Tag Archives: kepulauan seribu

Nggak Disangka, Kuliner Favorit Bule di Pulau Tidung Adalah…



Jakarta

Wisata kuliner berupa seafood umumnya menjadi favorit di Pulau Tidung. Tapi ternyata, ada soto yang jadi favorit Bule-bule.

Nama kedainya Soto Lamongan Sugiono, pemiliknya adalah Ibu Kukut Wijawati (49). Asli Lamongan, Jawa Timur, ibu dua anak itu dulu bisa sampai ke Pulau Seribu karena paksaan keadaan. Dirinya yang takut dengan laut, harus mampu terbiasa dengan lingkungan karena sang suami bekerja sebagai pengantar galon ke sana.

Berjalannya waktu, ia mulai mencintai laut, tepatnya Pulau Tidung. Tahun 2013, ia mendirikan usahanya, Soto Lamongan jadi pilihan karena kuliner itu berasal dari kota kelahirannya.


Usaha pertama tentu butuh modal besar, ia kemudian memutuskan untuk melakukan pinjaman KUR kepada BRI sebanyak Rp 100 juta. Dewi Fortuna berpihak padanya, usahanya laris manis di tengah gempuran makanan laut.

Saat weekend, tempat duduk di kedai makannya selalu sesak oleh wisatawan. Kebanyakan mereka datang karena tak sengaja melewati kedai makan itu, karena biasanya wisatawan yang datang mendapat katering dari operator tur yang membawanya.

Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungIbu Kukut pemilik Soto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

Namun, rejeki sudah ada yang atur. Ibu Kukut berbisnis dengan sukacita. Di musim libur panjang seperti lebaran, ia buka sejak pagi sampai tengah malam. Wisatawan ramai, warga yang sudah bosan dengan menu lebaran mampir untuk mencari pilihan.

“Kemarin jam 8 malam udah habis, tapi masih banyak orang. Jadi bikin kuah lagi dibantu sama keluarga,” katanya terkekeh.

Dua hari lebaran membuat Ibu Kukut dan keluarga kewalahan, tapi tentu saja cuan. Kebanyakan datang saat malam, makan kuat-kuat sehabis berenang di pantai.

Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungSoto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

Dalam perjalanan bisnisnya, pelanggan bule tentu jadi yang paling mudah diingat. Dari banyaknya bule yang berkuliner ke sana, ia ingat akan seorang wanita, tak tahu asalnya darimana. Perawakannya yang tinggi, putih dan berbahasa Inggris membuatnya yakin, pelanggan ini datang dari negeri seberang.

“Bule itu setengah bulan makan ke sini setiap hari,” katanya singkat, sambil mencoba mengingat.

Hari pertama biasa saja, karena si bule bisa berbahasa Indonesia sedikit-sedikit. Di hari ketiga, si bule mulai mengajak Ibu Kukut ngobrol. Ia tentu panik.

“Katanya enak, mantep,” ucapnya sambil tertawa.

Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungSoto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

Bule ini kemudian datang setiap hari selama hampir setengah bulan. Ia rutin mampir setelah habis dzuhur.

“Selalu pesan soalnya aja, nggak pake nasi. Datang sehari sekali,” katanya.

Setiap hari warung ini menghabiskan sekitar 500 porsi soto kalau ramai seperti long weekend dan 30 porsi jika sepi. Satu porsi diberi harga Rp 15.000 sudah dengan nasi. Selain soto ayam, ada pula bakso yang melengkapi menu di rumah makan itu.

Meski harganya murah, tapi rasa soto ini sungguh menggoyang lidah. Santannya legit dan porsinya banyak. Di makan dengan nasi panas, membuat masuk angin bablas keluar dari tubuh. Wajar saja, kalau si bule sampai kepincut makan tiap hari di sini.

Cerita lain datang dari seorang anak SMP yang sedang study tour. Bocah lelaki itu ketinggalan kapal fery. Ibu Kukut memberikan seporsi soto ayamnya kepada si bocah.
“Saya bilang makan nggak usah bayar, anak laki-kan bisa tidur di masjid. Kasian banget dia,” ceritanya.

Anak itu pulang keesokan harinya saat kapal fery datang. Ia berterima kasih dengan kebaikan pemilik warung soto yang mau memberinya makan cuma-cuma.

Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungPembayaran digital di soto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

“Saya senang dibantu BRI, pokoknya terima kasih lah, saya jadi bisa membantu orang lain,” katanya lembut.

Mantri BRI Ryan (35) mengatakan bahwa Soto Lamongan Sugiono memang tiada dua. Sebagai wakil dari BRI dirinya mendukung perkembangan usaha Ibu Kukut dan siap membantu saat butuh modal tambahan.

“Apalagi warungnya ramai dan sudah digitalisasi, kita harus dukung UMKM pulau ini,” katanya.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI adalah program pembiayaan bersubsidi dari pemerintah yang disalurkan oleh Bank BRI untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) . Tujuan KUR BRI adalah mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan memberikan akses pinjaman yang lebih mudah bagi UMKM yang produktif namun belum memiliki agunan yang cukup.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bekas Tempat Eksekusi, Ini Pulau di Jakarta yang Paling Ditakuti



Jakarta

Satu-satunya bank terapung dunia, Teras BRI Kapal berlayar ke berbagai pulau di Nusantara. Mereka tentu punya pengalaman berbeda dari pekerja bank lainnya.

Teras BRI Kapal ‘Bahtera Seva I’ melayani inklusi keuangan di Kepulauan Seribu. Setiap minggu, mulai Senin-Jumat, kapal ini bergantian ke lima pulau yaitu Pramuka, Panggang, Kelapa-Harapan, Tidung dan Untung Jawa.

Setiap pulau memiliki cerita yang berbeda, termasuk kisah yang membuat bulu kuduk merinding, bahkan masa lalu kelam Indonesia. Saat berlayar ke Pulau Panggang bersama bank terapung BRI, detikTravel mendengar langsung tentang seramnya Pulau Karya.


Pulau ini berada tepat di seberang dermaga Pulau Panggang. Saat Bahtera Seva I bersandar di dermaga, satu sisi kapal otomatis menghadap ke pulau itu. Jaraknya tak sampai satu kilo.

Teras BRI KapalTeras BRI Kapal ‘Bahtera Seva I’ Foto: (bonauli/detikcom)

Salah satu mantri BRI yang bernama Ryan (35) mendapat jadwal ke pulau itu. BRI memiliki dua tim yang bergantian untuk melayani ke Pulau Seribu, tim ini akan berganti setiap minggu.

Ia bercerita bahwa pernah sekali waktu ia masih terjaga sampai pukul 01.30 WIB. Masih asyik dengan telepon genggamnya, sayup-sayup ia mendengar suara berupa ketokan di dinding kamar.

Beberapa ketukan ia abaikan. Ia masih terpaku dengan layar handphone. Namun kali kedua, jantung Ryan seakan berhenti berdetak.

“Kamar itukan posisinya menghadap ke laut Pulau Karya. Langsung tahu, nggak bener nih. Langsung tidur saat itu,” kenangnya sambil memeragakan di depan kru kapal.

Yang lain ikut menimpali sambil tertawa, mereka belum pernah merasakan pengalaman yang horor, tapi sering mendengar cerita-cerita gaib dari warga Pulau Panggang.

“Iya, tau pulau itu horor,” kata yang lain bersahutan.

Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

detikTravel bertanya langsung pada seorang warga asli Pulau Panggang, Sopyan Hadinata (38). Leluhurnya termasuk tokoh agama terpandang di pulau itu.

Iyan (sapaan akrab) mengakui bahwa Pulau Karya memang angker. Sejak dulu, ia sudah mendengar cerita-cerita horor sampai jadi terbiasa dengan hal itu.

“Dulu itu bilangnya tempat buat latihan menembak tentara. Jadi warga nggak boleh ke sana kalau ada latihan,” katanya memulai cerita.

Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Sebelum jadi pulau khusus pemakaman (TPU) seperti sekarang ini, Pulau Karya hanyalah hutan belantara. Ada berbagai macam tumbuhan, buah-buahan dan tentu saja pantai yang indah sana.

“Di era pemerintahan Soeharto itu, kalau ada tentara yang ke sana warga langsung tahu mau ada latihan menembak. Karena orang tua kita zaman dulu banyak juga yang jadi pahlawan, mereka bilang kita harus hormat sama tentara,” katanya.

Mandat untuk menjauhi pulau saat ada tentara tidak pernah dilanggar oleh warga Pulau Panggang. Yang mereka tahu, suara tembakan selalu terdengar saat tentara tiba. ‘Oh sedang latihan’, pikiran itu akan otomatis muncul tanpa kecurigaan. Dua atau tiga kapal tentara muncul jika waktu ‘latihan’ tiba.

Sampai kerusuhan tahun 1998 terjadi. ‘Latihan menembak’ semakin sering, barulah warga sadar apa arti letusan bedil, yaitu eksekusi. Lalu terbentuklah reformasi dan ‘latihan menembak’ tak pernah terjadi lagi.

Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Iyan tidak ingat jelas kapan, tapi sekitar tahun 2000-an, pembangunan Pulau Karya dimulai. Warga bahu-membahu membantu pembangunan rumah dinas untuk pejabat dan unit lainnya seperti polres dan pemadam kebakaran.

Saat menggali tanah, ditemukan puluhan tengkorak. Tak ada identitas, hanya tulang belulang. Masa lalu Pulau Karya terkuak, diceritakan turun-temurun sampai sekarang.

“Orang sini udah nggak asing lagi sama cerita horor. Dulu polisi sering cerita digangguin kalau tidur. Tadinya tidur di dalem kantor, bangun-bangun udah ada di luar,” ungkapnya.

Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Tak hanya polisi, narapidana yang dikirim ke Pulau Karya juga merasa sengsara. Kata Iyan, jumlah napi seringkali bertambah, mereka terus minta pindah karena diganggu oleh makhluk halus.

“Pernah mereka lagi tidur, terus dinampakin ada jari-jari segede pisang ambon. Pokoknya digangguin terus sampai mereka bilang lebih mending di Cipinang daripada di sini,” jawabnya.

Iyan sendiri pernah mengalaminya langsung. Bapak beranak empat itu ingat betul dirinya membawa lima teman kampus UNINDRA untuk kemping di Pulau Karya. Sebelum kemping, Iyan mengajak teman-temannya untuk ziarah, meminta izin untuk masuk ke pulau.

Lelaki lulusan Teknik Informatika itu mengatakan ada sebuah aturan untuk bisa kemping di sana. Mereka tidak boleh berkata kasar dan berbuat mesum saat kemping. Teman-temannya mengiyakan.

“Setelah puas main di pantai, mereka kecapean lalu tertidur di tenda,” katanya.

Dua perempuan dan tiga pria tentu membuat kemah cukup sesak. Tak mau mengganggu temannya yang kelelahan, Iyan pun ngungsi ke rumah dinas pemadam kebakaran.

Tak berapa lama angin kencang muncul, awan gelap seakan jadi pertanda akan hadirnya badai. Iyan khawatir akan teman-temannya. Dari ujung pulau ke ujung satunya, ia berlari untuk mendapati kawan-kawannya.

“Saya kaget, kok mereka udah nunggu di dermaga. Pas saya tanya, mereka jawab ‘kan tadi kamu udah bangunin katanya suruh siap-siap’,” ucapnya.

Dalam hati Iyan paham, yang tadi datang bukan dirinya. Namun makhluk gaib yang menyerupai dirinya. Tak ingin membuat temannya panik, ia kemudian membawa mereka pulang ke Pulau Panggang.

“Di sini itu udah biasa, pokoknya kita hidup berdampingan dan tidak saling mengganggu, itu aja,” pungkasnya.

Teras BRI Kapal terjadwal hadir di Pulau Panggang setiap Selasa. Pulau pemukiman dengan penduduk terpadat di Pulau Seribu itu memiliki jumlah penduduk 6.260 jiwa menurut sensus tahun 2017. Berbeda dengan pulau-pulau lainnya yang sangat erat dengan kegiatan pariwisata, Panggang murni pemukiman. Kebanyakan nasabah BRI yang melakukan transaksi di kapal terapung berupa setoran tabungan, peminjaman, pembuatan tabungan dan penarikan ATM.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Pulau Tidung, Idola di Hari Libur



Jakarta

Pulau Tidung di Kepulauan Seribu sudah populer sebagai tempat snorkeling. Jika libur panjang tiba, sudah dipastikan yang yang ke sana.

Adalah Rudy Hartono (45), seorang pengusaha snorkeling di Pulau Tidung sejak tahun 2013. Jarak rumahnya hanya selemparan batu dari Pelabuhan Tidung.

Di rumahnya ada 160 unit alat snorkeling yang disewakan. Mulai dari jaket pelampung, masker-snorkel dan fins. Namun belakang, yang paling sering digunakan hanya jaket pelampung dan masker-snorkel.


Pak Rudy bercerita bahwa tiap libur panjang, alat-alat snorkeling dipastikan habis tersewa. Tak ada lagi hubungan langsung dengan wisatawan, biasanya operator yang langsung menghubunginya seminggu sebelum tiba di sana.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungUsaha alat snorkeling di Pulau Tidung Foto: (bonauli/detikcom)

“Kalau long weekend pasti untung, kemarin waktu Lebaran kami sampai tolak ratusan permintaan,” katanya.

H-7 Lebaran, alat-alat itu sudah di-booking untuk turis-turis China. Seminggu setelah Lebaran, barulah wisatawan domestik yang mendominasi.

Jika ada long weekend, ia bisa mendapat cuan Rp 10-15 jutaan karena alat tersebut akan digunakan dua kali dalam sehari, pagi dan sore.

“Wisatawan yang datang dari Jumat itu biasanya snorkeling di Sabtu pagi. Sementara yang datang di Sabtu pagi, nyampe sini siang. Jadi mereka snorkeling sore-sore,” ungkapnya.

Pulau Tidung di Kepulauan TidungPulau Tidung di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Alat snorkeling itu disewakan seharga Rp 15 ribu per hari. Meski tak ada libur panjang, weekend selalu membawa berkah. Minimal 30-50 alat snorkelingnya keluar dari kandang.

Sebagai warga Pulau Tidung, ia melihat potensi lain selain wisata bawah airnya, yaitu teripang dan ikan buntal yang melimpah di sana. Jalur ekspor coba ia tempuh lewat tangan ketiga.

Namun itu semua tidak mudah, butuh modal besar untuk bisa menjalankan bisnis kedua tanpa mengabaikan sewa snorkeling yang sudah jadi sumber nafkahnya. Ia kemudian mendaftar sebagai nasabah BRI dua tahun lalu.

Jalan terbuka, pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat) sebesar Rp 35 juta diberikan oleh BRI. Sebagian uang itu digunakan untuk modal usaha baru dan sisanya ditabung.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungUsaha alat snorkeling di Pulau Tidung Foto: (bonauli/detikcom)

Usaha teripang kering dan ikan buntal tersebut ia kirimkan ke China. Teripang dan kulit ikan buntal yang dikeringkan dijadikan bahan makanan, bagian dalam ikan buntal dijual sebagai bahan benang operasi.

Namun usaha ini tak bisa menghasilkan uang cepat, pengerjaannya butuh waktu sampai sebulan. Oleh sebab itu, usaha snorkelingnya menjadi dana pendukung.

“Modal Rp 80 juta untuk beli teripang dan ikan buntal ke nelayan. Teripang per kilonya nanti dijual Rp 1,8 juta, dan ikan buntal Rp 3 juta per kilo,” ungkapnya.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungTeripang yang sudah dikeringkan Foto: (bonauli/detikcom)

Menurut Pak Rudy, usaha teripang ini masih jarang dilirik. Perhitungannya tak sampai 5 orang yang masih menggeluti usaha ini, karena modal yang cukup besar.

Bertangan dingin, dua usaha itu berkembang pesat. Berhasil melunaskan pinjaman pertama, Pak Rudy kembali melakukan pinjaman kedua dengan nominal Rp 50 juta, sebagai dana darurat.

Mantri BRI Redi (32) yang berhubungan langsung dengan Pak Rudy berkata bahwa usaha miliknya bisa dibilang melejit. Kedua usaha itu mendapat dukungan penuh dari BRI, apalagi ini termasuk UMKM dari Pulau Tidung.

“Semoga usahanya tambah maju dan terus mengembangkan potensi dari Pulau Tidung,” tutupnya.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungIkan buntel yang dikeringkan Foto: (bonauli/detikcom)

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

Tentara Buntung Ikut Upacara Bendera



Jakarta

Kepulauan Seribu begitu populer sebagai tempat wisata, khususnya snorkeling. Tapi siapa sangka, ada ‘pantangan’ untuk masuk ke pulau yang satu ini.

Pulau Karya berada di seberang Pulau Panggang, cukup dekat dari Pulau Pramuka. Pulau ini menjadi tempat pemakaman umum (TPU) bagi warga pulau sekitar.

Namun ada yang menarik dari pulau itu. Masa lalunya membuat pulau itu kosong tak berpenghuni dan menjadi seperti sekarang.


Sopyan Hadinata (38), seorang warga asli Pulau Panggang bercerita bahwa Karya hanyalah hutan belantara di masa lalu. Era Soeharto membuat pulau itu berganti status menjadi tempat latihan tembak tentara.

Tak ada yang curiga, latihan singkat dilakukan dan suara senapan bergaung sampai Pulau Panggang. Warga akhirnya tahu apa makna ‘latihan tembak’ itu setelah kerusuhan tahun 1998 terjadi.

Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Pembangunan dilakukan di sana, rencananya pulau itu akan dijadikan sebagai pusat pemerintahan. Rumah dinas pejabat, Polres, markas pemadam kebakaran hingga TNI direncanakan.

“Waktu pembangunan kita kaget ada puluhan tengkorak di sana,” ucap Iyan (sapaan akrab) lewat sambungan telepon pada Jumat (25/4).

Waktu berlalu, semua fasilitas telah dibangun. Tapi tak ada yang betah di sana. Kabar bahwa pulau itu angker mulai tersebar.

“Yang paling terkenal itu tiap 17an, ada upacara bendera di sana. Tapi yang baris itu hantu tentara,” ucap pria beranak empat itu.

Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Menurut pengakuan warga, mereka seakan diberi penampakan singkat sewaktu upacara. Sesekali penampakan bendera merah putih yang hendak dikibarkan, sedang yel-yel, atau tentara yang sedang baris-berbaris.

“Tapi ya gitu, badan tentaranya nggak lengkap. Ada yang buntung tangannya, kepalanya, matanya jatuh,” jelasnya.

Dari cerita yang beredar, ternyata tak hanya Pulau Karya yang jadi tempat eksekusi. Pulau-pulau kecil tak berpenghuni di Kepulauan Seribu memang kerap jadi ‘latihan tembak’ pada saat itu.

Tidak ada larangan resmi, namun wisatawan yang hendak kemping di sana harus berhati-hati. Tak jarang, mereka datang untuk meminta bantuan.

“Dulu kan rumah dinas itu masih dipakai sama pejabat yang datang ke sini. Tentara itu suka datang minta odol atau sabun, pakai seragam lengkap. Begitu ditanya ke markas TNI, nggak ada yang ngaku. Dari situ tahu, kalau itu hantu,” jawabnya.

Kini Polres telah dipindahkan. Rumah dinas hampir rubuh, dengan karat dan rayap yang menggerogoti bangunan. Warga masih sering ke sana karena merasa tidak perlu takut, toh mereka hidup berdampingan.

Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

“Warga suka nyuci ramai-ramai di sana karena airnya bagus, tidak seperti di Panggang, asin. Pantainya juga bagus. Anak muda juga main bola kalau sore di sana,” ungkapnya.

Pulau ini dibuka untuk umum, meski begitu traveler yang ingin berwisata ke sana wajib ziarah ke makam leluhur untuk izin.

“Dulu itu ada juru kunci, namanya Uwa Man. Kalau kita mau main di sini, dia nanti panggil penunggu-penunggunya terus bilang kalau anak-anak ini jangan diganggu,” kenangnya.

Kini Uwa Man telah meninggal. Istrinya yang dulu menemaninya sudah pindah dari sana. Itulah mengapa, wisatawan diminta untuk ziarah ke makam bersama warga pulau untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Pulau di Kepulauan Seribu Ini Penduduknya 100% Muslim



Jakarta

Nama Pulau Pramuka, Tidung atau Pari familiar terdengar sebagai tempat wisata air yang indah. Tapi, apakah kamu akrab dengan nama Pulau Panggang?

Bertetangga dengan Pulau Pramuka, Panggang memilih identitas sebagai pemukiman warga. Leluhur pulau ini terkenal dengan keislamannya yang kental hingga kini.

Tahun 90an, nama Pulau Panggang bergaung sebagai tempat wisata bagi turis. Banyak bule yang mampir ke Pulau Panggang selagi menunggu kapal ke Pulau Pramuka. Tadinya warga senang karena bisa jadi cuan. Tapi lama-kelamaan, sisi negatiflah yang nampak.


“Bule-bule suka pakai baju bikini ke tengah jalan. Naik sepeda dilihatin anak-anak, jadi diusir,” katanya.

Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Panggang di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Warga akhirnya keberatan dengan pembukaan pariwisata di sana, apalagi 100% warga di sana beragama muslim. Siapa sangka, di zaman itu, turis Eropa sampai Asia telah lebih dulu mengenal Panggang.

“Pulau Panggang menolak wisatawan karena adab pakaian yang terbuka, dulu di sini agamis, kental banget,” lanjutnya.

Namun karena adanya penolakan, pemerintah mengalihkan pariwisata ke Pulau Pramuka di tahun 2015. Kini pulau itu ramai oleh wisatawan asing dan domestik di akhir pekan. Sementara Panggang benar-benar sesak dengan rumah penduduk. Bahkan homestay pun tidak ada.

Walaupun sekarang jadi pulau pemukiman terpadat di Kepulauan Seribu, Panggang juga punya cerita horor seperti Pulau Karya.

“Tahun 90an, pernah ada turis China dari Jakarta naik speed boat sekeluarga,” ucapnya.

Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Panggang di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Namun saat itu cuaca buruk. Kapal itu tak dapat menahan gelombang dan terbalik. Istri dari keluarga itu jadi satu-satunya korban tidak selamat, sementara ayah dan anak-anaknya selamat.

“Dia dievakuasi di Pulau Panggang. Kulitnya putih bersih,” kata Iyan.

Entah mengapa, malam setelah kejadian seorang warga kesurupan. Warga pulo (sebutan untuk orang Kepulauan Seribu) itu tiba-tiba berbahasa China.

“Sejak itu dia dipanggil ‘Si Cantik’,” katanya.

Warga mengaku bahwa sesekali Si Cantik akan menampakkan diri di dermaga Pulau Panggang. Ia pun menjadi ‘penghuni’ dermaga yang diakui.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

16 Pantai Sekitar Jakarta, Destinasi Pilihan Piknik Bareng Keluarga


Jakarta

Pantai selalu jadi pilihan piknik bareng keluarga saat libur nasional atau akhir pekan. Laut biru, angin sepoi, dan ruang terbuka memungkinkan anak serta orang tua bermain bersama atau sekadar santai menikmati hari.

Bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang mau piknik ke pantai tentu tak perlu khawatir. Tersedia banyak pilihan pantai yang bisa diakses gratis atau berbayar sebagai destinasi wisata bersama orang-orang terkasih

16 Pilihan Pantai Sekitar Jakarta

Berikut adalah beberapa pantai yang bisa jadi tujuan wisata di Jakarta dan sekitarnya, dikutip dari arsip tulisan detikcom dan media sosial pantai terkait.


1. Aloha Pasir Putih PIK 2

Sesuai namanya, pantai ini menyediakan nuansa khas Hawaii dengan pasir putih dan angin sejuk. Sebagai tempat wisata keluarga, pantai ini menyediakan banyak ruang terbuka dan aneka pilihan kuliner.

Di Aloha Bisa Wisata Pantai Pasir Putih Sambil Jajan Pizza dan Giant SquidAloha Pasir Putih PIK 2 (detikfood)
  • Lokasi: Jalan Laksamana Yos Sudarso PIK 2, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Gratis, tidak termasuk tarif parkir dan wahana bermain.

2. Pulau Macan

Dengan konsep ramah lingkungan, Pulau Macan menikmati lingkungan alam yang sangat nyaman dan indah. Pengunjung bisa menikmati sunset dan sunrise sambil berenang, snorkeling, atau diving.

Pulau Macan Kecil atau Pulau Macan GundulPulau Macan Kecil atau Pulau Macan Gundul (Putu Intan/detikcom)
  • Lokasi: Kepulauan Seribu.
  • Harga tiket masuk: Sesuai pilihan paket wisata.

3. Pantai Florida

Destinasi wisata ini menawarkan pantai yang nyaman, landai, dan tanpa karang sehingga minim risiko bagi pengunjung. Traveler bisa menyewa aneka sarana permainan air, tempat menginap, atau perlengkapan piknik pada biro wisata yang dikelola warga. Pantai Florida kerap disebut Pantai Florida Indah Anyer atau Pantai Florida 1 dan 2 yang semuanya merujuk pada lokasi yang sama.

  • Lokasi: Jalan Raya Karang Bolong, Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Pejalan kaki Rp 15 ribu, motor Rp 30 ribu, mobil Rp 100 ribu.

4. Pantai Carita

Lokasi wisata Pantai Carita sudah lama menjadi pilihan warga Jakarta dan sekitarnya untuk liburan. Pasir putih plus angin sepoi sangat cocok bagi traveler yang ingin refreshing bersama keluarga dari penatnya hari kerja.

Wisatawan menikmati objek wisata Pantai Carita saat libur lebaranPantai Carita (Aris Rivaldo/detikcom)
  • Alamat: Jl. Raya Carita Nomor 28, Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Tiket per orang Rp 15 ribu, motor (2 orang): Rp 30 ribu, mobil pribadi: Rp 30 ribu.

5. Pantai Ancol

Kawasan Ancol sudah lama dikenal sebagai destinasi wisata warga Jakarta. Ancol tak pernah sepi pengunjung apalagi saat libur panjang. Bagi pengunjung yang ingin menikmati Ancol, berikut beberapa pantai di Ancol yang direkomedasikan:

Kawasan Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara jadi salah satu pilihan destinasi wisata dalam momen hari pertama lebaran Idul Fitri. (ANTARA/Fitra Ashari)Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara (ANTARA/Fitra Ashari)

– Pantai Lagoon: Pantai ini dilengkapi area untuk berenang. Area pantainya aman dikunjungi anak-anak hingga orang dewasa

– Pantai Festival: Area terbuka di pantai ini kerap menjadi lokasi festival atau agenda lain. Di ini pengujung bisa melihat dermaga kayu yang melintang di bibir pantai, tempat pengunjung menikmati keindahan laut.

– Pantai Marina: Pantai ini dilengkapi pelabuhan kecil untuk bersandarnya kapal. wisatawan yang mau menyeberang ke area Kepulauan Seribu memulai perjalanan dari sini.

– Pantai Indah Ancol: Pantai ini memiliki lokasi strategis dilengkapi kuliner, wisata bahari lain sebagainya

– Pantai Ria: Panatai ini didominasi pohon kelapa menjulang dan hamparan pasir putih menawan.

  • Lokasi: Taman Impian Jaya Ancol, Jl. Lodan Timur No.7, RT.14/RW.10, Ancol, Kec. Pademangan, Jakarta Utara.
  • Harga tiket masuk: Rp 30 ribu, belum termasuk tarif parkir dan tiket masuk per wahana.

6. Pantai Marunda

Destinasi wisata ini identik dengan pemandangan tanggul beton yang memungkinkan pengunjung melihat sunset, mancing, atau sekadar bengong. Pantai yang dianggap makin bersih ini juga punya aneka pilihan kuliner dan dekat tempat wisata lain yang juga menarik, misal Rumah Si Pitung.

Sejumlah pengunjung berjalan setibanya untuk berlibur di Pantai Marunda, Jakarta, Kamis (3/4/2025). Pengelola objek wisata pantai tersebut mengenakan tiket masuk Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per orang sehingga ramai dikunjungi warga saat periode libur Lebaran 2025. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym.Pantai Marunda, Jakarta (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym) Foto: ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN
  • Alamat: Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu, tidak termasuk biaya parkir.

7. Pulau Bidadari

Gugusan Kepulauan Seribu memang selalu menarik untuk dijelajahi, tak terkecuali Pulau Bidadari. Sesuai namanya pulau ini memberikan pemandangan indah, ombak tenang, dan suasana nyaman.

Sandiaga renang di pulau bidadariSandiaga renang di Pulau Bidadari (Muhammad Fida ul Haq/detikcom)
  • Lokasi: Kepulauan Seribu.
  • Harga tiket masuk: Rp 50 ribu, belum termasuk tarif parkir dan akomodasi lainnya.

8. Pantai Sambolo 1

Pantai yang Bali banget ini punya pasir coklat halus dan deburan ombak yang sangat cocok dinikmati sambil jalan santai. Dikutip dari akun medsos Media Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Serang @funtasticserang, Pantai Sambolo punya jembatan menjorok ke laut yang bisa dinikmati pengunjung.

  • Alamat: Jl. Raya Anyer-Sirih, Bandulu, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu, tidak termasuk biaya parkir.

9. Pantai Pasir Perawan

Destinasi di Pulau Pari, Kepulauan Seribu ini, punya pemandangan yang bikin traveler seketika merasa lebih segar dan tidak lagi penat. Di sini, pengunjung bisa merasakan bermain di air laut jernih dan pasir putih yang halus.

  • Alamat: Jl. Pari Utama, Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta.
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu tidak termasuk biaya parkir, penyeberangan, dan sewa alat.

10. Pulau Perak

Kawasan ini adalah satu dari banyak gugusan pulau di Kepulauan Seribu Jakarta. Di sini, pengunjung bisa menikmati air pantai yang segar dan halusnya pasir putih. Tentunya, pengunjung bisa menyewa banana boat sebagai sarana hiburan.

  • Alamat: Kepulauan Seribu, Jakarta.
  • Harga tiket masuk: Gratis, tidak termasuk biaya penyeberangan dan tambahan lain.

11. Pulau Tidung

Detikers yang ingin berkunjung ke Pulau Tidung bisa menggunakan perahu penyeberangan dari Muara Angke. Total perjalanan sekitar tiga jam, sebelum bisa menikmati pasir putih dan air biru.

Pulau Tidung di Kepulauan TidungPulau Tidung di Kepulauan Tidung (Bonauli/detikcom)
  • Lokasi: Kepulauan Seribu
  • Harga tiket masuk: Rp 20-50 ribu belum termasuk parkir dan sewa fasilitas.

12. Pulau Untung Jawa

Kawasan Untung Jawa menawarkan banyak fasilitas pada pengunjung untuk menikmati suasana pantai. Misalnya, gazebo dan berbagai sarana wisata pantai yang bisa digunakan bersama teman dan keluarga.

Penampakan dari atas Pulau Untung Jawa Kepulauan SeribuPulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu (Kemenparekraf)
  • Lokasi: Kepulauan Seribu.
  • Harga tiket masuk: Rp 50 ribu, belum termasuk tarif parkir dan akomodasi lainnya.

13. Pantai Tanjung Lesung

Tanjung Lesung menawarkan keindahan bawah laut buat kamu yang suka snorkeling dan diving. Misalnya terumbu karang aneka warna dan air laut biru kehijauan. Kamu juga bisa menikmati penginapan dan sarana hiburan lain yang disediakan warga sekitar.

Tanjung LesungTanjung Lesung Foto: (dok. Istimewa)
  • Lokasi: Desa Tanjung Jawa, Kecamatan Panimbung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Rp 25 ribu di hari biasa dan Rp 40 ribu pada akhir pekan belum termasuk tarif parkir.

14. Pantai Sawarna

Pantai yang ini cocok buat para pecinta olahraga selancar. Dengan ombak yang kuat dan konsisten serta lingkungan aman, pengunjung bisa surfing tanpa rasa khawatir. Tentunya, pantai ini juga bisa dinikmati para pecinta snorkeling.

  • Lokasi: Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu di hari biasa dan Rp 10 ribu pada akhir pekan, belum termasuk tarif parkir.

15. Pantai Lontar

Destinasi wisata ini bisa jadi spot favorit kamu berburu sunset dan angin sepoi. Di sini juga tersedia jembatan pelangi yang membelah hutan mangrove sebagai benteng abrasi. Tentunya kamu bisa selfie, healing, atau sekadar jalan-jalan di sini.

  • Lokasi: Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu belum termasuk parkir dan tarif masuk hutan mangrove.

16. Pantai Tanjung Layar

Seperti namanya, pantai ini memiliki tebing berbentuk menyerupai layar perahu kayu yang terbuka. Dikutip dari situs Indonesia Kaya, tebing ini bisa dilihat dari atas bukit yang bisa diakses lewat sebuah tangga. Pemandangan dari atas bukit memungkinkan pengunjung melihat langsung deburan ombak pantai, angin sepoi, dan pemandangan matahari tenggelam.

  • Lokasi: Dewa Wisata Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu, belum termasuk parkir dan sewa perlengkapan liburan.

Buat detikers yang ingin piknik ke pantai di sekitar Jakarta, jangan lupa update informasi lebih dulu ya. Informasi harga tiket, parkir, transportasi, dan biaya lain memungkinkan persiapan liburan yang lebih baik.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Ini Dia, Pulau Terpadat dan Paling Kaya di Kepulauan Seribu


Jakarta

Pulau Kelapa tercatat sebagai wilayah dengan penduduk paling banyak sekaligus terkaya di Kepulauan Seribu, Jakarta. Paling kaya merujuk pada perputaran uang yang sangat aktif sehingga berdampak baik pada perekonomian warga.

Warga Pulau Harapan mengelola sektor wisata yang memang menjadi keunggulan wilayah tersebut. Sektor ini banyak dilirik wisatawan terutama pada saat libur. Para wisatawan bisa berenang, snorkeling, atau sekadar menikmati pantai bersama keluarga.

Pulau Paling Padat di Kepulauan Seribu

Penduduk Pulau Kelapa mencapai 7.708 jiwa berdasarkan data BPS Kabupaten Kepulauan Seribu tahun 2023, yang dikutip dari Kecamatan Kepulauan Seribu Utara Dalam Angka Kepulauan Seribu Utara tahun 2024. Jumlah tersebut terdiri dari 3.840 laki-laki dan 3.868 perempuan.


Kepadatan Pulau Kelapa mencapai 2.987,59 per km2 dan menjadi yang terbesar di seluruh wilayah administrasi Kabupaten Kepulauan Seribu. Pulau Kelapa sebetulnya adalah kelurahan yang terdiri dari 36 pulau lain. Sebanyak dua pulau berpenghuni sedangkan 34 lain tidak didiami penduduk. Dua pulau yang berpenghuni adalah Pulau Kelapa dan Pulau Kelapa Dua.

Pulau Paling Kaya di Kepulauan Seribu

Pulau Kelapa ternyata menjadi salah satu wilayah terkaya di Kepulauan Seribu, bersama Pulau Harapan. Perputaran uang di Pulau Kelapa sangat cepat, sehingga masyarakat bisa memperoleh pemasukan lebih banyak yang akan berdampak baik pada kehidupannya.

Dalam arsip berita detikcom, jumlah uang masuk dari usaha homestay dan akomodasi liburan lain bisa mencapai Rp 1,2 miliar. Pemasukan ini banyak diperoleh saat musim liburan ketika wisatawan berkunjung bersama keluarga dan teman terdekat.

Wisata di Pulau Kelapa

Dikutip dari Jadesta Kemenparekraf, spot wisata di Pulau Kelapa di Kepulauan Seribu adalah:

  • Snorkeling: Rp 500 ribu
  • Jelajah pulau: Rp 500 ribu
  • Wisata mancing: Rp 1 juta
  • Syukuran laut: Rp 300 ribu
  • Wisata kemah Rp 200 ribu
  • Penangkaran penyu sisik: Rp 25 ribu
  • Eduwisata Adopsi Karang: Rp 100 ribu
  • Wisata religi makam Sultan Maulana Mahmud Zakaria: Rp 50 ribu
  • Landmark Desa Wisata Pulau Kelapa: Rp 20 ribu

Di sini juga tersedia homestay yang dikelola masyarakat setempat dengan kisaran harga Rp 900 ribuan. Tarif sewa homestay bergantung kebijakan pengelola yang biasanya dipengaruhi fasilitas, layanan, view, dan kemudahan akses.

Sebelum berkunjung ke Pulau Kelapa sebagai kawasan paling padat dan salah satu yang terkaya, jangan lupa update ketersediaan layanan serta tarifnya. Info terbaru memungkinkan pengunjung menyusun itinerary liburan dengan baik.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Pantai Terdekat dari Jakarta dan Rute Menuju ke Lokasi



Jakarta

Menjelang akhir pekan, saatnya berburu wisata pantai yang tak jauh dari Jakarta. Simak 5 pantai berikut ini dan rute menuju ke lokasi ya!

Pantai-pantai terdekat dari Jakarta ini aksesnya mudah dijangkau, serta memiliki banyak fasilitas dari tempat makan hingga penginapan yang memudahkan pengunjung jika mereka mau sambil staycation.

Berikut 5 Pantai yang Jaraknya Relatif Dekat dengan Jakarta:

1. Pantai Ancol

Pengunjung menikmati suasana Pantai Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/2025).Pantai Ancol di Jakarta Utara Foto: Pradita Utama

Menyebut pantai terdekat dari Jakarta, nama Ancol tentu harus masuk ke dalam daftar. Berlokasi di Jakarta Utara, Ancol selalu jadi favorit bagi wisatawan yang mau liburan ke pantai di ibu kota.


Wisatawan bisa main air di pantai ini. Ombaknya relatif landai. Anak-anak paling suka main pasir dan lari-lari di pantai Ancol.

Untuk menuju ke sini, traveler bisa menggunakan mobil pribadi dan transportasi umum. Kalian bisa naik bus Transjakarta dengan tujuan akhir Halte Transjakarta Ancol.

2. Pantai Pasir Putih PIK 2

Nama Pantai Pasir Putih di kawasan Pantai Indah Kapuk tengah populer di kalangan traveler. Yuk, lihat lagi keseruannya!.Pantai Pasir Putih PIK 2 Foto: Rachman_Foto

Selanjutnya ada Pantai Pasir Putih PIK 2 yang memiliki hamparan pasir putih dan pemandangan laut yang menenangkan. Wisatawan bisa menikmati aneka aktivitas di pantai ini seperti berjemur, berfoto-foto di spot instagramable yang tersedia, serta bermain voli pantai.

Pasir putih di pantai yang merupakan area reklamasi ini terhampar seluas 4 km. Kawasan pasir putih PIK 2 juga sudah dilengkapi dengan aneka wisata kuliner, sehingga kamu tak usah repot-repot membawa makanan dari rumah.

Traveler disarankan datang saat sore hari agar bisa menikmati udara yang sejuk dan menyaksikan sunset yang cantik. Untuk menuju ke sini, traveler bisa naik transportasi umum.

Naiklah bus TransJakarta yang menuju ke Halte Balai Kota. Dari halte Balai Kota, perjalanan dilanjutkan dengan busway Koridor 1A (Balai Kota-Pantai Maju). Dari halte Pantai Maju, tinggal naik transportasi online sampai ke Pantai Pasir Putih PIK 2.

3. Pulau Bidadari

Warga menaiki kapal Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta di Dermaga Pulau Payung, Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (1/11/2024). Kepala Satuan Pelayanan Unit Kerja Pengelolaan Angkutan Perairan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Suparto Napitu mengatakan Dinas Perhubungan Prov DKI Jakarta sudah membuat lintasan wisata Kepulauan Seribu dengan rute Pulau Bidadari, Pulau Kelor, Pulau Onrust dan Pulau Cipir, dimana saat ini tinggal memasuki tahap peresmian oleh Kementerian Pariwisata atau PJ Gubernur DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.Pulau Bidadari Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Pantai Pulau Bidadari terletak di Kepulauan Seribu, Jakarta. Anda bisa memulai perjalanan ke pantai ini dari dermaga Marina Ancol.

Untuk waktu tempuhnya sekitar 20-30 menit menyesuaikan armada kapal yang nantinya digunakan. Apabila ingin menginap, Pantai Bidadari menyediakan resor hingga cottage.

Ada banyak kegiatan yang bisa dijelajahi di sini. Seperti bersepeda, banana boat, jet ski, sampai mengunjungi Benteng Martello peninggalan Belanda.

Supaya puas menjelajah Pulau Bidadari, Anda dapat memilih paket tur yang harganya relatif terjangkau bahkan bisa beramai-ramai bersama keluarga atau teman.

4. Pantai Pulau Perak

Wisata pantai berikutnya ada Pantai Pulau Perak. Jaraknya juga tidak terlalu jauh dari ibu kota Jakarta bahkan disebut-sebut sebagai pantai tak berpenghuni.

Menuju ke Pantai Perak bisa menggunakan jalur keberangkatan dari dermaga Kali Adem atau Muara Angke, Jakarta Utara.

Letak Pantai Perak masih dalam lingkup Kepulauan Seribu. Selain sering digunakan untuk snorkeling, atau diving, pantainya cocok dijadikan tempat berkemah.

Jika minat berkemah di pantai ini, Anda bisa booking langsung ke pengelola di sekitar pantai supaya dipersiapkan semua keperluan menginap. Untuk harganya mulai dari Rp50 ribu.

5. Pantai Pasir Perawan

Wisatawan menikmati keindahan Pantai Pasir Perawan yang terletak di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (16/12). Hamparan pasir yang lembut akan ditawarkan oleh 'Pantai Pasir Perawan' yang ada di Pulau Pari. File/detikFoto.Wisatawan menikmati keindahan Pantai Pasir Perawan yang terletak di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. File/detikFoto. Foto: Agung Pambudhy

Pantai dekat Jakarta berikutnya masih berada di Kepulauan Seribu yaitu Pantai Pasir Perawan yang berada di Pulau Pari. Untuk mencapai pulau ini dibutuhkan waktu tempuh sekitar 1,5 jam perjalanan laut dari kota Jakarta.

Selain cocok dijadikan tempat untuk healing, Anda dapat melihat langsung pesona pantai yang mempunyai pasir putih bersih dan bening.

Kawasan Pantai Pasir Perawan dikelilingi hutan bakau sehingga Anda bisa menaiki sampan untuk berkeliling santai di tempat ini.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Tempat untuk Self Retreat, Bisa Sendirian, Murah, Dekat Jakarta


Jakarta

Self retreat cocok buat kamu yang ingin me time setelah sibuk dengan berbagai kegiatan setiap hari. Kesempatan self retreat memungkinkan kamu menyediri, healing, dan recharge diri sendiri sebelum kembali produktif dengan kesibukan harian.

5 Tempat untuk Self Retreat

Berikut adalah rekomendasi tempat untuk self retreat yang murah dan bisa sendirian

1. Hutan dan Taman Kota

Ngabuburit jadi waktu melepas penat menjelang buka puasa. Hutan Kota GBK di Jakarta bisa jadi salah satu pilihan lokasi ngabuburit.Hutan Kota GBK Foto: Andhika Prasetia

Rekomendasi tempat: Hutan Kota GBK, Hutan Kota Srengseng Sawah, Taman Suropati


Tempat yang banyak pohon, tenang, dan sejuk memungkinkan kamu untuk jalan-jalan santai atau sekadar cuci mata. Pengunjung juga bisa joging cari keringat setelah beberapa hari sebelumnya sibuk bekerja tanpa sempat olahraga. Kegiatan menenangkan pikiran ini tentunya low budget alias murah.

2. Gunung

Glamping Sabda Alam, menawarkan sensasi menginap mewah, di kaki Gunung Guntur Garut.Glamping Sabda Alam di kaki Gunung Guntur, Garut. Foto: Hakim Ghani

Rekomendasi tempat: glamping di Lembang dan Puncak di Jawa Barat

Glamour camping (glamping) adalah aktivitas pilihan yang memungkinkan kamu berinteraksi langsung dengan alam, tanpa herus repot membawa peralatan kemah. Pengelola biasanya menyediakan paket glamping, sehingga penyunjung cukup memilih seusai kebutuhannya masing-masing. Kamu bisa melihat view super indah sambil recharge energi selama self retreat.

3. Curug

Wisata Trekking Curug Leuwi HejoWisata Trekking Curug Leuwi Hejo Foto: Instagram @whatraveltrekkingclub

Rekomendasi tempat: Curug Leuwi Hejo, Leuwi Asih, Leuwi Lieuk, Bidadari

Air terjun tidak hanya indah dipandang, menyediakan hawa sejuk, dan adem cocok untuk duduk-duduk santai atau cuci mata. Kamu bisa trekking di jalur yang telah disediakan sambil lebih banyak melihat yang ijo-ijo. Hasilnya, kamu bisa self treatment sambil olahraga sebelum kembali ke rutinitas harian.

4. Pantai

Pulau PariPulau Pari Foto: shutterstock

Rekomendasi tempat: Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

Kamu bisa nyebrang sendiri atau ambil paket liburan di Kepulauan Seribu. Pantai dengan air biru-hijau, tenang, ombak kecil, dan angin sejuk memungkinkan kamu relaksasi sambil menjauhkan diri dari kesibukan harian. Pantai juga cocok bagi penyuka sport activity misal renang, snorkeling, yacht, dan kegiatan lainnya.

5. Staycation

Ilustrasi staycationIlustrasi staycation Foto: Shutterstock

Rekomendasi tempat: hotel, apartemen, atau flat di Jakarta misal W Home Plan dan Chic Quarter

Hotel ini cocok bagi yang pengan liburan satu hari dalam suasana tenang, meski tidak jauh dari Jakarta. Di sela staycation kamu bisa jalan-jalan ke taman, museum, pusat perbelanjaan, atau sekadar makan enak hingga tiba hari kembali pada rutinitas.

Dengan rekomendasi ini, kamu bisa self retreat meski tidak lama untuk liburan sebelum kembali beraktivitas.

(row/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Spot Sunrise Terindah Dekat Jakarta untuk Weekend Adventure



Jakarta

Tren berburu sunrise menjadi aktivitas menarik di tempat wisata. Traveler yang mau mencari sunrise sambil jalan-jalan, bisa baca artikel ini.

Apakah ada tempat berburu sunrise untuk area Jabodetabek? Mungkin pertanyaan ini pernah terlintas di pikiran traveler. Jawabannya, ada. Spot berburu sunrise terbaik ada di gunung dan pantai.

Merangkum dari berbagai sumber, detikTravel memilih 5 tempat wisata berburu sunrise yang bisa dilakukan saat akhir pekan. Tak perlu ke luar kota, tempat wisata ini berada di sekitar Jakarta.


1. Pantai Mekar

Kawasan hutan mangrove Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi objek wisata warga. Warga berwisata dan bersantai di kawasan yang sejuk ini.Kawasan hutan mangrove Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi objek wisata warga. Warga berwisata dan bersantai di kawasan yang sejuk ini. Foto: Agung Pambudhy

Tak banyak yang tahu bahwa Bekasi punya pantai. Inilah Pantai Mekar yang terletak di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Pada tahun 2022, pemerintah provinsi Jawa Barat melakukan penataan kawasan wisata guna mempercantik area tersebut.

Punya wisata mangrove, wisatawan bisa menikmati keindahan sunrise di sepanjang pantai ini. Anti-mainstream dan masih underrated, Pantai Mekar Bekasi bisa jadi salah satu tempat wisata adventure di akhir pekan.

2. Pantai Tanjung Pasir

Sunrise di Pantai Tanjung PasirSunrise di Pantai Tanjung Pasir Foto: (Teguh Tofik Hidayat/d’treaveler)

Pantai Tanjung Pasir termasuk kawasan pantai yang ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan. Pantainya yang luas memiliki pasir berwarna kecokelatan yang halus. Dari bibir pantai, pemandangan barisan pulau kecil di Kepulauan Seribu pun bisa terlihat.

Di Pantai Tanjung Pasir, pengunjung bisa berenang atau sekadar bermain air di tepian pantai. Meski ombaknya cukup tenang, sebaiknya tidak berenang terlalu jauh ke tengah laut untuk tetap memperhatikan keselamatan.

Pantai ini identik dengan sunrise yang indah. Jika mengunjungi pantai ini, kamu tidak boleh melewatkan sunrise yang dramatis.

3. Gunung Pancar

Kawasan yang terkenal dengan hutan pinusnya ini terletak di Desa Karang Tengah, Bogor. Kawasan ini bersebelahan dengan sentul city.Gunung Pancar Foto: Al Fanny Panestika

Selain pemandangan gunung, wisatawan akan disuguhkan dengan keindahan hutan pinus. Tempat wisata ini berlokasi di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan jam operasional dari Senin-Minggu. Jam bukanya full 24 jam sehingga cocok untuk dijadikan tempat berkemah.

4. Bukit Alesano

bukit alesanoBukit Alesano Foto: Bacalagers Media/d’travelers

Masih di area Bogor, Bukit Alesano bisa menjadi tempat berburu sunrise bagi kamu yang suka kemping. Berlokasi di Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, tiket masuk ke tempat wisata ini Rp 10.000 per orangnya. Jika ingin kemping, kamu akan dikenakan biaya tambahan Rp 15.000 per orang.

Buka 24 jam mulai dari Senin-Minggu, wisatawan bisa datang ke sini untuk melihat sunrise maupun sunset.

5. Tebing Koja

Tebing Koja saat sunriseTebing Koja saat sunrise Foto: (Teguh Tofik Hidayat/d’traveler)

Tebing Koja atau Kandang Godzilla berlokasi Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten. Sekitar lima kilometer dari Stasiun Commuterline Cikoya melalui area perumahan warga, persawahan, dan jalan di perkampungan.

Sekali masuk, wisatawan dikenakan biaya Rp 5.000 per orang. Sudah viral di media sosial bahwa tempat ini adalah spot foto sunrise terindah Tangerang. Bagaimana tidak, area bekas pertambangan ini memiliki area yang dikelilingi oleh tebing, perbukitan dan danau. Sangat cocok untuk pesepeda atau wisatawan yang ingin treking.

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com