Tag Archives: keluarga

Mushola di Palembang yang Dibangun Abad ke-18 dan Khusus buat Laki-laki



Palembang

Di Palembang, ada mushola bersejarah yang dibangun pada abad ke-18. Uniknya, mushola ini dikhususkan hanya untuk laki-laki saja. Perempuan tidak boleh!

Mushola Al-Kautsar merupakan salah satu mushola tertua di Palembang. Mushola yang berada di Lorong Sungai Buntu, Kelurahan Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang itu sudah dibangun sejak abad ke-18.

Saat berkunjung ke mushola ini, ada sejumlah pengurus mushola yang terlihat di sana. Mereka merupakan jemaah laki-laki yang baru saja menunaikan ibadah salat Asar di mushola tersebut.


Mushola ini hampir sama dengan mushola pada umumnya. Menariknya, mushola ini berada di pinggir Sungai Musi. Lokasinya cukup sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat lantaran akses menuju ke sana harus melalui lorong kecil yang diapit oleh dua bangunan milik warga.

Sebelum masuk ke area mushola, pengunjung dapat memarkirkan kendaraan roda duanya di sepanjang lorong tersebut. Saat masuk ke area mushola, pengujung tak akan melihat ornamen atau hiasan yang mencolok. Sebab bangunan mushola ini hanya dikelilingi pagar besi berwarna hijau.

Mushola ini sebagian besar dibuat dari kayu, termasuk lantai terasnya. Inilah yang membuat suasana di mushola itu adem dan nyaman.

Di sisi teras mushola, jemaah bisa melihat langsung Sungai Musi yang terbentang. Ini menambah daya tariknya, sebab dari sana bisa langsung melihat kapal-kapal yang melintas di Sungai Musi.

Cucu pendiri Mushola, Abdullah bin Alwi Bin Husein menjelaskan mushola ini memiliki luas kurang lebih 10×12 meter yang mana di dalamnya hanya terdapat 1 mimbar. Ada anak tangga di teras belakang mushola yang langsung berdampingan ke Sungai Musi.

“Mushola ini dibangun di akhir abad ke-8. Mushola ini sempat rusak akibat dibom oleh Belanda saat Perang 5 Hari 5 Malam di Palembang, pada tahun 1947 Masehi,” jelasnya, Senin (3/3/2025).

Mimbar di dalam Mushola Al-Kautsar Palembang.Mushola Al-Kautsar Palembang Foto: Rio Roma Dhoni

Mushola ini, kata dia, dibangun oleh Habib Husein bin Abdullah Alkaf dan dipergunakan sebagai tempat beribadah dan menyiarkan agama Islam.

“Dari dulu emang dibangun di pinggir Sungai Musi. Masjid ini dijaga dari generasi ke generasi oleh keluarga Syekh Abu Bakar,” katanya.

Abdullah menjelaskan, saat perang 5 hari 5 malam di Kota Palembang, mushola tersebut dibom oleh Belanda sehingga menyisakan sebagai bangunan mushola.

Kemudian dibangun kembali oleh Habib Muhksin Syekh Abu Bakar dan hingga saat ini bangunan di dalam mushola masih seperti awal dibangun, tidak ada perombakan.

“Untuk bagian dalamnya itu masih seperti dulu, tidak berubah, dari kayunya. Perbaikan hanya satu kali setelah dibom, itu saja. Paling ada penambahan kanan dan kiri ini saja, sebab masyarakat kita bertambah jadi diperluas bagian kanan dan kirinya,” ujarnya.

Ia menyebut, sampai saat ini mushola tersebut dimanfaatkan untuk salat lima waktu. Namun, kata dia, hanya dikhususkan bagi jemaah laki-laki saja.

“Jemaah perempuan tidak diperbolehkan salat di dalam mushola, sesuai dengan hukum syariat Islam. Jadi untuk jemaah perempuan, diarahkan untuk salat di masjid atau mushola lain,” kata dia.

——–

Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

7 Tempat Kuliner Ramah Keluarga di Tangsel, Cocok untuk Bukber


Jakarta

Tangerang Selatan atau Tangsel punya sejumlah tempat makan ramah keluarga yang ideal untuk menggelar perkumpulan bahkan acara buka bersama (bukber) di bulan puasa. Tempatnya nyaman, luas, dan memiliki area duduk lesehan.

Sejumlah restoran ini menyediakan variasi menu dengan cita rasa Indonesia. Sajiannya lezat dan cukup ramah di kantong. Simak deretan tempatnya di bawah ini.

Kuliner Ramah Keluarga di Tangerang Selatan

Merangkum Google, berikut rekomendasi tempat kuliner ramah keluarga di Tangsel yang menyuguhkan masakan lezat:


1. Gubug Berkah Resto

Gubug Berkah Resto di Tangerang SelatanGubug Berkah Resto Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Datangi Gubug Berkah Resto kalau ingin makan lesehan di saung-saung. Masakan yang disajikan khas nusantara, mulai dari aneka seafood hingga menu sayur dan sambal.

Bancakan nasi liwet yang disajikan di atas daun pisang bisa dipesan jika menggelar perkumpulan keluarga di sini. Ragam lauk bancakannya dapat dipilih sesuai selera.

  • Lokasi: Depan Taman Kota 2 BSD, Jl. Ciater Barat No. 54, Serpong, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Setiap Hari, 10.00-22.00 WIB.

2. Lubana Sengkol

Lubana Sengkol mulanya hanyalah area pemancingan dan kini berkembang menjadi wisata keluarga yang dilengkapi restoran. Hasil pancingannya dapat dimasak langsung atau dibawa pulang, bisa juga dengan sistem tangkap lepas. Aktivitas ini cocok banget buat ngabuburit menunggu waktu berbuka.

Untuk restonya menyuguhkan sajian seafood dengan aneka bumbu. Tersedia juga olahan daging ayam dan sapi, mi dan nasi, serta sayuran. Aneka snack yang bisa dijumpai di sini antara lain cireng bumbu rujak, chicken popcorn, hingga onion ring.

  • Lokasi: Jl. Lingkar Selatan, Setu, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-22.00 WIB.

3. Omah Badok

Omah Badok : Ada Liwetan Sedap di Resto Suasana Kampung yang AsriOmah Badok Foto: detikFood

Omah Badok punya dapur berkonsep open kitchen sehingga pelanggan dapat melihat proses memasaknya. Lokasinya sejuk karena dikelilingi pepohonan hijau dan area makannya lesehan saung.

Sajiannya bercita rasa Indonesia dengan menu garang asem, tumis pucuk ubi, hingga nasi liwet plus lalapan dan sambal. Tersedia juga jajanan pasar seperti gemblong, kue talam, bugis, hingga ongol-ongol.

  • Lokasi: Jl. Pengairan No. 71, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Senin-Jumat (10.00-21.00 WIB), Sabtu-Minggu (08.00-21.00 WIB).

4. Lembur Kuring

Kalau cari restoran seafood di Tangsel, datangi Lembur Kuring. Cabangnya yang di dekat bandara jadi tempat makan langganan para pejabat, artis, bahkan presiden. Tentunya, rasa dan kualitas masakan di Lembur Kuring sudah approved.

Sajian ikan, kepiting, hingga udangnya beragam dan ada juga olahan ayam dan sayuran. Menunya diolah dengan berbagai saus dan bumbu seperti gulai, asam manis, lada hitam, tauco, sampai sup. Terdapat mini playground untuk anak di restoran ini.

  • Lokasi: Sunburst BSD Lot II, Jl. Boulevard BSD Timur, Serpong, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Setiap hari, 10.30-21.00 WIB.

5. Restoran Waroeng Sunda

Restoran Waroeng SundaRestoran Waroeng Sunda Foto: dok. Instagram @waroengsunda

Variasi menu seafood, pepes, hingga sup dapat dicicipi di Restoran Waroeng Sunda. Pengunjung yang bersantap di area makan pendopo indoor dan outdoor ini akan mendapat free refill lalapan dan sambal.

Menariknya, ada becak mini yang bisa ditumpangi pengunjung anak-anak di Restoran Waroeng Sunda ini.

  • Lokasi: Jl. Raya Serpong KM 7, Pd. Jagung, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Senin-Jumat (10.00-21.00 WIB), Sabtu-Minggu (10.00-22.00 WIB).

6. Pondok Kemangi

Pondok Kemangi menyajikan masakan tradisional Indonesia dengan spesialisasi makanan Sunda. Berbagai olahan ikan, udang, cumi, ayam, hingga iga tersedia. Ada aneka pepes dan sajian sayur seperti genjer tauco dan pucuk labu.

Tempatnya besar dengan bagian tengahnya terbuka. Restorannya estetik dengan penempatan tanaman hijau di sejumlah titiknya.

  • Lokasi: Jl. Alam Sutera Boulevard No. 16D, Serpong, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-21.00 WIB.

7. Warung Kondre

Warung KondreWarung Kondre Foto: detikcom/Riska Fitria

Warung Kondre milik selebriti Andre Taulany memiliki konsep rumah joglo khas Jawa. Tempatnya asri dengan areanya dipenuhi pepohonan hijau.

Hidangan lezat yang disajikan punya cita rasa tradisional. Ada tongseng kambing, bakmie goreng Jawa, hingga teri tumis kecombrang. Camilan seperti gabin tape, donat kampung, hingga cireng juga bisa dicicipi.

  • Lokasi: Jl. Masjid Arriyadh, Cipayung Ciputat, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Senin-Jumat (10.00-22.00), Sabtu-Minggu (07.30-22.00).

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

5 Restoran Halal di PIK yang Cocok untuk Tempat Bukber


Jakarta

Sejumlah restoran di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) bisa dijadikan tempat acara buka bersama (bukber) bareng teman maupun keluarga. Tempat-tempat ini menyuguhkan menu halal yang lezat dan cocok untuk berbuka.

Mulai dari Chinese food, nusantara, hingga seafood dapat dicicipi di sini. Harganya bersahabat dan vibes restorannya nyaman sehingga pas untuk berkumpul saat bukber. Penasaran di mana saja tempatnya? Simak di bawah ini.

Tempat Bukber Halal di PIK

Sejumlah restoran di PIK menyediakan berbagai menu lezat yang cocok untuk sajian buka puasa. Mengutip Google, berikut rekomendasi tempat bukber di kawasan PIK:


1. Sulaiman Resto

Sulaiman Resto PIKSulaiman Resto PIK (dok. Instagram @sulaimanresto.pik)

Chinese food halal bisa ditemukan di Sulaiman Resto PIK. Seperti liang pi atau menu mi dingin dengan saus dan taburan kacang serta ding ding chao mian atau sajian mi berbentuk kotak kecil yang gurih.

Ada sajian berkuah seperti mala yu dan sup ikan asam pedas. Juga sate kambingnya yang punya potongan daging besar-besar.

  • Lokasi: Rukan Cordoba, Jl. Marina Raya No. 15 Blok D, Kapuk Muara, Jakarta Utara.

2. Bandar Djakarta

Kalau ingin makan seafood segar di PIK, datangi Bandar Djakarta. Pesan paket Ramadan di sini, kamu akan dapat takjil gratis dan cepat saji restonya.

Menu seafood di Bandar Djakarta diolah dengan berbagai saus. Seperti cumi telur asin, kerang lada hitam, udang bakar madu, ataupun dijadikan ikan steam. Di sini juga tersedia menu sayuran seperti cah kangkung dan tumis buncis.

  • Lokasi: PIK 2, Jl. MH Thamrin No. 7 AB, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

3. Kampung Kecil

Restoran Kampung KecilRestoran Kampung Kecil (dok. Instagram @kampungkecil_official)

Datangi Kampung Kecil PIK kalau ingin menggelar bukber di restoran Sunda dengan area duduk lesehan di saung-saung. Ditambah lagi, konsep tempat makannya yang full bambu sangat estetik.

Tersedia nasi liwet dan tumpeng untuk disantap bersama. Ada banyak masakan Sunda dari olahan ikan gurame, lele, patin, ayam, sapi, bebek, dan seafood seperti cumi, udang, serta kerang. Terdapat juga menu sayur dan makanan ringannya.

  • Lokasi: PIK 2, Jl. Rasuna Said Blok BB No. 8, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

4. Rumah Makan Medan Baru

Meski namanya Rumah Makan Medan Baru, restoran ini menyuguhkan masakan Minang klasik. Menu andalannya yaitu gulai kepala ikan kakap dan burung punai goreng. Daging burungnya tidak alot dan mirip daging ayam.

Untuk gulainya punya kuah santan yang kental dan berasa rempah. Menu ini paling nikmat disantap dengan sambal ganjanya. Nama ‘ganja’ diambil untuk sambal khas Aceh ini karena rasanya yang bisa bikin ketagihan.

  • Lokasi: PIK 2, Jl. MH Thamrin, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

5. Gerobak Betawi

Gerobak Betawi PIKGerobak Betawi PIK (dok. Instagram @gerobakbetawi)

Aneka makanan dan jajanan nusantara lezat dapat dicicipi di restoran Gerobak Betawi. Nasi uduk komplet, nasi jeruk, ketoprak, gado-gado, hingga toge goreng tersedia di sini.

Kalau ingin masakan berkuah, bisa coba mi tektek, rawon, soto, sop iga, hingga sayur asem. Ada juga bubur dan jajanan seperti pempek, tahu gejrot, tahu petis, sampai asinan Betawi.

  • Lokasi: Rukan Cordoba, Jl Bukit Golf Mediterania, Kapuk Muara, Jakarta Utara.

Jika memungkinkan, pengunjung bisa pesan tempat lebih dulu di restoran pilihan untuk buka bersama. Apalagi bila jumlah pengunjung yang datang cukup banyak dan berombongan. Reservasi tempat mencegah pengunjung antri dan berisiko tidak bisa bukber di restoran PIK pilihan.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Ini Nih Pulau Terpadat di Kepulauan Seribu



Jakarta

Kepulauan Seribu popular sebagai tempat liburan dengan keindahan pantainya. Tapi ternyata ada satu pulau yang bukan tempat liburan dan berpredikat sebagai pulau dengan populasi terpadat.

Adalah Pulau Panggang yang bukan destinasi wisata dan merupakan pulau dengan populasi terpadat di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pulau Panggang berada di Kecamatan Pulau Seribu Utara.

Pulau Panggang memiliki luas 0,09 km persegi dengan jumlah penduduk kepala keluarga 2.003.


detikTravel mendapat kesempatan untuk berkeliling langsung ke pulau itu. Rumah penduduknya cenderung rapat-rapat, menyisakan gang-gang kecil yang hanya bisa dilalui oleh motor dan sepeda sebagai jalur transportasi.

Imelda (25), lulusan perawat dari Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) Yogyakarta, merupakan seorang yang lahir dan besar di pulau itu. Asli putri daerah, anak kesembilan dari sebelas bersaudara itu mengakui bahwa Pulau Panggang memang sangat padat.

Pulau Panggang di Kepulauan SeribuImelda, warga Pulau Panggang di Kepulauan Seribu (bonauli/detikcom)

“Pulau Panggang bukan pulau liburan, cara berpakaian turis tidak bisa diterapkan di sini,” kata Imelda pada Senin (24/3).

Pulau Panggang Saat Ramadan

Bertepatan dengan bulan Ramadan, Imelda menceritakan kebiasaan warga yang tak biasa. Kalau biasanya berburu takjil jadi kegiatan saat ngabuburit, di Pulau Panggang lain lagi. Tidak ada yang berdagang takjil di sana, warganya membuka pesanan menu berbuka dalam grup obrolan Whatsapp.

“Enggak semua orang punya warung, ada yang PO juga. Jadi warga pesan di room chat lalu nanti diantar,” kata dia.

Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPemukiman di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu (bonauli/detikcom)

Kondisi itu dikonfirmasi oleh Nining Kurnia (32), seorang ibu rumah tangga dengan empat anak. Sebagai warga pendatang dari Depok, Jawa Barat, dirinya cukup kaget dengan kebiasaan di Pulau Panggang.

“Iya, di sini enggak ada takjil. Kalau mau pesan lewat grup chat,” kata dia.

Nining menikah dengan pria asli Pulau Panggang, bahkan suaminya masih keturunan wali di sini. Setiap lebaran hari pertama, ia dan keluarga akan nyekar dan ziarah ke makan keluarga suami.

“Tapi kalau bukan keturunan wali di sini, biasanya nyekar di (lebaran) hari kedua,” kata dia.

Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Karya (bonauli/detikcom)

Tempat Pemakaman Umum (TPU) penduduk berada di seberang pulau, yaitu Pulau Karya. Hanya beberapa wali saja yang dikubur di area timur Pulau Panggang.

Imelda juga berkata hal senada. Dirinya biasanya nyekar di hari kedua. Ia ingat betul, usai salat Ied, warga akan berbondong-bondong naik motor (perahu motor) lalu menyeberang ke Pulau Karya.

“Ramai sekali, motor antre panjang mau masuk pulau,” kata dia.

Budaya lain saat Ramadan adalah petasan. Anak-anak di Pulau Panggang biasanya berkumpul di area pelabuhan untuk bermain petasan bersama. Bunyi petasan bersahut-sahutan, asap mesiu menyeruak mengisi langit-langit.

Sudah jadi budaya, anak-anak itu terlihat sangat piawai menyalakan petasan yang ‘masuk angin’. Mereka bahkan tak segan untuk melemparkan petasan ke sesama. Sesekali, orang tua yang lewat menghardik mereka untuk hati-hati. Namun, anak-anak itu tetap santai melanjutkan perang petasan. Sementara remaja-remaja tanggung sibuk main bola di lapangan.

Pulau Panggang di Kepulauan SeribuAnak-anak bermain petasan di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu (bonauli/detikcom)

Kumandang salat di masjid menggema seisi pulau. Pria dewasa bergegas menunaikan salat dan tarawih di masjid. Mereka berbaris mengambil air wudhu.

“Oiya, air di sini itu asin, bukan payau,” ucap Nining memberitahu satu lagi fakta tentang Pulau Panggang.

Tak semua rumah memiliki tampungan air hujan, beberapa menggali sumur untuk kebutuhan rumah tangga. Namun, kebanyakan warganya membeli air dari daratan untuk kebutuhan masak dan mandi. Untuk air minum, mereka lebih suka membeli air galon.

Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Panggang di Kepulauan Seribu (bonauli/detikcom)

Nining mengaku mengalami culture shock saat pertama kali datang ke Panggang. Sekujur tubuhnya melakukan penolakan dengan siraman air asin yang dilakukan tiap hari.

“Awalnya alergi sebadan-badan. Tapi lama-lama sudah biasa. Cuma kalau airnya lagi jelek, ya luka-luka,” ujarnya sambil menunjukkan bekas luka alergi pada tangan dan kaki.

Ada yang datang menetap, sebagian ingin pergi. Imelda adalah salah satu warga yang berkeinginan untuk melanjutkan hidup di luar pulau. Mimpinya, meraih sukses di Kuwait.

“Mungkin karena sudah dari kecil di sini, jadi sudah bosan. Sekarang mau berjuang untuk keluar dari sini,” katanya sambil tersenyum manis.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nggak Disangka, Kuliner Favorit Bule di Pulau Tidung Adalah…



Jakarta

Wisata kuliner berupa seafood umumnya menjadi favorit di Pulau Tidung. Tapi ternyata, ada soto yang jadi favorit Bule-bule.

Nama kedainya Soto Lamongan Sugiono, pemiliknya adalah Ibu Kukut Wijawati (49). Asli Lamongan, Jawa Timur, ibu dua anak itu dulu bisa sampai ke Pulau Seribu karena paksaan keadaan. Dirinya yang takut dengan laut, harus mampu terbiasa dengan lingkungan karena sang suami bekerja sebagai pengantar galon ke sana.

Berjalannya waktu, ia mulai mencintai laut, tepatnya Pulau Tidung. Tahun 2013, ia mendirikan usahanya, Soto Lamongan jadi pilihan karena kuliner itu berasal dari kota kelahirannya.


Usaha pertama tentu butuh modal besar, ia kemudian memutuskan untuk melakukan pinjaman KUR kepada BRI sebanyak Rp 100 juta. Dewi Fortuna berpihak padanya, usahanya laris manis di tengah gempuran makanan laut.

Saat weekend, tempat duduk di kedai makannya selalu sesak oleh wisatawan. Kebanyakan mereka datang karena tak sengaja melewati kedai makan itu, karena biasanya wisatawan yang datang mendapat katering dari operator tur yang membawanya.

Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungIbu Kukut pemilik Soto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

Namun, rejeki sudah ada yang atur. Ibu Kukut berbisnis dengan sukacita. Di musim libur panjang seperti lebaran, ia buka sejak pagi sampai tengah malam. Wisatawan ramai, warga yang sudah bosan dengan menu lebaran mampir untuk mencari pilihan.

“Kemarin jam 8 malam udah habis, tapi masih banyak orang. Jadi bikin kuah lagi dibantu sama keluarga,” katanya terkekeh.

Dua hari lebaran membuat Ibu Kukut dan keluarga kewalahan, tapi tentu saja cuan. Kebanyakan datang saat malam, makan kuat-kuat sehabis berenang di pantai.

Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungSoto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

Dalam perjalanan bisnisnya, pelanggan bule tentu jadi yang paling mudah diingat. Dari banyaknya bule yang berkuliner ke sana, ia ingat akan seorang wanita, tak tahu asalnya darimana. Perawakannya yang tinggi, putih dan berbahasa Inggris membuatnya yakin, pelanggan ini datang dari negeri seberang.

“Bule itu setengah bulan makan ke sini setiap hari,” katanya singkat, sambil mencoba mengingat.

Hari pertama biasa saja, karena si bule bisa berbahasa Indonesia sedikit-sedikit. Di hari ketiga, si bule mulai mengajak Ibu Kukut ngobrol. Ia tentu panik.

“Katanya enak, mantep,” ucapnya sambil tertawa.

Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungSoto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

Bule ini kemudian datang setiap hari selama hampir setengah bulan. Ia rutin mampir setelah habis dzuhur.

“Selalu pesan soalnya aja, nggak pake nasi. Datang sehari sekali,” katanya.

Setiap hari warung ini menghabiskan sekitar 500 porsi soto kalau ramai seperti long weekend dan 30 porsi jika sepi. Satu porsi diberi harga Rp 15.000 sudah dengan nasi. Selain soto ayam, ada pula bakso yang melengkapi menu di rumah makan itu.

Meski harganya murah, tapi rasa soto ini sungguh menggoyang lidah. Santannya legit dan porsinya banyak. Di makan dengan nasi panas, membuat masuk angin bablas keluar dari tubuh. Wajar saja, kalau si bule sampai kepincut makan tiap hari di sini.

Cerita lain datang dari seorang anak SMP yang sedang study tour. Bocah lelaki itu ketinggalan kapal fery. Ibu Kukut memberikan seporsi soto ayamnya kepada si bocah.
“Saya bilang makan nggak usah bayar, anak laki-kan bisa tidur di masjid. Kasian banget dia,” ceritanya.

Anak itu pulang keesokan harinya saat kapal fery datang. Ia berterima kasih dengan kebaikan pemilik warung soto yang mau memberinya makan cuma-cuma.

Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungPembayaran digital di soto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

“Saya senang dibantu BRI, pokoknya terima kasih lah, saya jadi bisa membantu orang lain,” katanya lembut.

Mantri BRI Ryan (35) mengatakan bahwa Soto Lamongan Sugiono memang tiada dua. Sebagai wakil dari BRI dirinya mendukung perkembangan usaha Ibu Kukut dan siap membantu saat butuh modal tambahan.

“Apalagi warungnya ramai dan sudah digitalisasi, kita harus dukung UMKM pulau ini,” katanya.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI adalah program pembiayaan bersubsidi dari pemerintah yang disalurkan oleh Bank BRI untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) . Tujuan KUR BRI adalah mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan memberikan akses pinjaman yang lebih mudah bagi UMKM yang produktif namun belum memiliki agunan yang cukup.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pulau di Kepulauan Seribu Ini Penduduknya 100% Muslim



Jakarta

Nama Pulau Pramuka, Tidung atau Pari familiar terdengar sebagai tempat wisata air yang indah. Tapi, apakah kamu akrab dengan nama Pulau Panggang?

Bertetangga dengan Pulau Pramuka, Panggang memilih identitas sebagai pemukiman warga. Leluhur pulau ini terkenal dengan keislamannya yang kental hingga kini.

Tahun 90an, nama Pulau Panggang bergaung sebagai tempat wisata bagi turis. Banyak bule yang mampir ke Pulau Panggang selagi menunggu kapal ke Pulau Pramuka. Tadinya warga senang karena bisa jadi cuan. Tapi lama-kelamaan, sisi negatiflah yang nampak.


“Bule-bule suka pakai baju bikini ke tengah jalan. Naik sepeda dilihatin anak-anak, jadi diusir,” katanya.

Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Panggang di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Warga akhirnya keberatan dengan pembukaan pariwisata di sana, apalagi 100% warga di sana beragama muslim. Siapa sangka, di zaman itu, turis Eropa sampai Asia telah lebih dulu mengenal Panggang.

“Pulau Panggang menolak wisatawan karena adab pakaian yang terbuka, dulu di sini agamis, kental banget,” lanjutnya.

Namun karena adanya penolakan, pemerintah mengalihkan pariwisata ke Pulau Pramuka di tahun 2015. Kini pulau itu ramai oleh wisatawan asing dan domestik di akhir pekan. Sementara Panggang benar-benar sesak dengan rumah penduduk. Bahkan homestay pun tidak ada.

Walaupun sekarang jadi pulau pemukiman terpadat di Kepulauan Seribu, Panggang juga punya cerita horor seperti Pulau Karya.

“Tahun 90an, pernah ada turis China dari Jakarta naik speed boat sekeluarga,” ucapnya.

Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Panggang di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Namun saat itu cuaca buruk. Kapal itu tak dapat menahan gelombang dan terbalik. Istri dari keluarga itu jadi satu-satunya korban tidak selamat, sementara ayah dan anak-anaknya selamat.

“Dia dievakuasi di Pulau Panggang. Kulitnya putih bersih,” kata Iyan.

Entah mengapa, malam setelah kejadian seorang warga kesurupan. Warga pulo (sebutan untuk orang Kepulauan Seribu) itu tiba-tiba berbahasa China.

“Sejak itu dia dipanggil ‘Si Cantik’,” katanya.

Warga mengaku bahwa sesekali Si Cantik akan menampakkan diri di dermaga Pulau Panggang. Ia pun menjadi ‘penghuni’ dermaga yang diakui.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Menjelajahi Kapal Hantu dan Hutan Dinosaurus di Lampung



Lampung

Liburan di pantai biasanya identik dengan bermain pasir dan berenang. Tapi di Lampung, kamu malah bisa menjelajahi kapal hantu hingga hutan dinosaurus.

Jungle Sea, sebuah theme park unik yang terletak di pesisir Lampung Selatan akan membawa pengunjung tidak hanya bisa menikmati keindahan pantai, tapi juga merasakan sensasi bermain di tengah wahana penuh adrenalin.

Wahana itu adalah Ghost Ship alias Kapal Hantu hingga petualangan seru di Hutan Dinosaurus. Mengusung konsep yang menggabungkan wisata alam dengan hiburan keluarga, Jungle Sea berdiri megah di atas lahan seluas 4,2 hektar.


Di area seluas itu, pengunjung bisa menjelajahi lebih dari 20 wahana bermain yang menawarkan pengalaman seru, mulai dari wahana edukatif hingga permainan yang memacu adrenalin.

Salah satu daya tarik utama adalah Ghost Ship, sebuah wahana rumah hantu berkonsep kapal karam yang menyajikan suasana mistis di tengah ombak pantai. Adrenalin pengunjung diuji saat mereka melintasi lorong-lorong gelap dengan efek suara dan visual menyeramkan.

Ghost Ship, wahana rumah hantu berkonsep kapal karam bersuasana mistis di tengah ombak pantai.Ghost Ship, wahana rumah hantu Foto: Tommy Saputra

Reza Adikresna, Owner Jungle Sea, mengungkapkan bahwa konsep taman hiburan ini memang terinspirasi dari keinginannya menghadirkan pengalaman wisata pantai yang berbeda dari biasanya.

“Jungle Sea ini hadir di Lampung Selatan untuk memberikan sensasi berbeda dari biasanya. Biasa theme park ini ada di tengah kota, jadi ini wahana pertama yang ada pantainya. Disini ada total 20 wahana bermain di lahan seluas 4,2 hektare, ke depannya direncanakan akan diperluas menjadi 25 hektare,” kata dia.

Sedangkan Hutan Dinosaurus menjadi wahana favorit keluarga, terutama anak-anak yang penasaran berpetualang di antara replika dinosaurus raksasa yang tampak hidup berkat teknologi suara dan gerak mekanis.

Wahana Hutan Dinosaurus di Jungle SeaWahana Hutan Dinosaurus di Jungle Sea Foto: Tommy Saputra

Ada juga beberapa spot foto bertema alam Jepang hingga Yunani yang Instagramable. Jungle Sea juga menyediakan area kuliner dan panggung hiburan yang rutin menampilkan pertunjukan musik serta atraksi seni.

Menurut Reza, Jungle Sea juga menjadi bentuk dukungan untuk mendongkrak pariwisata Lampung Selatan, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

“Kami berharap Jungle Sea bisa jadi magnet wisata baru, apalagi letaknya strategis dekat dengan kota dan mudah dijangkau. Selain itu, kami juga libatkan warga lokal dalam operasional dan pengembangan wahana di sini,” tambahnya.

Dengan harga tiket yang ramah di kantong yakni Rp 50 ribu untuk per orang, detikers bisa mencoba seluruh wahana yang lengkap untuk segala usia, Jungle Sea menjadi destinasi liburan keluarga yang menawarkan sensasi berbeda di tepi pantai, hanya di Lampung Selatan.

“Untuk sekarang ini masih promo di harga Rp 50 ribu itu bisa sepuasnya bermain di semua wahana. Promo ini berlaku hingga 3 bulan ke depan,” imbuh Reza.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

16 Pantai Sekitar Jakarta, Destinasi Pilihan Piknik Bareng Keluarga


Jakarta

Pantai selalu jadi pilihan piknik bareng keluarga saat libur nasional atau akhir pekan. Laut biru, angin sepoi, dan ruang terbuka memungkinkan anak serta orang tua bermain bersama atau sekadar santai menikmati hari.

Bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang mau piknik ke pantai tentu tak perlu khawatir. Tersedia banyak pilihan pantai yang bisa diakses gratis atau berbayar sebagai destinasi wisata bersama orang-orang terkasih

16 Pilihan Pantai Sekitar Jakarta

Berikut adalah beberapa pantai yang bisa jadi tujuan wisata di Jakarta dan sekitarnya, dikutip dari arsip tulisan detikcom dan media sosial pantai terkait.


1. Aloha Pasir Putih PIK 2

Sesuai namanya, pantai ini menyediakan nuansa khas Hawaii dengan pasir putih dan angin sejuk. Sebagai tempat wisata keluarga, pantai ini menyediakan banyak ruang terbuka dan aneka pilihan kuliner.

Di Aloha Bisa Wisata Pantai Pasir Putih Sambil Jajan Pizza dan Giant SquidAloha Pasir Putih PIK 2 (detikfood)
  • Lokasi: Jalan Laksamana Yos Sudarso PIK 2, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Gratis, tidak termasuk tarif parkir dan wahana bermain.

2. Pulau Macan

Dengan konsep ramah lingkungan, Pulau Macan menikmati lingkungan alam yang sangat nyaman dan indah. Pengunjung bisa menikmati sunset dan sunrise sambil berenang, snorkeling, atau diving.

Pulau Macan Kecil atau Pulau Macan GundulPulau Macan Kecil atau Pulau Macan Gundul (Putu Intan/detikcom)
  • Lokasi: Kepulauan Seribu.
  • Harga tiket masuk: Sesuai pilihan paket wisata.

3. Pantai Florida

Destinasi wisata ini menawarkan pantai yang nyaman, landai, dan tanpa karang sehingga minim risiko bagi pengunjung. Traveler bisa menyewa aneka sarana permainan air, tempat menginap, atau perlengkapan piknik pada biro wisata yang dikelola warga. Pantai Florida kerap disebut Pantai Florida Indah Anyer atau Pantai Florida 1 dan 2 yang semuanya merujuk pada lokasi yang sama.

  • Lokasi: Jalan Raya Karang Bolong, Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Pejalan kaki Rp 15 ribu, motor Rp 30 ribu, mobil Rp 100 ribu.

4. Pantai Carita

Lokasi wisata Pantai Carita sudah lama menjadi pilihan warga Jakarta dan sekitarnya untuk liburan. Pasir putih plus angin sepoi sangat cocok bagi traveler yang ingin refreshing bersama keluarga dari penatnya hari kerja.

Wisatawan menikmati objek wisata Pantai Carita saat libur lebaranPantai Carita (Aris Rivaldo/detikcom)
  • Alamat: Jl. Raya Carita Nomor 28, Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Tiket per orang Rp 15 ribu, motor (2 orang): Rp 30 ribu, mobil pribadi: Rp 30 ribu.

5. Pantai Ancol

Kawasan Ancol sudah lama dikenal sebagai destinasi wisata warga Jakarta. Ancol tak pernah sepi pengunjung apalagi saat libur panjang. Bagi pengunjung yang ingin menikmati Ancol, berikut beberapa pantai di Ancol yang direkomedasikan:

Kawasan Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara jadi salah satu pilihan destinasi wisata dalam momen hari pertama lebaran Idul Fitri. (ANTARA/Fitra Ashari)Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara (ANTARA/Fitra Ashari)

– Pantai Lagoon: Pantai ini dilengkapi area untuk berenang. Area pantainya aman dikunjungi anak-anak hingga orang dewasa

– Pantai Festival: Area terbuka di pantai ini kerap menjadi lokasi festival atau agenda lain. Di ini pengujung bisa melihat dermaga kayu yang melintang di bibir pantai, tempat pengunjung menikmati keindahan laut.

– Pantai Marina: Pantai ini dilengkapi pelabuhan kecil untuk bersandarnya kapal. wisatawan yang mau menyeberang ke area Kepulauan Seribu memulai perjalanan dari sini.

– Pantai Indah Ancol: Pantai ini memiliki lokasi strategis dilengkapi kuliner, wisata bahari lain sebagainya

– Pantai Ria: Panatai ini didominasi pohon kelapa menjulang dan hamparan pasir putih menawan.

  • Lokasi: Taman Impian Jaya Ancol, Jl. Lodan Timur No.7, RT.14/RW.10, Ancol, Kec. Pademangan, Jakarta Utara.
  • Harga tiket masuk: Rp 30 ribu, belum termasuk tarif parkir dan tiket masuk per wahana.

6. Pantai Marunda

Destinasi wisata ini identik dengan pemandangan tanggul beton yang memungkinkan pengunjung melihat sunset, mancing, atau sekadar bengong. Pantai yang dianggap makin bersih ini juga punya aneka pilihan kuliner dan dekat tempat wisata lain yang juga menarik, misal Rumah Si Pitung.

Sejumlah pengunjung berjalan setibanya untuk berlibur di Pantai Marunda, Jakarta, Kamis (3/4/2025). Pengelola objek wisata pantai tersebut mengenakan tiket masuk Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per orang sehingga ramai dikunjungi warga saat periode libur Lebaran 2025. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym.Pantai Marunda, Jakarta (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym) Foto: ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN
  • Alamat: Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu, tidak termasuk biaya parkir.

7. Pulau Bidadari

Gugusan Kepulauan Seribu memang selalu menarik untuk dijelajahi, tak terkecuali Pulau Bidadari. Sesuai namanya pulau ini memberikan pemandangan indah, ombak tenang, dan suasana nyaman.

Sandiaga renang di pulau bidadariSandiaga renang di Pulau Bidadari (Muhammad Fida ul Haq/detikcom)
  • Lokasi: Kepulauan Seribu.
  • Harga tiket masuk: Rp 50 ribu, belum termasuk tarif parkir dan akomodasi lainnya.

8. Pantai Sambolo 1

Pantai yang Bali banget ini punya pasir coklat halus dan deburan ombak yang sangat cocok dinikmati sambil jalan santai. Dikutip dari akun medsos Media Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Serang @funtasticserang, Pantai Sambolo punya jembatan menjorok ke laut yang bisa dinikmati pengunjung.

  • Alamat: Jl. Raya Anyer-Sirih, Bandulu, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu, tidak termasuk biaya parkir.

9. Pantai Pasir Perawan

Destinasi di Pulau Pari, Kepulauan Seribu ini, punya pemandangan yang bikin traveler seketika merasa lebih segar dan tidak lagi penat. Di sini, pengunjung bisa merasakan bermain di air laut jernih dan pasir putih yang halus.

  • Alamat: Jl. Pari Utama, Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta.
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu tidak termasuk biaya parkir, penyeberangan, dan sewa alat.

10. Pulau Perak

Kawasan ini adalah satu dari banyak gugusan pulau di Kepulauan Seribu Jakarta. Di sini, pengunjung bisa menikmati air pantai yang segar dan halusnya pasir putih. Tentunya, pengunjung bisa menyewa banana boat sebagai sarana hiburan.

  • Alamat: Kepulauan Seribu, Jakarta.
  • Harga tiket masuk: Gratis, tidak termasuk biaya penyeberangan dan tambahan lain.

11. Pulau Tidung

Detikers yang ingin berkunjung ke Pulau Tidung bisa menggunakan perahu penyeberangan dari Muara Angke. Total perjalanan sekitar tiga jam, sebelum bisa menikmati pasir putih dan air biru.

Pulau Tidung di Kepulauan TidungPulau Tidung di Kepulauan Tidung (Bonauli/detikcom)
  • Lokasi: Kepulauan Seribu
  • Harga tiket masuk: Rp 20-50 ribu belum termasuk parkir dan sewa fasilitas.

12. Pulau Untung Jawa

Kawasan Untung Jawa menawarkan banyak fasilitas pada pengunjung untuk menikmati suasana pantai. Misalnya, gazebo dan berbagai sarana wisata pantai yang bisa digunakan bersama teman dan keluarga.

Penampakan dari atas Pulau Untung Jawa Kepulauan SeribuPulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu (Kemenparekraf)
  • Lokasi: Kepulauan Seribu.
  • Harga tiket masuk: Rp 50 ribu, belum termasuk tarif parkir dan akomodasi lainnya.

13. Pantai Tanjung Lesung

Tanjung Lesung menawarkan keindahan bawah laut buat kamu yang suka snorkeling dan diving. Misalnya terumbu karang aneka warna dan air laut biru kehijauan. Kamu juga bisa menikmati penginapan dan sarana hiburan lain yang disediakan warga sekitar.

Tanjung LesungTanjung Lesung Foto: (dok. Istimewa)
  • Lokasi: Desa Tanjung Jawa, Kecamatan Panimbung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Rp 25 ribu di hari biasa dan Rp 40 ribu pada akhir pekan belum termasuk tarif parkir.

14. Pantai Sawarna

Pantai yang ini cocok buat para pecinta olahraga selancar. Dengan ombak yang kuat dan konsisten serta lingkungan aman, pengunjung bisa surfing tanpa rasa khawatir. Tentunya, pantai ini juga bisa dinikmati para pecinta snorkeling.

  • Lokasi: Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu di hari biasa dan Rp 10 ribu pada akhir pekan, belum termasuk tarif parkir.

15. Pantai Lontar

Destinasi wisata ini bisa jadi spot favorit kamu berburu sunset dan angin sepoi. Di sini juga tersedia jembatan pelangi yang membelah hutan mangrove sebagai benteng abrasi. Tentunya kamu bisa selfie, healing, atau sekadar jalan-jalan di sini.

  • Lokasi: Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu belum termasuk parkir dan tarif masuk hutan mangrove.

16. Pantai Tanjung Layar

Seperti namanya, pantai ini memiliki tebing berbentuk menyerupai layar perahu kayu yang terbuka. Dikutip dari situs Indonesia Kaya, tebing ini bisa dilihat dari atas bukit yang bisa diakses lewat sebuah tangga. Pemandangan dari atas bukit memungkinkan pengunjung melihat langsung deburan ombak pantai, angin sepoi, dan pemandangan matahari tenggelam.

  • Lokasi: Dewa Wisata Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu, belum termasuk parkir dan sewa perlengkapan liburan.

Buat detikers yang ingin piknik ke pantai di sekitar Jakarta, jangan lupa update informasi lebih dulu ya. Informasi harga tiket, parkir, transportasi, dan biaya lain memungkinkan persiapan liburan yang lebih baik.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Liburan ke Studio Alam TVRI, Ini yang Dilarang



Depok

Sebagai tempat wisata ikonik, ada sejak tahun 1985, destinasi ini masih menjadi pilihan pelesiran oleh warga. Ternyata ada sejumlah larangan yang pengunjung di tempat ini, apa saja ya?

Berlokasi di Jl. Studio Alam TVRI, Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, tempat wisata ini terbuka untuk segala usia. Pepohonannya rindang, bahkan punya hutan sendiri.

Dikenal sebagai tempat syuting, studio alam juga berteman baik dengan komunitas-komunitas di Kota Depok. Sebut saja komunitas air softgun, motor trail sampai treking. Hutannya menjadi tempat yang tepat untuk kembali ke alam di tengah padatnya pemukiman Depok.


Irma, manager sales Studio Alam TVRI, menjelaskan ragam komunitas yang beraktivitas di sana. Dari semuanya ada satu yang membekas di ingatannya.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok (Andhika Prasetia)

“Ada satu komunitas yang tidak patuh dengan peraturan, mereka buang sampah sembarangan,” kata Irma.

Bicara komunitas pasti bukan satu dua orang. Sampah yang berserakan setelah acara membuat pengelola sedih sekaligus sebal. Dia dengan tegas menindak komunitas itu.

“Kalau tidak seusai dengan perjanjian, termasuk buang sampah sembarangan, bisa kita blacklist. Salah satunya, mereka,” kata Irma tanpa menyebutkan jenis komunitasnya.

Selain buang sampah sembarangan, ada beberapa hal yang dilarang dilakukan oleh pengunjung:

1. Dilarang menebang pohon

Berada di bawah naungan Lembangan Penyiaran Publik (LPP), Studio Alam TVRI masih dikelola langsung oleh TVRI pusat. Setiap kegiatan yang dilakukan di sana akan dilaporkan ke pusat.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok (Andhika Prasetia)

2. Dilarang membawa speaker

Saat piknik bersama keluarga, speaker biasanya menjadi salah satu barang wajib untuk menyatukan diri. Bisa bernyanyi atau bermain games bersama.

Sayangnya, pengunjung dilarang untuk membawa speaker.

“Kecuali, mereka yang menyewa tempat untuk event. Misalnya event senam bersama, itu boleh karena sudah sewa tempat. Tapi, kalau pengunjung biasa, nggak boleh,” katanya.

3. Dilarang terbangkan drone

Pengunjung dilarang untuk membawa drone. Alat ini disamakan dengan kegiatan syuting atau komersil. Jika pengunjung melanggarnya, maka akan dikenakan sanksi sebesar biaya syuting, yaitu Rp 3,5 juta.

“Kecuali, mereka mau barter. Foto dan video bisa kita ambil sebagai bahan promosi,” jawab Irma.

4. Dilarang nginap

Studio Alam TVRIStudio Alam TVRI (Andhika Prasetia/detikFoto)

Buat kamu yang belum tahu, Studio Alam TVRI tidak menyewakan tempat untuk kemping. Kegiatan menginap tidak boleh dilakukan di sana, kecuali menyewa asrama pusdiklat.

“Asrama itu punya 20 kamar, satu kamar bisa untuk dua orang. Kalau mau melakukan pelatihan atau kegiatan menginap apa pun bisa menyewa pusdiklat,” kata dia.

Semua kegiatan harus berakhir dalam satu hari. Pengunjung hanya boleh berada di sana sampai pukul 18.00 WIB.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pulau Bedil, Raja Ampat dari Banyuwangi



Banyuwangi

Tak banyak yang tahu, Banyuwangi punya ‘kembaran’ dari Raja Ampat. Namanya Pulau Bedil yang begitu eksotis dan menarik untuk dikunjungi.

Terletak di perairan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Pulau Bedil menawarkan lanskap bahari yang memukau.

Pulau eksotis ini kini menjadi favorit wisatawan karena menyuguhkan panorama alam yang disebut-sebut mirip dengan Raja Ampat.


Dikelilingi sejumlah pulau kecil, gugusan ini tampak makin memesona bila dilihat dari Puncak Kemuning, titik tertinggi di pulau itu. Tak heran bila banyak orang menjulukinya sebagai Raja Ampat dari Banyuwangi.

“Pulau Bedil memiliki potensi yang luar biasa. Di sini lengkap, ada wisata alam, bawah laut, petualangan, edukasi, bahari, kuliner, dan lainnya. Destinasi wisata alam seperti inilah yang terus kami kembangkan di Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Dari atas Puncak Kemuning, wisatawan akan disuguhi panorama laut bergradasi hijau kebiruan. Selain menikmati pemandangan, beragam aktivitas seru bisa dilakukan di sini.

Contohnya seperti berenang di laguna yang tenang, snorkeling untuk melihat biota laut, hingga sekadar duduk santai memandangi Samudera Hindia yang luas.

Cara Menuju ke Pulau Bedil

Untuk menuju ke Pulau Bedil, wisatawan harus lebih dulu ke Pantai Mustika di kawasan Pancer. Dari pusat Kota Banyuwangi, perjalanan darat menuju Pantai Mustika memakan waktu sekitar dua jam.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan naik perahu menuju pulau. Saat musim liburan, Pulau Bedil menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.

Pada libur panjang hari raya Waisak kemarin misalnya, pulau ini ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Luar biasa pemandangannya, tidak kalah indah dengan Raja Ampat dan Labuan Bajo,” kata Imelda, wisatawan asal Toledo, Ternate, yang berlibur bersama keluarga besarnya ke sini.

Usai puas menjelajahi Pulau Bedil, wisatawan bisa kembali ke Pantai Mustika untuk menikmati hidangan laut segar.

Sejumlah restoran di sekitar pantai menyajikan aneka kuliner laut yang menggugah selera, dan menjadi penutup yang sempurna setelah seharian menjelajahi sisi selatan Banyuwangi.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com