Tag Archives: kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif

Daya Tarik, Aktivitas Seru, dan Harga Tiket Masuk


Jakarta

Ada banyak tempat wisata di Batam yang patut dikunjungi, salah satunya adalah Pantai Nongsa. Pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh penduduk lokal serta wisatawan lokal maupun mancanegara.

Salah satu daya tarik dari pantai ini adalah view matahari terbenam. Selain itu, pasir pantainya yang putih juga membuat pengunjung betah berlama-lama di sini.

Ada berbagai aktivitas seru dan menarik yang bisa dilakukan di Pantai Nongsa. Daripada penasaran, simak ulasannya dalam artikel ini.


Daya Tarik Pantai Nongsa

Daya tarik utama Pantai Nongsa adalah melihat langsung sunset dari pinggir pantai. Ada beberapa spot menarik bagi pengunjung untuk menikmati matahari terbenam sambil bersantai di pinggir pantai.

Lalu, ombak di pantai ini juga cukup tenang, sehingga cocok bagi travelers yang ingin berenang dan bermain dengan si kecil. Namun, tetap waspada dan selalu perhatikan anak-anak saat berenang agar tidak terlalu ke tempat yang dalam.

Selesai berenang, kamu bisa bersantai menikmati cuaca cerah di bawah pohon kelapa. Di sekitar Pantai Nongsa juga terdapat warung dan penjual makanan, jadi jangan khawatir kalau perut sudah lapar.

Dilansir situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, daya tarik lainnya dari Pantai Nongsa adalah pasir pantainya yang putih dan bersih, sehingga cocok untuk anak-anak yang ingin bermain pasir. Jangan lupa untuk berfoto dengan latar belakang laut biru dan pasir putih pantai, kemudian upload ke media sosial.

Aktivitas Seru di Pantai Nongsa

Ada banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan di Pantai Nongsa. Maka dari itu, tempat wisata ini sangat cocok bagi detikers yang ingin berlibur bareng teman, keluarga, hingga pasangan.

Sejumlah aktivitas seru yang bisa dilakukan di Pantai Nongsa di antaranya:

  • Berenang
  • Bermain pasir
  • Bersantai di pinggir pantai
  • Menikmati matahari terbenam (sunset)
  • Bermain bola/voli pantai
  • Melihat pemandangan laut
  • Menikmati kuliner khas Batam sambil duduk di atas pasir putih.

Fasilitas di Pantai Nongsa

Demi memberikan kenyamanan bagi para wisatawan, Pantai Nongsa memiliki fasilitas yang cukup lengkap, yaitu:

  • Toilet
  • Kamar mandi bilas
  • Tempat makan
  • Warung
  • Mushola
  • Lahan parkir yang luas
  • Tempat penginapan.

Harga Tiket Masuk ke Pantai Nongsa

Seperti tempat wisata pada umumnya, pengunjung yang datang ke Pantai Nongsa akan dikenakan tiket masuk. Dari catatan detikTravel, untuk harga tiket masuk (HTM) Pantai Nongsa dipatok sebesar Rp 10.000 per orang.

Apabila detikers membawa kendaraan, maka dikenakan biaya parkir sebesar Rp 10.000 untuk mobil dan Rp 5.000 untuk sepeda motor.

Bagi travelers yang datang bersama teman atau keluarga, tersedia juga pondok untuk bersantai. Harga sewanya sebesar Rp 50.000 saat weekday dan Rp 100.000 ketika weekend. Untuk pondok dengan ukuran yang lebih besar harga sewanya Rp 150.000.

Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu.

Pantai Nongsa terletak di sebelah utara Batam, tepatnya di sepanjang Pasir Kampung Nongsa, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam. Akses menuju Pantai Nongsa terbilang mudah karena bisa dilalui kendaraan.

Dari pantauan di Google Maps, jarak dari Alun-alun Batam Centre menuju Pantai Nongsa sekitar 20 kilometer atau 30 menit dengan berkendara mobil.

Apabila berangkat dari Bandara Internasional Hang Nadim, jaraknya lebih dekat menuju Pantai Nongsa, yaitu sekitar 13 kilometer atau 15 menit dengan mengendarai mobil.

Demikian pembahasan mengenai Pantai Nongsa yang merupakan salah satu pantai terkenal di Batam. So, apakah travelers tertarik berkunjung ke sana?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Agar Bali Utara Tidak Lagi Menjadi Nomor Dua



Jakarta

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama pemerintah Bali berusaha meratakan penyebaran turis dengan cara memperkenalkan Bali utara. Salah satu faktor yang menyebabkan tidak meratanya wisatawan ini adalah akses menuju lokasi.

Bali masuk dalam daftar destinasi wisata favorit dunia yang dinyatakan mengalami overtourism. Salah satu fakta yang mencolok adalah macet parah di jalan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada akhir tahun lalu.

Tetapi, pemerintah RI dan Bali tidak sepakat. Mereka kompak menyebut kondisi itu disebabkan wisatawan yang tidak merata di Pulau Dewata. Turis-turis lebih menyukai pelesiran dan berwisata di kawasan Bali selatan, mulai dari Seminyak, Kuta, Legian, Jimbaran, Benoa, Nusa Dua, Uluwatu, hingga Pecatu.


Area itu memang lebih mudah dijangkau dari bandara. Hanya diperlukan waktu tempuh satu jam dari gerbang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan berkendara.

Fasilitas juga lebih komplet. Banyak pilihan beach club, hotel, kafe, dll.

Nah, kini pemerintah sedang mengupayakan pemerataan wisata di Bali. Sejumlah pembangunan dikebut.

Destinasi wisata di bali utara diklaim tidak kalah dari Bali selatan. Di antaranya, Pantai Lovina dengan konservasi lumba-lumbanya, Handara Gate dengan gerbang eksotisnya, dan Desa Pemuteran dengan konservasi penyu dan karangnya.

Infografis wisata Bali utara 1Infografis wisata Bali utara 1 (infografis detikcom)

Tetapi, satu kelemahan Bali utara yang bikin wisatawan menomorduakan kawasan itu adalah jarak yang jauh dari bandara. Sudah begitu jalanan sempit.

“Tentu kita harapkan ada aksesibilitas yang lebih cepat. Sekarang kan sedang dibangun apa namanya tol yang sedang dalam proses Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, nanti ini bisa mempercepat,” kata Gede Dody Sukma Aktiva Askara, kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, beberapa waktu lalu

“Kemudian untuk mempercepat aksesibilitas kita di Bali Utara juga dari sisi angkutan darat itu sudah dibangun jalan pintas dari Bedugul menuju kota Singaraja dalam kawasan Lovina. Jadi jalan yang berkelok itu sudah dipangkas-pangkas kelokannya, tikungan itu beberapa dipangkas dari 16 tikungan menjadi 5 tikungan dengan derajat yang landai. Nah ini akan terus sampai dengan ke bawah dibangun, mudah-mudahan berkelanjutan sehingga sampai Kota Singaraja penumpang tidak mabuk,” ujar Dody.

Andai rencana pemerintah dijalankan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan proyek Tol Gilimanuk-Mengwi akan dilanjutkan pada September 2024.

Ramai didatangi turis Eropa

Berbeda dengan kawasan Bali Selatan yang ramai hiburan, Bali utara lebih cenderung tenang dan berfokus kepada wisata konservasi. kegiatan hiking, diving dan planting pun menjadi andalan mereka untuk menarik turis ke sana.

Faktanya, wisata Bali Utara ternyata diminati oleh wisatawan Eropa. Dari tahun ke tahun, turis asing paling banyak datang dari Eropa.

“Paling banyak turis Eropa. Kalau yang tertinggi saat ini adalah dari Prancis. Selanjutnya diikuti turis China. Bulan ini saja jumlah turis Prancis 9.000, sedangkan turis China ada 6.000 orang,” kata Gede Dody

Angka itu diakui Dody sangat kecil jika dibandingkan dengan kedatangan turis asing ke Bali.

“Kalau kita bandingkan dengan kedatangan wisatawan melalui Bandara Ngurah Rai itu kita ada pada posisi 8%. Kemudian dari yang menginap Land of stay-nya itu rata-rata 2,5 persen saka,” kata dia.

Destinasi berwisata

Bali Utara punya banyak destinasi wisata ciamik yang ingin liburan seru. Mulai dari bawah lautnya yang memukau hingga desa wisatanya yang kaya.

1. Handara Gate, gerbang iknoik yang viral di media sosial

Handara Gate berada di Jln. Raya Singaraja-Denpasar, Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Bila ditempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai butuh waktu empat jam untuk ke sini.

Handara Gate yang ikonik ini begitu viral di media sosial. Saking ciamiknya foto di sana, sering kali netizen menyebutkan ‘Gate to the Heaven’ atau Gerbang Surga.

2. Desa Wisata Pemuteran

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Desa Pemuteran lho. Mulai dari snorkling hingga trekking.

Di desa ini terdapat konservasi terumbu karang yang pastinya membuat bawah lautnya menjadi cantik. Kamu yang suka snorkling cocok banget nih datang dan belajar tentang terumbu karang di sini.

Di desa ini juga ada Proyek Penyu, penangkaran penyu yang dikelola sebuah organisasi yang menggandeng masyarakat lokal. Telur-telur penyu yang didapatkan nelayan akan dikumpulkan di sini hingga dikembangbiakkan. Nanti setelah berumur 2-3 bulan, tukik-tukik ini dilepaskan ke laut.

Desa Pemuteran memiliki pantai berpasir hitam. Walau begitu, sore-sore di sini bersantai juga bisa jadi kegiatan seru.

3. Desa Les

Desa Les juga punya banyak aktivitas seru, mulai snorkling, hingga melihat penyulingan arak.

4. Pantai Lovina

Lumba-lumba di Pantai LovinaLumba-lumba di Pantai Lovina (aRifkianto Nugroho/detikcom)

Pantai Lovina dikenal sebagai tempat konservasi lumba-lumba liar. Adapun atraksi wisata yang ditawarkan adalah melihat kawanan lumba-lumba ini berenang di lautan.

Bila ditempuh dari Bandara i Gusti Ngurah Rai, butuh waktu sekitar 2,5-3 jam dengan jarak hampir 100 km dengan mobil menuju titik ini. detikcom pun beberapa waktu lalu berangkat dari Lovina Beach Club.

5. Air Terjun Banyumala

Banyak spot air terjun yang bisa didatangi di Bali Utara, dan salah satunya adalah Air terjun Banyumala. Destniasi ini berada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Bila ditempuh dari Ubud hampir 2 jam berkendara motor. Dan bila ditempuh dari Pura Ulun Danu Beratan hanya 30 menit saja.

6. Pura Ulun Danu Bratan

Pura Ulun Danu di BaliPura Ulun Danu di Bali Foto: (Teguh Tofik Hidayat/d’Traveler)

Pura Ulun Danu merupakan salah satu pura yang populer di kalangan wisatawan di Bali. Pura ini berada di Danau Beratan, Tabanan. Bila ditempuh dari Ubud sekitar 50 menit perjalanan berkendara.

Adapun daya tarik dari pura ini adalah keindahan lokasi pura yang dikelilingi pegunungan dan danau. Serta lokasinya yang ada di dataran tinggi membuat udara di sini terasa sejuk di saat siang hari. Adapun tiket masuk ke pura yaitu Rp 40 ribu saat weekeday, Rp 50 ribu saat weekend.

7. Danau Buyan

Danau Buyan adalah salah satu danau terbesar di Bali. Terletak di dataran tinggi Bedugul, danau ini dikelilingi oleh hutan lebat dan barisan bukit, menciptakan latar belakang yang indah dan menyegarkan.

Catatan nih untuk traveler, tak cukup semalam atau dua malam saja berkunjung ke Bali Utara. Karena jarak tempat wisatanya cukup memakan waktu.

Namun, bila kamu ingin datang, dan merasakan semua keseruan di Bali Utara, setidaknya kamu bisa menginap satu minggu di sana. Tapi, bila hanya bisa satu malam atau 2 malam saja, traveler harus tentukan mau wisata apa.

Misalnya mau snorkling saja, bisa datang ke Desa Pemuteran atau Desa Les. Bila ingin melihat lumba-lumba, ke Pantai Lovina saja dan menginap di sekitar sana.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Pantai di Sekitar Jakarta, Cocok Jadi Tempat Liburan bersama Keluarga


Jakarta

Daerah sekitar Jakarta memiliki berbagai tempat wisata alam yang menarik, termasuk pantai-pantai indah yang menarik untuk dikunjungi. Meski tak sepopuler Bali atau Lombok, pantai-pantai di Jakarta menawarkan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Dari pantai-pantai di Kepulauan Seribu hingga di Banten menawarkan panorama yang memukau. Sehingga, banyak wisatawan yang memilih berbagai pantai tersebut untuk melepas penat dari rutinitas perkotaan. Berikut 10 pantai di sekitar Jakarta

Pantai di Sekitar Jakarta

Ada banyak pantai-pantai di Jakarta dan sekitarnya yang menyuguhkan pesona alam yang begitu indah. Berikut di antaranya


1. Aloha Pasir Putih PIK 2

Aloha PIKAloha PIK. (Dadan Kuswaraharja/detikcom)

Salah satu kawasan wisata hits di PIK 2 adalah pantai pasir putihnya. Menurut arsip detikTravel, pantai ini cocok menjadi tempat berolahraga maupun bermain bersama keluarga. Wisatawan bisa menikmati pantai pasir putih yang syahdu, apalagi saat sore hari.

Aloha menyuguhkan nuansa tropis ala Hawaii. Dekorasi bangunannya dibuat dengan arsitektur tropis dengan elemen kayu, jerami, rotan, bambu, dan open space balcony. Pantai ini sudah dilengkapi dengan area playground anak, kawasan kuliner, dan kelas olahraga.

  • Lokasi: Jalan Pantai Indah Kapuk, RT 07 RW 02, Kamal Muara, Jakarta Utara, DKI Jakarta.
  • Harga tiket masuk: Gratis, tidak termasuk tarif parkir dan wahana bermain.

2. Pantai Marunda

Pantai Marunda, Cilincing, Jakarta Utara diminati pengunjung pada momen libur sekolah kali ini. Biaya masuk terjangkau, pantai pun kian bersih.Pantai Marunda, Cilincing, Jakarta Utara diminati pengunjung pada momen libur sekolah kali ini. Biaya masuk terjangkau, pantai pun kian bersih. (Pradita Utama)

Pantai Marunda masih berada dalam satu garis pantai dengan Pantai Ancol. Jika ingin menuju Pantai Marunda, traveler akan melewati gang pemukiman warga.

Saat sampai di pantai kamu bisa menikmati keindahannya dengan duduk di atas tanggul beton. Kamu bisa melihat perahu nelayan di sana.

Beberapa perahu disewakan jika traveler mau berkeliling pantai. Menariknya, terdapat area mangrove, meskipun tidak luas.

  • Lokasi: Cilincing, Jakarta Utara.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000, belum termasuk parkir.

3. Pulau Tidung

Pulau Tidung di Kepulauan Seribu.Pulau Tidung di Kepulauan Seribu. (Johanes Randy)

Pulau Tidung cukup dekat dengan ibukota Jakarta. Menurut laman Indonesia Travel dari Kemenparekraf, pulau ini memiliki hamparan pantai berpasir putih dan air biru yang jernih.

Perairan di Tidung cukup dangkal dan hampir semua ditumbuhi terumbu karang dengan kondisi yang sangat baik dengan ikan tropis berwarna-warni. Dari Muara Angke, perjalanan ke Pulau Tidung sekitar 3 jam.

  • Lokasi: Kepulauan Seribu.
  • Harga tiket masuk: Rp 20.000-Rp 50.000 bergantung dari fasilitas yang dipilih dan belum termasuk parkir.

4. Pulau Macan

Pulau Macan Kecil atau Pulau Macan GundulPulau Macan Kecil atau Pulau Macan Gundul. (Putu Intan/detikcom)

Pulau Macan juga merupakan salh satu pulau di kawasan Kepulauan Seribu. Berkonsep eco resort village, wisatawan bisa serasa berada di lingkungan konservasi alam yang indah dan nyaman.

Terbentang pantai pasir putih dengan laut turquise yang jernih di pulau ini. Wisatawan bisa menyaksikan sunset ataupun sunrise, sunbathing, berenang, snorkeling, diving, dan berbagai watersport lainnya.

  • Lokasi: Kepulauan Seribu.
  • Harga tiket masuk: Mulai dari satu jutaan rupiah bergantung dari paket wisata yang dipilih.

5. Pantai Ancol

Kawasan Ancol selalu menjadi primadona kala libur Lebaran tiba. Salah satunya di Pantai Karnaval yang terlihat ramai warga.Kawasan Ancol selalu menjadi primadona kala libur Lebaran tiba. Salah satunya di Pantai Karnaval yang terlihat ramai warga. (Grandyos Zafna)

Berbicara soal pantai di Jakarta, tentu pantai di Ancol menjadi salah satu yang paling populer. Menurut lama Ancol, kawasan ini mempunyai beberapa bagian pantai yang bisa dinikmati wisatawan.

Berikut beberapa pantai di Ancol:

– Beach Lagoon: Pantai ini dilengkapi area untuk berenang. Area pantainya aman dikunjungi anak-anak hingga orang dewasa

– Pantai Festival: Sering diadakan festival di sini. Ada dermaga kayu yang melintang di bibir pantai, tempat wisatawan menikmati keindahan laut.

– Pantai Marina: Pantai yang dilengkapi dengan pelabuhan kecil untuk bersandarnya kapal pribadi maupun kapal pesiar. Biasanya, wisatawan yang mau menyebrang ke area Kepulauan Seribu memulai perjalanan dari sini

– Pantai Indah Ancol: Pantai ini memiliki lokasi strategis dengan wisata kuliner, bahari, dan lain sebagainya

– Pantai Ria: Didominasi pohon kelapa tinggi menjulang dan hamparan pasir putih yang menawan

– Pantai Bende: Memiliki pemandangan sebuah bahari kecil yang dilengkapi jembatan kayu. Jembatan tersebut terlihat mengapung megah di tengah laut.

– Pantai Karnaval: Pantai di mana pengunjung bisa bersantai sambil menikmati udara segar.

  • Lokasi: Taman Impian Jaya Ancol, Jl. Lodan Timur No.7, RT.14/RW.10, Ancol, Kec. Pademangan, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  • Harga tiket masuk: Rp 30.000, belum termasuk tarif parkir dan tiket masuk per wahana.

6. Pulau Bidadari

Pulau Bidadari merupakan salah satu di Kepulauan Seribu yang mempunyai pantai . Di sini terdapat pantai 3 warna di mana wisatawan bisa menikmati keindahan sunrise. Tak hanya itu, pengunjung bisa merasakan serunya bermain ayunan di tepi pantai.

Wisatawan juga bisa bersepeda mengelilingi pulau dan mencoba berbagai macam olahraga air, seperti banana boat dan donat boat. Adapun aktivitas menarik lainnya yang bisa dilakukan adalah berenang bersama lumba-lumba.

  • Lokasi: Kepulauan Seribu.
  • Harga tiket masuk: Rp 50.000, belum termasuk tarif parkir dan akomodasi lainnya.

7. Pulau Pari

Jasa Sewa Kano di Pulau PariJasa Sewa Kano di Pulau Pari. (Ilyas Fadilah/detikcom)

Salah satu pantai yang di Pulau Pari adalah Pantai Pasir Perawan. Pantai ini dikenal dengan pasir putihnya yang halus serta airnya yang jernih. Menurut laman salah satu resor di Pulau Tidung, pemandangan matahari terbenamnya begitu memukau, sehingga menjadi tempat yang cocok untuk bersantai di sore hari.

Selain menikmati keindahan pantai, ada berbagai aktivitas menarik yang bisa dilakukan di pantai ini, yaitu snorkeling, bermain pasir, dan menyewa perahu kano. Di sini terdapat homestay dan penginapan untuk wisatawan yang mau bermalam.

  • Lokasi: Kepulauan Seribu
  • Harga tiket masuk: Rp 50.000, belum termasuk tarif parkir dan akomodasi lainnya.

8. Pulau Untung Jawa

Penampakan dari atas Pulau Untung Jawa Kepulauan SeribuPenampakan dari atas Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu. (Kemenparekraf)

Pada tahun 2021, Pulau Untung Jawa menerima penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Salah satu pantai yang menjadi pilihan wisatawan adalah Pantai Arsa.

Wisatawan bisa menikmati suasana pantai di gazebo yang tersedia, bermain aneka wisata air atau sekedar menikmati dinginnya air laut di bibir pantai.

  • Lokasi: Kepulauan Seribu
  • Harga tiket masuk: Rp 50.000, belum termasuk tarif parkir dan akomodasi lainnya.

9. Pantai Sawarna

Pantai Sawarna salah satu objek wisata di Geopark Bayah Dome, Lebak.Pantai Sawarna salah satu objek wisata di Geopark Bayah Dome, Lebak. (Bahtiar/Detikcom)

Sawarna memiliki pantai pasir putih yang membentang luas. Menurut salah satu situs agen travel, Pantai ini mempunyai ombak yang kuat dan konsisten dengan durasi yang panjang, sehingga cocok untuk kegiatan surfing.

Wisatawan juga bisa menikmati suasana alam tanpa terganggu hiruk pikuk keramaian kota. Untuk kamu yang suka snorkeling, wisatawan bisa berenang untuk melihat keindahan terumbu karang di pantai ini.

  • Lokasi: Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten
  • Harga tiket masuk: Rp 5.000 di hari biasa dan Rp 10.000 pada akhir pekan, belum termasuk tarif parkir.

10. Pantai Tanjung Lesung

Wisatawan lokal menikmati Pantai Lalassa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Minggu (19/11/2023). Wisata KEK Tanjung Lesung terus bangkit pasca bencana Tsunami 2018 dan COVID19, serta telah siap menjelang liburan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/Spt.Wisatawan lokal menikmati Pantai Lalassa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten. (Muhammad Iqbal/Antara)

Tanjung Lesung bisa dicapai dalam waktu sekitar 3 jam dari ibukota Jakarta. Tak hanya menikmati keindahan alam, ada sejumlah aktivitas menarik di pantai ini.

Salah satu daya tarik utama dari Pantai Tanjung Lesung yaitu snorkeling dan diving. Tanjung Lesung mempunyai terumbu karang yang masih sangat alami dan minim terpengaruh oleh pencemaran.

  • Lokasi: Desa Tanjung Jawa, Kecamatan Panimbung, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jawa Barat.
  • Harga tiket masuk: Rp 25.000 di hari biasa dan Rp 40.000 pada akhir pekan belum termasuk tarif parkir.

Bagi detikers yang ingin berkunjung, jangan lupa untuk update harga tiket masuk lebih dulu dan ketersediaan layanan. Info terbaru memudahkan detikers menyusun rencana liburan sendiri atau bersama orang terdekat, berikut rancangan pembiayaan.

Detikers juga bisa mengambil paket liburan, terutama bagi yang ingin menikmati pantai di sekitar Kepulauan Seribu. Paket liburan lengkap dengan transportasi, penginapan, beragam aktivitas menarik akan memudahkan detikers menikmati suasana pantai di sekitar Jakarta.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

7 Gunung untuk Pemula yang Wajib Ditaklukan


Jakarta

Mendaki gunung mungkin bakal jadi aktivitas yang menantang sekaligus menyenangkan bagi sebagian orang. Lalu, bagaimana jika kamu baru mencobanya atau masih pemula?

Tidak semua gunung cocok untuk pemula, karena alasan medan dan tingkat kesulitan yang tinggi. Tentunya, penting bagi pemula untuk memilih gunung yang tepat agar pendakian bisa berjalan, aman, nyaman dan menyenangkan.

Rekomendasi Gunung untuk Pemula

Gunung-gunung dengan jalur pendakian yang lebih ringan, waktu tempuh singkat, hingga pemandangan yang memukau bisa menjadi pilihan yang ideal untuk memulai pendakian. Berikut adalah rekomendasi Gunung yang cocok untuk pemula:


1. Gunung Gede-Pangrango

Lokasi: Jawa Barat

Pagi di alun alun Surya KencanaSuasana di alun alun Surya Kencana, Gunung Gede Pangrango. Foto: dok.detik

Gunung Gede-Pangrango memiliki ketinggian 2.958 mdpl. Gunung ini membentang di tiga kabupaten, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

Selain ramah untuk pendaki pemula, pendakian ini juga terkenal dengan padang bunga edelweis di Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede atau di Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango.

2. Gunung Andong

Lokasi: Magelang, Jawa Tengah

Gunung Andong di Magelang, dilihat dari Pos Cuntel MerbabuGunung Andong di Magelang, dilihat dari Pos Cuntel Merbabu Foto: Muchus Budi R/detikcom

Dilansir situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gunung Andong memiliki ketinggian 1.726 mdpl. Pendakiannya ada di antara Desa Ngablak dan Desa Tlogorejo, Grabag, Kabupaten Magelang.

3. Gunung Ijen

Lokasi: Jawa Timur

Wisatawan mancanegara (wisman) bisa kembali menikmati keindahan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Sebelumnya, gunung dengan pemandangan kawah hijau tosca itu ditutup untuk wisman sejak awal pandemi COVID-19.Keindahan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Foto: Ardian Fanani/detikcom

Gunung Ijen memiliki ketinggian sekitar 2.799 mdpl. Gunung Ijen cocok dijadikan pilihan bagi pemula, karena jalur lintasannya tidak terlalu curam, mudah dipijak, dan banyak spot istirahat bagi pendaki.

Salah satu yang terkenal dalam pendakian ini yaitu di Kawah Ijen ada fenomena blue fire yang bisa disaksikan sekitar jam 01.00-04.00 pagi.

Fenomena blue fire terjadi saat zat belerang bersentuhan dengan panas ekstrem dari celah gunung berapi. Jika beruntung, pendaki akan melihat api biru menawan yang menyala.

4. Gunung Batur

Lokasi: Bali

Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka).

Gunung Batur memiliki ketinggian 1.717 mdpl. Pendakian Gunung Batur cocok bagi pemula karena jarak dan waktu pendakiannya tak terlalu lama.

Rute Toya Bungkah jadi jalur yang dipilih untuk pemula, karena jalurnya tergolong tidak terlalu terjal. Di jalur ini juga ada titik terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit.

5. Gunung Prau

Lokasi: Dieng, Jawa Tengah

Gunung PrauGunung Prau. Foto: (Uje Hartono/detikcom)

Gunung Prau memiliki ketinggian sekitar 2.590 mdpl. Gunung ini sangat cocok untuk pemula, karena punya jalur pendakian yang cukup mudah.

Jika memilih Jalur Patak Banteng rute pendakian bisa lebih singkat untuk ke puncaknya. Ditambah, di puncak gunungnya juga memiliki pemandangan dan pesona matahari terbit yang indah.

6. Gunung Pakuwaja

Lokasi: Wonosobo, Jawa Tengah.

Gunung Pakuwaja memiliki ketinggian 2.421 mdpl. Selain ramah pemula, jika kamu berhasil puncak kamu akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan perbukitan Dieng yang hijau Gunung Sindoro, Slamet, Merapi, Merbabu, hingga Telomoyo di kejauhan.

Umumnya, untuk sampai puncak Gunung Pakuwaja pendaki menempuh waktu sekitar 1.5 jam. Jika melalui jalur Dieng Plateau dan Parikesit, maka waktu tempuhnya 2 sampai 3 jam sampai puncak.

7. Gunung Nglanggeran

Lokasi: DIY Yogyakarta

Sensasi Mendaki Gunung Api Purba NglanggeranSensasi Mendaki Gunung Api Purba Nglanggeran Foto: Putu Intan/detikcom

Gunung Nglanggeran memiliki ketinggian 700 mdpl. Pendakian Gunung Nglanggeran disebut sebagai andalan para pendaki pemula, karena waktu tempuhnya sekitar 1 – 2 jam saja.

Mengutip laman Kelurahan Kelurahan Nglanggeran, ada dua puncak terpisah yakni bagian Barat dan Timur. Namun, umumnya para pendaki lebih memilih camping di puncak Barat karena akses yang lebih mudah. Puncak Timur bisa dipilih kalau kamu mau menyaksikan keindahan sunrise di Gunung ini.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Menelusuri Jejak Sejarah dalam Destinasi Kuliner & Budaya di Batavia PIK



Jakarta

Pantai Indah Kapuk (PIK) menjadi salah satu daerah yang menghadirkan magnet tersendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Pasalnya, Kawasan tersebut memiliki perpaduan sejarah, budaya, kuliner, dan destinasi wisata yang cukup menarik.

“Bagi pencinta kuliner, sejarah, dan budaya, Batavia PIK merupakan destinasi yang tak boleh dilewatkan. Terinspirasi dari kota pelabuhan Batavia tempo dulu di abad ke-18, kawasan ini menawarkan pengalaman unik yang memadukan keindahan arsitektur khas kolonial, atmosfer kota pelabuhan, serta sajian kuliner dan hiburan khas Nusantara,” tulis PIK dalam keterangan resmi, Sabtu (15/3/2025).

Lebih dari sekedar destinasi wisata, Batavia PIK menghidupkan kembali kejayaan Batavia, yang dahulu dikenal sebagai ‘Queen of the East’ yaitu sebuah pusat perdagangan maritim yang mempertemukan berbagai bangsa dan budaya. Layaknya seperti Batavia di masa lampau, destinasi ini kini menjadi melting pot modern, di mana akulturasi budaya hadir dalam seni, hiburan, kuliner, dan arsitektur autentik.


Tak hanya menawarkan nostalgia, Batavia PIK juga menghadirkan pengalaman imersif yang mengajak pengunjung menjelajahi sejarah melalui konsep interaktif dan inovatif sehingga dapat dinikmati oleh para wisatawan dari berbagai generasi, baik lokal maupun mancanegara.

Menelusuri Jejak Sejarah dalam Destinasi Kuliner & Budaya di Batavia PIKMenelusuri Jejak Sejarah dalam Destinasi Kuliner & Budaya di Batavia PIK (Agung Sedayu)

Alun-Alun Batavia: Pusat Festival dan Hiburan

Sebagai jantung dari Batavia PIK, Alun-alun Batavia menjadi tempat berkumpulnya para pengunjung untuk menikmati berbagai event spesial. Dari bazar kerajinan lokal, kuliner, pertunjukan seni teater, hingga live music bernuansa keroncong.

Lebih dari sekadar tempat hiburan, Alun-Alun Batavia juga menjadi panggung bagi para seniman kreatif Indonesia. Berbagai sanggar seni dan pertunjukan ternama seperti Jember Fashion Carnaval, Sanggar Tari Ayodya Pala, hingga Teater Mhyajo turut berkolaborasi menampilkan karya-karya yang mengangkat budaya lokal dengan sentuhan modern.

Pasar Rakjat: Menikmati Nostalgia Lewat Kuliner dan Kerajinan Tradisional

Batavia PIK juga tetap menjaga semangat lokal dengan menghadirkan Pasar Rakjat. Lebih dari sekadar tempat berbelanja, pasar ini menjadi wadah bagi UMKM Indonesia untuk berkembang dan memamerkan produk terbaik mereka, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga seni kreatif.

Pada Maret 2025, Batavia PIK akan menyambut Sarinah, department store ikonik yang selama puluhan tahun dikenal sebagai rumah bagi produk-produk lokal unggulan. Kehadirannya akan semakin memperkaya pengalaman belanja di Batavia PIK, menghadirkan beragam karya anak bangsa, mulai dari tekstil, fesyen, hingga kerajinan tradisional.

Jembatan Kota Intan dan Dermaga Taksi Air: Menghubungkan Tradisi dan Modernitas

Salah satu daya tarik utama Batavia PIK adalah jembatan kayu yang menghubungkan fase pertama di Golf Island PIK dengan Batavia Pasar Rakjat di Riverwalk Island. Jembatan ini terinspirasi dari Jembatan Kota Intan yang legendaris, menghadirkan sentuhan arsitektur klasik yang pernah menghiasi Batavia tempo dulu.

Menariknya, pengalaman di Batavia PIK semakin lengkap dengan kehadiran dermaga taksi air. Moda transportasi itu memungkinkan pengunjung menjelajahi kanal menggunakan perahu listrik.

Menyusuri kawasan ini dari jalur air menghadirkan pengalaman baru dalam menikmati keindahan Batavia PIK, menjadikannya pilihan wisata unik bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman berbeda.

Menelusuri Jejak Sejarah dalam Destinasi Kuliner & Budaya di Batavia PIKMenelusuri Jejak Sejarah dalam Destinasi Kuliner & Budaya di Batavia PIK (Agung Sedayu)

Kuliner Otentik dari Nusantara hingga Internasional

Tak lengkap rasanya menjelajahi Batavia tanpa mencicipi kelezatan kulinernya. Batavia PIK menyuguhkan pengalaman bersantap yang menggugah selera dengan deretan tenant F&B yang menghidangkan berbagai masakan khas Nusantara dan internasional.

Beberapa tenant ternama yang dapat dinikmati antara lain seperti Dewata by Monsieur Spoon yang menawarkan sentuhan kuliner Bali yang autentik, Sate & Seafood Senayan yang menyajikan sate dan hidangan laut khas Indonesia, Canton 168 yang merupakan pilihan tepat bagi pencinta masakan Kanton, Orasa’s yaitu restoran dengan menu khas Thailand, Saigon Ngon untuk menikmati cita rasa otentik Vietnam, dan Rumah Jajan Bu Nanik yang menyajikan jajanan legendaris khas Indonesia.

Melalui berbagai menu yang beragam, Batavia PIK tentunya juga menjadi destinasi wajib bagi para pencinta kuliner.

Kilau Ramadhan 1001 Malam: Menyambut Bulan Suci dengan Tradisi yang Megah

Memasuki bulan Ramadan, Batavia PIK semakin semarak dengan ‘Kilau Ramadhan 1001 Malam Batavia’, sebuah festival kuliner dan hiburan yang menghadirkan suasana khas Timur Tengah dan Nusantara.

Salah satu atraksi utama adalah buka puasa bersama Chef Muto, yang dikenal dengan atraksi kungfu cooking-nya. Pengunjung dapat menikmati hidangan istimewa sambil menyaksikan keahlian memasak yang menghibur.

Tak hanya itu, rangkaian acara Ramadhan juga dimeriahkan oleh penampilan artis papan atas setiap akhir pekan, pertunjukan seni dari Jember Fashion Carnaval, serta live music dari Mustafa ‘DEBU’ yang membawa suasana syahdu di bulan suci.

Menambah keistimewaan acara ini, kedutaan besar dari negara-negara ASEAN dan Maroko, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, turut hadir untuk merayakan momen kebersamaan dalam semangat Ramadhan.

Sebagai destinasi yang menggabungkan sejarah, budaya, dan gaya hidup modern, Batavia PIK menghadirkan pengalaman wisata yang tak hanya menghibur tetapi juga memperkaya wawasan. Dengan arsitektur klasik yang memukau, ragam kuliner autentik, serta berbagai acara dan atraksi menarik, kawasan ini menjadi tempat ideal bagi siapa saja yang ingin merasakan pesona Batavia tempo dulu dalam balutan modernitas.

Baik bagi pencinta sejarah, penggemar kuliner, maupun wisatawan yang mencari pengalaman unik, Batavia PIK menawarkan perjalanan waktu yang tak terlupakan menghidupkan kembali kejayaan masa lalu dalam nuansa yang lebih hidup, berwarna, dan penuh cerita. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi keindahan Batavia PIK dan menciptakan kenangan berharga di destinasi wisata yang kaya akan pesona dan budaya ini.

(akd/akd)



Sumber : travel.detik.com

9 Fakta Menarik Dieng, Negeri Para Dewa-Tempat Anak Bajang


Jakarta

Dataran tinggi Dieng termasuk destinasi primadona banyak wisatawan. Alamnya yang memukau bikin siapa saja yang berkunjung jatuh hati.

Jajaran perbukitan yang membentang sepanjang sisi utara dan selatan, danau yang menawan, hingga view sunrise yang elok akan menyambut para pelancong. Budaya lokalnya yang lestari juga menjadikan Dieng semakin memikat.

Tertarik berkunjung ke dataran tinggi satu ini? Simak dulu deretan fakta atau keistimewaan Dieng berikut.


Fakta Menarik Dataran Tinggi Dieng

Mulai dari lokasinya yang berada di dua kabupaten, wilayahnya ‘dituruni’ salju, hingga sederet julukan, berikut daftar fakta unik Dieng, dikutip dari pemberitaan detikcom dan laman Desa Dieng Kejajar:

1. Terletak di Dua Kabupaten

Meski dikenal berada di Wonosobo, sebagian kawasan Dieng sebetulnya juga masuk ke wilayah Banjarnegara. Keduanya merupakan kabupaten di Jawa Tengah. Bagian barat Dieng terletak di Banjarnegara dan bagian timurnya di Wonosobo.

2. Dikelilingi Pegunungan

Pemandangan alam di Dieng, dataran tinggi yang terletak antara Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah menakjubkan. Belum lagi aneka peninggalan bersejarah seperti candi di Dieng ini menjadi daya tarik tersendiri.Deretan pegunungan di Dieng, dataran tinggi yang terletak antara Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah. (Arbi Anugrah)

Penamaan Dieng kerap disandingkan dengan sebutan ‘dataran tinggi’ sebab topografinya yang pegunungan. Kawasan itu dikelilingi oleh Gunung Prau, Pangonan, dan Pakuwojo. Lokasinya juga berdekatan dengan si kembar Gunung Sindoro dan Sumbing.

3. Tempat ‘Bersemayamnya’ Para Dewa

Nama Dieng berasal dari bahasa Sanskerta ‘Die Hieyang’ yang artinya indah dan langka. Dieng juga terdiri dari dua suku kata; ‘Di’ dan ‘Hyang’. ‘Di’ memiliki arti gunung atau tempat tinggi, dan ‘Hyang’ diartikan sebagai dewa-dewi atau ruh leluhur. Secara harfiah, nama Dieng berarti pegunungan atau tempat persemayaman para dewa.

4. Dijuluki ‘Negeri di Atas Awan’

Kawasan Dieng berada di ketinggian rata-rata 2.090 mdpl (meter di atas permukaan laut). Lokasinya juga dikelilingi pegunungan yang membuat pemandangan samudra awan tak jarang ditemukan, bahkan terlihat jelas oleh mata. Oleh karena itu, dataran tinggi Dieng kerap disebut ‘Negeri di Atas Awan’.

5. Ada Desa Tertinggi di Pulau Jawa

Di Dieng ada Desa Sembungan yang disebut sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa. Berada di ketinggian 2.300 mdpl, desa ini menawarkan panorama menawan dengan hamparan sawah berundak dan latar perbukitan hijau yang diselimuti kesejukan udara pegunungan. Pesonanya yang memikat berhasil menyabet gelar salah satu Desa Terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

6. Wilayah ‘Bersalju’

Kain lap diletakkan di kompleks Candi Arjuna, Dieng, berubah menjadi kaku atau membeku, Jumat (21/6/2024) pagi.Dieng ‘bersalju’ (Uje Hartono/detikJateng)

Kabar dataran tinggi Dieng diselimuti ‘salju’ pada beberapa tahun silam sempat menyita perhatian publik. Nyatanya, salju di Dieng disebabkan oleh fenomena embun es (frost).

Mengutip situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena embun es terjadi ketika suhu udara sangat dingin dan embun yang terkondensasi membeku. Alhasil, lapisan es akan muncul dan menutupi tumbuhan serta permukaan tanah.

Ada kemungkinan fenomena frost terjadi di wilayah dataran tinggi seperti Dieng saat beberapa kondisi cuacanya terpenuhi. Fenomena Dieng ‘bersalju’ ini dapat terjadi pada musim kemarau (Juni-Oktober) dan berlangsung selama waktu terbatas.

7. Terdapat 22 Kawah

Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terdapat 22 kawah di seluruh kawasan Dieng. Kawah ini tersebar di Gunung Api Dieng, Banjarnegara, area Wonosobo, dan Kabupaten Batang.

Delapan kawah di Gunung Api Dieng antara lain Kawah Timbang, Kawah Sinila, Kawah Sigludug, Kawah Sileri, Kawah Condrodimuko, Kawah Sikidang, Kawah Sibanteng, dan Kawah Bitingan.

Empat kawah di Wonosobo yaitu Kawah Sikidang, Kawah Sikunang, Kawah Pulosari, dan Kawah Pakuwojo. Serta lima kawah di Kabupaten Batang; Kawah Sibanger, Kawah Wanapria, Kawah Wanasida, Kawah Siglagah, dan Kawah Pagerkandang.

Kawah Timbang, Sinila, dan Sikidang disebut berpotensi mengeluarkan gas beracun. Untuk Kawah Timbang, statusnya punya peluang berkembang menjadi berbahaya.

8. Punya Deretan Candi

Kompleks Candi Arjuna di Dieng, yang merupakan lokasi gelaran DCF 2022.Kompleks Candi Arjuna di Dieng (Uje Hartono/detikJateng)

Dieng sebagai tempat bersemayam para dewa, telah lama menjadi lokasi peribadatan masyarakat Hindu. Hal ini diketahui lewat beberapa candi beraliran Hindu Siwa yang ditemukan di dataran tinggi tersebut.

Deretan candi di Dataran Tinggi Dieng adalah Arjuna, Semar, Srikandi, Puntadewa, Sembadra, Gatotkaca, Dwarawati, dan Bima. Nama delapan candi ini berasal dari para tokoh dalam kisah Bharatayuddha. Di candi inilah, masyarakat Hindu ketika itu beribadah pada dewa yang dikenal sebagai Trimurti.

9. Anak Bajang Berambut Gimbal

Bocah atau anak bajang adalah warisan budaya khas di Dataran Tinggi Dieng. Para anak bajang ini memiliki rambut gimbal panjang yang hanya bisa dipotong setelah melewati ruwatan. Dikutiip dari situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, prosesi ini bisa disaksikan selama Dieng Culture Festival.

Anak bajang dipercaya merupakan titisan leluhur Dieng, yaitu Kyai Kolodethe untuk laki-laki dan Nyai Dewi Roro Ronce bagi perempuan. Sebelum ruwatan untuk memotong rambut gimbal tersebut, anak bajang biasanya memiliki permintaan yang dituruti orang tua atau lingkungan sekitar.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Kampung Adat Lamahelan, Surga di Flores Timur yang Sarat Budaya



Flores Timur

Setiap kampung adat memiliki kekhasan adat istiadat yang mencerminkan kearifan lokal masyarakatnya. Salah satunya adalah Kampung Adat Lamahelan di Desa Helanlangowuyo, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kampung ini memiliki pesona unik yang menarik minat wisatawan. Karena kampung ini menawarkan kesempatan untuk menjelajahi warisan budaya, arsitektur tradisional, dan aktivitas budaya masyarakat setempat.

Saat sampai di depan pintu gerbang kampung adat, pengunjung akan disambut oleh patung Soba Ratu. Patung ini merupakan simbol penjaga kampung dan dipercaya dapat memberikan keseimbangan serta kerukunan bagi masyarakat. Patung ini berdiri kokoh di setiap pintu masuk, baik di sisi utara, selatan, timur, maupun barat kampung.


Sebelum masuk ke Kampung Adat Lamahelan, kamu akan melewati tangga bebatuan atau masyarakat setempat menyebutnya Wato Merik. Tangga ini disusun rapi, menuntut pengunjung untuk masuk ke kampung adat. Ini merupakan tangga yang sudah ada sejak zaman leluhur masyarakat adat Lamahelan yang dibuat sebagai penanda jalan menuju Kampung Adat Lamahelan di puncak bukit.

Tidak hanya Wato Merik dan patung Soba Ratu, Kampung Adat Lamahelan juga memiliki rumah adat atau dalam bahasa setempat disebut dengan Bale Adat. Ini merupakan tempat yang digunakan masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan seperti rapat penting, upacara adat, dan tradisi budaya. Berdirinya rumah adat ini menandakan bahwa masyarakat Kampung Adat Lamahelan masih menjaga dan melestarikan warisan leluhur mereka.

Kampung Adat Lamahelan adalah desa wisata yang sudah terverifikasi dalam Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Meskipun berada di Indonesia bagian timur, kampung adat ini sangatlah menarik untuk dikunjungi.

Hal ini terbukti ketika rombongan wisatawan dari Amerika, Australia, Inggris, dan Kanada mengunjungi Kampung Adat Lamahelan. Tujuan utama mereka adalah melihat secara langsung rumah tenun (tur tekstil) di kampung ini.

Tidak hanya itu, mereka juga mengamati kebudayaan di Kampung Adat Lamahelan yang masih dilestarikan. Para wisatawan mancanegara ini juga melihat situs budaya seperti gading-gading dan patung adat di Lamahelan.

Masyarakat Lamahelan identik dengan keahliannya sebagai pengiris tuak dan pemasak arak terkenal. Di Flores, arak atau moke memiliki peran penting dalam ritus adat. Arak bukan sebuah simbol, melainkan menyatu dengan ritus itu sendiri. Setiap tegukan arak oleh para tetua adat dilakukan secara sadar dan bagi mereka ini merupakan minuman yang diinginkan leluhur.

Untuk memasak arak, masyarakat Lamahelan memiliki cara tersendiri. Periuk tanah diletakkan di atas tungku, lalu sebuah bambu berbentuk semacam cerobong asap disambungkan pada periuk tanah tersebut.

Di dalam rongga-rongga bambu inilah, uap dari tuak putih yang dimasak disuling menjadi butir-butir arak yang ditampung ke dalam botol kaca. Mereka akan menggunakan kayu bakar khusus dan hanya diketahui oleh masyarakat adat Lamahelan. Arak Lamahelan sangatlah terkenal, bahkan menjadi primadona di kalangan para pencintanya.

Artikel ini sudah tayang di detikBali. Baca di sini selengkapnya.

(nor/ddn)



Sumber : travel.detik.com