Tag Archives: kecamatan lembang

9 Tempat Camping di Bandung dengan Aneka View, dari Hutan Pinus hingga Gunung



Jakarta

Dikelilingi pegunungan dan udara sejuk, Bandung menjadi destinasi favorit bagi para pecinta alam dan petualang. Salah satu aktivitas yang semakin populer adalah camping.

Dengan pemandangan alam yang indah dan suasana yang tenang, beberapa lokasi camping di Bandung cocok untuk menjadi tempat healing. Ada yang menawarkan keindahan pohon pinus, danau, hingga pegunungan yang indah.

9 Tempat Camping di Bandung

Beberapa tempat camping di Bandung menawarkan pengalaman menarik yang berbeda-beda. Berikut di antaranya mengutip masing-masing website dan instagram wisata dan lainnya:


1. Pine Forest Camp

Berkemah dengan mini van sendiri di Pine Forest Camp LembangBerkemah dengan mini van sendiri di Pine Forest Camp Lembang (Instagram @pineforestcamplembang)

Harga: Mulai dari Rp 600.000
Jam operasional:
Check in: 07.00 WIB, check out: 17.00 WIB (1 hari)
Check in: 13.00 WIB, check out 12.00 WIB (1 hari 1 malam)

Lokasi: Pasirjaya XII No. 10 Bandung
Maribaya Timur Desa Suntenjaya

Pine Forest Camp merupakan tempat camping yang berada di perbukitan pada ketinggian 1.200 mdpl. Wisatawan bisa menikmati pemandangan alam yang indah seperti pegunungan, hutan pinus, dan gemerlap kota Lembang di malam hari.

Berbagai aktivitas outdoor yang dapat dilakukan di Pine Forest Camp di antaranya yaitu exclusive camping, family gathering, outdoor party, high rope course, hingga bermain flying fox. Areanya luas dan terpisah, sehingga memberi privasi di setiap kegiatan.

2. Green Grass Cikole

Tempat berkemah di Green Grass CikoleTempat berkemah di Green Grass Cikole (Dadan Kuswaraharja)

Harga:
Tiket masuk: Rp 30.000
Sewa tenda mulai dari Rp 350.000-Rp 450.000.
Campervan: Rp 150.000.

Jam operasional: Check in pukul 13.00 WIB, check out pukul 12.00 WIB

Lokasi: Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat

Green Grass Cikole di kaki Gunung Tangkuban Perahu. Sepanjang jalan wisatawan bisa menikmati pemandangan gunung yang begitu mempesona.

Seperti namanya, Green Grass mempunyai hutan pinus dengan hamparan rumput. Kamu bisa membawa tenda sendiri atau menyewa tenda yang disediakan. Ada juga campervan park dengan fasilitas colokan listrik, keran, dan wastafel.

3. Ranca Upas

kempingRanca Upas (Wisma Putra/detikTravel)

Harga: Sewa tenda mulai dari Rp 150.000-Rp 1.200.000
Jam operasional: Check in mulai dari 08.00-23.00 WIB. Check Out maksimal jam 15.00
Lokasi: Jl. Camp Ranca Upas, Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Ranca Upas terkenal dengan bumi perkemahan, penangkaran rusa, dan spot-spot foto yang instagramable. Bagi wisatawan yang mau camping, tersedia berbagai pilihan tenda yang memuat hingga 12 orang.

Mulai dari Savana Ranca Upas yang merupakan sunset point dengan view pegunungan, Puspa Area Ranca Upas dengan view danau hingga Edelweis Area dengan view pegunungan di belakang penangkaran rusa.

Salah satu penginapan uniknya adalah Iglo Ranca Upas yang berbentuk Iglo, yang menawarkan nuansa glamping di atas danau.

4. Taman Langit Pangalengan

Taman Langit PangalenganTaman Langit Pangalengan (Yuga Hassani/detikcom)

Harga:
Tiket masuk: Rp 15.000
Camping Medium Rp 550.000
Camping Private: Rp 700.000
Sunrise Camping Deck: Rp 650.000 per hari.

Jam buka: Check in: 12.00 WIB, Check Out: 12.00 WIB

Lokasi: Kp. Puncak Mulya, Jl. Cukul, Sukaluyu, Pangalengan, Bandung, Jawa Barat.

Taman Langit Pangalengan merupakan destinasi wisata panorama dan area camping ground. Berdiri di atas tanah seluas kurang lebih satu hektar, Taman Langit Pangalengan menawarkan berbagai keindahan alam dari ketinggian 1670 mdpl.

Dari titik tingginya, wisatawan bisa menikmati pemandangan dari 4 wilayah sekaligus. Jika melihat ke arah timur, terlihat kota Pengalengan, Danau Situ Cileunca, dan Gugusan Gunung Wayang, kemudian, ke arah Selatan, ada perkebunan teh Perkebunan Cukul, Pegunungan Garut Selatan, dan Garis Samudera Hindia Laut Selatan.

Pada bagian utara terlihat sebagian kota Bandung dan Pegunungan Bandung Utara, sedangkan di bagian barat terdapat pemandangan gugusan pegunungan Ciwidey dan Cianjur Selatan.

Ada 3 pilihan kawasan camping, yaitu camping medium dengan tenda family double layer, private camping dengan area dan toilet terpisah, dan sunrise camping dengan view matahari tersebut.

5. Grafika Cikole

Terminal Wisata Grafika Cikole di Lembang, Bandung, Jabar menggratiskan tiket masuk untuk wisatawan.Terminal Wisata Grafika Cikole di Lembang, Bandung, Jabar menggratiskan tiket masuk untuk wisatawan. (Wishnu Pradana/detikTravel)

Harga: Mulai dari Rp 500.000 (camping) dan Rp 1.790.000 (glamping), sudah termasuk tiket masuk.

Jam operasional: Check in: 14.00, check out: 12.00 WIB

Lokasi: Jl. Raya Tangkuban Parahu No Km 8, Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat

Wisata Grafika Cikole menawarkan wisata alam, area camping ground, penginapan, restoran, dan outbound. Lokasinya berada di tengah alam pegunungan yang hijau.

Ada 54 unit tenda dome yang sudah terpasang dengan kapasitas 4 orang. Ada pula urban camp yang berkonsep glamping dengan kapasitas 4 orang.

6. Bumi Perkemahan Cakuang

Harga: Tiket masuk: Rp 22.000
Sewa tenda: Mulai dari Rp 80.000-450.000
Campervan: Rp 75.000

Jam operasional: Check in: Bebas, check out: 18.00 WIB

Lokasi: Jl. Gambung, Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Bandung, Jawa Barat

Mengutip laman Jadesta Kemenparekraf, Bumi Perkemahan Ranca Cakuang begitu luas dengan hamparan rumput di atas tanah datar. Wisatawan bisa menikmati suasana alam, bermain di sungai, atau hiking di kawasan ini.

Tendanya ada yang diperuntukkan bagi dua orang, tiga sampai empat orang, hingga enam atau tujuh orang. Menurut salah satu laman agen travel, areanya terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu bagian atas yang merupakan bukit dengan rawa-rawa kering, bagian tengah yang merupakan padang rumput hijau dan bagian bawah di tepi sungai.

7. The Lodge Maribaya

kemping di the lodge maribaya bandungkemping di the lodge maribaya bandung (Mukhlis Dinillah/detikTravel)

Harga: Rp 1.000.000/ 2 pax/ malam

Jam operasional: Check in: 14.00 WIB, check out 12.00 WIB

Lokasi: Jalan Maribaya No. 149/252 RT. 03 / RW. 15 Babakan, Gentong, Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat

The Lodge Maribaya menawarkan berbagai aktivitas seperti camping, trekking, mengelilingi area hutan pinus, atau sekedar refreshing menaiki wahana menikmati kuliner yang ada.

Area campingnya private dengan udara yang begitu sejuk di tengah hutan pinus. Nama kawasan campingnya yaitu The Lodge Camp Village. Tersedia Fun Camp dengan tenda permanen berkapasitas 2 orang dengan fasilitas listrik dan wifi.

8. Pineus Tilu Riverside

Tempat camping Pineus Tilu di Pangalengan, BandungTempat camping Pineus Tilu di Pangalengan, Bandung (Instagram @pineustilu)

Harga: Mulai dari Rp 650.000-2.200.000, tergantung kapasitas tenda dan hari kunjungan.

Jam operasional: Check in: 14.00, check out 12.00 WIB

Lokasi: Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Pineus Tilu Riverside menawarkan sensasi berkemah di tepi Sungai Palayangan, Hutan Pinus Rahong. Aliran sungainya jernih, dengan pemandangan hijau dan indahnya hutan pinus.

Tendanya ada yang berkapasitas empat orang dan lima orang. Fasilitasnya mulai dari toilet, meja makan, dan api unggun.

Selain berkemah, wisatawan juga dapat mencoba wahana rafting dengan waktu tempuh 1,5-2 jam dan hammocking, tidur atau bersantai di atas tempat tidur gantung atau ayunan dari kain yang terpasang di pohon.

9. Gaspol Situ Cileunca

Harga: Camping: Rp 40.000/orang
Sewa tenda: Rp 189.000

Jam operasional: Check in: 14.00, check out 12.00 WIB

Lokasi: Kampung Cipangisikan, Dusun 02, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Situ Cileunca adalah danau buatan seluas 1.400 hektar di atas ketinggian 1.418 mdpl. Wisatawan bisa bersantai di tepi danau, bermain rafting, sampai bermalam di camping groundnya.

Bagi wisatawan yang tidak membawa tenda, bisa memilih paket camping dengan view danau. Fasilitas yang disediakan mulai dari mushola, toilet, akses listrik, hingga shelter kap untuk 40 orang.

Itulah 9 tempat camping di Bandung dengan berbagai view. Sebelum berkunjung, jangan lupa untuk terus update mengenai informasi terkait objek wisata yang dituju ya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Gunung Batu Spot Ikonik Bukti Gempa Sesar Lembang-Makam Keramat



Cimahi

Gunung Batu di Cimahi, Jawa Barat memang tak termasuk gunung tinggi di Indonesia, namun di sini berbagai aktivitas monumental dilakukan. Rupanya, gunung ini adalah bagian dari Sesar lembang yang paling mencolok.

Gunung Batu memiliki ketinggian 1.228 mdpl. Gunung itu berada di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Bandung Barat.

Di gunung itu berbagai aktivitas monumental dilakukan, mulai dari pembentangan bendera merah putih raksasa pada bulan Agustus, latihan panjat tebing dan vertical rescue, hingga berkaitan dengan bencana alam.


Gunung Batu memang spesial. Gunung itu juga merupakan titik paling terlihat dari Sesar atau Patahan Lembang, sumber gempa bumi yang membentang sepanjang 29 kilometer dari ujung utara di Jatinangor sampai Padalarang di belahan baratnya.

Gunung Batu memiliki ketinggian 1.228 Mdpl yang ada di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Bandung Barat.Gunung Batu memiliki ketinggian 1.228 Mdpl yang ada di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Bandung Barat. (Whisnu Pradana)

“Jadi Gunung Batu ini merupakan bagian dari Sesar Lembang. Dulu ini satu level yang sama, namun kemudian naik ke atas, terangkat oleh aktivitas tektonik,” ujar Peneliti Gempa Bumi pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Mudrik Rahmawan Daryono dilansir detikjabar, Kamis (28/8/2025).

Merujuk informasi dari badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pada sebuah plang informasi di puncak Gunung Batu, Gunung Batu terbentuk akibat membekunya magma yang menerobos daratan atau intrusi sekitar 510 ribu tahun yang lalu atau bertepatan pada kala Pleistosen.

Catatan gempa besar akibat Sesar Lembang terjadi sekitar tahun 1400-an. Sesar Lembang bergerak 1,95 sampai 3,45 milimeter per tahun. Periode keberulangan gempa tersebut diperkirakan 170 sampai 670 tahun.

Sementara itu, Mudrik menyebut berdasarkan penelitian tinggi Gunung Batu terus mengalami peningkatan di setiap event gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang terjadi.

“Studi kita itu Gunung Batu sudah bergeser sekitar 120 sampai 450 meter, tapi yang paling muda itu 120 meter. Dari penelitian terakhir, Gunung Batu ini naik 40 sentimeter akibat gempa dengan magnitudo 6,5 sampai 7. Jadi 1 kali event gempa itu bisa bergeser naik 1 meter sampai 2 meter, tapi yang terakhir 40 sentimeter,” kata Mudrik.

Makam Keramat di Puncak Gunung Batu

Bagian puncak Gunung Batu Lembang tak sulit didaki. Jalurnya sudah terbentuk berupa jalan setapak, ketinggiannya tak terlalu ekstrem, sehingga banyak menjadi destinasi berolahraga maupun jalan-jalan warga sekitar.

Di puncak, beragam aktivitas biasa dilakukan. Mulai dari sekadar duduk santai, berfoto, penelitian lantaran terdapat pos pengamatan pergerakan tanah Sesar Lembang milik BMKG, hingga pelaksanaan ritual.

Menariknya, ada satu bangunan di puncaknya yang papan namanya bertuliskan ‘Makam Patilasan Mbah Mangkunagara Mbah Jambrong’. Makam dua nama yang lazim digunakan pada zaman kerajaan itu ada di dalam bangunan berupa bedeng berdinding triplek.

detikjabar menengok pusara berkeramik biru muda. Nisannya ditulis menggunakan cat hitam, font yang digunakan asal-asalan, cuma demi menegaskan bahwa itu merupakan makam Mbah Jamrong atau Mbah Jambrong dan Mbah Mangkunagara.

Di sebelahnya, ada batu berukuran besar. Makam keramat itu terkunci dari luar. Penjaganya alias juru kunci makam keramat ialah Lasmana alias Abah Ujang. Pria warga Lembang yang dipercaya menjaga makam keramat itu melanjutkan orangtua dan leluhurnya.

“Sejarahnya seperti diceritakan oleh orang tua abah dan sesepuh, Gunung Batu ini dulunya itu tempat berkumpulnya para dalem, pemimpin suatu wilayah,” kata Abah Ujang.

Gunung Batu memiliki ketinggian 1.228 Mdpl yang ada di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Bandung Barat.Gunung Batu memiliki ketinggian 1.228 Mdpl yang ada di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Bandung Barat. (Whisnu Pradana)

Lantas siapa Mbah Mangkunagara dan Mbah Jambrong? Berdasarkan penjelasan yang ia terima sebelum dipercaya sebagai kuncen, kedua nama itu merupakan kepala negara dan wakilnya. Mbah Mangkunagara sebagai kepala negara dan Mbah Jambrong ialah wakilnya.

Mbah Mangkunagara juga dikenal sebagai Aki Gul Wenang, sementara Mbah Jambrong dikenal sebagai Eyang Jagawalang. Mbah Mangkunagara bukan kepala negara dalam konteks seperti presiden, melainkan pemimpin di wilayahnya di masa itu. Sementara Mbah Jambrong merupakan pendampingnya.

“Ya seperti sekarang itu gubernur, bupati, kalau dulu kan dalem. Jadi dari Gunung Batu ini, mereka sering mengadakan pertemuan dengan kepala negara daerah lain, di sini semedi raganya sementara jiwanya bisa terbang kemana-mana. Itu dilakukan kalau mereka sedang rapat,” kata Abah Ujang.

Gunung Batu di Kecamatan Lembang yang diyakini sebagai bagian dari Patahan Lembang yang paling jelasGunung Batu di Kecamatan Lembang yang diyakini sebagai bagian dari Patahan Lembang yang paling jelas (Whisnu Pradana/detikcom)

Kebijaksanaan dan kesaktian kedua orang itu, kemudian tersebar kemana-mana. Keduanya diyakini tilem atau meninggal dunia dengan raganya berada di suatu tempat yang orang biasa tahu. Sementara pusara di puncak Gunung Batu, sebagai manifestasi atas tilemnya dua tokoh yang bisa diyakini sebagai hikayat ataupun mitos.

“Saya mulai jadi kuncen di sini sejak tahun 1992, kalau awalnya keluarga saya jadi kuncen di tahun 1940-an,” kata Abah Ujang.

Banyak orang yang datang ke makam keramat itu. Maksud dan tujuannya berbeda satu sama lain. Ada yang datang demi meraih kesuksesan, ada yang datang ingin meminta ini dan itu, namun selalu ditekankan bahwa upaya itu hanya sebagai syariat.

“Saya selalu sampaikan meminta tetap pada Allah SWT, jangan menduakan dengan meminta di makam keramat ini. Cuma kita harus yakini, bahwa ketika berdoa itu ada syariatnya, dan makam ini jadi syariatnya,” kata Abah Ujang.

“Banyak yang datang ketika mendekati pemilu, kemudian mau ujian, mau menikah, mau sukses bisnis. Ada yang dari Jakarta, Bogor, Sukabumi, jadi enggak cuma dari Lembang saja,” dia menambahkan.

***

Selengkapnya klik di sini.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com