Tag Archives: kerusakan

3 Jurus Jitu Cegah Rambut Masuk ke Saluran Air di Kamar Mandi


Jakarta

Helaian rambut rontok sering kali terlihat bertebaran di kamar mandi, terutama setelah keramas. Hal ini membuat kamar mandi harus rajin dibersihkan untuk cegah rambut masuk ke saluran air.

Rambut rontok itu sebaiknya kamu buang ke tempat sampah agar tidak terbawa air masuk ke saluran hingga menyebabkan mampet. Jika dibiarkan, rambut akan menggumpal dan mengganggu aliran pembuangan air.

Apabila sudah parah, air tidak mengalir, melainkan bisa meluap karena tertahan oleh gumpalan rambut. Berikut ini cara mencegah rambut masuk ke saluran air di kamar mandi, dilansir dari Priority Plumbing, Kamis (18/7/2024).


Cara Cegah Rambut Masuk ke Saluran Air

1. Rawat Rambut Sebelum Mandi

Kalau kamu memang sering mengalami rambut rontok, terutama saat mandi, coba sisir rambut sebelum masuk ke kamar mandi. Cara ini bisa mengurangi jumlah rambut yang jatuh saat keramas.

Jika sedang tidak ingin keramas, gunakan penutup rambut tipis seperti yang kerap digunakan dokter saat masuk ruang operasi. Setelah itu pastikan tidak ada satu helai rambut yang keluar.

2. Pasang Penutup Saluran Air

Setiap saluran air di kamar mandi mempunyai penutup dari stainless steel. Namun, jika itu masih kurang untuk menahan rambut, kamu bisa memasang penutup tambahan dari plastik di atasnya. Setelah mandi kamu bisa mengangkatnya dan mengambil rambut yang tersangkut.

3. Bersihkan Saluran Air

Setelah mandi bersihkan saluran air agar tidak berlumut karena sisa sabun atau menguarkan bau tidak sedap. Gunakan secangkir soda kue yang dicampurkan dengan secangkir cuka.

Tunggu selama 15-20 menit lalu bilas dengan air hangat untuk membersihkan kotoran yang tertinggal. Sebaiknya hindari penggunaan cairan pembersih yang mengandung asam sulfat karena akan menyebabkan kerusakan pada saluran air.

Itulah cara cegah rambut masuk ke saluran air di kamar mandi. Semoga membantu!

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Muncul Warna pada Plafon Imbas Atap Bocor, Begini 4 Cara Mengatasinya!


Jakarta

Setiap masuk musim hujan, tanda-tanda kerusakan di rumah mulai kelihatan. Salah satunya adalah atap bocor. Berbagai jenis atap baik genteng ataupun dak bisa saja mengalami kebocoran apabila ada cela air masuk. Saat air masuk dari atap terluar, air tersebut akan jatuh ke plafon. Maka dari itu, pemasangan plafon pada rumah sangat penting untuk melindungi dari kebocoran.

Namun, masalah kebocoran tidak selesai di sana setelah dipasang plafon. Justru plafon hanya jadi pelindung di awal. Jika plafon yang semula berwarna putih berubah kecoklatan atau ada bekas seperti jalan air, maka kebocoran sudah membesar atau terjadi terlalu sering. Jika didiamkan, plafon rumah justru akan ikut rusak, berubah melengkung hingga ambruk.

Melansir dari depobagoesbangunan, Senin (22/7/2024), berikut cara mengatasi plafon yang muncul warna karena atap bocor.

1. Periksa Bagian Atap

Saat melihat bercakan warna pada plafon, kamu harus segera memeriksa bagian atap. Sebab, atap atau genteng bagian terluar sering menjadi sumber masalah kebocoran di rumah. Jika tidak ada masalah pada genteng atau atap, kamu bisa memeriksa sistem pipa yang mungkin dekat dengan area plafon yang bocor.


2. Cari Sumber Kebocoran

Apabila kamu yakin penyebab kebocoran karena atap yang rusak, kamu harus mencari titik tempat masuknya air melalui atap. Caranya dengan menusuk kawat logam melalui lubang tersebut sehingga akan terlihat dari permukaan luar atap.

Kamu bisa meminta jasa spesialis atap atau jasa profesional untuk memperbaiki plafon bocor jika kamu khawatir lokasinya yang tinggi atau tidak paham cara memperbaiki.

3. Mengecek Bagian Bawah Atap

Setelah mengecek bagian atap atau genteng, kamu harus melihat bagian plafon dari atas. Cara mencari spot yang pas dengan lokasi plafon yang memiliki bercak warna. Lihat apakah ada banyak air yang tergenang di atas drywall (papan tipis yang terbuat dari gypsum) atau bagaimana kondisinya.

Cara meminimalisir terjadinya kerusakan yang lebih parah, kamu perlu membuat lubang pada plafon dan biarkan semua air menetes jatuh ke bawah. Dengan begitu, air tidak ada yang mengendap di atas plafon maka dan tidak merembes kepada bagian yang lainnya.

4. Memperbaiki Atap yang Rusak

Untuk atap rumah yang gentengnya pecah, kamu perlu segera menggantinya. Namun jika kamu menggunakan seng sebagai atap rumah, maka kamu perlu menambalnya.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Catat! Ini 7 Tanda Genteng Bocor dan Cara Mudah Mengatasinya


Jakarta

Genteng rumah bocor kerap tidak disadari oleh penghuninya karena baru ketahuan apabila atap diguyur air dalam waktu yang lama dan sering. Maka dari itu, kebocoran baru disadari setelah air masuk ke bagian dalam rumah.

Biasanya genteng bocor bisa disadari dari sejumlah tanda yang terlihat dari dalam rumah. Mengutip dari Angi, Senin (22/7/2024) berikut 7 tanda-tanda genteng bocor dan cara mengatasinya.

Tanda Genteng Rumah Bocor

1. Muncul Warna pada Permukaan Plafon

Jika kamu melihat noda warna kuning kecoklatan pada langit-langit rumah atau plafon, itu merupakan tanda genteng rumah kamu bocor. Air yang menggenang pada langit-langit atau plafon rumah membuat permukaannya lembap sehingga muncul noda warna tersebut. Titik air rembesan dapat berasal bagian tengah pada ruangan tetapi juga bisa di sekitar tembok.


Apabila kamu melihat air rembesan mencapai tembok, maka kamu perlu mengecek sumber kebocoran dan memperbaikinya. Dengan begitu tidak ada lagi kerusakan pada plafon seperti terbentuknya bingkai yang membusuk hingga tumbuh jamur.

2. Muncul Jamur pada Dinding terluar

Munculnya jamur pada dinding luar, bisa menjadi tanda-tanda genteng bocor. Gunakan meteran untuk mengukur seberapa jauh titik jamur dari sudut atau pintu. Lalu,ukur dengan jarak yang sama di bagian luar tembok untuk mencari penyebabnya. Jika talang air miring ke arah rumah atau saluran pembuangan air mengalir di dekat dinding, kemungkinan besar itu adalah akar masalahnya.

3. Ada Suara Air Menetes dari Atap

Tanda paling mudah yang dikenali adalah suara air jatuh dari atap. Biasanya air menetes kita dengar dari kamar mandi, keran, atau wastafel, tetapi jika sumber suaranya dari atap itu sudah menjadi tanda paling jelas genteng bocor.

4. Genteng Retak, Rusak, atau Bergeser

Air masuk jika ada celah pada genteng. Celah ini bisa timbul karena posisi genteng yang bergeser, genteng rusak, hingga genteng tersebut retak. Jika kamu melihat ada genteng dengan kondisi seperti itu, pastikan kamu memperbaiki atau menggantinya secepat mungkin untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

5. Flashing Rusak atau Hilang

Biasanya pada atap rumah yang memiliki ventilasi, terdapat flashing untuk melindungi rumah dari kebocoran. Flashing ini juga bisa jadi jalan masuknya air. Biasanya disebabkan karena kerusakan karena badai dan angin kencang. Jika sudah begitu, kamu harus mengganti dengan flashing baru atau merombak ventilasi tersebut.

6. Genangan air

Setelah mendengar ada tetesan air pada plafon, kamu juga perlu melihat apakah ada genangan air di balik plafon tersebut. Jika kamu melihat genangan air, kamu harus mencari sumber air di dekat sana, lalu mengganti plafon yang rusak. Selain itu genangan air juga bisa ditemukan pada lantai. Air bisa sampai ke bawah karena ada celah juga pada plafon.

7. Pipa Air Rusak

Pipa air berperan penting untuk membuang air terutama saat hujan. Jika pipa kamu rusak atau tersumbat, air justru meluap dan tidak maksimal terbuang melalui pipa tersebut. Alhasil ada air yang menyebar ke area lain yang seharusnya tetap kering.

Cara Mengatasi Genteng Rumah Bocor

  1. Cari lokasi atap yang bocor
  2. Cek kerusakan pada pipa air
  3. Ganti genteng yang pecah atau rusak
  4. Ganti lapisan atap yang lama
  5. Pasang dek atap yang baru

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Gampang! Begini Cara Mengatasi Rembesan Air pada Dinding dan Plafon


Jakarta

Rembesan air adalah masalah yang sering dijumpai di rumah. Biasanya rembesan air terlihat pada dinding dan plafon setelah rumah diguyur hujan deras. Tandanya dengan muncul bercak air seperti garis berwarna putih atau coklat pada dinding dan plafon.

Jika rembesan air terjadi pada dinding, biasanya dikarenakan adanya retakan atau rongga. Rembesan air ini biasa terjadi pada dinding yang tidak tertutup oleh apa pun. Rembesan di dinding juga bisa disebabkan oleh kusen atau pelapis jendela yang rusak. Lalu, jika rembesan air terjadi pada plafon, masalahnya bisa dari genteng atau atap terluar.

Rembesan air ini sebaiknya tidak dianggap sepele karena lama kelamaan dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan. Sebab, masuknya air juga dikarenakan ada keretakan pada struktur bangunan.


Efek lainnya jika dinding dan plafon yang terkena rembesan air dibiarkan adalah muncul jamur di sekitar bekas air tersebut. Dinding jadi mudah lembab dan cat dinding akan mudah rusak. Selain itu, plafon rumah juga bisa ambruk karena permukaannya yang sudah lunak.

Jika rumah kamu mengalami serupa, tidak perlu khawatir, melansir dari Housing, rembesan air pada dinding dan plafon bisa diatasi dengan cara berikut.

Cara Mengatasi Rembesan Air Pada Dinding Dalam

1. Perbaiki retakan dan bagian yang mudah basah dengan bahan acian yang kedap air.

2. Hilangkan semua plester pada bagian yang basah dan gunakan mortar atau semen putih dua kali untuk lapisan terluarnya.

3. Gunakan cat tahan air atau cat yang mengandung silikon agar air tidak masuk ke tembok.

Cara Mengatasi Rembesan Air Pada Dinding Luar

Untuk area dinding luar kamu perlu berhati-hati karena terkadang ada lokasi dinding luar yang berada di lantai atas dan ada pula yang lokasinya sempit karena berdekatan dengan dinding lain. Kamu bisa meminta bantuan tukang agar perbaikannya maksimal dan aman. Berikut cara perbaikan rembesan air pada dinding luar.

1. Sama seperti cara untuk dinding dalam, kamu perlu menutup semua permukaan yang retak atau terbuka pakai plester semen yang dicampur dengan bahan tambahan yang kedap air.

2. Perbaiki celah dan retakan menggunakan mortar.

3. Lapiskan permukaan dinding dengan cat tahan air atau yang memiliki kandungan seperti silikon.

4. Sebagai tambahan, kamu bisa menggunakan membran bitumen untuk melindungi dinding luar.

Cara Mengatasi Rembesan Air Pada Plafon Rumah

1. Cari tahu sumber rembesan air, dengan menungkan air pada atapnya.

2. Setelah itu tutup celah retakan yang menjadi sumber air masuk.

3. Periksa atap dan dinding pembatas atap serta isi semua celah dan retakan yang ada. Lalu, cat tembok pembatas dengan cat tahan air.

4. Ganti plafon yang sudah ada bercak coklat hingga hitam dengan yang baru.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Cegah Kebakaran, Ini Tips Aman Tinggalkan Rumah Saat Liburan


Jakarta

Saat hendak liburan, banyak hal yang harus dipersiapkan. Bukan hanya soal keperluan ketika liburan, melainkan memastikan rumah yang ditinggal selama berhari-hari tetap aman. Salah satu masalah yang bisa terjadi saat rumah ditinggal adalah potensi kebakaran. Musibah satu ini, bukan hanya akan merugikan satu rumah saja, terkadang api bisa merambat ke rumah lain.

Maka dari itu, sebelum liburan kamu harus memastikan keadaan rumah aman dan tidak ada kejanggalan yang bisa memicu kebakaran di rumah. Salah satu yang harus dicek adalah aliran listrik di rumah. Mulai dari kabel listrik, kabel peralatan elektronik, hingga stop kontak.

Untuk lebih jelasnya, melansir dari dari situs PLN, Selasa (30/7/2024), berikut beberapa tips agar aman tinggalkan rumah saat liburan agar terhindar dari kebakaran.


1. Cek Sambungan Listrik

Pastikan sambungan listrik di rumah tidak dalam keadaan tersambung ke stop kontak. Cabut semua kabel listrik termasuk AC dan kulkas.

2. Bayar Listrik di Awal Bulan

PLN menyarankan sebelum berlibur, pastikan listrik di rumah sudah dibayarkan. Hal ini untuk menghindari pemutusan jaringan listrik saat penghuninya tidak ada di rumah. Sementara bagi pengguna prabayar, isi token listrik secukupnya dan siapkan cadangan jika diperlukan. Hal ini dilakukan agar listrik tetap menyala, khususnya untuk penerangan.

3. Cek Instalasi Listrik

Korsleting listrik biasa bermula dari kerusakan pada instalasi listrik di rumah. Maka dari itu, sebelum berlibur cek instalasi listrik terlebih dahulu. Jika bisa dari jauh-jauh hari agar apabila benar ada kerusakan bisa diperbaiki oleh ahli atau PLN.

4. Lapor ke RT atau RW Setempat

Saat kamu tidak ada di rumah dalam jangka waktu lama, kamu harus mengabari RT dan RW. Hal ini membantu mereka untuk mengawasi rumahmu dan apabila ada kejadian mencurigakan, mereka bisa bertindak dan memberitahu penghuni rumah.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Ada Pipa Wastafel Bocor di Rumah? Segera Atasi Pakai Cara Ini


Jakarta

Terkadang ada saja kerusakan di sekitar rumah seperti masalah pipa wastafel bocor. Masalah ini cukup menjengkelkan karena membuat lantai rumah menjadi basah.

Namun, tenang saja, ada banyak cara untuk mengatasi pipa wastafel bocor. Tanpa perlu tukang pun kamu bisa mengatasi masalah ini sendiri, lho.

Lantas, bagaimana caranya? Yuk, simak caranya berikut ini yang dikutip dari HomeServe, Selasa (6/8/2024).


Cara Atasi Pipa Wastafel Bocor di Rumah

1. Selotip Fiber

Kamu bisa menambal pipa air wastafel bocor menggunakan selotip fiber. Pastikan sudah membersihkan area bocor pada pipa sebelum ditambal menggunakan selotip fiber.

Lalu, jangan dulu nyalakan air tapi tunggu 15 menit sampai selotip tersebut betul-betul merekat dengan sempurna. Bila bocornya sedikit, selotip fiber ini bisa jadi solusi jangka panjang.

2. Dempul Epoksi

Untuk kebocoran pipa yang cepat dan mudah bisa menggunakan dempul epoksi pada pipa yang rusak. Setelah diaplikasikan, dempul epoksi akan mengeras menjadi permukaan padat, secara efektif menyegel kebocoran kecil di dalam pipa.

Meskipun kebocoran yang lebih besar akan membutuhkan solusi yang lebih komprehensif. Setelah menemukan tempat yang tepat di mana pipa bocor, siapkan area tersebut dengan menyeka sisa kelembapan dengan handuk kering. Kemudian, haluskan kerusakan atau karat di sekitar area yang terkena dengan amplas.

3. Selongsong Karet dan Jepitan

Selain itu, kamu bisa pakai tambalan gasket karet dan penjepit yang berfungsi untuk menutup bagian pipa yang rusak dengan rapat. Barang ini tersedia di toko perangkat keras lokal mana pun, tetapi pastikan membeli selongsong dengan ukuran yang benar dan tahan bocor.

Jika tidak, segel Anda tidak akan sekencang yang seharusnya, dan kebocoran akan tetap ada. Sejajarkan paking dengan bagian pipa yang rusak. Kemudian, letakkan di atas lubang agar kebocoran tertutup seluruhnya.

Tempatkan klem di sekitar pipa sehingga pas di atas gasket. Kemudian, mirip dengan klem selang, kencangkan baut yang disertakan di bagian luar klem. Pastikan untuk mengencangkan baut sepenuhnya untuk keamanan maksimum.

4. Sambungan Pipa

Solusi perbaikan yang disebutkan di atas umumnya dianggap sebagai perbaikan sementara. Nah, untuk perbaikan yang lebih permanen, bisa dengan memasang sambungan pada pipa.

Sambungan yang dimaksud adalah sambungan kedap air yang menghubungkan dua buah pipa. Sebelum membelinya, pastikan ukuran dan diameternya sama dengan pipa Anda saat ini dan bahannya sama, seperti PVC, tembaga, dll.

Ukur sambungan dan tandai pengukuran pada pipa menggunakan spidol. Kemudian, gunakan pemotong pipa untuk menghilangkan bagian pipa yang rusak.

Kamu dapat menggunakan gergaji besi. Namun, kamu akan mendapatkan potongan yang jauh lebih bersih dan akurat dengan menggunakan pemotong pipa. Dari sana, geser sambungan ke ujung pipa.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Dinding Lembap Bisa Bikin Rumah Rusak, Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


Jakarta

Dinding rumah sewaktu-waktu bisa lembap, terutama saat musim hujan. Meski terkesan sepele, ternyata dinding lembap bisa bikin rumah kamu rusak, lho.

Dampaknya mulai dari cat terkelupas, rembesan, kerusakan struktur rumah serta suasana rumah jadi dingin gegara dinding lembap. Sangat merepotkan bukan?

Biar dinding rumah kamu nggak lembap, kenali lebih lanjut dampak, penyebab, dan cara cegahnya berikut ini, dikutip dari Livspace, Jumat (9/8/2024).


Dampak Kelembapan pada Dinding Rumah

1. Rusaknya Struktur Rumah

Kelembapan pada dinding yang tidak ditangani dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan hancurnya struktur rumah. Hal ini dapat menyebabkan pembusukan bahan bangunan seperti kayu, batu bata, dan semen. Kehadiran air yang konstan dapat menyebabkan tumbuhnya jamur di dinding dan selanjutnya menimbulkan korosi.

2. Kayu Membusuk

Kelembapan pada dinding juga dapat menyebabkan pembusukan pada kayu. Jamur mulai tumbuh pada kayu, merusaknya dari dalam, sehingga mengakibatkan kayu retak dan menjadi bubuk. Hal ini mungkin terjadi pada rumah yang berventilasi buruk.

3. Cat Dinding Terkelupas

Saat bagian dalam dinding sudah lembap, kamu akan melihat bercak muncul di sana. Pada tahap selanjutnya, kamu mungkin juga melihat cat akan mulai terkelupas. Selain mempengaruhi hasil akhir cat, kelembapan juga dapat menyebabkan bau tidak sedap yang dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Penyebab Dinding Bisa Lembap

Ada beberapa hal yang menyebabkan dinding menjadi lembap. Berikut penyebab umumnya.

  • Kelembapan dari tanah dapat naik ke atas permukaan tanah dan merusak dinding
  • Percikan air hujan dapat mengakibatkan bocor dari dinding sehingga menimbulkan rembesan atap yang miring dapat menampung air yang meresap ke dalam rumah dan menyebabkan retakan
  • Pipa drainase yang tersumbat dapat menampung air dan menyebabkan dinding menjadi lembap
  • Bahan Dinding berkualitas rendah yang digunakan dalam konstruksi
  • Pipa talang air yang bocor
  • Terdapat kebocoran atap

Cara Mencegah Dinding Lembap

1. Periksa Retakan pada Dinding

Tanpa kamu sadari, dinding rumah bisa saja terdapat retakan. Retakan ini biasanya mulai muncul di dekat kusen pintu dan jendela. Retakan memungkinkan kelembapan masuk ke dalam struktur bangunan rumah dan menyebabkan bercak lembap dan rembesan di dinding.

Oleh karena itu, salah satu solusi terbaik adalah dengan mengisinya dengan dempul. Setelah celah dan retakan terisi, semua plester yang lepas harus dihilangkan lalu dinding perlu dicat ulang dengan cat tahan air. Pastikan kamu melakukan ini sebelum musim hujan dimulai.

2. Buat Dinding dan Atap Rumah jadi Tahan Air

Terdapat banyak cat eksterior di pasaran yang digunakan pada bangunan bersifat permeabel dan memungkinkan air meresap ke dalam dinding bagian dalam.

Untuk mencegah rembesan air pada dinding, lapisan kedap air eksterior dapat diaplikasikan pada dinding luar. Lapisan kedap air akan menjadi lapisan pelindung, mencegah hujan dan kelembapan, sehingga mencegah dinding menjadi lembap.

Membuat atap tahan air juga dapat membantu kamu mengatasi kelembapan pada dinding bagian dalam. Atap rumah terkena kondisi cuaca buruk dan air dapat dengan mudah menumpuk di permukaan, mengakibatkan kebocoran dan tambalan lembap. Atap idealnya memiliki lapisan kedap air yang berfungsi sebagai penutup dan mencegah rembesan air.

Demikian penyebab dinding lembap dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

7 Cara Rawat Rumah Kosong yang Belum Dihuni Biar Nggak Terlantar


Jakarta

Punya rumah kosong tapi belum mau dihuni? Jangan dibiarkan aja ya, pastikan kamu merawat rumah agar tidak terlantar.

Merawat rumah kosong memang cukup menantang. Sebab, ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar kondisi rumah terjaga. Apalagi kalau rumah itu suatu ketika mau dijual atau dihuni, kamu nggak mau rumah rusak dan usang kan?

Lantas, gimana cara merawat rumah kosong yang belum dihuni? Yuk, simak caranya berikut ini yang dikutip dari situs KS Realty Agents, Senin (19/8/2024).


Cara Rawat Rumah Kosong yang Belum Dihuni

1. Inspeksi Kerusakan

Lakukan inspeksi rumah secara berkala untuk menemukan kerusakan, terutama yang disebabkan oleh cuaca atau vandalisme. Jika ada kerusakan, segera perbaiki untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Setelah perbaikan, lakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak rusak kembali. Berikut ini beberapa kerusakan yang perlu kamu perhatikan.

  • Kerusakan akibat air
  • Pertumbuhan jamur dan lumut
  • Serangan hama
  • Vandalisme atau grafiti

2. Ganti Semua Kunci Pintu Masuk

Penting untuk mengganti kunci di rumah kosong untuk mencegah penyusup memasuki rumah. Mengganti kunci juga untuk memastikan hanya orang yang berwenang yang memiliki akses ke rumah.

Jika kamu mencoba menjual atau menyewakan properti, mengganti kunci sangatlah penting.

3. Bersihkan Seluruh Rumah

Bersihkan rumah dari atas ke bawah, termasuk jendela dan pintu, lantai, dinding, dan langit-langit. Rumah yang bersih adalah rumah yang terawat dengan baik.

Penting untuk membersihkan properti secara teratur walau masih kosong. Ini akan mencegah penumpukan kotoran dan debu, dan juga akan membuat rumah lebih rapi saat akan dijual atau disewakan.

Beberapa hal yang harus bersihkan secara teratur adalah:

  • Jendela
  • Lantai
  • Dinding
  • Plafon
  • Pintu dan kusen pintu
  • Perlengkapan lampu
  • Peralatan rumah tangga
  • Perabotan

4. Tambal Lubang

Lubang di dinding atau langit-langit dapat disebabkan oleh kerusakan air, hama, atau hal lainnya. Lubang harus segera ditambal agar tidak membahayakan keselamatan penghuni rumah nantinya.

5. Pasang Sistem Keamanan

Sistem keamanan sangat penting untuk mencegah pencuri, penyusup, dan membantu melindungi properti dari kerusakan. Jika rumah dibiarkan kosong, sebaiknya pasang sensor gerak seperti lampu detektor gerakan.

6. Potong Rumput dan Rapikan Pekarangan

Jangan lupa menjaga rumput di pekarang agar rumah tampak lebih rapi. Hal ini juga membantu mencegah penyusup masuk rumah.

7. Sering Kunjungi Rumah

Sebaiknya kamu memeriksa properti setidaknya seminggu sekali. Ini akan membantu kamu mengidentifikasi potensi masalah dengan cepat, sehingga bisa segera melakukan perbaikan sebelum tambah parah.

Itulah beberapa tips merawat rumah yang belum dihuni. Semoga bermanfaat!

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati Kabel Kusut bisa Picu Korsleting Listrik dan Kebakaran, Begini Cara Rapikannya


Jakarta

Di zaman serba canggih sekarang mengharuskan kamu menggunakan alat elektronik. Mulai dari gadget untuk membantu menyelesaikan pekerjaan atau sebatas untuk hiburan. Karena itu pasti kamu pernah mengalami pusingnya mengurut kabel kusut bertebaran di kamar kamu.

Selain tak sedap dipandang mata, kabel yang kusut bikin kerusakan kecil jadi sulit terdeteksi. Padahal, bila kabel mengalami kerusakan seperti kulit kabel terkelupas, bisa memicu korsleting listrik yang bisa memicu kebakaran.

Untuk itu, sudah saatnya kamu merapikan kabel kusut tersebut. Kamu pasti nggak mau menghabiskan waktu cuma buat memisahkan kabel earphone dari kabel charging, bukan?


Hal termudah untuk menyelesaikannya adalah dengan mengorganisir kabel-kabel tersebut. Dikutip dari homes and gardens.com, berikut cara merapikan dan mengorganisir kabel berantakan di kamar kamu.

Awali dengan menyortir

Kamu bisa mulai dengan mencabut seluruh kabel dari stop kontak. Lakukan dengan perlahan dan jangan tarik terlalu keras sebab kamu bisa merusaknya. Pisahkan kabel yang sering kamu gunakan dengan kabel yang jarang atau nggak pernah digunakan. Jika kamu nggak pernah pakai kabel tersebut selama 12 bulan kamu bisa buang kabel tersebut.

Cukup kabel satu saja, Hindari duplikasi

Dengan mengkategorisasikan berdasarkan fungsi setiap kabel kamu bisa cukup gunakan satu kabel saja. Tanyakan pada dirimu, apa kamu butuh dua kabel dengan tipe yang sama atau tidak? Misalnya kamu bisa batasi satu kepala charger dengan kabel untuk setiap anggota keluarga. Perlu diingat juga membuang kabel ke tempat sampah tidak ramah untuk lingkungan. Alternatifnya, kamu bisa buang ke tempat recycle atau donasikan kepada keluarga atau teman.

Beralih ke wireless

Teknologi wireless atau tanpa kabel kini sudah menjadi trend. Sudah banyak gadget keluaran terbaru hadir tanpa kabel seperti mouse wireless, earphone wireless, bahkan wireless charging. Bagaimana? tertarik beralih ke gaya hidup tanpa kabel?

Beri label

Terkadang salah cabut kabel bisa menyebalkan seperti mencabut kabel komputer saat bekerja. Solusinya bisa dengan cara labelling. Cara labelling terbukti efektif untuk mengenali jenis kabel dan kegunaannya. Daripada labelling dengan spidol kamu bisa gunakan ikat kabel warna-warni atau label tag.

Jauhkan kabel dari lantai

Jika kamu menggerakkan kaki setiap mencabut colokan, maka harus biarkan lantai kamu bersih dari kabel. Singkirkan kabel tebal dari lantai dengan memasang kabel ekstensi di bagian bawah meja, sejauh mungkin di bagian belakang. Jika kamu menyukai desain meja yang lebih ‘minimalis’ atau memiliki banyak soket ekstensi untuk diatur, pertimbangkan untuk berinvestasi pada baki penyimpanan yang terletak tepat di bawah meja dan simpan semua kabel di sana.

Gulung jadi kumparan Kabel

Ketika tidak digunakan, cara terbaik untuk menghindari kabel kusut adalah dengan menggulung kabel menjadi lingkaran yang rapi sebelum menyimpannya. Ingat! Jangan berikan terlalu banyak tekanan pada area sambungan kabel. Ini rentan buat kabel bengkok dan patah, sehingga kabel terkelupas sehingga tidak aman untuk digunakan. Untuk memastikan hal ini tidak terjadi, kamu bisa tambahkan pelindung kabel untuk proteksi lebih.

Gunakan kantong ziplock

Jika kamu punya banyak jenis earphones, kabel charging atau headphone jangan letakkan di ransel. Agar lebih aman dan nyaman kamu bisa merapikan terdahulu kemudian masukkan dan susun di dalam kantong ziplock.

Gunakan Pipa

Pipa paralon juga bisa kamu gunakan sebagai solusi agar kabel-kabel alat elektronik di rumah kamu nggak berantakan. Caranya, susun kabel dan masukan ke pipa paralon. Sesuaikan ukurannya dengan kabel yang kamu punya. Dijamin, kabel di rumah kamu tak akan kusut. Namun perlu diingat, jangan sampai kabel tersebut sobek atau terkelupas untuk menghindari korsleting listrik.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Freezer di Rumah Bocor? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya



Jakarta

Freezer yang bocor bisa menjadi salah satu masalah yang terjadi di rumah. Tentunya kondisi ini bisa mengganggu penghuni rumah karena tidak menyimpan makanan di dalam freezer secara maksimal.

Freezer yang bocor juga bisa menyebabkan tumbuhnya jamur di dalam kulkas, kerusakan kulkas, hingga masalah keamanan makanan. Maka dari itu, jika freezer bocor harus segera diperbaiki.

Sebelum memperbaiki freezer yang bocor, ketahui dulu penyebab hal itu bisa terjadi. Dilansir dari Angi.com, Sabtu (31/8/2024), berikut ini penyebab freezer bocor dan cara memperbaikinya.


1. Saluran Pembuangan Es yang Tersumbat atau Beku

Saluran pembuangan es biasanya terletak di dekat bagian belakang dan bawah freezer, membuang air yang dihasilkan selama siklus pencairan es. Namun, jika saluran pembuangan tersumbat atau beku, air tidak dapat keluar sehingga dapat bocor keluar dari freezer.

Solusi untuk hal tersebut, kamu bisa mematikan freezer dan cairan es secara manual dengan membuka pintunya. Setelah sebagian es mencair, celupkan kain ke dalam air hangat dan gunakan untuk mencairkan es yang menyumbat saluran pembuangan es.

Jika ada partikel makanan atau kotoran yang menyumbat saluran tersebut, kamu bisa pakai obeng atau kawat yang kuat untuk mengeluarkannya.

2. Saluran Air Rusak, Tersumbat, atau Longgar

Jika saluran air yang memasok air ke pembuat es rusak atau longgar, air bisa mengenang di bawah freezer.

Untuk mengatasinya, temukan saluran air terlebih dahulu. Biasanya, saluran air berupa tabung tembaga atau plastik tipis yang terletak di bagian belakang freezer. Jika tampak longgar, kencangkan. Jika ada yang menyumbat, segera singkirkan. Jika yang menyumbat adalah es, biarkan mencair dengan cara mencabut listrik untuk freezer dan kulkas selama beberapa jam.

Jika freezer masih tidak dingin, segera hubungi petugas yang bisa memperbaikinya.

3. Freezer Terlalu Penuh

Freezer yang terlalu penuh juga bisa membuatnya bocor karena pintu freezer tidak bisa tertutup sempurna sehingga membuat udara hangat masuk ke dalam.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kamu bisa tata ulang isi freezer dan pastikan pintu freezer tertutup rapat.

4. Kumparan Kondensor Kotor atau Rusak

Kumparan kondensor, biasanya terletak di bagian belakang atau di bawah freezer di balik kisi-kisi untuk menghilangkan panas yang dikeluarkan dari bagian dalam freezer sehingga dapat membantu menjaga suhu tetap rendah. Jika rusak atau kotor, freezer dapat bekerja berlebihan, sehingga menghasilkan embun beku berlebih, yang akan bocor selama siklus pencairan.

Untuk mengatasinya, kamu bisa membersihkan kumparan kondensor pakai sikat dan penyedot debu. Setidaknya, bersihkan bagian ini sekali atau 2 kali setahun. Jika kumparan kondensor rusak, segera hubungi profesional untuk memperbaikinya.

5. Terlalu Lembab

Jika ruangan tempat freezer berada terlalu lembab, maka akan freezer akan bekerja ekstra untuk menghilangkan kelembapan berlebih. Jika freezer bekerja berlebihan, maka akan menimbulkan kondensasi dan/atau embun beku.

Untuk mengatasinya, kamu bisa tempatkan humidifier di ruangan yang terdapat freezer untuk membantu menyeimbangkan tingkat kelembapan.

Itulah penyebab dan cara mengatasi freezer yang bocor. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com