Tag Archives: kemarau

Jangan Terlena Hujan, Kemarau Kali Ini Diramal Lebih Kering! Siapkan ‘Tabungan’ Air



Jakarta

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau di banyak wilayah Indonesia mundur menjadi Juli hingga Agustus 2024. Sejumlah wilayah pun tampak akan mengalami kemarau di bawah normal, yakni curah hujan lebih sedikit dibandingkan wilayah lainnya.

Situasi ini berisiko menimbulkan kekeringan lebih tinggi dan cuaca lebih panas. Untuk itu, BMKG meminta masyarakat agar mengantisipasi kemungkinan musim kemarau yang lebih kering dari biasanya.

Ketika kekeringan terjadi, solusi utama memperoleh air adalah memperdalam sumur. Namun, hal tersebut hanya menjadi solusi jangka pendek karena suatu ketika air akan habis tanpa adanya pasokan air hujan.


Oleh karena itu, sebaiknya menabung air di dalam tanah ketika musim hujan sebagai persiapan menghadapi musim kemarau. Berikut ini tips menyiapkan tabungan air sebagai solusi mencegahnya kekeringan.

Siapkan Lahan Resapan Air

Untuk menabung air di dalam tanah, sebisa mungkin air hujan yang terserap oleh tanah. Memaksimalkan air hujan yang jatuh masuk ke tanah dengan tidak menutup rumah seluruhnya dengan tegel atau beton.

Sediakan sisa lahan atau ruang terbuka untuk air hujan meresap ke tanah. Hal tersebut dapat dilakukan secara alami dengan tanah terbuka yang ditanami rumput sebagian.

Selain itu, membuat sumur resapan mampu meresap air lebih maksimal ke dalam tanah. Lalu, bisa juga dengan membuat kolam-kolam kecil, cekungan kecil agar air hujan tertampung seperti biopori supaya membantu tanah meresap lebih banyak air.

Pasang Talang Air

Apabila memiliki lahan terbatas yang mengharuskan menutup lahan dengan tegel atau beton, maka talang yang langsung dihubungkan ke tanah dapat menjadi solusi. Langkah ini merupakan alternatif bila tidak ada lahan yang cukup untuk dibuka sebagai tempat resapan air.

Jangan sampai semua air hujan yang jatuh malah mengalir ke got daripada meresap ke dalam tanah. Dengan talang air, air hujan nantinya disalurkan lewat talang agar langsung masuk sumur resapan, sehingga resapan air ke tanah lebih optimal.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

RI Masuk Musim Kemarau, Simak Cara Biar AC Nggak Boros Listrik di Siang Hari


Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis prakiraan cuaca di Indonesia. BMKG memperkirakan sebanyak 63,66% Zona Musim di Indonesia, akan memasuki periode musim kemarau pada bulan Mei hingga Agustus 2024.

Berdasarkan data BMKG, suhu di beberapa wilayah Indonesia akan berada di atas 36°C. Dengan kondisi seperti ini, kinerja AC pada ruangan rumah dan gedung akan semakin berat, sehingga penggunaan listrik akan menjadi semakin boros.

Tapi kali ini kamu tidak perlu khawatir, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan supaya kinerja AC kamu menjadi tetap efisien di cuaca yang panas ini. Berikut caranya.


Cara Meningkatkan Efisiensi AC Supaya Tidak Boros Listrik

Dikutip dari homeserve.com, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan supaya efisiensi AC di rumah kamu tetap terjaga.

1. Pilih Ukuran Yang Tepat

Cara yang pertama tentunya dengan memastikan ukuran daya dingin AC sesuai dengan ukuran ruangan yang ingin kamu pasangi AC.

Bila daya dingin AC terlalu kecil untuk ruangan, AC akan kesulitan untuk mendinginkan ruangan sehingga akan aktif terus-menerus. Sehingga penggunaan listrik akan menjadi semakin boros.

2. Bersihkan AC

Unit AC dilengkapi filter perlu diganti secara berkala. Bila tidak dibersihkan, filter udara ini akan tersumbat. Hal ini akan membuat AC bekerja lebih keras dan boros listrik.

Jangan lupa juga untuk membersihkan AC Luar, bisa jadi AC bagian luar tersumbat oleh dedaunan dan debu. Pastikan juga saluran pembuangan air bersih dan bebas dari penghalang agar air embun dapat mengalir dengan bebas.

3. Batasi Sumber Panas Dalam Ruangan

Peralatan yang menghasilkan panas seperti kompor, pengering pakaian, dan pengering rambut bisa mempengaruhi suhu di dalam ruangan. Hal ini akan memaksa AC untuk bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu batasi penggunaan peralatan semacam ini. Selain itu, kamu juga harus menjauhkan termostat AC dari peralatan yang menghasilkan panas, karena dapat mempengaruhi pembacaan termostat yang akan menyebabkan AC bekerja lebih sering.

4. Tutup Rapat Ruangan

Lubang, retakan, dan celah di dalam ruangan akan membuat AC jadi kurang efisien, karena udara dingin yang dihasilkan AC dapat keluar sehingga menyebabkan AC bekerja lebih keras dan bekerja lebih lama untuk menjaga suhu di dalam ruangan.

Maka dari itu, kamu harus pastikan untuk menutup celah dan retakan yang biasanya ada di sekitar jendela, pintu, dinding, atau jalur pipa dan kabel yang masuk ke dalam ruangan.

5. Pilih Suhu yang Tepat

Semua orang pasti selalu ingin suhu AC agar disetel sedingin mungkin. Tetapi, dalam cuaca yang terlalu panas, sebaiknya kamu meningkatkan suhu AC kamu secukupnya. Menaikkan suhu termostat beberapa derajat dapat menghemat energi, karena AC jadi tidak bekerja terlalu keras.

6. Jaga Aliran Udara AC Luar

Sirkulasi udara di sekitar unit AC luar membantunya bekerja lebih efisien. Selain dengan membuat atap pada AC luar, kamu juga harus memastikan agar aliran udara pada AC luar tidak tertutup. Jika perlu, kamu bisa kurangi tumbuh-tumbuhan di sekitar AC luar dan berikan jarak minimal 2 kaki (60 sentimeter) di sekitar AC.

7. Perawatan Rutin

Selalu jadwalkan perawatan rutin oleh tenaga ahli untuk mengeceknya setidaknya setahun sekali. Teknisi ahli bisa membersihkan unit secara mendalam dan mencari potensi masalah yang dapat mereka perbaiki sebelum menjadi masalah besar.

8. Kurangi Sinar Matahari

Sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan akan membawa energi panas. Maka dari itu, kamu harus pastikan untuk meminimalisir masuknya cahaya matahari pada ruangan yang kamu pasangi AC.

Tutup gorden jendela ketika sinar matahari menyinari tepat ke arah jendela. Hal ini dilakukan untuk mencegah energi panas masuk ke dalam ruangan, yang akan membuat AC menjadi boros listrik.

Itu dia beberapa cara agar AC kamu tidak boros listrik pada musim kemarau ini. semoga bermanfaat!

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Sumur Resapan Air, Strategi Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau



Jakarta

Musim kemarau ditandai dengan curah hujan yang menurun. Hal ini dapat menimbulkan kekeringan, bahkan krisis air bersih.

Padahal, air merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia. Dari minum, membersihkan diri, hingga mengairi tanaman mengandalkan air.

Nah, perlu sekali mengantisipasi kekeringan di musim kemarau. Ambil kesempatan untuk menampung air di kala hujan, salah satunya bisa dengan sumur resapan air.


Koordinator Nasional Pengelolaan Sumber Daya Air Berketahanan Iklim dari USAID IUWASH Tangguh, Asep Mulyana menjelaskan sumur resapan air adalah media berupa lubang untuk menampung air hujan atau air larian. Air yang tertampung dalam sumur akan meresap ke dalam tanah.

“Sumber air hujan atau mengalir tidak terkontrol itu bisa menjadi sebuah cadangan air tanah untuk dimanfaatkan dan tabungan di musim kemarau,” ujar Asep kepada detikcom, Kamis (30/5/2024).

Ia menyebut sumur resapan sebagai model intervensi teknologi sederhana dalam rangka mengendalikan atau mengelola sumber daya air, khususnya air hujan dan air larian di permukaan tanah.

Terlebih, saat ini kawasan dengan lahan hijau untuk meresap air hujan sudah minim. Maka, sumur resapan menjadi alternatif yang baik untuk menahan dan mengembalikan air ke dalam tanah.

Sumur resapan ini menjadi sangat menguntungkan karena mencegah masalah serta bermanfaat sebagai tabungan air. Daripada membiarkan air hujan mengalir hingga menimbulkan masalah seperti banjir dan genangan yang merusak jalan.

“Kalau punya sumur gali (atau) sumur pantek (bar), dan di rumah ada sumur resapan, dijamin tidak akan kering sumur (air) karena air masuk ke dalam sumur (dari sumur resapan). Dan itu manfaatnya di musim kemarau yang paling utama, karena kita pakai saat tidak ada hujan,” ucapnya.

Lalu, Asep menerangkan cara memanfaatkan air hujan dengan sumur resapan. Pemilik rumah bisa menggunakan air toren selama musim hujan. Sementara kelebihan air hujan bisa masuk dan meresap ke tanah dengan sumur resapan, sehingga menjadi air tanah.

“Pada saat tidak ada hujan, toren kosong, kita bisa pompa dari sumur resapan,” katanya.

Dengan demikian, sumur resapan menjadi salah satu strategi untuk mengatasi kekeringan di musim hujan.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Cara Bikin Sumur Resapan Air Hujan buat Antisipasi Banjir & Kekeringan


Jakarta

Sumur resapan air di rumah sangat bermanfaat untuk mengantisipasi berbagai masalah di sekitar rumah. Sumur ini membantu mencegah banjir di musim hujan dan menampung air untuk menghadapi kekeringan di musim kemarau.

Koordinator Nasional Pengelolaan Sumber Daya Air Berketahanan Iklim dari USAID IUWASH Tangguh, Asep Mulyana menyebut sumur resapan air sangat bermanfaat untuk mengelola air hujan. Ia mendefinisikan sumur resapan air sebagai media berupa lubang untuk menampung air hujan atau air larian di permukaan tanah.

“Sumber air hujan atau mengalir tidak terkontrol itu bisa menjadi sebuah cadangan air tanah untuk dimanfaatkan dan tabungan di musim kemarau,” ujar Asep kepada detikcom, Kamis (30/5/2024).


Sumur resapan ini bermanfaat sebagai tabungan air daripada membiarkan air hujan mengalir hingga menimbulkan masalah seperti banjir dan genangan air. Lalu, bagaimana cara membuat sumur resapan air di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

Cara Membuat Sumur Resapan Air

1. Tentukan Letak Sumur

Asep mengatakan sumur resapan air idealnya berada di dataran paling rendah di halaman rumah. Maka, carilah letak yang rendah supaya air hujan mengalir ke arah sumur resapan air.

Selain itu, pastikan sumur resapan memiliki jarak aman sesuai standar terhadap bangunan lain seperti fondasi rumah dan septic tank.

2. Hitung Curah Hujan

Untuk menentukan dimensi lubang resapan air, tergantung pada ukuran atap dan curah hujan suatu kawasan. Asep membagikan tips mudah menghitung curah hujan menggunakan gelas.

“Simpan gelas di halaman rumah dari mulai hujan sampai berhenti hujan. Misalkan muncul (ketinggian) 5 cm, berarti intensitas curah hujan itu 5 cm di situ dalam sekali hujan,” katanya.

Angka tersebut dikonversikan ke satuan meter, lalu dikalikan dengan luas atap rumah untuk menentukan volume lubang sumur resapan.

3. Gali Lubang

Selanjutnya, gali lubang dengan dimensi yang sesuai dengan volume tersebut. Dimensi ini bisa disesuaikan dengan ukuran lahan yang dimiliki. Kedalaman sumur bisa 1-2 meter sesuai kebutuhan dan bentuk lubang dapat berupa persegi panjang.

4. Buat Dinding

Kemudian, bangun tembok mengitari sumur untuk mengamankan bentuk sumur. Tembok ini terbuat dari bata dan memiliki kedalaman 50 cm. Sementara sisa dinding sumur dibiarkan tanpa tembok untuk memaksimalkan resapan air ke arah samping.

5. Isi Lubang Sumur

“Untuk mengamankan kondisi sumur di paling bawah dikasih 20-30 cm kerikil. Di atasnya lagi dikasih 20-30 cm ijuk. Fungsinya untuk menahan kotoran atau lumpur yang masuk,”

Kalau air hujan yang masuk ke dalam sumur berasal dari atap yang disambungkan ke paralon, maka tidak perlu mengkhawatirkan kotoran dan lumpur memenuhi sumur.

5. Pastikan Aliran Air

Pastikan air hujan akan mengalir ke sumur resapan dengan membuat sumur di dataran rendah. Jika halaman rumah datar, air bisa dialirkan dengan membuat parit kecil yang mengarah ke lubang dinding sumur resapan.

Selain itu, air hujan yang jatuh ke atap juga bisa dialirkan ke sumur dengan membuat talang air dan paralon.

6. Tutup Permukaan

Apabila permukaan sumur resapan akan difungsikan, misalkan parkiran motor atau tempat jemuran, maka permukaan sumur dicor seperti membuat septic tank. Maka, pengecoran juga menggunakan tulang besi dan manhole.

Itulah cara membuat sumur resapan air untuk mengantisipasi masalah di kemudian hari. Semoga bermanfaat!

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com