Tag Archives: keterkaitan

Tak Hanya Cantik, 3 Tanaman Hias Ini Bisa Bawa Hoki di Rumah


Jakarta

Ada banyak tanaman hias yang bisa mempercantik hunian, sebut saja lavender hingga melati. Namun ternyata, ada beberapa tanaman hias yang disebut bisa membawa keberuntungan, lho.

Sejak zaman dahulu, ada sejumlah tanaman hias dalam ruangan yang dipercaya mendatangkan keberuntungan. Hal ini dipengaruhi oleh budaya dan keyakinan beberapa orang.

Ingin tahu apa saja tanaman hias yang disebut bisa mendatangkan hoki bagi pemilik rumah? Simak dalam artikel ini.


Tanaman Hias yang Bisa Mendatangkan Hoki

Selain memperhatikan bentuknya yang cantik dan indah, kamu juga bisa mempertimbangkan membeli tanaman hias yang bisa membawa hoki ke dalam rumah. Dilansir situs Homes & Gardens, berikut tanaman hias pembawa keberuntungan:

1. Lucky Bamboo

Close-up view of lucky bamboo plant trip in a decorative white pot.Foto: Getty Images/iStockphoto/asiantiger247

Sesuai namanya, lucky bamboo atau bambu keberuntungan merupakan salah satu tanaman yang bisa membawa hoki. Dalam budaya Asia, tumbuhan ini dianggap membawa keberuntungan karena bisa tumbuh dengan cepat dan mudah diperbanyak.

Jumlah tangkai pada tanaman ini melambangkan makna yang berbeda. Misalnya, satu tangkai melambangkan kehidupan bermakna, dua tangkai menandakan keberuntungan dalam cinta, dan tiga tangkai artinya kebahagiaan serta umur panjang.

Ahli tanaman rumah Julie Bawden-Davis mengatakan ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan jika ingin merawat lucky bamboo. Pastikan rutin mengganti air setiap 1-2 minggu karena tanaman ini bisa hidup di dalam air.

Selain itu, jika ditanam di dalam air sumur atau ledeng maka tidak perlu memberinya pupuk. Lucky bamboo juga bisa diletakkan di tempat yang terpapar banyak sinar matahari.

“Namun, jika kamu menanamnya di RO (reverse osmosis) atau air yang disaring, beri pupuk setiap tiga bulan dengan pupuk cair berkekuatan ΒΌ yang dicampur dengan air tawar,” ujar Julie.

2. Jade Plant

houseplant Crassula ovata jade plant money tree in white potFoto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

Jade plant atau lebih dikenal tanaman giok merupakan tanaman hias yang dianggap membawa hoki jika ditanam di rumah. Disebut tanaman giok karena bagian daunnya yang mirip seperti batu giok.

Pada umumnya, tanaman giok dapat diletakkan di area ruang kerja atau pintu masuk rumah. Dalam merawatnya, cukup letakkan di tempat terang dan beri pupuk untuk tanaman sukulen dan kaktus setiap enam bulan sekali.

Saat menyiram tanaman giok, pastikan kondisi tanah sudah mengering. Hal ini dilakukan untuk mencegah tanah tidak mudah busuk dan daunnya berguguran.

3. Peace Lily

Selain bunganya yang cantik, ternyata peace lily bisa mendatangkan hoki jika ditanam di rumah. Julie menyebut tanaman ini dikenal sebagai ‘tanaman kebangkitan’ karena ada keterkaitan dengan kematian dan kelahiran kembali.

Cara merawat peace lily terbilang mudah. Tempatkan tanaman ini di area yang terang, tapi tidak terpapar sinar matahari langsung. Tanah tanaman ini juga sebaiknya tetap lembap meski peace lily dapat hidup di kondisi yang kering.

“Bunga ini juga tahan terhadap kekeringan dan akan hidup kembali setelah tidak disiram,” imbuh Julie.

Itulah tiga tanaman hias yang indah dan bisa mendatangkan keberuntungan. Tertarik menanam tanaman yang mana?

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Kalegowa Destinasi Slow Travel Terbaik Kedua di Asia, Ada Apa di Sana?


Jakarta

Platform Agoda memasukkan Kalegowa dalam daftar rekomendasi slow travel 2025 bersama wilayah lain dari Asia Timur, Tenggara, dan Selatan. Kalegowa adalah wilayah di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Slow travel merupakan bentuk healing baru yang diminati masyarakat masa kini. Dikutip dari platform Revine, slow travel menekankan pentingnya keberlanjutan dan keterkaitan dengan warga lokal. Slow travel atau tourims juga sangat menghargai pengalaman selama perjalanan.

Kalegowa mungkin belum banyak diketahui sebagai salah satu destinasi wisata Indonesia. Dengan adanya rekomendasi slow travel Agoda 2025, Kalegowa mungkin bisa masuk daftar wishlist healing detikers berikutnya.


Fakta Kalegowa sebagai Top Agoda Slow Travel 2025

Kalegowa adalah wilayah yang menyaksikan sejarah Indonesia mulai zaman kerajaan, penjajahan, hingga menjadi negara merdeka. Masyarakat Kalegowa mengarungi perjalanan Indonesia dengan tetap memegang teguh tradisi dan kearifan lokal.

Sejarah Kalegowa

Kalegowa atau Kale Gowa adalah lokasi benteng pertama kerajaan Gowa di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Fungsi benteng ini adalah sebagai lokasi pemukiman raja dan keluarganya, sehingga menjadi pusat dinamika kegiatan kehidupan kerajaan.

Dikutip dari tulisan Benteng Kale Gowa Pada Masa Kerajaan Gowa (1510-1639) oleh Heri Setiani dari Universitas Negeri Makassar, benteng Kale Gowa tersebar di beberapa titik. Site tersebut adalah Kompleks Makam Sultan Hasanuddin, Sumur Bissu, Sumur Lompowa, Masjid Tua Katangka, Kompleks Makam raja-raja Gowa dan keluarganya, Batu Tallua, dan Batu pelantikan.

Pesona Kalegowa

Dikutip dari situs Travel and Tour World, Kalegowa menawarkan kekayaan alam dan budaya yang bisa dinikmati selama healing. Beberapa pesona tersebut adalah:

  • Sawah hijau dan pepohonan rindang.
  • Arsitektur khas Bugis yang masih lestari dan mengundang decak kagum.
  • Masyarakat yang hangat dan menawarkan hospitality simpel namun sesuai kebutuhan turis.
  • Pasar tradisional dan hidangan khas yang menggambarkan masyarakat lokal.

Jarak dan Penginapan Kalegowa

Kalegowa hanya berjarak sekitar 2 km dari Somba Opu dikutip dari google maps. Situs BMKG menjelaskan, Kalegowa adalah dataran rendah dengan suhu hangat hingga panas.

Bagi detikers yang ingin berkunjung, detikers bisa pesan penginapan lebih dulu di platform wisata. Detikers juga bisa cari tahu akomodasi sesuai keperluan di media sosial atau berbagai situs wisata.

(row/wsw)



Sumber : travel.detik.com