Tag Archives: kontaminasi

Ahli Ungkap 3 Kesalahan Membersihkan Rumah, Justru Bikin Makin Kotor


Jakarta

Membersihkan rumah perlu dilakukan agar rumah tetap terawat dan terjaga keindahannya. Akan tetapi, ada beberapa kebiasaan membersihkan rumah justru bisa membuatnya tampak kotor.

Salah satu contohnya adalah menggunakan terlalu banyak produk kebersihan. Banyak yang mengira menggunakan banyak produk kebersihan bisa meninggalkan residu yang akhirnya justru bisa membuatnya semakin kotor.

Selain itu, masih ada beberapa kesalahan lainnya saat membersihkan rumah yang justru bisa membuatnya tampak kotor. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


Menggunakan Alat Pembersih yang Salah

Penggunaan alat pembersih yang salah justru bisa meninggalkan noda tak diinginkan. Salah satu yang sering digunakan adalah paper towel atau tisu dapur untuk membersihkan cermin dan jendela. Disarankan untuk menggunakan kain mikrofiber yang bersih dan kering saat membersihkan cermin dan jendela.

“Tisu dapur meninggalkan serat dan goresan kecil, membuat cermin dan kaca tampak bergaris-garis dan kusam seiring waktu, dan pada akhirnya dapat merusak cermin/jendela Anda,” kata petugas kebersihan Brandon Pleshek, dikutip dari The Spruce, Selasa (26/8/2025).

Saat membersihkan cermin dan jendela, semprotkan larutan pembersih dan usap dari atas ke bawah. Gunakan lap mikrofiber kering dan bersih lainnya untuk menggosok permukaan hingga bersih agar tetap bersih lebih lama.

Langsung Membersihkan Pakai Lap Basah

Saat membersihkan permukaan, sebaiknya bersihkan dulu dengan lap kering atau kemoceng. Kalau langsung menggunakan lap basah, justru debu dan kotoran bisa menempel di lap dan membuat permukaan menjadi kotor.

Hal yang sama juga harus dilakukan saat membersihkan lantai. Sapu dulu debu dan kotoran baru kemudian dipel.

Saat mengepel pun harus dipastikan kalau kain lap dibilas dulu sebelum dipakai agar tidak membuat lantai kotor.

Pakai Lap yang Sama untuk Membersihkan Seluruh Rumah

Menggunakan satu kain lap saat berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain saat membersihkan dapat menyebarkan bakteri dan menyebabkan kontaminasi silang. Maka dari itu sebaiknya gunakan kain lap yang berbeda saat membersihkan ruangan.

“Beri kode warna pada kain lap Anda-satu warna untuk kamar mandi, satu untuk dapur, dan seterusnya,” saran pendiri Clean Mama Routine dan produk Clean Mama, Becky Rapinchuk.

Pastikan untuk mencuci kain lap ini sesering mungkin, idealnya setelah setiap penggunaan, tetapi minimal setelah kotoran terlihat di kain lap.

Itulah beberapa kesalahan yang justru bisa membuat rumah kotor.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati! Ini 6 Benda di Dapur yang Paling Kotor dan Banyak Kuman


Jakarta

Dapur merupakan salah satu area di rumah yang paling mudah kotor. Setelah memasak, biasanya dapur akan dipenuhi oleh sisa makanan, noda minyak, dan bumbu yang bertebaran.

Selain mengotori lantai dan meja, kotoran juga bisa menempel pada sejumlah benda lain di dapur. Bahkan, benda tersebut sering dipegang oleh tangan manusia hampir setiap hari.

Penasaran, apa saja benda di dapur yang dianggap paling kotor dan mengandung banyak kuman? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Ini Benda di Dapur yang Paling Kotor

Salah satu alasan mengapa perlu membersihkan dapur karena banyak benda kotor yang sering tidak disadari penghuni rumah. Dilansir situs The Spruce, berikut benda-benda di dapur yang dinilai paling kotor:

1. Gagang Pintu Kulkas

Gagang pintu kulkas bisa menjadi benda paling kotor di dapur karena sering bersentuhan dengan tangan. Mungkin kamu tidak sadar membuka pintu kulkas saat tangan masih kotor, sehingga ada sisa noda minyak atau bumbu masak yang menempel selama berbulan-bulan.

Salah satu solusinya adalah dengan rutin membersihkan gagang pintu kulkas. Kamu bisa menggunakan tisu disinfektan atau cairan pembersih disinfektan semprot untuk membasmi kuman. Bersihkan gagang pintu kulkas secara perlahan dengan kain bersih atau tisu dapur.

2. Kitchen Sink

Kitchen sink atau bak cuci piring juga menjadi tempat paling kotor di dapur. Meski selalu dialiri oleh air, tapi ada banyak bakteri yang menempel di kitchen sink, terutama di dekat saluran air.

Selain itu, area paling kotor di kitchen sink juga terletak pada gagang keran air. Untuk mencegah kuman dan bakteri masuk ke dalam tubuh, selalu bersihkan kitchen sink setidaknya satu kali sehari dengan menggunakan cairan pembersih disinfektan.

3. Spons

Spons yang digunakan secara terus-menerus akan cepat rusak dan kurang efektif untuk mengangkat noda di piring dan alat masak. Selain itu, ada banyak bakteri yang menempel pada spons sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Salah satu solusinya adalah dengan rutin mengganti spons setiap dua minggu sekali atau ketika spons sudah berubah warna menjadi hitam.

4. Kulkas

Selain gagang pintu kulkas, bagian dalam lemari es juga mengandung banyak bakteri yang tidak disadari penghuni rumah. Meski suhu kulkas sudah cukup dingin, tapi ternyata masih ada beberapa bakteri berbahaya yang dapat tumbuh.

Sebagai contoh, saat menyimpan daging mentah di lemari es pastikan disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. Jika wadah yang digunakan bocor, maka cairan dari daging mentah bisa menumpuk di laci kulkas, sehingga jadi kotor dan tumbuh bakteri jahat.

Agar kulkas tetap bersih, pastikan kamu rutin mencuci laci atau rak kulkas setiap bulan. Bersihkan bagian rak kulkas yang kotor menggunakan sabun cuci piring dan air hangat. Lalu, keringkan dengan kain bersih atau tisu dapur.

5. Talenan Kayu

Talenan kayu menjadi salah satu benda di dapur yang paling kotor dan mengandung banyak bakteri. Celah-celah pada talenan kayu menjadi tempat yang cocok bagi kuman untuk berkembang biak.

Disarankan untuk memiliki dua talenan kayu dengan fungsi berbeda, satu talenan khusus memotong buah dan sayur, sedangkan satunya lagi untuk daging. Langkah ini dapat mengurangi kontaminasi bakteri pada makanan yang dikonsumsi.

Pastikan kamu mencuci talenan dengan sabun setelah digunakan, lalu bilas dengan air hangat sampai bersih. Jangan lupa untuk mengeringkan talenan kayu dengan tisu dapur atau kain bersih.

6. Blender

Satu lagi benda di dapur yang mengandung banyak kotoran dan kuman, yaitu blender. Meski selalu dibersihkan usai dipakai, tapi mungkin masih ada sisa-sisa bumbu yang tidak dibersihkan sehingga terus menempel di blender.

Maka dari itu, pastikan kamu membersihkan blender setiap seminggu sekali untuk memastikan tidak ada kotoran yang menempel. Bersihkan blender dengan sabun yang mengandung disinfektan agar dapat membasmi kuman dan bakteri secara optimal.

Itulah enam benda di dapur yang dianggap paling kotor dan mengandung banyak kuman. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Waspada! Spons Cuci Piring Ternyata Sarang Bakteri, Ini Batas Aman Pemakaiannya



Jakarta

Spons merupakan alat pembersih kotoran pada perlengkapan makan, kendaraan, hingga perabotan lainnya. Sifatnya yang bisa menyerap air dan seketika kering ketika diperas sangat mudah digunakan daripada kain biasa.

Kelebihan lain dari spons adalah ketahanannya. Barang satu ini bisa digunakan cukup lama. Biasanya orang akan mengganti spons baru ketika bentuknya sudah berubah drastis menjadi lebih tipis dan kecil. Namun, sebelum bentuknya jadi seperti itu seharusnya spons sudah diganti karena waktu pemakaiannya tidak boleh terlalu lama.

Dilansir dari Today, para peneliti di Italia menemukan bahwa spons cuci piring tidak bisa digunakan terlalu lama karena benda ini paling mudah terkontaminasi bakteri, mikroorganisme, hingga patogen dari makanan. Mereka menyarankan setiap orang yang masih memakai spons untuk sering menggantinya.


Seberapa Sering Harus Ganti Spons?

Masa penggunaan spons yang baik adalah seminggu. Setelah itu, spons harus segera diganti dengan yang baru. Hal ini juga berlaku untuk spons yang digunakan untuk membersihkan benda selain piring atau peralatan makan. Apabila ingin mengganti spons dengan alat kebersihan lain, salah satu barang yang disarankan adalah lap dapur antibakteri atau handuk microfiber yang bisa dicuci dengan mesin cuci.

Cara Membersihkan Spons

Setiap selesai menggunakan, spons harus dibersihkan. Caranya dengan direndam ke dalam air hangat yang dicampur dengan sabun. Rendam selama 2 menit lalu bilas dan letakkan di area kering. Cara lainnya bisa merendam spons dalam campuran 1/2 sendok teh pemutih konsentrat dengan satu liter air hangat. Rendam selama 1 menit saja. Letakkan di tempat kering dan dibersihkan minimal sehari sekali.

Itulah waktu penggunaan spons yang disarankan dan cara membersihkannya. Semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Rumah Pasca Banjir Banyak Lumpur dan Bau? Begini Tips Bersihkannya


Jakarta

Saat rumah terendam banjir, bagian yang repot bukan hanya ketika air masuk dan mengotori semua ruangan, melainkan setelah air surut.

Air yang masuk ke rumah, tidak mungkin bening seperti kondisi air keran. Pasti ada tanah, lumpur, kotoran, sampah, hingga hewan. Jadi bagian yang paling repot dan melelahkan adalah membersihkan rumah setelah terendam banjir.

Tahapan untuk membersihkan bekas banjir sebenarnya sama seperti membersihkan rumah pada umumnya. Tambahannya adalah semua perabotan yang terendam harus dicuci bersih dan ditunggu sampai kering. Apabila air yang masuk cukup tinggi biasanya membersihkannya cukup lama, lebih dari sehari terutama untuk mengeringkan perabotan.


Apabila ada detikers yang sedang mengalami hal serupa, yuk simak tips berikut agar bersih-bersih rumahnya cepat dan mudah.

Cara Membersihkan Rumah yang Terendam Banjir

Dilansir dari NSW Health ada tata cara untuk membersihkan rumah sehabis terendam banjir, berikut langkah-langkahnya.

1. Siram Air ke Seluruh Ruangan

Lantai merupakan bagian di rumah yang paling kotor setelah ruangan tersebut terendam banjir. Selain kotor, lumpur yang tertinggal juga mengeluarkan bau dan membuat lantai jauh lebih licin. Untuk mempermudah bersih-bersih, pastikan lantai bebas dari kotoran dan lumpur.

Caranya adalah keluarkan barang-barang yang rentan basah dan ukurannya besar. Lalu siapkan beberapa ember air untuk disiram ke seluruh ruangan. Sebelum disiram pastikan mengetahui arah air harus keluar agar air tersebut tidak menggenang di dalam rumah. Penyiramannya bisa dengan selang atau dengan disiram biasa.

2. Keringkan Rumah

Setelah kotoran di lantai berkurang, gosok-gosok hingga bersih, bilas lagi, dan keringkan. Area yang dikeringkan bukan hanya lantai, melainkan keseluruhan rumah yang terendam banjir. Hal ini untuk mencegah rumah jadi lembap dan jamur tumbuh cepat di perabotan dan sisi rumah.

Ketika mengeringkan pastikan seluruh ventilasi, seperti jendela dan pintu terbuka agar udara dan suhu panas di luar masuk ke dalam. Bisa juga menyalakan kipas angin untuk mempercepat proses pengeringan. Cek juga apakah ada sisa air atau lumpur yang terperangkap di rongga atau lantai rumah.

3. Bersihkan Furniture

Sembari menunggu ruangan kering, perabotan atau furnitur bisa sembari dibersihkan, misalnya dijemur, dicuci, atau dikeringkan. Apabila tidak pernah membersihkan barang tersebut, bisa meminta bantuan ahli atau mengajak anggota keluarga lain gotong royong. Perabotan yang sebaiknya tidak digunakan lagi setelah terendam banjir adalah kasur, bantal, guling, hingga perangkat elektronik.

Untuk furnitur seperti kasur atau sofa dapat dicuci dengan air hangat dan detergen. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari sampai kering.

4. Cuci Bahan Kain

Untuk seprai, selimut, dan pakaian yang terendam banjir juga wajib dicuci. Caranya adalah dengan direndam di air panas, jika bahan tersebut memang tahan panas. Selain itu, bahan kain juga bisa dicuci dengan metode dry clean.

5. Disinfektan Benda-benda di Rumah

Barang-barang yang sudah terendam air kotor selama beberapa jam pasti terjadi kontaminasi bakteri dan kuman. Oleh karena itu, pemilik rumah bisa melakukan disinfektan pada seluruh benda, seperti peralatan makan, alat masak, hingga mainan anak-anak agar benar-benar bersih.

Seluruh benda tersebut wajib dicuci dengan air panas dan dibersihkan pakai sabun antiseptik. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari hingga kering.

6. Atasi Jamur dan Lumut

Cara membersihkan noda mirip jamur, pakai cairan pemutih yang dicampurkan ke dalam air. Lalu oleskan ke bagian noda tersebut, diamkan, dan bilas hingga bersih. Namun, sebelum itu pastikan bahan yang kotor tersebut aman dibersihkan dengan cairan pemutih.

7. Pakai Sarung Tangan dan Alas Kaki

Sebagai tambahan pengaman, selama membersihkan rumah lindungi badan dengan menggunakan sarung tangan sekali pakai dan alas kaki, seperti sepatu boot. Hal ini untuk mencegah kaki menginjak atau tangan memegang benda yang kotor dan dipenuhi banyak kuman. Kita tidak tahu jika air tersebut membawa kotoran hewan dan manusia, pecahan kaca, serpihan kayu, sampah medis, atau barang kotor lainnya.

Itulah langkah-langkah membersihkan rumah yang terendam banjir, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com