Tag Archives: kuliah

Panduan Mulai Bisnis Kos-kosan dari Konsep hingga Harga Sewa


Jakarta

Banyak orang bercita-cita membuka bisnis kos-kosan suatu hari. Bisnis ini sering kali dianggap sebagai investasi yang menguntungkan, terutama di masa pensiun.

Kos-kosan memang dibutuhkan banyak orang, terutama di kawasan perkantoran, perguruan tinggi, serta industri. Jika okupansi kamar kos terisi penuh, pemiliknya pun bisa panen uang setiap bulannya.

Bagi yang tertarik memulai bisnis kos-kosan, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Pastikan pemilik properti merencanakan hal-hal berikut ini.


1. Konsep Kos-kosan

Langkah awal memulai bisnis kos-kosan adalah menentukan konsep. Caranya dengan memilih target pasar, misalnya mahasiswa atau karyawan. Mulai dari situ, pemilik dapat menentukan lokasi, harga sewa, dan fasilitas yang sesuai kebutuhan penyewa.

“Jadi memang dari awalnya konsepnya dulu harus dibuat, mau buat siapa nih,” ujar Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi kepada detikcom beberapa waktu lalu.

2. Lokasi Strategis

Pilih lokasi kos-kosan yang strategis dengan melihat lingkungannya. Jika ingin membuat kos-kosan buat mahasiswa, lokasinya harus dekat perguruan tinggi. Berbeda halnya dengan pegawai, lokasi kos-kosan mendekati gedung perusahaan.

3. Fasilitas

Kemudian, beri fasilitas kamar kos-kosan sesuai dengan kebutuhan penyewa. Fasilitas itu juga harus sepadan dengan harga sewa kos-kosan.

“Kalau sebetulnya sih standar ya, kalau itu sudah pasti yang standar ada tempat tidur, ada lemari, paling nggak meja,” imbuhnya.

Pemilik kos-kosan juga bisa mengikuti tren terkini. Kalau banyak calon penyewa work from home (WFH), sediakan meja dan kursi. Kelengkapan fasilitas bisa membuat kos-kosan enggak kalah saing sama kos-kosan lainnya.

4. Harga Kompetitif

Selanjutnya, tentukan harga sewa dengan mempertimbangkan kisaran harga di lingkungan sekitar. Lakukan riset untuk mengetahui harga pasaran. Jangan tetapkan harga sewa terlalu jauh dari harga pesaing.

“Kalau kita juga terlalu mahal, jadi nggak ada yang ke kita, jadi kita mesti survei lapangan juga untuk menentukan harga itu,” katanya.

5. Syarat dan Perizinan

Jangan asal bikin bisnis kos-kosan tanpa mencari tahu soal peraturan dan perizinannya. Pemilik perlu mengurus persetujuan bangunan gedung (PBG) kalau mau bangun atau renovasi rumah. Namun, merenovasi tanpa mengubah fasad rumah tidak perlu membuat PBG.

“Ada peraturan juga dari pemerintah, kalau dia (kamar kos) melebihi dari 10, 12, apa 11, itu dia akan kena pajak pemda (pemerintah daerah) gitu,” katanya.

6. Selektif Terima Penyewa

Terakhir, Anis menyarankan agar pemilik kos-kosan untuk mencari tahu dan bertemu langsung dengan calon penyewa. Apabila merasa tidak nyaman dengan kesan pertama penyewa, pemilik bisa menolak baik-baik.

Pemilik juga bisa meminta kontak jaga-jaga atau orang terdekatnya sebagai langkah antisipasi. Bahkan, pemilik kos juga bisa menghubungi orang tua penyewa yang masih di bangku kuliah. Hal ini untuk menghindari keadaan tidak diinginkan, seperti orang-orang yang tidak membayar kos ataupun bermasalah.

Itulah beberapa hal penting yang perlu dilakukan ketika hendak memulai bisnis kos-kosan. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Perpustakaan Batu Api Mengoleksi Buku, Menyimpan Keresahan



Jakarta

Perpustakaan Batu Api di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat awalnya tidak hanya menyimpan buku. Tempat itu, juga rumah bagi audio (musik) dan video (film) dari seluruh dunia dengan berbagai genre, mulai dari jazz hingga dangdut.

Cahaya matahari menembus tumpukan buku dibalik jendela dari bangunan yang tampak tidak terlalu besar, namun mampu menyimpan ribuan koleksi buku, perpustakaan Batu Api.

Saat detikJabar mengunjungi perpustakaan ini, Selasa (8/10/2024), terdengar alunan musik dari sudut ruangan, seakan menyihir suasana menjadi lebih nyaman. Tumpukan buku yang disampul rapi seolah mengucapkan selamat datang.


Si pemilik, Anton Solihin, duduk di sudut ruangan, bergelut dengan laptopnya dikelilingi tumpukan buku. dia membangun perpustakaan Batu Api sejak 1 April 1999.

Perpustakaan Batu Api di Jatinangor.Perpustakaan Batu Api di Jatinangor. Foto: Asy Syifa Ramadhani Imam

Anton menceritakan kendati secara visual tempat itu penuh akan buku, ia justru memulai perjalanannya dengan ketertarikan akan musik.

“Awal itu minatnya musik, rekaman kaset, piring hitam. Dulu kan suka nongkrong di Cihapit, buku belakangan aja. Bukunya harus kelihatan karena ini di tengah kampus, supaya keliatan interaktual,” ujar Anton.

Ya, perpustakaan yang berada di Jl Raya Jatinangor No 142 A, Cikeruh, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, di tengah kawasan yang dihuni ribuan mahasiswa dengan jumlah yang terus meningkat setiap tahunnya.

Dulu, perpustakaan ini rutin melakukan beragam kegiatan, seperti pemutaran film setiap minggu dari tahun 2001 hingga 2019. Selain itu, Anton juga mengadakan diskusi buku bersama organisasi kampus. Ia juga menghadirkan pembicara dari kalangan penulis hingga sejarawan.

Sayangnya, kegiatan tersebut terhenti setelah Covid-19 melanda dan belum dilanjutkan hingga saat ini. Ia menyampaikan, saat ini kegiatan serupa sudah banyak dilakukan.

Pengunjung Jarang yang Baca Buku

satu keresahan Anton selama mengelola perpustakaan itu. Kendati banyak mahasiswa yang datang, namun hanya sedikit mahasiswa yang datang hanya untuk membaca buku.

“Dari 100 paling 5% yang datang untuk baca, sisanya itu dulu untuk tugas kuliah. Nah kan sekarang tugas kuliah banyak pakai AI,” kata Anton.

Pria yang hobi membuat kliping ini menggunakan kata ‘warung’ yang merujuk pada pustaka Batu Api ini. Bukan tanpa sebab, ia menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki latar belakang ilmu perpustakaan. Ia tidak memahami sama sekali teknis dari perpustakaan. Meski begitu, ia tetap menunjukkan keseriusannya dalam membangun perpustakaan ini.

“Saya bukan anak jurusan perpustakaan, kategorisasi segala macem, saya tidak peduli. Sampai sekarang masih acak-acakan. Tapi kalau konten saya serius. Bahan yang sekiranya orang susah nyari, saya betulan simpen,” ujarnya.

Anton juga sering berdiskusi dengan para pengunjung. Mulai dari membahas buku atau rekaman yang tersedia, hingga berkonsultasi terkait tugas kuliah.

Seperti yang disampaikan Salman (21), seorang mahasiswa yang sudah beberapa kali berkunjung ke perpustakaan Batu Api. Tidak hanya datang untuk membaca buku, ia juga mencari bacaan sebagai tuntutan tugas kuliah.

“Buku yang aku cari, terutama soal politik atau budaya lebih lengkap dibandingkan perpustakaan lain. Bang Anton juga bisa diajak diskusi, soal ketersediaan buku atau referensi topik yang sedang dibutuhkan,” kata Salman sambil menggenggam sebuah buku.

Hingga saat ini, tidak tahu pasti jumlah buku, rekaman video maupun audio yang ada di perpustakaan ini. Saat awal dibangun, sudah ada sekitar 4.500 buku. Sekarang, belasan ribu rekaman juga dikoleksi oleh Anton. Ia juga membagikan rekaman yang ada secara gratis.

Jika ingin menjadi anggota dari perpustakaan Batu Api, harus mendaftarkan diri dengan biaya Rp 20 ribu. Sementara itu, biaya sewa buku selama seminggu dibanderol Rp 5 ribu.

Digitalisasi Tidak Membantu Tingkatkan Minat Baca

Keresahan lain yang dirasakan Anton adalah tidak ada pengaruh digitalisasi buku atau pun novel. Dia membandingkan kondisi saat masa orde baru dan masa kini. Dulu, saat orba dengan semua hal diseragamkan, mulai dari tontonan hingga pemikiran, orang-orang berusaha untuk ‘berbeda’. Kini di era digital yang penuh kebebasan, banyak yang memilih untuk tetap ‘seragam’.

“Zaman Orde Baru kita semuanya dibuat seragam, tontonannya sampai apa yang dipikirkan seragam. Tapi kita berusaha untuk menjadi berbeda. Sekarang saya justru lihat, orang harusnya punya imajinasi tak terbatas, tapi banyak yang jadi seragam. Jadi kalau dibilang ada perubahan gara-gara digital, ternyata enggak juga,” kata dia.

Tidak lagi sekedar hobi, mengoleksi buku dan rekaman seakan menjadi jalan hidupnya. Perpustakaan ini tetap eksis di tengah digitalisasi dan meningkatnya harga buku di pasaran.

“Sudah tidak bisa disebut hobi saja karena sudah 25 tahun. Ternyata saya bisa hidup dari sini,” kata dia.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Yoga di Kolam, Fashion Show, Menu Baru



Tanjungpinang

Di bulan September yang identik sebagai bulan yang penuh warna dan semangat baru, ASTON Tanjungpinang dan Trans Studio Garden menghadirkan berbagai acara, promo, dan kreasi kuliner yang siap memanjakan tamu maupun masyarakat Tanjungpinang.

Mulai dari yoga di kolam renang, fashion show anak dan remaja, hingga promo kamar dan menu terbaru di restoran Verbena.

Yoga di Kolam Renang

Rangkaian acara yang akan diadakan September ini dibuka dengan energi positif melalui Zenrise Yoga, sesi yoga pagi bersama instruktur profesional yang dirancang untuk menyegarkan tubuh dan pikiran.


Acara ini terbuka untuk tamu hotel maupun masyarakat umum yang ingin merasa rileks & tenang. Tarif yang dikenakan adalah Rp 288.000, sudah termasuk sarapan dan akses kolam renang. Acara yoga ini akan diadakan 2 kali, yaitu tanggal 7 & 21 September.

Fashion Show

Selain acara Yoga bersama instruktur, ASTON Tanjungpinang dan Trans Studio Garden bekerja sama dengan ForsFortuna akan mengadakan lomba Fashion Show Casual Colorful, yang bisa diikuti oleh anak usia PAUD hingga usia kuliah.

Promo Hotel Aston TanjungpinangFashion Show Foto: Aston Tanjungpinang

Acara ini akan diselenggarakan pada 27 September 2025. Untuk memeriahkan lomba fashion show ini, digelar juga photo challenge yang berlokasi di Trans Studio Garden. Photo Challenge ini akan dimulai dari tanggal 12-26 September 2025. Peserta dengan likes terbanyak akan mendapatkan hadiah menarik.

Promo kamar

Promo kamar yang akan menambah keseruan September ini adalah Promo Kamar 9.9 dan Aston Escape. Promo Kamar 9.9 memberikan pengalaman menginap nyaman, sarapan, dan dessert fried banana hanya dengan Rp 650.000 yang hanya berlaku di periode 1 September hingga 30 November 2025. Periode bookingnya mulai dari 1-10 September 2025.

Promo Hotel Aston TanjungpinangPromo Hotel Aston Tanjungpinang Foto: Aston Tanjungpinang

Selain itu, bagi masyarakat yang mau menikmati liburan lebih lama, ASTON Tanjungpinang menyajikan paket eksklusif yaitu Aston Escape 3 Hari 4 Malam dengan harga Rp 2.250.000.

Promo Hotel Aston TanjungpinangPromo Hotel Aston Tanjungpinang Foto: Aston Tanjungpinang

Harga sudah termasuk sarapan selama menginap dan 1 kali makan malam. Dapatkan juga diskon 10% untuk semua menu F&B dan nikmati fasilitas hotel berbintang dengan harga lebih hemat yang cocok untuk family getaway maupun staycation bersama sahabat.

Promo Hotel Aston TanjungpinangSop buntut bakar di Hotel Aston Tanjungpinang Foto: Aston Tanjungpinang

Menu baru Aston Tanjungpinang

ASTON Tanjungpinang juga meluncurkan menu terbaru untuk melengkapi pengalaman bersantap yaitu Sop Buntut Bakar yang merupakan sajian otentik dengan cita rasa khas, memadukan kelembutan daging buntut dan bumbu bakar yang kaya rasa. Juga Nata de Coco Melon Mojito yang merupakan minuman segar dengan kombinasi manis alami melon, sensasi soda mojito, dan tekstur kenyal nata de coco.

Promo Hotel Aston TanjungpinangNata de Coco Melon Mojito yang mengunggah selera Foto: Aston Tanjungpinang

“Bulan September ini kami ingin menghadirkan pengalaman yang berwarna bagi para tamu, mulai dari relaksasi, hiburan, promo kamar, hingga sajian kuliner yang unik. Semua kami siapkan untuk memberikan pilihan terbaik bagi masyarakat Tanjungpinang maupun wisatawan dan harapannya semua bisa menikmati produk-produk kami,” ujar Manager FB Aston Tanjungpinang, Iwan.

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, hubungi 0852 1851 5451 atau kunjungi situs hotel Aston Tanjungpinang.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Perpustakaan Jakarta, Spot Literasi Hits, Dekat Stasiun, Dilewati Jaklingko



Jakarta

Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM) jadi spot hits buat baca sekaligus nongkrong. Simak cara daftar, rute menuju lokasi, dan jam buka lengkapnya di sini.

Perpustakaan Jakarta bisa jadi pilihan tepat buat traveler yang ingin berwisata sekaligus menikmati bacaan seru atau nugas kuliah, bisa juga sembari nongkrong. Lokasinya ada di dalam Kompleks Pemajuan Kebudayaan dan Literasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM)Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM) (Pradita Utama/detikcom)

Dikutip dari Instagram resmi @perpusjkt jam operasional Perpustakaan Jakarta buka setiap Senin-Minggu pukul 09.00-22.00 WIB. Perpustakaan itu hanya tutup pada hari libur nasional dan cuti bersama.


Kabar baiknya, sekarang traveler tak perlu reservasi lagi untuk berkunjung. Pengunjung cukup mendaftar keanggotaan melalui aplikasi Jaklitera atau website perpustakaan.jakarta.go.id sampai tahap pengiriman OTP saja. Setelah itu, detikers bisa langsung scan barcode keanggotaan saat masuk tanpa perlu reservasi.

Cara Daftar Keanggotaan Perpustakaan Jakarta

Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM)Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM) (Pradita Utama/detikcom)

Buat detikers yang baru pertama kali berkunjung, wajib mendaftar keanggotaan terlebih dahulu. Nantinya, kartu keanggotaan bisa digunakan juga untuk menukar kunci loker penitipan tas.

Berikut langkah-langkah daftar keanggotaan Perpustakaan Jakarta

  1. Datang ke Perpustakaan Jakarta pada jam operasional (09.00-22.00 WIB).
  2. Akses masuk ada di lantai 3 dan 4, Kompleks TIM Jakarta.
  3. Lakukan registrasi di laman perpustakaan.jakarta.go.id.
  4. Isi semua formulir pendaftaran sampai mendapat kode OTP via email.
  5. Scan barcode keanggotaan saat masuk dan titipkan barang bawaan ke loker.
  6. Setelah itu, detikers bisa langsung menikmati suasana baca di perpustakaan.

Rute Menuju Perpustakaan Jakarta

Lokasi Perpustakaan Jakarta terbilang strategis dan mudah dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Kawasan ini dekat dengan Stasiun Kereta Api Cikini, juga dilewati berbagai moda tramsportasi umum.

Bus TransJakarta: Naik bus koridor 5M (Kampung Melayu-Tanah Abang via Cikini) atau 6H (Senen-Lebak Bulus), lalu turun di Halte Ismail Marzuki.

KRL: Ambil KRL jurusan Jakarta Kota, turun di Stasiun Cikini, lalu jalan kaki sekitar 1 km atau lanjut naik ojek online menuju TIM.

MRT: Turun di Stasiun Bundaran HI, kemudian lanjut perjalanan ke TIM dengan ojek online sejauh kurang lebih 3 km.

Jaklingko: JakLingko yang melewati TIM adalah JakLingko nomor 10A (Gondangdia – Cikini via Salemba Raya) dan 10B (Gondangdia – Cikini via Kramat Raya).

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com