Tag Archives: keluarga

9 Tempat Wisata Hits di Bogor, Pilihan Tempat Liburan Bareng Keluarga


Jakarta

Bogor tak pernah kekurangan pilihan tempat wisata untuk keluarga dan orang-orang terdekat. Berbagai destinasi wisata bisa ditemukan di sini dengan beragam fasilitas, wahana, dan layanan bagi pengunjung.

9 Pilihan Tempat Wisata Hits di Bogor Bareng Keluarga

Berikut adalah pilihannya dikutip dari arsip berita detik travel dan media sosial tempat wisata terkait.

1. Enchanting Valley

Enchanting Valley PuncakEnchanting Valley Puncak Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

Tiket masuk

  • Regular dewasa weekday 135 ribu dan weekend 160 ribu.
  • Premium dewasa weekday 195 ribu dan weekend 225 ribu.

Alamat

  • Jalan Raya Puncak KM 77, Cilember, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Destinasi seluas 22 hektar ini menggabungkan wahana permainan, spot foto, kuliner, dan pentas drama musikal. Dengan suhu yang relatif sejuk, Enchanting Valley menyediakan tempat healing yang asri, nyaman, dan rindang.


2. The Nice Playland Gunung Geulis

Tiket masuk

Alamat

  • Jalan kampung, RT 02/RW 02, Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Destinasi wisata ini menggabungkan arena permainan, kebun binatang mini, dan kuliner enak. Area tempat bermain berada di luar ruangan dengan pilihan wahana dan rainbow slide. Pengunjung juga bisa main air di kolam yang menyediakan sarana permainan.

3. Hidden Dragon Hill

Tiket masuk

  • Rp 50 ribu per orang diutamakan bagi yang pesan lebih dulu.

Alamat

  • Jalan Kadaka, Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tempat healing ini cocok dinikmati bersama keluarga dan orang-orang terdekat sambil makan durian. Selain cuaca yang sejuk dan asri, pengunjung bisa menikmati ikon negeri Cina yang identik dengan naga dan warna merah. Jangan lupa pesan tempat dulu sebelum datang agar bisa menikmati semua layanan.

4. Minimania Puncak Bogor

Mini ManiaMini Mania (Mini Mania/instagram)

Tiket masuk

  • Minimania: Rp 35 ribu
  • Sakura Park: Rp 35 ribu
  • Adventure Land: Rp 35 ribu.

Alamat

  • Jl. Sentul Paradise Park, Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sesuai taglinenya, Minimania menyediakan aneka miniatur dunia dalam ukuran mini. Pengunjung bisa berfoto depan spot pilihan, dengan kostum favorit. Di sini juga tersedia skyride yang memungkinkan pengunjung melihat pemandangan area wisata dan sekitarnya dari atas.

5. Goa Lalay

Liburan ke Bogor tak lengkap tanpa menjelajahi keindahan wisata alamnya. Namun, pernahkah terpikir untuk mengunjungi bagian timur kota Bogor yang menyimpan surga tersembunyi?Goa Lalay (Amalia Novia Putri)

Tiket masuk

Alamat

  • Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat.

Bekas tambang ilegal ini ditata sedemikian rupa hingga menjadi alternatif wisata warga Bogor dan sekitarnya. Selain arena permainan, Goa Lalay menyediakan banyak spot menarik untuk bahan update medsos. Sebagai informasi, lalay dalam bahasa Sunda artinya adalah kelelawar yang pernah menghuni wilayah tersebut.

6. The Ranch Puncak

The Ranch di BogorThe Ranch di Bogor (maureen/d’Tarveler)

Tiket masuk

  • Rp 10.000 = tiket masuk
  • Rp 25.000 = tiket masuk + segelas susu sapi segar
  • Rp 25.000 = tiket masuk + kasih makan kelinci
  • Rp 30.000 = tiket masuk + kasih makan domba
  • Rp 35.000 = tiket masuk + menunggangi kuda poni
  • Rp 40.000 = tiket masuk + menunggangi kuda besar
  • Rp 40.000 = tiket masuk + sepeda listrik (20 menit).

Alamat

  • Jl. Raya Puncak Gadog KM 77, Cisarua, Bogor.

The Ranch Puncak cocok untuk healing dan liburan bareng teman dan keluarga dengan udara segar, sejuk, dan nyaman. Destinasi wisata ini menyediakan kebun binatang mini, aneka wahana permainan, dan tentunya berbagai kuliner lezat.

7. Nicole’s River Park

nicole's river park.Nicole’s River Park (Instagram @nicolesriverpark)

Tiket masuk

  • Weekday Rp 35 ribu
  • Weekend Rp 40 ribu
  • WNA Rp 120 ribu.

Alamat

Jl. Raya Puncak, Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tempat wisata bertema istana ini menyediakan spot foto menarik, misal replika bunga sakura dan jembatan merah shinkyo. Tentunya pengunjung bisa berwisata sambil mengenakan kimono. Selain berfoto, pengunjung juga bisa memberi makan hewan-hewan lucu di mini zoo dan naik aneka wahana.

8. Melrimba Garden

Sejumlah wisatawan mencoba menaiki wahana balon udara di Melrimba Garden, Puncak Bogor, Jawa Barat, Senin (5/5/2025).Balon udara di Melrimba Garden, Puncak Bogor, Jawa Barat (Agung Pambudhy)

Tiket masuk

  • Dewasa Rp 20 ribu
  • Anak-anak Rp 15 ribu

Alamat

  • Jalan Raya Puncak Km 87 Tugu Utara, Cisarua, Bogor.

Destinasi wisata ini menyediakan wisata balon udara dengan tarif Rp 850 ribu per orang. Balon udara nantinya mengangkasa selama 15 menit dengan jarak kurang lebih 50 meter dari tanah. Jadwal wisata balon udara adalah pukul 06.00-09.00 WIB dan pukul 15.00-20.00 WIB sesuai cuaca serta arah angin.

9. Kampung Tokyo Bogor

Jauh dari hiruk pikuk keramaian, Desa Malasari menawarkan berbagai keindahan. Inilah salah satu destinasi wisata tersembunyi di Bogor.Rumah penduduk di Kampung Tokyo berlokasi di Desa Malasari, Bogor (Andhika Prasetia)

Tiket masuk

Alamat

  • Desa Malasari, Kecamata Nanggung, Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH).

Kampung Tokyo sebetulnya adalah sebutan bagi Desa Malasari karena rumah penduduknya yang seperti perkampungan Jepang zaman dulu. Malasari dikelilingi perkebunan teh Nirmala yang punya hawa sejuk, asri, dan sangat nyaman.

Buat detikers yang mau berkunjug ke tempat wisata hits di Bogor, jangan lupa update informasi di medsos atau situs wisata terkait. Info terkini memungkinkan pengunjung tahu ketersediaan layanan, harga tiket, program promo, dan rute terbaik.

(row/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Cerita Pulau Samosir dan Danau Toba, Kisah Legenda Ucok Samosir


Jakarta

Pulau Samosir dan Danau Toba adalah destinasi wisata prioritas Indonesia karena keindahan alamnya. Di baliknya ada kisah legenda terbentuknya kedua spot wisata populer itu yang sudah dikenal masyarakat lokal.

Salah satunya adalah kisah legenda Ucok Samosir yang mengawali terbentuknya Pulau Samosir dan Danau Toba. Dikutip dari buku Legenda Danau Toba dan Pulau Samosir dari Heny V Tinneke, cerita rakyat dari Sumatra Utara ini termasuk populer.

Kisah Terbentuknya Pulau Samosir dan Danau Toba

Dahulu hidup seorang pemuda bernama Tigor Samosir di wilayah yang kini dikenal sebagai Sumatra Utara. Dia hidup sebatang kara dan sangat ulet bekerja mengolah sawah peninggalan orang tuanya. Tidak heran hasil panen Tigor selalu sangat baik.

Pada suatu waktu, kampung Tigor terkena musim kemarau panjang hingga mengalami gagal panen. Hewan peliharaan Tigor dan warga kampung lain juga perlahan mati karena kehausan. Tigor akhirnya putar otak untuk bertahan hidup.

Setelah berpikir, Tigor mengambil jala di samping rumahnya dan bertekad mencari ikan. Dia mengajak warga kampung lain yang disambut gembira. Mereka bersama-sama menyiapkan jala untuk menangkap ikan demi menyambung hidup.

Usaha mencari ikan berbuah manis, namun tidak dalam waktu lama. Ikan perlahan sulit ditangkap, hingga warga kampung satu per satu mulai meninggalkan rumah mencari penghidupan yang lebih baik. Namun Tigor bersikukuh tetap tinggal di kampungnya dan berusaha lagi.

Pada suatu malam ketika mencari ikan, Tigor kaget bukan kepalang. Ikan yang ditangkap ternyata bisa bicara dan minta dilepas. Ikan ajaib itu berjanji mengabulkan semua permintaan Tigor asal dikembalikan ke air. Tigor menyanggupi dan meminta tangkapan yang banyak untuk dibawa pulang.

Bantuan ini dikabulkan beberapa kali, hingga kabar baik yang dialami Tigor terdengar warga kampung. Warga yang tadinya merantau perlahan kembali ke rumahnya berharap bisa mendapatkan ikan melimpah seperti Tigor. Harapan tersebut menjadi kenyataan, setelah Tigor mengajari cara menangkap ikan sesuai petunjuk ikan ajaib.

Seiring waktu, Tigor dan ikan ajaib menjalin hubungan baik hingga dipanggil jelita. Keduanya menikah dan memiliki seorang anak bernama Ucok Samosir. Keadaan keluarga dan kampung Tigor makin baik dengan berakhirnya musim kemarau panjang.

Seiring waktu, terjadi perubahan pada karakter Tigor menjadi lebih pemarah dan sering membentak. Puncaknya adalah ketika Tigor memarahi anaknya karena telat mengantarkan makan siang. Tigor menyebutnya sebagai anak ikan. Ucok lantas pulang dan mengadu pada ibunya.

Jelita yang mendapat kabar tersebut merasa kaget dan termenung. Pasalnya, Tigor pernah berjanji tidak akan menyinggung asal mula Jelita pada anaknya. Jika dilanggar, Jelita dan Ucok akan meninggalkan Tigor.

Sadar akan kesalahannya, Tigor pulang dan memohon pada Jelita dan Ucok agar jangan pergi. Namun keduanya tetap melangkah pergi. Jejak kaki keduanya mengeluarkan air hingga terjadi banjir bandang. Banjir ini menenggelamkan Tigor dan seisi kampung. Sedangkan Ucok dan Jelita menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.

Kini, banjir bandang dari tapak kaki Ucok dan Jelita menjadi Danau Toba. Sementara, dataran tinggi tempat Ucok dan Jelita mengungsi dikenal sebagai Pulau Samosir. Nama Samosir adalah penghormatan bagi Tigor dan keluarganya.

Kisah Pulau Samosir dan Danau Toba masih diceritakan antar generasi serta sangat dikenal masyarakat. Pulau Samosir yang terkenal indah bahkan menjadi salah satu spot wisata ikonik Indonesia.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Rekomendasi 15 Restoran Keluarga di Jakarta Barat, Bisa Pesan Dulu Ya


Jakarta

Restoran keluarga kerap jadi pilihan destinasi wisata ketika liburan. Detikers tentunya tak perlu khawatir, karena tersedia berbagai pilihan resto bagi keluarga yang ingin wisata kuliner.

15 Tempat Makan Keluarga di Jakarta Barat

Dikutip dari situs dan media sosial terkait, berikut beberapa pilihan restoran keluarga yang bisa jadi bahan pertimbangan detikers.

1. Satu Meja

Jam buka

  • Senin-Kamis, Minggu: 10.00-22.00.
  • Jumat dan Sabtu: 10.00-23.00.

Lokasi

Jl. Tanjung Duren Utara 4 Nomor 464, RT 11/RW 03, Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol petamburan, Jakarta Barat.


Restoran ini sangat nyaman bagi pengunjung yang datang dengan keluarga atau orang-orang terdekat. Pengunjung bisa memesan menu khas Indonesia atau ala Barat.

2. Kampung Kecil Kedoya Puri Kembangan

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Puri Kembangan Nomor 66 Kedoya Raya, Puri Kembangan, Jakarta Barat.

Resto Kampung Kecil berdiri di tempat nyaman dan sangat cocok bagi pengunjung yang datang dengan keluarga. Pengunjung bisa memilih menu khas Sunda yang cukup populer.

3. Waroeng Sunda

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Panjang Nomor 57 RT 6/RW 1, Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Menu di sini utamanya adalah hidangan khas Sunda dengan rasa yang fresh dan segar. Pengunjung dapat memilih arena makan di dalam atau luar ruangan sesuai kebutuhannya.

4. Kampung Makan

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Joglo Raya Nomor 21, RT 7/RW 1, Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Selain luas, resto menyediakan playground bagi anak-anak yang datang bersama pengunjung. Di sini tersedia aneka masakan khas Indonesia, Western, Chinese, dan fusion yang cocok dengan selera pengunjung.

5. Layar Seafood dan Ikan Bakar Pesanggrahan

Jam buka

Setiap hari: 11.00-21.30

Lokasi

Jl. Pesanggrahan Nomor 80, RT 1/RW 3, Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Di sini pengunjung bisa menikmati arena restoran yang bersih, luas, nyaman, dan tentunya ramah anak. Menu andalan resto adalah olahan seafood serta hidangan lain yang tak kalah enak.

6. Eyang Cadas Kedoya

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Panjang Nomor 36, Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Resto Eyang Cadas menyediakan menu khas Jawa dan Sunda yang bersertifikasi halal. Pengunjung bisa memilih arena indoor atau outdoor saat menikmati makanan bersama keluarga.

7. Saung Kay

Jam buka

  • Senin-Sabtu: 10.00-22.00
  • Minggu: 10.00-23.00

Lokasi

Jl. Raya Duri Kosambi Nomor 27, RT 3/RW 1, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Restoran ini menyediakan arena yang asri dan nyaman cocok untuk keluarga. Pengunjung bisa memilih aneka makanan khas Sunda yang menjadi andalan. Untuk anak-anak, tersedia menu dengan rasa yang tidak tajam.

8. Restoran Warung Kelapa (Waroeng Kelapa)

Jam buka

  • Senin-Kamis: 08.00-22.00
  • Jumat, Sabtu, Minggu: 08.00-23.00

Lokasi

Jl. Puri Kembangan Nomor 121, RT 11/RW 5, Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Pengunjung yang datanng ke sini bisa menikmati suasana khas Bali yang asri dan tenang. Tentunya resto menyediakan ruang luas, nyaman, cocok bagi pengunjung yang datang dengan keluarga.

9. Saoenk Kito Susilo

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Dr. Susilo I Nomor 1, RT 13/RW 3, Grogol, Kecamatan Grogol petamburan, Jakarta Barat

Pilihan resto ini menyediakan ruang nyaman dan santai, cocok bagi pengunjung yang ingin berakhir pekan dengan keluarga. Untuk menu, pengunjung bisa menikmati masakan Indonesia klasik yang cocok dengan semua usia.

10. Mlinjo Cafe and Resto Tomang

Jam buka

Setiap hari: 09.00-21.00

Lokasi

Jl. Dr. Susilo I Nomor 1, RT 13/RW 3, Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Resto Mlinjo menyediakan masakan khas Jawa dan Pekalongan dengan nuansa tempat yang homey. Pengunjung akan merasa nyaman selama di restoran dan bersantap dengan keluarga serta orang-orang terdekatnya.

11. Pesisir Seafood

Jam buka

Setiap hari: 11.00-22.00

Lokasi

Jl. Meruya Ilir Raya No.9, RT.4/RW.1, Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Di sini, pengunjung akan disuguhi ambiance khas pantai yang santai bagi keluarga. Hidangan andalan adalah olahan seafood dengan berbagai rasa yang cocok untuk anak dan dewasa.

12. Remboelan-Central Park

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Meruya Ilir Raya Nomor 9, RT 4/RW 1, Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Resto ini sudah lama dikenal punya aneka menu terobosan yang cocok di lidah masyarakat. Remboelan menyediakan tatanan resto yang nyaman dan eksklusif bagi pengunjung.

13. Bale Dahar

Jam buka

Setiap hari: 10.00-21.00

Lokasi

Jl. Panjang Nomor 5D, RT 7/RW 11, Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Di sini, pengunjung bisa menikmati suasana yang nyaman dan cocok untuk keluarga. Pilihan menunya adalah masakan khas Nusantara dengan olahan yang cocok untuk semua pengunjung.

14. Saung Kita Tanjung Duren

Jam buka

10.00-22.00

Lokasi

Jl. Tanjung Duren Barat I Nomor 33, RT 12/RW 4, Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol petamburan, Jakarta Barat.

Dikutip dari review google, restoran ini dinilai cukup nyaman dengan menyediakan arena lesehan. pengunjung bisa memilih aneka menu yang cocok untuk dewasa dan keluarga.

15. Dapur Waris

Jam buka

  • Senin-Jumat: 11.00-21.00
  • Sabtu, Minggu: 11.00-21.30

Lokasi

Jl. Pesanggrahan Nomor 138, RT 1/RW 7, Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Resto ini menyediakan aneka olahan bebek dan menu pendampingnya. Pengunjung juga bisa memilih hidangan lain yang lebih cocok dengan lidahnya.

Bagi detikers yang ingin mengunjungi salah satu rekomendasi restoran keluarga di Jakarta Barat bisa pesan tempat dan menu lebih dulu. Reservasi memungkinkan pengunjung menikmati fasilitas dan layanan yang disediakan resto.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ini Dia, Pulau Terpadat dan Paling Kaya di Kepulauan Seribu


Jakarta

Pulau Kelapa tercatat sebagai wilayah dengan penduduk paling banyak sekaligus terkaya di Kepulauan Seribu, Jakarta. Paling kaya merujuk pada perputaran uang yang sangat aktif sehingga berdampak baik pada perekonomian warga.

Warga Pulau Harapan mengelola sektor wisata yang memang menjadi keunggulan wilayah tersebut. Sektor ini banyak dilirik wisatawan terutama pada saat libur. Para wisatawan bisa berenang, snorkeling, atau sekadar menikmati pantai bersama keluarga.

Pulau Paling Padat di Kepulauan Seribu

Penduduk Pulau Kelapa mencapai 7.708 jiwa berdasarkan data BPS Kabupaten Kepulauan Seribu tahun 2023, yang dikutip dari Kecamatan Kepulauan Seribu Utara Dalam Angka Kepulauan Seribu Utara tahun 2024. Jumlah tersebut terdiri dari 3.840 laki-laki dan 3.868 perempuan.


Kepadatan Pulau Kelapa mencapai 2.987,59 per km2 dan menjadi yang terbesar di seluruh wilayah administrasi Kabupaten Kepulauan Seribu. Pulau Kelapa sebetulnya adalah kelurahan yang terdiri dari 36 pulau lain. Sebanyak dua pulau berpenghuni sedangkan 34 lain tidak didiami penduduk. Dua pulau yang berpenghuni adalah Pulau Kelapa dan Pulau Kelapa Dua.

Pulau Paling Kaya di Kepulauan Seribu

Pulau Kelapa ternyata menjadi salah satu wilayah terkaya di Kepulauan Seribu, bersama Pulau Harapan. Perputaran uang di Pulau Kelapa sangat cepat, sehingga masyarakat bisa memperoleh pemasukan lebih banyak yang akan berdampak baik pada kehidupannya.

Dalam arsip berita detikcom, jumlah uang masuk dari usaha homestay dan akomodasi liburan lain bisa mencapai Rp 1,2 miliar. Pemasukan ini banyak diperoleh saat musim liburan ketika wisatawan berkunjung bersama keluarga dan teman terdekat.

Wisata di Pulau Kelapa

Dikutip dari Jadesta Kemenparekraf, spot wisata di Pulau Kelapa di Kepulauan Seribu adalah:

  • Snorkeling: Rp 500 ribu
  • Jelajah pulau: Rp 500 ribu
  • Wisata mancing: Rp 1 juta
  • Syukuran laut: Rp 300 ribu
  • Wisata kemah Rp 200 ribu
  • Penangkaran penyu sisik: Rp 25 ribu
  • Eduwisata Adopsi Karang: Rp 100 ribu
  • Wisata religi makam Sultan Maulana Mahmud Zakaria: Rp 50 ribu
  • Landmark Desa Wisata Pulau Kelapa: Rp 20 ribu

Di sini juga tersedia homestay yang dikelola masyarakat setempat dengan kisaran harga Rp 900 ribuan. Tarif sewa homestay bergantung kebijakan pengelola yang biasanya dipengaruhi fasilitas, layanan, view, dan kemudahan akses.

Sebelum berkunjung ke Pulau Kelapa sebagai kawasan paling padat dan salah satu yang terkaya, jangan lupa update ketersediaan layanan serta tarifnya. Info terbaru memungkinkan pengunjung menyusun itinerary liburan dengan baik.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Rekomendasi Staycation Murah untuk Long Weekend Area Jabodetabek


Jakarta

Staycation kerap jadi pilihan warga Jabodetabek yang ingin liburan tanpa harus banyak melakukan perjalanan. Pilihan staycation biasanya punya banyak fasilitas dan pelayanan lengkap, serta tidak jauh dari destinasi wisata.

10 Rekomendasi Staycation Murah Area Jabodetabek

Staycation tentunya bisa dilakukan di hotel, resort, atau homestay dengan tarif menginap kurang dari Rp 300 ribu per malam. Berikut rekomendasinya dikutip dari situs traveling online.

1. VNC Alam Sutera Hotel Powered by Archipelago


Harga

Mulai dari Rp 241.233 per malam

Alamat

Gang Mawi, Pondok Jagung, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Hotel ini tidak jauh dari pusat kota Tangerang Selatan yang punya banyak pilihan kuliner. Lokasi hotel juga mudah dijangkau bagi pengunjung yang ingin piknik ke Jakarta atau kota lain di sekitarnya. Selain kamar nyaman, hotel ini menyediakan fasilitas lain misal kolam renang outdoor, parkir gratis, taman dan teras.

2. Le Paris Syariah Residence by AbdiHome

Harga

Mulai dari Rp 109.821 per malam

Alamat

Jl. Daan Mogot KM 23 Nomor 20, Tanah Tinggi, Tangerang.

Hotel ini cocok bagi pengunjung yang datang bersama anak, anggota keluarga lain, atau teman. Check ini tersedia 24 jam, sehingga pengunjung yang pulang malam usai piknik atau mulai menginap sangat pagi tak perlu khawatir. Pengunjung bisa langsung menikmati kamar yang bersih, nyaman, dan aman. Di sini juga tersedia WiFi gratis 24 jam sehingga pengunjung selalu terhubung dengan dunia luar setiap saat.

3. Homestay Helinium

Harga

Mulai dari Rp 288.288 per malam

Alamat

Jl. Danau Bogor Raya Blok Helinium Golf, Sukaraja, Jawa Barat.

Lokasi homestay tidak jauh dari destinasi wisata populer misal Gumati Waterpark dan Waterpark SKI, sehingga cocok bagi yang ingin menginap bersama keluarga. Pengunjung bisa mulai check in pukul 14.00 dan check out sebelum pukul 12.00. Homestay memastikan pengunjung merasa betah tinggal di kamar bersih, nyaman, dengan perlengkapan dan fasilitas lengkap. Bagi pengunjung yang ingin merokok disediakan lokasi khusus.

4. Ispi Hotel Cikarang Festival

Harga

Mulai dari Rp 260.890 per malam

Alamat

Cifest Cikarang, Jl. Raya Cikarang-Cibarusah, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Jawa Barat.

Penginapan ini mendapat ulasan sangat baik dari para pengunjung. Kebanyakan memuji kebersihan dan layanan hotel dengan staf yang ramah dan profesional. Hotel menyediakan sarapan dengan harga Rp 75 ribu per orang pada pukul 06.00-10.00. Pengunjung yang ingin menginap bisa check in di pukul 14.00 dan check out sebelum jam 12.00. Jika ingin check in lebih cepat atau menginginkan fasilitas lain, pengunjung bisa menghubungi pihak hotel lebih dulu.

5. Lima Residence Tebet

Harga

Mulai dari Rp 219.479 per malam

Alamat

Jl. Tebet Timur Dalam VIII T Nomor 5, Jakarta.

Lokasi penginapan ini dekat spot wisata populer dan Instgramable Tebet Eco Park, sehingga cocok buat pengunjung yang ingin healing. Selain itu, ada beberapa restoran yang bisa dinikmati selama berkunjung. Pengunjung tak perlu mengkhawatirkan kebersihan dan kenyamanan, karena pengunjung kebanyakan memuji kondisi kamar seperti tertulis dalam ulasannya.

6. LeGreen Suite Slipi

Harga

Mulai dari Rp 274.400 per malam

Alamat

Jl. Pam Lama Nomor 2B, Pejompongan, Jakarta.

Dalam hasil ulasannya, kebanyakan pengunjung menyukai lokasi penginapan yang strategis sehingga mudah menuju destinasi pilihan di Jakarta. Sebelum berkunjung, jangan lupa untuk menghubungi pengelola penginapan lebih dulu untuk memastikan ketersediaan kamar. Pengelola juga bisa membersihkan dan menyiapkan perlengkapan bagi tamu yang akan menginap.

7. Villa Jatimas Hijau

Harga

Mulai dari Rp 174.532 per malam

Alamat

Jl. Raya Hankam Cisarua KM 82, Jogjogan, Puncak, Jawa Barat.

Penginapan ini adalah pilihan tepat untuk detikers yang datang sendiri atau bersama keluarga. Hawa sejuk, tenang, dan teduh sangat cocok untuk kamu yang ingin healing tanpa terganggu. Bagi yang bertujuan piknik dengan keluarga, penginapan ini tidak terlalu jauh dengan Taman Safari Indonesia. Sebagai tambahan, penginapan menyajikan view Gunung Gede yang sangat indah dan agung.

8. Hotel O Bogor (sebelumnya Ken Raudhah Inn)

Harga

Mulai dari Rp 169.141 per malam

Alamat

Jalan Raya Puncak – Cianjur KM 84, Cisarua, Puncak, Jawa Barat.

Memilih hotel ini adalah pilihan tepat bagi detikers yang ingin healing sendiri, bersama teman, atau keluarga. Fasilitas di sini sangat lengkap mulai dari hiburan, olahraga, dan aktivitas lainnya. Hotel ini tentunya dekat dengan destinasi wisata favorit Taman Safari Indonesia, Curug Cilember, atau Pasar Cisarua.

9. Resort Prima Cipayung Bogor

Harga

Mulai dari Rp 198.037 per malam

Alamat

Jl. Raya Puncak-Gadog KM 20, Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Cisarua, Jawa Barat

Staycation bersama keluarga atau orang-orang terdekat di resort ini memungkinkan kamu melihat pemandangan Cisarua yang cantik sambil healing. Kamu juga bisa berkunjung ke destinasi wisata populer dekat resort misal taman wisata Cimory, Curug Cilember, dan The Ranch. Tidak perli khawatir soal fasilitas dan pelayanan, karena di sini tersedia lengkap plus sarapan di pukul 06.00-10.00.

10. Bambo Inn Hotel & Cafe

Harga

Mulai dari Rp 258.328 per malam

Alamat

Jl. Kota Bambu Selatan Nomor 9 Slipi, Jakarta Barat.

Berlokasi tidak jauh dari pusat kota, pengunjung bisa segera istirahat setelah keliling Jakarta. Pengunjung juga bisa merencanakan perjalanan berikutnya dengan mudah. Hotel ini juga dekat dengan dua pusat perbelanjaan paling besar di Jakarta.

Sebelum berkunjung, detikers bisa update info tarif menginap dan ketersediaan layanan sebelum berkunjung. Selain tarif menginap, detikers bisa mempertimbangkan lokasi staycation dengan akses minim macet.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Suku Anak Dalam Jambi, Asal-usul, Kehidupan, dan Tradisi



Jakarta

Suku Anak Dalam (SAD) merupakan salah satu kelompok etnis yang mendiami wilayah Indonesia. Mereka tinggal di Jambi dan memiliki tradisi tertentu.

Melansir situs detikSumbagsel, Suku Anak Dalam hidup secara berkelompok di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) yang tersebar di sekitar wilayah Jambi dan Sumatera Selatan.

Mengutip informasi dari situs Komunitas Konservasi Indonesia Waris, Suku Anak Dalam disebut juga Suku Rimba atau Suku Kubu. Nama Rimba mengacu pada tempat tinggal mereka di hutan, sedangkan Kubu dalam bahasa Melayu bisa diartikan sebagai orang-orang kotor, primitif, dan terbelakang.


Selain Suku Rimba dan Suku Kubu, Suku Anak Dalam juga ditujukan kepada beberapa suku lain yang mendiami area hutan Jambi seperti Suku Batin Sembilan dan Talang Mamak.

Perbedaannya tampak dari pola hidup antara keduanya, Orang Rimba Hidup Secara Nomaden sedangkan Suku Batin Sembilan dan Talang Mamak hidup menetap dengan becocok tanam untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Asal-usul Suku Anak Dalam

Melansir penelitian dari jurnal “Sejarah Sosial dan Kehidupan Ekonomi Suku Anak Dalam Muslim Kecamatan Air Hitam Kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas” bahwa asal-usul nama Suku Anak Dalam ini ditetapkan oleh Departemen Sosial pada 1970. Nama itu digunakan untuk membedakan masyarakat yang mendiami hutan dengan masyarakat umum yang disebut orang terang.

Secara secara fisik, Suku Anak Dalam diyakini sebagai keturunan Etnis Weddoid. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kesamaan ciri fisik antara Suku Anak Dalam dan Etnis Weddoid seperti, badan yang kecil, kepala berbentuk sedang, rambut keriting, kulit sawo matang, mata menjorok ke dalam, dan kaki kulit yang tebal.

Adapun, secara kebudayaan, suku ini dikaitkan dengan Suku Minangkabau karena sistem Matrilenial yang mereka gunakan dan logat bahasa Suku Anak Dalam yang mirip dengan bahasa Melayu-Minang.

Selain itu, banyak versi yang menulis mengenai asal-usul Suku Anak Dalam. Aliansi Masyarakat Nusantara menyebut bahwa nenek moyang suku ini adalah Maalau Sesaat yang melarikan diri dari keluarganya ke kawasan Air Hitam yang saat itu dikenal dengan Puyang Segayo.

Sumber lain mencatat bahwa Suku Anak Dalam berasal dari keturunan orang Pagaruyung, Sumatera Barat. Kelompok ini diutus oleh Raja Pagaruyung saat itu untuk menjalankan sebuah tugas kerajaan. Namun, karena gagal dalam menjalankan tugas, mereka malu untuk kembali ke kerajaan dan memilih melarikan diri ke area hutan.

Kehidupan Sehari-hari Suku Anak Dalam

Suku Anak Dalam sudah menetap di kawasan hutan sejak lama, sehingga pola kehidupan mereka jauh dari pengaruh peradaban modern. Kondisi ini membentuk pola hidup khas yang menjadi bagian kearifan lokal dan diatur melalui hukum adat yang mereka percayai.

Suku Anak Dalam menjalani kehidupan secara tradisional dengan bergantung kepada alam, suku ini terkenal menggunakan pola kehidupan nomaden.

Suku ini akan berpindah tempat tinggal karena beberapa kondisi seperti, ada anggota keluarga yang meninggal, adanya pergantian musim yang memaksa mereka mencari tempat lain untuk berlindung dan menyesuaikan diri, juga karena kehabisan sumber makanan dari alam.

Dalam kehidupan sehari-hari pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan dibagi berdasarkan peran alami dan kebutuhan komunitas. Kaum laki-laki biasanya bertugas untuk berburu dan mencari sumber makanan.

Mereka berburu berbagai jenis hewan seperti babi hutan, rusa, kancil, ikan, hingga monyet. Sedangkan kaum perempuan biasanya berperan dalam memasak, mengasuh anak, dan mengumpulkan bahan makanan dari alam seperti buah-buahan, sayur-sayuran, atau umbi-umbian.

Dalam proses adat dan sosial, Suku Anak Dalam menerapkan seloko adat, yaitu sistem nilai dan tatanan sosial yang tumbuh serta dipatuhi oleh masyarakatnya.

Terdapat beberapa istilah penting yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari Suku Anak Dalam, sebagai berikut:

1. Bertubuh Onggok atau Bermukim

Istilah ini menggambarkan Suku Anak Dalam yang mulai menetap di satu tempat dan tidak lagi hidup secara nomaden. Mereka mulai membangun tempat tinggal sederhana di sekitar hutan atau di kawasan yang disediakan pemerintah. Meski masih memegang tradisi lama, kelompok ini sudah mulai berinteraksi dengan masyarakat.

2. Berpisang Cangko atau Bercocok Tanam

Berpisang Cangko merujuk kepada kegiatan bercocok tanam yang dilakukan Suku Anak Dalam. Hal ini menunjukkan bahwa mereka mulai beradaptasi dengan pola hidup agraris dan tidak hanya bergantung pada hasil berburu.

3. Beratap Tikai atau Beratap Daun Kayu

Beratap Tikai merujuk pada rumah atau tempat tinggal Suku Anak Dalam. Rumah-rumah yang mereka tinggali bersifat sederhana, hanya memanfaatkan bahan dari alam seperti daun dan kayu yang digunakan untuk pondasi dan atap rumah.

4. Berdinding Baner

Rumah yang ditinggali Suku Anak Dalam biasanya terbuat dari dinding kulit kayu hutan yang biasa disebut dengan istilah Baner.

5. Melemak Buah Betatal

Melemak Buah Betatal berarti mengolah buah betatal sebagai sumber makanan. Buah Betatal merupakan jenis buah hutan yang dijadikan sebagai bahan makan yang mengandung minyak dan lemak nabati.

6. Minum Air dari Bonggol Kayu

Untuk mendapatkan sumber mata air, Suku Anak Dalam biasanya meminum air yang keluar dari pohon. Selain untuk menghilangkan dahaga, minum air dari bonggol kayu ini dipercaya memiliki khasiat sebagai obat.

Tradisi dan Kebudayaan Suku Anak Dalam

Melansir situs detikSumbagsel, berikut beberapa tradisi dan kebudayaan yang berlaku di masyarakat Suku Anak Dalam:

1. Budaya Melangun

Budaya Melangun adalah tradisi masyarakat Suku Anak Dalam yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan dalam masa berkabung. Dalam tradisi ini, mereka meninggalkan tempat tinggal dan pindah ke wilayah lain untuk menenangkan diri selama masa duka.

Dahulu, Melangun bisa berlangsung selama 10 hingga 12 tahun, namun kini masyarakat Suku Anak Dalam hanya melakukan Budaya Melangun selama 4 bulan hingga 1 tahun.

2. Seloko dan Mantera

Seloko dan Mantera merupakan aturan adat dan pedoman hidup untuk mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Seloko menjadi prinsip dan moral kehidupan yang mereka percaya.

Contohnya seperti ungkapan, “Di mano bumi dipijak di situ langit dijunjung” yang memiliki arti di mana kita berada, selalu ada adat yang kita junjung tinggi, kita dituntut untuk menyesuaikan diri.

3. Besale

Besale merupakan upacara adat yang dilakukan dengan duduk bersama-sama meminta permohonan kepada tuhan untuk diberi kedamaian dan kesehatan, serta dilindungi dari bahaya.

Selain itu, Besale juga dilakukan sebagai upcara pengobatan atau tolak bala. Upacara ini dilakukan pada malam hari, dilengkapi dengan sesajen yang terdiri dari kemenyan, bunga, dan sajen perkawinan.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Rekomendasi 5 Desa Wisata Terbaik di Bantul



Bantul

Liburan ke Jogja jangan hanya di pusat kotanya saja. Melipir ke Bantul, ada 5 desa wisata yang layak untuk traveler kunjungi. Apa saja?

Desa wisata saat ini jadi salah satu opsi destinasi yang bisa traveler kunjungi saat liburan. Jika bosan dengan suasana kota, menyambangi 5 desa wisata di Bantul ini asyik juga.

Masing-masing desa wisata ini punya keunggulan atraksi dan budayanya sendiri. Berikut uraiannya:


1. Desa Wisata Krebet, Bantul

Desa Wisata KrebetDesa Wisata Krebet Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

Pertama, ada desa Wisata Krebet di Kabupaten Bantul yang terkenal dengan sentra kerajinan batik kayu yang unik dan langka. Teknik batik yang biasa diaplikasikan di kain, kali ini diterapkan pada media kayu.

Hasilnya berupa produk seperti topeng, wayang, dan souvenir yang cocok untuk oleh-oleh khas Jogja. Tidak hanya menyaksikan hasilnya, pengunjung bisa ikut workshop dan belajar langsung dari para perajin.

Anak-anak pun bisa diajak ikut melukis batik kayu sambil mengenal budaya Jawa. Kombinasi wisata seni dan budaya ini menjadikan Krebet sangat cocok untuk liburan keluarga yang penuh pengalaman baru.

Selain batik, desa ini juga memiliki wisata alam seperti Air Terjun Jurang Pulosari dan Sendang Tirta Waluya. Ada juga jeep wisata untuk menjelajah desa dan kawasan sekitarnya. Homestay dan fasilitas umum tersedia lengkap, menjadikan pengalaman wisata nyaman dan menyenangkan.

2. Desa Wisata Srimulyo, Bantul

Desa Wisata Srimulyo atau Dewi Mulia terletak di Piyungan, Bantul. Dikelilingi Sungai Opak dan Sungai Gawe serta berada di ketinggian 110 meter, desa ini menyuguhkan suasana sejuk dengan udara segar yang cocok untuk wisata keluarga.

Sejak tahun 2018, desa wisata Srimulyo berkembang jadi desa wisata berbasis komunitas dengan lebih dari 10 destinasi. Wisata unggulannya antara lain Bukit Bintang, Watu Amben, Pasar Kebon Empring, hingga Gerbang Banyu Langit yang sangat Instagramable. Di sini juga atraksi budaya seperti Jathilan, Kupatan Jolosutro, dan Gejog Lesung memberi pengalaman unik bagi pengunjung.

Fasilitas pendukungnya juga cukup lengkap, mulai dari taman keluarga, area kuliner, hingga mushola dan toilet bersih. Desa Wisata Srimulyo juga dikenal sebagai Smart Village dan Desa Cantik berkat inovasi dan pengelolaan datanya.

3. Desa Wisata Kasongan, Bantul

Kasongan terkenal sebagai sentra kerajinan gerabah atau keramik. Gerabah khas kasongan tidak hanya diminati di dalam negeri, tapi juga laku di pasar Asia dan Eropa.Kasongan terkenal sebagai sentra kerajinan gerabah atau keramik. Foto: Rifkianto Nugroho

Rekomendasi desa wisata selanjutnya adalah Desa Wisata Kasongan yang berada di Desa Bangunjiwo, Kasihan. Desa ini dikenal sebagai pusat kerajinan gerabah terbesar di Jogja. Letaknya hanya sekitar 7 km dari pusat Kota Jogja dan mudah dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun umum.

Saat tiba di desa wisata ini, wisatawan akan disambut deretan showroom yang menjual berbagai produk gerabah seperti guci, vas, pot bunga, patung Buddha, hingga hiasan rumah dari tanah liat.

Selain berbelanja, pengalaman menarik di Kasongan adalah mengunjungi workshop para perajin. Di sini, pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan gerabah dari awal, mulai dari tanah liat mentah hingga menjadi karya seni yang siap dijual.

Aktivitas ini cocok dilakukan untuk anak-anak dan keluarga yang ingin mencoba membentuk gerabah sendiri. Kasongan juga sarat nilai sejarah.

Legenda tentang tanah warga yang diserahkan karena ketakutan pada Belanda menjadi bagian penting identitas desa ini. Kini, warga yang dulu tak punya tanah justru bangkit lewat kreativitas tangan mereka.

Suasana desa wisata Kasongan yang tenang, ramah, dan penuh karya seni menjadikan desa ini sebagai destinasi menarik untuk wisata keluarga yang ingin nuansa budaya sekaligus edukatif.

4. Desa Wisata Kebonagung, Bantul

Berlokasi di Imogiri, Bantul, Desa Wisata Kebonagung menyuguhkan pemandangan sawah yang luas dengan udara sejuk khas pedesaan. Desa ini berfokus pada wisata pertanian dan budaya, memanfaatkan potensi masyarakatnya yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan peternak.

Suasana yang alami menjadikan tempat ini ideal untuk keluarga yang ingin liburan sambil menyatu dengan alam. Aktivitas wisata di Kebonagung sangat edukatif dan banyak pilihannya.

Wisatawan bisa ikut menanam padi, membajak sawah, menggembala itik, bahkan belajar membuat tempe dan emping secara tradisional. Tidak hanya itu, tersedia juga pelatihan seni budaya seperti jathilan, karawitan, macapat, hingga praktik sholat dan kenduri.

Anak-anak akan menemukan banyak hal baru yang tak mereka jumpai di kota. Kebonagung juga memiliki Museum Pertanian dan sejumlah kegiatan kreatif lain seperti membatik di atas kayu atau keramik.

Wisatawan bisa menyusuri Sungai Opak dengan perahu naga, menjadikan kunjungan semakin berkesan. Kombinasi wisata alam, budaya, edukasi, dan kesenian membuat Kebonagung jadi tempat liburan keluarga yang lengkap dan bermakna.

5. Desa Wisata Wukirsari

Perajin batik tulis di Wukirsari, Imogiri, Bantul.Perajin batik tulis di Wukirsari, Imogiri, Bantul. Foto: Dok Pemkab Bantul

Desa Wisata Wukirsari di Imogiri, Bantul juga tak kalah menarik buat dikunjungi. Desa ini terpilih menjadi 55 Best Tourism Village 2024 atau Desa Wisata Terbaik Dunia oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO).

Prestasi itu berhasil dicapai karena desa wisata Wukirsari memiliki dua warisan budaya tak benda dunia berupa wayang dan batik serta berhasil melestarikannya.

Para perajin wayang dan batik di desa wisata Wukirsari masih terjaga keberadaannya. Terdapat 640 perajin batik dan 300 perajin wayang yang mendapat dukungan sarana dan prasarana dari pemerintahan setempat.

Masyarakat Wukirsari juga masih menjaga betul adat istiadat hingga kelestarian alam. Sehingga masyarakat benar-benar menjadi pelaku wisata di tempat tinggalnya. Tak heran jika hal itulah yang menjadikan Wukirsari masuk dalam daftar desa wisata terbaik dunia 2024.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Hutan Durian Terbesar Asia Tenggara, Ada di Desa Wisata Ini



Trenggalek

Mau pesta durian? Di desa ini mungkin bisa. Desa Wisata Duren Sari Sawahan dikenal sebagai hutan durian terbesar se-Asia Tenggara.

Berlokasi di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, desa ini menawarkan ribuan pohon durian produktif yang tumbuh di area ratusan hektare, sekaligus menjadi destinasi wisata edukasi, kuliner, dan alam yang menarik.

Desa satu ini dikenal luas sejak meraih predikat Desa Wisata Terbaik Nasional 2020. Berbasis Community Based Tourism (CBT), desa ini dibangun atas semangat warga yang ingin menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.


Pada awalnya, kondisi sungai kurang bersih dan hasil pertanian sulit dipasarkan. Namun berkat komitmen masyarakat, terbentuklah Pokdarwis Duren Sari pada 2015, yang kemudian diresmikan dengan SK Dinas Pariwisata Trenggalek pada 2017.

Nama “Duren Sari” bukan sekadar julukan. Desa ini berada di kawasan International Durio Forestry (IDF), hutan durian terluas se-Asia Tenggara seluas 650 hektare, yang ditetapkan Menteri Pertanian pada 2016.

Sebagian besar pohonnya berusia ratusan tahun sejak masa penjajahan dan tetap terjaga kesuburannya hingga kini. Setiap musim panen, durian tampak menggunung di teras rumah warga, menjadi daya tarik utama wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara.

Desa Wisata Duren Sari Sawahan menawarkan pengalaman lengkap bagi pengunjung, mulai dari hamparan hutan durian yang rimbun, suasana pedesaan yang asri, hingga beragam aktivitas edukasi dan kuliner. Setiap sudut desa menghadirkan pesona khas yang membuat wisatawan betah berlama-lama.

IDF menawarkan pengalaman trekking di tengah rindangnya pohon durian tua sambil mengenal berbagai varietas durian lokal. Saat musim panen, pengunjung dapat mencicipi durian yang jatuh langsung dari pohonnya, mulai dari durian Ripto hingga durian khas lain dengan rasa unik.

Selain durian, buah manggis juga melimpah dan dipanen bersamaan. Udara sejuk, oksigen segar hutan, dan keramahan petani durian menjadi pengalaman tak terlupakan bagi wisatawan.

Untuk memenuhi minat beragam wisatawan, Desa Wisata Duren Sari menawarkan paket wisata alam, edukasi, budaya, kuliner, outbound, dan live-in. Dengan homestay yang nyaman, wisatawan dapat tinggal bersama penduduk lokal.

Lalu, merasakan suasana akrab layaknya keluarga, sekaligus belajar kehidupan pedesaan. Hidangan khas seperti wedang jeser (campuran jahe, sere, dan gula aren), sompil, tiwul jambul, hingga nasi luwak siap melengkapi kunjungan Anda.

Jumlah wisatawan terus meningkat, peluang usaha lokal bertambah, dan lingkungan desa menjadi lebih bersih serta sehat. Keterlibatan warga, termasuk mantan tenaga kerja migran yang menjadi pemandu multilingual, membuat desa ini semakin siap menyambut wisatawan dari seluruh dunia.

Artikel ini sudah tayang di detikJatim. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(ddn/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Tempat Wisata Adem yang Cocok Buat Lansia



Bogor

Banyak hal yang harus dipertimbangkan bila liburan bersama lansia. Mulai durasi tempuh, fasilitas destinasi hingga kemudahan beraktivitas.

detikTravel telah merangkum, Sabtu (12/7/2025) destinasi wisata yang adem dan cocok untuk traveler yang liburan membawa lansia.

1. Kebun Raya Bogor

Meadow in Bogor Botanical GardensMeadow in Bogor Botanical Gardens Foto: Getty Images/Ali Alhamizan

Salah satu destinasi wisata Jabodetabek yang mudah dijangkau adalah Kebun Raya Bogor. Area ini cocok untuk lansia karena di sini datar dan rindang. Serta juga banyak kursi taman, jalannya yang lebar dan ramah kursi roda.


Suasana Kebun Raya Bogor yang rindang juga cocok untuk piknik, jalan santai, atau sekadar bersantai di bawah pohon.

2. Selecta Recreation Park, Jatim

Taman Rekreasi SelectaTaman Rekreasi Selecta Foto: M Bagus Ibrahim

Bergeser ke Jawa Timur, traveler bisa nih liburan membawa lansia ke Taman Selecta. Di sini udaranya juga sejuk, banyak taman bunga dan areanya juga landai kok.

Untuk berkeliling kamu bisa memanfaatkan fasilitas trem keliling dan becak mini yang tentu saja ramah untuk lansia dan balita.

3. Taman Nusa, Bali

Bali juga punya wisata yang ramah lansia, salah satunya adalah Taman Nusa. Di sini kamu bisa menikmati wisata budaya interaktif dengan jalur yang landai. Nikmati juga keindahan view lembah dan sawah yang menyegarkan tanpa perlu mendaki.

4. Taman Wisata Cibodas, Cianjur

Masih Jawa Barat, traveler bisa membawa lansia berwisata ke Taman Wisata Cibodas di Cianjur. Taman ini landscape-nya cenderung datar, banyak pepohonan dan berudara sejuk.

Akses menuju ke Taman Wisata Cibodas juga mudah dan memiliki area parkir yang luas.

5. Dusun Bambu, Lembang

Dusun Bambu LembangDusun Bambu Lembang Foto: Istimewa

Berwisata ke Lembang juga bisa nih membawa lansia. Salah satu tempat ramah lansia di Lembang adalah Dusun Bambu.

Di sini jalurnya tertata, berudara sejuk, dan ada buggy untuk keliling. Dan banyak juga area ramah kursi roda kok.

Traveler bersama keluarga juga bisa menikmati makan di saung-saung, jalan santai menikmati danaunya atau sekedar bersantai di tamannya.

(sym/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Mengenal Menara Doa Sinatapan, Tempat Menikah dengan Latar Danau Toba



Samosir

Pesona danau Toba memang tiada duanya. Traveler yang mau menikah dengan latar danau cantik ini bisa mencobanya di Menara Doa Sinatapan.

Menara Doa Sinatapan adalah destinasi wisata yang relatif baru di Samosir, Sumatera Utara. Dari spot ini, traveler bisa mengadakan acara pernikahan dengan berlatarkan kecantikan danau Toba.

Menara Doa Sinatapan dibangun pada 20 Desember 2017. Menara ini berfungsi sebagai tempat doa sekaligus destinasi wisata rohani dengan pemandangan menakjubkan Danau Toba dari ketinggian.


Lokasi tepatnya berada di desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Kata ‘Sinatapan’ sendiri berarti ‘melihat’ atau ‘menatap’ dalam bahasa Batak.

Bangunan sederhana nan cantik ini pun sarat akan makna religius, serta mencerminkan tempat untuk merenung sambil menatap kebesaran ciptaan Tuhan.

Menara Doa Sinatapan lantas semakin dikenal luas berkat pesona alam Danau Toba yang dapat dinikmati dari menara setinggi 10 meter.

Keindahan pulau Samosir yang tampak jelas ditambah dengan hamparan bukit hijau, menjadikan kawasan ini destinasi rohani sekaligus wisata alam yang banyak dikunjungi.

Salah satu pasangan yang melangsungkan acara pernikahan di Menara Doa Sinatapan adalah Hendry Donald Hanesty Sinurat, B.Eng., M.Sc dan Efriska Ginasti Mayangsari Br. Nadeak, S.KPm., M.Si.

Mereka memilih Menara Doa Sinatapan sebagai lokasi pernikahan karena kedekatan emosional terhadap tanah leluhur.

Meskipun keduanya bukan berasal dari Samosir, tapi rasa kedekatan itu mendorong keputusan mereka untuk menggelar acara pernikahan di sana.

“Ini adalah wujud syukur kami sekaligus bentuk kepedulian untuk ikut melestarikan keindahan alam dan budaya Samosir. Kami berharap semakin banyak generasi muda yang juga mencintai tanah leluhur,” ujar Efriska.

Fenomena pernikahan dengan latar nuansa alam diyakini akan terus berkembang dan jadi tren, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya dan alam.

Lokasi-lokasi yang menawarkan nilai spiritual serta keindahan panorama menjadi pilihan yang banyak dipertimbangkan pasangan muda. Terlebih ketika tempat tersebut sarat makna bagi sejarah dan budaya keluarga mereka.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker