Tag Archives: keranjang sultan

Review Jujur Keranjang Sultan yang Bikin Will Smith Penasaran



Sukabumi

Will Smith membuat warga +62 gempar dengan mengunggah video Suspension Bridge Situ Gunung. Buat traveler yang penasaran, ini review jujurnya!

Suspension Bridge berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Wisata tersebut viral usai aktor asal Amerika, Will Smith memposting ulang video saat wisatawan menaiki keranjang sultan di Situ Gunung.

“Where is this??,” tulis Will Smith melalui akun media sosial Instagram pribadinya.


detikJabar mencoba menjajal langsung Keranjang Sultan pada hari ini, Sabtu (6/4/2024). Perjalanan dimulai dari pusat Kota Sukabumi menuju arah utara ke Kecamatan Cisaat dan Kadudampit. Wisatawan bisa menggunakan kendaraan umum atau pribadi baik itu kendaraan roda empat atau roda dua.

Di Situ Gunung terdapat beberapa paket wisata yang disebut jalur merah dan jalur hijau. Sementara itu, Keranjang Sultan dapat dinikmati bagi wisatawan yang mengambil jalur hijau.

Iyan warga Tangerang saat menjajal Keranjang Sultan di Situ Gunung SukabumiIyan warga Tangerang saat menjajal Keranjang Sultan di Situ Gunung Sukabumi Foto: Siti Fatimah

Sebelum bisa menaiki Keranjang Sultan, pengunjung melewati jembatan Lembah Purba. Jembatan itu memiliki panjang 414 meter dan diklaim sebagai yang terpanjang se-Asia lho!

Wisatawan dimanjakan dengan pemandangan alam khas pegunungan, pepohonan yang rimbun, udara yang segar dan sahutan suara burung. Selain memacu adrenalin, jika beruntung, pengunjung bisa melihat satwa liar yang dilindungi, salah satunya lutung Jawa.

Perjalanan kemudian dilanjut dengan menuruni tangga bebatuan mengarah ke Curug Sawer. Di tengah perjalanan, pengunjung akan disuguhi dengan pertunjukkan kesenian khas Sunda yaitu permainan musik suling dan karinding.

Sebelum tiba di Curug Sawer, pengunjung akan melewati beberapa fasilitas lain seperti Glamping Situ Gunung, area oleh-oleh dan food court. Setelah itu, perjalanan diakhiri dengan menaiki Keranjang Sultan.

Keranjang Sultan menjadi salah satu fasilitas untuk memotong jalan mengarah keluar area wisata. Pengelola menyiapkan kursi berbahan rotan untuk melintasi sungai sepanjang 153 meter.

Di sana sudah ada dua petugas yang membantu wisatawan untuk duduk dan memakaikan sabuk pengaman. Setidaknya ada delapan kursi Keranjang Sultan yang disiapkan pengelola.

Iyan Nur Yahya (52) pengunjung asal Tangerang mengaku sangat antusias untuk menaiki Keranjang Sultan. Ini kali pertama Iyan bersama keluarganya menaiki Keranjang Sultan.

“Jadi saya lagi liburan dari Tangerang ke Sukabumi. Kemungkinan ini naik Keranjang Sultan baru pertama kali tapi kalau sekitaran Ciwidey, Rengganis pernah cuma ini yang paling pertama ke sukabumi sekalian saya ajak keluarga, suami-istri sama ponakan sekitar 18 orang, semoga senang semua,” kata Iyan.

Sejak muda, Iyan memang menyukai wisata alam. Dia mengaku ingin menguji adrenalin dengan melewati jembatan dan naik Keranjang Sultan.

“Nggak ada (takut atau gugup) makanya pengen coba uji adrenalin. Seru, kebetulan saya suka di alam ke daerah-daerah pegunungan. Harga tiketnya memadai, terjangkau. Semoga di hari lebaran tidak ada kenaikan, semua keluarga bisa main lagi semua, kebetulan saya ambil yang hijau,” tutupnya.

***

Baca artikel selanjutnya di sini.

(bnl/bnl)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Tips Naik Rengganis Suspension Bridge, Tiket Paketan, dan Larangan


Jakarta

Rengganis Suspension Bridge atau Jembatan Gantung Rengganis menjadi salah satu pilihan wisata yang direkomendasikan di Bandung, Jawa Barat. Jembatan ini bisa membawa wisatawan menuju ke Kawah Rengganis.

Buat traveler yang masih bingung bagaimana cara naik Rengganis Suspension Bridge, simak dulu artikel ini untuk mengetahui informasi lengkapnya, mulai dari apa itu Rengganis Suspension Bridge, tips naik jembatan dan Keranjang Sultan, hal-hal yang dilarang, harga tiket paketan, lokasi dan jam buka.

Sekilas Tentang Rengganis Suspension Bridge

Dilansir dari laman Pemkab Bandung, Rengganis Suspension Bridge atau Jembatan Gantung Rengganis memiliki panjang 370 meter. Diklaim bahwa jembatan ini adalah jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara.


Jembatan Rengganis dilengkapi kabel sling 50 mm dengan 4 bentangan di bagian bawah dan dua pada suspension. Pada bagian alasnya menggunakan kayu ulin sehingga membuatnya tampak alami dan berpadu dengan suasana alam di sekitarnya.

Kawah Rengganis berada dalam kawasan Kawah Rengganis. Selain menguji adrenalin, traveler bisa berendam di air panas alami yang mengandung belerang, mandi lumpur, atau bersantai di bawah pancuran air panas

Di sini, wisatawan juga bisa sekaligus menikmati panorama melalui wahana Keranjang Sultan. Cukup duduk manis di keranjang, kamu akan meluncur hingga di atas ketinggian. Selain itu, traveler juga bisa bermain di Glamping Lakeside yang masih berada di satu kawasan.

Jembatan Gantung RengganisJembatan Gantung Rengganis (Instagram @rengganissuspensionbridge)

Tips Naik Rengganis Suspension Bridge

Tak perlu bingung bagaimana cara naik Rengganis Suspension Bridge. Simak beberapa tips berikut ini.

Lokasi dan Jam Buka

Untuk naik Rengganis Suspension Bridge, detikers harus menuju ke arah Kawah Rengganis, Situ Patenggang, atau Glamping Lakeside, yang berada di Gunung Patuha, Rancabali, Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Dalam perjalanan, detikers akan melewati perkebunan teh. Ikuti petunjuk arah yang mengarahkan ke Kawah Rengganis menggunakan jembatan gantung. Datanglah pada jam buka, yakni pukul 07.00-17.00 WIB setiap hari.

Di Pintu Masuk

Di loket, detikers bisa memilih beberapa jenis paket. Untuk bisa naik Rengganis Suspension Bridge, kamu harus membeli tiket Reguler atau VIP. Tiket Reguler hanya bisa dipakai naik jembatan gantung saat kembali dari Kawah Rengganis. Sementara tiket VIP bisa dipakai pergi-pulang.

Jembatan gantung ini memperpendek jarak menuju ke Kawah Rengganis, dari yang mencapai lebih dari 1 km, menjadi 370 meter saja. Tapi bagi yang takut naik jembatan, tentu harus melewati jalur biasa.

Aturan dan Larangan

Berdasarkan papan yang berada di Rengganis Suspension Bridge, berikut ini beberapa aturan dan larangan saat naik jembatan gantung:

  • Pengunjung harus menggunakan peralatan keamanan yang disediakan.
  • Mengikuti panduan dari guide.
  • Dilarang berlari-lari saat berada di atas jembatan.
  • Dilarang melompat-lompat saat berada di atas jembatan.
  • Dilarang menggoyang-goyangkan jembatan.
  • Dilarang memanjat pagar jembatan.
  • Dilarang membuang benda apapun dari atas jembatan.
  • Pengunjung dengan riwayat sakit jantung dilarang naik.

Berada di Kawah Rengganis

Kawah RengganisKawah Rengganis (Satria Nandha)

Setelah tiba di ujung jembatan, traveler harus turun melewati jalan tanah berbatu menuju Kawah Rengganis. Kamu bisa berendam di air panas alami yang mengandung belerang, mandi lumpur, atau bersantai di bawah pancuran air panas. Namun disarankan untuk berada di sini lebih dari 30 menit, karena bau belerang yang sangat menyengat.

Naik Keranjang Sultan

Bagi pengguna tiket VIP, kalian bisa naik Keranjang Sultan untuk kembali ke pintu masuk. Jadi detikers tidak perlu capek-capek berjalan lagi.

Harga Tiket Paketan

Harga tiket paketan naik Rengganis Suspension Bridge adalah sebagai berikut:

  • Paket Reguler: Rp 70 ribu per orang
    (Masuk Kawah Rengganis, naik jembatan gantung 1 kali saat pulang, masuk Situ Patenggang dan Pinisi Glamping Lakeside.)
  • Paket VIP: Rp 100 ribu per orang
    (Naik jembatan gantung 2 kali pergi-pulang, masuk Kawah Rengganis, masuk Situ Patenggang dan naik semua wahana Pinisi Glamping Lakeside.)

Itulah tadi informasi lengkap mengenai Rengganis Suspension Bridge, termasuk tips naik jembatan gantung, aturan dan larangan, hingga harga tiket masuknya.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik Jembatan Gantung Sukabumi, Lengkap dengan Harga dan Fasilitasnya


Jakarta

Jembatan Gantung Sukabumi atau Jembatan Situ Gunung, menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik di Jawa Barat. Sebagai jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara, tempat ini menawarkan pengalaman seru bagi para pencinta petualangan dan keindahan alam.

Dengan panorama hutan hijau yang membentang luas, jembatan ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sambil menguji adrenalin. Terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jembatan Gantung Sukabumi memiliki panjang sekitar 243 meter dengan ketinggian mencapai 150 meter di atas tanah.

Kamu bisa merasakan sensasi berjalan di atas jembatan, sambil menikmati pemandangan hutan tropis yang asri. Selain itu, destinasi ini juga menawarkan berbagai fasilitas pendukung yang membuat perjalanan semakin nyaman dan menyenangkan.


Lokasi dan Daya Tarik Jembatan Gantung Sukabumi

Jembatan Gantung Situgunung SukabumiJembatan Gantung Situgunung Sukabumi. Foto: Siti Fatimah/detikcom

Situ Gunung adalah tempat wisata alam terletak di Sukabumi yang menyimpan berjuta pesona dan keindahan. Di dalamnya, ada beberapa spot wisata populer. Salah satunya Jembatan Gantung Situ Gunung atau Situ Gunung Suspension Bridge.

Jembatan Gantung Sukabumi berlokasi di Desa Wisata Gedepangrango tepatnya di Jl. Raya Situgunung KM 9, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Jembatan ini merupakan jembatan gantung tengah hutan, yang terpanjang di Asia Tenggara. Dikutip dari laman Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, jembatan gantung ini membentang sepanjang 243 meter, dengan lebar 1,8 meter, dan ketinggian 121 meter di atas permukaan tanah.

Apalagi, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memiliki banyak keindahan alam. Adapun daya tarik jembatan ini yakni di sekitarnya (area Situ Gunung Sukabumi) terdapat beberapa spot wisata yaitu Air Terjun Curug Sawer dan Air Terjun Lembah Purba.

Belum lagi, kita akan dimanjakan dengan pemandangan dari jalur gua, jalur pendakian, dan danau. Salah satu dari keindahan-keindahan tersebut adalah Kawasan Situgunung.

Jembatan gantung memiliki daya tarik bagi wisatawan. Selain memacu adrenalin dengan berjalan di atas ketinggian, pemandangan sekitarnya pun sangat memukau.

Di sekeliling jembatan, pengunjung akan melihat bukit hijau dan pepohonan tinggi. Suasana sejuk dan dingin akan menemani perjalanan selama berjalan-jalan di Situ Gunung. Selain itu, jembatan ini juga sangat instagramable untuk berswafoto bersama keluarga atau orang terkasih.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Jembatan Gantung Sukabumi

Tiket masuk ke Situ Gunung mulai dari Rp50-100 ribu. Tiket tersebut sesuai dengan fasilitas yang didapatkan. Selain masuk ke area, masuk ke Curug Sawer, juga ada fasilitas minuman dan camilan sebelum memasuki pintu masuk jembatan.

  • Harga tiket reguler: Rp 50 ribu
  • Harga tiket VIP: Rp 100 ribu
  • Harga tiket VVIP: Rp 150 ribu.

Tarif tersebut bergantung dengan fasilitas yang didapatkan. Pengunjung dengan tiket reguler akan masuk ke area menuju jembatan dengan berjalan kaki. Namun jika membeli tiket VIP, pengunjung diantarkan ke lokasi utama dengan menggunakan mobil atau ojek secara gratis.

Sebelum masuk ke jembatan gantung akan disuguhi welcome drink berupa bakso, kacang hijau, dan teh atau kopi panas. Sementara pengguna tiket VVIP tak jauh berbeda, tapi memperoleh makan siang di De’Balcone Resto.

Jam operasional Jembatan Situ Gunung mulai dari pukul 07.00-16.00 WIB pada hari biasa. Lalu buka pukul 07.00-17.00 WIB ketika weekend dan waktu high season (libur panjang).

Fasilitas Jembatan Gantung Sukabumi

Jembatan Gantung Situgunung pertama kali dibangun di pertengahan tahun 2017. Proses pembangunan jembatan dilakukan secara manual dengan melibatkan warga lokal dan tenaga ahli dari Bandung.

Dalam laman Kementerian Maritim juga disebut pembangunannya tidak menggunakan alat berat, namun bisa selesai dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun, lebih tepatnya selama 4 bulan.

Material yang digunakan Jembatan gantung Situ Gunung Sukabumi berbahan dasar kayu ulin. Bahan kayu ini digunakan karena memiliki banyak keistimewaan, seperti sifatnya yang tahan terhadap kelembaban dan perubahan cuaca dan air laut.

Tekstur kayu ulin atau kayu besi dari Papua ini, sangat berat dan keras. Memiliki diameter yang lebar dan panjang, kayu ini tidak mudah dimakan oleh rayap.

Saat menaiki jembatan, pengunjung juga akan diberi Alat Pelindung Diri (APD) yang telah disediakan oleh pengelola, berupa sabuk pengaman. APD ini wajib kita kenakan di pinggang saat berada di atas jembatan sebagai standar keselamatan. Saat terjadi guncangan, pengunjung harus mengaitkan sabuk ke ramp yang ada pada bagian sisi-sisi jembatan.

Adapun fasilitas lainnya yang bisa digunakan pengunjung yakni ATM, pusat Kesenian dan Budaya, Musholla, Persewaan Alat, Selfie Area, Tempat makan, dan Wifi Area.

Ada pula pengalaman wahana lainnya seperti Keranjang Sultan, Floating Lodge Danau Situ Gunung, Flying Fox, hingga paket wisata bermalam di Situ Gunung dari Glamping maupun Camping Ground.

Dikutip dari laman Kemenkeu Tim KPPN Sukabumi, di area dalam jembatan ini terdapat banyak UMKM makanan dan minuman khas Sunda. Di antaranya cilok, combro, mie rebus, hingga aksesoris dan kerajinan tangan.

Nah itulah tadi penjelasan soal jembatan gantung Sukabumi dengan lengkap. Jadi, kamu tertarik mengunjunginya?

(aau/fds)



Sumber : travel.detik.com