Tag Archives: kuliner bogor

Mampir ke Bogor, Yuk Kunjungi Pusat Kuliner Surya Kencana


Bogor

Bogor memiliki berbagai tempat wisata, salah satunya adalah Jalan Surya Kencana yang merupakan daerah pecinan dan pusat kuliner. Suasananya yang santai dan jalanannya yang menyuguhkan berbagai pilihan kuliner membuat Surya Kencana menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan di Bogor.

Jalan Surya Kencana cukup mudah diakses karena terletak tepat di seberang tempat wisata Bogor yang terkenal, yaitu Kebun Raya Bogor.

Tahukah detikers sejarah di balik pusat kuliner Kota Bogor ini? Apa saja rekomendasi kuliner yang bisa dinikmati di Jalan Surya Kencana? Simak di artikel berikut.


Sejarah Singkat Surya Kencana Bogor

Mengutip laman resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Jalan Surya Kencana sudah eksis sebagai daerah pecinan sejak zaman kolonial Belanda. Jalanan ini dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Daendels.

Pada awalnya, jalanan ini bernama Jalan Post Weg dan berperan sebagai salah satu ruas jalan Anyer-Panarukan. Namanya berubah menjadi Jalan Surya Kencana pada tahun 1970.

Di belakang jalan ini, terdapat pemukiman warga Tionghoa. Pada kala itu, kebanyakan warga Tionghoa bertahan hidup dengan cara berdagang.

Rekomendasi Kuliner Surya Kencana Bogor

Jika penasaran dengan kuliner di Jalan Surya Kencana, berikut daftar kuliner yang terkenal. Jam operasional tiap penjual berbeda-beda dan bisa saja berubah sewaktu-waktu.

1. Iga Panggang Panglima

Iga Panggang Panglima yang sudah eksis sejak tahun 2004 kini hadir di Jalan Surya Kencana, Bogor. Mengutip akun Instagram resminya, Iga Panggang Panglima membanggakan menu iga panggang setengah kilogram yang empuk dengan bumbu meresap sampai ke tulang.

Iga Panggang Panglima terletak di Jalan Surya Kencana Nomor 295 dan beroperasi dari pukul 12:00 sampai 21:00.

2. Sate Sapi Pak Oo

Sate Sapi Pak Oo telah beroperasi sejak tahun 1965. Menurut akun Instagram resminya, terdapat beberapa jenis sate yang bisa dipilih, mulai dari sate daging sapi, sate hati, sate ginjal, sampai sate sumsum.

Detikers bisa menikmati Sate Sapi Pak Oo di Jalan Surya Kencana Nomor 193 dari pukul 13:00 sampai 20:00.

3. Nasi Goreng Guan Tjo

Rumah makan nasi goreng yang sudah beroperasi dari tahun 1960-an ini bisa menjadi pilihan kuliner di Jalan Surya Kencana. Detikers bisa memilih nasi goreng ayam atau nasi goreng pete.

Lokasinya sama dengan Sate Sapi Pak Oo, yakni di Jalan Surya Kencana Nomor 193. Rumah makan ini buka dari pukul 11:00 sampai 20:00.

4. Pepes Sagu Pisang Daniel

Mengutip akun Instagram resminya, Pepes Sagu Pisang Daniel sudah ada sejak tahun 1948, lho! Detikers bisa menikmati kuliner khas Kota Bogor ini di Jalan Surya Kencana Nomor 303. Detikers juga bisa memesannya secara online.

Pepes Sagu Pisang Daniel beroperasi dari jam 09:00 sampai 17:00.

5. Bir Kotjok Si Abah

Bir kotjok adalah salah satu minuman tradisional khas Bogor. Walau disebut bir, minuman ini sebenarnya tidak mengandung alkohol. Mengutip situs Jalur Rempah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, minuman ini terbuat dari berbagai rempah seperti jahe, kayu manis, cengkeh, dan gula aren.

Di Jalan Surya Kencana, detikers bisa menikmati Bir Kotjok Si Abah yang sudah ada sejak tahun 1965.

Itu dia sejarah singkat dan rekomendasi kuliner di Jalan Surya Kencana. Jika detikers berwisata ke Bogor, jangan lupa berkunjung, ya!

(fds/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Menikmati Nuansa Bali dan Mengenali Aneka Pohon Fosil di Kamboja Green House



Bogor

Sepintas dari jalan raya Sasak Panjang – Tajur Halang, Kabupaten Bogor, kafe bernuansa Bali ini tak terlalu mencolok karena tertutup oleh aneka pepohonan berfosil yang berusia puluhan tahun. Kafe dan resto Kamboja Green House, namanya.

Sekalipun relatif tersembunyi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno ternyata pernah berkunjung dan bersantap di kafe ini.

“Kopi Kambojanya terbaik, Saladnya segar, Nasi Balinya sedap. Nuansa Bali? Di Kamboja aja..,” tulis Sandiaga dalam kertas testimoni yang diunggah ke Instagram Kamboja. Dia bertandang ke kafe tersebut pada 9 Agustus 2023.


“Pak Sandi dan para staf datang dari sore hingga selepas magrib di sini. Beliau sempat nyanyi-nyanyi juga,” kata pemilik kafe Kamboja Green House, Asep Saeppudin Mayah, 58 tahun, saat berbincang dengan detikTravel, Minggu, (26/11/2023) siang.

Sejak dibuka 2 Juni 2022, menurut Asep, kafe tersebut kerap menjadi tempat kongkow para pegawai pemerintah di sekitar Bogor. Atau kelompok ibu-ibu pengajian dan arisan keluarga.

“Mba Neno Warisman yang penyanyi itu pernah singgah di sini bersama teman-temannya. Pak Fadly Zon (politisi senior dari Partai Gerindra) juga pernah ngopi, ngebakso, dan isap cerutu di sini,” kata Asep bangga seraya memperlihatkan foto-foto mereka di telepon selularnya.

Menu unggulan di kafe ini antara lain sop dan iga bakar, sate lilit, dan nasi jingo yang merupakan khas Bali. Selain itu, juga tersedia menu-menu western hingga tomyam, khas Thailand.

Untuk mengolah itu semua selain melibatkan Mila Maria, istrinya, Asep merekrut koki yang sudah lebih dari 20 tahun bekerja di Hotel Ambhara. “Kebetulan dia tinggal di Sawangan, jadi cukup dekat,” kata Asep.

Asep Saeppudin Mayah, pemilik Kafe Kamboja Green House di Sasak PanjangAsep Saeppudin Mayah, pemilik Kafe Kamboja Green House di Sasak Panjang (Sudrajat/detikcom)

Selepas menyantap iga bakar yang lembut dengan bumbunya yang meresap, saya menggali pengetahuan seputar pohon fosil dari Asep. Di lahan seluas 2.500, tumbuh aneka tanaman fosil jenis kamboja, pule, kenari, tabebuya, kikilia (Kigelia africana), palem kurma, pakis haji dan lainnya. Harga satu pohon dibandrol Rp 20 – 50 juta tergantung usia, ketinggian, dan diameternya.

Asep yang meraih gelar insinyur sipil dari ITB menekuni jual beli tanaman fosil sejak 2010. Dia mengaku biasa berburu tanaman tua itu ke beberapa tempat di Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Timur.

“Kalau kamboja dan pule saya biasa dapatkan dari komplek pemakaman yang biasanya sudah tidak terawat. Untuk pakis haji di dari Lebak hingga Ujung Kulon di Banten,” ujar dia.

Dibandingkan dengan pohon fosil lainnya, kata Asep, kamboja yang relatif mudah perawatannya. Hanya saja karena masyarakat biasa mengenal pohon Kamboja tumbuh di dekat kuburan selalu dicitrakan seolah pohon ini mengandung mistis. Padahal Kamboja kini sudah biasa melengkapi penghias halaman rumah-rumah mewah.

Pelayan di kafe dan resto Kamboja Green House siap mengantar menu yang dipesan pengunjungPelayan di kafe dan resto Kamboja Green House siap mengantar menu yang dipesan pengunjung. (Sudrajat/detikcom)

Mengutip laman ‘bibitbunga.com’, tanaman kamboja pertama kali masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Portugis dan Belanda. Kamboja bisa beradaptasi dengan baik di berbagai tempat dan tidak membutuhkan iklim tertentu untuk dapat berkembang biak.

Bunga kamboja (Plumeria acuminate) terkenal punya manfaat untuk kecantikan dan kesehatan. Mulai dari bunga, daun, akar, getah, hingga kulitnya konon bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan maupun obat alami.

Bunga kamboja memiliki lima kelopak, ada yang berwarna putih, merah muda, atau yang berpusat warna kuning. Namun, yang sering dijumpai adalah bunga kamboja warna putih yang ada sentuhan warna kuning, pada bagian dalam kelopaknya.

(jat/fem)



Sumber : travel.detik.com