Tag Archives: kiblat

Bolehkah Posisi Toilet di Rumah Menghadap Kiblat? Ini Jawabannya



Jakarta

Keberadaan toilet di dalam rumah merupakan suatu hal yang vital. Sebab, keberadaannya memudahkan penghuni rumah untuk kegiatannya seperti buang air besar maupun buang air kecil.

Ternyata, penempatan toilet ada tata caranya. Disebutkan bahwa sebaiknya posisi toilet sebagai tempat buang hajat tidak menghadap atau membelakangi arah kiblat. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

“Apabila engkau ke WC, janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya ketika kencing atau buang air besar.” (HR. Muslim).


Apabila seseorang tidak punya pilihan selain menggunakan toilet dan dalam prosesnya menghadap atau memunggungi kiblat, sebaiknya posisi badan agak sedikit menyimpang agar tidak benar-benar menghadap atau membelakangi kiblat.

Sementara itu, dilansir dari islamcity.org, disebutkan bahwa mayoritas ulama menilai kasus-kasus tersebut berlaku di area yang tidak memiliki dinding atau sekat tetap. Apabila ada tembok, maka toilet menghadap atau membelakangi kiblat diperbolehkan ketika menjawab ‘panggilan alam’.

Dikutip dari jatim.nu.or.id, terkait kamar mandi di rumah yang toiletnya menghadap atau membelakangi kiblat disebutkan bahwa hal itu tidak masalah. Sebab, dalam bangunan kamar mandi dikelilingi tembok dan bangunan sehingga boleh toilet menghadap atau membelakangi kiblat.

Imam An-Nawawi pentarjih utama dalam Mazhab Syafi’i menguraikan panjang lebar khilafiyah dalam permasalahan ini. Disampaikan:

ﻣﺬﻫﺐ اﻟﺸﺎﻓﻊ ﺃﻥ ﺫﻟﻚ ﺣﺮاﻡ ﻓﻲ اﻟﺼﺤﺮاء ﺟﺎﺋﺰ ﻓﻲ اﻟﺒﻨﻴﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺳﺒﻖ ﻭﻫﺬا ﻗﻮﻝ اﻟﻌﺒﺎﺱ اﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻤﻄﻠﺐ ﻭﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﻭاﻟﺸﻌﺒﻲ ﻭﻣﺎﻟﻚ ﻭﺇﺳﺤﺎﻕ ﻭﺭﻭاﻳﺔ ﻋﻦ ﺃﺣﻤﺪ

Artinya: Mazhab Syafi’i mengatakan bahwa kencing menghadap kiblat adalah haram saat di tanah lapang dan boleh di dalam bangunan (kamar mandi, toilet). Ini adalah pendapat Abbas bin Abdul Muthalib, Ibnu Umar, Syu’bi, Malik, Ishaq dan satu riwayat Ahmad(Al-Majmu’ 2/81-82)

Adapun, tempat toilet disarankan berukuran cukup luas agar penggunanya tidak bersentuhan dengan kotoran. Selain itu, tersedia air yang cukup, sebaiknya air mengalir, untuk membersihkan tubuh dan tempat.

Meskipun membangun toilet dengan arah menuju atau membelakangi kiblat bukanlah sebuah dosa, sebaiknya jika ingin membangun toilet haruslah membuatnya dengan mengarah di sisi lain kiblat dan bukannya mengarah atau membelakanginya.

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Cara Menentukan Arah Kiblat di Rumah


Jakarta

Menempati rumah baru selalu membawa kesan tersendiri bagi pemiliknya. Salah satu pengalaman yang umumnya dialami adalah menentukan arah kiblat saat pertama kali menghuni rumah.

Ini penting, khususnya bagi umat muslim kaena ada perintah menghadap kiblat ketika sholat yang salah satunya disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Khallad bin Rafi’, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَأَسْبِغِ الْوُضُوءَ ثُمَّ اسْتَقْبِلِ القبلة


Yang atinya: “Jika kamu hendak shalat sempurnakanlah wudhu kemudian menghadaplah ke arah kiblat.” (HR. Muslim).

Lalu bagaimana cara menentukan arah kiblat di rumah ya?

Informasi yang dirangkum dari detikHikmah, disebutkan, ada 4 cara sederhana menentukan arah kiblat di Rumah hanya bermodalkan telpon pintar.

1. Menggunakan Kompas

Cara lain untuk menentukan arah kiblat bisa dilakukan menggunakan kompas. Saat ini, kompas juga tersedia di HP dalam bentuk aplikasi.

Sebelumnya, perlu diketahui arah kiblat di Indonesia berkisar antara 290 dan 295 derajat, tergantung letak lokasi setiap daerah. Adapun cara menentukan arah kiblat menggunakan kompas dalam bentuk aplikasi yang ada di smartphone, yaitu sebagai berikut:

  • Pastikan fitur lokasi kompas (GPS) aktif dan akurat.
  • Buka aplikasi Kompas atau Compass.
  • Arahkan smartphone ke arah manapun untuk mengetahui letak arah mata angin.
  • Atur posisi sampai jarum berhenti bergerak dan menunjuk ke arah antara 290 hingga 295 derajat.

2. Melalui Google Maps

Cara menentukan arah kiblat menggunakan handphone bisa dilakukan melalui Google Maps. Layanan dari Google ini telah memakai sistem Global Positioning System (GPS) yang mampu mengidentifikasi lokasi secara akurat berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai satelit. Adapun langkah menggunakannya, yaitu sebagai berikut:

  • Buka aplikasi Google Maps pada browser atau aplikasi, bisa menggunakan handphone maupun laptop.
  • Ubah tampilan peta Google Maps ke mode satelit dengan klik kotak satelit yang terdapat pada pojok kiri bawah.
  • Ketik “Kakbah, Makkah Arab Saudi” atau dalam bahasa inggris “Kaaba, Mecca Saudi Arabia” pada kotak telusuri yang ada pada menu Google Maps, lalu tekan enter atau oke.
  • Pusatkan titik tepat di atas Kakbah. Selanjutnya, klik kanan dan pilih ukur jarak (measure distance).
  • Cari posisi atau lokasi yang akan diketahui arah kiblatnya dengan menuliskan pada kolom lokasi.
  • Terakhir, klik kiri lokasi yang akan ditentukan. Setelah itu, Google Maps akan menampilkan garis yang menunjukkan arah kiblat.

3. Menggunakan Aplikasi Penunjuk Kiblat

Cara menentukan arah kiblat juga dapat menggunakan bantuan aplikasi penunjuk kiblat yang bisa diunduh melalui App Store atau Play Store pada ponsel. Beberapa aplikasi yang bisa dipakai antara lain Qibla Compass, Arah Kiblat, Qibla Finder, dan Qibla Connect.

Langkah-langkahnya cukup dengan mengunduh salah satu aplikasi tersebut, lalu buka dan ikuti langkah yang tertera pada tampilan ponsel Selanjutnya, aplikasi tersebut akan menampilkan arah kiblat yang tepat untuk sholat.

4. Pencarian Online Melalui Situs Google Qibla Finder

Google juga telah menyediakan fitur Qibla Finder untuk menentukan arah kiblat dengan mudah. Cara menggunakannya, yaitu:

  • Buka browser pada ponsel
  • Selanjutnya buka laman https://qiblafinder.withgoogle.com
  • Klik tombol ‘mulai’ untuk menemukan arah kiblat pada posisi kamu

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Panduan Desain Rumah Sesuai Arah Kiblat


Jakarta

Kiblat merupakan arah yang suci bagi umat Islam karena menghadap ke Ka’bah yang dijadikan patokan ketika beribadah. Hal ini yang membuat arah kiblat mesti dihormati serta diperhitungkan dalam kehidupan seorang muslim.

Melansir dari laman SeekersGuidance, sebagaimana adanya adab terhadap Al-Qur’an, ternyata muslim juga perlu menjaga adab terhadap kiblat. Untuk itu, muslim dianjurkan untuk mempertimbangkan arah kiblat bahkan ketika mendesain rumah.

Hal ini turut menentukan arah dan letak kamar mandi, tempat tidur, serta berbagai elemen rumah lainnya. Berikut ini beberapa cara mendesain rumah sesuai arah kiblat.


Kamar Mandi

Dalam Kitab Al Umm Imam Syafi’i mengatakan, “Abu Ayyub mengetahui larangan tersebut dan dia melihatnya sebagai larangan yang bersifat mutlak. Ibnu Umar mengetahui menghadapnya Rasulullah SAW ketika buang hajat ke Baitul Muqaddas, dan dia tidak mengetahui larangan beliau.”

Larangan menghadap kiblat saat buang hajat ini juga disebutkan dalam Kitab al-Muwatha’ karya Imam Malik, yaitu menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi dari seorang laki-laki dari Anshar, bahwa Rasulullah SAW melarang menghadap kiblat bagi orang yang buang air besar atau kecil.

Oleh karena, muslim dianjurkan membangun kamar mandi dengan tempat mandi dan kloset WC yang tegak lurus dengan arah kiblat. Sebaliknya, wastafel untuk wudhu sebaiknya diposisikan menghadap kiblat.

Kamar Tidur

Selain itu, kamar tidur sebaiknya didesain kamar agar tempat tidur dapat diletakkan tegak lurus dengan arah kiblat. Tempat tidur sebaiknya diposisikan sedemikian rupa, sehingga orang yang tidur miring ke kanan menghadap kiblat.

“Jika engkau hendak menuju tempat tidurmu (untuk tidur), maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu (bagian tubuhmu) sebelah kanan” (HR al-Bukhari dan Muslim).”

“Rasulullah memerintahkan ‘Aisyah untuk menyiapkan tempat tidurnya. Tempat tidurnya pun disiapkan, lalu Rasulullah menghadap kiblat. Dan apabila beliau merebahkan diri di atasnya, beliau jadikan telapak tangan kanannya sebagai bantal.” (HR Abu Ya’la)

Sedangkan Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, Maraqi al-‘Ubudiyah menjelaskan terkait hadits tersebut bahwa jika hendak tidur. Maka gelarlah tempat tidur dengan menghadap kiblat dengan bertumpu pada bagian kanan dengan menghadapkan wajah dan bagian depan tubuh pada arah kiblat.

Musala

Lalu, bila hendak membuat musala, maka semua penataan tempat duduk dan sajadah sebaiknya disesuaikan ke arah kiblat. Hal itu untuk memastikan orang-orang menghadap kiblat tidak hanya ketika mereka sedang salat, tetapi juga buat ibadah lainnya seperti berdzikir, berdoa, atau membaca Al-Qur’an.

Dengan niat yang benar, mendesain rumah sesuai arah kiblat dapat menambah berkah dari Allah SWT. Semoga bermanfaat!

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Anjuran Posisi WC di Rumah dalam Islam, Benarkah Tak Boleh Hadap Kiblat?



Jakarta

Ajaran Islam mengatur cara hidup umatnya, termasuk soal buang hajat. Posisi WC di rumah pun ada anjurannya menurut ajaran Islam.

Disebutkan bahwa sebaiknya WC tidak menghadap atau membelakangi arah kiblat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Apabila engkau ke WC, janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya ketika kencing atau buang air besar.” (HR. Muslim).


Jika seseorang tidak punya pilihan selain menggunakan WC yang menghadap atau memunggungi kiblat, sebaiknya posisi badan agak sedikit menyamping. Dengan begitu, posisi tubuh saat buang air tidak benar-benar menghadap atau membelakangi kiblat.

Sementara itu, mayoritas ulama menilai kasus-kasus tersebut berlaku di area yang tidak memiliki dinding atau sekat tetap, dilansir dari islamcity.org. Selama ada tembok, WC yang menghadap atau membelakangi kiblat diperbolehkan ketika buang air besar maupun kecil.

Dikutip dari jatim.nu.or.id, tidak masalah memiliki kamar mandi yang WC-nya menghadap atau membelakangi kiblat. Pasalnya, kamar mandi dikelilingi tembok dan bangunan, sehingga WC boleh menghadap atau membelakangi kiblat.

Imam An-Nawawi pentarjih utama dalam Mazhab Syafi’i menguraikan panjang lebar khilafiyah dalam permasalahan ini. Disampaikan:

ﻣﺬﻫﺐ اﻟﺸﺎﻓﻊ ﺃﻥ ﺫﻟﻚ ﺣﺮاﻡ ﻓﻲ اﻟﺼﺤﺮاء ﺟﺎﺋﺰ ﻓﻲ اﻟﺒﻨﻴﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺳﺒﻖ ﻭﻫﺬا ﻗﻮﻝ اﻟﻌﺒﺎﺱ اﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻤﻄﻠﺐ ﻭﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﻭاﻟﺸﻌﺒﻲ ﻭﻣﺎﻟﻚ ﻭﺇﺳﺤﺎﻕ ﻭﺭﻭاﻳﺔ ﻋﻦ ﺃﺣﻤﺪ

Artinya: Mazhab Syafi’i mengatakan bahwa kencing menghadap kiblat adalah haram saat di tanah lapang dan boleh di dalam bangunan (kamar mandi, toilet). Ini adalah pendapat Abbas bin Abdul Muthalib, Ibnu Umar, Syu’bi, Malik, Ishaq dan satu riwayat Ahmad (Al-Majmu’ 2/81-82)

Selain itu, tempat WC disarankan agar berukuran cukup luas, sehingga penggunanya tidak bersentuhan dengan kotoran. Lalu, tersedia air yang cukup dan air mengalir untuk membersihkan tubuh serta WC.

Walaupun posisi WC yang menghadap atau membelakangi kiblat bukanlah dosa, ada baiknya memasang WC mengarah ke sisi lain saja.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Panduan Menata Kamar Tidur Sesuai Ajaran Islam, Simak Anjurannya!



Jakarta

Kamar tidur merupakan salah satu ruangan penting dalam sebuah rumah. Ruangan ini digunakan untuk penghuninya beristirahat. Oleh karena itu kamar tidur perlu dibuat senyaman mungkin.

Bagi umat muslim, sebenarnya ada anjuran dalam menata kamar tidur. Seperti misalnya meletakkan kasur menghadap ke arah kiblat.

Nabi Muhammad SAW juga menyarankan posisi tidur sebaiknya tubuh menghadap ke arah kanan dan kaki menghadap berlawanan dari kiblat.


“Jika engkau hendak menuju tempat tidurmu (untuk tidur), maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu (bagian tubuhmu) sebelah kanan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Posisi geografis Indonesia yang berada di bagian timur Ka`bah atau Mekah, maka arah kiblat Salat menghadap ke arah barat. Namun, bukan berarti tempat tidur dihadapkan ke arah barat, melainkan arahkan tempat tidur ke arah sebaliknya agar kaki tidak menghadap kiblat.

Posisi tempat tidur yang baik menurut Islam pertama adalah dengan mengarah ke selatan. Jangan letakkan posisi tempat tidur tepat menghadap pintu kamar yang langsung mengarah ke ruang tamu atau ruang keluarga.

Kriteria kamar tidur lainnya menurut Islam adalah tidak boleh memiliki perabotan yang terlalu mewah dan nyaman yang dapat menyebabkan tidur berlebihan dan membuat penghuninya menjadi malas.

“Keadaan kamar tidur di rumah (umat) Muslim dan perabotannya harus mendorong dan memfasilitasi tradisi Islam untuk tidur lebih awal dan bangun lebih awal dalam keadaan segar dan segar untuk salat Subuh, dan bahkan lebih awal untuk salat malam sunnah,” tulis Islami City seperti yang dikutip pada Selasa (19/3/2024).

Hindari melengkapi Kamar tidur dengan gaya perabotan atau aksesori yang memperlihatkan elemen hiburan. Hal ini dikhawatirkan dapat menghambat penghuninya untuk lebih produktif dan beribadah.

Buat kamar tidur yang dapat membantu penghuninya lebih cepat beristirahat dan merasa aman ketika beribadah.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Bagaimana Hukumnya Kamar Mandi yang Menghadap Kiblat dalam Islam?



Jakarta

Letak kamar mandi di rumah tidak boleh sembarangan. Sebab, terdapat aturan yang sebaiknya diikuti. Aturan tersebut bukan hanya soal posisinya saja, melainkan arah hadapnya juga.

Dalam Islam sendiri ada aturan bahwa kamar mandi tidak boleh menghadap atau membelakangi kiblat salat. Aturan ini tertuang dalam sabda Rasulullah SAW:

“Apabila engkau ke WC, janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya ketika kencing atau buang air besar.” (HR. Muslim).


Namun, pada praktiknya ada beberapa kamar mandi yang posisinya tidak dapat diubah. Misalnya karena membeli rumah jadi yang pengembangnya tidak memahami hal ini atau karena rumahnya memang sempit. Apabila kondisinya seperti itu, bisa disiasati dengan menghadap atau memunggungi kiblat ketika sedang berada di dalamnya. Biarkan pintu menghadap kiblat, tetapi badan selama bersih-bersih menghadap ke sisi kanan atau kiri dari pintu.

Dilansir dari islamcity.org menjelaskan perihal maksud hadis tadi bahwa mayoritas ulama menilai aturan tersebut berlaku untuk area yang tidak memiliki dinding atau sekat tetap. Selama kamar mandi atau toilet tersebut memiliki tembok dan tertutup sepenuhnya maka toilet menghadap atau membelakangi kiblat diperbolehkan.

Senada dengan itu, dilansir NU Jatim, diperbolehkan seseorang buang air di toilet menghadap atau membelakangi kiblat selama dikelilingi tembok.

Imam An-Nawawi pentarjih utama dalam Mazhab Syafi’i menguraikan panjang lebar khilafiyah dalam permasalahan ini. Disampaikan:

ﻣﺬﻫﺐ اﻟﺸﺎﻓﻊ ﺃﻥ ﺫﻟﻚ ﺣﺮاﻡ ﻓﻲ اﻟﺼﺤﺮاء ﺟﺎﺋﺰ ﻓﻲ اﻟﺒﻨﻴﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺳﺒﻖ ﻭﻫﺬا ﻗﻮﻝ اﻟﻌﺒﺎﺱ اﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻤﻄﻠﺐ ﻭﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﻭاﻟﺸﻌﺒﻲ ﻭﻣﺎﻟﻚ ﻭﺇﺳﺤﺎﻕ ﻭﺭﻭاﻳﺔ ﻋﻦ ﺃﺣﻤﺪ

Artinya: Mazhab Syafi’i mengatakan bahwa kencing menghadap kiblat adalah haram saat di tanah lapang dan boleh di dalam bangunan (kamar mandi, toilet). Ini adalah pendapat Abbas bin Abdul Muthalib, Ibnu Umar, Syu’bi, Malik, Ishaq dan satu riwayat Ahmad(Al-Majmu’ 2/81-82)

Selain mengenai arah hadap, kamar mandi atau toilet disarankan berukuran cukup luas agar penggunanya tidak bersentuhan dengan kotoran. Air di kamar mandi juga harus dipastikan cukup, mengalir, dan bisa untuk membersihkan tubuh dan tempat.

Itulah penjelasan mengenai aturan arah hadap kamar mandi. Semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com