Tag Archives: kawah

12 Gunung di Indonesia yang Cocok untuk Pendaki Pemula


Jakarta

Bagi pendaki pemula, disarankan memilih gunung dengan jalur pendakian aman. Selain itu, lingkungan dan jalur pendakian sudah umum diketahui para pendaki.

Persiapkan pula fisik dengan baik dan cari tahu juga sebanyak-banyaknya tentang info gunung yang hendak didaki. Misalnya kondisi cuaca untuk mengantisipasi hal buruk terjadi.

Kalau sedang cari info gunung di Indonesia untuk pendaki pemula, bisa simak uraian di bawah ini ya.


Gunung di Indonesia untuk Pendaki Pemula

Ada sejumlah gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. Berdasarkan catatan detikcom, berikut rekomendasinya:

1. Gunung Gede-Pangrango (Jawa Barat)

Gunung Gede PangrangoGunung Gede Pangrango Foto: Syahril Anwar/d’Traveler

Gunung Gede-Pangrango jadi salah satu gunung favorit di Jawa Barat untuk mendaki. Lokasinya terletak di tiga kabupaten, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur dengan ketinggian 2.958 mdpl.

Jalur Cibodas merupakan trek yang paling sering dilewati dan cocok untuk pendaki pemula. Treknya landai dan pemandangan yang disajikan begitu mempesona. Di sepanjang jalan, traveler bakal menemukan sejumlah spot seperti Telaga Biru, air terjun, serta air panas.

Nantinya, pendaki juga bisa menemukan padang bunga edelweis di Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede atau di Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango.

2. Gunung Bromo (Jawa Timur)

Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD asSUBAIDI

Traveler pasti sudah tak asing dengan Gunung Bromo. Gunung yang masih aktif ini dapat dengan mudah ditaklukkan oleh pendaki pemula. Treknya tidak terlalu curam bahkan bisa dilalui oleh kendaraan, seperti mobil jeep maupun sepeda motor.

Walau tidak begitu sulit untuk didaki, pendaki harus menaiki ratusan anak tangga untuk sampai di puncak. Barulah di sama traveler dapat menyaksikan panorama Gunung Bromo dan area sekelilingnya, serta menemukan Kawah Bromo yang aktif.

Selain dijadikan tempat mendaki, gunung ini merupakan tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi. Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di sekelilingnya terdapat sejumlah spot yang juga bisa didatangi, seperti Bukit Teletubbies, Bukit Mentigen, Pasir Berbisik, hingga Pura Luhur Poten.

3. Gunung Prau (Jawa Tengah)

Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo.Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo. Foto: Uje Hartono/detikJateng

Dengan ketinggian sekitar 2.590 mdpl, Gunung Prau termasuk gunung di Jawa Tengah yang ramah bagi pendaki pemula. Akses dan medan yang landai dan kebanyakan terdiri dari tanah berundak membuatnya tidak sulit untuk didaki.

Jalur Patak Banteng bahkan punya rute pendakian yang lebih singkat karena lebih dekat dengan puncak. Untuk pendaki pemula yang kehabisan tenaga juga bisa menyewa ojek yang tersedia.

Selain jalur pendakiannya yang terbilang mudah, Gunung Prau jadi favorit pendaki lantaran disebut-disebut memiliki pesona matahari terbit terbaik se-Asia Tenggara.

4. Gunung Kelimutu (Nusa Tenggara Timur)

Gunung Kelimutu terletak di Flores, NTT, punya 3 danau yang bisa berubah warna. Di puncak, wisatawan juga bisa menikmati kopi sembari menyaksikan keindahan danau yang aduhai.Gunung Kelimutu dan danau tiga warna. Foto: Budi Sugiharto

Gunung Kelimutu di Flores punya ketinggian sekitar 1.639 mdpl. Dengan ketinggiannya itu, gunung ini juga punya trek yang mudah dilewati oleh pendaki pemula.

Di puncak Gunung Kelimutu terdapat tiga danau atau kawah yang warnanya bisa berubah-ubah. Karena itu, terkenal dengan nama Danau Tiga Warna. Keindahan danau ini sudah tersohor di dalam maupun ke luar negeri lho.

Untuk menuju puncak, traveler dapat mengambil jalur Ende dan menuju Desa Moni di lereng gunung. Mulai desa tersebut, ekspedisi mendaki Gunung Kelimutu dapat dimulai.

5. Gunung Papandayan (Jawa Barat)

gunungGunung Papandayan. Foto: (Basri Bachtiar/d’Traveler)

Gunung Papandayan yang terletak di Garut, memiliki ketinggian 2.665 mdpl. Medannya yang cenderung landai juga jadi alasan gunung ini populer di kalangan pendaki pemula.

Selain itu, pendaki bakal terhipnotis oleh hamparan alam yang disajikan Gunung Papandayan. Sejumlah kawah vulkanik, hutan pegunungan, hingga padang edelweis akan memanjakan mata selama perjalanan menuju puncaknya.

6. Gunung Andong (Jawa Tengah)

Asap memutih di Gunung Andong di wilayah Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yang dilaporkan terbakar, Rabu (8/11/2023).Gunung Andong. Foto: Dok Kasi Trantib Kecamatan Ngablak

Berada di Kabupaten Magelang, digemari pemula lantaran treknya yang tidak terjal dan waktu tempuhnya yang cenderung singkat. Meski begitu, panorama alam yang disuguhkan nggak kaleng-kaleng nih.

Gunung Andong punya empat puncak, yaitu Puncak Makam, Jiwa, Andong, dan Alap-alap. Dari puncaknya ini, pendaki dapat menyaksikan pemandangan deretan gunung lain seperti Merapi, Merbabu, Sindoro, hingga Telomoyo. Jajaran perbukitan dan hamparan lahan pertanian yang memukau juga dapat terlihat.

Untuk naik ke puncak, pendaki bisa menempuh beberapa jalur yakni dari selatan (Jogja, Ketep Magelang, dan Purworejo), dari utara (Semarang, Salatiga, Ungaran, Boyolali, dan Solo), serta dari barat (Grabag, Wonosobo, Secang, Temanggung, dan Parakan).

7. Gunung Batur (Bali)

Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)Gunung Batur. Foto: Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)

Di Pulau Bali juga ada gunung yang cocok bagi pendaki pemula, yakni Gunung Batur. Pendakian di gunung ini memiliki jarak dan waktu tempuh yang tidak terlalu lama.

Untuk menuju puncak, rute Toya Bungkah dapat dipilih karena jalurnya tergolong mudah dilalui dan tidak terlalu terjal. Di jalur ini juga terdapat beberapa titik terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit yang memanjakan mata.

8. Gunung Burangrang (Jawa Barat)

Gunung Burangrang ramah untuk para pendaki pemula meski tidak terlalu populer. Lokasinya berada Kabupaten Bandung Barat dan Purwakarta, serta masih satu rangkaian dengan Gunung Tangkuban Parahu.

Jalur pendakian ke puncaknya bisa ambil via Legok Haji. Treknya cukup landai dan ada di beberapa titik ada spot yang sedikit curam. Walau begitu, jalur ini adalah yang tercepat. Puncak Gunung Burangrang dapat dijangkau dalam waktu 3-4 jam saja, tergantung kondisi masing-masing.

9. Gunung Ijen (Jawa Timur)

Gunung Ijen termasuk gunung di Jawa Timur yang jadi favorit para pendaki, termasuk pemula. Gunung ini memiliki medan yang tidak terlalu sulit. Jalur lintasannya cukup lebar, tidak terlalu curam, mudah dipijak, serta terdapat banyak tempat istirahat.

Selain itu, Gunung Ijen memiliki daya tarik yang tak dimiliki gunung lainnya lho. Di Kawah Ijen terdapat fenomena blue fire yang hanya terletak di dua lokasi saja di dunia. Fenomena alam ini bisa disaksikan dengan mata telanjang sekitar pukul 01.00-04.00 pagi.

Fenomena blue fire terjadi ketika zat belerang bersentuhan dengan panas ekstrem yang muncul dari celah gunung berapi. Dari situ, terbentuklah api biru menawan yang menyala.

10. Gunung Sibayak (Sumatera Utara)

Gunung Sibayak di Karo memiliki ketinggian kisaran 2.172 mdpl. Gunung ini termasuk yang ramah pemula dengan jalurnya yang sudah cukup jelas dan treknya yang tidak terlalu terjal. Di sisi lain, waktu tempuhnya pun cukup singkat sekitar 2-3 jam saja tergantung kondisi fisik.

Kalau tertarik mendaki tipis-tipis di gunung ini, bisa ambil jalur Desa Jaranguda yang paling sering dilalui wisatawan atau jalur Desa Semangat Gunung yang diklaim paling mudah tapi letaknya agak jauh dari pusat kota.

11. Gunung Sindoro

Ada lagi gunung di Jawa Tengah yang cocok untuk pendaki pemula, yakni Gunung Sindoro di Kabupaten Wonosobo. Gunung ini menyajikan pemandangan yang memukau saat matahari terbit maupun terbenam.

Jalur Kledung menjadi jalur yang populer dipilih karena berada dekat dengan jalan provinsi. Selain itu, rute ini memiliki petunjuk jalan yang jelas yang menuntut sampai ke puncak. Terdapat pula banyak pos yang dapat menjadi acuan sehingga memudahkan para pendaki.

12. Gunung Tanggamus (Lampung)

Gunung Tanggamus termasuk gunung di Lampung yang sering didaki oleh komunitas pencinta alam. Panorama alam yang ditawarkan begitu indah. Pendaki dapat menyaksikan kabut putih tebal yang menutup lembah di pagi dan sore hari.

Gunung yang terletak di Kabupaten Tanggamus ini tergolong ramah bagi pendaki pemula. Puncaknya yang berada di 2.101 mdpl dapat dijangkau lewat jalur pendakian yang sudah jelas dan trek yang landai.

Nah, itu tadi sederet gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. So, traveler tertarik mendaki gunung yang mana nih?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Anak Rambut Gimbal hingga Embun Es


Jakarta

Dataran Tinggi Dieng memiliki banyak keunikan sehingga menjadi tempat wisata unggulan di Jawa Tengah. Terlebih pada waktu-waktu tertentu, wisatawan akan berdatangan ke Dieng untuk menikmati sejumlah atraksi.

Dataran Tinggi Dieng berada di dua daerah, yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Kebanyakan destinasi wisata berada di Kabupaten Banjarnegara. Sebelum traveler pergi ke sana, simak dulu 7 hal unik Dieng berikut ini.

7 Keunikan Wisata Dataran Tinggi Dieng

Berikut ini 7 keunikan dari Dataran Tinggi Dieng yang traveler wajib ketahui:


1. Anak Bajang Rambut Gimbal

Salah satu yang paling unik di Dieng adalah adanya anak bajang berambut gimbal. Anak-anak ini berambut gimbal alami dan dipercaya sebagai keturunan leluhur Dieng,yaitu Kyai Kolodete.

Dalam acara Dieng Culture Festival yang digelar tiap tahun, anak-anak ini akan diruwat dengan memotong rambut gimbalnya untuk menghilangkan keburukan. Orang tua anak tersebut akan memberikan hadiah sesuai permintaan si anak.

2. Desa Tertinggi di Pulau Jawa

Dieng memiliki desa yang letaknya tertinggi di Pulau Jawa, yakni di ketinggian 2.306 mdpl. Tempat ini bernama Desa Sembungan yang berpenduduk sekitar 1.300 jiwa. Desa ini dipercaya sebagai desa induk di kawasan Dieng.

3. Negeri di Atas Awan

Lokasinya yang berada di ketinggian, membuat Dieng memiliki pemandangan alam yang menakjubkan. Dieng juga dijuluki sebagai negeri di atas awan. Dieng juga memiliki beberapa spot menarik untuk menyaksikan matahari terbit dan terbenam.

4. Punya 22 Kawah

Dieng adalah dataran vulkanik aktif yang bisa mengeluarkan gas beracun sewaktu-waktu. Dahulu, Dieng adalah sebuah kawasan gunung berapi yang terdiri dari Gunung Prau, Gunung Jimat, Bukit Rogo Jembangan, dan Tlerep. Kini gunung-gunung tersebut menjadi lembah alam di kawasan Dieng.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut ada 22 kawah di kawasan Dieng. Di Kabupaten Banjarnegara, antara lain terdapat Kawah Timbang, Kawah Sinila, Kawah Sigludug, dan Kawah Sileri.

Di Kabupaten Batang antara lain terdapat Kawah Sibanger, Kawah Wanapria, Kawah Wanasida, dan Kawah Siglagah. Di Kabupaten Wonosobo, terdapat Kawah Sikidang, Kawah Sikunang, Kawah Pulosari, dan Kawah Pakuwojo.

5. Tempat Dewa Bersemayam

Konon, Dieng merupakan tempatnya para dewa bersemayam. Nama Dieng berasal dari bahasa Jawa Kawi, yaitu ‘di’ dan ‘hyang’. Di berarti tempat atau gunung, sedangkan Hyang berarti dewa/dewi/leluhur. Maka Dihyang atau Dieng berarti pegunungan tempat para leluhur atau para dewa bersemayam.

Dari sebuah prasasti yang ditemukan, Dieng dahulunya dipakai sebagai tempat ibadah. Prasasti Gunung Wule yang berasal dari tahun 861 Masehi mencatat instruksi kepada seseorang untuk menjaga bangunan suci di area yang disebut Dihyang.

6. Penghasil Carica

Keunikan lainnya, Dieng merupakan penghasil buah carica. Buah ini mirip pepaya namun ukurannya lebih kecil dan teksturnya lebih renyah. Buah ini berasal dari dataran tinggi Andes Amerika Selatan. Carica sering dibuat manisan dan sering menjadi oleh-oleh wisatawan.

7. Embun Es Dieng

Yang terakhir adalah adanya fenomena embun es Dieng. BMKG menjelaskan fenomena embus es atau frost di Dieng merupakan salah satu aspek cuaca yang istimewa.

Fenomena ini muncul saat suhu udara sangat dingin dan embun yang terkondensasi membeku. Akibatnya, lapisan es yang muncul akan menutupi tumbuhan dan permukaan tanah.

Embun es biasanya berlangsung pada periode waktu terbatas, terutama saat kemarau (Juni – Oktober). Meski Indonesia merupakan negara tropis dengan iklim hangat, frost dapat terjadi pada wilayah dataran tinggi apabila beberapa syarat kondisi cuaca terpenuhi.

Demikian tadi 7 hal unik Dataran Tinggi Dieng yang menjadikan tempat wisata ini menarik, antara lain adanya anak bajang berambut gimbal, hingga kemunculan embun es.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Jam Buka, Harga Tiket, hingga Daya Tariknya


Dieng adalah sebuah dataran tinggi yang berada di Jawa Tengah. Lokasinya terkenal jadi destinasi wisata dengan keindahan alamnya dan kekayaan budayanya.

Dieng menawarkan pemandangan pegunungan dengan udara sejuk, kompleks candi, kawah, hingga telaga yang indah. Tak heran, jika Dieng dikenal dengan sebutan “Negeri di Atas Awan”.

Rekomendasi Wisata Dieng

Dirangkum detikTravel, berikut adalah daftar wisata Dieng yang wajib dikunjungi:


1. Bukit Sikunir

Lokasi: Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Bukit di Wonosobo, DiengBukit Sikunir di Wonosobo, Dieng. (ahmadsabani18/d’Traveler)

Bukit Sikunir menjadi salah satu destinasi wisata Dieng yang menawarkan panorama pegunungan yang berderet. Dikutip dari laman resmi Kemenparekraf, Bukit Sikunir memiliki ketinggian 2.263 mdpl.

Pemandangan menakjubkan saat matahari terbit sering disebut dengan “Golden Sunrise Sikunir” oleh para wisatawan.

Selain bisa menikmati sunrise dan sunset yang indah, dari puncak bukit ini kamu juga bisa melihat pemandangan Telaga Cebong.

Dilansir laman Dieng Plateau, lokasi Telaga Cebong ada di sebelah barat Gunung Sikunir. Dinamakan demikian, karena telaga ini bentuknya menyerupai cebong/berudu. Menariknya, konon jika di pagi hari air telaga ini sering tampak berkilau.

Jam Buka

Sama seperti bukit lain pada umumnya, Bukit Sikunir memiliki jam buka selama 24 jam.

Harga Tiket

Harga tiket wisata Bukit Sikunir berkisar Rp 10.000.

2. Candi Arjuna

Lokasi: Karangsari, Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara.

Objek wisata di dataran tinggi Dieng ditutup saat PPKM Darurat. Kondisi itu dimanfaatkan petugas untuk melakukan penyemprotan disinfektan di area Candi Arjuna.Area Candi Arjuna, bbjek wisata di dataran tinggi Dieng. (Uje Hartono/detikcom)

Di puncak pegunungan Dieng, kita bisa menemukan Candi Arjuna. Ini adalah candi bercorak Hindu yang terkenal di area wisatawan lokal hingga mancanegara.

Karena letaknya ada di puncak gunung, hal ini julah lah yang menambah keindahan arsitektur candi ini.

Candi Arjuna Dieng merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang dibangun pada abad ke-7 atau sekitar tahun 731 saka.Luas keseluruhannya mencapai 1 hektar.

Kawasan candi ini terdiri dari beberapa bangunan candi yaitu candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk wisata Candi Arjuna Rp 10.000 untuk wisatawan lokal, sedangkan wisatawan asing Rp 30.000.

3. Gunung Prau

Lokasi: Terletak di kawasan dataran tinggi Dieng.

Lansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantisLanskap momen matahari terbit di Gunung Prau. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Gunung Prau memiliki ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut. Bagi traveler yang suka mendaki, Gunung Prau akan sangat cocok dikunjungi.

Puncak Gunung Prau menawarkan pemandangan sangat indah, berupa lautan awan, panorama matahari terbit hingga lanskap berbagai gunung di sekitarnya.

Harga Tiket Masuk

Tiket masuk Gunung Prau Rp 10.000 untuk lokal dan Rp 25.000 ribu untuk wisatawan asing.

4. Kawah Sikidang

Lokasi: Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Wisatawan mengunjungi Kawah Sikidang di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (27/2/2021). Menurut pengelola tempat wisata kawasan Dieng, sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jumlah kunjungan wisatawan menurun hingga 70 persen dibandingkan sebelumnya. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa.Kawah Sikidang di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Anies Efizudin/Antara)

Kawang Sikidang termasuk kawah gunung berapi, namun masih jadi tempat wisata yang tidak berbahaya. Kawah ini juga dikenal dengan Kawah Telur Rebus, karena bau belerangnya yang cukup menyengat.

Kawah Sikidang memiliki warna kehijauan dan mengeluarkan asap putih. Pengunjung bisa melihat kawah ini di jarak aman. Disediakan akses berupa jembatan kayu, untuk mengelilingi Kawah Sikidang.

Jam Buka

Kawah Sikidang buka setiap hari mulai pukul 07.00-17.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Tiket masuk Kawah Sikidang Rp 15.000 untuk lokal, dan Rp 30.000 untuk asing.

5. Telaga Menjer

Lokasi: Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah.

Telaga Menjer di Wonosobo.Telaga Menjer di Wonosobo. (satriarexyg28/d’Traveler)

Telaga Menjer adalah objek wisata Dieng yang memiliki pemandangan danau dengan keindahan Gunung Sindoro. Telaga ini ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut, yang terbentuk dari letusan vulkanik di kaki gunung Pakuwaja.

Telaga Menjer menjadi telaga terluas di area Wisata Dataran Tinggi Dieng. Telaga ini memiliki luas sekitar 70 hektar dengan kedalaman 50 meter.

Jam Buka

Telaga Menjer buka setiap hari dari jam 08.00 WIB-17.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Tiket masuk Telaga Menjer berkisar Rp 5.000.

6. Telaga Warna

Lokasi: Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

danauTelaga Warna di kawasan wisata Dieng. (Widi Arini/d’Traveler)

Letak Telaga Warna ada pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Luasnya sekitar 40 hektar dan dikelilingi oleh panorama Gunung Prau.

Dinamakan demikian, karena jika terkena matahari warna air di sana sering berubah-ubah.

Jam Buka

Wisata Telaga Warna buka dari 07.00-18.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Telaga Warna dikenakan biaya Rp 22.500 untuk wisatawan domestik, sedangkan wisatawan asing Rp 163.500.

7. Telaga Dringo

Lokasi: Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Telaga di DiengTelaga Dringo di Dieng. (isah.af/d’Traveler)

Telaga Dringo terletak pada ketinggian 2.202 meter di atas permukaan laut, dengan luas sekitar 10 hektar. Masyarakat sekitar menjuluki telaga ini sebagai Ranu Kumbolo.

Pasalnya, penampakannya mirip dengan danau yang ada di Gunung Semeru. Wisatawan juga akan disajikan pemandangan hutan yang lebat. Tak heran, jika tempat ini sering jadi tempat camping.

Jam Buka

Dikutip dari akun Instagram @telaga_dringo, pengelola wisata alam dan camping Telaga Dringo memiliki jam cuka dari 05:00-23:00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Telaga Dringo Rp 5.000 – 15.000 per orang.

8. Batu Pandang Ratapan Angin (Batu Pandang Telaga Warna)

Lokasi: Jalan Dieng KM.2, Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

batu ratapan anginObjek wisata Batu Pandang Ratapan Angin. (Widi Arini/d’Traveler)

Batu Ratapan Angin merupakan objek wisata Dieng, yang terkenal dengan dua buah batu bertumpuk di atas sebuah bukit di area Telaga Warna Dieng.

Posisi batu yang tinggi dan dikelilingi pepohonan serta semak belukar, membuatnya menghasilkan bunyi yang unik. Bunyi gemerisik halus itu seperti suara siulan dan ratapan.

Konon, dari bunyi itulah alasan kenapa Batu Pandang Telaga Warna disebut Batu Ratapan Angin.

Jam Buka

Batu Pandang Telaga Warna buka setiap hari dari jam 06.00-17.30 WIB.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket Masuk Batu Pandang Telaga Warna Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 25.000 bagi wisatawan asing.

9. Sumur Jalatunda

Lokasi: Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

Sumur Jalatunda dan lempar batu keberuntunganSumur Jalatunda. (Randy/detikTravel)

Objek wisata Dieng selanjutnya adalah Sumur Jalatunda. Sumur ini diameter sepanjang 90 meter dengan kedalaman berkisar 100 meter, terbentuk akibat dari letusan Gunung Prahu Tua.

Konon, sumur ini sering dijadikan sebagai tempat untuk mengabulkan permohonan oleh para wisatawan.Masyarakat setempat percaya, barangsiapa yang mampu melempar batu sampai ke sisi seberang sumur dan melintasi permukaan sumur, permintaan orang tersebut akan terkabul.

Masyarakat setempat juga percaya kalau bahwa sumur adalah pintu menuju Sapta Pratala (bumi lapis ketujuh).

Jam Buka

Sumur Jalatunda buka dari jam 06.00-17.00 WIB setiap hari.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk Sumur Jalatunda adalah Rp 5.000.

10. Gardu Pandang Tieng

Lokasi: Jalan Dieng, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Gardu Pandang Tieng menawarkan keindahan pemandangan Gunung Sindoro dari dekat. Hamparan ladang dan pemukiman pegunungan dari atas ketinggian juga menjadi daya tarik destinasi wisata Dieng satu ini.

Gardu Pandang Tieng bisa jadi tempat bersantai terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam.

Jam Buka

Gardu Pandang Tieng buka 24 jam.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket Gardu Pandang Tieng Rp 10.000 per orang.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Cerita, Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tariknya


Gunung Tangkuban Parahu adalah salah satu destinasi wisata terkenal di Jawa Barat. Orang-orang juga mengenalnya sebagai Tangkuban Perahu.

Dilansir laman pengelola Taman Wisata Alam (TWA) ini, Gunung Tangkuban Parahu memiliki ketinggian setinggi 2.084 meter di atas permukaan laut. Ini adalah gunung berapi aktif yang memiliki deretan kawah yang menakjubkan.

Lokasi Tangkuban Parahu

Gunung Tangkuban Parahu berada di Jl. Tangkuban Parahu No. 282, Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.


Lokasinya sekitar sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung. Akses ke Tangkuban Parahu bisa ditempuh dengan jalur Bandung-Ledeng-Lembang.

Jika dari arah Lembang, untuk bisa mencapai gerbang utama masuk objek wisata Gunung Tangkuban Parahu jaraknya 11 km ke arah Subang.

Daya Tarik Tangkuban Parahu

Terdapat beberapa kawah TWA Gunung Tangkuban Parahu yaitu:

  1. Kawah Ratu
  2. Kawah Upas
  3. Kawah Baru
  4. Kawah Domas.

Kawah yang paling populer di Tangkuban Parahu yaitu Kawah Ratu, Kawah Upas, dan Kawah Domas.

Gunung Tangkuban PerahuGunung Tangkuban Perahu. (Irpan Rispandi/d’Traveler)

Tidak hanya menikmati pemandangan alam daan kawah putihnya yang terkenal, sekarang di sana juga terdapat permainan outbound, taman cinta dan taman edukasi.

Harga Tiket Masuk 2024

Harga tiket masuk Tangkuban Parahu adalah Rp 20.000 untuk weekdays, dan Rp 30 ribu di weekend. Harga tersebut berlaku untuk wisatawan lokal.

Sementara, bagi wisatawan mancanegara dikenakan Rp 200.000 per orang di weekdays dan Rp 300.000 per orang.

Anak usia 5 tahun ke atas sudah dikenakan biaya tiket. Berdasarkan akun Instagram @twa_tangkubanparahu dilihat (30/07/2024), berikut adalah daftar harga tiket masuk Tangkuban Perahu:

Weekdays

  • Rombongan Pelajar/Mahasiswa: Rp 18.000 per orang.
  • Wisatawan lokal: Rp 20.000 per orang.
  • Wisatawan mancanegara: Rp 200.000 per orang.
  • Tiket masuk motor Rp 12.000 per unit.
  • Tiket masuk mobil: Rp 25.000 per unit.
  • Tiket masuk bus (roda 6): Rp 110.000 per unit.
  • Tiket angkutan shuttle/ontang-anting: Rp 10.000 per orang.

Weekend dan Tanggal Merah

  • Wisatawan Lokal: Rp 30.000 per orang.
  • Pelajar/Mahasiswa: Rp 20.000 per orang.
  • Wisatawan mancanegara: Rp 300.000 per orang.
  • Tiket masuk motor Rp 14.500.
  • Tiket masuk mobil: Rp 30.000.
  • Tiket masuk bus: Rp 125.000.

Biaya Parkir

  • Parkir bus: Rp 10.000.
  • Parkir mobil: Rp 5.000.
  • Parkir motor = Rp 3.000 (weekdays) dan Rp 3.500 (weekend).

Jam Buka

Tangkuban Parahu buka setiap hari untuk umum, mulai dari jam 08.00-17.00 WIB.

Fasilitas Tangkuban Parahu

Wisatawan tak perlu khawatir, karena di objek wisata Tangkuban Parahu telah banyak fasilitas tersedia. Berikut di antaranya:

  • Pusat informasi di ara Kawah Ratu.
  • Parkir kendaraan.
  • Toilet.
  • Gazebo.
  • Terminal bus Jayagiri.
  • Aula serbaguna.
  • Angkutan ontang-anting (shuttle).
  • Pos kesehatan.
  • Masjid.
  • Orchid garden.
  • Area outbond.
  • Menara.
  • Panggung budaya.

Cerita Tangkuban Parahu

Geografiwan sekaligus Pengamat dan Pecinta Lingkungan, T. Bachtiar menjelaskan mengapa dinamakan Gunung Tangkuban Parahu karena gunungnya terlihat seperti parahu terbalik.

“Karena ada dua kawah yang berdampingan dengan arah barat dan timur. Jadi, terlihat gunung itu dari arah selatan seperti perahu terbalik. Itu sebabnya mengapa Gunung Tangkuban Parahu, bentuknya terlihat seperti perahu yang terbalik. Jadi hanya orang yang melihat dari arah selatan (Lembang) yang melihat gunung itu seperti perahu yang terbalik,” terang Bachtiar dikutip dari situs TWA Tangkuban Parahu.

kawahKawah di area Tangkuban Perahu. (Neny Setiyowati/d’Traveler)

Legenda Sangkuriang

Tangkuban Parahu juga jadi salah satu cerita rakyat terkenal, yakni legenda Sangkuriang. Mengisahkan tentang seorang putri cantik bernama Dayang Sumbi.

Karena parasnya yang cantik, banyak raja jatuh hati padanya. Bahkan mereka rela berperang untuk mendapatkan hati Dayang Sumbi.

Suatu waktu, Dayang Sumbi tengah mengasingkan diri bersama jelmaan dewa berwujud seekor anjing jantan bernama Tumang di sebuah bukit.

Ketika tengah menenun, kain Dayang Sumbi terjatuh. Ia pun memberi sumpah bahwa siapa pun yang mengambilkan kain itu berjenis laki-laki, maka akan dijadikan suaminya.

Ternyata, si Tumang yang mengambil kain tersebut. Akhirnya mereka pun menikah dan mempunyai anak bernama Sangkuriang.

Singkat cerita, Sangkuriang tumbuh menjadi pemanah andal. Suatu hari saat ia tengah berburu, dirinya menyuruh si Tumang untuk mengejar babi betina Wayungyang.

Namun, Tumang tidak menurut. Dengan anak panahnya, Sangkuriang pun membunuh Tumang.

Setelah itu, hati si Tumang diberikan kepada Dayang Sumbi untuk dimakan dan dimakan. Setelah mengetahui kebenarannya, Dayang Sumbi marah dan memukul kepala Sangkuriang dengan sendok dari tempurung kelapa.

Pukulan itu membuat luka di kepala Sangkuriang. Sejak itu, Sangkuriang sangat menyesal dan memutuskan untuk pergi mengembara.

Setelah sekian lama, tanpa disadari ia kembali lagi ke tempat sang ibu, Dayang Sumbi. Namun, keduanya tidak saling mengenali. Tak disangka, mereka berdua jatuh cinta.

Suatu waktu, Dayang Sumbi melihat bekas luka yang ada di kepala Sangkuriang. Seketika, ia pun teringat. Kemudian dirinya mencoba untuk menjelaskan pada Sangkuriang bahwa ia adalah ibunya.

Sangkuriang pun tidak peduli dan tetap ingin menikahi Dayang Sumbi. Namun, Dayang Sumbi tidak ingin pernikahan itu tidak terjadi. Alhasil, Dayang Sumbi pun meminta Sangkuriang untuk membuatkannya danau dengan perahunya dalam waktu satu malam.

Dirinya menganggap bahwa Sangkuriang sepertinya tidak bisa memenuhi permintaan itu. Namun, Sangkuriang berusaha untuk mewujudkan permintaan itu dan dibantu oleh jin.

Melihat hal tersebut, Dayang Sumbi pun segera menebarkan kain ke arah timur dan memohon pada Sang Yang Tunggal supaya Sangkuriang gagal. Permintaannya pun dikabulkan dan matahari segera terbit.

Mengetahui hal itu, Sangkuriang pun marah. Seketika ia menendang perahu yang dibuatnya sampai perahu, tersebut terbalik dalam posisi telungkup. Dari situlah perahu itu berubah menjadi Gunung Tangkuban Parahu.

Namun, Sangkuriang terus mengejar Dayang Sumbi yang menghilang dan berubah menjadi setangkai bunga jaksi. Konon, Sangkuriang terus mencari Dayang Sumbi sampai pada akhirnya menghilang ke alam gaib.

Terlepas dari cerita rakyat tersebut, situs TWA Gunung Tangkuban Parahu menulis bahwa Gunung Tangkuban Parahu sebenarnya terbentuk dari letusan Gunung Sunda. Di mana Gunung Sunda meletus sebanyak dua kali. Kedua letusan tersebutlah yang melahirkan Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Burangrang, dan Gunung Bukit Tunggul.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Bertualang Mendaki Gunung Egon yang Menakjubkan



Sikka

Terletak di Sikka, NTT ada sebuah gunung yang menanti untuk ditaklukkan. Gunung Egon namanya. Pemandangan gunung ini begitu menakjubkan. Sudah pernah ke sini?

Gunung Egon berdiri kokoh dengan ketinggian 1.703 meter di atas permukaan laut. Sebagai salah satu gunung berapi aktif di Pulau Flores, gunung Egon menarik perhatian pendaki dan wisatawan yang ingin menikmati petualangan alam yang menantang dan pemandangan menakjubkan.

Gunung Egon berjarak sekitar tiga puluh kilometer dari pusat kota Maumere, menjadikannya cukup mudah dijangkau, meskipun tidak ada transportasi umum langsung menuju base camp.


Pengunjung biasanya menggunakan kendaraan pribadi atau mobil sewaan untuk mencapai kaki gunung. Dari Maumere, perjalanan menuju basecamp di Waigete membutuhkan waktu sekitar satu jam melalui jalan utama ke arah Larantuka.

Jalur Pendakian Gunung Egon

Gunung Egon menawarkan dua jalur pendakian utama: jalur Desa Blindit dan jalur Inerie.

· Jalur Desa Blindit

Jalur ini cocok bagi Anda yang siap menghadapi tantangan fisik yang cukup berat. Pendakian dimulai dengan melalui jalan setapak di hutan, diikuti oleh jalur berbatu yang cukup terjal. Pendakian melalui Desa Blindit membutuhkan stamina ekstra, namun sepadan dengan suasana alami yang menenangkan sepanjang jalan.

· Jalur Inerie

Alternatif lain adalah jalur Inerie, yang meskipun lebih panjang, menawarkan lintasan zig-zag yang lebih bersahabat bagi pendaki pemula. Jalur ini memungkinkan Anda menikmati pemandangan indah dan sedikit lebih aman karena tidak terlalu curam seperti jalur Desa Blindit.

Kedua jalur itu akan membawa para pendaki melewati lereng-lereng berbatu dan area keramat yang dijaga dan dihormati oleh penduduk setempat.

Disambut Kekayaan Flora Fauna Gunung Egon

Di sekitar kawah Gunung Egon, Anda akan menemukan tanaman khas seperti santigi gunung (Vaccinium varingifolium), tumbuhan perdu yang tumbuh pada ketinggian di atas 1.000 meter.

Dengan daun kecil dan pucuk berwarna merah muda hingga merah, tanaman ini menambah keindahan alam sekitar bebatuan dan kawah. Selama perjalanan, kicauan burung dan angin sejuk yang berhembus akan menemani pendakian, memberi semangat ekstra bagi para pendaki.

Pemandangan Menakjubkan Kawah Gunung Egon

Setibanya di puncak, pendaki akan disuguhi panorama luar biasa dari Teluk Maumere dan pulau-pulau kecil yang tersebar di sekitarnya. Aroma belerang mulai tercium ketika Anda semakin dekat dengan kawah, yang memperlihatkan kepulan asap hasil aktivitas vulkanik.

Kawah besar yang terbentuk akibat letusan masa lalu ini dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi, menambah kesan megah dari pemandangan alam yang ditawarkan Gunung Egon.

Tips Mendaki Gunung Egon

Pendakian ke puncak tertinggi gunung Egon disarankan bagi mereka yang telah memiliki dasar dalam mendaki gunung atau pengalaman climbing, karena rute menuju puncak cukup terjal dan mengharuskan pendaki untuk memanjat batuan.

Pemandu lokal biasanya akan mengingatkan pengunjung untuk menghormati area-area tertentu yang dianggap keramat, serta mengikuti jalur yang aman guna menjaga keselamatan selama pendakian.

Namun karena situasi gunung Lewotobi Laki-laki yang sedang erupsi, sebaiknya traveler menunda untuk mendaki gunung Egon sampai situasi dirasa aman ya.

——–

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Healing ke Destinasi Bebas Polusi!



Jakarta

Sadar nggak, sih? Belakangan ini kondisi udara di berbagai wilayah Indonesia semakin memburuk! Kondisi ini mengganggu kesehatan fisik dan mental masyarakat. Apalagi buat traveler yang mau pergi liburan, tujuannya mau healing bisa-bisa kamu malah jadi sakit.

Tapi tenang aja, Ini dia rekomendasi wisata di Indonesia yang tingkat polusinya rendah, jadi bisa healing dengan tenang dan bahagia. Yuk, simak!

1. Badung, Bali


Ilustrasi liburanFoto: dok. Adobestock

Bali selalu jadi destinasi favorit, walaupun begitu kerennya daerah Badung masih memiliki udara yang bersih. Selama disini, kamu bisa menikmati pantai-pantai eksotis seperti Pantai Kuta dan Jimbaran, pengunjung juga bisa mencoba pengalaman seru dengan bersepeda santai di sepanjang sawah atau menikmati sunset yang indah di Uluwatu. Pengalaman liburan kamu tentunya akan menjadi relaxing dan seru.

2. Lembang, Bandung

Ilustrasi liburanFoto: dok. Adobestock

Lembang di Bandung selalu jadi pilihan favorit karena udaranya yang sejuk. Nikmati wisata alam seperti berjalan-jalan di Hutan Pinus Cikole, menikmati pemandangan kawah di Gunung Tangkuban Perahu, atau berendam air panas di Ciater.

Bandung juga penuh dengan kafe-kafe cantik, bikin liburan tambah seru!

3. Sumba, Nusa Tenggara Timur

Sumba, Nusa Tenggara Timur, adalah surga tersembunyi yang menawarkan pesona alam liar. Pulau ini terkenal dengan pantai berpasir putih seperti Pantai Nihiwatu, bukit hijau permai di Bukit Wairinding, dan air terjun jernih di Air Terjun Lapopu.

Sumba juga menawarkan desa-desa tradisional yang kaya akan budaya lokal. Tidak perlu dipungkiri lagi, Sumba akan menjadi destinasi sempurna untuk kamu yang ingin rehat dari kehidupan kota yang sibuk dan berpolusi.

4. New Zealand

Kalau mau merasakan udara segar di luar negeri, New Zealand adalah pilihan sempurna. Dari pegunungan Southern Alps hingga pantai-pantai bersih di Abel Tasman National Park, udara di sini benar-benar bersih dan menyejukkan.

Ideal untuk mereka yang ingin liburan outdoor dengan hiking, bersepeda, atau sekadar piknik.

5. Zurich, Swiss

Zurich sebagai salah satu kota terindah di Swiss menyajikan keindahan alam dan sejarah dalam satu paket. Dari Gereja Grossmünster yang ikonik hingga Altstadt dengan lorong-lorong bebatuan. Jelajahi museum, teater, dan kafe di kota yang penuh pesona klasik ini, lalu nikmati panorama menakjubkan dari puncak Gunung Uetliberg yang menampilkan Zurich, danau, serta Pegunungan Alpen. Udara segar dan pemandangan spektakuler siap membuat liburan kamu semakin berkesan.

Persiapkan Liburan Kamu dengan Produk Travel dari ACE

Setiap liburan memang penuh dengan kesenangan, tetapi kadang persiapan bisa bikin pusing. Mau liburan tenang tanpa ribet?

Yuk, cek produk-produk travel dari ACE yang bisa bikin perjalanan kamu jadi lebih praktis dan seru!

1. Luggo 20 Inci Business Carry On Koper

Sekarang traveler bisa memasukkan semua keperluannya di satu koper pakai aja Luggo Carry On Koper ini! Baju dan perlengkapan traveling bisa langsung masuk ke dalam koper, sementara barang-barang penting seperti tiket, laptop, dan charger bisa tersimpan rapi di kompartemen depan.

Jadi, cuma perlu bawa satu koper saja tanpa perlu tas tambahan. Selain koper, juga bisa bawa tas ransel atau duffle bag untuk pilihan simple lainnya.

2. Passport Ivy Tas Selempang

Pergi liburan tetap harus tampil stylish, dong! Nah, dengan Passport Ivy Tas Selempang, traveler bisa tetap trendi sekaligus bawa banyak barang.

Sangat fungsional karena tas ini ringan, nyaman dipakai, dan tetap bisa muat banyak barang penting. Jadi, selain bikin gaya tambah modis, barang bawaan juga jadi aman dalam 1 tas ini.

3. Passport Dompet Paspor Multifungsi

Saat liburan, jangan sampai kartu dan uang berceceran kemana-mana, makanya cukup bawa Passport Dompet Multifungsi. Semua yang penting seperti kartu, uang koin, uang kertas, bahkan kartu SIM bisa masuk dalam satu dompet ini. Jadi, nggak perlu lagi bawa banyak tempat penyimpanan kecil-kecil yang malah bikin tas ribet.

4. Passport 90 Cm Payung Lipat dengan Case

Cuaca memang nggak bisa diprediksi, dan sering kali malas membawa payung saat traveling. Padahal, Payung Lipat Passport ini bisa jadi penyelamat di saat hujan mendadak datang. Ukurannya sangat kecil, bisa dilipat, dan ada casenya juga.

Nah, sekarang bawa payung jadi super compact dan gampang dibawa ke mana-mana. Nggak ada lagi drama kehujanan pas lagi jalan-jalan!

5. Passport Set 4 Pcs Botol Dispenser Travel

Kadang traveler tidak tahu penginapan yang didatangi akan menyediakan toiletries (alat mandi) atau tidak. Makanya, ada Passport Set Botol Dispenser Travel. Tinggal pindahkan sabun, shampo, atau lotion favorit ke botol-botol kecil ini.

Praktis, bersih, dan pastinya bikin kamu selalu bersih saat liburan tanpa ribet bawa botol besar.

Dengan produk-produk travel dari ACE, persiapan liburan kamu jadi lebih mudah, praktis, dan bebas ribet! Sekarang tinggal pilih destinasi liburan bebas polusi, dan nikmati perjalanan yang lebih menyenangkan.

(prf/ega)



Sumber : travel.detik.com

4 Wisata Alam di Sembungan Wonosobo, Desa Tertinggi di Pulau Jawa


Jakarta

Lanskap Indonesia yang di antaranya terdiri dari gunung dan pegunungan membuat sebagian masyarakat tinggal di dataran tinggi. Bahkan ada suatu wilayah di Pulau Jawa yang disebut sebagai desa tertinggi.

Ialah Desa Sembungan di Wonosobo yang dijuluki sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa. Bukan tanpa alasan, Sembungan dikenal demikian karena terletak di ketinggian seiktar 2.300 mdpl. Panoramanya menawan dengan hamparan sawah berundak dan latar perbukitan hijau yang diselimuti sejuknya udara pegunungan.

Pada 2022 silam, Sembungan berhasil masuk daftar desa terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Karena memang di sana terdapat sejumlah wisata alam cantik yang patut dikunjungi. Lantas, ada wisata apa saja di desa tertinggi Pulau Jawa tersebut?


Wisata Alam di Sembungan Wonosobo

Desa Sembungan di Wonosobo, Jawa Tengah menawarkan wisata alam meliputi air terjun, telaga, hingga spot melihat matahari terbit. Mengutip situs Kemenparekraf, berikut penjelasannya:

1. Puncak Sikunir

Golden sunrise dari puncak sikunirGolden sunrise dari Puncak Sikunir Foto: Fadli Zaini Dalimunthe/d’Traveler

Di Bukit Sikunir, tepatnya di area puncaknya, traveler dapat menyaksikan matahari terbit (sunrise) mempesona. Cahaya matahari pagi yang mengintip di antara perbukitan dan awannya sungguh elok. Sunrise di Puncak Sikunir diklaim sebagai yang terbaik di Asia lho.

Pelancong disarankan mengunjungi Puncak Sikunir pada musim kemarau untuk mendapatkan best viewnya, sebab cuacanya cenderung cerah dan tidak berkabut.

2. Telaga Cebong

Di perjalanan menuju Puncak Sikunir, traveler akan menemukan Telaga Cebong. Terletak di lembah, telaga ini berlatarkan perbukitan dan sawah terasering hijau yang menyegarkan mata.

Dinamakan Telaga Cebong lantaran bentuknya yang mirip bayi katak jika dilihat dari atas. Dahulunya, telaga ini merupakan kawah purba seluas 18 hektare. Seiring waktu, kawah tersebut menjadi nonaktif dan mengecil sehingga kini tersisa sekitar 12 hektare saja.

3. Curug Sikarim

Pengunjung berwisata di air terjun Sikarim kawasan dataran tinggi Dieng Desa Sembungan, Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (11/1/2023). Air terjun setinggi 125 meter yang berada di ketinggian 1.800 mdpl (meter diatas permukaan laut) tersebut dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Tirta sebagai salah satu wisata alam alternatif di kawasan Dieng.  ANTARA FOTO/Anis EfizudinCurug Sikarim di Desa Sembungan Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Traveler juga bakal menjumpai air terjun berundak yang menakjubkan di Desa Sembungan yaitu Curug Sikarim. Menariknya, air terjun ini mengalir di atas permukaan batu curam.

Bebatuan di bawahnya bertingkat-tingkat sehingga air mengalir bebas di sela tumpukan batunya. Pada bagian bawah terdapat kolam kecil yang dipenuhi batu, pelancong disarankan untuk tidak turun.

Debit airnya cukup deras sehingga pengunjung mesti berhati-hati saat mendekati curug. Apalagi tumbuh lumut yang membuat bebatuannya licin, jadi traveler harus ekstra waspada.

Curug Sikarim dikelilingi hutan hijau lebat. Viewnya bahkan sudah terlihat dari jalan. Tak jarang pelancong berfoto di jalanan dengan air terjun indah ini sebagai backgroundnya.

4. Camping Ground

Tersedia penginapan serta homestay di Desa Sembungan. Jika tertarik lebih menyatu dengan alam, traveler dapat berkemah di camping ground.

Bisa dirikan tenda di tepi telaga untuk menikmati nuansa syahdu yang tak ada duanya. Dari sini juga dapat menyaksikan matahari terbenam (sunset) yang epic. Kalau tidak punya tenda, camping ground menawarkan sewa tenda dengan harga terjangkau. Bisa juga rental alat-alat outdoor lainnya.

Selain sejumlah wisata di atas, traveler dapat mengeksplor lanskap alam Desa Sembungan dengan menaiki jeep. Tour jeep bakal semakin seru jika beramai-ramai.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

7 Gunung untuk Pemula yang Wajib Ditaklukan


Jakarta

Mendaki gunung mungkin bakal jadi aktivitas yang menantang sekaligus menyenangkan bagi sebagian orang. Lalu, bagaimana jika kamu baru mencobanya atau masih pemula?

Tidak semua gunung cocok untuk pemula, karena alasan medan dan tingkat kesulitan yang tinggi. Tentunya, penting bagi pemula untuk memilih gunung yang tepat agar pendakian bisa berjalan, aman, nyaman dan menyenangkan.

Rekomendasi Gunung untuk Pemula

Gunung-gunung dengan jalur pendakian yang lebih ringan, waktu tempuh singkat, hingga pemandangan yang memukau bisa menjadi pilihan yang ideal untuk memulai pendakian. Berikut adalah rekomendasi Gunung yang cocok untuk pemula:


1. Gunung Gede-Pangrango

Lokasi: Jawa Barat

Pagi di alun alun Surya KencanaSuasana di alun alun Surya Kencana, Gunung Gede Pangrango. Foto: dok.detik

Gunung Gede-Pangrango memiliki ketinggian 2.958 mdpl. Gunung ini membentang di tiga kabupaten, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

Selain ramah untuk pendaki pemula, pendakian ini juga terkenal dengan padang bunga edelweis di Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede atau di Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango.

2. Gunung Andong

Lokasi: Magelang, Jawa Tengah

Gunung Andong di Magelang, dilihat dari Pos Cuntel MerbabuGunung Andong di Magelang, dilihat dari Pos Cuntel Merbabu Foto: Muchus Budi R/detikcom

Dilansir situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gunung Andong memiliki ketinggian 1.726 mdpl. Pendakiannya ada di antara Desa Ngablak dan Desa Tlogorejo, Grabag, Kabupaten Magelang.

3. Gunung Ijen

Lokasi: Jawa Timur

Wisatawan mancanegara (wisman) bisa kembali menikmati keindahan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Sebelumnya, gunung dengan pemandangan kawah hijau tosca itu ditutup untuk wisman sejak awal pandemi COVID-19.Keindahan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Foto: Ardian Fanani/detikcom

Gunung Ijen memiliki ketinggian sekitar 2.799 mdpl. Gunung Ijen cocok dijadikan pilihan bagi pemula, karena jalur lintasannya tidak terlalu curam, mudah dipijak, dan banyak spot istirahat bagi pendaki.

Salah satu yang terkenal dalam pendakian ini yaitu di Kawah Ijen ada fenomena blue fire yang bisa disaksikan sekitar jam 01.00-04.00 pagi.

Fenomena blue fire terjadi saat zat belerang bersentuhan dengan panas ekstrem dari celah gunung berapi. Jika beruntung, pendaki akan melihat api biru menawan yang menyala.

4. Gunung Batur

Lokasi: Bali

Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka).

Gunung Batur memiliki ketinggian 1.717 mdpl. Pendakian Gunung Batur cocok bagi pemula karena jarak dan waktu pendakiannya tak terlalu lama.

Rute Toya Bungkah jadi jalur yang dipilih untuk pemula, karena jalurnya tergolong tidak terlalu terjal. Di jalur ini juga ada titik terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit.

5. Gunung Prau

Lokasi: Dieng, Jawa Tengah

Gunung PrauGunung Prau. Foto: (Uje Hartono/detikcom)

Gunung Prau memiliki ketinggian sekitar 2.590 mdpl. Gunung ini sangat cocok untuk pemula, karena punya jalur pendakian yang cukup mudah.

Jika memilih Jalur Patak Banteng rute pendakian bisa lebih singkat untuk ke puncaknya. Ditambah, di puncak gunungnya juga memiliki pemandangan dan pesona matahari terbit yang indah.

6. Gunung Pakuwaja

Lokasi: Wonosobo, Jawa Tengah.

Gunung Pakuwaja memiliki ketinggian 2.421 mdpl. Selain ramah pemula, jika kamu berhasil puncak kamu akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan perbukitan Dieng yang hijau Gunung Sindoro, Slamet, Merapi, Merbabu, hingga Telomoyo di kejauhan.

Umumnya, untuk sampai puncak Gunung Pakuwaja pendaki menempuh waktu sekitar 1.5 jam. Jika melalui jalur Dieng Plateau dan Parikesit, maka waktu tempuhnya 2 sampai 3 jam sampai puncak.

7. Gunung Nglanggeran

Lokasi: DIY Yogyakarta

Sensasi Mendaki Gunung Api Purba NglanggeranSensasi Mendaki Gunung Api Purba Nglanggeran Foto: Putu Intan/detikcom

Gunung Nglanggeran memiliki ketinggian 700 mdpl. Pendakian Gunung Nglanggeran disebut sebagai andalan para pendaki pemula, karena waktu tempuhnya sekitar 1 – 2 jam saja.

Mengutip laman Kelurahan Kelurahan Nglanggeran, ada dua puncak terpisah yakni bagian Barat dan Timur. Namun, umumnya para pendaki lebih memilih camping di puncak Barat karena akses yang lebih mudah. Puncak Timur bisa dipilih kalau kamu mau menyaksikan keindahan sunrise di Gunung ini.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

8 Gunung di Jawa Barat yang Cocok untuk Pendaki Pemula


Jakarta

Ada banyak gunung di Jawa Barat yang sering dikunjungi para pendaki. Beberapa di antaranya bahkan tergolong aman untuk pendaki pemula.

Saat ini, mendaki gunung menjadi salah satu aktivitas yang banyak dilakukan masyarakat. Namun, dibutuhkan fisik dan mental yang kuat sebelum travelers melakukan pendakian.

Jika kamu baru pertama kali mendaki gunung, sebaiknya pilih gunung yang tidak terlalu tinggi dan treknya cukup landai. Sebab, dikhawatirkan kamu tidak kuat saat melewati medan berat, apalagi travelers belum punya banyak pengalaman mendaki gunung.


Di wilayah Jawa Barat, ada sejumlah gunung yang cocok untuk pendaki pemula. Lantas, apa saja gunung tersebut? Simak daftarnya dalam artikel ini.

Gunung di Jawa Barat yang Cocok untuk Pendaki Pemula

Terdapat sejumlah gunung di Jawa Barat yang populer di kalangan pendaki, seperti Gunung Gede, Papandayan, hingga Kerenceng. Berikut daftar gunung yang pas untuk pendaki pemula yang dirangkum dari catatan detikcom:

1. Gunung Gede

Rekomendasi yang pertama ada Gunung Gede. Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP). Secara administratif, lokasi taman nasional ini masuk ke dalam tiga kabupaten di Jawa Barat, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

Gunung Gede menjadi favorit para pendaki pemula karena treknya yang tidak terlalu curam. Selain itu, gunung dengan ketinggian 2.958 mdpl ini menawarkan pemandangan alam yang memukau di sepanjang jalur pendakian.

Saat mendaki di Gunung Gede, kamu bisa melihat Telaga Biru dan air terjun. Terdapat juga Alun-alun Suryakencana yang menandakan puncak Gunung Gede sudah dekat.

2. Gunung Papandayan

Gunung Papandayan terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung dengan ketinggian 2.665 mdpl ini juga termasuk ramah pendaki.

Salah satu jalur yang aman dengan medan yang tidak terlalu sulit adalah via jalur Cisurupan. Sambil menyusuri hutan dan jalan setapak, travelers akan disuguhkan oleh panorama alam yang memukau.

Selama mendaki, kamu juga bisa menemukan hutan mati, padang bunga abadi edelweis, pepohonan hijau yang rindang, udara segar, dan kawah. Sebagai pengingat, Gunung Papandayan masih cukup aktif dan tercatat pernah beberapa kali erupsi.

3. Gunung Kencana

Apabila tidak mau mendaki gunung yang terlalu tinggi, Gunung Kencana bisa menjadi opsi terbaik. Dengan ketinggian hanya 1.802 mdpl, durasi pendakian dari titik awal hingga highland camp memakan waktu sekitar 1 jam saja.

Gunung Kencana berlokasi di Rawa Gede, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Terdapat tiga jalur yang bisa dipilih, yakni via lerengan Barat Daya Gunung Paseban, via puncak Karvak, dan rute Paseban.

4. Gunung Guntur

Rekomendasi berikutnya adalah Gunung Guntur. Dengan ketinggian 2.249 mdpl, gunung ini termasuk dalam kategori ramah bagi pendaki pemula.

Sepanjang trek pendakian, travelers akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang indah. Setibanya di puncak gunung, kamu dapat menyaksikan panorama Kota Garut dari atas awan.

5. Gunung Burangrang

Pendakian di Gunung Burangrang via Pangheotan bisa menjadi pilihan terbaik bagi pendaki pemula. Sebab, medan yang dilalui tidak terlalu sulit dan cukup landai, sehingga bisa melakukan pendakian santai.

Namun, jalur pendakian yang dimulai dari Cikalong Wetan, Purwakarta, ini kurang diminati banyak pendaki karena waktu tempuhnya bisa mencapai lima jam untuk bisa tiba di puncak.

Meski begitu, detikers tetap disuguhkan oleh lanskap yang indah dan memanjakan mata. Selain itu, kamu juga bisa menyaksikan panorama Kota Bandung dari atas langit.

6. Gunung Kerenceng

Gunung Kerenceng juga bisa menjadi opsi terbaik bagi pendaki pemula. Sebab, treknya cenderung pendek dan bisa ditempuh sekitar 2,5 jam saja.

Namun, medan yang dilalui cukup ekstrem karena di sisi kanan-kirinya terdapat jurang. Jadi, detikers harus hati-hati selama pendakian menuju puncak.

Gunung Kerenceng memiliki ketinggian 1.754 mdpl. Dari atas puncaknya, kamu dapat melihat lanskap Kota Sumedang. Selain itu, kamu juga bisa menyaksikan indahnya Gunung Ciremai, Gunung Cikuray, dan Kawasan Cadas Pangeran.

7. Gunung Putri

Gunung yang berada di Lembang, Bandung, ini termasuk salah satu gunung yang ramah pendaki. Dengan ketinggian 1.578 mdpl, Gunung Putri bisa dijadikan sebagai tempat uji coba atau pemanasan sebelum mendaki gunung yang lebih tinggi.

Setibanya di puncak, travelers bisa mendirikan tenda di camping ground yang telah disediakan pihak pengelola. Selama di puncak Gunung Putri, detikers dapat menyaksikan sunset, sunrise, hingga keindahan city light Kota Bandung.

8. Gunung Malabar

Rekomendasi yang terakhir adalah Gunung Malabar. Dengan ketinggian 2.347 mdpl, Gunung Malabar termasuk salah satu gunung favorit di kalangan pendaki.

Meskipun jalur pendakiannya cukup menantang, tetapi Gunung Malabar masih cocok untuk pendaki pemula. Rasa lelah setelah mendaki selama berjam-jam langsung terbayar lunas setibanya di atas puncak.

Sebab, kamu dapat melihat pemandangan Kota Bandung dan Gunung Tangkuban Perahu. Wajar saja, sebab Gunung Malabar terletak di Kawasan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Itu dia delapan rekomendasi gunung di Jawa Barat yang cocok untuk pendaki pemula. Tertarik untuk mendaki gunung yang mana, travelers?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

5 Tempat Wisata Bandung Penuh Petualangan untuk Liburan Bersama Teman



Jakarta

Bandung tidak hanya dikenal dengan udaranya yang sejuk dan kulinernya yang lezat, tetapi juga dengan berbagai destinasi wisata yang penuh petualangan. Jika Anda mencari tempat seru untuk liburan bersama teman-teman, berikut adalah beberapa pilihan tempat wisata Bandung yang bisa dikunjungi.

1. Trans Studio Bandung

Berlokasi di Trans Studio Mall yang berada Jl. Gatot Subroto No.289A, Cibangkong, Kec. Batununggal, Kota Bandung, Trans Studio Bandung menawarkan berbagai wahana seru yang cocok untuk yang ingin merasakan petualangan di wahana dalam ruangan. Anda bisa merasakan sensasi luar biasa dengan menaiki Racing Coaster, roller coaster indoor tercepat di dunia, atau menantang diri di Giant Swing, ayunan raksasa dalam ruangan pertama di Indonesia.


Ilustrasi Tempat Wisata Bandung Penuh PetualanganIlustrasi Tempat Wisata Bandung Penuh Petualangan Foto: Traveloka

Selain wahana ekstrem, tempat ini juga memiliki berbagai pertunjukan menarik seperti Special Effect Action Show yang penuh aksi atau The Lost Baby Dino yang interaktif. Jika mencari pengalaman yang lebih menegangkan maka cobalah masuk ke wahana Dunia Lain, di mana Anda akan merasakan suasana mistis yang membuat bulu kuduk merinding. Tiket masuk ke Trans Studio Bandung bisa Anda dapatkan mulai dari Rp 119 ribu. Jangan lewatkan kesempatan untuk memesan tiket di Traveloka agar lebih praktis dan hemat!

2. Pesona Nirwana Waterpark

Bagi Anda yang suka bermain air maka Pesona Nirwana Waterpark yang berlokasi di Kampung Legok Jenjing, Panyirapan, Soreang, Bandung adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Waterpark ini menawarkan berbagai kolam renang untuk anak-anak maupun dewasa sehingga cocok untuk liburan bareng teman-teman.

Anda bisa memacu adrenalin dengan mencoba berbagai seluncuran air yang menegangkan atau bersantai di jacuzzi setelah lelah beraktivitas. Dengan harga tiket masuk mulai dari Rp 40 ribu maka Anda sudah bisa menikmati keseruan di tempat ini. Pesan tiketnya di Traveloka untuk pengalaman liburan yang lebih mudah!

3. The Great Asia Africa

Jika Anda ingin menikmati suasana luar negeri tanpa harus keluar negeri, kunjungi The Great Asia Africa yang terletak di Jl. Raya Lembang – Bandung No.71, Gudangkahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Tempat ini menghadirkan berbagai replika landmark terkenal dari berbagai negara yang lengkap juga dengan wahana seru dan aneka kuliner khas.

Salah satu wahana yang wajib Anda coba adalah Sky Ride, yang memungkinkan Anda menikmati pemandangan spektakuler dari atas ketinggian. Anda juga bisa mengunjungi desa tradisional Jepang dan berfoto di replika hutan bambu Arashiyama. Untuk pengalaman lebih seru, sewa pakaian tradisional seperti hanbok, kimono, atau kain saree, dan abadikan momen di depan landmark khas setiap negara.

Anda juga bisa mencicipi aneka makanan populer dari berbagai negara seperti takoyaki, tteokbokki, dan masih banyak lagi. Harga tiket masuk ke The Great Asia Africa mulai dari Rp 44 ribu dan Anda bisa memesan tiketnya dengan mudah melalui Traveloka.

4. Dago Dreampark

Bagi Anda yang mencari wisata alam dengan berbagai aktivitas seru maka Dago Dreampark adalah pilihan yang tepat. Terletak di Jl. Dago Giri Km. 2.2 Mekarwangi, Pagerwangi, Lembang, tempat ini menawarkan berbagai wahana menarik dengan suasana alam yang sejuk dan menyegarkan.

Ilustrasi Tempat Wisata Bandung Penuh PetualanganFoto: Traveloka

Anda bisa menantang diri di Dream Tag Luge, sebuah trek balapan seru yang akan menguji kecepatan Anda. Jika ingin lebih ekstrem cobalah Flying Fox yang akan membawa Anda melayang di atas ketinggian atau memainkan Paint Ball bersama teman-teman untuk merasakan sensasi pertempuran sambil belajar strategi.

Bagi pecinta fotografi, Extreme Selfie adalah spot yang wajib dikunjungi. Berfoto dengan latar belakang spektakuler dari ketinggian 20 meter akan memberikan pengalaman tak terlupakan. Tiket masuk ke Dago Dreampark sangat terjangkau mulai dari Rp 22 ribuan. Anda bisa pesan tiketnya langsung di Traveloka saat ini!

5. Kawah Putih Ciwidey

Jika Anda ingin menikmati keindahan alam Bandung maka Kawah Putih Ciwidey yang berlokasi di Jl. Raya Patenggang – Ciwidey Km. 11, White Crater, Sugihmukti, Pasirjambu, Bandung adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Kawah ini terkenal dengan danau vulkaniknya yang memiliki warna air yang unik dan pemandangan yang sangat menawan.

Bagi Anda yang menyukai tantangan, cobalah berjalan di Cantigi Skywalk yang merupakan jembatan sepanjang 500 meter yang melintasi hutan Cantigi. Anda juga bisa menyusuri Ponton Bridge yang merupakan sebuah jembatan kayu yang menawarkan spot foto indah dengan latar belakang kawah. Dengan tiket masuk mulai dari Rp 31 ribu Anda bisa menikmati keindahan alam yang luar biasa.

Bandung memiliki berbagai destinasi wisata seru yang bisa Anda kunjungi bersama teman-teman untuk pengalaman liburan yang penuh petualangan. Mulai dari taman hiburan indoor di Trans Studio Bandung, bermain air di Pesona Nirwana Waterpark, menjelajahi budaya dunia di The Great Asia Africa, menikmati wahana seru di Dago Dreampark, hingga menyaksikan keindahan alam di Kawah Putih Ciwidey.

Jangan ragu untuk segera merencanakan liburan Anda! Dapatkan tiket masuk ke tempat-tempat wisata di atas dengan mudah dan praktis melalui Traveloka agar perjalanan Anda semakin menyenangkan dan bebas ribet. Jadi, tunggu apa lagi? Ajak teman-teman Anda dan nikmati keseruan petualangan di Bandung sekarang juga!

(akd/akd)



Sumber : travel.detik.com