Tag Archives: kota tua

Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket dan Aturan


Jakarta

Rumah Hantu Kota Tua menjadi spot wisata baru bagi traveler yang berkunjung ke Kota Tua, Jakarta Barat. Berada di sebuah bangunan tua, suasana makin mencekam.

Rumah hantu ini merupakan event temporer yang berlangsung selama 15 hari. Tepatnya pada 23 November 2023 hingga 7 Januari 2024. Wahana ini cocok sekali bagi pengunjung yang ingin mencari adrenaline dan uji nyali.

Pada kunjungan detikTravel ke lokasi Rabu (29/11/2023), terlihat antrean pengunjung yang antusias memasuki wahana ini. Antrian tersebut terdiri dari dewasa, anak muda, hingga rombongan anak sekolah.


Lalu bagi traveler yang penasaran dan belum sempat berkunjung, berikut detikTravel rangkum informasi terkait wahana ini.

Lokasi

Rumah Hantu Kota Tua berada di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Wahana ini dibuka di Gedung Cipta Niaga, yakni bangunan yang sama dengan lokasi berdirinya Pasar Cipta Niaga.

Jika kebingungan, traveler dapat mencari lokasi Cafe Batavia, yakni cafe dengan ciri khas warna hijau yang berada tepat di depan Museum Sejarah Jakarta. Nah, Rumah Hantu Kota Tua ini berada tepat di sisi bangunan Cafe Batavia. Nantinya, traveler akan mudah menemui tempat ini karena tersedia plang yang cukup besar dan antrian pengunjung.

Jam Buka

Wahana ini buka setiap hari. Untuk jam bukanya yakni pukul 14.00 – 21.00 WIB (weekday) dan 13.00 – 21.00 WIB (weekend). Namun, yang perlu traveler perhatikan adalah adanya jam istirahat pukul 17.30 – 18.30 WIB di setiap hari.

Harga Tiket

Tiket pembelian wahana ini dapat dipesan secara on the spot. Harga masuk wahana ini juga cukup terjangkau, yakni Rp 25 ribu (weekday) dan Rp 30 ribu (weekend).

Selain informasi yang telah diberikan seperti di atas, terdapat juga beberapa peraturan yang perlu traveler taati ketika uji nyali di sini. Berikut beberapa peraturannya:

  • Dilarang masuk bagi penderita asma jantung dan epilepsi / ibu hamil / lansia
  • Dilarang mengambil gambar / video saat berada di dalam wahana
  • Dilarang berlarian dan saling dorong saat berada di dalam wahana.
  • Harap menjaga barang bawaan, kehilangan dan kerusakan bukan tanggung jawab pengelola.
  • Dilarang melakukan kekerasan terhadap talent dan crew.

Gimana? Traveler berani uji nyali di sini?

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Kota Tua Indonesia, Indah dan Kaya Sejarah


Jakarta

Banyak kegiatan yang bisa traveler lakukan dalam libur Natal dan tahun baru. Jika ingin berwisata sejarah sempatkanlah ke kota tua ini.

Tentu, kawasan kota tua menyimpan banyak sejarah. Dan, kota tua tak hanya berada di Semarang dan Jakarta, setiap kota tua ini memiliki ciri khas bangunan, serta peninggalan sejarah dan budaya yang berbeda-beda.

Berikut daftar 10 kota tua di Indonesia yang menarik dikunjungi saat liburan Natal dan tahun baru:


Kota Tua di IndonesiaKota Lama Semarang (Foto: Kemenparekraf)

1. Kota Lama Semarang

Salah satu kawasan kota tua di Indonesia identik dengan Kota Lama Semarang. Kota Lama Semarang merupakan kawasan cagar budaya yang banyak menyimpan bangunan peninggalan Hindia Belanda sejak ratusan tahun silam.

Salah satu ikon Kota Lama Semarang yang hampir selalu menjadi incaran wisatawan adalah Gereja Blenduk. Bangunan gereja ini memiliki ciri khas atap berbentuk kubah setengah bola. Konon, gereja ini sudah ada lebih dari 250 tahun dan dibangun oleh bangsa Portugis pada 1753.

Pekerja menyelesaikan proyek rehabilitasi Jembatan Kota Intan di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (16/11/2023). Jembatan Kota Intan merupakan jembatan gantung kayu tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1628 pada era pemerintah VOC Belanda.Proyek rehabilitasi Jembatan Kota Intan di kawasan Kota Tua (Foto: Ari Saputra/detikcom)

2. Kota Tua Jakarta

Selanjutnya Kota Tua Jakarta, salah satu ikon wisata di Jakarta yang sarat akan nilai sejarah pemerintahan Kolonial. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya bangunan peninggalan bersejarah yang masih terjaga dengan baik, seperti Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, dan Jembatan Kota Intan.

Banyak aktivitas yang bisa traveler lakukan di kawasan Kota Tua Jakarta, mulai dari berkeliling naik sepeda ontel jadul, memberi makan burung, hingga wisata kuliner.

Warga berfoto di depan karya seni instalasi berbentuk singa karya seniman Timbul Raharjo yang dipamerkan di kawasan Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, Selasa (1/9/2020). Karya seni instalasi sepanjang 8,05 meter dan tinggi 2,35 meter tersebut terbuat dari bahan alumunium menarik wisatawan serta warga yang melintas kawasan titik nol kilometer sebagai tempat berswafoto. detik.com/Pius ErlanggaTitik Nol Kilometer, Yogyakarta (Foto: Pius Erlangga/detikcom)

3. Kota tua Yogyakarta

Yogyakarta juga punya kawasan kota tua, tepatnya di sekitar Benteng Vredeburg. Di kawasan ini terdapat Kantor Pos Besar, Bank Indonesia, serta Gedung BNI yang masih mempertahankan bentuk aslinya meski sudah dibangun sejak zaman pemerintahan Belanda.

Traveler bisa jalan-jalan ke Keraton Yogyakarta yang kental dengan budaya Jawa, lalu mampir ke Masjid Gede Kauman, salah satu masjid tertua di Yogyakarta.

Kota Tua di IndonesiaKawasan kota tua di Bandung, Braga (Foto: Kemenparekraf)

4. Jalan Braga, Bandung

Menjadi jalan utama pada masa pemerintahan Belanda, membuat Jalan Braga termasuk salah satu kawasan Kota Tua di Bandung yang terkenal dengan deretan latar bangunan klasik yang indah.

Namun, kalau ingin yang lebih “kental” dengan suasana pemerintahan Belanda, traveler bisa mampir ke Jalan Asia-Afrika. Kawasan yang menjadi titik nol kilometer di Kota Bandung ini dibangun pada masa pemerintahan Daendels.

Wisata Kota Tua SurabayaKota Tua Surabaya Foto: Esti Widiyana/detikJatim)

5. Kota Tua Surabaya

Kawasan Kota Tua Surabaya meliputi Jalan Karet dan Jembatan Merah, yang sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya pada 10 November 2018.

Pada masa lampau, kawasan Kota Tua Surabaya berfungsi sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan. Tak heran jika terdapat banyak bangunan kuno yang sarat dengan nilai seni dan sejarah.

Foto udara kawasan desa wisata Nagari Pariangan, Tanah Datar, Sumatera Barat, Jumat (16/6/2023). Kementerian PUPR merampungkan penataan kawasan Nagari Tuo Pariangan dengan biaya Rp2,5 miliar, meliputi pembangunan Plaza Panarian, Batu Lantok Tigo, penataan lansekap, dan perbaikan Makam Panjang Tantejo Gurhano. ANTARA FOTO/Iggoy el FitraDesa wisata Nagari Pariangan, Tanah Datar, Sumatera Barat (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

6. Nagari Pariangan

Kota Tua di Indonesia yang tidak kalah indah berlokasi di Padang, yaitu Desa Wisata Nagari Pariangan. Bukan bangunan Belanda, Nagari Pariangan identik dengan deretan rumah Gadang khas Sumatra Barat dan pemandangan hamparan terasering sawah yang indah.

Selain itu, Nagari Pariangan juga memiliki masjid tertua di Padang yang dibangun pada abad ke-19, yaitu Masjid Ishlah.

Pembatik dari Lasem.Pembatik dari Lasem (Foto: awesomelasem/Instagram)

7. Kota Tua Lasem

Di Rembang, Jawa Tengah, ada kota kecil yang dijuluki dengan “Tiongkok Kecil”, yaitu Kota Tua Lasem. Kota Tua Lasem tidak hanya identik dengan bangunan tua dengan perpaduan gaya Tiongkok dan Jawa yang indah.

Di sana juga terdapat Kelenteng Cu An Kiong, kelenteng tertua di Kota Lasem yang masih berdiri kokoh meski sudah dibangun sejak abad ke-16.

Potret Sekanak Lambidaro, anak Sungai Musi yang disulap jadi destinasi wisata baru di Palembang. (Foto: Prima Syahbana)Potret Sekanak Lambidaro, anak Sungai Musi yang disulap jadi destinasi wisata baru di Palembang (Foto: Prima Syahbana/detikcom)

8. Kawasan Sekanak

Palembang, Sumatra Selatan punya Kota Tua, yaitu Kawasan Sekanak. Dikenal dengan wajah Palembang zaman dulu, kawasan Sekanak memiliki ratusan bangunan tua bersejarah yang ikonik.

Salah satu bangunan yang paling menarik perhatian adalah Gedung Jacobson van den Berg. Bangunan bersejarah dan cagar budaya ini, dulunya kantor perusahaan perdagangan milik Belanda.

Kota Tua di IndonesiaKuliner kota tua Singkawang (Foto: Kemenparekraf)

9. Kota Singkawang

Banyak peninggalan arkeologis di Singkawang yang kental dengan budaya China, seperti rumah Tionghoa tertua yang dibangun sejak 1901 dan Patung Naga di tengah kota.

Selain itu, traveler juga dapat melihat Masjid Raya Singkawang yang berdampingan dengan Wihara Tri Dharma Bumi Raya.

Kota Tua di IndonesiaKota Tua Ampenan Lombok (Foto: Kemenparekraf)

10. Kota Tua Ampenan

Terletak di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), kawasan Kota Tua Ampenan identik dengan bangunan cagar budaya dengan gaya arsitektur Belanda.

Kota Tua Ampenan punya beberapa perkampungan, yakni Kampung Tionghoa, Kampung Jawa, dan Kampung Bugis. Meski berbeda-beda, namun keberagaman tetap terjalin dengan baik.

(msl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Museum Fatahillah Terletak di Mana? Ketahui Lokasi dan Sejarahnya


Jakarta

Ada banyak sekali museum yang terletak di Jakarta, salah satunya yang terkenal adalah Museum Fatahillah. Bangunan bersejarah ini juga disebut sebagai Museum Sejarah Jakarta.

Bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, tentu sudah tak asing dengan nama museum tersebut. Di Museum Fatahillah, detikers dapat melihat sejarah panjang dari masa penjajahan Hindia Belanda hingga akhirnya Indonesia merdeka.

Lantas, di manakah letak Museum Fatahillah? Lalu ada koleksi benda bersejarah apa saja di sana? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Di Manakah Letak Museum Fatahillah?

Museum Fatahillah terletak di Kawasan Kota Tua. Untuk alamat lengkapnya berada di Taman Fatahillah Nomor 1, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat.

Untuk bisa sampai ke Museum Fatahillah, travelers bisa menggunakan moda transportasi umum seperti KRL Commuter Line atau TransJakarta. Kedua moda transportasi itu yang paling murah dan dekat dengan lokasi museum.

Jika menggunakan KRL Commuter Line, detikers bisa turun di Stasiun Jakarta Kota. Apabila menggunakan TransJakarta, kamu bisa turun di Halte Museum Sejarah Jakarta.

Serba-serbi Museum Fatahillah

Dilansir situs Enjoy Jakarta, di masa pemerintahan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) bangunan ini awalnya difungsikan sebagai gedung balai kota. Maka dari itu, Museum Fatahillah punya arsitektur bangunan bergaya neo klasik yang menyerupai Istana Dam di Amsterdam, Belanda.

Museum Fatahillah dibangun setinggi tiga lantai dengan cat bagian luarnya berwarna kuning tanah. Sementara kusen pintu dan jendela yang terbuat dari kayu jati diwarnai hijau tua.

Para wisatawan lokal menikmati suasana kota tua di Kawasan Museum Fatahillah, Jakarta Barat, Sabtu (3/4/2021). Menurut data BPS yang dirilis Kamis (1/4/2021) jumlah kunjungan wisman turun 86,59% ketimbang Februari tahun lalu. Salah satu alasannya karena masa pandemi Covid-19.Foto: Ari Saputra

Gedung ini terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat. Kemudian terdapat bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

Pada bagian pekarangannya terbuat dari susunan konblok, lalu terdapat sebuah kolam dengan desain berkubah yang unik di halaman depan. Jika melihat ke bagian atap utama museum, kamu dapat melihat penunjuk arah mata angin yang ikonik.

Perjalanan Museum Fatahillah dari Tahun ke Tahun

Mengutip situs Belajar Kemdikbud, Museum Fatahillah sempat digunakan sebagai gedung Balai Kota Jakarta. Dalam sejarahnya, pembangunan gedung ini dilakukan sebanyak tiga kali.

Biar nggak penasaran, simak perjalanan Museum Fatahillah dari tahun ke tahun di bawah ini:

1. Tahun 1620

Pembangunan gedung pertama dilakukan oleh Jan Pieterszoon Coen, namun hanya bertahan selama enam tahun.

2. Tahun 1627-1707

Akhirnya dilakukan pembangunan gedung untuk yang kedua kalinya pada sisi selatan halaman utama kota Batavia, tepatnya di lokasi sekarang ini.

3. Tahun 1629

Gedung Balai Kota sempat dibakar oleh pasukan Sultan Agung.

4. Tahun 1649

Dibangun lima buah sel di bawah gedung untuk menahan para tahanan.

5. Tahun 1665

Gedung utama akhirnya diperlebar dengan menambah masing-masing satu ruangan di bagian Barat dan Timur.

6. 25 Januari 1707

Gubernur Jenderal Joan van Hoorn membangun gedung baru.

7. 10 Juli 1907

Pembangunan selesai dan gedung diresmikan oleh Gubernur Batavia saat itu, yakni Jenderal Abraham van Riebeeck.

8. Tahun 1925-1942

Sempat digunakan sebagai kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

9. Tahun 1942-1945

Gedung ini kemudian dipakai untuk kantor pengumpulan logistik Dai Nippon.

10. Tahun 1952

Setelah merdeka, gedung difungsikan sebagai markas Komando Militer Kota (KMK) I, lalu diubah kembali menjadi KODIM 0503 Jakarta Barat.

11. Tahun 1968

Gedung Balai Kota diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta.

12. 30 Maret 1974

Diresmikan menjadi Museum Sejarah Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin.

Koleksi Benda Bersejarah di Museum Fatahillah

Selain melihat keindahan arsitekturnya, di dalam Museum Fatahillah juga terdapat berbagai koleksi benda bersejarah. Kebanyakan koleksi tersebut merupakan peninggalan masyarakat Belanda yang tinggal di Batavia sejak abad ke-16.

Sejumlah koleksi yang ada di dalam museum meliputi mebel, perabot rumah tangga, senjata, keramik, peta, dan buku-buku. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya ditambahkan lagi berbagai koleksi sejarah lainnya untuk menambah wawasan para pengunjung.

Beberapa koleksi sejarah yang ditambahkan seperti replika perjalanan sejarah kota Jakarta dari masa Batavia, peninggalan masa kerajaan Tarumanegara dan Padjajaran, serta penggalian arkeologi di Jakarta dan berbagai batu prasasti. Kurang lebih ada sekitar 23.500 koleksi barang di dalam museum, baik dalam bentuk asli maupun replika.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional

Harga tiket masuk (HTM) Museum Fatahillah berbeda-beda tergantung dari kategori pengunjung. Simak rinciannya di bawah ini:

Pribadi

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang

Rombongan (minimal 30 orang)

  • Rombongan Dewasa: Rp 3.750 per orang
  • Rombongan Mahasiswa: Rp 2.250 per orang
  • Rombongan Anak-anak/Pelajar: Rp 1.500 per orang

Jam operasional Museum Fatahillah yakni setiap Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00 WIB. Sedangkan setiap Senin dan hari libur nasional museum tidak beroperasi alias tutup.

Demikian penjelasan mengenai di manakah letak Museum Fatahillah beserta sejarah dan asal-usulnya. Jadi, tertarik untuk berkunjung ke sana?

(ilf/inf)



Sumber : travel.detik.com

15 Tempat Wisata Kota Tua Jakarta dengan Sejarahnya Lengkap


Jakarta

Kota Tua adalah salah satu tempat wisata favorit di Jakarta. Kota Tua menyimpan banyak jejak sejarah peninggalan Belanda yang masih berdiri hingga sekarang.

Simak artikel ini untuk mengenal sejarah Kota Tua. Simak juga 15 tempat wisata unggulan yang wajib dikunjungi di Kota Tua, lengkap dengan daya tarik, harga tiket masuk, lokasi dan jam buka.

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Kota Tua

Karena sejarahnya yang kental, Kota Tua kini memiliki pesona tersendiri bagi wisatawan. Jika mau datang ke sini, simak dulu rekomendasi 15 tempat wisata Kota Tua Jakarta yang wajib dikunjungi.


1. Stasiun KA Jakarta Kota

Kawasan depan Stasiun Jakarta Kota kerap dipenuhi driver ojol yang menunggu penumpang. Mereka biasanya mangkal di trotoar depan stasiun.Stasiun Jakarta Kota. (Pradita Utama)

Lokasi: Jalan Lada, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta

Jika kalian naik commuter line untuk menuju Kota Tua, maka akan turun di Stasiun Jakarta Kota. Stasiun ini dulu dikenal dengan sebutan Stasiun Beos. Stasiun ini berdiri sejak 1870.

Dikutip dari situs KAI, Beos sendiri diambil dari nama maskapai kereta api Belanda bernama Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur). Di masa Belanda, stasiun ini pernah dipakai sebagai untuk menghubungkan Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor).

Bangunan Stasiun Jakarta Kota merupakan hasil desain dari arsitek Belanda kelahiran Tulungagung, 8 September 1882, Frans Johan Louwrens Ghijsels. Kini stasiun ini masih aktif digunakan untuk jalur commuter line Jabodetabek mulai pukul 03.00-24.00 WIB.

2. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa. (Brigitta/detikcom)Pelabuhan Sunda Kelapa. (Brigitta/detikcom)

Lokasi: Jl. Maritim No 8 Sunda Kelapa, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara

Jam buka: 24 jam.

Di sisi utara terdapat Pelabuhan Sunda Kelapa yang sangat bersejarah, bahkan sejak masa kerajaan. Pelabuhan ini sejak dulu sudah menjadi persinggahan utama kapal-kapal dari berbagai negara.

Kini Pelabuhan Sunda Kelapa difungsikan untuk kapal-kapal berukuran lebih kecil dan melayani lalu lintas perdagangan antarpulau dalam negeri. Wisatawan bisa menjumpai kapal-kapal kayu dan kapal phinisi yang cantik digunakan sebagai latar belakang foto.

3. Museum Fatahillah

Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Fatahillah. (Tiara Rosana/detikcom)

Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No 1 Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang.

Fatahillah adalah sosok yang bersejarah bagi Jakarta. Namanya kemudian digunakan sebagai nama Museum Sejarah Jakarta yang juga disebut Museum Fatahillah. Di dalam museum ini terdapat berbagai koleksi bersejarah dari masa lalu.

Koleksi tersebut antara berwujud perabot rumah tangga, mebel, senjata, keramik, peta, dan buku-buku. Koleksinya kini diperbanyak untuk menambah wawasan para pengunjung.

4. Taman Fatahillah

Taman FatahillahTaman Fatahillah. (Shutterstock)

Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No 1 Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 06.00-22.00 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Museum Fatahillah mungkin tutup sampai sore, tetapi Taman Fatahillah bisa dinikmati sampai malam. Dari taman ini, traveler bisa berfoto dengan latar belakang gedung bergaya neo klasik tersebut.

Taman ini disusun dari bahan konblok. Terdapat sebuah kolam berdesain kubah yang unik di halaman depan. Detikers bisa melihat ke bagian atap utama Museum Fatahillah yang terdapat penunjuk arah mata angin yang ikonik.

Di malam hari, area ini masih ramai pengunjung. Bahkan sering kali ada hiburan musik.

5. Toko Merah

Toko Merah: Menikmati Kopi dan Pisang Goreng di Bangunan 293 TahunToko Merah di kawasan Kota Tua. (Tim detikfood)

Lokasi: Jalan Kali Besar Barat No 11, Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 08.00-22.00 WIB

Toko Merah mungkin tampak paling mencolok daripada bangunan di sekitarnya. Bangunan bergaya klasik Eropa ini memiliki ornamen khas China. Pada dindingnya tercantum informasi bahwa Toko Merah dibangun Gubernur VOC Gustaaf Willem Baron Van Imhoff pada 1730.

Dilansir e-jurnal milik binus.ac.id, terdapat perbedaan pendapat mengenai pemberian nama ‘Toko Merah’. Sebagian berpendapat gedung ini dulunya adalah toko yang dimiliki warga Tionghoa, Oey Liauw Kong pada pertengahan abad ke-19.

Pendapat lain mengatakan nama ‘Toko Merah’ diambil setelah peristiwa Geger Pacinan. Banyak warga Tionghoa yang mati dibunuh dan hanyut di Kali Besar saat itu. Warna air sungai pun sampai berubah menjadi merah karena darah.

Dahulu, wisatawan tidak diperbolehkan masuk ke Toko Merah, sehingga hanya bisa berfoto-foto dari luar. Sejak 1 November 2023, Toko Merah digunakan sebagai kafe RODE Winkel yang bisa menjadi tempat nongkrong sambil ngopi.

6. Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia merupakan objek wisata di kawasan Kota Tua. Tak hanya menyimpan kisah perjalanan Bank Indonesia, museum ini juga mengoleksi uang kuno.Museum Bank Indonesia. (Ni Made Nami Krisnayanti)

Lokasi: Jalan Pintu Besar Utara No 3, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 08.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Umum: Rp 5 ribu
  • Pelajar/mahasiswa: gratis

Ada juga Museum Bank Indonesia (BI) yang menyimpan sejarah perbankan Indonesia. Di sini, traveler bisa melihat mata uang dari zaman Nusantara sampai sekarang. Museum ini sering dijadikan tempat wisata edukatif oleh para pelajar.

7. Museum Bank Mandiri

museum bank mandiri kota tuamuseum bank mandiri kota tua. (Tommy Bernadus/d’Traveler)

Lokasi: Jalan Lapangan Stasiun No 1, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Pelajar/Anak-anak: Rp 3.000 per orang
  • Pelajar (Wisatawan Asing): Rp 10.000 per orang
  • Dewasa (Wisatawan Asing): Rp 15.000 per orang

Selain Museum Bank Indonesia, ada juga Museum Mandiri. Di sini, traveler bisa mengenal sejarah perbankan masa lalu melalui perangkat jadul, diorama, papan informasi.

Dilansir dari situs Museum Mandiri, gedung ini awalnya adalah kantor Nederlandsch Handel-Maatschappij (NHM) atau Netherlands Trading Corporation alias Maskapai Dagang Belanda.

Usai Indonesia merdeka, gedung ini beralih menjadi Bank Exim (Bank Export Import). Baru pada 2 Oktober 1998, gedung NHM resmi difungsikan sebagai Museum Mandiri.

8. Museum Seni Rupa dan Keramik

museum keramik kota tuamuseum keramik kota tua. (Nfadils/d’Traveler)

Lokasi: Jalan Pos Kota No 2, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang

Di sebelah Museum Fatahillah, terdapat bangunan cagar budaya yang juga menarik, yaitu Museum Seni Rupa dan Keramik. Traveler bisa melihat berbagai koleksi keramik dan seni rupa dari Indonesia maupun mancanegara di dalam museum ini.

Detikers juga bisa mengikuti workshop membuat gerabah atau keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik. Biaya mengikuti workshop ini adalah sebesar Rp 50.000 per orang.

9. Museum Bahari

Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta UtaraMuseum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Lokasi: Jalan Pasar Ikan No 1, Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Jam buka: 08.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 10.000 per orang (weekend Rp 15.000 per orang)
  • Mahasiswa/pelajar: Rp 5.000 per orang
  • Wisatawan mancanegara: Rp 50.000.

Jakarta juga terkenal dengan lautnya. Wisatawan bisa mengenal lautan di Museum Bahari. Di museum ini, detikers bisa melihat berbagai benda-benda kelautan dari masa kolonial.

Dikutip dari situs Dinas Kebudayaan Jakarta, bangunan ini awalnya berfungsi sebagai gudang penyimpanan rempah-rempah. Setelah Jepang masuk, gedung ini berfungsi untuk menyimpan logistik oleh tentara Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, gedung ini dipakai untuk menyimpan alat navigasi hingga replika perahu tradisional dari berbagai daerah. Pemerintah menetapkan bangunan tersebut menjadi Museum Bahari pada 7 Juli 1977.

10. Magic Art 3D Museum Jakarta

Magic Art 3D MuseumMagic Art 3D Museum. Foto: Tiara Rosana/detikcom

Lokasi: Jalan Kali Besar Timur, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 10.00-18.00 WIB

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 60.000 (weekend Rp 80.000)
  • Anak usia 3-17 tahun: Rp 40.000 (weekend Rp 50.000)

Ada wisata museum lain yang menarik perhatian, yaitu Magic Art 3D Museum. Dilansir dari situs resminya, museum ini menyuguhkan berbagai lukisan dan seni tiga dimensi.

Di dalamnya terdapat 17 zona dan 104 spot foto. Zona di museum ini antara lain zona lukisan, satwa, laut, rutinitas, dinosaurus, horor, dan petualangan. Selain itu, terdapat wahana menarik di dalamnya, yakni seperti labirin rumah kaca, ruang laser, ruang ames, ruang miring, kursi ilusi, ruang penjara, dan ruang ajaib.

11. Museum Wayang

Museum WayangMuseum Wayang. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Lokasi: Jalan Pintu Besar Utara No 27 Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang

Satu lagi tempat wisata museum di Kota Tua, yaitu Museum Wayang. Di dalamnya terdapat aneka koleksi wayang, seperti wayang kulit, wayang golek, dan wayang beber. Selain wayang, ada koleksi berupa topeng, lukisan, patung kayu, dan gamelan.

Museum Wayang menggunakan bangunan kuno yang didirikan VOC pada 1640 dengan nama ‘de oude Hollandsche Kerk’. Dulu gedung ini sempat hancur karena gempa bumi, tetapi dibangun kembali dan diserahkan kepada Stichting Oud Batavia untuk dijadikan museum dengan nama ‘de Oude Bataviasche Museum’ atau Museum Batavia Lama.

Dikutip dari situs Asosiasi Museum Indonesia (AMI), pada masa Indonesia merdeka, pemerintah menyerahkan gedung ini kepada Lembaga Kebudayaan Indonesia dan namanya diubah menjadi Museum Jakarta.

Pada 1968, bangunin ini diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta dan diubah fungsinya menjadi Museum Wayang pada 13 Agustus 1975.

12. Kawasan Kali Besar

Kawasan Kali Besar Kota Tua sudah hampir selesai direvitalisasi. Proyek revitalisasi yang dikerjakan selama hampir dua tahun itu mulai tampak bentuknya.Kawasan Kali Besar Kota Tua. (Agung Pambudhy/detikcom)

Jika traveler sudah melihat Toko Merah dan Museum Wayang, maka kalian pasti melihat Kali Besar. Kawasan sungai ini telah ditata rapi dan modern.

Banyak orang menyebut kawasan Kali Besar mirip dengan Sungai Cheonggyecheon yang ada di Seoul, Korea Selatan. Saat sore menjelang malam, suasana di sini semakin terlihat gemerlap oleh lampu Kota Tua.

13. Jembatan Kota Intan

Pekerja menyelesaikan proyek rehabilitasi Jembatan Kota Intan di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (16/11/2023). Jembatan Kota Intan merupakan jembatan gantung kayu tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1628 pada era pemerintah VOC Belanda.Jembatan Kota Intan. (Ari Saputra/detikcom)

Lokasi: ujung utara Jalan Kali Besar, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Di sepanjang Kali Besar terdapat beberapa penghubung antara Jalan Kali Besar Barat dan Jalan Kali Besar Timur, salah satunya adalah Jembatan Kota Intan. Jembatan ini unik karena bergaya kolonial.

Jembatan dibangun pada 1628 dan merupakan salah satu jembatan tertua di Indonesia. Sebelumnya, nama jembatan Engelse Burg (Jembatan Inggris), Hoenderpasarburg (Jembatan Pasar Ayam), dan Het Middelpunt Burg (Jembatan Pusat).

Dikutip dari situs Kemdikbud, Jembatan Kota Intan memiliki struktur unik karena dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan untuk mencegah banjir.

14. Pasar Petak Sembilan Glodok

Warga berjalan melintasi lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta, Selasa (5/4/2022). Sebanyak 160 PKL di kawasan Petak Sembilan rencananya akan direlokasi ke Pasar Glodok agar jalan tersebut bisa dilalui kendaraan mobil dan motor, sejalan dengan penataan kawasan Kota dalam menyambut Stasiun MRT Taman Sari. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.Pasar Petak Sembilan. (Hafidz Mubarak A/Antara)

Lokasi: Jalan Kemenangan Raya No 40, Kelurahan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

Jam buka: 06.00-15.30 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Dari Kota Tua, detikers bisa mampir ke selatan, yakni di kawasan Glodok. Glodok merupakan kawasan pecinan terbesar sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda. Hingga kini, mayoritas warga Glodok merupakan keturunan Tionghoa.

Di Glodok terdapat beberapa pasar, salah satunya Pasar Petak Sembilan. Di pasar ini dijual aneka barang, seperti baju, lampion, alat peribadatan untuk umat Buddha dan Konghucu, hingga berbagai perlengkapan rumah tangga.

Selain itu, banyak penjual makanan khas seperti mipan, kue keranjang, siomay, dan aneka chinese food.

15. Vihara Jin De Yuan

Lokasi: Petak Sembilan, Jalan Kemenangan III No 19 Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 06.00-16.00 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Masih di Glodok, terdapat Vihara Jin De Yuan atau Vihara Dharma Bhakti berdiri sejak sekitar 400 tahun silam dan merupakan vihara terbesar di Jakarta. Tempat ibadah ini menjadi bukti kompleksitas kehidupan masyarakat etnis Tionghoa di Indonesia.

Pemandu dari Jakarta Good Guide, Huans Sholehan, menjelaskan kelompok Tionghoa pernah menjadi korban pembantaian pada 1740, yang membuat vihara ini ikut terbakar.

Kebakaran pernah terjadi di vihara ini pada 2015. Lalu, pada 2019 tempat ini pun ditata ulang agar menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi umat Konghucu maupun Buddha.

Sejarah Kota Tua Jakarta

Dikutip dari situs Pemprov DKI Jakarta, Kota Tua Jakarta dulunya disebut Oud Batavia atau yang berarti Batavia Lama. Oleh Belanda, kawasan ini digunakan sebagai pusat pemerintahan Hindia-Belanda yang memiliki luas 1,3 km persegi.

Peristiwa penting banyak terjadi di tempat ini. Pada 1528, Fatahillah dikirim Kesultanan Demak untuk menyerang Pelabuhan Sunda Kalapa pada zaman Kerajaan Hindu, Pajajaran.

Fatahillah yang berhasil merebut Pelabuhan Sunda Kalapa, mengganti namanya menjadi Jayakarta yang dalam bahasa Sanskerta berarti ‘kemenangan penuh’ atau ‘kemenangan mutlak’.

Kemudian pada 1819, Belanda (VOC) di bawah Komando Gubernur Jenderal Jaan Pieterszoon Coen (JP Coen) merebut wilayah Jayakarta dari Fatahillah. Nama Jayakarta lalu diubah menjadi Batavia untuk menghormati leluhur mereka bernama Batavieren. Dari kata Batavia inilah masyarakat di sini disebut sebagai Betawi.

VOC mendirikan pusat pemerintah Hindia Belanda di Kali Besar (Groote River). Pada 1635, VOC memperluas Batavia hingga ke tepi barat Sungai Ciliwung di reruntuhan pusat pemerintahan Jayakarta.

Pada 1942, Belanda pergi dari Indonesia dan berganti dengan kependudukan Jepang. Nama Batavia kemudian diubah menjadi Jakarta. Setelah Indonesia merdeka pada 1945, nama Jakarta masih terus dipakai.

Pada 1972, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ali Sadikin menjadikan Kota Tua sebagai situs cagar budaya melalui dekrit. Terdapat 12 gedung tua yang terancam ambruk, sehingga dilakukan revitalisasi dan hingga kini masih beroperasi dan digunakan untuk berbagai kegiatan.

Demikian tadi informasi lengkap mengenai Kota Tua Jakarta, mulai dari sejarah dan 15 tempat wisata di Kota Tua yang menarik dikunjungi. Sebelum berkunjung, jangan lupa pastikan destinasi wisata pilihan kamu dapat dikunjungi publik.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Aktivitas Seru dan Jam Buka


Jakarta

Kota Tua termasuk wisata favorit di Jakarta. Kawasan ini kental dengan nilai sejarah, terlihat dari arsitektur sejumlah bangunannya. Di sisi lain, gedung-gedung bergaya vintage itu terbilang estetik dan kerap jadi spot foto para wisatawan.

Berbagai aktivitas seru lainnya yang dapat dilakukan di Kota Tua, mulai dari mengunjungi museum, berkeliling dengan sepeda, hingga nongkrong di tempat bersejarah. Penasaran? Simak panduan berwisata ke Kota Tua Jakarta di bawah ini.

Aktivitas Seru di Kota Tua Jakarta

Berikut sejumlah spot dan aktivitas seru yang dapat kamu lakukan di Kota Tua Jakarta:


1. Belajar Sejarah di Museum

Kawasan Kota Tua dikelilingi oleh sejumlah museum yang memperkenalkan banyak koleksi bersejarah. Kalau tertarik berwisata edukasi, maka museum-museum di kawasan ini boleh banget dikunjungi. Berikut beberapa museum di area Kota Tua Jakarta:

  • Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta)
Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta. (Tripa Ramadhan)

Dilansir situs Asosiasi Museum Indonesia (AMI), museum ini patut didatangi jika ingin mengetahui sejarah panjang Kota Jakarta sejak masa prasejarah, kolonial, hingga masa kini. Bangunan museumnya sendiri telah dibangun sedari 1707.

Jika ingin mengenal sejarah bank sentral di Tanah Air, maka dapat mengunjungi museum satu ini. Selain itu, traveler bisa mengetahui perkembangan ekonomi serta mata uang Indonesia dari masa ke masa di sini.

Di museum ini tersimpan berbagai koleksi kesenian wayang yang ada di Indonesia. Mulai wayang yang terbuat dari kayu, kulit, boneka, dan bahan lainnya. Kabarnya terdapat lebih dari 6.800 buah koleksi wayang di sini lho.

Museum BahariMuseum Bahari (Almadinah Putri Brilian/detikcom)

Museum ini menampilkan koleksi kebaharian dan kenelayanan seluruh bangsa Indonesia bisa dilihat di museum ini. Koleksi yang ada berupa berbagai perahu tradisional, miniatur kapal, perlengkapan pelayaran, hingga alat navigasi kapal. Terdapat juga koleksi biota laut sampai tokoh-tokoh maritim Nusantara.

Kalau mau tahu informasi dan melihat koleksi aktivitas perbankan tempo dulu dan perkembangannya, kamu bisa datang ke museum ini. Ditampilkan berbagai koleksi operasional bank, seperti peti uang, mesin hitung uang, surat berharga, hingga mata uang kuno.

2. Membuat Gerabah di Museum Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik JakartaMuseum Seni Rupa dan Keramik Jakarta (Weka Kanaka/detikcom)

Selain sejumlah museum sebelumnya, ada pula Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua. Sesuai namanya, museum ini menyimpan sejarah seni di Tanah Air hingga menampilkan berbagai koleksi keramik dan karya seni.

Menariknya, traveler dapat mengikuti pottery class di sana. Cukup mengeluarkan kocek Rp 50.000, kamu akan belajar membuat tembikar atau gerabah dengan bimbingan ahlinya. Nantinya, karya yang berhasil dibuat itu bisa traveler bawa pulang.

3. Nongkrong di Toko Merah

Ada kafe di Toko Merah Kota Tua JakartaToko Merah Kota Tua Jakarta (Weka Kanaka/detikcom)

Terdapat bangunan berbata merah di kawasan Kota Tua yang berusia hampir tiga abad, yaitu Toko Merah. Dilansir Historia, gedung ini dibangun pada 1730. Setelahnya bangunan ini berganti-ganti pemilik.

Pada 1998, Toko Merah ditetapkan sebagai cagar budaya. Gedung ini dimiliki oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sejak 2003. Usai sekian lama tidak difungsikan, Toko Merah kini menjadi kafe untuk nongkrong aesthetic bernuansa vintage bernama RODE Winkel.

RODE Winkel menawarkan aneka kopi dan menu makanan nusantara yang lezat. Kafe ini juga menyajikan berbagai pastry, camilan, dan minuman non kopi. Tempat nongkrong ini buka setiap hari dari jam 10.00-22.00 WIB pada Senin-Jumat dan 07.00-22.00 pada Sabtu-Minggu.

4. Berkeliling dengan Sepeda

Area Kota Tua Jakarta cukup luas, karena itu traveler dapat mengelilinginya dengan bersepeda. Pengunjung bisa menyewa sepeda ontel di sekitar kawasan tersebut dengan harga cukup terjangkau.

Kamu pun dapat berkeliling Kota Tua sesukamu tanpa lelah, bahkan ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi.

5. Hunting Foto

Objek wisata baru di Kota Tua JakartaKali Besar Kota Tua Jakarta (detikcom)

Berfoto merupakan aktivitas yang tidak boleh dilewatkan saat ke Kota Tua. Pasalnya, setiap sudut di kawasan ini bisa jadi spot foto Instagramable. Gedung-gedung kuno yang terawat memiliki vibes vintage yang estetik.

Jalan sedikit ke area Kali Besar Kota Tua terdapat bekas dermaga di masa lalu yang dominan berwarna putih jadi spot favorit berfoto pengunjung. Selain itu, bisa pergi ke Pelabuhan Sunda Kelapa yang terkenal pada abad ke-5 untuk melihat kapal dan perahu-perahu bersandar. Atau ke Jembatan Kota Intan yang dulunya untuk lalu lintas perahu dan dibangun pada 1628.

6. Wisata Kuliner

Kalau lapar setelah seharian bermain di Kota Tua Jakarta, kamu dapat mengunjungi restoran, kafe, serta tenant makanan yang terdapat di sana.

Bisa mampir ke Cafe Batavia ikonik yang bangunannya masih berdiri kokoh sejak 1805. Menu yang disuguhkan otentik makanan nusantara seperti Rujak Kepiting, Nasi Goreng Roa, Putri Mandi, dan Ronde.

Terdapat Kedai Seni Djakarte yang gedungnya juga bergaya tempo dulu. Kamu dapat mencicipi aneka menu makanan berat, camilan, dan minuman. Kalau ingin mencoba berbagai pizza ala New York City, bisa datang ke NYPD Pizza.

Kawasan Kota Tua Jakarta terletak di Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. Dari pusat kota Jakarta, tempat ini berjarak dekat dan bisa ditempuh dalam waktu 15-20 menit.

Lokasi Kota Tua mudah diakses dengan kendaraan pribadi dan umum seperti KRL, Transjakarta, atau transportasi online. Bisa turun di Stasiun Jakarta Kota bagi pengguna KRL. Keluar dari stasiun maka traveler sudah berada di sekitar kawasan Kota Tua.

Jika naik Transjakarta maka kamu dapat berhenti di Halte Kota yang berlokasi di sebelah Stasiun Jakarta Kota. Bus Transjakarta yang melayani rute melewati atau ke kawasan ini, antara lain:

  • Koridor 1: Blok M – Kota
  • Koridor 1A: Pantai Maju – Balai Kota
  • Koridor 3H: Stasiun Pesing – Kota
  • Koridor 12: Pluit – Tanjung Priok
  • Koridor 12A: Kota – Kali Adem
  • Koridor 12B: Pluit – Senen

Kalau menggunakan transportasi online, kamu dapat memesan langsung menuju kawasan Kota Tua Jakarta. Sementara bila menaiki kendaraan pribadi, traveler bisa mengandalkan online maps jika tidak tahu rutenya ya.

Tiket Masuk Kota Tua Jakarta

Untuk masuk ke kawasan Kota Tua tidak dikenakan biaya alias gratis. Kamu barulah akan dikenakan tiket jika mengunjungi sejumlah museum. Tapi tenang saja, tiket masuk museum rata-rata sangat terjangkau, sekitar Rp 5.000-15.000 saja.

Jam Buka Kota Tua Jakarta

Kawasan Kota Tua, tepatnya Taman Fatahillah dapat diakses setiap hari mulai jam 06.00-22.00 WIB. Waktu operasional sejumlah museum lebih singkat lagi. Berikut jam buka beberapa museum di Kota Tua Jakarta:

  • Museum Fatahillah: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
  • Museum Bank Indonesia: Selasa-Minggu (08.00-15.00 WIB)
  • Museum Bank Mandiri: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
  • Museum Seni Rupa dan Keramik: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
  • Museum Bahari: Selasa-Minggu (08.00-15.00 WIB)
  • Museum Wayang: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB).

Tips Berkunjung ke Kota Tua Jakarta

Kota Tua JakartaKota Tua Jakarta (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Kalau tertarik mengunjungi kawasan Kota Tua, ada sejumlah tips yang bisa kamu ikuti nih. Dilansir Jakarta Tourism, berikut tips berkunjung ke Kota Tua Jakarta:

  • Pastikan kondisi badan fit
  • Tentukan tujuan wisata yang ingin dikunjungi sebelum berangkat
  • Kenakan pakaian yang nyaman
  • Datang di waktu pagi agar belum terlalu ramai
  • Tidak datang di waktu sore karena sejumlah museum sudah tutup
  • Gunakan sunblock karena cuaca panas menyengat di siang hari
  • Bawa payung dan alas duduk
  • Tidak buang sampah sembarangan.

Nah, itu tadi panduan lengkap berwisata ke Kota Tua Jakarta. Jadi, apakah kamu berminat mengunjungi kawasan wisata ini?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Deretan Tempat Wisata yang Didatangi IShowSpeed Selama di Indonesia



Jakarta

Kedatangan Youtuber IShowSpeed diyakini turut mempopularkan destinasi pariwisata Indonesia. Secara langsung, dia mempromosikan tempat-tempat wisata di Indonesia yang didatangi.

Youtuber IShowSpeed mencuri perhatian netizen Indonesia karena kedatangannya disiarkan langsung dan ditonton lebih sejuta netizen. Selama di Indonesia, dia berkeliling Jakarta, Yogyakarta dan Bali.

detikTravel telah merangkum nih, tempat wisata yang didatangi IShowSpeed selama di Indonesia. Bisa jadi referensi liburan kamu.


1. Kota Tua

Heboh! IShowSpeed Dapat Hadiah Nasi Padang dari PenggemarnyaSpeed di Kota Tua, Jakarta (YouTube/IShowSpeed)

Hari pertamanya, IShowSpeed langsung live streaming di Kota Tua, Jakarta. Saat dia turun dari mobil, para penggemar langsung menyambutnya.

Selama di Kota Tua, Speed seru-seruan dengan bermain di Rumah Hantu. Dia juga mencoba jasa ramal dan bergoyang mengikuti alunan musik angklung yang bergema di Kota Tua.

2. Pasar Baru

Setelah dari Kota Tua, Speed menuju ke pasar Baru di Jakarta Pusat. Selama berada di Pasar Baru, IShowSpeed sempat mengunjungi toko batik dan melayani permintaan swafoto pengunjung. Para penggemar terus mengikuti IShowSpeed sampai dia masuk ke mobilnya, yang diparkir di depan Antara Heritage Center di Pasar Baru.

Informasi nih untuk traveler, di pasar Baru kamu juga bisa belanja thrifting lho. Banyak barang-barang menarik yang bisa kamu buru.

Serta Pasar Baru juga surga bagi pecinta fotografi, karena banyak tempat service kamera bagus di sana.

3. Jalan Malioboro

IShowSpeed di Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (21/9/2024).IShowSpeed di Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (21/9/2024). (Youtube.com/@IShowSpeed)

Saat di Yogyakarta, Speed menyusuri Jalan Malioboro dengan andong hingga ke Pasar Beringharjo. Dia pun streaming memakai blangkon yang dihadiahi oleh fansnya.

Speed pun singgah ke toko batik bernama Hamzah Batik. Ia disambut para penari dari Raminten Kabaret Show. Di sana, ia dikenakan batik dan disodori makanan khas Yogyakarta yakni bakpia.

Di sana Speed juga menabuh gendang diiringi pemusik tradisional lainnya. Kemudian, petualangannya berlanjut dengan memasuki area toko batik. Matanya langsung tertuju ke tenan penjual jamu. Penasaran, ia pun memesan segelas minuman tradisional tersebut. Oleh sang acaraki, Speed diberikan segelas jamu beras kencur.

4. Alun-alun Kidul Yogyakarta

iShowSpeediShowSpeed di Alun-alun Kidul Yogyakarta (YouTube)

Speed selalu dikerubungi fansnya saat berkeliling Yogyakarta. Salah satunya saat dia menyuruh fansnya dengan kalimat “minggir lu miskin” saat berkunjung ke Alun-alun Kidul. Kalimat spontan itu pun langsung trending di medsos.

Netizen merespons dengan berbagai komentar kocak. Mereka juga menanyakan siapa yang mengajarkan kalimat itu kepada Speed?

5. Uluwatu

Sat di Bali, salah satu tempat yang dituju Speed adalah menonton tari kecak di Uluwatu. Tak hanya menonton, Speed juga ikut menari dan melenggak-lenggok dengan gerakan ala kadarnya bersama seniman yang sedang tampil.

Soraakn penonton pun meramaikan penampilan Speed. Apalagi saat Speed dan Hanoman memparodikan selebrasi ala CR7.

6. Monkey Forest Ubud

Momen monyet curi mikrofon IShowSpeed.Momen monyet curi mikrofon IShowSpeed di Monkey Forest Ubud (YouTube/IShowSpeed)

Berkunjung ke Monkey Forest Ubud, Speed juga berselfie dan berfoto dengan monyet liar di sana. Saking lucunya, foto selfie Speed dengan monyet pun tersebar dan jadi bulanan lelucon netizen.

Saat di sana, mikrofon Speed sempat dibawa kabur oleh para monyet. Setelah pencarian dan mencoba melacak, Speed terpaksa merelakan mikrofonnya hilang.

7. Pasar Seni Ubud

Saat di Pasar Seni Ubud, Speed membeli jersey Cristiano Ronaldo. Saat berkeliling Speed pun ditawari souvenir spesial berbentuk penis. Dia pun kaget dan bertanya fungsi dari benda khas dari Bali ini. Kemudian pedagang mengatakan jika itu adalah pembuka botol.

8. Naik ayunan raksasa di Ubud

Selama di Bali, Speed terlihat berkunjung ke beberapa tempat menarik. Salah satunya adalah ayunan raksasa yang lokasinya berada di pinggir tebing Ubud. Aksi kocaknya pun terlihat saat ayunan diayun lebih keras dan tinggi. Speed pun berteriak-teriak “santai.. santai..”.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

8 Ide Museum Date di Jakarta, Bangun Suasana Romantis dan Seru


Jakarta

Museum date adalah konsep kencan di mana pasangan menghabiskan waktu bersama di museum. Mereka biasanya menjelajahi pameran seni, sains, sejarah, atau budaya.

Jakarta jadi salah satu kota yang sangat cocok untuk museum date. Selain memiliki banyak museum, museum di jakarta juga menawarkan suasana yang nyaman,sarat pengetahuan dan instagrammable.

Bagi detikers yang bingung mau liburan akhir tahun sama pangan ke mana? Kamu bisa pilih tempat-tempat ini untuk museum date.


Ide Museum Date di Jakarta

Dirangkum detikcom dari akun sosial media dan websitenya, berikut adalah beberapa rekomendasi museum yang bisa jadi pilihan museum date di Jakarta:

1. MoJa Museum

Libur panjang membuat warga beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan bermain sepatu roda di Moja Museum.Libur panjang membuat warga beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan bermain sepatu roda di Moja Museum. (Rifkianto Nugroho)
  • Harga tiket masuk: Rp 125 ribu-240 ribu.
  • Lokasi: Gelora Bung Karno Sports Complex, Main Stadium, Zona Biru 8-9, RT.1/RW.3, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
  • Jam buka: Setiap hari dari jam 11.00-19.30 WIB.

MOJA museum jadi salah satu museum terkenal di Jakarta yang interaktif dan instagrammable. Di sini, kamu bisa melihat banyak eksibisi seni interaktif.

Berbagai aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di MoJa museum di antaranya MoPaint (untuk kamu yang suka gambar), golf, atau RoJa yakni wahana roller skating (sepatu roda).

2. Museum Sejarah Jakarta

Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. (Tiara Rosana/detikcom)
  • Harga tiket masuk: Rp 2 ribu (pelajar), Rp 3 ribu (mahasiswa), dan Rp 5 ribu (dewasa).
  • Alamat: Jalan Taman Fatahillah No.1, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00 WIB.

Museum Sejarah Jakarta atau dikenal juga museum Fatahillah, adalah bangunan yang jadi ikon di kawasan Kota Tua Jakarta. Dilansir Antara, museum ini memiliki koleksi sekitar 23.500 barang bersejarah, baik dalam bentuk benda asli maupun replika.

Dilansir laman Jakarta Tourism, dulunya, bangunan museum merupakan markas administrasi Perusahaan Hindia Timur, dan kemudian Pemerintah Belanda. Kebanyakan koleksi di museum ini terdiri dari peninggalan-peninggalan Belanda yang bermukim di Batavia sejak awal abad XVI.

3. Galeri Nasional Indonesia

Pengunjung mengamati karya seni instalasi dari medium logam alumunium karya Lini Natalini Widhiasi di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2024). Pameran tunggal seni rupa bertajuk Infinity Yin Yang merupakan karya seni baru yang menunjukkan kekuatan eksplorasi sekaligus eksploitasi material, medium dan teknik yang berlangsung 4 September hingga 3 Oktober 2024. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/agrPengunjung mengamati karya seni instalasi dari medium logam alumunium karya Lini Natalini Widhiasi di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2024). Pameran tunggal seni rupa bertajuk Infinity Yin Yang merupakan karya seni baru yang menunjukkan kekuatan eksplorasi sekaligus eksploitasi material, medium dan teknik yang berlangsung 4 September hingga 3 Oktober 2024. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu (anak-anak), Rp 20 ribu (dewasa), dan Rp 50 ribu (wisatawan asing).
  • Alamat: Jl. Medan Merdeka Tim. No.14, RT.6/RW.1, Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
  • Jam buka: Selasa-Sabtu dari jam 09.00-19.00 WIB.

Museum seni dan pusat pameran ini lokasinya ada di jantung kota Jakarta. Di sini kamu bisa menikmati ruang seni dan budaya, dengan beragam koleksi karya seni rupa.

Baik itu yang bersifat klasik maupun kontemporer dari seniman Indonesia maupun internasional. Galeri Nasional Indonesia cocok banget buat dijadikan ide museum date, karena banyak spot foto estetik dengan suasana yang tenang dan nyaman.

4. Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik JakartaArea Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta. (Weka Kanaka/detikcom)
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu-15 ribu (lokal), Rp 5 ribu (mahasiswa), Rp 50 ribu (wisatawan asing).
  • Alamat: Jl. Pos Kota No.2 9, RT.9/RW.7, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu dari jam 09.00 WIB – 15.00 WIB.

Sesuai namanya, museum ini menyimpan koleksi seni rupa dan keramik. Selain melihat koleksi, kamu dan pasangan date kamu juga bisa mengikuti workshop membuat gerabah atau keramik di sini lho.

5. Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara)

Museum MACANMuseum MACAN. (Chelsea Olivia/detikcom)
  • Harga tiket masuk: Rp 36 ribu-90 ribu.
  • Alamat: AKR Tower Level M, Jl. Panjang No.5, Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu dari 10.00-18.00 WIB.

Museum ini menyimpan berbagai karya seni modern dan kontemporer dari Indonesia dan luar negeri. Museum ini memang populer dikalangan pecinta seni dan anak muda.

Museum MACAN juga kerap menghadirkan pameran dan event kolaborasi dengan tema yang berbeda-beda.

6. Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024).Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024). Foto: Weka Kanaka/detikcom
  • Harga tiket masuk: Rp 15 ribu (anak-anak), Rp 25 ribu (dewasa), Rp 50 ribu (WNA).
  • Alamat: Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat,
  • Jam buka:Selasa-Minggu dari jam 09.00-15.00 WIB.

Kompleks Museum Nasional berdiri di atas tanah seluas 26.500 meter persegi.Terdiri dari Gedung A digunakan untuk ruang pamer dan wahana Imersifa, dan Gedung B (Gedung Arca) untuk pameran, juga digunakan untuk laboratorium, ruang pameran temporer, area komersial, perpustakaan, dan kantor.

Dilansir laman resminya, sampai saat ini koleksi yang dikelola museum ini ada sekitar 190.000an. Benda-benda tersebut terdiri dari 7 jenis koleksi yakni prasejarah, arkeologi masa klasik, sejarah, numismatik dan heraldik, keramik, dan etnografi.

7. Museum Bank Indonesia (BI)

Pameran Rupiah Berkisah tentang TimurPameran Rupiah Berkisah tentang Timur. (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu per orang, gratis bagi pelajar/mahasiswa.
  • Alamat: Jl. Pintu Besar Utara No.3, RT.4/RW.6, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu mulai dari jam 08.00-15.30 WIB.

Museum BI dulunya digunakan oleh De Javasche Bank, salah satu gedung dengan nilai sejarah yang tinggi. Lokasinya masih berada di kawasan Kota Tua.

Museum ini pertama kali dibuka pada tanggal 15 Desember 2006. Museum BI menyimpan berbagai koleksi numismatik dan arsitektur gedung.

8. Museum Wayang

Museum Wayang di Kota Tua Jakarta menjadi salah satu destinasi liburan edukasi. Di sini, Anda dapat melihat beragam koleksi wayang dari seluruh Indonesia.Museum Wayang di Kota Tua Jakarta menjadi salah satu destinasi liburan edukasi. Di sini, Anda dapat melihat beragam koleksi wayang dari seluruh Indonesia. (Muhammad Lugas Pribady)
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu (anak-anak dan pelajar/mahasiswa), Rp 10 ribu (dewasa), dan Rp 50 ribu (WNA).
  • Alamat: Jalan Pintu Besar Utara No.27 Pinangsia, RT.3/RW.6, Kota Tua, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa – Minggu dari jam 09.00-15.00 WIB.

Museum Wayang banyak memamerkan dan melestarikan warisan seni budaya pertunjukan boneka tradisional indonesia. Koleksinya meliputi wayang golek, wayang kulit, serta beberapa koleksi wayang dari daerah serta negara lain.

Tips untuk Museum Date

  • Ketahui tanggal dan waktu buka museum.
  • Pakai outfit terbaikmu, jangan lupa juga pilih yang nyaman.
  • Abadikan momen dengan berfoto di spot-spot menarik dan Instagramable.
  • Bangun obrolan dengan membahas topik seputar koleksi menarik atau karya seni di museum tersebut.

Itu tadi beberapa pilihan tempat untuk ide museum date di Jakarta yang bisa dikunjungi. Selain menawarkan suasana yang lebih santai dan estetis, date di museum juga sangat bernuansa romantis.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Sehari Penuh Bertualang Menjelajahi Kota Tua Jakarta, Bisa Naik Transum Lho!



Jakarta

Akhir tahun adalah momen tepat untuk mengisi waktu dengan kegiatan seru bersama keluarga atau teman. Kota Tua Jakarta bisa jadi pilihan, bisa naik transum lho!

Kota Tua Jakarta, yang sarat dengan sejarah, seni, dan hiburan, menawarkan perjalanan sehari yang tak hanya mengasyikkan, tetapi juga penuh dengan pengalaman unik yang bisa menjadi kenangan tak terlupakan di setiap tahunnya.

One day trip ini bisa dengan menggunakan transum (transportasi umum). Perjalanan dimulai dari Stasiun KRL Jakarta Kota, menjadi pintu gerbang menuju kawasan bersejarah dengan arsitektur kolonial ikonik.


Bagi traveler yang memilih transportasi umum lain, perjalanan dapat dimulai dengan turun di Halte Transjakarta Kali Besar yang strategis depan restaurant rumah merah dan dekat dengan berbagai destinasi menarik.

Dari titik ini, traveler akan langsung disambut oleh suasana klasik khas Kota Tua, di mana jejak masa lalu yang bersejarah berpadu harmonis dengan hiruk-pikuk kehidupan modern Jakarta, menciptakan pengalaman unik yang memikat setiap pengunjung sejak langkah pertama.

1. Horor dan Adrenalin di Horror House Kota Tua

Wisata Kota Tua JakartaWisata Kota Tua Jakarta Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

Destinasi pertama dalam perjalanan ini adalah Horror House Kota Tua, atau yang dikenal dengan Rumah Hantu Kota Tua. Tempat ini menjadi pilihan sempurna bagi traveler yang ingin memacu adrenalin dan menguji keberanian.

Sesampainya di lokasi, traveler akan langsung melihat bangunan megah berwarna putih dengan papan besar bertuliskan “Horror House Kota Tua.”

Nuansa seram langsung terasa karena tepat di depan pintu sudah ada “hantu” yang siap menyambut dan mengawali pengalaman horor traveler.

Setelah membeli tiket, traveler akan diarahkan untuk menaiki tangga dan mengikuti instruksi untuk menjelajahi wahana.

Di dalam rumah hantu ini, traveler akan memasuki lorong-lorong gelap dengan atmosfer menyeramkan yang diperkuat oleh tata ruangan horror menyaramkan.

Suara-suara menyeramkan yang menggema di setiap sudut menambah kesan mencekam. Selama kurang lebih 10 menit, traveler akan menyusuri bangunan ini dan menghadapi berbagai kejutan dijamin membuat bulu kuduk berdiri.

Untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru, Horror House Kota Tua memberikan harga spesial tiket masuk sebesar Rp 40.000. Promo ini berlaku selama high season, yaitu dari tanggal 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.

Jadi, jika traveler merasa cukup berani untuk menguji nyali, Horror House Kota Tua adalah destinasi yang wajib traveler coba. Siapkan mental traveler dan rasakan pengalaman horor yang tak terlupakan!

2. Berswafoto di Magic Art 3D Kota Tua

Setelah menantang nyali di Horror House Kota Tua, saatnya traveler mengalihkan suasana dengan pengalaman yang lebih santai namun tetap seru, yaitu berswafoto di magic art 3D Kota Tua Jakarta.

Persiapkan gaya terbaik traveler, karena di sini traveler akan menemukan lebih dari 100 lukisan keren di 14 ruangan dengan konsep 3D yang memukau.

Magic art 3D Kota Tua ini menghadirkan berbagai zona menarik, seperti Zona Lukisan yang penuh seni visual, Zona Satwa dengan gambar hewan realistis, Zona Laut yang menghadirkan sensasi berada di bawah air, hingga Zona Dinosaurus yang membawa traveler ke masa prasejarah.

Tak hanya itu, ada juga Zona Petualangan yang cocok untuk pecinta tantangan, Zona Horror yang tetap menghadirkan nuansa seram, serta ruangan-ruangan unik seperti Labirin Kaca, Ruang Laser, Ruang Ilusi, Ruang Kaca, Ruang Penjara, Kursi Ilusi, dan Ruang Sulap, yang semuanya dirancang untuk menciptakan pengalaman foto yang unik dan kreatif.

Selama periode Natal dan Tahun Baru, museum ini menawarkan harga promo tiket masuk sebesar Rp 45.000 mulai 1 Desember 2024. Untuk traveler yang ingin menikmati dua pengalaman sekaligus, tersedia paket bundling dengan Horror House Kota Tua, di mana harga tiket bundling hanya Rp 60.000 untuk Senin-Jumat dan Rp 65.000 untuk Sabtu-Minggu.

Dengan begitu, traveler dapat menikmati dua aktivitas seru sekaligus dengan harga yang terjangkau. Jadi, jangan lupa siapkan kamera traveler dan abadikan momen tak terlupakan di magic art 3D Kota Tua ini.

3. Belajar Seni di Museum Seni Rupa dan Keramik

Wisata Kota Tua JakartaWisata Kota Tua Jakarta Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

Setelah merasakan ketegangan di Horror House dan berswafoto di magic art 3D, saatnya menenangkan diri di Museum Seni Rupa dan Keramik. Museum ini menampilkan berbagai koleksi karya seni mulai dari lukisan hingga keramik bersejarah yang indah.

Ruangan-ruangan di museum ini dirancang dengan pencahayaan yang apik, membuat setiap karya seni terlihat semakin memukau. Selain itu, traveler juga bisa belajar tentang berbagai teknik seni yang digunakan para seniman pada masa lampau seperti lukisan karya Raden Saleh Sjarif Bustman, karya Hendra Gunawan yaitu Pejuang-pejuang III, karya lukisan S Sudjojono dan masih banyak lagi.

Untuk menikmati berbagai koleksi seni yang ada di Museum Seni Rupa dan Keramik, harga tiket masuknya bervariasi tergantung hari dan kategori pengunjung. Pada hari Selasa hingga Jumat, tiket masuk untuk dewasa atau umum hanya Rp 10.000.

Sedangkan untuk anak-anak, pelajar, atau mahasiswa Rp 5.000, dan wisatawan mancanegara dikenakan biaya Rp 50.000. Pada akhir pekan, yaitu Sabtu dan Minggu, harga tiket untuk dewasa menjadi Rp 15.000, sementara untuk anak-anak, pelajar, atau mahasiswa tetap Rp 5.000, dan wisatawan mancanegara tetap Rp 50.000.

Bagi rombongan grup minimal 30 orang, terdapat tarif khusus. Untuk dewasa pada hari Selasa hingga Jumat, harga tiket per orang adalah Rp 7.500, sedangkan pada Sabtu dan Minggu sebesar Rp 11.250. Untuk anak-anak, pelajar, dan mahasiswa dalam rombongan grup, tiket masuk hanya Rp 3.750.

Museum Seni Rupa dan Keramik ini beroperasi di hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, sehingga memberikan cukup waktu bagi pengunjung untuk mengeksplorasi koleksi seni dan keramik yang ada.

4. Menelusuri Sejarah di Museum Fatahillah

Wisata Kota Tua JakartaWisata Kota Tua Jakarta Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

Tak jauh dari Museum Seni Rupa dan Keramik, perjalanan berlanjut ke Museum Fatahillah, ikon utama Kota Tua. Museum ini berada di gedung bersejarah yang dulunya merupakan Balai Kota Batavia.

Di sini, traveler bisa menyusuri berbagai ruang pameran yang memuat artefak, alat alat bersejarah, dan diorama tentang sejarah Jakarta sejak zaman kolonial dan masih banyak lagi. Dengan arsitektur bangunan bergaya Belanda, Museum Fatahillah menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang menyenangkan.

Untuk tiket masuk sangat ramah dikantong Dewasa Rp 10.000 dan untuk mahasiswa pelajar atau anak-anak Rp 5.000 untuk wisatawan asing dikenakan biaya Rp 50.000. Jam operasional museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahilla) buka pada hari Selasa hingga Minggu pada pukul 09.00 sampai 15.00 WIB.

5. Keliling Naik Sepeda Ontel

Wisata Kota Tua JakartaWisata Kota Tua Jakarta Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

Setelah mempelajari sejarah di museum Seni Rupa dan Keramik dan museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah), traveler dapat melanjutkan petualangan dengan cara yang unik dan menyenangkan, yaitu berkeliling kawasan Kota Tua menggunakan sepeda ontel.

Sepeda klasik ini tidak hanya menambah kesan vintage, tetapi juga menjadi cara santai untuk menjelajahi keindahan area sekitarnya.

Traveler dapat menyewa sepeda ontel dengan tarif Rp 25.000 untuk durasi 30 menit, sambil menikmati suasana Kota Tua yang penuh cerita dengan latar gedung-gedung bersejarah yang megah.

6. Santapan Klasik di New Batavia Café

Wisata Kota Tua JakartaWisata Kota Tua Jakarta Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

Setelah berjalan-jalan, saatnya mengisi energi di New Batavia Café. Berlokasi di Gedung Pos bersejarah depan Museum Sejarah Indonesia (Museum Fatahilla), kafe ini menawarkan suasana kolonial yang kental dengan sentuhan modern.

Traveler bisa menikmati beragam hidangan lezat, mulai dari makanan tradisional hingga menu internasional. Jangan lupa mencicipi nasi goreng new batavia dengan campuran sate ayam dengan ice lemon tea spesial yang cocok untuk menemani waktu bersantai dengan pemandangan kawasan kota tua dan gedung museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahilla).

7. Bersantai di Kali Besar Kota Tua

Wisata Kota Tua JakartaWisata Kota Tua Jakarta Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

Setelah kenyang menikmati hidangan, traveler dapat kembali berjalan kaki menuju Kali Besar, tempat menawarkan suasana malam Kota Tua yang memukau dengan gemerlap lampu-lampu cantik yang menghiasi sepanjang jalan dan jembatan, pemandangan lalu lalang bus transJakarta, suasana syahdu kawasan kota tua, melihat gedung-gedung tua, serta keramaian pengunjung yang menambah semarak kawasan ini.

Dengan rute yang mudah dijangkau dan pengalaman yang beragam, one day trip di Kota Tua Jakarta adalah pilihan sempurna untuk mengisi libur natal dan akhir tahun traveler.

Dari suasana menyeramkan di Horror House Kota Tua, berswafoto di magic art 3D kota tua, keindahan seni di Museum Seni Rupa dan Keramik, belajar sejarah di museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahilla) hingga santapan lezat di New Batavia Café, semuanya berpadu menciptakan perjalanan yang tak terlupakan.

Jadi, siapkan sepatu nyaman traveler, ajak orang tersayang, dan nikmati keajaiban Kota Tua dalam sehari!

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Pilihan Lokasi Liburan Long Weekend di Jakarta


Jakarta

Jakarta memiliki banyak pilihan liburan bersama teman dan keluarga. Destinasi wisata ini relatif mudah diakses dengan kendaraan umum, online, atau milik pribadi. Banyaknya pilihan tempat wisata memungkinkan warga Jabodetabek tidak bingung.

10 Lokasi Liburan Long Weekend di Jakarta

Berikut adalah beberapa pilihannya dikutip dari media sosial dan situs tempat wisata.

1. Monas

Warga Jakarta memanfaatkan libur panjang Hari Raya Waisak 2025 dengan berolahraga di Monas. (Taufiq/detikcom)Tugu Monas (Taufiq/detikcom)


Jam buka

Selasa-Minggu: 06.00-16.30, Senin tutup.

Tiket masuk

Tugu Monas

  • Dewasa: Rp 24.000
  • Pelajar/Anak-anak: Rp 6.000
  • Mahasiswa: Rp 13.000.

Ruang Museum, Ruang Kemerdekaan, dan Pelataran

  • Dewasa: Rp 8.000
  • Pelajar/Anak-anak: Rp 3.000
  • Mahasiswa: Rp 5.000.

Harga tiket masuk taman Monas gratis namun ada biaya parkir.

Lokasi

Lapangan Medan Merdeka, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Monumen Nasional (Monas) adalah tugu ikonik setinggi 132 meter yang menjadi simbol Provinsi Jakarta. Spot wisata populer ini terletak di jantung Jakarta dan sangat mudah diakses dengan transportasi umum. detikers yang datang saat weekend berpeluang melihat pertunjukan air mancur menari.

2. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

TMII menjadi salah satu tujuan wisata warga saat liburan akhir tahun. Sejumlah warga mengaku ingin menyaksikan pertunjukan air mancur dan drone 'Tirta Cerita'. (MI Fawdi/detikcom)TMII (MI Fawdi/detikcom)

Jam buka

Setiap hari: 05.00-20.00

Tiket masuk

  • Orang: Rp 25 ribu
  • Mobil: Rp 35 ribu
  • Motor: Rp 25 ribu
  • Sepeda: Rp 10 ribu
  • Bus: Rp 60 ribu
  • Truk: Rp 60 ribu.

Pengunjung akan dikenakan biaya lagi saat masuk museum dan menikmati wahana.

Lokasi

Jl. Taman Mini Indonesia Indah, Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Komplek TMII setia menemani masyarakat Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata sejak 1975. TMII adalah miniatur keanekaragaman budaya Indonesia yang berpadu dengan aneka wahana dan atraksi terkini. Salah satu yang paling dikenal adalah kereta gantung dan tram mover yang telah diperbarui.

3. Dunia Fantasi (Dufan)

Pengunjung menaiki wahana Paralayang di Dunia Fantasi (Dufan), Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (1/4/2025). Sejumlah warga memanfaatkan libur Lebaran 2025 dengan berkunjung ke Dufan yang menyuguhkan sejumlah wanaha dan pertunjukan. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym.Wahana roller coaster Halilintar di Dufan (Sulthony Hasanuddin/nym/Antara)

Jam buka

  • Senin-Jumat: 10.00-17.00
  • Sabtu-Minggu: 10.00-19.00

Tiket masuk

Reguler

  • Senin-Jumat: Rp 260 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 400 ribu
  • Belum termasuk tiket masuk Ancol

Annual Pass

  • Mulai dari Rp 415.000
  • Belum termasuk tiket masuk Ancol

Fast Trax

  • Senin-Jumat: Rp 375 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 500 ribu
  • Belum termasuk tiket masuk Dufan dan Ancol

Premium

  • Senin-Jumat: Rp 650 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 1 juta
  • Sudah termasuk Tiket Masuk Dufan
  • Belum Termasuk Tiket Masuk Ancol.

Lokasi

Jl. Lodan Timur Nomor 7, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Dufan adalah arena yang cocok bagi penyuka adrenalin tinggi. Berbagai wahana di sini memang membutuhkan pengunjung bernyali, misal roller coaster halilintar dan tornado. Dufan sebetulnya ditujukan bagi semua umur, namun bagi keluarga yang membawa anak-anak sebaiknya mencari info terkait wahana di spot wisata ini. Beberapa wahana diperuntukkan bagi remaja dan dewasa, bukan usia anak.

4. Seaworld

Dalam rangka memeriahkan perayaan Imlek, Seaworld Ancol menggelar aksi barongsai dan liong di bawah air. Yuk, intip foto-fotonya.Aksi barongsai di Seaworld, Ancol (Agung Pambudhy)

Jam buka

  • Senin-Jumat: 09.30-16.30
  • Sabtu-Minggu: 09.00-16.30

Tiket masuk

  • Senin-Jumat: Sea World+Ancol Rp 110 ribu
  • Sabtu-Minggu: Sea World+Ancol Rp 130 ribu.

Alamat

Jl. Lodan Timur Nomor 7, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Seaworld menjadi destinasi utama keluarga saat ada hari libur. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan kehidupan laut dengan keragamannya. Salah satu wahana ikonik adalah terowongan antasena yang membuat pengunjung seolah membelah lautan dengan airnya yang biru dan aneka biota. Untuk pertunjukan favorit, salah satunya adalah waktu pemberian makan yang dilakukan tenaga berpengalaman.

5. Taman Margasatwa Ragunan

Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan (Jaksel) pada hari cuti bersama Waisak 2025, Selasa (13/5/2025).Taman Margasatwa Ragunan (Rumondang/detikcom)

Jam buka

  • Selasa-Jumat: 07.00-16.00
  • Sabtu-Minggu: 06.00-16.00

Senin tutup

Tiket masuk

  • Dewasa: Rp 4 ribu
  • anak-anak: Rp 3 ribu

Parkir

  • Bus, truk, mobil box besar: Rp 15 ribu per hari
  • Bus, truk, mobil box kecil, pick up besar: Rp 12.500 per hari
  • Mobil sedan, minibus, pick up kecil: Rp 6 ribu per hari
  • Sepeda motor dan kendaraan roda tiga: Rp 3 ribu per hari
  • Sepeda: Rp 1 ribu per hari.

Pengunjung dikenakan biaya lagi jika ingin menikmati wahana dan pertunjukan.

Lokasi

Jl. RM Harsono Rm Dalam Nomor1, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kebun binatang Ragunan hampir selalu penuh tiap akhir pekan dan di musim liburan. Pengunjung rela antri mulai pagi untuk mendapatkan tiket dan melihat berbagai satwa langka. detikers bisa beli tiket online untuk menghindari antrean. Selama berinteraksi dengan satwa, pengunjung wajib mengikuti instruksi yang tersedia agar tidak ada yang terganggu.

6. Museum Nasional Indonesia

Sejumlah pegunjung melihat koleksi di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Selasa (6/5/2025).Museum Nasional Indonesia (Pradita Utama)

Jam buka

  • Senin-Kamis: 08.00-16.00
  • Jumat-Minggu: 08.00-20.00

Tiket masuk

Wisatawan Domestik

  • Anak-anak (usia 3-12 tahun): Rp 15 ribu per orang
  • Dewasa: Rp 25 ribu per orang

Warga Negara Asing (WNA)

  • Anak-anak dan Dewasa Rp50.000 per orang
  • WNA dengan izin tinggal sementara (KITAS) dikenakan tarif wisatawan domestik dewasa perorangan.

Lokasi

Jl. Medan Merdeka Barat Nomor 12, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Destinasi yang juga dikenal sebagai Museum Gajah ini belakangan sangat diminati wisatawan segala usia. Wisatawan antusias mencoba fitur Mengenal Paras Nusantara yang memungkinkan pengunjung tahu aneka ras dalam dirinya. Pengunjung cukup menghadapkan wajahnya pada layar, kemudian menunggu hasil analisis mesin. Tujuan fitur ini adalah menegaskan keragaman ras dan budaya di Indonesia.

7. Kota Tua

Sejumlah warga tengah mengisi waktu libur Idul Fitri 1446 H di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (2/4/2025).Kawasan Kota Tua, Jakarta (Grandyos Zafna)

Jam buka

  • Lapangan: setiap hari 24 jam
  • Museum, kafe, spot wisata: sesuai kebijakan pengelola

Tiket masuk

Magic Art 3D Museum

  • Dewasa Senin-Jumat: Rp 60 ribu
  • Dewasa Sabtu-Minggu: Rp 80 ribu
  • Anak usia 3-17 tahun Senin-Jumat: Rp 40 ribu
  • Anak usia 3-17 tahun Sabtu-Minggu: Rp 50 ribu.

Museum Fatahillah

  • Pelajar: Rp 2 ribu
  • Mahasiswa: Rp 3 ribu
  • Dewasa: Rp 5 ribu.

Museum Wayang

  • Umum Senin-Jumat: Rp 10 ribu
  • Umum Sabtu-Minggu: Rp 15 ribu
  • Pelajar, mahasiswa, anak: Rp 5 ribu
  • Wisatawan mancanegara: Rp 50 ribu.

Museum Bank Indonesia

  • Individu: Rp 5 ribu bisa gratis untuk pelajar, mahasiswa, dan rombongan yang terverifikasi.

Museum Seni Rupa dan Keramik

  • Umum Selasa-Jumat: Rp 10 ribu
  • Umum Sabtu-Minggu: Rp 15 ribu
  • Pelajar, mahasiswa, anak: Rp 5 ribu
  • Wisatawan mancanegara: Rp 50 ribu.

Kota Tua adalah kawasan pusat kegiatan di masa kolonialisme yang masih dilestarikan hingga kini. Kawasan ini menjadi arena wisata sejarah yang tak pernah sepi pengunjung. Beberapa bangunan masih ada namun dialihfungsikan sesuai kebutuhan pengunjung. detikers yang ingin ke Kota Tua sebaiknya mengunjungi area di sore hari ketika cuaca tidak terlalu panas.

8. Museum MACAN

Adi Sundoro Buka Ruang Seni Anak di Museum MACANAdi Sundoro Buka Ruang Seni Anak di Museum MACAN (Tia Agnes/ detikcom)

Jam buka

  • Selasa-Minggu: 10.00-18.00 akses terakhir jam 17.30, Senin tutup.
  • Musem Macan buka kembali pada Sabtu (24/5/2025) pukul 10.00-18.00.

Tiket masuk

Dewasa

  • Senin-Jumat: Rp 70 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 90 ribu

Pelajar dan mahasiswa

  • Senin-Jumat: Rp 60 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 80 ribu

Lansia usia lebih dari 65 tahun

  • Senin-Jumat: Rp 60 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 80 ribu

Anak usia 3-12 tahun

  • Senin-Jumat: Rp 50 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 70 ribu
  • Anak usia kurang dari 3 tahun: gratis.

Lokasi

AKR Tower Level M, Jl. Panjang Nomor 5, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Museum MACAN menyajikan seni kontemporer dan modern dari Indonesia serta internasional. Koleksi yang disajikan berbeda sehingga selalu menarik dikunjungi setiap saat. Selama di museum pastikan taat pada aturan supaya tidak merusak koleksi dan menjaga kenyamanan pengunjung lain. Sebagai informasi, harga tiket dan koleksi yang bisa dilihat bergantung kebijakan pengelola.

9. Arena Masjid Istiqlal

Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi gelar pameran kebudayaan dan keagamaan di Masjid Istiqlal. Pameran bertajuk Masjid Istiqlal (Rifkianto Nugroho)

Jam buka

Setiap hari: 04.00-22.00

Tiket masuk

Gratis

Lokasi

Jl. Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Masjid Istiqlal adalah wisata religi yang sudah pasti wajib dikunjungi selama di Jakarta. Masjid terbesar di Asia Tenggara ini sangat sejuk dan sangat tepat untuk istirahat serta menunaikan ibadah. Di sini tersedia juga aneka wisata kuliner yang bisa dicicipi pengunjung.

10. Katedral Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Gereja Katedral JakartaGereja Katedral Jakarta (Ari Saputra)

Jam buka

  • Senin-Sabtu: 08.00-20.00, Rabu tutup
  • Minggu: 08.00-15.00

Tiket masuk

Gratis

Lokasi

Jl. Katedral Nomor 7B, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Gereja Katedral Jakarta ini berada tepat di depan Masjid Istiqlal seolah menjadi bukti toleransi masyarakat Indonesia. Katedral tampil dengan pesona neo gotik yang sangat memukau pengunjung. Gereja ini punya banyak jendela, detail bangunan yang kompleks, serta pegangan pintu yang tinggi.

Bagi detikers dan keluarga yang ingin berkunjung, sebaiknya rencanakan perjalanan dengan baik agar tidak terjebak macet dan antri lama. Jangan lupa update info untuk memastikan ketersediaan layanan di lokasi pilihan long weekend di Jakarta.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

8 Spot Healing Dekat Jakarta yang Bisa Dijangkau KRL



Jakarta

Banyak tempat menarik untuk healing di Jakarta yang bisa dijangkau dengan KRL lho. Bisa nih jadi destinasi untuk mengisi waktu weekend atau liburan kamu.

detikTravel telah merangkum, Sabtu (12/7/2025) tempat healing di Jakarta yang dekat dengan stasiun KRL.

1. Kota Tua

Kota Tua Jakarta, Kamis (30/1/2025)Kota Tua Jakarta Foto: Syanti Mustika/detikTravel

Berkunjung ke Kota Tua Jakarta, banyak spot menarik yang bisa kamu kunjungi. Diantaranya Museum Fatahilla, Museum Bank Indonesia, Museum wayang, Museum Bank Mandiri, Museum Bahari, Toko Merah, Kafe Batavia dan lainnya.


Kamu bisa menikmati keindahan dan kemegahan Kota Tua Jakarta dengan transportasi umum yaitu KRL. Turun saja di Stasiun Kota Tua.

2. Jakarta Aquarium

Traveler yang ingin membawa keluarga melihat akuarium indoor dengan ragam satwa lautnya datang saja ke Jaakrta Aquarium. Lokasinya berada di dalam Mall Neo Soho.

Adapun stasiun terdekat dari Jakarta Aquarium adalah Stasiun Palmerah dan Stasiun Grogol. Setelah itu kamu harus naik kendaraan online atau Transjakarta menuju mall.

3. Tebet Eco Park

Adapun stasiun KRL terdekat dari Tebet Eco Park adalah Stasiun Tebet. Taman ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB dan masuknya gratis, namun perlu mendaftar melalui aplikasi JAKI terlebih dahulu.

Banyak kegiatan menarik yang bisa traveler lakukan di sini, diantaranya piknik, olahraga, bermain di ragam fasilitas dan playground, bersantai hingga berburu foto.

4. Ancol

Destinasi populer di Jakarta ini bisa dijangkau dengan KRL. Kamu bisa turun di Stasiun Kampung Bandan yang dekat dengan pintu masuk Ancol. Setelah turun dari stasiun, kamu perlu berjalan sekitar 20 menitan. Atau juga turun di Stasiun Ancol dengan menaiki KRL rute Jakarta Kota-Tanjung Priuk.

5. BXSea

BXsea di dalam Bintaro Jaya Exchange Mall tahap 2BXsea di dalam Bintaro Jaya Exchange Mall 2 Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Destinasi akuarium indoor dalam mall yang bisa kamu jangkau dengan KRL yaitu BXSea yang berada di Tangerang Selatan, berlokasi di Bintaro Jaya Xchange Mall 2. Kamu turun saja di Stasiun Jurangmangu, lalu berjalan saja ke arah mal. Stasiun dan mall terhubung oleh lorong yang nyaman untuk dilewati.

Adapun harga tiketnya mulai Rp 85 ribu.

6. Masjid Istiqlal

Masjid megah kebanggaan Jakarta ini bisa dijangkau dari Stasiun Juanda. Kamu hanya perlu berhjalan keluar dari halte dengan mengikuti arah yang tertera jelas kok di stasiun. Pintu masuk ke Masjid Istiqlah tak jauh dari pintu keluar stasiun.

7. Gelora Bung Karno

Traveler yang ingin bersantai di Hutan Kota atau berolahraga di kawasan Gelora Bung Karno, bisa datang ke sini dengan KRL kok. Adapun stasiun terdekatnya adalah Stasiun Palmerah.

Setelah turun dari stasiun, kamu bisa menaiki Transjakarta kok. Atau jika bersemangat olahraga, bisa jalan kaki dari stasiun sekitar 25-30 menitan.

8. Alun-alun Bogor

Bergeser dari Jakarta, kamu bisa nih mencari yang hijau-hijau di Bogor yang bisa dijangkau dengan KRL. Salah satu tempatnya adalah Alun-alun Bogor.

Kamu bisa turun di Stasiun Bogor, lalu jalan kaki sekitar 300 menit dari pintu keluar stasiun. Lokasi alun-alun tepat berada di depan n Kantor Wali Kota Bogor dan Masjid Agung Kota Bogor.

(sym/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker