Tag Archives: kamar mandi

Selokan Mampet Bisa Bikin Banjir, Begini Cara Cegahnya



Jakarta

Selokan merupakan jalur pembuangan air dan limbah yang pasti ada di sekitar permukiman. Sebagai saluran pembuangan, jalurnya tidak boleh ada hambatan karena selokan yang mampet dapat meluap saat debit air meningkat.

Untuk mencegah selokan mampet, caranya tidak sulit, tidak perlu menggunakan alat canggih. Menurut Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki kuncinya adalah selokan tersebut dibuat dengan benar. Mulai dari luas, kedalaman, dan jalurnya. Semuanya harus dipikirkan sebelum rumah dibangun.

Selain itu, selokan yang baik harus memiliki kemiringan yang benar dan sesuai. Tujuannya untuk membuat aliran air di selokan deras dan lancar.


“Biasanya sih tindakan preventifnya itu dimulai dari sebelum mulai pembangunan itu rumah. Nah, jadi kalau misalkan rumah itu belum terbangun, kita bisa nih bikin desainnya saluran itu harus benar dengan kemiringan yang memang sesuai,” kata Panggah Nuzhul Rizki kepada detikProperti, beberapa waktu lalu.

Ada pun penyebab selokan mampet salah satunya karena aliran air yang tidak lancar dan kecil. Umumnya dikarenakan ada hambatan sehingga jalur air menyempit, sementara debit yang akan lewat cukup besar. Hambatan tersebut bisa dari sampah dan kotoran padat yang tersangkut.

“Jadi mampet itu kan sebenarnya karena jalannya air tidak lancar. Alirannya kurang, akhirnya karena ada kotoran yang agak besar airnya jadi tidak lancar dan kotorannya tidak bisa terdorong. Kalau misalkan ada kotoran tapi airnya deras dan lancar kan bisa kebuang. Nah, makanya kalau dari perencanaan itu tindakan preventifnya adalah desain saluran air itu benar-benar harus dengan kemiringan yang lancar,” jelas Panggah.

Untuk perumahan yang siap huni, pastinya sudah tersedia selokan di depan rumah. Tugas pemilik rumah jauh lebih ringan, cukup merawat dan menjaga kebersihannya.

Salah satu caranya adalah rutin menyaring semua yang masuk ke dalam saluran pembuangan. Proses penyaringan ini bukan di lubang luar yang mengarah langsung ke selokan, melainkan memisahkan cairan dan benda padat sebelum dibuang ke saluran pembuangan. Hal ini bisa diterapkan saat mencuci piring, memasak, dan di kamar mandi. Misalnya, ambil dan buang rambut yang rontok agar tidak masuk ke saluran air kamar mandi.

“Nah, kalau misalkan sudah jadi (rumahnya) itu ya mau nggak mau misalkan rumah itu salurannya sering mampet gitu, ya tetap maintenance harus dilakukan terus. Terus bisa juga dilakukan penyaringan dulu di lubang-lubang saat air itu mau keluar, misalkan di kitchen sink,” ungkapnya.

Itulah tips mencegah selokan mampet, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Cara Ampuh Cegah dan Basmi Kecoak di Kamar Mandi Biar Nggak Balik Lagi



Jakarta

Kecoak merupakan salah satu hewan yang kerap ada di rumah, terutama kamar mandi. Keberadaannya sering membuat penghuni rumah jijik dan ingin segera mengusirnya.

Selain itu, kecoak juga merupakan hewan pembawa penyakit. Tak heran banyak orang yang ingin buru-buru membasminya.

Nah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kecoak masuk melalui kamar mandi. Dilansir dari Angi, berikut ini informasinya.


Cara Cegah Kecoak Muncul di Kamar Mandi

Tutup Retakan dan Lubang Dekat Pipa dan Dinding

Kecoak bisa masuk melalui retakan maupun lubang di sekitar pipa air serta dinding. Maka dari itu, penghuni rumah harus mengecek bagian tersebut. Apabila terdapat retakan maupun lubang, segera tambal agar kecoak tidak bisa masuk.

Jika ada lubang atau retakan di sekitar pipa atau di bawah wastafel, gunakan sealant silikon untuk menutup area tersebut. Jika lubangnya besar, penghuni rumah dapat memasang kawat kasa tembaga di atas lubang sebelum mengaplikasikan sealant.

Perbaiki Keran Bocor

Keran yang bocor memungkinkan air menggenang yang bisa menjadi sumber air untuk kecoak. Nah, sebaiknya penghuni rumah segera perbaiki keran yang bocor agar kecoak tak ke kamar mandi.

Selain itu, keran bocor juga bisa terjadi karena adanya retakan pada pipa. Segera perbaiki retakan tersebut. Kalau ada pipa bocor, segera hubungi jasa perbaiki pipa.

Taruh Sumbatan Saluran Air

Cara lainnya yang bisa dilakukan adalah menaruh sumbatan saluran air saat kamar mandi sedang tidak digunakan terutama pada malam hari karena kecoak merupakan hewan nokturnal. Hal ini bisa mencegah kecoak masuk kamar mandi melalui saluran air.

Cara Basmi Kecoak di Kamar Mandi

Apabila kecoak tetap muncul di kamar mandi, berikut ini cara membasminya dilansir dari The Pest Informer.

1. Baking Soda dan Cuka

Cara yang pertama adalah dengan mencampur baking soda (soda kue) dengan cuka. Cukup tuang dua sendok makan baking soda ke dalam wadah, lalu tuang sedikit cuka dan aduk hingga merata. Kemudian taburkan di dalam kamar mandi.

Selain dapat membunuh kecoak secara ampuh, campuran bahan tersebut juga dapat membersihkan saluran pembuangan air di kamar mandi yang kotor.

2. Asam Borat

Asam borat juga diklaim dapat membasmi kecoak di kamar mandi secara efektif. Cara pakainya cukup mudah, yakni sebagai berikut:

– Tuang bubuk asam borat ke dalam wadah terpisah

– Lalu campurkan tepung dan gula bersama asam borat

– Aduk hingga merata, kemudian letakkan adonan di tempat kecoak keluar.

Gula dan tepung berfungsi untuk memancing kecoak keluar dari sarangnya, sedangkan asam borat berguna untuk membunuh kecoak. Disarankan untuk meletakkan adonan asam borat ketika kamar mandi tidak dipakai atau saat malam hari agar hasilnya lebih efektif.

Itulah cara mencegah dan membasmi kecoak di kamar mandi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

3 Tips Pilih Lantai Kamar Mandi yang Aman dan Anti Licin


Jakarta

Jenis lantai yang digunakan di kamar mandi berbeda dengan lantai di ruangan lain. Hal ini dikarenakan kamar mandi selalu basah dan mudah sekali lembap. Diusahakan mencari jenis lantai yang anti slip atau tidak mudah licin.

Lantai yang kesat atau tidak licin dapat melindungi penggunanya dari kejadian terpeleset. Terjatuh di kamar mandi bisa fatal, dilansir detikHealth, bisa menyebabkan memar, pendarahan otak, cedera tulang, stroke, hingga henti jantung. Banyak kejadian orang yang terjatuh di kamar mandi dan tidak ditangani dengan cepat, meninggal dunia. Oleh karena itu, masalah lantai kamar mandi tak boleh dipandang sepele.

Bagi detikers yang berencana membeli lantai untuk kamar mandi, ketahui tips-tips berikut.


Tips Beli Keramik buat Lantai Kamar Mandi

1. Pilih Permukaan Keramik Anti Slip

Graphic Designer PT Kia Serpih Mas, Besa Wade Ruwapensa, menjelaskan terdapat 2 jenis keramik yang cocok dipakai di kamar mandi, yakni satin atau baby skin dan anti-slip atau anti licin.

“Kalau kamar mandi disarankan untuk wet areanya memakai anti slip. Terus untuk area kering kalau menurut saya lebih disarankan memakai satin. Jangan pakai yang glossy karena di sana biasanya ada wastafel, takut ada cipratan air berpotensi basah licin,” kata Besa saat ditemui dalam acara pameran ke-10 Keramika Indonesia bersama Mega Build Indonesia edisi ke-21, beberapa waktu lalu.

Tampilan keramik anti slip keluaran KIA Ceramics.Tampilan keramik anti slip keluaran KIA Ceramics. Foto: Sekar Aqillah Indraswari

Keramik anti slip ini bisa digunakan pada beberapa area jika kamar mandi cukup luas, yakni hanya di area basah saja. Namun, apabila kamar mandi tersebut kecil, kalau bisa sebagian besar lantainya memakai yang kesat karena air pasti akan membasahi seluruh ruangan.

2. Pilih Keramik Khusus Lantai

Jenis keramik yang digunakan juga harus keramik khusus lantai. Sebab, komposisinya sudah sesuai dan cukup kuat untuk dipasang di lantai. Jangan sampai memasang keramik untuk dinding pada lantai karena ketahanannya berbeda.

“Disarankan menggunakan keramik sesuai peruntukkannya. Contohnya banyak yang memakai keramik dinding ke lantai. Padahal itu kurang cocok karena breaking strength-nya lebih rendah yang dinding. Kalau dia ditempel otomatis ada kemungkinan kalau perekatnya tidak kuat akan jatoh, nanti menimpa orang. Nah makanya keramik dinding pasti lebih ringan dari keramik lantai,” jelasnya.

Tampilan keramik baby skin atau satin keluaran KIA Ceramics.Tampilan keramik baby skin atau satin keluaran KIA Ceramics. Foto: Sekar Aqillah Indraswari

Cara membedakan keramik lantai dan dinding, bisa dicek pada kemasan produk. Keramik lantai umumnya disebut floor tile dan untuk keramik dinding dinamakan wall tile.

Ukuran keramik juga menentukan ketahanannya. Besa mengatakan semakin besar ukuran keramik maka ketebalannya akan bertambah. Begitu juga dengan harganya juga akan semakin mahal.

“Kalau untuk pasar Indonesia biasanya memakai ukuran 30×30 cm (persegi), 25×25 cm untuk kamar mandi. Kalau bentuknya square biasanya untuk keramik lantai,” sebutnya.

3. Tentukan Ukuran dan Jumlah Keramik

Jika sudah menemukan jenis, model, dan warna yang sesuai, hitung jumlah keramik yang perlu dibeli. Sebutkan juga lokasi pemasangannya apakah dinding atau lantai.

Besa menyebutkan harga keramik dihitung per meter persegi. Dalam satu dus keramik umumnya terdiri dari keramik 1 meter persegi (square meter). Keramik tidak bisa dibeli satuan sehingga saat membeli keramik kamar mandi harus dilebihkan 1 dus untuk berjaga-jaga apabila ada yang retak atau kesalahan pemasangan.

“Anggaplah perumahan-perumahan sekarang itu kamar mandinya 1,5 meter x 1,5 meter biasanya. Berarti tinggal dikalikan. Nanti kita dapat luasnya berarti 22,5 meter persegi. Berarti harus beli 3 dus untuk keramik ukuran 50 x 50 cm dengan 12 pcs keramik isinya. Biasanya satu dus itu 1 square meter. Satu dus (ukuran 50 x 50 cm) isinya 4 pcs karena 1 keramik setengah meter,” ujarnya.

Itulah beberapa tips memilih lantai kamar mandi yang benar, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Masih Sering Jemur Handuk di Kamar Mandi? Ini Dampaknya!


Jakarta

Setelah mandi, handuk biasanya dijemur di tempat jemuran pakaian agar cepat kering dan bisa digunakan kembali. Namun, tak sedikit penghuni rumah yang memilih menjemur handuk di kamar mandi usai digunakan.

Alasannya cukup sederhana, karena handuk akan digunakan kembali untuk mandi di malam atau pagi hari. Jadi, ketimbang harus menggantung handuk di tempat jemuran lebih baik dijemur di kamar mandi agar mudah diambil.

Meski begitu, ternyata ada dampak buruk dari kebiasaan menjemur handuk di kamar mandi. Sayangnya, tidak semua orang sadar akan dampak tersebut. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Dampak Buruk Menjemur Handuk di Kamar Mandi

Handuk yang telah dipakai untuk mengeringkan badan akan basah. Jika handuk dijemur di bawah sinar matahari atau punya ventilasi udara baik, maka bisa lebih cepat kering.

Namun, lain halnya jika menjemur handuk di tempat yang lembap dan basah seperti di kamar mandi. Bukannya cepat kering, handuk justru menimbulkan bau apak yang tidak sedap.

“Saya perhatikan handuk saya tetap lembap selama berjam-jam setelah mandi, dan semakin sering hal ini terjadi maka semakin cepat pula baunya,” kata penulis Natalia Gonzalez mengutip The Spruce.

Tidak hanya menimbulkan bau apak, handuk yang terus dibiarkan dijemur di kamar mandi juga menyebabkan pertumbuhan jamur. Apabila tetap digunakan maka berisiko menimbulkan gatal-gatal di kulit.

Meski begitu, Natalia menyebut ada beberapa jenis handuk yang masih dapat ditaruh di kamar mandi, yaitu handuk tangan dan handuk kecil untuk mengelap wastafel. Sedangkan, handuk wajah dan handuk mandi sebaiknya jangan dijemur di kamar mandi.

“Untuk handuk wajah dan handuk mandi saya selalu menyarankan untuk disimpan di area yang punya ventilasi baik,” ungkapnya.

3 Barang Lain yang Jangan Disimpan di Kamar Mandi

Selain handuk mandi, Natalia mengungkapkan ada sejumlah barang lain yang sebaiknya jangan disimpan di kamar mandi. Tidak hanya soal kebersihan, tapi juga memengaruhi estetika ruangan. Apa saja barang tersebut?

1. Sikat Gigi

Natalia mengimbau agar sikat gigi diletakkan di lemari obat atau rak khusus. Cara ini dilakukan agar bakteri dan kotoran tidak hinggap di sikat gigi.

2. Obat-obatan

Beberapa orang sering menyimpan obat-obatan di rak kamar mandi. Natalia menyarankan untuk menyimpan obat di dalam kotak P3K agar lebih mudah dicari dan tidak tercemar bakteri.

3. Make Up

Sebagian orang juga memiliki kebiasaan menyimpan make up di kamar mandi. Agar tidak terpapar debu dan kotoran, alat make up sebaiknya disimpan di kamar tidur atau di dalam rak khusus.

Itu di alasan mengapa jangan menaruh handuk di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Tunggu Bau Apek, Begini Waktu Ideal Mencuci Handuk



Jakarta

Penghuni rumah masih ingat enggak kapan terakhir kali mencuci handuk? Ternyata handuk itu harus rutin dicuci, lho.

Handuk sering digunakan penghuni rumah untuk mengeringkan tubuh setelah mandi. Benda ini kerap kali dalam keadaan basah, lalu kering kembali. Nah, penghuni rumah perlu mencuci handuk untuk menjaga kebersihan.

Lalu, seberapa sering handuk perlu dicuci ya?


Dilansir dari Real Simple, ahli laundry dan mantan ilmuwan utama Tide & Downy Mary Johnson mengatakan handuk harus sering dicuci. Biasanya handuk bisa dipakai untuk mandi sebanyak 3-4 kali sebelum akhirnya dicuci.

Namun, intensitas itu dalam keadaan normal, yakni handuk dibiarkan hingga kering lagi setelah dipakai. Jika penghuni tak ingat sudah menggunakan handuk berapa kali, indikatornya adalah bau apak dari handuk.

“Bau dapat disebabkan oleh jamur yang tidak terlihat oleh mata telanjang, tetapi tidak dengan hidung kita,” kata Mary Johnson, dikutip dari Real Simple.

“Jika handuk Anda terlihat bersih tetapi masih berbau tidak sedap, berarti handuk tersebut tidak benar-benar bersih,” tambahnya.

Di sisi lain, Johnson menjelaskan handuk harus sering dicuci karena bisa menjadi tempat berkembangnya kuman hingga bakteri. Handuk yang kotor pun membuat pengguna berisiko mengalami jerawat dan infeksi.

“Tubuh kita terus menerus memproduksi keringat, garam, sebum, dan sel-sel kulit, dan sebagian besar dapat berpindah ke handuk (ketika digunakan),” katanya.

“Belum lagi adanya kotoran dan kotoran tubuh lainnya yang dapat menumpuk seiring berjalannya waktu, antara lain lendir, ketombe, riasan, dan sisa-sisa produk kecantikan. Hal tersebut akan tumbuh subur di kamar mandi yang gelap dan beruap, sehingga handuk Anda sangat rentan terhadap penumpukan bakteri,” lanjutnya.

Selain itu, handuk khusus untuk mengeringkan tanah sebaiknya dicuci setiap 2 hari sekali. Sementara handuk anggota keluarga yang sakit perlu selalu dicuci untuk mencegah penyebaran bakteri.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Ada Kelabang di Rumah? Begini Cara Ampuh Basminya


Jakarta

Pernah lihat kelabang di rumah? Hewan yang memiliki kaki banyak ini terkadang ditemukan di kamar mandi.

Kelabang atau lipan bukanlah serangga, melainkan arthropoda atau hewan invertebrata yang berwarna merah kecokelatan dengan panjang sekitar 2,5-7,6 cm. Hewan tersebut umumnya memakan semut dan kecoak, tapi bisa menggigit manusia juga. Apabila penghuni rumah memiliki alergi pada bisa, sebaiknya segera ke dokter jika digigit kelabang.

Dilansir dari Southern Living, asisten profesor dan ahli entomologi penyuluhan di Texas A&M AgriLife Research and Extension Center Rafia Khan, PhD, mengatakan kelabang kerap ditemukan di tempat yang lembap dan tertutup seperti di bawah batu atau kompos serta sampah dedaunan. Sebab, mereka membutuhkan kelembapan agar bisa hidup.


Walau demikian, kadang-kadang mereka bisa masuk ke area lembap di rumah seperti kamar mandi atau ruang bawah tanah. Profesor madya penyuluhan manajemen hama struktural di North Carolina State University, Chris Hayes, PhD berpendapat apabila ditemukan kelabang sekali dua kali di sana, itu berarti penghuni rumah memiliki lingkungan yang sehat.

“Namun, jika Anda sering melihatnya di dalam ruangan atau dalam jumlah besar, kehadiran mereka mungkin mengindikasikan adanya kebocoran atau masalah kelembapan yang perlu diselidiki,” ujar Hayes, dikutip dari Southern Living.

Cara Basmi Kelabang

Kalau kelabang berada di luar rumah, penghuni bisa mengabaikannya. Tapi kalau ada di dalam rumah dalam jumlah banyak sebaiknya lakukan beberapa cara berikut ini.

Bersihkan Dedaunan

Sebaiknya bersihkan sampah-sampah daun di sekitar rumah agar tidak jadi tempat persembunyian kelabang. Selain itu, sampah daun juga bisa menjadi tempat tinggal hama-hama lainnya.

Taruh Pot Tanaman di Tempat Tinggi

Taruh pot tanaman di tempat tinggi untuk mencegah penumpukan kelembapan di permukaan, seperti dek atau teras, agar tidak jadi tempat tinggal kelabang. Perlu diketahui juga bahwa kelabang mungkin ikut ke dalam rumah melalui tanaman pot yang dibawa masuk.

Tutup Celah Kecil

Tutup celah-celah kecil agar kelabang tidak masuk ke dalam rumah. Gunakan sealant atau busa semprot untuk menutup lubang di sekitar kusen jendela dan pintu. Pastikan juga kasa dan kusen pintu terpasang dengan baik.

Lakukan Investigasi

Jika ada banyak kelabang berkeliaran di dalam ruangan, carilah masalah kelembapan, seperti kayu lapuk di sekitar kusen pintu. Penghuni rumah harus mengatasi akar masalah untuk membasmi kelabang.

Cari Bantuan

Jika tidak tahu dari mana kelabang berasal, dan hal ini sudah menjadi gangguan rutin, penghuni rumah mungkin perlu berkonsultasi dengan perusahaan pengendalian hama profesional.

Itulah cara membasmi kelabang. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/dhw)



Sumber : www.detik.com

8 Tanaman Hias Ini Bikin Kamar Tidur Jadi Asri dan Nyaman


Jakarta

Menata kamar tidur tidak harus dengan furniture mewah dan modern, tapi juga bisa dengan meletakkan tanaman hias. Selain membantu menyegarkan ruangan, hadirnya tanaman hias juga dapat mempercantik kamar tidur.

Namun, tidak semua tanaman hias bisa diletakkan di kamar tidur. Ada beberapa tanaman hias yang harus terkena sinar matahari langsung. Jika ditanam di ruangan malah layu dan mati karena kurang terpapar cahaya matahari.

Ingin tahu apa saja tanaman hias yang cocok di kamar tidur agar terasa asri dan nyaman? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Tanaman Hias yang Cocok di Kamar Tidur

Ada beberapa tanaman hias yang cocok untuk kamar tidur agar menambah kesan asri dan nyaman. Dilansir situs Good Housekeeping, berikut daftarnya:

1. Lidah Mertua

Apabila kamu termasuk orang yang sering lupa menyiram tanaman hias, maka lidah mertua sangat cocok ditanam di rumah. Sebab, tanaman ini tak harus disiram setiap hari, cukup 1-2 kali dalam sebulan.

Meski membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh, tetapi lidah mertua tidak harus terkena cahaya setiap hari. Tanaman ini juga dapat menyaring udara kotor di dalam ruangan saat siang maupun malam hari.

2. Lidah Buaya

Lidah buaya jadi salah satu tanaman hias yang populer. Tanaman ini sangat mudah dirawat karena tidak perlu disiram setiap hari. Kalau terlalu sering disiram justru bisa menyebabkan layu dan mati.

Lidah buaya juga membutuhkan sinar matahari agar bisa tumbuh subur. Namun sebaiknya diletakkan di area yang tidak terlalu banyak terkena cahaya matahari.

3. Pakis Boston

Pakis boston bisa menjadi pilihan menarik untuk tanaman hias di kamar tidur. Sama seperti lidah buaya, tanaman ini juga tidak perlu disiram secara rutin, cukup dua kali dalam seminggu.

Pakis boston juga dapat hidup di area yang lembap, terutama di kamar tidur dan kamar mandi. Menanam pakis boston akan menambah kesan asri di ruangan.

4. Melati

Ingin menanam tanaman hias yang dapat mengharumkan ruangan? Melati bisa menjadi pilihan terbaik. Aroma wangi melati dapat memberikan efek rileks saat beristirahat.

Warna putih dari bunga melati juga dapat mempercantik kamar tidur. Agar melati tumbuh subur, sebaiknya diletakkan di dekat jendela agar terkena sinar matahari dan jangan ditaruh di bawah AC.

5. Sirih Gading

Sirih gading atau disebut juga pothos emas merupakan salah satu tanaman hias yang mudah dirawat. Selain dapat memperindah kamar tidur, sirih gading juga dapat menyaring udara kotor di dalam ruangan.

Sirih gading dapat dirawat dengan cara disiram secara teratur. Tanaman ini juga membutuhkan sinar matahari, tapi dalam jumlah sedang.

6. Janda Bolong

Monstera atau disebut janda bolong bisa menjadi pilihan terbaik untuk tanaman hias di kamar tidur. Sebab, tanaman ini dapat tumbuh subur di tempat yang minim cahaya dan cukup disiram seminggu sekali saja.

7. Peace Lily

Selain melati, kamu bisa menanam peace lily di kamar tidur. Bunganya yang indah bisa memberikan mood bahagia dan menenangkan.

Merawat peace lily cukup dengan menjaga kelembapan pada tanah agar tidak terlalu kering. Pastikan tanaman ini tidak terpapar sinar matahari langsung.

8. Lavender

Lavender sudah dikenal sebagai salah satu tanaman yang ampuh mengusir serangga seperti nyamuk dan lalat. Selain itu, lavender juga cocok diletakkan di kamar tidur karena dapat mempercantik ruangan.

Disarankan untuk meletakkan lavender di dekat jendela agar terpapar sinar matahari langsung. Tanaman ini juga tidak perlu disiram setiap hari, cukup seminggu sekali saja.

Itu dia delapan tanaman hias yang cocok untuk kamar tidur. Tertarik menanam yang mana?

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Barang Ini Jangan Ditaruh di Kamar Mandi, Bisa Rusak-Terpapar Bakteri!


Jakarta

Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang kerap ditemukan aneka macam barang. Benda-benda tersebut bahkan selalu digunakan setiap hari, seperti sikat gigi dan sabun cuci muka.

Sebenarnya, tidak masalah jika menaruh barang di kamar mandi, seperti tempat sabun, shampoo, atau pasta gigi. Namun, tidak semua barang ternyata bisa ditaruh di ruangan tersebut.

Jika kebiasaan menaruh sejumlah barang ini di kamar mandi, dampaknya bisa rusak seiring waktu. Bahkan, kotoran dan bakteri bisa menggerogoti barang tersebut dan akhirnya membahayakan kesehatan.


Penasaran, apa saja barang yang sebaiknya tidak ditaruh di kamar mandi? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Barang Ini Sebaiknya Jangan Ditaruh di Kamar Mandi

Menurut berbagai pakar, ada sejumlah barang yang sebaiknya jangan ditaruh di kamar mandi. Dikutip dari situs Bob Vila, berikut daftar barangnya:

1. Sikat Gigi

Banyak orang yang terbiasa menaruh sikat gigi di kamar mandi. Sayangnya, kebiasaan ini justru dapat membahayakan kesehatan karena bakteri dan kotoran bisa menempel di sikat gigi.

“Kamar mandi adalah tempat yang lembap dan sering dilalui orang, dan setiap kali toilet disiram, partikel mikroskopis dapat beterbangan di udara dan menempel di permukaan di sekitarnya,” kata pakar interior rumah tangga Lori Bailey.

Daripada meletakkan sikat gigi di kamar mandi, Bailey menyarankan untuk menyimpannya di rak atau kantong khusus sikat gigi. Selain melindungi sikat gigi tetap bersih, cara ini membuat kamar mandi tidak terlihat berantakan.

2. Perhiasan

Menyimpan perhiasan di kamar mandi merupakan kebiasaan yang salah. Soalnya, perhiasan seperti cincin dan kalung berisiko jatuh ke wastafel atau kloset, lalu bisa terbuang lewat saluran air.

Lalu, beberapa perhiasan seperti batu permata juga bisa rusak karena terpapar air. Suhu yang lembap di kamar mandi juga dapat merusak perhiasan kamu yang harganya jutaan rupiah.

“Solusinya adalah menyimpan perhiasan di lemari atau memasukkannya ke kota perhiasan agar tetap aman,” ujar Bailey.

3. Alat Penata Rambut

Alat penata rambut seperti hair dryer dan hair straightener (catokan) jangan ditaruh di kamar mandi. Sebab, benda ini bisa cepat rusak jika karena terkena cipratan air. Jika kamu mencoloknya ke stop kontak maka bisa tersengat arus listrik atau menimbulkan korsleting.

Bailey menyebut tidak masalah menggunakan hairdryer di kamar mandi, asalkan langsung dicabut dari stop kontak dan disimpan di tempat yang kering setelah digunakan.

“Saya selalu menyarankan untuk mencabut kabel dari stop kontak setelah alat penata rambut selesai digunakan dan menyimpannya dengan benar,” jelasnya.

4. Makeup

Barang lain yang sebaiknya jangan ditaruh di kamar mandi adalah alat makeup. Kondisi kamar mandi yang lembap dapat merusak alat makeup seiring waktu.

“Kamar mandi adalah lingkungan yang punya kelembapan tinggi sehingga dapat merusak makeup, mengurangi masa penggunaan, dan menyebabkan pertumbuhan bakteri, terutama pada krim dan bedak,” papar Bailey.

5. Obat-obatan

Beberapa orang terkadang menyimpan obat-obatan di kamar mandi karena mudah diambil. Namun, Bailey menyebut suhu yang lembap di kamar mandi justru dapat memengaruhi kualitas obat.

“Kamar mandi jauh dari kata ideal untuk menyimpan obat-obatan. Banyak obat yang sudah tidak efektif menyembuhkan penyakit jika disimpan di tempat yang lembap seperti kamar mandi,” pungkasnya.

Demikian lima barang yang sebaiknya jangan ditaruh di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Cermin Buram Bisa Kinclong Lagi, Ini Penyebab dan Cara Membersihkannya


Jakarta

Pernahkah bercermin tapi pantulannya terlihat tidak jernih alias buram? Cermin seperti itu bisa bikin penghuni rumah risih ketika bercermin.

Belum lagi, cermin buram terkesan kotor dan enggak estetik. Nah, sebaiknya penghuni memperhatikan kondisi cermin. Jangan biarkan cermin kotor dan rajin-rajin lah membersihkannya agar selalu kinclong.

Sebelum mempelajari cara membersihkan, penghuni perlu tahu dulu penyebab cermin buram. Simak penjelasannya berikut ini seperti yang dikutip dari Mike’s Cleaning and Organizing.


Penyebab Cermin Buram

Inilah beberapa faktor yang membuat cermin terlihat buram.

Kerak Air

Endapan mineral dari air bisa membentuk lapisan kerak yang lama-lama membuat cermin terlihat buram.

Kerak Sabun

Residu dari produk perawatan tubuh seperti sabun bisa terakumulasi pada cermin kamar mandi. Kerak sabun bisa menumpuk dan membuat permukaan cermin kusam.

Teknik Pembersihan yang Salah

Menggunakan alat pembersih yang salah dapat merusak lapisan cermin. Misalnya penggunaan tisu bisa meninggalkan goresan dan menyebabkan cermin buram.

Cara Bersihkan Cermin Buram

Penghuni rumah bisa membersihkan cermin yang buram menggunakan bahan-bahan yang ditemukan di rumah. Berikut ini cara bikin cermin kembali kinclong.

Alkohol Gosok

Alkohol gosok ampuh membersihkan cermin yang buram. Campurkan alkohol gosok dan air dengan perbandingan yang sama dalam botol semprot. Lalu semprotkan cairan tersebut pada cermin dan lap menggunakan kain mikrofiber.

Campuran Cuka Putih

Cuka putih termasuk bahan terbaik buat bersihkan cermin secara alami. Campurkan cuka putih dan air dengan rasio seimbang. Semprotkan cairan itu pada cermin, lalu bersihkan dengan kain lembut bebas serat atau tisu.

Krim Cukur

Siapa sangka krim cukup bisa digunakan buat membersihkan cermin yang buram. Aplikasikan sedikit krim cukur pada kain lembut. Gosok permukaan cermin dengan lembut menggunakan kain tersebut. Setelah itu, bersihkan cermin dengan kain baru yang bersih dan kering.

Itulah penyebab cermin buram beserta cara membersihkannya. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

10 Material yang Cocok buat Dinding Shower, Nggak Gampang Jamuran


Jakarta

Dinding kamar mandi tidak cukup dilapisi dengan cat anti air, bagian ini butuh material tambahan agar tidak mudah ditumbuhi jamur. Material ini tentu yang harus tahan dari air, mudah dibersihkan, dan tidak gampang berjamur.

Adapun, area yang wajib dilapisi dengan material tambahan adalah area shower. Sebab, area ini mudah sekali lembap karena cipratan air dan pengaruh panas dari air panas jika shower tersebut memakai water heater.

Jadi, pastikan material dinding shower tidak sembarangan. Sebagai referensi, dilansir The Spruce, berikut 10 material terbaik digunakan untuk dinding shower.


1. Batu Alami

Batu alami merupakan material yang memiliki kualitas dan penampilan yang bagus. Namun, biasanya harganya cukup mahal. Bahan ini tahan terhadap panas, kerusakan abrasif, dan kerusakan akibat benturan.

Kekurangan batu alami adalah bisa keropos atau terkikis oleh air. Sebagai gambaran, batu-batu di sekitar air terjun dan sungai yang sudah beratus tahun di aliran air tersebut pasti ada bagian yang berubah karena kontak secara terus menerus dengan air. Proses pengikisannya memakan waktu yang lama, bukan dalam hitungan belasan tahun saja.

2. Kaca

Material kedua adalah kaca. Material satu ini bisa membuat tampilan kamar mandi tampak elegan. Selain itu, mudah dibersihkan dan mudah mendeteksi apabila terdapat kotoran. Kaca juga tahan terhadap tumbuhnya jamur dan lumut, serta tahan terhadap noda karena kaca merupakan bahan yang tidak berpori.

Namun seperti cermin, kaca rentan terhadap tekanan. Apabila tidak sengaja menekan terlalu berat pada permukaannya atau ada benda yang jatuh dan menyenggol kaca bisa pecah berserakan. Pecahan kaca ini juga bisa berbahaya bagi penggunanya.

3. Granit

Granit merupakan salah satu material yang memiliki tampilan yang indah tetapi tidak semahal marmer. Ubin yang terbuat dari batu alam ini hadir dalam berbagai warna dan terdapat pola unik yang tercipta dari bentukan alami granit. Granit cocok untuk dinding shower karena tahan panas, tahan gores, dan tahan noda.

Perlu diketahui granit materialnya berpori namun rentan terhadap air. Biasanya granit disegel dengan benar sebelum pemasangan dan ditutup kembali secara teratur setiap satu atau dua tahun sekali untuk melindungi kualitasnya dari air tidak akan menjadi masalah.

4. Akrilik

Pilihan material selanjutnya untuk dinding shower adalah akrilik. Material ini banyak dipakai sebagai dinding pembatas antara area basah dan kering di kamar mandi. Tampilannya yang transparan juga indah dilihat seperti kaca. Harganya juga relatif terjangkau dan tahan terhadap jamur.

5. Fiberglass

Material fiberglass juga tahan terhadap tumbuhnya jamur dan lumut sehingga lebih mudah dirawat dan dijaga kebersihannya. Dinding shower fiberglass umumnya juga relatif mudah dipasang. Jadi ini bisa jadi referensi material dinding shower selain ubin keramik, porselen, atau kaca mungkin kamu dapat memilih material fiberglass untuk dinding shower.

6. Marmer

Marmer merupakan jenis material yang sering digunakan untuk interior yang mewah karena harganya yang mahal dan tampilannya yang indah. Material ini lebih ringan dari granit sehingga pemasangannya lebih mudah. Mirip batu alam lainnya, marmer juga berpori sehingga perlu perawatan secara rutin. Perlu juga diingat bahwa jika marmer tidak dirawat dengan benar, marmer dapat retak atau pecah.

7. Keramik

Material keramik merupakan material yang paling umum dipakai di Indonesia karena harganya yang murah dan tampilannya yang beragam. Keramik tahan terhadap noda sehingga hanya perlu dibersihkan seminggu sekali untuk mencegah jamur dan lumut menumpuk. Namun, keramik rentan retak, terkelupas, dan tergores.

8. PVC Laminasi

PVC Laminasi adalah pilihan yang ringan dan terjangkau serta relatif mudah dipasang. Meskipun material ini tahan terhadap panas, air, noda, dan jamur, namun rentan terhadap kerusakan abrasif. Oleh karena itu, berhati-hatilah selama dan setelah pemasangan agar tidak menggores, memotong, atau mengiris laminasi.

9. Porselen

Material porselen dikenal punya tingkat keawetan dan ketahanan air yang lebih tinggi dibandingkan material keramik meskipun tampilan kedua material tersebut mirip. Walaupun ubin ini rentan terkelupas dan retak, ubin porselen tahan terhadap goresan, noda, dan pertumbuhan jamur.

10. Permukaan Solid

Material terakhir ini punya permukaan padat yang mudah dibersihkan dan hanya perlu dibersihkan setiap dua minggu sekali, namun perlu diingat bahwa dinding shower ini rentan terhadap kerusakan akibat benturan. Jika sudah penyok atau retak, dinding dengan permukaan padat akan sulit diperbaiki sehingga pengguna harus berhati-hati agar tidak merusak dinding saat menggunakan shower.

Itulah beberapa material yang cocok untuk area shower kamar mandi, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com