Tag Archives: klorin

Cara Cepat Membersihkan Kolam Renang di Rumah Tanpa Bantuan Ahli


Jakarta

Memiliki kolam renang di rumah, kamu harus sering membersihkan karena mudah berlumut. Membersihkan kolam renang yang berlumut memang susah-susah gampang. Sebab, lumut membuat permukaan licin sehingga kamu harus berhati-hati. Namun, ada cara cepat dan aman untuk membersihkan kolam renang.

Pertama, kamu harus mengetahui penyebab kolam renang mudah berlumut. Melansir dari kolam Bali, Jumat (2/8/2024) keberadaan kaporit ternyata berperan besar terhadap pertumbuhan lumut di kolam renang. Sedikitnya kaporit di dalam kolam renang membuat lumut mudah tumbuh di sela-sela kolam.

Meskipun sudah ditambahkan kaporit, kamu juga harus sering membersihkan kolam renang karena biasanya ada kotoran yang masuk ke air. Mengingat kolam renang juga biasanya di luar ruangan.


Cara Membersihkan Kolam Renang yang Berlumut

1. Rutin Cek Kadar Kaporit dan pH Air

Seperti yang dikatakan sebelumnya, kaporit dan tingkat keasaman atau pH air kolam renang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan lumut di dinding dan dasar kolam renang. Maka dari itu, untuk mengatasi kolam renang yang ditumbuhi lumut, kamu harus memeriksa kadar klorin dan pH air kolam renang.

Apabila dinding dan dasar kolam telah ditumbuhi lumut, kamu bisa membersihkannya menggunakan sikat kolam renang atau pool brush. Hal ini bertujuan untuk mengangkat lumut-lumut yang tumbuh pada dinding dan dasar keramik sehingga tidak licin.

2. Bersihkan dengan Sikat Khusus

Alat yang harus disiapkan saat membersihkan kolam renang adalah sikat. Mulai membersihkan dari sudut-sudut atau nat keramik karena sudut seringkali menjadi area yang paling sulit dibersihkan.

3. Tambahkan Obat Anti Lumut

Untuk berjaga-jaga kamu bisa menambahkan obat bahan kimia tertentu untuk mencegah pertumbuhan lumut di dalam kolam renang. Bahan kimia yang dimaksud adalah kaporit dan trussi yang berfungsi juga sebagai penjernih air.

Cara Menggunakan Klorin

Cara menggunakan klorin harus dilarutkan di dalam wadah terlebih dahulu dan didiamkan beberapa menit. Jumlah yang dibutuhkan sekitar 1,5 kg, tetapi bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Setelah nampak ada endapan dalam ember, maka kamu bisa menuangkan larutan klorin pada kolam renang. Namun demikian, untuk endapan dalam ember jangan sampai ikut dimasukkan.

Langkah selanjutnya, ulangi cara sebelumnya sampai 3 kali. Jika sudah, kamu bisa membuang endapan bubuk agar tidak mengotori kolam renang.

Cara Menggunakan Kaporit dan Trussi

Kamu bisa menaburkan kaporit secara langsung pada permukaan kolam renang. Banyaknya kaporit yang dibutuhkan sekitar 1 kg. Untuk cara ini, Setelah 15 menit, tambahkan soda ash atau natrium karbonat untuk meningkatkan pH air dengan cara dituangkan langsung ke dalam kolam.

Kamu juga bisa menambahkan obat penjernih air kolam renang seperti trussi yang berbentuk bubuk berwarna biru. Masukkan trussi ke dalam ember berisi air dan aduk hingga larut. Setelah benar-benar larut, baru dituangkan ke dalam kolam renang. Penggunaan trussi ini berfungsi untuk membunuh alga dan lumut.

Setelah bahan kimia tercampur di kolam renang, hidupkan sistem sirkulasi selama 12 jam agar seluruh air melewati penyaringan. Setelah lumut dan kotoran mengendap di kolam renang, kamu bisa melakukan vacum kolam renang secara keseluruhan. Backwash sistem filterisasi, sehingga bisa kembali bekerja secara optimal.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Air di Rumah Bau? Bisa Jadi ini Penyebabnya



Jakarta

Saat kamu ingin mencuci piring ataupun mandi lalu mencium bau yang tidak sedap, hal ini tentu akan sangat menjengkelkan. Mengingat saat di rumah air sering digunakan juga untuk memasak, membersihkan, minum, dan mandi.

Bergantung pada sumber baunya, mengkonsumsi air bisa jadi tidak berbahaya atau membahayakan. Jika masalah terjadi di setiap keran seluruh rumah, kemungkinan besar sumbernya adalah pasokan air utama.

Mengidentifikasi bau dapat membantu menentukan apa yang mungkin menyebabkan masalah. Melansir Better Homes & Gardens, berikut beberapa penyebab air di rumah berbau tidak sedap.


Konsentrasi Klorin Tinggi

Klorin seringkali terdapat dalam persediaan air umum pada tingkat sekitar 0,2 hingga 2,0 parts per million (ppm), tetapi dalam beberapa kasus tingkat klorin dapat mencapai 5 ppm yang dapat menyebabkan bau klorin ringan.

Senyawa klorin memiliki sifat oksidasi yang kuat, sehingga efektif dalam membunuh bakteri.Biasanya, bau tersebut hilang secara alami dalam beberapa menit setelah air terkena udara.

Interaksi antara Klorin dan Bahan Organik di Pipa

Klorin yang ada di dalam air dapat bereaksi dengan bahan organik yang menumpuk di dalam pipa sistem perpipaan. Hal ini dapat menimbulkan bau klorin, meskipun baunya akan hilang setelah air dialirkan selama beberapa menit.

Pertumbuhan Bakteri dalam Sistem Perpipaan

Bau belerang atau telur busuk biasa ditemukan dalam sistem perpipaan. Bau ini biasanya muncul saat bakteri tumbuh pesat di saluran pembuangan, pemanas air, atau sumur.

Seiring waktu, bahan organik dapat terkumpul di saluran pembuangan, menjadi tempat yang tepat untuk pertumbuhan bakteri. Mendisinfeksi dan membilas saluran pembuangan dapat menghilangkan bau.

Kontaminasi sumur merupakan masalah serius yang dapat disebabkan oleh sistem septik bocor, atau pertumbuhan bakteri yang merajalela di area tersebut. Jika menggunakan pasokan air umum, segera hubungi otoritas pasokan air.

Bakteri Pengoksidasi Besi Menciptakan Campuran Besi dan Oksigen

Bau apek atau tanah pada air biasanya disebabkan oleh tingginya konsentrasi zat besi pada saluran pipa atau pasokan air. Ketika zat besi dan oksigen bercampur, hal itu dapat menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri zat besi untuk berkembang biak.

Jenis bakteri ini tidak berbahaya bagi manusia, tetapi dapat menghasilkan lendir berwarna merah atau coklat yang menempel di bagian pipa. Bau apek disebabkan oleh bakteri zat besi dalam air yang mati dan mengeluarkan bau apek.

Kontaminasi Alga

Kontaminasi alga dapat terjadi saat danau atau waduk mengalami ledakan populasi alga selama berbulan-bulan hangat dalam setahun. Kontaminasi ini menyebabkan air berbau apek, tetapi juga dapat menimbulkan bau amis.

Jika menggunakan sistem sumur, lakukan desinfeksi pada sumur. Tetapi jika kamu terhubung dengan pasokan air publik, hubungi otoritas air setempat untuk melaporkan masalah.

Itulah penyebab air di rumah menjadi bau.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Cara Ampuh Membersihkan Mesin Cuci Berdasarkan Jenisnya, Lengkap!


Jakarta

Membersihkan mesin cuci perlu dilakukan. Dengan membersihkan mesin cuci dapat mencegah penumpukan kotoran, jamur, sisa detergen hingga endapan mineral dari air yang digunakan.

Waktu yang tepat untuk membersihkan mesin cuci beragam, tergantung pada daerah tempat tinggal dan tipe mesin cuci yang digunakan. Jika kamu menggunakan mesin cuci yang memiliki pintu di bagian atas maka harus dibersihkan setidaknya 2 kali dalam setahun.

Apabila kamu tinggal di daerah dengan air sadah, maka kamu harus membersihkannya setiap 3 bulan sekali untuk mencegah adanya endapan mineral. Sementara itu, jika kamu menggunakan mesin cuci dengan pintu depan harus membersihkannya setiap bulan.


Mesin cuci harus lebih sering dibersihkan apabila pakaian yang dicuci sangat kotor atau kamu tinggal di daerah yang panas dan lembab di mana jamur akan lebih sering menjadi masalah. Selain membersihkan tabung mesin cuci, setiap dispenser atau tempat menaruh sabun juga harus dibersihkan setiap 4-6 minggu sekali agar tetap berfungsi dengan baik.

Bagaimana cara membersihkan mesin cuci? Dilansir dari The Spruce berikut ini caranya.

Bahan yang Dibutuhkan

1. Untuk Mesin Cuci Pintu Atas

– 1 liter pemutih klorin

2. Untuk Mesin Cuci Pintu Depan

– 1/2 cangkir pemutih klorin

– Hidrogen peroksida (opsional)

3. Untuk Dispenser Mesin Cuci

– 1 cangkir cuka putih

Alat-alat yang dibutuhkan

1. Untuk Mesin Cuci Pintu Atas

– Air panas

– Gelas pengukur

2. Untuk Mesin Cuci Pintu Depan

– Kain lembut

– Gelas pengukur

– Air hangat

3. Untuk Dispenser Mesin Cuci

– Gelas pengukur

– Sikat botol kecil (opsional)

Cara Membersihkan Mesin Cuci Pintu Atas

Mesin Cuci Dua Tabung Sharp Super Aquamagic ES-T85NT-PK/LC 8 kgMesin cuci pintu atas Foto: dok. Sharp Indonesia

Untuk membersihkan mesin cuci pintu atas, pastikan tidak ada cucian maupun detergen di dispenser mesin cuci. Perlu diperhatikan, pastikan tidak menambahkan pemutih dan cuka dalam waktu bersamaan karena bisa menghasilkan gas klorin beracun yang sangat berbahaya. Buka pintu atau jendela atau nyalakan exhaust fan agar memiliki ventilasi yang baik.

1. Isi Air Panas ke dalam Mesin Cuci

Gunakan pengaturan mesin cuci untuk mengisi tabung mesin cuci dengan air panas, hentikan sebelum masuk proses penggilingan. Gunakan pengaturan suhu terpanas di mesin cuci kamu.

2. Tambahkan Klorin Pemutih

Tambahkan 1 liter klorin pemutih ke dalam air panas tanpa detergen.

3. Jalankan Siklus Cuci Lengkap

Biarkan mesin cuci menjalankan siklus pencucian dan putaran terlama sehingga mesin dapat membilas dan mengeringkan sepenuhnya. Pastikan pemutih telah hilang seluruhnya sebelum langkah berikutnya.

4. Isi Lagi dengan Air Panas

Gunakan pengaturan mesin cuci untuk mengisi tabung mesin cuci dengan air panas, hentikan sebelum masuk proses penggilingan.

5. Jalankan Siklus Cuci Lengkap

Biarkan mesin cuci menjalankan siklus pencucian dan putaran terlama sehingga mesin dapat membilas dan mengeringkan sepenuhnya.

Cara Membersihkan Mesin Cuci Pintu Depan

Ilustrasi Tips Memilih Mesin CuciMesin cuci pintu depan Foto: iStock

1. Tambahkan Klorin Pemutih ke Dispenser

Tambahkan 1/2 cangkir pemutih ke wadah detergen pada laci dispenser mesin cuci. Lalu, isi kompartemen dispenser pemutih dengan pemutih klorin hingga tingkat tertinggi.

2. Jalankan Siklus Normal Mesin Cuci

Atur mesin cuci untuk menjalankan siklus normal dengan air hangat.

3. Lap Segel dan Pintu

Setelah siklus selesai, gunakan kain lembut yang dapat menyerap untuk mengeringkan sekitar bukaan pintu mesin cuci, paking fleksibel, dan kaca pintu. Ini akan membantu memastikan sisa jamur (yang mungkin terbunuh oleh pemutih) dapat dihilangkan.

Cara Membersihkan Dispenser Mesin Cuci

Dispenser mesin cuci perlu dibersihkan secara teratur. Terlalu banyak detergen menyebabkan busa meluap sementara terlalu banyak cairan pelembut bisa meninggalkan noda biru atau berminyak pada pakaian dan pemutih justru bisa merusak pakaian berwarna. Berikut ini cara membersihkan dispenser mesin cuci.

1. Pastikan tidak ada pakaian di dalam mesin cuci

2. Panaskan 1 cangkir cuka putih di dalam microwave atau panci kecil

3. Bersihkan dispenser mesin cuci

Tuang cuka yang sudah di Panaskan ke dalam dispenser dan dimakan beberapa menit. Kamu juga bisa menggunakan 1 cangkir hidrogen peroksida yang tidak dipanaskan alih-alih cuka putih yang dipanaskan.

4. Jalankan siklus normal pada mesin cuci

Selanjutnya, jalankan mesin cuci dengan siklus normal. Cuka akan masuk ke dalam air cucian dan akan membantu menghilangkan penumpukan kotoran sebelum dibilas.

5. Bersihkan dispenser yang bisa dilepas

Jika kamu punya dispenser yang bisa dilepas, rendam di dalam cuka hangat dan bersihkan dengan air bersih. Lalu taruh kembali di dalam mesin cuci. Jika dispenser tidak bisa dilepas, Bersihkan dengan sikat botol.

Itulah cara membersihkan mesin cuci. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

5 Cara Basmi Kaki Seribu dan Kelabang di Rumah, Dijamin Ampuh!


Jakarta

Hewan kaki seribu (millipede) dan kelabang (centipede) termasuk serangga yang kerap muncul di rumah. Keberadaannya mampu membuat risi, apalagi jika sampai merayap ke tempat tidur.

Pada dasarnya kaki seribu dan kelabang tidak berbahaya meski memiliki racun karena jarang menggigit manusia. Namun racunnya bisa menimbulkan sakit pada sebagian orang jika gigitannya menembus kulit. Cari tahu cara mengusir kedua hama dari rumah di bawah ini.

Cara Membasmi Kaki Seribu dan Kelabang di Rumah

Ada sejumlah cara rumahan untuk memberantas kaki seribu dan kelabang di rumah. Sederet cara ini disarankan dicoba berulang agar efektif memberantas kedua hama. Mengutip Better Homes & Gardens dan The Spruce, berikut caranya:


1. Semprotkan Cuka Putih

Cuka pada dasarnya terdiri dari air dan asam asetat. Kandungan asamnya cukup ampuh untuk memusnahkan hama rumah. Cuka putih juga diketahui memiliki sifat antimikroba.

Untuk menumpaskan kaki seribu dan kelabang, semprotkan cuka langsung ke serangga tersebut agar efektif. Tidak perlu mengencerkan cuka dengan air.

2. Sebarkan Daun Pandan

Kelabang sensitif terhadap bau menyengat dan akan menghindari aroma tersebut. Daun pandan dan serai mengeluarkan aroma kuat yang aman bagi manusia tapi tidak disukai hama tersebut.

Kedua bahan alami itu dapat dimanfaatkan dengan memotongnya menjadi beberapa bagian atau menggepreknya agar baunya keluar. Lanjut letakkan di lokasi kaki seribu dan kelabang kerap muncul.

3. Semprotkan Essential Oil

Essential oil seperti tea tree dan peppermint juga punya aroma menyengat yang dihindari hama rumah. Untuk mengusir kaki seribu dan kelabang, campurkan minyak esensial ini dengan air dan semprotkan di sekitar titik masuk atau tempat yang mungkin didatangi mereka.

4. Taburkan Garam

Kaki seribu dan kelabang suka kawasan lembap dan bisa berkembang biak di sana. Jika ada area tertentu di rumah dengan kelembapan tinggi maka perlu waspada akan datangnya hama tersebut.

Untuk mengurangi kelembapan di area rumah, garam dapat dimanfaatkan. Garam diketahui bisa menyerap kelembapan dan mengurangi kadar air di udara sehingga kaki seribu dan kelabang tidak akan tertarik lagi untuk datang.

5. Siram dengan Pemutih

Pemutih pakaian mengandung bahan kimia kuat yang bisa memusnahkan kaki seribu dan kelabang saat terkena. Aroma kuat yang dikeluarkannya pun tidak disenangi hama itu sehingga cukup efektif untuk memberantas serangga di rumah.

Penting diperhatikan, jangan pernah mencampur cuka dan pemutih. Campuran tersebut dapat membentuk gas klorin yang beracun.

Penyebab Muncul Kaki Seribu dan Kelabang di Rumah

Binatang kaki seribu dan kelabang tertarik dengan tempat yang lembap, hangat, dan gelap. Jika menemukan serangga tersebut di rumah, kemungkinan hunianmu memiliki kondisi demikian.

Keberadaan hama itu juga dapat mengindikasikan adanya serangga lain di rumah. Bisa jadi terdapat banyak kecoak, ngengat, lalat, serta rayap di hunianmu yang merupakan sumber makanan mereka.

Memperbaiki kebocoran pipa yang membuat air terus-menerus menetes, membersihkan area lembap, serta menjaganya tetap kering menjadi beberapa cara untuk mencegah datangnya kaki seribu dan kelabang. Pastikan juga menutup rapat celah atau retakan pada jendela, pintu, dan dinding agar hama tersebut tidak dapat masuk ke rumah.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

Cara Mengatasi Air Sumur Bau, Terbukti Efektif


Jakarta

Air sumur masih digunakan sebagian besar masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air harian, mulai dari minum, mandi, hingga masak. Namun tak jarang air sumur di rumah berbau tak sedap, bahkan tidak jernih atau berwarna.

Padahal ciri-ciri air layak konsumsi antara lain tidak beraroma bau, tak memiliki rasa maupun warna. Air yang tidak memenuhi kriteria di atas kemungkinan sudah tercemar dan tidak patut dikonsumsi karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Lantas, apa penyebab air sumur bau dan bagaimana cara mengatasinya?


Penyebab Air Sumur Bau

Dilansir MN Department of Health, sejumlah penyebab air sumur di rumah bau, yaitu:

1. Gas Hidrogen Sulfida

Gas hidrogen sulfida (H2S) mampu membuat air berbau seperti telur busuk. Gas ini dapat muncul di sumur mana saja karena terjadi secara alamiah dari hasil pembusukan dan reaksi kimia dengan tanah dan bebatuan.

Polusi yang terjadi juga bisa membuat air sumur tercemar dan mengeluarkan bau. Gas H2S dapat berbahaya jika kadarnya tinggi. Sehingga penting untuk mensterilkan air dari gas.

2. Bakteri Sulfur

Bakteri sulfur juga bisa memproduksi gas H2S. Meski tergolong tak berbahaya, bakteri sulfur bantu merangsang pertumbuhan bakteri lain seperti bakteri besi. Lendir yang dihasilkan bakteri mampu menyumbat sistem perpipaan sumur.

Cara Mengatasi Air Sumur yang Bau

Apabila air sumur berbau tak sedap juga ditemukan lendir berwarna putih, abu-abu, atau kehitaman serta noda hitam dan korosi pada sistem perpipaan dan komponen logam mesin air, bisa jadi air sumur telah terkontaminasi gas hidrogen sulfida dan bakteri sulfur.

Jika demikian, sejumlah cara berikut dapat dilakukan untuk mengatasi air sumur yang bau:

1. Gunakan Kaporit

Kaporit biasa digunakan sebagai zat disinfektan air. Senyawa kimia ini ampuh untuk menjernihkan juga menghilangkan bau pada air.

Namun air yang diberi kaporit tidak dapat langsung dikonsumsi. Mesti tunggu beberapa hari sampai baunya menghilang dan barulah air bisa digunakan kembali.

2. Bersihkan Dinding Sumur

Bau yang muncul mungkin diakibatkan oleh bakteri yang menempel di dinding sumur. Untuk menghilangkannya, cairan klorin yang dapat dipakai.

3. Gali Sumur Lebih Dalam

Air sumur yang bau dan keruh bisa disebabkan oleh sumur yang kurang dalam. Karena ini, sumur dapat digali lebih dalam lagi supaya air kotor tidak masuk ke dalamnya. Dinding sumur juga bisa dilapisi dengan tembok beton agar lebih tinggi dan tak mudah bocor sehingga air kotor tak mengkontaminasi air di dalamnya.

4. Disinfeksi Sumur

Jika air sumur masih bau, larutan klorin tingkat kuat bisa digunakan untuk disinfeksi sumur lebih lanjut. Disarankan memanggil jasa profesional apabila tidak mampu melakukan disinfeksi sumur mandiri untuk pengerjaan yang lebih efisien.

5. Bor Sumur Baru

Apabila sumber bau berasal dari air tanahnya, mengebor sumur baru di lokasi berbeda menjadi cara terakhir yang dapat dilakukan. Bisa juga pertimbangkan untuk berlangganan air ke perusahaan pengolahan dan penyediaan air bersih.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Mudah Bersihkan Jamur di Dinding



Jakarta

Rumah menjadi lebih lembap saat musim hujan. Hal ini dapat memicu pertumbuhan jamur di dinding rumah.

Dinding yang bocor atau terkena genangan air bisa memicu pertumbuhan jamur. Jamur dapat tumbuh di sudut-sudut ruangan yang lembap.

Jika dibiarkan, keberadaan jamur bukan hanya mengganggu estetika rumah, tetapi juga bisa berbahaya bagi kesehatan, lho. Kalau kamu menemui jamur tumbuh di rumah, segera dibersihkan ya.


Cara Membersihkan Jamur dari Dinding Rumah

Dilansir dari The Spruce, berikut cara membersihkan jamur di dinding rumah.

1. Campuran Larutan Pembersih Jamur

Jamur tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, melainkan harus memakai campuran larutan pembersih diantaranya cairan klorin dan sabun cucian piring. Tuang dua larutan tersebut ke dalam air.

Klorin merupakan produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Pilihan lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di dinding tidak banyak.

Takarannya untuk membersihkan jamur pada area dinding yang tidak begitu luas, campurkan satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

Cairan pencuci piring membantu larutan melekat lebih lama pada dinding untuk membunuh spora jamur. Jangan lupa menggunakan sarung tangan saat menuangkan larutan.

2. Cuka Putih

Cuka putih memiliki kandungan asam yang bisa merusak struktur jamur. Kamu bisa menyemprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu lap dengan kain mikrofiber atau spons, dan biarkan area itu mengering.

Namun, jika ada noda gelap yang tersisa, kamu perlu melakukan pembersihan tambahan dengan pembersih noda khusus dinding.

3. Buat Ventilasi di Ruangan

Saat membersihkan jamur pastikan ventilasi seperti jendela atau pintu di rumah dalam keadaan terbuka. Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding tersebut kamu bisa menyalakan kipas angin.

4. Larutan Pembersih

Larutan pembersih bisa digunakan dengan memakai botol semprot atau spons. Bersihkan jamur mulai dari bawah dan naik ke atas. Ini akan mencegah spora menyebar dan noda bercak di dinding rumahmu.

Permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembab untuk mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika jamur berada di dekat langit-langit gunakan tangga.

5. Tunggu Mengering dan Periksa Noda yang Tersisa

Dinding yang sudah diberikan larutan pembersih harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Setelah itu kamu baru bisa melihat hasilnya apakah bersih dari jamur atau ada noda yang tersisa seperti noda gelap. Jika masih ada, ulangi langkah-langkah dengan larutan pembersih pemutih yang segar.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Bahaya Air Sumur Berbau! Ini Penyebab dan Solusinya



Jakarta

Sebagian masyarakat Indonesia masih menggunakan air sumur untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, terkadang muncul bau tak sedap dari air sumur di rumah.

Sementara air yang layak dikonsumsi salah satu kriterianya adalah tidak berbau. Jika berbau, kemungkinan air sumur itu sudah tercemar dan tidak patut dikonsumsi karena dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Lantas, bagaimana cara mengatasi air sumur bau? Simak ulasannya berikut ini.


Penyebab Air Sumur Bau

Sebelum mengatasi masalah, kamu perlu mengetahui penyebab air muncul bau. Inilah alasan air sumur bau, dilansir dari MN Department of Health.

1. Gas Hidrogen Sulfida

Gas hidrogen sulfida (H2S) mampu membuat air berbau seperti telur busuk. Gas ini dapat muncul di sumur mana saja karena terjadi secara alamiah dari hasil pembusukan dan reaksi kimia dengan tanah dan bebatuan.

Polusi yang terjadi juga bisa membuat air sumur tercemar dan mengeluarkan bau. Gas H2S dapat berbahaya jika kadarnya tinggi. Sehingga penting untuk mensterilkan air dari gas.

2. Bakteri Sulfur

Bakteri sulfur juga bisa memproduksi gas H2S. Meski tergolong tak berbahaya, bakteri sulfur bantu merangsang pertumbuhan bakteri lain seperti bakteri besi. Lendir yang dihasilkan bakteri mampu menyumbat sistem perpipaan sumur.

Cara Mengatasi Air Sumur yang Bau

Apabila air sumur berbau tak sedap juga ditemukan lendir berwarna putih, abu-abu, atau kehitaman serta noda hitam dan korosi pada sistem perpipaan dan komponen logam mesin air, bisa jadi air sumur telah terkontaminasi gas hidrogen sulfida dan bakteri sulfur.

Jika demikian, sejumlah cara berikut dapat dilakukan untuk mengatasi air sumur yang bau.

1. Gunakan Kaporit

Kaporit biasa digunakan sebagai zat disinfektan air. Senyawa kimia ini ampuh untuk menjernihkan juga menghilangkan bau pada air.

Namun air yang diberi kaporit tidak dapat langsung dikonsumsi. Mesti tunggu beberapa hari sampai baunya menghilang dan barulah air bisa digunakan kembali.

2. Bersihkan Dinding Sumur

Bau yang muncul mungkin diakibatkan oleh bakteri yang menempel di dinding sumur. Untuk menghilangkannya, cairan klorin yang dapat dipakai.

3. Gali Sumur Lebih Dalam

Air sumur yang bau dan keruh bisa disebabkan oleh sumur yang kurang dalam. Karena ini, sumur dapat digali lebih dalam lagi supaya air kotor tidak masuk ke dalamnya. Dinding sumur juga bisa dilapisi dengan tembok beton agar lebih tinggi dan tak mudah bocor sehingga air kotor tak mengkontaminasi air di dalamnya.

4. Disinfeksi Sumur

Jika air sumur masih bau, larutan klorin tingkat kuat bisa digunakan untuk disinfeksi sumur lebih lanjut. Disarankan memanggil jasa profesional apabila tidak mampu melakukan disinfeksi sumur mandiri untuk pengerjaan yang lebih efisien.

5. Bor Sumur Baru

Apabila sumber bau berasal dari air tanahnya, mengebor sumur baru di lokasi berbeda menjadi cara terakhir yang dapat dilakukan. Bisa juga pertimbangkan untuk berlangganan air ke perusahaan pengolahan dan penyediaan air bersih.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Muncul Kaki Seribu dan Kelabang di Rumah? Ini Penyebab dan Cara Basminya



Jakarta

Berbagai hewan kerap terkadang bisa masuk rumah, seperti kaki seribu (millipede) dan kelabang (centipede). Banyak orang merasa terganggu dengan dua hewan kecil itu.

Pada dasarnya kaki seribu dan kelabang tidak berbahaya karena jarang menggigit manusia. Namun kalau tergigit, racunnya bisa menimbulkan sakit pada sebagian orang.

Nah, biar rumah kamu nggak ada kaki seribu dan kelabang, ketahui dulu penyebab munculnya di sini. Yuk, simak ulasannya berikut ini, dikutip dari Better Homes & Gardens dan The Spruce.


Penyebab Muncul Kaki Seribu dan Kelabang

Binatang kaki seribu dan kelabang tertarik dengan tempat yang lembap, hangat, dan gelap. Jika menemukan hama tersebut di rumah, kemungkinan hunianmu memiliki kondisi demikian.

Keberadaan hama itu juga dapat mengindikasikan adanya serangga lain di rumah. Bisa jadi terdapat banyak kecoak, ngengat, lalat, serta rayap yang merupakan sumber makanan mereka.

Kamu bisa mencegah kaki seribu dan kelabang masuk rumah dengan menjaga rumah tetap kering. Misalkan memperbaiki kebocoran pipa yang membuat air terus-menerus menetes, membersihkan area lembap. Lalu, pastikan juga menutup rapat celah atau retakan pada jendela, pintu, dan dinding agar hama tersebut tidak dapat masuk ke rumah.

Cara Basmi Kaki Seribu dan Kelabang

Kalau rumah kamu terlanjur diserbu kaki seribu dan kelabang, berikut beberapa cara membasminya.

1. Semprotkan Cuka Putih

Cuka pada dasarnya terdiri dari air dan asam asetat. Kandungan asamnya cukup ampuh untuk memusnahkan hama rumah. Cuka putih juga diketahui memiliki sifat antimikroba.

Untuk menumpaskan kaki seribu dan kelabang, semprotkan cuka langsung ke serangga tersebut agar efektif. Tidak perlu mengencerkan cuka dengan air.

2. Sebarkan Daun Pandan

Kelabang sensitif terhadap bau menyengat dan akan menghindari aroma tersebut. Daun pandan dan serai mengeluarkan aroma kuat yang aman bagi manusia tapi tidak disukai hama tersebut.

Kedua bahan alami itu dapat dimanfaatkan dengan memotongnya menjadi beberapa bagian atau menggepreknya agar baunya keluar. Lanjut letakkan di lokasi kaki seribu dan kelabang kerap muncul.

3. Semprotkan Essential Oil

Essential oil seperti tea tree dan peppermint juga punya aroma menyengat yang dihindari hama rumah. Untuk mengusir kaki seribu dan kelabang, campurkan minyak esensial ini dengan air dan semprotkan di sekitar titik masuk atau tempat yang mungkin didatangi mereka.

4. Taburkan Garam

Kaki seribu dan kelabang suka kawasan lembap dan bisa berkembang biak di sana. Jika ada area tertentu di rumah dengan kelembapan tinggi maka perlu waspada akan datangnya hama tersebut.

Untuk mengurangi kelembapan di area rumah, garam dapat dimanfaatkan. Garam diketahui bisa menyerap kelembapan dan mengurangi kadar air di udara sehingga kaki seribu dan kelabang tidak akan tertarik lagi untuk datang.

5. Siram Pemutih

Pemutih pakaian mengandung bahan kimia kuat yang bisa memusnahkan kaki seribu dan kelabang saat terkena. Aroma kuat yang dikeluarkannya pun tidak disenangi hama itu sehingga cukup efektif untuk memberantas serangga di rumah.

Penting diperhatikan, jangan pernah mencampur cuka dan pemutih. Campuran tersebut dapat membentuk gas klorin yang beracun.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

Lihat juga Video ‘Fakta-fakta Kucing: Hewan yang Pilih Pengasuhnya-Sulit Dilatih’:

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

6 Langkah Mudah Bersihkan Dinding Berjamur


Jakarta

Pernahkah kamu menemukan area yang dipenuhi noda hitam pada dinding rumah? Bisa jadi noda itu merupakan jamur, lho.

Jamur bisa tumbuh pada dinding yang lembap. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi ruangan lembap karena kurang sirkulasi udara maupun dinding basah terlalu lama.

Dinding berjamur tak hanya merusak pemandangan, tetapi bisa mengganggu kesehatan penghuni rumah. Oleh karena itu, kamu perlu segera membersihkan dinding berjamur jika mengalaminya.


Lantas, bagaimana cara membersihkan dinding berjamur? Yuk, simak langkahnya berikut ini.

6 Langkah Mudah Bersihkan Dinding Berjamur

Inilah cara membersihkan dinding yang berjamur seperti yang dikutip dari The Spruce.

1. Campurkan Larutan Pembersih

Campurkan satu sendok sabun cuci piring dengan ½ cangkir pemutih klorin dan satu cangkir air hangat dalam satu botol semprotan.

Cairan pencuci piring membantu larutan menempel lebih lama di dinding dan membunuh spora jamur.

2. Gunakan Alat Pelindung

Sebaiknya gunakan masker, disarankan N-95, untuk mencegah menghirup aroma dari cairan pemutih. Gunakan juga kaca mata, sarung tangan karet, dan pakaian lama untuk mengantisipasi cipratan.

3. Tingkatkan Sirkulasi Udara

Saat membersihkan dinding berjamur, pastikan ada ventilasi udara dengan membuka pintu dan jendela. Kamu juga bisa menyalakan kipas exhaust dan kipas ventilasi.

4. Aplikasikan Cairan Pembersih

Semprotkan cairan pembersih menggunakan botol semprot atau spons. Mulai aplikasikan cairan dari bawah ke atas dinding. Cara ini untuk menghentikan penyebaran spora dan noda agar tidak meninggalkan bekas pada dinding.

5. Biarkan Dinding Mengering

Setelah mengaplikasikan cairan pembersih, biarkan dinding mengering dengan sendirinya. Jangan lap atau bersihkan larutan pembersih.

6. Bersihkan Sisa Noda

Kalau dinding sudah kering, periksa area yang terdapat noda gelap. Ulangi langkah-langkah tersebut dengan larutan pembersih pemutih klorin baru jika masih ada noda.

Pemutih klorin adalah cairan yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Namun, kalau area dinding berjamur kecil, kamu bisa menggunakan cuka putih suling atau hidrogen peroksida sebagai gantinya. Kamu juga bisa gunakan cairan khusus pembersih jamur.

Itulah tips membersihkan dinding berjamur. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Tembok Berjamur dengan Mudah


Jakarta

Memiliki hunian yang bersih dan nyaman adalah impian semua orang. Namun, jika rumah jarang dibersihkan dan tak terawat maka bisa menimbulkan sejumlah masalah, salah satunya tembok berjamur.

Tembok atau dinding bisa ditumbuhi jamur karena udara lembap. Pada umumnya, hal ini disebabkan oleh kondisi ruangan lembap akibat kurangnya sirkulasi udara atau dinding yang basah terlalu lama.

Tak hanya merusak estetika rumah, tembok yang berjamur juga dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah. Maka dari itu, penting untuk mengetahui dan cara mengatasi tembok berjamur.


Lantas, apa penyebab tembok berjamur? Lalu bagaimana cara membersihkannya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Penyebab Tembok Berjamur

Dinding rumah yang ditumbuhi jamur tak bisa dianggap masalah enteng. Pemilik rumah perlu segera mengatasinya agar jamur tidak semakin menyebar ke area lain. Dilansir situs Home Building and Renovating, ada sejumlah penyebab tembok rumah berjamur, yakni di antaranya:

1. Kondensasi

Penyebab tembok berjamur bisa disebabkan karena kondensasi. Kondisi ini dapat terjadi saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam dinding bagian dalam yang dingin.

Ketika suhu udara mendadak berubah dingin secara cepat, maka terjadi embun yang lama kelamaan berubah menjadi air. Lalu, lapisan dalam dinding akan menjadi lembap seiring waktu.

2. Dinding Retak

Jamur juga bisa tumbuh ketika dinding rumah mengalami keretakan. Seiring waktu, dinding rumah bisa mengalami keretakan dalam bentuk halus ataupun lebar.

Ternyata, kondisi tersebut menyebabkan kelembapan dapat masuk ke dalam dinding lewat celah-celah retakan. Air yang masuk ke dalam dinding tak bisa keluar lagi, sehingga mengakibatkan bercak lembap pada dinding bagian dalam.

3. Ada Masalah di Bagian Pipa Air

Penyebab berikutnya karena muncul masalah pada bagian pipa air. Meski air yang menetes dalam jumlah kecil, tapi hal ini dapat menimbulkan masalah besar jika tak segera diperbaiki, salah satunya tembok rumah menjadi lembap dan berjamur.

Sebab, tetesan air yang keluar dari pipa bocor dan mengenai tembok bisa menyebabkan kelembapan yang sangat tinggi di area tembok tersebut.

Cara Mengatasi Tembok Berjamur

Ada sejumlah cara mudah untuk mengatasi tembok rumah yang berjamur. Dilansir laman The Spruce, berikut sejumlah caranya:

1. Mencampur Larutan Pembersih Jamur

Jamur di dinding tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, sehingga harus menggunakan campuran larutan pembersih seperti cairan klorin dan sabun cuci piring.

Klorin adalah produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Opsi lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di tembok tidak terlalu banyak.

Takaran untuk membersihkan jamur di tembok yang tidak begitu luas, yakni dengan mencampur satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

Cairan pencuci piring dapat membantu larutan agar melekat lebih lama pada dinding untuk membasmi spora jamur. Perlu diingat, gunakan sarung tangan saat menuangkan larutan dan membersihkan tembok yang berjamur.

2. Cuka Putih

Cuka putih bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi jamur di dinding. Sebab, cuka putih mengandung asam yang bisa merusak struktur jamur.

Cara pakainya juga mudah, cukup semprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu bersihkan dengan kain microfiber atau spons. Setelah itu, biarkan area dinding sampai mengering.

Jika ditemukan noda gelap yang tersisa, kamu perlu membersihkannya lagi dengan tambahan pembersih noda khusus dinding.

3. Larutan Pembersih

Cara berikutnya adalah dengan menggunakan larutan pembersih. Kamu bisa menyemprotkan ke area tembok yang berjamur mulai dari bawah, lalu perlahan naik ke atas. Cara ini dilakukan untuk mencegah spora dan noda bercak menyebar ke area dinding lainnya.

Selain itu, permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembap agar mencegah kerusakan pada dinding kering. Apabila jamur berada di dinding yang mendekati langit-langit, kamu bisa memakai tangga untuk membersihkannya.

4. Membuat Ventilasi di Ruangan

Ketika membersihkan jamur di tembok, pastikan ventilasi seperti jendela atau pintu rumah dalam kondisi terbuka. Hal ini agar udara yang masuk dapat mempercepat proses pengeringan sekaligus mencegah kelembapan pada dinding rumah.

Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding yang berjamur, kamu bisa menyalakan kipas angin.

5. Tunggu Mengering dan Cek Noda yang Tersisa

Tembok yang sudah diberikan larutan pembersih harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Kemudian baru bisa melihat hasilnya apakah sudah bebas dari jamur atau masih terdapat sisa noda yang menempel.

Jika ditemukan masih ada noda, ulangi langkah-langkah di atas dengan memakai larutan pembersih pemutih yang baru.

Bahaya Jamur yang Muncul di Dinding Rumah

Beberapa orang masih menganggap enteng jamur yang muncul di dinding rumah. Padahal, kondisi itu dapat membahayakan kesehatan para penghuni rumah.

Mengutip BBC, munculnya jamur hitam (black mold) ternyata telah menyebabkan banyak kasus kematian. Sebab, jamur jenis ini dapat menyebarkan spora ke udara. Jika terhirup oleh manusia berisiko menyebabkan berbagai penyakit, seperti batuk, alergi, sesak napas, bersin, hingga mata merah.

Penghuni rumah yang paling rentan terpapar spora dari black mold adalah bayi dan anak-anak. Selain karena saluran pernapasan yang masih kecil, sistem kekebalan tubuhnya juga belum sekuat orang dewasa.

Menurut laporan The National Health Service (NHS) Inggris pada 2021, tercatat sudah menghabiskan sekitar 1,4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 31 triliun setiap tahunnya untuk membantu mengobati penyakit yang disebabkan karena tinggal di perumahan dingin atau lembap.

Tips Agar Jamur Tidak Muncul di Tembok Rumah

Mengutip Cleveland Clinic, sebaiknya lakukan pencegahan sejak dini agar jamur tidak muncul di dinding rumah. Kamu bisa melakukan sejumlah tips di bawah ini untuk mengantisipasi timbulnya jamur, yaitu:

  1. Jaga tingkat kelembapan di dalam rumah antara 30-50%
  2. Segera perbaiki kebocoran pada pipa air, dinding, atau atap rumah
  3. Singkirkan karpet, tekstil, atau benda penyerap lainnya yang sudah tidak digunakan. Barang-barang tersebut mudah menyerap air
  4. Gunakan filter udara berkualitas tinggi pada ventilasi dan pendingin udara.

Itulah penyebab dan cara mengatasi tembok rumah yang berjamur. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com