Tag Archives: kereta

Cipeundeuy, Stasiun Kecil yang Dirindukan Penumpang KA Jalur Selatan



Tasikmalaya

“Selamat datang kepada penumpang kereta api jarak jauh. Saat ini perjalanan anda tiba di Stasiun Cipeundeuy”.

Itulah announcement dari Arif dengan logat khas Sundanya yang menyambut kedatangan setiap penumpang KA jarak jauh. Pengucapan Stasiun Cipeundeuy yang khas ini, dengan spontan diikuti hampir semua pedagang di luar KA, bahkan para penumpang yang sudah hapal dengan adat unik nan beda dari stasiun ini.

“Hahaha…iya sampai hafal. Aku setiap berhenti disini juga spontan aja niruin ucapan masnya tadi. Selamat datang di Stasiun Cipeundeuy pakai logat Sunda gitu,” aku Dyah, penumpang KA dari Yogya tujuan Bandung ini sambil tertawa.


Selain announcement yang unik, menyebut nama Cipeundeuy, pasti tak asing untuk para penumpang kereta api jarak jauh tujuan Bandung atau Jakarta di jalur selatan. Karena di sinilah, penumpang yang kelaparan, akan mendapat pertolongan dengan hadirnya pedagang makanan kaki lima.

Stasiun Cipeundeuy berada di wilayah kerja Daop 2 Bandung. Dengan posisi di 772 MDPL, suhu dingin sekejap terasa ketika memasuki wilayah di lembah perbukitan Gunung Karaha Bodas ini. Di stasiun kecil dengan bangunan lawas Belanda inilah, semua rangkaian kereta api wajib berhenti.

Ayep Hanapi, Manager Humas 2 Bandung menjelaskan, pola operasi di Stasiun Cipeundeuy mengikuti grafik perjalanan kereta api (Gapeka). Semua KA wajib berhenti di stasiun ini untuk mengikuti SOP pemeriksaan rangkaian gerbongnya.

“Semua KA wajib berhenti sekitar 10 sampai 15 menit untuk pengecekan rangkaian gerbong KA. Kenapa di Stasiun Cipeundeuy, karena dari timur jalur naik, begitu tiba di Cipeundeuy ke arah barat itu jalurnya akan menurun. Nah rangkaian gerbong KA harus diperiksa keamanannya,” papar Ayeb dihubungi beberapa waktu lalu.

Momen berhentinya semua KA ini menjadi kesempatan para penumpang berburu kuliner tradisional khas Sunda. Seperti cimol, siomay, batagor, tahu bulat sampai minuman bandrek. Beberapa ibu warga lokal, dengan serempak meneriakkan dagangan mereka masing-masing, begitu rangkaian KA berhenti dengan sempurna.

Sebuah pojok bagian bangunan dengan tulisan lawas “Cipeundeuy” menjadi spot kenangan manis bagi beberapa penumpang KA jarak jauh yang menikmati jajanan tradisional ini. Sebagian lainnya, memanfaatkan kesempatan ini untuk menikmati rokok dan segelas kopi panas.

Mereka yang baru punya pengalaman pertama, biasanya akan menuju spot itu dan membeli makanan tradisional yang di lapak dalam kondisi masih panas. Namun bagi yang sudah terbiasa, akan berjalan keluar stasiun menuju lokasi para pedagang makanan yang berjejer tepat di depan stasiun. Tak hanya penumpang, beberapa crew KA jarak jauh juga memanfaatkan kesempatan ini buat membeli makanan, camilan dan minuman di pedagang kaki lima di luar stasiun.

Achmad Cholik adalah satu diantara penumpang KA tujuan Jakarta yang menyimpan kenangan manis itu. Cholik yang merupakan pejabat di Pemkab Blitar kerapkali melakukan perjalanan dinas ke Jakarta dengan naik kereta api. Baginya, Stasiun Cipeundeuy selalu menjadi titik singgah yang dirindukan.

“Biasanya kalau dari Blitar pagi sampai Cipeundeuy itu sore. Pas hawa dingin, kereta berhenti terus ada ibu-ibu jualan makanan dibalik pagar, aromanya sedap dan mengepul dari dandang. Wes langsung lari turun…jajan hahahaa,” kenangnya.

Ternyata tidak hanya Cholik seorang yang menyimpan kenangan mengesankan itu. Beberapa penumpang yang sering melakukan perjalanan tujuan Jakarta naik KA juga melakukan hal yang sama. Pokok sampai Stasiun Cipeundeuy harus turun untuk jajan.

“Soalnya makanan tradisional, masih hangat itu kan gak mungkin kita jumpai di dalam kereta. Itu cerita lama penumpang KA yang sekarang sudah tidak ada. Begitu lihat situasi Stasiun Cipeundeuy ini kok asik, otomatis banyak penumpang yang menikmatinya. Jajan dan merokok , puhh nikmat,” pungkas Kakok, penumpang asal Malang.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Panduan Perjalanan dari Jakarta ke Ciwidey Naik Kereta Api dan Biayanya


Jakarta

Ciwidey memiliki sejumlah objek wisata yang menarik dikunjungi. Buat warga Jakarta yang pengin ke sana tapi nggak mau capek-capek mengemudi atau berkendara sendiri, kalian bisa naik transportasi umum.

Dalam artikel ini akan kita ulas panduan dari Jakarta ke Ciwidey naik kereta api. Tentunya, kereta api hanya mengantarkan hingga stasiun terdekat yang dilanjutkan dengan transportasi umum menuju Ciwidey.

Rute dari Jakarta ke Ciwidey Naik Kereta

Berikut ini rute perjalanan dari Jakarta ke Ciwidey naik kereta api yang berlanjut dengan alat transportasi lainnya, lengkap dengan perkiraan biayanya.


1. Naik Kereta ke Bandung

Yang pertama, traveler bisa naik kereta yang memiliki beberapa pilihan. Kalian bisa naik dari Stasiun Gambir dan turun ke Stasiun Bandung, atau naik dari Stasiun Pasar Senen dan turun di Stasiun Kiaracondong. Waktu tempuhnya sekitar 2,5 jam.

Disarankan untuk turun di Stasiun Bandung, karena jaraknya lebih dekat menuju ke titik selanjutnya. Namun jika turun di Stasiun Kiaracondong, selisihnya juga tak terlalu jauh.

Berikut ini beberapa pilihan kereta api Jakarta-Bandung, lengkap dengan kisaran harga tiketnya, yang dilansir dari situs KAI:

a. Cikuray (Ekonomi)

Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung-Stasiun Kiaracondong
Harga tiket: Rp 45 ribu

b. Serayu (Ekonomi)

Rute: Stasiun Pasar Senen-Stasiun Kiaracondong (tidak berhenti di Stasiun Bandung)
Harga tiket: Rp 63 ribu

c. Papandayan (Ekonomi & Eksekutif)

Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
Harga tiket: Rp 120 ribu-Rp 200 ribu

d. Papandayan Panoramic (Eksekutif)

Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
Harga tiket: Rp 425 ribu

e. Argo Parahyangan (Ekonomi & Eksekutif)

Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
Harga tiket: Rp 120 ribu-Rp 200 ribu

f. Argo Parahyangan Luxury (Eksekutif)

Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
Harga tiket: Rp 380 ribu-Rp 510 ribu

g. Argo Parahyangan Panoramic (Eksekutif)

Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
Harga tiket: Rp 400 ribu

h. Pangandaran (Ekonomi & Eksekutif)

Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
Harga tiket: Rp 120 ribu-Rp 200 ribu

2. Ke Terminal Leuwipanjang

Setelah turun dari Stasiun Bandung atau Kiaracondong, traveler bisa pindah ke titik selanjutnya, yaitu ke Terminal Leuwipanjang. Ada beberapa transportasi umum, tetapi disarankan untuk naik ojek atau taksi yang lebih cepat.

Perjalanan ini menempuh waktu sekitar 15-20 menit. Tarif naik ojek online sekitar Rp 20 ribu, sedangkan naik taksi online biayanya sekitar Rp 45 ribu.

3. Ke Terminal Cibeureum

Tiba di Terminal Leuwipanjang, carilah angkutan yang dikenal dengan sebutan Colt L300 untuk menuju ke Terminal Cibeureum, Ciwidey. Tanya kepada petugas jika masih ragu. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 40-50 menit. Tarif naik angkutan ini sekitar Rp 20 ribu.

4. Ke Tempat Wisata Ciwidey

Terakhir, setelah sampai di Terminal Cibeureum, traveler bisa menuju ke tempat wisata naik sejumlah angkutan umum. Misalnya jika menuju ke Kawah Putih, Patuha, Ranca Upas, atau Situ Patenggang, kalian bisa menggunakan angkutan umum warna kuning yang tarifnya sekira Rp 10-15 ribu.

Atau traveler bisa mencari paket wisata yang memberikan fasilitas penjemputan. Sampaikan bahwa titik penjemputan kamu adalah di Terminal Cibeureum.

Nah, itulah tadi panduan perjalanan dari Jakarta ke Ciwidey naik kereta api, lengkap mulai dari rute, pilihan kereta, hingga biayanya. Sebelum berangkat, jangan lupa update rute transportasi umum dan biaya yang diperlukan.

Selain itu, detikers sebaiknya mempersiapkan duit kas untuk biaya transortasi umum menuju Ciwidey. Tidak semua angkutan umum menyediakan akses pembayaran non tunai saat melayani penumpang.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Mengenal Daerah Jatinegara, Asal Kakek Pemain Bola Eliano Reijnders



Jakarta

Eliano Reijnders sedang hangat dibicarakan karena akan menjadi pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia. Ternyata, kakek dari atlet ini orang Jatinegara, lho.

Darah Indonesia bisa dikatakan kental di tubuh Eliano Reijnders. Ibu Eliano, Angelina Syane Lekatompessy, lahir di Jakarta dan kakeknya lahir di Meester Cornelis atau saat ini dikenal Jatinegara.

Bicara tentang Jatinegara, banyak hal menarik yang bisa dijelajahi di sana. Apalagi traveler pecinta sejarah dan barang antik bisa memuaskan hasrat di sini.


detikcom telah merangkum nih, Kamis (19/9/2024) tempat menarik di Jatinegara alias kampungnya kakek Eliano, yang bisa kamu datangi.

1. Pasar Jatinegara atau Pasar Jembatan Item

Barang bekas tak selalu identik dengan sesuatu yang tak terpakai. Di Jakarta ada beberapa pasar loak yang cukup populer. Berikut dua diantaranya.Di Pasar Jembatan Item Jatinegara dan Kebayoran Lama inilah lumayan sudah tersohor dan sellau jadi pilihan warga Ibu Kota berbelanja. Nggak semua barang bekas itu tak terpakai, ada juga kok barang bekas yang masih memiliki nilai ekonomi.Barang bekas tak selalu identik dengan sesuatu yang tak terpakai. Di Jakarta ada beberapa pasar loak yang cukup populer. (Agung Pambudhy/detikcom)

Traveler pecinta thrifting hingga barang antik bisa nih datang ke Pasar Jatinegara. Banyak benda-benda menarik yang bisa kamu buru lho. Tak hanya barang seconds, di sini juga menjual barang-barang baru kok.

Beragam barang yang bisa kamu temukan di sini, seperti HP, speaker, vacum cleaner, lukisan, kaset, uang kuno, jam tangan, hingga mainan anak.

Pasar barang bekas ini ada yang buka 24 jam, ada juga yang hanya sampai sore. Di sini tk hanya jualan di toko-toko saja, para pedagang juga banyak menggelar dagangannya di pinggir jalan.

2. Stasiun Jatinengara

PT KAI mengatur pola operasi KA jarak jauh keberangkatan dari Stasiun Gambir dengan akan diberhentikan di Stasiun Jatinegara meski tadinya tak berhenti di sana. (dok KAI)Stasiun Jatinegara (dok KAI)

Stasiun Jatinegara tidak sebatas rumah untuk kereta saja. Ada cerita sejarah menarik di sekitarnya, salah satunya stasiun ini adalah bangunan kedua. Bangunan pertama Stasiun Jatinegara berada 600 meter dari lokasi yang sekarang.

Dulu nama Stasiun Jatinegara yaitu Meester Cornelis. Daerah Meester Cornelis awalnya merupakan tanah milik seorang pemuka agama Kristen Bernama Cornelis van Senen. Setelah meninggal dunia pada 1661, para pengikutnya mengabadikan nama Meester (majikan) Cornelis sebagai nama wilayah bekas properti tanah milik mendiang. Ketika pendudukan Jepang, penamaan wilayah Meester Cornelis diganti menjadi Jatinegara.

Stasiun Jatinegara juga telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang terdaftar di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dengan nomor registrasi RNCB.19990112.02.000503 berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.13/PW.007/MKP/05 dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 011/M/1999

3. Museum Benyamin Sueb

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Terdapat beberapa bangunan di Taman Benyamin Sueb, salah satunya adalah Museum Benyamin Sueb. Di dalam area museum, terdapat berbagai macam peninggalan dari Benyamin Sueb, mulai penghargaan-penghargaan, rilisan musik hingga beberapa wardrobe yang pernah dikenakan oleh Bang Ben.

Taman Benyamin Sueb dibuka untuk umum, jadi masyarakat yang ingin berkunjung ke tempat ini bisa datang di hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB untuk operasional museum.

Lokasi museum nggak jauh kok dari Jembatan Item. Kamu bisa jalan kaki ke sini setelah berburu barang antik.

4. Wisata religi

Di sekitar pasar Jatinegara, traveler bisa mengunjungi beberapa tempat ibadah. Sebit saja Vihara Avalokitesvara yang terletak di Jalan Jatinegara Timur dan vihara Amurva Bhumi yang terletak di kelurahan Balimester.

Berkeliling lagi, traveler bisa berkunjung ke Gereja Koinonia yang memiliki loteng dengan pemandangan ke 4 arah mata angin di bagian atasnya.

detikcom menyarankan traveler untuk mencoba walking tour sekitar Jatinegara biar semakin kenal dengan sejarah di sana. Banyak kok tur yang menawarkan keliling Jatinegara.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cara ke Dufan Naik KRL Beserta Rute Stasiunnya


Jakarta

Taman hiburan Dunia Fantasi (Dufan) adalah salah satu destinasi liburan yang populer di Jakarta. Akses stasiun terdekat dari Dufan adalah Stasiun Ancol dengan jarak ±2,4 km. Simak panduan rutenya berikut ini.

Bagi kamu yang ingin mengunjungi Dufan menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL), penting untuk mengetahui stasiun yang terdekat untuk turun. Cari tahu rutenya di bawah ini.

Rute Ke Dufan Naik KRL

Berdasarkan informasi yang didapat detikTravel dari akun Twitter resmi KAI Commuter @CommuterLine (24/09/2024), ke Dufan naik KRL bisa turun di Stasiun Ancol.


Berikut adalah beberapa cara ke Dufan menggunakan KRL dari beberapa rute.

Cara ke Dufan Naik KRL dari Stasiun Jakarta Kota

  • Dari Stasiun Jakarta Kota, kita bisa menuju peron 7 untuk naik KRL tujuan akhir Stasiun Tanjung Priok untuk turun di Stasiun Ancol.
  • Dari Stasiun Ancol, kamu bisa naik transportasi ojek online, atau ojek pangkalan menuju Dufan. Jarak yang ditempuh kurang lebih 3,1 km dengan waktu tempuh yang diperlukan kurang lebih 7 menit.

Cara ke Dufan Naik KRL dari Stasiun Bogor

  • Dari Stasiun Bogor lalu pilih tujuan Stasiun Jakarta Kota.
  • Setelah sampai Stasiun Jakarta Kota, lanjutkan perjalanan ke Stasiun Tanjung Priok, lalu turun di Stasiun Ancol.
  • Dari Stasiun Ancol, kamu bisa naik transportasi ojek online, atau ojek pangkalan menuju Dufan. Jarak yang ditempuh kurang lebih 3,1 km dengan waktu tempuh yang diperlukan kurang lebih 7 menit.

Cara ke Dufan Naik KRL dari Stasiun Bekasi

  • Dari Stasiun Bekasi pilih kereta arah Stasiun Jakarta Kota.
  • Setelah sampai Stasiun Jakarta Kota, lanjutkan perjalanan ke Stasiun Tanjung Priok, lalu turun di Stasiun Ancol.
  • Dari Stasiun Ancol, kamu bisa naik transportasi ojek online, atau ojek pangkalan menuju Dufan. Jarak yang ditempuh kurang lebih 3,1 km dengan waktu tempuh yang diperlukan kurang lebih 7 menit.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Tempat Rekreasi di Tengah Kota Purwakarta



Jakarta

Taman Surawisesa, salah satu ruang terbuka hijau di Kabupaten Purwakarta, bisa menjadi pilihan untuk bersantai. Sayangnya, masih ada pengunjung yang buang sampah sembarangan.

Berada di samping Taman Air Mancur Sri Baduga, Taman Surawisesa menjadi tempat yang nyaman untuk beristirahat, berolahraga, dan melakukan kegiatan edukatif bagi anak-anak. Lokasinya yang strategis, hanya 350 meter dari stasiun, memudahkan pengunjung untuk mengakses taman ini dengan berjalan kaki.

Taman itu juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti toilet dan tempat duduk. Daya tampung taman ini mencapai 1.000-1.500 orang


Nama Taman Surawisesa diambil dari nama Putera Prabu Siliwangi, dan pemerintah Kabupaten Purwakarta telah menyediakan berbagai fasilitas edukatif di taman ini. Salah satu daya tariknya adalah layar besar yang menayangkan film-film edukatif bertema sosial.

Teropong ini bisa dioperasikan melalui ponsel pintar berbasis iOS maupun Android, sehingga pengunjung dapat mengamati langit dan belajar tentang astronomi dengan mudah. Selain itu, Taman Surawisesa juga menjadi tempat populer untuk berolahraga.

Destriani, seorang warga Purwakarta, menjelaskan bahwa taman ini sering digunakan oleh masyarakat untuk jogging, bermain voli, dan senam pagi.

“Setiap hari biasa, ada yang senam atau anak-anak kecil bermain di lapangan. Kadang juga ada pameran binatang dari komunitas di sini, dan beberapa orang main bola,” ujarnya.

Meskipun taman ini memiliki banyak fasilitas yang menarik, kebersihan area masih menjadi tantangan. Destriani menambahkan bahwa masih ada sampah yang sering ditemukan di sekitar area panggung. “Ada aja wisatawan yang suka buang sampah sembarangan,” kata dia.

Namun demikian, taman ini tetap menjadi tujuan wisata yang ramai dikunjungi, terutama oleh wisatawan dari sekitar Jabodetabek yang dapat dengan mudah mencapai Purwakarta dengan kereta dari Stasiun Cikarang dengan biaya perjalanan sebesar Rp 4.000.

Harga tiket masuk ke Taman Surawisesa adalah gratis, sehingga siapa pun dapat menikmati fasilitas yang disediakan tanpa harus mengeluarkan biaya. Taman ini terus menjadi tempat favorit bagi warga lokal dan wisatawan yang ingin menikmati suasana hijau di tengah kesibukan kota.

Tertarik untuk mengunjungi Taman Surawisesa? Ajak keluarga atau teman-teman, dan jangan lupa untuk menjaga kebersihan saat berada di sana!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Depok Rasa Jepang, Ada Stasiun Yamanote Line



Jakarta

Siapa sangka, Depok memiliki spot nongkrong bernuansa stasiun kereta Yamanote Line di Jepang. Lokasinya di Loopline Cafe Depok.

Pelayan di kafe itu menjelaskan bahwa pemiliknya, Hernando Santoso, terinspirasi untuk menciptakan konsep unik ini setelah liburan di Jepang. Dia tidak bisa melupakan pengalaman naik kereta jalur Yamanote Line yang dioperasikan oleh East Japan Railway Company.

Kafe itu menonjolkan warna hijau cerah pada bangunannya dan mengusung konsep gerbong kereta. Ornamen dan asesoris kafe itu seolah mengajak pengunjung merasakan suasana seperti berada di dalam gerbong kereta Jepang.


Loopline Cafe berada di Jalan Dewi Sartika No. 6 Pancoran Mas Depok, dekat dengan Stasiun Depok Lama. detikTravel berkunjung pada 15 Oktober lalu. Cuma butuh waktu lima menit berkendara dari Stasiun Depok Lama untuk sampai di kafe itu.

Bangunan kafe tersebut terdiri dari dua lantai dengan warna khas hijau nyentrik serupa kereta Yamanote Line di Jepang dengan jalur melingkar yang menjadi simbol perjalanan yang menyenangkan di negeri sakura.

Loopline Cafe, DepokLoopline Cafe, Depok (Amalia Novia Putri/detikcom)

Meskipun dari luar tidak terlalu terlihat seperti gerbong kereta, ketika traveler melangkah masuk, mata akan merasakan atmosfer seperti berada di dalam stasiun gerbong kereta di Jepang, di mana dinding gerbong dihiasi dengan gagang pegangan tangan, meja, serta petunjuk peta kereta Shibuya yang semakin menambah kesan otentik dan mendukung pengalaman pengunjung.

Area di lantai dua outdoor-nya menawarkan tempat santai bagi pengunjung untuk menikmati pemandangan KRL Bogor yang melintas dari rooftop, diiringi oleh hembusan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan, sehingga menciptakan nuansa yang terasa sempurna dan menyenangkan bagi siapa pun yang datang untuk bersantai dan menikmati suasana yang mendukung.

Barista Eddo Loopline Coffee di depok mengatakan kafe tempatnya bekerja baru buka pada tanggal 18 Agustus 2024. Sejauh ini, kafe itu mampu menampung 20 orang di area bawah dan 15 orang di area lantai dua, dan biasanya ramai pada Sabtu dan Minggu, terutama pada sore hari.

Untuk menu unggulan menawarkan varian Butterscotch Latte seharga Rp 28.000. Rasanya manis dan nikmat, terbuat dari 100% espresso kopi Arabika yang berkualitas dan juga berbagai menu coklat panas.

Untuk teman nikmatnya, coba juga Gomadare Fries yang gurih dan lezat. Jangan lewatkan pula Vanilla Brulee yang manis dan lembut, mirip dengan vla vanila yang menggugah selera. Kombinasi ini pasti akan memuaskan lidah traveler.

Loopline Cafe, DepokLoopline Cafe, Depok (Amalia Novia Putri/detikcom)

Loopline Coffee buka dari pukul 07.00 sampai dengan 21.00 WIB, tak hanya buka di Depok, Loopline Cafe juga ada di PIK, Bekasi , Pluit. Menawarkan berbagai fasilitas yang membuat pengunjung betah, mulai dari lahan parkir yang luas untuk kenyamanan kendaraan, banyaknya tempat charger untuk memenuhi kebutuhan gadget, hingga ruangan ber-AC yang menciptakan suasana nyaman bagi para pekerja yang ingin bekerja di mana saja.

Selain itu, tempat ngopi ini juga menjual berbagai merchandise menarik seperti tas, baju, tumblr, dan stiker unik yang tidak tersedia di tempat lain, serta punch yang pasti akan menambah keseruan pengalaman berkunjung.

Jangan lupa abadikan momen berharga bersama keluarga, teman, dan pasangan selama berada di Loopline cafe, karena kapan lagi bisa menikmati suasana unik dan foto-foto di dalam gerbong yang terasa seperti gerbong kereta Yamanote di Depok.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cara ke Mall Alam Sutera dengan Transportasi Umum dari Jabodetabek


Jakarta

Mall Alam Sutera bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu di akhir pekan. Terutama bagi detikers yang tinggal di Kota Tangerang atau Tangerang Selatan, mal ini mudah dijangkau, yakni di Jalan Jalur Sutera Barat, Kecamatan Pinang, Tangerang, Banten..

Bagi detikers yang tinggal di kawasan Jabodetabek, tidak usah bingung. Kalian bisa hangout ke Mall Alam Sutera naik transportasi umum. Cara ke Mall Alam Sutera dengan transportasi umum yang paling mudah adalah menggunakan kereta rel listrik (KRL).

Dalam artikel ini akan kita ulas cara ke Mall Alam Sutera dengan transportasi umum KRL dari Jakarta, Bogor/Depok, dan Cikarang/Bekasi.


Rute ke Mall Alam Sutera Naik KRL

Jika naik KRL, detikers nantinya harus turun di Stasiun Tanah Tinggi atau Stasiun Rawa Buntu. Setelah itu dapat melanjutkan perjalanan naik angkutan umum lainnya.

Ada beberapa opsi menuju ke sana, tergantung daerah asalmu. Berikut rute ke Mall Alam Sutera naik KRL dari berbagai daerah:

1. Dari Jakarta Pusat (Tanah Abang)

  • Dari Jakarta Pusat, detikers bisa naik KRL dari Stasiun Tanah Abang jurusan Tanah Abang-Rangkasbitung.
  • Turun di Stasiun Rawa Buntu, yakni stasiun keenam setelah Stasiun Tanah Abang.
  • Dari Stasiun Rawa Buntu, detikers keluar menuju halte Rawa Buntu untuk naik angkot B04 dan turun di Warung Mangga 1, kemudian naiklah ojek dengan jarak sekitar 2 km.
  • Jika tak ingin naik angkot, detikers bisa langsung naik ojek dari Stasiun Rawa Buntu dengan jarak sekitar 13 km.

2. Dari Jakarta Barat (Duri)

  • Dari Jakarta Barat, detikers bisa naik KRL dari Stasiun Duri dengan jurusan Duri-Tangerang.
  • Turun di Stasiun Tanah Tinggi, yakni stasiun kesembilan setelah Stasiun Duri.
  • Dari Stasiun Tanah Tinggi, detikers bisa jalan kaki 450 meter ke Pasar Induk Tanah Tinggi, kemudian naik angkot B07 dan turun di Warung Mangga 2, kemudian naiklah ojek dengan jarak sekitar 2 km.
  • Jika tak ingin naik angkot, detikers bisa langsung naik ojek dari Stasiun Tanah Tinggi dengan jarak sekitar 10 km.

3. Dari Jakarta Selatan/Timur (Jatinegara/Manggarai)

  • Dari Jakarta Timur, detikers bisa naik KRL dari Stasiun Jatinegara yang mengarah ke Stasiun Manggarai.
  • Jika kalian dari Jakarta Selatan, bisa langsung naik KRL dari Stasiun Manggarai.
  • Selanjutnya kalian bisa transit di Stasiun Tanah Abang naik KRL jurusan Tanah Abang-Rangkasbitung.
  • Turun di Stasiun Rawa Buntu.
  • Dari Stasiun Rawa Buntu, detikers keluar menuju halte Rawa Buntu untuk naik angkot B04 dan turun di Warung Mangga 1, kemudian naiklah ojek dengan jarak sekitar 2 km.
  • Jika tak ingin naik angkot, detikers bisa langsung naik ojek dari Stasiun Rawa Buntu dengan jarak sekitar 13 km.

4. Dari Jakarta Utara

  • Dari Jakarta Utara, detikers bisa naik KRL dari Stasiun Tanjung Priok atau Ancol.
  • Turun di Stasiun Kampung Bandan, pindah ke KRL arah Manggarai.
  • Turun di Stasiun Duri, pindah ke KRL jurusan Duri-Tangerang.
  • Turun di Stasiun Tanah Tinggi.
  • Dari Stasiun Tanah Tinggi, detikers bisa jalan kaki 450 meter ke Pasar Induk Tanah Tinggi, kemudian naik angkot B07 dan turun di Warung Mangga 2, kemudian naiklah ojek dengan jarak sekitar 2 km.
  • Jika tak ingin naik angkot, detikers bisa langsung naik ojek dari Stasiun Tanah Tinggi dengan jarak sekitar 10 km.

5. Dari Bogor/Depok

  • Jika berangkat dari arah Bogor/Depok, detikers bisa naik KRL Lintas Bogor jurusan Bogor-Jakarta Kota.
  • Turun di Stasiun Manggarai, pindah ke KRL arah Tanah Abang. Turun di Stasiun Tanah Abang.
  • Selanjutnya kalian bisa naik KRL jurusan Tanah Abang-Rangkasbitung.
  • Turun di Stasiun Rawa Buntu.
  • Dari Stasiun Rawa Buntu, detikers keluar menuju halte Rawa Buntu untuk naik angkot B04 dan turun di Warung Mangga 1, kemudian naiklah ojek dengan jarak sekitar 2 km.
  • Jika tak ingin naik angkot, detikers bisa langsung naik ojek dari Stasiun Rawa Buntu dengan jarak sekitar 13 km.

6. Dari Cikarang/Bekasi

  • Jika detikers berangkat dari arah Cikarang/Bekasi, maka naiklah KRL Lintas Cikarang jurusan Jatinegara-Manggarai, lanjutkan hingga Tanah Abang.
    Turu
  • n di Stasiun Tanah Abang, lanjutkan dengan naik KRL jurusan Tanah Abang-Rangkasbitung.
  • Turun di Stasiun Rawa Buntu.
  • Dari Stasiun Rawa Buntu, detikers keluar menuju halte Rawa Buntu untuk naik angkot B04 dan turun di Warung Mangga 1, kemudian naiklah ojek dengan jarak sekitar 2 km.
  • Jika tak ingin naik angkot, detikers bisa langsung naik ojek dari Stasiun Rawa Buntu dengan jarak sekitar 13 km.

Nah, itulah tadi cara ke Mall Alam Sutera dengan transportasi umum KRL. Jangan segan bertanya kepada petugas KRL mengenai rute kalian untuk memastikan kalian tidak salah jalan.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Asyik Juga Keliling Taman Mini Naik Shuttle



Jakarta

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bisa menjadi destinasi tujuan akhir pekan. Cek yuk akses ke sana.

Setelah revitalisasi dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 1 September 2023, kini TMII tampil dengan wajah baru. Selain menyuguhkan kebaruan, TMII membuat kebijakan untuk mendorong pengunjung memanfaatkan moda transportasi umum sebagai pilihan utama.

Kendaraan pribadi tidak bisa lalu lalang di dalam area TMII. Untuk berkeliling di dalam TMII, pengunjung bisa berjalan kaki, menggunakan kendaraan listrik, atau dengan fasilitas shuttle bus.


Langkah itu tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi pengunjung dalam menjelajahi berbagai wahana dan budaya yang ada di kawasan tersebut.

Pada kunjungan detikTravel pada Selasa (5/11/2024), shuttle bus tidak sulit didapatkan. Merujuk liputan terdahulu, jumlah shuttle bus tidak sebanding dengan pengunjung harus rebutan. detikTravel menuju TMII dengan LRT.

Traveler yang ingin berkunjung ke TMII, dengan memulai perjalanan dari Stasiun Jakarta Kota, bisa memilih KRL jurusan jurusan Bogor, kemudian turun di Stasiun Cawang. Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan LRT Cibubur Line (Harjamukti), lalu traveler turun di Stasiun LRT Taman Mini.

Setelah turun dan menggunakan eskalator, traveler akan sampai di lobi, lalu traveler dapat belok kiri dan bertemu dengan staf TMII baju berwarna kuning yang menawarkan layanan shuttle bus gratis menuju TMII.

Dengan membayar tiket masuk TMII sebesar Rp25.000 beroperasi setiap hari dari jam 07.00 hingga 19.00 WIB depan Travoy Hub LRT – TIC TMII, traveler dapat menaiki shuttle bus gratis berwarna kuning dengan tulisan “TMII,” yang akan mengantarkan traveler ke pintu utama Taman Mini Indonesia Indah dan mengantarkan kembali ke stasiun LRT Taman Mini, memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam menjelajahi destinasi wisata ikonik tersebut.

“Kakak duduk sini aja membayar tiket 25.000 per orang nanti saya bantu scan untuk pembayarannya. Kakak duduk saja nanti tunggu sekitar kurang lebih 10 sampai 15 menit mobil akan menuju ke sini, untuk akses shuttle bus ini berangkat dan pulang ya ka tiketnya jangan dibuang, ketika sudah mau pulang kaka bisa tunggu di tempat shuttle bus kaka turun tadi,” kata salah satu staff TMII saat ditemui oleh detikTravel.

Tidak hanya mengantarkan traveller dari stasiun ke pintu utama saja, shuttle bus gratis di TMII juga siap membawa traveler berkeliling untuk menikmati berbagai wisata menarik. Dengan shuttle bus udara terbuka (Angkling/Angkutan keliling) traveler akan disuguhkan pemandangan dan segarnya udara Taman Mini tanpa asap kendaraan, termasuk mengunjungi anjungan dari setiap rumah adat provinsi di Indonesia serta berbagai museum yang tersebar di dalam kawasan TMII.

Dengan adanya fasilitas shuttle bus gratis ini, traveller dapat dengan mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa harus khawatir mengenai transportasi, sehingga memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi kekayaan budaya, sejarah, dan keunikan setiap provinsi dengan nyaman dan praktis dalam suasana wisata yang lebih berkesan.

Namun, traveller tidak perlu khawatir jika ingin berhenti di lokasi tertentu tapi tidak menemukan nama museum atau anjungan yang tertera di halte. Petugas yang ramah dan siap membantu selalu ada untuk memberikan informasi dan panduan, memastikan setiap pengunjung dapat mencapai tujuan mereka dengan mudah dan nyaman.

Berikut Rute dan Halte Shuttle Bus Angkling yang tersedia di TMII:

Di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), berbagai halte shuttle bus gratis tersebar di seluruh area untuk memudahkan traveller menjelajahi fasilitas dan anjungan budaya yang ada. Beberapa halte utama dengan fasilitas menarik di antaranya:

Rute Utara:

  1. Halte Museum Penerangan: Menyediakan akses ke Gedung Parkir, Museum Penerangan, serta informasi wisata. Dari sini, pengunjung juga bisa mengunjungi Anjungan Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Riau. Terdapat pula food and beverage.
  2. Halte Sky World: Menawarkan fasilitas seperti Ganara Art, Among Putro Skyworld, dan Museum Pemadam Kebakaran, dengan akses ke Anjungan Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.
  3. Halte Anjungan Terpadu: Akses ke Taman Konservasi Burung, Taman Burung Jagat Satwa, dan Istana Anak-Anak Indonesia, dengan Anjungan Papua, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Kepulauan Riau, Gorontalo, Maluku Utara, Banten, dan Bangka Belitung.
  4. Halte Taman Burung : terdapat fasilitas Community centre, Taman Burung Jagat Satwa, Indonesian Science Centre, Monumen Persahabatan, Negara-negara non blok, dengan Anjungan Bangka Belitung.
  5. Halte Utara: Fasilitas meliputi Museum Indonesia, Museum Contemporary, Art Gallery, Teater Tanah Airku, Tower Saujana, Taman Prasasti APEC, Sasono Adiguno, dan Gedung Pengelola, serta akses ke Anjungan Bengkulu, Sulawesi dan Jambi.
  6. Halte Anjungan Aceh: Fasilitas meliputi Plaza Malaka, Among Putro Skyworld dan Ganara Art, untuk Anjungannya yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh dan Kalimantan Barat.
  7. Halte Anjungan Kalimantan Barat: Memiliki fasilitas yaitu Plaza Arsipelago, Ganara Art, Museum Pemadam Kebakaran dan Taman Melati, untuk Anjungan yaitu Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
  8. Halte Community Centre: Fasilitasnya mencakup Community Center, Istana Anak-Anak Indonesia, untuk akses ke Anjungan yaitu Kalimantan Tengah, Maluku, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Sulawesi Barat

Rute Selatan:

  1. Gerbang TIC dan melewati berbagai halte dan tempat wisata menarik di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dimulai dari halte Anjungan Jawa Timur, perjalanan berlanjut ke Halte Anjungan Sulawesi Tenggara, dan kemudian menuju Taman Burung.
  2. Selanjutnya, traveler akan melewati Halte PP IPTEK dan Museum Migas, tiba di Halte Museum Perangko, Halte Museum Transportasi, dan Halte Fresh Water Aquarium. Rute perjalanan ini berakhir di Taman Legenda Keong Emas.
  3. Beberapa wahana yang dilewati dalam perjalanan ini termasuk Kereta Gantung yang berhenti di Stasiun A, Istana Anak-Anak Indonesia, Fresh Water Aquarium, dan Museum Serangga. Selama perjalanan, pengunjung juga akan melewati berbagai museum dan taman, seperti Borobudur Mini, Museum Komodo, Museum Transportasi, Museum Keprajuritan, dan Museum Pusaka.
  4. Selain itu, perjalanan ini juga melintasi beberapa anjungan budaya yang mewakili berbagai provinsi Indonesia, di antaranya DKI Jakarta, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Tak ketinggalan, berbagai rumah ibadah juga dapat ditemukan di sepanjang rute, seperti Klenteng Kong Miao, Masjid Diponegoro, Gereja Santa Katrina, Gereja Haleluya, Pura Hindu Dharma, dan Wihara Budha dan Arya Sasana Adi Roso.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cara ke Temanggung dari Jakarta Naik Kereta dan Stasiun Terdekatnya


Jakarta

Temanggung adalah salah satu kota/kab yang terletak di Jawa Tengah. Untuk bisa ke sana, kita bisa melakukan perjalanan dengan berbagai moda transportasi dari berbagai kota besar.

Dari Jakarta untuk menuju Temanggung dengan kereta api, traveler bisa memulai perjalanan dari Stasiun Gambir atau Pasar Senen. Simak rute dan pilihan keretanya.

Cara ke Temanggung dari Jakarta Naik Kereta

Sayangnya, ssat ini tidak ada stasiun kereta aktif yang langsung berhenti di Temanggung. Berdasarkan informasi dari akun X @KAI212, stasiun terdekat dari Temanggung adalah Stasiun Weleri.


Perjalanan ke Temanggung dari Jakarta bisa pilih rute Pasar Senen – Weleri. Selain itu, kamu juga bisa pilih kereta dengan tujuan Semarang.

Dilihat detikTravel dari laman resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI) (11/11/2024), berikut adalah daftar stasiun asal beserta stasiun tujuan dalam rute Jakarta ke Temanggung dari stasiun tujuan terdekatnya.

1. Keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen (Jakarta) ke Stasiun Weleri (Kendal)

  • Kereta Api Dharmawangsa – Stasiun Weleri
  • Kereta Api Tawang Jaya – Stasiun Weleri
  • Kereta Api Tawang Jaya Premium – Stasiun Weleri
  • Kereta Api Kertajaya – Stasiun Weleri
  • Kereta Api Menoreh – Stasiun Weleri
  • Kereta Api Jayabaya – Stasiun Weleri.

Perjalanan dari Stasiun Pasar Senen ke Stasiun Weleri ditempuh sekitar 5-6 jam. Harga tiket keretanya berkisar mulai dari Rp 104 ribu hingga Rp 500 ribuan.

2. Keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen (Jakarta) ke Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng

  • Kereta Api Dharmawangsa – Stasiun Semarang Tawang
  • Kereta Api Tawang Jaya Premium – Stasiun Semarang Tawang
  • Kereta Api Matarmaja – Stasiun Semarang Tawang
  • Kereta Api Blambangan Ekspres – Stasiun Semarang Tawang
  • Kereta Api Brantas – Stasiun Semarang Tawang
  • Kereta Api Menoreh – Stasiun Semarang Tawang
  • Kereta Api Majapahit – Stasiun Semarang Tawang
  • Kereta Api Gumarang – Stasiun Semarang Tawang

Perjalanan dari Stasiun Pasar Senen ke Stasiun Semarang Tawang ditempuh sekitar 6-7 jam. Harga tiket kereta keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen ke berkisar mulai dari Rp 180 ribu hingga Rp 500 ribuan.

Sebagai informasi, biasanya kereta yang keberangkatan dari Stasiun Pasar adalah kereta-kereta kelas ekonomi sehingga harga tiketnya lebih terjangkau.

3. Keberangkatan dari Stasiun Gambir (Jakarta) ke Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng

  • Kereta Api Argo Muria – Stasiun Semarang Tawang
  • Kereta Api Argo Anggrek Luxury Sleeper – Stasiun Semarang Tawang
  • Kereta Api Argo Bromo Anggrek – Stasiun Semarang Tawang
  • Kereta Api Sembrani Luxury – Stasiun Semarang Tawang
  • Kereta Api Sembrani – Stasiun Semarang Tawang
  • Kereta Api Argo Merbabu – Stasiun Semarang Tawang
  • Kereta Api Brawijaya – Stasiun Semarang Tawang
  • Kereta Api Argo Sindoro – Stasiun Semarang Tawang
  • Kereta Api Pandalungan – Stasiun Semarang Tawang
  • Kereta Api Argo Muria – Stasiun Semarang Tawang
  • Kereta Api Brawijaya – Stasiun Semarang Tawang

Perjalanan dari Stasiun Gambir ke Stasiun ditempuh sekitar 4-5 jam. Harga tiket kereta keberangkatan dari Stasiun Gambir ke Stasiun Semarang Tawang berkisar mulai dari Rp 400 ribuan sampai Rp 1,4 jutaan.

Kemudian, setelah tiba di stasiun traveler perlu melanjutkan perjalanan ke Temanggung menggunakan transportasi/angkutan umum atau kendaraan pribadi.

Dilihat dari Google Maps, dari Stasiun Weleri ke Temanggung berkisar 60,2 km dengan waktu tempuh 1 jam 40 menitan. Sementara jika turun di Semarang Tawang berjarak 84,5 km dengan waktu tempuh berkisar 2 jam.

Wisata Temanggung

Mengutip situs Media Center Temanggung, berikut adalah beberapa pilihan destinasi wisata di Temanggung:

  • Candi Gondosuli.
  • Monumen Bambang Sugeng.
  • Taman Kartini Kowangan.
  • Water Park Pikatan.
  • Kledung Pass yang lokasinya diapit dengan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.
  • Kawasan wisata alam Posong di Kecamatan Kledung.

Itu tadi penjelasan rute ke Temanggung dari Jakarta naik kereta api beserta waktu tempuhnya. Semoga bisa membantu!

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

10 Stasiun KA Paling Sibuk pada Januari-Oktober 2024



Jakarta

PT Kereta Api Indonesia (KAI) merilis daftar stasiun kereta api paling sibuk sejak Januari hingga Oktober 2024. Stasiun Pasarsenen juaranya.

KAI membagi stasiun kereta api menjadi tiga jenis, yaitu stasiun penumpang, stasiun barang dan stasiun operasi. Saat ini, KAI mengelola 569 stasiun yang tersebar di wilayah operasionalnya.

Nah, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan yang optimal bagi para penumpang kereta api, KAI berupaya melakukan modernisasi fasilitas dan meningkatkan aksesibilitas di berbagai stasiun.


Vice President of Public Relations KAI Anne Purba mengungkapkan bahwa pada 2024 terlihat kepadatan jumlah penumpang di banyak stasiun, hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap layanan kereta api semakin meningkat.

“Peningkatan jumlah penumpang ini menjadi memacu kami untuk terus berinovasi dalam meningkatkan fasilitas dan layanan stasiun, guna menjadikan kereta api sebagai pilihan utama bertransportasi,” ujar Anne seperti dikutip dari rilis KAI, Rabu (13/11/2024).

Anne mengatakan ada 10 stasiun dengan jumlah terbanyak naik – turun penumpang KA JJ yang dikelola KAI pada periode Januari s.d Oktober 2024 sebagai berikut:

Stasiun dengan jumlah naik penumpang KA Jarak Jauh tertinggi:

1. Stasiun Pasarsenen: 3.589.144 penumpang
2. Stasiun Gambir: 2.531.864 penumpang
3. Stasiun Yogyakarta: 2.450.955 penumpang
4. Stasiun Surabaya Gubeng: 1.475.647 penumpang
5. Stasiun Surabaya Pasarturi: 1.362.481 penumpang
6. Stasiun Bandung: 1.268.243 penumpang
7. Stasiun Lempuyangan: 1.252.075 penumpang
8. Stasiun Semarang Poncol: 1.241.267 penumpang
9. Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng: 1.239.622 penumpang
10. Stasiun Purwokerto: 1.229.558 penumpang

Stasiun dengan jumlah turun penumpang KA Jarak Jauh tertinggi:

1. Stasiun Pasarsenen: 3.091.590 penumpang
2. Stasiun Yogyakarta: 2.396.462 penumpang
3. Stasiun Gambir: 2.355.125 penumpang
4. Stasiun Surabaya Gubeng: 1.547.969 penumpang
5. Stasiun Surabaya Pasarturi: 1.351.323 penumpang
6. Stasiun Bandung: 1.292.396 penumpang
7. Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng: 1.275.828 penumpang
8. Stasiun Semarang Poncol: 1.273.213 penumpang
9. Stasiun Purwokerto: 1.244.528 penumpang
10. Stasiun Lempuyangan: 1.240.867 penumpang

Dari Januari hingga Oktober 2024, KAI Group telah melayani 378.998.962 penumpang. Adapun rinciannya yaitu 42.767.683 penumpang yang dikelola KAI, 309.694.220 penumpang dikelola KAI Commuter, 16.858.617 penumpang yang dikelola LRT Jabodebek, 4.889.754 penumpang dikelola KCIC, 4.667.314 penumpang yang dikelola KAI Bandara, dan 121.374 penumpang dikelola KAI Wisata.

Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api dapat dimanfaatkan oleh brand yang ingin bermitra dengan KAI.

“KAI membuka kesempatan bagi perusahaan-perusahaan untuk bekerja sama dalam program branding di stasiun, kereta dan hak penamaan (naming rights) seluruh wilayah KAI Group Jawa dan Sumatera, nantinya nama brand milik mitra akan diterapkan dalam berbagai penyebutan baik audio maupun visual di berbagai media seperti, signage, wayfinding, peta jalur, announcement, dan berbagai publikasi lainnya terkait stasiun tersebut,” kata Anne.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com