Tag Archives: kapulaga

7 Tips agar Kamar Tidur Tetap Harum Sepanjang Waktu


Jakarta

Kamar tidur yang harum dan bersih membuat tubuh serta pikiran rileks saat beristirahat. Namun ada kalanya menyemprotkan pengharum ruangan saja tidak cukup karena terkadang kamar masih tetap berbau tak sedap.

Jika demikian, sejumlah kiat dapat diikuti agar kamar tidur bebas bau dan senantiasa wangi sepanjang hari. Tipsnya mudah dan dapat dilakukan rutin.

Tips agar Kamar Tidur Tetap Wangi Sepanjang Waktu

Dilansir Good Housekeeping dan Real Simple, berikut sejumlah tips yang dapat dilakukan supaya kamar terus harum setiap harinya:


1. Bersihkan Kamar dari Sampah dan Debu

Tong sampah yang berada di dalam kamar dapat menjadi sumber bau tak sedap. Usahakan buang sampahnya setiap hari meski wadahnya belum penuh. Tidak hanya sampahnya yang dibuang, wadah termasuk tutupnya juga mesti rutin dibersihkan setidaknya sebulan sekali.

Debu yang menumpuk di sejumlah sudut juga menyebabkan kamar tidur berbau. Bersihkan debu secara teratur menggunakan lap basah atau kain mikrofiber, dilanjut dengan mengepel lantai. Pastikan membersihkan debu menyeluruh bahkan di tempat-tempat yang sering terlupakan.

2. Rutin Cuci Sarung Bantal dan Seprai

ilustrasi bersihkan kasurIlustrasi mencuci seprai, sarung bantal, dan selimut kasur Foto: iStock

Seberapa pun bersihnya kamar dan dirimu sendiri, seprai kasur dan sarung bantal akan kehilangan aroma segarnya serta menjadi kotor setelah digunakan. Mengingat keringat hingga residu produk perawatan diri yang dipakai akan menempel di kasur setiap malamnya.

Karena itu, seprai hingga sarung bantal mesti dicuci setidaknya 2 minggu sekali atau lebih sering jika memiliki hewan peliharaan atau alergi. Jangan lupa untuk mencuci bantal, selimut, dan kasur itu sendiri. Lakukan setidaknya 2 kali dalam setahun.

3. Rapikan Barang-barang

Kamar dipenuhi barang akan membatasi sirkulasi udara dan menyebabkan panas berlebih, alhasil akan tercium bau apek.

Rapikan barang atau buang jika sudah tidak digunakan lagi agar kamar lebih lega dan terbuka. Barang yang sedikit pun membuat kamar lebih mudah dibersihkan ke depannya.

4. Buka Jendela dan Pintu

Membuka jendela dan pintu berguna agar sirkulasi udara di dalam kamar bagus. Ini bantu menghilangkan sisa kelembapan dan bau apek yang menumpuk sehingga udara segar masuk. Bukalah jendela atau pintu selama beberapa jam di pagi hari.

5. Semprotkan Pengharum Ruangan

Pengharum ruangan dapat disemprotkan ke kamar tidur agar harum. Bisa gunakan pengharum ruangan yang dijual bebas, elektrik, atau DIY dari bahan alami seperti larutan minyak esensial atau rempah-rempah.

6. Letakkan Tanaman atau Bunga

Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukIlustrasi tanaman lavender Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

Tidak hanya mempercantik kamar, tanaman dapat bantu membuat udara kamar segar. Bisa letakkan tanaman begonia, melati, gardenia, atau rosemary tuscan di sudut kamar atau tempat yang berbau tak sedap.

Meletakkan bunga harum dalam vas juga dapat membuat kamar wangi. Misalnya, letakkan bunga lavender, mawar, lilac, atau peony.

Pengikat bau tak sedap juga dapat dibuat sendiri. Caranya dengan membungkus baking soda dengan kain dan tambahkan 5 tetes minyak esensial apa saja lalu ikat. Letakkan di laci atau area kamar mana saja yang ingin tercium wangi, udara akan bantu menyebarkan aromanya ke seluruh ruangan. Jika harumnya sudah hilang, tambahkan 10-20 tetes minyak esensial.

7. Rebus Campuran Rempah dan Buah

Buah-buahan dan rempah juga dapat digunakan untuk membuat kamar tidur wangi, bahkan seluruh hunian. Caranya dengan merebus sejumlah buah atau rempah beraroma harum dalam panci berisi air. Aroma menenangkan yang dihasilkan akan bertahan beberapa waktu.

Kombinasi bahan yang dapat direbus bersamaan yaitu:

  • Jeruk, rosemary, dan vanili.
  • Jahe, kayu manis, adas manis, pala, dan kapulaga.
  • Apel, jeruk, kayu manis, dan cengkeh.

Itulah tips agar kamar tidur tetap harum. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

7 Cara Bikin Kamar Tidur Selalu Harum Sepanjang Hari


Jakarta

Kamar tidur yang harum membuat penghuni merasa nyaman tinggal di rumah. Akan tetapi, terkadang hanya menyemprotkan pengharum tidak cukup membuat ruangan wangi

Sebab, menyemprotkan pengharum ruangan bisa cepat hilang, sehingga tak lagi wangi. Bau tak sedap di kamar pun tidak dapat ditutupi.

Bagaimana cara membuat kamar tidur harum sepanjang waktu? Simak tipsnya berikut ini.


Cara Bikin Kamar Tidur Harum

Inilah beberapa tips untuk membuat kamar wangi sepanjang hari, dikutip dari Good Housekeeping dan Real Simple.

1. Rapikan Barang

Penghuni sebaiknya merapikan barang-barang di kamar tidur. Rapikan barang atau buang barang yang sudah tidak digunakan agar kamar lebih lega.

Sebab, kamar yang dipenuhi barang akan membatasi sirkulasi udara dan menyebabkan panas berlebih. Hal tersebut bisa menimbulkan bau apek.

2. Bersihkan Kamar dari Sampah

Bau tak sedap di kamar tidur bisa berasal dari tempat sampah. Nah, penghuni sebaiknya membuang sampah setiap hari meski wadahnya belum penuh. Selain buang sampah, tempatnya pun perlu dibersihkan setidaknya sebulan sekali.

3. Rutin Cuci Sarung Bantal dan Seprai

Sarung bantal dan seprai lama-lama akan kotor karena digunakan. Mengingat, keringat hingga residu produk perawatan diri dapat menempel di kasur.

Oleh karena itu, dianjurkan untuk mencuci seprai dan sarung bantal setidaknya dua minggu sekali. Penghuni sebaiknya mengganti seprai dan sarung lebih sering kalau memiliki hewan peliharaan atau alergi. Kemudian, cuci bantal, selimut, dan kasur setidaknya 2 kali dalam setahun.

4. Semprotkan Pengharum Ruangan

Penghuni bisa menyemprotkan pengharum ruangan ke kamar tidur. Ada berbagai bentuk pengharum ruangan, seperti yang dijual bebas

di pasaran, elektrik, ataupun buatan sendiri. Penghuni bisa menggunakan bahan alami seperti larutan minyak esensial atau rempah-rempah.

5. Buka Jendela dan Pintu

Pastikan ada sirkulasi udara yang baik di dalam kamar dengan membuka jendela dan pintu. Buka jendela atau pintu beberapa jam di pagi hari. Cara ini membantu menghilangkan sisa kelembapan dan bau apek.

6. Pajang Tanaman atau Bunga

Tanaman dan bunga tak hanya memperindah kamar tetapi juga membuat udara kamar segar, lho. Penghuni bisa memajang tanaman yang harum, seperti begonia, melati, gardenia, atau rosemary tuscan di sudut kamar.

Lalu, memajang bunga harum dalam vas juga dapat membuat kamar wangi. Letakkan bunga lavender, mawar, lilac, atau peony di dalam kamar.

7. Rebus Campuran Rempah dan Buah

Rebusan buah dan rempah juga bisa membuat kamar tidur wangi. Caranya dengan merebus buah-buahan atau rempah. Aroma rebusan itu akan menyebar ke seluruh ruangan.

Kombinasi bahan yang dapat direbus bersamaan yaitu:

  • Jeruk, rosemary, dan vanili.
  • Jahe, kayu manis, adas manis, pala, dan kapulaga.
  • Apel, jeruk, kayu manis, dan cengkeh.

Itulah beberapa cara membuat kamar tidur selalu wangi. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Jelajah Rempah, Ekoturisme Keren dari Desa Sumberurip di Blitar



Blitar

Rempah lebih dikenal sebagai komoditas yang dihasilkan wilayah Indonesia bagian timur. Namun di Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar ini, traveler bisa mengenal lebih dekat beragam tanaman rempah yang melimpah, sebagai pohon kopi sebagai budidaya utama.

Berbeda dengan destinasi wisata kopi di daerah lain, kekayaan rempah yang dihamparkan desa di lereng Gunung Kawi sisi barat ini cukup mengejutkan. Pasalnya, potensi unik ini belum pernah dimunculkan sebelumnya.

Apalagi semua jenis rempah tumbuh begitu subur di dataran dengan ketinggian sekitar 700 MDPL ini, seperti Kapulaga (Elettaria cardamomum), Merica (Pepper nigrum), Pala (Myristica fragrans) dan Vanili (Vanilia planifola).


Untuk menuju ke desa ini, traveler dari luar kota bisa turun di Stasiun Kota Blitar. Kemudian bisa menyewa kendaraan online menuju ke arah Wlingi yang berjarak sekitar 22 KM ke arah timur.

Perjalanan berlanjut ke arah Utara sekitar 15 KM dengan jalanan aspal yang meliuk dan melewati hutan jati. Lanskap Gunung Kelud dan Butak tampak jelas jika cuaca cerah. Hawa sejuk mulai terasa ketika memasuki Desa Sumberurip dengan hamparan hijau dedaunan dan suara burung yang nyaring bernyanyi.

Ekotourism Desa Sumberurip BlitarEkotourism Desa Sumberurip Blitar Foto: Erliana Riady/detikcom

Dengan mengusung konsep ekoturisme, warga lokal berkomitmen tidak akan menambah atau mengubah semua yang dibentangkan semesta, sesuai dengan keasliannya.

Lokasi ini juga masuk klasifikasi wisata dengan minat khusus, bukan mass tourism dengan banyak pengunjung. Cocok banget bagi traveler yang benar-benar ingin menikmati masa libur menyatu dengan alam yang tenang.

Traveler akan menemukan banyak pengalaman empirik, seperti menyentuh dan memetik langsung beragam rempah tersebut dari pohonnya. Sesuatu benda yang selama ini hanya tampak di meja dapur, bentuk tumbuhannya akan dihadapkan langsung di depan kita!

Bahkan, traveler bisa mengetahui bagaimana proses rempah itu diolah hingga siap menjadi bumbu dapur. Apalagi, jika waktu kunjungan bertepatan dengan masa panen rempah, suasana kesibukan warga lokal akan terekam dengan indah dalam balutan tradisi gotong royong yang masih melekat kuat disini.

“Saya gak nyangka, kalau pohon Kapulaga itu ternyata buahnya di bawah semacam umbi. Selama ini saya pikir menggelantung di dahan tumbuhan seperti merica. Panili juga, ternyata pohonnya merambat dan gak tinggi. Ini pengalaman baru yang sangat menarik,” aku Mart, owner Sabatokaliwuan provider adventure dari Yogyakarta, Jumat (4/10/2024).

Menurut Mart, destinasi wisata ekoturisme seperti yang disuguhkan Desa Sumberurip ini sedang menjadi tren baru dalam dunia pariwisata. Para traveler peminat khusus, terutama wisatawan mancanegara, kerapkali membidik tujuan wisata mereka ke lokasi seperti ini agar dapat berbaur dengan warga dengan semua kearifan lokal budayanya.

Beberapa kolega Mart di Eropa mengaku tertarik begitu diperkenalkan dengan destinasi wisata kebun kopi yang terintegrasi dengan tumbuhan rempah ini.

Jelajah rempah dimulai dari titik kumpul di rumah warga. Sebagai welcome drink, traveler disuguhi beragam minuman rempah hangat sesuai pilihan dan jajanan tradisional sebagai camilan.

Perjalanan dimulai dengan treking ringan (soft trekking) menyusuri perkampungan menuju lahan kopi yang ditanam berdampingan dengan tumbuhan rempah.

Karena topografi lahan berada di wilayah perbukitan, maka hawa sejuk dan lanskap sawah terasering akan menjadi bonus pemandangan menuju lokasi lahan. Jalan tanah setapak sangat cocok untuk traveler yang merindukan suasana tenang pedesaan.

Ekotourism Desa Sumberurip BlitarEkotourism Desa Sumberurip Blitar Foto: Erliana Riady/detikcom

Roni Yudiono, pemilik lahan seluas 50 are ini siap memberikan pengalaman baru. Mulai membedakan pohon dan biji kopi Robusta, Arabika dan Liberoid. Kemudian mengenalkan beragam tumbuhan rempah yang menjadi tanaman sela lahan kopi tersebut.

“Tanaman rempah ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Tapi baru massif dibudidayakan sebagai tanaman sela kopi sejak COVID-19 melanda. Banyak orang mencari alternatif pengobatan herbal dan itu mengangkat harga jual rempah. Jadi kami disini juga mulai menanam bersama-sama, karena dulu rempah itu gak punya nilai jual,” tutur pria berusia 32 tahun ini.

Menurut Roni, aktifitas di lahan makin beragam ketika musim petik rempah dilakukan warga. Untuk Merica, musim panen akan tiba sekitar bulan September-Oktober. Kapulaga, musim panen biasanya dilakukan saat musim hujan.

Vanili, musim panennya jatuh di bulan Maret-April. Sedangkan jahe dan cengkeh, panen bisa dilakukan mulai September hingga akhir tahun. Untuk Pala, bisa dipetik setiap saat asalkan cuaca normal.

Durasi dua jam, dirasa cukup untuk traking pendek. Jalan pulang akan berbeda dengan jalur yang dilalui saat berangkat. Traveler akan menjumpai aktifitas warga desa dan berbaur bersama mereka dengan segala kesederhanaan dan keramah-tamahannya.

Sampai di titik kumpul, makan siang dengan menu khas tradisional Desa Sumberurip siap menambah energi yang tersisa. Dan pulangnya, free gift dan sourvernir rempah dengan kemasan yang manis, bisa dibawa pulang sebagai buah tangan yang penuh kenangan.

“Bagi traveler yang berminat menikmati jelajah rempah di sini, registrasi kami satu pintu melalui IG@javasumbercoffe.inc. Karena potensi wisata ini terintegrasi dengan semua potensi di desa kami. Trip kami buka setiap hari dengan minimal 4 orang, kecuali Jumat libur karena jam efektifnya pendek,” pungkasnya.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com