Tag Archives: kuningan

Cerita Mistis yang Menyelimuti Gedung Negara Cirebon



Cirebon

Di Cirebon ada satu bangunan bersejarah peninggalan era Hindia Belanda. Namanya Gedung Negara. Konon, cerita mistis menyelimuti gedung ini. Seperti apa?

Gedung Negara terletak di Kesenden, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Bangunan yang didominasi warna putih ini telah berdiri selama ratusan tahun dan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah kota Cirebon.

Menurut pegiat sejarah Cirebon, Putra Lingga Pamungkas, Gedung Negara dibangun sekitar tahun 1860-an. Dahulu, gedung ini digunakan sebagai rumah dinas dan kantor keresidenan Cirebon.


Lingga menjelaskan keresidenan merupakan bentuk pemerintahan pada masa Hindia Belanda yang setingkat dengan provinsi. Keresidenan Cirebon mencakup wilayah Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kuningan, Majalengka, Ciamis, dan Indramayu.

“Residen itu setingkat provinsi, gemeente setingkat kotapraja, bupati di kabupaten, district setingkat kecamatan, kewedanan setingkat desa, serta Gubernur Jendral yang menjadi setingkat presiden sebagai perwakilan atau penyambung lidah dari ratu Belanda,” tutur Lingga, belum lama ini.

Pembangunan Gedung Negara tidak terlepas dari hancurnya benteng Fort De Beschermingh, sebuah benteng yang dibangun oleh VOC pada sekitar tahun 1680 di Kebumen, dekat pesisir Cirebon. Saat masih berfungsi, benteng ini juga digunakan sebagai kantor oleh keresidenan Cirebon.

Namun, sekitar tahun 1840-an, terjadi ledakan bubuk mesiu di dalam benteng yang disebabkan oleh kelalaian seorang pegawai, yang mengakibatkan benteng tersebut hancur total.

Setelah Indonesia merdeka, Gedung Negara beberapa kali mengalami pergantian kepemilikan. Berdasarkan catatan, gedung ini pernah dikelola oleh pemerintah provinsi hingga Badan Koordinasi Daerah.

Gedung Negara CirebonGedung Negara Cirebon Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

Hingga kini, status kepemilikan Gedung Negara masih berada di tangan pemerintah. Pengunjung pun tidak diperbolehkan masuk ke dalam Gedung Negara.

Namun terdapat taman di samping gedung yang memiliki kandang rusa dan burung merak. Pengunjung bisa menghabiskan waktu dengan melihat dan memberi makan rusa, menjadikan tempat ini tujuan alternatif untuk berlibur di Cirebon.

Cerita Mistis Menyelimuti Gedung Negara

Sebagai bangunan tua, Gedung Negara memiliki beberapa cerita mistis. Salah satunya paparkan oleh penjaga Gedung Negara, Mulyono. Ia mengatakan memang ada beberapa orang yang pernah mengalami kejadian mistis di Gedung Negara.

“Memang ada saja beberapa tamu yang menginap di sini, terus pada minta pindah. Katanya, ada yang gangguin, kayak mendengar suara-suara seperti anak kecil, atau suara perempuan noni Belanda,” tutur Mulyono.

Meski sering mendengar cerita mistis, Mulyono mengaku tidak terlalu memedulikannya.

“Kalau bagi saya yang sudah lama bekerja di sini, hal seperti itu biasa saja,” katanya santai.

Gedung Negara memiliki beberapa ruangan, termasuk aula yang dipenuhi perabotan antik berusia ratusan tahun.

“Untuk kamarnya ada sekitar lima kamar, ada juga ruang tamu, ruang rapat, ruang tengah sama ruang keluarga,” pungkas Mulyono.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

8 Hotel Termahal di Indonesia, Ada yang Harganya Ratusan Juta Semalam


Jakarta

Indonesia tak hanya dikenal dengan wisata alam dan budaya, tapi juga memiliki pilihan akomodasi mewah. Ada berbagai hotel kelas atas yang menawarkan fasilitas dan layanan eksklusif untuk tamu.

Beberapa hotel menawarkan harga yang fantastis, bahkan hingga ratusan juta. Apa saja hotel termahal di Indonesia?

Hotel Termahal di Indonesia

Hotel yang menawarkan fasilitas mewah dan harga yang mahal di antaranya Ritz Carlton, Amanjiwo, hingga Hotel Mulia. Berikut informasi mengenai fasilitas dan harganya menurut penelusuran detik Travel di situs dan kontak langsung dengan hotel terkait:


1. Ritz Carlton

Kamar dan suite Ritz Carlton Jakarta menawarkan pemandangan kota. Hotel ini menawarkan penginapan mewah yang bisa dirasakan traveler.

Salah satu suite mewahnya adalah Presidential suite dengan luas 400 m2 dengan akses klub, 1 tempat tidur king, kamar mandi, ruang tamu, hingga ruang makan. Berdasarkan keterangan dari Ritz Carlton, harga untuk kamar ini yaitu sekitar 73 juta.

2. Amanjiwo

Berada di jantung Jawa Tengah, Amanjiwo menghadap ke Candi Borobudur. Pilihan suitenya ada Borobudur Suite dengan pemandangan indah borobudur dan lembah di sekitarnya hingga Garden Pool Suite dengan kolam renang pribadi dan pemandangan perbukitan menoreh.

Mengutip laman resmi nya, harga untuk Garden Pool Suite-nya sekitar USD1.634 atau Rp 22 juta per malam. Sementara yang termahal yaitu Dalem Jiwo Suite seharga USD 5445 atau Rp 85 juta per malam. Kamar ini terletak di tengah hamparan sawah, paviliun dua kamar tidur, koman renang pribadi, dan ruang tamu menghadap Candi Borobudur.

3. Hotel Indonesia Kempinski

Hotel Kempinski berada di lokasi strategis yang berdekatan dengan Mal Grand Indonesia, kantor, atraksi dan kedutaan. Ada Kamar Deluxe, Grand Deluxe, dan Executive Grand Deluxe, Diplomatic Suite, dan Presidential Suite. Kamar Deluxenya mulai dari harga Rp 2,5 juta.

Presidential Suitenya seluas 412 m2 dengan lanskap kota Jakarta. Ada ruang tamu, ruang maka, kamar tidur terpisah, hingga dapur. Menurut keterangan Kempinski Hotel Indonesia yang dihubungi detikTravel, harga untuk hotel ini sekitar Rp 120 juta.

4. Grand Hyatt

Grand Hyatt Jakarta mempunyai 415 kamar dan suite mewah. Ada King Bed with City View, King Bed Family with Bundaran View, Premier Suite, hingga Presidential Suite.

Mengutip laman resmi Grand Hyatt, untuk King Bed with City View harganya mulai dari USD 172 atau sekitar Rp 2,7 juta. Sementara untuk Presidential Suite mewahnya di harga USD 6928 atau sekitar Rp 128 juta. Suite ini memiliki luas 315 m persegi dengan 2 kamar tidur, ruang belajar, dapur kecil, ruang tamu, hingga teras kaca.

5. Four Seasons Jakarta

Four Seasons berlokasi strategis dengan tempat makan dan belanja. Pilihan kamarnya ada executive suite, deluxe suite hingga presidential suite.

Menurut laman Four Seasons, harga untuk Deluxe Suite-nya sekitar Rp 3,8 juta, sementara Presidential Suite-nya Rp 145 juta. Luas Presidential Suite-nya 330 m2 dengan pemandangan kota. Ada kamar tidur, ruang makan, hingga ruang tamu.

6. Hotel Raffles Jakarta

Raffles adalah salah satu hotel termewah di Jakarta. Berada di kawasan Kuningan, hotel ini terhubung dengan Lotte Shopping Avenue dan Ciputra Artpreneur Center. Dari Jakarta Convention Centre, jaraknya hanya 3 km.

Berbagai kamar dan suite mewah yang ditawarkan. Ada Raffles King Room NS, Raffles Garden View King NS, hingga Raffles Suite King Twin Ns. Untuk Harga Raffles King Roomnya mulai dari Rp 3,4 juta per malam.

Menurut keterangan dari Raffles Hotel, harga untuk raffles suitenya sekitar Rp 150++ juta per malam. Presidential suite seluas 390 m persegi ini mempunyai kamar tidur dengan pemandangan kota, ruang tamu, ruang makan, dan kamar mandi yang besar.

7. Hotel Mulia Senayan & The Suites – Jakarta

Hotel Mulia berlokasi strategis di jantung kota Jakarta. Hotel ini berdekatan dengan pusat perbelanjaan, stadion serbaguna, kedutaan besar, hingga perusahaan multinasional terkemuka.

Pilihan kamar hotel Mulia di antaranya, Mulia Splendor Twin City View, Mulia Grandeur Twin City View, Mulia Executive Golf View. Mengutip laman resmi hotel, harganya mulai dari Rp 3 juta. Salah satu kamar termahalnya adalah Duke Suite. Menghubungi kontak Hotel Mulia, harga untuk kamar ini yaitu USD 13.000 atau sekitar Rp 205 juta.

Kamar ini memiliki luas 595 meter persegi dengan pemandangan lapangan golf Senayan. Fasilitasnya berupa ruang keluarga, kamar tidur, meja kerja, kamar mandi terpisah, ruang pijat pribadi, dan dapur.

8. Bvlgari Resort Bali

Bvlgari Resort Bali berada di atas tebing kapur setinggi 160 meter yang berkelok-kelok di sepanjang pantai selatan. Ada resort Ocean view 1 dengan 1 kamar, premier ocean view 1 kamar, hingga resor dengan 5 kamar, Five Bedroom Mansion.

Menurut website resminya. harga untuk Ocean View dengan satu kamarnya Rp 23,8 juta. Sementara, harga Five Bedroom Mansionnya sekitar Rp 243.850.000, belum termasuk pajak.

Itulah 8 hotel termahal di Indonesia dengan fasilitas mewah. Pencarian tarif hotel dilakukan di sekitar bulan November 2024.

Masih banyak berbagai hotel dengan harga mahal lainnya di Indonesia. Kamu tertarik menginap di salah satu hotel ini?

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

11 Hotel di Kuningan Jawa Barat yang Dekat dengan Objek Wisata


Kuningan, Jawa Barat adalah salah satu daerah yang punya banyak objek wisata alam dan budaya. Traveler tak perlu khawatir, karena di sana juga tersedia penginap dari mulai hotel berbintang hingga penginapan atau homestay.

Tidak hanya yang nyaman, kamu juga bisa pilih tempat menginap yang dekat dengan berbagai destinasi wisata terkenal seperti Cibulan, Curug, Waduk Darma, hingga Linggarjati. Berikut pilihan hotel di Kuningan, Jawa Barat yang bisa detikes pilih.

Rekomendasi Hotel di Kuningan Jawa Barat

Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Kuningan, berikut adalah beberapa daftar hotel bintang dan non bintang di Kuningan, Jawa Barat:


1. Prima Resort

Bintang 2
Alamat: Jl. Panawuan No.121, Panawuan, Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Resort ini lokasinya dekat dengan objek wisata Gedung Perundingan Linggarjati yakni sekitar 3,5 km, dan hanya perlu menempuh 7 menit berjalan kaki dari Wisata Taman Rekreasi Salsabila Kuningan

Selain itu, sebagai rekreasi resort ini menyediakan area kemah dan lapangan badminton sebagai fasilitas rekreasi. Dilihat dari salah satu situs travel online, harga kamar di sini mulai dari Rp 200 ribuan per malam.

2. Grand Cordela Hotel As Putra Kuningan

Bintang 4
Alamat: Jl. Siliwangi No. 91, Kec. Kuningan, Jawa Barat.

Setiap kamar di Grand Cordela Hotel AS Putra Kuningan dilengkapi AC, TV, hingga peralatan mandi gratis. Harga kamar di sini mulai dari Rp 400 ribuan.

Beberapa destinasi wisata dekat hotel ini di antaranya, Museum Taman Purbakala Cipari, Hutan Kota Bungkirit, dan pemandian air panas Sangkanhurip.

3. Hotel Horison Tirta Sanita Kuningan

Bintang: 3
Alamat: Jl. Raya Panawuan- Sangkanhurip No. 98, Panawuan, Kec. Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Horison Tirta Sanita Hotel menawarkan pemandangan Gunung Ciremai. Hotel ini memiliki gaya perpaduan modern dan nilai alam yang mewah, dengan 124 kamar yang tersedia.

Tersedia berbagai fasilitas seperti kolam renang, lapangan hijau, wedding venue, hingga lapangan tenis. Dikutip dari akun Instagram @horison_tirtasanita, Alamanda restaurant di hotel ini buka selama 24 jam. Harga kamar per malamnya mulai dari Rp 500 ribuan.

4. Ayong M Linggarjati Hotel & Convention Centre

Bintang 3
Alamat: Jalan Linggarjati No. 4 Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.

Fasilitas di hotel ini cukup lengkap, ada area non-smoking, Wifi, LED-TV, resepsionis 24 jam, hingga area parkir yang cukup luas.

Lokasinya pun cukup strategis, karena dekat dengan objek wisata Linggarjati Indah, Terapi Ikan-Mata Air Lembah Cibacang, Pusat Oleh-Oleh Teh Diah Kuningan, hingga Rumah Makan Laksana. Harga kamar per malamnya mulai dari Rp 150 ribuan.

5. Grage Sangkan Hurip Resort & Spa

Bintang 3
Alamat:

Selain di manjakan dengan pemandangan Gunung Ciremai, pengunjung juga bisa menikmati terapi di kolam Aquamedic dan waterbom mini dengan air hangat jika menginap di sini. Mengutip situs resminya, harga kamar di hotel ini mulai dari Rp 500 ribuan.

Grage Sangkan Hotel & Spa lokasinya dekat dengan Pemandian Air Panas Sangkanurip yakni berjarak 250 meter. Traveler juga bisa berkendara menuju Taman Nasional Gunung Ciremai sekitar 75 menit.

6. De Jehan’s Boutique Hotel

Bintang 2
Alamat: Jalan Raya Sangkanurip No.142, Panawuan, Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Dari hotel ini, kita bisa menempuh sekitar 8 menit berjalan kaki untuk ke objek wisata Sangkan Resort Aqua Park. Salah satu yang terkenal dari hotel ini yaitu kolam renang outdoor, yang juga sering dijadikan latar untuk foto prewedding.

Setiap kamar di sini akan dilengkapi dengan AC, TV layar datar, lemari, hingga fasilitas pembuat kopi/teh. Ada balkon dan area makan terpisah juga di beberapa kamarnya.Selain itu, ada akses WiFi gratis juga di seluruh area. Harga kamar di hotel ini berkisar dari Rp 400 ribuan per malam.

7. Rahayu Hotel

Non bintang
Alamat: Jl. Pemandian Air Panas Alami, Sangkanurip Kec.Cigandamekar, Kab.Kuningan, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi dari Instagram @rahayu.hotel, ada 2 tipe kamar yang tersedia yakni standard dan deluxe. Tipe deluxe akan mendapat fasilitas seperti, AC, wifi, TV LCD, mini bar, shower & buffet, mandi air dingin dan air panas.

Harga kamar di Rahayu Hotel Kuningan ini berkisar dari Rp 150 ribu untuk yang standar rooms, dan Rp 200 ribu per malam untuk deluxe rooms.

8. Hotel Shanty Mitra RedDoorz

Non bintang
Alamat: Jalan Panawuan-Sangkanhurip, No.121, Panawuan, Kec. Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Jenis kamar yang ditawarkan ada jenis kamar standard, kamar deluks, dan suite. Wifi, kamar AC, dan parkir juga tersedia di sini. Harga per kamar tiap malamnya mulai dari Rp 100 ribuan.

9. Sangkan Park Hotel & Resort

Bintang 3
Alamat: Jl. Sangkan Park, Bandorasa Wetan, Kec. Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Kamar-kamar di hotel ini dilengkapi dengan AC, TV, sekaligus shower dan peralatan mandi gratis di kamar mandinya.

Harga kamar mulai dari Rp 300 ribuan per malam. Sementara untuk masuk Sangkan Parknya harga tiketnya dihargai Rp 35 ribu di weekday dan Rp 55 ribu di weekend per tiket.

Lokasi resort ini juga hanya berjarak sejauh 3 km dari Objek Wisata Cibulan, 1,1 km dari Sangkanurip Hot Spring, dan 4,8 km dari Air Panas Ciniru.

10. Hotel Purnama Mulia

Bintang 2
Alamat: Jl. Raya Cigugur, Kuningan, Kec. Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Hotel ini memiliki 3 tipe kamar, yakni kamar deluxe (20 m²), kamar keluarga (32 m²), dan suite keluarga (32 m²). Dengan fasilitas yang cukup lengkap, seperti kolam renang, restoran, resepsionis 24 jam, hingga akses wifi.

Lokasi hotel ini dekat dengan tempat wisata terkenal seperti Taman Cisantana berjarak sekitar 3,77 km, sN Bukit Panembongan berjarak sekitar 6,44 km.

11. Hotel Santika Premiere Linggarjati – Kuningan

Bintang 4
Alamat: Jl Raya Bojong Linggarjati, Cilimus, Kuningan.

Hotel ini menyediakan sekitar 192 kamar dengan layanan dan sarana rekreasi seperti kolam renang outdoor hingga area dengan akses internet. Harga kamar di hotel ini mulai dari Rp 600 ribuan. Lokasinya hanya berkisar 10 menit dari Taman Purbakala Cipari.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Staycation di Jakarta dengan View City Light yang Keren


Jakarta

Staycation merupakan salah satu cara yang dilakukan banyak orang untuk melepas penat. Pada umumnya, staycation dilakukan dengan menginap semalam saja di hotel.

Apa saja yang dilakukan saat staycation? Mulai dari streaming film, berenang, gym, atau memesan makanan yang kamu suka. Selain itu, ada juga yang ingin menikmati pemandangan kota di malam hari atau disebut city light.

Nah, ada sejumlah hotel di Jakarta yang menawarkan pemandangan kota di malam hari yang keren. Penasaran? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Tempat Staycation di Jakarta dengan View City Light

Jakarta memang dipenuhi oleh gedung-gedung pencakar langit, terutama di kawasan Sudirman, Kuningan, hingga SCBD. Agar bisa menikmati pemandangan city light Jakarta dengan puas, sebaiknya pilih tempat staycation yang berada di pusat kota dan pilih kamar di lantai atas.

Nah, bagi travelers yang ingin staycation di hotel dengan view city light terbaik, berikut beberapa hotelnya yang telah dirangkum tim detikTravel:

1. Harris Suites FX Sudirman

Tempat staycation di Jakarta dengan view city light terkeren.Foto: Situs resmi Harris Suites FX Sudirman

Rekomendasi yang pertama ada Harris Suites FX Sudirman. Hotel ini kerap menjadi pilihan banyak orang yang ingin staycation sambil menikmati view city light, sebab lokasinya berada di pusat kota sehingga memudahkan untuk melihat pemandangan gedung-gedung di malam hari.

  • Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman, Pintu Satu Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,6/10
  • Harga: mulai dari Rp 1,1 jutaan per malam.

2. Pan Pacific Jakarta

Tempat staycation di Jakarta dengan view city light terkeren.Foto: Situs resmi Pan Pacific

Punya budget lebih untuk staycation semalaman? Pan Pacific bisa menjadi opsi menarik. Lokasi hotelnya yang berada di pusat kota dijamin membuat travelers puas melihat pemandangan Jakarta di malam hari.

  • Lokasi: Luminary Tower, Jalan MH Thamrin No 10, Jakarta Pusat
  • Rating: 9,7/10
  • Harga: mulai dari Rp 2,9 jutaan per malam.

3. W Home Benhil

Buat travelers yang punya budget terbatas, W Home Benhil bisa menjadi pilihan terbaik untuk staycation sambil menikmati pemandangan kota Jakarta. Walau kamu tak bisa melihat pemandangan kota dari dalam kamar, tapi tersedia area rooftop lengkap dengan cafe untuk menikmati view city light Jakarta.

  • Lokasi: Jalan Bendungan Jatiluhur No 60, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,8/10
  • Harga: mulai dari Rp 320 ribuan per malam.

4. Shangri-La Jakarta

Tempat staycation di Jakarta dengan view city light terkeren.Foto: Situs resmi Shangri-La

Rekomendasi tempat staycation di Jakarta dengan view city light selanjutnya adalah Shangri-La. Hotel yang satu ini sudah terkenal dengan pelayanannya yang sangat baik, sehingga travelers akan puas meski hanya menginap semalam.

  • Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman Kavling 1, Tanah Abang, Jakarta Pusat
  • Rating: 9/10
  • Harga: mulai dari Rp 2,2 jutaan per malam.

5. Hotel Mulia Senayan

Tempat staycation di Jakarta dengan view city light terkeren.Foto: Situs resmi Hotel Mulia Senayan

Hotel bintang lima ini sudah terkenal akan pelayanannya yang sangat baik. Selain itu, Hotel Mulia Senayan juga menawarkan view city light Jakarta yang ciamik dari dalam kamar. Bahkan, kamu bisa melihat Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) jika memesan kamar hotel yang mengarah langsung ke sana.

  • Lokasi: Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,8/10
  • Harga: mulai dari Rp 2,8 jutaan per malam.

6. Manhattan Hotel Jakarta

Jika kamu ingin staycation di kawasan yang dekat dengan pertokoan dan mal, Manhattan Hotel Jakarta bisa menjadi pilihan terbaik. Selain itu, kamu bisa menikmati view city light Jakarta dari dalam kamar atau kolam renang outdoor yang terletak di lantai atas.

  • Lokasi: Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,3/10
  • Harga: mulai dari Rp 1 jutaan per malam.

7. The Langham Jakarta

Tempat staycation di Jakarta dengan view city light terkeren.Foto: Situs resmi The Langham

Ingin menikmati view city light Jakarta sambil merasakan tidur di kamar hotel bintang lima? The Langham jawabannya. Memang, harga kamar per malamnya termasuk salah satu yang termahal, tetapi travelers dijamin puas dengan pelayanannya.

  • Lokasi: District 8 SCBD, Jakarta Pusat
  • Rating: 9,1/10
  • Harga: mulai dari Rp 2,8 jutaan per malam.

8. Fairmont Jakarta

Tak jauh dari Hotel Mulia Senayan, terdapat sebuah hotel bintang lima yang juga menawarkan view city light Jakarta terbaik, yakni Fairmont. Salah satu pemandangan paling ciamik dari hotel ini adalah mengarah langsung ke lapangan Senayan Golf Club.

  • Lokasi: Jalan Asia Afrika No 8, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,9/10
  • Harga: mulai dari Rp 3,4 jutaan per malam.

9. The Westin

Tempat staycation di Jakarta dengan view city light terkeren.Foto: Situs resmi The Westin

Hotel yang satu ini juga terkenal akan pemandangan city light Jakarta. Selain menikmati view dari dalam kamar, cobalah untuk melihat pemandangan Jakarta dari restoran yang berada di lantai atas, dijamin bikin travelers terpukau!

  • Lokasi: Jalan H.R Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,9/10
  • Harga: mulai dari Rp 2,4 jutaan per malam.

10. Raffles Jakarta

Tempat staycation di Jakarta dengan view city light terkeren.Foto: Situs resmi Raffles Jakarta

Satu lagi tempat staycation yang menawarkan view city light di Jakarta, yakni Raffles hotel. Tak hanya menikmati pemandangan dari dalam kamar, kamu juga bisa melihat pemandangan gedung pencakar langit dari area restoran dan bar.

  • Lokasi: Ciputra World, Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan
  • Rating: 9/10
  • Harga: mulai dari Rp 3,1 jutaan per malam.

Itu dia daftar tempat staycation di Jakarta dengan view city light. So, tertarik menginap di hotel mana travelers?

(ilf/row)



Sumber : travel.detik.com

Ini 4 Cara Mudah Pergi ke Bundaran HI dengan Kendaraan Umum


Jakarta

Bundaran Hotel Indonesia atau disebut juga Bundaran HI merupakan salah satu tempat ikonik di Jakarta. Tempat ini selalu ramai dalam momen tertentu, misalnya saat malam tahun baru atau car free day (CFD).

Wisatawan dari dalam maupun luar negeri bisa mengunjungi Bundaran HI dengan menggunakan kendaraan umum, mulai dari KRL Commuter Line, TransJakarta, MRT, hingga LRT. Lokasinya yang berada di pusat kota membuat Bundaran HI sangat mudah diakses.

Lantas, bagaimana cara pergi ke Bundaran HI dengan menggunakan transportasi umum? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Cara ke Bundaran HI dengan Kendaraan Umum

Ada banyak cara bagi travelers yang ingin berkunjung ke Bundaran HI dengan transportasi umum. Berikut moda transportasi yang bisa kamu gunakan untuk bisa sampai ke Bundaran HI:

1. KRL Commuter Line

Cara yang pertama adalah dengan menggunakan KRL Commuter Line. Bagi kamu warga Depok, Tangerang, ataupun Bekasi sudah bisa jalan-jalan ke pusat kota dengan mudah dan cepat.

Untuk bisa sampai di Bundaran HI, travelers harus menaiki KRL tujuan Cikarang – Angke atau Cikarang – Kampung Bandan, kemudian turun di Stasiun Sudirman.

Setibanya di Stasiun Sudirman, travelers perlu berjalan kaki sekitar 900 meter atau 15 menit untuk bisa sampai di Bundaran HI.

2. TransJakarta

Jika tidak mau berjalan kaki terlalu jauh, sebaiknya pilih moda transportasi TransJakarta (TJ). Sebab, ketika keluar dari halte TJ, kamu sudah disambut oleh Patung Selamat Datang yang berada persis di depannya.

Caranya adalah dengan naik TransJakarta dan turun di Halte Bundaran HI Astra. Adapun sejumlah rute TJ yang berhenti di halte tersebut, yakni:

  • Rute 1: Blok M – Kota
  • Rute 6A: Ragunan – Balai Kota via Kuningan
  • Rute 6B: Ragunan – Balai Kota via Semanggi
  • Rute 9D: Pasar Minggu – Tanah Abang.

3. MRT

Selain menggunakan TransJakarta dan KRL, pilihan lainnya adalah dengan menaiki MRT. Sama seperti menggunakan TJ, detikers tak perlu berjalan kaki terlalu jauh karena MRT akan berhenti di Stasiun Bundaran HI Bank DKI.

Adapun rute MRT saat ini baru hanya satu, yakni tujuan Lebak Bulus – Bundaran HI. Jadi, kamu bisa naik di stasiun MRT mana saja yang terdekat dari lokasi kamu, tapi pastikan mengarah ke Bundaran HI ya!

4. LRT

Cara lain untuk bisa sampai di Bundaran HI adalah menggunakan LRT. Bagi kamu warga Cibubur dan Bekasi yang ingin jalan-jalan ke pusat kota Jakarta, bisa banget mengandalkan transportasi umum yang satu ini.

Untuk bisa sampai ke Bundaran HI, travelers harus menaiki LRT menuju Stasiun Dukuh Atas. Setelah itu, kamu perlu berjalan kaki sekitar 1,5 km atau 20 menit untuk bisa sampai di sana.

Daya Tarik Bundaran HI

Daya tarik utama dari Bundaran HI adalah karena menjadi salah satu ikon kota Jakarta. Selain itu, di tengah bundaran terdapat sebuah patung bernama Patung Selamat Datang.

Mengutip situs Badan Sertifikasi Kadin DKI Jakarta, Patung Selamat Datang merupakan monumen sepasang manusia yang tengah menggenggam bunga dan melambaikan tangan. Patung itu dibangun untuk menyambut para tamu negara dan atlet yang datang ke pentas olahraga Asian Games ke-4 pada 1962.

Untuk bisa menikmati suasana di sekitar Bundaran HI, travelers disarankan naik ke anjungan Halte Bundaran HI. Setibanya di anjungan, kamu bisa melihat lanskap Patung Selamat Datang serta gedung-gedung bertingkat yang keren dan estetik.

Itu tadi penjelasan mengenai empat cara pergi ke Bundaran HI dengan menggunakan transportasi umum. Semoga dapat membantu travelers!

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik dan Harga Tiket Masuk di 2025


Jakarta

Kuningan memiliki berbagai tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Ghiffari Valley. Apabila kamu ingin menghabiskan waktu bersama keluarga atau ingin mengajak main si kecil, tempat ini wajib dikunjungi.

Saat weekend dan musim liburan, Ghiffari Valley selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik dari warga Kuningan maupun kota lainnya. Harga tiket masuk (HTM) yang terjangkau membuat objek wisata ini tak pernah sepi pengunjung.

Selain itu, Ghiffari Valley memiliki daya tarik tersendiri jika dibandingkan dengan sejumlah tempat wisata lain di Kuningan. Ingin tahu aktivitas seru yang bisa dilakukan di Ghiffari Valley? Simak ulasan singkatnya dalam artikel ini.


Daya Tarik Ghiffari Valley

Ghiffari Valley merupakan rumah makan berkonsep tempat wisata. Tak hanya mencicipi aneka makanan dan minuman yang lezat, pengunjung juga bisa berkeliling sambil mencoba berbagai wahana seru.

Mengutip catatan detikTravel, ada sejumlah fasilitas di Ghiffari Valley yang menjadi daya tarik tersendiri, mulai dari kolam ikan terapi, kolam pemancingan, taman kelinci, taman burung, hingga kolam renang.

Lalu, di dalam kawasan Ghiffari Valley juga terdapat taman burung, kebun binatang mini, hingga taman teletubbies. Selain itu, ada juga berbagai wahana yang seru dan menantang untuk orang dewasa, di antaranya flying fox hingga jalan-jalan sambil menaiki kuda.

Lokasinya yang berada di dekat kaki Gunung Ciremai membuat suasana di Ghiffari Valley terasa sejuk dan segar. Tempat ini sangat cocok bagi travelers yang ingin healing sejenak dari hiruk pikuk perkotaan.

Fasilitas dan wahana yang ditawarkan membuat Ghiffary Valley menjadi objek wisata ramah anak dan keluarga di Kuningan. Maka tak heran, tempat ini ramai dikunjungi saat akhir pekan dan waktu libur tertentu, seperti libur sekolah atau libur Lebaran.

Harga Tiket Masuk Ghiffari Valley

Bagi travelers yang ingin berwisata ke Ghiffari Valley, akan dikenakan tiket masuk per orangnya. Berikut harga tiket masuk (HTM) Ghiffary Valley di 2025:

  • Hari biasa: Rp 20.000/orang
  • Akhir pekan: Rp 15.000/orang.

Selain itu, pihak pengelola juga menawarkan perjalanan pulang pergi dari Ghiffari Valley ke Lima Kisah Kopi. Setiap pengunjung akan dikenakan tarif sebesar Rp 10.000 untuk pulang pergi.

Sedikit informasi, Lima Kisah Kopi merupakan kedai kopi yang terletak di Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, Kuningan. Sebenarnya, jarak dari Ghiffari Valley ke kedai kopi tersebut tidak terlalu jauh, kurang lebih sekitar 10 menit saja.

Selama di Lima Kisah Kopi, travelers bisa menikmati berbagai aneka hidangan yang lezat sambil menikmati pemandangan alam yang indah. Sebab, kedai kopi ini berada di kaki Gunung Ciremai.

Suasana di Lima Kisah Kopi juga begitu tenang dan menyejukkan. Jadi, kalau detikers butuh ketenangan sambil menyeruput kopi hangat, tempat ini wajib dikunjungi.

Jam Buka Ghiffari Valley

Ghiffari Valley buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Bagi travelers yang ingin berwisata, sebaiknya datang sejak pagi hari agar puas berkeliling dan mencoba semua wahana.

Selain itu, kamu juga bisa mengajak keluarga, saudara, atau pasangan untuk santap siang di restoran Ghiffari Valley. Disarankan datang sejak awal agar kamu bisa mendapatkan meja.

Lokasi Ghiffari Valley

Ghiffari Valley terletak di Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Apabila detikers berangkat dari pusat kota Kuningan, jaraknya sekitar 15 kilometer atau 30 menit perjalanan dengan mengendarai mobil.

Demikian ulasan singkat mengenai Ghiffari Valley, salah satu tempat wisata keluarga dan anak-anak yang terkenal di Kuningan. Jadi, tertarik untuk liburan ke sana?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Ada yang Beracun dan Tidak Pernah Kering



Cirebon

Cirebon memiliki budaya yang kaya dan sejarah yang panjang. Di kota ini, ada 4 sumur keramat dengan kisah tersendiri. Ada yang beracun hingga tak pernah kering.

Sumur keramat tersebut tersebar di keraton-keraton yang ada di Cirebon. Sampai sekarang, sumur-sumur ini masih didatangi peziarah dan diyakini memiliki khasiat.

Berikut 4 Sumur di Cirebon yang Keramat:


1. Sumur Upas: Sumur Beracun Peninggalan Abad 15

Berbeda dengan sumur lainnya, Sumur Upas atau Sumur Soka yang berada di bawah pohon soka besar di Petilasan Keraton Dalem Agung Pakungwati kini ditutup dan tidak difungsikan karena diyakini mengandung racun.

Kepala Bagian Informasi dan Pariwisata Keraton Kasepuhan Iman Sugiman, menyebutkan sumur ini dulunya digunakan untuk merendam senjata agar beracun saat melawan penjajah.

Nama “Sumur Upas” berasal dari kata “upas” yang berarti racun. Uniknya, pohon soka tempat sumur ini berada dikenal langka karena bunganya tumbuh di dahan, bukan di pucuk daun seperti pohon soka pada umumnya.

2. Sumur Ketandan: Saksi Pembuatan Terasi Cirebon

Sumur Ketandan menjadi salah satu situs sejarah penting di Kota Cirebon yang menyimpan kisah perjuangan Pangeran Cakrabuana dalam menyebarkan agama Islam di pesisir utara Jawa.

Terletak di bawah naungan pohon beringin besar yang telah berusia ratusan tahun, sumur ini hingga kini masih dijaga kesakralannya.

Menurut juru kunci Sumur Ketandan, Raden Syarifuddin, air sumur ini diambil secara manual menggunakan ember tanpa bantuan pompa. Hal ini dilakukan agar kesucian dan kesakralan situs tetap terjaga. “Kalau pakai pompa, nanti jadi tidak sakral,” ujarnya.

Syarifuddin menjelaskan, nama “Ketandan” berasal dari kata “Tanda”, yang berarti ciri-ciri. Dalam kisahnya, Pangeran Cakrabuana pernah menaruh “jalatunda” atau jaring di sekitar sumur setelah mencari ikan di laut Cirebon.

Sumur ini dahulu digunakan untuk mencuci jala dan membuat terasi dari ikan rebon. Pada masa itu, lokasi sumur berada dekat pantai, sebagaimana halnya Masjid Pejlagrahan, yang juga merupakan peninggalan Pangeran Cakrabuana.

Meskipun telah berusia ratusan tahun, air sumur ini tidak pernah kering. Masyarakat percaya bahwa airnya memiliki khasiat untuk penyembuhan dan pelindung dari sihir. Namun Syarifuddin mengingatkan, semua permohonan tetap harus ditujukan kepada Allah SWT.

Pengunjung biasanya datang saat malam Jumat Kliwon, baik umat Muslim maupun non-Muslim. Mereka melakukan napak tilas sejarah dan memanfaatkan air sumur yang dianggap penuh berkah.

3. Sumur Kejayaan: Sumur Keramat di Keraton Kasepuhan Cirebon

Sumur Kejayaan merupakan salah satu sumur keramat yang terletak di area Petilasan Dalem Agung Pakungwati, komplek Keraton Kasepuhan Cirebon. Sumur ini diyakini sebagai tempat wudu bagi Pangeran Cakrabuana dan Sunan Gunung Jati.

Menurut juru kunci, Mang Pardi (68), banyak pengunjung dari berbagai daerah, seperti Cirebon, Kuningan, Indramayu, Majalengka, hingga Jawa Tengah yang datang untuk berwudu, mandi, atau mengambil air sumur.

Menariknya, meskipun kedalamannya hanya sekitar tiga meter, air sumur ini tidak pernah kering meski kemarau panjang, dan tidak meluber saat musim hujan.

Mang Pardi mengatakan bahwa setiap pengunjung datang dengan tujuan berbeda, mulai dari kelancaran usaha hingga terkabulnya hajat. Namun, semua dikembalikan kepada kehendak Tuhan.

Pengunjung yang ingin memasuki kawasan petilasan Dalem Agung Pakungwati dan Sumur Kejayaan wajib mematuhi sejumlah aturan. Antara lain, melepas alas kaki, tidak merokok, dan hanya laki-laki yang diperbolehkan masuk, dengan alasan kesucian tempat.

4. Sumur Jala Tunda: Sumber Air Abadi

Sumur Jala Tunda yang berada di sebelah Masjid Pejlagrahan, Kampung Grubugan, Kelurahan Kasepuhan, Kota Cirebon, juga merupakan peninggalan Pangeran Cakrabuana dari abad ke-14.

Menurut Ketua DKM Masjid Pejlagrahan, Sulaeman, sumur ini dibuat untuk memudahkan nelayan berwudu sebelum salat. Sumur ini terdiri dari dua bagian: untuk laki-laki dan perempuan. Hingga kini, sumur ini tak pernah kering, meskipun kedalamannya hanya sekitar enam meter.

Selain dimanfaatkan masyarakat setempat, banyak peziarah dari luar daerah yang mengambil air sumur karena diyakini memiliki khasiat tertentu.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kebun Raya Kuningan, Permata Hijau di Jantung Rebana Metropolitan



Kuningan

Salah satu destinasi wisata yang akan dikembangkan di kawasan Rebana Metropolitan adalah Kebun Raya Kuningan. Dengan luas mencapai 154 hektar, Kebun Raya Kuningan memiliki banyak fasilitas yang bisa dinikmati pengunjung.

Tidak jauh dari gerbang pintu masuk, terlihat gazebo yang lokasinya di tengah rindangnya pepohonan. Tidak jauh dari gazebo juga terlihat sebuah danau yang diberi nama Danau Cibutu. Danaunya cukup luas dengan kondisi air danau yang bersih, hampir tidak ada sampah plastik yang terlihat.

Di sekitar danau terdapat bebatuan yang bisa digunakan untuk tempat duduk sambil memandangi air danau yang indah dan tenang. Selain Danau Cibutu, Kebun Raya Kuningan juga memiliki danau lain, yakni Danau Lurah yang lokasinya di bagian atas Kebun Raya.


Naik lagi ke atas, terdapat patung banteng dan lapangan dengan rumput berwarna hijau yang cukup luas. Di bagian ujung lapangan terdapat kolam ikan dan menara teropong yang bisa digunakan pengunjung untuk melihat pemandangan seluruh area Kebun Raya Kuningan.

Selain patung banteng, ada juga patung kuda yang lokasinya di dekat air mancur Kebun Raya Kuningan. Terdapat juga rumah anggrek, laboratorium, kantin, aula, dan juga toilet. Untuk lahan parkirnya sendiri cukup luas, yakni ada sekitar tiga lahan parkir yang tersebar di Kebun Raya Kuningan. Bagi yang ingin menginap, tersedia juga penginapan sebanyak 10 unit dan juga area untuk berkemah.

Bagi yang berminat untuk menikmati suasana asri dari Kebun Raya Kuningan, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuknya sebesar Rp 10.000 dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Untuk waktu operasionalnya, dimulai dari pukul 07.30 WIB sampai 16.00 WIB. Kebun Raya Kuningan berlokasi di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

—-

Artikel ini sudah tayang di detikJabar. Baca selengkapnya di sini.

(sud/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Menemukan Ketenangan di Kaki Gunung Ciremai



Kuningan

Libur panjang akhir pekan, saatnya traveler berwisata alam. Carilah ketenangan di kaki gunung Ciremai, tepatnya di Curug Putri Palutungan.

Curug tersebut berlokasi di Jalan Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Lokasinya tepat berada di bawah kaki gunung Ciremai.

Suasana udara yang segar dan sejuk langsung traveler rasakan saat memasuki area Curug Putri Palutungan. Karena ketinggian air di sekitar curug tidak terlalu dalam, membuat pengunjung bisa langsung ke menikmati air terjun tanpa khawatir akan basah.


Pengunjung hanya perlu menyingsingkan celananya hingga di atas mata kaki, maka sudah bisa merasakan kesejukan curug yang masih sangat alami itu.

Curug Putri Palutungan di KuninganCurug Putri Palutungan di Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

Di bagian depan curug Putri Palutungan, terlihat curug kecil yang mengalir cukup deras melalui celah batu. Di depannya terdapat sebuah kolam yang bisa digunakan pengunjung untuk berendam atau bermain air.

Di atasnya, terdapat sebuah jembatan yang bisa digunakan pengunjung untuk berfoto dengan latar belakang air curug yang mengalir deras.

Bagi yang tidak ingin bermain air di curug, pengunjung bisa duduk santai di sekitar curug sambil menikmati suasana sejuknya hutan pinus dan derasnya air curug yang mengalir dari atas ke bawah.

Salah satu pengunjung, Ali mengatakan, bahwa Curug Putri memiliki suasana yang sejuk dan segar. Cocok bagi pengunjung yang ingin berlibur sejenak dari penatnya rutinitas.

“Suasananya segar, adem, cocok kalau buat liburan mah,” tutur Ali, belum lama ini.

Sementara itu, pengelolaan objek wisata Curug Putri, Iyus mengatakan, untuk menikmati keindahan dari Curug Putri pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sekitar Rp 20.000 untuk hari Senin-Jumat dan di hari libur atau Sabtu-Minggu Rp 25.000.

Iyus juga mengatakan, di sekitar Curug Putri tersedia juga beberapa fasilitas lain seperti kantin, musala, gazebo, motor ATV, area perkemahan, dan toilet. Untuk jam operasionalnya, Curug Putri buka dari pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB.

“Fasilitasnya ada musala, area camping, motor ATV ada juga jasa penitipan kendaraan. Tiketnya sudah termasuk parkir,” pungkas Iyus.

Cara Menuju ke Curug Putri Palutungan

Traveler bisa liburan ke curug Putri Palutungan dengan bantuan Google Maps. Untuk rutenya, dari arah Cirebon bisa langsung lurus di Jalan Cirebon-Kuningan, lalu belok kiri di Jalan Cirendang.

Setelah itu, lalu belok kiri ke Jalan Gunungkeling, kemudian belok ke arah Jalan Cisantana. Perjalanan masih lurus terus sampai di Jalan Palutungan sampai terlihat papan informasi bertuliskan Bumi Perkemahan Palutungan.

Untuk mencapai curug cantik tersebut, para pengunjung harus melewati hutan pinus dan area perkemahan terlebih dahulu. Lalu dilanjutkan dengan mengikuti jalan setapak menurun hingga terlihat sebuah tangga yang menghubungkan area hutan pinus dengan curug hingga sampai ke destinasi tersebut.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Objek Wisata Alam di Kuningan, Ada Hutan Tengah Kota



Kuningan

Kabupaten Kuningan memiliki objek wisata baru Kajene Forest. Tempat ini menjadi hutan kota pertama di jantung kota.

Forest Kajene berada di Jalan Siliwangi Cigembang, Kelurahan Purwawinangun, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Dibangun di lahan seluas 6 hektare, objek wisata hutan kota swasta itu diyakini dapat menjadi magnet bagi wisatawan baik lokal, regional, atau internasional datang ke Kabupaten Kuningan.

Berbagai fasilitas tersedia di sini, di antaranya Minara Goodies (pusat oleh-oleh), Minara Mart (mini market), Minara Food Park (kuliner) dan Minara House (kafe).


Arti Nama Kajene dan Minara

Merujuk arsip detikjabar, nama Kajene diambil dari sejarah Kabupaten Kuningan pada era Kerajaan Pajajaran saat dipimpin oleh seorang adipati yang bijaksana bernama Arya Kamuning. Nama Kajene disematkan oleh Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati saat menjalankan misi menyebarkan Islam ke wilayah ini.

Kajene berarti kuning atau emas yang juga berarti keagungan, dihormati dan dimuliakan. Nama itu dipilih dengan harapan area itu menjadi ikon Kabupaten Kuningan dan menjadi hutan kota swasta terbaik di Indonesia.

Adapun Minara yang disematkan pada sejumlah fasilitas wisata di sana mempunyai makna filosofi yang dalam. Nama Minara berasal dari Bahasa Sansakerta yang artinya pencuri hati.

Kajene Forest memiliki pembeda dengan berada di kawasan hutan yang semula hijau rimbun dan di antara pohon besar. Bahkan menjadi kawasan konservasi yang lebih tertata dan nyaman karena tidak satupun pohon-pohon besar di kawasan ini yang ditebang.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com