Tag Archives: kotor

4 Penyebab Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berkali-kali


Jakarta

Setelah makan, piring dan gelas wajib dicuci sampai bersih. Namun terkadang, bau sisa makanan masih suka menempel di piring walau sudah dicuci berkali-kali.

Secara tampilan, piring dan gelas mungkin terlihat bersih dan kinclong dan siap diletakkan ke lemari makan. Namun jangan terkecoh, sebab piring tersebut belum sepenuhnya bersih karena masih mengeluarkan aroma tak sedap.

Lantas, apa penyebab piring masih bau walau sudah dicuci berkali-kali? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Penyebab Piring Masih Bau Walau Sudah Dicuci

Ada sejumlah hal yang membuat piring tetap bau meski sudah dicuci. Dilansir situs Real Simple, Senin (12/5/2025) berikut penyebabnya:

1. Dishwasher dan Kitchen Sink Kotor

Penyebab yang pertama bisa diakibatkan mesin pencuci piring (dishwasher) sudah kotor. Sebab, bau dari dishwasher bisa menempel di piring meski sudah dicuci.

Maka dari itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

Selain itu, kitchen sink yang kotor juga dapat menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, segera bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

2. Spons Sudah Kotor

Spons digunakan untuk mencuci piring dan gelas yang kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru.

Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau, mungkin dikarenakan spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya cara adalah dengan membeli spons yang baru.

3. Piring Tidak Dicuci dengan Benar

Faktor berikutnya karena piring tidak dicuci dengan benar. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih. Alhasil, masih ada sisa noda makanan yang menempel di permukaan. Hal itulah yang membuat piring mengeluarkan aroma tak sedap.

4. Noda Membandel

Ada sejumlah noda membandel di piring yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu kari atau saus sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang. Jadi, detikers harus mencucinya berulang kali dan pastikan noda sudah hilang.

Cara Menghilangkan Bau di Piring

Bau tak sedap yang menempel di piring tentu bikin kesal. Namun jangan khawatir, berikut sejumlah cara untuk menghilangkan bau di piring:

1. Pakai Air Panas

Air panas diklaim ampuh untuk mengatasi bau tak sedap di piring. Selain itu, air panas juga dapat menghilangkan sisa-sisa minyak dan kotoran yang menempel.

Namun, jangan mengandalkan air panas saja untuk mencuci piring karena bau tak sepenuhnya menghilang. Lakukan pencucian ulang dengan air mengalir dan sabun agar baunya hilang.

2. Pilih Sabun Cuci Piring yang Berkualitas

Mungkin selama ini kamu menggunakan sabun cuci piring yang harganya terjangkau, tapi kualitasnya kurang bagus. Alhasil, piring masih tetap bau meski sudah dicuci berkali-kali.

Salah satu solusinya adalah dengan membeli sabun cuci piring yang berkualitas baik. Baca label produk untuk mengetahui kandungan zat aktif seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang diklaim efektif menghilangkan lemak dan minyak.

3. Simpan Piring dengan Benar

Setelah dicuci, simpan piring di tempat yang aman dan benar. Pastikan piring telah dilap dan disimpan dalam kondisi kering. Sebab, menyimpan piring dalam keadaan masih basah dapat menyebabkan timbulnya jamur dan lumut.

4. Buang Piring yang Retak

Piring yang sudah retak, pecah, atau rusak sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Sebab, retakan pada piring bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang menyebabkan bau.

Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berkali-kali. Semoga bermanfaat!

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Penyebab Muncul Noda Kuning di Kamar Mandi dan Cara Atasinya


Jakarta

Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang perlu dibersihkan secara rutin. Jika tidak, maka bisa muncul noda kuning yang menempel di dinding dan ubin kamar mandi.

Noda tersebut dapat mengganggu pemandangan dan bikin tidak nyaman. Apalagi jika ada tamu yang menggunakan kamar mandi tersebut, tentu mereka akan menilai kamu sebagai pemilik rumah yang jorok.

Sebenarnya, noda kuning di kamar mandi bisa dihilangkan dengan beberapa cara. Namun, penting juga untuk mengetahui penyebab muncul noda tersebut. Agar lebih jelas, simak pembahasannya dalam artikel ini.


Penyebab Muncul Noda Kuning di Kamar Mandi

Noda kuning yang muncul di kamar mandi biasanya terdapat di area dinding dan ubin. Warna noda semakin terlihat jelas jika kamu menggunakan keramik berwarna cerah, seperti putih atau biru.

Dilansir situs Merry Maids, Selasa (20/5/2025), ada beberapa hal yang menyebabkan muncul noda kuning di kamar mandi, yaitu:

1. Kondensasi

Kondensasi merupakan perubahan uap air atau benda gas menjadi benda cair pada suhu udara di bawah titik embun. Hal ini biasanya terjadi setelah kamu mandi air panas.

Ketika uap lembap yang panas bersentuhan dengan dinding kamar mandi yang lebih kering dan dingin, maka dapat terbentuk kondensasi. Seiring waktu, kondensasi yang cukup banyak di dinding akan menyebabkan terbentuknya noda kuning.

2. Kandungan Mineral pada Air

Kandungan mineral pada air ternyata bisa menyebabkan noda kuning di kamar mandi. Saat kondensasi mengering maka endapan mineral dapat tertinggal dan menumpuk seiring waktu.

Biasanya, endapan tersebut membentuk garis-garis putih atau kuning di dinding dan lantai. Jika tidak segera dibersihkan maka dapat membentuk kerak. Namun, setiap wilayah mungkin mengandung kadar mineral yang berbeda-beda, sehingga dampaknya tidak selalu sama.

3. Sisa Sabun atau Sampo yang Menempel

Terkadang, noda kuning yang muncul di kamar mandi bisa disebabkan oleh sisa cairan sabun, sampo, atau pasta gigi yang menempel di dinding. Maka dari itu, bersihkan dinding dari sisa sabun agar tidak menimbulkan noda kuning serta mencegah lantai licin.

Cara Mengatasi Noda Kuning di Kamar Mandi

Jika muncul noda kuning di kamar mandi, jangan bingung dan khawatir. Dikutip dari laman PMA Imperio Ceramic, berikut langkah-langkahnya:

1. Baking Soda

Baking soda dinilai efektif untuk menghilangkan noda kuning di kamar mandi. Berikut cara penggunaannya:

  • Taburkan baking soda secukupnya ke area yang terdapat noda kuning di kamar mandi
  • Biarkan baking soda meresap dan kering. Selama proses ini, kamar mandi sebaiknya tidak digunakan dahulu
  • Jika sudah, bersihkan noda kuning dengan sikat sampai benar-benar hilang
  • Setelah itu, siram dengan air.

2. Cuka dan Lemon

Kombinasi antara cuka dan lemon bisa menjadi solusi alternatif untuk membersihkan noda kuning. Agar tidak salah, simak cara-caranya di bawah ini:

  • Campur 2 sendok makan cuka ke dalam wadah
  • Peras 1 buah jeruk lemon ke dalam wadah, lalu aduk hingga merata
  • Setelah itu, tuang campuran tadi ke dalam botol semprot
  • Bersihkan noda kuning di kamar mandi dengan menyemprotkan cuka dan lemon
  • Gosok menggunakan sikat berbulu hingga bersih
  • Kemudian siram dengan air.

3. Garam Laut

Selain digunakan sebagai bumbu masak, garam laut juga dapat dipakai untuk membersihkan noda kuning. Cara pakainya juga mudah, cukup dengan menaburkan garam laut secukupnya ke area yang terdapat noda, lalu gosok menggunakan sikat sampai bersih. Setelah itu siram dengan air.

4. Cairan Pembersih

Jika noda kuning sulit dihilangkan, maka solusi terakhir adalah dengan menggunakan cairan pembersih yang banyak dijual di pasaran. Sebelum digunakan, pastikan kamu membaca petunjuk pemakaian dan cara penggunaannya. Sebab, zat yang terkandung di dalam cairan pembersih bisa merusak lapisan keramik jika digunakan terlalu banyak.

Itulah penyebab muncul noda kuning di kamar mandi dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Atap Rumah Bisa Berlumut Seiring Waktu, Ini Cara Atasinya


Jakarta

Atap berfungsi untuk melindungi para penghuni dari air hujan dan panas matahari yang menyengat. Namun seiring waktu, atap bisa berlumut karena kondisi udara yang lembap.

Atap rumah yang berlumut dapat mengganggu penampilan sehingga terlihat jelek dan kotor. Jika dibiarkan terus menerus maka lumut bisa merusak material atap itu sendiri.

Salah satu solusi untuk mengatasi atap rumah yang berlumut adalah dengan cara dibersihkan. Namun, ada cara khusus agar lumut di atap rumah bisa hilang dengan efektif.


Lantas, bagaimana cara membersihkan atap yang berlumut? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Penyebab Atap Rumah Berlumut

Selain karena kondisi udara yang lembap, ada sejumlah faktor lain yang menyebabkan lumut bisa tumbuh di atap rumah. Dilansir situs Guardian Roofing, Selasa (20/5/2025) berikut beberapa penyebabnya:

1. Kurang Terpapar Sinar Matahari

Atap rumah yang tidak menghadap ke sinar matahari membuat lumut bisa tumbuh dengan mudah. Apalagi jika kondisi cuaca yang lebih sering hujan, maka lumut bisa menyebar ke seluruh permukaan atap.

2. Debu dan Kotoran

Debu dan kotoran yang menumpuk di atap rumah bisa menjadi tempat bagi lumut untuk tumbuh. Soalnya, debu dan kotoran dapat menjadi sumber yang menyediakan nutrisi yang dibutuhkan lumut untuk berkembang biak.

3. Material Atap Rumah

Material atap rumah yang digunakan juga dapat memengaruhi pertumbuhan lumut. Untuk material atap yang berpori seperti genting tanah liat dapat menyerap dan menahan kelembapan, sehingga lebih rentan terhadap lumut.

4. Drainase yang Buruk

Apabila drainase tidak berfungsi dengan baik, maka lumut dapat dengan mudah tumbuh di atap rumah. Hal ini bisa terjadi karena talang air tersumbat oleh sampah dedaunan atau ranting pohon.

Cara Mengatasi Atap Rumah yang Berlumut

Atap rumah yang berlumut bisa diatasi dengan cara dibersihkan. Namun, detikers perlu hati-hati karena atap rumah akan lebih licin akibat terdapat lumut yang tebal.

Dikutip dari laman Roof Pro, berikut cara membersihkan atap rumah yang berlumut secara mandiri:

1. Siapkan Alat-alat

Sebelum membersihkan lumut di atap rumah, pastikan kamu telah menyiapkan alat-alatnya terlebih dahulu, mulai dari tangga, selang air, dan cairan pembersih.

Langkah yang pertama adalah memasang tangga terlebih dahulu agar kamu bisa mencapai atap rumah. Pastikan tangga dipasang di tanah yang datar agar kamu tidak goyah.

2. Tuang Cairan Pembersih ke Atap

Setelah berada di atap rumah, kamu bisa mencampur cairan pembersih dengan air ke dalam wadah. Setelah itu, siram ke bagian atap yang terdapat lumut secara menyeluruh.

3. Biarkan Cairan Pembersih Menyerap

Setelah menyiram bagian atap rumah yang berlumut, diamkan selama 30 menit agar cairan dapat bekerja mengangkat lumut secara menyeluruh. Kemudian, bersihkan atap dari lumut menggunakan sikat secara perlahan.

4. Bilas Atap dengan Air

Langkah berikutnya adalah dengan membilas atap rumah dengan air. Siapkan selang yang panjang agar bisa menjangkau sudut-sudut atap rumah.

Sebaiknya, bilas bagian atas atap rumah terlebih dulu dan dilanjutkan ke bagian bawah. Biarkan air mengalir secara perlahan dan masuk ke talang air. Sebagai catatan, hindari menggunakan air bertekanan tinggi karena berisiko merusak genteng.

Itulah empat penyebab dan cara mengatasi atap rumah yang berlumut. Semoga bermanfaat!

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

7 Cara Ampuh Bersihkan Noda Minyak di Dinding Dapur


Jakarta

Dapur merupakan salah satu area di dalam rumah yang mudah kotor. Apalagi jika detikers gemar memasak dengan minyak yang banyak, bisa saja minyak meletup dan menempel di dinding dapur.

Apabila dinding dapur tidak dilapisi dengan keramik, maka noda minyak sangat mudah menempel di dinding. Selain terlihat kotor, jika tidak segera dibersihkan maka bisa menimbulkan jamur.

Ada sejumlah cara mudah untuk membersihkan noda minyak yang menempel di dinding dapur. Bagaimana caranya? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


Cara Bersihkan Noda Minyak di Dinding Dapur

Jika terdapat banyak noda minyak yang menempel di dinding dapur, jangan khawatir. Sebab, ada beberapa cara mudah untuk membersihkannya.

Dilansir situs Teka Cleaning dan How Stuff Works, berikut cara ampuh bersihkan noda minyak pada dinding dapur:

1. Tepung

Jika kamu sedang memasak dan minyak meletup mengenai dinding dapur, segera bersihkan dengan tepung. Cukup dengan menaburkan ke titik-titik yang terdapat noda minyak, lalu diamkan selama 5-10 menit agar tepung menyerap minyak. Setelah itu, bersihkan sisa tepung dengan lap kering.

Sebagai catatan, cara ini hanya berhasil jika noda minyak belum kering atau masih basah.

2. Baking Soda

Apabila noda minyak sudah mengering, kamu tetap bisa membersihkannya dengan baking soda. Sebab, soda kue dapat ampuh melarutkan lemak tanpa merusak permukaan yang dibersihkan.

Untuk menghilangkan noda minyak di dinding, cukup campurkan 3 sendok makan soda kue dengan 1 gelas air ke dalam wadah. Setelah itu, gunakan spons untuk menggosok noda lemak di dinding secara perlahan.

3. Sabun Cuci Piring

Sabun cuci piring juga bisa digunakan untuk membersihkan noda minyak pada dinding. Caranya juga mudah, cukup teteskan sabun ke titik-titik yang terdapat noda, lalu diamkan sekitar 30 menit. Setelah itu, bersihkan dinding dengan air bersih dan keringkan menggunakan kain lap.

4. Garam dan Sabun Cuci Piring

Agar lebih ampuh membersihkan noda minyak, kamu bisa mengkombinasikan garam dan sabun cuci piring. Untuk cara pakainya, campurkan sekitar 2-3 sendok makan garam dan sabun cuci piring secukupnya ke dalam wadah, lalu aduk hingga merata sampai berbusa.

Setelah itu, gosok cairan tersebut ke dinding yang penuh noda minyak dengan spons sampai bersih. Setelah itu, bilas dengan air dan keringkan menggunakan kain lap.

5. Cuka

Cara berikutnya adalah menggunakan cuka. Bahan ini dinilai ampuh untuk membersihkan noda minyak yang membandel pada dinding. Sebab, asam pada cuka dapat melarutkan minyak yang sudah mengering, sehingga dapat digosok dengan spons.

Cara pakainya cukup dengan menuangkan cuka putih di area yang penuh noda minyak, lalu diamkan sekitar 5 menit agar cuka meresap. Setelah itu, gosok dengan spons lembut agar noda menghilang.

6. Jeruk Lemon

Selain dijadikan minuman segar, jeruk lemon juga disebut ampuh menghilangkan noda di dinding dapur. Cukup menggunakan air jeruk lemon yang dituang ke dalam botol spray, lalu semprotkan ke titik yang penuh noda minyak. Diamkan selama beberapa menit dan lap menggunakan kain hingga kering.

7. Cuka dan Baking Soda

Perpaduan cuka dan baking soda juga bisa dipilih untuk membersihkan noda minyak. Soalnya, kedua bahan itu dapat memecah residu minyak yang menempel pada dinding sehingga lebih mudah dibersihkan.

Cukup campurkan cuka dan baking soda ke dalam wadah dan aduk hingga merata, lalu oleskan pada dinding yang terdapat noda minyak dan diamkan selama beberapa menit. Setelah itu, gosok dengan spons dan bilas dengan air sampai bersih.

Demikian tujuh cara ampuh bersihkan noda minyak pada dinding dapur. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

3 Kebiasaan yang Bikin Barang di Dapur Tetap Kotor Meski Sudah Dibersihkan


Jakarta

Membersihkan perangkat memasak di dapur dan perlengkapan makan dengan dicuci ternyata nggak menjamin kebersihannya. Kuman dan bakteri tetap bisa menempel pada barang-barang tersebut dan membuatnya tidak higienis.

Hal ini biasanya disebabkan karena kebiasaan-kebiasaan yang salah ketika membersihkan atau menyimpan barang tersebut. Dilansir Food Network, berikut beberapa kebiasaan yang dapat membuat perlengkapan makan dan dapur tetap kotor meski sudah dibersihkan.

1. Membersihkan Blender Asal-asalan

Blender yang dicuci dengan asal-asalan kebanyakan tidak akan bersih dan higienis. Menurut Studi Kuman Rumah Tangga Internasional NSF pada 2013 lalu, menemukan bahwa blender yang dibersihkan secara asal-asalan ternyata menyisakan jejak salmonella sekitar 36 persen dan 43 persen di antaranya meninggalkan jamur atau ragi.


Cara yang benar untuk membersihkan blender adalah dengan membuka semua komponen bagian atas yakni wadah bumbu, bilah tajam, dan badannya. Bilas blender dengan air panas yang sudah dicampur dengan sabun. Setelah itu cuci dengan sabun seperti mencuci piring biasa. Bilas lagi dengan air hangat. Tunggu hingga kering dan pasang semua komponen seperti semula sebelum disimpan di tempat yang bersih.

2. Meletakkan Gelas Terbalik

Banyak orang berfikir apabila meletakkan gelas dengan kondisi terbalik justru mencegah benda tersebut terkontaminasi dari debu dan bakteri. Ternyata kenyataannya justru sebaliknya.

Bagian atas gelas merupakan area yang rapuh sehingga ketika diletakkan terbalik bagian atas akan menanggung beban di atasnya. Khawatirnya bagian atas bisa retak karena tidak sekuat bagian bawah. Sebaiknya letakkan gelas seperti ketika menggunakannya. Untuk memastikan kebersihannya, tutup bagian atas agar debu dan bakteri tidak ada yang menempel.

3. Menaruh Pisau Bersih di Blok Kayu

Saat ini terdapat inovasi tempat penyimpanan kayu yang dari segi penampilan aman dan rapih yakni blok kayu berlubang. Namun, model penyimpanan seperti ini tidak disarankan karena blok kayu tersebut terbuka dan mudah terkontaminasi bakteri dan jamur.

Jika tetap ingin memaki blok kayu, pilih yang tertutup. Selain itu, sering bersihkan blok tersebut dengan menggunakan air sabun hangat, dan gunakan sikat kecil untuk menggosok slotnya. Bilas dengan air dingin. Lalu, bersihkan dengan campuran air dan pemutih.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

7 Noda Membandel Ini Bisa Hilang Cuma Pakai Garam Dapur


Jakarta

Garam kerap digunakan sebagai bumbu penambah rasa asin dan gurih pada masakan. Ternyata fungsi garam bisa lebih daripada itu, bumbu satu ini banyak dipakai sebagai bahan pembersih noda membandel di rumah.

Untuk membersihkan noda, suatu bahan pembersih perlu memiliki zat abrasif. Garam memiliki zat tersebut tetapi kekuatannya tidak keras hingga tidak sampai menyebabkan kerusakan pada benda-benda sehingga untuk sekadar membersihkan noda, garam aman untuk dipakai.

Selain itu, garam juga memiliki zat disinfektan alami dan mampu menyerap bau serta kelembapan pada sebuah ruangan. Daya kerja garam dapat lebih maksimal apabila dicampur dengan bahan pembersih lainnya seperti cuka dan soda kue.


Lantas noda di lokasi mana saja yang bisa dibersihkan dengan garam? Dilansir CNET, berikut daftarnya.

1. Setrika yang Gosong

Setiap setrika pasti pernah mengalami lapisan besi bagian bawah terasa kasar atau lengket. Biasanya ini disebabkan bagian yang panas bertemu dengan bahan yang mudah meleleh sehingga lilin tersebut menempel pada permukaan setrika.

Ternyata hal tersebut dapat diatasi dengan menaburkan sedikit garam ke koran. Kemudian, setrika permukaan koran berisi garam tersebut beberapa kali saat suhunya sedang tinggi. Nantinya permukaan setrika dapat kembali licin dan bersih.

2. Noda Air Sadah

Air sadah adalah air yang memiliki kandungan mineral tinggi, seperti ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Air ini tidak baik digunakan karena dapat menyebabkan noda pada permukaan yang terkena percikan karena kandungan mineral tersebut dapat menumpuk membentuk noda putih.

Untuk menghilangkan noda ini bisa dengan mencampurkan air secukupnya ke dalam seperempat cangkir garam. Kemudian, menggosok noda menggunakan cairan tersebut.

3. Alat Pembuat Kopi

Mesin kopi atau alat lain pembuat kopi biasanya memiliki bekas noda warna dari kopi pada bagian dalam wadahnya. Noda tersebut bisa dihilangkan dengan mudah menggunakan air dan empat sendok makan garam.

Cara membersihkannya bukan diaduk atau dikocok, melainkan nyalakan mesin pembuat kopi tersebut yang telah dimasukkan campuran air dan garam. Apabila air yang keluar bersih, berarti alat pembuat kopi berhasil dibersihkan. Jadi ingat, untuk membersihkan noda warna tidak perlu digosok atau dicuci dengan sabun pencuci piring.

4. Noda Minyak di Pakaian

Noda minyak biasanya menimbulkan warna kekuningan pada permukaan kain. Noda ini tidak bisa dibersihkan dengan air, perlu ada zat yang lebih abrasif untuk menghilangkan noda minyak yakni garam.

Cara membersihkannya dengan mencampurkan satu sendok garam dan empat sendok alcohol. Lalu, gosok ke noda. Cara ini juga ampuh untuk menghilangkan noda minyak atau lemak pada pakaian. Untuk pakaian, taburi noda dengan garam. Garam menyerap minyak atau lemak sehingga pakaian dapat dibersihkan dengan lebih mudah.

5. Saluran Pembuangan Air

Saluran pembuangan air di dalam rumah biasanya berbentuk kecil seperti lubang wastafel sehingga sering terjadi sumbatan.

Masalah ini dapat diatasi dengan menuangkan 1 cangkir garam yang dicampur dengan setengah cangkir cuka putih, dan 1 cangkir soda kue. Lalu dibuang ke saluran pembuangan yang tersumbat. Diamkan selama 10 menit, lalu tuangkan setengah galon air mendidih ke saluran pembuangan, diikuti dengan air panas dari keran.

6. Noda di Kompor

Noda minyak di kompor dapat cepat hilang dengan menggunakan taburan garam dan air panas.

7. Talenan Kayu yang Kotor

Talenan kayu kerap sulit dibersihkan karena rentan terkena air, lembap, dan terlalu banyak rongga sehingga banyak sisa noda dan kotoran yang susah dibersihkan.

Namun, talenan kayu bisa kembali seperti baru apabila membersihkannya memakai garam dan lemon. Potong lemon menjadi dua dan celupkan ke dalam garam. Gosok talenan dengan sisi lemon yang dipotong lalu bilas. Talenan akan tampak bersih dan harum ketika dipakai.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Kok Bisa Toren Air Berlumut? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


Jakarta

Hampir setiap rumah memiliki toren air. Disebut juga tandon air, benda ini berfungsi sebagai wadah menyimpan air bersih. Jika rumah mati lampu dan tak bisa mengalirkan air, maka toren air bisa jadi penyelamat.

Namun, sering kali ditemukan toren air yang berlumut. Alhasil, ketika digunakan air yang keluar justru menjadi kotor dan berwarna hijau akibat lumut.

Kondisi ini tentu bikin kesal karena air tersebut otomatis tak bisa digunakan lagi untuk mandi dan mencuci. Lantas, apa yang menyebabkan toren air jadi berlumut? Simak dalam artikel ini.


Penyebab Toren Air Berlumut

Munculnya lumut di dalam toren air bukan tanpa sebab. Dikutip dari catatan detikProperti, berikut penyebab toren air jadi berlumut:

1. Sinar Matahari

Pada umumnya, masyarakat menempatkan toren air di bawah sinar matahari langsung. Ternyata, paparan sinar matahari justru menyebabkan lumut bisa tumbuh di dalam toren.

2. Air Baku yang Kotor

Apabila air yang digunakan untuk mengisi toren kualitasnya kotor atau keruh, alhasil lumut bisa tumbuh di dalamnya. Sebab, air kotor mengandung jamur sehingga lumut dapat tumbuh lebih cepat.

3. Udara Lembap

Udara lembap di dalam toren air juga bisa menyebabkan tumbuhnya lumut. Apalagi jika posisi toren air terpapar langsung sinar matahari, maka lumut semakin cepat tumbuh.

Cara Atasi Toren Air Berlumut

Meski toren air di rumah berlumut, sebenarnya masih bisa diatasi dengan berbagai cara. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

1. Tutup Toren dengan Rapat

Tips yang pertama adalah memastikan toren air sudah ditutup secara rapat. Jika tidak, sinar matahari bisa masuk ke dalam toren dan alhasil menyebabkan munculnya lumut.

2. Pasang Pelindung Toren

Posisi toren air di ruang terbuka menyebabkan gampang terpapar sinar matahari, sehingga lumut dapat muncul. Apabila ingin menempatkan toren di luar ruangan, sebaiknya pasang pelindung seperti atap agar tidak terpapar cahaya matahari langsung.

3. Kuras Toren Secara Rutin

Air bersih yang terisi di dalam toren bisa saja menjadi keruh karena partikel tanah yang ikut terbawa saat memompa air. Maka dari itu, sebaiknya kamu rutin menguras toren air untuk mencegah lumut dapat tumbuh.

Disarankan untuk menguras tandon enam bulan sekali. Jika lumut tumbuh lebih cepat, maka kamu bisa menguras tandon minimal 3-4 bulan sekali.

4. Pilih Toren Berwarna Gelap

Tips yang terakhir adalah dengan memilih toren berwarna gelap. Soalnya, tandon air berwarna cerah justru memudahkan cahaya matahari masuk ke dalam. Seiring waktu, lumut dapat tumbuh hingga memenuhi toren.

Apabila sudah terlanjur memiliki toren air berwarna cerah, kamu bisa mengecatnya dengan warna gelap. Pastikan mengecat toren ke seluruh permukaan agar menegah cahaya masuk ke dalam.

Itulah penyebab toren air berlumut dan cara mengatasinya. Semoga membantu detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

4 Penyebab Cacing Muncul di Kamar Mandi dan Cara Atasinya


Jakarta

Cacing merupakan salah satu hewan melata yang bisa muncul di berbagai tempat, salah satunya di dalam kamar mandi. Sebagian orang merasa geli dan takut dengan kehadiran cacing karena khawatir bisa masuk ke dalam tubuh.

Ada sejumlah penyebab mengapa cacing bisa muncul di kamar mandi, salah satunya karena kondisi kamar mandi yang lembap dan basah. Kondisi itu jadi tempat yang cocok bagi hewan melata tersebut untuk berkembang biak.

Namun jangan khawatir, ada beberapa cara ampuh untuk mengatasi cacing di kamar mandi. Bagaimana caranya? Simak tipsnya dalam artikel ini.


Penyebab Cacing Muncul di Kamar Mandi

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan cacing bisa muncul di kamar mandi rumah. Dikutip dari DIY Home Comfort, Minggu (8/6/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

1. Pipa Air Bocor

Faktor yang pertama karena terjadi kebocoran pipa air. Hal itu menyebabkan kamar mandi sangat lembap sehingga jadi tempat ideal bagi cacing untuk tumbuh. Sayangnya, kebocoran pipa air sering tidak terlihat seperti di balik dinding atau di bawah atap.

2. Drainase Buruk

Kondisi drainase di rumah yang buruk juga bisa menyebabkan cacing muncul di kamar mandi. Hewan ini bisa masuk lewat saluran pembuangan yang mampet atau kotor.

3. Kamar Mandi Kotor

Selain karena drainase yang buruk, kondisi kamar mandi yang kotor juga menjadi tempat yang disenangi cacing. Bahkan, kotoran hingga jamur bisa tumbuh di kamar mandi sehingga membahayakan kesehatan penghuni.

4. Suhu Lembap di Kamar Mandi

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kondisi lembap pada kamar mandi juga bisa menyebabkan cacing bermunculan. Ventilasi udara yang buruk membuat toilet jadi lembap secara terus-menerus, sehingga jadi tempat yang cocok bagi cacing berkembang biak.

Cara Ampuh Mengatasi Cacing di Kamar Mandi

Jika menemukan cacing di kamar mandi, jangan panik dan khawatir. Ada sejumlah cara ampuh untuk membasmi hewan tersebut. Simak beberapa tipsnya di bawah ini:

1. Cairan Pemutih

Cara yang pertama adalah menggunakan cairan pemutih. Zat kimia tersebut dapat membunuh telur dan juga cacing-cacing yang bersembunyi di kamar mandi. Untuk cara pakainya, kamu bisa menuangkan cairan pemutih ke saluran air atau sela-sela di kamar mandi yang jadi tempat bersembunyi cacing.

2. Baking Soda dan Cuka Putih

Kombinasi baking soda dan cuka putih dinilai ampuh untuk membasmi cacing di kamar mandi. Untuk cara pakainya, campurkan baking soda dan cuka putih dengan perbandingan 50:50, lalu tuang air secukupnya dan aduk hingga merata.

Jika sudah tercampur rata, siram cairan tersebut ke area yang terdapat cacing dan saluran pembuangan air di kamar mandi.

3. Garam dan Air Sabun Mandi

Cara berikutnya adalah dengan menggunakan garam dan sabun mandi. Campurkan 500 gr garam dengan 5 liter air sabun mandi, setelah itu kocok hingga merata.

Kemudian siram air tersebut pada dinding, lantai, dan saluran pembuangan air di kamar mandi. Jangan lupa untuk menyikat kamar mandi dan siram kembali dengan air bersih.

Itulah empat penyebab cacing bisa muncul di kamar mandi dan cara ampuh untuk mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Penyebab Air di Rumah Bau dan Kotor Serta Cara Mengatasinya


Jakarta

Air sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Apabila air di rumah terlihat keruh dan mengeluarkan aroma tak sedap, tentu hal ini bikin jengkel.

Sebab, air akan digunakan untuk mencuci baju, mandi, hingga mencuci peralatan makan. Apabila air yang digunakan kotor dan bau tentu tidak bisa digunakan.

Sebenarnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan air di rumah jadi kotor dan bau, salah satunya bisa disebabkan kandungan klorin pada air yang terlalu tinggi.


Selain itu, masih ada penyebab lain yang membuat air di rumah menjadi kotor dan bau. Bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Penyebab Air di Rumah Bau dan Kotor

Ada sejumlah faktor yang membuat air di rumah menjadi bau dan kotor sehingga tak bisa digunakan. Dikutip dari Better Homes & Gardens dan Clean Water Store, Senin (16/6/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

1. Kandungan Klorin yang Tinggi

Klorin bisa jadi salah satu penyebab air di rumah jadi batu dan keruh. Klorin sebenarnya terdapat dalam persediaan air pada tingkat sekitar 0,2 sampai 2 part per million (ppm). Namun dalam sejumlah kasus, tingkat klorin bisa menyentuh 5 ppm yang dapat menyebabkan bau klorin ringan.

Senyawa klorin memiliki sifat oksidasi yang kuat sehingga efektif dalam membunuh bakteri. Pada umumnya, bau klorin dapat hilang secara alami dalam beberapa menit setelah air terkena udara.

2. Kandungan Besi dan Mangan Tinggi

Kadar zat besi dan mangan juga bisa ditemukan dalam air. Umumnya, kandungan besi dalam air maksimal di angka 0,3 mg/L atau 0,3 ppm. Jika kandungan besi melebihi angka tersebut, maka air dapat berubah warna menjadi merah, cokelat, atau kuning.

Mangan juga merupakan logam yang dapat ditemukan pada air. Mangan berasal dari tanah dan bebatuan di sekitar sumur, sedangkan besi berasal dari kerak bumi.

Kandungan mangan yang tinggi pada air bisa meninggalkan noda berwarna cokelat atau teh pada peralatan makan dan pakaian. Air yang terkontaminasi mangan tinggi dapat menciptakan rasa pahit.

3. Tumbuh Bakteri di Saluran Air

Air di rumah juga bisa mengeluarkan aroma tak sedap seperti bau belerang atau telur busuk. Hal ini dapat terjadi karena bakteri yang tumbuh di dalam saluran air, baik pemanas air maupun saluran pembuangan.

Munculnya bakteri di saluran air bisa disebabkan oleh derajat keasaman atau pH yang terlalu rendah, yakni di bawah 6,5. Kondisi itu dapat melarutkan mineral seperti zat besi sehingga menimbulkan bau dan rasa yang tak sedap.

Bakteri seperti Gallionella dan Leptothrix dapat memanfaatkan besi di air untuk metabolisme. Alhasil, kandungan air semakin kotor dan tidak sehat untuk digunakan.

4. Sumber Air Memang Kotor

Apabila tidak ditemukan pipa yang rusak atau kotor, bisa jadi masalahnya datang dari sumber air di rumah yang tidak bagus. Meskipun sudah menggali sumur air lebih dalam tetapi air yang keluar tetap kotor dan berlumpur.

Tips Mengatasi Air di Rumah yang Bau dan Kotor

Masalah air di rumah yang bau dan kotor tidak bisa dianggap sepele. Sebab, air sangat dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Dikutip dari Artisanal Water, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi air yang kotor dan bau. Berikut caranya:

1. Pasang Filter Air

Tips yang pertama adalah memasang filter air untuk menyaring kandungan besi. Sebaiknya pilih alat filter yang sesuai untuk mengatasi masalah spesifik, seperti bau besi dan keruh.

2. Tawas

Salah satu bahan yang disebut efektif mengatasi air yang bau dan kotor adalah tawas. Bahan ini merupakan garam rangkap sulfat dan aluminium sulfat.

Cara pakainya cukup melarutkan tawas yang sudah dihaluskan ke penampungan air sebanyak 500 gram hingga 1 Kg. Namun, perlu diperhatikan jika tawas bisa menimbulkan efek samping seperti mual, sakit kepala, gangguan ginjal, dan masalah kesehatan lainnya jika dikonsumsi.

3. Ijuk (Serat Pepohonan)

Kamu bisa menggunakan bahan-bahan alami seperti ijuk untuk mengatasi air yang kotor. Perlu dicatat, langkah ini tak langsung berhasil secara instan sehingga perlu menunggu beberapa waktu.

Penggunaan ijuk sebagai filter air dapat dilakukan dengan cara membuat setumpuk ijuk yang diikat terlebih dahulu, lalu dimasukkan ke dalam sumur air. Apabila ijuk mengapung maka perlu diberi pemberat agar bisa masuk ke dalam air.

4. Merawat Pipa Air

Merawat pipa air secara berkala dapat mencegah air di rumah jadi bau dan kotor. Apabila pipa sudah berkarat maka segera ganti dengan yang baru. Sebaiknya pilih pipa yang tahan korosi seperti PVC untuk meminimalisir masalah serupa di kemudian hari.

Itulah penyebab air di rumah menjadi bau dan kotor serta cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Ini 3 Cara Bersihkan Karpet dengan Mudah dan Tepat


Jakarta

Memasang karpet di ruang tamu dapat memberikan kehangatan dan kenyamanan, tak hanya untuk pemilik rumah tapi juga bagi tamu yang datang. Warna dan pola karpet yang bagus juga membuat ruang tamu jadi terlihat lebih estetis.

Namun seiring penggunaan karpet bisa jadi kotor dan berdebu. Jika tidak segera dibersihkan karpet akan terlihat dekil, bahkan membuat penghuni merasa tidak nyaman seperti muncul gatal hingga bau tak sedap.

Untuk mengatasi hal tersebut maka karpet harus dibersihkan secara rutin. Tak harus membawanya ke laundry karena kamu dapat membersihkan karpet sendiri di rumah dengan mudah.


Lantas, bagaimana cara membersihkan karpet ruang tamu dengan mudah dan benar? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Cara Membersihkan Karpet dengan Tepat

Ada sejumlah cara mudah dan tepat dalam membersihkan karpet di rumah. Dikutip dari The Spruce, Jumat (20/6/2025), berikut tips-tips membersihkan karpet dengan benar:

1. Sedot Debu dengan Vacuum Cleaner

Langkah yang pertama adalah dengan mengangkat seluruh kotoran dan debu di karpet memakai vacuum cleaner. Namun, jika detikers tidak punya alat tersebut masih bisa memakai sapu.

Agar seluruh kotoran dapat terangkat maksimal, pindahkan barang-barang atau furniture yang ada di atas karpet. Lalu pilih daya hisap yang paling kuat agar semua debu dapat tersedot ke dalam vacuum cleaner.

Saat menggunakan vacuum cleaner, pastikan kamu menyedot debu secara perlahan. Selain seluruh kotoran dapat terangkat, cara ini juga untuk menjaga bulu karpet agar tidak rusak.

2. Bersihkan Noda Membandel

Apabila ditemukan ada sisa-sisa noda di karpet, sebaiknya segera dibersihkan agar tidak menempel. Untuk membersihkan noda air dapat menggunakan tisu atau kain. Jika noda yang menempel adalah lumpur, kamu dapat membersihkannya dengan ujung kartu atau pisau tumpul.

3. Membersihkan Karpet dengan Bahan Alami

Jika seluruh noda dan debu telah terangkat, tahap selanjutnya adalah dengan membersihkan karpet pakai sejumlah bahan alami, yaitu:

a. Cuka

  • Campurkan cuka dan air dingin dengan komposisi 1:3, lalu tuang ke botol semprot
  • Semprotkan cairan tersebut pada karpet hingga lembap
  • Tunggu selama 5 menit hingga cairan dapat meresap ke karpet
  • Untuk menghilangkan sisa kotoran, gosok karpet secara perlahan dengan kain microfiber
  • Setelah itu, keringkan karpet di bawah sinar matahari atau bisa pakai kipas angin.

b. Garam dan Baking Soda

  • Campurkan baking soda dengan garam dengan komposisi 1:1 ke dalam wadah
  • Taburkan campuran tersebut ke karpet secara merata
  • Lalu semprot karpet dengan air hingga lembap
  • Kamu bisa menggosok karpet pakai sikat halus atau kain microfiber untuk mengangkat sisa kotoran
  • Setelah itu, keringkan karpet di bawah sinar matahari atau pakai kipas angin.

c. Uap

  • Campurkan baking soda dengan garam dengan komposisi 1:1 ke dalam wadah
  • Taburkan campuran tersebut ke karpet secara merata
  • Kemudian pakai setrika uap dan pastikan karpet lembap
  • Lalu, gunakan handuk atau kain microfiber untuk menyerap sisa-sisa kotoran yang menempel
  • Setelah itu, keringkan karpet di bawah sinar matahari atau pakai kipas angin.

Demikian tiga cara membersihkan karpet dengan mudah dan tepat. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com