Tag Archives: labuan bajo

Main Kayak Susuri Mangrove Dusun Rangko



Labuan Bajo

Labuan Bajo tak cuma laut dan pantai saja. Traveler bisa mencoba main kayak menyusuri hutan mangrove di dusun Rangko. Dijamin seru!

Atraksi kayaking menyusuri hutan mangrove di dusun Rangko ini dikembangkan oleh Pokdarwis Tanjung Boleng, Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat dan World Wide Fund for Nature (WWF).

Ada dua trek main kayak yang bisa dipilih wisatawan yaitu dengan jarak tempuh Medium Track selama 30 menit dan Long Track selama 1 jam.


Kedua trek itu menawarkan pengalaman main kayak yang sangat berbeda dari daya tarik lainnya yang selama ini dijumpai di Labuan Bajo.

Traveler akan diajak menyusuri kawasan hutan mangrove yang masih sangat asri di antara terpaan sinar matahari, menjadikan destinasi ini layak untuk dikunjungi.

Main kayak di Hutan Mangrove Dusun RangkoMain kayak di Hutan Mangrove Dusun Rangko Foto: (dok. Istimewa)

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) turut memberikan dukungan terhadap atraksi wisata baru ini dengan memberikan 2 unit kayak, 2 unit dayung dan 2 buah life jacket kepada Pokdarwis Tanjung Boleng.

“Ini merupakan titik awal kami mendorong pengembangan wisata mangrove. Pengelolaan destinasi wisata juga harus memperhatikan aspek kemanan dengan menyusun SOP yang ketat agar bisa menawarkan paket wisata yang aman dan nyaman bagi wisatawan,” ucap Frans Teguh, Plt Direktur Utama BPOLBF Kamis (13/6/2024).

Staf Ahli Bupati Manggarai Barat Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Ovan Adu menambahkan, Pokdarwis setempat harus senantiasa menjaga kelestarian alam mangrove Dusun Rangko agar tetap bersih dari sampah plastik.

Salah satu caranya dengan mengimbau wisatawan untuk membawa tumbler air minum sendiri saat akan melakukan kegiatan kayaking dan tidak meninggalkan sampah plastik usai bermain kayak.

Main kayak di Hutan Mangrove Dusun RangkoMain kayak di Hutan Mangrove Dusun Rangko Foto: (dok. Istimewa)

“Aktivitas kayak di hutan mangrove Dusun Rangko ini juga kami harapkan dapat memberi alternatif baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo dan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo,” ujar Ovan.

WWF juga turut hadir di destinasi ini untuk melakukan beberapa pendampingan dan pelatihan agar meningkatkan kesadaran masyarakat supaya terus menjaga kelestarian mangrove, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh generasi selanjutnya.

Pengembangan atraksi destinasi wisata mangrove ini ke depannya diharapkan dapat menjadi daya tarik baru yang diminati oleh wisatawan, serta menjadi sumber ekonomi baru yang berkelanjutan bagi warga setempat.

Jarak Dusun Rangko dari Kota Labuan Bajo yang hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 1 jam melalui jalan darat memudahkan akses bagi para wisatawan yang ingin mencoba main kayak.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

11 Destinasi Wisata Labuan Bajo yang Wajib Kamu Kunjungi


Jakarta

Labuan Bajo merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Beberapa orang mengatakan Labuan Bajo merupakan gerbang menuju Pulau Komodo dan gugusan pulau di dalamnya yang menyimpan keindahan alam menakjubkan dan hewan purba yang cuma ada di Indonesia yaitu Komodo.

Nah buat kamu yang sudah bersiap-siap menyambangi ‘sepetak surga di Indonesia Timur’ ini, beberapa destinasi wisata di Labuan Bajo berikut ini mungkin bisa jadi pilihan.


Destinasi Wisata di Labuan Bajo

Selain komodo sebagai salah satu ikon wisata andalannya, ada beberapa destinasi wisata lain di Labuan Bajo yang sayang dilewatkan. Simak daftarnya:

1. Melihat Komodo, Hewan Prasejarah yang Cuma Ada di Indonesia

Wisatawan menikmati keindahan alam Taman Nasional Komodo dari atas bukit Gili laba, Labuan Bajo, Flores, Beberapa waktu lalu. Taman nasional komodo yang telah terpilih menjadi new 7 wonder selain menyajikan alam yang sangat indah juga memiliki hewan khas komodo yang mendiami Pulau rinca dan Pulau Komodo.Wisatawan menikmati keindahan alam Taman Nasional Komodo dari atas bukit Gili laba, Labuan Bajo, Flores. Foto: Agung Pambudhy

Salah satu yang menjadi daya tarik wisatawan ketika pergi ke Labuan Bajo adalah ingin melihat komodo yaitu kadal yang masih hidup sejak zaman pra sejarah hingga saat ini.

Hewan ini cuma ada di Indonesia lho. Untuk bertemu dengan hewan eksotis ini, kamu perlu berlayar menuju Taman Nasional Komodo.

Kamu bisa berlayar menggunakan speedboat, kapal, atau bahkan kapal phinisi mewah untuk mencapai Taman Nasional Komodo.

Tak hanya di Taman Nasional Komodo, satwa prasejarah ini juga masih ditemui di pulau sekitar Labuan Bajo seperti Pulau Rinca, Pulau Padar, Pulau Nusa Kode, dan Pulau Montang.

2. Bermalam di Desa Tertinggi Wae Rebo

Desa Adat Wae Rebo, Menyaksikan Pesona Wisata Negeri DiatasDesa Adat Wae Rebo. Foto: detik

Wae Rebo merupakan salah satu desa adat di Flores yang letaknya berada di 1200 meter di atas permukaan laut. Tak heran jika desa ini merupakan salah satu desa tertinggi di Indonesia.

Tempat ini menawarkan pemandangan alam dan desa yang mengagumkan serta kearifan lokal dari Suku Manggarai yang menghuni desa ini.

Saat berwisata di sini, kamu bisa tinggal selama beberapa hari di rumah adat Wae Rebo yang bentuknya sangat unik. Kamu juga akan banyak belajar tentang budaya yang unik dari Suku Manggarai.

3. Menikmati Pemandangan Unik Sawah Lingko

Keindahan selanjutnya yang bisa kamu nikmati Ketika berkunjung ke Labuan Bajo adalah pemandangan ciamik dan unik dari Sawah Lingko yang berbentuk jaring laba-laba.

Hamparan sawah yang membentuk jaring laba-laba raksasa menjadi daya tarik utama dari Sawah Lingko. Sawah ini terletak di Desa Cancar, Kabupaten Manggarai.

Bentuknya yang unik tidak dibuat dengan sembarangan, hal tersebut didasarkan pada nilai-nilai budaya yang dipegang oleh masyarakat setempat.

Kamu bisa berkunjung ke Sawah Lingko bila mengikuti Open Trip Labuan Bajo. Kamu akan menikmati pemandangan alam yang unik dan melihat pengelolaan pertanian yang masih tradisional dari masyarakat di Sawah Lingko.

4. Menikmati Keindahan Pantai Pink yang Eksotis

Pasir Pink yang sangat indah di Pink Beach Labuan Bajo.Pasir Pink yang sangat indah di Pink Beach Labuan Bajo. Foto: Jesslyn Evania Yoshe Kwan

Seperti namanya, pantai ini begitu unik dengan hamparan pasir yang berwarna merah muda. Pantai yang terletak di Pulau Komodo ini menjadi salah satu dari tujuh pantai pink yang ada di dunia lho.

Tak hanya permukaan pantainya yang cantik, kamu juga bisa menikmati keindahan bawah lautnya yang juga menawan dengan melakukan snorkeling atau diving.

Kamu akan melihat keindahan bawah laut yang begitu kaya seperti ikan-ikan, terumbu karang, dan biota laut lainnya.

5. Pesona Puncak Gili Lawa yang Mengagumkan

gili lawa di labuan bajoGili Lawa di Labuan Bajo. Foto: Pradikta Kusuma/d’Traveler

Pulau Gili Lawa merupakan salah satu pulau dengan view tercantik yang ada di gugusan Pulau Komodo. Sebuah pulau kecil cantik tak berpenghuni ini terletak di utara Pulau Komodo dan menghadap Laut Flores.

Untuk menikmati pemandangan yang mengagumkan di Gili Lawa, kamu perlu melakukan trekking sekitar setengah hingga satu jam sampai puncak di perbukitan Gili Lawa.

Sesampainya di sana, rasa letih akan terbayarkan dengan melihat pemandangan hamparan rumput perbukitan serta laut Flores yang begitu indah.

Tetapi tenang saja, buat kamu yang malas trekking, Pulau Gili Lawa juga bisa kamu nikmati keindahan alam bawah lautnya dengan snorkeling atau diving,

6. Snorkeling di Pulau Cantik Manjarite

Labuan Bajo Hari PertamaPulau Manjarite, Labuan Bajo. Foto: (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Selanjutnya terdapat tempat snorkeling terbaik yang ada di Labuan Bajo yaitu Pulau Manjarite. Pulau ini berjarak sekitar satu jam dari Labuan Bajo.

Dengan pasir putih yang halus, air laut yang begitu jernih, perairan yang tidak begitu dalam serta ombak yang tenang, pulau Manjarite menjadi spot snorkeling yang sempurna dan menjadi favorit wisatawan.

Di bawah lautnya, kamu akan melihat keindahan alam bersama ikan warna-warni dan terumbu karang yang tak terjamah.

7. Menjelajahi Indahnya Pulau Kanawa

Pulau KanawaPulau Kanawa Foto: Bayu Fitri Hutami/d’Traveler

Pulau Kanawa merupakan salah satu pulau tercantik pada gugusan pulau di sekitar Labuan Bajo. Kondisinya yang begitu sepi dan menenangkan, membuatmu bagaikan menikmati pulau pribadi yang begitu indah.

Di sini kamu bisa melakukan beberapa kegiatan seperti menyelam dan fotografi di bawah air, relaksasi di bibir pantai yang menenangkan, melihat sunrise atau golden sunset yang begitu memukau, hingga hiking perbukitan yang ada di Pulau Kanawa.

8. Menelusuri Jejak Komodo di Pulau Rinca

Komodo merupakan hewan endemik yang hanya ada di Indonesia khususnya Di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Di Pulau Rinca terdapat 1200 ekor komodo. Untuk melihat komodo disana kita berkeliling pulang dengan ditemani oleh ranger. Di Pulau ini juga  terdapat kerbau dan rusa sebagai makanan komodo.Melihat komodo di Pulau Rinca. Foto: Agung Pambudhy

Komodo tidak hanya ditemui di Pulau Komodo saja. Pulau Rinca yang ada di sekitar Labuan Bajo juga merupakan habitat asli dari hewan purba ini. Bahkan di sana ditemukan lebih dari 1000 ekor komodo yang masih hidup.

Kemudian yang menarik adalah pulau ini dijadikan alternatif bagi para turis yang ingin melihat kehidupan komodo.

Setelah kebijakan baru ditetapkan, tiket masuk Taman Nasional Komodo naik berkali-kali lipat menjadi Rp 3.750.000 untuk alasan konservasi komodo.

Sementara di Pulau Rinca, dengan harga tiket masuk sebesar Rp 50.000 saja, kamu juga sudah bisa melihat kehidupan hewan prasejarah ini. Bahkan bisa lebih murah jika kamu membeli paket wisata yang disediakan di sana.

9. Menikmati Sunset di Bukit Sylvia

Bukit Sylvia di Labuan BajoBukit Sylvia di Labuan Bajo Foto: (Syanti/detikcom)

Satu lagi bukit menawan untuk menikmati pemandangan Labuan Bajo yaitu Bukit Cinta atau dikenal dengan nama Bukit Sylvia.

Penamaan bukit ini didasarkan pada nama hotel yang mencakup Kawasan ini yaitu Sylvia Resort. Awalnya memang bukit ini hanya diperkenankan untuk tamu hotel, tapi kini siapapun bisa menyambangi bukit Sylvia untuk melihat panorama indah Labuan Bajo.

Bahkan dengan pemandangan yang begitu cantik, bukit ini tidak memiliki tarif biaya masuknya. Jalan menuju bukitnya juga bisa dengan mudah kamu lalui dengan berjalan kaki.

10. Merasakan Kesegaran Air Terjun Cunca Wulang

Air Terjun Cunca WulangAir Terjun Cunca Wulang. Foto: detik

Siapa bilang di Labuan Bajo cuma ada pantai? Di sini juga menyimpan keindahan alam berupa Air Terjun Bernama Cunca Wulang. Karena keindahannya, air terjun ini sering disebut dengan Green Canyon dari timur Indonesia.

Di sana kamu akan menikmati kesegaran air berwarna biru bening dari Air Terjun Cunca Wulang. Lebih serunya, kamu juga bisa melakukan aksi-aksi yang memacu adrenalin dengan melompat dari tebing-tebing indah yang ada di sana.

11. Melihat Kearifan Budaya Kampung Compang To’e Melo

Selain keindahan alamnya yang memukau, Labuan Bajo juga menyimpan kekayaan budaya yang perlu kamu lihat. Salah satu destinasi wisata budaya di Labuan bajo adalah Kampung Compang To’e Melo atau Kampung Melo.

Kamu bisa menyaksikan tarian sambutan dari masyarakat Kampung Melo jika berkunjung ke sini. Selain itu, terdapat minuman tradisional yaitu tuak yang menjadi daya tarik tersendiri dari budaya Kampung Melo.

Lokasinya juga memiliki pemandangan yang indah karena terletak di ketinggian. Kamu akan merasakan hawa segar pegunungan sekaligus kehangatan karena sambutan ramah dari masyarakat Kampung Compang To’e Melo.

Nah itu dia beberapa destinasi wisata Labuan Bajo yang wajib kamu kunjungi. Selamat berpetualang.

(inf/inf)



Sumber : travel.detik.com

NTT Bukan Provinsi Biasa, Ini 10 Kepingan Surga untuk Wisatawan



Jakarta

Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki spot wisata yang aduhai indahnya. Ini sederet objek wisata yang wajib dikunjungi wisatawan saat mengunjungi pulau-pulau di sana.

Provinsi yang berada di bagian tenggara Indonesia itu memiliki sederet pulau-pulau cantik mempesona. Mulai dari Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Timor, Pulau Alor, Pulau Lembata, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Ende, Pulau Komodo, hingga Pulau Palue.

Lautan, bukit, budaya, dan adat, bahkan hamparan padang rumput menjadi sesuatu yang menawan di sini. Ditambah lagi satwa endemik komodo (Varanus komodoensis), burung garugiwa atau kancilan flores (Pachycephala nudigula), dan flora endemik cendana wangi (Santalum album) yang tiada dua. Juga kekayaan hutan, mulai dari kopi, kemiri, cengkeh, pala, hingga jahe.


detikTravel telah merangkum beberapa destinasi wisata yang bikin list perjalanan kamu menjadi mudah saat vakansi ke NTT. Berikut adalah rangkumannya:

1. Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo berada di antara Pulau Sumbawa dan Pulau Flores di kepulauan Indonesia Tengah. Secara administratif termasuk dalam Wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Kawasan itu ditetapkan sebagai Taman Nasional Komodo pada tanggal 6 Maret 1980 dan dinyatakan sebagai Cagar Manusia dan Biosfer pada tahun 1977 dan juga sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1991, sebagai Simbol Nasional oleh Presiden RI pada 1992, sebagai Kawasan Perlindungan Laut pada tahun 2000 dan juga sebagai salah satu Taman Nasional Model di Indonesia pada 2006.

Taman Nasional Komodo memiliki luas 173.300 ha meliputi wilayah daratan dan lautan dengan lima pulau utama yakni Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca, Gili Motang, Nusa Kode dan juga pulau-pulau kecil lainnya.

Kepulauan tersebut dinyatakan sebagai Taman nasional untuk melindungi Komodo yang terancam punah dan habitatnya serta keanekaragaman hayati di dalam wilayah tersebut. Taman lautnya dibentuk untuk melindungi biota laut yang sangat beragam yang terdapat disekitar kepulauan tersebut, termasuk yang terkaya di bumi.

Taman Nasional komodo terletak di kawasan Wallacea Indonesia. Kawasan Wallacea terbentuk dari pertemuan dua benua yang membentuk deretan unik kepulauan bergunung api, dan terdiri atas campuran burung serta hewan dari kedua benua Autralia dan Asia. Terdapat 254 spesies tumbuhan yang berasal dari Asia dan Australia di Taman Nasional Komodo. Selain itu, terdapat 58 jenis binatang dan 128 jenis burung.

2. Labuan Bajo

Labuan Bajo merupakan pintu masuk terbesar ke wilayah NTT lainnya. Kawasan ini memiliki banyak hotel, restoran, kafe, agen travel, persewaan kapal, dll.

Di sini juga terdapat sejumlah objek wisata, di antaranya perbukitan Golo Mori, Puncak Waringin, Goa Batu Cermin, Desa Wisata Loha, air terjun Cunca Rami, dan Waterfront City Marina Labuan Bajo.

3. Pantai Dintor

Pantai yang terletak di Desa Satar Ruwuk, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai ini menyuguhkan keindahan yang menakjubkan. Dengan hamparan pasir putih dan batuan-batuan kecil di bibir pantai bisa membuat kamu terpukau.

Di Pantai Dintor kamu juga akan mendapatkan bonus melihat kawasan yang tak kalah indahnya yaitu Pulau Mules, tepat berada di seberang Pantai Dintor.

Kamu bisa menikmati pesona pantai ini dengan berbagai cara, bisa menikmatinya dengan berjalan di bibir pantai ataupun hanya duduk-duduk di bawah pohon kelapa sambil mendengarkan syahdunya gemericik ombak.

4. Desa Wae Rebo

Disebut juga sebagai desa di atas awan, berada di dataran tinggi bagian selatan Pulau Flores. Yang menjadi daya tarik bagi wisatawan ke Desa Wae Rebo adalah pesona alam serta budaya masyarakatnya yang masih kental dengan adat leluhur.

Jika kamu berkunjung ke desa ini, kamu bakalan melihat bagaimana masyarakat Desa Wae Rebo memegang teguh adat-istiadat. Tentunya juga terdapat rumah khas yang bernama Mbaru Niang, Mbaru yang artinya rumah dan Niang adalah tinggi dan bulat.

5. Danau Kelimutu

Pernah melihat ikon danau tiga warna dipecahan uang Rp 5000 dulu? Ya danau tersebut adalah Danau Kelimutu yang berada di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Danau itu disebut danau tiga warna karena memiliki warna merah, biru, dan putih.

Untuk bisa menikmati pesona Danau Kelimutu, terlebih dahulu kamu perlu berjuang mendaki Gunung Kelimutu dengan ketinggian 1.631 meter di atas permukaan laut. Tapi sehabis melakukan pendakian tersebut, dijamin semua rasa lelah akan terbayarkan dengan melihat keindahan danau itu.

6. Bukit Warinding

Hamparan perbukitan di Nusa Tenggara Timur memang tak kalah menariknya dari destinasi lainnya, termasuk Bukit Warinding. Bukti yang berlokasi di Desa Pambotanjara, Kabupaten Sumba Timur ini juga pernah dijadikan sebagai set film Pendekar Tongkat Emas besutan Mira Lesmana.

Sudah terbukti indahnya lanskap bukit ini sehingga menjadi tempat syuting film, pesona yang membuat Bukit Warinding ini adalah bentuk bukitnya yang menyerupai raksasa yang tengah tidur terlentang.

7. Cunca Wulang

Cunca Wulang merupakan air terjun yang berada di Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat. Air terjun ini memiliki ketinggian 200 meter di atas permukaan laut dengan air yang jernih dan segar mengalir dari air terjun tersebut.

Dikelilingi hutan dan perbukitan, Cunca Wulang menyuguhkan pengalaman yang berbeda. Wisatawan yang datang juga bisa merasakan air terjun ingin dengan berenang di tepian aliran atau sekadar berendam saja.

Masih banyak lagi destinasi yang Nusa Tenggara Timur suguhkan untuk dijelajahi, agar tak bingung menentukan tujuan pelesiran. Pastinya yang perlu diperhatikan adalah mempersiapkan segala sesuatu sebelum melangsungkan keberangkatan mulai dari budgeting, akomodasi hingga tempat mana saja yang akan dituju.

8. Desa Wisata Ululoga

Desa Wisata Ululoga di Kecamatan Mauponggo, Nagekeo menawarkan wisata tidak biasa, yakni paket wisata tur rempah-rempah.

Desa ini memang kaya akan rempah-rempah. Mulai dari pala, merica, hingga jahe.

9. Perburuan Paus Tradisional di Lembata

Merujuk situs kemendikbud, masyarakat Lamalera di Kabupaten Lembata memiliki tradisi berburu paus dengan cara tradisional. Perburuan paus yang dalam bahasa setempat dikenal sebagai Baleo itu menjadi gambaran kearifan lokal para nelayan Lamalera yang tangguh, pemberani, dan dan pantang menyerah.

Perburuan paus itu bukan membantai paus, tetapi perburuan paus oleh nelayan Lamalera yang sudah ada sejak abad ke-17 itu dilaksanakan dengan aturan terkait waktu, peralatan, pelaksanaan, hingga jenis paus yang dapat ditangkap.

Selain itu, Lembata memiliki banyak objek wisata, mulaidi antaranya Pulau Pasir Putih Awelolong/Awololo, Gua Maria Lewoleba. Pantai Rekreasi Pasir Putih Waijarang, Sumber Air Panas Sabu Tobo, Adum, dan Labalimut, rumah adat dan ritus Pesta Kacang Jontona, dll

10. Pulau Alor

Alor boleh dibilang merupakan surga bagi para penggemar selam. Di sini tercatat memiliki 42 spot diving.

Selain diving, di Alor terdapat banyak pantai, di antaranya Ling Al, Maimol, dan batu Putih.

Kemudian, ada Museum 1000 Moko. Mako adalah alat musik khas Alor dari perunggu. Moko juga berfungsi sebagai mas kawin dan alat untuk membayar denda. Di Alor Museum 1000 Moko berada di Jalan Diponegoro, Kalabahi, Alor.

Di Alor juga terdapat Al Quran kuno berusia ratusan tahun, tepatnya berada di Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut. Al Quran ini terbuat dari kulit kayu dan memuat 30 juz (114 surat) dan diperkirakan telah berusia 500 tahun. Konon Al Quran ini dibawa dari Ternate sebagai misi penyebaran agama Islam ke Alor.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Surganya Aktivitas Outdoor di NTT



Jakarta

Siapa sih yang nggak kenal sama Taman Nasional Komodo, tempat hewan purba yang masih hidup hingga kini. Traveler bisa menikmati aneka aktivitas outdoor di sini!

Bukan hanya terdapat hewan endemik Indonesia saja, tapi kawasan ini juga merupakan surga bagi para pelancong yang datang.

Terletak di antara Pulau Sumbawa dan Pulau Flores di Kepulauan Indonesia Tengah, taman nasional tersebut juga mencakup tiga pulau lainnya yakni Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Pulau Rinca.


Keindahan pulau serta kekayaan bahari jadi magnet buat wisatawan datang, begitu eksotis padu padan alam yang ada di Taman Nasional Komodo ini. Jika traveler memiliki kesempatan datang ke Taman Nasional Komodo, tentunya bisa melihat si kadal raksasa dari jarak yang dekat.

Pengalaman itu tak bisa didapatkan jika berkunjung ke destinasi lainnya, karena komodo hanya terdapat di pulau ini saja.

Selain bisa melihat Komodo secara langsung, kamu juga bisa menikmati keindahan bentangan alam khas kepulauan, hamparan laut yang megah serta deretan pegunungan yang indah.

Taman Nasional Komodo menjadi salah satu dari destinasi super prioritas yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia, dengan upaya ini menjadikan Taman Nasional Komodo tujuan utama untuk pelesir seraya menikmati keindahan alam Indonesia.

Buat kamu yang senang dengan aktivitas outdoor, tentunya Taman Nasional Komodo jadi tempat yang menyediakan paket komplet akan hal itu.

1. Trekking

komodo di Loh LiangMencari komodo di Loh Liang Foto: (Bonauli/detikcom)

Untuk yang minta trekking bisa banget melakukannya di Loh Buaya yang berada di Pulau Rinca. Nantinya kamu bakalan diajak untuk melewati wilayah hutan dan savana yang berada di lembah Loh Buaya.

Tentunya untuk bisa mengikuti trekking di sini, kamu perlu memastikan kondisi kesehatan diri. Trekking ke Loh Buaya juga memiliki syarat dan ketentuan, batas usia untuk ikut trekking ke Loh Buaya maksimal 65 tahun dan tak memiliki riwayat penyakit berat.

2. Snorkeling dan Diving

Long Pink BeachLong Pink Beach Foto: (Bonauli/detikcom)

Dan untuk yang senang dengan kegiatan snorkeling atau diving, di Pulau Komodo memiliki surga di bawah lautnya. Biota laut di kawasan ini memang menawarkan keindahan yang tak terbayarkan. Tak perlu khawatir karena di kawasan ini juga banyak terdapat penyewaan alat-alat snorkeling ataupun diving.

Yang pasti untuk melakukan segala aktivitas di kawasan ini perlu didampingi oleh guide atau pun orang profesional, agar kelancaran wisatawan bisa terjaga dan bisa menikmati keindahan Taman Nasional Komodo dengan maksimal.

3. Menikmati Sunset-Sunrise

Taman Nasional Komodo, selain daya tariknya tentang kadal raksasa, trekking, snorkeling hingga divingnya juga yang paling diincar oleh wisatawan adalah berburu sunset dan sunrise. Karena kawasan ini dikelilingi deretan bukit jadi kamu bakalan bisa menikmati peristiwa matahari terbit dan tenggelam.

Saat berada di atas puncak bukit, lanskap alam Taman Nasional Komodo ini akan terlihat dengan jelas, belum lagi disandingkan dengan sunset yang merona.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

8 Tempat Wisata Labuan Bajo yang Menawarkan Pemandangan Indah


Jakarta

Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi para turis lokal hingga mancanegara. Sebab, ada banyak tempat wisata yang menawarkan pemandangan alam indah.

Salah satu daya tarik dari Labuan Bajo adalah keberadaan komodo di Pulau Komodo. Namun tak hanya itu, ada sejumlah daya tarik lain dari Labuan Bajo yang memukau, mulai dari keindahan bawah laut hingga view matahari terbenam. Bakal menyesal deh kalo nggak datang!

Lalu, apa saja tempat wisata di Labuan Bajo yang menawarkan pemandangan indah? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Tempat Wisata Labuan Bajo yang Punya Pemandangan Indah

Ada sejumlah tempat wisata di Labuan Bajo yang memiliki pemandangan indah. Biar nggak penasaran, simak pembahasannya di bawah ini yang telah dirangkum detikTravel.

1. Pulau Komodo

Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo, NTTKomodo, satwa endemik di Labuan Bajo (Suci Risanti Rahmadania/detikcom)

Kalau berkunjung ke Labuan Bajo, rasanya kurang lengkap jika tidak mampir ke Pulau Komodo. Di pulau ini terdapat hewan komodo, yakni kadal berukuran raksasa yang masih hidup sejak zaman pra sejarah.

Selain melihat komodo dari dekat, kamu juga bisa menikmati keindahan alam mulai dari hamparan pepohonan, perbukitan yang hijau, dan pantai yang bersih.

Pulau Komodo termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola Pemerintah Pusat. Agar bisa sampai ke sana, kamu dapat menggunakan kapal, speedboat, atau kapal phinisi mewah agar sampai di Taman Nasional Komodo.

Harga tiket masuk ke Taman Nasional Komodo dipatok sebesar Rp 250.000 hingga Rp 300.000 untuk turis lokal. Sedangkan untuk turis mancanegara dikenakan tarif Rp 400.000 sampai Rp 450.000.

2. Pulau Rinca

Selain ke Pulau Komodo, travelers juga bisa melihat komodo di Pulau Rinca. Selain melihat kadal raksasa, kamu juga bisa menikmati suasana alam yang begitu menakjubkan dari pulau ini.

Hamparan padang rumput yang luas, pasir pantai yang putih, dan barisan bukit yang indah membuat para wisatawan betah berlama-lama di sini. Jika kamu suka mendaki, disarankan datang menjelang sore hari agar bisa melihat sunset.

Sebagai informasi, Pulau Rinca didominasi oleh padang savana. Dengan cuaca yang terik, komodo di pulau ini memiliki sifat yang lebih ganas. Jadi, hati-hati selama di sana, ya.

Tertarik ke Pulau Rinca? Jika iya, maka siapkan uang sebesar Rp 50.000 per orang untuk tiket masuk. Perlu diingat, harga bisa berubah sewaktu-waktu.

3. Pulau Padar

Pulau Padar di TN Komodo, Manggarai Barat, NTTPulau Padar (Suci Risanti Rahmadania/detikcom)

Pulau Padar merupakan pulau terbesar ketiga di kawasan Taman Nasional Komodo setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Pulau ini menawarkan pemandangan alam yang begitu indah dengan gugusan bukit yang artistik, hamparan pasir putih, dan laut biru.

Pulau Padar dapat dikunjungi wisatawan saat pagi dan sore hari. Waktu terbaiknya adalah di pagi hari, sebelum terik matahari menyengat. Jika beruntung, kamu bisa melihat gerombolan rusa di bibir pantai ketika turun dari kapal. Tenang saja, rusa-rusa tersebut jinak kok.

Salah satu spot terbaik untuk menikmati pemandangan alam di Pulau Padar terletak di puncaknya. Namun, detikers harus treking dahulu dengan menaiki sekitar 840 anak tangga. Siapkan stamina yang fit agar kamu tidak kelelahan di tengah perjalanan.

Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Padar dikenakan tiket masuk sebesar Rp 120.000 per 1-5 wisatawan. Perlu diingat, harga bisa berubah sewaktu-waktu.

4. Pulau Kelor

Pulau selanjutnya yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Labuan Bajo yakni Pulau Kelor. Di pulau ini, travelers bisa menikmati hamparan laut biru, pasir putih, dan hamparan bukit yang indah.

Kamu juga bisa menyaksikan seluruh keindahan alam dari atas bukit. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk bisa sampai di puncak. Namun hati-hati selama trekking karena jalannya licin dan tanjakannya cukup curam.

Untuk tiket masuk ke Pulau Kelor dikenakan biaya sebesar Rp 50.000 per orang. Terdapat juga tour guide yang akan menemanimu berkeliling Pulau Kelor dengan biaya mulai dari Rp 250.000.

5. Pantai Pink

Wisatawan melihat komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.Pink Beach (Rivan Awal Lingga/Antara Foto)

Kalau berkunjung ke Pulau Komodo, sempatkan diri untuk datang ke Pantai Pink. Sesuai namanya, pasir pantainya berwarna merah muda atau pink, sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.

Warna pink tersebut terbentuk secara alami oleh makhluk mikroskopis bernama foraminifera. Makhluk tersebut yang memberi pigmen warna merah pada koral, sebelum koral-koral tersebut hancur dan membawa warna merah menyatu dengan warna putih pasir, sehingga menciptakan kelir merah muda.

Selain bermain di area pantai, travelers juga bisa berenang di air laut yang biru. Tetap hati-hati saat berenang, ya!

6. Pulau Gili Lawa

Pulau Gili Lawa merupakan salah satu pulau yang berada di gugusan Pulau Komodo. Pulau tak berpenghuni ini memiliki view yang sangat indah, terutama saat sore hari.

Dari atas bukit, detikers bisa melihat pemandangan laut yang luas, hamparan bukit, dan matahari terbenam. Untuk bisa sampai ke puncak bukit, travelers harus trekking sekitar 30-60 menit.

Meski lelah, namun semua itu terbayar tuntas sesampainya di atas bukit. Dijamin, kamu nggak akan mau pulang karena pemandangan alamnya begitu menakjubkan!

7. Pulau Manjarite

Labuan Bajo Hari PertamaPulau Manjarite (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Rasanya kurang lengkap kalau pergi ke Labuan Bajo namun tidak menikmati keindahan bawah laut. Jika detikers ingin snorkeling, cobalah datang ke Pulau Manjarite.

Air laut di sekitar pulau ini sangat jernih, sehingga wisatawan dapat dengan mudah melihat aneka ikan dan terumbu karang. Oh ya, terumbu karang di perairan ini juga cantik-cantik lho.

Selain melihat keindahan laut, kamu juga bisa menikmati pasir pantai yang putih. Cocok untuk kamu yang ingin menghabiskan waktu bersantai setelah snorkeling.

8. Bukit Sylvia

Satu lagi destinasi wisata di Labuan Bajo yang menawarkan pemandangan alam indah, yaitu Bukit Sylvia. Penamaan bulan ini didasari oleh nama hotel yang mencakup kawasan tersebut, yakni Sylvia Resort.

Pada awalnya, bukit ini hanya diperuntukan untuk tamu hotel yang menginap, tapi kini siapapun bisa berkunjung ke Bukit Sylvia. Dari atas bukit, travelers bisa menikmati pemandangan alam yang indah dan luas, hamparan rumput hijau, dan perbukitan.

Jaraknya juga tidak begitu jauh dari Bandara Internasional Komodo, yakni hanya sekitar 5 kilometer atau 10 menit dengan berkendara mobil. Jadi, sebelum berlayar ke Pulau Komodo, tak ada salahnya melipir sebentar ke Bukit Sylvia.

Labuan Bajo masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada dua cara menuju ke Labuan Bajo, yakni melalui pesawat terbang atau kapal laut.

Jika menaiki pesawat, detikers akan mendarat di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo. Harga tiketnya cukup bervariasi, tergantung dari waktu keberangkatan.

Misalnya berangkat dari Jakarta menuju Labuan Bajo saat akhir pekan, harga tiket pesawatnya mulai dari Rp 1,6 jutaan per orang. Apabila berangkat dari Denpasar, harga tiketnya mulai dari Rp 1,1 jutaan di hari yang sama.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan kapal laut. Harga tiketnya memang jauh lebih murah, namun butuh waktu perjalanan yang lebih lama dibandingkan naik pesawat.

Jika ingin pergi ke Labuan Bajo dengan kapal laut, disarankan berangkat dari Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali. Harga tiketnya mulai dari Rp 280 ribuan per orang.

Itu dia delapan tempat wisata Labuan Bajo yang menawarkan pemandangan indah. So, apakah travelers tertarik berkunjung ke Labuan Bajo?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Cara Termurah ke Labuan Bajo, Pilih Kapal atau Pesawat?


Jakarta

Labuan Bajo di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), adalah destinasi wisata populer di Indonesia. Labuan Bajo disebut-sebut sebagai “surga” di wilayah timur Indonesia.

Tak heran jika wisatawan lokal dan mancanegara memasukkan Labuan Bajo dalam wishlist liburan. Detikers bisa tahu cara menuju Labuan Bajo jalur darat, laut, dan udara di bawah ini.

Labuan Bajo Hari PertamaLabuan Bajo Foto: (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Cara Paling Murah ke Labuan Bajo

Berikut adalah informasi harga tiket ke Labuan Bajo yang dihimpun pada Jumat (30/8/2024) di media sosial, situs, dan platform pemesanan tiket.


1. Jalur Udara

Apabila ingin menggunakan pesawat, terdapat sejumlah maskapai yang melayani penerbangan ke Labuan Bajo antara lain Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, Air Asia, Super Air Jet, dan Wings Air. Traveler nantinya akan mendarat di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo.

Harga tiket ke Labuan Bajo bervariasi, tergantung maskapai dan waktu keberangkatan yang dipilih. Dalam tulisan ini tarif pesawat dicek melalui Google Flights untuk keberangkatan Jumat, (30/8/2024), tiket kelas ekonomi sekali jalan.

Harga tiket menuju Labuan Bajo dimulai dari Rp 936 ribu. Apabila dari Denpasar di tanggal yang sama, maka tiketnya mulai Rp 627 ribu. Sementara berangkat dari Surabaya di hari yang sama, tarif tiketnya mulai dari Rp 1,3 jutaan.

2. Jalur Darat

Tarif bus Jakarta-Labuan Bajo disediakan seharga Rp 1,2 juta di sebuah aplikasi penyedia tiket. Namun saat hendak dilakukan pemesanan, bus yang dimaksud ternyata tidak tersedia. Hal serupa terjadi untuk tiket bus Surabaya dan Bali menuju Labuan Bajo.

Sedangkan situs lain menyarankan untuk menyewa bis dengan jumlah rombongan tertentu, jika hendak menuju Labuan Bajo. Harga sewa bus berkisar Rp 950 ribu hingga Rp 1,5 juta per hari bergantung dari kapasitas, fasilitas, rute, dan lama pemesanan. Bus bisa menjemput dari Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo menuju lokasi tujuan.

3. Jalur Laut

Sebelum memilih transportasi laut menuju Labuan Bajo, detikers wajib memastikan ketersediaan fasilitas lebih dulu. Karena, tidak semua pelabuhan menyediakan layanan menuju Pelabuhan Labuan Bajo, NTT.

Dikutip dari situs ASDP, layanan menuju Labuan Bajo tersedia dalam rute berikut dengan nama kapal diinfokan kemudian:

  • Sape (Bima, NTB)-Labuan Bajo (NTT): Rp 96.500, 1 dewasa ekonomi.
  • Waingapu (NTT)-Labuan Bajo (NTT): Rp 150.000, 1 dewasa ekonomi.

Harga tiket dan ketersediaan layanan bisa berubah setiap saat, bergantung dari banyak faktor salah satunya cuaca. Karena itu, detikers wajib mengecek lebih dulu di ferizy yang merupakan situs pemesanan tiket ASDP.

Bagi detikers yang ingin menuju Labuan Bajo dari Bali atau Surabaya, bisa memanfaatkan layanan kapal atau jasa travel yang lain. Tentunya dengan mengecek lebih dulu ketersediaan layanan di tanggal keberangkatakan, melalui situs atau media sosial terkait.

Dengan informasi ini, tiket kapal bisa dikatakan sebagai cara termurah menuju Labuan Bajo. Detikers yang ingin menikmati layanan kapal, wajib mempertimbangkan cara akses menuju pelabuhan yang menyediakan perjalanan ke Labuan Bajo.

Pertimbangan lain adalah jumlah hari yang diperlukan mulai dari berangkat, transit, sampai di Labuan Bajo, hingga kembali ke rumah. Dengan pertimbangan yang tepat, detikers bisa liburan di Labuan Bajo dengan harga hemat.

Pesona Labuan Bajo

Terdapat sejumlah objek wisata Labuan Bajo yang dapat kamu kunjungi saat berada di sana. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

1. Pulau Komodo

Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo, NTTPulau Komodo di Taman Nasional Komodo, NTT Foto: Suci Risanti Rahmadania.detikcom

Keberadaan komodo menjadi daya tarik utama Pulau Komodo. Spesies kadal terbesar yang ada sejak zaman pra sejarah ini diketahui hanya bisa ditemukan di bagian timur Tanah Air. Traveler lihat yang datang kemari dapat menyaksikan satwa endemik itu dari dekat.

Selain di sini, komodo juga tersebar di Pulau Rinca. Namun kadal raksasa yang menghuni pulau tersebut dikabarkan lebih ganas.

2. Pulau Padar

Pulau Padar identik dengan barisan bukit eloknya yang dikelilingi laut biru. Biasanya pengunjung akan melakukan treking terlebih dahulu sampai puncaknya untuk menyaksikan pemandangan alam pulau tersebut dari spot terbaiknya. Waktu terbaik untuk treking yaitu di pagi hari saat cuaca masih tidak terlalu terik.

3. Pantai Pink

Sejumlah turis menikmati keindahan pantai Long Pink Beach di sisi utara pulau Padar di Taman Nasional Komodo. (Ambrosius Ardin)Pantai Long Pink Beach di sisi utara Pulau Padar, Taman Nasional Komodo. Foto: Ambrosius Ardin

Kalau biasanya pasir pantai itu putih, di Labuan Bajo terdapat Pantai Pink yang mempunyai pasir berwarna merah muda cantik. Tidak diberi pewarna buatan melainkan warna pantai itu terbentuk secara alami karena foraminifera. Makhluk mikroskopis itu memberi pigmen warna merah pada koral. Hingga akhirnya koral hancur dan pigmennya menyatu dengan pasir putih di pantai menjadi warna pink.

4. Pulau Manjarite

Jika ingin menikmati pesona bawah laut di Labuan Bajo, traveler dapat pergi ke Pulau Manjarite. Laut di sekitar pulau tersebut sangat jernih sehingga kamu dapat mencoba snorkeling di sana. Di samping itu, pasir pantai di pulau ini benar-benar putih bersih juga lembut. Sangat disayangkan apabila kamu melewatkan bermain di pantai Pulau Manjarite.

5. Bukit Sylvia

Bukit Sylvia di Labuan BajoBukit Sylvia di Labuan Bajo Foto: (Syanti/detikcom)

Bukit Sylvia jadi spot favorit wisatawan untuk menyaksikan seluruh pemandangan Labuan Bajo. Sejauh mata memandang, traveler akan disuguhkan hamparan panorama yang ciamik terdiri dari laut, pantai, maupun bukit bergelombang dari sini.

Nama bukit ini diambil dari nama Sylvia Resort yang berjarak dekat. Mulanya bukit ini hanya bisa didatangi wisatawan yang bermalam di penginapan itu. Namun kini, siapa pun dapat menikmati hamparan alam Labuan Bajo dari atas bukit.

Itu dia sejumlah cara ke Labuan Bajo di NTT. Jadi, kapan kamu mau berangkat ke sana?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Honeymoon Romantis di Indonesia, Mana Favoritmu?


Jakarta

Indonesia memiliki banyak destinasi romantis untuk honeymoon, mulai dari pantai hingga pegunungan yang sejuk. Setiap pasangan tentu menginginkan bulan madu mereka menjadi kenangan yang berkesan.

Tak usah ke luar negeri, di Indonesia ada berbagai tempat untuk honeymoon yang begitu eksotis. Tempat-tempat romantis ini bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama pasangan.

10 Tempat Honeymoon Romantis di Indonesia

Ubud, Labuan Bajo, hingga Raja Ampat menyuguhkan keindahan alam yang begitu memukau dengan suasana romantis. Berikut informasi lengkapnya.


1. Ubud, Bali

Tak hanya jadi tempat liburan yang banyak dipilih untuk keluarga, Bali juga cocok menjadi destinasi untuk bulan madu. Keindahan pantainya memberikan suasana yang begitu romantis.

Bahkan, menurut Kemenparekraf, Bali dinobatkan menjadi destinasi bulan baru terbaik tahun 2024 oleh Tripadvisor. Penelitian ini berdasarkan kualitas dan kuantitas ulasan, serta peringkat wisatawan di seluruh dunia selama 12 bulan terakhir. Mayoritas wisatawan memilih Ubud sebagai destinasi favorit selama bulan madu.

Beberapa wisata yang terkenal di Ubud yaitu Terasering Tegalalalng, Ubud Monkey Forest, hingga Arung Jeram Sungai Ayung. Mengutip salah satu situs agen travel, ada banyak juga penginapan dengan keasrian alam yang menenangkan.

2. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Labuan Bajo merupakan surga tersembunyi di Indonesia Bagian Timur. Seperti Bali, Labuan Bajo juga menawarkan keindahan pantainya yang cantik. Menurut laman Kemenparekraf, ada Pink Beach dengan kecantikan laut biru dengan pasir berwarna merah jambu.

Ada juga bukit cinta dengan view yang memanjakan mata. Mulai dari lautan biru, daratan bukit dengan pepohonan hijau, hingga kapal-kapal yang lewat di kejauhan.

Tak sampai di situ, salah satu resor yang ada di Pulau Komodo, Plataran Komodo Resort & Spa berhasil memenangkan penghargaan Conde Nast sebagai hotel romantis se-Asia, Afrika, Timur Tengah, Maladewa, dan Oseania. Pemandangan resor ini langsung menghadap ke Pantai Waecicu.

3. Raja Ampat, Papua Barat

Raja ampat terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Gugusan pulau-pulau di Raja Ampat menjadi pelengkap keindahan wisata ini.

Traveler bisa berenang,snorkeling, atau diving ke dasar lautnya. Pada tahun 2022, Raja Ampat terpilih menjadi satu dari enam destinasi global dari seluruh dunia yang direkomendasikan sebagai destinasi yang harus dikunjungi (must visit location) dari Lonely Planet.

4. Danau Toba, Sumatera Barat

Danau Toba di Sumatera Utara merupakan salah satu danau terbesar di Indonesia dengan pemandangan eksotis. Traveler bisa naik kapal keliling danau toba bersama pasangan dan mengunjungi beberapa spot wisata di Danau Toba.

Ada banyak hotel di pesisir Danau Toba dengan view yang begitu indah. Untuk destinasi lainnya, ada Bukit Holbung atau Bukit Teletubbies dengan hamparan rumput hijau yang luas. Banyak wisatawan yang berkemah di tenda di atas bukit. Mereka menikmati keindahan matahari terbenam di bukit ini.

5. Gili Trawangan, Lombok

Gili Trawangan merupakan pulau yang dikenal dengan suasana pantai yang indah dan air laut yang jernih. Meski jadi destinasi populer, Gili Trawangan mempertahankan atmosfer yang santai dengan tidak adanya kendaraan bermotor. Sepeda dan cidomo gerobak kuda) menjadi alat transportasi utama bagi masyarakat Gili dan juga wisatawan

Bersama pasangan, traveler bisa menikmati senja sambil mengayuh sepeda mengelilingi pulau. Selanjutnya, kamu dan pasangan bisa menikmati makan malam romantis dengan view pantai. Untuk penginapan, terdapat hotel di pinggir pantai dengan view ciamik.

6. Pulau Cinta, Gorontalo

Pulau Cinta mempunyai bentuk yang unik dengan bentuk ‘love’. dengan pantai indah di sekelilingnya. Banyak yang menyebut pulau ini merupakan Maldives Island Indonesia.

Lautnya begitu jernih dengan pasir putih yang lembut. Ditambah, hembusan anginnya menyejukkan. Di sekitarnya, terdapat resort yang dibangun di atas air.

Menurut laman Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, tempat ini menjadi rekomendasi untuk wisatawan yang datang bersama pasangan. Suasananya begitu romantis dengan kondisi alam yang masih terjaga.

7. Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat

Pulau Moyo berada di sisi utara Kabupaten Sumbawa. Mengutip laman Dinas Pariwisata NTB, pulau ini memiliki luas daratan mencapai 350 km2 yang dikelilingi oleh pantai dan hamparan laut. Pada beberapa bagian, pasir pantainya berwarna merah muda atau pink.

Mengutip laman Portal Informasi Indonesia, selain pantainya yang cantik, ada air terjun Mata Jitu dengan air yang jernih. Traveler bisa menghabiskan waktu di pulau ini dengan pasangan, jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

8. Dieng, Jawa Tengah

Dieng berada di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Kawasan wisata romantis ini dikenal dengan julukan negeri di atas awan.

Wisatawan bisa merasakan udara sejuk dan dingin. Salah satu destinasi populernya adalah Bukit Sikunir. Saat momen sunrise, traveler dan pasangan bisa menyaksikan terbitnya matahari di balik siluet Gunung Sindoro dan Sumbing. Namun, traveler harus mendaki tangga selama 30-40 menit untuk sampai di puncak.

9. Gunung Bromo, Jawa Timur

Gunung Bromo di Jawa Timur juga dapat menjadi pilihanmu dan pasangan sebagai tujuan honeymoon. Menurut laman Indonesia Travel, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan kawasan gunung berapi terbesar di Jawa Timur.

Di kawasan ini, wisatawan bisa menyaksikan panorama matahari terbit dari ketinggian, melihat keindahan telaga warna dan menyusuri padang pasir dengan jeep. Setelah seharian berkeliling, terdapat penginapan berupa homestay, hotel, hingga glamping yang bisa dipilih.

10. Pulau Macan, Kepulauan Seribu

Ingin mencari destinasi bulan madu di sekitar Jakarta? Pulau Macan bisa jadi pilihan. Mengutip laman Pulau Macan, dari Jakarta, diperlukan waktu 90 menit dengan naik speedboat.

Kamu dan pasangan bisa snorkeling untuk melihat keindahan bawah laut atau sekedar menikmati indahnya pemandangan di pesisir pantai. Beberapa penginapannya menyuguhkan pemandangan laut.

(elk/fds)



Sumber : travel.detik.com

Pemandangannya Desa, Gunung dan Laut



Jakarta

Warloka adalah destinasi wisata baru dengan keindahan alam, suasana kampung tua, dan spot foto menarik. Nikmati pengalaman unik di sisi Labuan Bajo ini!

Labuan Bajo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki banyak destinasi wisata yang menarik. Selain Taman Nasional Komodo, wisatawan kini dapat mengunjungi Warloka, sebuah destinasi baru yang menawarkan keindahan alam dan suasana kampung tua.

Warloka terletak di Desa Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat. Destinasi ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit perjalanan darat dari Labuan Bajo, tepat di tepi ruas jalan Labuan Bajo-Golo Mori.


Warloka mulai ramai dikunjungi wisatawan sejak awal tahun ini, terutama wisatawan domestik. Destinasi ini menawarkan panorama laut yang indah, berpadu dengan perbukitan serta suasana kampung tua yang khas.

“Warloka bagusnya ada tiga pilihan foto pemandangan. Ada pemandangan laut, ada yang gunung, ada juga yang pemukiman warga,” ujar Epy Wahab, salah satu wisatawan lokal yang mengunjungi Warloka, Minggu (23/2/2023).

Wisatawan domestik menikmati pemandangan alam Warloka, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTTWisatawan domestik menikmati pemandangan alam Warloka, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT (dok. Istimewa)

Berbagai spot foto tersedia untuk mengabadikan keindahan alam Warloka. “Yang ke sana banyak pilihan spot fotonya. Di spot fotonya juga sudah disiapkan kursi, meja dari kayu. Jadi pengunjung bisa duduk santai sambil nikmati pemandangan,” terang Epy.

Selain menikmati panorama alam, wisatawan juga bisa merasakan sensasi berjalan di tengah kampung Warloka dengan menyusuri gang-gang di pemukiman warga.

“Ketika mau ke spot foto juga kita mesti lewati jalan gang di pemukiman rumah-rumah warga, itu juga jadi punya sensasi yang beda buat pengunjung,” jelas Epy.

Wisatawan lainnya, Hamid, juga merasakan pengalaman berkesan saat mengunjungi Warloka. Menurutnya, pemandangan pantai, laut biru jernih, dan perbukitan di sekitar Warloka menjadi daya tarik utama.

Baca artikel selengkapnya di detikBali

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Pulau Bedil, Raja Ampat dari Banyuwangi



Banyuwangi

Tak banyak yang tahu, Banyuwangi punya ‘kembaran’ dari Raja Ampat. Namanya Pulau Bedil yang begitu eksotis dan menarik untuk dikunjungi.

Terletak di perairan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Pulau Bedil menawarkan lanskap bahari yang memukau.

Pulau eksotis ini kini menjadi favorit wisatawan karena menyuguhkan panorama alam yang disebut-sebut mirip dengan Raja Ampat.


Dikelilingi sejumlah pulau kecil, gugusan ini tampak makin memesona bila dilihat dari Puncak Kemuning, titik tertinggi di pulau itu. Tak heran bila banyak orang menjulukinya sebagai Raja Ampat dari Banyuwangi.

“Pulau Bedil memiliki potensi yang luar biasa. Di sini lengkap, ada wisata alam, bawah laut, petualangan, edukasi, bahari, kuliner, dan lainnya. Destinasi wisata alam seperti inilah yang terus kami kembangkan di Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Dari atas Puncak Kemuning, wisatawan akan disuguhi panorama laut bergradasi hijau kebiruan. Selain menikmati pemandangan, beragam aktivitas seru bisa dilakukan di sini.

Contohnya seperti berenang di laguna yang tenang, snorkeling untuk melihat biota laut, hingga sekadar duduk santai memandangi Samudera Hindia yang luas.

Cara Menuju ke Pulau Bedil

Untuk menuju ke Pulau Bedil, wisatawan harus lebih dulu ke Pantai Mustika di kawasan Pancer. Dari pusat Kota Banyuwangi, perjalanan darat menuju Pantai Mustika memakan waktu sekitar dua jam.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan naik perahu menuju pulau. Saat musim liburan, Pulau Bedil menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.

Pada libur panjang hari raya Waisak kemarin misalnya, pulau ini ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Luar biasa pemandangannya, tidak kalah indah dengan Raja Ampat dan Labuan Bajo,” kata Imelda, wisatawan asal Toledo, Ternate, yang berlibur bersama keluarga besarnya ke sini.

Usai puas menjelajahi Pulau Bedil, wisatawan bisa kembali ke Pantai Mustika untuk menikmati hidangan laut segar.

Sejumlah restoran di sekitar pantai menyajikan aneka kuliner laut yang menggugah selera, dan menjadi penutup yang sempurna setelah seharian menjelajahi sisi selatan Banyuwangi.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

6 Kota Favorit untuk Liburan Slow Travel di Indonesia


Jakarta

Slow travel jadi tren liburan terkini yang ingin lebih menikmati pesona destinasi wisata. Slow travel identik dengan kegiatan yang lebih mengenal (ngeblend) kebiasaan, kebudayaan, dan karakter masyarakat sekitar. Penikmat slow travel biasanya tinggal lebih lama di kota tujuan.

Kota Favorit Slow Travel

Destinasi wisata populer ternyata menjadi tujuan utama penikmat slow travel. Berikut rekomendasi kota tujuan slow travel

Kalegowa, Sulawesi Selatan

Lahan sawah di CirebonIlustrasi sawah Kalegowa (dok. Fahmi Labibinajib)

Kota ini dinobatkan sebagai kota terbaik kedua untuk slow travel di Asia versi Agoda. Kalegowa terkenal dengan sejarahnya yang panjang sebagai lokasi pertama benteng kerajaan Gowa. Kota ini juga punya pesona sawah hijau, pohon rindang, arsitektur Bugis masih lestari, serta warga lokal yang hangat dan ramah.


Yogyakarta, DI Yogyakarta

Tahukah traveler ada yang unik jika berkunjung ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Setiap pengunjung yang datang akan diperlakukan selayaknya tamu raja.tempat penyambutan pengunjung Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Foto: Arawinda Dea Alisia

Penikmat slow travel bisa memilih destinasi wisata dan lokasi menginap yang jauh dari pusat. Selain Yogya, kamu bisa memilih lokasi wisata di Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, dan daerah lagi di Yogyakarta. Untuk lokasi wisata, kamu sebaiknya memilih museum, candi, situs sejarah dan budaya lain yang bisa dinikmati tanpa harus buru-buru.

Purwokerto, Jawa Tengah

Wisata Baturaden, Baturraden, PurwokertoWisata Baturaden, Baturraden, Purwokerto Foto: Ari Saputra

Ibu kota Kabupaten Banyumas ini kerap disebut mirip Yogya, namun tidak seramai kota tersebut. Purwokerto terkenal dengan hawa sejuk, adem, minim macet, masyarakat ramah, dan biaya hidup murah. Kendati begitu, Puwokerto tidak sulit diakses internet dan sangat adaptif pada perkembangan teknologi.

Bandung, Jawa Barat

Suasana Braga, Kota Bandung di momen libur panjang Waisak 2025.Suasana Braga, Bandung Foto: Rifat Alhamidi

Kota Bandung secara umum adalah destinasi wisata populer karena dekat Jabodetabel dan mudah diakses. Namun, Bandung menyediakan tempat bagi penikmat slow travel yang ingin berlama-lama meniknati keindahannya. Kamu bisa memilih destinasi wisata alam, sejarah, dan budaya yang tidak terlalu ramai pengunjung.

Raja Ampat, Papua Barat Daya

Laguna berbentuk bintang di Raja AmpatLaguna berbentuk bintang di Raja Ampat Foto: Johanes Randy

Potongan surga dunia ini sangat disayangkan jika tidak bisa dinikmati berlama-lama. Slow travel sangat direkomendasikan agar bisa menikmati keberagaman flora dan fauna Raja Ampat, hewan endemik, pasir putih, air laut biru hijau yang jernih. Selain itu, sungguh disayangkan jika harus meninggalkan Raja Ampat tanpa tahu kekayaan budaya dan sejarah masyarakatnya.

Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Kapal-kapal wisata di perairan Labuan Bajo yang digunakan wisatawan kala berkunjung ke Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, NTT.Kapal-kapal wisata di perairan Labuan Bajo Foto: Ambrosius Ardin/detikBali

Destinasi wisata ini adalah gerbang menuju habitat asli komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Di sini ada beragam spot wisata yang bisa kamu nikmati tanpa harus terburu-buru yaitu Goa Rangko, Air Terjun Cunca Rami, Bukit Sylvia, Sawah Lingko, dan Kampung Compang To’e Melo untuk mengenal budaya lokal Labuan Bajo.

Sebelum memilih destinasi wisata untuk slow travel, pastikan kamu sudah menyusun itinerary yang tepat sehingga waktu liburan terasa lebih efisien.

(row/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker