Tag Archives: kota malang

Belajar dari Kasus di Malang, Ini 4 Cara Deteksi Penyewa Kos ‘Red Flag’


Jakarta

Ramai di media sosial, seorang pemilik kos di Kota Malang membuka paksa sebuah kamar kos karena tidak membayar biaya sewa selama 2 bulan. Saat dibuka, di dalamnya justru hanya ada sebuah tambak lobster dan berbau tidak sedap. Penyewa kamar tersebut tidak terlihat di sana, bahkan barang-barang pribadinya tidak ada di kamar tersebut.

Pemilik kos, Zidan mengatakan penyewa kamar tersebut memang sejak awal belum membayar uang sewa dan mengisi data diri. Pemilik kos tetap memperbolehkannya dia menempati kamar tersebut karena memang sistem pembayarannya di akhir.

“Belum, belum (bayar uang sewa). Boleh (bayar di akhir), kalau di kita memang gitu. Yang penting tahu tanggung jawabnya,” jelasnya kepada detikProperti belum lama ini.


Setelah 2 bulan tanpa kabar, bahkan saat ditelpon tidak diangkat, sesuai peraturan kos, kamar tersebut harus dikosongkan untuk penyewa baru.

Menilik dari kejadian kos-kosan di Malang ini, penting bagi pemilik usaha kos-kosan memastikan calon penyewa agar tidak tertipu. Apalagi jika kasusnya kamar tersebut sampai disalahgunakan yakni dipakai untuk tambak lobster.

Pengamat properti sekaligus Direktur Investment PT Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan penyewa seperti ini termasuk calon penyewa red flag.

“Red flag itu penyewa yang kita ingin hindari dan kita tidak mau dia ada di properti kita,” jelas Steve saat dihubungi detikProperti, Sabtu (17/8/2024).

Dia menyampaikan ada 4 cara untuk menghindari calon penyewa red flag seperti yang terjadi di kos-kosan Malang yakni sebagai berikut.

1. Minta Isi Formulir

Cara untuk mengenali calon penyewa adalah mengetahui identitasnya terlebih dahulu. Pemilik kos wajib memberikan formulir data diri yang harus diisi. Bentuknya bisa berupa lembaran kertas atau digital (e-form).

“Untuk mengetahui calon penyewa ini red flag atau tidak. Pertama minta untuk mengisi formulir,” ujarnya.

Dengan mereka bersedia mengisi formulir ini, secara tidak langsung calon penyewa sudah terikat dengan pihak pemilik kos meskipun itu belum keputusan final.

“Form adalah langkah awal. Di dalamnya ada nama, NIK, alamat, nomor telepon, e-mail, dan unit sewa yang dipilih. Apakah dia bekerja? Di mana? Posisinya apa? Kalau kuliah, kuliah di mana? Orang tuanya siapa?” sebutnya.

2. Minta Bayar Deposit

Langkah kedua adalah minta calon penyewa untuk membayar deposit atau uang muka. Jika masa sewanya cukup panjang seperti 12 bulan, maka uang deposit yang harus diberikan setara dengan biaya sewa 1 bulan. Hal ini untuk menghindari penyewa kabur.

“Minta mereka membayar deposit. Biasanya yang red flag atau yang memiliki itikad tidak baik, biasanya kapasitas keuangannya terbatas dan tidak mau membayar deposit karena itikadnya mau kabur. Jika calon penyewa benar-benar menginginkan unit, mereka bersedia membayar uang muka atau deposit,” paparnya.

3. Buat Kontrak Tata Tertib

Pemilik kos harus memiliki peraturan atau tata tertib di kos-kosan tersebut. Di dalamnya disebutkan kegiatan apa yang boleh dan tidak boleh. Sebagai contoh, penyewa tidak boleh melakukan tindakan melanggar hukum, dilarang membawa orang di luar jam yang ditentukan, atau tidak boleh menggunakan kamar sebagai gudang.

Kemudian, setiap penyewa harus menandatangani dan menyetujui isi dari tata tertib tersebut.

“Pada saat mereka datang, coba diberikan suatu kontrak tata tertib. Pada saat mereka mau menandatangani tata tertib, berarti mereka memiliki itikad baik,” tambahnya.

4. Pembayaran di Awal

Terakhir, agar tidak tertipu pemilik kos harus meminta bayaran sewa di awal. Untuk menghindari penyewa menunggak, pemilik kos bisa mengingatkan pembayaran sejak pertengahan bulan.

“Kos itu minimal ada deposit 1 bulan. Pembayaran harus di depan. Kalau di belakang akan menimbulkan polemik,” tegas Steve.

“Sistem penagihan. Unit kos itu dibayarnya bisa bulanan atau per 3 bulanan. Jadi kita bisa mulai gencar menagih itu di pertengahan atau akhir minggu ketiga, awal minggu keempat,” tambahnya.

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Ini Pondok Pesantren Tertua di Kota Malang, Usianya Sudah 225 Tahun



Malang

Inilah pondok pesantren tertua di Kota Malang. Usianya sudah 225 Tahun. Namanya Pondok Pesantren Miftahul Huda (PPMH) atau lebih dikenal dengan Pondok Gading.

Pondok Gading baru saja menerima anugerah pesantren tertua dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada 31 Januari 2023 lalu. Anugerah ini diberikan karena Pondok Gading masuk 8 besar ponpes tertua se-Indonesia.

Putra pengasuh Pondok Gading, Gus Fuad Abdurrohim Yahya mengatakan, pondok Gading dirikan oleh KH Hasan Munadi pada tahun 1768 atau usianya saat ini sudah 255 tahun. Setelah KH Hasan Munadi meninggal, pondok gading di asuh oleh KH Ismail.


Penerus pengasuh pondok saat itu KH Muhammad Yahya bersama para santri juga turut berperan dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Surabaya. Cerita itu didapatkan oleh Gus Fuad dari abahnya, berdasarkan kisah para pejuang yang berada di lapangan.

Pada saat itu juga pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni, Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad pada 10 November 1945.

“Beliau (KH Muhammad Yahya) ikut berperang mempertahankan kemerdekaan di Surabaya, sewaktu bersama Bung Tomo, Insya Allah bersama santrinya juga. Karena saat itu banyak santri dari pondok-pondok di Jatim, Jateng dan Jabar ikut (berperang) melawan sekutu di Surabaya,” kata Gus Fuad.

Saat itu, para santri ponpes dididik sesuai ajaran NU yakni Hubbul Wathon Minal Iman atau slogan yang artinya ‘cinta tanah air atau nasionalisme bagian dari iman’. Para santri tidak diajarkan ilmu agama Islam semata saja tetapi juga dipraktekkan melawan penjajah.

Pondok Gading pasca kemerdekaan RI juga memiliki gebrakan kepada para santri laki-lakinya untuk menyeimbangkan antara ilmu agama dengan pendidikan umum. Para santri laki diperbolehkan untuk bersekolah umum hingga saat ini.

“Pada saat itu ponpes yang membebaskan santrinya untuk bersekolah umum adalah hal yang jarang di temui, mungkin khawatir akan adanya paham-paham yang tidak sesuai dapat mempengaruhi ajaran agama yang sudah diperoleh,” ujarnya.

Kebijakan ponpes saat itu bisa dibilang cukup berani karena berbeda dengan lainnya. Namun, tetap ada batasan waktu, seperti diperbolehkan sekolah pada pagi hari dan setelahnya kembali ke ponpes.

Selama mengasuh pondok Gading, KH Muhammad Yahya selalu mewanti-wanti para santrinya agar tidak salah dalam niatnya.

Sampai sekarang, pesan itu diteruskan oleh putra-putranya. Kini, Pondok Gading dikelola oleh pengasuhnya, yaitu KH Ahmad Arief bersama keluarga besar generasi keempat.

Ajaran-ajaran yang ada juga sesuai paham NU Ahlussunnah Waljamaah, kitab-kitab KH Hasyim Asy’ari juga dikaji di Pondok Gading.

Selain itu, seperti ponpes pada umumnya juga diajarkan alquran, ilmu Fiqih, Tauhid, Sejarah, Tasawuf, Nahwu, Shorof dan lainnya.

“Kita juga mengajarkan ilmu Hisab untuk menentukan awal puasa, kemudian hari raya, waktu shalat, terkadang jelang Ramadan berbagai pihak menghubungi Pondok Gading bertanya kapan waktu mulai puasanya, juga Idul Fitri biasanya ada perbedaan waktu penentuan, itu juga tanyanya ke kami,” bebernya.

Total ada 600 santri, terdiri 500 laki dan 100 perempuan yang mondok di Pondok Gading. Rata-rata para santri laki berstatus sebagai mahasiswa.

“Di sini santri ada yang masih usia SMP, SMA, kuliah, bahkan ada juga yang sudah bekerja, tetapi 50 persen mahasiswa. Untuk sekolah formal di lingkungan pondok hanya Madrasah Diniyah saja, untuk lainnya sekolah formal dibebaskan memilih di luar,” ungkapnya.

Selain itu, beberapa alumnus Pondok Gading juga rata-rata berkontribusi bagi negara. Seperti Wali Kota Malang, Sutiaji, kemudian salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Kyai Haji Robikin Emhas yang juga Staf Khusus Wakil Presiden RI dan lainnya.

“Juga ada bapak As’ad Malik yang pernah menjadi Bupati Lumajang, di Kementerian juga banyak alumnus kita disana, Insya Allah lulusan Pondok Gading ini banyak yang berkontribusi untuk negara,” pungkasnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

14 Tempat Wisata Malang yang Seru dan Cocok untuk Keluarga


Jakarta

Malang menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi banyak masyarakat. Apalagi saat musim libur sekolah atau Lebaran, jumlah wisatawan yang datang semakin meningkat.

Sebab, ada banyak tempat wisata di Malang yang seru dan cocok untuk keluarga, teman-teman, hingga pasangan. Harga tiket masuknya yang terjangkau juga menjadi salah satu faktor banyak tempat wisata di Malang yang ramai saat musim liburan.

Ingin tahu apa saja tempat wisata Malang yang seru, murah, dan cocok untuk dikunjungi bersama keluarga? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Tempat Wisata Malang yang Seru

Ada banyak tempat wisata di Malang yang patut dikunjungi. Dirangkum dari catatan detikTravel, berikut rekomendasi tempat wisata Malang yang seru:

1. Malang Dreamland

Rekomendasi tempat wisata yang pertama adalah Malang Dreamland. Tempat wisata ini cocok untuk travelers yang berlibur bareng keluar karena terdapat berbagai wahana menarik, mulai dari seluncuran pelangi, ayunan sultan, hingga spot foto balon udara layaknya di Cappadocia.

Selain itu, travelers juga bisa berkemah di camping ground. Kalau datang saat sore, kamu juga bisa menikmati udara malang yang sejuk sekaligus disuguhi pemandangan sunset yang cantik.

  • Lokasi: Ngadireso, Kec. Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang (untuk setiap wahana harus membayar tiket lagi).
  • Jam buka: 11.00-19.00 WIB.

2. Happy Durian

Bagi detikers pecinta durian wajib datang ke tempat makan ini. Sesuai namanya, kamu bisa menikmati durian yang rasanya manis dan legit di mulut.

Menariknya, Happy Durian merupakan tempat makan yang mengusung konsep kafe, sehingga bisa menikmati durian sambil bercengkrama dengan keluarga. Bahkan di dalamnya terdapat kolam renang dan arena playground juga, lho.

Rasa durian yang ada di Happy Durian tidak usah diragukan lagi karena dipastikan kualitasnya terbaik. Maka dari itu, tempat ini sangat cocok untuk kulineran durian sembari berwisata bersama keluarga.

  • Lokasi: Jl. Cerme No.1, Karangduren, Kendalpayak, Kec. Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: –
  • Jam buka: 10.00-21.00 WIB.

3. Kampung Warna-warni Jodipan

Wisatawan berjalan di jembatan kaca saat mengunjungi Kampung Warna-Warni Jodipan di Malang, Jawa Timur, Kamis (20/7/2023). Kampung warna-warni yang dibuka sebagai objek wisata sejak tahun 2016 tersebut saat ini dicat ulang secara bertahap pada ratusan rumah milik warga setempat yang dimulai dari awal tahun 2023 untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Tempat wisata ini viral di media sosial karena rumah penduduknya dicat beraneka warna, sehingga terlihat estetik dan colorfull. Rasanya kurang lengkap kalau berkunjung ke Malang namun tak sempat berfoto di Kampung Warna-warni Jodipan.

  • Lokasi: Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 3.000/orang.
  • Jam buka: 07.00-18.00 WIB.

4. Malang Night Paradise

Malang Night ParadiseFoto: (Aisa Marisa/d’Traveler)

Bingung menghabiskan waktu malam di Malang? Cobalah mampir ke Malang Night Paradise. Di tempat ini, travelers akan disuguhkan pemandangan indah dari Hutan Menyala.

Selain itu, ada juga Taman Dino dan Taman Lampion yang sangat menarik untuk dikunjungi bersama keluarga dan anak-anak.

Di Taman Dino terdapat berbagai replika dinosaurus. Sementara di Taman Lampion, pengunjung seolah-olah diajak pergi ke negeri dongeng.

  • Lokasi: Jl. Graha Kencana Raya, Karanglo, Balearjosari, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: mulai dari Rp 90.000/orang.
  • Jam buka: 17.45-23.00 WIB.

5. Alun-alun Malang

Ingin sekadar menikmati suasana kota Malang di malam hari? Ajak keluarga, teman, atau pasangan travelers untuk berkunjung ke Alun-alun Malang. Sedikit informasi, terdapat dua alun-alun yang bisa dikunjungi, yakni Alun-alun Merdeka dan Alun-alun Bunder. Jarak keduanya sekitar 700 meter.

Alun-alun Merdeka memiliki fasilitas area skateboard, playground, air mancur menari, dan Masjid Jami’. Sementara Alun-alun Bunder memiliki Monumen Tugu dan lokasinya dekat dengan Balai Kota Malang.

  • Lokasi: Alun-Alun Merdeka di Jalan Merdeka Selatan, Alun-alun Bunder di Jalan Tugu, Kecamatan Klojen, Malang.
  • Harga tiket masuk: Gratis
  • Jam buka: 24 jam.

6. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI

Destinasi wisata yang satu ini wajib dikunjungi oleh travelers yang baru pertama kali ke Malang. Salah satu daya tariknya adalah menikmati matahari terbit (sunrise) dengan latar belakang Gunung Bromo yang indah. Pastikan menggunakan pakaian yang tebal dan hangat karena udaranya sangat dingin.

Sempatkan juga untuk mampir ke lautan pasir Bromo atau disebut juga Gurun Pasir Berbisik. Lokasinya berada di sisi timur kawah Bromo, jadi masuk ke dalam wilayah Kabupaten Probolinggo.

  • Lokasi: Secara administratif, TN Bromo Tengger Semeru berada di Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo.
  • Harga tiket masuk: Weekdays Rp 29.000 dan Weekend 34.000.
  • Jam buka: 24 jam.

7. Malang Skyland

Malang SkylandFoto: M Bagus Ibrahim/detikJatim

Tempat wisata selanjutnya yang wajib dikunjungi adalah Malang Skyland. Daya tarik utama dari Malang Skyland yaitu menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan.

Saat cuaca cerah di pagi atau siang hari, kamu dapat melihat pemandangan alam berupa gunung-gunung, seperti Gunung Arjuno, Gunung Panderman, dan Gunung Ukir. Sedangkan di malam hari, travelers dapat melihat kota Malang dari atas yang dipenuhi gemerlap cahaya.

Ada juga berbagai spot foto Instagramable, wahana permainan seru, hingga kuliner yang murah dan lezat. Sempatkan juga untuk mencoba Skybridge dan Sky Glass ketika datang ke Malang Skyland.

  • Lokasi : Leban, Tawangargo, Kec. Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 40.000 untuk dewasa, Rp 25.000 untuk anak-anak, dan Rp 15.000 untuk balita.
  • Jam buka : 10.00-20.00 WIB.

8. Pantai Ngliyep

Pantai di Malang SelatanFoto: (ilhamfirdaa/d’Traveler)

Ingin seru-seruan bermain di pantai? Coba mampir ke Pantai Ngliyep. Sedikit informasi, kata ‘Ngliyep’ merujuk pada rasa mengantuk atau tertidur. Konon, orang yang melihat pantai ini akan merasa nyaman dan tenang sampai mengantuk.

Di sekeliling pantainya terdapat tebing curam dan hamparan hutan tropis yang hijau, sehingga cocok banget untuk travelers yang ingin bersantai sambil melepas penat.

Selama berada di Pantai Ngliyep, terdapat sejumlah aktivitas seru yang bisa dilakukan, mulai dari berenang, bermain pasir, mengunjungi Teluk Putri, hingga berkemah.

  • Lokasi: Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.
  • Harga tiket masuk: Rp 15.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

9. Pantai Balekambang

Pantai Balekambang MalangFoto: Muhammad Aminudin

Pantai ini merupakan salah satu pantai terkenal di Malang. Salah satu daya tariknya adalah Pura Amertha Jati yang berada di Pulau Karang yang sekilas mirip seperti Tanah Lot di Bali.

Untuk bisa ke Pulau Karang, detikers bisa berjalan kaki melalui jembatan permanen sepanjang 70 meter. Tenang saja, jembatannya kokoh dan bisa dilalui banyak orang.

Selain berkunjung ke Pura Amertha Jati, sempatkan diri untuk bermain dan bersantai di pinggir pantai. Sebab, pasir pantainya putih dan bersih, sehingga bikin pengunjung betah berlama-lama.

Disarankan datang pada pagi dan sore hari ketika cuaca sedang cerah agar bisa menikmati pemandangan laut dan langit yang biru. Kalau perut lapar, di sekitar Pantai Balekambang terdapat rumah makan dan warung.

  • Lokasi: Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Jalan Balekambang, Balekambang, Sumberbening, Bantur, Malang.
  • Harga tiket masuk: Rp 20.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

10. Pantai Batu Bengkung

Masih seputar wisata alam, travelers juga bisa mengunjungi Pantai Batu Bengkung. Pantai ini juga menjadi salah satu tujuan favorit sejumlah wisatawan yang ingin berlibur ke pantai di Malang.

Daya tarik dari Pantai Batu Bengkung karena terdapat kolam alami di bibir pantai. Oleh sebab itu, pantai ini dinamakan Batu Bengkung karena terdapat batu melengkung di bibir pantai.

Pantai Batu Bengkung juga memiliki pasir yang putih dan bersih, sehingga cocok untuk bermain di pinggir pantai. Disarankan datang ke pantai ini saat sore hari agar bisa menikmati sunset.

  • Lokasi: Desa Gajahrejo, Gedangan, Kabupaten Malang.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

11. Pantai Tiga Warna

pantaiFoto: (Majawati/d’Traveler)

Pantai Tiga Warna bisa menjadi opsi alternatif bagi travelers yang ingin liburan ke pantai. Dinamakan Pantai Tiga Warna karena memiliki warna air yang berbeda-beda, yakni biru, hijau, dan cokelat, sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

Ombak di pantai ini terbilang cukup tenang, sehingga kerap dijadikan salah satu spot snorkeling di Malang. Pantai ini juga berhadapan langsung dengan Pulau Sempu.

  • Lokasi: Jl. Sendang Biru, Area Sawah/Kebun, Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang.
  • Jam buka: 07.00-16.00 WIB (Kamis tutup).

12. Pantai Teluk Asmara

Satu lagi pantai yang wajib dikunjungi ketika travelers berkunjung ke Malang, yakni Pantai Teluk Asmara. Tempat wisata ini juga terkenal di Malang karena disebut mirip seperti Raja Ampat di Papua.

Daya tarik utama dari Pantai Teluk Asmara yaitu terdapat karang besar hijau, pasirnya yang bersih dan putih, serta air laut yang biru dan jernih. Hal ini membuat banyak wisatawan merasa betah berlama-lama di pantai ini.

Untuk menuju ke bibir pantai, travelers harus menuruni anak tangga dari atas bukit. Pantai ini cocok buat detikers yang ingin berenang atau snorkeling.

  • Lokasi: Tambak, Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 15.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

13. Hawai Waterpark

Hawai Waterpark di MalangFoto: Istimewa (dok.Hawai Waterpark)

Hawai Waterpark bisa menjadi pilihan alternatif bagi travelers ingin bermain air bersama keluarga. Berada di lahan seluas 2,8 hektare, waterpark ini menyuguhkan berbagai wahana menarik, seperti Kolam Ombak Tsunami dan Jet Coaster Water Slide.

Kalau perut mulai lapar, jangan khawatir. Sebab, ada banyak tenant makanan dan minuman yang tersedia di Hawai Waterpark dengan harga cukup terjangkau.

  • Lokasi: Jalan Graha Kencana Utara V, Karanglo, Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 110.000/orang (weekend dan hari libur) dan Rp 85.000/orang (weekday).
  • Jam buka: 09.00-17.00 WIB.

14. Wisata Agro Wonosari

Ingin melihat pemandangan hijau dan menikmati udara sejuk? Cobalah mampir ke Wisata Agro Wonosari. Selain menikmati pemandangan hijau kebun teh sambil menghirup udara segar, travelers juga bisa berfoto-foto.

Sebab, ada beberapa spot foto Instagramable di Wisata Agro Wonosari, seperti di jembatan kayu, kebun teh, hingga papan bertuliskan ‘WONOSARI’ dengan latar belakang pegunungan.

Sedikit informasi, kebun teh tersebut merupakan salah satu unit kebun milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Selama di Wisata Agro Wonosari, detikers juga bisa berkeliling kebun teh dengan mengendarai ATV yang dapat disewa.

  • Lokasi: Bodean Putuk, Toyomarto, Kecamatan Singosari, Malang, Jawa Timur
  • Harga tiket masuk: Senin-Jumat Rp 15.000, Sabtu-Minggu Rp 20.000.
  • Jam buka: 06.00-17.00 WIB.

Demikian ulasan mengenai 14 tempat wisata Malang yang seru dan cocok dikunjungi bareng keluarga. Yuk liburan!

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik Malang Smart Arena, Harga Tiket, Lokasi, dan Jam Operasional


Jakarta

Malang Smart Arena merupakan playground indoor terbesar di Malang. Tak hanya untuk anak-anak, playground ini juga bisa dinikmati oleh orang dewasa.

Ada berbagai permainan yang diperuntukkan untuk anak-anak hingga segala usia. Sehingga, Malang Smart Arena bisa jadi tujuan untuk berlibur bersama keluarga atau teman.

Daya Tarik Malang Smart Arena

Ada banyak wahana menarik yang menjadi daya tarik Malang Smat Arena. Mengutip laman Malang Smart Arena dan Instagram resminya, berikut beberapa di antara daya tariknya:


1. Baby Playzone

Baby Playzone merupakan zona bermain untuk balita. Di area ini terdapat permainan yang atraktif dan interaktif, sehingga mampu merangsang kemampuan motorik dan sensorik anak.

2. Safari Park

Safari Park adalah area wahana yang dapat melatih ketangkasan anak. Di Safari Park, anak akan diajak untuk bergerak secara aktif bersama orang tua. Semua permainannya dirancang dengan fitur keamanan yang memastikan buah hati bisa bergerak aktif.

3. Air Coaster

Air coaster ditujukan untuk semua usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Wahana ini berupa seluncuran di udara yang dilengkapi denga peralatan yang aman.

4. Wild Experience

Pada area Wild Experience, wisatawan dapat merasakan sensasi berpetualang di hutan. Kawasan ini dilengkapi dengan aneka robot satwa yang bisa bergerak dan mengeluarkan suara.

5. World of Warrior

World of Warrior merupakan area halang rintang. Dengan perlengkapan keamanan, wisatawan akan melewati perjalanan yang menantang adrenalin.

6. Escape Arena

Escape arena mengajak wisatawan untuk memecahkan sebuah misi. Ada lebih dari 6 ruangan yang penuh dengan teka-teki. Wisatawan harus memecahkan kode di setiap stagenya lalu kabur dari kejaran penjahat. Jika berhasil menyelesaikan misi dalam waktu cepat maka bisa dapat popcorn gratis.

Fasilitas Malang Smart Arena

Malang Smart Arena sudah dilengkapi fasilitas yang cukup lengkap. Ada foodcourt yang menyediakan berbagai hidangan makanan hingga ruang laktasi untuk ibu menyusui.

  • Foodcourt
  • Mushola
  • Loker dan penitipan
  • Ruang laktasi.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk Malang Smart Arena berbeda saat weekday dan weekend. Ada beberapa wahana yang sudah termasuk tiket, ada juga yang memerlukan biaya tambahan.

1. Weekday

  • Reguler (Termasuk wahana gratis): Rp 70.000
  • All in (Termasuk tiket reguler+Escape arena): Rp 95.000.

2. Weekend/ Tanggal Merah

  • Reguler (Termasuk wahana gratis): Rp 90.000
  • All in (Termasuk tiket reguler+Escape arena): Rp 115.000.

Daftar wahana reguler:

  • World of warrior
  • Air coaster
  • Space balls
  • Netscape
  • Trampoline
  • Safari Park
  • Slide
  • Slam dunk
  • Baby Space
  • Mainan profesi
  • Wall climbing
  • Basket balls.

Daftar wahana berbayar tambahan:

  • Koin Games: Rp 10.000
  • Go Kart: Rp 20.000
  • Human Claw: Rp 30.000
  • Escape arena: Rp 30.000.

Lokasi dan Jam Operasional

Malang Smart Arena berlokasi di Jl. Graha Kencana Raya No. 55, Karanglo, Banjararum, Kecamatan Singosari, Kota Malang, Jawa Timur. Adapun jam operasionalnya mulai pukul 09.00-17.00 WIB.

Itulah informasi mengenai Malang Smart Arena mulai dari daya tarik, harga tiket, lokasi, serta jam operasionalnya. Tertarik untuk liburan bersama keluarga di destinasi ini?

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kelenteng Tertua Malang, Tempat Pembagian 3.000 Piring Lontong Cap Go Meh



Jakarta

Cap Go Meh dirayakan di Kelenteng Eng An Kiong, Malang, dengan pembagian 3.000 piring lontong. Kelenteng berusia 196 tahun ini adalah cagar budaya yang megah.

Dihimpun detikTravel, Rabu (12/2/2025), Kelenteng Eng An Kiong namanya. Tempat ibadah itu merupakan salah satu bangunan tertua di Kota Malang dan telah ditetapkan menjadi salah satu bangunan cagar budaya (bangunan heritage).

Jika melihat strukur bangunannya yang masih berdiri kokoh, tak disangka jika saat ini Kelenteng Eng An Kiong sudah berusia hampir dua abad atau tepatnya 196 tahun.


Mengutip situs Kota Malang, Ketua Majelis Agama Khonghucu Kota Malang, Halim Tobing mengungkapkan, Kelenteng Eng An Kiong didirikan pada tahun 1825. Menurut sejarahnya, pendirinya adalah orang militer yakni Liutenant Kwee Sam Hway.

Kelenteng ini dibangun dalam dua periode, bangunan pertama yakni ruangan tengah dikerjakan pada tahun 1825 baru kemudian menyusul bangunan lainnya pada 1895 hingga 1934.

Cap Go Meh di Kelenteng Eng An Kiong MalangKelenteng Eng An Kiong Malang (Ahmad Masaul Khoiri)

Nama Kelenteng Eng An Kiong sendiri memiliki makna yang mendalam, yaitu istana keselamatan dalam keabadian Tuhan dan merupakan persembahan kepada Dewa Bumi.

Kelenteng Eng An Kiong ini merupakan Kelenteng Tridharma, yang digunakan sebagai tempat beribadah bagi tiga kepercayaan, Khonghucu, Budha, dan Taoisme.

Ketika memasuki Kelenteng Eng An Kiong, pengunjung akan melihat di setiap altar dengan berbagai persembahan yang tertata rapi.

Selain itu juga yang identik dan banyak dijumpai di kelenteng adalah simbol naga yang merupakan simbol dari keperkasaan. Ciri khas lain dari kelenteng ini yaitu warna bangunan yang didominasi warna merah dan kuning.

Merah memiliki makna kehidupan, kebahagian dan keberanian. Sedangkan warna kuning memilik makna keagungan.

Hingga saat ini, diungkapkan Halim bahwa hampir 90 persen struktur bangunan dan ornamen yang ada di Kelenteng Eng An Kiong masih terjaga keaslianya, termasuk tiang-tiangnya yang masih kokoh sejak awal berdiri.

(msl/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Destinasi Wisata yang Sama Dinginnya dengan Kota Batu


Jakarta

Detikers yang suka dengan dinginnya Kota Batu sebagai tempat healing atau liburan, maka bisa jai kota berikut jadi favorit untuk me time atau menghabiskan waktu bersama keluarga. Tak hanya dingin, kota ini juga menawarkan fasilitas dan layanan sesuai kebutuhan turis

5 Kota yang Sama Dinginnya dengan Kota Batu, Jawa Timur

Beberapa wilayah di Indonesia yang suhunya sama, lebih dingin, atau sedikit lebih rendah dibanding Kota Batu

1. Malang di Jawa Timur

Wisatawan memotret rekannya saat berkunjung di Agrowisata Bukit Kuneer, Wonosari, Malang, Jawa Timur, Sabtu (26/4/2025). Wisata alam yang berada di tengah perkebunan teh dengan ketinggian 1.250 meter diatas permukaan laut (mdpl) tersebut setiap hari rata-rata dikunjugi sekitar 300 hingga 500 orang wisatawan. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nzWisata Bukit Kuneer Malang (dok. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz) Foto: ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO

Daya tarik: Jatim Park, Kampung Warna-warni Jodipan, Alun-alun Malang


Saat ini, Kota Batu dan Kota Malang tergabung dalam area Malang Raya yang sama-sama menawarkan hawa sejuk serta dingin bagi pengunjung. Wisata alam, budaya, dan sejarah bisa dinikmati selama liburan sendiri atau bersama keluarga.

2. Lembang, Jawa Barat

Puluhan ribu wisatawan memadati taman wisata alam (TWA) Tangkuban Parahu di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (dok. Yudha Maulana)

Daya tarik: Tangkuban Perahu, Observatorium Booscha, Wisata Maribaya

Bagi warga Jabodetabek, Lembang langsug terpikir sebagai tempat dingin sejuk yang pas untuk liburan. Apalagi Lembang relatif mudah diakses dengan kendaraan umum, online, atau pribadi. Lembang juga menyediakan banyak fasilitas dan sarana yang mudah diakses.

3. Ciwidey dan Pangalengan, Jawa Barat

Objek wisata Kawah Putih CiwideyObjek wisata Kawah Putih Ciwidey Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Daya tarik: perkebunan teh, Kawah Putih, Ranca Upas

Ciwidey dan Pangalengan jadi pilihan lain bagi penyuka tempat wisata dengan hawa sejuk dan adem. Turis bisa ambil paket wisata atau datang langsung ke tiap spot yang dikehendaki. Turis bisa bermalam di berbagai fasilitas penginapan yang tersedia, supaya bisa lebih lama menikmati daerah Ciwidey dan Pangalengan.

4. Dieng, Jawa Tengah

The Heaven Glamping & Resto Wonosobo, tempat glamping dekat DiengThe Heaven Glamping & Resto Wonosobo, tempat glamping dekat Dieng Foto: Dok. Instagram @theheaven.wonosobo

Daya tarik: lihat sunrise di Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Candi Arjuna

Catatan: Dieng punya banyak pesona dan kelebihan selain hawa dingin dan sejuk. Tiap kali musim liburan, Dieng selalu kebanjiran pengunjung baik yang mau trekking atau datang ke salah satu spot wisata. Para turis bisa datang sendiri, bersama keluarga, atau tema-teman terdekatnya.

5. Tawangmangu, Jawa Tengah

Air terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.Air terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Foto: Getty Images/iStockphoto/benito_anu

Daya tarik: Grojogan Sewu, Sarangan Cemoro Sewu

Berada dekat Gunung Lawu, kawasan Tawangmangu sudah lama terkenal dengan hawa sejuk dan dingin yang cocok untuk liburan. Untuk menikmati keindahan air terjun Grojogan Sewu kamu harus naik ribuan tangga sebelum sampai tujuan. Jika lelah, pengunjung bisa beristirahat di pos yang disediakan di sepanjang jalur tangga. Di pos juga ada beragam makanan dan minuman yang disediakan penduduk sekitar.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

7 Fakta Kampung Warna-Warni Jodipan yang Sampai Bikin Turis Asing Terkesan



Malang

Kampung Wisata Jodipan menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik dan instagramable di Kecamatan Blimbing, Malang, Jawa Timur. Deretan rumah warna-warni yang membuat kagum wisatawan lokan dan turis-turis internasional.

Bahkan, dalam salah satu ulasan daring, seorang turis asal Singapura menyampaikan testimoni kaget dengan apa yang dilihatnya di Kampung Jodipan. Ternyata, kampung warna-warni itu jauh lebih indah dari yang ia lihat di media sosial.

Biasa disebut Kampung Warna-warni, Jodipan berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Brantas, Malang. Sebenarnya, ada dua kampung warna-warni, yaitu Jodian dan Tridi. Dua kampung warna-warni itu dihubungkan dengan jembatan kaca Ngalam.


Merujuk arsip pemberitaan detikcom, kampung itu digagas oleh kelompok mahasiswa yang sedang melakukan Event Public Relation.

Selain itu, masih ada sejumlah fakta lain tentang desa warna-warni di Malang itu.

Berikut tujuh fakta tentang desa warna-warni Jodipan:

1. Praktikum Mahasiswa UMM

Desa Jodipan berubah menjadi desa warna-warni berkat inisiasi delapan mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diketuai Nabila Firdausiyah.

Saat itu, Nabila mengatakan semua anggota timnya adalah mahasiswa Komunikasi UMM yang sedang menempuh mata kuliah Praktikum Event Public Relations. Tugas praktikum itulah yang mengharuskan mereka membuat program bermanfaat untuk masyarakat dengan menggandeng klien dari perusahaan swasta atau pemerintah.

Kampung warna-warni di MalangKampung warna-warni di Malang (nisyanisyoong/d’Traveler)

“Kami harus membuat sebuah event yang bisa mencakup semuanya, partisipasi masyarakat, kebersihan, keindahan, kreativitas, dan yang penting kontinuitas,” kata Nabila.

Kelompok mahasiswa itu menyulap kampung yang dulunya kumuh menjadi destinasi wisata baru. Mereka mengubah kampung itu dengan pengecatan warna-warni pada dinding, atap, pagar rumah hingga jalan setapak dan tangga-tangga batu.

Salah satu anggota kelompok itu Salis Fitria mengatakan ide mengecat Jodipan menjadi desa warna-warni terinspirasi oleh konsep kawasan Kickstater, Rio De Janeiro, Brazil, Yunani, dan Kota Cinque Terre, Italia.

2. Menghabiskan Cat 2 Ton

Praktikum itu dilakukan dengan membuat program kerja bakti bersih-bersih, mengecat pagar, dan membuat mural. Mereka kemudian menggandeng produsen cat di Malang yang memproduksi cat merk Decofresh. PT Indana Paint sangat tertarik.

Pemilik cat merk Decofresh ini siap menggelontorkan dana Corporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk program itu. Mereka manamainya sebagai “Decofresh Warnai Jodipan”. Tak kurang 2 ton cat dihabiskan untuk menyulap kampung di bantaran sungai itu.

3. Diresmikan Wali Kota Malang

Pada perjalanannya, pengecatan desa itu melibatkan berbagai elemen masyarakat dilibatkan untuk memulai bersih-bersih dan pengecatan lingkungan.

Pada 4 September 2016, Kampung Wisata Jodipan diresmikan oleh Wali Kota Malang H. Mochamad Anton.

4. Lokasi dan Rute

Kampung Jodipan MalangKampung Jodipan Malang (Joel Wakanno/d’traveler)

Kampung Warna Warni Jodipan berada di Jalan Ir H Juanda Nomor 9 RT 9 RW 2, Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Lokasinya yang strategis membuat akses menuju kampung wisata ini terbilang mudah dijangkau.

Dari Alun-alun Kota Malang, traveler bisa melewati Jalan Gatot Subroto. Hanya membutuhkan waktu 3 menit untuk tiba ke lokasi ini.

Bagi traveler dari luar kota dan menggunakan kereta api, dari Stasiun Malang, desa Jodipan itu bisa dicapai 2.

5. Harga Tiket

Harga masuk ke satu kampung ini Rp 10.000 per orang. Jika ingin menyeberang, traveler akan dikenakan biaya Rp 5.000 dan Rp 10.000 untuk masuk ke kampung Tridi. Harganya masih cukup murah, ya.

6. Fasilitas buat Wisatawan

Fasilitas yang ditawarkan Kampung Warna Warni Jodipan cukup lengkap untuk kunjungan singkat. Seperti toilet, musala, parkir kendaraan, dan warung makan ringan.

7. Daya Tarik

Dari jauh, Kampung Wisata Jodipan langsung membetot perhatian. Rumah dengan warna-warni menjadi daya tarik utama desa itu.

Selain itu, di sini terdapat Jembatan Kaca Ngalam yang menghubungkan Kampung Jodipan dengan Kampung Tridi. Jembatan yang panjangnya 25 meter dan tingginya 8 meter ini sangat aman, karena bisa menampung beban sekitar 250 kg. Pengunjung juga bisa berfoto-foto di atas jembatan ini dengan latar belakang Kampung Jodipan yang penuh warna.

Kampung Tridi sebagai tetangga Kampung Jodipan juga bisa disinggahi sekaligus.

(fem/ddn)



Sumber : travel.detik.com