kembangkan dua objek wisata alam,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Israwati ketika ditanya mengenai potensi wisata di Penajam, seperti dilansir dari Antara, Kamis (7/8/2025).

Ibu Kota Nusantara (IKN), sebagai Ibu kota negara baru Indonesia yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, dinilai memberi imbas dalam memperbesar peluang sektor wisata lokal untuk berkembang dan memberikan manfaat ekonomi masyarakat.


Pemerintah kabupaten, kata dia, harus menyiapkan sektor wisata agar bisa menarik lebih banyak pengunjung, atau wisatawan, sehingga bermuara pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Saat ini sedang proses pembebasan lahan warga untuk kembangkan dua objek wisata alam,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melibatkan tim penilai (appraisal) bertugas menilai harga tanah yang pantas dan wajar dalam pembebasan lahan mengembangkan objek wisata pantai dan hutan bakau di kabupaten yang akrab disapa Benuo Taka itu.

Objek atau tempat wisata yang bakal dikembangkan tersebut, Pantai Sipakario Kelurahan Nipah-Nipah dan Ekowisata Hutan Mangrove (bakau) Kelurahan Kampung Baru di Kecamatan Penajam.

“Pembebasan lahan dilakukan secara transparan melibatkan tim appraisal dan penilaian lahan didasarkan rencana pengembangan dengan menentukan harga yang ditawarkan kepada pemilik lahan,” katanya.

Hasil penilaian tim appraisal diumumkan secara terbuka, terutama kepada pemilik lahan dan setelah ada kesepakatan bakal dilanjutkan dengan proses pembayaran pembebasan lahan tersebut, demikian Andi Israwati.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com