Tag Archives: kawasan kota lama semarang

Rasa Penasaran Hilang, Ternyata Ini Isi Gedung Tua di Kota Lama Itu



Jakarta

Adakah traveler yang penasaran dengan isi di dalam gedung di kawasan Kota Lama Semarang ini? Tim detikcom berkunjung ke sana melihat aktivitas yang seperti di masa lampau.

Sebuah bangunan bersejarah dengan tulisan merah ‘Pabrik Rokok Praoe Lajar’ di tengah Kota Lama Semarang cukup menarik perhatian. Dari luar terlihat sepi, tapi di dalamnya ada ratusan orang yang memproduksi rokok dengan metode manual menggunakan alat yang sudah berusia puluhan tahun.

Untuk diketahui, lokasi pabrik rokok Praoe Lajar ini tidak jauh dari Polder Tawang. Pintu pabriknya yang bercorak merah putih menjadi daya tarik, banyak wisatawan yang berfoto di sana.


detikJateng berkesempatan masuk ke pabrik itu. Pantas tampak sepi dari luar, ternyata motor para pekerjanya diparkir di dalam. Tempat parkirnya bertingkat.

Di seberang tempat parkir itu ada ruangan yang berisi seratusan orang berseragam merah, mayoritas wanita. Mereka duduk saling berhadapan di meja-meja panjang, sedang melinting rokok dengan alat yang menempel di meja itu.

Meski berada di tengah gedung-gedung Kota Lama dan di tepi jalur utama Jalan Merak, suasana di dalam pabrik itu terbilang minim polusi suara.

“Ini alatnya sudah lama, jauh sebelum saya lahir, saya sendiri tidak tahu kapan pastinya,” kata manajer sekaligus generasi keempat dari pemilik Praoe Lajar, Aditya Wibowo Setia Budhi (24) saat ditemui di pabriknya, Rabu (9/10/2024).

Aditya mengatakan Praoe Lajar sudah ada sejak 5 Mei 1945 di Kampung Kledung Semarang. Kemudian sempat pindah ke daerah Pusponjolo, hingga akhirnya pindah ke lokasi saat ini di Kota Lama pada 7 Mei 1952.

Suasana di dalam pabrik rokok Praoe Lajar di Kota Lama Semarang, Rabu (9/10/2024).Praoe Lajar di Semarang yang terbuka untuk umum di Semarang (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng)

Rokok gaib

“Sebelumnya gedung ini dipakai perusahaan listrik swasta Belanda, Maintz and co. Karena kondisi yang banjir, gedung ini sudah dinaikkan sampai 1,5 meter,” ujar Aditya.

Semua proses produksi dilakukan secara manual di pabrik ini demi menjaga orisinalitasnya. Hal itu terlihat dari pekerja lelaki yang mencampur tembakau dan saus menggunakan alat seperti sekop. Juga saat para pekerja wanita melinting rokok dan mengemasnya.

“Jadi ciri khas tanpa gunakan kimia, semua rempah dan herbal. Murni pakai tembakau lokal Jawa. Paling jauh Madura. Ini semua manual, lem saja dari tepung kanji bikin sendiri,” ungkap Aditya.

Ada sekitar 300 karyawan yang bekerja di pabrik itu, mayoritas warga Semarang Utara dan sebagian dari luar kota. Dalam sehari, pabrik itu rata-rata memproduksi 500 ribu batang rokok per hari.

Meski demikian, produk rokok Praoe Lajar jarang ditemui di toko-toko apalagi di minimarket modern. Ternyata pelanggannya para nelayan di pesisir Pantura (Pantai Utara Jawa Tengah).

Baca artikel selengkapnya di detikJateng

(msl/msl)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Kota Tua di Indonesia yang Cantik untuk City Walk Murah



Jakarta

Berwisata di kawasan kota tua jadi pilihan wisatawan yang suka berjalan kaki sambil melihat-lihat pemandangan. Berikut lima pilihan yang bisa dicoba:

Kawasan kota tua tak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga pemandangan indah yang menarik untuk diabadikan. Traveler bisa foto-foto Instagramable di lima kawasan kota tua berikut ini:

1. Kota Tua Jakarta

Yang pertama ada Kota Tua Jakarta. Di sini, traveler bisa menjelajahi aneka gedung bersejarah peninggalan zaman kolonial Belanda. Dari Museum Fatahillah hingga Museum Wayang semuanya menarik untuk dikunjungi.


Kunjungi juga Museum Bank Indonesia (BI) dan Museum Bank Mandiri yang menyimpan sejarah perbankan Indonesia. Di sini, traveler bisa melihat mata uang dari zaman Nusantara sampai sekarang. Museum ini sering dijadikan tempat wisata edukatif oleh para pelajar.

2. Kota Lama Semarang

Wisata sejarah menjadi salah satu magnet di kawasan Kota Lama Semarang. Kota ini juga sering disebut Outstadt atau Little Netherland, karena bangunan-bangunan berusia 200-300 tahun sejak zaman kolonial Belanda.

Bahkan, bangunannya banyak yang masih berdiri megah. Selain estetik, Kota Lama Semarang merupakan wisata edukatif. Traveler bisa sambil jalan-jalan di kawasan memiliki luas total sebesar 31 hektar.

Gereja BlendukKota Lama Semarang Foto: (Gandung Adi Wibowo/d’Traveler)

Di sekitar kawasan Kota Lama Semarang juga banyak tersedia kafe, resto, dan bar yang menawarkan banyak menu kuliner. Bahkan sampai malam kota ini tetap hidup dan ramai dengan adanya tempat hiburan malam seperti Taman Srigunting, Museum Kota Lama, Gedung Marabunta, dan Gedung Marba.

3. Kota Tua Ampenan

Arsitektur bangunan ala kolonial masih berdiri kokoh di sepanjang jalan Kota Tua Ampenan. Bangunan-bangunan bergaya Belanda nampaknya meninggalkan banyak kenangan bagi warga yang bermukim di Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kota Tua Ampenan pernah menjadi satu-satunya pintu masuk ke pulau Lombok sejak abad 18 hingga abad 19. Pada masa itu, bangunan-bangunan ala Belanda itu sudah berdiri kokoh di sepanjang jalan menuju pantai Ampenan. Kota Ampenan pernah menjadi kota pelabuhan dan pusat perdagangan pada sekitar tahun 1924 hingga sekitar tahun 1960.

4. Kayutangan Heritage

Di Malang, Jawa Timur ada Kayutangan Heritage, kawasan kota tua dengan bangunan-bangunan bergaya klasik yang bisa dijelajahi traveler. Di sini juga ada banyak kafe-kafe estetik yang bisa disinggahi.

Salah satunya adalah Cafe Kios Mera untuk merasakan sensasi nongkrong yang berbeda dari cafe lainnya. Dilengkapi dengan mini library dan barang-barang antik, membuat kafe tersebut terasa lebih vintage dan instagrammable untuk dijadikan spot foto.

5. Kawasan Jalan Braga

Terakhir ada kawasan Jalan Braga di Bandung yang asyik buat jalan-jalan. Jalanan ini dipenuhi dengan bangunan klasik yang Instagramable.

Selain berbagai hotel, restoran, kafe, dan mal, bangunan bergaya bergaya arsitektur Art Deco, kolonial Belanda, dan Indische, seperti Gedung Landmark dan Gedung Merdeka, yang masih berdiri kokoh menjadi daya pikat di jalan Braga.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com