Tag Archives: kesehatan

5 Tanaman Hias yang Ampuh Mengusir Tikus di Rumah


Jakarta

Tikus merupakan hama yang kerap mengganggu manusia. Hewan ini sering ditemui di dalam rumah untuk mencari sumber makanan. Maka tak heran tikus sering ditemukan di dapur, meja makan, atau tempat sampah.

Jika tidak segera diusir, tikus bisa membuat sarang di rumah untuk berkembang biak. Hal ini tentu tidak baik bagi kesehatan manusia karena tikus dapat membawa sejumlah penyakit berbahaya.

Apabila kamu sering menemukan tikus di rumah, cobalah mengusirnya dengan sejumlah tanaman hias. Tak hanya mempercantik hunian, tanaman tersebut juga tidak disukai tikus karena punya aroma yang kuat. Apa saja tanaman tersebut? Simak dalam artikel ini.


Tanaman Hias yang Ampuh Usir Tikus di Rumah

Dilansir situs Mirror dan Toms Guide, berikut sejumlah tanaman hias yang disebut ampuh mengusir tikus di rumah:

1. Mint

Ilustrasi tanaman mintIlustrasi tanaman mint Foto: Getty Images/iStockphoto/t_kimura

Tanaman hias yang pertama ada mint. Daun mint yang memiliki aroma khas ternyata tidak disukai tikus, sehingga mereka akan menghindari rumah kamu jika terdapat banyak tanaman mint di halaman.

“Tanam mint di sekeliling halaman rumah atau area yang sering dilalui tikus. Aroma mint yang kuat dapat menutupi aroma lain sehingga kurang menarik bagi tikus,” kata pakar hewan dari Glenlivet Wildlife Sam Bryant.

2. Lavender

Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukIlustrasi tanaman lavender. Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

Tanaman yang satu ini sudah dikenal sejak lama ampuh mengusir serangga kecil seperti nyamuk. Selain itu, lavender juga bisa dipakai untuk mengusir tikus.

Aroma yang keluar dari lavender ternyata tidak disukai oleh tikus. Agar efektif, kamu bisa menanam lavender di halaman demi mencegah tikus masuk ke dalam rumah.

3. Marigold

Orange marigold flowers.Please see more similar pictures of my Portfolio.Thank you!Marigold. Foto: Getty Images/schnuddel

Marigold bisa menjadi pilihan terbaik untuk tanaman hias di rumah. Selain bunganya yang indah, marigold juga efektif untuk mengusir tikus di rumah. Sebab, tanaman ini mengeluarkan aroma wangi yang justru dibenci tikus.

“Marigold mengeluarkan aroma yang tidak sedap bagi tikus. Dengan menanamnya di samping rumah maka dapat memberikan perlindungan ekstra bagi tanaman hias lainnya,” papar Sam.

4. Daffodil

Tanaman hias daffodilTanaman hias daffodil Foto: Getty Images/iStockphoto/redhumv

Daffodil merupakan salah satu tanaman hias yang banyak dikoleksi. Selain untuk memperindah ruangan, daffodil juga disebut ampuh mengusir tikus.

Sama seperti tanaman hias lainnya, aroma dari daffodil tidak disukai para hama sehingga memilih untuk menghindar. Selain itu, daffodil juga mengandung lycorine dan alkaloid pada umbinya yang mengandung racun. Jika dimakan tikus tentu bisa membuatnya keracunan.

Namun, hati-hati jika kamu memiliki hewan peliharaan di rumah. Awasi pergerakan hewan kesayanganmu agar tidak memakan daffodil.

5. Serai

Tips memasak dengan seraiSerai. Foto: Getty Images/iStockphoto

Serai banyak digunakan masyarakat sebagai bumbu dapur karena memiliki aroma yang khas. Meski begitu, aroma serai justru tidak disukai tikus karena dapat mengganggu indra penciumannya.

Kamu bisa menanam serai di luar ruangan atau di halaman rumah agar mencegah tikus masuk. Tanaman yang satu ini juga ampuh mengusir serangga kecil seperti nyamuk dan lalat.

Itulah tanaman yang bisa mengusir tikus.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Tikus Suka Gigit Kabel Listrik? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


Jakarta

Kehadiran tikus di rumah memang menyebalkan. Bukan cuman kotor, hewan pengerat ini suka menggigit barang-barang, termasuk kabel listrik di sekitar rumah.

Jangan anggap sepele hal ini karena kabel rusak berpotensi membahayakan penghuni rumah. Kabel yang terkelupas bisa menjadi penyebab korsleting listrik, kesetrum, hingga kebakaran.

Selain itu, gigitan tikus membuat benda elektronik rusak sehingga pemilik perlu keluar uang dan tenaga buat memperbaikinya. Oleh karena itu, penghuni rumah mesti mencegah serangan tikus.


Lantas, kenapa ya tikus gigit kabel listrik di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

Penyebab Tikus Gigit Kabel Listrik

Dilansir dari Coastal Spray, tikus menggigit kabel karena insting, kebutuhan, hingga kesehatan gigi. Mereka perlu mengunyah barang agar gigi tidak tumbuh terlalu panjang. Dengan menggerogoti barang, termasuk kabel, tikus dapat mengikis gigi yang terus tumbuh.

Kemudian, tikus juga menggerogoti kabel listrik untuk membuka jalan atau membuat sarang. Apalagi sejumlah kabel listrik berada di lokasi yang gelap dan terisolasi.

Cara Cegah Tikus Gigit Kabel Listrik

Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah tikus menggerogoti kabel di rumah.

1. Tutup Akses Masuk Rumah

Tikus tidak akan bisa masuk rumah kalau nggak ada akses masuk. Tutup celah, retak, atau lubang di sekitar rumah agar kabel listrik terlindungi.

2. Jaga Kebersihan

Hewan ini tertarik dengan bahan seperti karton dan kain. Singkirkan dan rapikan barang-barang yang berpotensi jadi sarang tikus.

3. Tutupi Kabel

Lindungi kabel listrik dari tikus dengan menutup kabel yang terbuka dengan konduit plastik atau baja. Penghalang ini membuat tikus sulit mengakses dan menggigit kabel.

4. Gunakan Bahan Pengusir Tikus

Ada berbagai produk pengusir tikus tersedia di pasaran, bahkan berbentuk semprotan. Gunakan bahan pengusir tikus itu dekat kabel listrik biar tikus tidak mendekat.

5. Rutin Perawatan dan Inspeksi Kabel

Sebaiknya pemilik rumah merawat dan memeriksa kabel-kabel di rumah secara rutin. Langkah ini penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda serangan tikus. Penghuni bisa cepat menangani masalah sebelum semakin parah.

Itulah penyebab dan cara cegah tikus gigit kabel listrik di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Jangan Takut Cacing Masuk Kamar Mandi, Begini Cara Atasinya


Jakarta

Cacing yang biasa ditemukan di tanah ternyata bisa muncul di kamar mandi, lho. Penghuni rumah mungkin akan merasa geli atau jijik kalau melihat makhluk ini di rumahnya.

Jika dibiarkan, cacing dapat berkembang biak dan semakin banyak di kamar mandi. Untuk itu, sebaiknya penghuni segera mengatasinya sampai ke akar permasalahannya.

Namun, kenapa cacing bisa muncul di kamar mandi ya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Penyebab Cacing Masuk Kamar Mandi

Inilah beberapa faktor yang membuat cacing dapat masuk kamar mandi.

1. Lingkungan Lembap

Menurut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi, cacing menyukai lingkungan yang lembap seperti kamar mandi. Mereka memang tinggal di tempat lembap, terutama kalau ada potensi sumber makanan.

“Cacing tanah cenderung menyukai lingkungan yang lembap dan kaya bahan organik. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan kamar mandi dan memastikan area tersebut tetap kering,” ujarnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

2. Celah Lantai

Cacing bisa muncul di kamar mandi yang terdapat celah atau retakan di lantai keramik. Mereka masuk ke kamar mandi melewati akses tersebut.

Cara Cegah Cacing Masuk Kamar Mandi

Bagi penghuni yang geli sama cacing, perlu mengambil langkah pencegahan dengan cara berikut ini.

  • Menjaga tingkat kelembapan kamar mandi
  • Menjaga kebersihan kamar mandi
  • Rutin bersihkan saluran air
  • Hilangkan genangan air
  • Pastikan sumber air tidak terkontaminasi telur atau larva cacing
  • Mengelola limbah rumah tangga dengan baik

Cara Basmi Cacing di Kamar Mandi

Jika menemukan cacing di kamar mandi, penghuni bisa segera membasminya. Salah satu caranya dengan menggunakan insektisida.

“Studi menunjukkan bahwa insektisida seperti abamektin dan diazinon dapat mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi cacing tanah. Namun, penggunaan insektisida harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai petunjuk untuk menghindari dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia,” katanya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Nggak Perlu Buru-buru Rapikan Kasur Setelah Bangun Tidur, Ada Manfaatnya Lho


Jakarta

Merapikan tempat tidur sebelum beraktivitas di pagi hari merupakan kebiasaan baik. Namun, membersihkan kasur sesaat setelah bangun ternyata kurang dianjurkan, lho.

Dilansir dari Real Simple, penghuni rumah disarankan untuk tidak langsung merapikan tempat tidur ketika bangun. Soalnya kasur yang baru digunakan buat tidur semalaman dalam kondisi lembap. Hal itu dapat memicu pertumbuhan tungau debu.

CEO Mattress Next Day Martin Seeley mengatakan, rata-rata manusia mengeluarkan keringat sebanyak 500 mililiter per malam. Kondisi tersebut membuat tempat tidur menjadi lingkungan yang cocok bagi tungau buat berkembangbiak di pagi hari.


“Oleh sebab itu, penting untuk membiarkan tempat tidur setidaknya selama 30 menit agar sirkulasi udara lebih baik. Hal ini dapat mengurangi kelembapan secara menyeluruh di tempat tidur,” ujar Seeley dikutip dari Real Simple, Sabtu (23/8/2025).

Penghuni perlu waspada dengan tungau debu di tempat tidur karena dapat membahayakan kesehatan. Menurut American Lung Association, kotoran dari tungau debu bisa menimbulkan reaksi fisik, seperti flu, mata berair, hingga bersin. Pasalnya, sisa kotoran tungau menempel pada seprai, lalu terhirup oleh manusia.

Penghuni sebaiknya menunda merapikan tempat tidur ketika bangun di pagi hari. Biarkan seprai terbuka sementara. Nyalakan kipas angin dan buka jendela untuk meningkatkan sirkulasi udara.

Cara Basmi Tungau di Kasur

Jika ingin membasmi tungau di kasur, penghuni dapat lakukan beberapa cara berikut ini, dikutip dari Mayo Clinic.

1. Cuci Seprai dan Sarung Bantal

Cara pertama untuk membasmi tungau kasur adalah rutin mencuci seprai setiap minggu. Jangan lupa untuk mencuci selimut, sarung bantal, dan bed cover juga ya. Setelah dicuci, jemur kain tersebut di bawah sinar matahari, lalu setrika agar rapi.

2. Jaga Kelembapan Rumah

Tungau menyukai lingkungan yang lembap untuk berkembangbiak. Pastikan kamar tidur memiliki ventilasi yang cukup buat mencegah tungau. Sebagai tambahan, gunakan dehumidifier untuk mengurangi kelembapan berlebih.

3. Semprotkan Larutan Garam

Tungau bisa dibasmi dengan larutan garam. Campurkan air dan garam ke dalam botol semprot. Lalu semprotkan larutan pada area yang dihinggapi tungau.

4. Jemur Kasur

Sesekali menjemur kasur di bawah sinar matahari dapat mematikan tungau. Selain itu, cara ini dapat mengurangi kelembapan di kasur.

Itu dia manfaat tidak langsung merapikan tempat tidur dan cara basmi tungau di kasur.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

7 Hal yang Wajib Dibersihkan di Kamar Mandi, Jangan Sampai Terlewat!


Jakarta

Kamar mandi cepat sekali kotor sehingga harus dibersihkan secara rutin. Penghuni sebaiknya membersihkan seluruh kamar mandi seminggu sekali.

Kebersihan kamar mandi perlu dijaga agar penghuni rumah merasa nyaman menggunakannya. Tak hanya itu, kamar mandi yang bersih juga baik buat kesehatan penghuni.

Apa saja yang perlu dibersihkan di kamar mandi setiap minggu? Simak penjelasannya berikut ini.


Tips Membersihkan Kamar Mandi

Inilah beberapa hal yang perlu dibersihkan di kamar mandi, dikutip dari The Spruce.

1. Bersihkan Permukaan

Bersihkan lantai, tembok, dan tirai untuk menghilangkan noda dan jamur di permukaan kamar mandi. Lalu, jangan lupa membuang rambut yang terkumpul pada lubang pembuangan air.

2. Bersihkan Kloset

Selain itu, bersihkan kloset secara menyeluruh pada bagian luar dan dalamnya. Gunakan sikat dan cairan pembersih untuk membersihkan bagian dalam kloset. Lalu, pakai tisu basah disinfektan atau spons dan cairan pembersih buat bagian luar kloset.

3. Bersihkan Wastafel

Area wastafel juga harus dibersihkan. Singkirkan barang-barang di atasnya terlebih dahulu, lalu gunakan cairan pembersih. Bilas wastafel dengan bersih dan keringkan.

4. Bersihkan Gagang Pintu dan Sakelar

Jangan lupa bersihkan gagang pintu, sakelar lampu, dan pintu kabinet. Benda ini sering disentuh sehingga bisa menjadi sarang kuman dan bakteri.

5. Bersihkan Cermin

Pastikan cermin bersih dan kinclong agar kamar mandi terlihat terawat. Gunakan cairan pembersih dan kain mikrofiber untuk membersihkan cermin.

6. Buang Sampah

Supaya kamar mandi nggak bau, biasakan untuk membuang sampah setiap minggu. Setelah buang sampah, pasang kantong plastik baru ke tempat sampah.

7. Cuci Keset

Keset rawan menjadi tempat bersarangnya kuman. Penghuni perlu mencuci keset setidaknya seminggu sekali, lalu jemur sampai kering.

Itulah tips membersihkan kamar mandi. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Musim Hujan Bikin Banyak Nyamuk, Begini Cara Alami Mengusirnya


Jakarta

Memasuki musim hujan, tantangannya bukan hanya banjir, melainkan bakal banyak muncul nyamuk di rumah. Apabila tidak ada pencegahan, setiap malam dipastikan kita susah tidur karena hewan kecil ini sering aktif di malam hari.

Nyamuk dikenal lebih senang muncul saat musim hujan. Alasannya sederhana, menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam laman resminya hal ini dikarenakan musim hujan menghasilkan banyak genangan air yang cocok untuk mereka berkembangbiak.

Kemudian, nyamuk akan mencari manusia untuk mendapatkan makanan dengan cara menghisap darah. Siklus ini sebenarnya tidak berbahaya paling kita hanya gatal-gatal, tetapi ada jenis nyamuk yang bisa mengancam nyawa apabila sudah menggigit, yakni nyamuk Aedes aegypti karena dapat menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).


Cara Mengusir Nyamuk

Dilansir The Kitchen berikut beberapa bahan yang bisa mengusir nyamuk.

1. Jangan Ada Genangan di Halaman

Cara paling efektif untuk menghentikan perkembangbiakan nyamuk adalah membersihkan segala genangan air di halaman. Tidak hanya itu, bersihkan juga area yang lembap seperti rumput yang terlalu panjang dan sampah daun kering basah dari halaman. Tempat seperti itu disukai oleh nyamuk.

2. Tanam Tanaman Pengusir Nyamuk

Cara selanjutnya adalah memasang ‘pagar’ pencegah nyamuk mendekat dengan tanaman. Kita bisa mengecohkan nyamuk dengan menanam tanaman yang memiliki aroma yang tidak disukai oleh hewan tersebut, seperti marigold, lavender, peppermint, serai, rosemary, dan bawang putih.

3. Pakai Lemon dan Cengkeh

Perangkap selanjutnya adalah memakai bahan alami seperti potongan lemon yang tipis dan cengkeh. Kedua bahan alami ini memiliki aroma yang kuat dan cukup bertahan lama. Saat ingin meletakkan keduanya letakkan di tempat terbuka, terutama di area yang banyak nyamuk.

4. Gunakan Cuka Apel

Coba juga menggunakan cuka apel karena cairan ini memiliki yang menyengat. Caranya campurkan cuka apel dengan beberapa tetes minyak serai. Lalu semprotkan ke sekeliling rumah.

5. Air Bawang Putih

Bawang putih memiliki beragam khasiat, salah satunya adalah bisa mengusir nyamuk. Caranya cincang bawang putih. Kemudian siram dengan satu sendok minyak mineral. Diamkan seharian hingga meresap sempurna.

Saring bawang putih, lalu tambahkan ke botol semprot yang telah diisi air, setelah itu semprotkan cairan ke luar ruangan guna membuat penghalang agar nyamuk tidak masuk ke dalam.

6. Minyak Atsiri

Jika memiliki minyak esensial, pakai cairan tersebut untuk mengusir nyamuk. Tambahkan beberapa tetes minyak yang berbau tajam seperti lavender atau peppermint.

Masukkan ke dalam botol semprot yang telah diisi air, kemudian semprotkan secara menyeluruh di dapur dan area luar yang terdapat banyak nyamuk.

7. Kamper

Tambahan, dilansir Architectural Digest India, kamper atau camphor mampu menghilangkan bau yang menyengat. Bahkan ini juga ampuh mengusir nyamuk secara efektif. Taruh kamper di mangkok yang berisi air dan ganti airnya setiap 2-3 hari.

Itulah beberapa cara mengusir nyamuk dengan bahan-bahan yang ada di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Kloset Duduk vs Jongkok, Mana yang Dianjurkan dalam Islam dan Kesehatan?



Jakarta

Kloset merupakan peralatan sanitasi penting di kamar mandi. Bentuk kloset yang banyak digunakan di RI terdapat 2 macam, yakni kloset duduk dan jongkok.

Kloset duduk di Indonesia termasuk jenis kloset yang modern karena jika memperhatikan rumah-rumah tua yang usianya sudah puluhan tahun tanpa renovasi, kloset yang digunakan rata-rata adalah kloset jongkok.

Lantas, mana yang lebih baik di antara keduanya?


Mengutip dari penelitian berjudul ‘Penggunaan Toilet Jongkok dan duduk dalam perspektif hukum Islam dan kesehatan’ yang ditulis oleh Risqi Hidayat, menjelaskan mengenai penggunaan kedua kloset tersebut berdasarkan syariat Islam dan kesehatan.

Di dalamnya disebutkan syariat Islam lebih menyarankan penggunaan kloset jongkok dibanding kloset duduk. Hal ini disampaikan oleh Syeikh Muhammad Munajjad bahwa sunnah buang hajat adalah dengan jongkok.

Anjuran dalam Islam ini bukan hanya didasarkan pada pendapat ulama semata, melainkan jika ditinjau dari ilmu kesehatan juga ada manfaatnya. Penelitian yang dilakukan oleh dokter Rusia bernama Dov Sikirov menunjukkan saat buang tinja dalam posisi duduk, otot tidak bisa memberikan tekanan yang lebih untuk mengeluarkan kotoran. Hal ini karena otot hanya mengendur sebagian.

Hal ini berbanding terbalik ketika orang tersebut dalam posisi jongkok. Tekanannya mengendur dan rileks dengan sempurna sehingga memudahkan proses pengeluaran kotoran.

Manfaat lainnya adalah buang air besar dalam posisi jongkok lebih cepat karena sudut rektoanal telah terbentuk dengan sendirinya sehingga feses pun kotoran. Sementara, ketika posisinya duduk jadi lebih lama karena tubuh butuh proses untuk mendorong feses melalui sudut rektoanal.

Lalu, kloset jongkok juga mencegah kontak langsung antara tubuh dengan permukaan kloset. Hal ini dapat mencegah penularan penyakit atau infeksi pada permukaan kulit di area belakang. Etika buang air dengan berjongkok juga lebih menjaga aurat sebagaimana adab buang air untuk tidak memperlihatkan kemaluan.

Meskipun banyak kelebihan, dalam laporan tersebut juga disebutkan kekurangan kloset jongkok adalah tidak bisa digunakan oleh semua kalangan, seperti orang tua, orang cacat, atau orang obesitas karena tidak nyaman.

Apabila dipaksakan memakai kloset jongkok justru memicu timbulnya artritis dan tekanan pada lutut. Kondisi seperti dalam Islam dan kesehatan lebih dianjurkan memakai kloset duduk agar lebih aman.

Terpisah, dalam artikel ilmiah berjudul “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” oleh Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, ada saran bahwa solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah menciptakan bentuk kloset semi jongkok. Hal ini direkomendasikan sebagai salah satu pilihan dalam mendesain kamar mandi islami.

Terlepas dari hal itu semua hasil temuan dalam pengamatan tersebut, tidak ada larangan untuk menggunakan jenis kloset apa pun. Semua kembali pada kebutuhan masing-masing. Hal yang dilarang dalam Islam adalah buang air besar dan kecil dalam keadaan berdiri, kecuali dalam keadaan darurat. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah.

“Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

Itulah perbandingan antara kloset duduk dan jongkok dalam Islam dan kesehatan. Semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Asal Buang! Ini Cara Kelola Sampah Rumah Tangga dengan Benar


Jakarta

Penghuni rumah biasanya memproduksi dan membuang sampah setiap hari. Sampah tersebut setelah dibuang akan diangkut oleh petugas sampah, lalu berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo Gulang Winarno pernah mengatakan banyak orang belum mengelola sampah rumah tangga dengan optimal. Padahal langkah ini penting buat lingkungan dan menguntungkan bagi penghuni rumah.

“Sampah itu kalau tidak dikelola dengan baik, akhirnya akan mengganggu terkait kesehatan, (lalu lintas) transportasi, (dan) ekosistem. Kalau dikelola dengan baik, (sampah) tidak akan mengganggu (aktivitas) dan juga akan menambah nilai produktif,” ujar Gulang kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


Lalu, bagaimana cara mengelola sampah rumah tangga? Simak penjelasannya berikut ini.

Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga

Inilah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah dengan benar di rumah.

1. Mengurangi Produksi Sampah

Penghuni bisa mulai mengelola sampah dengan mengurangi produksinya. Penghuni dapat beralih dari barang sekali pakai agar sampah tidak cepat menumpuk. Dengan begitu, penghuni mengurangi beban sampah yang perlu dikelola.

“Untuk mengurangi sampah juga, menggunakan alat-alat yang sekiranya dapat digunakan kembali. Jadi bukan plastik tapi yang nanti bisa digunakan untuk beberapa kali. Tidak sekali pakai terus dibuang,” ucapnya.

2. Membuang Sampah pada Tempatnya

Pastikan untuk membuang sampah pada tempatnya. Jangan asal buang sampah ke pinggir jalan, taman, atau sungai. Sebaiknya penghuni menyediakan beberapa tempat sampah sesuai kategori di rumah.

“Di setiap rumah tangga itu ada tempatnya sendiri-sendiri, organik, non organik, dan B3 itu kita tempatkan (dan) tandain. Kalau kita memiliki kesadaran membeli tempat sampah yang terpilah tersebut,” imbuhnya.

3. Memilah Sampah sesuai Kategori

Buanglah sampah dengan memilahnya berdasarkan kategori. Umumnya, penghuni rumah hanya perlu memisahkan antara sampah organik, non organik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun).

Gulang menyebutkan sampah organik antara lain sisa makanan dan dedaunan. Lalu, sampah non organik seperti benda yang terbuat dari plastik, kertas, karton, atau kaleng.

4. Mengompos Sampah Organik

Sampah organik yang sudah dipisahkan dapat diolah menjadi pupuk. Hal ini membantu mengurangi sampah organik yang dibuang ke TPA.

Caranya dengan memasukkan sampah organik ke komposter atau wadah penyimpan sampah organik yang tertutup. Sampah tersebut akan menjadi pupuk setelah beberapa hari dibiarkan.

“Yang (sampah) organik bisa buat pupuk setidaknya buat tanaman kita sendiri di pekarangan rumah,” katanya.

5. Menjual Sampah Bernilai

Penghuni bisa menghasilkan cuan dari mengelola sampah, lho. Ada beberapa sampah non organik yang punya nilai jual seperti botol plastik, kaleng, dan kertas. Penghuni dapat menjual sampah tersebut ke bank sampah.

“Sampah itu sebenarnya bisa menghasilkan untuk tambahan kebutuhan rumah tangga. Walaupun hal itu cuman sedikit, kalau dijual satu bulan juga menambah nilai atau membantu keuangan rumah tangga,” tuturnya.

Itulah cara mengelola sampah rumah tangga. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Jangan Lagi Jemur Baju di Depan Rumah, Ini 4 Alasannya!


Jakarta

Pakaian yang telah dicuci wajib dijemur agar cepat kering dan tidak lembap. Namun, masih banyak masyarakat yang memilih menjemur pakaian di depan rumah.

Beberapa orang menganggap menjemur di depan rumah membuat pakaian cepat kering. Sebab, area tersebut yang paling banyak terpapar sinar matahari. Meski begitu, menjemur pakaian di depan rumah tidak dianjurkan karena membawa banyak kerugian.

Ingin tahu alasan mengapa jangan menjemur pakaian di depan rumah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Alasan Jangan Jemur Baju di Depan Rumah

Dilansir situs The Spruce, berikut sejumlah alasan mengapa sebaiknya jangan menjemur pakaian di depan rumah:

1. Bikin Baju Jadi Bau

Alasan yang pertama adalah membuat baju yang telah dicuci menjadi bau. Sebab, pakaian langsung terpapar dengan udara luar yang tidak selalu bersih. Apalagi jika kamu tinggal di lingkungan yang kotor, maka pakaian bisa cepat bau saat dijemur.

Baju juga bisa bau karena terpapar asap dari pembakaran sampah, asap kendaraan bermotor, atau debu dari material bangunan. Selain bikin tidak nyaman, menggunakan pakaian yang penuh debu dan kotor juga berbahaya bagi kesehatan.

2. Rawan Terkena Serangga dan Kotoran

Menjemur pakaian di depan rumah sangat rentan terhadap serbuan serangga seperti nyamuk, lalat, dan semut. Apabila ada semut yang masuk ke dalam pakaian tanpa disadari, maka kulit bisa mengalami gatal-gatal saat memakai baju tersebut.

Selain itu, menjemur baju di depan rumah juga rentan terkena kotoran dari hewan, sehingga membuat baju jadi kotor dan bau. Mau tak mau pakaian yang awalnya bersih harus dicuci ulang.

3. Kondisi Cuaca yang Tidak Menentu

Belakangan ini kondisi cuaca di beberapa daerah sedang tidak menentu. Saat pagi hari cuaca tampak cerah, tapi ketika siang menjelang sore bisa terjadi hujan.

Apabila kamu menjemur pakaian di depan rumah saat cuaca tidak menentu, bisa saja pakaian yang sudah kering akhirnya basah dan kotor lagi karena terkena air hujan.

Perlu diingat, segera cuci kembali pakaian yang basah karena terkena hujan. Meski sebenarnya bisa dikeringkan, tapi air hujan yang kotor dan menempel di pakaian bisa membuat kulit gatal-gatal.

4. Merusak Estetika Rumah

Menjemur pakaian di depan rumah juga dapat merusak estetika hunian. Sebab, adanya tali jemuran dan pakaian yang digantung di halaman depan bisa memberikan kesan berantakan dan sumpek.

Menjemur pakaian di depan rumah juga memberikan kesan tidak nyaman bagi tamu atau tetangga yang datang. Bahkan, baju yang digantung bisa menghalangi jalan masuk bagi orang saat bertamu ke rumah kamu.

Maka dari itu, sebaiknya jemur pakaian yang telah dicuci di halaman belakang agar tidak terlihat oleh tamu atau tetangga yang datang. Selain itu, pakaian jadi lebih bersih dan tetap wangi karena tidak terkena debu atau kotoran yang terbang di udara.

Itulah empat alasan mengapa jangan menjemur pakaian di depan rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Ternyata Genteng Tanah Liat Ada Kadaluarsanya, Ini Usia Pemakaiannya


Jakarta

Genteng menjadi pilihan jenis atap yang paling banyak dipakai karena dapat meredam panas dan membuat hunian jadi lebih adem.

Keunggulan lain dari genteng adalah sifatnya yang kokoh, tidak mudah terbawa angin, dan tahan lama. Jenis genteng cukup banyak, salah satunya adalah genteng tanah liat.

Jenis atap satu ini meskipun tahan lama memiliki usia pemakaian yang disarankan atau ada waktu kadaluarsanya, yakni 40-50 tahun. Usia pemakaian genteng tanah liat termasuk yang paling lama di antara jenis genteng yang lain. Genteng tanah liat bisa bertahan lebih lama apabila memiliki material yang berkualitas dan cara pemasangan yang tepat.


Cara mengetahui kondisi atap rumah masih kokoh adalah jarang terlihat rembesan air hujan di rumah. Kebocoran hanya ditemukan pada saat hujan deras disertai angin.

Usia pemakaian genteng bisa jadi lebih singkat apabila ditemukan banyak retakan dan pecahan pada permukaannya. Celah kecil tersebut bisa menjadi celah bagi air untuk menerobos ke dalam rumah. Apabila didiamkan biaya perbaikannya akan lebih mahal.

Menurut kontraktor Wildan saat terjadi kebocoran area atap yang berisiko rusak dan perlu diganti bukan hanya genteng, melainkan plafon dan kerangka bajanya apabila memang memakai kerangka dari baja. Air membuat kerangka baja berkarat dan memicu pertumbuhan jamur pada plafon.

Jadi untuk mencegah kerusakan fatal, pemilik rumah harus mengetahui tanda-tanda genteng tanah liat harus diganti. Dilansir Kin.com, berikut beberapa cirinya.

1. Air, Cahaya Matahari, dan Hewan Masuk ke Dalam Rumah

Hal paling mudah untuk mengetahui genteng tanah liat harus diganti adalah saat terjadi kebocoran. Air yang menetes dan merusak area plafon bisa merusak tampilan rumah dan memicu pertumbuhan jamur hitam atau black mold yang berbahaya bagi kesehatan.

Saat area kebocoran semakin besar, cahaya matahari dapat menerobos ke dalam. Begitu pula dengan hewan-hewan seperti kelelawar, tikus, hingga musang. Jika hewan sudah hidup di atap rumah akan lebih sulit memperbaikinya. Selain itu, hewan-hewan tersebut juga bisa membuat suara yang mengganggu saat aktif.

2. Atap Berlumut dan Berkarat

Seperti yang disebut sebelumnya area atap yang sering terkena air hujan akan memicu pertumbuhan lumut karena permukaannya pasti lembap terkena hujan ke panas.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com