Tag Archives: kerusakan

Estimasi Biaya Renovasi Atap Rumah Pakai Baja Ringan


Jakarta

Atap rumah menjadi bagian yang penting pada sebuah rumah. Sebab, bagian atap melindungi bagian dalam rumah dari cuaca panas, hujan, maupun berangin.

Sering kali atap rumah mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu. Tentunya jika terjadi diperlukan perbaikan atau bahkan renovasi atap.

Kira-kira berapa ya biaya renovasi atap rumah pakai baja ringan?


Estimasi Biaya Renovasi Atap Pakai Baja Ringan

Sebagai contoh, kamu memiliki rumah tipe 60 dan ingin memasang rangka atap baja ringan dengan genteng metal. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung luas atap rumah terlebih dahulu.

Luas rumah: 10 x 6 m
Oversteck atau kelebihan atap dari dinding luar: 60 cm = 0,6 m
Kemiringan sudut: 30 derajat

Luas atap rumah (LAR): panjang x lebar/cosinus derajat kemiringan atap
= (10 m + Oversteck kanan dan kiri) x (6 m + Oversteck depan dan belakang) / cosinus 30 derajat

= (10 + 1,2) x (6 + 1,2) / 0,866
= 11,2 x 7,2 / 0,866
= 93,11 m2

Jika harga baja ringan setebal 1 mm adalah Rp 150.000/m2 dan harga genteng metal Rp 100.000/m2, maka total biaya atap baja ringan adalah:

(LAR x harga baja ringan per m2) + (LAR x harga penutup atap per m2)
= (93,11 x Rp 150.000) + (93,11 x Rp 100.000)
= Rp 13.966.500 + Rp 9.311.000 = Rp 23.277.500

Sebagai informasi, perhitungan tersebut hanyalah sebuah estimasi saja. Harga material bangunan dan jasa tukang di setiap daerah berbeda. Biaya tersebut juga di luar biaya bongkar atap.

Tentunya penggunaan baja ringan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini informasi kelebihan dan kekurangan baja ringan berdasarkan catatan detikcom.

Kelebihan Baja Ringan

Harga baja ringan memang cenderung lebih mahal daripada material lainnya, tetapi ia memiliki berbagai kelebihan, antara lain sebagai berikut:

1. Memiliki Daktilitas yang Baik

Daktilitas merupakan sifat baja yang tidak hancur setelah mengalami deformasi yang besar. Berbeda dengan baja konvensional atau kayu yang bisa langsung hancur dan patah saat diberikan beban tiba-tiba (beban kejut), baja ringan sanggup menahan beban beran tanpa menyebabkan kerusakan.

2. Kekuatannya Bagus Tapi Ringan

Salah satu yang istimewa dari bawa ringan adalah kuat tapi tetap ringan. Tentunya hal ini dapat membuat proses pemasangan jadi lebih efisien. Selain itu, baja ringan memiliki potensi penyebab kematian yang cukup kecil.

3. Tahan Karat

Material baja ringan tahan karat sehingga tidak perlu melakukan finishing cat. Setelah dibongkar, baja ringan bisa dimanfaatkan kembali dan di daur ulang sehingga lebih ramah lingkungan.

4. Tahan Lama

Salah satu kelebihan paling menarik dari baja ringan adalah awet karena tidak akan dimakan rayap. Jadi, tidak perlu khawatir kalau atap rumah akan rapuh atau keropos. Walaupun harga baja ringan sedikit lebih mahal dibanding rangka bahan lain, tapi biaya perawatannya lebih murah.

Kekurangan Baja Ringan

Kekurangan baja ringan yang perlu kamu perhatikan yaitu sebagai berikut.

1. Mudah Goyang Terbawa Angin

Bobotnya yang ringan ternyata bisa menjadi kelebihan sekaligus kekurangan. Baja ringan bisa saja terbawa angin jika tidak dipasang dengan benar.

2. Harganya Mahal

Tak dapat dipungkiri, harga material baja ringan masih termasuk mahal. Namun, baja ringan lebih ramah lingkungan dibandingkan material kayu. Selain itu, dengan segala kelebihan yang dimiliki, wajar saja jika harganya lebih mahal.

3. Kurang Estetis

Jika ingin membuat atas dengan model terekspos, menggunakan rangka baja ringan mungkin bukan pilihan yang tepat. Berbeda dengan kayu yang memiliki nilai estetika, rangka atap baja ringan akan terlihat berantakan.

Semoga bermanfaat ya informasinya, detikers!

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Mending Beli Rumah Second Lalu Renovasi atau Beli Baru? Ini Pertimbangannya



Jakarta

Rumah tapak bisa dimiliki dengan berbagai cara, seperti dengan membeli baru dari pengembang atau membangun sendiri dari nol. Namun, ada opsi lain yakni membeli rumah second, lalu merenovasinya.

Menurut Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management Steve Sudijanto, membeli rumah second sangat menguntungkan karena harganya lebih terjangkau daripada membeli rumah baru. Ia menjelaskan penjual biasanya ingin menjual rumah dengan cepat sehingga mematok harga di bawah pasaran.

“Orang yang menjual rumah pasti membutuhkan uang atau mau pindah ke luar kota. Pasti mendambakan uang cash. Kalau nggak kan nggak dijual. Atau mereka mau naik pangkat, mau pindah rumah yang lebih besar, butuh uang juga kan untuk nombokin,” kata Steve kepada detikcom, Rabu (3/7/2024).


Selain itu, rumah second biasanya memiliki kawasan yang lebih berkembang karena sudah berdiri lama. Sedangkan rumah baru biasanya masih dalam tahap pengembangan, sehingga ada banyak lahan kosong.

Lokasi rumah yang strategis dan fasilitas yang lengkap tentu akan menguntungkan pemilik rumah. Dengan membeli rumah second akan disertai akses dan fasilitas yang lebih mendukung juga.

“Kita bisa beli rumah di fasilitas yang sudah matang, yang sudah mapan. Sektor 1-5 itu biasanya sudah lengkap, dekat stasiun kereta (dan) dekat jalan tol. Sudah matang, buahnya sudah manis, tinggal renovasi,” katanya.

Namun, pastikan memilih rumah second yang tidak memiliki kerusakan parah atau struktural. Bila struktur bangunan rusak sampai perlu merobohkan rumah, maka sama saja dengan membangun rumah dari awal.

“Jangan sampai membeli rumah kita harus merobohkan struktur, itu rugi. Karena kalau mendapat rumah yang strukturnya sudah nggak baik, itu akhirnya kita kayak bangun baru, akhirnya ya mahal,” imbuhnya.

Ia menyebut kerusakan permanen pada rumah yang perlu dihindari seperti berkaitan dengan struktur, rayap, hingga pernah banjir. Oleh karena itu penting untuk datang langsung untuk survei rumah second untuk memilih properti yang tidak banyak masalah.

“Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap,” pungkasnya.

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Tips Pasang Atap Rumah Biar Nggak Rusak Diterpa Hujan-Angin Kencang


Jakarta

Belasan atap rumah di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat rusak diterjang hujan yang disertai angin kencang. Rata-rata rumah tersebut mengalami kerusakan pada bagian atap rumah.

“Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, sehingga mengakibatkan beberapa unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap. Korban terdampak 12 unit rumah berisi 35 jiwa rusak ringan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Muhammad Adam Hamdani dikutip dari detikNews, Rabu (3/7/2024).

Atap rumah memang berguna untuk melindungi penghuninya dari terpaan cuaca seperti hujan dan panas terik matahari. Namun, kalau sampai rusak bisa menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi pemilik rumah memperbaikinya.


Lantas, bagaimana cara mencegah atap rumah terbang dan rusak akibat terjangan hujan dan angin kencang?

Tips Cegah Atap Rumah Rusak

1. Pilih Material Genteng yang Berat

Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky membagikan tips untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi. Ia menyebut bobot genteng mempengaruhi daya tahan atap terhadap terpaan hujan deras dan angin kencang.

“Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” ujar Panggah kepada detikcom, Kamis (4/7/2024).

Panggah menyarankan agar menggunakan material genteng yang berat dan kedap dari panas. Ia sangat merekomendasikan genteng tanah liat keramik yang menurutnya memiliki bobot, kualitas, dan estetika terbaik dibandingkan tipe genteng lainnya.

“Pemilihan material genteng sendiri, disarankan material genteng itu adalah yang memang yang agak lumayan berat dan kedap dari panas karena kadang-kadang juga sering ditemui genteng ini juga menyerap panas juga dan gampang terbang juga,” katanya.

Namun, bila ingin alternatif genteng yang lebih terjangkau bisa menggunakan genteng beton. terjangkau tapi estetika dapet tapi masih kalah.

2. Susun Genteng dengan Rapi

“Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” jelasnya.

Setiap genteng harus disusun saling memberatkan dan meniban satu dengan lainnya serta memiliki kemiringan yang sesuai. Hal ini mempengaruhi daya tahan genteng menerima terjangan angin agar tidak terbang.

3. Pasang Rangka Atap dengan Benar

Selain itu, pemilihan material rangka atap juga mempengaruhi kekuatan atap menahan terpaan hujan dan angin. Ia menyarankan agar memakai rangka atap dari baja ringan.

“Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ucapnya.

Ia menyebut baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

“Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” pungkasnya.

Itulah cara mencegah atap genteng rusak akibat hujan deras dan angin kencang. Semoga membantu!

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Jarang Disadari, Kenali 8 Tanda Sakelar Lampu di Rumah Bermasalah


Jakarta

Sakelar lampu adalah tombol untuk menyalakan dan mematikan lampu di rumah. Sakelar lampu dibuat dengan bahan yang aman untuk disentuh atau isolator seperti plastik.

Meskipun aman untuk dipegang, tetapi sakelar lampu tidak bisa dipencet terus menerus dalam waktu bersamaan. Jika terlalu sering, tuas sakelar cepat aus dan rusak. Biasanya tanda sakelar lampu mulai aus adalah lambat merespon ketika tombol ditekan.

Selain itu, mengutip dari The Spruce, Sabtu (6/7/2024) ada beberapa tanda sakelar listrik di rumah bermasalah atau rusak, sebagai berikut.


1. Terdengar Suara Aneh Saat Sakelar Lampu Ditekan

Sakelar lampu yang bermasalah dapat menyebabkan sambungan kabel longgar. Alhasil saat ditekan menimbulkan efek suara elektrik seperti mendesis dan berdengung. Namun suara tersebut juga bisa berasal dari lampu. Kerusakan pada sakelar lampu juga akan berpengaruh pada struktur filamen bola lampu yang ikut bergetar. Maka dari itu, hindari menekan sakelar terlalu kuat.

2. Tuas Sakelar Sudah Keras

Sakelar lampu didesain agar mudah saat ditekan. Namun, jika sakelar lampu bermasalah maka bunyi saat menekan sakelar lampu tidak terdengar. Saat ditekan juga terasa keras dan susah. Solusinya kamu perlu mengganti sakelar lampu untuk menghindari lampu semakin lama merespon.

3. Sakelar Terasa Panas

Seperti yang diketahui sakelar lampu dibuat dari bahan isolator yang tidak menghantarkan panas dan listrik. Namun, jika kamu merasakan sakelar lampu hangat, berarti ada masalah pada pembuangan panas dari aliran listrik. Hal ini wajar terjadi pada sakelar lampu. Namun, jika sakelar lampu terasa sangat panas, kamu perlu mengeceknya dan ganti dengan yang baru.

4. Lampu Tidak Langsung Menyala

Sakelar dan lampu yang berfungsi dengan baik biasanya langsung terkoneksi. Namun, jika saat menekan sakelar listrik, lampu justru berkedip dahulu atau lebih lama merespon, bisa jadi ada yang rusak pada logam sakelar. Tidak hanya itu, bisa juga dikarenakan tuas sakelar kendor atau kerusakan pada kabel sehingga lampu telat merespon.

5. Muncul Percikan Api

Tanda sakelar listrik bermasalah yang perlu diwaspadai adalah muncul percikan api saat kamu menekan tuas atau terjadi tiba-tiba. Percikan api bisa membahayakan orang yang berada di dekat sakelar listrik dan biasanya percikan api diikuti dengan korsleting listrik atau padamnya lampu.

Percikan api ini juga bisa menyebabkan asap dan bau hangus pada sakelar. Jika sudah begini kamu perlu mengganti sakelar listrik secepatnya agar tidak menyebabkan kebakaran.

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Catat! Ini 8 Penyebab Cat Dinding Menggelembung dan Cara Mudah Mengatasinya


Jakarta

Cat rumah adalah pelindung terluar dinding. Selain melindungi, cat dinding juga mempercantik tampilan rumah. Sifatnya yang menempel pada dinding, ada beberapa risiko yang dapat merusak cat dinding, salah satunya adalah cat menggelembung.

Cat menggelembung adalah keadaan cat yang semula rata dan mulus tiba-tiba membentuk bulatan besar seperti balon yang diisi udara. Biasanya cat menggelembung tidak langsung pecah terutama yang ukuran bulatannya masih kecil. Namun, ukuran apapun, cat menggelembung mengganggu estetika dinding di rumah. Lantas, apa yang harus dilakukan jika ada cat menggelembung pada dinding rumah?

Penyebab Cat Menggelembung

Dikutip dari House Beauty, Sabtu (6/7/2024) berikut beberapa penyebab cat dinding menggelembung.


1. Cat yang Dipilih Tidak Sesuai

Penyebab pertama cat dinding menggelembung adalah jenis cat yang digunakan tidak sesuai dengan dinding rumah. Misalnya jenis cat minyak dan lateks dipakai bersamaan. Alhasil keduanya tidak dapat menempel dan senyawanya tidak mengikat. Dengan demikian, setelah ditimpa permukaan dinding akan terlihat gelembung berisi udara.

2. Tidak Membersihkan Sisa Cat Sebelumnya

Sudah jadi rahasia umum, jika ingin mengecat dinding, kamu perlu membersihkan warna cat sebelumnya. Namun, biasanya langkah ini dilewati karena sulit dan membutuhkan waktu lama. Padahal cara ini bukan hanya membuat tampilan dinding lebih halus, melainkan menghilangkan kotoran yang menempel di dinding. Minyak atau kotoran bisa menjadi penyebab timbulnya gelembung sebab cat tidak dapat menempel sepenuhnya pada dinding yang berminyak.

3. Tidak Pakai Cat Dasar

Setelah cat sebelumnya terkelupas, kamu perlu melapisinya dengan cat dasar dahulu. Cat dasar penting untuk memperkuat lapisan warna pada tembok. Cat dasar ini juga perlu dipakai setelah cat selesai. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa cat dapat terkunci dan mencengkeram permukaan secara merata dan konsisten.

4. Dinding yang Lembab

Kemudian, ada kondisi lain yang bisa menyebabkan cat menggelembung yakni udara di sekitar dinding lembap, terutama pada saat hujan. Biasanya cat dinding luar sering mengalami cat menggelembung. Kelembapan berbentuk udara atau air terperangkap di lapisan cat dan membentuk kantong. Kamu perlu berhati-hati jika atap rumah mulai bocor karena potensi cat dinding menggelembung mungkin saja terjadi.

5. Cat Terkena Suhu yang Terlalu Panas

Selain lembap, cat menggelembung juga bisa timbul jika di sekitar dinding terlalu panas. Idealnya cat dinding berada dalam suhu 50-85 derajat. Jika berada di atas angka tersebut risikonya cat mengering secara tidak merata sehingga ada udara yang terperangkap di bawahnya.

6. Menimpa Cat Lain yang Masih Basah

Salah teknik pengecatan seperti menimpa cat yang masih basah juga merusak permukaan cat sebelumnya. Salah satu kerusakan tersebut terlihat dari terbentuknya gelembung. Oleh sebab itu, pastikan cat yang sudah dipoles dan dicat benar-benar kering sebelum mengaplikasikan lapisan berikutnya.

7. Cat Diaduk Terlalu Lama

Teknik pengecatan lainnya yang membuat cat menggelembung adalah cat diaduk terlalu lama sebelum dipakai. Mengaduk cat terlalu lama dan terlalu cepat secara berlebihan dapat menimbulkan masuknya gelembung udara ke dalam cat yang muncul di dinding.

8. Salah Memilih Rol Cat

Penyebab lainnya adalah salah memilih rol cat. Kuas dan cat dirancang berbeda-beda agar pada saat digunakan, cat bisa merata tanpa tercipta bertekstur. Maka dari itu, tanyakan kepada petugas toko bangunan atau tempat kamu membeli cat agar hasilnya sesuai harapan.

Cara Mengatasi Cat Gelembung

Jika mendapati cat di rumah menggelembung, kamu bisa memecah gelembung tersebut dengan mengikisnya. Gunakan ampelas agar lebih cepat. Jika di bawah cat menggelembung ada retakan, sebaiknya tambal dahulu. Setelah permukaan dinding kembali rata seperti semula, amplas kembali.

Jangan lupa oleskan dengan cat dasar atau primer, pastikan cat benar-benar mengering dan tidak lembab. Lalu aplikasikan ulang cat dengan lapisan berikutnya. Tunggu sampai mengering, baru kamu bisa menimpa cat baru lagi jika dibutuhkan.

Itulah penyebab dan cara mengatasi cat dinding menggelembung. Semoga bermanfaat!

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Kenali 3 Ciri Genteng Bocor di Rumah Sebelum Makin Parah


Jakarta

Rumah harus dirawat secara berkala karena dapat rusak setelah lama digunakan. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah genteng bocor akibat hujan.

Setiap rumah memang berpotensi untuk bocor, maka pemilik sebaiknya waspada dan mengantisipasi kebocoran. Air hujan dapat merembes masuk melalui celah genteng yang bocor.

Meski kecil, kebocoran bisa berkembang menjadi masalah yang jauh lebih besar. Nah, sebelum tambah parah kamu harus bisa mendeteksi tanda-tanda awal kebocorannya.


Lalu, apa saja ciri-ciri genteng bocor? Yuk, simak tanda-tandanya berikut ini, dikutip dari Red Canyon Roofing, Minggu (7/7/2024).

Ciri-ciri Genteng Bocor

1. Bintik-bintik di Dinding Luar Rumah

Noda dan noda air serupa seperti langit-langit bisa muncul pada dinding di luar rumah. Air bisa mempengaruhi dinding interior dan eksterior. Dalam banyak kasus, noda pada dinding eksterior akan menjadi pertanda awal ada kebocoran.

Salah satu cara untuk mencegah masuknya air selama musim hujan adalah dengan memeriksa apakah loteng terisolasi dan air hujan mengalir dengan benar.

Kalau kamu nggak yakin bagaimana cara memeriksa genteng rumah, pastikan untuk menghubungi kontraktor lokal secepat mungkin.

2. Noda Plafon

Langit-langit atau plafon yang berubah warna hingga muncul bercak bisa jadi pertanda kalau ada kebocoran pada genteng rumah kamu. Bercak itu gampang banget dikenali. Biasanya berwarna kuning atau bahkan hitam pekat.

Kalau kamu menemukan tanda itu dan curiga genteng kamu bocor, ada baiknya kalau kamu langsung memeriksa untuk memastikan ada kebocoran. Jangan dibiarkan atau kamu akan menyesal di kemudian hari.

3. Permukaan Dinding Berubah Bentuk

Dinding yang tumbuh atau berubah bentuk karena air dan terkena kelembapan sering kali jadi pertanda ada kebocoran di rumah. Ketika kerusakan akibat air seperti ini ditemukan, kemungkinan besar sudah ada air yang mengalir ke berbagai area di rumah dalam kurun waktu yang cukup lama.

Terkadang kebocoran sangat parah sehingga bisa terjadi lebih cepat dari itu. Tapi dalam banyak kasus, pertumbuhan dan perubahan bentuk dinding merupakan perubahan yang memerlukan waktu. Sebelum makin parah, kamu harus segera memeriksa kemungkinan kebocoran yang ada.

Dinding yang tumbuh disebabkan oleh penumpukan kelembapan dan menyebabkan kayu serta batuan lembaran mengembang karena kelembapan meresap ke dalam kayu. Jika masalah ini berlangsung terlalu lama, kamu mungkin perlu merenovasi rumah untuk memperbaiki kerusakan dan menghilangkan jamur atau lumut.

Itulah beberapa ciri-ciri genteng bocor di rumah. Semoga bermanfaat!

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

4 Material Pelapis yang Ampuh Atasi Atap Bocor di Rumah


Jakarta

Atap bocor adalah masalah yang kerap ditemui pada setiap rumah baik kondisinya baru maupun sudah lama ditempati. Atap bocor tidak boleh dianggap sepele , jika didiamkan kerusakan terburuk adalah atap ambruk. Maka dari itu, atap bocor harus segera diperbaiki.

Setelah diperbaiki, atap rumah juga harus dilapisi dengan material yang dapat mencegah kebocoran berulang. Material anti bocor ini mudah ditemukan dan cara pemakaiannya pun tidak membutuhkan waktu lama.

Melansir dari berbagai sumber, berikut 4 material pelapis yang ampuh atasi atap bocor di rumah.


1. Karpet Talang

Karpet talang adalah material pelapis yang bentuknya lembaran dengan 2 warna yakni merah dan hitam di masing-masing sisi. Pelapis ini memiliki tekstur yang kasar dan anti air. Fungsinya untuk menampung air agar tidak merembes ke dalam.

Ukuran karpet talang cukup beragam mulai dari 45 cm, 55 cm, 60 cm, 70 cm, 90 cm, dan 110 cm. Kamu bisa membelinya per lembar dengan harganya lebih murah atau gulungan. Biasanya satu gulungan panjangnya mencapai 50 meter.

Harga karpet talang yang dijual per lembar ukuran 45 cm-110 cm dijual mulai dari Rp 13.000-Rp 58.000 per lembar. Sementara itu, untuk harga karpet talang yang dijual per gulungan sekitar Rp 350.000-Rp 989.000 tergantung dengan ukurannya juga.

2. Cat Waterproof atau Anti Air

Cat waterproof paling banyak digunakan untuk melindungi atap dari kebocoran. Cat waterproof juga tersedia banyak warna dan harganya lebih bervariasi sehingga bisa disesuaikan dengan keuangan.

Ukuran cat waterproof terdiri dari 1 kg, 5 kg, 10 kg, 18 kg, 20 kg, hingga 25 kg. Harganya berkisar Rp 51.000 untuk 1 kg hingga Rp 1,5 kg untuk yang 25 kg.

3. Serat Fiber

Serat fiber adalah pelapis yang biasa digunakan untuk menambal atau menutupi retakan pada atap yang menyebabkan bocor. Selain pada atap rumah, serat fiber juga bisa digunakan pada tembok, genteng, hingga dak beton. Penggunaannya tetap harus dilengkapi dengan cat waterproofing agar lebih kuat menutupi retakan.

Serat fiber biasanya dijual per lembar atau gulungan. Menilik dari berbagai e-commerce, ukuran serat fiber yang dijual per lembar ada 20×20 cm hingga dijual per meter. Untuk ukuran 20X26 cm per lembarnya Rp 2.300, sementara untuk yang per meter dikenakan Rp 20.000. Kemudian, untuk yang dijual gulungan harganya mencapai Rp 1 juta-Rp 1,5 juta-an.

4. Resin

Resin adalah cairan yang dapat menutup atap bocor. Resin sendiri banyak jenisnya, tetapi untuk mencegah bocor kamu harus mencari resin khusus. Resin yang digunakan untuk bocor di rumah ada yang dijual per kaleng dan ada pula yang botol kecil. Untuk resin yang kalengan dan bermerek harganya mulai dari Rp 80.000-Rp 1 jutaan.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Jangan Panik! Ini 8 Cara Mengatasi Suara AC Berisik Tanpa Tukang


Jakarta

AC di rumah mengeluarkan suara berisik bisa bikin kamu khawatir dan nggak nyaman. Suara berisik itu memang menandakan ada masalah dari AC. Penyebabnya bermasalah, bisa karena AC kotor, freon AC terganggu, hingga kipas di dalam AC rusak.

Ternyata masalah ini bisa diatasi sendiri. Melansir dari BTN Properti, Minggu (14/7/2024). Berikut beberapa cara mengatasi suara AC berisik di rumah.

Cara Mengatasi Suara AC Berisik

1. Membersihkan AC

Biasanya AC mengeluarkan suara berisik karena ada penumpukan kotoran. Maka, kamu bisa membersihkan AC tersebut. Memang disarankan AC dibersihkan secara rutin mulai dari komponennya seperti kipas, baling-baling, dan filter. Kotoran atau debu yang menumpuk dapat menyebabkan gesekan dan suara berisik.


2. Periksa Kipas dan Baling-Baling

Penyebab kedua adalah masalah pada kipas di dalam AC. Tanda ada masalah di kipas adalah ada benda asing yang menyangkut di dalamnya. Bisa pula kondisi kipas/baling-baling memang sudah tidak bagus seperti aus atau rusak. Kamu perlu segera mengganti atau memperbaiki bagian yang bermasalah.

3. Periksa Kondensor dan Evaporator

Kondensor adalah salah satu alat penukar panas pada AC. Jika kondensor AC bermasalah biasanya posisinya tidak rata. Selain itu, kamu juga bisa melihat pada bagian pipa apakah sudah terhubung dan tidak bergetar saat AC dinyalakan.

4. Kencangkan Skrup AC

Biasanya ini terjadi karena human eror atau kelalaian manusia setelah AC diperbaiki atau dibersihkan. Kamu bisa mengecek bagian mana yang bergetar dan menimbulkan suara, kemudian eratkan skrup AC.

5. Periksa Kompresor

Sama pentingnya seperti kondensor, kompresor pada AC berfungsi untuk menjaga suhu dalam ruangan tetap dingin. Jika suara berasal dari kompresor, coba periksa kondisnya dan pastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan pada komponen internalnya. Jika ada masalah, hubungi tukang AC untuk memperbaikinya.

6. Pastikan Ventilasi yang Baik

Lalu, kamu bisa memastikan unit dan komponen AC telah terpasang dengan benar dan memiliki ventilasi yang baik. Pastikan juga tidak ada penghalang di sekitar unit yang dapat mengganggu aliran udara.

7. Cek Level Refrigerant

Pada saat AC bekerja tentu ada zat pendingin yang dinamakan level refrigerant. Ini sudah bawaan dari pabrik, sehingga sebaiknya hindari mengubah levelnya.

8. Pasang Peredam Suara

Langkah terakhir jika kamu tidak menemukan letak kerusakan, kamu bisa memasang peredam bunyi pada AC untuk mengurangi suara yang dihasilkan.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Begini Tips Mudah Membersihkan Rambut Rontok di Sekitar Rumah


Jakarta

Setiap rumah berpenghuni pasti tidak luput dari helaian rambut rontok yang bertebaran di mana-mana. Maka tak heran kalau harus sering membersihkan rambut rontok di berbagai tempat seperti lantai, kamar mandi, dan tempat tidur.

Helaian rambut yang bertebaran dan menempel di berbagai sudut rumah membuat kesan kotor dan merusak pemandangan. Apalagi kalau sampai menjadi gumpalan di kamar mandi, sehingga bikin saluran mampet.

Nah, supaya rumah bebas rambut, kamu bisa cek tips membersihkan rambut rontok berikut ini, dikutip dari Apartment Therapy, Kamis (18/7/2024).


Tips Bersihkan Rambut Rontok di Rumah

1. Rambut Rontok di Area Kering di Rumah

Kalau ada banyak helaian rambut rontok yang tersebar di mana-mana, kamu bisa menggunakan sapu kemudian diarahkan ke satu tempat yang sama, lalu dibuang. Jika helaian banyak ditemukan di bahan tekstil, seperti seprai atau sofa, kamu bisa bersihkan dengan sapu lidi terlebih dahulu.

Namun, jika kamu memiliki alat penyedot debu, itu lebih instan karena rambut langsung bisa dibersihkan tanpa mengotori tangan. Penyedot debu juga cocok untuk membersihkan debu atau helaian rambut rontok di bahan tekstil yang lembut atau perabotan yang keras.

2. Rambut Rontok di Kamar Mandi

Kamar mandi juga tempat yang sering didapati rambut rontok, apalagi setelah keramas. Selain membersihkan, kamu juga bisa mencegah rambut rontok bertebaran di kamar mandi.

Saat kamu hendak mandi dan tidak mau keramas, kamu bisa menutup kepala dengan penutup rambut berjaring. Jika ingin keramas, kamu bisa sisir rambut terlebih dahulu.

Cara ini bisa mengurangi jumlah rambut yang rontok. Lalu, tutup lubang saluran air selama mandi agar tidak masuk ke saluran air. Kumpulkan dan buang setelah mandi. Kamu juga bisa menggunakan plastik saat mengambil rambut yang tersangkut di saluran air.

Setelah itu bersihkan juga bagian penutup saluran air kamar mandi dengan soda kue agar tidak berlumut. Biasanya rambut yang rontok sehabis dikeramas mengandung sabun.

Campurkan secangkir soda kue dengan secangkir cuka. Tuang ke area saluran air. Tunggu selama 15-20 menit lalu bilas dengan air hangat untuk membersihkan kotoran yang tertinggal. Hindari penggunaan cairan pembersih yang mengandung asam sulfat karena akan menyebabkan kerusakan pada saluran air.

Itulah tips membersihkan rambut rontok di rumah. Semoga membantu!

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Bagaimana agar Semen Tidak Mengeras? Simpan dengan 7 Cara Ini!


Jakarta

Jika detikers harus menyimpan banyak semen dalam waktu lama, maka harus dilakukan dengan benar. Semen yang disimpan secara sembarangan bisa mengeras dan tidak bisa dipakai lagi.

Simak artikel ini untuk mengetahui 7 cara menyimpan semen dengan benar agar tidak mengeras dan tahan lama.

7 Cara Menyimpan Semen agar Tak Mengeras

Dilansir dari laman UltraTech Cement, berikut ini 7 cara menyimpan semen dengan benar agar tidak mengeras dan tahan lama.


1. Jauhkan dari Tempat Lembap

Jauhkan kantong semen dari tempat lembap karena bisa mempengaruhi kualitasnya. Memang semen sudah dilindungi wadah cukup tebal, namun situasi yang sangat lembap bisa saja berdampak pada semen di dalamnya.

kelembapan bisa terjadi karena tanah dan lingkungan. Untuk mencegahnya,simpan semen di tempat yang kedap air dan tinggi. Tempatkan di atas papan kayu atau platform yang ditinggikan sekitar 150-200mm di atas tanah.

Tutupi kantong dengan lembaran plastik, terutama selama musim hujan. Ruang penyimpanan atau gudang pun harus lebih tinggi dari lokasi di sekitarnya untuk mencegah terkena air jika banjir.

2. Tumpuk Semen dengan Benar

Cara menumpuk semen pun harus diatur dengan benar. Susunlah kantong semen agar mudah ditumpuk dan dikeluarkan. Jaga agar kantong semen tetap berdekatan satu sama lain untuk meminimalkan sirkulasi udara.

Batasi juga jumlah tumpukan hingga maksimal 10 kantong untuk menghindari penggumpalan akibat tekanan. Lebar tumpukan juga tidak boleh melebihi empat kantong atau 3 meter.

Agar semen tidak terguling, tumpukan setinggi lebih dari 8 sak harus diikat menjadi satu dan disusun secara bergantian memanjang dan melintang.

3. Tangani dengan Hati-hati

Tangani semen dengan hati-hati, baik saat mengangkat maupun menaruhnya. Sangga kantong semen pada bagian bawahnya agar tidak terbelah dan melorot saat membawanya.

Hindari kantong sebelum mengangkatnya untuk melonggarkan isinya. Saat meletakkannya, sisi lebar kantong harus menghadap ke bawah.

4. Jangan Memakai Pengait

Jangan pernah menggunakan pengait untuk mengangkat beban. Hal ini berisiko dapat melubangi atau merobek kantong semen tanpa sengaja. Lewat sobekan atau lubang kecil pun kelembapan bisa masuk. Gunakanlah forklift, dongkrak palet, atau tali pengangkat untuk meminimalkan risiko kerusakan.

5. Pisahkan dari Bahan Lain

Saat menyimpan semen, sangat penting untuk memisahkannya dengan bahan lain. Cara ini dilakukan untuk mencegah risiko kontaminasi. Misalnya jauhkan dengan pupuk atau bahan lain.

6. Gunakan yang Lama Terlebih Dahulu

Terapkan sistem masuk pertama, keluar pertama dalam menggunakan semen. Kantong yang paling lama harus dipakai terlebih dahulu. Susunlah semen sedemikian rupa untuk bisa menerapkan cara ini.

7. Simpan Sisa Semen dengan Hati-hati

Jika ada semen yang tersisa, maka simpanlah dalam wadah yang benar agar tidak mudah mengeras. Gunakan kantong plastik yang kuat dan harus ditutup dengan lakban atau tali agar angin tidak mudah masuk.

Demikian tadi 7 cara menyimpan semen agar tidak mengeras, mulai dari menjauhkan dari tempat lembap, menumpuk dengan cara benar, hingga menyimpan sisa semen dengan hati-hati.

(row/dna)



Sumber : www.detik.com