Tag Archives: karawang

Ingin Sensasi Belanja di Luar Negeri? Bisa Coba Mal Mewah Ini di Karawang


Jakarta

The Grand Outlet-East Jakarta, Karawang, adalah mal mewah internasional pertama di Indonesia. Konsep bangunannya mirip di luar negeri dengan area open space yang luas.

Soft launching mal ini dilakukan pada 5 Desember 2023 bertepatan dengan musim belanja Natal dan Tahun Baru. Pengunjung akan dimanjakan dengan produk mewah dan lengkap tanpa harus ke luar negeri.

Pusat perbelanjaan mewah seluas 9 hektar ini tidak pernah bikin bosan. Berbagai diskon dan pertunjukan artis ternama membuat The Grand Outlet East Jakarta tidak pernah sepi pengunjung.


The Grand Outlet East Jakarta, Mal Mewah dan Lengkap

Sebagai salah satu mal terlengkap dan termewah di Indonesia, The Grand Outlet East Jakarta menawarkan 150 merek mewah dari ritel hingga tempat makan. Perawatan kecantikan dan kesehatan tubuh juga bisa ditemukan di sini.

Di lantai pertama, pengunjung akan ditawarkan dengan outlet merek mewah, koper dan kebutuhan travelling, optik, toko HP dan elektronik, pakaian, kebutuhan olahraga, toko mainan, sepatu, tas, perhiasan, produk kecantikan, dan cafe. Sementara lantai dua mal fokus pada area foodcourt, supermarket, wahana permainan anak, toko buku dan baju, serta area terapi kecantikan.

Berikut beberapa merek global yang tersedia di The Grand Outlet East Jakarta:

  • Bally
  • Boss
  • Calvin Klein
  • Tommy Hilfiger
  • Michael Kors
  • Victoria’s Secret
  • True Religion
  • Pandora
  • The North Face
  • Timberland
  • Adidas
  • Kipling
  • Steve Madden
  • Bath & Body Works
  • Timberland
  • The NorthFace
  • Lacoste
  • Keds
  • Crocs
  • Cotton on.
  • Sedangkan berbagai restoran ternama yang bisa dipilih di sini yaitu:
  • The People’s Café
  • Pepper Lunch
  • Kimukatsu
  • Imperial Kitchen
  • Steak 21
  • Solaria
  • Starbucks.

Namun karena menyasar kaum menengah dan menengah ke atas, beberapa merek lokal premium juga disediakan seperti New Era, Star Time, Minimal, dan Manzone, dan lain-lain. Acara bazar, pameran, maupun konser juga sering dilakukan oleh berbagai merek untuk promosi.

Fasilitas The Grand Outlet-East Jakarta, Karawang

Dilansir dari laman resminya, berikut beberapa fasilitas mal The Grand Outlet-East Jakarta, Karawang:

  • Galeri ATM
  • Toilet
  • Mother’s room
  • Wi-Fi gratis
  • Buggy Cart
  • Mushola
  • Playground Anak
  • Toilet Difabel
  • Stroller Bayi
  • Bus Shuttle.

Jam Buka, Lokasi, dan Rute Menuju The Grand Outlet-East Jakarta

Jadwal operasional The Grand Outlet-East Jakarta, Karawang, adalah:

Jam Operasional

  • Senin-Minggu: 10.00-22.00 WIB

Pengunjung dengan kendaraan pribadi cukup membayar uang parkir sebesar Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil setiap kali pembayaran.

Lokasi dan Rute

  • Lokasi: Jalan Trans Heksa, Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang. The Grand Outlet-East Jakarta berada di lokasi strategis yaitu kawasan industri Karawang.

Pengunjung dari arah Jakarta dapat menggunakan jalur tol Jakarta-Cikampek dan keluar di exit tol Karawang Barat KM 47. Butuh waktu sekitar 1 jam untuk tiba dengan alternatif lain turun via exit tol Karawang Timur KM 47.

Sedangkan pengunjung dari arah Bandung dapat mengambil lajur tol yang sama dan turun di exit tol Karawang Barat selama 1,5 jam. Jika ingin tiba lebih cepat dapat menggunakan kereta cepat Whoosh” dan turun di Stasiun Karawang, Stasiun Halim, atau Stasiun Tegalluar.

Mal mewah internasional ini menyediakan shuttle bus gratis yang melewati titik-titik keberangkatan berikut:

  • Resinda Hotel Karawang (09.30, 11.00, 12.30, 14.15, 15.45, 17.15, 19.15 WIB)
  • Brits Hotel (09.45, 11.15, 12.45, 14.30, 16.00, 17.30, 19.30 WIB)
  • Fave Hotel Karawang (10.00, 11.30, 13.00, 14.45, 16.15, 17.45, 19.45 WIB)
  • Novotel (10.15, 11.45, 13.15, 15.00, 16.30, 18.00, 20.00 WIB)
  • Puri KIIC Hotel (10.30, 12.00, 13.30, 15.15, 16.45, 18.15, 20.15 WIB).

Jadwal kepulangan yang disediakan hanya satu kali perjalanan yang dimulai dari pukul 20.30 hingga 21.45 WIB. Karena itu, pengunjung diminta untuk datang 15 menit lebih awal sebelum jam keberangkatannya.

Demikian informasi tentang The Grand Outlet-East Jakarta sebagai mal internasional pertama di Indonesia. Mal ini diklaim akan menjadi tempat belanja terbaik di kelasnya di Indonesia.

(row/row)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Di Balik Pabrik-pabrik, Ada Setitik Keindahan Bali di Karawang



Karawang

Tak perlu jauh-jauh ke Bali untuk menikmati keindahan pulau Dewata, di Karawang pun bisa. Traveler datang saja ke Kampung Turis yang suasananya Bali banget!

Karawang yang terkenal sebagai kota industri, ternyata menyimpan Hidden Gem. Di balik pabrik-pabrik yang berdiri di kota itu, ada Kampung Turis yang keindahannya serupa Ubud di Bali.

Lokasinya berada di kaki Gunung Sanggabuana, tepatnya di Desa Mekar Buana, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Karawang. Begitu masuk ke sini, traveler akan merasa seperti bukan di Karawang, tapi di Bali.


Kampung Turis Karawang menghadirkan pemandangan alam yang begitu menawan. Udara sejuk dan suasana asri khas pegunungan menambah rasa betah berada di objek wisata itu.

“Banyak tamu yang berkunjung ke Kampung Turis terkagum-kagum dan tidak menyangka kalau Karawang memiliki tempat wisata yang lengkap dan mempesona seperti Kampung Turis,” kata General Manager Kampung Turis, Heri Heryana.

Area Bukti Sidampyak, Kampung Turis KarawangKampung Turis Karawang Foto: Irvan Maulana/detikJabar

Di area perbukitan Kampung Turis terbentang hamparan sawah nan hijau dengan landscape terasering ala Ubud Bali yang begitu eksotis.

Kampung Turis jadi semakin istimewa, karena nuansanya yang ditata dengan baik, dengan sentuhan artistik ala Bali yang begitu menarik.

“Hal menarik lainnya yang sulit didapatkan pengunjung di tempat wisata lain adalah, nuansa artistik Bali yang dapat dilihat dari model bangunan, gapura, pura hingga landscape sawah terasering khas Ubud Bali yang menjadi daya tarik Kampung Turis,” paparnya.

Kampung Turis menghadirkan berbagai wahana hiburan yang lengkap dan menarik, yaitu: Water Park, Resto, Cafe, Villa, Danau, Kids Play Ground, Pendopo, Meeting Room dan Air Terjun.

Selain itu, Kampung Turis juga menyediakan wahana education dan adventure, yang dilengkapi dengan aneka permainan yang menarik seperti, playing fox, high rope, archery, ATV dan permainan menarik lainnya.

“Saat ini, Kampung Turis tengah mengembangkan wahana edukasi dan adventure (eduventure) yang juga menjadi wahana unggulan untuk memenuhi kebutuhan segmen corporate,instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, komunitas bahkan family untuk menyelenggarakan kegiatan outbound, training, meeting family gathering, wedding dan juga kegiatan sekolah,” ucap Heri.

Pesona Kampung Turis tidak hanya digandrungi oleh wisatawan lokal Karawang dan Bekasi. Tetapi juga oleh wisatawan dari luar kota, seperti Jakarta, Bandung, Purwakarta, Tanggerang, Bogor, Subang, dan daerah lainnya di Jawa Barat.

—–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ada Wisata Belanja Baru di Karawang, Tak Kalah Sama Luar Negeri



Karawang

Tak hanya punya kawasan industri, Karawang juga memiliki destinasi wisata belanja mewah ala luar negeri. Traveler bisa mengunjunginya libur Nataru ini.

Destinasi wisata belanja itu bernama The Grand Outlet-East Jakarta, Karawang. Ini adalah sebuah mall mewah internasional pertama di Indonesia.

Konsep mall ini tak kalah dengan mall-mall di luar negeri. Ada open space alias ruang terbuka, dimana traveler bisa berjalan-jalan dengan leluasa sembari berbelanja di berbagai toko yang ada di sana.


Outlet mall mewah internasional pertama ini menawarkan merek-merek produk premium. Mulai dari pakaian, tas dan koper, aksesoris, dan banyak lagi lainnya.

Beberapa merek global terkemuka itu antara lain Bally, Boss, Calvin Klein, Tommy Hilfiger, Michael Kors, Victoria’s Secret, True Religion, Pandora, The North Face, Timberland, Adidas, serta masih banyak lagi yang lain.

The Grand Outlet KarawangThe Grand Outlet Karawang Foto: (dok. Istimewa)

Untuk pilihan restorannya, di mall ini ada The People’s Café, Pepper Lunch, Kimukatsu, Imperial Kitchen, Steak 21, Solaria, Starbucks dan yang lainnya.

Total ada lebih dari 150 produk ritel yang menawarkan berbagai alternatif merek gaya hidup mewah dan tempat makan di sini.

Para pecinta estetika juga akan dimanjakan dengan beragam perawatan tubuh holistik yang ditawarkan oleh beragam tenant perawatan tubuh dan kecantikan.

“Kami sangat senang bisa menghadirkan gerai outlet mall mewah internasional pertama di Indonesia. Saya yakin The Grand Outlet – East Jakarta, Karawang akan menjadi tempat belanja terbaik di kelasnya di Indonesia,” ujar William Liem, Chief Executive Officer Grup Tuan Sing Holdings dalam keterangannya, Senin (18/12/2023).

The Grand Outlet KarawangThe Grand Outlet Karawang Foto: (dok. Istimewa)

Untuk menyambut musim libur Nataru, ada diskon hingga 70% setiap hari dari beragam tenant di mall dengan luas lahan mencapai 9 hektar ini.

Dekorasi meriah yang mempesona juga akan mengubah outlet mall ini menjadi negeri khayangan di musim dingin bertemakan keajaiban natal.

Sepanjang musim libur Nataru, The Grand Outlet – East Jakarta, Karawang juga akan menyelenggarakan serangkaian acara menarik, termasuk pertunjukan live spesial dari Tiara Andini.

The Grand Outlet – East Jakarta, Karawang dapat dicapai hanya satu jam perjalanan dari pusat kota Jakarta, melalui tol Cikampek.

Mall ini juga dapat diakses melalui Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dengan pemberhentian di Stasiun Karawang yang hanya berjarak sekitar 4 km saja dari mall tersebut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

4 Spot Wisata Rengasdengklok dan Sekitarnya



Jakarta

Rengasdengklok merupakan salah satu kecamatan di Karawang yang dikenal karena sejarah. Berkunjung ke sini, traveler bisa berwisata di beberapa wisata sekitarnya.

Rengasdengklok menjadi salah satu saksi bisu kemerdekaan Indonesia. Di sanalah tempat Sukarno dan Hatta dibawa oleh kaum muda.

Saat itu, mereka berdua diculik untuk didesak agar segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, diculiknya Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok juga dimaksudkan agar mereka terbebas dari intervensi Jepang.


Hasilnya, kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 tak terlepas dari andil kejadian tersebut.

Berkunjung ke Rengasdengklok, traveler bisa berwisata hingga napak tilas ke beberapa spot wisata di sekitarnya.

Berikut 4 spot wisata di sekitar Rengasdengklok.

1. Rumah Djiauw Kie Siong

Rumah Djiaw Kie Siong (Andi Saputra/detikcom)Rumah Djiaw Kie Siong (Andi Saputra/detikcom) Foto: Rumah Djiaw Kie Siong (Andi Saputra/detikcom)

Salah satu yang paling lekat dengan Rengasdengklok adalah keberadaan rumah Djiauw Kie Siong. Rumah inilah yang menjadi tempatnya Sukarno sekeluarga dan Hatta diculik.

Berkunjung ke sini, traveler bisa napak tilas sejarah awal kemerdekaan dengan mendengarkan penuturan sejarah dari keluarga pemilik rumah ini.

Letaknya berada di Dusun Bojong, Rengasdengklok, berdekatan dengan sungai Citarum yang menjadi batas antara Rengasdengklok di Kabupaten Karawang dan Kedungwaringin yang sekarang masuk Kabupaten Bekasi.

Rumah ini dibangun pada 1920, artinya rumah ini telah berusia sekitar 103 tahun. Namun kini, rumah itu telah dipindahkan dari lokasi aslinya pada 1957 karena abrasi.

“Dulu rumah ini ada di dekat sungai. Tapi tahun 1950 itu ada banjir, karena abrasi, rumah dipindah, dicopot satu per satu kayunya dan dibangun ulang di sini,” kata Yanto, selaku cucu Djiauw Kie Siong, mengutip detikJabar, Senin (22/1/2024).

2. Monumen Kebulatan Tekad

Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok.Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok. (Irvan Maulana/detikJabar)

Salah satu wisata yang identik dengan gerakan perjuangan di Rengasdengklok adalah Monumen Kebulatan Tekad. Itu karena monumen ini berada di bekas markas PETA (Pelindung Tanah Air).

Monumen ini berdiri setelah kemerdekaan, tepatnya 1950 dan diresmikan pada 17 Agustus 1950. Monumen ini memiliki beberapa arti yang melambangkan perjuangan kemerdekaan, antara lain:

  • Tundangan tugu: Menggambarkan perjuangan seluruh masyarakat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan
  • Badan tugu: Memiliki bentuk segi empat yang melambangkan kesatuan perjuangan bangsa.
  • Bulatan tugu: Memiliki bentuk bulat, menggambarkan bulatnya tekad dalam merebut kemerdekaan.
  • Kepalan tangan kiri: adalah aksen paling ikonik yang melambangkan perlawanan dan memegang teguh kemerdekaan.
  • Rantai dan tiang: selain sebagai penjaga monumen, melambangkan pula sebagai ikatan kokoh dan kuat dari seluruh rakyat Indonesia.

Berkunjung ke sini traveler dapat melakukan napak tilas era kemerdekaan hingga berburu foto di beberapa spot di sini.

3. Taman Hud-hud

Wisata Taman Hud-hud KarawangWisata Taman Hud-hud Karawang. (Irvan Maulana/detikJabar)

Berkunjung ke Rengasdengklok, traveler juga bisa mampir ke Taman Hud-hud. Tempat wisata ini memiliki beberapa hal menarik seperti kolam renang hingga taman burung dan beberapa wahana lainnya.

“Di sini ada kolam renang anak, outdoor dan semi indoor, ada lukisan 3D, wahana sepeda, ATV, kolam ikan, mini danau, taman burung, rumah pohon, karaoke di kapal, serta gazebo,” kata pemilik Taman Hud-hud, Iqbal Jamalulail, dikutip dari detikJabar, Senin (22/1/2024).

Menariknya, Taman Hud-hud disebut terinspirasi dari kisah Nabi Sulaiman AS.

Gus Iqbal menjelaskan dahulu Nabi Sulaiman dianugrahi mukjizat salah satunya dapat berbicara dengan hewan, “Kala itu ada seekor burung yang mengabarkan adanya seorang ratu cantik bernama Balqis penyembah matahari, pembawa kabar itu ialah burung Hud-hud,” kata dia.

Atas peristiwa itu, ratu Balqis kemudian menjadi istri Nabi Sulaiman berawal dari burung Hud-hud sebagai pembawa kabar. Oleh karenanya burung Hud-hud disebut sebagai burung pembawa kabar bahagia.

“Seperti namanya burung Hud-hud mengisyaratkan sebagai pembawa kabar yang bahagia, kita namai taman ini dengan nama burung itu,” kata Gus Iqbal.

Taman ini merupakan wisata ramah keluarga dengan luas sekitar 1,2 hektare. Lokasinya di Jalan Proklamasi, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Biaya tiketnya yakni Rp 30 ribu (weekday) dan Rp 50 ribu (weekend).

4. Kompleks Percandian Batujaya

Candi di KarawangCandi Batujaya Karawang. (Luthfiana Awaluddin)

Tak jauh dari Rengasdengklok, terdapat objek wisata yang menarik untuk didatangi, yakni Kompleks Percandian Batujaya.

Kompleks ini ditemukan disebut-sebut sebagai yang tertua di Indonesia dan lebih tua dari Candi Gedong Songo di Semarang. Puluhan candi kuno ini merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara dan diduga dibangun pada abad ke-4 Masehi.

Kompleks Percandian Batujaya terletak di hamparan seluas 500 hektar. Saking luasnya, hamparan candi tersebar. di antara tiga desa dan dua kecamatan.

Awalnya, situs ini terkubur di bukit kecil. Bukit tersebut menonjol di antara hamparan tanah dan sawah yang luas. Hingga akhirnya beberapa warga menemukan batu bata berwarna merah dan dilakukan ekskavasi dari tahun 1992 hingga 2000.

Selain melihat candi, berkunjung ke sini traveler juga bisa cuci mata lewat panorama hamparan sawah yang luas. Berkunjung ke sini disarankan naik kendaraan pribadi ataupun kendaraan sewaan.

Namun, jika traveler ingin menggunakan transportasi umum bisa naik dari Terminal Tanjungpura, Karawang dan memilih angkot jurusan Tanjungpura-Rengasdengklok. Dari pasar Rengasdengklok, traveler perlu melanjutkan dengan angkot jurusan Rengasdengklok-Batujaya. Lokasi kompleks candi ini berada sekitar 18 km dari Rengasdengklok.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

7 Wisata Rengasdengklok: Tempat Bersejarah hingga Waterpark


Jakarta

Daerah Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terkenal dengan sejarahnya yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin napak tilas sejarah Indonesia.

Buat detikers yang ingin ke Rengasdengklok, kalian tidak hanya bisa berwisata ke tempat-tempat bersejarah. Namun ada tempat wisata lain yang bisa dikunjungi, seperti taman dan waterpark.

Rekomendasi Wisata Rengasdengklok dan Sekitarnya

Berikut ini 7 rekomendasi wisata Rengasdengklok dan sekitarnya yang bisa detikers kunjungi:


1. Rumah Djiaw Kie Siong

Rumah tempat Soekarno dan Hatta disembunyikan di Rengasdengklok, Karawang.Rumah tempat Soekarno dan Hatta disembunyikan di Rengasdengklok, Karawang. Foto: Irvan Maulana/detikJabar

Rengasdengklok terkenal dengan peristiwa penculikan Sukarno-Hatta pada 16 Agustus 1945. Mereka dibawa para pemuda ke rumah Djiaw Kie Siong, seorang warga keturunan Tionghoa.

Di rumah ini, Sukarno-Hatta didesak untuk segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa harus menunggu Jepang menyerahkan kemerdekaan. Traveler bisa mendengarkan kisah-kisah tersebut dari keluarga pemilik rumah ini.

Rumah Djiaw Kie Siong dibangun pada 1920. Namun karena terjadi abrasi karena banjir, rumah tersebut dipindahkan dari lokasi semula pada 1957.

“Dulu rumah ini ada di dekat sungai. Tapi tahun 1950 itu ada banjir, karena abrasi, rumah dipindah, dicopot satu per satu kayunya dan dibangun ulang di sini,” kata Yanto, selaku cucu Djiaw Kie Siong, yang dikutip dari detikJabar, Senin (22/1/2024).

Lokasi rumah ini berada di pusat Kecamatan Rengasdengklok, tepatnya di Jalan Bung Karno, Dusun Bojong, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

2. Monumen Kebulatan Tekad

Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok.Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok. Foto: Irvan Maulana/detikJabar

Wisata sejarah lainnya adalah Monumen Kebulatan Tekad yang tak jauh dari rumah Djiaw Kie Siong. Jaraknya hanya sekitar 300 meter. Tempat ini adalah bekas markas tentara PETA (Pelindung Tanah Air).

Monumen ini didirikan setelah kemerdekaan, yakni diresmikan pada 17 Agustus 1950. Bentuk monumen ini memiliki arti simbolik, yaitu:

  • Tundangan tugu: simbol perjuangan seluruh masyarakat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan
  • Badan tugu: bentuk segi empatnya menyimbolkan kesatuan perjuangan bangsa.
  • Bulatan tugu: bentuk bulatnya menyimbolkan kebulatan tekad dalam merebut kemerdekaan.
  • Kepalan tangan kiri: melambangkan perlawanan dan memegang teguh kemerdekaan.
  • Rantai dan tiang: berfungsi menjaga monumen, sekaligus simbol ikatan kokoh dan kuat dari seluruh rakyat Indonesia.

3. Taman Hud-hud

Wisata Taman Hud-hud KarawangWisata Taman Hud-hud Karawang Foto: Irvan Maulana/detikJabar

Selain napak tilas sejarah kemerdekaan, traveler juga bisa bersantai sejenak ke Taman Hud-hud. Dikutip dari detikJabar, tempat wisata ini memiliki fasilitas di antaranya kolam renang anak, outdoor dan semi indoor, perosotan, naik kuda, ATV, kolam ikan, danau kecil, dan taman burung.

Penamaan Taman Hud-hud ini terinspirasi dari kisah Nabi Sulaiman. Dalam kisah itu, burung Hud-hud adalah pembawa kabar.

“Kala itu ada seekor burung yang mengabarkan adanya seorang ratu cantik bernama Balqis penyembah matahari, pembawa kabar itu ialah burung Hud-hud,” kata pemilik Taman Hud-hud, Iqbal Jamalulail, dikutip dari detikJabar, Senin (22/1/2024).

Diharapkan agar taman ini selalu membawa kabar baik dan membahagiakan masyarakat. Taman yang memiliki luas sekitar 1,2 hektare ini berada di Jalan Proklamasi, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

Taman Hud-hud buka setiap Selasa-Minggu pukul 08.30-17.00 (khusus Jumat pukul 13.00-17.00 WIB). Harga tiketnya yakni Rp 30 ribu (weekday) dan Rp 50 ribu (weekend).

4. Waterboom Elmujira

Di Rengasdengklok, traveler juga bisa mengajak anak-anak bermain di Waterboom Elmujira yang tak jauh dari Taman Hud-hud. Seperti waterboom lainnya, di sini terdapat sejumlah wahana menarik, seperti beberapa jenis perosotan, kolam beraneka kedalaman, dan ember tumpah.

Waterboom ini berada di Jalan Raya Rengasdengklok, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Tempat ini buka setiap hari pukul 09.00-20.30 WIB. Harga tiketnya Rp 30 ribu per orang.

5. Kompleks Percandian Batujaya

Candi Blandongan dan Jiwa di Kawasan Percandian Batujaya Karawang masih terendam banjir akibat intensitas hujan tinggi dan adanya luapan air irigasi Desa Segaran.Candi Blandongan dan Jiwa di Kawasan Percandian Batujaya Karawang. Foto: Yuda Febrian Silitonga

Di sekitar Rengasdengklok juga ada sejumlah tempat wisata yang bisa detikers kunjungi. Salah satunya Kompleks Percandian Batujaya.

Dikutip dari situs Kemdikbud, Kompleks Percandian Batujaya ini disebut sebagai candi tertua di Nusantara. Kompleks percandian ini dibangun pada zaman Kerajaan Tarumanagara yang bercorak Hindu.

Uniknya, candi-candi tersebut merupakan candi Buddha. Hal ini menunjukkan tingginya toleransi antar umat beragama pada masa itu. Terdapat 39 lokasi percandian di kompleks tersebut.

Letaknya berada di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jabar. Dari Kecamatan Rengasdengklok, jaraknya sekitar 18 km atau ditempuh sekitar 30 menit.

6. Kawung Tilu Bojong

Jika mencari wisata alam di sekitar Rengasdengklok, detikers bisa mampir ke Kawung Tilu Bojong yang berada di selatan Rengasdengklok. Taman ini cukup hits karena penataan yang instagramable.

Dikutip dari situs Kemenparekraf, Kawung Tilu Bojong Rangkas Wisata ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 15 hektare. Selain menyajikan panorama alam pepohonan jati yang rindang, taman ini juga memiliki penangkaran hewan, aneka wahana, dan taman bermain anak.

Beberapa fasilitasnya antara lain penangkaran rusa, penangkaran domba Garut, wahana kicau burung, naik ATV, dan taman bermain anak.

Kawung Tilu Bojong Rangkas terletak di Ciranggon, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Dari Rengasdengklok, jaraknya sekitar 20 km atau ditempuh sekitar 40 menit.

7. Waterpark Megasari

Terakhir ada Waterpark Megasari yang juga berada di Kabupaten Bekasi. Waterpark ini khas dengan ornamen-ornamen berbentuk binatang raksasa, seperti dinosaurus, jerapah, hingga kupu-kupu.

Terdapat beberapa kolam untuk anak dan dewasa, kolam busa, kolam arus, dan mini zoo. Wahananya antara lain ember tumpah, beberapa jenis seluncuran. Traveler juga bisa berfoto-foto dengan nuansa Korea dan Jepang.

Waterpark Megasari berlokasi di Desa Sumbersari Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Dari Rengasdengklok, jaraknya cuma 3 km, atau sekitar 10 menit perjalanan. Harga tiket masuk Rp 35 ribu saat weekday dan Rp 45 ribu saat weekend dan liburan.

Nah, itulah tadi 7 rekomendasi wisata Rengasdengklok dan sekitarnya. Tidak cuma wisata sejarah, tetapi ada juga wisata alam dan waterpark.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Rumah Djiaw Kie Song, Hidden Gem Wisata Sejarah di Karawang



Karawang

Rumah Djiaw Kie Song di Karawang adalah destinasi wisata sejarah yang menyimpan kisah penculikan Soekarno-Hatta. Akses mudah dan tanpa tiket masuk.

Peristiwa bersejarah itu terjadi di Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada 16 Agustus 1945 atau sehari sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pada hari itu, dua tokoh penting Indonesia, Sukarno dan Mohammad Hatta, diculik oleh golongan muda, di antaranya Soekarni, Shodancho Singgih, dan Jusuf Kunto. Mereka mendesak agar segera dilakukan proklamasi kemerdekaan.

Sukarno dan Hatta dibawa ke rumah seorang petani keturunan Tionghoa bernama Djiauw Kie Siong. Rumah Djiauw Kie Siong itu berada dii Dusun Bojong, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.


Rumah itu sudah ditempati Djiauw Kie Siong sejak 1920. Tetapi, rumah itu sudah tidak berada di tempat aslinya. Rumah itu telah dipindahkan dari tepi Sungai Citarum pada 1957

Kini, rumah Djiaw Kie Song itu tidak jauh dari pusat kota Karawang, hanya berjarak sekitar 19,9 km. Kendati telah dipindahkan, banyak elemen asli seperti bata merah, dinding kayu, dan genteng tradisional masih dipertahankan, menambah daya tarik bagi pengunjung.

Kini rumah itu masuk dalam daftar cagar budaya.

Ramai Setiap Agustus

Kini, rumah itu menjadi destinasi wisata. Menurut pemilik rumah, yang merupakan istri dari cucu Djiaw Kie Song, yang akrab disapa Bu Yanto, rumah itu biasa menerima pengunjung. Jam operasional dimulai dari pukul 08.00 hingga 17.00, tetapi jam tersebut dapat diperpanjang saat ada acara komunitas, terutama pada Agustus.

Ya, di bulan Agustus, banyak acara yang digelar di sini. Mereka menjadikan rumah itu tidak hanya sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga sebagai tempat ngumpul bareng menjelang 17 Agustus.

“Ramainya biasanya di bulan Agustus. Banyak sekali acara di sini pada bulan Agustus dan September, karena banyak peristiwa yang diperingati. Terakhir, komunitas pecinta alam sempat mengadakan acara di sini,” kata Bu Yanto dalam perbincangan dengan detikTravel.

Di bulan itu para pedagang di sekitar rumah turut ketiban rejeki. Mereka senang penjualan berlipat.

Mengenai perizinan untuk mengadakan acara, Bu Yanto menjelaskan, bahwa komunitas yang mengadakan acara di rumah bersejarah ini biasanya mengurus izin sendiri kepada RT dan RW, serta izin keramaian ke kepolisian.

“Tahapan untuk mengadakan acara di sini biasanya dimulai dengan izin dari saya atau suami. Namun, untuk perizinan di luar, seperti izin RT, RW, hingga izin keramaian ke kepolisian, itu mereka urus sendiri,” kata Bu Yanto.

Traveler tidak perlu khawatir mengenai biaya masuk, karena tidak ada biaya tiket yang dikenakan alias gratis. Pengunjung hanya pelru berdonasi sukarela yang digunakan untuk pemeliharaan bangunan.

Rumah Djiaw Kie Song, Hidden Gem Wisata Sejarah di KarawangRumah Djiaw Kie Song, hidden gem wisata sejarah di Karawang (Asti Azhari/detikTravel)

Bangunan Tradisional

Bagi para traveler yang menyukai fotografi, rumah ini juga menawarkan banyak spot menarik. Struktur bangunan tradisional dengan bata merah dan atap genteng membuatnya sangat fotogenik, terutama saat matahari mulai terbenam.

Interior rumah yang kaya akan ornamen sejarah, seperti foto-foto lama dan replika kamar Soekarno, menambah daya tarik bagi wisatawan yang ingin menangkap momen unik melalui lensa kamera.

Rumah Djiaw Kie Song, Hidden Gem Wisata Sejarah di KarawangRumah Djiaw Kie Song, Hidden Gem Wisata Sejarah di Karawang (Asti Azhari/detikTravel)

Lokasi Rumah Djiaw Kie Song sangat strategis di Karawang. Meskipun awalnya terletak di tepi Sungai Citarum, saat ini rumah ini berada di Kalimati, sebuah area yang telah berkembang pesat.

Akses menuju rumah ini cukup mudah dengan kendaraan pribadi, dan area parkir di sekitar rumah juga luas, sehingga nyaman bagi para pengunjung.

Bagi yang ingin membawa pulang oleh-oleh, rumah ini bersebelahan dengan warung yang menjual makanan dan minuman ringan, sehingga traveler dapat beristirahat sejenak sambil menikmati suasana sekitar.

Warung-warung kecil di sekitar lokasi juga menjadi tempat bertemunya pengunjung dan warga lokal, menciptakan suasana yang hangat dan autentik.

Traveler yang ingin belajar lebih banyak tentang sejarah juga akan menemukan bahwa rumah ini menyimpan banyak cerita yang jarang diungkapkan dalam buku sejarah.

Pemandu lokal, seperti Bu Yanto, cucu dari Djiaw Kie Song, siap memberikan wawasan mendalam mengenai peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di rumah ini, termasuk penculikan Soekarno-Hatta dan bagaimana rumah ini digunakan sebagai tempat merumuskan strategi perjuangan oleh para pemuda.

Bagi keluarga atau rombongan wisata yang berkunjung, rumah ini menawarkan suasana yang tenang dan nyaman untuk dijelajahi bersama. Lokasinya yang luas membuatnya ideal untuk berjalan-jalan, dan suasana pedesaan yang masih terasa memberikan pengalaman wisata yang berbeda dari hiruk-pikuk kota.

Dengan segala daya tariknya, Rumah Djiaw Kie Song tidak hanya penting dari segi sejarah, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang memperkaya pengetahuan traveler.

Jika Anda seorang traveler yang tertarik dengan wisata sejarah dan ingin memahami lebih dalam perjuangan bangsa Indonesia, rumah ini adalah destinasi yang wajib ada dalam daftar kunjungan traveler di Karawang.

Cara Menuju ke Rumah Djiaw Kie Song

Bagi yang memilih transportasi umum, traveler dapat naik angkot 07 atau 17 dari Stasiun Karawang menuju Tanjung Pura, dengan pemberhentian di daerah Bojong atau lampu merah menuju Rengasdengklok.

Waktu yang ditempuh jika menggunakan kendaraan roda 4 sekitar 40 menit, tetapi menyesuaikan juga dengan keramaian dan kondisi jalan menuju destinasi.

Rumah Djiaw Kie Song bukan hanya sekadar saksi sejarah penculikan Soekarno dan Mohammad Hatta pada 16 Agustus 1945, tetapi juga telah menjadi destinasi wisata yang menarik bagi para traveler.

Dengan akses yang mudah dan nilai sejarah yang kaya, rumah ini ideal bagi wisatawan yang ingin menjelajahi cerita kemerdekaan Indonesia. Traveler yang tertarik dengan sejarah akan menemukan pengalaman unik di rumah ini, di mana atmosfer perjuangan terasa di setiap sudutnya.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Desa Wisata Karawang Punya Sawah Hijau Sejauh Mata Memandang


Jakarta

Ternyata ada desa wisata di Kawarang. Desa wisata Mekarbuana itu berada di di bagian paling selatan Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat.

Status desa wisata belum lama didapatkan Desa Mekarbuana. Yakni, mulai 2021.

Makanya, namanya belum begitu dikenal di kalangan traveler. Desa itu memiliki suasana tenang dengan pemandangan alam yang indah serta memiliki kekayaan budaya dan tradisi lokal yang kental.


Di Kaki Gunung Sanggabuana

Desa Wisata Mekarbuana memiliki pemandangan alam yang asri dan menenangkan. Dikelilingi oleh hamparan sawah hijau yang subur, kebun kopi yang harum, serta kebun durian yang lebat. Desa itu subur dengan berada di kaki Gunung Sanggabuana. Udara di sana pun sejuk.

Bagi para pendaki dan pencinta alam, Gunung Sanggabuana bisa menjadi pilihan untuk trekking bagi pemula. Karena gunung tersebut tidak terlalu curam bagi para pemula.

Pendakian menuju puncak gunung memberikan pesona alam dengan pemandangan Karawang dari ketinggian. Wisatawan bisa menikmati sunrise atau sunset yang memukau dari puncak gunung, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para fotografer dan pemburu keindahan alam.

Curug Cigentis dan Curug Bandung

Desa wisata Mekarbuana, Karawang, Jawa BaratDesa wisata Mekarbuana, Karawang, Jawa Barat (Asti Azhari/detikcom)

Selain trekking, air terjun di Desa Mekarbuana juga menjadi magnet bagi pengunjung yang ingin menikmati kesegaran air pegunungan. Air terjun Curug Cigentis dan Curug Bandung itu terletak tidak jauh dari desa, sehingga mudah dijangkau.

Suara gemericik air yang jatuh dari ketinggian serta suasana alam yang damai membuat tempat ini cocok untuk bersantai dan melepaskan penat.

Pengalaman Tanam Padi

Tidak hanya menawarkan keindahan alam, Desa Wisata Mekarbuana juga menghadirkan wisata budaya yang edukatif dan interaktif. Pengunjung diajak untuk ikut serta dalam berbagai aktivitas yang mencerminkan kehidupan sehari-hari masyarakat desa. Salah satu kegiatan yang paling diminati adalah menanam padi di sawah.

Dengan bimbingan petani setempat, wisatawan dapat merasakan bagaimana cara menanam padi dengan metode tradisional, sebuah pengalaman yang sangat berbeda dari kehidupan di kota.

Selain itu, Desa Mekarbuana juga mengajak wisatawan untuk mendapatkan pengalaman belajar menganyam kerajinan tradisional. Kerajinan anyaman di desa itu menjadi bagian penting dari budaya dan ekonomi lokal. Pengunjung dapat belajar teknik menganyam dengan menggunakan bahan alami, yang hasilnya bisa menjadi kenang-kenangan unik dari perjalanan mereka.

Bagi pecinta kuliner, kelas memasak makanan khas Karawang juga tersedia di Desa Wisata Mekarbuana. Salah satu makanan yang diajarkan di sini adalah keripik khas daerah yang memiliki cita rasa unik.

Kelas memasak itu dipandu oleh ibu-ibu desa yang telah berpengalaman dalam memasak makanan tradisional, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar, tetapi juga resep asli yang bisa dibawa pulang.

Wisata Edukasi untuk Pelajar dan Akademisi

Desa Wisata Mekarbuana juga menjadi pilihan populer bagi sekolah-sekolah dan akademisi yang ingin mengadakan study tour atau penelitian di bidang pariwisata pedesaan. Banyak pelajar yang datang ke sini untuk belajar tentang pertanian organik, keberlanjutan lingkungan, dan pelestarian budaya lokal.

Menurut Ferry Cahyadi, ketua Pokdarwis Desa Mekarbuana, desa itu sering dijadikan lokasi pengabdian masyarakat dan penelitian oleh mahasiswa.

“Banyak akademisi yang tertarik untuk melakukan penelitian di sini karena kami memiliki potensi alam dan budaya yang sangat beragam. Para mahasiswa dan dosen turut berperan dalam membantu kami mendapatkan SK kelompok sadar wisata yang kini menjadi fondasi pengembangan wisata di desa ini,” kata Ferry.

Ferry juga menambahkan bahwa Desa Mekarbuana tidak hanya fokus pada pengembangan pariwisata, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat lokal turut aktif dalam mengelola fasilitas desa, termasuk kebersihan, parkir, dan pelayanan wisatawan. “Kami selalu menekankan pentingnya menjaga kebersihan, karena pengalaman positif dari wisatawan akan membawa mereka kembali dan merekomendasikan desa kami kepada orang lain,” ujar Pak Ferry.

Kuliner dan Produk Lokal yang Menarik

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Desa Mekarbuana tanpa mencicipi durian lokal yang terkenal dengan rasa manis dan teksturnya yang lembut. Kebun durian yang ada di desa ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama saat musim panen tiba. Wisatawan bisa memetik durian langsung dari pohonnya dan menikmatinya di tempat.

Selain durian, kopi lokal juga menjadi salah satu produk unggulan Desa Mekarbuana. Pengunjung bisa melihat langsung proses penanaman hingga pengolahan biji kopi yang dihasilkan dari kebun kopi yang ada di desa. Ini menjadi pengalaman menarik bagi pecinta kopi yang ingin tahu lebih dalam tentang asal-usul minuman favorit mereka.

Bagi yang suka dengan produk-produk kreatif, kerajinan anyaman yang dibuat oleh penduduk desa bisa menjadi oleh-oleh yang menarik. Produk-produk ini tidak hanya indah dan fungsional, tetapi juga merepresentasikan kekayaan budaya lokal yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.

Akses dan Fasilitas Wisata

Untuk mencapai Desa Wisata Mekarbuana, wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum dari pusat kota Karawang. Lokasinya sekitar dua jam perjalanan dari Jakarta, menjadikannya pilihan yang ideal untuk liburan akhir pekan.

Desa itu telah menyediakan fasilitas parkir, kamar mandi, dan homestay yang dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan masyarakat setempat. Terdapat sekitar 30 homestay dengan standar kebersihan yang terjaga, di mana para tamu akan dilayani oleh induk semang lokal.

Gimana Traveler? Siap memesan paket wisata di Mekarbuana?

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Imah Urang Eco Park: Wisata Edukasi di Karawang



Karawang

Di tengah hiruk-pikuk kota industri, Karawang memiliki destinasi wisata edukasi, yaitu Imah Urang Eco Park. Terletak di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, tempat itu menyuguhkan pengalaman belajar di alam terbuka yang menyenangkan, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal melalui berbagai program interaktif.

Sejak dibuka pada tahun 2020, Imah Urang Eco Park terus tumbuh menjadi pilihan favorit, khususnya bagi pelajar. Tempat ini menawarkan beragam aktivitas edukasi, mulai dari belajar tentang agrikultur padi, tanaman obat dan rempah, hingga kegiatan seru seperti bermain lumpur, memancing, dan rafting.

“Sekarang kegiatan belajar di sekolah sudah mencakup P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), jadi banyak yang mencari aktivitas luar ruangan. Kami punya berbagai program yang relevan seperti agrikultur dan permainan tradisional,” ujar Suryati kepada detikTravel Jumat (29/11/2024).


Umah Irang di KarawangUmah Irang Eco Park di Karawang (Asti Azhari/detikcom)

Berikut tentang Imah Urang di Karawang:

1. Wisata Edukasi dengan Banyak Pilihan

Selain program unggulan tadi, Imah Urang Eco Park juga mengajak pengunjung mencoba aktivitas membatik dengan teknik batik cap. Tak hanya menyenangkan, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya daur ulang, karena bahan-bahan yang digunakan berasal dari limbah yang didaur ulang.

Untuk pengunjung yang ingin menikmati pengalaman lebih mendalam, tersedia paket edukasi lengkap mulai dari Rp 75.000 hingga Rp 100.000 per orang. Ada juga paket camping seharga Rp35.000 per malam, cocok untuk yang ingin bermalam di tengah suasana asri.

“Semua kegiatan kami rancang agar edukatif sekaligus menghibur, cocok untuk sekolah, keluarga, atau gathering perusahaan,” kata Suryati.

2. Tiket Masuk Terjangkau

Umah Irang di KarawangUmah Irang Eco Park di Karawang (Asti Azhari/detikcom)

Dengan tiket masuk hanya Rp 10.000 untuk usia 8 tahun ke atas dan Rp 5.000 untuk anak di bawah 8 tahun, pengunjung sudah bisa menikmati berbagai fasilitas seperti area piknik, river tubing, dan pemancingan.

Meski sempat menuai keluhan terkait biaya masuk, kini para pengunjung mulai memahami bahwa harga tersebut sepadan dengan pengalaman yang didapatkan.

3. Lokasi Strategis dan Informasi Penting

Berada di Perum Bumi Pasundan Karawang Blok H No. 09-12, RT 08 RW 03, Dusun Buniaga, Desa Bengle, tempat ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 18.00. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Instagram resmi Imah Urang Eco Park, yang kini telah memiliki 5.795 pengikut, atau dengan menghubungi nomor 0823-5937-1479.

Jadi, kalau kamu mencari tempat untuk belajar sambil bermain, Imah Urang Eco Park adalah pilihan tepat! Cocok untuk anak-anak hingga orang dewasa yang ingin merasakan keseruan berwisata dengan sentuhan edukasi lokal. Siapkan rencana perjalananmu sekarang juga!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Favorit Siswa Sekolah dan Budak Korporat di Karawang



Karawang

Karawang ternyata menyimpan pesona tersembunyi di tengah kawasan industri modernnya. Salah satunya adalah Danau KIIC (Karawang International Industrial City), sebuah destinasi yang kini menjadi tempat favorit untuk nongkrong bagi karyawan kawasan itu dan siswa sekolah di sekitarnya.

Seorang pengunjung yang masih mengenakan seragam SMA, Bunga Kesya Salsabila, mengungkapkan kesannya tentang Danau KIIC. Menurutnya, suasana di tepi danau terasa sangat sejuk dan nyaman.

“Awalnya saya tahu tempat ini dari teman-teman setelah selesai PKL. Mereka ngajak saya untuk mampir ke danau ini, dan saya langsung penasaran. Ternyata, danau ini memiliki suasana yang sejuk dan nyaman,” kata Bunga kepada detikTravel, Selasa (10/12/2024).


Bunga mengungkapkan bahwa danau itu menjadi alternatif untuk bersantai yang menyenangkan. Apalagi, buat mereka yang menyukai menghabiskan waktu dengan teman-teman di luar ruangan.

“Kami sering mengunjungi danau ini untuk santai sambil ngobrol. Tempatnya tenang dan jauh dari keramaian, jadi cocok banget buat ngobrol atau sekadar melepas penat,” kata Bunga.

Namun, Bunga juga tidak bisa menutup mata terhadap beberapa masalah yang ada di sekitar danau. Ia menyebutkan bahwa kebersihan di area danau menjadi perhatian utama yang perlu diperbaiki.

“Sayangnya, banyak sampah yang dibuang sembarangan di sekitar danau. Itu jadi masalah yang mengurangi kenyamanan pengunjung,” ujar Bunga.

Selain itu, Bunga menyampaikan harapannya agar para pengunjung dan pedagang menjaga kebersihan Danau KIIC. Ia berharap keindahan danau ini tetap terjaga dan bebas dari pencemaran.

“Kalau kebersihannya lebih terjaga, saya yakin banyak orang yang akan lebih nyaman datang ke sini. Tempat ini punya potensi besar untuk jadi destinasi wisata lokal,” kata Bunga.

Tidak hanya Bunga, pengunjung lain juga merasakan pengalaman yang sama. Beberapa dari mereka mengaku sering datang ke danau ini karena jaraknya yang dekat dan suasananya yang mendukung untuk melepas stres setelah seharian beraktivitas.

“Kalau kita gabut atau bosen di rumah, ya ke sini aja. Bisa ngobrol-ngobrol sambil menikmati udara segar,” kata Andini.

Meski demikian, perhatian terhadap kebersihan danau harus diperhatikan agar bisa dinikmati oleh masyarakat. Kebersihan dan keberlanjutan alam menjadi isu penting yang harus mendapat perhatian serius.

Bunga dan teman-temannya sepakat bahwa Danau KIIC memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata lokal yang menarik. Menurut mereka, potensi ini akan semakin optimal jika pengelolaannya diperhatikan dengan lebih baik.

“Kalau sedikit dirawat dan diperhatikan kebersihannya, tempat ini bisa jadi lebih ramai dan lebih banyak dikunjungi,Kami pasti akan balik lagi ke sini, terutama kalau mencari tempat untuk ngobrol atau hanya menikmati ketenangan,” kata Bunga.

Danau KIIC menunjukkan bahwa di balik kesibukan industri, Karawang masih menyimpan potensi alam yang belum tergali sepenuhnya. Jika dikelola dengan baik, tempat ini bisa menjadi destinasi wisata alam yang ramah bagi semua kalangan, termasuk wisatawan yang mencari tempat santai dengan nuansa yang tenang.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

6 Restoran Unik Terinspirasi Pesawat, Ada yang Tutup dan Masih Buka


Jakarta

Restoran unik memungkinkan pengunjung punya pengalaman makan baru, tak sekadar menikmati kuliner. Misalnya restoran unik yang terinspirasi pesawat, sehingga pengunjung bisa merasakan ambiance makan di kabin.

Tempat makan ini ada yang menggunakan replika, namun sebagian lain memakai bodi pesawat asli. Tentunya, pengelola restoran melakukan renovasi yang memungkinkan pengunjung lebih nyaman saat makan.

6 Restoran Unik Terinspirasi Pesawat

Tidak semua restoran terinspirasi pesawat bisa bertahan di masyarakat. Namun bangunannya masih menjadi spot memori bagi lingkungan sekitar. Berikut beberapa restoran unik terinspirasi pesawat dikutip dari akun dan medsos resto terkait


1. Rest Area Wisata Arifin Manasik Center

Jam buka

Alamat

  • Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Restoran di rest area Bandung-Banjar ini menggunakan replika pesawat kepresidenan sebagai areal makan dengan dicat merah putih mirip kendaraan khas kepresidenan. Meja dan kursi untuk pengunjung disusun di samping jendela pesawat.

Pengunjung juga bisa sekadar masuk ke dalam replika dengan membayar tiket masuk Rp 10 ribu. Selain tempat makan, rest area ini juga menyediakan replika Istana Negara RI dan Ka’bah bagi yang mau manasik. Rest area ini cocok menjadi destinasi wisata saat liburan.

“Tempatnya nyaman dan luas. Cuma, kamar mandi yang katanya eksekutif tapi kurang terawat dan bau. Mungkin karena banyak pengunjung waktu mudik. Selebihnya bagus,” tulis akun google Adnya Krisna.

2. Rumah Makan Neraray Ganjeng

Jam buka

Alamat

  • Desa Sukaluyu, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Rumah makan dengan pesawat di bagian atap ini sempat viral pada tahun 2017-2018, namun tutup hingga laporan ini dibuat pada Juni 2025. Padahal, restoran masakan Sunda ini juga punya view yang sangat menarik. Tidak diketahui penyebab restoran ini tutup setelah beroperasi hanya setahun.

3. Keramas Aero Park

Jam buka

Alamat

  • Jl. Bay Pass Ida Bagus Mantra KM 28 Keramas, Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.

Keramas Aero Park adalah restoran yang menggabungkan eksotisme pesawat Boeing 737-400, konsep ground bar, dan keindahan alam. Lokasi restoran di dalam komplek Pantai Keramas menawarkan view laut biru, pasir halus, dan sawah hijau yang bisa dilihat dari kejauhan.

Keramas Aero Park tidak menyediakan banyak meja dan kursi untuk pengunjung dalam pesawat. Namun pengunjung masih bisa menikmati hidangan di area makan tepat di bawah pesawat. Di sini pengunjung bisa memandang lepas alam sekitar yang sangat cocok untuk healing.

“Kita bisa memilih tempat duduk di bawah atau di dalam badan pesawat. Menunya banyak ada hidangan khas Bali, menu nusantara, western, dan perpaduan. Toilet bersih, wangi, dan tempat parkir luas. Viewnya adem,” tulis akun google Kumala Gunadiputra

4. Jogja Airport Resto

Jam buka

Alamat

  • Kadirojo I, Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Restoran ini memberikan pengalaman makan yang benar-benar seperti dalam pesawat. Seluruh interior tidak diganti namun tetap disesuaikan untuk kenyamanan makan. Misal, penggunaan meja makan dengan kursi yang masih asli dari pesawat. Pengunjung bisa melihat ruang kokpit dan simulator pesawat yang bisa digunakan pengunjung semua usia.

Jogja Airport Resto mendapat ulasan positif dari para pengunjung seperti yang bisa dilihat dalam google review. Selain ambiance yang menyenangkan dan berbeda, rasa hidangan serta pelayanan berkualitas menjadi perhatian pengunjung. Terutama, pengunjung yang datang bersama anak dan keluarganya.

“Salah satu resto yang perlu dicoba sangat recommended karena makanan enak, service ramah, dan harga sangat terjangkau. Anak-anak sangat suka bisa lihat pesawat secara langsung,” tulis akun google Ridjang Budiyanto.

5. Steak 21 GaluhMas

Jam buka

Alamat

  • Mall Karawang Central Plaza, Jl. Galuh Mas Raya No.1 Lantai Dasar Lot A 1-2, Sukaharja, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat.

Resto Steak 21 GaluhMas menyediakan suasana makan di dalam kabin pesawat. Ambiance ini bisa dirasakan langsung saat memasuki kabin dengan area penyimpanan barang penumpang masih berada tepat di atas kursi. Restoran merenovasi kursi dan meja makan sehingga lebih nyaman bagi pengunjung.

Suasana makan dalam pesawat makin kental dengan pelayan yang menggunakan seragam pilot dan pramugari. Pengunjung juga bisa foto dalam ruang kokpit yang masih dipertahankan dalam interior pesawat. Pengalaman makan di dalam pesawat Boeing 737-400 ini memperoleh tanggapan positif dari pengunjung.

“Unik, kita bisa foto di dalam kokpit pesawat dan pakai topi pilot. Staf restoran ramah, menu makanan sesuai harga, dan suasananya benar-benar menyenangkan. Saya suka banget makan di sini, pokoknya recommended,” tulis akun google Prastio yang sempat berkunjung ke resto pesawat ini.

6. Steak 21-Summarecon Bekasi

Jam buka

Alamat

  • Ruko La Terrazza, Ground Floor Unit A, Komplek Summarecon Bekasi, Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Pengunjung bisa merasakan suasana makan di private jet pesawat Boeing 747-400 yang berbadan lebar. Bagi pengunjung yang ingin privasi, bisa pesan VIP room dan ruang dengan layar LED atau 360 derajat. Resto ini jadi pilihan tempat makan bersama anak, keluarga, dan orang-orang terdekat.

“Baru kali ini kebagian makan di pesawatnya tanpa waiting list. Makan di sini jelas pengalaman dan suasana baru. Pelayannya juga super ramah. Kalau datang pas hari kerja dan suasananya nggak terlalu ramai, pengunjung bisa bebas memilih kursi,” tulis akun google Ahmad Nayaka.

Buat detikers yang ingin berkunjung ke restoran unik terinspirasi pesawat, sebaiknya pesan tempat lebih dulu. Reservasi memastikan pengunjung bisa makan di kabin sehingga bisa benar-benar merasakan ambiance pesawat.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com