Tag Archives: label

Mudah! 3 Cara Membersihkan Noda Kuning pada Bantal


Jakarta

Bantal yang menguning bisa membuat penggunanya merasa risih. Namun jangan khawatir karena noda kuning pada bantal masih bisa dibersihkan.

Ada berbagai cara untuk membersihkan bantal yang menguning, mulai dari pakai detergen hingga soda kue dan cuka. Sebagai catatan, sebelum kamu menghilangkan noda kuning sebaiknya pahami terlebih dahulu petunjuk perawatan dari pabriknya agar bantal tidak cepat rusak.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini cara membersihkan bantal yang menguning.


1. Pakai Detergen

Detergen yang dipakai sehari-hari untuk mencuci juga dapat digunakan untuk membersihkan noda kekuningan pada bantal. Dilansir dari The English Home, berikut caranya:

– Tambahkan detergen dan air dengan perbandingan yang sama langsung ke area noda.
– Tepuk-tepuk area bantal tadi untuk mengangkat noda kuning.
– Setelah noda hilang, bilas sampai bersih dan cuci bantal sesuai petunjuk label perawatan.

Noda yang disebabkan dari sesuatu yang tertumpah penting segera ditangani menggunakan detergen ringan dan kain bersih dengan cara seperti di atas. Semakin cepat noda dihilangkan, semakin besar pula kemungkinan noda cepat hilang dan tidak bertahan lama.

Usai menghilangkan nodanya, pastikan bantal benar-benar kering setelah selesai dicuci agar tidak timbul noda lain. Hal ini juga memastikan bantal tidak lembap dan berjamur.

2. Gunakan Soda Kue dan Cuka Putih

Soda kue dan cuka sudah dikenal sebagai pembersih alami yang bantu hilangkan noda atau kotoran membandel. Berikut cara menggunakannya:

– Campurkan soda kue dengan sedikit air hingga teksturnya mengental seperti pasta.
– Oleskan pasta langsung ke area bantal yang bernoda dan biarkan selama 15-30 menit.
– Setelah itu, basahkan kain bersih dengan cuka putih lalu tepuk-tepuk ke area bantal tadi untuk mengangkat noda dan menghilangkan pasta.
– Usai noda hilang, bilas bantal dengan air dan cuci bersih bantal sesuai petunjuk label perawatan.

Khawatir bau cuka menempel lama? Campurkan minyak esensial seperti lavender dengan detergen biasa saat proses pencucian untuk menghilangkan aroma asam cuka.

3. Pakai Pemutih

Dilansir dari Sleep Foundation, pemutih juga bisa dipakai untuk menghilangkan noda kuning pada bantal. Caranya, rendam bantal yang menguning dalam pemutih sebelum dicuci, hal ini bantu mengembalikan warna bantal ke warna semula.

Kamu harus berhati-hati karena produk kimia bersifat keras dan tidak semua bantal bisa diputihkan dengan pemutih. Pastikan untuk pelajari terlebih dahulu instruksi perawatan bantal dengan cermat sebelum memakai pemutih.

Itulah beberapa cara menghilangkan noda kuning pada bantal. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Jaga Rumah Selalu Rapi ala Orang Minimalis



Jakarta

Gaya hidup minimalis bisa diterapkan mulai dari mengatur barang-barang di dalam rumah. Konsep ini mengajarkan penganutnya sadar akan barang yang dimilikinya dan tidak menumpuk barang yang bikin rumah berantakan.

Seorang minimalis biasanya menyimpan barang yang benar-benar penting dan terpakai. Jumlah barang yang dimiliki pun tidak berlebihan, sehingga rumahnya lebih mudah dijaga kerapiannya.

Lalu, bagaimana cara menjaga rumah selalu rapi ala orang minimalis? Simak penjelasannya berikut ini.


Tips Menjaga Rumah Selalu Rapi ala Orang Minimalis

Inilah cara menjaga kerapian rumah dengan menerapkan gaya hidup minimalis, dikutip dari The Spruce.

1. Sering Sortir Barang

Founder The Simple Life Rachel Whiteaker mengatakan seorang minimalis tidak menumpuk barang-barang. Mereka sering menyortir barang-barang yang tidak terpakai setiap hari atau setiap minggu.

“It doesn’t have to be a huge production or time block. A little each day keeps the clutter away,” kata Whiteaker dikutip dari The Spruce, Senin (14/4/2025).

2. Hanya Simpan Barang yang Digunakan

Penganut gaya hidup minimalis tidak menyimpan barang yang tidak mereka pedulikan. Lalu, mereka juga tak akan menyimpan barang yang tak akan digunakan.

“Selalu tanyakan pada diri sendiri: Apakah Anda menyukainya, apakah Anda membutuhkannya? Jika tidak, jangan membelinya atau jangan menyimpannya,” katanya.

3. Terapkan Sistem Satu Masuk, Satu Keluar

Pemilik Designing with Less Michelle Parravani mengatakan banyak orang tak asing dengan sistem ‘one in, one out’ atau ‘satu masuk, satu keluar’. Seseorang yang menerapkan sistem ini akan mengeluarkan satu barang lama yang jarang dipakai setiap membeli satu barang baru.

“Jika Anda dapat melakukan ini, Anda dapat mengkurasi barang-barang yang lebih Anda hargai dan sukai,” katanya.

4. Sering Rapikan Barang

Parravani menyebut seorang minimalis tidak membiarkan pekerjaan rumah menumpuk. Sebaiknya mencicil pekerjaan rumah yang mudah setiap hari. Ia menyarankan untuk segera membereskan rumah dalam waktu lima menit saja.

Selain itu, Founder Shira Gill Home dan penulis buku Minimalista menyarankan untuk merapikan rumah selama lima menit saja setiap hari sebelum tidur.

“Bersihkan meja dan permukaan, simpan barang-barang yang sudah digunakan, dan atur ulang tempat Anda, sehingga dapat bangun dengan rumah yang tenang dan rapi keesokan harinya,” katanya.

5. Sembunyikan Barang

Menurut Gill seorang minimalis punya kebiasaan menyembunyikan barang-barang daripada memajangnya. Artinya ada tempat penyimpanan untuk berbagai jenis barang.

Misalnya, menyimpan kotak tinta printer atau kabel charger ponsel di dalam lemari tertutup atau keranjang, sehingga barang-barang ini tidak menambah kekacauan visual di rumah. Pastikan untuk memberi label pada kotak penyimpanan agar tidak melupakan barang apa yang dimiliki di rumah.

Itulah cara merapikan rumah ala orang minimalis. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Seberapa Sering Seprai dan Sarung Bantal Harus Diganti? Ini Kata Ahli


Jakarta

Seprai memiliki fungsi penting agar kulit tidak langsung bersentuhan dengan tempat tidur. Begitu juga dengan sarung bantal, fungsinya untuk melindungi kepala agar tidak langsung menyentuh bantal.

Seiring penggunaan, seprai dan sarung bantal akan kotor dan bisa mengeluarkan bau tak sedap. Bahkan, seprai dan sarung bisa berubah warna menjadi kuning kecokelatan karena saking kotornya.

Seprai dan sarung bantal yang kotor dapat menjadi sarang bakteri yang tidak baik untuk kulit serta pernapasan. Maka dari itu, keduanya harus dicuci dan diganti secara berkala.


Sayangnya, tidak semua orang ingat untuk mengganti dan mencuci seprai secara rutin. Lantas, seberapa sering seprai dan sarung bantal harus diganti? Berikut penjelasannya.

Seberapa Sering Seprai dan Sarung Bantal Diganti?

Dilansir BBC, pakar tidur dan psikolog dr Lindsay Browning mengatakan penting untuk mengganti seprai seminggu sekali atau paling telat dua minggu sekali. Sebab, kebersihan adalah faktor penting dalam kamar tidur.

Saat istirahat di malam hari, terkadang seseorang dapat mengeluarkan keringat dan menempel di sarung bantal serta seprai. Hal itu bisa membuat seprai jadi kotor dan mengeluarkan bau tak sedap.

“Keringat yang masuk ke seprai tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga menjadi kotor,” kata Browning.

Selain ada bekas keringat, sel-sel kulit mati juga bisa menempel di seprai dan sarung bantal. Jika tidak segera diganti, maka sel kulit mati bisa menumpuk dan bikin tidak nyaman saat tidur.

Lebih parah lagi, sel kulit mati yang menumpuk dapat mengundang tungau karena mereka mendapatkan sumber makanan. Serangga kecil itu dapat berkembang biak di kasur dan membuat kamu jadi gatal-gatal dan ruam di kulit akibat gigitannya.

“Anda tidak hanya akan tidur dalam kondisi yang kotor dan menjijikkan akibat keringat dan sel kulit mati, tapi juga terdapat tungau,” ujar Browning.

Cara Membersihkan Seprai dengan Tepat

Apabila seprai milikmu sudah terlihat kotor dan warnanya menguning, sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Seprai yang sudah kotor juga perlu dicuci guna membasmi bakteri dan kuman yang menempel.

Dikutip dari laman Sleep Foundation, berikut cara membersihkan seprai dengan tepat:

  1. Cek label perawatan untuk mengetahui tingkat suhu dan metode pencucian yang tepat pada seprai milikmu
  2. Pada umumnya, seprai dapat dicuci dengan air hangat untuk menghilangkan kotoran dan bakteri secara efektif
  3. Setelah itu, cuci seprai menggunakan mesin cuci dan detergen cair yang lembut dan mengandung anti-bakteri
  4. Usai dicuci, bilas seprai dengan air panas untuk memastikan bakteri dan kuman benar-benar mati
  5. Lalu keringkan seprai dengan mesin pengering dengan suhu rendah
  6. Terakhir, jemur seprai di bawah sinar matahari agar bisa cepat kering.

Langkah di atas juga bisa dilakukan untuk mencuci sarung bantal yang sudah kotor. Pastikan kamu mencucinya dengan tepat agar noda dan kotoran bisa hilang secara maksimal.

Namun jika seprai dan sarung bantal sudah sangat kotor dan banyak yang bolong, sebaiknya segera dibuang dan ganti dengan yang baru agar memberikan kenyamanan saat tidur.

Demikian penjelasan soal seberapa sering mengganti seprai kasur dan sarung bantal. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

4 Cara Jaga Furnitur Kayu biar Awet dan Kinclong


Jakarta

Pemilik rumah yang mempunyai furnitur kayu perlu merawat dan menjaganya sebaik mungkin. Hal ini penting kalau mau perabotan itu awet dan tetap terlihat indah.

Desainer objek dan interior Hendro Hadinata mengatakan furnitur merupakan benda yang seharusnya tahan lama dan bisa diberikan kepada generasi selanjutnya. Namun, pemakaian furnitur memang perlu dijaga.

Bagaimana cara menjaga furnitur kayu agar tetap awet dan kinclong? Simak penjelasannya berikut ini.


Cara Menjaga Furnitur Kayu

Inilah beberapa hal yang perlu dilakukan agar furnitur kayu tetap terjaga menurut desainer.

1. Bersihkan Secara Berkala

Menurut Hendro, perawatan furnitur kayu pada dasarnya bisa dengan menjaga kebersihannya. Ia menganjurkan untuk membersihkan furnitur secara berkala sesuai kebutuhan.

“Ada baiknya kita bersihkan furnitur secara menyeluruh. Misalnya kita sering bersihkan dengan kain yang lembap. Kalau mau, dikasih detergen ringan misalnya pembersih piring. Kemudian dibilas dengan kain lembap,” ujar Hendro kepada detikProperti dalam acara Indonesia Design Week Exhibition di Indonesia Design District, PIK2, Selasa (16/9/2025).

2. Semir Enam Bulan Sekali

Selanjutnya, furnitur kayu juga perlu rutin dirawat menggunakan produk pembersih khusus furnitur atau semir setiap enam bulan sekali. Caranya cukup dengan mengoleskan produk tersebut menggunakan kain.

3. Hindari Benturan

Pemilik perlu berhati-hati ketika menggunakan furnitur kayu. Hindari benturan keras pada furnitur untuk menjaga bentuknya.

“Furnitur itu mesti dipakai selayaknya, jangan sering tertabrak benda keras,” ucapnya.

4. Letakkan Sesuai Peruntukan

Terakhir, pastikan untuk meletakkan furnitur kayu di tempat yang sesuai peruntukannya. Perhatikan label furnitur untuk mengetahui penggunaannya bisa di dalam atau di luar ruangan.

“Furnitur yang memang dilabeli indoor dia nggak bisa direct kena sinar matahari, atau furnitur yang tidak bisa kena hujan secara terus menerus itu harus ditaruh di posisi yang lebih aman,” kata Hendro.

“Kalau memang buat outdoor ya harus beli yang benar-benar outdoor yang (aman) kena direct sinar matahari dan direct kena hujan,” sambungnya.

Itulah tips untuk menjaga furnitur kayu tetap awet, kinclong, dan indah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Berproduksi Selama 140 Tahun, Cap Meong Jadi Legenda Tauco Cianjur



Jakarta

Kelezatan tauco Cap Meong bertahan sejak 1880 hingga sekarang. Dirintis suami – istri asal Tionghoa, usaha ini dikelola generasi kelima.

Saat traveler pelesiran ke Cianjur, Jawa Barat tak afdol kiranya bila tak menjadikan tauco sebagai oleh-oleh. Sebab, di kota inilah bumbu masak berbahan dasar fermentasi kacang kedelai ini pertama kali diproduksi, yakni sejak 1880.

Tak heran bila pemerintah daerah setempat sampai membuatkan tugu khusus berupa empat botol tauco berukuran jumbo di persimpangan Jalan Dr Muwardi dan Jalan HOS Cokroaminoto.

Orang yang pertama kali memperkenalkan tauco adalah pasangan imigran asal tionghoa, Tan Kei Hian (Babah Tasma) dan Tjoa Kim Nio. Suami istri itu memulai usaha tauconya dari industri rumahan.


Nah, setelah masyarakat mulai menggemari, barulah produksi diperbanyak. Uniknya, Tan dan Tjoa membuat tauco dengan rasa berbeda. Kalau Babah Tasma rasa tauconya cenderung manis, Ny. Tasma lebih menyerap selera lokal, menyuguhkan rasa asin.

Cap Meong, legenda Tauco CianjuCap Meong, legenda Tauco Cianjur (Sudrajat/detikcom)

“Saat mereka bercerai, Babah Tasma memberi label produksi tauconya Cap Gedong, sedangkan Nyonya Tasma menggunakan Cap Meong,” tutur Rachmat Fajar saat memandu 50 anggota Komunitas Japas (Jalan Pagi Sejarah) Bogor yang berkunjung ke toko tauco Cap Meong di Jalan HOS Cokroaminoto No 160 Cianjur, Rabu (20/8/2025).

Sejak bertahun lalu, Cap Gedong sudah jarang ditemui di pasaran. Mungkin sudah tak diproduksi lagi. Begitu juga dengan tauco merek lain seperti Biruang, Badak, dan Harimau. yang meredup sejak beroperasinya jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) pada 2005.

Bentuk bangunan toko Cap Meong tampak sederhana, khas rumah toko milik orang Tionghoa tempo dulu. Di depannya terpampang papan nama bertuliskan ‘Tauco No. 1 buatan Nyonya Tasma Cap Meong’. Penggunaan kata dan gambar Meong menurut cerita turun-temurun warga sekitar, kata Fajar, karena pada suatu hari di kediaman Babah dan Nyonya Tasma terdapat bekas tapak hewan tersebut.

“Meong itu sebetulnya bukan kucing, dia ukurannya lebih besar tapi juga tidak sebesar macan atau harimau,” kata Fajar yang merupakan cucu buyut Bupati Cianjur ke-10, RA Aria Prawiradiredja.

Cap Meong, legenda Tauco CianjuCap Meong, legenda Tauco Cianjur (Sudrajat/detikcom)

Terkait asal usul tauco di Nusantara, Darma Ismayanto menuliskannya dalam Majalah Historia No. 11 Tahun I yang terbit pada 2013. Ia antara lain merujuk ‘History of Miso and Soybean Chiang’ karya William Shurtleff and Akiko Aoyagi. Di Nusantara, referensi pertama mengenai tauco dapat dirunut dari tulisan seorang ilmuwan Belanda, Prinsen Geerligs pada 1895-1896. Geerligs menyebutnya tao tsioe dalam artikel Belanda pada 1895 dan tao tjiung dalam artikel Jermannya pada 1896.

Dalam tulisannya, Shurtleff and Aoyagi juga mengatakan kalau tauco masih berhubungan dengan jiang, bumbu masak asal Tiongkok. Diperkirakan berasal sebelum Dinasti Chou (722-481 SM), jiang diklaim sebagai bumbu tertua yang diketahui manusia. Awalnya dikembangkan sebagai cara melestarikan makanan kaya protein hewani untuk digunakan sebagai bumbu.

Dari situ, bangsa-bangsa Asia Timur juga menemukan bahwa ketika seafoods dan daging (kemudian kedelai) yang asin atau direndam dalam campuran garam dan anggur beras (atau air), protein mereka dipecah oleh enzim menjadi asam amino, yang pada gilirannya dapat merangsang selera makan manusia, serta dapat digunakan sebagai penambah rasa makanan lain.

Cap Meong, legenda Tauco CianjuCap Meong, legenda Tauco Cianjur (Sudrajat/detikcom)

Saat ini manajemen pengelolaan tauco Cap Meong sudah oleh generasi kelima. Namanya Stefany Tasma, putri Harun Tasma (generasi keempat) yang lebih banyak tinggal di Tangerang. “Tapi dia lebih sering tinggal di Tangerang,” kata Abdul Raup, yang mengaku telah 35 tahun bekerja di Nyonya Tasma.

Sebagai generasi penerus berlatar pendidikan manajemen perguruan tinggi, Stefany disebut memberikan sentuhan kekinian dalam pemasaran, seperti kemasan yang berwarna, desain label yang lebih modern, diversifikasi produk olahan berbahan tauco, membuka outlet baru yang lebih luas dan strategis di Gn Lanjung Km 5, Cugenang, memperkenalkan sistem penjualan online, hingga mempromosikan seluk belum tauco lewat media sosial seperti Instagram.

(jat/fem)



Sumber : travel.detik.com