Tag Archives: kebocoran

Ternyata Genteng Tanah Liat Ada Kadaluarsanya, Ini Usia Pemakaiannya


Jakarta

Genteng menjadi pilihan jenis atap yang paling banyak dipakai karena dapat meredam panas dan membuat hunian jadi lebih adem.

Keunggulan lain dari genteng adalah sifatnya yang kokoh, tidak mudah terbawa angin, dan tahan lama. Jenis genteng cukup banyak, salah satunya adalah genteng tanah liat.

Jenis atap satu ini meskipun tahan lama memiliki usia pemakaian yang disarankan atau ada waktu kadaluarsanya, yakni 40-50 tahun. Usia pemakaian genteng tanah liat termasuk yang paling lama di antara jenis genteng yang lain. Genteng tanah liat bisa bertahan lebih lama apabila memiliki material yang berkualitas dan cara pemasangan yang tepat.


Cara mengetahui kondisi atap rumah masih kokoh adalah jarang terlihat rembesan air hujan di rumah. Kebocoran hanya ditemukan pada saat hujan deras disertai angin.

Usia pemakaian genteng bisa jadi lebih singkat apabila ditemukan banyak retakan dan pecahan pada permukaannya. Celah kecil tersebut bisa menjadi celah bagi air untuk menerobos ke dalam rumah. Apabila didiamkan biaya perbaikannya akan lebih mahal.

Menurut kontraktor Wildan saat terjadi kebocoran area atap yang berisiko rusak dan perlu diganti bukan hanya genteng, melainkan plafon dan kerangka bajanya apabila memang memakai kerangka dari baja. Air membuat kerangka baja berkarat dan memicu pertumbuhan jamur pada plafon.

Jadi untuk mencegah kerusakan fatal, pemilik rumah harus mengetahui tanda-tanda genteng tanah liat harus diganti. Dilansir Kin.com, berikut beberapa cirinya.

1. Air, Cahaya Matahari, dan Hewan Masuk ke Dalam Rumah

Hal paling mudah untuk mengetahui genteng tanah liat harus diganti adalah saat terjadi kebocoran. Air yang menetes dan merusak area plafon bisa merusak tampilan rumah dan memicu pertumbuhan jamur hitam atau black mold yang berbahaya bagi kesehatan.

Saat area kebocoran semakin besar, cahaya matahari dapat menerobos ke dalam. Begitu pula dengan hewan-hewan seperti kelelawar, tikus, hingga musang. Jika hewan sudah hidup di atap rumah akan lebih sulit memperbaikinya. Selain itu, hewan-hewan tersebut juga bisa membuat suara yang mengganggu saat aktif.

2. Atap Berlumut dan Berkarat

Seperti yang disebut sebelumnya area atap yang sering terkena air hujan akan memicu pertumbuhan lumut karena permukaannya pasti lembap terkena hujan ke panas.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Jangan Asal Murah, Salah Pilih Atap Bisa Mengancam Nyawa!


Jakarta

Saat ini muncul berbagai jenis atap yang bisa dipilih, mulai dari genteng, PVC, hingga bitumen. Masing-masing jenis memiliki kelebihan dan kekurangan, konsumen harus pintar-pintar memilih jenis atap yang cocok dengan kebutuhan dan anggaran belanja.

Salah pilih jenis atap karena ingin menekan pengeluaran bisa memicu bencana lho. Atap rumah itu sama pentingnya seperti fondasi rumah. Strukturnya harus kokoh dan membuat bagian dalam nyaman seperti tidak pengap dan panas. Masalah yang bisa terjadi pada atap bukan hanya kebocoran, ada bencana-bencana lain yang bisa mengancam nyawa.

Berikut ini sederet permasalahan atap yang bisa terjadi apabila memilih jenis atap asal-asalan dilansir This Old House.


1. Genteng Hilang dan Rusak

Percaya nggak percaya ada lho kejadian genteng hilang. Biasanya bukan karena dicuri, melainkan karena terbawa angin atau jatuh akibat aktivitas hewan. Jika genteng tidak hilang, biasanya kondisinya sudah retak dan hilang beberapa bagian.

2. Kebocoran pada Atap Rumah

Kalau sudah ada celah pada permukaan atap sebaiknya harus segera di ganti karena lubang tersebut menjadi celah bagi air hujan masuk. Genteng yang bocor akan menimbulkan masalah pada plafon dan kerangka atap. Apabila kerusakan sudah mencapai plafon akan lebih mahal biaya perbaikannya.

Kebocoran tidak melulu berupa tetesan air, terkadang kebocoran muncul sebagai titik lembab atau noda air yang mengembang di langit-langit rumah. Risiko apabila membiarkan kebocoran atap adalah atap ambruk yang bisa mengancam nyawa penghuninya.

3. Kerusakan Flashing

Flashing adalah material penutup sambungan untuk mencegah air masuk melalui celah atap, seperti ventilasi dan skylight. Apabila bagian ini rusak, seperti terjadi retak, berkarat, atau ada bagian yang lepas dapat menjadi celah kebocoran atap. Apabila mengabaikan kerusakan ini yang akan terjadi adalah sama seperti masalah pada kebocoran, yakni timbul kelembaban dan muncul jamur di langit-langit rumah.

4. Masalah Ventilasi Atap dan Skylight

Pemakaian skylight dan ventilasi di atap masih banyak dipakai di rumah masa kini. Komponen tambahan di atap ini berfungsi sebagai akses cahaya matahari masuk sehingga saat siang hari rumah bisa terang tanpa perlu menyalakan lampu. Ternyata apabila ada kesalahan pada pemasangannya, area ini bisa menjadi celah air masuk saat hujan turun. Jadi pastikan saat memasang ventilasi, bagian sekitarnya sudah tersegel dan tertutup rapat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Ketahui Jarak Aman Pasang Septic Tank biar Sumur Air Nggak Tercemar



Jakarta

Septic tank merupakan wadah untuk menampung kotoran tinja dan limbah domestik setiap bangunan serta mengolahnya agar bisa terurai. Lokasinya berada di dalam tanah, tetapi terdapat pipa dan penanda lokasinya yang terlihat ke permukaan.

Saat memasang septic tank, lokasinya harus jauh dari sumur air bersih rumah. Sebab, berisiko dapat mencemari sumur air bersih jika septic tank bocor atau meledak.

Sumur air bersih harus dalam keadaan bersih agar aman saat digunakan. Air yang tercampur kotoran, tinja, dan limbah tidak bisa dipakai dan bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti diare, tipes, dan lainnya.


Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng mengungkapkan salah satu tingkat pencemaran air paling tinggi di Tanah Air disebabkan lokasi septic tank yang cukup dekat dengan tempat tinggal. Jaraknya hanya sekitar 2-3 meter karena beberapa kawasan permukiman berada di area yang padat.

Jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumur air bersih berisiko membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli). Bakteri satu ini pasti sudah tidak asing di telinga karena bakteri ini kerap menjadi sumber penyakit infeksi saluran pencernaan.

Dengan adanya jarak, kemungkinan-kemungkinan risiko tadi dapat dicegah. Meskipun nantinya ada kebocoran, dapat diperbaiki dengan cepat.

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal memasang sumur septic tank dengan sumur air minum adalah 10 meter. Sementara itu, upflow filter septic tank minimal berjarak 1,5 meter dari sumur air minum. Demikian juga dengan taman sanitasi septic tank harus diberi jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

Tidak hanya itu, jarak sumur resapan air hujan juga jaraknya tidak boleh terlalu dekat dengan septic tank. Sumur resapan air hujan juga salah satu sumber air bersih di rumah saat kekeringan atau krisis air.

Untuk jarak yang disarankan antara sumur resapan air hujan dan septic tank adalah setidaknya 5 meter. Lalu, jarak upflow filter septic tank dengan sumur resapan air hujan minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak paling dekatnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

Itulah jarak ideal septic tank dari sumur air agar tidak terjadi pencemaran tinja. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/dhw)



Sumber : www.detik.com

Air Panas Bisa Rusak Pipa Pembuangan, Begini Cara Buang yang Benar



Jakarta

Siapa di sini yang masih sering membuang air panas ke bak cucian piring atau wastafel? Bentuk air panasnya seperti air bekas merebus mie, air panas bekas rebusan telur, atau air panas bekas membersihkan botol dot bayi.

Ternyata air panas nggak bisa dibuang sembarangan apalagi ke bak cucian piring atau wastafel. Efeknya memang tidak terlihat secara langsung, melainkan setelah dilakukan secara berulang, dengan suhu yang sangat panas, dan dalam jumlah yang banyak.

Dilansir WP Plumbing, air panas merupakan musuh dari saluran pembuangan. Sebagian besar bahan saluran pembuangan tidak didesain untuk menahan suhu tinggi. Apabila disiram air panas secara terus menerus yang terjadi justru dinding pipa akan semakin tipis.


Perlu diketahui rata-rata material yang dipakai pada pipa pembuangan air di bak cuci piring dan wastafel terbuat dari PVC, Pex, dan CPVC. Bahan-bahan tersebut tidak tahan terhadap panas terutama di atas 60℃.

Dinding yang tipis dapat menyebabkan kerusakan lanjutan, seperti muncul lubang pada dinding, pipa menciut, pipa berubah bentuk, hingga muncul kebocoran. Lubang-lubang yang muncul juga bisa membuat sisa makanan padat di pipa pembuangan tersangkut karena permukaan dinding dalam tidak mulus.

Selain itu, air panas juga bisa menyebabkan sisa minyak dan lemak yang menyangkut di dalam pipa, meleleh dan bergerak lebih jauh ke saluran pembuangan. Sisa minyak dan lemak akan semakin sulit dijangkau dan bisa menyumbat pipa saluran pada wastafel.

Cara Buang Air Panas yang Benar

Meskipun sebaiknya dihindari, air panas bisa dibuang melalui bak cuci piring atau wastafel. Caranya adalah dengan mencampur air panas dengan air biasa sebelum membuangnya.

Dengan mencampurkan air panas dengan air biasa, suhu air akan menurun. Untuk takaran antara air biasa dengan air panas tergantung pada banyaknya air panas. Sebelum dibuang wajib mengecek suhu air dengan mencelupkan tangan ke dalam. Apabila masih panas, tambahkan lebih banyak air sampai tidak terasa panas. Cara ini tidak cocok untuk air yang sudah tercampur minyak atau larutan tepung dan kopi karena ampasnya justru bisa menyebabkan penyumbatan pada saluran.

Apabila air tercampur minyak atau terdapat ampas benda yang cukup padat, sebaiknya dibuang di dalam plastik khusus atau memisahkan benda padat dan cair tersebut sebelum air dibuang.

Itulah penjelasan soal larangan membuang air panas ke saluran air. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Jangan Didiemin, Ini Cara Usir Tikus dari Atap Rumah


Jakarta

Tikus dapat masuk dan bersembunyi di atap rumah. Mereka bisa bersarang dan berkembang biak di sana.

Jangan dibiarkan, penghuni harus memastikan rumah bebas dari serangan tikus. Sebab, tikus adalah hewan kotor yang membawa penyakit.

Sebaiknya periksa atap rumah yang rawan jadi tempat tinggal tikus. Lalu, usir dan pastikan tikus tidak akan kembali lagi.


Dilansir dari Cleanipedia, tikus bisa sampai bersarang di atap rumah karena beberapa faktor. Pertama, ada lubang atau celah yang menjadi akses masuk tikus. Kemudian, ada sumber makanan dan minuman bagi tikus di atap, misalnya air dari kebocoran.

Di samping itu, beberapa tanda tikus adalah ada kotoran dan bekas cakaran. Jika menemukan tanda-tanda tikus di atap, segera usir dengan cara berikut ini.

Cara Usir Tikus di Atap Rumah

Inilah cara mengusir tikus yang ada di atap rumah.

1. Semprotkan Cairan Pembasmi Tikus

Semprotkan cairan pembasmi tikus sepanjang jalur yang sering dilaluinya. Hewan pengerat ini punya naluri untuk mengikuti arah ruangan.

2. Pasang Perangkap Tikus

Gunakan perangkap lem untuk menangkap tikus. Biasanya lem tikus dilengkapi aroma yang memancing tikus untuk keluar.

Cara Cegah Tikus Masuk Rumah

Selain itu, penghuni rumah sebaiknya mencegah tikus masuk ke rumah dengan cara berikut ini.

1. Tutup Celah dan Lubang Dinding

Periksalah lubang dan celah pada dinding. Pastikan untuk menutup celah tersebut agar tikus tidak tidak bisa masuk rumah.

2. Tutup Pintu dan Jendela

Tutup pintu dan jendela di malam hari untuk mencegah tikus menyelinap ke dalam rumah. Pemilik bisa saja tidak menyadari tikus masuk karena kondisi gelap ketika malam.

3. Perbaiki Kebocoran Pipa

Periksalah kebocoran saluran pipa air di sekitar rumah. Segera perbaiki pipa air yang bocor agar tidak menarik tikus buat datang.

4. Amankan Makanan dan Sampah

Simpanlah makanan dan bahan-bahan di dalam wadah tertutup biar tikus tidak bisa meraihnya. Lalu, jangan terlalu lama menyimpan sampah atau sisa makanan di dalam rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Mau Beli Rumah Tua? Jangan Lupa Periksa 7 Bagian Ini


Jakarta

Saat hendak membeli rumah tua, hal pertama yang kita lihat adalah kondisinya. Sebab, kualitas rumah bisa menurun seiring waktu meskipun memakai material terbaik, bisa jadi banyak ditemukan cacat.

Cara mengecek kondisi rumah tersebut tidak hanya dengan melihat, calon pembeli harus memeriksa beberapa tempat di dalam rumah tersebut. Untuk mempermudah ketika pengecekan, dilansir This Old House, berikut bagian rumah tua yang harus diperhatikan.

1. Fondasi

Hal pertama yang harus dicek dan ditanyakan adalah mengenai fondasi rumah. Seperti namanya bagian ini adalah pondasi atau bagian yang menopang rumah tetap berdiri tegak. Saat rumah sudah berdiri cukup lama, banyak masalah yang terjadi pada fondasi adalah keretakan, fondasi yang sudah lapuk, fondasi yang miring karena pergerakan tanah, pintu dan jendela sulit dibuka dan ditutup, permukaan lantai tidak rata, hingga kerusakan saluran air.


Secara kasat mata biasanya akan sulit menilai fondasi tersebut masih layak atau tidak. Sebaiknya minta bantuan profesional untuk memperbaikinya.

2. Atap

Bagian kedua yang tidak kalah penting adalah mengecek atap. Rumah yang baru selesai dibangun saja sering ditemukan kebocoran apalagi yang sudah berdiri lama. Untuk mengetahui ada kebocoran atau tidak, bisa bertanya dengan pemilik sebelumnya atau penjual. Selain itu, cek plafonnya apakah baru atau sudah lama. Atap yang bocor biasanya menyebabkan plafon berjamur, lapuk, dan berlubang. Apabila menemukan tanda-tanda tersebut, atap dan plafon harus segera diganti karena dapat berpengaruh pada kesehatan penghuni.

3. Pipa Saluran Air

Rumah harus dialiri dengan air. Oleh karena itu, calon pembeli harus mengecek kondisi pipa saluran air karena di rumah tua kemungkinan sudah usang dan banyak sumbatan. Tanda ada masalah pada pipa saluran air adalah warna air tidak jernih, air yang keluar sedikit, air berbau, keluar lumut atau kotoran padat, hingga air lama penuh saat diisi.

4. Instalasi Listrik

Selain air, listrik juga sangat dibutuhkan di rumah. Rumah yang sudah berdiri puluhan tahun biasanya memiliki saluran listrik yang sudah tua. Hal ini cukup berisiko apalagi tidak pernah diperiksa karena bisa saja ada kabel yang sudah rusak dan bisa menimbulkan kebakaran. Untuk mengecek instalasi listrik, bisa memanggil PLN. Apabila disarankan untuk diganti, ikuti saja karena berarti ada instalasi yang sudah tak layak.

Tanda-tanda masalah saluran listrik di antaranya muncul aroma terbakar, lampu berkedip, dan saklar yang bergetar.

5. Pintu dan Jendela

Seperti yang disebut tadi, masalah pada pintu dan jendela juga bisa menunjukkan masalah pada fondasi rumah. Selain itu, pintu dan jendela di rumah tua juga bisa jadi sudah berkarat atau mengalami pengeroposan karena dimakan rayap. Ada pula jendela yang sudah sulit ditutup dan dibuka. Semua itu harus diperiksa secara detail karena keduanya akan komponen utama keamanan rumah.

Cari ciri-ciri gangguan pada pintu dan jendela, seperti kondensasi atau kabut pada kaca, serangga mati, kesulitan membuka dan menutup, kayu yang melengkung, dan lainnya.

6. Saluran Pembuangan

Saluran pembuangan adalah pipa atau akses keluarnya air ke tempat pembuangan akhir seperti septic tank dan selokan. Lokasinya cukup banyak di rumah, ada di kamar mandi, wastafel, talang air, hingga area laundry. Pastikan pada bagian ini tidak ada saluran pembuangan yang mampet. Ciri-ciri masalah pada saluran pembuangan antara lain ada aroma tidak sedap, saluran mampet, hingga beberapa titik penyerapan yang lambat.

7. Bahan Beracun

Bangunan rumah tua kemungkinan mengandung bahan-bahan berbahaya, terutama yang dibangun sebelum tahun 1980. Salah satu kandungan berbahaya di rumah tua adalah timbal pada cat yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Untuk mengetahuinya, ajak ahli untuk mengeceknya.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli rumah tua. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Area Paling Rawan di Dapur, Hindari Simpan 5 Barang Ini di Bawah Bak Cuci Piring


Jakarta

Saat ini sebagian besar rumah sudah menggunakan kitchen set sebagai ruang penyimpanan yang efisien. Bentuknya seperti lemari dan rak sering dipasang di bawah dan di atasnya kompor.

Lemari bagian atas biasanya diisi oleh peralatan masak, minyak, hingga piring dan cangkir yang jarang dipakai. Lalu, di bawah kompor biasanya bumbu-bumbu dapur dan peralatan makan yang sering dipakai. Sementara di bawah bak cuci piring atau wastafel dapur barang yang disimpan jauh lebih beragam karena biasanya ruang di bawahnya jauh lebih luas dari lemari lainnya.

Meskipun begitu, ternyata area bawah bak cuci piring ini tidak bisa menyimpan sembarangan benda karena rentan sekali lembap mengingat lokasinya dekat dengan pipa.


Dilansir Ideal Home, berikut 5 barang yang tidak boleh disimpan di bawah bak cuci piring.

1. Cairan Pembersih Kimia

Siapa di sini yang menyimpan bahan pembersih lantai, pembersih toilet, atau pembersih kaca di bawah bak cuci piring? Lily Cameron dari Fantastic Services mengatakan lokasi tersebut tidak cocok untuk menyimpan cairan-cairan pembersih tersebut. Alasannya ternyata bukan karena lokasinya yang lembap, melainkan tempatnya mudah sekali dijangkau oleh anak-anak dan anabul.

“Tempat ini mudah diakses. Jika tertelan, bahan kimia ini bisa berbahaya. Hindari simpan pembersih kimia di sana. Lebih baik simpan di tempat yang lebih tinggi di dapur, kamar mandi, atau lemari serbaguna yang jauh dari jangkauan,” kata Lily.

2. Makanan Hewan Peliharaan

Beberapa makanan hewan peliharaan dijual dalam ukuran besar. Untuk rumah yang kecil sulit untuk meletakkan di lemari. Apabila diletakkan sembarangan, khawatir mudah dijangkau oleh hewan tersebut. Area di bawah wastafel terkadang jadi pilihan karena luas dan mudah dijangkau.

Namun, area ini sebenarnya tidak cocok karena mudah terkena air sehingga menjadi lembab dan berjamur. Lokasi yang tepat adalah area yang agak tinggi dari hewan, kering, dan sejuk.

3. Tekstil

Bagian bawah bak cuci piring juga nggak cocok untuk meletakkan barang yang terbuat dari kain, contohnya kain lap, keset, hingga handuk. Area ini cukup lembap sehingga dapat membuat bahan kain rusak karena jamur mudah sekali tumbuh. Lebih baik simpan barang kain di wadah tertutup di tempat yang kering dan jauh dari dapur.

4. Peralatan Elektronik Dapur

Bagi yang ingin membuat rak khusus barang elektronik di bawah wastafel sebaiknya konsultasikan dahulu ke ahlinya. Area ini berpotensi mengalami kebocoran dan cukup lembap sehingga membutuhkan ruang yang cukup agar terjadi pertukaran udara. Terlalu banyak rak dapat mempersempit jalur udara di bawah. Selain itu, lembap juga bisa memicu muncul karat pada peralatan elektronik.

5. Bumbu dapur

Bumbu dapur sebaiknya diletakkan di area bawah kompor karena lebih aman dan mudah dijangkau. Area bawah bak cuci piring terlalu lembap, bisa memicu pertumbuhan jamur dan membuat bahan dapur busuk.

Itulah 5 barang yang tak boleh disimpan di bawah rak cuci piring, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati! Bahaya Buang Tisu ke Kloset Bukan Cuma Bikin Mampet


Jakarta

Tulisan berisi peringatan tidak membuat tisu ke dalam kloset pasti sering kita temui terutama ketika menggunakan toilet umum. Peringatan ini bukan hanya mengingatkan penggunanya untuk tidak membuang sampah sembarangan, melainkan ada makna lain.

Tisu merupakan benda padat yang tidak mudah hancur meskipun wujudnya tipis. Hal ini bisa dibuktikan dengan cara merendam tisu di dalam cairan. Tisu tersebut hanya tenggelam ke dasar dan tidak hancur.

Apabila kondisi serupa terjadi di dalam pipa pembuangan, tentu akan menimbulkan banyak masalah, salah satunya adalah menutup jalur air dan membuat mampet. Ini hanya satu masalah dari beberapa risiko yang bisa terjadi. Untuk lebih jelasnya, dilansir Scott English Plumbing, berikut hal yang bisa terjadi apabila membuang tisu ke dalam kloset.


1. Efek Fatberg

Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak. Penumpukan ini bisa bertambah luas hingga seperti gunung es. Apabila sudah sampai seperti ini akan terjadi sumbatan pada saluran pembuangan. Tanda-tanda saluran pembuangan sudah mampet adalah kotoran sulit turun dan muncul bau tak sedap dari area kamar mandi dan pipa pembuangan yang terhubung dengan septic tank.

2. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

Jika kondisi sumbatan sudah parah dan tidak segera diperbaiki, pipa pembuangan bisa rusak. Hal ini dikarenakan tidak ada ruang lagi untuk air dan kotoran lewat. Penumpukan benda di dalam pipa bisa memberikan tekanan yang berisiko terjadi kebocoran.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Atap Rumah Bocor? Pakai Bahan Ini Dijamin Nggak Kejadian Lagi


Jakarta

Memasuki musim hujan salah satu masalah yang sering muncul di rumah adalah atap bocor. Hal ini umum terjadi karena debit air yang jatuh cukup besar dan tidak diimbangi dengan pelindung atap.

Apabila menemukan terdapat kebocoran, atap harus segera diganti. Menunda perbaikan justru bisa menyebabkan masalah baru seperti rumah becek, air menetes, hingga atap amblas.

Salah satu kontrak rumah bernama Wildan mengatakan ketika menemukan titik kebocoran, hal pertama yang harus dicek adalah melihat kondisi atapnya. Dengan begitu, pemilik rumah mengetahui sumber masalah dan cara perbaikinya. Penyebab atap bocor bisa dikarenakan ada sampah yang menutupi talang air, posisi genteng bergeser, atau ada keretakan atau celah air masuk.


Cara Perbaiki Atap Bocor

1. Cat Anti Bocor

Wildan mengatakan cat anti bocor atau cat waterproofing merupakan salah satu bahan yang bisa dipakai untuk melindungi atap. Cat ini wajib dipakai pada jenis atap yang memakai genteng dan spandek.

2. Serat Fiber

Selain cat anti bocor, atap genteng dan spandek juga perlu dipasang serat fiber. Bentuknya lembaran berwarna putih berserat.

Cara menggunakannya adalah melapisi permukaan yang menjadi sumber kebocoran dengan cat anti bocor. Kemudian, serat fiber ditimpa di atasnya. Pastikan permukaannya merekat pada cat di bawahnya. Setelah itu, timpa kembali dengan cat anti bocor.

3. Karpet Anti Bocor atau Membran

Bahan lain yang dibutuhkan untuk mencegah atap bocor adalah karpet atau membran. Bentuknya lembaran panjang yang umumnya berwarna hitam dan merah. Namun, ada pula karpet dengan warna lain. Permukaannya tidak bisa ditembus air sehingga dapat melindungi atap dari kebocoran.

“Kalau karpet itu biasanya untuk yang pertemuan antar atap jika talang penghubungnya ada kebocoran,” ujar Wildan saat dihubungi detikcom, pada Selasa (16/9/2025).

4. Grunting dan Cor Ulang

Jika memakai atap dak beton yang bentuknya rata, cara memperbaikinya adalah dengan memasang lapisan anti bocor atau waterproofing, pelur (screed) ular, lalu dilapisi lagi dengan cat anti bocor. Namun, sebelum diperbaiki cari tahu dulu jalur air mengalir karena air biasanya bergerak ke tempat yang lebih rendah.

“Bahan waterproofing itu kayak sika, basf, fosroc gitu,” ujar Wildan.

5. Resin

Bagi yang menemukan celah atau keretakan kecil pada atap, Wildan menyarankan cukup ditutup dengan resin.

“Kalau (retak) besar baru pakai cat dan fiber atau cat dan membran,” sebutnya.

Adakah Jenis Atap yang Aman dari Bocor?

Wildan menyampaikan setiap jenis atap berpotensi mengalami kebocoran. Alasannya bisa karena kualitas bahan atau kesalahan dalam pemasangan. Oleh karena itu, lapisan pelindung anti bocor sangat dibutuhkan.

“Cuma kalau yang minim bocor ada, atap UPVC twinwall, tapi dia pun rawan bocor di ujung dan disambungannya,” ungkapnya.

Demikian cara memperbaiki atap bocor dan bahan-bahannya, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Jangan Asal! Ini Bahaya Menghidupkan Kulkas Setelah Dipindahkan


Jakarta

Kulkas yang baru saja sampai rumah dan dibuka dari kemasan tidak bisa langsung dipakai. Sebagai alat pendingin, kulkas memerlukan waktu dan didiamkan.

Hal ini juga berlaku bagi kulkas yang digeser cukup jauh atau yang diangkat. Setiap guncangan pada kulkas terutama yang terjadi cukup lama dan sering dapat berpengaruh pada kinerja mesin sehingga tidak boleh langsung dinyalakan.

Alasannya adalah guncangan yang terjadi pada kulkas menyebabkan bagian oli kompresornya bergerak dan perlu menyesuaikan kembali. Gambarannya seperti hiasan bola salju yang di dalamnya terdapat cairan dan butir-butir bak salju. Setelah diguncang, semua hiasannya dapat kembali ke bentuk semula setelah didiamkan.


Oli kompresor sendiri fungsinya cukup penting bagi kulkas, yakni sebagai pendingin dan pelumas. Menurut situs Domex, oli kompresor adalah zat yang diperlukan untuk melumasi dan mendinginkan bagian mana pun yang menjadi panas di dalam kulkas. Tanpa oli kompresor, kulkas, dan freezer bisa cepat rusak dan beberapa suku cadang di dalam kulkas harus sering diganti karena rusak.

Kulkas yang terguncang hebat lalu langsung dinyalakan dapat menyebabkan kebocoran kompresor kulkas. Akibatnya adalah kulkas akan lebih lama untuk dingin. Selain itu, oli kompresor yang bocor juga bisa menyebabkan sirkulasi pada freon terganggu. Sebagai informasi sirkulasi freon adalah senyawa kimia yang berguna untuk menyerap suhu panas dan mengubahnya menjadi suhu dingin di dalam kulkas.

Waktu yang Tepat Menyalakan Kulkas

Waktu yang tepat untuk menyalakan kulkas perlu disesuaikan dengan spesifikasi kulkas. Ketika membeli kulkas bisa ditanyakan kepada pihak produsen atau penjual. Umumnya, waktu yang aman untuk kembali menyalakan kulkas adalah setelah 24 jam. Oli kompresor dipastikan sudah kembali ke tempat semula.

Cara Memindahkan Kulkas yang Benar

Bagi kamu yang hendak pindahan rumah dan ingin membawa kulkas dengan aman sampai ke rumah baru. Menurut situs findamover.com berikut cara memindahkan kulkas yang aman.

  1. Kosongkan, bersihkan, dan pastikan es sudah mencair 24-48 jam sebelum dipindahkan.
  2. Gunakan alat bantu untuk menggerakkan kulkas seperti kain atau roda.
  3. Ukur dan tentukan jalur keluar kulkas. Pastikan kulkas tidak terhalang tinggi pintu atau kerangka pintu lainnya.
  4. Biarkan kulkas tetap tegak atau berdiri saat dipindahkan untuk mencegah perpindahan oli kompresor.
  5. Ikat kulkas jika merasa saat perpindahan akan mengalami banyak guncangan.

Itulah penjelasan kenapa kulkas yang baru dibeli tidak boleh langsung dinyalakan, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com