Tag Archives: kramat

Nikmat Mana Lagi yang Kau Dustakan, Secangkir Kopi dan Gorengan di Taman Ayodya



Jakarta

Sore hari selepas beraktivitas seharian, duduk santai menatap pepohonan nan hijau menjadi nikmat tersendiri. Tidak perlu pergi jauh, nyamannya duduk-duduk di Taman Ayodya.

Taman Ayodya atau dikenal Taman Barito berada di Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Untuk memasukinya, traveler tak perlu mengeluarkan kocek yang besar. Cukup Rp 2.000 untuk bayar parkir dan membeli jajanan yang dijual di pinggiran taman.

Petugas keamanan Taman Ayodya, Burhanudin, mengatakan tak perlu uang besar untuk nongkrong dan bersantai-santai di taman ini. Traveler hanya cukup dengan gorengan dan segelas kopi atau minuman segar sebagai pendampingnya.


“Nongkrong di sini mah nggak perlu mahal-mahal, cukup kopi sama gorengan aja udah pas,” kata dia saat dijumpai detikTravel, Selasa (23/7/2024).

Taman yang kurang lebih luasnya 8.000 meter persegi ini di tengahnya terdapat kolam dengan air mancur yang beroperasi setiap dua jam sekali, mulai dari jam 07.00 sampai 16.00 WIB. Di pinggiran kolam juga kerap dijadikan spot untuk anak-anak memberi makan ikan.

Burhanudin juga menyampaikan perbedaan Taman Ayodia dan taman lainnya di Jakarta, jika taman yang lain ramai pengunjung saat pagi dan sore, maka Taman Ayodia akan ramai ketika sore dan malam. Walaupun sebetulnya jam operasional taman ini mulai dari jam 06.00 hingga 18.00 WIB, tapi biasanya pengunjung nongkrong hingga jam 21.00 WIB.

Hal tersebut salah satunya karena dekat dengan pusat keramaian dan tempat nongkrong anak muda. Burhanudin pun beberapa waktu ke belakang kerap memberitahu bahwa waktu berkunjung ke taman sudah usai, namun pemberitahuan itu tidak mempan.

Pada akhirnya petugas mengimbau kepada pengunjung yang ingin menikmati Taman Ayodia ini untuk tertib dan tidak melanggar aturan yang sudah tertera. Dan untungnya selama ia berjaga di sini, pengunjung yang datang ke taman hingga malam hari selalu mematuhi peraturan taman.

“Jadi pengunjung-pengunjung lama kita juga udah saling memahami gitu tertib,” ujarnya.

Banyaknya bangku-bangku juga membuat taman ini cocok dinikmati untuk bersantai-santai, adapun pengunjung yang duduk di rerumputan atau beton pinggir kolam. Cuaca sore hari yang terik mataharinya sudah redup membuat nongkrong di Taman Ayodia semakin sejuk.

Selain pengunjung anak muda, keluarga yang mengajak anaknya bermain ke Taman Ayodia pun cukup banyak. Di antaranya Puput, ia bersama suami dan anaknya memilih menikmati sore di taman ini karena suasana yang asri.

“Sering juga ke sini tapi sekarang kebetulan lagi ngajak anak main, kayak lebih seru aja buat ke taman dibanding ke tempat-tempat lain dan suasananya juga asri masih banyak pohon,” kata dia.

“Mungkin harus ditambah lagi kaya tempat bermain anak karena sekarang anak-anak yang nyari tempat bermain ke taman, bisa buat edukasi juga,” dia menambahkan.

Memang di Taman Ayodia ini tak ada wahana bermain untuk anak-anak, fasilitas yang ada di taman ini yakni beberapa alat kebugaran. Taman Ayodia juga cocok untuk olahraga sore ataupun pagi karena selain terdapat beberapa alat kebugaran juga ada track untuk jogging atau jalan santai.

Jika perut keroncongan pun tak perlu khawatir untuk mencari cemilan atau makanan berat sekaligus karena sekitaran Jalan Barito ini terkenal dengan sentra kuliner hits, ada ketan susu, nasi telur hingga sate taichan bisa jadi pilihannya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Panduan ke Pasar Barang Bekas Jatinegara, Cari Apa Aja Ada


Jakarta

Pasar barang bekas Jatinegara lebih dikenal dengan sebutan Pasar Jembatan Item. Pasar loak ini adalah surga bagi para pencari barang lawas, mulai dari barang kebutuhan hingga sekadar koleksi.

Jika belum pernah ke sana, simak dulu panduannya sebelum datang ke sana, mulai dari barang apa saja yang dijual, lokasi, cara menuju ke sana, dan jam bukanya. Berikut ulasannya yang dirangkum dari catatan detikcom dan berbagai sumber.

Barang yang Dijual di Pasar Barang Bekas Jatinegara?

Barang bekas tak selalu identik dengan sesuatu yang tak terpakai. Di Jakarta ada beberapa pasar loak yang cukup populer. Berikut dua diantaranya.Di Pasar Jembatan Item Jatinegara dan Kebayoran Lama inilah lumayan sudah tersohor dan sellau jadi pilihan warga Ibu Kota berbelanja. Nggak semua barang bekas itu tak terpakai, ada juga kok barang bekas yang masih memiliki nilai ekonomi.Pasar barang bekas. (Agung Pambudhy/detikcom)

Pasar barang bekas Jatinegara atau Pasar Jembatan Item menyediakan berbagai jenis barang. Sebetulnya tidak hanya barang bekas, banyak barang baru yang dijual di sana.


Berikut ini beberapa macam barang yang bisa ditemukan di pasar barang bekas Jatinegara:

  • Barang elektronik: HP, speaker, earphone, vacuum cleaner
  • Peralatan rumah tangga: kompor gas, ember, alat memasak, jebakan tikus
  • Fashion: sepatu, pakaian, jam tangan, cincin akik
  • Pernak-pernik rumah: lukisan, lampu hias, guci, patung, jam dinding, barang antik
  • Barang koleksi: kaset, buku, uang kuno
  • Otomotif: spare part, jok, ban, aksesoris kendaraan
  • Mainan anak dan sebagainya.

Lokasi dan Jam Buka Pasar Barang Bekas Jatinegara

Barang bekas tak selalu identik dengan sesuatu yang tak terpakai. Di Jakarta ada beberapa pasar loak yang cukup populer. Berikut dua diantaranya.Di Pasar Jembatan Item Jatinegara dan Kebayoran Lama inilah lumayan sudah tersohor dan sellau jadi pilihan warga Ibu Kota berbelanja. Nggak semua barang bekas itu tak terpakai, ada juga kok barang bekas yang masih memiliki nilai ekonomi.Barang-barang unik di Pasar Jatinegara (Agung Pambudhy/detikcom)

Lokasi Pasar barang bekas Jatinegara atau Pasar Jembatan Item adalah di Jalan Bekasi Barat III, Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Ada pedagang yang memiliki kios, tetapi ada juga pedagang yang membuka lapak di pinggir jalan.

Jam buka Pasar barang bekas Jatinegara umumnya adalah mulai waktu subuh hingga pukul 17.00 WIB. Namun ada juga pedagang yang membuka lapak 24 jam. Pasar loak ini paling ramai dikunjungi di akhir pekan.

Untuk menuju ke pasar barang bekas Jatinegara, kalian bisa naik kendaraan pribadi maupun transportasi umum seperti kereta rel listrik (KRL) atau TransJakarta.

Naik Kendaraan Pribadi

Jika naik kendaraan pribadi dari arah selatan, traveler bisa melintasi Jalan Condet kemudian Jalan Dewi Sartika, dan Jalan Otto Iskandar Dinata. Kemudian berlanjut ke Jalan Jatinegara Barat, Jalan Jatinegara Barat 2, Jalan Jatinegara Timur, dan Jalan Jatinegara Timur III ke utara hingga ke Jalan Bekasi Barat III.

Jika dari utara, kamu bisa melalui Jalan Gunung Sahari, Jalan Pasar Senen, Jalan Kramat Raya, Jalan Salemba Raya, Jalan Matraman Raya, Jalan Jatinegara Timur, baru kemudian masuk ke Jalan Bekasi Barat III.

Naik Transportasi Umum

Jika naik KRL, traveler bisa turun di Stasiun Jatinegara. Keluar dari stasiun, kamu bisa menyeberang dan berjalan kaki ke arah selatan hingga sekitar 300 meter. Sampai di GOR Guna Bangsa, kamu bisa belok ke barat, ke Jalan Bekasi Barat III.

Jika naik bus TransJakarta dari arah utara, traveler bisa naik Koridor 5D jurusan Ancol-PGC1. Turunlah di Halte Jatinegara RS Premier, kemudian berjalan kaki ke utara sekitar 500 meter atau sekitar 10 menit.

Jika dari arah selatan, traveler bisa naik angkutan umum M06A dan turun di halte Stasiun Jatinegara 4. Atau kamu bisa naik Trans Jakarta Koridor 7 ke arah Kampung Melayu kemudian pindah angkutan umum JAK 42 dan turun di Halte Jatinegara Timur. Selanjutnya, kamu tinggal jalan kaki sekitar 350 meter atau sekitar 7 menit.

Nah, itulah tadi panduan ke pasar barang bekas Jatinegara atau Pasar Jembatan Item, mulai dari barang apa saja yang dijual, lokasi, jam buka, dan cara menuju ke sana.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Healing Gratis? Ini 6 Taman Kota yang Bikin Nyaman Banget


Jakarta

Taman kota yang tersedia gratis dan mudah diakses dengan kendaraan umum, adalah alternatif healing tepat bagi warga urban. Apalagi taman kota di Jakarta tersedia 24 jam bagi warga yang ingin relaksasi dan olahraga.

Taman Kota untuk Healing Gratis di Jakarta

Berikut alternatif taman kota gratis di Jakarta dikutip dari situs Tourist Information Center (TIC) Djakarta Theater

Taman Ayodya

Taman Ayodya yang wacananya akan dibuka 24 jamTaman Ayodya Foto: (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Lokasi: Jalan Lamandau III, Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan


Dikenal juga sebagai Taman Barito, tempat rekomendasi healing gratis ini tak jauh dari kawasan Blok M. Taman seluas 7.500 m2 ini menyediakan banyak kursi, air mancur, dan tanaman yang memungkinkan pengunjung relaksasi melihat yang hijau-hijau.

“Salah satu taman oke di Jakarta buat nongkrong. Banyak makanan dan transportasi umumnya juga banyak. Ke sana siang, tapi tetep adem karena banyak pohon. Tamannya juga bersih,” tulis akun google Desita Rahmah dalam reviewnya.

Taman Langsat

Pegunjung menikmati suasana Taman Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/4/2025) dengan berbagai aktivitas.Taman Langsat Foto: Pradita Utama/detikcom

Lokasi: Jalan Barito, Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Spot Taman Langsat jadi paru-paru kota dan alternatif lain warga Jabodetabek relaksasi. Selain pohon palem dan tanaman lain yang bikin suasana teduh, ada taman serta kolam teratai dengan penataan sangat apik. Cocok untuk pengunjung yang ingin healing atau melepas lelah di penghujung hari.

“Sangat menyenangkan berkunjung ke Taman Langsat, karena tidak terlalu ramai dan dirawat dengan sangat baik. Taman ini bersih sehingga cocok untuk piknik atau sekadar jalan-jalan sore bersama teman dan keluarga. Di sini jua ada angsa yang bisa dikasih makan dan tidak mengganggu pengunjung,” tulis akun Ellena Aprilia dalam google reviewnya.

Taman Mataram

Sejumlah warga memanfaatkan Taman Mataram yang terletak di Jalan Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020). Beberapa pekerja terus melakukan penyelesaian pembangunan renovasi Taman Mataram.Taman Mataram Foto: Lamhot Aritonang

Lokasi: Jl. Sisingamangaraja, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Lokasi yang diapit jalan protokol dan tempat tinggal penduduk, bikin taman ini mudah diakses dengan kendaraan umum. Di sini tersedia aneka tanaman bunga misal kana, alamanda, dan tabebuya serta tanaman produktif contoh kedondong serta buni.

“Sering ke sini pulang kerja buat sekadar bengong, jajan, atau main. Parkirnya gratis dan ada toilet yang bisa digunakan. Semoga, taman ini bisa selalu terawat tanpa ada preman atau pihak lain yang mengganggu kenyamanan pengunjung,” tulis akun google Putri Septiani dalam reviewnya.

Taman Spathodea

Taman Spathodea di JakartaTaman Spathodea di Jakarta Foto: Muhammad Catur Nugraha/d’traveler

Lokasi: Raya Gang Kriep Nomor 13 RT 13/RW 5 Jagakarsa, Jakarta Selatan

Nama spathodea diambil dari jenis tanaman yang sempat ada banyak di sekitar lokasi. Di sini juga ada tanaman trembesi, leda, bougenville, flamboyan, dan lain-lain yang tak hanya bikin sejuk tapi juga menjaga keseimbangan lingkungan.

“Tamannya luas, nyaman, ada petugas keamanan, dan kebersihan juga. Untuk healing di pagi hari sebaiknya menjelang pukul 10.00 oke banget. Misal duduk santai pagi hari sambil sarapan, olahraga ringan jalan kaki, jogging, marathon, atau sore hari sehabis asar untuk aktivitas fisik dan bersantai,” tulis akun google review Elfira Nana.

Taman Tabebuya

Taman Tabebuya di Jagakarsa, Jakarta SelatanTaman Tabebuya di Jagakarsa, Jakarta Selatan Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom

Lokasi: Jalan Mohammad Kahfi I, Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan

Seperti namanya, taman ini terkenal dengan pohon tabebuya dengan bunga berwarna pink atau kuning. Sekilas bunga pada pohon tabebuya kerap dikiran sakura. Saat mekar, pohon tabebuya menghasilkan pemandangan indah dan Instagramable.

“Suasana Taman Tabebuya sejuk dan tenang membuatnya menjadi tempat istirahat yang nyaman bagi para pengunjung. Taman ini juga memiliki lanskap berbukit yang unik, kolam, dan sungai kecil,” tulis akun google review Delia Pasha.

Tebet Eco Park

Tebet Eco Park, Jakarta, batal buka 24 jam karena diprotes warga. Alhasil, taman ini tutup sampai jam 10 malam.Tebet Eco Park Foto: Andhika Prasetia

Lokasi: Jl. Tebet Barat Raya, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan

Taman ikonik ini terkenal dengan infinity bridge yang berbentuk seperti angka 8, area untuk pejalan kaki, dan wahana permainan untuk anak. Tempat ini sangat populer bagi warga Jakarta dan wilayah di sekitarnya.

“Bisa banget ke sini bareng teman, keluarga, pasangan, atau sendiri. Pas weekend banyak event jadi rame dan banyak jajanan. Jogging di sini pas weekend musti sabar karena rame, cocok sekali bagi yang punya toddler karena ada kolam ikan dan playground,” tulis review Abelita Risanti dalam google.

Ide Healing Gratis di Taman Kota

Mau ngapain di taman kota? Berikut beberapa ide healing yang bisa dilakukan

  • Jalan-jalan
  • Jogging
  • Baca buku
  • Meditasi atau yoga bareng teman
  • Menikmati pemandangan sekitar.

Taman gratis di Jakarta adalah destinasi wisata yang sangat populer dan menarik perhatian banyak orang. Detikers yang mau ke sini untuk healing, bisa datang pagi atau sore hari bukan di saat libur agar bisa tenang menikmati taman.

(row/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Perpustakaan Jakarta, Spot Literasi Hits, Dekat Stasiun, Dilewati Jaklingko



Jakarta

Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM) jadi spot hits buat baca sekaligus nongkrong. Simak cara daftar, rute menuju lokasi, dan jam buka lengkapnya di sini.

Perpustakaan Jakarta bisa jadi pilihan tepat buat traveler yang ingin berwisata sekaligus menikmati bacaan seru atau nugas kuliah, bisa juga sembari nongkrong. Lokasinya ada di dalam Kompleks Pemajuan Kebudayaan dan Literasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM)Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM) (Pradita Utama/detikcom)

Dikutip dari Instagram resmi @perpusjkt jam operasional Perpustakaan Jakarta buka setiap Senin-Minggu pukul 09.00-22.00 WIB. Perpustakaan itu hanya tutup pada hari libur nasional dan cuti bersama.


Kabar baiknya, sekarang traveler tak perlu reservasi lagi untuk berkunjung. Pengunjung cukup mendaftar keanggotaan melalui aplikasi Jaklitera atau website perpustakaan.jakarta.go.id sampai tahap pengiriman OTP saja. Setelah itu, detikers bisa langsung scan barcode keanggotaan saat masuk tanpa perlu reservasi.

Cara Daftar Keanggotaan Perpustakaan Jakarta

Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM)Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM) (Pradita Utama/detikcom)

Buat detikers yang baru pertama kali berkunjung, wajib mendaftar keanggotaan terlebih dahulu. Nantinya, kartu keanggotaan bisa digunakan juga untuk menukar kunci loker penitipan tas.

Berikut langkah-langkah daftar keanggotaan Perpustakaan Jakarta

  1. Datang ke Perpustakaan Jakarta pada jam operasional (09.00-22.00 WIB).
  2. Akses masuk ada di lantai 3 dan 4, Kompleks TIM Jakarta.
  3. Lakukan registrasi di laman perpustakaan.jakarta.go.id.
  4. Isi semua formulir pendaftaran sampai mendapat kode OTP via email.
  5. Scan barcode keanggotaan saat masuk dan titipkan barang bawaan ke loker.
  6. Setelah itu, detikers bisa langsung menikmati suasana baca di perpustakaan.

Rute Menuju Perpustakaan Jakarta

Lokasi Perpustakaan Jakarta terbilang strategis dan mudah dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Kawasan ini dekat dengan Stasiun Kereta Api Cikini, juga dilewati berbagai moda tramsportasi umum.

Bus TransJakarta: Naik bus koridor 5M (Kampung Melayu-Tanah Abang via Cikini) atau 6H (Senen-Lebak Bulus), lalu turun di Halte Ismail Marzuki.

KRL: Ambil KRL jurusan Jakarta Kota, turun di Stasiun Cikini, lalu jalan kaki sekitar 1 km atau lanjut naik ojek online menuju TIM.

MRT: Turun di Stasiun Bundaran HI, kemudian lanjut perjalanan ke TIM dengan ojek online sejauh kurang lebih 3 km.

Jaklingko: JakLingko yang melewati TIM adalah JakLingko nomor 10A (Gondangdia – Cikini via Salemba Raya) dan 10B (Gondangdia – Cikini via Kramat Raya).

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com