Tag Archives: krl

8 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Beli Rumah Second


Jakarta

Membeli rumah tak harus dalam keadaan baru dan dari developer, tetapi bisa juga membeli bekas atau biasa disebut rumah second. Rumah ini bisa menjadi opsi bagi kamu yang ingin mencari hunian yang lebih terjangkau.

Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan ada banyak keuntungan yang bisa didapat ketika membeli rumah second. Ia menjelaskan biasanya pemilik menjual rumahnya karena membutuhkan uang atau ingin pindah hunian, sehingga harga yang ditawarkan akan lebih murah dari pasaran.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membeli rumah second. Rumah yang sudah terpakai harus diperhatikan kelayakannya supaya tidak perlu menghabiskan terlalu banyak dana untuk perbaikan.


Tips Beli Rumah Second

1. Kondisi Rumah

Jika ingin membeli rumah second, pastikan untuk datang langsung untuk survei kondisi bangunan rumah. Jangan sampai komponen utama seperti struktur rusak, sehingga harus membangun ulang rumah.

“Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap,” ujar Steve kepada detikcom, Rabu (3/7/2024).

2. Kondisi Lingkungan

Bukan hanya bangunan rumah, calon pembeli harus mencari tahu kondisi lingkungan rumah. Mulai dari keamanannya, seberapa sering terjadi pencurian, perampokan, dan pertikaian. Lalu, bagaimana hubungan antara tetangga dan RT/RW.

Selain itu, perlu diketahui kalau rumah berpotensi atau kerap mengalami banjir. Salah satunya kalau lokasinya dekat aliran sungai.

3. Listrik

Perihal listrik, cari tahu apakah lingkungan rumah sering terjadi mati lampu. Kemudian, listrik yang digunakan prabayar atau pascabayar, yakni menggunakan token atau tidak. Penting juga mengetahui kalau ada tunggakan tagihan listrik yang dimiliki pemilik sebelumnya.

4. Pengelolaan Lingkungan

Selanjutnya, cari tahu biaya-biaya yang harus dibayar kalau tinggal di rumah tersebut, seperti iuran pengelolaan lingkungan. Lalu, cari tahu apakah ada masalah terkait pengelolaan yang biasa terjadi, seperti sampah sering kali tidak diambil hingga menumpuk.

5. Akses dan Fasilitas

“Lingkungannya itu dekat dengan fasilitas apa saja. Yang paling utama transportasi umum, dekat tol, atau sarana transportasi yang lain, (seperti) KRL, LRT, MRT, sarana belanja, (dan) sekolah,” katanya.

Ia menyebut sekolah menjadi aspek paling utama. Sebaiknya rumah tidak terlalu jauh dari sekolah, serta pertimbangkan juga kualitas sekolahnya.

6. Kelengkapan Surat

Apabila sudah merasa senang dengan pilihan rumah, pastikan semua dokumen terkait jual-beli dan pemilikan rumah sudah lengkap dan asli. Konsultasikan dan periksa kelengkapan dokumen kepada notaris, seperti Akta Jual Beli (AJB) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Lalu, ketahui kalau rumah yang dibeli berstatus waris atau tidak. Rumah bisa dikatakan berstatus waris pemilik terdahulu pasangan suami istri yang salah satunya telah meninggal dunia.

“Kalau membeli rumah waris, itu harus ada akte waris. Tapi kalau membeli yang bukan statusnya waris itu lebih aman karena tidak membutuhkan ahli waris,” jelasnya.

7. Pembayaran

Selanjutnya, tentukan cara pembayarannya baik cash atau menyicil. Jika ingin mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sebaiknya memilih rumah yang dibangun oleh pengembang papan atas.

“Bank mau lokasi atau perumahan dari developer papan atas. Kalau bukan developer papan atas, bank tidak akan mengucurkan pinjaman karena rumah second, lebih selektif,” imbuhnya.

8. Biaya Renovasi

Terakhir, pertimbangkan dan persiapkan pengeluaran untuk renovasi rumah. Mungkin ada beberapa hal yang perlu diperbaiki atau ingin diubah pada rumah, misalkan untuk kamar mandi, lampu, dan kabel.

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

8 Ciri Rumah yang Sebaiknya Tidak Dibeli, Jangan Sampai Nyesal!


Jakarta

Sebelum membeli rumah sebaiknya kamu memerhatikan beberapa hal dulu, seperti lokasinya, bangunannya, dan lainnya. Hal itu karena membeli rumah merupakan sebuah hal yang besar karena merupakan aset dengan nilai tinggi.

Maka dari itu, kamu harus hati-hati sebelum membelinya agar tidak menyesal kemudian hari. Jangan sampai sudah susah-susah beli rumah malah merugikan.

Lalu, seperti apa ciri-ciri rumah yang sebaiknya tidak dibeli? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


Ciri-ciri Rumah yang Tidak Cocok Dibeli

1. Rumah Butuh Banyak Renovasi

Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan hal pertama yang harus diperhatikan saat membeli rumah adalah kondisi fisik rumah yang akan dibeli. Spesifikasi bangunan harus layak dan dapat memenuhi kebutuhan calon pembeli.

“Pertama yang perlu dianalisa itu faktor kondisi fisik dari kavling rumah tersebut, nanti dibangunnya akan seperti apa, dan spesifikasi seperti apa. Kalau beli rumah bekas, dari fisik yang dilihat struktur bangunan, apakah masih bagus nggak,” ujar Steve kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Calon pembeli harus menilai kondisi fisik rumah mulai dari plafon genteng, septic tank, struktur bangunan, adanya rayap, sirkulasi udara, hingga pencahayaan alami. Kamu bisa mengajak mandor, arsitek, atau ahli lainnya untuk membantu menilai rumah.

Selain itu, kamu juga perlu menentukan estetika rumah sudah sesuai seleramu. Kondisi rumah tidak harus sempurna, tetapi kamu harus menganggarkan biaya perbaikan kalau jadi beli. Steve menyarankan agar tidak membeli rumah yang biaya renovasinya akan lebih dari 30% harga beli rumah.

2. Aksesibilitas dan Sarana Transportasi Sulit

Selanjutnya, calon pembeli perlu survei lingkungan untuk melihat aksesibilitas dan ketersediaan transportasi umum di sekitar perumahan. Misalnya akses masuk dari titik jalan tol, stasiun KRL, hingga stasiun bus. Ia tidak menyarankan membeli rumah yang tidak strategis, yakni lokasinya jauh dari tempat umum.

3. Lokasi Rawan Banjir

Lalu, Steve tidak merekomendasikan rumah yang lokasinya rawan banjir. Sebab, banjir merupakan masalah yang bisa membebani biaya perawatan rumah.

“Banjir itu memang momok, kalau kita beli rumah yang kebanjiran setiap tahun atau tiga tahun sekali atau apapun frekuensinya itu juga akan membebani kita dari segi biaya harus membersihkan, mengecat ulang, dan memperbaiki,” jelasnya.

4. Kawasan Rawan Kriminalitas dan Kerusuhan

Calon pembeli harus riset keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan itu. Jangan beli rumah yang sering ada perampokan, pencurian, hingga begal. Selain itu, sebaiknya menghindari daerah yang kerap terjadi demonstrasi karena mengganggu perjalanan.

“Karena kalau bikin macet kita mau ke domisili rumah kita kan juga menghambat, biasanya di daerah-daerah industri kadang-kadang ada terjadi demo nggak bisa dihindari atau di daerah-daerah yang harus melewati kantor pemerintahan itu biasanya juga bisa terjadi hal itu,” jelasnya.

5. Utilitas Belum Lengkap

Jangan beli rumah yang utilitasnya belum lengkap, seperti belum ada aliran air bersih dan pasokan listrik. Lalu, hindari rumah yang pengelolaan lingkungannya belum memadai, seperti pengelolaan limbah sampah hingga irigasi pembuangan air.

6. Kepemilikan Rumah Tidak Jelas

Faktor yang tidak kalah penting adalah kejelasan kepemilikan rumah yang dibuktikan melalui surat-surat penting. Jangan beli rumah dari developer atau penjual yang tidak menyerahkan akta jual beli (AJB), persetujuan bangunan gedung (PBG), dan dokumen penting lainnya.

Kamu juga perlu mengecek keaslian dokumen dan kebenaran akan kepemilikan properti. Jangan sampai hak guna bangunan (HGB) belum dipecah atau properti ternyata masih sengketa.

“Kalau udah sengketa itu penyelesaian hukumnya panjang. Kalau tanah itu diklaim oleh penduduk atau pihak lain, kalau menurut saya kalau sudah sengketa itu tanah yang cacat,” tuturnya.

7. Lokasi Tidak Sehat

Jangan membeli rumah yang lingkungannya tidak sehat untuk ditinggali. Misalkan rumah berada terlalu dekat melewati garis aman dengan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET). Steve mengatakan SUTET menimbulkan induksi yang bisa berdampak buruk terhadap orang sekitar.

8. Sulit Dijual Kembali

Rumah tak sekadar tempat tinggal, tetapi juga aset investasi. Oleh karena itu, kamu harus mempertimbangkan nilai jual kembali rumah. Jangan beli rumah yang nilainya tidak bertambah dengan signifikan serta susah dijual kembali.

Misalkan membeli rumah yang berada dekat kuburan. Pasar properti biasanya kurang berminat dengan rumah dekat makam, sehingga harga jual kembalinya kurang menguntungkan.

Itulah ciri-ciri rumah yang sebaiknya tidak dibeli. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

7 Mal di Jakarta yang Terintegrasi dengan Transportasi Umum


Jakarta

Siapa bilang jalan-jalan ke mall harus ribet dengan kendaraan pribadi? Di kawasan Jakarta, banyak mal yang strategis dan mudah dijangkau dengan transportasi umum.

Traveler pengguna TransJakarta, MRT, KRL, dan LRT sejumlah pusat perbelanjaan dapat diakses dengan nyaman tanpa perlu repot mencari parkir untuk kendaraan pribadi.

Berikut adalah beberapa mall di Jabodetabek yang bisa dijangkau dengan transportasi umum, cocok untuk traveler yang ingin menikmati hari tanpa ribet:


1. Cibubur junction

Mall yang berlokasi strategis di Jl. Jambore No.1, RT.8/RW.7, Cibubur, Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur, menawarkan kemudahan akses bagi pengunjung berkat lokasinya yang dekat dengan berbagai moda transportasi umum, seperti halte TransJakarta Cibubur Junction yang terletak tepat di depannya.

Kemudahan juga dirasakan bagi traveler dari Depok yang ingin berbelanja atau sekadar menonton bioskop, traveler dapat memanfaatkan layanan BisKita TransDepok dan turun langsung di halte Cibubur Junction.

Selain itu, akses semakin praktis dengan hadirnya Stasiun LRT Harjamukti yang terintegrasi dengan jaringan kereta LRT, traveler dapat jalan dari pintu keluar selama 5 menit melalui jalur pejalan kaki menuju mall Cibubur Junction bertemu dengan lorong sebelah kanan akan sampai menuju mall Cibubur Junction.

2. Plaza Indonesia

Mall Plaza Indonesia, dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan mewah dan ikonik di ibu kota Jakarta, berlokasi di Jl. M.H. Thamrin No.Kav.28-30, Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat menawarkan keunggulan lokasi yang sangat strategis karena langsung terhubung dengan berbagai moda transportasi umum, termasuk Halte TransJakarta Bundaran HI Astra.

Traveler bisa menaiki bus nomer 1 tujuan kota – Blok M dari halte TransJakarta Monumen Nasional lalu turun di halte TransJakarta Bundarah HI. Selain itu, terdapat juga stasiun MRT Bundaran HI Bank DKI tepat berada di depan mall Plaza Indonesia.

Traveler bisa berfoto di area Halte TransJakarta Bundaran HI yang terletak di lantai 2, traveler dapat mengambil foto berlatar belakang Patung Selamat Datang, menciptakan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga berkesan dan penuh keunikan.

3. Points Mall Lebak Bulus

Points Mall berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menawarkan keunikan tersendiri karena terintegrasi langsung dengan Skybridge simpang temu MRT Lebak Bulus, traveler yang turun dari MRT akan disambut dengan pemandangan memukau berupa depo kereta MRT yang terparkir rapih, serta panorama di sepanjang perjalanan melintasi skybridge menuju Points Mall lantai 3.

Traveler juga dapat menikmati aktivitas menarik seperti melihat pemberhentian parkir kereta MRT, melihat kendaraan roda dua dan roda empat dari atas skybride, dan lalu lalang kereta MRT yang melintas, menjadikannya lokasi sempurna untuk mengabadikan momen berswafoto berlatar belakang kereta MRT, menciptakan pengalaman yang unik dan tak terlupakan sebelum memasuki pusat perbelanjaan ini.

4. Aeon Mall Tanjung Barat

AEON Mall Tanjung Barat yang terletak di kawasan strategis di Jl. Raya Tj. Barat No.163, RT.12/RW.4, Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, traveler dapat berburu hidangan sushi viral khas Aeon di dalam mal. Di sini traveler dapat bersantai di Sky Garden, sebuah area rooftop yang berada di lantai 5 dengan pemandangan yang menenangkan di atas mall.

Traveler juga dapat duduk dan bersantai di Taman AEON Mall Tanjung Barat yang terletak di luar area mall, memberikan nuansa segar hijaunya pepohonan dan rileks untuk santai dan nongrong sejenak.

Traveler yang menggunakan transportasi umum dapat dengan mudah mengakses mall ini melalui KRL dan turun di Stasiun Tanjung Barat, lalu keluar melalui jembatan penyeberangan orang (JPO) yang langsung terhubung dengan mall, menjadikan perjalanan menuju AEON Mall Tanjung Barat semakin praktis untuk berbelanja, bersantai, atau sekadar melepas penat di tempat yang nyaman.

5. Pondok Indah Mall

Mall yang menawarkan akses yang sangat mudah bagi traveler yang menggunakan transportasi umum, karena terintegrasi langsung dengan layanan TransJakarta nomor 8 dengan rute Lebak Bulus – Pasar Baru.

Traveler cukup turun di halte Pondok Indah dan dapat langsung memasuki area mall melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang nyaman, menghubungkan traveler ke dalam kompleks mall yang berada di antara PIM 1 dan PIM 2, memberikan pengalaman akses yang praktis sekaligus memudahkan pengunjung menikmati berbagai fasilitas premium yang tersedia di mall ini.

6. Emporium Pluit Mall

Dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan modern dengan berbagai fasilitas lengkap di Jakarta Utara, lokasinya yang sangat mudah diakses karena berada persis di depan Halte TransJakarta Penjaringan.

Traveler bisa naik turun di stasiun Jakarta Kota lalu disambung melalui halte Transjakarta kali besar barat naik nomer 1A Balai Kota – Pantai Maju kemudian turun di halte transjakarta Penjaringan tepat di depan Emporium Pluit Mall.

Hal ini menjadikan Emporium Pluit Mall pilihan favorit bagi traveler yang menggunakan transportasi umum, memungkinkan traveler untuk langsung masuk ke area mall tanpa perlu berjalan jauh.

Mal ini menawarkan berbagai macam tenant mulai dari toko fashion ternama, restoran dengan cita rasa lokal dan internasional, hingga fasilitas hiburan seperti bioskop yang cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman.

7. Bintaro Exchange Mall

Menjelajahi akuarium BX Sea yang berada di dalam Bintaro Exchange Mall adalah pengalaman yang menarik, di mana traveler dapat melihat beragam ikan-ikan cantik yang memukau dan mendokumentasikan momen tersebut sebagai kenang-kenangan. Mall ini sangat cocok untuk dijadikan destinasi hangout bersama teman, keluarga, atau pasangan.

Untuk mencapai lokasi ini, traveler yang menggunakan KRL dapat turun di Stasiun Jurangmangu dan dengan mudah menuju Bintaro Exchange Mall melalui jembatan penghubung yang sudah dilengkapi tanda panah menuju Bintaro Exchange Mall.

Traveler melewati lorong panjang di dalam mall ini hanya memakan waktu sekitar lima menit, sehingga tidak membutuhkan waktu lama bagi pengunjung untuk sampai di akuarium BX Sea, menjadikannya destinasi rekreasi yang praktis dan seru di kawasan Mall Bintaro.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Ngider dari Stasiun KRL Cawang ke Stasiun Kereta Cepat Halim, Ada Apa Saja?



Jakarta

Bagi para pecinta perjalanan singkat di Jakarta, eksplorasi menggunakan transportasi umum bisa menjadi pilihan menyenangkan untuk mengisi waktu luang. Salah satu rute menarik adalah perjalanan nongkrong dari Stasiun KRL Cawang menuju Stasiun Halim, pusat transportasi modern yang kini menjadi daya tarik baru di ibu kota.

Rute cocok untuk traveler yang sekadar ingin nongkrong atau mencari suasana baru. Perjalanan dimulai dari Stasiun KRL Cawang yang rutenya menghubungkan Bogor, Depok, Manggarai, Jakarta kota maupun wilayah sekitarnya.

Untuk menuju Stasiun Halim, traveler yang turun di Stasiun KRL Cawang hanya perlu pindah ke Stasiun LRT Cikoko dengan menaiki eskalator atau lift prioritas menuju lantai 2. Eits, jangan lupa tapping out ya traveler.


Setelah berada di lantai 2, cukup ikuti petunjuk arah menuju Stasiun LRT Cikoko untuk melanjutkan perjalanan. Sesampainya di LRT Cikoko, traveler dapat mengikuti petunjuk menuju Peron 1 dengan naik satu lantai lagi untuk menuju kereta arah peron Jati Mulya dengan eskalator.

Stasiun Kereta Cepat WhooshStasiun LRT Halim (Amalia Novia Putri/detikTravel)

Tak berselang lama kereta Jati Mulya kereta pun tiba, dan traveler duduk sambil menikmati perjalanan dengan pemandangan gedung-gedung tinggi di sekitar. Dalam perjalanan, kereta melewati dua stasiun, yaitu Ciliwung dan Cawang, sebelum akhirnya tiba di Stasiun LRT Halim. Perjalanan dari LRT Cikoko ke LRT Halim ini memakan waktu sekitar 15 menit.

Setibanya di LRT Halim, traveler dapat mengikuti petunjuk menuju Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan menaiki eskalator satu lantai, lalu mengikuti tanda panah yang tersedia. Tak jauh dari situ, traveler akan menemukan skybridge yang dipenuhi berbagai tenant makanan khas Indonesia serta area tempat duduk yang nyaman.

Di sini juga tersedia toilet, musala dan ruangan untuk ibu menyusui dan ganti popok pada anak.

Dari sini, traveler dapat menyaksikan aktivitas para penumpang yang bersiap bepergian menggunakan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Serta juga terlihat papan sejarah kereta api maupun layar jadwal kedatangan kereta, lengkap dengan waktu agar memudahkan penumpang.

Stasiun Kereta Cepat WhooshSuasana di stasiun Kereta Cepat Whoosh Foto: (Amalia Novia Putri/detikTravel)

Setelah memasuki pintu keberangkatan, terdapat area pemeriksaan bagasi yang menjadi batas akhir bagi para pengantar. Sambil menunggu di ruang tunggu, traveler dapat bersantai dan menikmati makanan di tenant seperti Bakso Afung, Hokben, Solaria, dan Kopi Kenangan yang tersedia di ruang tunggu keberangkatan penumpang. Traveler bisa menikmati berbagai pilihan makanan sambil melihat suasana stasiun yang sibuk dan ramai oleh para penumpang.

Stasiun Halim menawarkan lebih dari sekadar tempat perjalanan saja. Dengan desain modern dan fasilitas lengkap, stasiun ini menjadi tempat yang nyaman untuk nongkrong atau bersantai. Area ruang tunggu yang luas dan bersih dilengkapi dengan tempat duduk, pendingin ruangan, papan kedatangan kereta dan fasilitas charging station, menjadikan tempat ini ideal untuk menghabiskan waktu.

Setelah selesai bersantai melihat lalu lalang penumpang yang berpergian menggunakan kereta cepat Jakarta Bandung, kini saatnya pulang.

Traveler yang ingin menggunakan Transjakarta dapat memanfaatkan layanan bus dengan kode 7W rute Cawang – Stasiun KCJB Halim, yang beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Tarifnya pun sangat terjangkau, hanya Rp 3.500 saja.

Bagi yang ingin naik ojek online, cukup keluar melalui pintu utara untuk memesan layanan tersebut, atau traveler juga bisa memilih taksi online yang tersedia. Jika ingin kembali menggunakan LRT, traveler dapat mengikuti arah yang sama seperti saat kedatangan sebelumnya.

Dengan perjalanan singkat ini, traveler tidak hanya merasakan kemudahan akses transportasi modern di Jakarta, tetapi juga mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan. Jadi, tunggu apa lagi?

Yuk, coba eksplorasi rute dari Stasiun KRL Cawang ke Stasiun Halim dan nikmati ‘me time’ yang berbeda.

(sym/sym)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Cara ke Hutan Kota GBK: Jam Buka dan Fasilitasnya


Jakarta

Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) adalah salah satu ruang hijau yang hits di Jakarta. Luas areanya sekitar 9 hektare, dengan view kontras gedung tinggi dan hijau pepohonan.

Taman Kota GBK berada di di Pintu Tujuh Senayan, Jl. Jenderal Sudirman, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat.

Akses dan Rute ke Taman Kota GBK

Hutan Kota GBK menjadi alternatif wisata selain ke mal. Biasanya hutan kota itu menjadi tempat untuk menghabiskan waktu sore.Hutan Kota GBK menjadi alternatif wisata selain ke mal. Biasanya hutan kota itu menjadi tempat untuk menghabiskan waktu sore. (Grandyos Zafna/detikcom)

Masuk ke Hutan Kota GBK gratis (tidak dipungut biaya). Letaknya sangat strategis karena berada di jantung Jakarta, sehingga akses menuju Taman Kota GBK cukup mudah.


Taman ini bisa dijangkau menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Mengutip laman Jakarta Tourism dan catatan detikTravel, berikut adalah panduan untuk ke Taman Kota GBK:

1. Cara ke Hutan Kota GBK Naik TransJakarta

Halte terdekat dari Taman Kota GBK adalah Halte Polda Metro Jaya di dekat pintu 7 GBK. Selain itu, traveler juga bisa berhenti di Halte Senayan Bank DKI (dulu halte GBK).

Traveler bisa naik Transjakarta koridor 1 Jurusan Blok M-Kota atau koridor 3F Kalideres – Halte Senayan Bank DKI. Dari halte itu, traveler bisa melanjutkan dengan berjalan kaki untuk sampai ke Hutan Kota GBK.

  • Dari Jakarta Timur: Naik Transjakarta koridor 7 (Kampung Rambutan-Kampung Melayu) – turun di Halte Transjakarta Cawang UKI – naik koridor 9C (Pinang Ranti-Senayan).
  • Dari Jakarta Barat dan Jakarta Selatan: Naik Transjakarta koridor 9 (Pluit-Pinang Ranti) – transit di Kuningan Barat – naik koridor 9C (Pinang Ranti-Senayan).
  • Dari Jakarta Utara: Naik Transjakarta koridor 12 (Tanjung Priok-Pluit) – turun di Halte Transjakarta Kota – naik koridor 1 (Kota-Blok M) turun di Halte Senayan Bank DKI (GBK) – dari Halte GBK, bisa masuk lewat pintu 5 di samping Mal FX atau pintu 6.

2. Cara ke Hutan Kota GBK Naik MRT

Jika naik MRT ke Taman Kota GBK maka turunnya di Stasiun MRT Istora Mandiri. Traveler bisa keluar dari stasiun yang dekat dengan pintu 6 GBK. Dari stasiun MRT Istora mandiri ke Hutan Kota GBK bisa jalan kaki sekitar 9 menit.

3. Cara ke Hutan Kota GBK Naik KRL

Jika menggunakan KRL ke Hutan Kota GBK, traveler bisa turun di stasiun Palmerah. Dari stasiun, traveler bisa melanjutkan perjalanan dengan ojek online.

4. Cara ke Hutan Kota GBK dengan Kendaraan Pribadi

Jika menggunakan kendaraan pribadi, traveler bisa memasuki area kompleks GBK dan mencari area Parkir Selatan GBK. Sementara, sepeda motor bisa diparkir di area Stadion Akuatik dan Helipad.

Jam Buka Hutan Kota GBK

Cara ke Taman Kota GBK Naik MRTHutan Kota GBK. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Hutan Kota GBK buka setiap Selasa-Minggu dengan dua shift dalam satu hari, yakni mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan 15.00-18.00 WIB. Jadwal itu tercantum pada papan informasi di depan Hutan Kota GBK.

Fasilitas Hutan Kota GBK

Tersedia banyak fasilitas di Hutan GBK, di antaranya:

  • Area kolam trembesi dengan konsep alas kayu di atasnya.
  • Jogging track
  • Bangku taman
  • Ruang ganti
  • Toilet
  • Foodcourt.

Pengunjung juga bisa bawa makanan ke Hutan Kota GBK. Namun, perlu diingat jika membawa makanan dan minuman selalu jaga kebersihan dan buang sampahnya ya.

(khq/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

11 Kegiatan Seru di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Harga Tiket, Jam Buka


Jakarta

Sejak revitalisasinya rampung pada awal September 2023, kini Taman Mini Indonesia Indah (TMII) memiliki wajah baru yang lebih cantik, rapi, dan hijau. Tempat ini menjadi lokasi perkumpulan dan area rekreasi yang cocok untuk perorangan, keluarga, maupun komunitas.

TMII pertama kali diresmikan pada April 1975 silam. Hingga sekarang, tempat wisata ini ditujukan untuk kawasan rekreasi sekaligus pelestarian budaya Indonesia. Penasaran ada apa saja di Taman Mini saat ini? Simak informasinya di bawah ini.

Aktivitas Seru di TMII

Ada banyak kegiatan seru yang dapat traveler lakukan di Taman Mini, di antaranya sebagai berikut:


1. Naik Kereta Gantung

Di area TMII yang luas, kamu dapat menemukan deretan Anjungan Daerah, museum, rumah ibadah, hingga peta Indonesia di kawasan Archipelago. Hampir seluruh wajah baru Taman Mini yang menawan dapat dilihat dari ketinggian dan tanpa lelah dengan menaiki kereta gantung.

Traveler akan dibawa keliling satu putaran dari stasiun pertama ke kedua, dan kembali lagi ke stasiun awal. Total terdapat 81 kabin kereta gantung dan tiga stasiun: Stasiun A di dekat area parkir selatan, Stasiun B berseberangan dengan Anjungan Papua, dan Stasiun C di sekitar lapangan parkir utara.

2. Keliling Museum

Terdapat banyak museum yang bisa Traveler datangi di Taman Mini. Sejumlah museum ini dapat menjadi wisata edukasi yang pas, terlebih untuk anak. Seperti Museum Indonesia untuk mempelajari ragam kebudayaan di Tanah Air, belajar perihal kelistrikan sambil bereksperimen kecil di Museum Listrik, dan mencoba flight simulator di Museum Transportasi.

Ada pula Museum Perangko, Museum Pusaka, Museum Batik, sampai Museum Penerangan. Tenang saja, deretan museum tersebut telah direvitalisasi sehingga punya suasana yang menarik dan tidak membosankan.

3. Melihat Fauna

Siapa sangka di TMII terdapat konservasi fauna Indonesia yang cukup lengkap? Ya, di sini ada Jagat Satwa Nusantara dengan tiga destinasinya yakni Taman Burung, Museum Komodo, dan Dunia Air Tawar dan Serangga.

Di Taman Burung, traveler bakal lihat koleksi burung dari seluruh wilayah Tanah Air. Berbagai spesies reptilia dapat ditemukan di Museum Komodo. Kamu juga bisa lihat sejumlah serangga dan ikan langka di Dunia Air Tawar dan Serangga lho.

4. Nonton Film

Taman Mini punya bangunan ikonik berwarna kuning yaitu Teater Keong Mas. Di sana, traveler dapat menyaksikan berbagai film dengan layar raksasa di ruangan yang besar.

Film yang diputar mulai dari animasi pilihan hingga film bertema kekayaan budaya Indonesia. Beberapa film yang sudah dirilis yakni The Glorious Komodo Island, Langkah-Langkah Kecil, dan legenda animasi Keong Mas.

5. Mengunjungi Anjungan Daerah

Miniatur rumah adat dari seluruh wilayah Indonesia yang disebut Anjungan, bisa kamu temukan di TMII. Mulai dari Anjungan Aceh, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Bali, NTT dan NTB, Sulawesi Tengah, Maluku, sampai Papua, semuanya ada di sini.

Tak jarang digelar acara yang bisa kamu datangi di masing-masing Anjungan. Traveler bahkan dapat memainkan alat musik daerah seperti gamelan di Anjungan Jawa Tengah. Dan yang tidak boleh terlewat juga, tiap-tiap Anjungan bisa dijadikan spot foto unik.

6. Nonton dan Ikuti Ragam Acara

Tahukah traveler, berbagai acara juga sering diselenggarakan lho di TMII? Antara lain pertunjukan ragam budaya Indonesia, festival, pawai, parade, pemanggungan teater, storytelling, workshop, hingga konser bersama artis papan atas Tanah Air.

Terdapat acara yang rutin dilakukan setiap hari, per pekan, atau bulanan, maupun acara sekali selesai. Seperti pertunjukan Kecak Dance tiap akhir bulan, free bike tour setiap weekend, atau instalasi seni di Contemporary Art Gallery dan workshop painting di Desa Seni Ganara.

Untuk mengikuti atau nonton sejumlah acaranya, kamu bisa pantengin Instagram @tmiiofficial untuk tahu jadwal masing-masingnya.

7. Keliling TMII

Taman Mini mempunyai area yang luas. Namun kini, pengunjung tidak boleh berkeliling menggunakan kendaraan pribadi. Untuk menelusuri kawasan ini, pengunjung hanya bisa menyewa transportasi di dalam atau menaiki angkutan yang disediakan pihak TMII.

Traveler dapat menyewa sepeda single atau tandem, skuter listrik, sepeda listrik roda 3, atau buggy car dengan tarif yang bervariasi. Sementara untuk angkutan gratis tersedia feeder, shuttle LRT, serta angling umum dan prioritas. Transportasi gratis ini dapat dinaiki pada titik-titik tertentu saja.

8. Piknik

Sekitar 70 persen kawasan TMII adalah ruang terbuka hijau. Area ini dapat dinikmati oleh pengunjung, salah satunya untuk kegiatan piknik. Kamu bisa menggelar tikar atau alas duduk lain di sana untuk berkumpul bersama keluarga atau teman sambil menyantap makanan dan camilan lezat.

9. Mencicipi Kuliner

Perut keroncongan saat berkeliling Taman Mini? Traveler bisa mampir ke sejumlah resto di beberapa titik areanya lho. Kamu dapat mencicipi berbagai menu nikmat nan sedap yang disajikan di sana.

Resto yang dapat ditemukan, yaitu Resto Bajo di Museum Komodo, Resto Bakau di area Dunia Air Tawar dan Serangga, Resto Bantimurung di Taman Burung, KOBAin COFFEE di kawasan parkir selatan, Resto Navarasa di dekat Anjungan Jambi, dan Tentang Kopi di depan Anjungan Maluku.

Terdapat pula banyak tenant street food lain yang tersebar di sejumlah titik area TMII lho. Sejumlah resto tidak hanya menawarkan menu hidangan tetapi juga view dan tempat yang cantik serta nyaman untuk nongkrong.

10. Merchandise Store

Kalau cari aksesoris atau ornamen unik yang identik dengan TMII, kamu bisa mencarinya di Merchandise Store. Traveler dapat menemukan koleksi baju, tas, topi, mainan, buku cerita, papercraft, keramik, hingga kerajinan tangan khas Nusantara. Terdapat koleksi pernak-pernik yang berkolaborasi dengan beberapa brand lokal seperti

Di sini tersedia pula berbagai jajanan jadul, makanan dan minuman, serta es krim. Kalau pingin ngopi juga bisa karena terdapat coffee shop yang dapat didatangi. Lokasi Merchandise Store terletak di seberang Museum Indonesia, tidak jauh dari Pusat Informasi.

11. Menyaksikan Pertunjukan Air Mancur

Setelah seharian mengelilingi TMII, ada satu hal lagi nih yang tidak boleh terlewat yaitu menonton Air Mancur Tirta Cerita dan Air Mancur Tirta Menari. Pertunjukan air mancur ini digelar setiap harinya di Danau Archipelago. Seluruh pengunjung dapat menyaksikannya secara gratis di Plaza Promenade, depan Anjungan D.I. Yogyakarta.

Jadwal pertunjukan Air Mancur Tirta Menari: Senin-Kamis (13.00), Jumat (14.00), serta Sabtu-Minggu (10.00, 13.00, dan 16.00). Sementara jadwal pertunjukan Air Mancur Tirta Cerita: Senin-Jumat (18.30) tanpa drone show dan Sabtu-Minggu (18.30) dengan drone show.

Lokasi dan Waktu Operasional TMII

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) beralamatkan di Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Dari pusat kota Jakarta, tempat rekreasi ini dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit-1 jam perjalanan, tergantung kondisi jalan.

Traveler dapat mengunjungi TMII dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum seperti bus Transjakarta, LRT, dan KRL. Kendaraan pribadi tidak boleh dibawa masuk untuk berkeliling area Taman Mini.

TMII buka setiap hari mulai pukul 05.00-20.00 WIB untuk gate 3. Waktu pembelian tiket dapat dilakukan dari jam 05.00-19.00 WIB.

Harga Tiket Masuk TMII

Tiket masuk taman Mini terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu tiket masuk perorangan dan tiket masuk kendaraan. Berikut daftar tiket masuk TMII:

1. Harga Tiket Masuk Harian

  • Harga tiket masuk orang: Rp 35.000
  • Harga tiket masuk motor: Rp 15.000
  • Harga tiket masuk mobil: Rp 35.000
  • Harga tiket masuk sepeda: Rp 10.000
  • Harga tiket masuk bus/truk: Rp 60.000.

2. Harga Tiket Annual Pass

  • TMII LOOP Sport Annual Pass Reguler (tiket masuk orang + sepeda): Rp 600.000
  • TMII LOOP Sport Annual Pass Komunitas (tiket masuk orang + sepeda): Rp 400.000.

3. Harga Tiket Masuk & Kereta Gantung (Bundling)

  • Harga tiket masuk & kereta gantung: Rp 70.000
  • Harga tiket masuk & kereta gantung: Rp 70.000.

4. Harga Tiket Masuk & Jagat Satwa Nusantara (Bundling)

  • Harga tiket masuk & Taman Burung: Rp 77.500
  • Harga tiket masuk & Dunia Air Tawar: Rp 62.500
  • Harga tiket masuk & Museum Komodo: Rp 62.500
  • Harga tiket masuk & 3 Jagat Satwa Nusantara: Rp 147.500.

Cara Beli Tiket Masuk TMII

Tiket Taman Mini dapat dibeli secara online melalui situs resminya. Berikut langkah-langkahnya:

1. Cara Beli Tiket Harian

  • Buka situs tiket.tamanmini.com di browser
  • Pada halaman utama, pilih Beli Tiket Masuk
  • Pilih tanggal kedatangan
  • Pilih jenis tiket yang diinginkan, lalu gulir ke bawah dan ketuk Beli Tiket
  • Masukkan data diri lalu klik Lanjutkan
  • Lanjut bayar tiket sesuai dengan metode pembayaran yang dipilih
  • E-tiket akan dikirim ke nomor WhatsApp dan email terdaftar
  • Tunjukkan e-tiket kepada petugas untuk di scan saat hari kunjungan.

2. Cara Beli Tiket Annual Pass

  • Buka situs tiket.tamanmini.com di browser
  • Pada halaman utama, pilih Beli Tiket Annual Pass
  • Pilih tanggal kedatangan
  • Pilih jenis tiket yang diinginkan, lalu gulir ke bawah dan ketuk Beli Tiket
  • Masukkan data diri lalu klik Lanjutkan
  • Lanjut bayar tiket sesuai dengan metode pembayaran yang dipilih
  • E-tiket akan dikirim ke nomor WhatsApp dan email terdaftar
  • Tunjukkan e-tiket kepada petugas untuk di scan saat hari kunjungan.

Harga Sewa Kendaraan Keliling TMII

Untuk berkeliling kawasan Taman Mini, traveler dapat berbagai kendaraan seperti sepeda, skuter dan sepeda listrik, serta buggy car. Berikut daftar harganya:

  • Sepeda single: Rp 30.000 / jam
  • Sepeda keranjang: Rp 40.000 / jam
  • Sepeda tandem: Rp 40.000 / jam
  • Skuter listrik: Rp 25.000 / 15 menit, Rp 40.000 / 30 menit
  • Sepeda listrik roda tiga: Rp 70.000 / 30 menit, Rp 120.000 / jam, Rp 200.000 / 2 jam
  • Buggy car / 2 jam: Rp 350.000 (2 kursi), Rp 450.000 (4 kursi), Rp 600.000 (6 kursi).

Nah, itu tadi sederet aktivitas seru hingga harga tiket TMII. So, apakah kamu tertarik berkunjung ke Taman Mini?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Aktivitas Seru dan Jam Buka


Jakarta

Kota Tua termasuk wisata favorit di Jakarta. Kawasan ini kental dengan nilai sejarah, terlihat dari arsitektur sejumlah bangunannya. Di sisi lain, gedung-gedung bergaya vintage itu terbilang estetik dan kerap jadi spot foto para wisatawan.

Berbagai aktivitas seru lainnya yang dapat dilakukan di Kota Tua, mulai dari mengunjungi museum, berkeliling dengan sepeda, hingga nongkrong di tempat bersejarah. Penasaran? Simak panduan berwisata ke Kota Tua Jakarta di bawah ini.

Aktivitas Seru di Kota Tua Jakarta

Berikut sejumlah spot dan aktivitas seru yang dapat kamu lakukan di Kota Tua Jakarta:


1. Belajar Sejarah di Museum

Kawasan Kota Tua dikelilingi oleh sejumlah museum yang memperkenalkan banyak koleksi bersejarah. Kalau tertarik berwisata edukasi, maka museum-museum di kawasan ini boleh banget dikunjungi. Berikut beberapa museum di area Kota Tua Jakarta:

  • Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta)
Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta. (Tripa Ramadhan)

Dilansir situs Asosiasi Museum Indonesia (AMI), museum ini patut didatangi jika ingin mengetahui sejarah panjang Kota Jakarta sejak masa prasejarah, kolonial, hingga masa kini. Bangunan museumnya sendiri telah dibangun sedari 1707.

Jika ingin mengenal sejarah bank sentral di Tanah Air, maka dapat mengunjungi museum satu ini. Selain itu, traveler bisa mengetahui perkembangan ekonomi serta mata uang Indonesia dari masa ke masa di sini.

Di museum ini tersimpan berbagai koleksi kesenian wayang yang ada di Indonesia. Mulai wayang yang terbuat dari kayu, kulit, boneka, dan bahan lainnya. Kabarnya terdapat lebih dari 6.800 buah koleksi wayang di sini lho.

Museum BahariMuseum Bahari (Almadinah Putri Brilian/detikcom)

Museum ini menampilkan koleksi kebaharian dan kenelayanan seluruh bangsa Indonesia bisa dilihat di museum ini. Koleksi yang ada berupa berbagai perahu tradisional, miniatur kapal, perlengkapan pelayaran, hingga alat navigasi kapal. Terdapat juga koleksi biota laut sampai tokoh-tokoh maritim Nusantara.

Kalau mau tahu informasi dan melihat koleksi aktivitas perbankan tempo dulu dan perkembangannya, kamu bisa datang ke museum ini. Ditampilkan berbagai koleksi operasional bank, seperti peti uang, mesin hitung uang, surat berharga, hingga mata uang kuno.

2. Membuat Gerabah di Museum Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik JakartaMuseum Seni Rupa dan Keramik Jakarta (Weka Kanaka/detikcom)

Selain sejumlah museum sebelumnya, ada pula Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua. Sesuai namanya, museum ini menyimpan sejarah seni di Tanah Air hingga menampilkan berbagai koleksi keramik dan karya seni.

Menariknya, traveler dapat mengikuti pottery class di sana. Cukup mengeluarkan kocek Rp 50.000, kamu akan belajar membuat tembikar atau gerabah dengan bimbingan ahlinya. Nantinya, karya yang berhasil dibuat itu bisa traveler bawa pulang.

3. Nongkrong di Toko Merah

Ada kafe di Toko Merah Kota Tua JakartaToko Merah Kota Tua Jakarta (Weka Kanaka/detikcom)

Terdapat bangunan berbata merah di kawasan Kota Tua yang berusia hampir tiga abad, yaitu Toko Merah. Dilansir Historia, gedung ini dibangun pada 1730. Setelahnya bangunan ini berganti-ganti pemilik.

Pada 1998, Toko Merah ditetapkan sebagai cagar budaya. Gedung ini dimiliki oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sejak 2003. Usai sekian lama tidak difungsikan, Toko Merah kini menjadi kafe untuk nongkrong aesthetic bernuansa vintage bernama RODE Winkel.

RODE Winkel menawarkan aneka kopi dan menu makanan nusantara yang lezat. Kafe ini juga menyajikan berbagai pastry, camilan, dan minuman non kopi. Tempat nongkrong ini buka setiap hari dari jam 10.00-22.00 WIB pada Senin-Jumat dan 07.00-22.00 pada Sabtu-Minggu.

4. Berkeliling dengan Sepeda

Area Kota Tua Jakarta cukup luas, karena itu traveler dapat mengelilinginya dengan bersepeda. Pengunjung bisa menyewa sepeda ontel di sekitar kawasan tersebut dengan harga cukup terjangkau.

Kamu pun dapat berkeliling Kota Tua sesukamu tanpa lelah, bahkan ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi.

5. Hunting Foto

Objek wisata baru di Kota Tua JakartaKali Besar Kota Tua Jakarta (detikcom)

Berfoto merupakan aktivitas yang tidak boleh dilewatkan saat ke Kota Tua. Pasalnya, setiap sudut di kawasan ini bisa jadi spot foto Instagramable. Gedung-gedung kuno yang terawat memiliki vibes vintage yang estetik.

Jalan sedikit ke area Kali Besar Kota Tua terdapat bekas dermaga di masa lalu yang dominan berwarna putih jadi spot favorit berfoto pengunjung. Selain itu, bisa pergi ke Pelabuhan Sunda Kelapa yang terkenal pada abad ke-5 untuk melihat kapal dan perahu-perahu bersandar. Atau ke Jembatan Kota Intan yang dulunya untuk lalu lintas perahu dan dibangun pada 1628.

6. Wisata Kuliner

Kalau lapar setelah seharian bermain di Kota Tua Jakarta, kamu dapat mengunjungi restoran, kafe, serta tenant makanan yang terdapat di sana.

Bisa mampir ke Cafe Batavia ikonik yang bangunannya masih berdiri kokoh sejak 1805. Menu yang disuguhkan otentik makanan nusantara seperti Rujak Kepiting, Nasi Goreng Roa, Putri Mandi, dan Ronde.

Terdapat Kedai Seni Djakarte yang gedungnya juga bergaya tempo dulu. Kamu dapat mencicipi aneka menu makanan berat, camilan, dan minuman. Kalau ingin mencoba berbagai pizza ala New York City, bisa datang ke NYPD Pizza.

Kawasan Kota Tua Jakarta terletak di Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. Dari pusat kota Jakarta, tempat ini berjarak dekat dan bisa ditempuh dalam waktu 15-20 menit.

Lokasi Kota Tua mudah diakses dengan kendaraan pribadi dan umum seperti KRL, Transjakarta, atau transportasi online. Bisa turun di Stasiun Jakarta Kota bagi pengguna KRL. Keluar dari stasiun maka traveler sudah berada di sekitar kawasan Kota Tua.

Jika naik Transjakarta maka kamu dapat berhenti di Halte Kota yang berlokasi di sebelah Stasiun Jakarta Kota. Bus Transjakarta yang melayani rute melewati atau ke kawasan ini, antara lain:

  • Koridor 1: Blok M – Kota
  • Koridor 1A: Pantai Maju – Balai Kota
  • Koridor 3H: Stasiun Pesing – Kota
  • Koridor 12: Pluit – Tanjung Priok
  • Koridor 12A: Kota – Kali Adem
  • Koridor 12B: Pluit – Senen

Kalau menggunakan transportasi online, kamu dapat memesan langsung menuju kawasan Kota Tua Jakarta. Sementara bila menaiki kendaraan pribadi, traveler bisa mengandalkan online maps jika tidak tahu rutenya ya.

Tiket Masuk Kota Tua Jakarta

Untuk masuk ke kawasan Kota Tua tidak dikenakan biaya alias gratis. Kamu barulah akan dikenakan tiket jika mengunjungi sejumlah museum. Tapi tenang saja, tiket masuk museum rata-rata sangat terjangkau, sekitar Rp 5.000-15.000 saja.

Jam Buka Kota Tua Jakarta

Kawasan Kota Tua, tepatnya Taman Fatahillah dapat diakses setiap hari mulai jam 06.00-22.00 WIB. Waktu operasional sejumlah museum lebih singkat lagi. Berikut jam buka beberapa museum di Kota Tua Jakarta:

  • Museum Fatahillah: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
  • Museum Bank Indonesia: Selasa-Minggu (08.00-15.00 WIB)
  • Museum Bank Mandiri: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
  • Museum Seni Rupa dan Keramik: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
  • Museum Bahari: Selasa-Minggu (08.00-15.00 WIB)
  • Museum Wayang: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB).

Tips Berkunjung ke Kota Tua Jakarta

Kota Tua JakartaKota Tua Jakarta (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Kalau tertarik mengunjungi kawasan Kota Tua, ada sejumlah tips yang bisa kamu ikuti nih. Dilansir Jakarta Tourism, berikut tips berkunjung ke Kota Tua Jakarta:

  • Pastikan kondisi badan fit
  • Tentukan tujuan wisata yang ingin dikunjungi sebelum berangkat
  • Kenakan pakaian yang nyaman
  • Datang di waktu pagi agar belum terlalu ramai
  • Tidak datang di waktu sore karena sejumlah museum sudah tutup
  • Gunakan sunblock karena cuaca panas menyengat di siang hari
  • Bawa payung dan alas duduk
  • Tidak buang sampah sembarangan.

Nah, itu tadi panduan lengkap berwisata ke Kota Tua Jakarta. Jadi, apakah kamu berminat mengunjungi kawasan wisata ini?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Panduan ke Pasar Barang Bekas Jatinegara, Cari Apa Aja Ada


Jakarta

Pasar barang bekas Jatinegara lebih dikenal dengan sebutan Pasar Jembatan Item. Pasar loak ini adalah surga bagi para pencari barang lawas, mulai dari barang kebutuhan hingga sekadar koleksi.

Jika belum pernah ke sana, simak dulu panduannya sebelum datang ke sana, mulai dari barang apa saja yang dijual, lokasi, cara menuju ke sana, dan jam bukanya. Berikut ulasannya yang dirangkum dari catatan detikcom dan berbagai sumber.

Barang yang Dijual di Pasar Barang Bekas Jatinegara?

Barang bekas tak selalu identik dengan sesuatu yang tak terpakai. Di Jakarta ada beberapa pasar loak yang cukup populer. Berikut dua diantaranya.Di Pasar Jembatan Item Jatinegara dan Kebayoran Lama inilah lumayan sudah tersohor dan sellau jadi pilihan warga Ibu Kota berbelanja. Nggak semua barang bekas itu tak terpakai, ada juga kok barang bekas yang masih memiliki nilai ekonomi.Pasar barang bekas. (Agung Pambudhy/detikcom)

Pasar barang bekas Jatinegara atau Pasar Jembatan Item menyediakan berbagai jenis barang. Sebetulnya tidak hanya barang bekas, banyak barang baru yang dijual di sana.


Berikut ini beberapa macam barang yang bisa ditemukan di pasar barang bekas Jatinegara:

  • Barang elektronik: HP, speaker, earphone, vacuum cleaner
  • Peralatan rumah tangga: kompor gas, ember, alat memasak, jebakan tikus
  • Fashion: sepatu, pakaian, jam tangan, cincin akik
  • Pernak-pernik rumah: lukisan, lampu hias, guci, patung, jam dinding, barang antik
  • Barang koleksi: kaset, buku, uang kuno
  • Otomotif: spare part, jok, ban, aksesoris kendaraan
  • Mainan anak dan sebagainya.

Lokasi dan Jam Buka Pasar Barang Bekas Jatinegara

Barang bekas tak selalu identik dengan sesuatu yang tak terpakai. Di Jakarta ada beberapa pasar loak yang cukup populer. Berikut dua diantaranya.Di Pasar Jembatan Item Jatinegara dan Kebayoran Lama inilah lumayan sudah tersohor dan sellau jadi pilihan warga Ibu Kota berbelanja. Nggak semua barang bekas itu tak terpakai, ada juga kok barang bekas yang masih memiliki nilai ekonomi.Barang-barang unik di Pasar Jatinegara (Agung Pambudhy/detikcom)

Lokasi Pasar barang bekas Jatinegara atau Pasar Jembatan Item adalah di Jalan Bekasi Barat III, Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Ada pedagang yang memiliki kios, tetapi ada juga pedagang yang membuka lapak di pinggir jalan.

Jam buka Pasar barang bekas Jatinegara umumnya adalah mulai waktu subuh hingga pukul 17.00 WIB. Namun ada juga pedagang yang membuka lapak 24 jam. Pasar loak ini paling ramai dikunjungi di akhir pekan.

Untuk menuju ke pasar barang bekas Jatinegara, kalian bisa naik kendaraan pribadi maupun transportasi umum seperti kereta rel listrik (KRL) atau TransJakarta.

Naik Kendaraan Pribadi

Jika naik kendaraan pribadi dari arah selatan, traveler bisa melintasi Jalan Condet kemudian Jalan Dewi Sartika, dan Jalan Otto Iskandar Dinata. Kemudian berlanjut ke Jalan Jatinegara Barat, Jalan Jatinegara Barat 2, Jalan Jatinegara Timur, dan Jalan Jatinegara Timur III ke utara hingga ke Jalan Bekasi Barat III.

Jika dari utara, kamu bisa melalui Jalan Gunung Sahari, Jalan Pasar Senen, Jalan Kramat Raya, Jalan Salemba Raya, Jalan Matraman Raya, Jalan Jatinegara Timur, baru kemudian masuk ke Jalan Bekasi Barat III.

Naik Transportasi Umum

Jika naik KRL, traveler bisa turun di Stasiun Jatinegara. Keluar dari stasiun, kamu bisa menyeberang dan berjalan kaki ke arah selatan hingga sekitar 300 meter. Sampai di GOR Guna Bangsa, kamu bisa belok ke barat, ke Jalan Bekasi Barat III.

Jika naik bus TransJakarta dari arah utara, traveler bisa naik Koridor 5D jurusan Ancol-PGC1. Turunlah di Halte Jatinegara RS Premier, kemudian berjalan kaki ke utara sekitar 500 meter atau sekitar 10 menit.

Jika dari arah selatan, traveler bisa naik angkutan umum M06A dan turun di halte Stasiun Jatinegara 4. Atau kamu bisa naik Trans Jakarta Koridor 7 ke arah Kampung Melayu kemudian pindah angkutan umum JAK 42 dan turun di Halte Jatinegara Timur. Selanjutnya, kamu tinggal jalan kaki sekitar 350 meter atau sekitar 7 menit.

Nah, itulah tadi panduan ke pasar barang bekas Jatinegara atau Pasar Jembatan Item, mulai dari barang apa saja yang dijual, lokasi, jam buka, dan cara menuju ke sana.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Cara ke Dufan Naik KRL Beserta Rute Stasiunnya


Jakarta

Taman hiburan Dunia Fantasi (Dufan) adalah salah satu destinasi liburan yang populer di Jakarta. Akses stasiun terdekat dari Dufan adalah Stasiun Ancol dengan jarak ±2,4 km. Simak panduan rutenya berikut ini.

Bagi kamu yang ingin mengunjungi Dufan menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL), penting untuk mengetahui stasiun yang terdekat untuk turun. Cari tahu rutenya di bawah ini.

Rute Ke Dufan Naik KRL

Berdasarkan informasi yang didapat detikTravel dari akun Twitter resmi KAI Commuter @CommuterLine (24/09/2024), ke Dufan naik KRL bisa turun di Stasiun Ancol.


Berikut adalah beberapa cara ke Dufan menggunakan KRL dari beberapa rute.

Cara ke Dufan Naik KRL dari Stasiun Jakarta Kota

  • Dari Stasiun Jakarta Kota, kita bisa menuju peron 7 untuk naik KRL tujuan akhir Stasiun Tanjung Priok untuk turun di Stasiun Ancol.
  • Dari Stasiun Ancol, kamu bisa naik transportasi ojek online, atau ojek pangkalan menuju Dufan. Jarak yang ditempuh kurang lebih 3,1 km dengan waktu tempuh yang diperlukan kurang lebih 7 menit.

Cara ke Dufan Naik KRL dari Stasiun Bogor

  • Dari Stasiun Bogor lalu pilih tujuan Stasiun Jakarta Kota.
  • Setelah sampai Stasiun Jakarta Kota, lanjutkan perjalanan ke Stasiun Tanjung Priok, lalu turun di Stasiun Ancol.
  • Dari Stasiun Ancol, kamu bisa naik transportasi ojek online, atau ojek pangkalan menuju Dufan. Jarak yang ditempuh kurang lebih 3,1 km dengan waktu tempuh yang diperlukan kurang lebih 7 menit.

Cara ke Dufan Naik KRL dari Stasiun Bekasi

  • Dari Stasiun Bekasi pilih kereta arah Stasiun Jakarta Kota.
  • Setelah sampai Stasiun Jakarta Kota, lanjutkan perjalanan ke Stasiun Tanjung Priok, lalu turun di Stasiun Ancol.
  • Dari Stasiun Ancol, kamu bisa naik transportasi ojek online, atau ojek pangkalan menuju Dufan. Jarak yang ditempuh kurang lebih 3,1 km dengan waktu tempuh yang diperlukan kurang lebih 7 menit.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Cara ke Beach City International Stadium Naik Angkutan Umum


Jakarta

Beach City International Stadium sering dikunjungi ketika digunakan sebagai tempat konser atau event lainnya. Gedung ini berada di dalam kawasan Ancol dan dekat dengan berbagai tempat wisata seperti Pantai Ancol, Sea World, Dufan, dan Atlantis.

Saat diadakan konser, kawasan ini biasanya macet, sehingga lebih baik menggunakan angkutan umum, seperti TransJakarta, Kereta Rel Listrik (KRL), atau Mass Rapid Transit (MRT). Simak cara ke Beach City International Stadium naik angkutan umum berikut ini.

Cara ke Beach City International Stadium

Cara ke Beach City International Stadium paling mudah adalah mencari angkutan umum dengan tujuan Ancol. Berikut ini beberapa cara yang bisa dipilih:


1. Naik TransJakarta

Dilihat dari situs TransJakarta, bus yang bisa turun di Ancol adalah Koridor 5 (rute Kampung Melayu-Ancol) atau Koridor 5D (rute Cililitan-Ancol). Jika detikers dari arah lain, maka dapat naik koridor lain terlebih dahulu dan transit ke salah satu halte yang dilewati Koridor 5.

Koridor 5

Adapun halte yang dilewati TransJakarta Koridor 5 adalah Kampung Melayu – Jatinegara – Bali Mester – Matraman Baru – Kesatrian – Tegalan – Matraman – Paseban – Salemba – Kramat Sentiong – Pal Putih – Senen Sentral – Lapangan Banteng – Pasar Baru Timur – Jembatan Merah – Gunung Sahari – Pademangan – Ancol.

Koridor 5D

Sementara Koridor 5D adalah perpanjangan dari Koridor 5. Bedanya, Koridor 5D dimulai dari Cililitan, kemudian rutenya sama dengan Koridor 5 setelah sampai di Kampung Melayu. Rutenya adalah sebagai berikut: Cililitan – Cawang Cililitan – Cawang Sentral – BNN – Cawang – Cawang Baru – Gelanggang Remaja – Bidara Cina – Kampung Melayu – dan seterusnya sama dengan Koridor 5.

Koridor Lain

  • Koridor 7C (Cibubur – Cawang Sentral) transit di Halte Cawang Cililitan
  • Koridor 7P (Pondok Kelapa – Cawang Sentral) transit di Halte Cawang Sentral
  • Koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit) transit di Halte Cawang Sentral atau Cawang
  • Koridor 9A (Cililitan – Grogol) transit di Halte Cawang Sentral atau Cawang
  • Koridor 9C (Pinang Ranti – Bundaran Senayan) transit di Halte Cawang Sentral
  • Koridor 9N (Pinang Ranti – Simpang Cawang) transit di Halte Cawang Sentral
  • Koridor 10 (Tanjung Priok – Pgc) transit di Halte Cawang Sentral
  • Koridor 4 (Pulo Gadung – Galunggung) transit di Halte Matraman
  • Koridor 6H (Senen – Lebak Bulus) transit di Halte Senen Sentral
  • Koridor 12 (Pluit – Tanjung Priok) transit di Halte Jembatan Merah atau Gunung Sahari

2. Naik KRL

Dikutip dari situs resmi Ancol, cara ke Beach City International Stadium selanjutnya adalah dengan naik Commuter Line atau KRL dengan pemberhentian Stasiun Ancol. Berikut langkah-langkahnya:

Dari Bogor atau Depok

  • Naik KRL dari Stasiun Bogor/Depok dengan rute ke Stasiun Gondangdia.
  • Dari Gondangdia, pindah ke KRL jurusan Stasiun Kota.
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol.

Dari Bekasi atau Stasiun Jatinegara

  • Naik KRL dari Bekasi dengan rute ke Stasiun Jatinegara.
  • Di Jatinegara, pindah KRL jurusan Stasiun Kota.
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol.

Dari Tangerang atau Serpong

  • Naik KRL dari Tangerang/Serpong dengan rute Stasiun Tanah Abang.
  • Di Tanah Abang, pindah ke KRL jurusan Stasiun Kota.
  • Kemudian turun di Stasiun Ancol.

3. Cara ke Ancol Naik MRT

Cara terakhir, detikers bisa naik kereta MRT dengan pemberhentian di Stasiun Ancol. Berikut langkah-langkahnya:

Dari Lebak Bulus atau Stasiun Terdekat

  • Naik MRT dari Lebak Bulus atau stasiun terdekatnya sampai Stasiun Blok M.
  • Di Blok M, pindah jalur ke MRT jurusan Stasiun Kota dan turun di Stasiun Dukuh Atas.
  • Di Stasiun Dukuh Atas, lanjutkan perjalanan dengan KRL jurusan Stasiun Kota dan turun di Stasiun Ancol.

Dari Bundaran HI atau Stasiun Terdekat

  • Naik MRT dari Bundaran HI atau stasiun terdekatnya sampai Stasiun Dukuh Atas.
  • Di Stasiun Dukuh Atas, lanjutkan perjalanan dengan KRL jurusan Stasiun Kota dan turun di Stasiun Ancol.

4. Setelah Sampai di Halte dan Stasiun Ancol

Setelah sampai di Halte Ancol maupun Stasiun Ancol, detikers bisa menuju ke Beach City International Stadium menggunakan shuttle bus yang disediakan khusus untuk berkeliling di kawasan Ancol. Selain itu, ada beberapa mikrolet yang bisa kamu tumpangi.

Nah, itulah tadi berbagai cara ke Beach City International Stadium yang biasa digunakan sebagai tempat konser. Kamu bisa naik angkutan umum seperti TransJakarta, KRL, maupun MRT.

(bai/inf)



Sumber : travel.detik.com