Tag Archives: kampoeng gallery

Kafe Nyentrik di Tengah Pasar Loak Kebayoran Lama



Jakarta

Kafe yang satu dengan berada di area Jakarta Selatan, bernama Kampoeng Gallery. Lokasinya berada di tengah pasar loak Kebayoran Lama.

Kafe ini jadi titik temu para muda-mudi yang ingin menghabiskan waktu usai kuliah, bekerja, atau bahkan memang jadi tujuan utamanya. Kesan nyentrik jadi pengalaman pertama saat masuk ke sini karena ornamen barang bekas-antik yang jadi pembeda kafe.

Di sini terdapat buku, lukisan, patung, furniture, dan masih banyak lagi. Barang-barang tersebut merupakan kepemilikan dari sang empunya cafe, Ivan Moningka.


Dia mengakui kalau barang-barang yang ada di sini merupakan hasil dari hobinya backpackeran. Dari perjalanannya ini, Ivan kerap membeli beberapa barang yang menurutnya unik dan menarik untuk dikoleksi.

“Awalnya sih hobi karena gue punya hobi ngumpulin barang-barang bekas ‘barang-barang sampah’ ya,” ujar Om Ivan sapaan akrabnya kepada detikTravel, Selasa (21/5/2024).

Kampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran LamaKampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran Lama (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Dari kesenangannya terhadap barang-barang yang dianggap oleh segelintir orang sebagai sampah ini, ia memiliki sudut pandang yang berbeda. Mulanya tempat nongkrong yang kini bernama Kampoeng Gallery pertama kali buka pada 2010 lalu dan berjalan dengan segala terpaannya hingga saat ini.

Saat berkeliling melihat seluk-beluk tempat ini, seakan masuk ke dalam lorong waktu pada era masa lalu. Barang-barang jadul yang ia miliki sudah tak terbilang, Om Ivan pun bingung saat menerka berapa jumlah pasti barang yang dipajang di tempatnya ini.

Mula gandrungnya ia terhadap barang-barang seperti ini adalah ketika ia mencari rilisan-rilisan musik dari band kesukaannya. Dahulu saat Om Ivan masih duduk dibangku sekolah untuk mencari barang seperti itu masih terbilang sulit dan juga mahal, alhasil ia mencari alternatif untuk mencari ke pasar loak.

“Terpaksa gue harus mencari ke tukang loak, itu menjadi alternatif. Ternyata pas di tukang loak di luar ekspektasi gue, ternyata di sana bukan hanya ada kaset dan vinyl doang tapi juga gue dapat kaos, aksesorisnya,” kata dia.

Sembari menikmati sajian singkong goreng dan es jeruk, Om Ivan menuturkan bahwa pasar loak baginya bak surga harta karun. Semua barang yang ia idamkan selama itu nyatanya tersedia ditumpukan-tumpukan barang bekas, pertama kalinya Om Ivan mencari barang-barang adalah di Pasar Loak Jatinegara atau terkenal dengan Pasar Jembatan Item.

Kampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran LamaKampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran Lama (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Gue pertama kali ke (pasar) loak itu di Jatinegara, ternyata di situ surganya barang-barang yang gue butuhin ada di situ. Akhirnya gue rajin ke situ jadi kaya hobi hampir tiap hari kalau selama gue punya uang dan itu sampai sekarang masih terus (ke pasar loak),” kata Ivan.

Hingga sekarang tempat Om Ivan ini dijejali oleh barang-barang yang bikin mata terpukau, koleksinya pun jika ada yang berminat untuk meminangnya akan dengan senang hati dikeluarkan oleh Om Ivan. Sedang asik bercengkrama, tetiba ada salah satu pengunjung yang menunjukan berapa harga buku dan kaleng jadul miliknya.

Untuk masalah harga Om Ivan tak mematok harga selangit seperti barang-barang jadul lainnya. Karena menurutnya dengan harga yang murah bisa menjadi daya tarik untuk tempatnya dan juga ia tak mau orang lain kesulitan mendapatkan barang yang diinginkan seperti dulu ia ingin memiliki barang tertentu.

Harga makanan dan minuman di tempat Om Ivan ini juga sangat murah, untuk harga minuman pun dimulai dari hari Rp 5.000 – 35.000 saja. Dan untuk makanan tak hanya cemilan saja, di sini juga terdapat makanan berat yang dibanderol mulai dari harga Rp 15.000.

Kampoeng Gallery terletak di kawasan Pasar Loak Kebayoran Baru dekat Masjid Al Huda, memang tak ada plang jelas masuk lewat mana. Patokan pasnya adalah terdapat Warung Madura berwarna hijau, tak jauh dari situ ada gang dan kamu bisa langsung masuk untuk singgah dan ngopi-ngopi atau bahkan sekadar melihat barang-barang jadul di tempat ini.

Buka setiap hari mulai dari jam 11.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Salah satu pengunjung yang kerap datang adalah Ray Farsha Anindito, ia bersama teman-temannya sering menjadikan tempat ini sebagai tempat untuk mengisi waktu luang disela-sela jam kuliah atau sehabis jam kuliah.

“Sering, gua (pertama kali ke tempat ini) dari tahun 2020. Gua pertama kali tau tempat ini karena eksplor di depan kan ada pasar loak terus masuk ke sini karena penasaran ternyata ada cafe di dalamnya. Dan udah jadi nyaman di sini, tempatnya enak, cozy,” dia menjelaskan.

Di Kampoeng Gallery juga tak usah khawatir buat kamu yang merupakan kaum cashless karena di sini bisa melakukan pembayaran cash maupun cashless. Jadi penasaran sama tempat ini?

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kampoeng Gallery, Kafe Antik di Jaksel Pas buat Long Weekend



Jakarta

Di tengah pesatnya perkembangan kafe kekinian yang mengutamakan gaya minimalis, terdapat sebuah kafe dengan tema barang antik bernama “Kampoeng Gallery”. Pas, buat mengisi long weekend-mu.

Kafe barang antik itu berada di pusat kota Jakarta Selatan, yakni di Kebayoran lama, pas di samping Stasiun Kebayoran. Traveler hanya perlu menuju pintu keluar dan berjalan sedikit maka akan terlihat suasana tempat nongkrong dengan tulisan ‘Kebayoran Vintage/Kampoeng Gallery’.

Berada di gang yang tersembunyi dengan papan nama kafe yang sederhana, kafe itu ternyata penuh warna. Dinding-dindingnya dipenuhi beraneka lukisan dan rak-rak yang diisi dengan buku-buku, pajangan, dan barang-barang antik.


Gagasan membuka Kampoeng Gallery ternyata merupakan pelampiasan hobi si pemilik Ivan Moningka. Dia senang mengoleksi barang bekas.

Kampoeng Gallery di Kebayoran Lama, Jakarta SelatanIvan Moningka, pemilik Kampoeng Gallery di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Syanti Mustika/detikcom)

“Saya memiliki hobi sejak saya SMA dalam mengoleksi barang bekas dan saya suka sekali dengan musik. dari sinilah saya mencari kaset, piringan hitam, CD yang susah ditemukan di berbagai toko maupun koleksi orang lain,” kata Ivan dalam perbincangan dengan detikTravel beberapa waktu lalu.

“Saat saya hunting musik kesukaan saya, bertemulah dengan berbagai buku-buku, poster hingga benda-benda unik yang akhirnya saya jadikan koleksi,” dia menambahkan.

Menggali Nostalgia di Tengah Kota Modern

Kampoeng Gallery yang berada dekat di Pasar Kebayoran LamaKampoeng Gallery yang berada dekat di Pasar Kebayoran Lama (Yenny Mustika Sari/detikcom)

Ketika memasuki Kampoeng Gallery, traveler disambut dengan atmosfer yang akan membawa kembali ke masa lalu. Dekorasi yang menciptakan suasana vintage, seperti berbagai macam barang-barang antik, bangku-bangku dan meja yang sederhana.

Bahkan, Lukisan yang menghiasi dinding kafe menawarkan keindahan, menciptakan ruang yang nyaman, dan penuh dengan rasa seni yang mendalam dan juga rak buku yang dipenuhi dengan koleksi literatur klasik menambah kesan nostalgia.

Menjaga Tradisi di Tengah Tren Serba Modern

Kampoeng Gallery di Kebayoran Lama, Jakarta SelatanKampoeng Gallery di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Syanti Mustika/detikcom)

Di era maraknya kafe kekinian sering kali mengedepankan desain sleek dan high-tech, Kampoeng Gallery mengandalkan daya tarik barang antik. Bagaimana sebuah tempat dapat mempertahankan nilai-nilai dan gaya klasik di tengah dominasi tren kafe kekinian.

Dengan interior yang tidak hanya dipenuhi dengan koleksi barang-barang antiknya saja, Kampoeng Gallery memberikan adanya pengalaman yang menghubungkan visual nostalgia yang mendalam.

Memadukan sentuhan Klasik Kampoeng Gallery adalah contoh yang baik tentang bagaimana sebuah kafe dengan desain antik dapat mempertahankan tradisi bersaing di dunia modern.

Dengan menyatukan kebutuhan dan ekspektasi pengunjung seperti menu makan dan minuman yang bervariatif, terdapat colokan yang mendukung jika traveler ingin WFA menciptakan ruang yang nyaman dan fungsional sambil tetap mempertahankan sentuhan klasik.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com