Tag Archives: kuliner

Ini Galeri Seni atau Kafe? Kopi Bali House di Denpasar Beda, Nih



Denpasar

Kopi Bali House, sebuah tempat ngopi yang tak hanya menawarkan kenikmatan secangkir kopi, tapi juga memanjakan pengunjung dengan keindahan seni. Ada lukisan dari kopi juga lho!

Kedai kopi itu berada di Denpasar, Bali. Bukan hanya tempat ngopi dan nongkrong, tetapi kafe ini lengkap dengan ruang seninya.

Sudah berdiri selama 20 tahun, Kopi Bali House tak hanya sebagai tempat ngopi belaka, tapi akan memanjakan mata traveler dengan keindahan lukisan-lukisan seni yang indah. Bahkan beberapa lukisan yang ada terbuat dari kopi lho traveler. Sip banget untuk traveler pecinta produk kopi sekaligus pecinta seni.

Wirawan Tjahjadi, pemilik Kopi Bali House, menjelaskan bahwa kehadiran Kopi Bali House menyuguhkan bermacam-macam kopi dan diharapkan menjadi rumahnya kopi Bali.

“Ini sudah 20 tahun berdiri, dahulu belum banyak yang tau masalah kafe ini. Dulu saya ingin membuat restoran dan menyuguhkan kopi-kopi yang enak dan macam-macam kopi. Akhirnya dibangun Kopi Bali House sebagai rumahnya kopi Bali,” kata Wirawan.

Kopi Bali House memiliki dua lantai yang terdiri dari beberapa ruangan dan memiliki kapasitas 200 pax. Konsep “more than a cup of coffee” yang diusung oleh Kopi Bali House terlihat dari konsep ruangan yang unik. Dindingnya dihiasi oleh lukisan, membuat ruangan semakin estetik dan instagramable.

Lukisan yang ada di Kopi Bali House bukan lukisan biasa. Wirawan menyebut beberapa lukisan yang tergantung di dinding ruangan terbuat dari kopi juga lho traveler. Unik dan cantik banget deh!


Kedai kopi rasa galeri seni Kopi Bali House di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.Kedai kopi rasa galeri seni Kopi Bali House di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

“Kebanyakan lukisan di sini terbuat dari kopi. Bukan sekedar lukisan, karena berhubung kita pabrik kopi, jadi saya berpikir apa yang harus saya manfaatkan dari kopi ini. Akhirnya membuat lukisan dari kopi,” ujarnya.

Uniknya lagi, di sini traveler tak hanya menemukan lukisan dari kopi, tapi ada juga patung yang terbuat dari kayu kopi dan motor jadul yang di atasnya dilukis dengan kopi. Sip banget jadi spot foto instagramable.

Menurut Wirawan Kopi Bali House adalah salah satu kafe unik yang wajib dikunjungi karena konsepnya yang “one stop coffee shop”. Di sini traveler bisa menemukan kopi autentik, makanan lezat, galeri seni, dan berbagai hal terkait kopi.

“Kenapa orang wajib ke sini? Karena, di sini kami menciptakan one stop coffee shop. Kalau mau tahu tentang kopi, saya pasti bisa bantu. Nggak cuma ngopi aja, tapi bisa melakukan dan mengetahui banyak hal di sini, terutama tentang kopi,” dia menjelaskan.

Varian Menu di Kopi Bali House dan Harganya

Bagi traveler yang sedang berlibur di Bali dan ingin menikmati sensasi ngopi dengan konsep yang art banget, Kopi Bali House menjadi pilihan yang tepat. Di sini traveler bisa menemukan menu breakfast, lunch, dan dinner.

Dari menu minuman, Kopi Bali House menawarkan berbagai jenis kopi dengan cita rasa yang autentik. Beberapa menu yang dapat traveler cicipi, seperti black coffee, white coffee, noncoffee, smoothies, milkshake, soda, dan beer.

Kedai kopi rasa galeri seni Kopi Bali House di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.Kedai kopi rasa galeri seni Kopi Bali House di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

Yang tak boleh traveler lewatkan adalah menu andalan dari Kopi Bali House, yaitu Avocado Coffee. Kopi espresso berpadu dengan susu segar dan buah alpukat siap memanjakan lidah traveler. Lebih sip diminum saat siang hari, segar banget deh!

Wirawan menyebut seluruh kopi yang disajikan di Kopi Bali House adalah 100% dari pabrik sendiri. Hal ini membuat cita rasa kopi yang lezat dan autentik

Untuk menu makanan, traveler bisa menemukan berbagai menu seperti, starters, salads, soups, mains, burger n sandwiches, pasta, dan dessert. detikTravel mencicipi dua menu lezat dari Kopi Bali House, ada risoles dan babi kecap Bali. Rasanya dijamin lezat deh!

Untuk mencicipi menu dari Kopi Bali House, traveler tak perlu merogoh kocek yang dalam. Mulai dari Rp 15 ribu, traveler sudah bisa mendapatkan minuman. Sementara untuk harga makanan dibanderol mulai dari Rp 25 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional Kopi Bali House

Kopi Bali House memiliki lokasi yang strategis, berada diantara Kota Denpasar dan Sanur, lebih tepatnya di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Akses menuju ke kafe sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 8 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit.

Kopi Bali House buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 22.00 WITA. “Kita biasanya ramai dari pagi sampai siang, karena di sini banyak yang mengadakan business meeting, karena lokasinya strategis. Kalau malem kebanyakan travel yang datang,” katanya.

Pengunjung di Kopi Bali House tak hanya dari wisatawan lokal, namun juga wisatawan mancanegara. Mulai dari kalangan anak muda hingga orang dewasa bahkan keluarga. Karena konsepnya yang unik, Kopi Bali House tak pernah sepi dari pengunjung. Jadi untuk traveler yang ingin berkunjung disarankan untuk datang lebih awal ya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Margot Riverside, Restoran Instagramable di Tepi Sungai Ayung


Jakarta

Restoran ini tidak hanya menyuguhkan makanan enak, tetapi paket komplet nuansa masa lalu, pemandangan indah Sungai Ayung, dan pepohonan yang rindang. Margot Riverside namanya.

Sesuai dengan namanya, Margot Riverside adalah sebuah restoran dengan bangunan berkonsep tempo dulu dan terletak di tepi Sungai Ayung, lengkap dengan pemandangan yang indah dan asri.

Yanto Soedjianto, pemilik Margot Riverside, menjelaskan restoran itu dibangun sekitar tahun 2017. Peresmian Margot Riverside dilakukan lima tahun kemudian, pada akhir tahun 2022.

Karena berlokasi di alam, Margot Riverside berkonsep semi outdoor agar pengunjung tetap bisa menikmati keasrian Sungai Ayung.

“Di sini konsep yang mau diangkat adalah suasana yang alami dan pemandangan yang indah, terlebih kita ada di pusat kota. Jadi sensasi alam seperti ini sulit didapatkan,” kata Yanto.

Restoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai AyungRestoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai Ayung (Ni Made Nami Krisnayanti)

Margot Riverside memiliki kapasitas 60 pax dan pet friendly, jadi cocok untuk traveler yang ingin membawa hewan peliharan. Tak hanya bersantap, traveler bisa mencoba menjelajah pinggiran Sungai Ayung.

Yanto mengatakan banyak pengunjung yang membawa makanan yang dipesan ke area bawah dan seolah berpiknik di tepi Sungai Ayung.


“Banyak tamu yang turun ke bawah untuk selfie dan berfoto. Bahkan ada yang pesan makanan dan dibawa ke bawah, ala-ala piknik di pinggir sungai” ujarnya.

Spot favorit pengunjung untuk berfoto adalah di deck. Dari spot ini traveler bisa bersantap sambil menyaksikan keindahan Sungai Ayung dan berfoto dengan latar belakang yang indah. Sayangnya, spot deck ini hanya memiliki empat meja dengan kapasitas sekitar 10 orang.

“Spot favorit pastinya di deck, karena dekat dengan sungai. Kadang pengunjung sampai rebutan di deck. Suasananya bagus terutama di sore hari,” katanya.

Aktivitas Menarik di Margot Riverside

Kurang afdol rasanya jika traveler berkunjung ke Margot Riverside namun tak menjelajahi setiap sudut estetik di sini. Yanto menyebut terdapat beberapa aktivitas menarik yang sering dilakukan oleh pengunjung di Margot Riverside.

Aktivitas yang utama dan favorit pengunjung adalah berfoto dengan latar belakang sungai dan pepohonan yang asri.

Restoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai AyungRestoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai Ayung (Ni Made Nami Krisnayanti)

“Banyak pengunjung yang selfie di sana sini. Terutama di bawah karena pemandangannya bagus, ada rumput hijau juga. Apalagi dapat spot di deck, itu favorit untuk foto,” ujarnya.

Tak jarang ada pengunjung yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk bekerja sambil bersantap dan menikmati pemandangan sungai di Margot Riverside. Anak muda juga sering menghabiskan waktu untuk nongkrong di sini.

Bagi traveler yang tinggal atau sedang berlibur di Denpasar, tapi ingin bersantap dengan konsep alam, Margot Riverside adalah pilihan yang sip. Di sini traveler bisa menemukan berbagai pilihan menu khas nusantara.

“Kita di sini ada menu Indonesia, yang rasanya autentik khas Indonesia. Kita bisa buat menu apa saja kalau ada yang request,” jelasnya.

Restoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai AyungRestoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai Ayung (Ni Made Nami Krisnayanti)

Menu makanan di Margot Riverside terdiri dari banyak pilihan, mulai dari Starters, Indonesian Authentic Heritage, Pasta, Western Cuisine, dan Dessert. Yanto menyebut menu Ikan Bakar Jantung Pisang dan Pindang Serani menjadi menu andalan dari Margot Riverside yang wajib traveler cicipi.

Dari menu minuman, Margot Riverside menawarkan berbagai jenis menu, seperti juice, coffee, latte, frappe, mocktail, tea, dan lain-lain.

Untuk mencicipi menu dari Margot Riverside tak akan membuat kantong traveler bolong. Mulai dari Rp 10 ribu, traveler sudah bisa mendapatkan minuman. Sementara untuk harga makanan dibanderol mulai dari Rp 30 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional Margot Riverside

Margot Riverside memiliki lokasi yang strategis, dengan dengan pusat Kota Denpasar dan Sanur. Tepatnya beralamat di Jalan Padang Galak No.3, Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali

Akses menuju ke kafe sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 9 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit.

Margot Riverside buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 22.00 WITA. Setiap harinya Margot Riverside bisa kedatangan sekitar 100 pengunjung. Bahkan restoran ini sering digunakan untuk foto yearbook dengan minimum spend Rp 75 ribu. Waktu favorit pengunjung adalah weekend mulai pukul 16.00 WITA.

Bagi traveler yang ingin berkunjung ke Margot Riverside dan takut kehabisan spot di deck, traveler bisa melakukan reservasi melalui akun Instagram @margot_riverside_restaurant. Karena menjadi spot favorit, Margot Riverside sedang melakukan pengembangan deck, dan direncanakan rampung dalam sebulan ke depan.

Mau bersantap santai dengan pemandangan sungai yang asri? Traveler tak perlu jauh-jauh, karena Margot Riverside sudah hadir di tengah Kota Denpasar. Sip banget untuk nongkrong atau work form restaurant.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Unik! Rumah Momo, Kafe Komplet dengan Perpustakaan Mini Bernuansa 90-an



Denpasar

Rumah Momo, sebuah kafe unik ada di jantung kota Denpasar. Berbeda dari kafe pada umumnya, Rumah Momo mempunyai perpustakaan mini di dalamnya.

Selain mempunyai perpustakaan mini, Rumah Momo juga unik karena bernuansa 1990-an. Ribuan koleksi komik jadul dan novel yang terpajang rapi di rak kayu menambah kesan 90-an. Lebih lengkap lagi, ada permainan tempo dulu yang mengajak pengunjung untuk bernostalgia.

“Ini konsepnya adalah kembali ke era 90-an. Kebetulan owner juga berada di tahun 90-an, ditambah punya koleksi buku dan permainan jadul. Bu Monica selaku owner kebetulan suka baca buku, jadi punya banyak koleksi buku. Akhirnya dipajang di sini,” kata Ade, manager Rumah Momo dalam perbincangan dengan detikTravel.


Monica, pemilik Rumah Momo, menyebut koleksi komik dan novel itu merupakan koleksi pribadi sejak duduk di bangku SMP. Adapun, koleksi permainan jadul yang ada ialah milik suaminya, Guna Wirawan.

Uniknya, traveler yang berkunjung ke Rumah Momo diperkenankan untuk membaca kumpulan komik dan novel yang ada. Sambil bersantap traveler akan ditemani dengan buku-buku jadul. Tapi, nggak boleh dibawa pulang, ya traveler.

“Untuk buku bisa dibaca di sini saja, tidak boleh dipinjam dan dibawa pulang. Jadi pengunjung bisa baca buku sambil makan atau ngopi,” ujar Ade.

Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar.Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

Ade menyebut pengunjung yang datang rata-rata bisa menghabiskan waktu hingga berjam-jam di sini. Bahkan sebagian besar pengunjung yang datang menghabiskan waktunya untuk membaca buku, nongkrong, dan membuat tugas.

Menghabiskan waktu berjam-jam di cafe unik ini tak akan terasa. Traveler disuguhkan dengan banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Mulai dari membaca komik dan novel yang hits seperti kisah Inuyasha, Doraemon, Dragon Ball, Sailor Moon, dan One Piece.

Traveler juga bisa mencoba berbagai permainan jadul seperti Nintendo yang ada di toilet Rumah Momo. Traveler juga dapat melihat koleksi kaset pita, pemutar musik Walkman, dan Tamiya yang pernah hits di era 90-an.

“Permainan yang ada di sini boleh dimainkan oleh pengunjung. Kami mempunyai beberapa permainan jadul. Di kamar mandi juga ada Nintendonya, jadi unik banget,” kata Ade.

Di sini traveler tak akan kehabisan spot foto dan ngonten. Menurut Ade, sebagian besar pengunjung yang datang pasti membuat konten. Beberapa spot terbaik untuk berfoto adalah di rak buku, rak mainan, dan outdoor.

Nggak cuma konsepnya yang unik, Rumah Momo juga menawarkan berbagai menu lezat yang wajib traveler cicipi. Roti bakar choco crunchy dan nasi ayam cabe garam menjadi menu andalan dari Rumah Momo.

Menu minuman yang wajib traveler cicipi di Rumah Momo adalah iced coffee yang beda zaman dan Selera Momo.

Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar.Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

“Menu unik kita adalah menu Selera Momo. Jadi setiap hari menu signature itu akan berubah sesuai dengan Selera Momo. Kalau pengunjung pesen menu Selera Momo, dia nggak bakal tahu minuman apa yang datang, karena minuman akan sesuai dengan selera dari Bu Monica atau dari anak bar,” kata Ade.

Keunikan Rumah Momo membuat banyak pengunjung yang penasaran dengan kafe yang satu ini. Setiap hari, kafe ini bisa dikunjungi oleh ratusan pengunjung yang ingin bersantap sambil membaca buku jadul yang ada.

Berlokasi di Jalan Drupadi III No.1A, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Rumah Momo buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 23.00 WITA.

Bagi traveler ingin bersantap sekaligus membaca buku-buku jadul lengkap dengan spot foto yang estetik. Rumah Momo adalah pilihan yang sip.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Asyiknya… Nge-Grill di Tepi Sungai Usai Berenang di Nukad Tampaksiring



Gianyar

Nukad Tampaksiring bisa menjadi pilihan traveler untuk berakhir pekan. Di sini, traveler bisa berenang dan makan with a view.

Bagi traveler yang mendengar kata Nukad pasti masih asing dengan makna nama restoran yang satu ini. Wayan Swastika, manager Nukad Tampaksiring, menjelaskan nama Nukad diambil dari bahasa Bali yang berarti pergi ke tukad (sungai).

“Nama Nukad ini berarti segala sesuatu yang dilakukan di Tukad (sungai). Akhirnya mengambil nama Nukad yang berasal dari kata Tukad,” kata dia.

Restoran yang satu ini mulai dibangun ketika pandemi Covid-19 melanda, tepatnya akhir tahun 2019. Pemilik Nukad yang sering bepergian ke sungai akhirnya mencetuskan ide untuk membuat sebuah usaha kecil-kecilan di tepi sungai.

“Nukad awalnya mulai dibangun ketika pandemi karena banyak bisnis yang tutup dan dirumahkan. Akhirnya kita berinisiatif untuk mengecek tanah yang ada di dekat sungai, sekalian mandi di sungai juga dan kita bersihkan. Akhirnya iseng bikin warung kecil-kecilan,” ujar dia.

Letaknya yang tepat berada di tepi sungai membuat Nukad Tampaksiring memiliki pemandangan yang indah dan alami. Ditambah pepohonan yang hijau membuat udara sekitar menjadi semakin segar. Di sini traveler bisa merasakan sensasi kuliner lezat sembari menikmati jernihnya air sungai dan sejuknya udara.

Nukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramableNukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramable Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Menurut Wayan Swastika, daybed menjadi spot favorit dari pengunjung. Bahkan banyak pengunjung yang rela menunggu agar bisa bersantap di daybed dengan view langsung ke sungai. Wayan Swastika juga merekomendasikan bagi traveler yang ingin bersantai di daybed bisa melakukan reservasi terlebih dahulu melalui akun @nukad.tampaksiring.

“Kalau pengunjung favoritnya sih di daybed. Kadang banyak juga yang di gazebo, terutama untuk keluarga. Di gazebo itu minimum spendnya Rp 300 ribu per gazebo, untuk daybed tidak ada minimum spend,” ujar dia.


Aktivitas Menarik di Nukad Tampaksiring

Nggak cuma bersantai dan menyantap hidangan di restoran ini, traveler juga bisa memesan paket grill yang menjadi menu favorit dari pengunjung Nukad Tampaksiring. Traveler bisa menghabiskan waktu dengan ngegrill di pinggir sungai.

Jika sudah selesai bersantap, traveler diperbolehkan untuk mandi dan berendam di sungai. Arus sungai yang tidak terlalu deras, sip banget untuk berenang. Ditambah airnya yang jernih dan segar. Tak perlu khawatir, Nukad Tampaksiring sudah menyediakan kamar bilas dan ganti.

“Kalau dari pengunjung selama sudah berbelanja, diperbolehkan berenang sepuasnya. Asal tetap menjaga keselamatan,” katanya.

Menurut Wayan Swastika, banyak pengunjung yang datang lebih dari sekali karena ingin makan sambil berenang di Nukad Tampaksiring.

Varian Menu di Nukad Tampaksiring dan Harganya

Nukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramableNukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramable Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Traveler yang ingin bersantap di Nukad Tampaksiring, restoran yang satu ini memiliki menu andalan yang selalu dicoba oleh pengunjung adalah Nukad Grill dan beberapa masakan Bali.

Paket Grill di Nukad Tampaksiring terdiri dari 5 paket, berikut rinciannya.
• Package Small A (1-2 orang) (Ayam fillet) dengan harga Rp 120 ribu.
• Package Small B (1-2 orang) (Beef slice) dengan harga Rp 135 ribu.
• Package Small C (1-2 orang) (Pork slice) dengan harga Rp 135 ribu.
• Package Medium (3-4 orang) dengan harga Rp 215 ribu.
• Package Large (5-7 orang) dengan harga Rp 250 ribu.

Nukad Tampaksiring juga menyediakan menu khas Bali seperti bubur Bali dan nasi sela. Untuk minuman andalan dari Nukad Tampaksiring adalah daluman khas Bali. Harga menu di Nukad Tampaksiring berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 250 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional Nukad Tampaksiring

Nukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramableNukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramable Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Nukad Tampaksiring berlokasi di Jalan Pertiwi Brata, Tampaksiring, Gianyar. Untuk sampai di lokasi ini traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan menempuh perjalanan sekitar 41 kilometer dari Kota Denpasar atau sekitar satu jam 17 menit.

Nukad Tampaksiring buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 18.00 WITA. Setiap harinya Nukad Tampaksiring bisa kedatangan ratusan pengunjung, terutama ketika cuaca mendukung.

Nukad Tampaksiring telah dilengkapi berbagai fasilitas, seperti parkiran luas, kamar ganti dan bilas, hingga toilet. Selain itu, pastinya ada restoran, bean bag, alat dan tempat grill, hingga spot foto estetik yang wajib traveler coba.

Bosan dengan suasana restoran yang monoton, traveler wajib mencoba berkunjung ke Nukad Tampaksiring. Nggak cuma bersantap, traveler bisa langsung mandi dan bermain air sungai yang segar dan jernih. Jangan lupa mengabadikan momen di setiap spot foto yang instagramable.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kulineran Malam di Pasar Lama Tangerang, Ada Apa Saja?


Jakarta

Pasar Lama Tangerang merupakan salah satu destinasi wisata kuliner yang selalu ramai dikunjungi. Tak hanya warga Tangerang, banyak juga masyarakat Jakarta yang datang ke sini karena penasaran ingin mencicipi berbagai makanan.

Di sini, terdapat berbagai kuliner mulai dari camilan, makanan berat, hingga minuman manis yang viral. Sekilas, kawasan Pasar Lama Tangerang mirip seperti street food Bangkok di Thailand.

Memangnya, ada jajanan apa saja sih di sana sampai bisa viral dan ramai dikunjungi? Biar nggak penasaran, simak ulasannya dalam artikel ini.


Aneka Jajanan di Pasar Lama Tangerang

Kalau detikers ingin ke Pasar Lama Tangerang, sebaiknya datang sejak sore hari sekitar pukul 17.00 WIB. Sebab, makin malam kawasan kuliner tersebut lebih-lebih dipadati pengunjung.

Apalagi jika detikers memang berniat untuk mencicipi banyak kuliner lezat di Pasar Lama Tangerang, kalau datang sudah terlalu malam bisa jadi kehabisan. Rugi dong sudah datang jauh-jauh?

Kuliner Pasar Lama TangerangKuliner Pasar Lama Tangerang. Foto: Weka Kanaka/detikcom

Adapun sejumlah jajanan yang viral di Pasar Lama Tangerang, mulai dari japanese fluffy pancake, korean fish cake, takoyaki jumbo, leker raksasa, telur gulung, potato twist, hingga cake slice.

Kalau masih lapar, ada sejumlah pedagang yang menjual berbagai makanan berat, seperti sate ayam jepang (dakkochi), toge goreng, bubur ayam, hingga steak ayam. Kalau haus, ada juga penjual minuman seperti es jeruk, es teh manis, dan thai tea yang menyegarkan.

Untuk harga jajanan di Pasar Lama Tangerang cukup terjangkau, mulai dari Rp 5.000 saja. Sedangkan harga makanan beratnya mulai dari Rp 15.000, lalu untuk minuman segar mulai dari Rp 10.000.

Disarankan menyiapkan uang tunai (cash) minimal Rp 100.000 jika detikers ingin mencoba banyak jajanan. Namun, ada sejumlah tenant yang juga menyediakan metode pembayaran QRIS. Kalau kehabisan uang tunai, jangan khawatir karena di sekitar Pasar Lama Tangerang terdapat ATM.

Tips Jalan-jalan ke Pasar Lama Tangerang

Sebelum berangkat ke Pasar Lama Tangerang, ada sejumlah tips yang perlu detikers ketahui nih.

Berikut tips jalan-jalan ke Pasar Lama Tangerang dari detikTravel:

  1. Siapkan uang tunai minimal Rp 100.000 untuk membeli berbagai jajanan.
  2. Datang sejak sore hari sekitar pukul 17.00 WIB agar bisa mencoba berbagai kuliner tanpa antre panjang.
  3. Apabila datang saat akhir pekan atau libur panjang, siap-siap pengunjung yang datang membludak. Jadi, usahakan datang lebih awal lagi.
  4. Gunakan pakaian yang nyaman agar tidak merasa gerah dan panas.
  5. Hati-hati dengan barang bawaan berharga mulai dari HP, dompet, hingga kunci kendaraan.
  6. Disarankan untuk datang ke Pasar Lama Tangerang dengan KRL, karena jaraknya sangat dekat dari Stasiun Tangerang.
  7. Biar nggak cepat kenyang, kamu bisa mengajak teman atau pasangan ke Pasar Lama Tangerang, agar masing-masing bisa membeli makanannya sendiri lalu dibagi (sharing) dengan yang lain.

Akses menuju ke Pasar Lama Tangerang sangat mudah kok. Apabila kamu berangkat menggunakan KRL Commuter Line, turun di Stasiun Tangerang dan lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 650 meter (5-10 menit).

Selain itu, kamu juga bisa datang dengan mengendarai mobil ataupun sepeda motor. Tapi, ketika sudah lewat pukul 19.00 WIB biasanya tempat parkir sudah penuh. Alhasil, kamu harus mencari tempat parkir yang agak jauh.

Itu dia ulasan mengenai kawasan Pasar Lama Tangerang yang sekarang menjadi surga kuliner. Apakah travelers sudah pernah berkunjung ke sana?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Wedangan Pendhopo Padukan Nasi Kucing, Jangan Ndeso, dan Benda Antik



Solo

Wedangan Pendhopo tidak cuma menawarkan jajanan khas Solo. Tempat ini mengajak traveler untuk sejenak melambat sembari menyantap nasi kucing dan jangan ndeso (sayur kampung) di dalam sebuah museum mungil.

Sebuah rumah bertembok bercat putih dengan pintu biru muda di Jalan Srigading 1 No.7, Mangkubumen, Banjarsari Solo, Jawa Tengah tidak jauh dari Paragon Mall, mencolok dengan nyala lampu lebih terang dibandingkan rumah-rumah lain di deretan itu. Ada papan penanda Wedangan Pendhopo di atas pintu masuk.

Di teras, sejumlah pengunjung duduk sembari berbincang-bincang. Di meja, ada sejumlah piring dengan bermacam-macam gorengan, sate, dan sosis solo. Juga piring dengan nasi yang disiram kuah sayur.


Melewati pintu, dinding penuh dengan poster iklan lawas, dan mesin jahit bekas, meja dan kursi kayu, serta patung loro blonyo, serta botol-botol minuman beling dan minuman kemasan disuguhkan. Ada lagi ruangan lain dengan nuansa serupa, hanya saja ukurannya lebih kecil. Kemudian, ada pintu keluar di sisi kiri. Rupanya, pintu ini mengarah ke lapak jajanan, nasi kucing, dan meja kasir.

Di balik lapak, seorang perempuan sepuh, yang disapa Mbah Kati, menuangkan kuah santan di atas nasi dengan ukuran mini. Nasi kucing. Nasi putih dengan porsi kecil khas di wedangan Solo, juga angkringan di Yogyakarta.

Wedangan Pendhopo di SoloBarang antik terpajang di Wedangan Pendhopo di Solo (Femi Diah/detikcom)

“Kita tinggal ambil makanan di sini, kemudian dilaporkan ke kasir. nanti akan diantar ke meja kita. Sekalian saat di kasir pesan minum,” kata Shinta Aditya, general manager Solo Safari, yang mendampingi rombongan wartawan, termasuk detikTravel, beberapa waktu lalu.

Rupanya, setelah melaporkan makanan yang diambil ke kasir, piring beserta isinya tidak bisa langsung dibawa ke meja. Gorengan, sate, dan jadah, telor dadar, sosis Solo, dan jajanan lain lebih dulu dibakar. Setelah itu, barulah kemudian disuguhkan kepada pemesan. Agar tidak salah meja, piring-piring itu ditandai sesuai nama pemesan.

Yang bikin penasaran, di mana minuman dibuat?

Wedangan Pendhopo di SoloPeracik minuman di Wedangan Pendhopo di Solo (Femi Diah/detikcom)

Ternyata, pintu di belakang kasir bukan pintu keluar. Pintu itu mengarah ke tempat duduk lain berupa sejumlah balai-balai yang masih bagian dari Wedangan Pendhopo. Di sana juga ada satu blok untuk membuat macam-macam minuman.

“Minuman bermacam-macam, ada es teh atau teh panas, teh krampul, wedang jahe, dan yang khas dan banyak dipesan adalah JKJ jahe, kencur, jeruk,” kata Ustiani, pemilik Wedangan Pendhopo.

Tidak hanya menjelaskan soal beragam minuman, Ustiani yang melayani langsung para pembeli juga menyapa dan berbincang dengan pengunjung.

Koleksi Barang Lawas

Wedangan Pendhopo bukan sekadar tempat nongkrong. Kedai makan ini, laiknya sebuah museum mungil. Pengunjung menyantap makanan yang sudah dipesan di tengah-tengah koleksi benda antik milik keluarga Ustiani.

Di dalam rumah dengan fasad rumah lama khas Jawa itu tersimpan beragam benda-benda lawas. Mulai dari dinding kayu berukir, patung loro blonyo, toples tabung, kaleng kerupuk, lonceng kalung sapi, mesin jahit, peti beras, poster iklan jaman dulu, sampai sepeda kebo.

Wedangan Pendhopo di SoloKoleksi benda0benda lawas di Wedangan Pendhopo di Solo. (Femi Diah/detikcom)

“Sejak dulu kami mengumpulkan barang-barang ini. Dulu nggak di sini, di rumah. Di sebelah sana, ini rumah tetangga. Meja-meja ini juga,” kata Ustiani.

Tidak hanya Ustiani, yang merupakan pensiunan ASN Kota Surakarta itu, yang menyukai berburu benda-benda lawas, suami pun setali tiga uang, mempunyai hobi serupa. Mereka sama-sama suka traveling. Sama-sama suka mengumpulkan benda antik.

“Ternyata malah melengkapi wedangan ini,” kata Ustiani.

Mbah Kati, Pemegang Resep Sayur Ndeso

Belum ke Wedangan Pendhopo kalau belum mencicipi nasi kucing plus sayur ndesonya. Sayur santan ini sungguh menggoyang lidah.

Gorengan, tempa atau tahu bacem, bermacam-macam sate, jadah, atau sosis bisa ditemukan di wedangan lain di Solo. Teh Solo yang tersohor dengan cita rasa khas itu juga bisa jadi ada di setiap wedangan, tetapi tidak semua wedangan di Solo melengkapi nasi kucing dengan jangan ndeso ini.

Wedangan Pendhopo di SoloMbah Kati (kiri) dan pemilik Wedangan Pendhopo di Solo, Ustiani (Femi Diah/detikcom)

“Mbah Kati ini yang meracik bumbunya. Ini resep keluarga dan Mbah Kati sudah menjadi bagian keluarga ini sejak lama,” kata Ustiani.

Ustiani menyebut seluruh jajan dan makanan serta minuman di wedangan ini merupakan racikan sendiri. Bukan pesan di tempat lain. Jadi, cita rasanya pun tidak akan dimiliki wedangan lain.

Langganan Iriana Jokowi

Dari foto-foto yang dipamerkan di dinding Wedangan Pendhopo, sohor di kalangan pejabat. Sejumlah menteri dan istri Presiden Joko Widodo ada di antara foto-foto itu.

Wedangan Pendhopo di SoloFoto Ibu Iriana di Wedangan Pendhopo di Solo. (Femi Diah/detikcom)

“Bu Iriana sering ke sini. Biasanya telpon dulu buat datang, tapi ya datang saja tidak tutup untuk yang lain, tetap dibuka buat pengunjung lain. Gabung saja dengan yang lain. Kebetulan kami teman SMA, di SMA 3 Surakarta,” ujar Ustiani.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Seger Banget! Nyunset di Tepi Sawah Sambil Berenang di Taroo Ubud



Gianyar

Taroo Ubud, restoran cantik yang bernuansa “paddy pool and lounge” bukan sekadar tempat makan. Restoran yang satu ini menawarkan beragam aktivitas, lengkap dengan spot foto dan pemandangan sunsetnya yang cantik.

Resmi dibuka pada 12 Mei 2023, Taroo Ubud bisa sekaligus menjadi tempat traveler bersantai sambil berenang di kolam renang air hangat. Indra, general manager Taroo Ubud, menjelaskan bahwa nama Taroo berasal dari kata “Kalpataru” yang bermakna peneduh bagi semua orang yang berkunjung ke restoran ini.

Taroo Ubud memiliki konsep indoor dan outdoor yang cocok untuk berbagai aktivitas pengunjung.

“Nama Taroo ini berasal dari nama pohon Kalpataru. Dengan mengambil nama Taroo ini kita ingin menjadi peneduh bagi semua pengunjung yang datang. Kita punya dua konsep yaitu indoor dan outdoor. Kalau di indoor biasanya untuk meeting, kalau outdoor cocok untuk berbagai venue event,” kata Indra dalam perbincangan dengan detikTravel.

Taroo Ubud memiliki satu buah stage yang dipercantik dengan tiga patung “Cili” berukuran raksasa. Indra menjelaskan patung ini melambangkan Dewi Sri sebagai Dewi Kemakmuran.

Taroo Ubud, restoran instagramable di Ubud, BaliTaroo Ubud, restoran instagramable di Ubud, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Nggak cuma stage, Taroo Ubud menyediakan fasilitas kolam renang yang berbeda dari restoran lainnya. Di sini traveler bisa berenang di kolam air panas dengan pemandangan hamparan sawah yang hijau.

“Kita punya kolam renang juga dengan konsep yang berbeda, di sini kolam renang kita adalah kolam air hangat. Kita menggunakan natural treatment menggunakan garam, jadi nggak pakai chemical,” ujar Indra.

Jika tak ingin berenang, traveler bisa bersantai di beanbag yang berbatasan langsung dengan sawah. Pemandangan akan semakin indah ketika matahari mulai terbenam. Cantik banget deh!


Aktivitas Seru di Taroo Ubud

Nggak cuma bersantap saja, di restoran ini traveler bisa mendapatkan banyak aktivitas seru. Bean Bag di tepi sawah cocok untuk traveler yang ingin ngechill dan bersantai sambil menunggu matahari terbenam. Jika datang bersama keluarga traveler bisa berendam dan berenang di kolam renang air hangat.

Untuk mencoba berenang di sini traveler bisa mencoba pool package, sudah lengkap dengan makanan, minuman, dan towels. Harga pool package mulai dari Rp 300 ribu untuk 4 orang, Rp 400 ribu untuk 4 orang, dan Rp 1 juta untuk 6 orang.

Jika traveler tak mau mengambil pool package namun ingin tetap berenang, traveler bisa membayar biaya towel sebesar Rp 50 ribu untuk dewasa dan Rp 25 ribu untuk anak-anak.

Taroo Ubud juga menyediakan aktivitas hiburan, salah satunya adalah free class salsa dance. Free class salsa diadakan setiap hari Minggu mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WITA. Jadi traveler bisa langsung belajar salsa dengan dua instruktur.

Setiap hari Jumat traveler bisa menyaksikan fire dance selama 15 menit. Untuk hari Sabtu Taroo Ubud punya DJ dan karaoke. Taroo Ubud juga terbuka untuk traveler yang ingin mengadakan meeting, gathering, dan wedding vanue. Traveler juga bisa mengadakan romantic dinner di tepi sawah, hanya di Taroo Ubud.

Fasilitas

Tak hanya viewnya yang juara, Taroo Ubud juga menyediakan berbagai fasilitas untuk pengunjung yang datang. Fasilitas yang ada seperti tempat parkir yang luas, kolam renang air hangat, stage, shower, toilet, dan ruang ganti. Semua fasilitas yang disediakan tentu mendukung traveler untuk berenang di paddy pool.

Varian Menu Taroo Ubud dan Harganya

Kurang lengkap rasanya jika berkunjung ke Taroo Ubud namun tidak mencoba menu andalan dari restoran yang satu ini. Taroo Ubud hadir dengan berbagai menu, baik menu nusantara maupun western.

Indra menyebut menu makanan andalan dari Taroo Ubud adalah Nasi Goreng Jadul dan Sate Maranggi. Nasi goreng jadul disajikan lengkap dengan sambal ebi yang menambah kenikmatan dari menu yang satu ini.

Taroo Ubud, restoran instagramable di Ubud, BaliTaroo Ubud, restoran instagramable di Ubud, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

“Kebetulan disini saya pesan menu Nasi Goreng Jadul. Pas nyobain rasanya emang beda sih, sambal ebinya enak banget, apalagi di makan dengan view sawah dan sunset. Nikmat deh,” ujar Gusti, salah satu pengunjung Taroo Ubud.

Kalau dari segi minuman, Taroo Ubud punya menu andalan bernama Taroo Breeze dan Frozen Melon Daiquiri. Rasa manis dari buah-buahan berpadu dengan kesegaran dari soda, cocok banget untuk ngechill di tepi sawah.

Harga menu di Taroo Ubud dibanderol dengan harga yang beragam dan tentu ramah di kantong. Untuk menu makanan dan minuman dibanderol mulai harga Rp 40 ribu hingga Rp 150 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional Taroo Ubud

Taroo Ubud berlokasi di Jalan Rapuan, MAS, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Untuk sampai ke Taroo Ubud traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar 45 menit atau 19 kilometer.

Taroo Ubud buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 23.00 WITA. “Kita fleksibel kalau ada yang reservasi atau buat kegiatan sampai malam, asal diinformasikan sejak awal agar kami bisa persiapkan,” ujar Indra.

Tak perlu takut kehabisan tempat, traveler bisa melakukan reservasi terlebih dahulu melalui akun instagram @tarooubud. Jika melakukan reservasi dalam jumlah besar, traveler bisa melakukan reservasi H-1 kegiatan. Taroo Ubud memiliki kapasitas 165 orang dan setiap harinya bisa dikunjungi sekitar 250 pengunjung.

Mau ngechill di tepi sawah sambil berenang di air hangat. Semuanya ada di Taroo Ubud. Lengkap dengan menu yang nikmat. Jangan lupa mengabadikan momen di setiap spot foto yang instagramable ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Grio Coffee, Kafe Estetik nan Nyaman Milik Keluarga Arsitek



Bekasii

Mencari kafe unik dan estetik di Bekasi tidak sulit lagi. Salah satu yang sip adalah Grio Coffee, yang dibangun oleh keluarga arsitek, mengombinasikan futuristis nan nyaman.

Kafe ini terletak di tepi jalan dan di antara perumahan dan pertokoan daerah Wisma Jaya, Bekasi Timur. Kendati berada di daerah pertokoan, kafe ini langsung menarik mengalihkan pandangan lewat bentuk bangunan yang modern dan berbeda.

Grio Caffe Bekasi, kafe minimalis penuh tumbuhan hijau di Bekasi.Grio Coffee Bekasi, kafe minimalis penuh tumbuhan hijau di Bekasi. (Weka Kanaka/detikcom)

Grio Coffee memiliki arsitektur modern dan minimalis yang cukup elegan. Warna bangunannya didominasi oleh warna putih, abu-abu, dan hijau dari banyaknya tanaman. Adanya banyak tanaman di sini juga berkontribusi meredam cuaca panas dan mempercantik pemandangan.


Jika berkunjung ke sini, traveler juga dapat nongkrong di area indoor ataupun outdoor. Untuk nongkrong sambil menikmati suasana hijau tumbuhan traveler bisa menikmati di area outdoor. Sedangkan bagi yang ingin nongkrong dengan lebih tenang atau bekerja dapat memilih area indoor.

Usut punya usut, ternyata kafe minimalis ini dibuat oleh keluarga arsitek yang ingin menuangkan ide dan pengetahuannya ke dalam bangunan dan bisnis mereka. Hal itu disampaikan salah satu pemilik, Satrio.

“Desain dari kafe ini sih modern minimalis, sekalian nuangin ide karena kebetulan lulusan arsitektur dan di keluarga ada beberapa di bidang arsitektur,” kata Satrio saat ditemui detikTravel, Sabtu (24/2/2024).

Selain menuangkan ide, ia juga berusaha menjadikan kafenya berbeda dari deretan kafe yang ada di Bekasi. Jika umumnya kafe di Bekasi menghadirkan konsep sekedar outdoor ataupun hanya indoor, ia memadukan keduanya dengan area yang sama-sama cukup luas.

Grio Caffe Bekasi, kafe minimalis penuh tumbuhan hijau di Bekasi.Grio Caffe Bekasi. (Weka Kanaka/detikcom)

Selain itu, suasana kafe ia diupayakan dibuat seolah pengunjung berada di rumah yang nyaman. Termasuk pemilihan nama ‘Grio’ yang menyerupai bahasa jawa griyo yang berarti rumah.

“Konsep desainnya minimalis sih, bikin kayak rumah aja. Griyo itu sebenarnya dalam bahasa jawa itu kan rumah artinya. Kayak taman samping rumah gitu,” kata Cresti, yang juga merupakan keluarga pemilik Grio Coffee.

Cresti menyebut pengunjung kafe kerap memanfaatkan Griyo Coffee untuk berbagai kegiatan, mulai dari nongkrong, bekerja, hingga berbagai acara.

“Emang rata-rata buat nongkrong, tetapi kalau di hari kerja buat wfc atau buat acara, bisa disewa untuk acara, selama ini buat acara ulang tahun, arisan, reuni,” ujar dia.

Untuk menu hidangannya cukup beragam, terdiri dari hidangan lokal, asia, hingga western. Untuk lokal ada ayam betutu, sedangkan asia terdapat gyudon dan mentai karage, sedangkan western terdiri dari aneka dessert seperti cheesecake hingga panna cotta.

Minumannya juga cukup beragam, terdiri dari kopi maupun non kopi. Tetapi yang favvorit adalah grio latte yang berupa kopi susu gula aren, loka latte, hingga biscoff latte.

Bagi yang berniat berkunjung, Grio Coffee buka setiap hari pukul 9.00 – 23.00 WIB. Alamat lengkapnya ada di Jalan Kusuma Barat Raya No.10 Blok 3, Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ngopi Bonus View Ijo-ijo di Denpasar, di Sini Tempatnya



Denpasar

Coffee shop satu ini terbilang hidden gem. Memang berada di Denpasar, tetapi sedikit tersembunyi dan mengasyikkannya lagi menawarkan view ijo-ijo.

Kedai kopi itu Nataraka Bali. Bolo, salah satu karyawan di Nataraka Bali, menuturkan nama Nataraka diambil dari nama niang (nenek) pemiliknya.

“Dulu saat penentuan nama, owner sudah 6 bulan belum menemukan nama yang cocok. Akhirnya didatangi dalam mimpi, dan memilih menggunakan nama Nataraka yang diambil dari nama sang nenek,” kata Bolo.

Nataraka Bali merupakan sebuah coffee shop yang baru dibuka sejak 18 Januari 2024. Memasuki tempat ini membuat traveler lupa bahwa Nataraka Bali terletak di Kota Denpasar. Suasana tenang komplit dengan rindangnya pepohonan bisa traveler jumpai di sini.

Kedai kopi ini istimewa dengan view sungai dan nuansa alam yang kental. Kombinasi sentuhan modern dan nuansa Bali, Nataraka menciptakan atmosfer yang coffee shop yang unik dan estetik.


Nataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di DenpasarNataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di Denpasar (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Nataraka memiliki nuansa semi outdoor, dengan area indoor dan outdoor yang luas dan langsung menyatu dengan alam. Area outdoor menjadi tempat favorit pengunjung karena banyak pepohonan yang rindang dan syahdu. Oke banget jadi spot foto instagramable.

Nataraka Bali juga sip untuk traveler yang ingin nongkrong dan work form cafe. Suasananya yang tenang plus view pepohonan yang ijo-ijo, dijamin buat mata semakin segar.

“Konsep dari Nataraka ini sebenarnya menyatu dengan alam, apalagi di bawah ada sungai. Table kita yang outdoor juga menyatu dengan pepohonan. Rindang banget, cocok untuk yang mau nongkrong atau nugas,” ujar Bolo.

Nataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di DenpasarNataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di Denpasar (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Nataraka Bali menjual berbagai menu yang biasanya ada di coffee shop. Namun yang wajib traveler coba adalah menu butterscotch dan sweet soy beef. Harganya pun masih ramah di kantong. Untuk menu makanan harganya berkisar antara Rp 30 ribu hingga 50 ribu dan minuman Rp 29 ribu hingga 35 ribu.

Nataraka berlokasi di Jl. Dukuh I No.10, Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 23.00 WITA. Traveler yang kepo juga bisa mengunjungi sosial media mereka @natarakabali.

Karena konsepnya yang unik dan estetik, Nataraka Bali tak pernah sepi akan pengunjung. Setiap harinya Nataraka bisa dikunjungi hingga ratusan pengunjung. Bahkan hingga kehabisan table, terutama saat weekend.

“Hari weekend itu biasanya rame. Orang-orang selesai CFD atau selesai ibadah gereja yang mencari makan ke sini. Tapi sampai saat ini belum bisa menggunakan sistem reservasi. Kita masih menggunakan sistem first come first service,” papar Bolo.

Mau nongkrong dan ngopi dengan suasana yang ijo-ijo. Yuk langsung cus ke Nataraka Bali. Coffee shopnya estetik, harganya dijamin nggak bikin kantong bolong.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pemanasan Mudik, Mampir ke Angkringan-Kopi di Belakang Blok M Square



Jakarta

Blok M adalah salah satu pusat muda-mudi Jakarta menghabiskan waktu untuk hangout. Ingin nongkrong merasakan suasana Jawa yang kental? Bisa mampir ke Kedai Hasrat.

Blok M terkenal dengan deretan tempat hangout yang estetik dan asik. Misalnya M Bloc yang kekinian, yang kerap mengadakan gigs hingga acara kesenian, ada juga Taman Literasi yang kerap menggelar event baca buku hingga acara musik, lalu tak ketinggalan pula deretan kafe hingga tempat karaoke di sekitarnya.

Little Tokyo, sebutan itu juga disematkan di area Blok M, yang menjadi ‘tempat berkumpulnya’ restoran, kafe, hingga bar bergaya Jepang. Tempat ini juga sedari dulu disinggahi para ekspatriat Jepang yang tinggal di Jakarta.


Selain itu, ada satu spot menarik yang mesti traveler singgahi, yakni kawasan Blok M Square. Kawasan ini selain terkenal sebagai salah satu surganya pencinta kaset jadul dan buku bekas, juga merupakan kawasan kuliner yang telah berdiri lama.

Tepatnya di belakang Blok M Square, yakni area Lesehan Blok M Square Melawai 4, terdapat deretan makanan yang menarik. Berkunjung ke sini seakan traveler dibawa ke suasana Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sebab menu di sana didominasi oleh penyetan, pecel lele, gudeg, hingga angkringan. Satu yang menarik perhatian kami, namanya Kedai Hasrat.

Kedai ini merupakan kedai minum yang menyuguhkan menu menarik. Mereka memadukan konsep angkringan-kopi dari tempat hingga ke menunya. Jangan heran jika traveler menemui menu matcha jahe dan coklat jahe yang dapat dinikmati panas maupun dingin.

Hidangan berbasis jahe tersebut karena tempat ini berawal dari angkringan, lalu menjelma juga menjadi kedai kopi. Itu berangkat dari keinginan pemilik yang telah lama ingin membuka kedai kopi.

“Hasrat itu keinginan, jadi gua dulu pengen banget punya tempat kopi, pengen banget punya tapi nggak punya-punya, bertahun-tahun baru bisa buka, makanya namanya Kedai Hasrat. Dulu cuman punya tiga menu, susu jahe, madu jahe, stmj bakar,” kata sang pemilik, Vio Alventino, seraya menjelaskan asal muasal nama kedainya, Rabu (28/2/2024).

Menurut Vio, upayanya memadukan menu tradisional dan modern sukses mengundang kustomer.

“2018 baru ada menu kopi red velvet, dan lain-lain, kita ngikutin perkembangan zaman aja. Responsnya malah makin bagus. Yang biasanya ke sini cuman nyobain minum jahe dia nyobain minuman lain, tapi kadang tetap ada yang balik ke jahe lagi,” kata dia.

Kedai Hasrat Blok M SquareSTMJ Bakar di Kedai Hasrat Blok M Square yang wangi juga creamy. (Weka Kanaka/detikcom)

Menu andalannya adalah STMJ (susu telur madu jahe) bakar. Ini yang membuatnya berbeda dari tempat lain. Tertarik mencicipinya, detikTravel memesan menu tersebut.

Bagi yang tidak terlalu menyukai jahe yang pekat, tenang saja, karena cairan jahe diletakkan di tempat terpisah dan dapat diatur seberapa banyak menuangkannya.

Alih-alih seperti STMJ biasa, menu ini malah memiliki rupa mirip creme brulee dengan tambahan beberapa rempah yang wangi di atasnya. Begitu menyeruput, rasa hangat mengalir ke badan. Selain itu, kendati dibuat dari telur mentah, tetapi rasa amis sama sekali tidak terasa. Justru tekstur creamy yang manis, gurih, dan harum berhasil diciptakan.

Tak heran mengapa hidangan ini selain unik, juga nikmat sekali. Karena ini adalah salah satu hidangan andalan Kedai Hasrat.

“Kayak creme brulee atau karamel ya. Bahannya madu, krimer, susu, telor, sama rempah, nah rempah ini yang bisa ngilangin amisnya sih telor itu. Dan bisa nurunin kolesterol sih telur itu dengan cara dibakar tiga kali,” kata dia.

Kedai Hasrat Blok M SquareSuasana di pusat kuliner di belakang Blok M Square. (Weka Kanaka/detikcom)

Ia menyebut, kedainya kerap kali disinggahi muda-mudi hingga bapak-bapak untuk nongkrong dan bercengkrama. Waktu paling ramai ada di Sabtu malam. Itu karena selain malam minggu merupakan waktu muda-mudi hangout, Blok M Square yang memiliki Masjid Nurul Iman di atasnya kerap kali mengadakan pengajian yang banyak menarik masyarakat pada hari Sabtu.

Saat kami berkunjung, pengunjung juga terlihat hilir mudik mendatangi tempat ini. Untuk menikmatinya, traveler bisa datang setiap hari pukul 18.00-24.00 WIB. Harga menunya Rp 15k – Rp 25k.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com