Tag Archives: kota pahlawan

5 Barbershop Surabaya buat Upgrade Penampilan di Akhir Pekan



Surabaya

Menghabiskan akhir pekan di Surabaya, saatnya meng-upgrade penampilan dengan mengunjungi 5 barbershop trendy ini.

Tren mengupgrade penampilan di akhir pekan bisa traveler lakukan di Surabaya. Di kota Pahlawan, ada beberapa barbershop trendy yang layak dikunjungi.

Mulai dari potongan klasik hingga tren rambut terkini, barbershop-barbershop ini menawarkan layanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga nyaman dan ramah di kantong. Berikut 5 Berbershop Trendy di Surabaya yang bisa dicoba:


1. Redwood Barbershop

Mau tampil beda dan kekinian soal rambut? Redwood Barbershop di Jl Semolowaru No.133 Surabaya ini bisa jadi jawaban. Barbershop yang lagi hits di Surabaya ini bukan cuma tempat untuk merapikan rambut, tapi juga tempat nongkrong asyik buat traveler yang berjiwa muda.

Interior Redwood Barbershop didesain dengan konsep yang modern dan kekinian. Dijamin bakal betah berlama-lama nongkrong di sini, sambil ngobrol sama para barber yang ramah dan kece.

Traveler tidak perlu khawatir kantong jebol, karena harga di Redwood Barbershop sangat terjangkau, mulai Rp 50 ribuan saja. Pas buat Anda yang punya budget terbatas, tapi pengen tampil kece.

Jam buka: 10.00 – 10.00 WIB.

2. Broadway Barbershop

Selanjutnya ada Broadway Barbershop yang berada di Jl Margorejo Indah No D205E Surabaya. Barbershop ini dikenal karena pelayanan yang cepat dan ramah. Barber yang berpengalaman di sini siap memberikan potongan rambut yang sesuai dengan keinginan pelanggan.

Potongan rambut di Broadway dikenal dengan kualitasnya yang sangat baik, rapi dan presisi. Para barber di Broadway Barbershop juga dikenal punya skill yang jago banget dalam menciptakan berbagai gaya rambut.

Mulai dari gaya rambut classic cut sampai yang paling kekinian, mereka bisa melakukan. Interiornya juga keren, bikin betah berlama-lama duduk di sana.

Barbershop satu ini juga tidak akan bikin kantong traveler jebol, karena harga di Broadway Barbershop sangat terjangkau. Harga cukur di Broadway Barbershop sekitar Rp 75.000.

Jam buka: 10.00 – 21.00 WIB.

3. Captain Barbershop

Di Surabaya, juga ada Captain Barbershop yang punya banyak cabang. Setidaknya ada 8 cabang barbershop ini di kota Pahlawan.

Barbershop ini punya layanan grooming terbaik bagi para gentleman. Traveler bisa request aneka potongan rambut di sini. Mulai dari comma hair, two block, quiff haircut, side part, edgar cut, french crop, pompadour, hingga buzz cut, semua bisa dilakukan oleh para barber.

Layanan lain yang bisa dicoba traveler di sini antara lain Hair Spa, Smoothing, Perming, Korean Perm, Coloring, Anti-Dandruff Treatment, Hair Repair, Hair System, Hair Tattoo, Shaving, Anti Hair Fall hingga Masker Wajah.

Harga layanan Gentlemen Grooming di Captain Barbershop dimulai hanya dengan Rp70.000. Harga ini sudah termasuk potong rambut, quick massage, serta aplikasi tonik dan pomade.

Jam buka: 10.00 – 21.00 WIB.

4. The Roots Barbershop

Didirikan pada tahun 2013, The Roots Barbershop dikenal dengan pelayanan yang sangat personal kepada para pelanggannya di Surabaya. Setiap barber yang bekerja di sini memiliki keahlian untuk memberi rekomendasi gaya rambut yang sesuai dengan karakter pelanggan.

Kualitas potongan rambut di barbershop ini disebut sangat baik oleh mereka yang pernah mencoba potong rambut di sini. The Roots juga mengedepankan teknik fade yang rapi dan terlihat alami.

Selain potong rambut, di sini traveler juga bisa berbelanja berbagai macam produk perawatan rambut. Suasana barbershop yang terletak di Jalan Pandan No.1A Surabaya itu juga cukup unik dan kekinian sehingga bikin betah berlama-lama.

Dengan fasilitas yang lengkap, The Roots Barbershop memberikan pengalaman potong rambut yang santai dan menyenangkan. Harga cukur di The Roots Barbershop mulai dari Rp 70 ribu.

Jam buka: 10.00 – 21.00 WIB.

5. The Original Barbershop

Terakhir, ada The Original Barbershop yang sudah punya beberapa cabang di Surabaya, seperti di Jalan Raya Tenggilis 127 hingga di Jalan Raya Darmo Permai I No 57.

The Original Barbershop punya reputasi soal pelayanan yang sangat memuaskan. Para barber yang bekerja di sini sangat berpengalaman. Mereka siap memberikan potongan rambut sesuai dengan karakter pelanggan.

Tak hanya itu, para barber di sini ramah dan siap membantu traveler memilih gaya rambut yang paling cocok. Dijamin kalian bakal merasa nyaman berinteraksi dengan para barber.

Dengan desain interior barbershop yang klasik dan vintage, tempat ini menawarkan suasana yang menyenangkan dan hangat. Ruang tunggunya cukup luas dan menyediakan fasilitas yang membuat pengalaman potong rambut semakin menyenangkan.

Jam buka: 10.00 – 21.00 WIB

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Wisata di Kota Pahlawan, 10 Jejak Sejarah Kemerdekaan Indonesia di Surabaya

Lokasi: Jl. Pemuda Nomor 39, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur

Mulai dibuka untuk umum pada 1998, Monkasel adalah bukti sejarah dahsyatnya perang laut yang dihadapi Indonesia untuk mempertahakankan kedaulatan. Monumen ini sebelumnya adalah kapal selam KRI Pasopati yang mulai diistirahatkan pada 26 Januari 1990.

Sebelumnya, KRI Pasopati 410 berpartisipasi dalam Operasi Trikora untuk mengembalikan Papua ke pangkuan Ibu Pertiwi. Tugas utamanya adalah mengangkut senjata dan personel militer ke garis tempur tanpa diketahui musuh. KRI juga bertugas memberikan serangan balik, melindungi konvoi kapal, dan menjalankan misi rahasia. Setelah 28 tahun bertugas sejak 1962 dan mengalami kerusakan parah, KRI Pasopati 410 dipensiunkan.

Lokasi: Jl. Pahlawan, Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Jawa Timur

Monumen setinggi 41,15 meter ini adalah bentuk penghargaan dan menghormati jasa Arek-arek Surabaya saat perang 10 November 1945. Perang usai proklamasi kemerdekaan tersebut melawan sekutu dan Belanda yang ingin menaklukkan Indonesia.

Perang ini menewaskan 20 ribu pejuang Indonesia, serta korban luka dan hilang yang tidak terdata. Selama dua minggu berperang, rakyat Surabaya menunjukkan keberanian dan semangat meski dengan perlengkapan minim. Dipimpin Bung Tomo, Komandan BKR Mayjen Sungkono, dan KH Hasyim Asy’ari yang mengeluarkan resolusi jihad, para pejuang mengangkat senjata serta melakukan taktik gerilya hingga sekutu menyerah.

Lokasi: Jl. Jembatan Merah, Krembangan Selatan, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur

Jembatan Merah adalah spot penting dalam Pertempuran Surabaya 10 November. Komandan tentara sekutu Jenderal AWS Mallaby tewas dekat Jembatan Merah yang kemudian memicu perang. Jembatan Merah juga menjadi titik pertempuran pejuang Surabaya melawan sekutu dan Belanda.

Fisik jembatan yang memang berwarna merah ini dibangun VOC sekitar tahun 1809 untuk mempermudah jalur perdagangan di Sungai Kalimas. Jembatan awalnya berbahan kayu yang terus diperbaiki hingga menggunakan besi, sesuai kebutuhan sekarang. Hingga saat ini, Jembatan Merah di Kota Lama Surabaya masih digunakan masyarakat.

Lokasi: Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Jawa Timur

Bangunan ini adalah saksi bisu kejamnya era kolonialisme terhadap kehidupan rakyat Indonesia. Sejumlah Pahlawan Nasional pernah merasakan dindingnya yang dingin dan kejamnya neraka di atas bumi tersebut. Mereka adalah WR Soepratman, HOS Tjokroaminoto, dan dr Mustopo dari BKR.

Para napi Penjara Kalisosok dirantai dengan bandul bola besi di pergelangan kaki dan memperoleh stempel G (Gevangene=napi) pada tangan. Tekanan fisik, mental, dan penyebaran penyakit kolera serta pes mengakibatkan para tahanan mati lalu dikubur di Makam Peresan.

Lokasi: Jl. Pahlawan 120, Krembangan Selatan, Krembangan

Bangunan cagar budaya ini dulunya adalah perusahaan NV Lindetes Stokvis yang menguasai bisnis, jasa, industri, dan perdagangan. Gedung yang dibangun pada 1913 ini sempat digunakan sebagai bengkel kendaraan perang dan gudang senjata semasa pendudukan Jepang. Gedung ini menjadi Kitahama Butai karena luas dan pernah jadi pabrik konstruksi baja.

Selanjutnya, bangunan beberapa kali beralih fungsi di era usai kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1993, gedung pernah digunakan untuk operasional Bank Niaga dan Bank Dagang Negara (BDN). Sejak tahun 2001, gedung digunakan Bank Mandiri Cabang Surabaya Pahlawan hingga kini. Bangunan ini menjadi landmark Surabaya karena unik dan terletak di posisi strategis.

Lokasi: Jl. Tunjungan Nomor 1, Genteng, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur

Dulu, Gedung Siola adalah adalah bangunan toserba asal Inggris bernama Whiteaway Laidlaw di bawah perusahaan Whiteaway Laidlaw & Co. Di tahun 1900an, Whiteaway menjadi pusat pertokoan terbesar di Hindia Belanda dan bikin pengunjung yang sempat datang sangat terkesan.

Selepas proklamasi, gedung ini sempat jadi area bertahan Arek-arek Surabaya saat perang 10 November 1945. Seiring waktu, gedung berubah fungsi hingga mendapatkan namanya sebagai Siola. Nama tersebut adalah kependekan dari tiga nama Soemitro, Ing Wibisono, Ong Liem Ang yang membuat gedung ini sebagai landmark Jalan Tunjungan. Gedung Siola sempat jadi mall pelayanan publik sebelum jadi Museum Surabaya yang berisi koleksi terkait sosial budaya Kota Surabaya.

Lokasi: Jl. Jayengrono, dekat Jembatan Merah Plaza, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Jawa Timur

Gedung dengan nama lengkap Internationale Crediten Handelvereeninging dulunya adalah perusahaan investasi dan pengelolaan perdagangan untuk menarik pebisnis Hindia Belanda. Bangunan yang mulai berdiri tahun 1927 dan selesai pada 1931 ini menjadi saksi awal meletusnya Pertempuran 10 November.

Ketika sekutu datang pada 25 Oktober 1945, Gedung Internatio menjadi markas pasukan sekutu yang dipimpin Mayor V Gopal. Bangunan ini menjadi saksi tewasnya Mallaby dalam keadaan chaos di halaman Gedung Internatio. Ketika itu, warga Surabaya tidak yakin dengan komitmen sekutu yang mengklaim datang tidak untuk perang. Apalagi, tiba-tiba meletus tembakan yang mengarah pada kerumunan warga Surabaya yang dilanjutkan dengan lemparan granat pada mobil Mallaby.

Lokasi: Jl. Tunjungan Nomor 65, Genteng, Kecamaatn Genteng, Surabaya, Jawa Timur

Hotel bintang lima yang berdiri sejak tahun 1942 ini masih aktif hingga sekarang. Berdiri sejak 1942, hotel ini menyaksikan sendiri era pendudukan Belanda, Jepang, hingga berhasil merdeka. Di tahun-tahun pertama berdiri, hotel ini bernama Oranje yang dikelola Sarkies Family.

Selanjutnya, hotel ini berganti nama menjadi Yamato yang menjadi hotel sekaligus headporter atau base camp saat pertempuran. Hotel ganti nama menjadi Merdeka selepas proklamasi, lalu Majapahit sekitar tahun 1969 hingga kini. Kendati melewati berbagai era, pengelola mempertahankan tampilan fisik dan keramik yang menjadi ciri khasnya sebagai bangunan Belanda.

Lokasi: Jl. Rajawali Nomor 7, Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Jawa Timur

Seperti namanya, gedung ini punya menara yang mirip cerutu saat dibakar. Awalnya, gedung ini adalah kantor perusahaan gula NV Maatschappij Tot Exploitatie van Het Bureau Gebroeders Knaud. Selanjutnya, bangunan yang berlokasi depan Gedung Internatio ini sempat jadi kantor Said bin Oemar Bagil dan Bank Bumi Daya. Sejak tahun 2009, gedung menjadi cagar budaya hingga kini.

Lokasi: Jl. Gubernur Suryo, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur

Tempat bersejarah di Surabaya ini menyimpan cerita perundingan antara Ir Soekarno dengan Jenderal DC Hawthorn dari sekutu. Presiden pertama RI ini berusaha mendorong sekutu berdamai dan menghentikan gencatan senjata. Gedung ini berdiri sejak 1975 dengan gaya Romawi.

Simak Video “Video: Melihat Teatrikal Parade Surabaya Juang Peringati Hari Pahlawan
[Gambas:Video 20detik]



Sumber : travel.detik.com